Annual Report 2004 - Commonwealth Bank

commbank.co.id

Annual Report 2004 - Commonwealth Bank

Ringkasan Laporan Keuangan /Summary of Financial StatementTanggung Jawab Sosial / Social ResponsibilityJanuari 2004Juni 2004PT Bank Commonwealthmerupakan donatur tetap bagisantunan sosial yang disalurkanmelalui Australia New ZealandAssociation (ANZA). Dana ditujukanuntuk membantu pendidikan anak–anak tidak mampu dan pemberianbea siswa bagi mahasiswatidak mampu.Tiga mahasiswa Indonesiapemenang L’OREAL InternationaleStrate Chalenge 2004, mendapathadiah berupa tabungan dariPT Bank Commonwealth sebagaipenghargaan atas prestasi merekabertanding di tingkat internasional.Continuing its commitment,PT Bank Commonwealth is apermanent donator to the social aidchannelled by the Australia NewZealand Association (ANZA). Thedonation is aimed towards fundingimpoverished children’s educationand scholarships for needystudents.3 Indonesian students who werewinners of L’OREAL eStrateChallenge 2004, a prestigiousinternational business simulationcompetition, were awarded savingsaccounts for their endeavourBerikut ini adalah ringkasan Indikator Keuangan Utama untuk tahun 2004 / Financial Highlight 2004Dalam Jutaan Rupiah (kecuali jika dinyatakan lain) / In Million Rupiah 2004 2003 2002NERACA / BALANCE SHEETTotal Aktiva / Total Assets 2.359.196 1.975.890 1.145.748Aktiva Produktif–Nilai Setelah Cadangan Penghapusan /Earning assets–net provision for possible losses2.233.768 1.898.486 1.101.997Total Aktiva Tertimbang Menurut Resiko / Total Risk Weighted Assets 468.305 169.579 151.280Dana Pihak Ketiga / Customer Deposit 2.159.690 1.805.907 918.817Total Kredit / Total Loans 205.458 26.805 11.354Total Ekuitas / Total Shareholder’s Equity 149.653 143.273 141.13012/40 annualreport2004September 2004Oktober 2004Desember 2004PT Bank Commonwealth bersamaAustralian Embassy secararegular menyalurkan bantuandana bagi orang–orang yang tidakmampu melalui kegiatan–kegiatansosial yang dilakukan olehAustralian Embassy.Mendukung UNICEF Indonesiadengan program pengumpulandana bagi kesejahteraananak–anak Indonesia melaluipenggunaan kartu–kartu ucapanyang diproduksi oleh UNICEF.Bersama karyawanPT Bank Commonwealthmenyalurkan bantuan bagikorban bencana Tsunami di Acehdan Nias.Together with the AustralianEmbassy, PT Bank Commonwealthregularly channel aid for the needythrough social activities hosted bythe Australian Embassy.Support UNICEF Indonesia throughchildren’s welfare fund raisingprogram by purchasing and usingUNICEF produced greeting cards.PT Bank Commonwealth and itsemployees channel aid for thesurvivors of the Aceh and NiasTsunami.LABA/RUGI / PROFIT/LOSSPendapatan Bunga Bersih / Net Interest Income 53.693 33.196 33.648Provisi dan Komisi yang Diterima / Non–Loan Fees and Commissions 41.047 26.557 5.947Pendapatan Operational Bersih / Net Operational Income 9.684 3.148 9.308Laba/(Rugi) Sebelum Pajak /Income Before Corporate Income Tax ExpenseLaba/(Rugi) Bersih Setelah Pajak /Net Profit After Corporate Income Tax ExpenseRASIO / RATIOS9.684 3.667 9.5036.380 2.143 6.467Rasio Kecukupan Modal / Capital Adequacy Ratio 32,52% 85,52% 93,41%Rasio Kredit Terhadap Dana Pihak Ketiga / Loan to Deposit Ratio 9,51% 1,48% 1,24%Rasio Kredit Bermasalah Terhadap Aktiva Produktif–Setelah Cadangan /Loan to Earning Assets Ratio–Net Provision for Possible LossesRasio Beban Operasi Terhadap Pendapatan Operasi /Operational Expenses to Operational Income RatioNil Nil Nil93,89% 97,52% 92,22%Rasio Non Performing Loan / Non Performing Loan Ratio Nil Nil NilRasio Aktiva Tetap Terhadap Ekuitas /Fixed Assets to Shareholder’s Equity RatioRasio Laba Sebelum Pajak Terhadap Rata–rata Total Asset /Net Profit Before Tax to Average Total Assets RatioRasio Laba Setelah Pajak Terhadap Rata–rata Ekuitas /Net Profit After Tax to Average Shareholder’s Equity Ratio20,44% 7,68% 7,21%0,47% 0,25% 0,92%4,40% 1,53% 4.70%13/40ringkasan laporan keuangan / summary of financial statement


Kualitas AktivaSelama tahun 2004, PT Bank Commonwealth tidakmemiliki aktiva yang bermasalah. Seluruh aktivamemiliki kualitas lancar.Secara umum, komposisi aktivaPT Bank Commonwealth pada akhir tahun 2004adalah sebagai berikut:Assets QualityPT Bank Commonwealth did not have any problemassets during 2004.In general, the assets composition ofPT Bank Commonwealth at the end of 2004 is asfollows:Core Banking System PT Bank Commonwealthtelah dapat mendukung penyediaan informasi/laporan antara lain transaksi tunai di atas Rp 500juta dan total per hari sebagaimana diatur olehPPATK. Di samping itu dalam kegiatan operasionalsehari–harinya, PT Bank Commonwealth secaraberkesinambungan menganalisa transaksi nasabahuntuk mengidentifikasi transaksi yang mencurigakan(suspicious transaction).The Core Banking System ofPT Bank Commonwealth is able to support data andreporting access for a variety of transaction includingcash transactions above Rp 500 million and dailytotals, as regulated by the PPATK. Operationally,on an ongoing basis, PT Bank Commonwealthconstantly monitor and analyse customer transactionsto identify suspicious transactions.16/40 annualreport2004ACCOUNTPERCENTAGEKas / Cash 0.7%Giro Wajib Minimum / Required Minimum Balance 3.2%Pembiayaan Konsumen/Kredit (Bersih) / Consumer Loans/Credit (Net) 8.6%Investasi Treasuri (Bersih) / Treasury Investments (Net) 82.0%Aktiva Tetap (Nilai Bersih) / Fixed Assets (Net Value) 1.3%Aktiva Lain–lain / Other Assets 2.3%Total 100.0%Investasi dalam Rupiah hampir seluruhnya berupaSBI yang tidak memiliki resiko. Sedangkaninvestasi dalam valuta asing, seluruhnya berbentukpenempatan antar bank, terutama bank–bank yangmemiliki resiko kecil.Penerapan Ketentuan Prinsip Mengenal Nasabah(Know Your Customers) dan Penerapan Undang–undang Tindak Pidana Pencucian Uang (AntiMoney Laundering)PT Bank Commonwealth telah menerapkanKetentuan Prinsip Mengenal Nasabah (Know YourCustomers) dan Undang–undang Tindak PidanaPencucian Uang (Anti Money Laundering) sesuaidengan peraturan/ketentuan Pusat Pelaporandan Analisa Transaksi Keuangan (PPATK) danBank Indonesia.Almost all Rupiah investments are in the form of SBI(Sertifikat Bank Indonesia) which are virtually no–risk.Foreign exchange investments are all in the form ofinterbank placements in low–risk banks.Implementation of the Know Your Customers andAnti Money Laundering PrinciplesPT Bank Commonwealth have implemented theregulations on Principles of Know Your Customersand Anti Money Laundering laws in accordance withthe Centre for Financial Transaction Reporting andAnalysis (PPATK).RentabilitasLaba bersih PT Bank Commonwealth untuk tahun2004 berjumlah Rp 6.38 milyar mengalami kenaikansebesar 198% dibandingkan dengan Rp 2,1milyar pada tahun 2003. Keseluruhan pendapatanoperasional tahun 2004 meningkat sebesar 48.6%dibandingkan dengan tahun 2003. Pendapatanbunga bersih meningkat 61.7% dibandingkandengan tahun sebelumnya, terutama disebabkankarena perbaikan kebijakan manajemen treasury(replicating portfolio), manajemen kapital yang lebihbaik dan juga karena peningkatan jumlah kredit yangdikucurkan terutama pada semester kedua tahun2004. Pendapatan Operasional Bukan Bunga tahun2004 juga meningkat signifikan dibandingkan dengantahun 2003 (32.7%). Hal ini terutama disebabkankarena keberhasilan PT Bank Commonwealthmenghimpun reksadana, yang memberikankeuntungan ganda, yaitu fee transaksi (pembeliandan penjualan) dan fee manajemen (insentif darimanajer investasi atas reksadana yang berhasil dijualoleh PT Bank Commonwealth). Jumlah pendapatandari fee transaksi dan fee manajemen pada tahun2004 adalah sebesar Rp 30,3 milyar, atau meningkatsebesar 56% dibandingkan dengan tahun 2003 yangsebesar Rp 19,4 milyar.Rasio Biaya Operasi terhadap Pendapatan Operasi(BOPO) telah menunjukkan perbaikan dan akanterus diperbaiki sejalan dengan penerapan kontrolbiaya yang ketat dan juga peningkatan pendapatanoperasional bank.RemunerativenessNet Profit of PT Bank Commonwealth for 2004amounted to Rp 6.38 billion. This is a 198% increasefrom the Rp 2.1 billion of 2003. Overall, Incomefrom Operations in 2004 rose by 48.6% comparedto 2003. A rise of 61.7% in Net Interest Incomefrom 2003 came as the result of better treasurymanagement through replicating portfolios, bettercapital management and an increase in loansdisbursment, especially in the second semesterof 2004. Other Operating Income rose by 32.7%from 2003. This is due mainly to the successof PT Bank Commonwealth in selling mutualfunds, which generated Rp 30.3 billion incomefrom transaction (buy and sell) and management(incentives from fund managers) fees. This is anincrease of 56% from the Rp 19.4 billion of 2003.The Operating Income against Operating Expenseratio has shown an increase and will improve furtherwith tighter cost controls and increases in the bank’sOperating Income.17/40


