Download Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)

deptan.go.id
  • No tags were found...

Download Laporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (LAKIP)

KATA PENGANTARLaporan Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintahan (LAKIP) disusun sebagai wujudpertanggungjawaban dan akuntabilitas instensl . pemerintah dalam lingkupSatuanlUnit Kerja tertentu. LAKIP Direktorat Jenderal Prasarana dan SaranaPertanian disusun berdasarkan penugasan Menteri Pertanian yang diberikan kepadaPimpinan Unit Eselon 1 sebagaimana dituangkan dalam Penetapan Kinerja (PK).Landasan hukum penyusunan LAKlP adalah Instruksi Presiden (lNPRES) Nomor 7tahun 1999 tentang AkuntabHitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP). LAKIP inidisusun untuk memberikan gambaran mengenai tingkat pencapaian pelaksanaanprogramlkegiatan dan kebijaksanaan yang dikaitkan dengan tujuan, sasaran, visidan misi organisasi sebagaimanatertuang dalam Rencana Strategis (Renstra).Laporan ini disusun mengacu pada Peraturan Menteri Pendayagunaan AparaturNegara dan Reformasi Birokrasi Nomor 29 Tahun 2010 tentang PedomanPenyusunan Penetapan Kinerja dan Pelaporan Akuntabilitas Kinerja InstansiPemerintah. Sejalan dengan ketentuan tersebut, secara singkat LAKlP DirektoratJenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 2012 ini memuat hat-hatmenyangkut pencapaian tujuan/sasaran strategis yang bersifat hasil (outcome) dankeluaran (output) yang penting.Disadari bahwa LAKIP Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun2012 masih perlu penyempumaan. Untuk itu saran dan masukan dari berbagai pihaksangat diharapkan guna penyempumaandi masa yang akan datang.Jakarta, Februari 2013Direktur JenderalPrasarana dan Sarana Pertanian,Laponm AJcuntabllitas Klnerja DlreIctorat.Jenderal Prasarans dsn Ssrana PertlInisn rshun 2012


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianDAFTAR ISIHalamanKATA PENGANTAR .................................................................................... iDAFTAR ISI ................................................................................................... iiDAFTAR TABEL ........................................................................................... ivDAFTAR GRAFIK ......................................................................................... vDAFTAR LAMPIRAN .................................................................................... viRINGKASAN EKSEKUTIF ............................................................................ viiI. PENDAHULUAN ............................................................................... 11.1. Latar Belakang.................................................................................... 11.2. Tugas Pokok dan Fungsi ................................................................... 21.3. Organisasi .......................................................................................... 31.4. Dukungan Sumber Daya Manusia ...................................................... 41.5. Dukungan Anggaran Direktorat Jenderal Prasarana dan SaranaPertanian ............................................................................................ 4II. PERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJA .............................. 52.1. Rencana Strategis Tahun 2011 – 2014 ............................................. . 52.1.1. Tujuan dan Sasaran ................................................................ 72.1.2. Arah Kebijakan ........................................................................ 122.1.3. Program dan Kegiatan ............................................................. 182.2. Rencana Kinerja Tahun 2012 ............................................................. 192.3. Penetapan Kinerja Tahun 2012 .......................................................... 20III.AKUNTABILITAS KINERJA DIREKTORAT JENDERALPRASARANA DAN SARANA PERTANIAN .................................... 223.1. Kriteria Ukuran Keberhasilan Pencapaian Sasaran ........................... 223.2. Pencapaian Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan SaranaPertanian ............................................................................................ 223.2.1. Pembangunan Jalan Pertanian ............................................... 253.2.2. Perluasan Optimasi Lahan Pertanian dan PengembanganMetode SRI.............................................................................. 263.2.3. Perluasan Areal Pertanian Kawasan Tanaman Pangan ......... 293.2.4. Penyediaan Pupuk dan Pestisida di Seluruh WilayahLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 2012ii


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianDAFTAR TABEL.........................................................................................HalamanTabel 1 : Ukuran Keberhasilan Pencapaian Sasaran Ditjen PSP ..................... 23Tabel 2 : Distribusi pegawai Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian berdasarkanPangkat dan Golongan ....................................................................... 47Tabel 3 : Distribusi pegawai Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian berdasarkanSebaran Pejabat Eselon I, II, III dan IV ............................................... 47Tabel 4 : Distribusi pegawai Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian berdasarkanSebaran Pegawai Per Golongan ........................................................ 48Tabel 5 : Daftar Pagu Ditjen PSP dan Realisasinya. ......................................... 48Tabel 6 : Daftar Pagu Anggaran per-Direktorat dan Realisasinya. .................... 49Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 2012iv


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianDAFTAR GRAFIK.........................................................................................HalamanGrafik 1 : Pengembangan Jalan Pertanian ....................................................... 38Grafik 2 : Perluasan Optimasi Lahan Pertanian ................................................ 39Grafik 3 : Pengembangan Metode SRI ............................................................. 40Grafik 4 : Perluasan Areal Pertanian Kawasan Tanaman Pangan ................... 41Grafik 5 : Penyaluran Pupuk Bersubsidi ............................................................ 42Grafik 6 : Pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian . ........................................... 43Grafik 7 : Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan . .................................. 44Grafik 8 : Pengembangan Jaringan Irigasi ........................................................ 45Grafik 9 : Pengembangan Sumber Air . ............................................................. 46Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 2012v


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianRINGKASAN EKSEKUTIFBerdasarkan Rencana Strategis Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian yanguntuk selanjutnya dijabarkan dalam Rencana Kerja Tahunan (RKT) Tahun 2012, maka telahditetapkan kontrak kinerja tahunan yang dituangkan dalam lembar Penetapan Kinerja (PK)Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 2012. Dalam naskah PenetapanKinerja tersebut, terdapat 7 kegiatan strategis sebagai pokok acuan penilaian berdasarkanindikator kinerja yang telah ditetapkan guna mendukung 4 target sukses KementerianPertanian. Ketujuh kegiatan tersebut adalah berkaitan dengan aspek pembangunan jalanpertanian, perluasan optimasi lahan pertanian dan pengembangan metode SRI, perluasanareal pertanian kawasan tanaman pangan, penyediaan pupuk dan pestisida di seluruhwilayah indonesia sesuai azas 6 (enam) tepat , peningkatan pemanfaatan alsintan untukpengolahan lahan dan pengairan, peningkatan pelayanan pembiayaan petani melaluibantuan langsung pengembangan usaha agribisnis perdesaan (PUAP), dan peningkatanketersediaan air irigasi dalam mendukung produksi pertanian .Sesuai dengan ketentuan, maka telah dilakukan analisis dan pengukuran kinerja kegiatansebagai indikator pencapaian sasaran kegiatan. Berdasarkan pengukuran kinerja kegiatan,tingkat pencapaian sasaran kegiatan dapat dijelaskan sebagai berikut :1. Kegiatan pembangunan jalan pertanian, dengan target PK sepanjang 454 km kemudianmengalami revisi menjadi 452 km dan terealisasi sepanjang 442 Km atau 97,36%berdasarkan target PK kegiatan pembangunan jalan pertanian masuk dalam kriteriaberhasil.2. Kegiatan perluasan optimasi lahan pertanian dan pengembangan metode SRI : Kegiatan perluasan optimasi lahan pertanian dengan target PK seluas 209.400 hakemudian mengalami revisi menjadi 209.800 ha dan terealisasi seluas 199.068 haatau 95,07 % berdasarkan target PK kegiatan perluasan optimasi lahan pertanianmasuk dalam kriteria berhasil. Kegiatan pengembangan metode SRI dengan target PK seluas 60.000 ha kemudianmengalami revisi menjadi 60.300 ha dan terealisasi seluas 57.551 ha atau 95,92%berdasarkan target PK kegiatan pengembangan metode SRI masuk dalam kriteriaberhasil.3. Kegiatan perluasan areal pertanian kawasan tanaman pangan dengan target PK seluas100.000 ha kemudian mengalami revisi menjadi 100.730 ha dan terealisasi seluas98.365,5 ha atau 98,37 % berdasarkan target PK kegiatan perluasan areal pertaniankawasan tanaman pangan masuk dalam kriteria berhasil.4. Kegiatan penyaluran pupuk bersubsidi, meliputi : Pupuk Urea dengan target sebanyak 5.100.000 Ton terealisasi 4.095.548,724 Tonatau 80,30% dan masuk dalam kriteria berhasil. Pupuk SP-36 dengan Target sebanyak 1.000.000 Ton Terealisasi 855.490,700 Tonatau 85,55% dan masuk dalam kriteria berhasil. Pupuk ZA dengan target sebanyak 1.000.000 Ton terealisasi 1.000.035,590 Ton atau100,00% dan masuk dalam kriteria berhasil. Pupuk NPK dengan target 2.593.920 Ton terealisasi 2.136.915,823 Ton atau 82,38%dan masuk dalam kriteria berhasil. Pupuk Organik dengan target awal sebanyak 835.000 Ton terealisasi 724.032,150Ton atau 86,71% dan masuk dalam kriteria berhasil.5. Kegiatan pemanfaatan alsintan untuk pengolahan lahan dan pengairan : Traktor roda 2 dengan target PK sebanyak 1.567 unit terealisasi sebanyak 1.567 unitatau 100% berdasarkan target PK penyaluran traktor roda 2 masuk dalam kriteriaberhasilLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 2012vii


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Traktor roda 4 dengan target PK sebanyak 50 unit terealisasi 50 unit atau 100%berdasarkan target PK penyaluran traktor roda 4 masuk dalam kriteria berhasil Pompa air dengan target PK sebanyak 600 unit terealisasi 600 unit atau 100%berdasarkan target PK penyaluran pompa air masuk dalam kriteria berhasil6. Kegiatan pelayanan pembiayaan melalui bantuan langsung Pengembangan UsahaAgribisnis Perdesaan (PUAP) dengan target PK sebanyak 6.000 gapoktan kemudianmengalami revisi menjadi 6.050 gapoktan terealisasi 6.050 gapoktan atau 100,83%berdasarkan target PK kegiatan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP)masuk dalam kriteria sangat berhasil.7. Kegiatan peningkatan ketersediaan air irigasi dalam mendukung produksi pertanian,meliputi : Kegiatan pengembangan jaringan irigasi dengan target PK seluas 523.250 hakemudian mengalami revisi menjadi 534.147,6 ha terealisasi 523.615 ha atau100,07% berdasarkan target PK kegiatan pengembangan jaringan irigasi masukdalam kriteria sangat berhasil. Kegiatan pengembangan sumber air dengan target PK seluas 1.600 ha kemudianmengalami revisi menjadi 1.679 ha terealisasi 1.578 ha atau 98,63% berdasarkantarget PK kegiatan pengembangan sumber air masuk dalam kriteria berhasil.Beberapa permasalahan dan kendala yang menyebabkan pencapaian kinerja tidak bisamencapai seratus persen diantaranya adalah :1. Terdapat lokasi kegiatan yang telah ditetapkan ternyata diluar kawasan budidayapertanian (masuk kawasan Hutan Produksi Konversi) sehingga kegiatan tidak bisadilaksanakan atau tertunda pelaksanaannya.2. Beberapa satker daerah pelaksana kegiatan mengalami revisi DIPA/POK sehinggakegiatan tidak bisa dilaksanakan sampai proses revisi tersebut selesai (pelaksanaankegiatan terlambat bahkan tidak terlaksana).3. Terjadinya perubahan struktur organisasi di beberapa satker daerah pelaksanakegiatan sehingga terjadi perubahan pejabat pelaksana kegiatan seperti KuasaPengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) dan Bendahara yangmenyebabkan kegiatan tidak bisa segera dilaksanakan.4. Keterlambatan dalam menetapkan calon lokasi dan kelompok tani penerimakegiatan di beberapa daerah yang disebabkan kesulitan dalam memilih lokasi danpetani yang sesuai dengan pedoman teknis.5. Kondisi lahan yang terkena banjir sehingga menggagalkan rencana tanam/panenyang telah diperkirakanAdapun upaya dan tindaklanjut untuk mengatasi permasalahan dan kendala yangmenyebabkan pencapaian kinerja tidak bisa mencapai seratus persen ditahun mendatangdiantaranya adalah :1. Identifikasi calon petani dan calon lokasi diharapkan dapat dilakukan pada tahunsebelumnya sehingga proses penyelesaian administrasi kegiatan dapat dipercepat.2. Memperbaiki sistem pelaksanaan kegiatan mulai dari perencanaan, pelaksanaan,monitoring, evaluasi dan pelaporan. Sebagai langkah awal3. Melakukan koordinasi dan monitoring lebih intensif agar program kegiatan tetapberjalan walaupun terjadi perubahan struktur organisasi4. Petugas pelaksana kegiatan perlu memahami pedoman teknis yang ada agarpelaksanaan kegiatan dapat dilakukan dengan baik, secara teknis dan administrasi.5. Mengidentifikasi lahan yang rawan dengan banjir dan curah hujan tinggi sehinggadapat dilakukan tindakan preventif ketika masuk musim penghujan agar kegiatanpengolahan lahan pertanian tidak mengalami kendalaDalam mengupayakan capaian target kinerja baik terhadap kegiatan strategis maupun untukmendukung empat target sukses target Kementan, telah dilaksanakan revisi kegiatan.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 2012viii


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianUpaya ini telah dilakukan untuk mengakomodasi permintaan petani/kelompok tani sertaadanya penyesuaian kondisi lokasi kegiatan. Adanya revisi ini, menyebabkan sasaranprogram menjadi lebih tinggi dari target sebelumnya dan ada pula yang menyebabkansasaran program menjadi lebih rendah dari target sebelumnya. adanya perubahan tersebutdapat dijadikan sebagai bahan perbaikan dalam rangka perencanaan yang lebih baik dimasa yang akan datang.Hasil Analisa :Dalam rangka mendukung pencapaian 4 (empat) target sukses Kementerian Pertanianmelalui 7 kegiatan strategis Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian yangtercantum dalam renstra Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian 2011-2014bahwa sampai dengan tahun 2011 realisasi target kegiatan yang ditargetkan pada renstra2011-2014 baru mencapai antara 13 – 51 % untuk itu, kegiatan utama yang mempunyaidampak besar dan realisasi targetnya masih rendah perlu adanya upaya untuk peningkatanvolume pada tahun 2013 – 2014.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 2012ix


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianBAB IPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangPermasalahan penting pembangunan pertanian saat ini adalah terjadinyapenurunan kondisi sarana dan prasarana pertanian. Penurunan ini terutamamenyangkut aspek kuantitas dan kualitas, yang mengakibatkan daya dukungterhadap pencapaian peningkatan produksi pertanian. Kondisi ini menjadidorongan dan tekad pemerintah untuk lebih serius dalam menangani aspekpengelolaan sarana dan prasarana pertanian.Sejalan dengan itu melalui Peraturan Presiden Nomor 24 tahun 2010 yangkemudian ditindaklanjuti dengan Peraturan Menteri Pertanian Nomor61/Permentan/OT.140/10/2010 telah ditetapkan unit organisasi yang secaraspesifik dan fokus menangani aspek pengelolaan lahan, air irigasi, pembiayaan,pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian yaitu Direktorat Jenderal Prasaranadan Sarana Pertanian. Tugas pokok dan fungsi unit organisasi ini yang utamaadalah mendorong upaya penyediaan infrastruktur menyangkut aspekpengelolaan lahan, air irigasi, pembiayaan, pupuk, pestisida, dan alat mesinpertanian. Sedangkan sasarannya adalah mendukung pembangunan subsektortanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.Secara normatif, tugas Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian.adalah merumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standarisasi teknis dibidang pengelolaan lahan, air irigasi, pembiayaan, pupuk, pestisida, dan alatmesin pertanian. Sedangkan fungsinya adalah :1. Penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan lahan, air irigasi,pembiayaan, pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian.2. Pelaksanaan kebijakan di bidang pengelolaan lahan, air irigasi,pembiayaan, pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian.3. Penyusunan norma standar, pedoman dan kriteria di bidang pengelolaanlahan, air irigasi, pembiayaan, pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 20121


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian4. Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidang pengelolaan lahan, airirigasi, pembiayaan, pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian.5. Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Prasarana dan SaranaPertanian.Dalam melakukan tugas pokok dan fungsinya, Direktorat Jenderal Prasaranadan Sarana Pertanian didukung oleh 6 (enam) Unit Kerja Eselon II , yaitu :1. Direktorat Perluasan dan Pengelolaan Lahan2. Direktorat Pengelolaan Air Irigasi3. Direktorat Alat dan Mesin Pertanian4. Direktorat Pembiayaan Pertanian5. Direktorat Pupuk dan Pestisida6. Sekretariat Direktorat Jenderal.masing-masing Unit Kerja Direktorat didukung oleh 3 (tiga) sampai 5 (lima) unitEselon III dan 6 (enam) sampai dengan 10 (sepuluh) unit Eselon IV. SedangkanSekretariat Direktorat Jenderal didukung oleh 4 (empat) unit Eselon III dan 12(dua belas ) unit Eselon IV.1.2 Tugas Pokok dan FungsiDirektorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian mempunyai tugasmerumuskan serta melaksanakan kebijakan dan standardisasi teknis di bidangpengelolaan lahan, air irigasi, pembiayaan, pupuk, pestisida, dan alat mesinpertanian. Sedangkan fungsi Direktorat Jenderal Prasarana dan SaranaPertanian (1) Penyiapan perumusan kebijakan di bidang pengelolaan lahan, airirigasi, pembiayaan, pupuk, pestisida, dan alat mesin pertanian (2) Pelaksanaankebijakan di bidang pengelolaan lahan, air irigasi, pembiayaan, pupuk, pestisida,dan alat mesin pertanian. (3) Penyusunan norma standar, pedoman dan kriteriadi bidang pengelolaan lahan, air irigasi, pembiayaan, pupuk, pestisida, dan alatmesin pertanian (4) Pemberian bimbingan teknis dan evaluasi di bidangpengelolaan lahan, air irigasi, pembiayaan, pupuk, pestisida, dan alat mesinpertanian. (5) Pelaksanaan administrasi Direktorat Jenderal Prasarana danSarana Pertanian.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 20122


