Market Perspective October 2012 - Commonwealth Bank

commbank.co.id

Market Perspective October 2012 - Commonwealth Bank

3 | Market Perspective | Oktober 2012AnalisaValuta AsingPergerakan rupiah di bulanSeptember relatif stabil di rentang9530 – 9600 per dollar AS. Halini disebabkan oleh tingginyapermintaan dollar AS dari rupiah, meskipun nilaikepemilikan asing pada Surat Utang Negaranaik sebesar 8 triliun rupiah dan pada bursasaham naik sebesar 9,4 triliun rupiah.Pelemahan rupiah terhadap dollar AS, cukupmembantu peningkatan nilai ekspor Indonesiayang masih tergolong lemah. Hal ini sejalandengan perbaikan pertumbuhan ekonomiIndonesia dari sisi ekspor. Dengan tingginyapermintaan dollar AS, diperkirakan rupiah masihcenderung berpotensi melemah terbatas.USD/IDR pada bulan Oktober diperkirakanakan bergerak dalam rentang 9500 - 9650.Quantitative Easing (pembelianaset) babak ke 3 di Amerika Serikattelah diluncurkan di tengah bulanSeptember 2012. Tidak seperti QE1dan QE2 yang memberikan sentimen positifyang cukup lama di pasar keuangan, QE3hanya memberikan sedikit sentimen positif.Awalnya investor menanggapinya denganreaksi yang positif, akan tetapi karena QE3adalah program stimulus yang fokus padapembelian Surat Utang yang berbasis mortgage(kredit perumahan) pasar menilai lain.QE3 dinilai tidak akan berpengaruh besar padapertumbuhan tenaga kerja dan penurunanangka pengangguran di Amerika Serikat yangselama ini menjadi fokus utama dalam usahamemperbaiki pertumbuhan ekonomi di AmerikaSerikat.Data – data ekonomi Amerika Serikatmenunjukan tanda – tanda perbaikan di akhirbulan September dan awal Oktober, Angkapengangguran di Amerika Serikat pun sudahmemasuki level di bawah 8%, yakni di 7,8%.Namun perbaikan data ekonomi di Amerikabelum mampu membawa selera risiko di pasarkembali naik. Diperkirakan dengan membaiknyakondisi krisis utang di Eropa, USD berpotensimelemah terbatas terhadap mata uang lainnyapada bulan Oktober 2012.Di awal bulan Oktober, PresidenEuropean Central Bank (ECB), MarioDraghi, berpidato tentang kesiapanECB dalam meluncurkan OutrightMonetary Transacion (OMT) dalamrangka pembelian kembali Surat Utang Negaradi zona Eropa. Draghi juga mengatakan bahwabagi negara – negara yang ingin mendapatkanbantuan berupa pembelian kembali SuratUtang Negara tersebut, harus bersediamenandatangani syarat dan ketentuan yangada.EUR/USD kembali naik setelah adanyapengumuman mengenai kesiapan ECB dalammelakukan pembelian kembali Surat UtangNegara. Diprediksikan EUR/USD masih akancenderung bergerak naik didukung denganadanya berita positif dari ECB tersebut.Secara technical EUR/USD berpotensi untukkembali memasuki trend bullish. Rentang hargapergerakan EUR/USD akan berkisar di antara1,2750 – 1,3150 dengan kecenderungan naik.Kenaikan GBP/USD di bulanSeptember 2012 merupakan salahsatu dampak dari adanya QE3 diAmerika Serikat dan adanya kepastianmengenai kesiapan ECB dalam melakukanpembelian kembali Surat Utang Negara dizona Eropa. Data – data ekonomi Inggris yangmasih belum dapat mendukung penguatanGBP membuat GBP memasuki level konsolidasiyang panjang.Secara technical GBP/USD masih akanbergerak dalam rentang 1,6060 – 1,6280untuk bulan Oktober 2012. Pergerakan GBP/USD cenderung stabil dalam rentang tersebutsampai ada perubahan pada konsisi utang dizona Eropa dan berita mengenai pertumbuhanekonomi Amerika SerikatPenurunan pertumbuhan ekonomidi China menyebabkan permintaanterhadap komoditas menjadi turun.Indikator yang paling berperan adalahPMI (Purchasing Manager Index) manufakturChina yang masih mengindikasikan bahwakegiatan manufaktur di China masih