Laporan Harian 31 Januari 2009 - BNPB

bnpb.go.id

Laporan Harian 31 Januari 2009 - BNPB

MANGGARAI0:00 6:00 8:00 12:00 18:001000Siaga I (>950 cm)900800700745730670 670680 690700670680670680670 670 670680 680 680670680660Siaga II (>850 cm)Siaga III (>750 cm)60027-Jan 28-Jan 29-Jan 30-JanSumber :Satkorlak PB Prov. DKI Jakarta dan Posko Banjir Dep. PU.B. Prakiraan Cuaca Wilayah JABODETABEKPrakiraan cuaca wilayah JABODETABEK berlaku untuk hari Minggu, 31 Januari 2009dilaporkan sebagai berikut :NOL0KASIPagi(00.05 – 12.00)C U A C ASiang(12.05 – 18.00)Malam(18.05 – 24.00)1 JAKARTA PUSAT Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan2 JAKARTA UTARA Berawan dan hujan ringan3 JAKARTA SELATAN Berawan dan hujan ringanBerawan dan hujan ringansedangBerawan dan hujan ringansedangBerawan dan hujan ringanBerawan dan hujan ringan4 JAKARTA TIMUR Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan5 JAKARTA BARAT Berawan dan hujan ringanBerawan dan hujan ringansedang6 KEP. SERIBU Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan7 BOGOR Berawan dan hujan ringanBerawan dan hujan ringansedangBerawan dan hujan ringanBerawan dan hujan ringan-sedangBerawan dan hujan ringanBerawan dan hujan ringansedang8 TANGERANG Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan9 DEPOK Berawan Berawan dan hujan ringan Berawan dan hujan ringan10 BEKASI BerawanBerawan dan hujan ringanKeterangan :- Hujan ringan : 1.0 – 5.0 mm/jam 5 – 20 mm/hari- Hujan sedang : 5.0 – 10 mm/jam 20 – 50 mm/hari- Hujan lebat : 10 – 20 mm/jam 50 – 100 mm/hari- Hujan sangat lebat : >20 mm/jam >100 mm/hariBerawan dan hujan ringanPeringatan Dini : Berpotensi hujan dengan intensitas ringan-sedang kadang lebat antarasore dan malam hari terutama di wilayah Jakarta Barat, Utara danSelatan.Sumber : Badan Meteorologí dan Geofísika2


II. Aktivitas Gunung Api di Wilayah Indonesia (Laporan perkembangan)A. Perkembangan situasi gunung api di Indonesia berdasarkan informasi dari Pusat Vulkanologidan Mitigasi Bencana Geologi pada hari Jumat, 30 Januari 2009, 2 (dua) Gunung Apidinyatakan masih dalam status “Siaga” (Level III) yaitu :1. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi Utara (LaporanPerkembangan)Berdasarkan hasil pemantauan dan analisa data visual dan kegempaan, terhitungmulai tanggal 02 Desember 2008 pukul 13.00 WITA hingga hari Jumat, 30 Januari2009 pukul 06.00 WITA, status aktivitas G. Api Karangetang masih tetap dalamkeadaan ”Siaga” (Level III). Hasil pemantauan G. Api Karangetang sebagai berikut:a. Aktivitas KegempaanNO WAKTUJENIS GEMPAVA VB TL TJ HMBS LTS GGRN TRS TRMR FS1. 29 Januari200900.00 – 06.00 - 3 - 3 - - - - - -06.00 – 12.00 - 4 - 4 - - - - - -12.00 – 18.00 - 4 - 4 - - - - - 118.00 – 24.00 1 1 - 3 - - - - - -TOTAL I 1 12 - 14 - - - - - 12. 30 Januari200900.00 – 06.00 4 2 - 5 - - - - - -TOTAL II 4 2 0 5 0 0 0 0 0 0Ket : VA = Vulkanik Dalam, VB = Vulkanik Dangkal, TL = tektonik Lokal, TJ = Tektonik Jauh, HMBS =Hembusan, LTS = Letusan, GGRN = Guguran, TRS = Terasa, TRMR = Tremorb. VisualWAKTUNO KONDISI29 Januari 2009(00.00-06.00 WITA)30 Januari 2009(00.00-06.00 WITA)1. Cuaca Mendung Cerah - berawan2. Angin tenang tenang3. Pandangan Gunung tertutup kabut -4. Asap Asap putih tipis ± 25 m Asap putih tipis ± 25 m5. Lain-lain Sinar api 10 m Sinar api 10 m2. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara (LaporanPerkembangan)Berdasarkan hasil pemantauan dan analisa data visual dan kegempaan, terhitungmulai tanggal 21 April 2008 hingga hari Jumat, 30 Januari 2009 pukul 06.00 WIT,status aktivitas G. Api Ibu masih tetap dalam keadaan ”Siaga” (Level III). Hasilpemantauan G. Api Ibu sebagai berikut :a. Aktivitas KegempaanNO WAKTU.JENIS GEMPAVA VB TJ HMBS LTS GGRN TRS TRMR1. 29 Januari 2009- 00.00 – 06.00 - - 2 12 36 - 1 --- 06.00 – 12.00 - - 3 14 33 - - --- 12.00 – 18.00 - - - 15 35 - - --- 18.00 – 24.00 - - - 16 18 - - --TOTAL I - - 5 57 122 - 1 --2. 30 Januari 2009- 00.00 – 06.00 - - - 22 41 - - --TOTAL II - - - 22 41 - - --Ket : VA = Vulkanik Dalam, VB = Vulkanik Dangkal, TJ = Tektonik Jauh, HMBS = Hembusan, LTS =Letusan, GGRN = Guguran, TRS = Terasa, TRMR = Tremor3