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian1.3 OrganisasiDirektorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian ditetapkan berdasarkanPeraturan Presiden No. 24 Tahun 2010 tentang Unit Organisasi dan TugasEselon I Kementerian Negara Republik Indonesia dengan susunan organisasiyang terdiri dari Sekretariat Direktorat Jenderal, 5 unit Direktorat, 24 Unit kerjaEselon III dan 57 Unit kerja Eselon IV.Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian terbentuk Sejaktahun 2010. Struktur organisasi Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanianmengalami perubahan sesuai dengan Permentan Nomor61/Permentan/OT.140/10/2010. Secara lengkap struktur Organisasi DirektoratJenderal Prasarana dan Sarana Pertanian dari Eselon II sampai dengan EselonIII dapat dilihat pada bagan berikut :Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 20123


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianBAB IIPERENCANAAN DAN PERJANJIAN KINERJAProgram pembangunan sarana dan prasarana pertanian dijabarkan dalam RencanaStrategis Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 2011 – 2014.Selanjutnya Rencana Strategis Tahun 2011 – 2014 diuraikan secara detail dalamRencana Kerja Tahunan yang disusun oleh masing-masing Unit Kerja Eselon II.Sedangkan Rencana Kerja Tahunan Direktorat Jenderal Prasarana dan SaranaPertanian Tahun 2012 dituangkan dalam bentuk Penetapan Kinerjayangditandatangani oleh Direktur Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian dandisahkan oleh Menteri Pertanian, sebagai wujud kontrak kinerja.2.1 Rencana Strategis Tahun 2011-2014Rencana Strategis Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian tahun2011 – 2014 memuat program / kegiatan untuk mendukung 4 (empat) targetsukses Kementerian Pertanian yaitu pencapaian swasembada dan swasembadaberkelanjutan, diversifikasi pangan, peningkatan daya saing dan nilai tambahekspor, serta peningkatan kesejahteraan petani.Penjabaran Rencana Program/Kegiatan Direktorat Jenderal Prasarana danSarana Pertanian tertuang dalam Rencana Strategis (Renstra) yang dijabarkansecara lengkap sebagai berikut :Visi dan MisiDalam merumuskan visi dan misi Direktorat Jenderal Prasarana dan SaranaPertanian sebagai landasannya adalah visi dan misi Kementerian Pertanian,sebagai berikut :Visi Kementerian Pertanian adalah : terwujudnya pertanian industrial unggulberkelanjutan yang berbasis sumberdaya lokal untuk meningkatkan kemandirianpangan, nilai tambah, daya saing, ekspor dan kesejahteraan petani.Misi Kementerian Pertanian adalah : (a) mewujudkan sistem pertanianberkelanjutan yang efisien, berbasis IPTEK dan sumberdaya lokal, sertaberwawasan lingkungan melalui pendekatan sistem agribisnis; (b) menciptakanLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 20125


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertaniand. Menyusun kebijakan pengembangan perluasan areal, pengelolaan lahandan pengelolaan air yang berbasis pada pemberdayaan masyarakat petanidi pedesaan.e. Mewujudkan dan mengembangkan sistem pembiayaan usaha pertanianyang flesibel dan sederhana.f. Memfasilitasi penyediaan, penyaluran dan penggunaan pupuk dan pestisidasesuai azas 6 (enam) tepat (jenis, jumlah, tempat, waktu, mutu dan harga)g. Meningkatkan pengawasan atas penyediaan, penyimpanan danpenggunaan pupuk dan pestisidah. Meningkatkan pelayanan pendaftaran pupuk dan pestisidai. Mendorong peran serta masyarakat dan stakeholder terkait dalampenyediaan dan pengawasan pupuk dan pestisidaj. Menyelenggarakan pengembangan sistem mekanisasi pertanian diIndonesia melalui kebijakan pengembangan, pengawasan dankelembagaan alat dan mesin pertanian yang sesuai dengan arahpembangunan pertanian.k. Memberikan pelayanan prima dalam bidang perencanaan, administrasi danmanajemen pembangunan prasarana dan sarana pertanian.2.1.1 Tujuan dan SasaranTujuan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian adalah :a. Mengembangkan infrastruktur pertanian aspek lahan pada kawasan tanamanpangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan melalui jalan pertanian.b. Memperluas areal pertanian pada kawasan tanaman pangan, hortikultura,perkebunan dan peternakan.c. Mengendalikan laju alih fungsi lahan pertanian ke non pertanian bersamainstansi terkait dalam rangka mewujudkan lahan pertanian abadi.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 20127


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertaniand. Menyusun rancangan Peraturan Pemerintah, Peraturan Menterisebagaimana diamanatkan oleh Undang Undang Nomor 41 Tahun 2009tentang Perlindungan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLPPB).e. Mendorong peningkatan status kepemilikan lahan petani agar ada jaminankepastian hukum, agar dapat meningkatkan akses petani kepada sumberpermodalan.f. Melakukan upaya optimasi lahan, konservasi lahan dan konservasi DASHulu, rehabilitasi dan reklamasi lahan dalam rangka pendayagunaan lahanterlantar, pencegahan degradasi lahan yang terus berlanjut serta mencegahmeluasnya lahan pertanian yang kritis.g. Mewujudkan usahatani padi sawah ramah Iingkungan melalui SRI (System ofRice Intensification).h. Mengembangkan Rumah Kompos dalam rangka pemanfaatan pupuk organikuntuk memperbaiki dan meningkatkan kesuburan lahan pertanian.i. Mewujudkan pengembangan sumber air irigasi alternatif dan skala kecil, baikair tanah maupun air permukaan untuk tanaman pangan, hortikultura,perkebunan dan peternakan.j. Mewujudkan optimalisasi pemanfaatan air irigasi melalui pengembangan danoptimalisasi air irigasi baik jaringan irigasi tingkat usahatani, jaringanpedesaan, maupun pengembangan tata air mikro.k. Melaksanakan kegiatan pemberdayaan kelembagaan petani pemakai air di 32propinsi serta melakukan upaya pemberdayaan kelembagaan pengelola airirigasi dalam rangka meningkatkan posisi tawar petani.l. Melakukan upaya konservasi air, peningkatan kualitas air dan pelestarianlingkungan, serta melakukan upaya adaptasi terhadap perubahan iklim global.m. Meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi antar sektor dan lembaga terkaitdalam rangka memecahkan permasalahan dalam pengelolaan lahan dan air.n. Meningkatkan kualitas sumber daya manusia pertanian dalam bidangpengelolaan lahan dan air yang sensitive gender.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 20128


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanianc. Mengefektifkan peran pengawasan penyediaan, peredaran dan pemanfaatanalat dan mesin pertaniand. Menumbuh kembangkan Kelembagaan Usaha Pelayanan Jasa Alsintan(UPJA) dan bengkel alsintane. Melakukan penguatan UPJA yang sesuai dengan karakteristik dan potensiwilayah setempatf. Meningkatkan kualitas pengelolaan UPJA yang berorintasi bisnis dan mandiriagar menjadi UPJA Mandirig. Meningkatkan koordinasi dan sinkronisasi dalam pengembangan, pegawasandan peningkatan peranan kelembagaan alsintan.D. Sasaran pelaksanaan pembangunan dan program kerja DirektoratJenderal Prasarana dan Sarana Pertanian tahun 2011-2014 adalah sebagaiberikut:1. Terwujudnya pengembangan basis data lahan pertanian yang akurat melaluipenyiapan peta dan data lahan serta pemanfaatannya di seluruh Indonesia.2. Terwujudnya pengembangan (pembangunan dan rehabilitasi) infrastrukturpertanian seperti pembuatan jalan pertanian sebesar 11.546 km.3. Terwujudnya perluasan areal pertanian pada kawasan tanaman panganseluas 362.680 ha untuk sawah, hortikultura seluas 39.824 ha, perkebunanseluas 93.181 ha dan peternakan seluas 24.366 ha.4. Terwujudnya optimasi lahan 914.758 Ha, serta pengembangan usahatanipadi sawah ramah Iingkungan melalui SRI (System of Rice Intensification)seluas 521.180 Ha.5. Terwujudnya pengembangan sumber air irigasi alternatif dalam skala kecil,baik air tanah maupun air permukaan untuk tanaman pangan seluas 2.623unit, hortikultura seluas 1.927 unit, perkebunan seluas 1.858 unit danpeternakan seluas 1.748 unit.6. Terwujudnya optimalisasi pemanfaatan air irigasi melalui rehabilitasi jaringanirigasi tingkat usahatani (JITUT) dan jaringan irigasi pedesaan (JIDES) danpengembangan tata air mikro (TAM) seluas 1.778.317 Ha.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201210


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian7. Pengembangan Sentra Usaha Ekonomi Produktif Petani melalui GapoktanPUAP & Penumbuhan Gapoktan PUAP menjadi LKM-A di 33 propinsi,sejumlah 40.000 Gapoktan.8. Tersalurnya pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian di 33 provinsi, di 33Propinsi khususnya di daerah sentra produksi beras, sejumlah 46,79 juta ton.9. Terwujudnya peningkatan kememilikan produk alsintan sesuai standar mutuyang berlaku (SNI), di 33 propinsi sebesar 3 – 5 %.10. Terlaksananya penumbuhan dan pengembangan kelembagaan alsintan(UPJA), tingkat pemula 10 %, berkembang 10% dan profesional dan mandiri15% per tahun, serta pengembangan bengkel alsintan di 33 propinsi.11. Terwujudnya upaya konservasi air dalam rangka pemanfaatan curah hujanefektif dan aliran permukaan untuk tanaman pangan dan hortikultura 5.895unit, perkebunan seluas 1.652 unit, dan peternakan 2.014 unit. PelaksanaanSekolah Lapang Adaptasi perubahan iklim di 32 provinsi.12. Terlaksananya kegiatan pemberdayaan kelembagaan petani pemakai air,serta meningkatnya kualitas koordinasi dan sinkronisasi kelembagaan dalammenangani masalah pengairan tingkat tersier di 32 propinsi.13. Peningkatan kualitas SDM pertanian dalam pengelolaan lahan dan air yangsensitive gender di 33 propinsi.14. Pengembangan Sentra Usaha Ekonomi Produktif Petani melalui GapoktanPUAP & Penumbuhan Gapoktan PUAP menjadi LKM-A di 33 provinsi.15. Tersalur & terfasilitasinya petani / peternak melalui penyaluran kredit programKKP-E, sebesar Rp. 10,5 Trilyun16. Tersalurnya kredit pembibitan sapi bersubsidi, sebesar Rp.23,3 Trilyun.17. Terfasilitasinya Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk Petani, Tanaman Pangan,Hortikultura, Kebun & Ternak, sebesar Rp. 24,4 Trilyun.18. Tersalurnya Pembiayaan Syariah melalui Bank Syariah & LKM-A, sebesarRp. 8,83 Trilyun.19. Tersalurnya pupuk bersubsidi untuk sektor pertanian di 33 provinsi.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201211


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian20. Terlaksananya pengawasan atas peredaran dan penggunaan pupuk secaraberimbang dan pestisida yang ramah lingkungan.21. Terlaksananya pelayanan pendaftaran pupuk dan pestisida.22. Terwujudnya peningkatan kepemilikan alsintan di 33 provinsi sebesar 3 - 5 %23. Terwujudnya optimalisasi penggunaan alsintan melalui project percontohanoptimasi pemanfaatan alsintan di 5 lokasi setiap tahun24. Terlaksananya pengawasan pengadaan, peredaran dan penggunaan alat danmesin pertanian yang berdaya guna dan berhasil guna di 33 Provinsi25. Terlaksananya penumbuhan dan pengembangan UPJA Pemula, Berkembangdan Profesional meningkat masing 10%, 10% dan 15% per tahun danpengembangan bengkel alsintan di 33 Propinsi26. Terlaksananya Penguatan UPJA di 33 Propinsi27. Terwujudnya peningkatan kualitas pengelolaan UPJA yang berorientasi bisnisdan mandiri sebagai pilot percontohan UPJA Mandiri di 5 lokasi per tahunmelalui sekolah lapang alsintan.28. Terwujudnya peningkatan kualitas koordinasi dan sinkronisasi dalampengembangan, pengawasan dan kelembagaan alsintan di 33 propinsi.2.1.2 Arah KebijakanKebijakan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian, dalam rangkamenunjang pembangunan pertanian adalah sebagai berikut:1. Kebijakan yang terkait dengan pengembangan infrastruktur pertanian aspeklahan adalah adalah pengembangan JUT dan jalan produksi pada kawasantanaman pangan, hortikultura, perkebunan, dan peternakan2. Kebijakan yang terkait dengan pencapaian sasaran: meningkatnya luas arealpertanian pada kawasan tanaman pangan, hortikultura, perkebunan danpeternakan, ditempuh melalui:a. Penambahan Baku Lahan (PBL)b. Pendekatan kawasan yang berskala ekonomic. Kesesuaian daya dukung dan agropedoklimatLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201212


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertaniand. Partisipasi dan pemberdayaan petani.e. Peningkatan efektivitas pembelajaran melalui pendampingan.3. Kebijakan yang terkait dengan pencapaian sasaran: terkendalinya laju alihfungsi lahan, adalah:a. Sosialisasi Undang-Undang Nomor 41 Tahun 2009 tentang PengendalianLahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (PLPPB) dan penyiapan,penyusunan serta implementasi peraturan pelaksanaanya, baik berupaPP, Perpres, Kepmen, dll.b. Kebijakan perlindungan kawasan pertanian produktif yang diperlukanuntuk mempertahankan lahan-lahan pertanian berkelanjutan, melaluipeningkatan koordinasi dengan instansi terkait didalam penetapankawasan dan penyempurnaan Rencana Tata Ruang Wilayah Propinsi /Kabupaten (RTRWP/K),c. Kebijakan peningkatan kesadaran masyarakat petani dalam berpartisipasiuntuk mencegah terjadinya alih fungsi lahan pertanian, melaluipemberdayaan masyarakat petani.d. Kebijakan peningkatan peran institusi terkait dalam pengendalian alihfungsi lahan, melalui peningkatan koordinasi.4. Kebijakan yang terkait dengan pemberian hak kepemilikan lahan petani(sertifikasi) dilakukan melalui:a. Koordinasi program dengan instansi Badan Pertanahan Nasional.b. Partisipasi dan pemberdayaan petani terutama dalam pemanfaatansertifikat sebagai agunan kredit pada sumber permodalan (perbankan),untuk peningkatan permodalan.5. Kebijakan yang terkait dengan pencapaian sasaran: terwujudnya upayaoptimasi, konservasi, rehabilitasi dan reklamasi lahan pertanian, adalah :a. Kebijakan optimasi lahan dilakukan melalui pemberdayaan masyarakatpetani/peternak pada lahan terlantar, dan lahan yang berpotensi untukditingkatkan IP-nya serta peningkatan kesuburan dan produktivitas lahanmelalui pengembangan pertanian ramah lingkungan.b. Kebijakan pengembangan usahatani konservasi lahan dan konservasiDAS hulu yang dilakukan melalui pemberdayaan masyarakat.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201213


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanianc. Kebijakan reklamasi lahan dilakukan melalui pemberdayaanmasyarakat/petani pada lahan rawa, bekas tambang dan bekas industri.d. Kebijakan perbaikan kesuburan lahan sawah melalui pengembanganrumah kompos untuk pemberian/penambahan bahan organik/kompos.e. Peningkatan efektivitas pembelajaran melalui pendampingan.6. Kebijakan pengembangan basis data sumber daya lahan dan air (tabular danspasial) yang akurat untuk pengembangan dan pengelolaan lahan dan airirigasi pertanian.7. Kebijakan yang terkait dengan pencapaian sasaran: tercapainyapengembangan sumber air alternatif dan skala kecil, adalah :a. Diprioritaskan pada kawasan kekeringan dengan mendayagunakan baikair permukaan maupun air tanah.b. Pengembangan sumber air alternatif dan skala kecil secara berkelanjutandengan cara partisipatif.8. Kebijakan yang terkait dengan pencapaian sasaran: tercapainya optimasipemanfaatan air irigasi, adalah:a. Peningkatan fungsi prasarana irigasi,b. Penerapan teknologi hemat airc. Peningkatan partisipasi masyarakat.9. Kebijakan yang terkait dengan pencapaian sasaran: terwujudnya upayakonservasi air dan lingkungan hidup, adalah :a. Melakukan pemanenan air hujan dan aliran permukaan,b. Fasilitasi pembangunan sarana prasarana konservasi airc. Melakukan upaya pelestarian lingkungan hidup dalam segala aktivitaspertanian yang terkait dengan sumber daya air.d. Antisipasi kekeringan dan kebanjiran pada kawasan pertanian.e. Peningkatan partisipasi masyarakat/petani.10. Kebijakan yang terkait dengan pencapalan sasaran : terwujudnyapeningkatan upaya antisipasi perubahan iklim, serta penyebarluasaninformasi perilaku iklim adalah:a. Peningkatan koordinasi dan sinkronisasi kegiatan dengan Instansi terkaitdalam informasi tentang prakiraan iklim/cuaca.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201214


