Unduh disini - Kemenag Sumsel

sumsel.kemenag.go.id

Unduh disini - Kemenag Sumsel

“Mereka (munafiqin) dalam keadaan ragu-ragu antara yang demikian (iman atau kafir):tidak masuk kepada golongan ini (orang-orang beriman) dan tidak (pula) kepada golonganitu (orang-orang kafir). Barangsiapa yang disesatkan Allah, maka kamu sekali-kali tidakakan mendapat jalan (untuk memberi petunjuk) baginya.” (QS. An-Nisaa’ : 143)Jama’ah Jum’ah rahimakumullah,Perlu diketahui, orang munafiq adalah orang yang menampakkan dirinya sebagaiorang beriman, namun sebenarnya memendam kekafiran dan rasa benci terhadap Islam didalam hati. Orang munafiq itu sangat membahayakan, sehingga aneka sifat buruk mereka dankecaman Allah dituangkan dalam berbagai surat. Bahkan ada surat khusus yang dinamai SuratAl-Munaafiquun. Mereka di akherat nanti akan berada di tingkatan paling bawah dari neraka,sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya orang-orang munafiq itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawahdari neraka. Dan kamu sekali-kali tidak akan mendapat seorang penolong pun bagimereka.” (QS. An-Nisaa’ : 145)Muhammad bin Sa’id bin Salim Al-Qahthany dalam kitabnya, Al-Walaa’ wal Baraa’fil Islaam berkomentar: “Orang-orang kafir dan yang menampakkan permusuhannya terhadapIslam justru lebih ringan siksanya daripada orang-orang munafiq, karena orang kafir berada ditingkat lebih tinggi dalam neraka. Kedua golongan ini (kafir dan munafiq) bersatu dalamkekafiran dan permusuhannya terhadap Allah serta Rasulullah. Namun orang-orang munafiqlebih parah daripada orang-orang kafir, karena pada diri munafiq ada kedustaan dankemunafikan. Bencana yang mereka timpakan terhadap kaum Muslimin lebih besar daripadabencana yang ditimpakan oleh orang-orang kafir. Maka Allah berfirman tentang munafiqin: “Mereka itulah musuh yang sebenarnya, maka waspadalah terhadap mereka.” (QS. Al-Munaafiquun : 4)Bahaya orang-orang munafiq yang bercampur dan bergaul dengan orang-orang Islam—padahal di dalam hatinya terdapat permusuhan kepada agama Islam— jauh lebih besardaripada bahaya orang-orang yang menampakkan permusuhan. Sebab peperangan dengangolongan kedua (musuh yang nampak terang-terangan) bisa dilakukan sehari atau dua hariatau beberapa hari, kemudian berakhir dengan kemenangan. Tetapi dengan orang-orangmunafiq? Mereka bergaul bersama di dalam perkampungan, di rumah, pagi dan sore, lalumereka membocorkan rahasia kepada musuh, mengintai untuk mencari titik kelemahan, tapitidak bisa menghadapi mereka lewat pertempuran frontal.Sementara itu, bergaul denganmereka hanya akan menimbulkan aib, mencintai mereka akan memancing kemarahan Allah,dan bahkan akan menyeret ke neraka.Jama’ah Jum’at yang diberkahi Allah,Betapa dahsyat bahaya Munafiqin itu. Tindakan-tindakan munafiq sebagai musuhterbesar Islam jelas sangat membahayakan Islam wal Muslimin. Pertama : Tindakanmunafiqin yang paling berbahaya adalah persekongkolan mereka dengan Yahudi dan Nasraniuntuk menyerang Islam. Busuknya tingkah munafiqin ini telah dibongkar langsung oleh AllahSWT di beberapa ayat, di antaranya seperti tersebut di ayat (QS. Al-Hasyr ayat 11 Yaknibersekongkol dengan kaum yang dimurkai Allah, lagi berdusta. Kedua : Sifat munafiqin yang


