Market Perspective June 2013 - Commonwealth Bank

commbank.co.id

Market Perspective June 2013 - Commonwealth Bank

1 | Market Perspective | Juni 2013Nasabah yang terhormat,Hanya 1 bulan lagi menjelang bulan suci Ramadhan yang tentunya teramat istimewa untuk Anda semua yang beragamaIslam. Demikian pula periode liburan tahun ajaran baru yang telah kita masuki saat ini, tentunya momen-momen sepertiini merupakan momen yang dinantikan oleh Anda dan sekeluarga setiap tahunnya.Dalam edisi kali ini, kami menghadirkan berbagai informasi dan ulasan yang menarik, baik dari sisi ekonomi globaldan domestik serta strategi investasi yang inovatif untuk mengantisipasi berbagai gejolak di pasar. Bank sentral – banksentral utama dunia terus berusaha menstimulasi pertumbuhan ekonomi longgar dengan kebijakan moneter yanglonggar serta mengalirkan likuiditas dalam jumlah yang siginifikan.Memasuki periode bulan Juni yang memiliki banyak aktivitas bagi Anda dan sekeluarga, alangkah baiknya apabila Andamemperhatikan keseimbangan pada portfolio investasi Anda sebelum Anda melakukan liburan dan aktivitas lainnya.Setelah mengalami momen positif selama 5 bulan pertama di tahun 2013, probabilitas pasar modal memasuki fasekonsolidasi akan meningkat di bulan Juni, sehingga akan sangat penting bagi Anda untuk mengelola dan menyesuaikantingkat risiko dari portofolio investasi Anda. Namun bagi Anda yang memiliki profil risiko agresif, momen konsolidasi saatini tentunya adalah momen yang ditunggu-tunggu untuk melakukan akumulasi aset investasi Anda.Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih atas kesetiaan Anda menjadi nasabah PT Bank Commonwealth danberharap kesuksesan selalu menyertai Anda.Salam hangat,Ian WhiteheadDirector of Retail and Business BankingGLOBAL OUTLOOKPertumbuhan ekonomi global diekspektasi akan mencapai level 3,1% di tahun 2013. Data ekonomi terbaru menunjukkan dua kondisiyang bertolak belakang. Pertumbuhan ekonomi negera berkembang relatif mengecewakan namun sebaliknya dengan pertumbuhan ekonominegara maju. Pertumbuhan GDP China di 1Q13 hanya mencapai 7,7% sedangkan Jepang tumbuh 0,9% di periode yang sama. Proyeksipertumbuhan ekonomi global juga cenderung mengalami penurunan yang diindikasikan melalui melemahnya data PMI China dan Eropa.Pelaku pasar juga mengantisipasi kemungkinan the Fed untuk mengakhiri program pembelian kembali aset serta kebijakan suku bungarendah, sementara bank sentral lainnya sepert RBA, ECB, BOE dan BOJ diestimasi masih akan meneruskan kebijakan yang longgar, denganmenyesuaikan pada laporan data kondisi ekonomi selanjutnya. Dengan masih tersedianya likuiditas serta kebijakan moneter yang relatiflonggar dari bank sentral utama dunia, investor diestimasi masih akan melakukan perburuan terhadap aset yang memiliki imbal hasil tinggiuntuk mencapai kinerja yang optimal bagi portofolionya.Amerika SerikatJepangUS Payrolls.000400Monthly Change3002003-Month MovingAverage.000400300200Bank sentral Jepang (BoJ) optimis ekonomi Jepang dapat mencatatpertumbuhan 2,9% tahun ini, dimana pertumbuhan GDP di 1Q13tercatat mencapai 0,9%. Program pembelian obligasi pemerintah Jepangdifokuskan untuk menurunkan tingkat imbal hasil obligasi, mendorongpertumbuhan pinjaman kredit serta ekonomi Jepang. Pemerintah Jepangingin mendorong pertumbuhan pinjaman bank tetapi sistem perbankanjepang sudah mempunyai banyak likuiditas.1000Jan-11Sumber: CBA AustraliaJul-11Jan-12 Jul-12 Jan-131000BoJ mempunyai target untuk menaikkan