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanianb. Peningkatan diseminasi prakiraan iklim kepada petugas lapangan danpetani.c. Peningkatan pengetahuan petani tentang iklim melalui sekolah lapangadaptasi perubahan iklim.11. Kebijakan yang terkait dengan pencapaian sasaran : terwujudnyapemberdayaan kelembagaan petani pemakai air dalam rangka pengelolaanair irigasi, adalah :a. Pengembangan dan pemberdayaan kelembagaan petani pemakai airsecara partisipatif dan berbasis pada kearifan lokal.b. Fasilitasi pemberdayaan kelembagaan pemakai air.12. Kebijakan yang terkait dengan pencapaian sasaran : meningkatnya kualitaskoordinasi kelembagaan dalam penanganan masalah lahan dan air, adalah:a. Pembentukan pokja penanganan masalah lahan dan airb. Peningkatan intensitas forum komunikasi dan kerjasama antar instansiterkait13. Kebijakan yang terkait dengan pencapaian sasaran : meningkatnya kualitasSDM pertanian dalam pengelolaan lahan dan air, adalah:a. Peningkatan capacity building bagi petugas dan petanib. Peningkatan efektivitas pembelajaran melalui pendampingan.14. Kebijakan terkait dengan revitalisasi pembiayaan petani dan kelembagaanpetani dalam rangka meningkatkan ketersediaan pembiayaan/kredit bagipetani, fokus pada :a. Pembiayaan yang bersumber dari dana perbankanb. Pembiayaan yang bersumber dari dana BUMN/CSRc. Pembiayaan yang bersumber dari dana lembaga keuangan non bankd. Pembiayaan yang bersumber dari pembiayaan swasta dan masyarakate. Pembiayaan yang bersumber dari dana masyarakat tani dan ataumasyarakat yang peduli terhadap pertanianf. Pembiayaan yang bersumber dari dana pemerintah pusat (APBN) danpemerintah daerah (APBD Propinsi dan APBD Kabupaten/Kota)Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201215


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertaniang. Pembiayaan yang bersumber dari Lembaga Keuangan Mikro Agribisnis(LKM-A), dan Lembaga adat yang berkembang di masyarakat, sertasumber pembiayaan lainnya.15. Kebijakan terkait pupuk dan pestisida, adalah :a. Penyediaan pupuk bersubsidi pada sektor pertanian untuk mendorongpenerapan pemupukan secara berimbang guna meningkatkanproduktivitas dan kualitas hasil pertanian.b. Pengawasan peredaran dan penggunaan pupuk dan pestisida ramahlingkungan.c. Peningkatan pelayanan pendaftaran pupuk dan pestisida pertanian dannon peternakan.16. Kebijakan pengembangan alsintan, di dalamnya memuat beberapa halsebagai berikut :a. Kebijakan yang terkait dengan sasaran meningkatnya kepemilikanalsintan pada 33 Propinsi sebesar 3 – 5 % adalah : (a) sosialisasipelaksanaan kegiatan kepemilikan alsintan (b) koordinasi dengan DinasPropinsi dan Kabupaten guna pemantapan kegiatan kepemilikan alsintan(c) kebijakan dalam pelaksanaan kegiatan kepemilikan alsintan.b. Kebijakan yang terkait dengan terlaksananya project percontohanoptimasi pemanfaatan alsintan pada 5 lokasi setiap tahun adalah : (a)sosialisasi pelaksanaan kegiatan percontohan optimasi pemanfaatanalsintan (b) koordinasi dengan Dinas Propinsi dan Kabupaten gunapemantapan kegiatan percontohan (c) peningkatan partisipasi produsenalsintan dalam mengoptimalkan penggunaan alsintan (d) kebijakan dalampelaksanaan kegiatan percontohan optimasi pemanfaatan alsintan.c. Kebijakan yang terkait dengan sasaran terlaksananya pengawasanpengadaan, peredaran dan penggunaan alat dan mesin pertanian yangberdayaguna dan berhasilguna di 33 Propinsi (a) sosialisasi pengawasanalsintan (b) meningkatkan jumlah dan kompetensi petugas pengawasalsintan (c) meningkatkan dukungan sarana pengawasan alsintan.d. Kebijakan yang terkait dengan sasaran terlaksananya penumbuhan danpengembangan UPJA Pemula, Berkembang, dan Profesional meningkat,masing-masing 10%, 10% dan 15% per tahun adalah : (a) sosialisasiLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201216


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianPermentan No. 25 Tahun 2008 tentang pedoman penumbuhan danpengembangan UPJA (b) Pembentukan Tim UPJA (c) kebijakanpemberdayaan dalam pengelolaan UPJA (d) peningkatan peranan UPJAdalam pengembangan alsintan (e) kebijakan peningkatan integrasisubsistem pengguna, penyedia alsintan, permodalan dan pembinaandalam keberlanjutan kelembagaan UPJA.e. Kebijakan yang terkait dengan sasaran terlaksananya pengembanganbengkel alsintan di 33 Propinsi (a) sinkronisasi dan koordinasi denganinstansi terkait (b) peningkatan peranan produsen alsintan dalampengembangan bengkel (c) peningkatan keahlian pengelola bengkelalsintan.f. Kebijakan yang terkait dengan terlaksananya penguatan UPJA di 33Propinsi (a) sinkronisasi dan koordinasi dengan instansi terkait (b)kebijakan bantuan dalam penguatan UPJA (c) peningkatan kompetensipengelola UPJA dalam mengembangkan bisnisnya (d) peningkatandukungan sarana untuk penguatan UPJA (e) peningkatan kualitaslayanan UPJA yang Profesional.g. Kebijakan yang terkait dengan sasaran terlaksananya pilot percontohanUPJA Mandiri melalui sekolah lapang alsintan di 5 lokasi per tahun (a)sosialisasi pelaksanaan kegiatan pilot percontohan UPJA Mandiri (b)koordinasi dengan Dinas Propinsi dan Dinas Kabupaten/Kota gunapenetapan lokasi sekolah lapang alsintan (c) peningkatan partisipasiUPJA dalam mengoptimalkan penggunaan alsintan (d) kebijakan dalampengembangan sekolah lapang alsintan (e) kebijakan dalam memperluaspelayanan jasa alsintan baik dari aspek jumlah maupun luas areallayanan.h. Kebijakan yang terkait dengan meningkatnya kualitas koordinasi dansinkronisasi dalam pengembangan, pengawasan, dan kelembagaanalsintan di 33 Propinsi adalah kebijakan peningkatan forum komunikasidan informasi dalam pengembangan, pengawasan dan kelembagaanalsintan.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201217


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian2.1.3 Program dan KegiatanProgram Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian adalah :Program Pengembangan dan Penyediaan Prasarana dan Sarana Pertaniandengan indikator kinerja program adalah :1) Tersedianya kebijakan di bidang Prasarana dan Sarana Pertanian2) Tersedianya standart, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidangPrasarana dan Sarana Pertanian3) Terlaksananya bimbingan teknis di bidang Prasarana dan SaranaPertanian4) Luasan (Ha) areal pelayanan irigasi, area pengelolaan lahan dan areapertanian baru.5) Terbentuk dan terfasilitasinya Gapoktan PUAP dengan dana Stimulus danaPenguatan Modal Usaha.6) Terealisasi penyaluran kredit program KKP-E, kredit pembibitan sapibersubsidi, KUR, dan pembiayaan usaha tani melalui laba BUMN7) Tersedianya rumusan dan pelaksanaan kebijakan, penyusunan norma,standar, prosedur, dan kriteria, serta pemberian bimbingan teknis danevaluasi di bidang pupuk dan pestisida pertanian dan non pertanian.8) Terlaksananya penyediaan dan penyaluran pupuk untuk sektor pertanian.9) Terlaksananya pengawasan peredaran dan penggunaan pupuk danpestisida10) Terlaksananya pelayanan pendaftaran pupuk dan pestisida.11) Tersedianya kebijakan di bidang alat dan mesin pertanian.12) Tersedianya standart, norma, pedoman, kriteria dan prosedur di bidang alatdan mesin pertanian.13) Terlaksananya bimbingan teknis di bidang alat dan mesin pertanian14) Jumlah unit alsintan yang digunakan, luasan (Ha) areal yang dikerjakanmenggunakan alsintan, jumlah petugas pengawas alsintan dan jumlahUPJA/Bengkel Alsintan yang operasional.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201218


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian2.2 Rencana Kinerja Tahun 2012Rencana Kinerja Tahun 2012 Direktorat Jenderal Prasarana dan SaranaPertanian difokuskan untuk mendukung 4 (empat) target sukses KementerianPertanian terutama untuk pencapaian swasembada dan swasembadaberkelanjutan. Sasaran strategis yang disusun dalam rencana kinerja DirektoratJenderal Prasarana dan Sarana Pertanian tahun 2011 sebagai berikut :1. Meningkatnya pembangunan jalan pertanian pada kawasan tanaman pangan,hortikultura, perkebunan dan peternakan sebagai infrastruktur pertanian.2. Meningkatnya luas optimasi lahan pertanian dan pengembangan metode SRI.3. Meningkatnya luas areal pertanian pada kawasan tanaman pangan.4. Tersedianya pupuk dan pestisida di seluruh wilayah Indonesia.5. Meningkatnya pemanfaatan alsintan untuk pengolahan lahan dan pengairan.6. Meningkatnya pelayanan pembiayaan petani melalui bantuan langsungPengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP).7. Meningkatnya penyediaan air irigasi dalam mendukung produksi pertanian.Sasaran strategis Direktorat Jenderal Prasaran dan Sarana Pertaniandituangkan dalam indikator kinerja yaitu terbangunnya jalan pertanian yangdigunakan petani untuk kegiatan usahatani, berkembangnya metode SRI yangdilaksanakan oleh petani/kelompok tani, berkembangnya optimasi lahanpertanian yang dilaksanakan oleh petani/kelompok tani, tercetaknya areal sawahyang dimanfaatkan untuk kegiatan usahatani padi, penyaluran pupuk bersubsidi( urea, SP-36, ZA, NPK dan pupuk organik) yang digunakan olehpetani/kelompok tani, traktor roda 2 yang digunakan petani/kelompok tani untukmengolah tanah, traktor roda 4 yang digunakan petani/kelompok tani untukmengolah tanah, pompa air yang digunakan petani/kelompok tani untuk mengairiareal pertanian, BLM PUAP yang digunakan gapoktan untuk membiayaikegiatan usahatani baik on farm maupun off farm, terbangunnya danterlaksanakannya rehab jaringan irigasi yang dimanfaatkan petani/kelompok taniuntuk kegiatan usaha tani, tersedianya sumber air yang dimanfaatkanpetani/kelompok tani untuk kegiatan usahatani.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201219


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian2.3 Penetapan Kinerja Tahun 2012Penetapan Kinerja merupakan kontrak kerja antara Direktur Jenderal Prasaranadan Sarana Pertanian dengan Menteri Pertanian untuk melaksanakan kegiatanyang mendukung Program Kementerian. Adapun kontrak kerja yang ditetapkanDirektorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian adalah sebagai berikut :1. Meningkatnya pembangunan jalan pertanian pada kawasan tanaman pangan,hortikultura, perkebunan dan peternakan sebagai infrastruktur pertanian.2. Meningkatnya luas optimasi lahan pertanian dan pengembangan metode SRI.3. Meningkatnya luas areal pertanian pada kawasan tanaman pangan.4. Tersedianya pupuk dan pestisida di seluruh wilayah Indonesia.5. Meningkatnya pemanfaatan alsintan untuk pengolahan lahan dan pengairan.6. Meningkatnya pelayanan pembiayaan petani melalui bantuan langsungPengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP).7. Meningkatnya penyediaan air irigasi dalam mendukung produksi pertanian.untuk dapat mengukur kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan SaranaPertanian maka ditetapkan Indikator kinerja. Indikator Kinerja Direktorat JenderalPrasarana dan Sarana Pertanian tahun 2011 adalah sebagai berikut :a. Terbangunnya jalan pertanian sepanjang 454 Km yang digunakan petaniuntuk kegiatan usahatani di 26 Provinsi , 88 Kabupaten/Kota.b. Berkembangnya metode SRI seluas 60.000 Ha yang dilaksanakan olehpetani/kelompok tani di 20 Provinsi , 119 Kabupaten/Kota.c. Berkembangnya optimasi lahan pertanian seluas 209.400 Ha yangdilaksanakan oleh petani/kelompok tani di 30 Provinsi , 315 Kabupaten/Kota.d. Tercetaknya areal sawah seluas 100.000 Ha yang dimanfaatkan untukkegiatan usahatani padi di 28 Provinsi , 208 Kabupaten/Kota.e. Tersalurnya pupuk bersubsidi di 33 Provinsi yang digunakan olehpetani/kelompok tani sesuai azas 6 (enam) Urea sebanyak 5.100.000 Ton SP-36 sebanyak 1.000.000 Ton ZA sebanyak 1.000.000 Ton NPK sebanyak 2.593.920 Ton Organik sebanyak 835.000 TonLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201220


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertaniang. Terealisasinya penyediaan Traktor Roda 2 sebanyak 1.567 unit yangdigunakan petani/kelompok tani untuk mengolah tanah di 29 Provinsi , 191Kabupaten/Kota.h. Terealisasinya penyediaan Traktor Roda 4 sebanyak 50 unit yang digunakanpetani/kelompok tani untuk mengolah tanah di 25 Provinsi , 35Kabupaten/Kota.i. Terealisasinya penyediaan Pompa Air sebanyak 600 unit yang digunakanpetani/kelompok tani untuk mengairi areal pertanian di 25 Provinsi , 131Kabupaten/Kota.j. Tersalurnya BLM PUAP yang digunakan gapoktan sebanyak 6000 gapoktanuntuk membiayai kegiatan usahatani baik on farm maupun off farm di 33Provinsi.k. Terbangunnya dan terlaksanakannya rehab jaringan irigasi seluas 523.250Ha yang dimanfaatkan petani/kelompok tani untuk kegiatan usaha tani di 31Provinsi , 342 Kabupaten/Kotal. Tersedianya sumber air yang dimanfaatkan petani/kelompok tani untukkegiatan usahataniLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201221


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianBAB IIIAKUNTABILITAS KINERJA DIREKTORATJENDERAL PRASARANA DAN SARANAPERTANIAN3.1 Kriteria Ukuran Keberhasilan Pencapaian SasaranKriteria ukuran keberhasilan pencapaian sasaran tahun 2012 ditetapkanberdasarkan penilaian capaian melalui metode scoring, yaitu : (1) sangatberhasil (capaian > 100 persen) , (2) berhasil (capaian 80 – 100 persen) , (3)cukup berhasil (capaian 60 – 79 persen), (4) kurang berhasil (capaian < 60persen) terhadap sasaran yang telah ditetapkan.pengukuran kinerja kegiatan dilakukan melalui pengukuran indikator kinerja.Hal ini dilakukan dengan cara membandingkan angka realisasi dengan angkatarget.3.2 Pencapaian Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianHasil pengukuran pencapaian kinerja dilakukan setelah semua datapencapaian kinerja selesai dihimpun, maka satu per satu diukur realisasipencapaian rencana tingkat capaian (target) sasaran. Hasil pengukuran kinerjaDirektorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian tahun 2012 diukurberdasarkan Penetapan Kinerja. Namun demikian karena terdapat perubahanatau revisi pada target dan anggaran maka dijelaskan pula pengukuran kinerjaberdasarkan perubahan atau revisi yang telah dilakukan.Dari 7 (tujuh) kegiatan strategis Direktorat Jenderal Prasarana dan SaranaPertanian yang ditetapkan kontrak kinerjanya yaitu :1. Pembangunan Jalan Pertanian2. Perluasan Optimasi Lahan Pertanian dan Pengembangan Metode SRI3. Perluasan Areal Pertanian Kawasan Tanaman Pangan4. Penyediaan Pupuk dan Pestisida di Seluruh Wilayah Indonesia5. Peningkatan Pemanfaatan Alsintan untuk Pengolahan Lahan danPengairan6. Peningkatan Pelayanan Pembiayaan Petani Melalui Bantuan LangsungPengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP)Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201222