3. Mencela sistem Rasulullah dalam pembagian harta, mereka rela dan marah tergantungkepentingan dunia mereka. (lihat At-Taubah [9] : 58).4. Menyakiti Rasulullah SAW (lihat At-Taubah [9] : 61).5. Minta maaf atau keridhaan Rasulullah dengan sumpah palsu, padahal Allah dan Rasul-Nya itu yang lebih patut untuk mereka cari keridhaannya. (lihat At-Taubah [9] : 62).6. Memerintahkan kemunkaran dan mencegah kebaikan, serta pelit berinfaq di jalanAllah. (lihat At-Taubah [9] : 67).7. Mengingkari janji (lihat At-Taubah [9] : 75-77).8. Mencela dan mencibir Mukminin dalam segala hal (lihat At-Taubah [9] : 79).9. Memandang berinfaq itu suatu bentuk yang merugikan, dan mereka menunggununggudatangnya marabahaya atas mukminin. (lihat At-Taubah [9] : 98).10. Al-Quran tidak menambah pada mereka kecuali hanya menambah kekafiran di ataskekafiran yang telah ada pada mereka. (lihat At-Taubah [9] : 124-125).11. Berpaling dan lari dari kebenaran. (lihat At-Taubah [9] : 127).Jama’ah jum’ah rahimakumullah,Bagaimana Metodenya dalam menghadapi Munafiqin sudah ada tuntunannya dariAllah. Di antaranya, Pertama : Allah memerintahkan jihad dan bersikap keras terhadapmereka. “Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafiqitu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah neraka Jahannam. Danitulah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (QS. At-Taubah : 73). Allahmemerintahkan tidak bersikap lembut terhadap munafiqin bahkan memerintahkan berjihadmelawan mereka dan bersikap keras atas mereka. Sementara itu Allah SWTmemerintahkanbersikap lunak dan hormat terhadap mukminin.Sungguh Allah telah berfirman : “Danrendahkanlah dirimu terhadap orang-orang yang mengikutimu, yaitu orang-orang yangberiman.” (QS. Asy-Syu’araa’ : 215).Kedua : Tidak memintakan ampun kepada munafiqin. Karena mereka tidak berhakdimintakan ampun. (lihat At-Taubah : 80, Al-Munaafiquun : 6). Ketiga : Sementara itu Allahmemerintahkan Nabi SAW (dan mukminin) untuk memintakan ampun orang mukminin yangbenar. (lihat QS Muhammad : 19, dan Al-Mumtahanah : 12). Allah melarang Nabi SAW (danMukminin) menshalati jenazah munafiq, dan melarang berdiri (mendo’akan) di kuburnya(lihat at-Taubah : 84). Keempat : Allah melarang Nabi SAW (dan mukminin) bergabungdengan munafiqin dalam berperang dan melarang membolehkan mereka ikut berperang. (lihatAt-Taubah : 82).Manhaj Islam adalah mengobarkan semangat jihad kepada mukminin secara umumdan mendorong mereka untuk berperang melawan orang kafir sebagaimana Allah telahberfirman, yang artinya:“Maka berperanglah kamu pada jalan Allah, tidaklah kamu dibebani melainkan dengankewajiban kamu sendiri. Kobarkanlah semangat para mukmin (untuk berperang). MudahmudahanAllah menolak serangan orang-orang yang kafir itu. Allah amat besar kekuatandan amat keras siksa(Nya).” (QS. An-Nisaa’ : 84)Perbedaan tegas antara manhaj mukminin dan manhaj munafiqin itu karena sifat-sifatdan sikap antara keduanya jelas jauh berbeda. Maka Islam tegas-tegas membedakannya dalammenyikapi yang mukmin di satu pihak dan yang munafq di pihak lain. Tidak boleh dicampuraduk.


Semoga kita Ummat Islam dihindarkan dari bahaya orang-orang munafiqin, dandiselamatkan dari perbuatan yang mengikuti munafiqin. Dan semoga Allah selamatkanUmmat Islam ini dari aneka keburukan yang ditimbulkan oleh kaum munafiqin di mana-manapun adanya.Demikianlah khutbah yang dapat saya sampaikan, semoga dengan khutbah yangsingkat ini dapat menambah keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah Swt, Amin YaRobbal ‘Alamin.‏َب اَب ‏َب،‏ ‏ُهللا،‏ ‏ِل ‏ْي،‏ ‏َب ‏َب ‏ُهللا ‏ْي،‏ ‏ِل ‏ْي آلَب اِل،‏ ‏َب لِّذ ‏ْي ‏ِل،‏ ‏ْي ‏َب ‏ِل ‏ْي ‏ِل ، ‏َب ‏َب ‏َب ‏َب ‏َّل،‏ ‏ِل ‏ِّذ ‏ْي،‏ ‏َب ‏ِل ‏ْي ‏ُهللا ‏ْي،‏ ‏ِل ‏َب ‏َب ‏َب ‏ُهللا،‏ ‏ِل ‏َّل ‏ُهللا،‏ ‏ُهللا ‏َب،‏ لَّل ‏ِل ‏ْي ‏ُهللا،‏ ‏ْي ‏َب ‏ِل ‏ْي ‏ُهللا،.،‏‏َب ‏ُهللا ‏ْي،اَب ‏ِّذ ، اْي ‏ِل ‏ْي،‏ ‏َب اْياَب ‏ْي،‏ ‏َب ‏َب ‏ْي ‏َب ، ‏َب ‏ْي ‏ُهللا،‏ ‏َّل اِل ‏ِل ‏ْي ‏َب،.‏

More magazines by this user
Similar magazines