Market Perspective July 2013 - Commonwealth Bank

commbank.co.id
  • No tags were found...

Market Perspective July 2013 - Commonwealth Bank

Wealth Management Newsletter - Juli 2013


1 | Market Perspective | Juli 2013Nasabah yang terhormat,Tanpa terasa, 1 semester telah kita lalui di tahun 2013 yang penuh dengan dinamika ekonomi dan politis, khususnya diIndonesia. Namun saya melihat bahwa semua dinamika tersebut berpotensi menjadikan Indonesia sebagai salah satu negaradengan kekuatan ekonomi utama di wilayah ASEAN dan juga Asia.Memasuki bulan Ramadhan yang suci, investor dihadapkan pada situasi dimana pemerintah telah mengumumkan kenaikanharga BBM bersubsidi, yang diikuti oleh pencairan kompensasi terhadap rakyat miskin. Secara umum kami memandang bahwahal tersebut adalah hal yang positif dan diharapkan oleh investor, mengingat kondisi defisit yang dialami oleh pemerintah saat ini.Mengenai dampak terhadap inflasi sendiri, dapat dilihat bahwa mayoritas penduduk Indonesia telah mengalami pertumbuhandaya beli yang signifikan selama 5 tahun terakhir, terlepas dari belum meratanya pertumbuhan tersebut.Momentum Ramadhan yang suci ini juga dapat menjadi momentum Anda bersama dengan keluarga untuk kembali melakukanrefleksi dan perenungan terhadap semua aktivitas yang telah Anda lakukan hingga saat ini. Mencapai tujuan jangka panjanguntuk memberikan kebahagiaan pada seluruh anggota keluarga tentunya merupakan impian dan cita-cita yang ingin dicapaioleh setiap individu. Dan kami, selaku salah satu penyedia jasa investasi terlengkap dan terbaik di Indonesia tentunya siapmembantu Anda untuk mencapai tujuan finansial jangka panjang Anda sekeluarga.Akhir kata, saya mengucapkan terima kasih atas kesetiaan Anda menjadi nasabah PT Bank Commonwealth dan berharapkesuksesan selalu menyertai Anda. Mewakili direksi dan seluruh staf PT Bank Commonwealth, saya juga hendak mengucapkanselamat menunaikan ibadah puasa bagi Anda yang beragama Islam, semoga berkah dan pahala senantiasa menyertai Andadi bulan yang suci ini.Salam hangat,Ian WhiteheadDirector of Retail and Business BankingGLOBAL OUTLOOKernyataan Bernanke bahwa AS akan mengakhiri program stimulus pada pertengahan tahun 2014, serta adanya kekhawatiran krisisPlikuiditas di Sistem Perbankan China, serta Perekonomian Jepang yang belum tumbuh secara signifikan menjadi berita utama dalambeberapa minggu ini. Tentunya dengan kondisi tersebut para investor tetap disarankan untuk mendiversifikasi portofolionya untukmenghadapi fluktuasi pasar.Program Stimulus Amerika SerikatPasar finansial global serempak bergejolak, yang menyebabkan investorglobal memilih untuk mengalihkan selera risikonya pada aset yangdianggap aman. Gubernur Bank Sentral AS (The Fed), Ben Bernanke,menyatakan, program QE kemungkinan akan dihentikan di pertengahantahun 2014. Bernanke juga menyatakan sebagai tahap awal stimulusakan mulai dikurangi pada akhir 2013 ini, dengan syarat sektor tenagakerja di AS terus melanjutkan pemulihan. Sepekan terakhir, investor globalmemusatkan perhatiannya pada hasil rapat FOMC tentang kebijakanstimulus QE di AS.Hal ini dianggap wajar mengingat program stimulus QE yang dilakukanoleh The Fed merupakan sumber likuiditas utama yang menjadipenggerak utama kenaikan indeks saham dan obligasi global selamabeberapa tahun belakangan ini. Dalam program Quantitative Easing(QE), bank sentral AS menggelontorkan dana 85 miliar dollar AS setiapbulannya. Dana tersebut digunakan untuk membeli surat utang berbasiskredit properti sebesar 40 miliar dollar AS dan surat utang pemerintahsebanyak 