inflasi ke 2% dalam 2 tahunke depan sehingga Pemerintah Jepang diekspektasi akan menambahpembelian asset sebelum akhir tahun 2013 (bertolak belakang denganekspektasi QE di Amerika akan berakhir) untuk terus mendorongpertumbuhan ekonominya.Pada tanggal 22 Mei, Bernanke memberikan pernyataan dimanasektor tenaga kerja di AS memberikan sinyal positif. Di satu sisi, halini mendorong kekuatiran program QE akan mulai dihentikan. Rataratapenambahan tenaga kerja baru di AS terkecuali sektor pertanianmencapai lebih dari 200k perbulan untuk 6 bulan terakhir. Konsumen ASpun memiliki ketahanan yang lebuh baik saat ini terhadap kemungkinanpengetatan fiskal dibandingkan ekspektasi awal. The Fed memproyeksipertumbuhan ekonomi AS dapat mencapai 2,6% ditahun 2013 dan3,2% di tahun 2014. Bernanke telah menyatakan bahwa penguranganpembelian asset yang terlalu dini dapat menganggu laju pemulihanekonomi AS. Jika sektor tenaga kerja AS terus tumbuh pada levelyang sama untuk 6 bulan ke depan, the Fed diekspektasi akan mulaimengurangi pembelian asset mulai akhir tahun 2013 ini mengingat lajupemulihan ekonomi AS yang relatif lebih stabil.Zona EropaEkonomi Zona Eropa masih belum dapat keluar dari resesi yang sudahmemasuki kuartal. Sebagian besar indikator ekonomi yang dilaporkanbulanan seperti PMI serta tingkat keyakinan consumer maupun produsenmemberikan sinyal resesi masih akan berlanjut pada kuartal kedua tahun2013 ini.Pemulihan ekonomi Zona Eropa masih relatif lemah karena tertekan olehkondisi kredit yang ketat dan konsolidasi kebijakan fiscal pemerintah.Jika prospek pemulihan menurun di Zona Eropa dan inflasi masihmenurun, ECB mungkin akan kembali memberikan stimulus monetertambahan. ECB akan terus memusatkan perhatian untuk menggerakkanpinjaman antar bank.


2 | Market Perspective | Juni 20131612Eurozone Bank Lending (% YoY, 3MMA)840Households-4Dec-04 Jun-07 Dec-09 Jun-12Sumber: CBA AustraliaNon-Financial CorporatesChinaBanyak ekonom menurunkan proyeksi pertumbuhan China tahun inimenjadi 7,8%. International Monetary Fund (IMF) juga turut merevisiturun proyeksi pertumbuhan ekonomi China di tahun 2013 dari 8,1%menjadi 8% sedangkan di tahun 2014 dari 8,5% menjadi 8,2% di bulanApril. Di bulan April, Headline Consumer Price Index (CPI) meningkat1612840-42,4% YoY karena musim dingin mendorong naik harga sayuran. Sampaiakhir tahun 2013, inflasi diekspektasi akan berkisar 2-3%, masih dibawah target bank sentral China di 3%.Betting Lower - Many economists are cutting their 2013 GDP forecast for ChinaSociete GeneraleNomuraJ.P. MorganCitiMizuhoStandard CharteredINGRBSMedian forecastCapital EconomicsBOADaiwaHSBCOld7.47.78.27.87.78.39.08.48.08.08.18.18.6New7.47.57.67.77.77.77.87.87.88.08.08.18.2Note: New forecasts are based on responses from 12 economists surveyed in recent weeksSumber: WJS survey, The Wall Street JournalLOCAL OUTLOOKelama bulan Mei 2013, IHSG berhasil menguat +0,69% dari 5034,071 menjadi 5068,628 walaupun indeks sempat menembus level 5200.SPergerakan IHSG cukup fluktuatif karena cukup besar aliran dana asing yang keluar sebesar USD-31,5 juta karena kebijakan tentang BBMbersubsidi yang belum juga diputuskan pemerintah. Di bulan Mei, inflasi tetap bertahan dibatasan atas target BI di 5,5%. Neraca perdaganganbulan Mei kembali mencatat defisit karena penurunan ekspor yang lebih besar dari ekspektasi. Dalam jangka pendeknya, bursa diperkirakanmasih dapat terkoreksi karena kekhawatiran akan inflasi dan kenaikan BI Rate. Investor direkomendasi