. VisualWAKTUNO KONDISI29 Januari 2009(00.00-06.00 WITA)30 Januari 2009(00.00-06.00 WITA)1. Cuaca cerah cerah2. Angin Tenang tenang3. Pandangan Gunung jelas Gunung tertutup kabut4. Asap Kelabu sedang-tebal tinggi 200-300 m -5. Lain-lain -. -B. Rekomendasi Umum1. Masyarakat di sekitar gunung Karangetang dan gunung Ibu dihimbau agar tetaptenang dan tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapat dipertanggung jawabkan.2. Masyarakat di sekitar gunung Karangetang serta pengunjung/wisatawan tidakdiperbolehkan mendekati G. Karangetang melebihi ketinggian 500 meter.3. Masyarakat di sekitar gunung Ibu serta pengunjung/wisatawan `tidak diperbolehkanmendekati G. Ibu dalam radius 2 km.4. Jika terjadi hujan abu cukup deras, masyarakat dianjurkan menggunakan maskerpenutup hidung dan mulut dikarenakan abu vulkanik yang terhirup dapatmengganggu saluran pernafasan.5. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan BadanNasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satkorlak PB setempat untukmemantau perkembangan kegiatan gunung api tersebut.Sumber : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana GeologiIII.IV.Prakiraan Gelombang TinggiPrakiraan gelombang tinggi berlaku tanggal 31 Januari 2009, pukul 07:00 WIBSampai dengan tanggal 1 Pebruari 2009, pukul 07:00 sebagai berikut :• 1.25 - 2.0 m : Samudera Hindia barat Aceh, Perairan barat Sumatera Utara, SelatMakassar bagian utara, Laut Sulawesi, Laut Maluku, Laut Buru, LautSeram, Laut Banda bagian utara, Perairan utara Papua bagian timuryang berbahaya bagi perahu nelayan• 2.0 - 3.0 m : Perairan mentawai, Perairan barat Sumatera Barat hingga Lampung,Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Jawa hingga NTT, LautSawu, Laut Timor, Selat Karimata, Perairan Bangka Belitung, LautJawa, Perairan barat dan selatan Kalimantan, Laut Bali, Laut Flores,Selat Makassar bagian selatan, Perairan selatan Sulawesi, PerairanKep. Sangihe Talaud, Laut Halmahera, Perairan utara Kepala Burung,Laut Banda bagian selatan yang berbahaya bagi perahu nelayan dantongkang• 3.0 - 4.0 m : Laut Natuna, Perairan timur Kepulauan Riau, Laut Arafuru yangberbahaya bagi perahu nelayan, tongkang dan ferry• > 4.0 cm : Laut Cina Selatan yang berbahaya bagi semua jenis kapalSumber : Badan Meteorologi, Klimatologi dan GeofísikaLain-lain1. Bencana Kebakaran Hutan dan Lahan di Kota Dumai Provinsi RIAU,- Jumlah hotspot di Propinsi Riau mulai tanggal 1 Januari s/d 28 Januari 2009sebanyak 386 titik.- Luas areal kebakaran hutan dan lahan di Propinsi Riau berdasarkan informasi yangditerima dari Kabupaten/ Kota telah mencapai 1.848 Ha (angka sementara) yangberada di Kota Dumai 148 Ha dan Kabupaten Bengkalis 1.700 Ha.Kondisi Mutakhir :Jumlah titik hotspot khusus tanggal 30 Januari 2009 sebanyak 8 titik yang tersebarantara lain di Kab. Bengkalis 6 titik dan Kab. Rokan Hilir 2 titik. Kondisi cuaca cerah.4