45 miliar dollar AS.Bernanke menegaskan, rencana pemberhentian stimulus bakal dilakukandengan mencermati perkembangan sejumlah indikator ekonomi. Duaindikator yang akan menentukan kebijakan The Fed mengenai stimulusadalah angka pengangguran dan inflasi. Tahun ini, The Fed menargetkaninflasi di AS dapat mencapai level 2%. Sementara, hingga akhir Mei2013, inflasi AS masih berada di angka 1,4%. Tingkat pengangguran ASsaat ini masih berada pada kisaran level 7,5% dengan target pemerintahAS di level 6,5%.Improving US labour means increase probability for QE3 exit later this year06/03/200305/21/201311)Compare1D 3D 1M 6M YTD 1Y 5Y Max Quarterly Security/Study400175.000-200-400-600-8002003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013Sumber: BloombergLocal CCYAVERAGE USUNEMPLOYMENT IN THELAST 10 YEAR : 6.8%Last PriceEHUPUS Index - on 3/31/13 (R1) 7.73 -.10NFP TCH Index (L1) 175.00 +33.00Krisis Likuiditas di ChinaAktivitas manufaktur China berada di level terendah dalam empat bulanterakhir setelah krisis likuiditas di sistem perbankan mengurangi aruskredit ke perusahaan. Indeks PMI manufaktur berada di 50,1 di Juni.Angka itu di bawah bulan lalu yang berada di level 50,8 dan terendahsejak Maret 2013. Angka di atas 50 berarti pertumbuhan, di bawah itumenandakan kontraksi. Sub-indeks new orders turun ke 50,4 dari 51,8,sebagai indikasi merosotnya permintaan. Sedangkan sub-indeks outputturun ke 52,0 dari 53,3. Data itu menunjukkan kerusakan yang timbulakibat krisis likuiditas pada ekonomi riil. Kredit domestik anjlok 48%selama Juni dari bulan sebelumnya menjadi 190,6 miliar yuan. Keringnya10.009.008.007.737.006.005.004.00


2 | Market Perspective | Juli 2013likuiditas dalam sistem finansial membuat suku bunga antar bank melonjaksampai di atas 8%. Krisis likuiditas terburuk dalam satu dekade terakhiritu datang di saat ekonomi China melambat. Namun bagaimanapunjuga, investor mengestimasi krisis ini hanya bersifat sementara danlebih merupakan aktivitas teroganisir yang dilakukan oleh PBOC untukmenghindari spekulasi yang berlebihan pada perbankan berskala kecildan menengah.Perlu diingat bahwa tingkat cadangan devisa pemerintah China mencapailebih dari US$3 triliun sebagai sarana terjaminnya likuiditas. Para ekonommemperkirakan data lainnya, yang akan diumumkan, akan memberikanindikasi pertumbuhan yang semakin melambat di kuartal kedua. Merekajuga melihat menurunnya kinerja manufaktur menambah kemungkinan LiKeqiang menjadi perdana menteri pertama yang gagal mencapai targetpertumbuhan sejak krisis moneter Asia 1998.Pertumbuhan Ekonomi di JepangEkspor Jepang mencatat kenaikan terbesar dalam dua tahun terakhir,sebagai akibat dari depresiasi yen dan buah hasil dari kebijakan Abenomics.Nilai ekspor tumbuh 10% sepanjang bulan Mei dari tahun lalu. Menurutlaporan Kementerian Keuangan Jepang, angka itu lebih besar dari prediksisebelumnya di level 6,4% dan tertinggi sejak tahun 2010. Melemahnyanilai tukar Yen hingga 12% berperan besar terhadap pertumbuhansignifikan ekspor di Jepang, meskipun hal ini sempat mendapat kritikandari mitra dagang mereka seperti Korsel. Kenaikan nilai ekspor ini untuksementara memberikan ketenangan bagi Perdana Menteri Shinzo Abesebagai bukti bahwa kebijakannya membuahkan hasil. Stimulus moneteragresif yang diterapkan BOJ, atas usulan Abe, menjadi faktor utama yangmelemahkan yen. Meski terjadi penguatan, posisi yen saat ini masih lebihrendah dari tahun lalu, dan merupakan kondisi yang dapat mendorongekspor serta mengurangi defisit. Namun di sisi lain, nilai impor juga naik10%, akibat