untuk melakukan Dollar Cost Averaging.Pergerakan IHSG dan Aliran Dana Asing Selama Bulan Mei 20138006004002000-200Sumber: Bloomberg2 71 3 86 10 13 14 15 16Setelah berbulan-bulan berkutat dengan keputusan tentang BBMbersubsidi, proposal terbaru yang diajukan adalah kenaikan 44% dariharga Rp4,500/lt menjadi Rp6,500/lt untuk bensin dan 22% dari Rp4,500/lt menjadi Rp5,500/lt untuk solar. Pemerintah mengajukan revisi APBN2013 kepada DPR dan menunggu persetujuan untuk menaikkan hargaBBM bersubsidi yang diekspektasi akan berlaku mulai pertengahan tahun2013 ini. Pemerintah mengalokasikan dana bantuan kepada masyarakatmiskin sebesar Rp30 triliun, di mana Rp13 triliun akan sebagai BantuanLangsung Swadya Masyarakat (BLSM) alias BLT, Rp7 triliun sebagaiBantuan Siswa Miskin (BSM), Rp6 triliun untuk proyek infrastruktur dipedesaan dan Rp3 triliun sebagai Raskin (Beras Miskin) dan lainnya.Jika rencana kenaikan harga BBM disetujui, dalam jangka pendeknya,tingkat inflasi dan suku bunga diekspektasi akan meningkat, yangkemudian mungkin akan mendorong pasar terkoreksi dan aliran danakeluar dari pasar obligasi untuk jangka pendek.Tingkat Inflasi Mei 2013May 2013Perkembangan Tentang BBM BersubsidiPeriodMar-05Oct-05May-08ProposedSumber: Morgan StanleyOld Fuel Price (Rph/litre)17 20 22 24 2821 23 27 29 30 31Premium Fuel Disel Premium Fuel Disel Premium Fuel Disel Average1,8102,4004,5004,5001,6502,1004,3004,500New Fuel Price (Rph/litre)2,4004,5006,0006,5002,1004,3005,5005,50033%88%33%44%% Increase27%105%28%22%30%96%31%33%Walaupun menurun tipis , inflasi tetap bertahan dibatasan atas targetBI di 5,5% YoY dan -0,3% MoM. Tingkat inflasi inti juga turun tipis dari4,1% di bulan April menjadi 4%. Inflasi harga makanan masih menurunwalaupun pemerintah mulai melonggarkan pembatasan impor terhadapbahan makanan pokok. Biaya rumah tangga meningkat 4,7% di bulan5200515051005068.628505050004950Mei karena adanya kenaikan tarif listrik di bulan April lalu. Denganekspektasi harga bahan bakar akan naik 44% di pertengahan tahun ini,Bank Indonesia memprediksikan kenaikan Rp2000/liter akan mendorongkenaikan inflasi inti sebanyak 320 basis poin. Dalam 3 bulan setelahkenaikan harga BBM bersubsidi, inflasi inti dapat naik sampai 8% dankemudian menurun dalam 12 bulan kedepannya. Dalam rangkaianCPI basket yang merupakan tolok ukur inflasi, kendaraan transportasibaik operasional maupun umum mencakup 18,8%. Bahan makananmencakup 33,5% dan dekspektasi juga akan naik harganya.Defisit Neraca Perdagangan Berpotensi Menekan RupiahTrade TrendsTotal exports- Oil & gas-----Crude oil-----Oil products-----Gas- Non-Oil & gasTotal imports- Oil & gas-----Crude oil-----Oil products-----Gas- Non-Oil & gas%YoY%YoY%YoY%YoY%YoY%YoY%YoY%YoY%YoY%YoY%YoY%YoYSumber: CEIC, BPS & Morgan Stanley ResearchDec-12 Jan-13 Feb-13 Mar-13 Apr-13-9.9-14.9-20.6-4.1-12.5-8.6-5.41.6-31.913.872.7-7.4Trade balance US$mn -188Trade balance Monthly annualized, % of GDP -0.3%-1.2-15.6-29.71.8-11.72.4-4.3-23.5-30.811.1-24.10.9-12.9-16.0-21.6-30.3-8.1-12.1-9.1-32.9-32.9-25.5-34.2-2.4Neraca perdagangan Indonesia kembali mengalami defisit US$1,616miliar pada bulan April 2013 setelah pada bulan sebelumnya sempatsurplus sebesar $138 juta di bulan Maret. Defisit neraca perdagangandiekspektasi akan semakin menekan mata uang rupiah, yang saat inisudah melemah karena tekanan dari risiko keluarnya aliran dana asingdari pasar obligasi karena kemenarikan imbal hasil obligasi US yang terusmeningkat.Ekspor masih