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian7. Peningkatan Ketersediaan Air Irigasi dalam Mendukung Produksi PertanianNilai pencapaian kinerja masing – masing kegiatan tersebut berkisar antaraberhasil dan sangat berhasil. Kegiatan yang pencapaian kinerjanya sangatberhasil yaitu kegiatan Peningkatan Pelayanan Pembiayaan Petani MelaluiBantuan Langsung Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP) dankegiatan Peningkatan Ketersediaan Air Irigasi dalam Mendukung ProduksiPertanian khususnya kegiatan Pengembangan Jaringan Irigasi. Sedangkankegiatan lainnya pencapaian kinerjanya berhasil. Nilai capaian kegiatantersebut dapat dilihat pada tabel 1 berikut :Tabel 1. Ukuran Keberhasilan Pencapaian Sasaran Ditjen PSPNo.SasaranStrategis1 MeningkatnyapembangunanJalan Pertanianpada kawasantanamanpangan,hortikultura,perkebunan danpeternakansebagaiinfrastrukturpertanian2 Meningkatnyaluas optimasilahan pertaniandanpengembanganmetode SRI3 Meningkatnyaluas arealpertanian padakawasantanaman pangan4 Tersedianyapupuk danpestisida diseluruh wilayahIndonesia sesuaiazas 6 (enam)tepatIndikator Kinerja1 Terbangunnyajalan pertaniansepanjang (Km)yang digunakanpetani untukkegiatanusahatani di 26Provinsi, 88Kabupaten/Kota1 Berkembangnyametode SRIseluas (Ha)yangdilaksanakanolehpetani/kelompoktani di 20Provinsi, 119Kabupaten/Kota2 Berkembangnyaoptimasi lahanpertanianseluas (Ha)yangdilaksanakanolehpetani/kelompoktani di 30Provinsi,315Kabupaten/Kota1 Tercetaknyaareal sawahseluas (Ha)yangdimanfaatkanuntuk kegiatanusahatani padidi 28 Provinsi,208Kabupaten/Kota1 Penyaluranpupukbersubsidi di 33Provinsi yangdigunakan olehpetani/kelompoktani sesuai azas6 (enam) tepatTargetRealisasiCapaianAwalRevisi454 452 Km 442 Km 97,36 % Berhasil60.000 60.300 Ha 57.551 Ha 95,92 % Berhasil209.400 209.800 Ha 199.068 Ha 95,07 % Berhasil100.000 100.730 Ha 98.365,5 Ha 98,37 % BerhasilLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201223


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianNo.SasaranStrategis5 Meningkatnyapemanfaatanalsintan untukpengolahanlahan danpengairan6 MeningkatnyaPelayananPembiayaanPetani melaluiBantuanLangsungPengembanganUsaha AgribisnisPerdesaan(PUAP)7 Meningkatnyaketersediaan airirigasi dalammendukungproduksipertanianIndikator KinerjaAwalTargetRevisiRealisasiCapaiana. urea 5.100.000 - Ton 4.095.548,724 Ton 80,30 % Berhasilb. SP - 36 1.000.000 - Ton 855.490,700 Ton 85,55 % Berhasilc. ZA 1.000.000 - Ton 1.000.035,590 Ton 100 % Berhasild. NPK 2.593.920 - Ton 2.136.915,823 Ton 82,38 % Berhasile. Organik 835.000 - Ton 724.032,150 Ton 86,71 % Berhasil1 Traktor Roda 2sebanyak (Unit)yang digunakanpetani/kelompoktani untukmengolah tanahdi 29 Provinsi,191Kabupaten/Kota2 Traktor Roda 4sebanyak (Unit)yang digunakanpetani/kelompoktani untukmengolah tanahdi 25 Provinsi,35Kabupaten/Kota3 Pompa airsebanyak (Unit)yang digunakanuntukpetani/kelompoktani untukmengairi arealpertanian di 25Provinsi, 131Kabupaten1 BLM PUAPyang digunakangapoktansebanyak(Gapoktan)untukmembiayaikegiatanusahatani baikon farm maupunoff farm di 33Provinsi1 Terbangunnyadanterlaksananyarehab jaringanirigasi seluas(Ha) yangdimanfaatkanpetani/kelompoktani untukkegiatanusahatani di 31Provinsi, 342kabupaten/Kota2 Tersedianyasumber airseluas (Ha)yangdimanfaatkanpetani/kelompoktani untukkegiatanusahatani di 31Provinsi, 266Kabupaten/Kota1.567 - Unit 1.567 Unit 100 % Berhasil50 - Unit 50 Unit 100 % Berhasil600 - Unit 600 Unit 100 % Berhasil6.000 6.050 Gapoktan 6.050 Gapoktan 100,83 % SangatBerhasil523.250 534.147,6 Ha 523.615 Ha 100,07 % SangatBerhasil1.600 1.679 Unit 1.578 Unit 98,63% BerhasilLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201224


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianPenjelasan terkait pencapaian kinerja kegiatan di atas dapat dilihat sebagaiberikut :3.2.1.Pembangunan Jalan PertanianPengembangan Jalan Pertanian merupakan upaya pembangunan jalanpertanian yang baru, peningkatan kapasitas atau rehabilitasi jalan dikawasan sentra produksi pertanian (tanaman pangan, hortikultura,perkebunan rakyat dan peternakan) sebagai akses pengangkutan saranaproduksi, alat mesin dan hasil produksi pertanian. Didalam UU No. 38Tahun 2004 tentang Jalan terdapat Klausul Jalan Khusus yaitu jalan yangpembangunan dan pembinaannya merupakan tanggung jawabKementerian terkait. Sehubungan dengan itu maka jalan pertaniandikategorikan Jalan Khusus pada kawasan pertanian (tanaman pangan,hortikultura, perkebunan rakyat dan peternakan) sehingga pembinaannyamenjadi tanggung jawab Kementerian Pertanian. Mengacu pada UUJalan tersebut maka pengembangan jalan pertanian harus berdasarkanasas kemanfaatan, keamanan, keselamatan, keserasian, keselarasan,keseimbangan, keadilan, transparansi dan akuntabilitas,keberdayagunaan dan keberhasilgunaan serta kebersamaan dankemitraan.Pada saat ini banyak lokasi lahan pertanian belum mempunyai / terdapatjalan pertanian yang memadai sehingga sangat menghambat masyarakattani dalam berusaha tani di lahannya. Melalui dana Tugas PembantuanTA 2012, Direktorat Perluasan dan Pengelolaan Lahan Ditjen Prasaranadan Sarana Pertanian melakukan kegiatan pengembangan jalanpertanian pada kawasan sentra produksi tanaman pangan, hortikultura,perkebunan dan peternakan. Pada TA. 2012 untuk Pengembangan JalanPertanian ditargetkan sepanjang 454 km dengan anggaran sebesarRp. 45.400.000.000, namun dalam pelaksanaannya kegiatan jalanpertanian mengalami revisi menjadi 447 km dengan pagu anggaransebesar Rp. 44.700.000.000.- Ada tambahan bansos pusat sepanjang 5km dengan anggaran Rp. 500.000.000 sehingga target berubah menjadi452 km dengan anggaran sebesar Rp. 45. 200.000.000,-Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201225


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Hasil Capaian Kinerja :Realisasi kegiatan jalan pertanian pada tahun 2012 adalah 442 kmdengan Target sepanjang 454 km sehingga realisasi berdasarkan targetPK adalah sebesar 97,36 % sedangkan anggaran terserapRp. 44.200.000.000 dari Pagu Sebesar Rp. 45.400.000.000,- sehinggarealisasi Pagu sebesar 97,36 %.Berdasarkan target revisi capaian kegiatan jalan pertanian sebesar97,79% untuk target fisik dan untuk keuangan sebesar 97,79 %.Berdasarkan kriteria pengukuran keberhasilan pencapaian sasaran,kegiatan jalan pertanian masuk dalam kriteria (Berhasil) hal ini dilihatberdasarkan persentase capaian sebesar 97,36 % dari target fisik. Tidaktercapainya target dikarenakan kurangnya koordinasi antara petugas diDinas Kabupaten terkait dan ada masalah intern di dalam satker terkait.Kontribusi dari kegiatan Jalan pertanian ini adalah memperlancar prosesproduksi dan pemasaran hasil pertanian serta dapat juga berdampakpada peningkatan pendapatan karena adanya akses yang mempermudahuntuk pemasaran hasil pertanian dan memperkecil tingkat kerusakanproduk pertanian.3.2.2.Perluasan Optimasi Lahan Pertanian dan Pengembangan Metode SRIa) Perluasan Optimasi Lahan PertanianOptimasi lahan pertanian merupakan usaha meningkatkan pemanfaatansumber daya lahan pertanian menjadi lahan usahatani tanaman pangan,hortikultura, perkebunan dan peternakan melalui upaya perbaikan danpeningkatan daya dukung lahan, sehingga dapat menjadi lahan usahataniyang lebih produktif. Kegiatan optimasi lahan pertanian diarahkan untukmemenuhi kriteria lahan usahatani tanaman pangan, hortikultura,perkebunan dan perternakan dari aspek teknis, perbaikan fisik dankimiawi tanah, serta peningkatan infrastruktur usahatani yang diperlukanPada TA.2012 untuk Perluasan Optimasi Lahan ditargetkan sebanyak209.400 Ha dengan anggaran sebesar Rp. 469.056.000.000,- namuntarget mengalami revisi menjadi 209.800 Ha dengan pagu anggaransebesar Rp. 469.952.000.000.-Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201226


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Hasil Capaian Kinerja :Realisasi kegiatan Perluasan Optimasi Lahan Pertanian pada tahun 2012adalah seluas 199.068 Ha dari target 209.400 Ha sehingga realisasiberdasarkan target PK adalah sebesar 95,07 % sedangkan Anggaranterserap sebesar Rp. 445.912.320.000,- dari Pagu sebesarRp. 469.056.000.000.- sehingga realisasi berdasarkan paguadalah 95,07 %.Berdasarkan target revisi capaian kegiatan perluasan optimasi lahanpertanian adalah sebesar 94,88% untuk target fisik dan untuk keuangansebesar 94,88 %.Berdasarkan kriteria pengukuran keberhasilan pencapaian sasaran,kegiatan Perluasan Optimasi Lahan Pertanian masuk dalam kriteria(Berhasil) hal ini dilihat berdasarkan persentase capaian sebesar95,07%. Tidak tercapainya target dikarenakan pada beberapa satkerprovinsi / kabupaten tidak menemukan lokasi yang cocok untukpengembangan optimasi lahan sesuai besaran volume yang ditargetkansehingga sebagian tidak dapat dilaksanakan serta lokasi yang cocoktumpang tindih dengan kegiatan SLPTT padi, lahan optimasi untukmendukung pangan masuk ke dalam areal perkebunan, kegiatan masuksatker yang salah, serta satker terlambat melakukan revisi.Kontribusi kegiatan Perluasan Optimasi Lahan Pertanian dapat kitaperkirakan dengan asumsi bahwa kegiatan pengembangan OptimasiLahan menghasilkan penambahan produktivitas 1 - 2 Ton/Ha , makaakan dapat menghasilkan produksi gabah kering panen (GKP) sebesar398.136 ton di Tahun 2012. Untuk tahun berikutnya produktivitas danindek pertanaman diperkirakan akan meningkat.b) Pengembangan Metode SRIKegiatan usahatani padi sawah melalui metode system of RiceIntensification (SRI) merupakan teknologi usahatani ramah lingkungankarena tidak menggunakan pupuk dan pestisida kimia, efisiensi dalampenggunaan air irigasi melalui pemberian air macak-macak, efisiensiinput melalui pemberdayaan petani dan kearifan lokal. PengembanganLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201227


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertaniantanaman padi dengan metode SRI dapat miningkatkan produksi padi danpendapatan petani. Nilai tambah lain yang diperoleh dari pengembanganpadi organik SRI dari aspek lingkungan dan sosial yaitu :1). Penurun emisi gas metan2). Pengurangan Emisi Gas CO2 akibat pembakaran Jerami3). Reduksi Pencemaran tanah dan air dari pupuk kimia dan residupestisida4). Daur ulang sampah (mengurangi problem sampah)5). Peningkatan Kadar BO dalam tanah6). Kearifan Lokal7). Kelembagaan pedesaan8). Pemberdayaan petani9). Terciptanya lapangan pekerjaan10). Urbanisasi dapat dikendalikanUnit cost kegiatan digunakan untuk biaya pengadaan alat dan saprodi,pengolahan tanah, pelatihan, Sekolah Lapangan (SL) dan pendampingan,workshop, monitoring dan evaluasi, pelaporan. Pada TA.2012 untukPengembangan Metode SRI ditargetkan sebanyak 60.000 Ha denganpagu anggaran sebesar Rp. 129.000.000.000,- namum target mengalamirevisi sehingga berubah menjadi 60.300 Ha dengan anggaran sebesarRp. 129.645.000.000,- Hasil Capaian Kinerja :Realisasi kegiatan Pengembangan Metode SRI pada tahun 2012 adalah57.551 Ha dari target seluas 60.000 Ha sehingga realisasi berdasarkantarget PK adalah sebesar 95,92 % sedangkan Anggaran terserapadalah Rp. 123.734.631.000 dari Pagu sebesar Rp. 129.000.000.000sehingga realisasi berdasarkan pagu adalah 95,92 %.Berdasarkan target revisi capaian kegiatan pengembangan metode SRIadalah sebesar 95,44% untuk target fisik dan untuk keuangan sebesar95,44 %.Berdasarkan kriteria pengukuran keberhasilan pencapaian sasaran,kegiatan Pengembangan Metode SRI masuk dalam kriteria (Berhasil) halLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201228


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanianini dilihat berdasarkan persentase capaian sebesar 95,92%. Tidaktercapainya target dikarenakan tidak ditemukan lokasi yang cocok untukkegiatan SRI, lokasi yang cocok untuk kegiatan SRI telah digunakanuntuk kegiatan SLPTT Padi, dan petani kurang berminat terhadapkegiatan SRI.Kontribusi kegiatan Pengembangan Metode SRI dapat kita perkirakandengan asumsi bahwa kegiatan Pengembangan Metode SRImenghasilkan penambahan produktivitas 1 - 2 Ton/Ha , maka akan dapatmenghasilkan produksi gabah kering panen (GKP) sebesar 115.102 tondi Tahun 2012. Untuk tahun berikutnya produktivitas dan indekpertanaman diperkirakan akan meningkat.3.2.3.Perluasan Areal Pertanian Kawasan Tanaman PanganPerluasan Areal Pertanian Kawasan Tanaman Pangan adalah suatuusaha penambahan baku lahan sawah pada berbagai tipologi lahan yangbelum diusahakan untuk pertanian dengan sistim sawah seperti lahanirigasi, pasang surut dan tadah hujan. Sasaran dari Kegiatan PerluasanAreal Pertanian Kawasan Tanaman Pangan adalah meningkatnya luasareal pertanian pada kawasan tanaman pangan, cetak sawah dan lahankering.Kegiatan Perluasan Areal Pertanian Kawasan Tanaman Pangan padaPenetapan Kinerja (PK) ditargetkan seluas 100.000 Ha sedangkan danayang dialokasikan untuk kegiatan Perluasan Areal Pertanian KawasanTanaman Pangan adalah sebesar Rp. 1.000.000.000.000,- . namuntarget mengalami revisi sehingga berubah dari 100.000 Ha menjadi100.730 Ha dan Pagu Anggaran menjadi Rp. 1.007.300.000.000.- Hasil Capaian Kinerja :Realisasi kegiatan perluasan areal pertanian kawasan tanaman panganpada tahun 2012 untuk lahan sawah baru dari target PK seluas 100.000Ha terealisasi 98.365,5 Ha atau 98,37%. Sedangkan realisasi keuangandari anggaran pencetakan sawah Rp. 1.000.000.000.000,- terserapRp. 983.655.000.000,- atau 98,37% .Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201229


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianBerdasarkan target revisi capaian kegiatan perluasan areal pertaniankawasan tanaman pangan sebesar 97,65% untuk target fisik dan untukkeuangan sebesar 97,65 %.Berdasarkan kriteria pengukuran keberhasilan pencapaian sasaran,kegiatan perluasan areal pertanian kawasan tanaman pangan masukdalam kriteria (Berhasil) hal ini dilihat berdasarkan persentase capaiansebesar 98,37 % . Tidak tercapainya target disebabkan hal-hal sebagaiberikut :– Tidak adanya calon petani dan calon lokasi yang sesuai denganpengusulan sebagaimana yang terjadi di Kabupaten Bone Bolango,Gorontalo.– Lokasi lahan tumpang tindih dengan fungsi lahan lainnya.– Lahan yang tersedia tidak sesuai dengan persyaratan kesesuaianlahan menurut Pedoman Teknis Perluasan Sawah, misalnya diKabupaten Muara Enim.– Kegiatan cetak sawah di sejumlah kabupaten tidak tertib administrasidan tidak sesuai pedoman teknis.– Adanya kendala alam berupa banjir sehingga menghambat prosesfisik, khususnya tahap tanam atau panen.Kontribusi kegiatan perluasan areal pertanian kawasan tanaman pangandapat kita perkirakan dengan asumsi bahwa kegiatan perluasan arealsawah menghasilkan produktivitas rata-rata 3 ton per ha maka akandapat menghasilkan produksi gabah sebesar 295.096,5 ton GKP yangakan dipanen sebagian besar di Tahun 2013. Untuk tahun berikutnyaproduktivitas dan indek pertanaman diperkirakan akan meningkat.3.2.4.Penyediaan Pupuk dan Pestisida di Seluruh Wilayah Indonesiasesuai azas 6 (enam) tepatKegiatan Penyaluran Pupuk Bersubsidi adalah pupuk yang pengadaandan penyalurannya ditataniagakan dengan harga eceran tertinggi (HET)yang ditetapkan di penyalur resmi di lini IV. Sasaran kegiatan PenyaluranPupuk Bersubsidi adalah diterapkannya pemupukan berimbang spesifikLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201230