pelemahan yen yang mendorong kenaikan harga barang dariluar negeri, terutama energi. Peningkatan nilai ekspor juga belum diiringidengan peningkatan volume ekspor yang masih mengalami penurunan4,8% akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi global.With remaining deflation, most likely BOJ will continue the current policyJNCPIYOY -0.3% For May Next Release 26 Jul 06:30 Suvey--Japan CPI Nationwide YoYMinistry of Internal Affairs &..JNCPIYOY Index95) Save As 96) Actions 97) Edit 98) Table Line Chart07/31/2007 05/31/2013 Latest/Last 11)Compare Mov.AvgsNo Lower Chart1D 3D 1M 6M YTD 1Y 5Y Max MonthlySecurity/StudyEventSep2007Sumber: BloombergLast Price -0.3High on 07/31/08 2.3Average -0.2Low on 10/31/09 -2.5Dec Mar Jun Sep Dec Mar Jun Sep Dec Mar Jun Sep Dec Mar Jun Sep Dec Mar Jun Sep Dec Mar Jun2008200920102011201220132.01.00.0-0.3-1.0-2.0LOCAL OUTLOOKHSG mencatat kinerja 11,63% sepanjang semester awal 2013, sementara indeks LQ45 mencatat kenaikan 9,38%. Sebuah pencapaianIyang jauh lebih baik dibandingkan tahun sebelumnya. Koreksi yang terjadi pada bulan Juni 2013 merupakan kinerja negatif pertama(secara bulanan) di tahun 2013, dimana 5 bulan sebelumnya dilalui dengan positif. Keputusan pemerintah untuk mengurangi subsidi BBMjuga menjadi katalis positif untuk fundamental makro Indonesia sehingga Moody’s menaikkan outlook Indonesia dari Stabil menjadiPositif. Momentum koreksi sekarang ini dapat menjadi kesempatan bagi investor untuk melakukan mekanisme Dollar Cost Averaging.Valuasi IHSG Masih WajarJCI Valuation - Not discount, but not premium6M YTD 1Y 3Y 10Y Max Weekly5Y 7Y Fields/Securities OptionsJCI Index18.0016.0014.984514.0012.0010.008.00P/E IHSG telah negatif per tanggal 24 Juni 2013 (untuk periode tahunberjalan 2013).Kinerja IHSG YTD 2013 (as of 25 June 2013) – Saat Ini Didominasi oleh FaktorFundamental3.00%2.50%2.00%1.50%1.00%2.46%2.74%Adjusted Positive Price/Earnings 14.98456.000.50%Dec 282006Dec 272007Dec 252008Dec 312009Dec 302010Dec 292011Dec 2720120.00%-0.28%Sumber: Bloomberg-0.50%JCI Performance as of 25 June 2013 Earning Growth Actual 2013 P/E Expansion 2013Sumber: BloombergValuasi IHSG saat ini (14,9x trailing P/E) berada di level rata2 semenjaktahun 2006 (7 tahun terakhir), dapat dikatakan bahwa berdasarkan tingkatpertumbuhan pendapatan emiten berjalan saat ini, valuasi IHSG telahberada di level yang ‘fair’ (not discount, but not premium).Apakah Koreksi di IHSG Normal?Apabila investor melakukan breakdown terhadap komponen pendorongkinerja IHSG saat ini, faktor likuiditas sudah tidak lagi berperan signifikansebagaimana yang terlihat pada posisi akhir Mei 2013. Kinerja IHSG saatini (untuk periode tahun berjalan 2013) hanya didorong oleh pertumbuhanpendapatan emiten semata (meskipun juga terjadi penurunan terhadapestimasi pendapatan emiten di tahun 2013), bahkan pertumbuhanKinerja IHSG YTD 2013 (As of End of May 2013) – Dominan oleh Faktor LikuiditasBreakdown of JCI performance in 201320%18%18%16%14%12%12%10%8%5%6%4%2%0%JCI 13YTD PerformanceRolling P/E Changes in 13YTDEarning Growth in 13YTDSumber: CSLA Asia-Pacific Markets