lemah, menyusut 9,1% YoY dibulan April (vs Maret-12,9% YoY dan consensus -7,4% YoY). Penurunan ekspor didorongoleh pelemahan ekspor migas 32,9% YoY (vs Maret -16% YoY).Sebaliknya, impor menyusut 3,7%YoY (vs Maret -8,8% YoY) karenapenurunan impor barang modal sebanyak -22,5%. Hal ini mungkinmensignalkan penurunan aktifitas investasi. Impor barang konsumentumbuh 1,4% sedangkan untuk barang mentah naik 0,9%. Defisit neracaperdagangan diekspektasi membaik sampa ke 2,1% dari GDP dariekspektasi sebelumnya 2,7% di tahun 2013, jika subsidi BBM dikurangi.Dengan neraca perdagangan mencatat deficit, neraca transaksi berjalandiekspektasi akan mencatat defisit sekitar 3-4% dari GDP (dibandingkan-2,4% dari GDP di 1Q13).6.231.434.725.685.7-0.4-75-0.1%3.04.3-9.010.6-11.42.6-298-0.4%-8.8-2.633.9-20.324.4-10.81380.2%-3.7-12.617.8-12.7-66.7-0.8-1616-2.2%


3 | Market Perspective | Juni 2013ANALISA VALASPara pelaku pasar masih terus memperhatikan perkembangan dari data-data indikator pertumbuhan ekonomi di Amerika Serikat terutamapada pasar tenaga kerja yang menjadi fokus dari perbaikan perekonomian Amerika Serikat. Pandangan mengenai aksi The Fed untuktetap melanjutkan atau mengurangi stimulus dan pelonggaran kebijakan seiring dengan membaiknya kondisi perekonomian di Amerika Serikatmasih menjadi tolok ukur para investor untuk menentukan kepastian investasi. Pergerakan mata uang dunia 2 sampai 3 bulan ke depan, akancenderung terfokus pada rencana The Fed tersebut.Iklim perekonomian di zone Eropa pada bulan Mei2013 relatif diwarnai dengan sentimen positif dari sisiperekonomian domestik zona Eropa. Fluktuasi EUR/USDpada bulan Mei 2013 sebesar 3,36% penurunan EUR terhadap USD diawal Mei 2013 dikarenakan oleh persepsi pasar terhadap rencana aksiThe Fed untuk mengurangi nominal stimulus di Amerika Serikat.Diperkirakan EUR/USD akan bergerak dengan kecenderungan naikdengan target 1,3280. Rentang harga EUR/USD pada bulan Juni 2013diperkirakan berada diantara 1,2880-1,3320.IDR secara technical masih pada trend melemah setelahmenembus level 9,800 per US Dollar. Turunnya kinerjaneraca perdagangan Indonesia yang dipicu oleh turunnyaharga minyak, berdampak pada rendahnya supply USD di pasarIndonesia sehingga membuat IDR terus terperosok.Untuk bulan Juni 2013, USD/IDR diperkirakan akan bergerak denganrentang harga 9,775-9,9910 dengan kecenderungan naik.Membaiknya data-data perekonomian inggris mulaidari harga perumahan, produksi industri, dan produksimanufaktur menunjukan keberhasilan program assetpurchase BOE (Bank of England). Turunnya angka pengangguran diInggris dari 7,9% ke 7,8% juga menunjukan perekonomian di Inggrismengalami pertumbuhan.Diprediksikan GBP/USD masih akan cenderung naik dengan target1,5588 sampai akhir Juni 2013. Indikator technical GBP/USDmenunjukan fleksibilitas GBP untuk menguat terhadap USD denganjangka menengah.Setelah pemotongan suku bunga di awal bulan Mei silam,AUD tertekan turun hingga berada di bawah parity level(1:1 dengan USD). Pelonggaran kebijakan dan proyeksiGDP yang turun berdampak pada tertekannya AUD terhadap USD.Lemahnya harga komoditas juga berdampak negatif pada pergerakanAUD/USD.Diperkirakan AUD/USD akan bergerak dengan rentang 0,9450-0,9900untuk bulan Juni 2013. Indikator stochastic slow dan MACD pada chartharian AUD/USD mengindikasikan adanya potensi rebound untuk AUD/USD.Komitmen BOJ (Bank of Japan) untuk menggelontorkanstimulus per bulan 7,5 triliun JPY per bulandiperkirakan akan menambahkan likuiditas