PARADIGMA-PARADIGMA PEMBANGUNAN - WordPress.com

diklatpimlan.files.wordpress.com

PARADIGMA-PARADIGMA PEMBANGUNAN - WordPress.com

KONSEP PEMBANGUNANSecara sederhana dapat dirumuskan dengandefinisi:“PROSES PERUBAHAN KE ARAH KEHIDUPANMASYARAKAT YANG LEBIH BAIK”(The International Development Dictionary, Fry and Martin, 1991:98-100)“Development is commonly used to describe"improvement" (Hadjor, 1992:100),orbetterment, or "beneficial alteration"(Crocker, 1993:62) in the human condition.”(Donald Osborn,1993)


PENGERTIAN PARADIGMASecara ringkas pengertian Paradigma juga dapatdirumuskan dengan beberapa ungkapan, masing-masingsebagai berikut:– Model atau Pola yang dapat diterima– Pandangan Dunia (Worldview)– Kerangka Acuan (Frame of Reference)– Satu set saringan (“Filter”) atau cetakan (“Molds”)dalam pikiran seseorang untuk memproses informasi(seringkali tanpa disadari)Ini membentuk pola bagaimana kita memproses informasidan mengambil berbagai keputusan;Paradigma tidak bersifat statis, melainkan dinamis; danperubahan dalam paradigma akan tercermin dalamperubahan perilaku.(http://www.uvm.edu/~eirvin/overheads/Paradigms.html)


What is a paradigm?It is a way of seeing reality shared by a themembers of a discipline.A general accepted perspective providing aunifying explanation for a set of phenomenain some disciplines, for example in the socialsciences, physics, biology, literature, and soforth.A paradigm serves to develop models forexplaining one aspect of reality, and methodsto test a theory and develop a fullerunderstanding of the topic.(Carlos Benito, Sonoma Universty)


Perspectives about Development-1945-1982:different ways of asking the questionHow to induce economic development?What are the obstacles to economicdevelopment?How is that economic development is notpossible under capitalism.


1945 s/d 1950-an1950-an s/d 1960-anMODERNIZATIONRecovery Paska PD II(Rekonstruksi Eropa)Revolusi Hijau1990-an s/d 2000-anHUMAN DEVELOPMENTSOCIAL DEVELOPMENTSUSTAINABLE DEVELOPMENT1980-an s/d 1990-anBioRegionalismSOCIAL CAPITALSistem Dunia/ GlobalisasiGROWTH WITH Adjustment with aEQUITY Human Face/ Equity1970-an s/d 1980-an Anti ModernisasiLIBERALIZATIONSTRUCTURAL ADJUSTMENTBASIC NEEDS Internasionalisasi KapitalGrassroot DevelopmentHUMAN CAPITAL1960-an s/d 1970-anArtikulasi ModelMarjinalisasiECONOMICDEPENDENSI Dualisme EkonomiGROWTHPERSPEKTIFWAKTUPERKEMBANGANPARADIGMAPEMBANGUNAN


PROFIL PARADIGMA PEMBANGUNANPARADIGMA MODERNISASI– PERUBAHAN SOSIAL SEBAGAI PROSES EVOLUSI– PERUBAHAN MASYARAKAT TRADISIONAL (EKS JAJAHAN, PETANI, STATIS,TERTUTUP, MISKIN) KE MASYARAKAT MODERN (EMULASI POLAPERILAKU/BUDAYA BARAT, INDUSTRIALISASI, DINAMIS, TERBUKA, SEJAHTERA)– NATION BUILDINGPARADIGMA PERTUMBUHAN EKONOMI– KESEJAHTERAAN HANYA DAPAT DIWUJUDKAN MELALUI PERTUMBUHANEKONOMI– PERTUMBUHAN EKONOMI TERJADI MELALUI EKSPOR PRODUKSI NASIONAL(PASAR DOMESTIK TIDAK MAMPU SERAP)– PERTUMBUHAN EKONOMI LEBIH CEPAT MELALUI INDUSTRIALISASI– SEKTOR PRIMER/PERTANIAN MENSUBSIDI SEKTOR SEKUNDER/INDUSTRI– KEBUTUHAN INVESTASI DIPENUHI DARI LOAN & MODAL ASING– MEMBAYAR BUNGA LOAN DARI DEVISA HASIL EKSPOR (SEKTORPRIMER/PERTANIAN)– PRODUKTIVITAS SEKTOR PRIMER DIDORONG MELALUI STRATEGI REVOLUSIHIJAU, DENGAN INTENSITAS SUBSIDISASI YANG TINGGI.– EXPLOITASI SEKTOR PERTANIAN DAN SEKTOR PRIMER LAINNYA BERDAMPAKNEGATIF TERHADAP KESEIMBANGAN LINGKUNGAN HIDUP. PADA PUNCAKNYASDA HABIS, LINGKUNGAN RUSAK, PENCEMARAN TINGGI, DESERTIFIKASI, DANKELAPARAN YANG SANGAT TERUTAMA DI NEGARA-NEGARA SUB-SAHARAAFRIKA.