3 | Market Perspective | Juli 2013ANALISA VALUTA ASINGondisi pergerakan mata uang global masih sangat dipengaruhi oleh data-data tenaga kerja di Amerika Serikat. Rencana The Fed untukKmengurangi pembelian aset dan pemberian stimulus serta pelonggaran kebijakan di Amerika Serikat berpotensi menyerap likuiditas USD dipasar dan berpotensi menguatkan USD. Rencana tersebut masih belum dipastikan untuk waktu pelaksanaannya, sehingga para pelaku pasarmelakukan penyesuaian.Tidak banyak perubahan pada kondisi pergerakan USD/IDR selama bulan Juni 2013 kemarin. IDR masih terlihatmelemah seiring penguatan USD terhadap semua matauang dunia yang masih berlangsung. Aksi profit taking investor asing dibursa saham Indonesia juga memberikan dampak negatif pada IDR.Diperkirakan USD/IDR akan bergerak dengan range 9925 – 10100 padabulan Juli 2013.Lemahnya daya beli di pasar global berdampak padaturunnya aktifitas manufaktur di China. Sebagai rekan eksporimpor terbesar, hal ini membawa sentimen negatif padaneraca perdagangan Australia dan berdampak juga pada pertumbuhanperekonomian Australia secara keseluruhan.Namun naiknya harga minyak mentah semenjak minggu terakhir di bulanJuni sampai awal Juli 2013 diharapkan bisa membawa sentiment positifkembali ke AUD. Suku bunga AUD yang masih menarik dibandingkandengan Negara-negara sekelasnya (rating: AAA) dan nilai tukar yangoversold, diharapkan bisa memberikan daya tarik tersendiri di matainvestor.Secara technical, AUD/USD masih dalam trend turun yang cukup kuat,untuk bulan Juli 2013 AUD/USD masih berpotensi menyentuh levelsupport 0.8750 apabila tidak ada fundamental positif guna mendrongAUD/USD naik kembali ke level resistance di 0.9450 pada bulan Juli2013.Bulan Juni 2013 kemarin beberapa berita negatif munculdi Eropa, jatuh temponya surat hutang di Yunani, sampaikisruh politik di Italia memberikan dampak negatif untukEUR. Namun sentimen negatif ini cenderung bersifat sementara melihatkesiapan dari ECB dalam menangani krisis dengan program-programstimulusnya.Secara technical, EUR/USD masih dalam trend turun dengan batassupport di 1.2777 dan batas resistance di 1.3120.Cukup baiknya data-data ekonomi di Inggris membuatpelemahan GBP terlihat lebih tertahan dibandingkandengan pelemahan major currency lainnya. PenguatanUSD terhadap GBP dan mata uang lainnya dipicu oleh persepsi pasarpada langkah yang akan diambil oleh The Fed dalam pengaturanlikuiditas dan stimulus di Amerika Serikat seiring membaiknya pasartenaga kerja di Amerika Serikat.Secara technical GBP/USD masih dalam trend turun, pada bulan Juli2013, diprediksikan GBP/USD akan bergerak dengan resistance level di1.5360 dan support di level 1.5000 (level psikologi)Aksi BOJ yang menunda stimulus pada bulan Juni kemarinberdampak pada penguatan JPY terhadap mata uanglainnya. Namun seiring dengan penguatan USD di pasar,JPY bergerak melemah melakukan penyesuaian dengan kondisi pasar.Pelemahan JPY diperkirakan masih akan terus berlanjut dikarenakan olehpenguatan USD yang masih berlanjut, dan pelemahan JPY sendiri akanmembawa dampak positif pada pertumbuhan perekonomian di Jepangsebagai negara ekspor.Secara technical, USD/JPY masih dalam trend naik (JPY melemahterhadap USD) dengan level support di 98.65 dan resistance level di101.80RecommendationUSD/IDR EUR/USD GBP/USD AUD/USD USD/JPYExpected Buying level 9900 - 9925 1.2850 - 1.2900 1.5000 - 1.5050 0.8800 - 0.8825 99.75 - 100.00Expected Selling level 10150 - 10175 1.3180 - 1.3230 1.5250 - 1.5300 0.9300 - 0.9350 103.20 - 103.60Long profit taking @ 10100 and above 1.3080 and above 1.5200 and above 0.9000 and above 102.50 and aboveShort profit taking @ 9950 and below 1.2960 and below 1.5150 and below 0.9000 and below 101.80 and belowLong cut loss @ 9750 - 9800 1.2700 - 1.2750 1.4900 - 1.4950 0.8680 - 0.8750 98.50 - 98.75Short cut loss @ 10250 - 10300 1.3350- 1.3400 1.5475 - 1.5525 1.9425 - 1.9475 104.00 - 104.25Rekomendasi entry levelProfit TakingCut Loss*Data di atas hanya besifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.