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanianlokasi di tingkat petani, untuk mendukung peningkatan produktivitas danproduksi serta memperbaiki kualitas hasil komoditas pertanian.Kegiatan Penyaluran pupuk bersubsidi ditargetkan sebanyak 5.100.000Ton untuk pupuk urea, 1.000.000 Ton untuk pupuk SP-36, 1.000.000 Tonuntuk pupuk ZA, 2.593.920 Ton untuk pupuk NPK dan 835.000 Ton untukpupuk Organik. Sedangkan dana yang dialokasikan sebesarRp. 5.063,305 Milyar untuk pupuk urea, Rp.1.870,034 Milyar untuk pupukSP-36, Rp.1.160,119 Milyar untuk pupuk ZA, Rp.5.147,083 Milyar untukpupuk NPK, dan Rp. 717,945 Milyar untuk pupuk organikHasil Capaian Kinerja :Realisasi kegiatan Penyaluran Pupuk Bersubsidi pada tahun 2012 adalah: Target Pupuk Urea sebanyak 5.100.000 Ton terealisasi 4.095.548,724Ton (80,30%) sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 5.063,305Milyar terserap Rp. 5.063,305 Milyar ( 100% ) Target Pupuk SP-36 sebanyak 1.000.000 Ton terealisasi 855.490,700Ton (85,55%) sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 1.870,034Milyar terserap Rp. 1.870,034 Milyar (100%). Target Pupuk ZA sebanyak 1.000.000 Ton terealisasi 1.000.035,590 Ton(100%) sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 1.160,119 Milyarterserap Rp. 1.160,119 Milyar ( 100% ). Target Pupuk NPK sebanyak 2.593.920 Ton terealisasi 2.136.915,823Ton (82,38%) sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 5.147,083Milyar terserap Rp. 5.147,083 Milyar ( 100% ) . Target Pupuk Organik sebanyak 835.000 Ton terealisasi 724.032,150 Ton(86,71%) sedangkan realisasi keuangan sebesar Rp. 717,945 Milyarterserap Rp. 717,945 Milyar ( 100% ) .Berdasarkan kriteria pengukuran keberhasilan pencapaian sasaran,kegiatan penyaluran pupuk bersubsidi masuk dalam kriteria (Berhasil) halini dilihat dari capaian kinerja sebesar 80,30 % s/d 100 %. Tidaktercapainya target fisik disebabkan meningkatnya Harga Pokok Penjualan(HPP) disisi lain pagu anggaran subsidi mengalami penurunan sehinggajumlah pupuk yang disalurkan berkurang.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201231


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianKontribusi kegiatan penyaluran pupuk bersubsidi bagi peningkatanproduksi padi adalah jaminan ketersediaan pupuk yang dapatmenjaga/meningkatkan produktivitas padi diareal sawah yangmendapatkan pupuk.3.2.5.Peningkatan Pemanfaatan Alsintan untuk Pengolahan Lahan danPengairanKegiatan pemanfaatan alsintan untuk pengolahan lahan dan pengairanadalah bantuan berupa traktor roda 2 (dua), traktor roda 4 (empat) danpompa air. Alat mesin pertanian ini berperan penting dalam mempercepatproses pengolahan tanah dengan mutu hasil yang lebih baik sehinggadapat berkontribusi dalam upaya peningkatan itensitas pertanamandiberbagai ekologi lahan. Sasaran kegiatan Bantuan Kepemilikan AlatMesin Pertanian adalah memperlancar pengolahan lahan.Kegiatan pemanfaatan alsintan untuk pengolahan lahan dan pengairanpada Penetapan Kinerja (PK) ditargetkan sebanyak 1.567 unit untuktraktor roda 2 (dua) , sebanyak 50 unit untuk traktor roda 4 (empat) dan600 unit pompa air. Sedangkan dana yang dialokasikan untuk kegiatan iniadalah sebesar Rp. 39.175.000.000,- untuk traktor roda 2 ,Rp. 22.000.000.000,- untuk traktor roda 4 dan Rp. 11.928.000.000 untukpompa air. Hasil Capaian Kinerja :Realisasi kegiatan pemanfaatan alsintan untuk pengolahan lahan danpengairan pada tahun 2012 adalah dari target Traktor Roda 2 sebanyak1.567 unit telah terealisasi 1.567 unit (100%), sedangkan realisasikeuangan dari pagu sebesar Rp. 39.175.000.000,- terserapRp. 37.809.359.500 atau 96,51%, untuk traktor roda 4 dengan targetsebanyak 50 unit terealisasi 50 unit (100%) sedangkan realisasikeuangan dari pagu sebesar Rp. 22.000.000.000,- terealisasiRp. 19.792.212.000,- (89,96%) , pompa air dengan target 600 unitterealisasi 600 unit (100%) dan realisasi keuangan dari pagu sebesarRp. 11.928.000.000,- telah terealisasi Rp.10.510.500.000,- (88,12%).Berdasarkan kriteria pengukuran keberhasilan pencapaian sasaran,kegiatan pemanfaatan alsintan untuk pengolahan lahan dan pengairanLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201232


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanianyang terdiri dari traktor roda 2, traktor roda 4 dan pompa air dan masukdalam kriteria (Berhasil) hal ini dilihat berdasarkan persentase sebesar100%. Pada realisasi anggaran tidak mencapai 100 % dikarenakanpengadaan alat mesin pertanian menggunakan metode lelang sehinggaada penghematan dana.Kontribusi kegiatan pemanfaatan alsintan yaitu meningkatkan kepemilikanalsintan oleh kelompok tani/UPJA untuk mempercepat pengolahan tanahdan penyediaan air irigasi mendukung tanam serempak.3.2.6.Peningkatan Pelayanan Pembiayaan Petani Melalui BantuanLangsung Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP)Kegiatan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) adalahmerupakan bentuk fasilitasi bantuan modal usaha bagi petani anggota,baik petani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tanggatani yang dikoordinasikan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan)Sasaran kegiatan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP)adalah berkembangnya usaha agribisnis di desa miskin terjangkau sesuaipotensi pertanian desa.Kegiatan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) padaPenetapan Kinerja (PK) ditargetkan sebanyak 6.000 gapoktan denganalokasi dana sebesar Rp. 600.000.000.000,- namun mengalamipenambahan anggaran sebesar Rp.5.000.000.000 sehingga alokasianggaran menjadi Rp. 605.000.000.000 Hasil Capaian Kinerja :Realisasi kegiatan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP)pada tahun 2012 yaitu dari target PK sebanyak 6.000 gapoktan terealisasi6.050 gapoktan atau (100,83%), sedangkan realisasi keuangan, dariRp. 600.000.000.000,- terserap Rp. 605.000.000.000 ( 100,83% )Berdasarkan kriteria pengukuran keberhasilan pencapaian sasaran,kegiatan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) masuk kedalam kriteria ( Sangat Berhasil) hal ini dilihat berdasarkan persentasecapaian sebesar 100,83%.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201233


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianKontribusi kegiatan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP)adalah berkembangnya 6.050 Usaha Agribisnis bagi para petani dalammembantu permodalan guna mendukung usaha pertanian.3.2.7.Peningkatan Ketersediaan Air Irigasi dalam Mendukung ProduksiPertanianLuas lahan pertanian dari tahun ke tahun diperkirakan menyusut. Salahsatu faktor penyebabnya adalah terus berkurangnya ketersediaan air.Akibat ketersediaan air yang terus berkurang, petani jadi terkendalamenggarap lahan. Karena itu, lahan pertanian banyak yang dialihfungsikan. lahan sawah produktif masih ada yang terbengkalai karenakurang air mencapai ribuan hektare. ”Akibat hal ini, ada beberapa petaniyang beralih fungsi lahan menjadi lahan perkebunan atau yang lainnya.Karena itu, perlu diambil beberapa langkah antisipatif. Di antaranya,pemerintah memperbaiki beberapa saluran irigasi yang terbengkalai.Langkah lainnya dengan membuat pengembangan sumber air pada titikpertanian yang produktif.a) Pengembangan Jaringan IrigasiKegiatan pengembangan jaringan irigasi diarahkan pada jaringan yangsangat memerlukan pembangunan/rehabilitasi atau pembangunanbendung yang terkena bencana sehingga memerlukan jaringan tersierbaru. Biaya yang tersedia dalam mata anggaran bantuan sosial lainnyadipergunakan untuk kegiatan fisik pengembangan jaringan denganmengacu pada pedoman umum Bansos Ditjen Prasarana Dan SaranaPertanian. Kegiatan Pengembangan Jaringan Irigasi ditargetkan seluas523.250 Ha dengan alokasi dana sebesar Rp. 523.250.000.000,- namunkarena adanya tambahan dana bansos pusat seluas 10.497,6 Ha dengananggaran sebesar Rp. 10.497.600.000 sehingga target berubah menjadi534. 147,6 Ha dengan anggaran sebesar Rp. 534.147.600.000,- Hasil Capaian Kinerja :Realisasi kegiatan pengembangan jaringan irigasi dari target PK seluas523.250 Ha terealisasi 523.615 Ha atau 100,07 %, sedangkanLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201234


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanianrealisasi keuangan, dari anggaran Rp. 523.250.000.000,-. terserapRp. 531.605.600.000,-. atau 101,60% .Berdasarkan hasil penambahan dana bansos capaian kegiatanpengembangan jaringan irigasi adalah sebesar 98,03% untuk target fisikdan untuk keuangan sebesar 99,52 %.Tidak tercapainya target disebabkan Dalam pelaksanaan kegiatanPengembangan Jaringan Irigasi TA. 2012, terdapat kabupaten yang tidakmelaksanakan kegiatan diantaranya :- Kabupaten Kotawaringin Barat (Propinsi Kalimantan Tengah) (DinasPerkebunan) dari kegiatan Pengembangan Jaringan yang dialokasikan500 Ha, karena ketidaksiapan calon petani dan lokasi.- Kabupaten Wakatobi (Propinsi Sulawesi Tenggara), alokasi 150 hatidak dapat dilaksanakan karena semula mendukung Cetak Sawah ygtidak dilaksanakan sampai akhir tahun.- Kabupaten Hulu Sungai Selatan (Propinsi Kalimantan Selatan), alokasi1.500 Ha terealisasi 555 Ha sisa 945 Ha. Sisa alokasi tidakdilaksanakan karena jaringan sekunder DI amandit belum dibangun.- Kabupaten Tanah Bumbu (Propinsi Kalimantan Selatan) , alokasi 1000Ha terealisasi 574 Ha sisa 426 Ha. Sisa alokasi tidak dilaksanakankarena kurangnya persiapan dari kelompok tani.- Kabupaten Kepahiyang (Propinsi Bengkulu) alokasi 3500 Ha.Terealisasi 2.503 Ha sisanya tidak dilaksanakan karena ketidaksiapancalon petani dan lokasi.Berdasarkan kriteria pengukuran keberhasilan pencapaian sasaran,kegiatan pengembangan jaringan irigasi masuk ke dalam kriteria(Sangat Berhasil) hal ini dilihat berdasarkan persentase capaian sebesar101,60%Kontribusi dari pelaksanaan kegiatan Pengembangan Jaringan Irigasiterhadap total peningkatan produksi pada tahun 2012 diperkirakansebesar 490.420 ton. Uraian diatas diperoleh dengan beberapa asumsiuntuk beberapa kondisi : (1) untuk IP < 100, asumsi alokasi kegiatan 60 %dengan persen peningkatan IP sebesar 30 persen dengan produktivitas 4Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201235


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanianton/hektar; (2) untuk 150≤IP≤200, asumsi alokasi kegiatan 30 % denganpersen peningkatan IP sebesar 20 persen dengan produktivitas 5ton/hektar; dan (3) untuk ≥200, asumsi alokasi kegiatan 10 % denganpersen peningkatan IP sebesar 10 persen dengan produktivitas 5,5ton/hektar;b) Pengembangan Sumber AirAir permukaan dan air tanah, merupakan sumber air utama yangdigunakan masyarakat untuk memenuhi kebutuhan pertanian, industri,rumah tangga dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. Namun demikiansampai saat ini sebagian besar kebutuhan air irigasi, masihmengandalkan sumber air permukaan, sedangkan air tanah belumdimanfaatkan secara optimal, oleh karena itu pengembangan sumber airperlu dikelola dengan baik sehingga mampu memberikan manfaat bagipengembangan sektor pertanian.Tujuan Pengembangan Sumber Air adalah Memanfaatkan potensisumber air sebagai air irigasi, terutama pada lahan kering dan tadahhujan; air minum & sanitasi untuk budidaya ternak, Meningkatkanketersediaan air irigasi, Meningkatkan luas areal tanam, indekspertanaman (IP) dan produktivitas usaha tani, Meningkatkan produksipertanian, pendapatan dan kesejahteraan petani.Pada PK tahun 2012 kegiatan pengembangan sumber air ditargetkansebanyak 1.600 Unit dengan alokasi dana sebesar Rp. 96.000.000.000namun kegiatan pengembangan sumber air mengalami revisi sehinggatarget meningkat menjadi 1.679 unit dengan anggaran sebesarRp. 101.587.420.000,- Hasil Capaian Kinerja :Realisasi kegiatan pengembangan sumber air dari target PK sebanyak1.600 unit terealisasi 1.578 unit atau 98,63 %, sedangkan realisasikeuangan, dari anggaran Rp. 96.000.000.000,-. terserapRp. 94.650.000.000,-. atau 98,59 % .Berdasarkan target revisi capaian kegiatan pengembangan sumber airadalah sebesar 93,98% untuk target fisik dan untuk keuangan sebesar93,17 %.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201236


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanianbelum tercapainya target dikarenakan ada beberapa kabupaten yang barumelakukan pencairan dana pada bulan Desember sehingga data masihakan terus diupdate selain itu berdasarkan informasi ada 10 unit kegiatanpengembangan sumber air yang memiliki kendala dalam realisasikegiatan pengembangan sumber air, yaitu:1. Kab. Cirebon – Jawa Barat (7 unit mendukung perkebunan) belumbisa melaksanakan kegiatan pengembangan sumber air dikarenakanadanya miskomunikasi antara Dinas Provinsi dengan DinasKabupaten.2. Kab. Tolikara – Papua (3 unit mendukung tanaman pangan)berdasarkan informasi dari dinas terkait tidak dapat melaksanakankegiatan pengembangan sumber air dan kegiatan PSP secarakeseluruhan dikarenakan adanya arahan dari Bupati baru.3. Kabupaten Ponorogo – Jawa Timur (5 unit mendukung peternakan)hanya dapat melaksanakan 1 unit kegiatan pengembangan sumberair karena kesulitan mencari lokasi pelaksanaan yang cocok.Berdasarkan kriteria pengukuran keberhasilan pencapaian sasaran,kegiatan pengembangan sumber air masuk ke dalam kriteria (Berhasil)hal ini dilihat berdasarkan persentase capaian sebesar 98,63 %Kontribusi kegiatan pengembangan sumber air terhadap total peningkatanproduksi pada tahun 2012 diperkirakan sebesar 52.850 ton untuksubsektor tanaman pangan. Dengan asumsi per unit dapat dimanfaatkanuntuk mengairi 25 Ha dengan produktivitas awal 5 Ton/Ha menjadi sekitar6 Ton/Ha serta peningkatan IP sebesar 30 %.3.3 Evaluasi Kinerja1. Kegiatan pembangunan jalan pertanian :Kegiatan pembangunan jalan pertanian pada tahun 2012 merupakankegiatan pengembangan jalan pertanian pada kawasan sentra produksitanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan. Pada tahun2010 dan tahun 2011 pembangunan jalan untuk membantu sektorpertanian dibedakan menjadi kegiatan pengembangan jalan produksi danLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201237


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanianpengembangan jalan usaha tani, sedangkan pada tahun 2012 kegiatanpembangunan jalan untuk membantu sektor pertanian hanya ada 1 (satu)kegiatan saja yaitu pengembangan jalan pertanian.Pada tahun 2011 kegiatan pengembangan jalan pertanian (JUT danJaprod) ditargetkan sepanjang 1.658 km dan terealisasi 1.487 km atau89,68 %. Pada tahun 2012 kegiatan pengembangan jalan pertanianditargetkan sepanjang 452 km dan terealisasi sepanjang 442 km atau97,79 %Berdasarkan renstra Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanianpembangunan jalan untuk mendukung sektor pertanian di targetkansebanyak 11.546 Km ( yang terdiri dari 7.400 Km jalan usaha tani dan4.146 Km jalan produksi ). Sampai dengan tahun 2012 pembangunanjalan mendukung sektor pertanian sudah mencapai 1.929 Km sehinggaberdasarkan target renstra, kegiatan pembangunan jalan pertanianmendukung sektor pertanian sudah terealisasi 17 %. Seperti pada grafik 1berikut ini :Grafik 1 Pengembangan Jalan Pertanian12.88 %17 %2. Kegiatan perluasan optimasi lahan pertanian dan pengembangan metodeSRI :a) Perluasan Optimasi Lahan PertanianOptimasi lahan pertanian merupakan usaha meningkatkanpemanfaatan sumber daya lahan pertanian menjadi lahan usahatanitanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan melaluiupaya perbaikan dan peningkatan daya dukung lahan, sehingga dapatLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201238