JPY dipasar. Diperkirakan JPY akan kembali melemah pada bulan Juni2013 dengan target di 104,80 per US Dollar untuk jangka waktumenengah hingga panjang.JPY masih dalam trend melemah. Beberapa indikator technicalmengindikasikan potensi penguatan terbatas untuk JPY terhadapUSD.RecommendationUSD/IDR EUR/USD GBP/USD AUD/USD USD/JPYExpected Buying level 9775 - 9825 1.2950 - 1.2975 1.5175 - 1.5200 0.9530 - 0.9575 99.75 - 100.00Expected Selling level 9880 - 9910 1.3320 - 1.3400 1.5600 - 1.5650 0.9900 - 0.9950 103.20 - 103.60Long profit taking @ 9900 and above 1.3250 and above 1.5450 and above 0.9850 and above 102.50 and aboveShort profit taking @ 9800 and below 1.3120 and below 1.5450 and below 0.9775 and below 101.80 and belowLong cut loss @ 9700 - 9725 1.2850 - 1.2875 1.5050 - 1.5100 0.9380 - 0.9400 98.50 - 98.75Short cut loss @ 10000 - 10100 1.3480- 1.3510 1.5775 - 1.5825 1.0050 - 1.0100 104.00 - 104.25Rekomendasi entry levelProfit TakingCut Loss*Data di atas hanya besifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.


4 | Market Perspective | Juni 2013COMMINSIGHTendekati akhir semester pertama 2013, IHSG tercatat masih mampu menguat 0,69% sepanjang bulan Mei 2013 di tengah semakinMmaraknya dorongan untuk menaikkan harga BBM bersubsidi serta laporan pendapatan emiten di kuartal pertama 2013 yang relatifmelemah. Yang menarik untuk disimak adalah kinerja IHSG semakin melemah apabila diukur secara bulanan semenjak Februari 2013hingga bulan Mei 2013. Sebagaimana telah diulas pada Comminsight edisi-edisi sebelumnya, investor semakin menyadari bahwa likuiditassemata tidak dapat dijadikan tumpuan untuk terus mendorong IHSG ke level yang lebih tinggi. Valuasi yang relatif tinggi serta doronganpendapatan emiten yang relatif lemah memicu investor melakukan aksi profit taking. Investor juga mewaspadai potensi kenaikan inflasi sertamelambatnya sektor investasi domestik yang diestimasi akan mendorong IHSG memasuki periode konsolidasi di bulan Juni 2013.Kinerja IHSG (bulanan) semakin melambatsemenjak bulan februari 2013JCI Performance - Diminishing Return9.00%8.00%7.00%6.00%5.00%3.00%2.00%1.00%0.00%Sumber: BloombergBerbicara secara fundamental, rasio P/E telah berekspansi lebih dari17% sepanjang tahun 2013 (hingga 31 Mei 2013) dan sempat mencapaipuncak di level 17,5x pada pekan ketiga bulan Mei 2013 (trailing P/E;sumber: Bloomberg). Di sisi yang lain, pendapatan emiten hanyamengalami pertumbuhan di kisaran 3% pada periode yang sama.Apabila melihat pada laporan pendapatan emiten di kuartal pertama2013, sektor-sektor yang bergerak pada kapitalisasi kecil dan menengahlebih dominan dalam menjadi penggerak kinerja IHSG sepanjangtahun 2013, sementara sektor-sektor utama seperti perbankan dankonsumer hanya mengalami tingkat pertumbuhan yang relatif moderat.Sementara sektor yang sempat menjadi tulang punggung Indonesiasebelum krisis tahun 2008, yakni sektor pertambangan melanjutkantendensi negatif dengan melaporkan pertumbuhan pendapatan yangnegatif untuk periode kuartal pertama 2013. Secara keseluruhan, tingkatpertumbuhan pendapatan emiten relatif solid dengan lebih dari 50%emiten melaporkan tingkat pendapatan sesuai ekspektasi di kuartalpertama 2013, namun hal ini cenderung tidak spektakuler dengan hanyakurang dari 20% emiten yang melaporkan tingkat pendapatan di atasestimasi analis.Sektor-sektor berkapitalisasi kecil dan menengahmelaporkan pertumbuhan pendapatan yang solid di kuartalpertama 2013, namun sektor-sektor berkapitalisasi