LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Selasa, 25 Agustus 2009

bnpb.go.id

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Selasa, 25 Agustus 2009

.BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA( B N P B )JI. Ir. H. Juanda 36, Jakarta 10120 IndonesiaTelepon : (021) 345 8400 Fax : (021) 345 8500Email : posko@bnpb.go.idWebsite : http://www.bnpb.go.idLAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPBSelasa, 25 Agustus 2009Pada hari Senin, 24 Agustus 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari Selasa, 25 Agustus 2009 pukul 08.00WIB, dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh PusdalopsBNPB sebagai berikut :I. Antisipasi Kebakaran Hutan dan LahanA. Kondisi Terkini1. Hari Senin, 24 Agustus 2009 posko BNPB menerima data informasi adanya titik panas/hotspot di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Berikut ini adalh data hotspot / titik panasdan kondisi cuaca secara umum dapat dilihat dalam tabel berikut :SUMATERADaerah Jumlah Hot Spot *) Kondisi Cuaca **)Sumatera Utara - Hujan SedangRiau - Hujan ringanJambi - BerawanSumatera Selatan. 14 BerawanKALIMANTANKalimantan Barat 73 Hujan ringanKalimantan Selatan 8 BerawanKalimantan Tengah 53 Cerah BerawanKalimantan Timur 5 Hujan ringan*) Sumber: Dep. Kehutanan (Satelit NOAA-18)** Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)2. Jarak pandang (visibility) pada hari Senin, 24 Agustus 2009 di beberapa kota di Sumateradan Kalimantan dilaporkan sebagai berikut :Nama Kota 07:00 10:00 13:00 16.00SUMATERAMedan 10.000 m 10.000 m 6.000 m 6.000 mPekanbaru tad 8.000 m 10.000 m 10.000 mJambi 6.000 m 9.000 m 10.000 m 8.000 mPalembang 3.000 m 10.000 m 10.000 m 8.000 m1


KALIMANTANPontianak 4.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 mBanjarmasin 7.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 mPalangkaraya 1.000 m 5.000 m 7.000 m 3.000 mSamarinda 8.000 m 10.000 m 8.000 m 8.000 mKeterangan : Jarak Pandang ( Visibility) normal > 3.000 meterSumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika3. Ditinjau dari aspek meteorologi pada tanggal 24 - 26 Agustus 2009, wilayah Sumatera danKalimantan diperkirakan mempunyai :a. Potensi kebakaran Tinggi Wilayah NAD, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, sumsel, Babel,Bengkulu, Lampung, Kalbar, Kalteng, Kaltim dan Kalsel.b. Potensi kebakaran dengan peluang Sangat Tinggi Wilayah Sumatra terdapat di Riau,Sumsel, Lampung, Babel, Jambi dan Sumbar. Di wilayah Kalimantan terdapat di Kalsel,Kalbar, Kalteng dan kaltim.c. Prakiraan penjalaran asap pada level ketinggian 50 meter sampai dengan tanggal 26Agustus 2009 pukul 07.00 WIB, di wilayah Sumsel arahnya menuju barat Laut - utarasampai ke Jambi, di wilayah babel arahnya menuju Barat Laut -Timur Laut sampai kewilayah Riau, di wilayah Kalbar arahnya menuju Barat Laut - Timur Laut sampai keSabah dan Laut Natuna, di wilayah Kalteng arahnya menuju Barat Laut -Timur Lautsampai ke Sabah, Kalbar dan laut Natuna dan wilayah Kaltim arahnya menuju baratLaut - Timur Laut sampai ke Kaltim bagian Utara.Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan GeofisikaB. Upaya Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan1. Hari Rabu, 19 Agustus 2009 pesawat Cassa 212 milik BPPT melakukan operasipenyemaian awan dari Bandara Cilik Riwut Palangkaraya sebanyak 2 sortie penerbangandimulai pada pukul 12:00 dan 15:00 WITA, dengan membawa sekitar 600 kg NaCI untukmasing-masing sortie.2. Hari Rabu, 19 Agustus 2009 juga masih dilakukan pemadaman api dari darat secaraswakarsa oleh masyarakat yang didanai Bapedalda dan pamadaman oleh Tim Serbu ApiKelurahan (Tsaka) masih terus dilakukan bersama dengan Tim Manggala AgniDepartemen Kehutanan.3. BNPB senantiasa berkoordinasi dengan Dep. Kehutanan, LAPAN dan BMKG, BKSDA,Kepala Bandara, TNI AU, BLH, dan BPPT untuk memantau perkembangan titik panas(hotspot) serta jarak pandang (visibility) setiap hari serta evaluasi rutin terhadap upayaperkembangan TMC yang dilaksanakan sejak tanggal 15 Agustus 2009.4. Secara umum, Satlak PB, Satkorlak PB, Manggala Agni Dinas Kehutanan, Kepolisian daninstansi/sektor terkait tetap menyiagakan petugas untuk memantau perkembangan kondisititik panas yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayahSumatera dan Kalimantan.5. Dinas Kehutanan mengawasi kegiatan pembukaan lahan oleh perusahaan dan membinamasyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan membakar.6. Masing-masing dinas dan instansi terkait di wilayah Sumatera dan Kalimantan berupayauntuk menyiagakan sumberdaya yang cukup untuk melakukan tindakan pemadaman dinidan pemadaman terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.7. Dinas Kehutanan Prov. Riau saat ini telah menurunkan 60 personil kuntuk melakukanpemadamkan api.8. Kodam V Tanjungpura menyiagakan pasukannya guna membantu upaya PemerintahDaerah memadamkan kebakaran lahan gambut dan pekarangan yang terjadi di PropinsiKalimantan Tengah. 6 Kodim yang berada di Kabupaten Waringin Timur, Waringin Barat,Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito selatan, Barito Utara dan Palangkaraya disiagakansebanyak 1 pleton yang terdiri dari 30 prajurit TNI.9. Dinas Kehutanan, TNI, POLRI dan Kantor SARNAS Prov. Kalimantan Barat telah2