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanianmenjadi lahan usahatani yang lebih produktif. Pada tahun 2011kegiatan perluasan optimasi lahan ditargetkan seluas 24.738 Ha danterealisasi seluas 22.318 Ha atau 90,22 % . Pada tahun 2012 kegiatanperluasan optimasi lahan pertanian ditargetkan seluas 209.800 Ha danterealisasi seluas 199.068 Ha atau 94,88 %.Pada Renstra Ditjen PSP 2011 – 2014 kegiatan optimasi lahanpertanian ditargetkan seluas 914.758 Ha dan sampai dengan tahun2012 kegiatan optimasi lahan pertanian telah terealisasi seluas221.386 Ha atau 24 %. Seperti pada grafik 2 berikut ini :Grafik 2 Perluasan Optimasi Lahan Pertanian2.44 %24 %b) Pengembangan metode SRI system of Rice Intensification (SRI)merupakan teknologi usahatani ramah lingkungan karena tidakmenggunakan pupuk dan pestisida kimia, efisiensi dalam penggunaanair irigasi melalui pemberian air macak-macak.Pada tahun 2011 kegiatan pengembangan metode SRI ditargetkanseluas 11.180 Ha dan terealisasi seluas 10.440 Ha atau 93,38 %.Pada tahun 2012 kegiatan pengembangan metode SRI ditargetkanseluas 60.300 Ha dan terealisasi seluas 57.551 Ha atau 95,44 %.Berdasarkan target Renstra Ditjen Prasarana dan Sarana Pertaniantahun 2011 – 2014 kegiatan Pengembangan metode SRI ditargetkanseluas 521.180 Ha dan sampai dengan tahun 2012 kegiatanpengembangan metode SRI telah terealisasi seluas 67.991 Ha atau13 %. Dari hasil monitoring dan evaluasi diperoleh gambaran kecilnyaLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201239


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanianrealisasi kegiatan SRI dipengaruhi oleh kebijakan dan keterbatasananggaran bahwa pelaksanaan kegiatan SRI di lapangan belumsepenuhnya prinsip - prinsip dasar SRI diterapkan oleh para petani halini disebabkan masih adanya keraguan petani untuk mengadopsiteknologi budidaya SRI oleh karena itu diperlukan sosialisasi danpendampingan/pengawalan serta pelatihan di tingkat kelompok secaraintensif. Data dapat dilihat dalam bentuk grafik Seperti pada grafik 3berikut ini :Grafik 3 Pengembangan Metode SRI2.00 %13.05 %3. Kegiatan perluasan areal pertanian kawasan tanaman pangan :Perluasan Areal Pertanian Kawasan Tanaman Pangan adalah suatu usahapenambahan baku lahan sawah pada berbagai tipologi lahan yang belumdiusahakan untuk pertanian dengan sistim sawah seperti lahan irigasi,pasang surut dan tadah hujan. Sasaran dari Kegiatan Perluasan ArealPertanian Kawasan Tanaman Pangan adalah meningkatnya luas arealpertanian pada kawasan tanaman pangan, cetak sawah.Pada tahun 2011 kegiatan perluasan areal pertanian kawasan tanamanpangan terdiri dari perluasan lahan sawah yang ditargetkan seluas 62.100Ha dan terealisasi seluas 55.257 Ha atau 88,98 % dan perluasan lahankering yang ditargetkan seluas 8.770 Ha dan terealisasi seluas 7.824 Haatau 89,21 %. Pada tahun 2012 kegiatan perluasan areal pertaniankawasan tanaman pangan hanya 1 (satu) kegiatan saja dengan targetseluas 100.730 Ha dan terealisasi seluas 98.365,5 Ha atau 97,65 %.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201240


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianKegiatan perluasan areal lahan sawah pada Renstra Ditjen PSP tahun2011 – 2014 menargetkan perluasan areal pertanian pada kawasantanaman pangan seluas 362.680 Ha untuk sawah. Sampai dengan tahun2012 perluasan pertanian kawasan tanaman pangan sudah mencapai161.447 Ha atau 45% . Seperti pada grafik 4 berikut ini :Grafik 4 Perluasan Areal Pertanian Kawasan Tanaman Pangan17.39 %45 %4. Penyediaan pupuk dan pestisida :Kegiatan Penyaluran Pupuk Bersubsidi adalah pupuk yang pengadaan danpenyalurannya ditataniagakan dengan harga eceran tertinggi (HET) yangditetapkan di penyalur resmi di lini IV. Sasaran kegiatan Penyaluran PupukBersubsidi adalah diterapkannya pemupukan berimbang spesifik lokasi ditingkat petani, untuk mendukung peningkatan produktivitas dan produksiserta memperbaiki kualitas hasil komoditas pertanian. Kegiatan PenyaluranPupuk Bersubsidi pada tahun 2011 ditargetkan sebanyak 9.885.000 Tondan terealisasi 8.402.485 Ton atau 85,00 %. Pada tahun 2012 kegiatanpenyaluran pupuk bersubsidi ditargetkan sebanyak 10.528.920 Ton danterealisasi sebanyak 8.812.023 Ton atau 83,69 % . Seperti pada grafik 5berikut ini :Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201241


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianGrafik 5 Penyaluran Pupuk Bersubsidi5. Kegiatan pemanfaatan alsintan untuk pengolahan lahan dan pengairan :Kegiatan pemanfaatan alsintan untuk pengolahan lahan dan pengairanadalah bantuan berupa traktor roda 2 (dua), traktor roda 4 (empat) danpompa air. Alat mesin pertanian ini berperan penting dalam mempercepatproses pengolahan tanah dengan mutu hasil yang lebih baik sehinggadapat berkontribusi dalam upaya peningkatan itensitas pertanamandiberbagai ekologi lahan.Pada tahun 2011 Kegiatan pemanfaatan alsintan untuk pengolahan lahandan pengairan ditargetkan sebanyak 687 unit untuk traktor roda danterealisasi sebanyak 662 unit atau 96,36 % dan 414 unit untuk pompa airdengan realisasi 410 unit atau 99,03 %. Pada tahun 2012 Kegiatanpemanfaatan alsintan untuk pengolahan lahan dan pengairan ditargetkansebanyak 1.617 unit untuk traktor roda dan terealisasi sebanyak 1.617 unitatau 100 % dan 600 unit untuk pompa air dengan realisasi 600 unit atau100 %Sampai dengan tahun 2012 traktor roda telah berkontribusi sebanyak 2.279unit dan pompa air sebanyak 1.010 unit. Data dapat dilihat dalam bentukgrafik seperti pada grafik 6 berikut ini :Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201242


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianGrafik 6 Pemanfaatan Alat dan Mesin Pertanian6. Kegiatan pelayanan pembiayaan petani melalui bantuan langsungpengembangan usaha agribisnis perdesaan (PUAP) :Kegiatan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) adalahmerupakan bentuk fasilitasi bantuan modal usaha bagi petani anggota, baikpetani pemilik, petani penggarap, buruh tani maupun rumah tangga taniyang dikoordinasikan oleh Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Sasarankegiatan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) adalahberkembangnya usaha agribisnis di desa miskin terjangkau sesuai potensipertanian desa.Pada tahun 2011 kegiatan Pengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan(PUAP) ditargetkan sebanyak 10.000 gapoktan dan terealisasi sebanyak9.110 gapoktan atau 91,10 %. Pada tahun 2012 kegiatan PengembanganUsaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) ditargetkan sebanyak 6.050 gapoktandan terealisasi sebanyak 6.050 gapoktan atau 100 %.Pada Renstra Ditjen PSP 2011 – 2014 kegiatan Pengembangan UsahaAgribisnis Pedesaan (PUAP) ditargetkan sebanyak 40.000 Gapoktan,namun alokasi dana APBN 2011-2013 hanya 19.500 Gapoktan. Khususrealisasi PUAP tahun 2011-2012 mencapai 15.160 Gapoktan (38 %) daritarget.Berdasarkan hasil monitoring penyaluran dana BLM-PUAP bahwa (a).dana BLM-PUAP dimanfaatkan petani anggota Gapoktan utamanyaLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201243


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanianmembeli sarana produksi (pupuk, pestisida dan benih) untuk mendukungpeningkatan penerapan teknologi anjuran dan sebagian kecil untuk usahabakulan. (b). Gapoktan memiliki kinerja kelembagaan mulai dari sedangsampai baik. Untuk meningkatkan dampak dana PUAP terhadappeningkatan produktivitas usaha perlu ditingkatkan pembinaan danbimbingan secara berkesinambungan. Data dapat dilihat dalam bentukgrafik seperti pada grafik 7 berikut ini :Grafik 7 Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP)22.78 %38 %7. Kegiatan ketersediaan air irigasi dalam mendukung produksi pertanianmeliputi :a) Pengembangan Jaringan IrigasiKegiatan pengembangan jaringan irigasi pada tahun 2011 ditargetkanseluas 244.809 Ha (terdiri dari JITUT, JIDES dan TAM) dan terealisasiseluas 244.809 Ha atau 100 %. Kegiatan pengembangan jaringanirigasi pada tahun 2012 ditargetkan seluas 523.250 Ha (sesuai denganPK) setelah ada tambahan Bansos Pusat maka bertambah menjadi534.148 Ha (Bansos Pusat seluas 10.398 Ha) dan capaian realisasiseluas 523.615 ha atau 100,07 %.Berdasarkan target Renstra Ditjen Prasarana dan Sarana Pertaniantahun 2011 – 2014 pengembangan jaringan irigasi ditargetkan seluas1.778.317 Ha dan sampai dengan tahun 2012 sudah terealisasi seluas768.424 Ha atau sekitar 43 %. Seperti pada grafik 8 berikut ini :Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201244


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianGrafik 8 Pengembangan Jaringan Irigasi13.77 %43 %b) Pengembangan Sumber AirPengembangan Sumber Air adalah kegiatan pemanfaatan potensisumber air sebagai air irigasi, terutama pada lahan kering dan tadahhujan, air minum & sanitasi untuk budidaya ternak, meningkatkanketersediaan air irigasi, meningkatkan luas areal tanam, indekspertanaman (IP) dan produktivitas usaha tani. Pada tahun 2011kegiatan pengembangan sumber air ditargetkan sebanyak 2.603 unitdan terealisasi 2.567 unit atau 98,62 % . Pada tahun 2012 kegiatanpengembangan sumber air ditargetkan sebanyak 1.679 unit danterealisasi sebanyak 1.578 unit atau 93,98 %.Kegiatan pengembangan jaringan irigasi pada Renstra Ditjen PSP2011 – 2014 ditargetkan seluas 8.156 ha dan sampai dengan tahun2012 telah terealisasi seluas 4.145 atau 51 %. Data dapat dilihat dalambentuk grafik seperti pada grafik 9 berikut ini :Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201245


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianGrafik 9 Pengembangan Sumber Air31.47 %51 %Berdasarkan hasil penyajian data dan informasi pengukuran keberhasilanpencapaian sasaran masing-masing kegiatan utama serta melihat kegiatansebelumnya dapat diinterprestasikan keberhasilan akuntabilitas kinerjaDirektorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian. Kegiatan Tahun 2012rata-rata lebih besar dari tahun sebelumnya dan realisasi umumnya dalamkriteria Berhasil.3.4 Dukungan Sumber Daya ManusiaDirektorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian mendapat dukungansumber daya manusia sebanyak 354 orang yang tersebar pada SekretariatDirektorat sebanyak 93 orang, Direktorat Perluasan dan Pengelolaan Lahansebanyak 58 orang, Direktorat Pengelolaan Air Irigasi sebanyak 67 orang,Direktorat Pembiayaan Pertanian sebanyak 45 orang, Direktorat Pupuk danPestisida sebanyak 56 orang dan Direktorat Alat dan Mesin Pertaniansebanyak 35. orang dengan rincian seperti pada Tabel 2 berikut :Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201246


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianTabel 2. Distribusi Pegawai Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian BerdasarkanPangkat dan GolonganNo.Unit Eselon IIGolongan PegawaiIV III II ITotal(org)1 Setditjen 7 70 16 0 932 Dit. Perluasan dan Pengelolaan Lahan 11 36 11 0 583 Dit. Pengelolaan Air Irigasi 7 46 14 0 674 Dit. Pembiayaan Pertanian 8 35 2 0 455 Dit. Pupuk dan Pestisida 8 41 7 0 566 Dit. Alat dan Mesin Pertanian 5 25 5 0 35Jumlah 46 253 55 0 354Berdasarkan sebaran pejabat di lingkup Direktorat Jenderal Prasarana danSarana Pertanian, sebanyak 81 orang yang terdiri dari pejabat eselon Isebanyak 1 orang, pejabat eselon II sebanyak 6 orang, pejabat eselon IIIsebanyak 22 orang dan pejabat eselon IV sebanyak 52 orang, dengan rincianseperti pada Tabel 3 berikut :Tabel 3. Distribusi Pegawai Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian BerdasarkanSebaran Pejabat Eselon I, II, III dan IV.No. Pejabat Laki-laki Perempuan Jumlah1 Eselon I 1 - 12 Eselon II 5 1 63 Eselon III 20 2 224 Eselon IV 17 35 52Jumlah 43 38 81Berdasarkan sebaran pegawai menurut golongan pada Direktorat JenderalPrasarana dan Sarana Pertanian, pegawai golongan I sudah tidak ada,golongan II sebanyak 55 orang, golongan III sebanyak 253 orang dan golonganIV sebanyak 46 orang dengan rincian seperti pada Tabel 4 berikut :Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201247


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianTabel 4. Distribusi Pegawai Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian BerdasarkanSebaran Pegawai Per Golongan.No. Golongan A B C D E Jumlah1 Gol I - - - - - 02 Gol II 9 5 32 9 - 553 Gol III 94 61 45 53 - 2534 Gol IV 23 16 6 - 1 46Jumlah 126 82 83 62 1 3543.5 Akuntabilitas Keuangan Ditjen PSPDirektorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian untuk Tahun Anggaran2012 mendapat dukungan anggaran sebesar Rp. 4.473.220.710.000,-anggaran tersebut terbagi atas Dana Tugas Pembantuan sebesarRp. 2.625.664.080.000,- Dana Dekon sebesar Rp. 158.872.175.000,- DanaPusat sebesar Rp. 1.688.684.455.000,- dan Anggaran Direktorat JenderalPrasarana dan Sarana Pertanian juga mendapat dana bantuan luar negerisebesar Rp. 7.517.200.000,-Dana APBN Rupiah Murni sebesar Rp. 1.688.684.455.000,- digunakan untukmendukung kegiatan di 6 (enam) Direktorat, antara lain Direktorat Perluasandan Pengelolaan Lahan sebesar Rp. 171.264.967.000,- Direktorat PengelolaanAir Irigasi sebesar Rp. 37.177.320.000,- Direktorat Pembiayaan Pertaniansebesar Rp. 851.128.558.000,- Direktorat Pupuk dan Pestisida sebesarRp. 455.794.176.000,- Direktorat Alat dan Mesin Pertanian sebesarRp. 81.511.000.000,- dan Sekretariat Direktorat sebesar Rp. 91.808.434.000,-Adapun realisasi tercantum dalam tabel 5 dan tabel 6 sebagai berikut :Tabel 5. Daftar Pagu Ditjen PSP dan Realisasinya.No. SATKER PAGUREAL. PENYERAPAN%1. PUSAT 1.688.684.455.000 1.136.505.521.640 67,302. Dekonsentrasi 158.872.175.000 144.809.566.680 91,153. Tugas Pembantuan 2.625.664.080.000 2.503.179.248.890 95,34JUMLAH 4.473.220.710.000 3.784.494.337.210 84,60Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201248


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianTabel 6. Daftar Pagu Anggaran per-Direktorat dan Realisasinya.No Unit Eselon II Pagu Realisasi %1. Setditjen PSP 91.808.434.000 85.819.009.041 93,482. Dit. Perluasan dan Pengelolaan Lahan 171.264.967.000 150.040.149.030 87,613. Dit. Pengelolaan Air Irigasi 37.177.320.000 22.414.849.563 60,294. Dit. Pembiayaan Pertanian 851.128.558.000 749.316.368.114 88,045. Dit. Pupuk dan Pestisida 455.794.176.000 52.538.763.400 11,536. Dit. Alat dan Mesin Pertanian 81.511.000.000 76.375.878.775 93,70JUMLAH 1.688.684.455.000 1.136.505.017.923 67,30Pada TA. 2012, Kegiatan Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanianyang tercantum pada Penetapan Kinerja Kementerian Pertanian ada 7 kegiatanyaitu (1). Pembangunan jalan pertanian pada kawasan tanaman pangan,hortikultura, perkebunan dan peternakan sebagai infrastruktur pertanian (2).Perluasan optimasi lahan pertanian dan pengembangan metode SRI (3).Perluasan areal pertanian pada kawasan tanaman pangan (4). Penyediaanpupuk dan pestisida (5). Pemanfaatan alsintan untuk pengolahan lahan danpengairan (6). Pelayanan pembiayaan petani melalui bantuan langsungPengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP), dan (7). Penyediaan airirigasi dalam mendukung produksi pertanian.Secara rinci target dan realisasi keuangan dari 7 (tujuh) kegiatan yangdilaksanakan adalah sebagai berikut :1. Kegiatan pembangunan jalan pertanian pada kawasan tanaman pangan,hortikultura, perkebunan dan peternakan sebagai infrastruktur pertaniandengan pagu anggaran sebesar Rp. 45.400.000.000 terealisasi sebesarRp. 44.200.000.000,- atau 97,36%2. Kegiatan Perluasan optimasi lahan pertanian dan pengembangan metodeSRI dengan pagu anggaran sebesar :Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201249