LikuiditasDana pihak ketiga PT Bank Commonwealth padaakhir tahun 2004 tumbuh sebesar 20% dibandingkandengan akhir tahun 2003. Pertumbuhan ini lebihtinggi dari pertumbuhan dana pihak ketiga dalamindustri perbankan selama tahun 2004. Sebagaimanadikutip dari Bank Indonesia, pertumbuhan danapihak ketiga dalam industri perbankan selama tahun2004 adalah sebesar 6,4% (menjadi Rp 934,3 trilyun)dibandingkan dengan tahun 2003 (yang sebesarRp 902,3 trilyun).Berikut ini adalah rincian dana pihak ketiga yangberhasil dihimpun PT Bank Commonwealth padatanggal 31 Desember 2004 (dalam jutaan rupiah):LiquidityCustomer deposits/third party funds grew by 20%toward the end of 2004 compared to the end of2003. This growth is higher than the industry growth(6.4%) for 2004. According to Bank Indonesia, the2004 amount of customer deposit is Rp 934 trillioncompared to the 2003 sum of Rp 902.3 trillion.Below is the breakdown of customer deposits/thirdparty funds amassed by PT Bank Commonwealth asof December 31, 2004 (in million of Rp)Sensitivitas terhadap Risiko PasarSaat ini, eksposur risiko pasar diPT Bank Commonwealth timbul dari transaksi–transaksi untuk produk nilai tukar, neraca danderivative, baik di tingkat korporasi dan individual.Transaksi–transaksi tersebut kebanyakan untukkeperluan hedging.Baik suku bunga dan nilai tukar dimonitor setiaphari oleh Treasury. Model pengukuran sensitivitassuku bunga (Interest Rate Sensitivity) dan nilaitukar (Foreign Exchange Rate Sensitivity) telahdikembangkan sebagai model internal yang tersediauntuk mengukur potensi kerugian (Potential Loss).Output internal model ini akan digunakan sebagaitambahan informasi untuk manajemen.Sensitivity to Market RiskCurrently, exposures to market risk forPT Bank Commonwealth arise from transactionslinked to foreign exchange, derivatives and balancesheet. Most of these transactions are for hedgingpurposes for corporate as well as private customers.Both interest and foreign exchange rates aremonitored daily by Treasury. Models for InterestRate and Foreign Exchange Rate sensitivities havebeen developed to gauge Potential Loss possibilitiesfor the bank. These models are used as additionalinformation for internal management purposes.VARIETY RUPIAH VALAS TOTAL PERCENTAGEGiro / Current Accounts 90.331 117.266 207.597 9,61%Deposito Berjangka / Time Deposits 883.727 977.979 1.866.174 86,20%Tabungan / Savings 90.385 – 90.385 4,19%Total 1.064.443 1.095.245 2.164.156 100,00%Realisasi Pemberian Kredit kepada Usaha Mikro,Kecil dan MenengahDari jumlah kredit yang diberikan sepanjangtahun 2004, sebesar 97,3% adalah merupakankredit kepada Usaha Mikro, Kecil dan Menengah.Pemberian kredit kepada Usaha Mikro, Kecil danMenengah baik dalam segi jumlah dan penyebarandiproyeksikan akan terus meningkat di tahun yangakan datang.Credit Financing Disbursement for Micro SmallMedium EntreprisesDuring 2004, 97.3% of total credit financingdisbursement went towards Micro, Small and MediumEnterprises. This percentage is expected to increasein terms of amount as well as distribution in thefuture.18/40 annualreport2004Dibandingkan tahun 2003, rasio LDR pada tahun2004 menunjukkan peningkatan, hal ini disebabkanpengucuran kredit pembiayaan konsumen sebesarRp 205 miliar sepanjang tahun 2004. Langkah inimerupakan tahap awal pengucuran kredit bagiPT Bank Commonwealth. PT Bank Commonwealthoptimis pengucuran ini akan meningkat untuk tahun2005 dan mendatang, sejalan dengan upaya untukterus meningkatkan kredit kepada UMKM danpembiayaan konsumen lainnya.Compared to 2003, the Loan to Deposit ratio ofPT Bank Commonwealth increased in 2004. This wasdue to the Rp 205 billion in consumer credit financingdisbursed by the bank. PT Bank Commonwealthis optimistic that disbursements will increase for2005 onwards in line with efforts to increase creditfinancing for Micro, Small and Medium Enterprisesand other consumer financing.19/40