besarmelaporkan pertumbuhan yang relatif moderatJCI Performance - Diminishing Return6050404020100(10)(20)53ConstructionJCI Performance - Diminishing Return3.17%Jan-1345Property40Media19 18 18 17Cement7.68%2013 earnings growth by sector - % YoY increaseConsumerTelecomsTransport3.03%13Banks8Toll Road1.88%5CPO3Conglos(8) (10) (16)Utilities0.69%Feb-13 Mar-13 Apr-13 May-13CoalHeavyEquipmenturgensi defisit pemerintah yang tak kunjung membaik. Pemerintahsendiri mengestimasi laju inflasi menjadi 7,2% untuk tahun 2013 denganestimasi kenaikan harga BBM ke level Rp6500, atau kenaikan sebesar1,8% dari level inflasi di bulan Mei 2013 sebesar 5,47%. Yang menjadipertanyaan investor, bagaimana implikasi terhadap suku bunga acuanbank sentral serta apakah pemerintah akan mulai memperketat kebijakanmoneter untuk mengendalikan likuiditas di pasar? Apabila investormemperhatikan grafik berikut, investor akan menyadari bahwa meskipunharga BBM bersubsidi tidak dinaikkan, pemerintah selama ini telahmenerapkan kebijakan moneter yang relatif longgar dan menjadikan realinterest rate dan real FASBI rate (membandingkan suku bunga acuan danFASBI dengan tingkat inflasi) sangat rendah bahkan negatif. Tentunyahal ini sangat sensitif bagi investor, terutama apabila trend inflasi terusmeningkat yang akan memaksa pemerintah untuk meningkatkan sukubunga acuan sebagai respon utama.Perhitungan suku bunga acuan dan suku bunga Fasbidikurangi tingkat inflasi, hampir mencapai level negatif6.04.02.00.0-2.0-4.0-6.0-8.0Mar-07Mar-08Note: Real rate computed using concurrent inflationSumber: Bloomberg, Credit SuisseMar-09 Mar-10Mar-11 Mar-12Mar-13Real FASBIReal BI RateSementara dari sisi teknikal, tendensi dalam 5 tahun terakhirmenunjukkan bahwa menjelang periode hari raya Idul Fitri serta periodeliburan panjang tahun akademi, volume transaksi perdagangan IHSGrelatif mengalami penurunan dibandingkan bulan-bulan sebelumnya,sebagaimana terlihat pada ilustrasi Bloomberg di bawah. Hal inimengindikasikan tingkat fluktuasi yang relatif lebih tinggi sertadominannya sektor-sektor defensif seperti konsumer dan infrastrukturdalam mendorong kinerja IHSG di bulan-bulan tersebut.Pada periode dimulainya liburan panjang (bulan juni)hingga bulan lebaran, umumnya nilai transaksi IHSGmengalami penurunan dan mengakibatkan naiknyafluktuasiJanMaySepFeb Jun OctMar Jul NovApr Aug Dec0.2-1.6Sumber: CSLA Asia-Pacific MarketsAverage (Monthly & Change)44.810.952.043.335.9-44.0Secara makro ekonomi, investor memusatkan perhatian pada masalahpemangkasan subsidi BBM yang hingga tulisan ini disusun pemerintahmenginginkan kenaikan harga premium ke level Rp6500/liter dilakukandi pertengahan bulan Juni 2013. Yang masih mengganjal adalah polemikpemberian subsidi bagi masyarakat kurang mampu sebesar 150 riburupiah per bulan sebagai kompensasi dari naiknya harga BBM, yanghingga kini masih belum disetujui oleh DPR. Namun bagaimanapun juga,mayoritas investor tampaknya sepakat bahwa kenaikan harga BBMbersubsidi akan segera terjadi dan hanya menunggu waktu, mengingat2013 26.6 36.72012 96.1 26.62011 47.2 -38.72010 58.9 -18.62009 -5.1 48.35 Yr Avg (2012) 53.0 5.2Sumber: CSLA Asia-Pacific Markets-15.0-15.3-124.1112.853.346.917.34.9-42.04.3232.340.676.743.854.2-8.713.730.8-62.7-41.0-14.8-42.5-59.2-40.742.9-0.89.0291.581.6-22.4-41.712.9-63.5-32.7-7.336.659.3-6.010.0-3.5-31.2-37.652.06.176.026.7142.1-6.048.4-42.6-40.1-58.6-62.5-54.3