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Rp. 469.056.000.000,- untuk kegiatan perluasan optimasi lahanpertanian dengan realisasi sebesar Rp. 445.912.320.000,- atau95,07%. Rp. 129.000.000.000,- untuk kegiatan pengembangan metode SRIdengan realisasi sebesar Rp. 123.734.631.000,- atau 95,92 %3. Kegiatan Perluasan areal pertanian pada kawasan tanaman pangandengan pagu anggaran sebesar Rp. 1.000.000.000.000,- dan terealisasisebesar Rp. 983.655.000.000 atau 98,37%4. Kegiatan Penyediaan pupuk dan pestisida, meliputi : Pupuk Urea dengan pagu anggaran sebesar Rp. 5.063,305 Milyar danterealisasi sebesar Rp. 5.063,305,- Milyar atau 100% Pupuk SP-36 dengan pagu anggaran sebesar Rp. 1.870,034 Milyardan terealisasi sebesar Rp. 1.870,034,- Milyar atau 100 % Pupuk ZA dengan pagu anggaran sebesar Rp. 1.160,119 Milyar danterealisasi sebesar Rp. 1.160,119,- Milyar atau 100% Pupuk NPK dengan pagu anggaran sebesar Rp. 5.147,083 Milyar danterealisasi sebesar Rp. 5.147,083,- Milyar atau 100% Pupuk Organik dengan pagu anggaran sebesar Rp. 717,945 Milyar danterealisasi sebesar Rp. 717,945,- Milyar atau 100%5. Kegiatan Pemanfaatan alsintan untuk pengolahan lahan dan pengairan : Traktor roda 2 dengan pagu anggaran sebesar Rp. 39.175.000.000,-terealisasi sebesar Rp. 37.809.359.500,- atau 96,51% Traktor roda 4 dengan pagu anggaran sebesar Rp. 22.000.000.000,-terealisasi sebesar Rp. 19.792.212.000,- atau 89,96% Pompa air dengan pagu anggaran sebesar Rp. 11.928.000.000,-terealisasi sebesar Rp. 10.510.500.000,- atau 88,12%6. Kegiatan Pelayanan pembiayaan petani melalui bantuan langsungPengembangan Usaha Agribisnis Pedesaan (PUAP) dengan paguanggaran sebesar Rp. 600.000.000.000,- dan terealisasi sebesarRp. 605.000.000.000,- atau 100,83%7. Kegiatan Penyediaan air irigasi dalam mendukung produksi pertanianmeliputi :Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201250


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Kegiatan pengembangan jaringan irigasi dengan pagu anggaransebesar Rp. 523.250.000.000 dan terealisasi sebesarRp. 531.605.600.000 ,- atau 101,60 % Kegiatan pengembangan sumber air dengan pagu anggaransebesar Rp. 96.000.000.000,- dan terealisasi sebesarRp. 94.650.000.000,- atau 98,59%3.6 Hambatan dan KendalaDalam rangka meningkatkan kinerja di tahun mendatang, maka perlu diketahuifaktor yang menjadi hambatan keberhasilan dan permasalahan yang dihadapidalam pelaksanaan kegiatan strategis pada tahun 2012. Untuk itu melaluianalisis laporan serta hasil pemantauan ke lapangan dapat diketahui beberapafaktor yang mempengaruhi keberhasilan atau target tidak mencapai 100 %serta langkah-langkah antisipasi yang perlu diambil pada tahun mendatang.Adapun permasalahan yang dihadapi dalam pelaksanaan kegiatan antara lain :1. Terdapat lokasi kegiatan diluar kawasan budidaya pertanian (masukkawasan Hutan Produksi Konversi) sehingga kegiatan tidak bisadilaksanakan atau tertunda pelaksanaannya.2. Beberapa satker daerah pelaksana kegiatan mengalami revisi DIPA/POKsehingga kegiatan tidak bisa dilaksanakan sampai proses revisi tersebutselesai (pelaksanaan kegiatan terlambat bahkan tidak terlaksana).3. Terjadinya perubahan struktur organisasi di beberapa satker daerahpelaksana kegiatan sehingga terjadi perubahan pejabat pelaksana kegiatanseperti Kuasa Pengguna Anggaran (KPA), Pejabat Pembuat Komitmen(PPK) dan Bendahara yang menyebabkan kegiatan tidak bisa segeradilaksanakan.4. Keterlambatan dalam menetapkan calon lokasi dan kelompok tani penerimakegiatan di beberapa daerah yang disebabkan kesulitan dalam memilihlokasi dan petani yang sesuai dengan pedoman teknis.5. Kondisi lahan yang terkena banjir sehingga menggagalkan rencanatanam/panen yang telah diperkirakanLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201251


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian3.7 Upaya dan Tindak LanjutTindak lanjut terhadap permasalahan yang tersebut di atas dalam rangkameningkatkan kinerja di tahun mendatang antara lain :1. Identifikasi calon petani dan calon lokasi diharapkan dapat dilakukan padatahun sebelumnya sehingga proses penyelesaian administrasi kegiatandapat dipercepat.2. Memperbaiki sistem pelaksanaan kegiatan mulai dari perencanaan,pelaksanaan, monitoring, evaluasi dan pelaporan. Sebagai langkah awal3. Melakukan koordinasi dan monitoring lebih intensif agar program kegiatantetap berjalan walaupun terjadi perubahan struktur organisasi4. Petugas pelaksana kegiatan perlu memahami pedoman teknis yang adaagar pelaksanaan kegiatan dapat dilakukan dengan baik, secara teknis danadministrasi.5. Mengidentifikasi lahan yang rawan dengan banjir dan curah hujan tinggisehingga dapat dilakukan tindakan preventif ketika masuk musim penghujanagar kegiatan pengolahan lahan pertanian tidak mengalami kendalaLaporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201252


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianBAB IVPENUTUPSesuai dengan tugas pokok dan fungsi Direktorat Jenderal Prasarana dan SaranaPertanian, maka dalam rangka mendukung pencapaian empat target suksesKementerian Pertanian (pencapaian swasembada dan swasembada berkelanjutan,diversifikasi pangan, peningkatan daya saing dan nilai tambah ekspor, sertapeningkatan kesejahteraan petani), telah disusun Rencana Strategis dan ProgramKerja Pembangunan Prasarana dan Sarana Pertanian 2011 – 2014 sebagai acuandalam pembangunan dan pengembangan Prasarana dan Sarana Pertanian untukmendukung sub sektor tanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan.Pencapaian sasaran dilaksanakan secara bertahap setiap tahun melalui berbagaiprogram dan kegiatan yang meliputi aspek Perluasan dan Pengelolaan Areal Lahan,Pengelolaan Air Irigasi, Pupuk dan Pestisida, Alat dan Mesin Pertanian, sertaPembiayaan Pertanian.Berbagai keberhasilan telah dicapai dalam memfasilitasi ketersediaan prasaranadan sarana pertanian baik dari pengelolaan lahan, air irigasi, pembiayaan, pupuk,pestisida, dan alat mesin pertanian. Namun masih banyak tantangan dan kendalayang dihadapi untuk mencapai sasaran pembangunan prasarana dan sarana.Keberhasilan program/kegiatan, kinerja dan pengembangan prasarana dan saranasangat tergantung dari partisiapsi aktif pelaku pertanian di lapangan, baik petani,pembina, pemerintah daerah dan pusat.Dalam mengupayakan capaian target kinerja baik terhadap kegiatan strategismaupun untuk mendukung empat target sukses target Kementan, telahdilaksanakan revisi kegiatan. Upaya ini telah dilakukan untuk mengakomodasipermintaan petani/kelompok tani serta adanya penyesuaian kondisi lokasi kegiatan.Adanya revisi, menyebabkan sasaran program menjadi lebih tinggi dari targetsebelumnya dan ada pula yang menyebabkan sasaran program menjadi lebihrendah dari target sebelumnya. adanya perubahan tersebut dapat dijadikan sebagaibahan perbaikan dalam rangka perencanaan yang lebih baik di masa yang akandatang.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201253


Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana PertanianPencapaian 4 (empat) target sukses Kementerian Pertanian melalui 7 kegiatanDirektorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian yang tercantum dalam renstraDirektorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian 2011-2014 bahwa sampaidengan tahun 2012 realisasi target kegiatan yang ditargetkan pada renstra 2011-2014 baru mencapai antara 13 – 51 % untuk itu, kegiatan utama yang mempunyaidampak besar dan realisasi targetnya masih rendah perlu adanya upaya untukpeningkatan volume pada tahun 2013 – 2014.Laporan Akuntabilitas Kinerja Direktorat Jenderal Prasarana dan Sarana Pertanian Tahun 201254


LAMPIRAN


MATRIK RENCANA STRATEGISDIREKTORAT JENDERALPRASARANA DAN SARANAPERTANIAN


(PERUBAHAN SESUAI STRUKTUR ORGANISASI BARU KEMENTERIAN PERTANIAN)Alokasi Anggaran Baseline KegiatanPROGRAM/TargetPrioritasTOTALNO KEGIATANSASARANINDIKATOR(Milyar Rp.)(Milyar Rp.)PRIORITAS2011 2012 2013 2014 2011 2012 2013 20148 PROGRAM PENYEDIAAN DAN PENGEMBANGAN PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN5,260.94 4,479.72 6,294.15 6,669.95 22,704.77Penyediaan danPengembangan Prasaranadan Sarana PertanianTARGET PEMBANGUNAN DAN KEBUTUHAN PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010-2014KEMENTERIAN PERTANIANDirektorat Jenderal Prasarana dan sarana PertanianTerlaksananya penyediaandan pengembanganprasarana dan saranapertanian melalui kegiatanperluasan dan pengelolaanlahan; pengelolaan airirigasi; fasilitasi pembiayaanpertanian; fasilitasi pupukdan pestisida; serta fasilitasialat dan mesin pertanianuntuk mendukungpeningkatan produksipertanian dan mewujudkanpertanian yangberkelanjutan.Meningkatnya aksesibilitas dan luas lahanyang dioptimasi, dikonservasi, direhabilitasimaupun direklamasi serta meningkatnyaluasan areal pertanian baruMeningkatnya efisiensi dan ketersediaan airirigasi pada lahan-lahan pertanian195.337 Ha1.644 Km 76.600Bdg 561 Pkt255.067 Ha8.909 unit385.787 Ha454 Km75.000 Bdg8 Pkt523.250 Ha3.563 Unit640.000 Ha4.724 Km50.000 Bdg4 Pkt500.000 Ha4.355 Unit750.000 Ha4.724 Km 50.000Bdg 4 Pkt500.000 Ha4.889 UnitTerfasilitasinya alat dan mesin pertanian 1.088 Unit 2.217 Unit 3.779 Unit 3.996 UnitTersalurkannya pupuk dan pestisida9,73 jt ton 0,21 jtton 36,39 jt tonTerfasilitasinya pola pembiayaan pertanian 10.000Gapoktan; 4,5Triliun; 50 orang;1,5 triliun; 200LKMA;Rancangankebijakanpembiayaanpertanian;Penyusunankebijakanasuransipertanian10,53 jt ton 0,10jt ton 36,97jt ton7.000 Gapoktan;5,0 Triliun;100 orang;1,8 triliun; 300LKMA; Kebijakanpembiayaanpertanian;Pengembangandasar hukum danuji coba11,06 jt ton 0,10jt ton 37,66jt ton10.000Gapoktan; 6,0Triliun; 100orang; 2,0triliun; 350LKMA;Kebijakanpembiayaanpertanian; Ujicoba11,61 jt ton 0,10jt ton 38,41jt ton10.000Gapoktan; 7,0Triliun; 100orang; 2,2triliun; 400LKMA; Kebijakanpembiayaanpertanian;PelaksanaanasuransipertanianPSP - 1


(PERUBAHAN SESUAI STRUKTUR ORGANISASI BARU KEMENTERIAN PERTANIAN)TARGET PEMBANGUNAN DAN KEBUTUHAN PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010-2014KEMENTERIAN PERTANIANDirektorat Jenderal Prasarana dan sarana PertanianNOPROGRAM/KEGIATANPRIORITAS8.1 Perluasan areal danpengelolaan lahan pertanian(Prioritas Nasional danBidang)SASARANMeningkatnya produktivitaslahan pertanian, luasan arealpertanian baru danprasarana Jalan UsahaTani/Jalan Produksi sertapengendalian lahan untukmendukung peningkatanproduksi pertanianINDIKATORLuasan (Ha) perluasan areal Tanamanpangan (sawah dan lahan Kering), kawasanhortikultura, kawasan perkebunan dankawasan peternakanJumlah (Ha) Lahan yang dioptimasi,dikonservasi, direhabilitasi dan direklamasiTargetAlokasi Anggaran Baseline KegiatanPrioritasTOTAL(Milyar Rp.)(Milyar Rp.)2011 2012 2013 2014 2011 2012 2013 2014103.579 Ha 116.387 Ha 140.000 Ha 150.000 Ha 779.52 1,280.26 1,540.00 1,650.00 5,249.7855.358 Ha 209.400 Ha 300.000 Ha 350.000 Ha 224.29 471.15 675.00 787.50 2,157.94Jumlah (Ha) Konservasi DAS Hulu 36.400 Ha 145.60 145.60Jumlah (Ha) Pengembangan SRI (Systemof Rice IntensificationJumlah bidang tanah petani yang di prasertifikasi559 Pkt 60.000 Ha 200.000 Ha 250.000 Ha 25.16 135.00 450.00 562.50 1,172.6676.600 Bdg 75.000 Bdg 50.000 Bdg 50.000 Bdg 7.66 7.50 2.57 2.61 20.34Jumlah Panjang Jalan Usaha Tani (JUT)dan Jalan Produksi (JAPROD) pada JalanPertanain1.644 Km 37.35Jumlah (Km) Jalan Pertanian 454 Km 4.724 Km 4.724 Km 45.40 472.40 472.40 1,027.55Jumlah audit Lahan Luar Jawa 1 Paket 7 Paket 3 Paket 3 Paket 25.79 125.00 100.00 5.00 255.79Merauke Integrated Food and EnergyEstate (MIFEE)Sub total1 Paket 1 Paket 1 Paket 1 Paket 77.00 25.00 25.00 25.00 152.001,322.37 2,089.31 3,264.97 3,505.01 10,181.66PSP - 2


(PERUBAHAN SESUAI STRUKTUR ORGANISASI BARU KEMENTERIAN PERTANIAN)TARGET PEMBANGUNAN DAN KEBUTUHAN PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010-2014KEMENTERIAN PERTANIANDirektorat Jenderal Prasarana dan sarana PertanianNOPROGRAM/KEGIATANPRIORITAS8.2 Pengelolaan air irigasi untukpertanian (Prioritas Nasionaldan Bidang)SASARANMeningkatnya ketersediaanair irigasi dalam mendukungproduksi pertanianINDIKATORJumlah (unit) pengembangan sumber airalternatif skala kecil (melaluipengembangan sumber air permukaan danair tanah) untuk mendukung tanamanpangan, hortikultura, peternakan, danperkebunan.Jumlah (Ha) pengembangan jaringan danoptimasi air (melalui pengembangan/rehabilitasi JITUT, JIDES, dan TAM) untukmendukung tanaman pangan,hortikultura,dan perkebunanJumlah (Unit) pengembangan/ pelaksanaankonservasi air dan lingkungan hidup sertaantisipasi perubahan iklim (melaluipembangunan embung/ dam parit danSekolah Lapang Iklim) untuk mendukungtanaman pangan, hortikultura, peternakan,dan perkebunanTargetAlokasi Anggaran Baseline KegiatanPrioritasTOTAL(Milyar Rp.)(Milyar Rp.)2011 2012 2013 2014 2011 2012 2013 20142.617 Unit 1.677 Unit 1.855 Unit 2.039 Unit 68.60 100.62 139.13 152.93 461.27255.067 Ha 523.250 Ha 500.000 Ha 500.000 Ha 196.20 522.85 500.00 500.00 1,719.054.225 Unit 1.586 Unit 1.750 Unit 2.000 Unit 212.75 95.16 175.00 200.00 682.91Jumlah (Unit) pengembangan kelembagaanpetani pemakai air (melalui PemberdayaanP3A dan Pengembangan Irigasi Partisipatif)untuk mendukung tanaman pangan,hortikultura, peternakan, dan perkebunan.2.067 Unit 300 Unit 750 Unit 850 Unit 85.30 30.00 75.00 85.00 275.308.3 Penyaluran pupuk bersubsidi(Prioritas Nasional danBidang)Tersalurnya PupukBersubsidiSub total562.85 748.63 889.13 937.93 3,138.53Jumlah pupuk bersubidi (juta ton) 9.73 10.53 11.06 11.61 15,562.53 16,943.99 19,696.88 22,794.26 74,997.66Bantuan Langsung Pupuk (juta ton) 0.21 0.10 0.10 0.10 1,096.59 450.00 472.50 496.13 2,515.21Jumlah Roadmap Kebutuhan danPenyediaan Pupuk (juta ton)36.39 36.97 37.66 38.41Terbangunnya Rumah Kompos - - - - - - - -Sub total16,659.12 17,393.99 20,169.38 23,290.38 77,512.88PSP - 3