20/40 annualreport2004Kebijakan dan Strategi Manajemen / Management Policy & StrategyKebijakan ManajemenManajemen PT Bank Commonwealth dipegang olehorang–orang yang telah memiliki pengalaman luas dibidang masing–masing.Dengan kebijakan manajemen yang berbasiskehati–hatian (prudent management) di dalammenjalankan operasional Bank, ke depannya PT BankCommonwealth akan dapat berkembang lebih pesatlagi dengan tingkat resiko yang tetap terkendali.Salah satu wujud dari prudent management adalahdiadakannya pertemuan manajemen secara berkala–minimal sekali dalam seminggu–untuk membicarakanhal–hal sehubungan dengan kegiatan operasionalPT Bank Commonwealth. Segala permasalahan yangada harus diselesaikan pada kesempatan pertama.Manajemen resiko juga telah ditingkatkanintensitasnya sesuai dengan perkembangan usaha.Struktur Satuan Kerja Manajemen Risiko telahdipisahkan dari Satuan Kerja Operasional Kredit(risk taking unit) dan digabungkan di bawah DirekturKepatuhan. Selanjutnya dipisahkan tugas–tugasyang bersifat melakukan transaksi (risk takingtask) dari tugas Satuan Kerja Manajemen Risiko.Komite Manajemen Resiko serta Komite Auditdan Kepatuhan akan semakin berperan aktifuntuk memastikan penerapan prudent bankingmanagement.Strategi UsahaManajemen PT Bank Commonwealth, denganmemperhatikan masukan–masukan dariinvestigasi pasar serta pelaku pasar (baik satuankerja PT Bank Commonwealth maupun kolega),menetapkan arah dan tujuan usaha. Tingkatkeuntungan yang wajar menjadi prioritas, bersamaandengan peningkatan pelayanan nasabah.Perumusan strategi usaha juga dipaparkan kepadaDewan Komisaris dan pemegang saham untukmendapatkan masukan serta persetujuan prinsip.Management PolicyThe management team of PT Bank Commonwealthis composed of professionals with extensiveexperiences in their respective fields.This team adheres to prudent banking managementpolicies in running the operational activities ofPT Bank Commonwealth. Risk is managed andcontrolled to ensure that PT Bank Commonwealth willcontinue to grow and expand prudently. Managementmeetings are held regularly at least once a week. Allissues relating to bank operations are discussed andaddressed at the earliest possible opportunity.The scope and intensity of risk management havealso been increased accordingly with the growth ofbusiness. The organisational structure of the RiskManagement Unit has been separated from the CreditOperations Unit (Risk Taking Unit) and subsequentlyplaced under the responsibility of the ComplianceDirector. All Risk Taking Tasks and transactions havealso been separated from the Risk ManagementUnit. The roles of the Risk Management Committeeand the Audit and Compliance Committee will bemore pronounced to ensure that prudent bankingmanagement practices are continually implemented.Business StrategyThe management of PT Bank Commonwealth, withinput from market and business sources, determinethe direction and goals of the bank. Priority is giventoward achieving a fair level of profit as well asimproving customer service levels.Business strategy plans are presented to the Boardof Commissioners and shareholders for input and toobtain principle approval.• Strategi Usaha Jangka MenengahPT Bank Commonwealth diproyeksikan menjadipengelola jasa keuangan ritel terintegrasi/menyeluruh yang terpilih dan disegani di pasartertentu kami di Indonesia.• Strategi Usaha Jangka PendekGuna mencapai sasaran strategis, strategi jangkapendek berikut akan ditempuh:· Secara berkesinambungan terusmeningkatkan kemampuan Core BankingSystem yang baru dan menerapkan lebihlanjut modul–modul lainnya untuk menunjangbisnis Bank yang semakin kompleks di masamendatang;· Meningkatkan akses nasabah kepada Bankmelalui penambahan kantor pelayanan danjalur distribusi pelayanan;· Mengembangkan jasa–jasa dan produkyang memberi kemudahan bertransaksi,dan memberikan beragam pilihan investasikepada nasabah;· Menjalin kerjasama dengan lembagakeuangan lain untuk memperluas jalurdistribusi, memberikan kemudahan danmeningkatkan customer base yang dimilikioleh PT Bank Commonwealth.Strategi Mempertahankan Kualitas Aktiva• SasaranSelama tahun 2004, PT Bank Commonwealthtidak memiliki aktiva yang bermasalah.Rasio Aktiva Produktif Bermasalah danrasio NPL adalah 0 (nol) % sepanjangtahun 2004. Manajemen resiko yang baikdari PT Bank Commonwealth di dalammenyalurkan dana baik ke dalam bentuk asetnon–kredit maupun aset kredit, menjadikanPT Bank Commonwealth yakin bahwa kedepannya, rasio NPL dan Aktiva ProduktifBermasalah akan tetap terjaga di tingkat yangrendah (maximum sekitar 1%).• Portofolio Surat–surat BerhargaPortofolio surat–surat berharga direncanakanhanya berupa Sertifikat Bank Indonesia (SBI)atau surat berharga lain yang memiliki resikosangat kecil.• Medium Term Business StrategyIn Indonesia, PT Bank Commonwealth plan tobe respected as the integrated retail financialservices manager of choice in its selected market.• Short Term Business StrategyTo achieve the strategic goals, the following shortterm strategies will be implemented:· Continually improve on the new Core BankingSystem capabilities and implement othersystem modules to support the increasinglycomplex banking business of the future;· Add more offices and service distributionchannels to improve accessibility forcustomers;· Develop products and services facilitatingtransactions and provide alternate investmentchoices for customers;· Cooperate with other financial institutionsto broaden distribution network,facilitate and increase customer base ofPT Bank Commonwealth.Asset Quality Maintenance Strategy• TargetsDuring 2004, PT Bank Commonwealth did nothave any problem assets. The ratios of problemassets and non performing loans were 0%.Good risk management practises in disbursingboth credit and non credit financing have givenPT Bank Commonwealth confidence that bothratios will remain at a very low level (maximum of1%) for the future.• Marketable Securities PortfolioThe profolio for marketable securities is plannedto consist only of Sertifikat Bank Indonesia (SBI)or other very low risk securities.21/40


Pembahasan Umum Usaha / Business OverviewTeknologi Informasi / Information Technologyannualreport200422/40Tahun 2004 merupakan tahun yang krusial bagiPT Bank Commonwealth dalam hal pengembangan sistem teknologiinformasinya. Di tahun 2003, manajemen menyadari bahwa untukmendukung rencana bisnis PT Bank Commonwealth ke depan,Core Banking System PT Bank Commonwealth perIu disesuaikan.Sebagai konsekuensinya, manajemen memutuskan untuk menggantisistem tersebut mulai tahun 2004 dengan suatu sistim baruyang berkemampuan lebih baik dan sesuai untuk bank ritel yaituCommonwealth Core Banking Indonesia atau CORINA.. . . . . . . . . . . . . . .2004 was a crucial year for PT Bank Commonwealth in the developmentof its Information Technology systems. Back in 2003, managementacknowledged that to support the business plan, the Core Banking System ofPT Bank Commonwealth had to be improved. Consequently, a decision wasreached to commence replacement of the then current Core Banking System bythe beginning 0f 2004.Pekerjaan penggantian sistem itu dilakukan dalam2 tahap. Tahap pertama tahun 2004, adalahimplementasi fungsi–fungsi standar CORINAtersebut. Tahap kedua tahun 2005, meliputipeningkatan fungsi–fungsi secara signifikan danimplementasi modul–modul canggih lainnya. Padaakhir tahun 2004, sesuai target waktu dan anggaran,CORINA tahap pertama telah berjalan dengan stabildan baik.Keuntungan CORINA:Di segi pelayanan• Berkurangnya proses manual• Efisiensi proses transaksi sehingga menjadilebih cepat• Desentralisasi penanganan transaksi dari headoffice ke cabang sehingga mempercepat waktupelayanan dan menekan biaya operasional• Mengurangi kesalahan manusia dan memberikantingkat pengawasan lebih baik• Mempercepat response time ATM• Meningkatkan kemampuan mengolah datanasabahDi segi pelaporan:• Memperbaiki dan mempercepat akses datasehingga proses pelaporan lebih cepat danlebih baik• Mengurangi “pemrosesan dengan kertas”Di segi pengembangan produk:• Meningkatkan kemampuan membuatproduk–produk baru (tahun 2004 diluncurkanConsumer Financing)• Meningkatkan “speed to market”The replacement process is a 2 stage undertaking.The initial stage in 2004 is the implementation for thestandard functions of CORINA. By the end of 2004,this first stage is stable and running well. The secondstage in 2005 will increase functions significantly andimplement other sophisticated modules.The benefits of CORINA are:For service:• Reduce manual processes from one personto another• Increase transactional processes efficiency andlower operational cost• Shorten service time by decentralizing transactionhandling from head office to branches• Minimize human error and provide bettercontrolable• Speed up ATM response time• Increase scalabilityFor reporting purposes:• Faster data access resulting in faster reportingprocesses• Minimize “paper processing”For product development:• Increase ability to create new products andservices (new consumer financing productsreleased in 2004)• Increase speed to Market23/40pembahasan umum usaha / business overview