PROFIL PARADIGMA PEMBANGUNANPARADIGMA HUMAN CAPITAL– MODAL PEMBANGUNAN EKONOMI NASIONAL ADALAH TENAGA KERJAYANG MURAH (UNSKILLED)– EKSPLOITASI PEKERJA MURAH DI SEKTOR PRIMER MAUPUNSEKUNDER– MIGRASI TENAGA KERJA DARI SEKTOR PRIMER KE SEKTORSEKUNDER, DARI DESA KE KOTA– RAKYAT HANYA MERUPAKAN OBYEK, BUKAN SUBYEK PEMBANGUNANPARADIGMA DEPENDENSI– PROSES PEMBANGUNAN DENGAN BANTUAN ASING (MODAL MAUPUNTENAGA AHLI) HANYA MENGUNTUNGKAN PIHAK ASING DANMENAMBAH KETERPURUKAN DAN EKSPLOITASI MASYARAKAT DANSUMBER DAYA NASIONAL/LOKAL.– DAMPAK BIAS INDUSTRIALISASI DAN SUBSIDISASI SEKTOR PRIMERMENIMBULKAN KETERGANTUNGAN SEKTOR PRIMER KEPADA SEKTORSEKUNDER, DESA TERHADAP KOTA, PERIPHERY TERHADAP CENTER– RAKYAT SEMAKIN TERPURUK DAN MISKIN SEMENTARA KELASMASYARAKAT PERKOTAAN ATAU PARA KAPITALIS MENIKMATI HASIL-HASIL PEMBANGUNAN DAN SEMAKIN KAYA


PROFIL PARADIGMA PEMBANGUNANPARADIGMA BASIC NEEDS– MODAL PEMBANGUNAN EKONOMI NASIONAL ADALAH TENAGA KERJA YANG MURAH(UNSKILLED)– EKSPLOITASI PEKERJA MURAH DI SEKTOR PRIMER MAUPUN SEKUNDER– MIGRASI TENAGA KERJA DARI SEKTOR PRIMER KE SEKTOR SEKUNDER, DARI DESA KEKOTA– RAKYAT HANYA MERUPAKAN OBYEK, BUKAN SUBYEK PEMBANGUNANPARADIGMA LIBERALISASI / STRUCTURAL ADJUSTMENT– RESESI EKONOMI DUNIA PADA PERTENGAHAN TAHUN 1970-AN SEBAGAI AKIBATKENAIKAN HARGA MINYAK DUNIA TELAH MENYEBABKAN MASALAH MAKROEKONOMI DIBERBAGAI NEGARA PENGIMPOR MINYAK BUMI, TERUTAMA YANG JUGA TERLIBATKEWAJIBAN HUTANG TERHADAP WORLD BANK MAUPUN IMF. TERJADI KESULITANMEMPEROLEH DEVISA.– WB & IMF YANG MENANGANI KRISIS EKONOMI MENAWARKAN PAKET KEBIJAKANPERBAIKAN STRUKTURAL (STRUCTURAL ADJUSTMENT) DAN ATAU STABILISASI EKONOMI.– PENGETATAN PENGELUARAN BELANJA NEGARA DAN KEUANGAN/ PERBANKAN (TIGHTMONEY POLICY)– PENGURANGAN INTERVENSI PEMERINTAH DALAM BIDANG EKONOMI UNTUK MENGURANGIDISTORSI PASAR– PRIVATISASI DAN PERDAGANGAN BEBAS (FREE TRADE)– KEBIJAKAN STABILISASI EKONOMI YANG BERDAMPAK PADA PENGETATAN BELANJANEGARA UNTUK PEMBANGUNAN SEKTOR NON PRODUKTIF (SOSIAL) BERDAMPAK PADAPENINGKATAN ANGKA KEMISKINAN DAN PENGANGGURAN, SEHINGGA MENIMBULKANKRISIS PADA TATARAN MIKROEKONOMI, DI BANYAK NEGARA DI AMERIKA LATIN DANAFRIKA TELAH MENIMBULKAN GEJOLAK SOSIAL DAN POLITIK YANG BERAKHIR DENGANKUDETA ATAUPUN PERANG SAUDARA, SEHINGGA MENAMBAH BEBAN PENDERITAANRAKYAT.– EXPLOITASI SEKTOR PERTANIAN DAN SEKTOR PRIMER LAINNYA UNTUK MENGHASILKANDEVISA, BERDAMPAK NEGATIF TERHADAP KESEIMBANGAN LINGKUNGAN HIDUP. PADAPUNCAKNYA SDA HABIS, LINGKUNGAN RUSAK, PENCEMARAN TINGGI, DESERTIFIKASI,DAN KELAPARAN YANG SANGAT TERUTAMA DI NEGARA-NEGARA SUB-SAHARA AFRIKA.