(PERUBAHAN SESUAI STRUKTUR ORGANISASI BARU KEMENTERIAN PERTANIAN)TARGET PEMBANGUNAN DAN KEBUTUHAN PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010-2014KEMENTERIAN PERTANIANDirektorat Jenderal Prasarana dan sarana PertanianNOPROGRAM/KEGIATANPRIORITASSASARAN8.4 Pengelolaan sistempenyediaan danMeningkatnya pemanfaatanalat dan mesin pertanianpengawasan alat mesinpertanian (prioritas Nasionaldan Bidang)INDIKATORJumlah (unit) alat dan mesin pertanian yangefisien dan berkelanjutan di lokasi.TargetAlokasi Anggaran Baseline KegiatanPrioritasTOTAL(Milyar Rp.)(Milyar Rp.)2011 2012 2013 2014 2011 2012 2013 20141,088 2,217 3,779 3,996 19.58 73.18 111.13 117.87 321.75Jumlah (Paket) UPJA Mandiri - 100 120 150 0.00 5.00 7.20 10.50 22.70Jumlah jenis alsintan yang diawasi di lokasi - 4 20 20 0.00 2.00 11.10 11.70 24.808.5 Pelayanan Pembiayaan Pengembangan Sentra Terbentuk dan terfasilitasinya GapoktanPUAP dengan dana Stimulus danaPenguatan Modal Usaha.Pertanian, PengembanganUsaha Agribisnis Perdesaan(PUAP) / Prioritas NasionalUsaha Ekonomi ProduktifPetani melalui GapoktanPUAP & PenumbuhanGapoktan PUAP menjadiLKM-A, Tersedianya plafonkredit program (KKP-E,KUPS, KPEN-RP dan KUR)oleh perbankan,Meningkatnya kemampuanTenaga Pendamping dalammemfasilitasi petani kepadaPerbankan, TersalurnyaPembiayaan Syariah melaluiBank Syariah & LKM-A,Terbentuknya LKM-A padaGapoktan PUAP berprestasi,sebagai unit pembiayaanpetani perdesaan,Tersusunnya kebijakanpembiayaan pertanian, sertaTerbentuknya pola asuransipertanian untuk melindungiusaha pertanian.Sub total10.000Gapoktan7.000Gapoktan10.000Gapoktan10.000Gapoktan19.58 80.18 129.43 140.07 369.251,100.00 800.00 1,160.00 1,200.00 4,260.00Penyediaan kredit program oleh perbankan 4,5 Triliun 5,0 Triliun 6,0 Triliun 7,0 Triliun 1.50 1.00 1.50 1.50 5.50Meningkatnya jumlah tenaga pendampingdalam memfasilitasi pembiayaan50 orang 100 orang 100 orang 100 orang 1.30 2.60 2.60 2.60 9.10Tumbuhnya Pembiayaan Syariah 1,5 Triliun 1,8 Triliun 2,0 Triliun 2,2 Triliun 0.70 0.80 1.10 1.30 3.90Meningkatnya kemampuan pengurusGapoktan dalam mengelola dana melaluipembukuan, menerapkan SOP standarLKM-ATerealisasinya kebijakan pembiayaanpertanianTerlindunginya usaha pertanian dari dampakkerugian200 LKMA 300 LKMA 350 LKMA 400 LKMA 120.00 120.00 140.00 150.00 530.00RancangankebijakanpembiayaanpertanianPenyusunankebijakanasuransipertanianKebijakanpembiayaanpertanianPengembangan dasarhukum dan ujicobaKebijakanpembiayaanpertanianUji cobaKebijakanpembiayaanpertanianPelaksanaanasuransipertanian5.00 7.00 7.00 8.00 27.000.70 1.00 1.00 2.50 5.20Sub total1,229.20 932.40 1,313.20 1,365.90 4,840.70PSP - 4


(PERUBAHAN SESUAI STRUKTUR ORGANISASI BARU KEMENTERIAN PERTANIAN)TARGET PEMBANGUNAN DAN KEBUTUHAN PENDANAAN PEMBANGUNAN TAHUN 2010-2014KEMENTERIAN PERTANIANDirektorat Jenderal Prasarana dan sarana PertanianNOPROGRAM/KEGIATANPRIORITAS8.6 Dukungan manajemen dandukungan teknis lainnyapada Direktorat JenderalPrasarana dan saranapertanianSASARANMeningkatnya fasilitasipelayanan teknis danadministrasi untukmendukung pelaksanaankerja Direktorat JenderalINDIKATORJumlah dokumen perencanaan (Program,Anggaran dan Kerjasama), keuangan,umum serta evaluasi dan pelaporanprogram peningkatan nilai tambah, dayasaing, sarana dan prasarana pertanian.TargetAlokasi Anggaran Baseline KegiatanPrioritasTOTAL(Milyar Rp.)(Milyar Rp.)2011 2012 2013 2014 2011 2012 2013 20146 6 6 6 309.97 224.93 224.93 224.93 984.75Sub total309.97 224.93 224.93 224.93 984.75PSP - 5


RENCANA KERJA TAHUNAN


RENCANA KINERJA TAHUNANDITJEN PRASARANA DAN SARANA PERTANIANUnit Eselon I : Ditjen Prasarana dan Sarana PertanianTahun : 2012Sasaran StrategisNo.(1)1 Meningkatnya pembangunan Jalan Pertanian pada kawasan tanamanpangan, hortikultura, perkebunan dan peternakan sebagai infrastrukturpertanian2 Meningkatnya luas optimasi lahan pertanian dan pengembanganmetode SRI3 Meningkatnya luas areal pertanian pada kawasan tanaman pangan4 Tersedianya pupuk dan pestisida di seluruh wilayah Indonesia sesuaiazas 6 (enam) tepat5 Meningkatnya pemanfaatan alsintan untuk pengolahan lahan danpengairan6 Meningkatnya Pelayanan Pembiayaan Petani melalui BantuanLangsung Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan (PUAP)7 Meningkatnya ketersediaan air irigasi dalam mendukung produksipertanian11211123112Indikator Kinerja(2) (3)Terbangunnya jalan pertanian sepanjang (Km) yang digunakan petani untukkegiatan usahatani 454 KmBerkembangnya metode SRI seluas (Ha) yang dilaksanakan olehpetani/kelompok taniBerkembangnya optimasi lahan pertanian seluas (Ha) yang dilaksanakan olehpetani/kelompok taniTercetaknya areal sawah seluas (Ha) yang dimanfaatkan untuk kegiatanusahatani padiPenyaluran pupuk bersubsidi di 33 Provinsi yang digunakan olehpetani/kelompok tani sesuai azas 6 (enam) tepat60,000 Ha209,400 Ha100,000 Haa. Urea 5,100,000 Tonb. SP-36 1,000,000 Tonc. ZA 1,000,000 Tond. NPK 2,593,920 Tone. Organik 835,000 TonTraktor Roda 2 sebanyak (Unit) yang digunakan petani/kelompok tani untukmengolah tanah1,567 UnitTraktor Roda 4 sebanyak (Unit) yang digunakan petani/kelompok tani untukmengolah tanahPompa air sebanyak (Unit) yang digunakan untuk petani/kelompok tani untukmengairi areal pertanianBLM PUAP yang digunakan gapoktan sebanyak (Gapoktan) untuk membiayaikegiatan usahatani baik on farm maupun off farmTerbangunnya dan terlaksananya rehab jaringan irigasi seluas (Ha) yangdimanfaatkan petani/kelompok tani untuk kegiatan usahataniTersedianya sumber air seluas (Ha) yang dimanfaatkan petani/kelompok taniuntuk kegiatan usahataniTarget50 Unit600 Unit6,000 Gapoktan523,250 Ha1,600 Unit


PENGUKURAN KINERJA KEGIATAN


No.Sasaran StrategisIndikator KinerjaTargetRealisasi(1) (2)Fisik %Terbangunnya jalan pertanian sepanjang (Km) yang digunakan petani1 untuk kegiatan usahatani di 26 Provinsi, 88 Kabupaten/Kota 454 Km 442 97.361 Meningkatnya pembangunan Jalan Pertanian pada kawasantanaman pangan, hortikultura, perkebunan dan peternakansebagai infrastruktur pertanian2 Meningkatnya luas optimasi lahan pertanian danpengembangan metode SRIPENGUKURAN KINERJA TAHUN 2012DIREKTORAT JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERTANIAN12Berkembangnya metode SRI seluas (Ha) yang dilaksanakan olehpetani/kelompok tani di 20 Provinsi, 119 Kabupaten/Kota60,000 Ha 57,551 95.92Berkembangnya optimasi lahan pertanian seluas (Ha) yang dilaksanakanoleh petani/kelompok tani di 30 Provinsi,315 Kabupaten/ Kota 209,400 Ha 199,068 95.073 Meningkatnya luas areal pertanian pada kawasan tanamanpangan4 Tersedianya pupuk dan pestisida di seluruh wilayah Indonesiasesuai azas 6 (enam) tepat5 Meningkatnya pemanfaatan alsintan untuk pengolahan lahandan pengairan6 Meningkatnya Pelayanan Pembiayaan Petani melalui BantuanLangsung Pengembangan Usaha Agribisnis Perdesaan(PUAP)7 Meningkatnya ketersediaan air irigasi dalam mendukungproduksi pertanianTercetaknya areal sawah seluas (Ha) yang dimanfaatkan untuk kegiatan1usahatani padi di 28 Provinsi, 208 Kabupaten/KotaPenyaluran pupuk bersubsidi di 33 Provinsi yang digunakan oleh1petani/kelompok tani sesuai azas 6 (enam) tepat100,000 Ha 98,365.5 98.37a. Urea 5,100,000 Ton 4,095,549 80.30b. SP-36 1,000,000 Ton 855,491 85.55c. ZA 1,000,000 Ton 1,000,036 100.00d. NPK 2,593,920 Ton 2,136,916 82.38e. Organik 835,000 Ton 724,032 86.711Traktor Roda 2 sebanyak (Unit) yang digunakan petani/kelompok taniuntuk mengolah tanah di 29 Provinsi, 191 Kabupaten/Kota1,567 Unit 1,567 100.002Traktor Roda 4 sebanyak (Unit) yang digunakan petani/kelompok taniuntuk mengolah tanah di 25 Provinsi, 35 Kabupaten/Kota50 Unit 50 100.003Pompa air sebanyak (Unit) yang digunakan untuk petani/kelompok taniuntuk mengairi areal pertanian di 25 Provinsi, 131 Kabupaten600 Unit 600 100.00BLM PUAP yang digunakan gapoktan sebanyak (Gapoktan) untuk1 membiayai kegiatan usahatani baik on farm maupun off farm di 33 Provinsi 6,000 Gapoktan 6,050 100.8312Terbangunnya dan terlaksananya rehab jaringan irigasi seluas (Ha) yangdimanfaatkan petani/kelompok tani untuk kegiatan usahatani di 31Provinsi, 342 kabupaten/Kota523,250 Ha 523,615 100.07Tersedianya sumber air seluas (Ha) yang dimanfaatkan petani/kelompoktani untuk kegiatan usahatani di 31 Provinsi, 266 Kabupaten/Kota 1,600 Unit 1,578 98.63Jumlah Anggaran :Jumlah Realisasi :Rp.Rp.2,935,809,000,0002,896,869,622,500


PENETAPAN KINERJA


L -.,.PERNYATAAN PENETAPAN K1NERJATAtlUN 2012DIREKTORAT JENDERAl PRASARANA DAN SARANA PERTANJANPENETAPAN KINERJA TAHUNANOalam rangka mewujudkan manajemen pemerintahan yang efektif, transparan, danakuntabel serta berorientasi pada hasil, kami yang bertanda tangah di bawah ini :NamaJabatan: OR. Ir. Sumarjo Gatot lrlanto, MS, OAA: Direktur JenderalPrasarana dan Sarana PertanianSelanjutnya disebut pihak pertamaNama : DR. lr, Suswono, MMAJabatan : Menteri PertanianSelaku atasan langsung pihak pertamaSelanjutnya disebut pihak keduaPihak pertama pada tahun 2012 ini berjanjiakan mewujudkan target kinerja tahunan sesuailampiran perjanjian ini.dalam rangka mencapal target kinerja jangka menengah seperti yangtelah ditetapkan dalam dokumen ,perencanaan. Keberhasilan dan kegagalan pencapaiantarget kinerjatersebut menjadi tanggung jawab pihak pertama,Pihak kedua akan memberikan. supervisi yang diperlukan serta akan melakukan evaluaslakuntabilitas kinerja terhadap capaian kinerja dari perjanjian ini clan mengambil tindakanyang diperJukan dalam rangka pemberian penghargaan dan sanksi.Jakarte.; _ H•••••• 2012~."~Pihak Kedua,-(Suswono)


)im~")).... ) •...-J r"""""', .-'---' -- -,- --r'ENI: IAPk'~ Kh.JRJ,.JAhJ~ 2•..2 ) ) )DIREKTORA T JENDERAL PRASARANA DAN SARANA PERT ANIAN..) ) ) ) ))Sasaran Strateclis Indikator Klnerla TaraetNo.(1) (2~ f3J1 Menlngkatnya pembangunan Jalan Pertanlan pada kawasan Terb~ngunnya Jalan pertsl'llsl'l sepanjang (Km) yang dlgunakan petanltanaman pangsn, hortlkultura, ptukebunan dan peternakan 1 untuk keglatan usahatanl dl26 Provlnsl, 88 KabLJpaten/.Kota 454 KmsebaQallnfrastruktur pertanlan' .2 Menlngkatnya luas optlmasllahan pertanlan dan-ee~kembangnya metode SRI seluas (Ha) yang dllaksanakan oleh1 60.000 Hapengembangan metode SRIpetanllkelompok tanI dl20 Provlnsl, 119 Kabupaten/KotaBerkembar.lgnya optlmasllahan pertanlan seluas (Ha) 'yang dllaksanakan2 oleh petanllkelompok tanl dl30 Provlnsl,315 Kabupatenl Kqta 209.400. . Ha,3 Menlngkatnya Juas areal pertanlan pada kawasan tanaman1 Tercetaknya areal sawah seluas (Ha) yang dlmanfaatkan untuk keglatan 100.000 Hapan(:lan , usahatanl padldl28 Provlnsl 208 Kabupaten/Kota4 Tersedlanya pupuk dan pestislda dl seluruh wllayah Indonesia Penyaluran pupuk bersupsldldi 33 Provlnsl yang dlgunakan oleh1seaual azas a (enam) tepatpetanl/kelompok tan/ses.ual azasS (enam) tepata. Urea 5.100.000 Ton5 Menlngkatnya pemanfaatan alslntan untuk pengolahan lahandan pengalranb. SP·36 1.000.000 Tonc. if.,1.000.000 Tond'. NPK 2.593.920 Tone,Organlk"835.000 Ton1 Traktor Roda 2 sebanyak (Unit) yang dlgunakan petanllkelompok tanl untuk 1.567 Unitmencclah tanah dl29 Provlnsl, 191 K~bupat~n/Kota2 Trak~or Roda 4 sebanyak (Unit) yang dlgunakan petanllkelompok tan/ untuk 50 Unitmengolah tanah di 25 Provlnsi, 3~ Kabupaten/Kota .3 Pompa air sebanyak (Unit) yang dlgi.makan untukpetanllkelompok tanl untuk mengalrl areal pertanian dl25 Provlnsi, 131 Kabupaten600 Unit6 Menlngkatnya Pelayanan Pembiayaan Petanl melalul 8antuan BlM PUAP yang dlgunakan gapoktan sebanyak (Gapoktan) untukLangsung Pengembangan Usaha Agriblsnls Perdesaan 1 : mernblayal keglatan usahatanl balk on farm maupun off farm dl 33 Previns/ 6.000 Gapoktsn(PUAP\7 Meningkatnya ketersedlaan air Irlgasi dalam mendukung Terbangunriya dan terlaksananya rehab Jaringan irigasl seluas (Ha) yangproduksi pertanian 1 dimanfaatkan petani/kelompoktanl untuk keglatan usahatanl dl 31 Provlnsl, 523.250 Ha342 kabupaten/KotaTersedianya sumber air seluas (Ha) yang di~anfaatkan petanllkelompok2 tanl untuk keglatan usahatani di 31 Provinsl, 266 Kabupaten/Kota 1,600 UnitJumlah An99aran :Program'PenY,edlaan dan Pengembangan Prasarana dan sarana PertanianRp. 4.479.720.700.Menyetujul,,-Maret 2012rtanlanana dan Sarana PertanianY2ente,...\- Suswono

More magazines by this user
Similar magazines