Menangkal Bahaya JIL.pdf

alqiyamah.files.wordpress.com

Menangkal Bahaya JIL.pdf

http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariMenangkal Bahaya JIL(Jaringan Islam Liberal)dan FLA(Fikih Lintas Agama)Al-Ustadz Hartono Ahmad JaizAl-Ustadz Agus Hasan Bashori, M.Ag1428, Shofar 29/ 2007, Maret 19Menangkal Bahaya JIL & FLAMakalah Bedah Buku di Aula Perguruan Al-Irsyad SurabayaAhmad Jaiz, HartonoBashori, Agus Hasan© Copyright bagi ummat Isla m.Silakan menyebarkan risalah ini dalam bentuk apa saja selamamenyebutkan sumber, tidak merubah content dan makna serta tidak untuktujuan komersial.Artikel ini didownload dari Markaz Download Abu Salma(http://dear.to/abusalma]-1 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariAgama Islam dan Syir’ah SetiapUmatOleh Hartono Ahmad Jaiz 1Di sini akan dibahas tentang agama yang satu,yaitu Islam, dan setiap umat punya syir’ah (syari’at),minhaj (jalan), dan mansak (tatacara ibadah). Tentangagama yang satu, Islam, sejak nabi pertama sampai nabiterakhir Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa Salamagamanya tetap Islam, w alaupun syari’atnya berbedabeda.Tentang syari’at atau syir’atnya berbeda-beda inibahkan dalam Islam yang dibaw a oleh Nabi MuhammadShallallahu ‘alayhi wa Salam itu sendiri ada jugaperbedaan-perbedaan antara syari’at yang pertama dankemudian dihapus dengan syari’at yang kedua (baru),misalnya kiblat yang semula Baitul Maqdis kemudiandihapus dan diganti dengan Ka’bah di Masjidil HaramMakkah, namun agamanya tetap Islam. Jadi agama dariAllah tetap satu, Islam, w alau syari’atnya bermacammacam,diganti-ganti dengan syari’at yang baru.Agama yang lama yang dibaw a oleh nabiterdahulu diganti dengan agama yang baru yang nabi1Hartono Ahmad Jaiz adalah ketua Lajnah Ilmiyah LPPI (Lembaga Penelitiandan Pengkajian Islam) di Jakarta. Lahir di Boyolali Jawa Tengah, 1-4 1953.Tamat Fakultas Adab/ Sastra Arab IAIN Sunan Kalijaga Jogjakarta1980/1981. Alumni PKU (Pendidikan Kader Ulama) angkatan III MUI (MejelisUlama Indonesia) DKI Jakarta 1997. Wartawan Harian Pelita di Jakarta 1982-1997. Pengisi rubrik Islamika di Majalah Media Dakwah terbitan DewanDakwah Islamiyah Indonesia sejak 1997.-2 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsariberikutnya, w alaupun masih sama-sama Islam, makaorang yang masih hidup w ajib mengikuti yang baru.Syari’at yang lama diganti dengan yang baru, maka orangyang masih hidup w ajib mengikuti yang baru. Sehinggadengan datangnya Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhiwa Salam yang diutus membaw a agama Islam sebagainabi terakhir, nabi yang paling utama, dan tidak ada nabisesudahnya, w ajib diikuti oleh seluruh manusia sejakzamannya sampai kelak. Diutusnya Nabi MuhammadShallallahu ‘alayhi wa Salam ini berbeda dengan nabinabilain, karena nabi-nabi sebelum Nabi MuhammadShallallahu ‘alayhi wa Salam itu masing-masing hanyauntuk kaumnya. Sedang Nabi Muhammad Shallallahu‘alayhi wa Salam diutus untuk seluruh manusia sejak saatdiutusnya (610M) sampai hari kiamat kelak. Siapa yangtidak mengikutinya maka kafir, w alaupun tadinyaberagama dengan agama nabi sebelum Nabi MuhammadShallallahu ‘alayhi wa Salam.Sedangkan orang yang mengikuti NabiMuhammad Shallallahu ‘alayhi wa Salam pun kalausudah ada syari’at baru yang dibaw a oleh NabiMuhammad Shallallahu ‘alayhi wa Salam pula, lalupengikut itu menolak dan ingkar, maka menjadi kafir pula.Misalnya, orang Muslim yang mengikuti agama NabiMuhammad Shallallahu ‘alayhi wa Salam, sudahmendapat penjelasan bahw a kiblat yang baru adalahKa’bah, sedang sebelumnya kiblatnya adalah BaitulMaqdis; lalu si Muslim itu menolak kiblat yang baru(Ka’bah), maka kafir pula, sebab menolak ayat-ayat Al-Qur’an yang diturunkan kepada Nabi MuhammadShallallahu ‘alayhi wa Salam. Apalagi yang mengikutiagama nabi-nabi sebelum Nabi Muhammad Shallallahu‘alayhi wa Salam, begitu datang Nabi Muhammad-3 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariShallallahu ‘alayhi wa Salam sebagai utusan denganIslam yang baru, maka w ajib mengikuti Nabi MuhammadShallallahu ‘alayhi wa Salam. Bila tidak, maka kafir.Kelompok liberal dan juga tim penulis Fiqih LintasAgama dari Paramadina Jakarta mencari-cari jalan untukmempropagandakan faham yang melaw an ketentuanIslam yaitu pluralisme agama, menganggap semuaagama sama, sejajar, parallel, dan menuju kepadakeselamatan semua, hanya beda teknis. Mereka mencarikilah-kilah, dan kadang sampai membaw a-bawa ulamaterkemuka seperti Ibnu Taimiyah dikesankan membelafaham pluralis me agama itu. Untuk lebih jelasnya, kamikutip bagian-bagian yang mereka cantumkan dalam bukumereka, Fiqih Lintas Agama.Kutipan:“Mengenai Taurat dan Injil, Ibnu Taimiyahmengatakan bahwa sebagian besar ajaran kitabkitabsuci tersebut tetap benar, dan hukum-hukumatau syari’atnya masih berlaku untuk kaum Muslim,sepanjang tidak dengan jelas dinyatakan telah dinasakhatau diganti oleh al-Qur’an.” (FLA, halaman55, dalam sub judul Menegaskan Kesinambungandan Kesamaan Agama-agama). Dan atas dasarpersamaan tersebut, al-Qur’an memuat perintahAllah kepada Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Salamagar berseru kepada semua penganut kitab suciuntuk berkumpul dalam titik kesamaan, yakniKetuhanan Yang Maha Esa (QS. 3: 64). Bahkankepada kaum Yahudi dan kaum Nasrani pundiserukan untuk mentaati ajaran-ajaran yang adadalam kitab-kitab suci mereka, sebab mereka yangtidak menjalankan ajaran yang diturunkan Allahadalah orang-orang kafir, orang-orang zalim(dialamatkan kepada kaum Yahudi), dan mereka itu-4 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsariorang-orang fasik (dialamatkan kepada kaumNasrani) (QS. 5: 44-47). (FLA, halaman 56-57).Tanggapan:Ungkapan FLA: “…al-Qur’an memuat perintahAllah… Bahkan kepada kaum Yahudi dan kaum Nasranipun diserukan untuk mentaati ajaran-ajaran yang adadalam kitab-kitab suci mereka,…” ini adalah kata penutupdan sebagai kunci dari “aqidah kaum pluralis” yangmereka sebut dalam sub judul MenegaskanKesinambungan dan Kesamaan Agama-agama. Kalimatitu adalah ungkapan bikinan orang-orang berfahamliberal, berkeyakinan semua agama sama, yangtergabung dalam kelompok penulis FLA di Paramadina.Di situ mereka telah mengadakan pemlintiran danpengecohan yang sangat menyesatkan, sehingga al-Qur’an mereka tuduh terang-terangan sebagai yangmemuat perintah Allah sw t agar orang-orang Yahudi danNasrani (sekarang pun cukup) mentaati kitab-kitabmereka, (tanpa masuk Islam, sudah sah keimananmereka, dan sama dengan agama-agama lain, sama jugadengan Islam).Secara susunan kalimat, memang kalimat bikinanFLA Paramadina itu tidak salah. Tetapi secara isi dankontek kalimat-kalimat yang mereka kemukakan ituadalah sangat bertentangan dengan Islam, sebab merekatelah menyembunyikan hal yang prinsip yangdicantumkan dalam Al-Qur’an. Imam Ibnu Katsir dalamtafsirnya, Tafsir Al-Qur’anul ‘Adhiem, ketika menafsiri ayat47 surat Al-Maaidah/5 itu menegaskan: “Dan hendaklahorang-orang pengikut Injil memutuskan perkara menurutapa yang diturunkan Allah di dalamnya.” Maksudnya,agar mereka beriman kepada semua yang dikandungnya-5 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsaridan menjalankan semua yang Allah perintahkan kepadamereka. Dan di antara yang terdapat dalam Injil adalahberita gembira akan diutusnya Muhammad sebagai rasul,serta perintah untuk mengikuti dan membenarkannya jikadia telah ada. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:Katakanlah: "Hai Ahli Kitab, kamu tidak dipandangberagama sedikitpun hingga kamu menegakkan ajaranajaranTaurat, Injil dan Al Qur'an yang diturunkankepadamu dari Tuhanmu". Sesungguhnya apa yangditurunkan kepadamu (Muhammad) dari Tuhanmu akanmenambah kedurhakaan dan kekafiran kepadakebanyakan dari mereka; maka janganlah kamu bersedihhati terhadap orang-orang yang kafir itu. (QS Al-Maaidah:68).Dan firman Allah Ta’ala: (Yaitu) orang-orang yangmengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya)mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang adadi sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yangma`ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yangmungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yangbaik dan mengharamkan bagi mereka segala yang burukdan membuang dari mereka beban-beban dan belenggubelengguyang ada pada mereka. Maka orang-orangyang beriman kepadanya, memuliakannya, menolongnyadan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkankepadanya (Al Qur'an), mereka itulah orang-orang yangberuntung. (QS Al-A’raaf: 157).Oleh karena itu Allah berfirman di sini:Barangsiapa tidak memutuskan perkara menurut apayang diturunkan Allah, maka mereka itu adalah orangorangyang fasik. (QS Al-Maaidah/ 5: 47). Yaitu orangorangyang keluar dari ketaatan kepada Rabb mereka,dan cenderung kepada kebatilan serta meninggalkan-6 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsarikebenaran, dan telah berlalu bahw a ayat ini diturunkanmengenai orang-orang Nasrani dan itulah yang tampakdari redaksionalnya. Dari penjelasan Imam Ibnu Katsir itubisa dibandingkan betapa jauhnya arah Al-Qur’anulKariem dari faham pluralis me agama yang menyamakansemua agama yang diusung oleh firqah liberal dan FiqihLintas Agama produk Paramadina. Ternyata Yahudi danNasrani yang tidak mengikuti Nabi MuhammadShallallahu ‘alayhi wa Salam setelah beliau diutus, dantidak mengikuti Al-Qur’an yang dibaw a Nabi MuhammadShallallahu ‘alayhi wa Salam maka mereka adalah kafir,tidak dipandang beragama sedikitpun.Memlintir Ibnu TaimiyahSebelum memlintir Al-Qur’an, kelompok FLAParamadina itu juga memlintir Ibnu Taimiyahsebagaimana tertera dalam kutipan di atas. Untukmembuktikan apakah Ibnu Taimiyah seperti yang diklaimsecara plintiran oleh Tim FLA Paramadina itu atau tidak,maka berikut ini kami kutip penjelasan Imam IbnuTaimiyah.Masalah agama yang satu (Islam) dan berbedabedanyasyir’ah, minhaj, dan mansak bagi setiap umat inidijelaskan secara deteil oleh Imam Ibnu Taimiyah dalamkitabnya As-Shofadiyah. (As-Shofadiyah, Ibnu Taimiyyah661-728H, 2 juz, 1406 cetakan 2, Muhaqqiq DrMuhammad Rasyad Salim, juz 2, halaman 307 -313).Penjelasannya sebagai berikut:Allah Ta’ala berfirman: “Manusia itu adalah umatyang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Allahmengutus para nabi sebagai pemberi kabar gembira dan-7 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsaripertama dengan menghadap kiblat ke Shokhroh BaitulMakdis, kemudian diperintah yang kedua kalinya dengan(kiblat baru, pen) menghadap Ka’bah, sedangkanagamanya itu satu w alaupun bermacam-macamsyari’atnya. Maka demikian pula firman Allah Ta’ala: “…;maka putuskanlah perkara mereka menurut apa yangAllah turunkan dan janganlah kamu mengikuti haw a nafsumereka dengan meninggalkan kebenaran yang telahdatang kepadamu. Untuk tiap-tiap umat di antara kamu,Kami berikan aturan dan jalan yang terang.” (QS Al-Maaidah: 48). Apa yang telah Allah jadikan bagi setiapkitab berupa syir’ah, minhaj, dan mansak (syari’at, jalan,dan tatacara ibadah) tidaklah mencegah bahw a agama itusatu. Orang-orang yang dulu berpegang dengan Tauratdan Injil sebelum dinasakh (dihapus) dan diganti, makamereka itu berada di atas agama Islam, w alaupun syari’atuntuk mereka itu hanya khusus bagi mereka. Demikianpula orang-orang yang berpegang pada Injil sebelumdinasakh (dihapus) dan diganti, maka di atas agamaIslam, w alaupun Al-Masih telah menghapus sebagian apayang ada di Taurat dan menghalalkan untuk merekasebagian yang (tadinya) haram atas mereka.Demikian pula Muhammad Shallallahu ‘alayhi waSalam diutus dengan agama Islam w alaupun Allahmenghapus apa yang Dia hapuskan seperti kiblat (semulakiblatnya Baitul Maqdis di Palestina kemudian Allahhapus dan diganti dengan berkiblat ke Ka’bah di MasjidilHaram Makkah, pen). Dan siapa yang tidak mengikutiMuhammad maka dia tidak jadi Muslim tetapi kafir, dantidaklah bermanfaat baginya setelah sampai padanyada’w ah Muhammad (lalu masih) memegangi apa yangmenyelisihi hal yang diperintahkan Muhammad-9 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariShallallahu ‘alayhi wa Salam, karena yang demikian itutidak diterima (keberagamaannya oleh Allah sw t).Oleh karerna itu ketika Allah Ta’ala menurunkanayat, “Barangsiapa mencari agama selain agama Islam,maka sekali-kali tidaklah akan diterima (agama itu)daripadanya, dan dia di akhirat termasuk orang-orangyang rugi. (QS Ali Imran 85), lalu orang-orang Yahudi danNasrani berkata, kami orang-orang Muslim (yangmenyerahkan diri); maka Allah Ta’ala berfirman,“…mengerjakan haji adalah kew ajiban manusia terhadapAllah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakanperjalanan ke Baitullah” (QS Ali Imran: 97), maka mereka(Yahudi dan Nasrani) berkata, kami tidak berhaji. LaluAllah Ta’ala berfirman, “Barangsiapa mengingkari(kew ajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya(tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS AliImran: 97).Dan telah diriw ayatkan oleh At-Tirmidzi danlainnya dari Nabi Shallallahu ‘alayhi wa Salam bahw abeliau bersabda: “Barangsiapa memiliki bekal atau unta/kendaraan yang menyampaikannya ke Baitullah dan diatidak berhajji maka hendaklah ia mati kalau mau sebagaiYahudi dan kalau mau sebagai Nasrani.” (HR At-Tirmidzidan lainnya).Allah Ta’ala berfirman: “Allah menyatakanbahw asanya tidak ada Tuhan (yang berhak disembah)melainkan Dia, Yang menegakkan keadilan. Paramalaikat dan orang-orang yang berilmu (juga menyatakanyang demikian itu). Tak ada Tuhan (yang berhakdisembah) melainkan Dia, Yang Maha Perkasa lagi MahaBijaksana. (QS Ali Imran: 18). Sesungguhnya agama(yang diridhai) di sisi Allah hanyalah Islam. Tiada-10 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsariberselisih orang-orang yang telah diberi Al Kitab kecualisesudah datang pengetahuan kepada mereka, karenakedengkian (yang ada) di antara mereka. Barangsiapayang kafir terhadap ayat-ayat Allah maka sesungguhnyaAllah sangat cepat hisab-Nya. (QS Ali Imran: 19).Kemudian jika mereka mendebat kamu (Muhammad,tentang kebenaran Islam), maka katakanlah: "Akumenyerahkan diriku kepada Allah dan (demikian pula)orang-orang yang mengikutiku". Dan katakanlah kepadaorang-orang yang telah diberi Al Kitab dan kepada orangorangyang ummi: "Apakah kamu (mau) masuk Islam?"Jika mereka masuk Islam, sesungguhnya mereka telahmendapat petunjuk, dan jika mereka berpaling, makakew ajiban kamu hanyalah menyampaikan (ayat-ayatAllah). Dan Allah Maha Melihat akan hamba-hamba-Nya.