Download PDF (23.1 MB) - DhammaCitta

dhammacitta.org
  • No tags were found...

Download PDF (23.1 MB) - DhammaCitta

Berita Vimala DharmaWisdomEsok Haruslah Lebih Baik daripada Hari IniOleh : Pdt. D.M. Peter Lim, S.Ag, MBA, M.Sc“Orang malas, yang tidak rajin berusaha, yang tidak mau berjuang pada waktunya ia harus berjuang,pada saat masih muda. Orang yang kaku, yang lemah yang tidak berani mengambil keputusan,orang yang demikian tidak akan dapat mencapai jalan kebijaksanaan”. “Magga Vagga XX : 280”Satu hal yang selalu menjadi dambaan setiap orang adalah adanya perubahan ke arah yanglebih baik, dalam arti kata bahwa hari ini dan keesokan harinya haruslah lebih baik dibandingkanhari sebelumnya. Semasa sekolah, hari ini bisa saja masih ditingkatan SD tapi keesokan harinyaharuslah SLTP, SMU dan kuliah. Singkatnya dikatakan bahwa hari ini adalah siswa, keesokanharinya adalah sarjana dengan sejumlah embel embel dari yang SE, MBA, SH, Ir, sampai keProf. DR. segala macam. Dan di bidang karir, hari ini bisa saja sebagai salesman maka keesokanharinya haruslah menjadi supervisor, manager dan sampai ke komisaris.Untuk bisa tampil atau meraih yang lebih baik hari hari sebelumnya, inilah dikenal dengan sebutankemajuan. Yah, kemajuan merupakan dambaan setiap orang. Setiap orang selalu bercita-citaatau berambisi untuk meraih yang terbaik dalam kehidupan ini. Yang terbaik di dalam kehidupanini. Yang terbaik akan tergapai dengan mudah dan sesuai dengan keinginan hanyalah dengansatu cara yaitu dicapainya kemajuan. Rasanya alangkah ironisnya jika ada orang yang menolakuntuk mencapai kemajuan.Kemajuan dalam materi juga merupakan salah satu sarana untuk meraih kemajuan bathin.Tanpa adanya kemajuan materi, rasanya akan sulit untuk meraih kemajuan bathin. Kita ambilcontoh yang nyata misalnya dikala kelaparan, uang sepersen tidak dijumpai, dikala sakit tidaksekepingpun uang tersisa, dikala kedinginan tidak sesenpun uang yang ada untuk membelisejumlah kayu bakar dan seterusnya. Apakah di kondisi yang serba memprihatinkan ini adakemungkinan untuk mengkreasi perbuatan baik…? Untuk mikirin diri sendiri saja tidak sanggupapalagi mikirin orang lain. Seandainya masih mampu mikirin orang lain maka persentasenyaakan minimal sekali. Selain kemajuan materi yang cukup berperan di dalam hidup ini, kemajuanbathin juga tidak kalah vitalnya.Kemajuan materi yang berhasil diraih tanpa diiringi oleh kemajuan bathin akan membuat orangmenjadi sangat sensitif. Tertimpa musibah sedikit saja, dia akan sangat mudah sekali mengalamidepresi, frstasi dan emosi yang meluap-luap. Di media masaa sering kita dengar dimana-manasejumlah orang-orang yang berlebihan dari segi materi, tega nian mengakhiri hidpnya karenatidak sanggup menghadapi tekanan-tekanan yang datangnya silih berganti.Kita ambil contoh misalnya dengan penyanyi kondang Elvis Presley yang diketemukanmeninggal dunia karena kelebihan obat “over dosis” dari segi materi yang dimiliki rasanyatidak perlu diragukan lagi, tapi mengapa dia mengakhiri hidupnya…? Kunci jawabannya cumasatu yaitu kemajuan materi yang dimiliki tidaklah diimbangi dengan kemajuan bathin yangdicapai. Kemajuan materi dan bathin bisa digambarkan bagaikan seorang akrobat yang lagimendemonstrasikan kemahirannya berjalan di atas seutas tali. Pada kondisi ini, sang akrobatdituntut untuk memiliki keseimbangan tubh agar tidak terjatuh. Demikian pula halnya denganEdisi Januari 201219

More magazines by this user
Similar magazines