5 | Market Perspective | Juni 2013Namun apabila melihat sisi kinerja, penurunan kinerjaIHSG umumnya baru terjadi pada saat bulan lebaran,sementara pada momentum 1 bulan sebelum lebaran,IHSG masih memiliki tendensi untuk mencatat kinerjapositif meskipun terjadi penurunan volume perdagangansebagaimana disebutkan diilustrasi di atasAverage (Monthly & Change)Jan-0.1MaySepFeb Jun OctMar Jul NovApr Aug Dec0.96.66.9-0.42.7Mempertimbangkan faktor-faktor yang kami ulas di atas, kami tetapmempertahankan alokasi netral pada bulan Juni 2013. Terlebihdengan adanya kemungkinan kenaikan harga BBM bersubsidi dipertengahan bulan Juni 2013 ini yang dapat mengakibatkan naiknyainflasi yang cenderung akan mendorong pemerintah memperketatkebijakan moneternya untuk semester kedua tahun 2013. Pertumbuhanpendapatan emiten-emiten berkapitalisasi kecil dan menengah yangsolid mendorong kami untuk tetap mempertahankan rekomendasi padareksa dana yang memiliki fokus strategi pada emiten-emiten tersebut.201320122011201020095 Yr Avg (2012)3.23.1-7.93.0-1.7-1.67.71.11.8-2.4-3.50.13.03.46.09.011.64.01.91.43.87.020.15.30.7-8.30.5-5.911.30.7-1.13.21.34.25.72.14.76.25.314.65.8-2.0-7.00.40.8-2.85.0-7.613.65.40.22.16.83.8-4.0-4.6-1.7-2.0-2.92.0-1.10.92.94.94.94.6Demikian pula sektor-sektor unggulan seperti konsumer dan infrastrukturyang cenderung defensif tetap layak untuk dipertimbangkan memasukiperiode fluktuasi di bulan Juni-Juli 2013. Diversifikasi yang seimbangdengan reksa dana pendapatan tetap yang telah mengalami koreksisignifikan sepanjang bulan Mei 2013 tetap direkomendasikan sebagaikatalis untuk menghindari potensi penurunan di pasar saham domestiksebagai akibat dari tingginya valuasi, melemahnya fundamental ekonomimakro, potensi pengetatan kebijakan moneter oleh BI.Sumber: CSLA Asia-Pacific MarketsPortfolio IDR Juni 2013Portfolio Concepts Mutual Fund/Bond Portfolio AllocationCore Portfolio Manulife Saham Andalan 30%BNP Paribas Pesona SyariahSchroder Dana IstimewaGrowth Portfolio Mandiri Investa Ekuitas Dinamis 20%BNP Paribas Infrastruktur PlusDanareksa Mawar Konsumer 10Manulife Dana Ekuitas Small Mid CapitalFixed Income Medium to Long duration First State Indonesia Bond Fund 20%FR62 / FR65 / FR58Fixed Income Short duration Danareksa Melati Platinum Rupiah 30%Schroder Dana Andalan 2FR66Portfolio USD Juni 2013Portfolio Concepts Mutual Fund/Bond Portfolio AllocationCore Portfolio Manulife Greater Indonesia Fund 50%Panin SRC Moderate FundFixed Income Long duration Indon 35/37/38/42/43 20%Fixed Income Medium duration Indon 19/22/23 30%DISCLAIMERKecuali dinyatakan lain, semua data bersumber dari berita media massa, dan tidak diterbitkan oleh PT Bank Commonwealth (PTBC). PTBC harus dijamin untuk dibebaskan dari tanggung jawab, termasuk tetapi tidak terbatas pada penuntutanhukum oleh pihak ketiga. PTBC beserta direkturnya, karyawannya dan perwakilannya dalam Lampiran ini selanjutnya bersama-sama disebut sebagai “Grup” “Laporan ini diterbitkan semata-mata untuk tujuan informasi dan tidak boleh ditafsirkansebagai suatu ajakan atau penawaran untuk membeli efek atau instrumen keuangan. Laporan ini telah disusun tanpa mempertimbangkan tujuan, situasi keuangan dan kapasitas untuk menanggung kerugian, pengetahuan, pengalaman atau kebutuhanorang-orang tertentu yang mungkin menerima laporan ini. Tidak ada anggota dari Grup yang melakukan atau harus melakukan penilaian kelayakan atau penyesuaian laporan untuk penerima laporan ini yang karenanya tidak mendapatkan manfaatdari perlindungan peraturan dalam hal ini. Laporan ini bukan