24/40 annualreport2004Di sisi lain pelayanan, IT telah juga meningkatkansistem Call Centre dengan memberikan layananjawaban otomatis bagi nasabah. Dengan peningkatansistem ini, Call Centre kini dapat memonitorincoming call, frekuensi penelpon, dan call untuk ditindak lanjuti.Secara internal, IT juga telah meningkatkan sistemkomunikasi intranet dan mail server dengan rilisterakhir. Karyawan kini dapat dengan mudahmengakses kebijakan dan prosedur, formulir danberbagai aplikasi dari sistem pusat.Sistem pelaporan kepada manajemen, KantorPusat CBA, dan Bank Sentral pun telahditingkatkan. Didukung dengan perbaikanpelaporan akuntasi, pengguna dapat melakukanproses pelaporan otomatis dengan memanfaatkan‘antarmuka’ (interface).Dalam hal operasional, IT telah mempercepat prosespencetakan nota kredit, laporan bulanan nasabah,antarmuka RTGS dan SWIFT dari core banking dansebaliknya, dan berbagai hal lainnya.Arah strategis masa depan sampai 2007,adalah membentuk Core Banking SystemPT Bank Commonwealth yang sangat solid atasdasar sistem teknologi informasi perbankan yangkuat dan stabil. Hal ini akan melibatkan modul–modulpendukung Core Banking System seperti CustomerRelationship Management System, Loan OriginationSystem, Phone and Internet Banking System danlain lain.Information Technology has also improved theCall Centre system by providing customers withautomated call answering prior to speaking witha Call Centre officer. With the new improvements,the Call Centre can now monitor incoming calls,frequency of calls and calls for further follow up.Internally, IT has also improved intranetcommunication and mail server systems with thelatest releases. Authorised employees now haveeasier access to policies and procedures, forms and anumber of central system applications.Reporting systems to management, CBA headoffice and Bank Indonesia have also been improved.Supported by improvements in accounting reporting,users are now able to perform automated reportingby utilizing specific interfaces.Operationally, IT is also now able to speed up creditnote printing times, monthly customer reports, theRTGS interface and SWIFT from Core Banking andvice versa as well as other functions.For the period until 2007, the strategy is to develop avery solid Core Banking System based on strong andstable banking information technology systems. Thiswill involve supporting Core Banking System modulessuch as Customer Relationship Management,Loan Origination, Phone, Internet Banking andother systems.CommLoan KPMCommInsureAusStudentCommLoan KPRCommInvestCommDepositAutobank ATMProduk & Layanan / Product & ServicesPengenalan BrandDengan fokus pada pasar ritel,PT Bank Commonwealth menyadari perlunyamembangun citra perusahaan agar lebih dikenaldan diterima oleh masyarakat dalam targetpasarnya. Untuk itu strategi pemasaran PT BankCommonwealth adalah:• Mengkomunikasikan pada masyarakat dannasabah mengenai PT Bank Commonwealth danproduk–produk serta layananannya, baik melaluimedia masa (cetak dan elektronik), brosur–brosurdan sejenisnya, maupun komunikasi langsung(melalui Customer Service, surat, laporan bulanan,layar ATM, dan bukti transaksi).• Memanfaatkan pertemuan langsung dengancalon nasabah/nasabah untuk memberikan lebihbanyak informasi yang diperlukan dan untukdapat lebih mengenal para nasabah/calon (misal:seminar, “talk show”, kunjungan, pertemuan);• Mengadakan program–program yang sesuaidengan target pasar baik secara sendiri maupunbekerja sama dengan perusahaan lain/ lembaga/yayasan (misal: promosi berhadiah langsung,insentif pembelian, insentif penjualan, dll.)• Mengadakan dan mendukung acara–acara yangsesuai dengan fokus pasar.Brand AwarenessBy focusing on the retail market,PT Bank Commonwealth understand the need tobuild up its corporate image to be better recognizedand accepted by its target market. To achieve this, themarketing strategy are:• Communicate to customers and society aboutPT Bank Commonwealth and its productsand services through the mass media (printand electronic), brochures, flyers, and othermerchandising materials, and also through directcommunications (via Customer Service personnel,correspondence, monthly reports, ATM screenand proofs of transactions)• Utilize direct meetings with customers andpotential customers to provide them with moreneeded information and to better know them andtheir needs (through seminars, talk shows, visitsand meetings)• Organize programs suitable to the targetmarket either solely or in cooperation with otherorganizations (e.g. gift promotions, purchaseincentives, sales incentives and the like)• Organize and support events suitable with themarket focusDuring 2004 Wealth Management Group of PT BankCommonwealth has done several meetings withcustomers to give update of the investment marketespecially in fund management. This event were donein cooperation with prominent local or internationalFund/Investment Manager.25/40


26/40 annualreport2004Peluncuran ProdukStrategi produk dan layanan PT Bank Commonwealthadalah menjadi penyedia jasa keuangan yang lengkapdan terintegrasi, dengan produk–produk inovatifdan memberi nilai tambah, sehingga nasabah dapatmenikmati segala keperluan perbankannya di BankCommonwealth dengan mudah dan nyaman.Selama tahun 2004, PT Bank Commonwealthmeluncurkan produk–produk baru sebagi berikut:1. CommLoan KPM (Kredit Pemilikan Mobil)–Maret2004: pinjaman untuk pembelian mobil.2. CommInsure–April 2004: kumpulan produksimpanan untuk pendidikan dengan perlindunganasuransi, bekerja sama dengan dua perusahaanasuransi terkemuka di dunia yaitu: Astra CMGLife (CommInsure Cemerlang) dan MLC Life(CommInsure Cerdas).3. AusStudent (perubahan fitur)–Agustus 20044. CommLoan KPR (Kredit Pemilikan Rumah)dan Home Financing (mortgage Loan)–Desember 20045. Autobank ATM: menambah jaringan AutobankATM di tempat–tempat strategis di luar cabangseperti di pusat perbelanjaan dan menambahfitur–fitur baru.Selama tahun 2004, Wealth Management GroupPT Bank Commonwealth juga melakukan banyakkerja sama dengan Manajer Investasi terkemukalokal maupun internasional untuk memberi nasabahgambaran kondisi pasar terkini mengenai investasi diproduk reksadana.Product LaunchingThe product and service strategy ofPT Bank Commonwealth is to offer complete andintegrated financial services through innovativeproducts with value added to meet all customerbanking needs.In 2004, PT Bank Commonwealth launched thefollowing new products:1. March 2004: CommLoan KPM, car loans2. April 2004: CommInsure, composed of educationsavings products with insurance protectionin cooperation with 2 world class insurancecompanies. Astra CMG Life (CommInsureCemerlang) and MLC Life (CommInsure Cerdas)3. August 2004: AusStudent (feature enhancement)4. December 2004: CommLoan KPR (housing loan)and Home Financing (mortgage loan)5. Autobank: Adding new features and expandingthe Autobank network in strategic locationsoutside of branches such as shopping centresIn 2004, the Wealth Management Group of PT BankCommonwealth collaborated extensively with localand international premier Fund Managers to keepcustomers abreast of market updates about investingin Mutual Fund products.Kehadiran produk–produk dan fitur–fitur barulayanan memperkuat hubungan nasabah denganPT Bank Commonwealth, karena nasabah mendapatpilihan produk perbankan yang lebih luas danlengkap, dan pada saat bersamaan memperolehkemudahan layanan perbankan dalam satu atap (onesop shopping).Jaringan PelayananStrategi PT Bank Commonwealth dalampengembangan jaringan adalah hadir di kota–kotabesar di Indonesia untuk memberikan pelayananterbaik dan menjaring nasabah yang sesuai dengantarget pasar PT Bank Commonwealth. Jaringanpelayanan tidak hanya dalam bentuk cabang tapi jugamencakup ATM, dan Call Centre.• Pengembangan Jaringan KantorHingga April tahun 2005, kantor cabang/ kaspelayanan PT Bank Commonwealth telahmencapai 10 lokasi. Kantor cabang Bandung,dan Kantor Kas Mangga Dua di buka tahun2004 sementara Kantor Kas di Kemang danKantor Cabang Denpasar diresmikan awal2005. Sepanjang tahun 2005, PTBC masih akanmembuka 3 (tiga) Kantor Cabang di luar kota,serta 1(satu) Kantor Kas lagi di Jakarta. (Daftaralamat cabang dapat dilihat pada lampiran).New products and service features strengthenthe relationships of customers withPT Bank Commonwealth. Customers are providedwith broader and more comprehensive bankingproduct choices. At the same time, they are facilitatedwith one stop banking solutions.Service NetworkThe strategy of PT Bank Commonwealth inexpanding its service network is to be present inall the major cities of Indonesia, and provide bestservices while at the same time acquire targetcustomers. Service network include branches cashoffices, ATMs and Call Centre.• Branch Network ExpansionBy April 2005, the branch and cash officesof PT Bank Commonwealth are present in 10locations nationwide. The Bandung branch andthe Mangga Dua cash offices were opened in2004, while the Kemang cash office and theDenpasar branch office were opened in beginningof 2005. For the remainder of 2005, 1 cash officein Jakarta and 3 more branch offices outsideJakarta will be opened.27/40