PROFIL PARADIGMA PEMBANGUNANPARADIGMA GROWTH WITH EQUITY ATAU GROWTH WITH AHUMAN FACE– MERUPAKAN PENDEKATAN KOREKSI ATAS KEGAGALAN PARADIGMA PERTUMBUHANEKONOMI DAN KEBIJAKAN STABILISASI EKONOMI/STRUCTURAL ADJUSTMENT DARI IMFDAN WORLD BANK.– PEMERATAAN DISTRIBUSI PENDAPATAN MELALUI BERBAGAI PROGRAM SAFETY NETUNTUK MERINGANKAN BEBAN RAKYAT MISKIN UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN DASARMEREKA– PROGRAM PADAT KARYA (WORK FOR FOOD) DSB.– PERBAIKAN STRUKTURAL DI SEKTOR PRODUKTIF– PENGURANGAN INTERVENSI PEMERINTAH UNTUK MENGURANGI DISTORSI PASARPARADIGMA SOCIAL CAPITAL DAN SOCIAL DEVELOPMENT– PARADIGMA SOCIAL CAPITAL MEMPRIORITASKAN PEMBANGUNAN PADA PERBAIKANKELEMBAGAAN SOSIAL DALAM MASYARAKAT, PERHATIAN PADA PERTUMBUHAN DANHAK-HAK SOSIAL ANAK-ANAK, PERUBAHAN NILAI-NILAI SOSIAL KEMASYARAKATAN YANGKONDUSIF BAGI PENINGKATAN PRODUKTIVITAS YANG MENDORONG PERTUMBUHANAKTIVITAS EKONOMI– PARADIGMA SOSIAL DEVELOPMENT BERORIENTASI PADA PENCAPAIAN KONDISI-KONDISIPERBAIKAN KUALITAS KEHIDUPAN MASYARAKAT SEBAGAI DAMPAK POSITIF HASILPEMBANGUNAN DAN PERTUMBUHAN EKONOMI. NAMUN DEMIKIAN SUBYEK PADA SOSIALDEVELOPMENT MASIH CENDERUNG BIAS PADA SEKTOR-SEKTOR PRODUKTIF ATAUSISTEM PASAR DAN PARA PELAKU PASAR MAUPUN APARATUR PEMERINTAH SEBAGAIPELAKSANA ATAU AGEN PEMBANGUNANPARADIGMA SOSIAL KAPITAL DINILAI LEBIH EGALITARIAN DAN LEBIH PRO-RAKYATMISKIN, MELALUI BERBAGAI PROGRAM DALAM PENINGKATAN KUALITAS PELAYANANSOSIAL, PENDIDIKAN, KESEHATAN, PELATIHAN KERJA DAN SEBAGAINYA YANGCENDERUNG MEMBERDAYAKAN KAPASITAS RAKYAT.