(QS Ali Imran: 20). Maka Allah Sw t telah mengabarkanbahw a agama di sisinya itu adalah al-Islam aw al danakhir, dan dia itu agama yang satu. Kemudian Diamenjelaskan bahw a Ahli Kitab sesungguhnya merekaberselisih hanyalah setelah ilmu datang kepada merekalalu kedengkian ada di antara mereka dari sebagian atassebagian mereka, bukan karena mencari kebenaran. Danini seperti Firman Allah Ta’ala: “Dan tidaklah berpecahbelah orang-orang yang didatangkan Al Kitab (kepadamereka) melainkan sesudah datang kepada mereka buktiyang nyata.” (QS Al-Bayyinah: 4). Padahal mereka tidakdisuruh kecuali supaya menyembah Allah denganmemurnikan keta`atan kepada-Nya dalam (menjalankan)agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikanshalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulahagama yang lurus. (QS Al-Bayyinah: 5).Dan Allah berfirman dalam ayat-ayat yanglain:Dan sesungguhnya telah Kami berikan kepada Bani-11 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariIsrail Al Kitab (Taurat), kekuasaan dan kenabian danKami berikan kepada mereka rezki-rezki yang baik danKami lebihkan mereka atas bangsa-bangsa (padamasanya). (QS Al-Jaatsiyah/ 45: 16). Dan Kami berikankepada mereka keterangan-keterangan yang nyatatentangurusan (agama); maka mereka tidak berselisihmelainkan sesudah datang kepada mereka pengetahuankarena kedengkian (yang ada) di antara mereka.Sesungguhnya Tuhanmu akan memutuskan antaramereka pada hari kiamat terhadap apa yang merekaselalu berselisih padanya. (QS 45: 17). Kemudian Kamijadikan kamu berada di atas suatu syariat (peraturan) dariurusan (agama) itu, maka ikutilah syariat itu danjanganlah kamu ikuti haw a nafsu orang-orang yang tidakmengetahui. (QS 45: 18). Sesungguhnya mereka sekalikalitidak akan dapat menolak dari kamu sedikitpun dari(siksaan) Allah. Dan sesungguhnya orang-orang yangzalim itu sebagian mereka menjadi penolong bagisebagian yang lain, dan Allah adalah pelindung orangorangyang bertakw a. (QS Al-Jaatsiyah/ 45: 19).Perbedaan mutlak yang dicela Allah Ta’ala dalamAl-Qur’an adalah kalau setiap golongan menciptakanperkataan baru yang di dalamnya tercampur haq danbatil, maka setiap golongan/ kelompok saling berbedadengan kelompok lain dan saling bermusuhan, danmasing-masing menyelisihi agama Islam yang Allah utuspara utusan dengannya. Seperti Yahudi dan Nasranisaling berbeda mengenai Al-Masih dan lainnya. Dan parapengikut haw a nafsu dari umat ini berbeda pula (dengankemurnian agama Islam, pen).-12 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariMaka sesungguhnya Islam adalah tengah-tengahdi dalam (kalangan) agama-agama. Antara “ujung-ujungyang saling tarik menarik” dan “sunnah dalam Islam”seperti Islam dalam agama-agama. Maka orang-orangMuslim dalam hal (sikapnya tentang) sifat Allah Ta’alaadalah tengah-tengah antara Yahudi dan Nasrani. Yahudimenyerupakan Pencipta dengan makhluk, maka mereka(Yahudi) menyifati Maha Pencipta dengan sifat-sifattertentu pada makhluk yaitu sifat kurang (tak sempurna).Mereka berkata, sesungguhnya Allah itu fakir, dansesungguhnya Allah itu bakhil, dan Allah itu lelah ketikamenciptakan alam maka Dia beristirahat. Dan (lain lagi)Nasrani, mereka menyerupakan makhluk dengan Khaliq,maka mereka menyifati makhluk dengan sifat-sifattertentu pada Khaliq. Mereka mengatakan, dia (Isa binMaryam, pen) adalah Allah. Sedangkan orang-orangMuslim menyifati Khaliq dengan sifat-sifat yang sempurnadan mensucikannya dari sifat-sifat kurang. Dan MusliminmensucikanNya dari adanya tandingan bagiNya dalamhal sifat-sifat kesempurnaan, maka Dia terbebas darisifat-sifat kurang secara mutlak. Dan makhluk-makhlukpun dibersihkan dari sifat-sifat kesempurnaan yangmenyamai-Nya.Demikian pula dalam hal nabi-nabi, kaumMuslimin bersikap tengah-tengah. Orang Yahudisebagaimana Allah firmankan mengenai mereka: “Apakahsetiap datang kepadamu seorang rasul membaw asesuatu (pelajaran) yang tidak sesuai dengankeinginanmu lalu kamu angkuh; maka beberapa orang (diantara mereka) kamu dustakan dan beberapa orang(yang lain) kamu bunuh?” (QS AlBaqarah: 87). Demikianpula mereka (Yahudi) membunuh nabi-nabi danmembunuh orang yang memerintahkan keadilan di antara-13 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsarimanusia. Dan orang-orang nasrani bersikap ghuluw(ekstrim), maka mereka menyekutukan Allah denganmereka dan orang-orang selain mereka. Allah berfirmanmengenai mereka: Mereka menjadikan orang-orangalimnya, dan rahib-rahib mereka sebagai tuhan selainAllah, dan (juga mereka mempertuhankan) Al Masihputera Maryam; padahal mereka hanya disuruhmenyembah Tuhan Yang Maha Esa; tidak ada Tuhan(yang berhak disembah) selain Dia. Maha Suci Allah dariapa yang mereka persekutukan. (QS At-Taubah: 31).Orang-orang Muslim beriman kepada mereka(para nabi) secara keseluruhan dan tidak membedabedakanantara salah satu dari mereka, karenamengimani seluruh nabi-nabi itu adalah fardhu lagi w ajib,dan barangsiapa kafir/ mengingkari satu nabi (saja) darimereka (para nabi itu) maka sungguh dia telah kafirkepada mereka (para nabi) secara keseluruhan. Danbarangsiapa mencaci seorang nabi dari para nabi makadia telah kafir, w ajib dibunuh dengan kesepakatan paraulama, dan mengenai diminta tobatnya ada perbedaanpendapat (di kalangan ulama). Firman Allah Ta’ala:Katakanlah (hai orang-orang mu'min): "Kami berimankepada Allah dan apa yang diturunkan kepada kami, danapa yang diturunkan kepada Ibrahim, Is mail, Ishaq,Ya`qub dan anak cucunya, dan apa yang diberikankepada Musa dan Isa serta apa yang diberikan kepadanabi-nabi dari Tuhannya. Kami tidak membeda-bedakanseorangpun di antara mereka dan kami hanya tundukpatuh kepada-Nya". (QS Al-Baqarah: 136).Dan Firman Allah Ta’ala: “…akan tetapisesungguhnya kebajikan itu ialah beriman kepada Allah,hari kemudian, malaikat-malaikat, kitab-kitab, nabi-nabi…” (QS Al-Baqarah: 177).-14 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariDan FirmanNya: Rasul telah beriman kepada AlQur'an yang diturunkan kepadanya dari Tuhannya,demikian pula orang-orang yang beriman. Semuanyaberiman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya dan rasul-rasul-Nya. (Mereka mengatakan): "Kamitidak membeda-bedakan antara seseorangpun (denganyang lain) dari rasul rasul-Nya", dan mereka mengatakan:"Kami dengar dan kami ta`at". (Mereka berdo`a):"Ampunilah kami ya Tuhan kami dan kepada Engkaulahtempat kembali". (QS Al-Baqarah: 285).Allah tidak membebani seseorang melainkansesuai dengan kesanggupannya. Ia mendapat pahala(dari kebajikan) yang diusahakannya dan ia mendapatsiksa (dari kejahatan) yang dikerjakannya. (Merekaberdo`a): "Ya Tuhan kami, janganlah Engkau hukum kamijika kami lupa atau kami tersalah. Ya Tuhan kami,janganlah Engkau bebankan kepada kami beban yangberat sebagaimana Engkau bebankan kepada orangorangyang sebelum kami. Ya Tuhan kami, janganlahEngkau pikulkan kepada kami apa yang tak sanggupkami memikulnya. Beri ma`aflah kami; ampunilah kami;dan rahmatilah kami. Engkaulah Penolong kami, makatolonglah kami terhadap kaum yang kafir". (QSAl_Baqarah: 286).Inti dari uraian Imam Ibnu Taimiyah itu adalahkalimat beliau: “Dan siapa yang tidak mengikutiMuhammad maka dia tidak jadi Muslim tetapi kafir, dantidaklah bermanfaat baginya setelah sampai padanyada’w ah Muhammad (lalu masih) memegangi apa yangmenyelisihi hal yang diperintahkan MuhammadShallallahu ‘alayhi wa Salam, karena yang demikian itutidak diterima (keberagamaannya oleh Allah sw t).”-15 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariMaka pengutipan tim penulis FLA dari Paramadinaterhadap pernyataan Imam Ibnu Taimiyah tanpa merujuksumbernya dengan kalimat: “Mengenai Taurat dan Injil,Ibnu Taimiyah mengatakan bahw a sebagian besar ajarankitab-kitab suci tersebut tetap benar,…” (FLA, halaman55, dalam sub judul Menegaskan Kesinambungan danKesamaan Agama-agama) itu jelas-jelas satupengelabuhan, entah itu dengan cara memotong-motongsebagian dari kalimat-kalimat Imam Ibnu Taimiyah hinggakonteksnya jadi lain, atau dengan cara lainnya. Yangjelas, Imam Ibnu Taimiyah justru mengkafirkan siapa sajayang tidak masuk Islam setelah sampai kepada merekada’w ah Nabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa Salam.Dan itu satu bukti nyata, bahw a faham pluralis me agama(menyamakan semua agama) sama sekali tidak bisadikait-kaitkan dengan Imam Ibnu Taimiyah. Adapunorang-orang yang melandasi propagandanya tentangpluralis me agama dengan mengutip-ngutip pernyataanIbnu Taimiyah itu boleh dipertanyakan keilmiyahanmereka secara metodologis, dan bahkan kejujurannyadalam pembahasan secara akademis.Pengutipan secara panjang dari pendapat IbnuTaimiyah yang saya lakukan ini memang dari segimetodologi yang biasa dipakai dipandang kurang kena.Tetapi saya mohon maaf, hal ini saya lakukan karenauntuk mencari kejelasan, seperti apa pendapat IbnuTaimiyah dalam hal Islam dan agama-agama terutamaYahudi dan Nasrani. Sehingga terjaw ablah secara tuntasapabila dengan mengutip secara runtut w alaupun panjangdari uraian Ibnu Taimiyah yang sebenarnya, bukan hanyadicomot-comot secara semaunya model para penulisFLA, untuk kepentingan yang bertentangan dengan IbnuTaimiyah itu sendiri.