18.Edisi_Juli_2008 - Kantor Jaminan Mutu - Universitas Gadjah Mada

kjm.ugm.ac.id
  • No tags were found...

18.Edisi_Juli_2008 - Kantor Jaminan Mutu - Universitas Gadjah Mada

CATATAN KECIL TENTANG PIMPINANBerikut adalah catatan kecil yang disarikan dan diinspirasi dari:Buku : Kiat Jitu memotivasi karyawanPengarang : Soejitno Irmin,Abdul RochimPenerbit : Seyma Media, 2004Sangat diharapkan catatan kecil ini dapat bermanfaat bagi kita semua khususnya dalammengembangkan pendidikan dan meningkatkan kapasitas staf institusi pendidikan.Sukses suatu institusi adalah suksesbersama, artinya semua capaian institusisebenarnya adalah capaian kolektif. Tentutidak dapat dipungkiri bahwa dalam suatutim selalu ada anggota yang bersifat sebagaimotor untuk hal-hal tertentu, demikian jugaanggota yang lain. Keanekaragamantalenta/bakat alam dari anggota suatuinstitusi sebenarnya adalah kekuatan sebuahinstitusi. Dalam hal ini maka berbagai bentukpenyeragaman yang dalam arti tertentubaik, namun dalam hal ini perlu dilihatsecara kritis dan kontekstual.Salah satu fungsi utama seorangpimpinan adalah menggerakkan bawahanagar bisa mengeluarkan semua potensi yangdimiliki untuk tercapainya tujuan bersama(tujuan institusi). Karena setiap orangadalah unik, memiliki kemauan dankeinginan, maka menggerakan orang tidaksama dengan menggerakan mesin. Dalam halini harus ada kesadaran bahwa setiap orangmempunyai sifat dan perilaku yang berbeda.Dengan realita tersebut maka pimpinanperlu memahami beberapa hal yang bisaberupa kiat atau seni dalam memimpin.Beberapa kiat sederhana dalammemberikan semangat pada karyawan ataustaf dapat diringkas sebagai berikut:1. Pimpinan sebaiknya memahami sifatdan tingkah laku stafnya.2. Pimpinan sebaiknya membuatpekerjaan lebih menarik bagi seluruhstaf.3. Pimpinan memahami bahwa tegurandan perintah sebagai alat komunikasiyang baik.4. Pimpinan sebaiknya membuat stafsemakin dewasa.5. Pimpinan sebaiknya dapat bertindaksebagai konselor dan pelatih bagistafnya.6. Pimpinan sebaiknya menghindarisikap yang dapat mematikanmotivasi staf.7. Pimpinan sebaiknya bisa memberikankritik yang membangun.8. Pimpinan sebaiknya memberikankiat-kiat bagaimana staf dapatmemotivasi diri.9. Pimpinan sebaiknya memberikansikap dan perilaku teladan.10. Pimpinan sebaiknya juga berkenanmelakukan melakukan hal-hal kecilyang membuat staf merasa bangga.Butir-butir di atas dapat diuraikandengan lebih rinci sesuai dengan jenislayanan, ukuran dan kekhasan masingmasinginstitusi, berikut sebagai ilustrasidiuraikan tentang butir 9 tentang sikap danperilaku teladan. Banyak sekali sikap danperilaku teladan namun secara umum dapatdiuraikan sebagai berikut.1. Pemimpin sebaiknya menunjukkansikap disiplin yang tinggiPertama perlu diingat bahwa banyakkesuksesan dicapai karena disiplin yangtinggi. Namun demikian ini bukan hargamati, artinya tetap harus ada toleransi.Misal: bagaimana kalau mahasiswa datangterlambat karena ada kecelakaan di jalandan dia melakukan pertolongan sehinggamenyebabkan mahasiswa terlambat,apakah lalu mahasiswa tidak boleh masukkelas? Jadi disiplin diperlukan namundengan tidak meninggalkan kemanusiaan.Sekilas disiplin merupakan sesuatuyang enak dan mudah diucapkan namuntidak mudah diimplementasikan terlebihkalau kita belum terbiasa. Jadi disiplinlebih berkait dengan kebiasaan, sepertimandi pagi bagi yang terbiasa akan terasabadan segar namun bagi yang belum bisajadi siksaan luar biasa untuk bangun lebihawal dari saat ayam jantan berkokok.Bekerja tepat waktu adalahkeindahan, semua itu sebaiknya dimulaidari pimpinan, staf yang baik akan cepattanggap dan beradaptasi