PROFIL PARADIGMA PEMBANGUNANPARADIGMA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN(SUSTAINABLE DEVELOPMENT)– DIILHAMI OLEH HASIL PENELITIAN KOMISI BRUNDLANT DI AFRIKADAN LAPORAN UNEP DAN UNECA TENTANG KERUSAKANLINGKUNGAN HIDUP DI AFRIKA, TERUTAMA DI SUB-SAHARA AFRIKA,SEBAGAI DAMPAK KEGAGALAN PENDEKATAN PEMBANGUNAN YANGJUGA DI SPONSORI WORLD BANK MAUPUN IMF.– WORLD BANK KEMUDIAN MEMPROMOSIKAN STRATEGI ATAUPARADIGMA SUSTAINABLE DEVELOPMENT, YAITU PROSESPEMBANGUNAN DENGAN MENGUTAMAKAN PERTUMBUHANEKONOMI YANG RAMAH LINGKUNGAN SERTA MEMPERHATIKANPELESTARIAN LINGKUNGAN HIDUP DAN SUMBER DAYA ALAM BAGIKELANGSUNGAN GENERASI MASA DEPAN– SUSTAINABLE DEVELOPMENT MENEKANKAN AGAR PROSESPEMBANGUNAN DAPAT MEMINIMALKAN DAMPAK LANGSUNG DANTIDAK LANGSUNG TERHADAP PENINGKATAN EFEK RUMAH KACAYANG BERAKIBAT PEMANASAN GLOBAL YANG MENGANCAMKEHIDUPAN BANGSA-BANGSA DI DUNIA.– PARADIGMA PEMBANGUNAN BERKELANJUTAN JUGA DIDUKUNGOLEH BERBAGAI PROTOKOL INTERNASIONAL SEPERTI PROTOKOLKYOTO DAN AGENDA 21 DI BIDANG PELESTARIAN LINGKUNGAN


PROFIL PARADIGMA PEMBANGUNANPARADIGMA HUMAN DEVELOPMENT– PARADIGMA HUMAN DEVELOPMENT DIPROMOSIKAN OLEH UNDPDAN TELAH MENJADI KOMITMEN GLOBAL SEBAGAI KERANGKAPEMBANGUNAN DI BERBAGAI NEGARA. TERMASUK DI NEGARA-NEGARA MAJU SEKALIPUN.– PARADIGMA INI DILANDASI OLEH KEYAKINAN DAN PENGAKUANATAS KEKUATAN PEOPLE CHOICES (PILIHAT RAKYAT), DALAM ARTIRAKYAT HARUS DIBERI KESEMPATAN UNTUK MENGGUNAKANKAPABILITAS DAN KAPASITASNYA UNTUK MEMBANGUN DIRINYASENDIRI DAN UNTUK MEMPERTAHANKAN KELANGSUNGAN HIDUPGENERASI PENERUSNYA DENGAN SUMBER DAYA DANLINGKUNGAN HIDUP YANG LESTARI SECARA BERKELANJUTAN.– PARADIGMA INI BERSIFAT UNIVERSAL, MEMPERHATIKAN ANTARMEANS DAN ENDS, NON DISKRIMINATIF, MENEMPATKANMASYARAKAT SEBAGAI SUBYEK PEMBANGUNAN, MENDORONGPENINGKATAN KAPABILITAS MAUPUN PENGGUNAANNYA, DANMENGURANGI DEPRIVASI (PENDERITAAN), DAN BERORIENTASIPADA SUSTAINABILITY ATAU KEBERLANJUTAN KESEJAHTERAANGENERASI PENERUS.


SUSTAINABLE DEVELOPMENTPERTUMBUHANSistem Dunia/ GlobalisasiDAN 1980-an s/d 1990-anASEAN, APEC,PEMERATAANAFTASTRUCTURAL ADJUSTMENTINDUSTRIALISASI: PMA / PMDNPEMBANGUNAN MANUSIACHARACTERREVOLUSIDAN MASYARAKAT 1970-an s/d 1980-anBUILDINGHIJAUSEUTUHNYAGrassroot DevelopmentBASIC NEEDSNASIONALISASIEKONOMI - ETATISME1945 s/d 1950-anMARHAENISME1950-an s/d 1960-anPERANGKEMERDEKAAN :AGRESI BELANDA I & iiPEMBANGUNAN KUALITASDEMOKRATISASIMANUSIA DAN MASYARAKATORDESEUTUHNYA1990-an s/d 2000-an REFORMASILIBERALIZATIONHUMAN DEVELOPMENT1960-an s/d 1970-anSTABILISASI POLITIKANTIWESTERNISASIBERDIKARIPENUMPASANPEMBERONTAKAN DIBERBAGAI DAERAHNATIONBUILDINGORDE LAMAINSTITUTIONBUILDINGORDE BARUPARADIGMAPEMBANGUNAN DIINDONESIA