-16 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariSelanjutnya Ibnu Taimiyah mengemukakan: Islamsesungguhnya hanyalah penyembahan kepada Allahsatu-satunya, tidak ada sekutu bagi-Nya. Dansesungguhnya Dia disembah hanya dengan apa yang Diaperintahkan. Maka setiap yang Dia perintahkan, yaituketika sesuatu itu diperintahkanNya maka termasukbagian dari agama Islam, dan ketika (perintah itu tadi)telah Dia larang maka tidak termasuk lagi dari bagianagama Islam. Seperti dahulu shokhroh (batu di BaitulMaqdis sebagai kiblat) pertama dulunya adalah termasukdari bagian agama Islam, kemudian Dia larang (berkiblatlagi) terhadapnya maka tidak tersisa lagi bagiannya dariIslam.Oleh karena itu yang berpegang pada Hari Sabat(hari upacara Yahudi) dan lainnya dari syari’at-syari’atyang telah dinasakh (dihapus) maka bukan termasukagama Islam, lalu bagaimana lagi dengan yang telahdiganti. Allah Ta’ala sama sekali tidak rela terhadapagama selain Islam, dan tidak satupun dari pararasulNya, lebih-lebih Nabi Muhammad penutup para nabi,beliau tidak rela terhadap seorangpun kecuali denganagama Islam, tidak terhadap orang-orang musyrikin dantidak pula terhadap orang-orang yang telah diberi al-kitab(Ahli Kitab).Para Filosuf dan TeologSetelah jelas paparan Imam Ibnu Taimiyahtentang siapa saja yang telah kedatangan seruan Islamnamun tidak masuk Islam maka kafir, pada bagianselanjutnya diuraikan pula kekafiran para filosuf yangtidak mengikuti agama Rasul. Lalu dikemukakan pula-17 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsarijauhnya kesesatan filosuf yang berdalih Islam namun jauhdari Islam, dan juga kesesatan para teolog/ ahli kalam.Buku Fiqih Lintas Agama adalah ditulis oleh timParamadina yang rata-rata menggeluti filsafat, dan jugailmu kalam. Bahkan di antara mereka tidak menggelutiilmu fiqih secara spesialistis. Ada yang tadinya belajarfiqih, namun akhirnya “lari” pula ke filsafat. Oleh karenaitu, sorotan Ibnu Taimiyah tentang para filosuf dan teologini perlu kami kutip sebagai berikut: Apabila demikian,maka para filosuf Yunani, filosuf Arab, Parsi, India dansemua bangsa yang tidak memiliki kitab suci makamereka dalam hal perkara-perkara ketuhanan bukanlahdalam kedudukan ulama Ahli Kitab yaitu Yahudi danNasrani, tetapi mereka adalah lebih tahu daripada merekamengenai perkara-perkara ketuhanan. Kemudian merekasemuanya itu di kala seorang rasul datang kepadamereka lalu mereka mendusktakannya maka merekakafir.Dan apabila mereka berada di atas syari’at rasuldengan mengerjakan syari’at itu dengan tidak adapenggantian maka mereka mukmin muslim termasuk ahlisurga. Dan apabila mereka tidak berada di atas syari’atdan tidak datang kepada mereka seorang rasul makamereka ahli jahiliyah seperti ahli fatrat (masa jeda tidakada rasul). Dan telah luas pembicaraan mengenai merekadi lain tempat. Para filosuf yang telah kedatangan da’w ahNabi Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa Salam sebagianmereka ada yang berpura-pura/ berdalih dengan Islam,sebagian ada yang dari Yahudi, dan sebagian merekadari Nasrani. Dan setiap orang yang menyelisihi apa(w ahyu) yang dibaw a oleh para rasul maka dia sesat, darigolongan manapun dia berada. Karena Allah telahmengutus para rasul itu dengan kebenaran, dan akal-18 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsariyang jelas senantiasa menyepakati apa yang dibaw a olehpara rasul, tidaklah akal yang jelas itu menyelisihisedikitpun dari apa yang dibaw a oleh para rasul. Ini telahdibentangkan dalam kitab Dar’u Ta’arudhil ‘Aql w an-Naql.Para filosof yang berdalih dengan Islam, mereka berkatabahw a mereka mengikuti Rasul, tetapi apabila disingkaphakekat apa yang mereka katakan mengenai Allah,malaikat-Nya, kitab-kitabNya, rasul-rasul-Nya, dan hariakhir, maka jelas bedanya bagi orang yang mengetahuiapa yang dibaw a oleh Rasul dan apa yang merekakatakan, dalam perkara yang sama, bahw a perkataanmereka bukanlah perkataan orang-orang yang berimankepada Allah dan Rasul-Nya, dan bukan perkataanMuslimin tetapi di dalamnya ada perkataan-perkataan dariorang-orang kafir dan munafiqin serba banyak.Dan firqoh-firqoh ahli Kalam (Teologi) besertabid’ah dan kesesatan mereka lebih dekat kepada Rasuldan kepada agama Islam (dibanding para filosuf tadi) baikfirqoh Khaw arij, Syi’ah, Mu’tazilah maupun Karamiyah.Tetapi tokoh-tokoh mereka (firqoh-firqoh ahli Kalam/Teologi) bergumul dalam perdebatan yang rusak secara(dalil) sam’i dan akali. Mereka tidak tahu agama Islamdalam banyak masalah yang mereka perselisihkan,bahkan mereka menyandarkan kepada Islam apa-apayang bukan dari Islam, dan mereka tidak berkata dalamberdalil dan menjaw ab terhadap law an mereka denganhal yang benar, tetapi mereka menolak kebatilan dengankebatilan pula dan menghadapi bid’ah dengan bid’ahpula.Tetapi kebatilan para filosuf lebih banyak danmereka lebih besar penyelisihannya terhadap kebenaranyang diketahui dengan dalil-dalil syar’I dan akali dalamperkara-perkara ketuhanan dan agama dibanding paramubtadi’in (ahli bid’ah) dari ahli Kalam (Teologi). Tetapi-19 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsarikelemahan pengetahuan para Mutakallimin (Teolog)terhadap kebenaran dan dalil-dalilnya telah menutupimereka, sebagaimana tentara-tentara fasik (tidak taataturan Islam) apabila berperang melaw an tentara kafirdalam suatu peperangan, mereka tidak jadi orangsholehnya orang-orang taqw a dan bukan orang jahatnyaorang-orang kuat (yang membela Islam). Hal itu termasukyang menyebabkan orang-orang kafir menguasai mereka,dan kalau kafirin mengalahkan mereka dengankedurjanaan dan kedhaliman pun mereka (tentara fasikitu) merasa memperoleh kemenangan, karena perbuatanjahat itu tempat bergumulnya adalah kejahatan pula.Demikianlah uraian Ibnu Taimiyah, bukan hanyamenegaskan kekafiran orang Yahudi dan Nasrani setelahkedatangan Islam lalu mereka tidak mau masuk Islam,namun juga kekafiran para filosuf yang tidak maumengikuti Rasul. Lalu diuraikan pula posisi filosuf yangberdalih dengan Islam namun sebenarnya jauh dari Islam,dibandingkan dengan para ahli bid’ah dari ahli Kalam/Teologi. Para filosuf yang berdalih dengan Islam namunsebenarnya jauh dengan Islam itu kebatilannya lebih jauhdibanding firqoh-firqoh ahli kalam, baik itu Khaw arij,Mu’tazlah, Syi’ah, dan Karamiyah. Meskipun demikian,firqoh-firqoh itu ternyata mudah sekali dikalahkan olehorang-orang kafir, bahkan sudah dikalahkan pun masihmerasa diri mereka menang.Setelah melihat uraian Ibnu Taimiyah yangsemacam itu, dan kini tampak jelas gejala bahw a orangorangyang menggeluti filsafat dan Ilmu Kalam itumenyusunya kepada kafirin orientalis di Barat, ataumenetek kepada murid dari kafirin orientalis Barat, makabisa diperbandingkan. Kini pemandangannya jadi aneh.Bukannya berperang melaw an kafirin, namun mencari-20 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsaridana dari kafirin, lalu untuk merusak Islam lew at karyakaryayang diatas-namakan ilmu Islam. Betapa jauhnyaantara generasi yang dibahas Imam Ibnu Taimiyahdengan generasi sekarang. Padahal, generasi yangdibahas Ibnu Taimiyah itu saja dalam menghadapi orangkafir dan menegakkan Islam sudah tidak ada sumbanganyang menguntungkan bagi Islam, bahkan merugikan.Apalagi generasi yang sudah nyadong catu (minta jatah)kepada kafirin sekarang ini.