• Autobank ATMSaat ini, PT Bank Commonwealth memiliki 18Autobank ATM yang tersebar di kota–kota besarseiring penyebaran cabang. Selain penempatandi dalam cabang, Autobank juga dapat ditemuidi Bandara International Soekarno–Hatta danpusat perbelanjaan/mal di Jakarta, Bandung,Surabaya dan Denpasar. Autobank menyediakankemudahan penarikan dana baik dalam matauang Rupiah maupun mata uang US Dolar,pengecekan saldo dan 6 transaksi terakhirserta layanan transfer antar rekening diPT Bank Commonwealth.• Autobank ATMCurrently, the Autobank ATM network ofPT Bank Commonwealth consists of 18machines distributed over major cities in linewith the branch distribution network. Besidesin–branch locations, Autobank can also be foundat the Soekarno–Hatta International Airportand in shopping centres in Jakarta, Bandung,Surabaya and Denpasar. The ATMs providecash withdrawing services for both the Rupiahand US Dollar, balance information and last 5transactions inquiries, and funds transfer betweenPT Bank Commonwealth accounts.Sumber Daya Manusia / Human Resources28/40 annualreport2004Selain jaringan Autobank, nasabah juga dapatmenikmati layanan penarikan dana di 5000ATM dalam jaringan ATMBersama di seluruhIndonesia. Mulai awal 2005, nasabah dapatmenikmati fitur transfer dana antar bank melaluiAutobank dan ATM dalam jaringan ATMBersama.Di samping penggunaan yang luas di seluruhIndonesia, Kartu ATM Bank Commonwealthdapat digunakan juga untuk penarikan dana dijaringan ATM Cirrus International di seluruh dunia.Nasabah tak perlu kuatir membawa banyak uangtunai ketika bepergian, karena kartu ATM BankCommonwealth juga dapat dimanfaatkan sebagaikartu debit Maestro yang dapat digunakansebagai alat pembayaran di merchant Maestro diseluruh dunia.• Call CentreLayanan Call Centre Bank Commonwealthtersedia untuk membantu nasabah memperolehinformasi produk dan layanan serta informasirekening secara cepat dan akurat.Selama tahun 2004, PT Bank Commonwealth telahmembuka 2 cabang yaitu, Kantor Cabang Bandung(Juli 2004) dan Kantor Kas Mangga Dua (November2004).Besides using the Autobank network, customerscan also utilize cash withdrawal servicesnationwide at over 5,000 ATM within the ATMBersama network. Beginning of 2005, customerscan also benefit from the transfer between banksfeature through Autobank and other ATM withinthe ATMBersama network.The Autobank ATM card can also be usedto withdraw cash from the Cirrus ATMnetwork worldwide. Customers need notworry about carrying too much cash becausePT Bank Commonwealth ATM card can alsobe used as a Maestro debit card at Maestromerchants worldwide.• Call CentrePT Bank Commonwealth Call Centre servicesare available to provide customers with accurateand fast information about their accounts, bankproducts and services.Kesiapan Sumber Daya ManusiaSumber Daya Manusia adalah infrastrukturyang utama dalam menopang perubahan danperkembangan perusahaan yang cepat. Dalamupaya menjawab tuntutan perusahaan yang tengahberkembang ini, maka fokus PT Bank Commonwealthsepanjang tahun 2004 dan terus ditidaklanjuti padatahun 2005 adalah membenahi dan mempersiapkankaryawan dengan kemampuan teknis dan operasionalyang matang serta memberikan paket kompensasiyang kompetitif. Tahun 2004 merupakan tahappersiapan diikuti dengan implementasi sistem baru ditahun 2005.Pembenahan OrganisasiArea pembenahan infrastruktur selama tahun 2004mencakup sistim jenjang dalam perusahaan yanglebih sederhana, seimbang serta terdefinisi. Sistempenjenjangan ini dibuat dengan cara mengevaluasiposisi dalam struktur organisasi dan bobot tugas,relatif terhadap tugas lain dalam organisasi.Dalam hal ini, PT Bank Commonwealth juga telahmembentuk Komite Sumber Daya Manusia (HumanResources Committee) yang anggotanya terdiri dariDireksi dan karyawan senior. Tugas komite adalahmengkomunikasikan kebijakan perusahan mengenaiSumber Daya Manusia secara efektif kepada segenapkaryawan dan juga melakukan evaluasi berkalaterhadap sistem kompensasi.Human Resources DevelopmentHuman resources form a crucial part of theprimary infrastructure needed to support agrowing and changing organization. Since 2004,PT Bank Commonwealth has focused on initiativeto develop employees skills through technical andoperational training to meet the needs of a growingand expanding organization. Part of this initiative alsoinclide implementation of competitive compensationpackages. This initial preparation stage is thenfollowed with the implementation of a new HumanResources system in 2005.Organizational RestructuringAnother focus on the Human Resources side is theorganization structure. Implementation of a simpler,more defined and balanced structure was initiated.This took into account the evaluation of position andjob load relative to other jobs within the organizationstructure. To this end, PT Bank Commonwealthhas also formed a Human Resources Committeecomposed of directors and senior employees. Thecommittee task is to communicate Human Resourcepolicy effectively to all employees and also to regularlyevaluate the compensation system.29/40sumber daya manusia / human resources