PEMBUKAAN UUD 1945 SEBAGAIPARADIGMA KEBANGSAAN INDONESIABAHWA SESUNGGUHNYA KEMERDEKAAN IALAH HAK SEGALA BANGSA DAN OLEHSEBAB ITU, MAKA PENJAJAHAN DI ATAS DUNIA HARUS DIHAPUSKAN, KARENA TIDAKSESUAI DENGAN PERI KEMANUSIAAN DAN PERI KEADILANDAN PERJUANGAN PERGERAKAN KEMERDEKAAN INDONESIA TELAH SAMPAILAHPADA SAAT YANG BERBAHAGIA DENGAN SELAMAT SENTAUSA MENGANTARKANRAKYAT INDONESIA KEDEPAN PINTU GERBANG KEMERDEKAAN NEGARA INDONESIAYANG MERDEKA, BERSATU, BERDAULAT, ADIL DAN MAKMUR.ATAS BERKAT RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA DAN DENGAN DIDORONGKANOLEH KEINGINAN LUHUR, SUPAYA BERKEHIDUPAN KEBANGSAAN YANG BEBAS,MAKA RAKYAT INDONESIA MENYATAKAN DENGAN INI KEMERDEKAANNYA.KEMUDIAN DARIPADA ITU UNTUK MEMBENTUK SUATU PEMERINTAHAN NEGARAINDONESIA YANG MELINDUNGI SEGENAP BANGSA INDONESIA DAN SELURUHTUMPAH DARAH INDONESIA DAN UNTUK MEMAJUKAN KESEJAHTERAAN UMUM,MENCERDASKAN KEHIDUPAN BANGSA, DAN IKUT MELAKSANAKAN KETERTIBANDUNIA YANG BERDASARKAN KEMERDEKAAN, PERDAMAIAN ABADI, DAN KEADILANSOSIAL, MAKA DISUSUNLAH KEMERDEKAAN KEBANGSAAN INDONESIA ITU DALAMSUATU UNDANG-UNDANG DASAR NEGARA INDONESIA, YANG TERBENTUK DALAMSUATU SUSUNAN NEGARA REPUBLIK INDONESIA YANG BERKEDAULATAN RAKYATDENGAN BERDASARKAN KEPADA: KETUHANAN YANG MAHA ESA, KEMANUSIAANYANG ADIL DAN BERADAB, PERSATUAN INDONESIA, KERAKYATAN YANG DIPIMPINOLEH HIKMAT KEBIJAKASANAAN DALAM PERMUSYAWARATAN/PERWAKILAN, SERTADENGAN MEWUJUDKAN SUATU KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYATINDONESIA.


Keyakinan Bangsa Sebagai CaraMemandang DuniaKemerdekaan :– Hak Segala Bangsa– Berkehidupan Kebangsaan Yang BebasNilai Kebebasan:– Peri Kemanusiaan– Peri KeadilanHakekat Kemerdekaan:– RAHMAT ALLAH YANG MAHA KUASA


Cita-Cita Bangsa Indonesia (VisiKemerdekaan Indonesia)–Merdeka–Bersatu–Berdaulat–Adil–MakmurDalam suatu tatanan yang bersifat integralistik:SUSUNAN NEGARA REPUBLIK INDONESIAYANG BERKEDAULATAN RAKYAT


Tugas Pemerintahan NegaraIndonesiaMelindungi segenap bangsa indonesiadan seluruh tumpah darah indonesiadan untuk memajukan kesejahteraanumum, mencerdaskan kehidupanbangsa, dan ikut melaksanakanketertiban dunia yang berdasarkankemerdekaan, perdamaian abadi, dankeadilan sosial


Tugas Pemerintahan NegaraIndonesiaSiapa yang melindungi segenap bangsaindonesia dan seluruh tumpah darahindonesia?Siapa yang memajukan kesejahteraan umum?Siapa yang mencerdaskan kehidupan bangsa?danSiapa yang ikut melaksanakan ketertibandunia yang berdasarkan kemerdekaan,perdamaian abadi, dan keadilan sosial?APA KONSEKUENSINYA ???!!!