4 | Market Perspective | Juli 2013COMMINSIGHTntuk pertama kalinya di tahun 2013, IHSG mencatat kinerja bulanan negatif di bulan Juni 2013. IHSG melemah 4,93% didorong olehUarus dana keluar dari investor asing senilai lebih dari 20 triliun rupiah. Sebagaimana telah diulas pada CommInsight edisi-edisisebelumnya, perlambatan kinerja IHSG sebenarnya telah terlihat semenjak bulan Maret hingga Mei 2013, diikuti oleh kenaikan tingkatvolatilitas. Tentunya fase konsolidasi ini amatlah wajar dan bahkan cenderung melegakan sebagian investor yang mengingat lebih dari70% kinerja IHSG di tahun 2013 didorong oleh faktor likuiditas dan relatif tidak sesuai dengan kinerja emiten yang merupakan faktorfundamental dari kinerja IHSG.Kinerja Bulanan IHSG di Tahun 2013,Tingkat Volatilitas Semakin Meningkat25.00%20.00%15.00%10.00%5.00%0.00%-5.00%-10.00%3.17%Jan-13Sumber: Bloomberg9.55%9.36%7.68%11.04%3.03%1.88%0.69%Feb-13 Mar-13 Apr-13 May-13 Jun-13-4.93%JCI Monthly Performance 2013 JCI 90D Volatility 2013Namun, penurunan IHSG juga disertai oleh beberapa perkembangan yangdianggap positif oleh investor, diantaranya adalah langkah pemerintahyang pada akhirnya memutuskan untuk menaikkan harga BBM bersubsidisebesar 44% sebagai langkah untuk mengurangi defisit transaksi berjalanpemerintah. Dampak terhadap inflasi sendiri diperkirakan lebih bersifatsementara dibandingkan struktural, sebagaimana yang terjadi padaevent-event kenaikan harga BBM bersubsidi sebelumnya.11.23%12.87%21.37%kekurangan likuiditas dan sebagai akibatnya aset berisiko seperti sahamakan mengalami penurunan. Padahal, apabila dipikirkan dengan logika yangbenar, pemulihan ekonomi makro di AS merupakan satu perkembanganfundamental yang sangat positif untuk memacu pertumbuhan pasar sahamyang lebih sehat, dibandingkan saat ini yang sangat mengandalkan faktorlikuiditas. Namun, untuk saat ini, pasar lebih mempercayai faktor likuiditassebagai instrumen utama yang menggerakkan selera risiko investor padaaset-aset yang berisiko seperti saham, sehingga pernyataan-pernyataanBernanke ke depannya serta indikator sektor tenaga kerja di AS akanmenjadi perhatian utama investor. Hal berikutnya yang harus diperhatikaninvestor adalah laporan pendapatan emiten domestik untuk semesterawal 2013. Dimana laporan ini akan memberikan refleksi yang lebih jelasbagi investor untuk melakukan proyeksi kinerja hingga akhir tahun 2013.Di tengah situasi kebijakan moneter yang cenderung akan diperketat,tentunya mayoritas investor memilih untuk mengelola ekspektasi merekapada tingkatan yang lebih moderat. Beberapa sektor yang diestimasimasih mampu menghasilkan pendapatan yang solid adalah konsumer,properti, dan beberapa saham infrastruktur tertentu. Sementara sektorseperti perbankan yang sensitif terhadap pergerakan suku bunga acuancenderung diestimasi pada level pendapatan yang konservatif.Market CompsMarketChinaHong KongIndonesiaIndiaKoreaMalaysiaPhilippinesSingaporeThailandTaiwanAsiaSumber: CLSAP/E EarningsgrowthP/B Div Yield ROE ROA Gearing2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 2014 2013 20141014161481622161315129131412715201412131014112113217(7)173014158181314111010111413113212322211132123222133221323333442223234431692216141415101813131692216131415101814141153334233221533342342291922362117293043923241613291114242935418Penurunan yang terjadi pada IHSG pada bulan Juni 2013, telahmengembalikan valuasi IHSG pada level yang dapat dikatakan wajarapabila disesuaikan dengan level pendapatan emiten saat ini, meskipunbelum dapat dikatakan telah berada pada valuasi yang rendah ataudiscount. Pada tabel di atas, investor