******-21 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariGELIAT JARINGAN ISLAM LIBERAL,HASIL PERSELINGKUHANOleh :AGUS HASAN BASHORI, Lc, M. AgMUKADDIMAHRasul Shallallahu ‘alayhi wa Salam bersabda:“Kamu pasti akan mengikuti jejak-jejak orang sebelumkamu, sejengkal demi sejengkal, dan selengan demiselengan, hingga mereka masuk ke dalam lubang Dhabbpasti kalian tetap mengikuti mereka. Kami bertanya:“Wahai Rasul Allah, Yahudi dan Nasrani? Beliaumenjawab: “Lalu siapa lagi (kalau bukan mereka)?! (HR.Bukhari Muslim, Fath al-Bari’ 13/ 300, Muslim no. 2669).Potensi jahat tetap ada pada makhluk manusiatermasuk dalam masyarakat muslim. Potensi jahat iniakan menimbulkan fitnah dalam tubuh umat Islam, jikapotensi jahat ini mendapat dukungan dari pikiran-pikiranorang kafir maka gaungnya dan fitnahnya akan amatdahsyat. Lebih-lebih bila mendapat dukungan riil dariorang-orang kafir tersebut baik dari sisi fasilitas,pendidikan dan pelatihan, sarana informatika danperpustakaan, jaminan keamanan, dan proyek-proyekyang menjanjikan, maka fitnah ini akan menggelegarhebat, membakar dan menghancurkan.-22 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariDi antara potensi jahat yang dibesarkan olehkaum kuffar adalah anak haram JIL (Jaringan IslamLiberal).LIBERALISASI PEMIKIRAN DI DUNIA [2]Di A merika telah lama berkembang pemikirankeagamaan yang mengarah kepada rekontekstualisasidoktrin agama, pikiran tentang perlunya dialog antaragama, dialog intrareligius dan dialog praktis. Sementaradi EROPA telah pula berkembang pemikiran keagamaanyang menuntut perlunya reaktualisasi pemikirankeagamaan khususnya di kalangan Katolik dan Protestan.Bagi mereka abad pertengahan adalah jaman kegelapan(dark ages), maka abad XV dan XVI mereka sebutsebagai jaman kelahiran kembali (renaissance) karenaakal terbebas dari Bible, lalu abad XVII hingga XIXsebagai jaman pencerahan EROPA yang ditandai olehsemangat rasionalisasi, para filosof, teolog, psikolog,sejaraw an, politikus, dll menitik beratkan karya-karyanyapada aspek kemanusiaan, kebebasan dan keadilan.Karena arus modernisasi begitu kuat hingga parateolog Barat menafsirkan Bible dengan tafsiran baru. Olehkarena itu mulailah bergulir gagasan sekularisasi. Sekalilagi para teolog menegaskan bahw a untuk menghadapisekularisasi ini, ajaran Kristiani harus disesuaikan denganpandangan hidup sains modern. Jadi, doktrin tentangTuhan harus diubah menjadi doktrin tentang manusia.Kebahagiaan abadi yang bermula dari tranformasikerajaan langit kini harus berubah menjadi republik bumi.2Merujuk pada Adnin Armas, Pengaruh Kristen Orientalis terhadap IslamLiberal, h. 4-5; Zuly Qodir, Islam Liberal, h. 42-45-23 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariAwal mulanya mereka mendekonstruksi agama Nasraniyang memang telah berubah, tidak asli dan tidak dapatmemenuhi hajat mereka. Namun seiring dengankolonialisme yang mereka lakukan atas dunia Islam makakaum imperialis itu menyiapkan sekelompok orang yangbertugas mempelajari Islam dan segala hal yangberkaitan dengannya demi kepentingan eksploitasi dankolonialisasi. Mereka ini dikenal dengan nama kaumOrientalis. Mereka memperlakukan Islam sama denganKristen dan al-Qur’an sama dengan Bible. Sementara itudi pihak lain kaum salibis menyebarkan misi Kristen ditengah umat Islam yang tengah mereka kuasai secarapolitik dan ekonomi.Maka apa yang kini disebut sebagai era Globalisasi (abadXX dan XXI) tidak lain adalah proyek bagi tiga musuhumat Islam yaitu Imperialis, Orientalis dan Missionaris,terutama A merika.Hegemoni pengetahuan Barat terlihat nyata ketika kaumterdidik di negara berkembang (tertinggal, tertindas)dengan setia dan sadar (ataupun tidak sadar)menyebarkan dan membela nilai-nilai dan institusi Baratseperti Demokrasi, Civil Society, Hak Asasi Manusia.Semua yang datang dari Barat diterima sebagai nilaiUniversal dan merupakan produk terbaik yang harusdiikuti [ 3] .Tentu saja orang-orang muslim yang berpotensijahat dan terperanjat dengan kemajuan (dunia materi)Bangsa Barat bersemangat untuk berguru kepada Barat.Namun sayang, yang mereka pelajari dari Barat bukanlah3Umaruddin Masdar, Intelektual Muslim dan Hegemoni Barat, lihat Republika,Kamis, 13 Nopember 2003-24 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsarikekuatan sains yang membuat mereka maju, melainkanpemikiran keagamaan liberal yang membuat merekaterjungkal dalam budaya amoral.Orang-orang Timur yang telah dididik oleh kaumOrientalis dan telah terbaratkan ini biasa disebut dengankaum Oksidentalis (Mustaqhribin), melalui mereka inilahpikiran-pikiran liberal tersebut tersebar dan berkembangdi dunia Islam melalui tulisan-tulisan mereka ataupengajaran mereka di lembaga-lembaga pendidikan.Di antara mereka adalah Fazlur Rahman (asalPakistan) guru besar di Chicago, yang terkenal denganpemikiran Neo Modernisme Islam, yang tertuang dalambukunya Islam and Modernity, 1980; Islam, 1884; danPintu Ijtihad 1988.Mohammed Arkoun asal al-Jazair yang pindah keSorbonne University Prancis dikenal denganpemikirannya tentang Re-Thinking Islam dalamucapannya bahw a al-Qur’an adalah w ahyu edisi dunia.Hasan Hanafi asal Mesir yang dikenal denganbukunya al-Yasar al-Islami (Islam Kiri) dan sebagaiseorang pemikir post modernis.Nasr Hamid Abu Zaid, asal Sudan yangmenggugat kesucian al-Qur’an dan mengatakan bahw aal-Qur'an adalah produk budaya, bukunya Mafhum al-Nash Dirasah Fi Ilm al-Qur'an, telah diterjemah dalambahasa Indonesia oleh Khoiron Nahdiyin, Tekstualitas al-Qur'an: Kritik terhadap Ulumul - Qur’an, LKIS,Yogyakarta, 2001.Abdullah Ahmed An-Naim, asal Sudan, bukunyayang berjudul Toward and Islamic Reformation CivilLeberties, Human Rights ang International Law (1990)-25 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsarijuga telah diterjemah ke bahasa Indonesia dengan judulDekonstruksi Syariah, LKIS, Yogyakarta, 1994.Muhammad Abid al-Jabiri, asal Maroko, bukunyaPost – Tradisionalisme Islam, juga telah diterjemahkandan diterbitkan oleh LKIS, Yogyakarta, 2001.Farid Esack di Afrika Selatan, salah satu bukunyaditerbitkan oleh Mizan, Bandung, 2000 dengan judulMembebaskan Yang Tertindas: al-Qur’an, Liberalisme,Pluralisme.LIBERALISASI ISLAM DI INDONESIA [4]Virus pemikiran-pemikiran keagamaan yang liberalini sebelum berevolusi menjadi monster JIL agaknyamenetas dan diternakkan dalam dua inkubator, yaitu:Ciputat dan Sapen. Berikut ini sedikit informasi tentangdua inkubator ini.a. Inkubator Ciputat, JakartaYang dimaksud dengan inkubator Ciputat iniadalah IA IN Syarif Hidayatullah yang kini menjadiUniversitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah.Embrio pemikir-pemikir liberal Ciputat identikdengan HMI (KAHMI) yang dimotori oleh NurkholishMadjid era 70-an, terus berlanjut ke era 80-an, setelahbergelar Doktor dari Chicago bersama inkubatorParamadina yang didirikannya tahun 1986, selain diprogram Pasca Sarjana IAIN Syahid.4Merujuk pada Zuly Qadir, Islam Liberal, 61-71-26 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariEmbrio-embrio yang lain pada era 80-an hingga 90-anbergabung dalam w adah diskusi yang bernamaFORMA CI (Forum Mahasisw a Ciputat). Tokoh-tokohFORMA CI antara lain: Budi Munaw ar Rachman, SaifulMuzani, Ihsan Ali Fauzi, Ahmad Sahal, Fachri Ali, dansebagainya.Sementara yang menjadi grand master daripemuda-pemuda yang liberal ini adalah Rektor IA INsendiri yaitu Prof. Harun Nasution, Mu’tazilahnyaIndonesia, kader terkemuka Mc. Gill University, Canada [ 5] .Dan yang menjadi Founding Fathers-nya adalah Prof.Munaw ir Sadjzali, mantan Menteri Agama RI eraSoeharto, yang berperan dalam melakukan pertukarandosen