DINAMIKA KONSTITUSI NEGARA, SIKLUSPEMERINTAHAN, SISTEM ADMINISTRASI NEGARA, DANCITA-CITA NASIONALTINGKATKEMAJUANPROKLAMASI& UUD 1945UUDS/UUD RISKEMBALIKE UUD1945ORDE LAMALAKSANAKANPANCASILA DAN UUD1945 SECARA MURNIDAN KONSEKUENKRISISNAS.ORDE BARUKRISISNAS.SIKLUSPEMERINTAHAN4XAMANDEMENUUD 1945ERA REFORMASICita-Cita Nasionaldan TujuanPemerintahanNegaraKOMPETENSISISTEMADMINISTRASINEGARA RINEXT???WAKTUUUD1945LAHIRDEKRITPRESIDEN1950 KEMBALIKE UUD 1945


RICH PICTURESPERMASALAHAN DAYA SAING NASIONALIMPORPRAKTEKBISNIS KOTORKEPEMIMPINANPEMERINTAHANINTERVENSIPEMERINTAHKOMPETISIPASARKEBIJAKANPERTUMBUHANEKONOMIKKNAKTIVITASEKONOMIBANGKRUT/RELOKASIKONFLIKPEKERJALAP.KERJADAYA SAINGNASIONALPENGANG-GURANINVESTASIDOMESTIKINVESTASIASINGPASARNAKERSUKUBUNGAARUS MODALEKSPORGCG & ALIHTEKNOLOGIKREDIBILITASNASIONALHUBUNGANINDUSTRIALSURPLUSDEVISANILAI KURSRPSPEKULASIRESTRUKTURISASI INDUSTRICADANGANDEVISAKRISISEKONOMI &MONETERRESTRUKTURISASIPERBANKAN


RICH PICTURE EQUILIBRIUM PEMBANGUNANIMPORPEMBANGUNANSOSIALKESEIMBANGANLINGKUNGANHIDUP & SDAKESEJAHTERAANRAKYATPEMBANGUNANPOLITIK, HUKUM&PEMERINTAHANDAYA SAINGNASIONALINVESTASIDOMESTIKPERTUMBUHANEKONOMIEKSPORINVESTASIASINGPEMBANGUNANIPTEK


VISI INDONESIA 2020(Tap MPR No. VII/MPR/2001)RELIGIUSMAJUPENYELENGGARANEGARA YANGBAIK DAN BERSIHBERSATUADILUndang Undang Nomor17 Tahun 2007 TentangRPJPN 2005-2025MANDIRIMANUSIAWIDEMOKRATISMAKMURSEJAHTERATATANAN MASYARAKAT BANGSAINDONESIA TAHUN 2020


Misi Pembangunan Jangka Panjang Nasional2005 - 2025Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika,berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila;Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing;Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum;Mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu;Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan;Mewujudkan Indonesia asri dan lestari;Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju,kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional;Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan duniainternasional


Misi Pembangunan Jangka Panjang Nasional2005 - 2025Mewujudkan masyarakat berakhlak mulia, bermoral, beretika,berbudaya, dan beradab berdasarkan falsafah Pancasila;Mewujudkan bangsa yang berdaya-saing;Mewujudkan masyarakat demokratis berlandaskan hukum;Mewujudkan Indonesia aman, damai, dan bersatu;Mewujudkan pemerataan pembangunan dan berkeadilan;Mewujudkan Indonesia asri dan lestari;Mewujudkan Indonesia menjadi negara kepulauan yang mandiri, maju,kuat, dan berbasiskan kepentingan nasional;Mewujudkan Indonesia berperan penting dalam pergaulan duniainternasional


GDP GrowthWalaupun Pertumbuhan Ekonomi Indonesia 2009 Melambat,namun masih lebih baik dari yang diperkirakan…Sumber-sumber Pertumbuhan PDB (%) 2007 -2008Pertumbuhan PDB 2004-2009 ( yoy, %)7%6%5%4%3%2%1%0%5.1%5.7% 5.5%6.3% 6.2%2004 2005 2006 2007 2008* 2009*GDP Growth Household Consumption Exports Investment4-4.5%KEBIJAKAN DAN STRATEGI KEUANGAN DALAM RANGKA GOOD GOVERNANCEPAPARAN MENTERI KEUANGAN RIDisampaikan dalam Program Pendidikan Singkat Angkatan XVI Lemhanas RI Tahun 2009Jakarta, 8 Mei 20094.5%16%14%12%10%8%6%4%2%0%