dapat melihat bahwa meskipunsecara valuasi (P/E) IHSG bukan merupakan indeks saham yang memilikivaluasi paling rendah di Asia, namun IHSG memiliki tingkat ROE (Returnon Equity) dan ROA (Return on Asset) tertinggi dibandingkan indekssaham domestik lainnya. Meski demikian, investor perlu mewaspadailebih lanjut faktor-faktor krusial yang dapat mempengaruhi pergerakanIHSG di sisa tahun 2013. Hal utama yang harus dilihat investor adalahmesin utama penggerak aset-aset berisiko selama 3 tahun terakhir, yaitulikuiditas. Faktor likuiditas saat ini mengacu pada program QuantitativeEasing yang dilakukan oleh bank sentral Amerika Serikat (The Fed)yang menggelontorkan dana senilai US$85 miliar setiap bulannya untukmembeli obligasi pemerintah AS sebagai usaha untuk menurunkan sukubunga acuan jangka panjang untuk KPR (mortgage).Bernanke sendiri berkali-kali memberikan pernyataan bahwa The Fedakan menghentikan program QE apabila secara makro ekonomi AS sudahmampu untuk bertumbuh dengan kuat dan stabil. Salah satu indikatoryang digunakan Bernanke adalah sektor tenaga kerja di AS yang terusmenunjukkan pemulihan. Ironisnya, hal ini dipandang negatif oleh investoryang khawatir apabila program QE dihentikan, pasar akan mengalamiPemulihan Sektor Tenaga Kerja di AS dapat Menjadi SinyalPenghentian Program QE Lebih Awal dari Ekspektasi. NamunSaat Ini, Tingkat Pengangguran di AS Relatif Masih BelumSebaik Periode Sebelum Krisis 2008.06/03/200305/21/201311)Compare1D 3D 1M 6M YTD 1Y 5Y Max Quarterly Security/Study400175.000-200-400-600-8002003 2004 2005 2006 2007 2008 2009 2010 2011 2012 2013Sumber: BloombergEstimasi Bloomberg untuk Pendapatan Emiten di Sisa TahunBerjalan 2013. Emiten Sektor Properti, Konsumer, danInfrastruktur Diestimasi Masih Membukukan Pertumbuhanyang Solid.EPS Growth Projection - H2 2013Sumber: BloombergJakarta Property IndexJakarta Agricultural IndexJakarta Consumer IndexJakarta Mining IndexJakarta Basic Industry IndexJakarta Infrastructure IndexJakarta Finance IndexJakarta Trade & Service IndexJakarta Miscellaneous Industry Index-11.27%2.14%6.27%10.07%13.67%16.84%24.68%-15.00% -5.00% 5.00%15.00% 25.00%-10.00% 0.00% 10.00% 20.00% 30.00%7.86%9.06%Local CCYAVERAGE USUNEMPLOYMENT IN THELAST 10 YEAR : 6.8%Last PriceEHUPUS Index - on 3/31/13 (R1) 7.73 -.10NFP TCH Index (L1) 175.00 +33.0010.009.008.007.737.006.005.004.00


5 | Market Perspective | Juli 2013Proyeksi Bloomberg Terhadap Pertumbuhan PendapatanEmiten-Emiten Berkapitalisasi Kecil dan MenengahMasih Relatif Lebih Tinggi Dibandingkan Emiten-EmitenBerkapitalisasi BesarEPS Growth Projection - H2 201320.00%18.00%16.00%14.00%12.00%10.00%8.00%6.00%4.00%2.00%0.00%Sumber: Bloomberg6.38% 6.75%Dengan mempertimbangkan hal-hal di atas, kami memilih untukmeningkatkan alokasi investasi pada reksa dana saham menjadi 60% daritotal portofolio, dari sebelumnya berada pada alokasi 50%. Pertimbanganvaluasi yang relatif telah menurun serta pertumbuhan pendapatan emitenyang tetap solid menjadikan momentum saat ini adalah momentum yang17.97%Jakarta Composite Index LQ45 Index MSCI Indonesia Small Mid Cap Indexbaik untuk kembali mengakumulasi investasi pada pasar saham. Kamijuga mempertimbangkan bahwa sekalipun program QE3 kemungkinanakan dikurangi di bulan September 2013, likuiditas global akan tetapmelimpah, mengingat bank sentral Jepang masih mendorong kebijakanmoneter yang longgar untuk memperbaiki deflasi yang terjadi di negaratersebut. Lagipula, dihentikannya QE merupakan indikasi positif bagifundamental makro ekonomi Amerika Serikat yang seharusnya menjadipemicu pertumbuhan ekonomi global.Namun