nasihat atau petunjuk. Semua penerima laporan ini harus, sebelum bertindak atas dasar informasi dalam laporan ini, mempertimbangkan kewajaran/kelayakan dan kesesuaian informasi,dengan memperhatikan tujuan-tujuan mereka sendiri, situasi keuangan dan kebutuhan, dan, jika perlu mencari profesional yang tepat, memperhatikan kondisi valuta asing atau nasihat keuangan tentang isi laporan ini sebelum membuat keputusaninvestasi. Kami percaya bahwa informasi dalam laporan ini adalah benar dan setiap pendapat, kesimpulan atau rekomendasi yang cukup telah diadakan atau dibuat, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat kompilasi, tetapi tidak ada pernyataanatau jaminan, baik tersurat maupun tersirat, yang dibuat atau disediakan untuk akurasi, kehandalan atau kelengkapan setiap pernyataan yang dibuat dalam laporan ini. Setiap pendapat, kesimpulan atau rekomendasi yang ditetapkan dalam laporan inidapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan dan mungkin berbeda atau bertentangan dengan, kesimpulan pendapat atau rekomendasi yang diungkapkan oleh Grup di tempat lain. Kami tidak berkewajiban untuk, dan tidak,memberitahukanperkembangan terkini atau terus mengikuti informasi terkini yang terdapat dalam laporan ini. Grup tidak menerima tanggung jawab untuk setiap kerugian atau kerusakan yang timbul akibat dari penggunaan seluruh atau setiap bagian dari laporan ini.Setiap penilaian, proyeksi dan prakiraan yang terkandung dalam laporan ini didasarkan pada sejumlah asumsi dan perkiraan dan tunduk pada kontinjensi dan ketidakpastian. Asumsi dan perkiraan yang berbeda dapat mengakibatkan hasil materialyang berbeda pula. Grup tidak mewakili atau menjamin bahwa salah satu proyeksi penilaian atau prakiraan, atau salah satu dasar asumsi atau perkiraan, akan dipenuhi. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerjamasa depan Grup tidak menjamin kinerja dari produk investasi atau pembayaran kembali modal dengan produk yang didistribusikan oleh PTBC. Investasi dalam produk ini bukan merupakan simpanan atau kewajiban lainnya dari Grup atau anakperusahaannya dan setiap jenis produk investasi memiliki risiko investasi termasuk hilangnya pendapatan dan modal yang diinvestasikan. Contoh yang digunakan dalam komunikasi ini hanya untuk ilustrasi. Semua materi yang disajikan dalam laporanini, kecuali bila ditentukan lain, berada di bawah hak cipta Grup. Tak satu pun dari materi, maupun isinya, maupun salinannya, dapat diubah dengan cara apapun, ditransmisikan ke, disalin atau didistribusikan kepada pihak lain, tanpa izin tertulis dariperusahaan terkait yang menjadi bagian dalam Grup. Grup, berikut agennya, asosiasinya dan kliennya memiliki atau telah memiliki posisi panjang atau pendek pada efek atau instrumen keuangan lainnya yang disebut di sini, dan dapat setiap saatmelakukan pembelian dan/atau penjualan terhadap kepentingan atau surat berharga dalam kapasitasnya sebagai prinsipal atau agen, termasuk menjual atau membeli dari klien atas dasar pokok dan dapat terlibat dalam transaksi yang tidak konsistendengan laporan ini. Silahkan melihat website kami di www.commbank.co.id untuk informasi lebih lanjut. Jika Anda ingin berbicara dengan seseorang mengenai instrumen keuangan yang dijelaskan dalam laporan ini, silakan hubungi kami hubungi CallCentre kami di 5000 30 atau email kami di customercare@commbank.co.id.www.commbank.co.idfacebook.com/CommbankIDtwitter.com/Commbank_ID

More magazines by this user
Similar magazines