dalamtahap kontraksi. Permintaan komoditas yangturun menjadi penyebab harga komoditasmenjadi turun dalam penyesuaian permintaandan penawaran komoditas.Kedua hal ini menyebabkan neracaperdagangan Australia menjadi defisit danmembuat RBA (Reserve Bank Australia)mengambil keputusan untuk memotong sukubunga dari 3,5% menjadi 3,25%. Hal ini sudahdiantisipasi oleh para pelaku pasar sebelumpemotongan suku bunga dilakukan oleh RBA,Strategi Forex Trading*Data di atas hanya besifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.dan membuat penurunan AUD/USD terbatas.Data PMI manufaktur China mengalamipeningkatan di awal Oktober 2012. Walaupunmasih di bawah level 50 yang artinya masihdalam tahap kontraksi, PMI manufakturChina menunjukkan peningkatan dari bulansebelumnya. Hal ini diharapkan menjadi pemicuuntuk kembalinya selera risiko pasar terhadapaset-aset dengan imbal hasil tinggi. Secaratechnical, AUD/USD akan bergerak dengankecenderungan naik dalam rentang 1,0020 –1,0380 di bulan Oktober 2012.Beberapa peristiwa penting terjadi sejak pertengahan September 2012, seperti QuantitativeEasing (pembelian aset) babak ke 3 di Amerika Serikat, Kesiapan ECB dalam menjalankanOutright Monetary Transaction (pembelian surat utang) yang diperkirakan akan membawadampak positif ke pasar.Strategi yang paling tepat untuk diterapkan adalah buy-on-dips untuk major currency, dengan porsilebih banyak di EUR dan AUD. Data – data ekonomi di Amerika Serikat yang semakin membaikdari sisi pengangguran diharapkan akan berdampak pada peningkatan selera risiko di pasar. Tetapbertransaksi secara dollar cost averaging untuk pengaturan risiko yang lebih baik. Pergerakan pasardunia masih berfokus pada berita – berita mengenai pertumbuhan perekonomian di Amerika Serikatdan penanganan krisis utang di zona Eropa.Recommendation:USD/IDR EUR/USD GBP/USD AUD/USD USD/JPYRekomendasi entry level Profit Taking Cut LossKenaikan NZD/USD dari awalbulan September 2012 hinggapertengahan bulan September 2012,membuat NZD/USD menembusresistance level 0,8190 dan membuat rentangharga baru di kisaran 0,8190 – 0,8330. Dayabeli luar negeri, khususnya Australia sebagairekan bisnis dengan kontribusi paling besaruntuk Selandia Baru sangat mempengaruhiperekonomian Selandia Baru dan berdampaklangsung pada pergerakan NZD/USD.Secara technical, NZD/USD masihterperangkap dalam rentang harga 0,8100 –0,8330, dengan kecenderungan berpotensimenguat. Berita mengenai perkembanganpertumbuhan ekonomi global akan sangatmempengaruhi pergerakan NZD/USDUSD/JPY masih bergerak dalam tingkatvolatilitas yang rendah dengan rentangharga dari 77,50 – 79,50 dengankecenderungan menguat menyentuhke level 77,50 untuk bulan Oktober 2012. USD/JPY cenderung masih dalam tahap konsolidasi.Turunnya harga komoditas, khususnya minyakmentah, dapat menjadi satu momentum yangmampu meningkatkan pertumbuhan ekonomi diJepang yang bertumpu pada sektor ekspor.Penguatan JPY di bawah 77,50 mampu memicuBOJ (Bank of Japan) untuk melakukan intervensiguna mendukung sektor ekspor di Jepang.Expected Buying level 9530 - 9550 1.2800 - 1.2850 1.6060 - 1.6100 1.0020 - 1.0100 77.50 - 77.80Expected Selling level 9650 - 9700 1.3180 - 1.3220 1.6250 - 1.6280 1.0350 - 1.0400 79.80 - 80.10Long profit taking @ 9650 and above 1.2700 and above 1.6200 and above 1.0300 and above 79.80 and aboveShort profit taking @ 9550 and below 1.8000 and below 1.6080 and below 1.0200 and below 79.20 and belowLong cut loss @ 9400 - 9425 1.2650 - 1.2715 1.5900 - 1.5950 1.9900 - 1.9950 77.00 - 77.30Short cut loss @ 9825 - 9850 1.3300 - 1.3350 1.6375 - 1.6400 1.0450 - 1.0525 80.90 - 81.30