melakukan upaya antara lain :- Meningkatkan kegiatan deteksi dini dan menyebarluaskan informasi dari hasil deteksidini berupa hotspot (titik panas) ke Kabupaten agar dapat di ambil tindakan yangcepat dalam upaya pengendalian, yakni berupa pemadaman dini (anitial atack).- Menghimbau kepada para pemegang HPH/HPHTI, agar meningkatkan kewaspadaandalam menghadapi musim kemarau, berupa mengintensifkan pengawasan/patrolidalam wilayah kerja, penyuluhan serta mensiagakan sarana dan prasarana agar siapdapat dimobilisasi apabila terjadi kebakaran.- Melakukan penyuluhan dengan memberikan himbauan dengan pemasangan spandukdi Kecamatan Rasau Jaya, Ambawang dan Sei Raya serta mengintensifkanpengawasan/potroli.- Kasi Ops REM 121 ABW, telah menyiagakan personil sebanyak 1 SSK untukmembantu Operasi Lapangan dalam rangka pemadaman api.- Kasi Reskrim Polda Kalimantan Barat telah menyiagakan 1 unit Helikopter untukmelakukan pemantauan lokasi Kebakaran dan Hotspot / titik panas- Kantor SARNAS Pontianak telah menyiagakan Tim Rescue SAR sebanyak 42 orangyang tersebar di Pos Sintete Kab. Sambas, di Pos Kab. Ketapang, serta Shelter SARPontianak ( 30 orang ).Sumber :Gubernur Prov. Kalbar, Dep. Kehutanan, Dishut Prov. Kalbar dan Meneg LH.II. Aktivitas Gunung Api di Wilayah IndonesiaSaat ini ada 4 (empat) gunung api yang masih dinyatakan dalam status “Siaga” (Level III) yaitu :A. Status Gunung Berapi1. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi UtaraSejak hari Selasa, 9 Juni 2009 hingga hari Senin, 24 Agustus 2009, pukul 06.00 WIB statuskegiatan G. Api Karangetang masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).2. Gunung Api Anak Krakatau di Kab. Lampung Selatan, Prov. LampungSejak tanggal 6 Mei 2009 hingga hari Senin, 24 Agustus 2009, pukul 06.00 WIB statuskegiatan G. Api Krakatau masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).3. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku UtaraSejak tanggal 5 Agustus 2009 hingga hari Senin, 24 Agustus 2009, pukul 06.00 WIB statuskegiatan G. Api Ibu masih dalam keadaan ”Siaga” (Level III).4. Peningkatan Status Gunung Api Talang di Kab. Solok, Prov. Sumatra BaratSejak tanggal 17 Agustus 2009 pukul 10:00 WIB hingga hari Seninu, 24 Agustus 2009,pukul 06.00 WIB status kegiatan Gunung Api Talang masih dalam keadaan ”Siaga” (LevelIII).B. Rekomendasi1. Masyarakat diharapkan tidak boleh mendaki dan mendekati pulau gunung Anak Krakatau,G ibu, G. Karangetang dan G. Talang dalam radius 2 km dari kawah Gunung2. Masyarakat di sekitar G. Api Karangetang, G. Anak Krakatau, G Ibu dan G. Talangdihimbau agar tetap tenang tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapatdipertanggungjawabkan, selalu mengikuti arahan dari Satlak PB dan Satkorlak PBsetempat.3. Masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan dan mempersiapkan masker (penutuphidung) untuk mengantisipasi dampak hujan abu.4. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) selalu berkoordinasi denganBNPB, Satkorlak dan Satlak PB setempat untuk memantau perkembangan kegiatangunung api tersebut.Sumber : Pusat Vulkanologi dan Miitigasi Bencana Geologi.3