Upaya Penanganan :- Pada Hari Jum’at, 30 Januari 2009 Satlakdalkarhutla Prov. Riau mengadakan rapatuntuk membahas penanganan kebakaran hutan dan lahan (bencana asap)selanjutnya.- Posko kebakaran hutan/lahan di daerah-daerah rawan kebakaran hutan dan lahanmasih tetap diaktifkan, bekerjasama dengan para Bupati/ walikota danmengoperasikannya bersama-sama dengan masyarakat setempat.Sumber : Pemprov. Riau, Bapedalda Prov. Riau dan Koramil 0301/Bengkalis, NOAA 18 (sipongi Dephut)dan BMG.2. Telah terjadi gempa bumi pada Hari Jum’at, 30 Januari 2009 pukul 23.49.53 WIB 5.1SR kedalaman 21 Km. Episentrum gempa terletak pada koordinat 8.4 LS dan 120.05BT (21 Km Timur Laut Labuhan Bajo, NTT). Gempa dilaporkan tidak menimbulkankorban jiwa maupun kerusakan.Sumber : Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofísika3. Telah terjadi banjir di Ds. Pasir Suren, Kec. Pelabuhan Ratu, Kab. Sukabumi, Prov.Jawa Barat pada Hari Rabu, 28 Januari 2009. Banjir menyebabkan 1 masjid, 5 rumahdan 2 Ha sawah tergenang. Dilaporkan banjir telah surut.Sumber : Piket Koramil 0716/Pelabuhan Ratu (Kopka Mamat)4. Telah terjadi banjir di 3 kecamatan (Kec. Balai Karangan, Entikong, dan Beduai) Kab.Sanggau, Prov. Kalimantan Barat pada Hari Kamis, 29 Januari 2009. Banjirmenyebabkan terputusnya jalur transportasi antara Kec. Entikong dan Kucing-Malaysia,tergenangnya pemukiman warga dan jalur transportasi di Kec. Balai Karangan, sertatergenangnya jalur transportasi setinggi 2 meter di Kec. Beduai. Pada Hari Jum’at, 30Januari 2009 pukul 03.00 WITA dilaporkan banjir telah surut. Telah didirikan posko,dapur umum, dan posko kesehatan serta penyaluran bantuan permakanan di Kec.Balai Karangan.Sumber : Piket Koramil 1204/02/Balai Karangan (Serka Kamaluddin) dan Koramil Entikong(Kopka Sugito)5. Telah terjadi banjir di Kab. Demak, Prov. Jawa Tengah pada Hari Kamis, 29 Januari2009. Banjir menyebabkan :- Kec. Karangawen : tanggul kali jebol, 35 Ha sawah dan peternakan ayam (30.000ayam mati) tergenang serta sebanyak 100 KK/345 jiwamengungsi ke mushola dan gedung sekolah setempat.- Kec. Karangtengah : tanggul kali Ds. Ploso jebol dan jalan desa tergenangsepanjang 100 m setinggi 20 cm.- Kec. Payung : 60 rumah terendam setinggi 40 cm.BPBD Prov. Jawa Tengah beserta masyarakat di Kec. Karangawen telah bergotongroyong memperbaiki tanggul yang jebol. Saat ini banjir dilaporkan telah surut dan wargatelah kembali ke rumah masing-masing.Sumber : BPBD Prov. Jawa Tengah dan Kodim 0716/Demak6. Telah terjadi tanah longsor di Ds. Telukan Legok Kec. Ngargoyoso Kab. KaranganyarProv. Jawa Tengah pada Hari Jumat, 30 Januari 2009 yang disebabkan oleh hujanderas sejak pukul 16.00 WIB. Tanah longsor menyebabkan 1 unit rumah tertimbun, 3orang meninggal dunia, 1 orang luka berat, dan 1 orang hilang. Hingga saat ini SatlakPB Kab. Karanganyar masih melakukan pencarian terhadap korban yang hilangtertimbun serta memberikan bantuan logistik.Sumber : Bakesbang Linmas Kab. KaranganyarPengawas,Jakarta, 31 Januari 2009Ketua Kelompok Piket,Ir.Untung Sarosa, MMRustian, S.Si.A.P.T M.Kes5

More magazines by this user
Similar magazines