PETA SEBARAN LOKASI DAERAH TERTINGGAL DI INDONESIAPEMBANGUNAN KEPENDUDUKAN DI DAERAH TERTINGGAL DALAM RANGKA PEMBANGUNAN NASIONALOleh:Muhamad Lukman EdyMenteri Negara Pembangunan Daerah TertinggalJakarta, 28 April 2009Daerah MajuDaerah TertinggalTotal : 199 Kabupaten Tertinggal(43% dari total Kab/Kota, 63% dari luas wilayahIndonesia dengan jumlah penduduk 32% dari totalpenduduk Indonesia);Faktor penyebab ketertinggalan: geografi, sumberdaya alam, SDM, sarana dan prasarana, rawanbencana dan konflik sosial, kebijakan pembangunan.KTI,123 Kab,62%Sumatera,58 Kab,29%Jawa-Bali,18 Kab,9%


Permasalahan Kesejahteraan EkonomiMasyarakatINDONESIASumber: http://www.imf.org/external/pubs/ft/ survey/so/2007/CAR1010A.htmGrafik 1 : Hubungan Antara Pertumbuhan PDB, AngkaKemiskinan, dan Angka PengangguranSumber: ADB, 2007, Inequality in Asia: Highlight Key Indicators 2007 Special Chapter(http://www.adb.org)Grafik 2: Koefisien Gini Negara-Negara Berkembang Anggota ADB(Pengeluaran Konsumsi dan Distribusi Pendapatan)


SUMBER FOTO:GOOD GOVERNANCE &PEMBERANTASAN KORUPSIDI INDONESIAAbdullah HehamahuaPenasihat KPKPPSA (Program Pendidikan Singkat Angkatan) XVILemhannas RI, 2009


SUMBER FOTO:GOOD GOVERNANCE &PEMBERANTASAN KORUPSIDI INDONESIAAbdullah HehamahuaPenasihat KPKPPSA (Program Pendidikan Singkat Angkatan) XVILemhannas RI, 2009


SUMBER FOTO:GOOD GOVERNANCE &PEMBERANTASAN KORUPSIDI INDONESIAAbdullah HehamahuaPenasihat KPKPPSA (Program Pendidikan Singkat Angkatan) XVILemhannas RI, 2009


SUMBER FOTO:GOOD GOVERNANCE &PEMBERANTASAN KORUPSIDI INDONESIAAbdullah HehamahuaPenasihat KPKPPSA (Program Pendidikan Singkat Angkatan) XVILemhannas RI, 2009


SUMBER FOTO:GOOD GOVERNANCE &PEMBERANTASAN KORUPSIDI INDONESIAAbdullah HehamahuaPenasihat KPKPPSA (Program Pendidikan Singkat Angkatan) XVILemhannas RI, 2009


FALLACIES OF DEVELOPMENTPARADIGMS


CHANGES IN BOTH THEORY AND POLICY PRESCRIPTIONSARISE MAINLY FROM THE FOLLOWINGFIVE SOURCES:First, there is learning. As our empirical and theoretical knowledge-baseenlarges, new theoretical propositions, or new evidence concerning eitherresounding real-world successes or conspicuous real world failures,become apparent. These feed into new theoretical or empirical paradigms.Second, there are changes in ideology. As different power-elites ascendand wane, their ideologies ascend and wane with them. New ideologiesprovide new prisms through which to view both old theories and old policyprescriptions. When they are inconsistent with new fundamental values,they must be reformulated so as to achieve congruence.Third, there are (exogenous?) changes in the internationalenvironment. When major technological innovations, such as the Industrialor the Communications revolutions, or major global institutionaltransformations, such as the Post Bretton Woods architecture of the globalfinancial system, take place, they can have major implications for boththeory and policy. They can raise new issues, open new opportunities, orclose old ones.Fourth, there are changes in domestic institutions, constraints andaspirations. The dynamics of development themselves fundamentallyrestructure institutions, relax some constraints while tightening others, andbring new aspirations to the fore.Fifth, there is the culture of the discipline, which serves to structure theart of discourse and manner of argumentation in the discipline. It determineshow the previous four sources of change are incorporated into theories andmodels.