melihat sendirikedisiplinan pimpinan. Akhirnyakedisiplinan akan berkembang menjadikebiasaan dan budaya dalam suatuinstitusi.2. Pemimpin sebaiknya tidak membiarkand i r i n y a s e n d i r i m e l a k u k a npenyimpanganPemimpin yang baik dan menghormatikepemimpinannya pasti akan mencegahdirinya sendiri untuk berbuat sesuatuyang dapat melunturkan kehormatannya.Pimpinan yang baik pasti akan bertangungjawab atas kepemimpinannya dengantidak melakukan hal yang tidak pantas(sifatnya pasti normatif). Sebenarnyalahseseorang disebut pemimpin karenamasih menjadi teladan, ketika sikap danperbuatannya sudah tidak pantasdicontoh maka saat itu juga luntur atauhilanglah nilai-nilai kepemimpinannya.Mungkin saja ia masih memegangjabatannya namun pada hakikatnya iabukan lagi pemimpin namun sekadarpenguasa.3. Pemimpin sebaiknya tidak mengajakstaf melakukan atau berbuat yang tidakpantasBenjamin Franklin pernah berkata“ fool things I have done”. Beliau selalumencatat kesalahan-kesalahan yangdilakukan setiap hari. Hal itu adalahpengakuan yang tulus bahwa manusia taklepas dari kesalahan. Catatan itu adalahbahan untuk kajian manajemen hatiuntuk peningkatan kualitas dengans e m a n g a t c o n t i n u o u s q u a l i t yimprovement. Pemimpin yang bijakpasti sering menghitung-hitungkesalahannya sendiri walau tak tampakdi mata orang lain dan pemimpintersebut pasti tidak punya waktu untukmenghitung kesalahan orang lain, tidakakan mengajak atau melakukankesalahan secara bersama-sama dengansengaja.4. Pemimpin sebaiknya mempunyai etoskerja yang tinggi.Staf yang melihat pemimpinnyamudah lungkrah tak semangat akanmudah terjangkiti semangat tersebutsehingga ikut-ikutan mudah lungkrah,maka hal ini perlu menjadi perhatianpara pemimpin. Pemimpin tidak pantaspatah arang karena program kerjanyagagal di tengah jalan. Etos kerja dansemangatnya akan melebihi kegagalantersebut. Pemimpin yang baikmempunyai semangat kerja tinggi,pantang menyerah, tidak mudah putusasa dan berani mengambil risiko.Pemimpin harus mampu bangkit darikegagalan dan mengubah kegagalanmenjadi keberhasilan. Pemimpin yangbaik tidak mau menyalahkan anakbuahnya meskipun anak buahnyamempunyai andil dalam kegagalantersebut, namun sebagai pemimpin iaharus dengan gagah berani mengoperatau mengambil alih kesalahan anakbuah menjadi kesalahannya sendiri.5. Pemimpin sebaiknya mempunyailoyalitas yang tinggiPemimpin dengan loyalitas tinggibisanya bukan tipe kutu loncat yangp i n d a h - p i n d a h t e m p a t u n t u kkeuntungan diri, walaupun tak ada etikadan aturan yang melarang hal tersebutnamun pemimpin yang baik tidakmelakukannya karena memilikikesadaran bahwa pimpinan adalah jugasebagai teladan bagi stafnya. Pemimpinyang baik tak mudah silau oleh anekabujukan dan tawaran. Dalam halmenjaga loyalitas pemimpin dapatmangingat masa awalnya sendiri di manadia dibesarkan dan kesadaran akanloyalitas dan ketulusan stafnya yangs e c a r a l a n g s u n g j u g a i k u tmembesarkannya.6. Pe m i m p i n s e b a i k n y a d a p a tmengendalikan emosinyaPemimpin yang baik akan mampumembedakan antara kepemimpinan dankekuasaan. Pada hakikatnya memimpindan berkuasa adalah dua hal yangberbeda. Biasanya semakin tinggijabatannya akan semakin besar pulakekuasaanya, di sini godaan bagipemimpin juga akan semakin besar.Pejabat yang baik akan menggunakanjabatannya untuk memimpin, bukanuntuk berkuasa. Pejabat yang pemimpintidak mungkin menjalankan rodakepemimpinannya dengan tingkat emosiyang luar biasa. Staf juga akan merasaterpaksa menjadi anak buah pemimpin(Bersambung ke hal. 4)3

More magazines by this user
Similar magazines