Pelatihan dan Pengembangan SDMArea persiapan tenaga kerja yang handal diwujudkandengan pengadaan pelatihan secara intensifdan tertuju pada pelaksanaan tugas yang lebihefektif. Pelatihan–pelatihan tersebut diadakandi dalam negeri maupun diluar negeri, baikpelatihan internal maupun pelatihan eksternal.Pelatihan internal diberikan baik oleh karyawanPT Bank Commonwealth senior maupun dengancara mengundang pelatih dari pusat pelatihanCommonwealth Bank of Australia (CBA) di Australia.Untuk pelatihan eksternal PT Bank Commonwealthjuga mengirimkan karyawan untuk pelatihan di luarnegeri, baik di pusat pelatihan CBA, maupun dalambentuk seminar dan pelatihan dari lembaga lain, jugadengan mengirimkan karyawan ’on–the–job training’di CBA dan afiliasi.HR Training and DevelopmentOne of the cornerstones of building good HumanResources is the provision of intensive and effectivetraining programs geared towards creating the abilityto accomplish job tasks more effectively. Theseprograms are held both internally and externally withinthe country and also abroad. Internal training is givenby senior employees of PT Bank Commonwealth andby visiting trainers from the CBA Training Centre inAustralia. Externally, PT Bank Commonwealth alsosend employees abroad to the CBA Training Centre,to seminars and courses and to CBA or affiliates foron–the–job training.Penerapan Manajemen Risiko /Risk ManagementPenerapan Manajemen Risiko di PT Bank Commonwealth meliputi:1. Faktor–Faktor Risiko2. Proses Manajemen Risiko3. Profil Risiko. . . . . . . . . . . . . . .Risk Management in PT Bank Commonwealth take into account the following:1. Risk Factors2. Risk Management Process3. Risk Profile30/40 annualreport2004Kaderisasi melalui Graduate DevelopmentProgram (GDP)Upaya PT Bank Commonwealth dalammempersiapkan tenaga terbaik lainnya adalahdengan dibuatnya program Graduate DevelopmentProgram (GDP) mulai tahun 2004. Pada program iniPT Bank Commonwealth merekrut lulusan terbaikdari universitas–universitas lokal terkemuka maupuninternasional untuk dilatih secara intensif, denganmenerapkan program yang diadopsi dari CBAserta tenaga pengajar dari Australia maupun darikaryawan senior.Perbaikan Sistem KompensasiUpaya perusahaan dalam meningkatkan sistemkompensasi menjadi lebih kompetitif dicerminkanmelalui keikutsertaan PT Bank Commonwealthdalam compensation and benefits survey untukindustri perbankan. Merujuk pada hasil survey, awaltahun 2005 ini PT Bank Commonwealth melakukanperbaikan sistem kompensasi sesuai jenjang, yangmencakup pemberian asuransi jiwa, gaji bulan ke14, serta kenaikan lain dalam paket benefit yangtelah diberikan sebelumnya. Hal ini sejalan dengansemakin berkembangnya operasional dan jaringanPT Bank Commonwealth, di mana diperkirakanjumlah karyawan akan mencapai lebih kurang 350orang di akhir tahun 2005.Graduate Development ProgramBeginning 2004, PT Bank Commonwealth startedthe Graduate Development Program as a means toprepare the best Human Resources for the company.Recruitment is done by selecting the best graduatesfrom reputable local and international universities andhaving them undergo intensive training programs.These programs are adopted from CBA and trainersare from Australia as well as senior local employees.Compensation System ImprovementEfforts by PT Bank Commonwealth to improvethe Compensation System are reflected by theparticipation of PT Bank Commonwealth in acompensation and benefits survey of the bankingindustry. By using the results of the survey asreference, PT Bank Commonwealth plan to improvedits compensation system beginning 2005 byincorporating life insurance, 14 th month salary andother raises into the overall benefits package. Thisis an integral part of the overall company expansionplans that project a worforce of around 350personnel by the end of 2005.Faktor–faktor Risiko• Risiko PasarRisiko Pasar merupakan risiko yang timbulkarena adanya pergerakan variabel pasar, yaitusuku bunga dan nilai tukar, dari portofolio yangdimiliki oleh Bank, dan dapat merugikan Bank(adverse movement). Saat ini, eksposur RisikoPasar di PT Bank Commonwealth timbul daritransaksi–transaksi produk nilai tukar, neracadan derivative, baik di tingkat korporasi danindividual. Kebanyakan dari transaksi–transaksitersebut adalah untuk keperluan hedging. Untukmengawasi pergerakan baik suku bunga dan nilaitukar, Treasury Department memantau variabel–variabel ini setiap hari.Dalam keadaan pasar normal sedikitnya sekalidalam sebulan diadakan rapat Komite Aktiva danKewajiban (Assets and Liability Committee). Dalamkeadaan pasar bergejolak rapat Komite Aktivadan Kewajiban (Assets and Liability Committee)dapat diadakan sewaktu–waktu sesegeramungkin bila diperlukan.Risk Factors• Market RiskMarket Risk arise from the movement ofmarket variables, mainly interest rates andforeign exchange rates that may have adverseeffects to the bank’s portfolio. Currently, MarketRisk exposure of PT Bank Commonwealthoccurs from transactions of foreign exchangeproducts, derivatives and those involving theBalance Sheet. These transactions are mainlyfor hedging purposes of both corporateand individual customers. The treasury ofPT Bank Commonwealth closely monitor bothinterest and foreign exchange rates daily tomanage their movement.In normal market conditions, the Assets andLiability Committee meet at least once a month.Under volatile market conditions, the committeewill meet whenever the need arises.31/40manajemen risiko / risk management


32/40 annualreport2004• Risiko KreditRisiko kredit adalah risiko yang terjadi akibatkegagalan pihak lawan (counterparty) memenuhikewajibannya. Risiko kredit dapat bersumberdari berbagai aktivitas fungsional bank sepertiperkreditan (penyediaan dana), treasury daninvestasi, dan pembiayaan perdagangan,yang tercatat dalam banking book maupuntrading book.Saat ini, PT Bank Commonwealth sedangmemfokuskan pembiayaan konsumen denganproduk–produk pembiayaan mobil dan rumah.Kebijakan kredit dan pinjaman yang hati–hatitelah dirancang oleh bank dan diterapkan dalamkerangka kerja untuk memastikan seluruhevaluasi dan keputusan kredit dievaluasi dandisetujui oleh pihak yang berwenang di bank.• Risiko LikuiditasRisiko Likuiditas adalah risiko yang antara laindisebabkan bank tidak memenuhi kewajibanyang telah jatuh waktu. PT Bank Commonwealthmemonitor posisi aktiva dan kewajibanberdasarkan profil jatuh tempo (maturity ladder).Dengan demikian bank dapat mengatur danmemantau tingkat likuiditas aktiva yang layak,sehingga tingkat kemampuan membayarbank dapat dipertahankan. Di samping itu,kemungkinan konsentrasi dana masuk yangberlebihan dapat dihindari.• Risiko OperasionalRisiko operasional adalah risiko yang antaralain disebabkan ketidakcukupan dan atau tidakberfungsinya proses internal, kesalahan manusia,kegagalan sistem, atau adanya problem eksternalyang mempengaruhi operasional bank. Saat ini,bank telah menerapkan Self Assurance Controlsebagai identifikasi risiko oleh setiap departmendan Prosedur Insiden Risiko Operasional sebagaidatabase kerugian operasional untuk mematuhipenerapan Basle 2 Capital Accord di masa depan.• Credit RiskCredit Risks arise from the possibility of acounterparty failing to meet its obligations. Thesemay come from a number of the bank’s activitiessuch as lending, treasury and investing, and tradefinancing that are listed in the banking as well astrading books.Currently, PT Bank Commonwealth is focusingon consumer financing through its car and homeloan products. Prudent credit and lending policieshave been implemented and incorporated intothe overall decision making structure to ensurethat all credit and lending decisions have beenevaluated and approved accordingly.• Liquidity RiskLiquidity Risk occurs from the possibility thatthe bank is unable to meet its obligations uponmaturity. PT Bank Commonwealth monitors itsassets and liabilities position based on a maturityladder. This is done to ensure that the bank canmonitor and manage an appropriate liquidityprofile for its assets in order to meet the bank’sobligations as well as to prevent excess inflowof fund.• Operational RiskOperational Risk is risk that arise from, amongothers, a failure of internal systems, humanerror and or external factors that may affect thebank’s operation. PT Bank Commonwealth hasnow implemented a Self Assurance Control toidentify risk in each department and an OperatingRisk Incidence Procedure to list operatingloss for future compliance with the Basle 2Capital Accord.Proses Manajemen RisikoRisk Management Action Plan telah dimulai sejakawal tahun 2004. Bank telah memenuhi hal–halyang harus dipatuhi yang tertera didalam SuratEdaran Bank Indonesia No. 5/21/DPNP sebagaimanamestinya dalam rangka memenuhi PengelolaanRisiko Bank.• Bidang Organisasi dan Sistem InformasiManajemenIndependensi/kemandirian Satuan KerjaManajemen Risiko telah berhasil diwujudkandengan telah dipisahkannya Manajemen Risikobeserta tugas-tugasnya dari Satuan KerjaOperasional Kredit (Risk Taking Unit) besertatugas–tugasnya dan digabungkan dibawahDirektur Kepatuhan.Core Banking System PT Bank Commonwealthyang baru telah diimplementasikan dan sistemtersebut mampu mengakomodasi meningkatnyavolume dan kompleksitas transaksi saat ini.Lebih lanjut, kemampuan sistem baru ini dapatmemenuhi kebutuhan pelaporan Bank Indonesiasebagaimana mestinya.• Bidang Risiko Pasar1. Model pengukuran sensitivitas suku bunga(Interest Rate Sensitivity) dan nilai tukar(Foreign Exchange Rate Sensitivity) telahdikembangkan sebagai model internal yangtersedia untuk mengukur kerugian potensial(Potential Loss). Output internal model iniakan digunakan sebagai tambahan informasiuntuk manajemen.2. Kebijakan Risiko Pasar (Market Risk Policy)telah direvisi untuk menyesuaikan dengankebutuhan minimum Manajemen Risiko danjuga untuk mengikuti Kebijakan Grup (GroupPolicy) yang baru.Risk Management ProcessSince 2004, a Risk Management Action Plan hasbeen initiated. PT Bank Commonwealth has fulfilledall items that are listed in Bank Indonesia’s circularNo. 5/21/DPNP in accordance with prudent riskmanagement.• Organization and Information ManagementSystemImpartiality/Independence of the RiskManagement Unit is realized through structuringthe Risk Management Unit under the ComplianceDirector and isolating it from the Risk Taking Unitof the Bank.The new Core Banking System (CORINA) ofPT Bank Commonwealth has been implementedand is able to accommodate the increase involume and complexities of current transactions.Furthermore, this system is also able to fulfil thereporting needs to Bank Indonesia as it should.• Market Risk1. Models for measuring Interest Rate andForeign Exchange Rate sensitivities have beendeveloped internally to gauge Potential Losspossibilities for the bank. These models areused as additional information for internalmanagement purposes.2. The Market Risk Policy has been revisedto meet the new Group Policy and RiskManagement requirements.33/40