THE FALLACIESthree major fallacies arising from the KISSprinciple that is “Keep It Simple Stupid”. Thisprinciple demands simple explanations anduniversally valid propositions. It has led tothree major fallacies, with significantdeleterious consequences for both theory andpolicy:(1) single-cause theories of underdevelopment;(2) single-figure-of-merit criterion ofdevelopment; and(3) log-linear process of development


FALLACY #1: UNDERDEVELOPMENTHAS BUT A SINGLE CAUSE (X).X = Physical Capital (1940-1970)X = Entrepreneurship (1958-1965)X = Incorrect Relative Prices (1970-1980)X = International Trade (1980-)X = Hyperactive Government (1980- 1996)X = Human Capital ( 1988- ).X = Ineffective Government ( 1997-)


FALLACY #2: A SINGLE CRITERION SUFFICES TOEVALUATEDEVELOPMENT PERFORMANCEThe deficiencies of per capita GNP as aperformance criterion have been extensivelyanalysed (see, e.g. Sen 1988). Suffice it to saythat the growth of GNP is indicataive only of theextent of national potential for improving thewelfare of the majority of the population-- not theextent to which the society delivers on thispotential


FALLACY #3: DEVELOPMENT IS A (LOG) LINEARPROCESSFollowing Solow (1957), a single production function is assumed tocharacterize all countries. This unique production function is presumed tobe a function of the supply of inputs, capital, labor and natural resources.Country deviations from this production function are taken to representproductivity differences, whose source is left undefined.Accordingly, the rate of growth of total output becomes a function of therate of change of the physical inputs; that of per capita output (=income)becomes a function of the rate of change of the capital labor ratio, the rateof change of the per capita endowment of natural resources (usuallyassumed to be zero) and the rate of change of the residual.The unique production function approach leads to severalerroneous implications. It suggests that:(1) initial conditions do not matter;(2) levels do not matter;(3) there is no path-dependence; and hence that(4) universal policy prescriptions apply to all countries at all points intime, regardless of their current state of socio-institutional andeconomic development, political structure and policy objectives.


NEW DEVELOPMENT PARADIGM


DEVELOPMENT IS THETRANSFORMATION OF SOCIETY


Turid Sato and William E. Smith i ,1993


Turid Sato and William E. Smith i ,1993


PERANKELEMBAGAANNEGARAPOTENSISUMBER DAYA:HUTANBAHAN TAMBANGPERAIRANDARAT/LAUTFLORA/FAUNASUMBER DAYAMANUSIAADAT/BUDAYAKEARIFAN LOKALINFRASTRUKTUREKONOMI & SOSIALPERANSWASTAKERANGKA STRATEGIS PERMASALAHANADMINISTRASI NEGARAPERTUMBUHANEKONOMI LAMBANPENDAPATANPERKAPITA RENDAHPENGANGGURANTINGGIKEMISKINAN TINGGIKEBIJAKAN POL & HKMPERMASALAHAN MASYARAKATAKSELERASIPERTUMBUHANEKONOMIPENDAPATANMASYARAKAT NAIKPENGANGGURANRENDAHKEMISKINAN RENDAHKUALITAS SDMDERAJAT KESEHATANMASYARAKATBENCANA ALAMDEPLESI SUMBER DAYAALAMDPR/D DAN KEP NEGARA/DAERAH & WAKIL KN/D;KAPASITAS PENYELENGGARAAN PEMERINTAHAN :KEBIJAKAN DAN PROGRAMPEMERINTAHAN UMUM, TRAMTIBMAS, PELAYANANPUBLIK, PEMBANGUNAN SOS-BUD-EK-POL-KUM-KAMPERANGKAT NEGARA/DAERAH:DEP/LPND/KOMISI/SETDA/DINAS/BADAN/LTDKEBIJAKAN SOS-BUDSASARAN HASILKEBIJAKAN EKONOMIKEBIJAKAN LINGK HDPKUALITAS SDMMENINGKATHARAPAN HIDUPMENINGKATDEPLESI SDADIPERLAMBATLINGK. HIDUP LEBIHBAIKNEGARADONORKEPENTINGANDAN ASPIRASIKEBUTUHANMASYARAKATSWADAYAMASYARAKAT


AUTOTHERAPHEUTICMECHANISMIN THE GOVERNANCE FORTHE TRANSFORMATION OFSOCIETYNorma Good Societal GovernanceOrganized SocietyLSM Ormas Ornop Orprofesi AdatGoverning SystemGovernability?Ek Sos Pol Bud PendArea of InterestNorma Good Corporate GovernanceSektor SwastaEkonomiMASYARAKATKOMUNITASKELUARGAINDIVIDUSos BudPemerintahan NegaraNorma Good Public GovernanceTUJUAN NASIONAL

More magazines by this user
Similar magazines