III. Prakiraan Cuaca Wilayah JABODETABEKPrakiraan cuaca wilayah JABODETABEK berlaku untuk hari Selasa, 25 Agustus 2009 dilaporkansebagai berikut :NOL0KASIPagi(00.05 – 12.00)C U A C ASiang(12.05 – 18.00)Malam(18.05 – 24.00)1 Jakarta Pusat Berawan Berawan Berawan2 Jakarta Utara Berawan Berawan Berawan3 Jakarta Selatan Berawan BerawanBerawan dan hujanRingan4 Jakarta Timur Berawan Berawan Berawan5 Jakarta Barat Berawan Berawan BerawanBerawan dan hujan6 Jakarta Kep.Seribu Berawan BerawanringanBerawan dan Hujan Berawan dan Hujan7 Bogor BerawanRinganRingan8 Tangerang Berawan Berawan Berawan9 Depok Berawan BerawanBerawan dan HujanRingan10 Bekasi Berawan Berawan BerawanKeterangan :- Hujan Ringan : 1.0 – 5.0 mm/jam 5 – 20 mm/hari- Hujan Sedang : 5.0 – 10 mm/jam 20 – 50 mm/hari- Hujan Lebat : 10 – 20 mm/jam 50 – 100 mm/hari- Hujan Sangat Lebat : > 20 mm/jam > 100 mm/hariSumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan GeofisikaIV. Prakiraan Gelombang TinggiPrakiraan gelombang tinggi tanggal 24 Agustus 2009, pukul 19.00 hingga tanggal 25 Agustus2009, pukul 07.00 WIB sebagai berikut :- 2.0 – 3.0 m : Perairan utara dan barat Aceh, Perairan Mentawai hingga barat Lampung,Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Banten hingga Jawa Barat, LautJawa selatan kalimantan.- 3.0 – 4.0 m : Perairan EngganoSumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan GeofisikaV. Kejadian Lain – lain1. Banjir Bandang (air bah) di Kab. Agam, Prov. Sumatera baratTelah terjadi bencana banjir bandang (air bah ) pada hari Sabtu, 22 Agustus 2009, pukul 17:00s/d 22:00 WIB di Desa Pasaraba, Kec. Tanjung Raya, Kab. Agam, Prov. Sumatera Barat ,bencana di sebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak pagi hari sampaipukul 16:00 WIB sehingga air dari atas bukit turun dengan deras. Akibat bencana tersebut 25unit rumah rusak (3 unit hancur, 3 unit rusak berat dan 19 unit terendam lumpur) kondisi airsudah surut tidak ada korban dalam kejadian tersebut. Upaya penanganan yang dilakukanadalah BPBD Kab. Agam masih melakukan pendataan, menginventarisir kerusakan dankerugian serta BPBD Agam, Pemda dan masyarakat setempat melakukan pembersihanlumpur dan kayu-kayu akibat bencana tersebut Kerugian materil diperkirakan sebesar Rp.5.263.300.000,-.Sumber : BPBD Kab. Agam ( Bpk. Fauji telp. 085274666591) dan Kadinsos Kab Agam(Bpk. Jabanur. Telp.081374185975)4


2. Banjir dan Antisipasi Tanah Longsor di Kota Padang. Prov. Sumatera BaratTelah terjadi bencana banjir dan antisipasi tanah logsor pada hari Sabtu, 22 Agustus 2009,pukul 18:00 di Kel. Batang Arau, Kec. Padang Selatan, Kota Padang, Prov. Sumatera Barat ,bencana di sebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi. Akibat bencana tersebut bukit telengretak sepanjang 30 meter dan 39 KK / 157 orang mengungsi di evakuasi ke Sekolah, Tendadan masjid yang berada di Kel. Batang arau, Upaya penanganan yang dilakukan adalah BPBDKota Padang telah memberikan bantuan berupa 5 dus MP ASI, 1 unit tenda peleton, 1 unitgenset, dan nasi bungkus untuk persiapan sahur, BPBD Kota Padang berkoordinasi denganSatkorlak PB Provinsi dan instansi terkait melakukan antisipasi dengan mengungsikan wargasetempat ketempat yang lebih aman. Hingga saat ini warga bergotong royong untukmembersihkan sisa-sisa lumpur.Sumber : Satkorlak PB Prov Sumatera Barat3. Gempa Bumi- Telah terjadi gempa bumi pada hari Senin, 24 Agustus 2009, Pukul 09:21:55 WIB dengankekuatan 5.0 SR kedalaman 26 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 7.82 LS dan118.63 BT (73 km Barat Laut Raba – NTB) Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunamisampai saat ini belum diperoleh informasi dampak gempa terhadap lingkungan ataupunkorban jiwa.Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan GeofisikaPengawas,Jakarta, 25 Agustus 2009Ketua Kelompok Piket,Drs. Mulatno, M.Si.Rostaty T.E Tobing, BA5

More magazines by this user
Similar magazines