34/40 annualreport2004• Bidang Risiko Kredit1. Satuan Kerja Operasional Kredit telah memilikiCredit Scoring Card yang selalu direvisi secarakonstan sesuai kualitas portofolio kreditbank dan saat ini dianggap telah mencukupikebutuhan bank.2. Kemampuan Core Banking System yang barudapat menyediakan data portfolio kredit danlimit dengan baik.• Bidang Risiko LikuiditasKebijakan Risiko Likuiditas (Liquidity Risk Policy)telah direvisi dengan menyertakan:1. Contingency Funding Plan untuk menghadapiKrisis Likuiditas sebagai berikut:- Untuk mata uang rupiah: Bank akanmempertahankan aktiva-aktiva likuidtidak kurang dari 10% dari total danapihak ketiga; aktiva-aktiva likuid tersebutmeliputi SBI, Obligasi Pemerintah, uangkertas dan koin, dan simpanan di BankIndonesia.- Untuk mata uang asing: CommonwealthBank Australia telah menyediakancommitted standby facility senilai USD10juta; tetapi bank akan memperlakukanfasilitas ini sebagai sumber likuiditasterakhir.2. Dua skenario likuiditas sebagai berikut:- Skenario “Going Concern”, yaitu skenariodimana sumber dana dan pasar tersediauntuk bank dalam keadaan normal- Skenario “Name Crisis”, yaitu skenariodimana satu atau lebih sumber danaatau pasar berlawanan dengan posisi/kebutuhan bank.• Credit Risk1. The Credit Operational Unit has a CreditScoring Card that is continually revisedaccording to the credit portfolio quality and iscurrently considered adequate for the needsof the bank.2. The new Core Banking System is ableto provide credit portfolio data and limitsadequately.• Liquidity RiskLiquidity Risk Policy has been revised to includethe following:1. Contingency Funding Plan to addressLiquidity Crisis in the following cases:- Local Currency (Rp): The bank willmaintain liquid assets at a level of no lessthan 10% of total third party liabilities/customer deposits; these assets includeSBI, Government Bonds, Paper Money/Coins, and deposits with Bank Indonesia.- Foreign Exchange: CBA has provideda “committed standby facility” inthe amount of US$ 10 million.PT Bank Commonwealth will only use thisfacility as a last resort.2. Two liquidity scenarios as follows:- “Going Concern Scenario”, where sourcesof funds and the market are normallyavailable for the bank.- “Name Crisis Scenario”, where one ormore sources of funds or the market isagainst the needs or position of the bank.• Bidang Risiko Operasional1. Bank telah membuat rencana darurat(Business Contingency Plan) dan pengujiantelah dilakukan pengujian di DisasterRecovery Center yang telah dimiliki banksebagaimana mestinya.2. Proses sosialisasi Prosedur Insiden RisikoOperasional (Operational Risk IncidentProcedure) dan Control Self Assurance telahdituntaskan dan siap untuk diterapkan lebihlanjut. Prosedur–prosedur ini akan digunakanuntuk meminimalkan Risiko Operasionaldan juga untuk pengumpulan databaseKerugian Operasional.3. Kebijakan Password (Password Policy) yangbaru telah tersedia sesuai dengan penerapansistem bank yang baru.• Operational Risk1. The bank has formulated a BusinessContingency Plan and testing of this plan hasbeen done at the Disaster Recovery Centreaccordingly.2. The process of disseminating information onthe Operational Risk Incident Procedure andSelf Assurance Control are completed andready to be applied further. These proceduresare for use in minimizing OperationalRisk and also to compile a database forOperational Loss.3. A new Password Policy is in place for theapplication of the new banking system.35/40


Tata Kelola Perusahaan /Good Corporate Governance36/40 annualreport2004• Profil RisikoRisiko Komposit PT Bank Commonwealth adalahRendah. Berdasarkan ukuran dan kompleksitasbank, PT Bank Commonwealth memutuskanuntuk melaporkan 4 risiko utama ke BankIndonesia, yaitu Risiko Kredit, Risiko Pasar,Risiko Likuiditas dan Risiko Operasional. RisikoKomposit tertinggi adalah Risiko Operasionalyang diklasifikasikan sebagai Moderat ke Rendah,karena Risiko Inheren Operasional yang Moderatwalaupun Sistem Pengendalian Risiko untukOperasional bank adalah Kuat (Strong).Satuan Kerja Manajemen Risiko telahmempersiapkan Penilaian Risiko untuk membuatLaporan Profil Risiko ke Bank Indonesia. Fokuspenilaian adalah pada mempersiapkan ProfilRisiko bank yang akurat, dan prioritas penilaianadalah memformulasikan Risiko Inheren yangbersifat kuantitatif, dan mengorganisir SistemPengendalian Risiko dari semua departemen.Sejauh ini tidak ada penemuan yang signifikanyang dapat dianggap sebagai ancaman untukkondisi keuangan bank, termasuk terhadappermodalan.Laporan Profil Risiko ini mengkonfirmasikanbahwa PT Bank Commonwealth sanggup denganmengendalikan semua Risiko Inheren bank baikyang muncul secara internal maupun eksternaldengan baik.• Risk ProfileThe composite Risk Levels ofPT Bank Commonwealth is graded as Low. Dueto the size and complexity of the bank, PT BankCommonwealth has decided to report 4 majorrisks to Bank Indonesia, which are Credit, Market,Liquidity and Operational Risks. The highestcomposite risk is Operational Risk, which isclassified as Moderate to Low, due to ModerateInherent Risk though the Risk Control System forOperation is Strong.A Risk Management Unit has prepared the RiskAssessment to create Risk Profile Report toBank Indonesia. The focus of the assessmentis to create an accurate Risk Profile of the bankwith the priority being to formulate quantitativeInherent Risk, and in organizing Risk ControlSystem with other departments.There is no important finding that can beconsidered as a threat for the bank financialcondition, capital.The Risk Profile Report confirms that during thefirst quarter of 2005 PT Bank Commonwealthis able to control all Inherent Risk arising fromvarious sources, both internally and externally.Penerapan Good Corporate Governance pada BankCommonwealthPT Bank Commonwealth dikelola secara hati–hati olehmanajemen yang profesional, berdedikasi tinggi dan menjunjungnilai–nilai kejujuran. Selain mengikuti peraturan–peraturan yangditetapkan otoritas perbankan, dalam menjalankan usahanyaPT Bank Commonwealth menerapkan prinsip–prinsip Good CorporateGovernance. Prinsip–prinsip ini memberikan kontribusi yang takternilai sehingga operasional PT Bank Commonwealth dapat berjalansecara sehat dan wajar.. . . . . . . . . . . . . . .Good Corporate Governance in PT Bank CommonwealthPT Bank Commonwealthis managed prudently by professional managementthat adhere to the highest standards of honesty and integrity. Whilst abiding withregulations set by the Indonesian banking authority, PT Bank Commonwealthalso implement Good Corporate Governance policies. These policies areinvaluable in ensuring that the bank continue to function as it should.Sejalan dengan penerapan Good CorporateGovernance, PT Bank Commonwealth menerapkanfungsi pengawasan manajemen dan penerapanbudaya pengendalian yang dapat terlihat dari fungsiDewan Direksi, Dewan Komisaris, dan KomiteAudit dan Kepatuhan. Pemegang saham melaluimekanisme manjemen pengawasan dan pembinaanmemberikan asistensi teknis dan memperolehinformasi dalam mendukung terciptanya pengelolaanBank yang baik dan sehat. Untuk mendukung fungsipengendalian intern, PT Bank Commonwealthmenjalankan fungsi Kepatuhan dan Audit sesuaidengan peraturan–peraturan Otoritas perbankan.In accordance with Good Corporate Governancepolicies, PT Bank Commonwealth implement amanagement control function as exemplified bythe functions of the Board of Directors, the Boardof Commissioners and the Audit and ComplianceCommittee. Shareholders obtain information andgive technical assistance through the control andinstruction mechanisms to create a stable and healthybank management. To support internal controlfunctions, PT Bank Commonwealth employs theCompliance and Audit functions according to thebanking authority regulations.37/40tata kelola perusahaan / good corporate governance