dan pengiriman Mahasisw a/Dosen IAIN ke negaranegarabarat, khususnya ke Mc. Gill University di Canada.Pada masanya saja (1983-1993) lebih dari 200 dosenbelajar Islam ke Barat.Selanjutnya pada tahun-tahun 90-an, doctordoktorbaru pulang dari Amerika, EROPA dan sedikit dariTimur Tengah seperti Azumardi Azra (sekarang RektorUIN), Komaruddin Hidayat (Yayasan Paramadina),Kautsar Azhari Noer (Paramadina), Bachtiar Effendy (PPMuhammadiyah), Sa’id Aqil al-Munawwar (Menag), SaidAqiel Siradj (PBNU), dll. Orang-orang baru ini semakinmenguatkan barisan Ciputat.b. Inkubator Sapen, YogyakartaTepatnya inkubator ini terletak di desa Sapen di komplekIAIN SUKA (Sunan Kalijaga) dengan Rektornya Prof.Mukhti Ali yang pernah menjadi Menteri Agama. MukhtiAli merupakan seorang tokoh pendiri gerakan antar5Lihat: Hartono Ahmad Jaiz, Bahaya Islam Liberal, h. 36-27 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsariagama di Indonesia, dengan mendirikan jurusanperbandingan agama dalam Fakultas Ushuluddin IA IN.Mukhti Ali juga memiliki kelompok diskusi yang dikenaldengan Limited Groups Discussion, yang beranggotakan:Djohan Effendy, Masdar F. Mas’udi, Ahmad Wahib, M.Daw am Raharjo, M. A mien Rais, Kuntow ijoyo, Syafi’iMa’arif, dll.Setelah itu alumni Limited Groups ini aktif di LSM-LSM di Jakarta, Masdar di LP3M dan kini menggantikanposisi Hasyim Muzadi di PBNU, Daw am pernah diLP3ES, LESFI dan pernah menjadi Rektor UNISMABekasi, sementara Djohan pernah di Litbang Depag,penah menjadi Mensesneg era Gus Dur dan sekarangmenjadi Ketua di Indonesian Conference Religion andPeace (ICRP) (Dia anggota aliran sesat Ahmadiyyah),sementara Syafi’i kini menjadi Ketua Umum PPMuhammadiyyah dan Pendiri Ma’arif Institute yangmenjadi inkubator bagi virus JIMM (Jaringan IntelektualMuda Muhammadiyyah).Sejak 2002 inkubator Sapen dipimpin oleh Prof.Amin Abdullah (Ketua Majlis Tarjih PP Muhammadiyyah)dan didukung oleh Abdul Munir Mulkhan (Ketua ProgramStudi Agama dan Filsafat PPs IA IN, Sosiolog), MusaAsy’arie (Derektur PPs IA IN SUKA), dll.MONSTER JIL – ISLIBSecara ruhani dan substansi Islam liberal ini telahdigagas oleh Nurkholish Madjid, Djohan Effendi, Abdur-28 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariRahman Wahid [6] dan mendiang Ahmad Wahib, namunsecara formal makhluk ini lahir sebagai bentuk evolusidari pemikiran-pemikiran era 90-an, tepatnya di Jl. UtanKayu 68 H Jakarta. Bermula dari diskusi maya di mailinglist yang didirikan 8 Maret 2001. Pemrakarsanya,sejumlah peneliti atau jurnalis, anak-anak muda. Merekaaktif di Paramadina, NU, IAIN Ciputat, dll, semisal UlilAbshar Abdallah dari Lakpesdam NU dan ISA I (InstitutStudi Arus Informasi – KUK Kajian Utan Kayu) Jakarta,Budi Munaw ar Rachman (Paramadina), Nasruddin Umar(Rahima), Rizal Malaranggeng (Freedom Institute), SaifulMuzani (Ohio Unversity), Ihsan Ali Fauzi (Jerman), DenyJA (Ohio University), Ichan Loulemba, AE. Priyono,Luthfie Asysaukanie, A. Rumadi, Sugeng, A. Bakir Ikhsan,Nirw an Akhmad Arsuka, Goenaw an Muhammad (MajalahTempo Jakarta).Latar belakang berdirinya, karena kecemasanberlebihan atas maraknya gerakan Islam militan. Sepertitertulis dalam "Profile" www.Islamlib.com, dinyatakanbahw a lahirnya JIL sebagai reaksi atas bangkitnya apayang ia namakan "ekstrimis me, fundamentalisme,Radikalis me dan Revivalis me; yaitu kelompok umat Islamyang anti Barat dan masih memegang teguh ajarandakw ah dan jihad".Meletakkan istilah “Liberal” terhadap Islam adalahperang tendensius secara Teologis, Idiologis maupunMetodologis. Sebab Liberalis me sendiri muncul padamasa Renaisance yang menjadi pemicu terjadinya6Rabu, 8 September 2004, pukul 13: 24, saya dapat sms dari Pak Hartono:“ Ini sms dari teman, serem Ustadz, Gus Dur akan menghalalkan kyai-kyaimuda ke luar negeri untuk berpaham pluralis …… iiiiiihh …… lihat di WebGus Dur.net-29 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsarirevolusi Perancis dan A merika. Yang menjadi focusdalam Liberalisme adalah kebebasan individual.Kekuasaan negara harus dipisahkan dari intervensiagama Nashrani (Gereja). Liberalis me mencetuskanLiberalisasi Politik (John Locke), ekonomi (Adam Smith,David Ricardo), dan pemikiran (Jeremy Bentham, JohnStuart Mill dan Thomas Paine). Pada kutub yang samakebebasan beragama (Liberal religius) mendudukkanpara pemeluk dan individu-individunya sebagaipemegang otoritas final dalam menilai teks-teks sumbersuci agama [ 7] .Oleh karena itu Deni JA, kolumnis yang jugaanggota JIL menulis, "secara sengaja, kita harusmenempelkan kata Liberal di samping Islam, karena yangkita perjuangkan bukan interpretasi Islam yang lain, tapiinterpretasi Islam yang Liberal, yang sesuai dengan dasarNegara modern seperti yang berkembang di Negaramaju". Ia juga berkata, "Islam Liberal adalah interpretasiIslam yang mendukung atau paralel dengan civic kultur(pro pluralisme, equal oportuniti, modernisasi, trust dantolerance, memiliki sence of community yang nasional)".Luthfi juga menulis, "…kalau kita ingin bebas,bebas dari apa dan bebas untuk apa. Saya kirajawabannya jelas: Liberating (pembebasan) yaitu bebasdari otoritas masa silam dan Being Liberal (kebebasan)yaitu bebas untuk menafsirkan dan mengkritisi otoritastersebut".Menurut Greg Barton, prinsip sentral "IslamLiberal" atau Neo Modernis me: "suatu komitmen pada7Laporan Harian Republika, dimuat dalam buku Islam Liberal danFundamental, hal. 218-30 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsarirasionalitas dan pembaruan, keyakinan akan pentingnyakontekstualisasi ijtihad, penerimaan terhadap pluralismesosial dan pluralisme dalam ajaran agama, sertapemisahan agama dari partai-partai dan posisi nonsectarian Negara". Ringkasnya, tema-tema besar yangmenjadi agenda JIL adalah: Rasionalitas, kontekstualisasiijtihad, pluralis me dan sekularis me. [ 8]Pembahasan yang diusung oleh JIL-ISLIBsebenarnya adalah tema-tema klasik dalam sejarahfirqah-firqah Munharifah. Tetapi mereka menampilkannyasecara lebih vulgar dan berani. Tema itu seperti Islam danNegara, Islam dan Demokrasi, Kebebasan Perempuan,PluralismeAgama, Toleransi Agama, Kontekstualisasi al-Qur'an,Rekonstruksi Hadits, Sunnah dan Syari’ah, danPemisahan Agam dan Politik.Untuk menularkan virus-virus pemikirannya ini JILmemiliki jaringan di seluruh Nusantara dengan mediaKoran (Radar) Jaw a Pos setiap Minggu, Talk Show Radio68 H yang disiarkan di seluruh jarigan Islam liberal, MailistISLIB, diskusi-diskusi rutin di KUK – ISAI Jakarta. Selainitu mereka juga menerbitkan buku-buku seperti bukuWajah Liberal Islam di Indonesia (2002, yang disuntingoleh Luthfi Syaukanie), buku Kekerasan: Agama TanpaAgama (2002, Thomas Santoso, ed) yang diterbitkan olehPustaka Utan Kayu [9] .8Majalah Bun-yan Edisi I/ Th.II/ April 2002/Muharram 1423 H, hal. 13-159Merujuk buku Agus Hasan Bashori, Mewaspadai Gerakan Kontekstualisasial-Qur'an, h. 47-50; Fauzan al-Anshori, Melawan Konspirasi JIL, h. 6-17; ZulyQodir, Islam Liberal, h. 71-79-31 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariHAKEKAT ISLAM LIBERAL [10]Untuk memahami Islam liberal secara detail dan adil perlukiranya kita mengetahui 6 prinsip atau w aw asan yangmereka muat dalam situs mereka Islamlib.com yangdiambil pada 7 Oktober 2002, yaitu sebagai berikut:a. Keterbukaan pintu ijtihad pada semua bidangIslam liberal percaya bahw a “ijtihad” ataupenalaran rasional atas teks-teks keislaman adalahprinsip utama yang memungkinkan Islam terus bisabertahan dalam segala cuaca. Penutupan pintu ijtihad,baik secara terbatas atau secara keseluruhan, adalahancaman atas Islam itu sendiri, sebab dengan demikianIslam akan mengalami pembusukan. IL percaya bahw aijtihad bisa diselenggarakan dalam hampir semua segi,baik segi