4 | Market Perspective | Oktober 2012CommInsightendekatan value dan growth dalam berinvestasi pada reksa dana saham masih menjadi tema utama yang mendominasiPrekomendasi portofolio untuk bulan Oktober 2012. Dengan diumumkannya program stimulus QE yang memicu investor memasukiperiode risk on, IHSG mencatat penguatan sebesar 4,98% sepanjang bulan September 2012. Menutup kuartal ke tiga 2012, sektorinfrastruktur mencatat kinerja terbaik di level 12,96% disusul dengan sektor konstruksi properti yang mencatat kinerja 12,66%. Dimanahal ini sejalan dengan rekomendasi pada reksa dana BNP Paribas Infrastruktur Plus dan BNP Paribas Solaris / Mandiri Investa EkuitasDinamis yang mayoritas portofolionya berada pada kedua sektor tersebut. Sektor perdagangan dan jasa, yang mayoritas didominasioleh saham-saham sektor consumer discretionary (barang konsumsi kebutuhan tersier) dan retailer berada pada peringkat berikutnyadengan kinerja 10,34%. Tentunya hal ini juga telah diantisipasi melalui rekomendasi pada reksa dana Danareksa Mawar Konsumer 10.Memasuki bulan Oktober 2012, investor disarankan untukmenambahkan alokasi reksa dana saham ke dalam portofolioinvestasinya. Pendekatan value and growth disarankan tetapdilakukan untuk mengantisipasi tiga periode yang akan dialamiinvestor. Pada kondisi risk on investor akan memiliki kecenderunganuntuk memburu sektor-sektor yang memiliki valuasi rendah danmemiliki ketergantungan terhadap ekonomi global tinggi sepertisektor komoditas, finansial, dan properti, baik yang berkapitalisasikecil maupun besar. Sementara pada kondisi risk neutral dan risk offinvestor akan cenderung berinvestasi pada sektor-sektor defensifseperti consumer staples (kebutuhan pokok) dan infratruktur.value approach investor disarankan untuk berinvestasi pada sektorkomoditas yang saat ini memiliki valuasi paling rendah dibandingkansektor lainnya di IHSG, namun investor disarankan tetap untukberinvestasi pada reksa dana berbasis syariah yang umumnyamemiliki bobot yang lebih tinggi pada sektor komoditas dan konsumerdibandingkan langsung pada reksa dana saham yang berfokus 100%di komoditas pertambangan.Hal ini dilakukan untuk mengantisipasi pelemahan lebih lanjut di sektorkomoditas akibat melemahnya ekonomi China sebagai pangsa pasarutama ekspor komoditas Indonesia.Risk On• Commodities• Financials (All caps)• Consumer DiscretionaryCore Portfolio (50%)• BNP Paribas STAR• Manulife Dana SahamRiskNeutral• Financials (Large Cap)• Infrastructure• All consumersGrowth Portfolio (25%)• Danareksa Mawar Konsumer 10• BNP Paribas Infrastruktur Plus• BNP Paribas SolarisValue Portfolio (25%)• Manulife Syariah SektoralAmanah• BNP Paribas Pesona AmanahRisk Off• Consumer Staples• InfrastructureInvestorsPortfolioSektor infrastruktur dan properti direkomendasikan bagi investor yang hendak menangkap momentum derasnya aliran danainvestor asing ke sektor industri dan sektor riil, seiring diluncurkannya Undang Undang Pembebasan Lahan. Dari sisi valueapproach investor disarankan untuk berinvestasi pada sektor komoditas dibandingkan sektor lainnya di IHSG, juga pada reksadana berbasis syariah. yang umumnya memiliki bobot yang lebih tinggi pada sektor komoditas dan konsumer dibandingkanlangsung pada reksa dana saham yang berfokus 100% di komoditas pertambangan.Berdasarkan hal tersebut, berikut adalah rekomendasi portofolio yangdisarankan khusus untuk alokasi reksa dana saham yang dimiliki olehinvestor. Portofolio inti dari reksa dana saham investor sebaiknyatetap berada pada reksa dana yang memiliki strategi diversifikasipada seluruh sektor seperti BNP Paribas STAR dan Manulife DanaSaham, hal ini untuk meminimalisir standar deviasi portofolio agarrelatif stabil dibandingkan dengan IHSG. Sementara untuk pendekatangrowth, investor disarankan untuk berinvestasi pada sektor konsumerdikarenakan karakteristik sektor tersebut yang stabil dan cenderungdefensif namun tetap mampu memperoleh alpha dari emiten-emitenyang bergerak di bidang consumer discretionary (barang konsumerkebutuhan tersier).Untuk menjaga keseimbangan portofolio dalam jangka panjang,investasi pada reksa dana pendapatan tetap disarankan untuk selaludilakukan, mengingat kondisi fundamental ekonomi global yang masihmengandung banyak ketidakpastian (krisis tak berkesudahan di Eropa,perlambatan ekonomi China, pemilu Amerika Serikat).Rekomendasi Oktober 2012 - 1 Rekomendasi Oktober 2012 - 210%10%20%40%10%10%20%40%Selain konsumer, sektor infrastruktur dan properti jugadirekomendasikan bagi investor yang hendak menangkap momentumderasnya aliran dana investor asing ke sektor industri dan sektorriil, serta rencana pengembangan infrastruktur yang masif dengandiluncurkannya Undang Undang Pembebasan Lahan. Dari sisi20%BNP Paribas STARManulife Syariah Sektoral AmanahManulife Pendapatan Bulanan 2Danareksa Mawar Konsumen 10Schroder Dana Mantap Plus 220%Manulife Dana SahamBNP Paribas Pesona AmanahManulife Pendapatan Bulanan 2BNP Paribas Infrastruktur PlusFirst State Indonesia Bond Fund

More magazines by this user
Similar magazines