Kantor Pusat, Cabang & ATM /Head Offices, Branches & ATMsPrinsip–prinsip utama yang dijalankan meliputi:• Keterbukaan• Akuntabilitas• Tanggung jawab• Independensi• Kewajaran (fairness)Semua hal diatas ditujukan untuk melayani danmelindungi kepentingan semua pihak yangberkepentingan (Stakeholders).The main principles of corporate governanceimplemented by PT Bank Commonwealth:• Transparency• Accountability• Responsibility• Independency• FairnessAll of which are aimed at serving and protectingstakeholder interests.Kantor Pusat / Head OfficesWisma Metropolitan IIWisma Metropolitan II, Lt.2JL. Jendral Sudirman Kav.29 – 31, Jakarta 12920Telp. (021) 5296 – 1222Fax. (021) 5296 – 229238/40 annualreport2004Dalam menerapkan prinsip keterbukaanPT Bank Commonwealth menyediakan informasibagi para pihak yang berkepentingan sesuai denganhaknya secara tepat waktu, jelas, dan akurat. CoreBanking System yang baru diimplementasikanmendukung bank dalam meningkatkan manajemenpelaporan yang baik.PT Bank Commonwealth dalam menjalankanusahanya menetapkan tanggung jawab yang jelasdari masing masing jajaran Bank untuk menunjangvisi, misi, sasaran dan strategi Bank. Strukturorganisasi didesain mendukung fungsi pemisahantanggung jawab yang jelas dan memudahkankomunikasi yang baik antara manajemen dan seluruhjajaran PT Bank Commonwealth.Sebagai lembaga yang dikelola secara professional,PT Bank Commonwealth berpegang pada prinsipkehati–hatian (prudent banking) sesuai denganperaturan yang berlaku dan juga mengutamakanprinsip independensi yang obyektif dan bebasdari benturan kepentingan dan tekanan daripihak manapun. Guna memberikan layananyang baik kepada pihak yang berkepentingan,PT Bank Commonwealth senantiasa memperhatikanseluruh kepentingan berdasarkan azas kesetaraandan kewajaran. Masukan dari para pihak yangberkepentingan dikelola menjadi informasi gunameningkatkan layanan PT Bank Commonwealth.PT Bank Commonwealth disclose information toappropriate stakeholders according to their rights,clearly and accurately on a timely basis. The newCore Banking System will support the bank inproviding improved reporting management.PT Bank Commonwealth apply clear accountabilityobligations for each and every operational level.The organizational structure is designed to clearlydelineate responsibility accordingly and to facilitatecommunications between all levels of the bank.As an institution that is managed professionally,PT Bank Commonwealth adhere to PrudentBanking principles according to regulations andalso emphasize the principles of independencythat are objective and free from conflicts of interest.Stakeholder needs are equitably served by upholdingthe principles of fairness at all times. Input fromstakeholders are managed to become purposefulinformation to improve service at all levels.Kantor Cabang / BranchesJAKARTAWisma Metropolitan IIWisma Metropolitan II, Lantai DasarJl. Jendral Sudirman Kav. 29–31Jakarta 12920Telp. (021) 5296 1222Fax. (021) 5296 2292PluitRuko MG No.63-64(Pintu Ruko Barat) Mega Mall PluitJl. Pluit Indah RayaJakarta 14440Telp. (021) 6667 0388Fax. (021) 6667 0333Kebon JerukRukan Graha Mas Blok C No.1Jl. Raya Perjuangan, Kebon JerukJakarta 11530Telp. (021) 530 1515Fax. (021) 530 0707Mangga DuaRuko Mal Mangga Dua,Lt. Dasar No. 12Jl. Mangga Dua RayaJakarta 10730Telp. (021) 6230 3722Fax. (021) 6230 3723Kelapa GadingJl. Raya Boulevard TimurBlok NC I/61, Kelapa GadingJakarta 14250Telp. (021) 451 8899Fax. (021) 451 8898Pondok IndahPlaza 5, Pondok Indah Blok A No. 1Jl. Margaguna Raya, Pondok IndahJakarta 12310Telp. (021) 7278 6999Fax. (021) 7278 6777KemangGedung Apotik MelawaiJl. Kemang Raya No. 7, KemangJakarta 12730Telp. (021) 7179 4621Fax. (021) 7179 4620BANDUNGGedung Graha International, Lt. 2Jl. Asia Afrika 129Telp. (022) 422 1808Fax. (022) 422 1802SURABAYAPlaza BRI, Lantai DasarJl. Basuki Rahmat 122Telp. (031) 532 8585Fax. (031) 531 5577DENPASARJl. Teuku Umar No. 28 A, B, CDenpasar, BaliTelp. (0361) 231 232Fax. (0361) 237 07739/40


ATMJAKARTAWisma Metropolitan IIWisma Metropolitan II, Lantai DasarJl. Jend. Sudirman Kav 29-31Jakarta 12920Kelapa GadingJl. Raya Boulevard TimurBlok NC I/61, Kelapa GadingJakarta 14250Plaza SenayanATM Centre, Lantai DasarJl Asia Afrika No.8Jakarta Pusat 10270Puri Indah MallATM Centre, BasementPintu Barat, Escalator BaratJl. Puri Agung, Puri IndahJakarta Barat 11610Mega MallMega Mall Pluit, Ruko MG No. 63–64(Pintu Ruko Barat)Jl. Pluit Indah RayaJakarta 14440Pondok IndahPlaza 5–Pondok Indah Blok A No. 1Jl. Margaguna Raya, Pondok IndahJakarta 12310KemangPlaza AdoramaJl. Kemang Raya 17Jakarta Selatan 12730CengkarengTerminal 2D International ArrivalSoekarno Hatta AirportCengkarengMangga DuaRuko Mal Mangga DuaGround Floor No. 12Jl. Mangga Dua RayaJakarta 10730EX CentrePlaza IndonesiaATM CentreLower Ground, EX CentreJl. MH. Thamrin Kav 13JakartaSURABAYAPlaza BRI, Lantai DasarJl. Besuki Rahmat 122Surabaya 60271ATM Centre, Tunjungan PlazaJl. Besuki Rahmat No. 8–12SurabayaATM Centre, Lantai DasarGalaxy MallJl. Darma Husada Indah Timur 37Surabaya 60116BANDUNGATM Centre, BasementIstana PlazaJl. Pasir Kaliki 121–123Bandung 40173BALIJl. Teuku Umar No. 28 A, B, CDenpasar, Bali40/40 annualreport2004Kebon JerukRukan Graha Mas Blok C No.1Jl. Raya Perjuangan, Kebon JerukJakarta 11530Kuta Sea View,Jl. Pantai KutaKuta Legian,Jl. Raya Legian Kuta Balilaporan keuanganauditor independen31 desember 2004


annualreport2004

More magazines by this user
Similar magazines