ilahiyyat (teologi), ubudiyyat (ritual), atau –apalagi- mu’amalat (interaksi sosial). Ruang ijtihad dalambidang ubudiyyat memang lebih sempit disbandingdengan ijtihad di dua bidang yang lain.b. Penekanan pada semangat religio-etik, bukan padamakna literal sebuah teksIjtihad yang dikembangkan oleh IL adalah upayamenafsirkan Islam berdasarkan semangat religio-etik al-Qur’an dan Sunnah Nabi, bukan menafsirkan Islamsemata-mata berdasarkan makna literal sebuah teks.Penafsiran yang literal hanya akan “membunuh” Islam.Hanya dengan penafsiran yang mendasarkan diri padasemangat religio-etik, Islam akan dapat hidup danberkembang secara kreatif menjadi bagian dari“peradaban kemanusiaan” universal.10Fauzan al-Anshori, h. 6-9-32 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsaric. Kebenaran yang relatif, terbukan dan pluralIslam liberal mendasarkan diri pada gagasantentang “kebenaran” (dalam penafsiran agama) sebagaisesuatu yang “relatif”, sebab sebuah penafsiran adalah“kegiatan manusiaw i” yang terkungkung oleh kontekstertentu; “terbuka”, sebab setiap bentuk panafsiranmengandung kemungkinan salah, selain kemungkinanbenar; “plural”, sebab sebuah penafsiran keagamaandalam satu akan lain cara, adalah cermin dari kebutuhanseorang penafsir di suatu masa dan ruang yang terusberubah-ubah.d. Pemihakan pada yang minoritas dan tertindasIslam liberal mendasarkan diri pada suatupenafsiran keislaman yang memihak kepada “yang kecil”,minoritas, tertindas dan dipinggirkan. Setiap struktursosial-politik yang mengaw etkan praktek ketidak-adilanatas yang minoritas adalah berlaw anan dengan semangatIslam. Minoritas di sini dipahami dalam maknanya yangluas, mencakup minoritas agama, etnik, ras, budaya,politik, ekonomi, orientasi seksual, dll. Keadilan genderadalah satu masalah yang kami anggap penting, sebabstruktur sosial kita masih didasarkan pada gagasanpatriarkal yang berlaw anan dengan ide keadilan dalamIslam. Penafsiran-penafsiran keagamaan yang tidakmemperhatikan soal keadilan gender, kami anggap tidaksesuai dengan prinsip keadilan Islam.e. Kebebasan beragama dan berkepercayaanIslam liberal menganggap bahw a urusan“beragama” dan “tidak beragama” adalah hak peroranganyang harus dilindungi. IL tidak bisa membenarkanprosekusi atas dasar suatu pendapat atau kepercayaan.-33 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsarif. Pemisahan otoritas duniaw i dan ukhraw i, otoritaskeagamaan dan politik.Islam liberal percaya pada keniscayaanpemisahan antara kekuasaan keagamaan dan politik. ILtidak membenarkan gagasan tentang negara agama dimana otoritas seorang ulama atau kiai dipandang sebagaikekuasaan tertinggi yang tidak bisa salah. Bentuk negarayang sehat untuk pertumbuhan agama dan politik adalahsuatu negara di mana dua w ewenang itu dipisahkan.Agama adalah sumber inspirasi yang dapatmempengaruhi kebijakan pubik, tetapi agama tidak sertamerta mempunyai “privelese transedental” yang tidak bisadisangkal untuk menentukan segala bentuk kebijakanpublik. Pada akhirnya, agama adalah bekerja pada ruangprivat dan perorangan. Urusan publik haruslahdiselenggarakan melalui proses “ijtihad kolektif”, di manapelbagai pihak boleh saling menyangkal, di manakebenaran ditentukan secara “induktif” melalui adu dan ujipendapat.PERSELINGKUHAN JIL – ISLIB DENGAN MUSUH-MUSUH ISLAM DAN SUNNAHJIL dan ISLIB adalah anak haram, hasilperselingkuhan dan pelacuran yang dilakukan olehsebagian orang muslim dengan orang-orang kafir dan ahlibid’ah. Perbuatan amoral ini bukan melahirkan manusia,melainkan melahirkan seekor monster pemakan manusiadan perusak alam semesta.Tanda-tanda perselingkuhan dan pengkhianatanakad syahadah ini tercecer di mana-mana, terlihat jelas-34 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsarioleh setiap orang yang berakal w aras. Di antara indikatorindikatoritu adalah:1. Nama aliran dan nama jaringan: “Islam Liberal”.Bila kita telusuri, maka Islam Liberal ini adalah bermargaKristen.Liberal dijadikan sebagai nama sebuah alirankeagamaan pertama kali dilakukan oleh pendeta JermanFriedrich Ernst Daniel Schleiermacher (1768-1834). Diaadalah pendiri sekte Kristen Protestan liberal dansekaligus dijuluki sebagai Bapak Hermeneutikamodern [11] .Pada tahun 1950-an Asaf Ali Asghar Fyzzee(1899-1981) intelektual muslim India menggulirkan istilahIslam Liberal sebagai reaksi dari kejumudan intelektualIslam di India [ 12] .Pada tahun 1988, Charles Kurz man (AsistenProfesori Sosiologi pada University of North Carolina,Chapel Hill) mengedit sebuah buku yang berisi tulisan 32tokoh muslim berjudul Liberal Islam: A Sourcebook(Oxford University Press, New York).Pada tahun 1999, Paramadina bekerjasama denganYayasan Adikarya Ikapi dan The Ford Foundation dalammenerbitkan buku “Gagasan Islam Liberal di Indonesia”,terjemahan dari karya disertasi Greg Barton, Ph. D dariDepartement of Asia Studies and Lenguages, MonashUniversity, Australia.11Majalah Islamia, th. I no. 2, Juni – Agustus 2004, h. 33-34, dll12Charles Kurzman, Wacana Islam Liberal, hal. xiii-35 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariPada bulan Juni 2001, Paramadina denganYayasan Adikarya dan The Ford Foundation kembalimenerbitkan buku yang berjudul Wacana Islam Liberal,terjemahan dari buku Charles Kurzman (Penerjemahandilakukan sebelum bulan Juni, pengantar penerbit ditulispada April 2001) [ 13] .Pada w aktu yang hampir bersamaan yaitu 8 Maret2001, lahirlah sebuah organisasi para virus yang bernamaJaringan Islam Liberal (JIL).Allah berfirman:ك َذ َلِك ق َال َ ال َّذِين مِن ق َبلِهِم مِث ْل َ ق َولِهِم تشابهتق ُل ُوبهم ق َد بينا ال ْآياتِ‏ لِق َومٍ‏ يوقِنو َن(‏‎118‎‏)‏“Demikian pula orang-orang yang sebelummereka telah mengatakan seperti ucapanmereka itu; hati mereka serupa.Sesungguhnya Kami telah menjelaskantanda-tanda kekuasaan Kami kepada kaumyang yakin.” [14]2. Pendekatan dalam memahami al-Qur’anProtestan Liberal, agar dapat keluar darikungkungan Bibel, menaw arkan cara baca baru yaituHermeneutik. Rumus teori Hermeneutik Schliermacher inididasarkan pada analisis terhadap pengertian tata bahasadan kondisi sos – bud – kejiw aan pengarangnya dankondisi lingkungannya, ini sangat penting untukmemahami makna suatu teks. Oleh karena itu13Ibid, hal. ix14al-Baqarah: 118-36 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariSchliermacher dijuluki sebagai Bapak pendiriHermeneutika umum / modern.Wacana Hermeneutik terus dikembangkan olehpara sarjana Barat dan para orientalis Yahudi dan Kristensampai Islam Liberal menjadikan Hermeneutik sebagaiandalan dalam membaca al-Qur’an.Maka tidak heran jika di Indonesia terbit puluhanbuku tentang Hermeneutik seperti:1. Bongkar Tafsir: Liberalisasi, Revolusi, Hermeneutik2. Hermeneutika al-Qur’an3. Hermeneutika Transendental4. al-Qur’an, Hermeneutika dan Kekuasaan5. Hermeneutika pembebasanBuku ini ditulis Ilham B. Saenong. Dalampengantarnya Prof. Dr. A min Abdullah, Ketua MajelisTarjih MD (Rektor IAIN SUKA) menulis: “Terlepas daritafsir-tafsir klasik al-Qur’an tidak lagi memberi makna danfungsi yang jelas dalam kehidupan umat Islam”, hal. xxv –xxvi (Media Dakw ah, Juli 2003, h. 24).Maka tidak heran jika aktivis JIMM padapertemuannya ke-2 di Malang 18 Nopember 2003menurunkan tulisan:1. al-Ruju’ Ila al-Qur’an, Dari KebebalanFoundationalis me menuju Pencerahan Hermeneutik(Zakiyuddin Baidhaw i, Ketua)2. Hermeneutika teoritis dan praktis, Khasanah kritis danLiberal dalam penafsiran kitab suci al-Qur’an (HilmanLatief)3. Kembali ke al-Qur’an perspektif Hermeneutikapembebasan (M. Hilaly Basya)-37 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariSementara koordinator JIL, Ulil menyebut bahw atafsir al-Qur’an selama ini adalah tekstualis –ini adalahBibliolatri (Huxley) atau Watsaniyyah menurut FahmiHuw aidi– Jika tidak dibongkar maka lingkaran setanpemahaman keagamaan yang al-Kitabiyyah atauSkipturalistik tidak bisa diatasi [ 15] .3. Teologi Inklusif - PluralisUlil mengatakan: “Semua agama sama, semuaagama menuju jalan kebenaran. Jadi Islam bukan yangpaling benar. Pemahaman serupa terjadi di Kristenselama berabad-abad. Tidak ada jalan keselamatan diluar Gereja. Baru pada tahun 1965 M. Gereja katolik diVatikan merevisi paham ini, sedangkan Islam yangberusia 1.423 tahun dari Hijrah Nabi, belum memilikikedew asaan yang sama seperti Katolik” [16] . Cobaperhatikan: nama ikut Protestan, kedew asaan ikutKatolik???Paramadina menulis buku “FLA membangunmasyarakat inklusif pluralis”4. Mendukung Kristenisasia. Pendeta Dr. Josias L. Lengkong, M. Div, M.Th, Ph.Dmenulis buku “Jihad Kristen –Adakah kesamaan jihadIslam dan jihad Kristen” (2003)?. Di dalamnyaLengkong mengajak umat Islam untuk memahami al-15Agus Hasan Bahori, Mewaspadai Gerakan Kontekstualisasi al-Qur’an, hal.9316Hartono Ahmad Jaiz, Menangkal Bahaya JIL dan FLA, hal. 17-38 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-AtsariQur’an dengan prinsip umum Hermeneutik, umatIslam dan Kristen perlu menyatukan persepsi untukmenggalang potensi yang ada dalam semangat jihad…… membentuk w adah ……. yang bisa disebut jihadPancasila – jihad Nusantara.Kitab ini diberi kata pengantar oleh Prof. Dr.Ahmad Syafi’i Ma’arif Putra Sumpur Kudus Sumbar,dia mengatakan: “Saya menganjurkan baik umatKristen maupun umat Islam untuk membaca buku inidemi memperluas w aw asan kita terhadap kekayaanajaran dan budaya yang terdapat di dalam al-Kitabdan al-Qur’an [ 17] . Hanya dengan cara inilah masadepan kita sebagai bangsa dapat diselamatkan [ 18] ”.PM Israel Jitzak Shamir, di pembukaan KonferensiMadrid menuntut orang Arab menghapus kataJihad [ 19] .b. Sebelumnya Pendeta Bambang Noorsena, pendiriKOS: Kanisah Ortodok Syiria menulis buku “MenujuDialog Teologi Kristen – Islam”. Pada hal. 167dicantumkan Qonun al-Iman al-Muqaddas (syahadatiman) KOS:قانون الايمان المقدس نؤمن برب واحد عيسىالمسيح ابن االله الواحد،‏ المولود من الاب قبل كلالظهور،‏ نور من نور،‏ إله حق من إله حق،‏ مولود17Hartono Ahmad Jaiz, Jejak tokoh Islam dalam kristenisasi, hal. 1318Ibid, hal. 14, Jami’ah Amin, Jihad bukan terorisme, Darul Falah, Jakartahal. 6419] Hartono Ahmad Jaiz, Jejak tokoh hal.11-39 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsariغير مخلوق،‏ واحد مع الاب في الذات،‏ الذي بهكان كل شىء.‏هذا الذى من أحلبنا نحن البشرومن أجل خلاصنا،‏ نزل من السماء...‏العرراء البتول واله ة الالهومن مر يمDiberi kata penutup oleh Prof. Dr. KH. Said AqielSiradj MA: “Dari ketiga macam tauhid di atas (TauhidRububiyyah, Uluhiyyah dan Tauhid Asma’ w a Sifat)maka Tauhid KOS tidak memiliki perbedaan yangberarti dengan Islam [ 20] .c. Tahun 2000, pendeta Wienete Sairin M.Th., pernahjadi Sekretaris Umum Persatuan Gereja-Gereja diIndonesia (PGI) menulis buku dengan judul “Tempatdan Peran Yesus di Hari Kiamat menurut AjaranIslam”. Di dalamnya dinyatakan bahw a ayat-ayat al-Qur’an tentang kematian Yesus sangat kontradiktifsekali.Buku ini diberi pengantar Prof. Daw am Raharjo,mengatakan:“Buku ini cukup mew akili pandangan Islam”.“Buku ini cukup fair bagi orang Islam”.“Trinitas itu memberi makna yang fungsionalisdalam kehidupan konkrit umat Kristen, keyakinanbahw a Yesus itu anak Allah atau penjelmaan Tuhandalam diri seorang manusia memang sulit dipahami20Ibid, hal. 30-40 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsarioleh orang Islam. Hal ini dikarenakan orang Islamtidak hidup dalam tradisi keyakinan ini” [ 21] .d. Natalan 25 Desember adalah bid’ah Kristen, yangpada hakekatnya adalah menyembah Dew a matahari.MUI dengan penuh amanah telah memutuskanfatwa haram bagi umat Islam menghadiri Natal danmengucapkan selamat Natal.Tapi orang-orang sekuler dan liberal malahmembolehkan / menghalalkan. Mereka adalah: Dr.Alw i Shihab, Mr. Moeslim Abd. Rahman, Gus Dur, M.Quraisy Syihab,TIM Penulis buku FLA (Nur KholisMajid, Kautsar Azhari Noer, Komaruddin Hidayat,Masdar F. Mas’udi, Zainun Kamal, Zuhairi Misraw i,Budhy Munaw ar Rahman, Ahmad Gaus AF danMun’im A. Sirry).5. Paradigma berpikira. Tentang agama /evolusi agama [ 22]Ulil di Kompas 18 Nopember 2002 mengatakan:“Saya meletakkan Islam pertama-tama sebagaisebuah organisasi yang hidup, sebuah agama yangberkembang sesuai dengan denyut nadiperkembangan manusia”.Gagasan ini disebutnya sebagai Graduality /wahyu progresif, ini berakar pada filsafat “evolusimasyarakat”. (agama = fenomena sosial).21Ibid, hal. 3822lihat Adnin Armas, Pengaruh Kristen – Orientalis terhadap Islam Liberal,hal. 105-106-41 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari1. Bermula dari Charles Robert Darw in yang padaNopember 1859 menerbitkan buku The Origin ofSpecies . teori evolusi Darw in yang menggunakanpendekatan biologis ini telah mempengaruhi parasosiolog Barat. Jadi ilmu alam (biologi) jadi dasarilmu sosial.2. Auguste Comte dengan teori Positivis menya:Agama itu bermula dari agama pagan, kemudianMonotheis.3. Herbert Spencer = agama bermula dari mimpimanusia tentang adanya spirit di dunia kemudiandimodifikasi menjadi kepercayaan kepadakekuatan nenek moyang, kemudian munculTuhan-Tuhan.4. Emile Durkheim5. Max WeberJadi Islam juga berevolusi supaya tidak ahistoris, tidakarkhaik (membeku dan memfosil). Jadi Islam progresifadalah Islam Liberal.b. Tentang al-Qur’anc. Kebebasan individu dalam menafsiri agamad. Skularismee. HAM, Gender, dll6. Keanggotaan1. Djohan Effendi (Deakin University Australia = anggotaresmi aliran sesat Ahmadiyyah di Yogyakarta. Padamasa Soeharto ia memimpim rombongan ke Israelbersama Gus Dur, dan dia juga penyunting bukuCatatan Harian Ahmad Wahib (1981) ketika di Depag-42 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsaridan di Sekneg jaman Presiden Gus Dur, diamelindungi aliran-aliran sesat termasuk LDII (Bahayaaliran 78).2. Dr. Kautsar Azhari Noer, anggota Asosiasi Pecinta ibnArabi Internasional (Tauhid ibn Arabi – Tertinggi jikabukan satu-satunya Tauhid yang benar).3. Jalaluddin Rahmat, Yayasan Muthahar Bandung.(Syi’ah).4. Haidar Baqir (Dirut Penerbit Mizan, Bandung (dikenalSyi’ah))5. Gus Dur, dikenal sebagai anggota Laskar Kristus danInstitut Simon Peres Israel?!7. Pendidikan1. Ahmad Wahib (Qur’an bukan w ahyu tapi produkbudaya, Bid’ah harus diperbanyak, Islamnyagabungan dari Nasionalis, Katolik, Budha, Protestan,Komunis dan Humanis. Karl Marx dan FrederichEngels – Penghuni surga tingkat pertama.2. Dia kuliah di UGM / FIPIA Yogyakarta, terus kePerguruan tinggi Nasrani Sekolah Tinggi Teologi danFilsafat Driarkara di Jakarta.3. Ulil Abshar – tadinya di LIPIA, tahun terakhir –rapormerah- ke STTF Driarkara Jakarta berguru kepadaFrans Magnis Suseno.4. Is met Natsir, penyunting buku Ahmad Wahib: AlumniKampus Katolik STTF Driarkara Jakarta-43 of 45-


http://dear.to/abusalmaMaktabah Abu Salma al-Atsari5. Profesor dan Doktor Jebolan Barat (Nur Kholis, Syafi’iMa’arif, Kautsar Azhari Noer. dll) [ 23] .8. Pendanaan:- The Ford Foundation- The Asia Foundation yang berkedudukan di AmerikaSerikat. Dr. Utang Ranuw ijaya (Wakil Ketua KomisiPengkajian MUI) menyebutnya sebagai Yayasan yangberhati belang.9. Pembelaan:FLA ditulis untuk membela Syi’ah, Mu’tazilah, danorang-orang kafir yang –menurut mereka- telahdiperlakukan secara diskriminatif oleh Islam dan olehulama Islam[ 24 ].10. Fasilitas11. Perlindungan12. Dll.Demikianlah makalah yang belum rampung dan amatsingkat ini semoga bermanfaat. Amien.23Islamia no. 2/ 2004, hal. 5424lihat: Agus Hasan Bashori, Koreksi Total Buku Fiqih Lintas Agama, hal. 36-53-44 of 45-

More magazines by this user
Similar magazines