dalam kondisi pasar yang relatif masih berfluktuasi tinggi saatini, kami menyarankan investor untuk lebih dominan melakukan investasipada reksa dana saham yang memiliki strategi defensif/top down danmelakukan diversifikasi dengan optimal pada seluruh sektor IHSG sepertiManulife Saham Andalan, Schroder Dana Istimewa, ataupun BNP ParibasPesona Syariah bagi investor yang pesimis terhadap perkembangan sektorperbankan. Hindari berinvestasi pada satu sektor dengan konsentrasiyang tinggi pada periode pasar fluktuatif seperti saat ini. Dan janganlupakan untuk senantiasa menyeimbangkan portofolio investasi Andadengan obligasi pemerintah, mengingat imbal hasil yang ditawarkan saatini relatif menarik dan dapat menyediakan alternatif sumber kas baru (daripembayaran kupon) yang bermanfaat untuk menjaga kondisi likuiditasportofolio investasi Anda. STAY ALERT AND DIVERSIFY !Portfolio IDR Juli 2013Portfolio Concepts Mutual Fund/Bond Portfolio AllocationCore Portfolio Manulife Saham Andalan 40%BNP Paribas Pesona SyariahSchroder Dana IstimewaGrowth Portfolio Mandiri Investa Ekuitas Dinamis 20%BNP Paribas Infrastruktur PlusDanareksa Mawar Konsumer 10Manulife Dana Ekuitas Small Mid CapitalFixed Income Medium to Long duration First State Indonesia Bond Fund 20%FR62 / FR65 / FR58Fixed Income Short duration Danareksa Melati Platinum Rupiah 20%Schroder Dana Andalan 2FR66Portfolio USD Juli 2013Portfolio Concepts Mutual Fund/Bond Portfolio AllocationCore Portfolio Manulife Greater Indonesia Fund 60%Panin SRC Moderate FundFixed Income Long duration Indon 35/37/38/42/43 20%Fixed Income Medium duration Indon 19/22/23 20%DISCLAIMERKecuali dinyatakan lain, semua data bersumber dari berita media massa, dan tidak diterbitkan oleh PT Bank Commonwealth (PTBC). PTBC harus dijamin untuk dibebaskan dari tanggung jawab, termasuk tetapi tidak terbatas pada penuntutan hukumoleh pihak ketiga. PTBC beserta direkturnya, karyawannya dan perwakilannya dalam Lampiran ini selanjutnya bersama-sama disebut sebagai “Grup” “Laporan ini diterbitkan semata-mata untuk tujuan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai suatuajakan atau penawaran untuk membeli efek atau instrumen keuangan. Laporan ini telah disusun tanpa mempertimbangkan tujuan, situasi keuangan dan kapasitas untuk menanggung kerugian, pengetahuan, pengalaman atau kebutuhan orang-orangtertentu yang mungkin menerima laporan ini. Tidak ada anggota dari Grup yang melakukan atau harus melakukan penilaian kelayakan atau penyesuaian laporan untuk penerima laporan ini yang karenanya tidak mendapatkan manfaat dari perlindunganperaturan dalam hal ini. Laporan ini bukan nasihat atau petunjuk. Semua penerima laporan ini harus, sebelum bertindak atas dasar informasi dalam laporan ini, mempertimbangkan kewajaran/kelayakan dan kesesuaian informasi, dengan memperhatikantujuan-tujuan mereka sendiri, situasi keuangan dan kebutuhan, dan, jika perlu mencari profesional yang tepat, memperhatikan kondisi valuta asing atau nasihat keuangan tentang isi laporan ini sebelum membuat keputusan investasi. Kami percaya bahwainformasi dalam laporan ini adalah benar dan setiap pendapat, kesimpulan atau rekomendasi yang cukup telah diadakan atau dibuat, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat kompilasi, tetapi tidak ada pernyataan atau jaminan, baik tersurat maupuntersirat, yang dibuat atau disediakan untuk akurasi, kehandalan atau kelengkapan setiap pernyataan yang dibuat dalam laporan ini. Setiap pendapat, kesimpulan atau rekomendasi yang ditetapkan dalam laporan ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpapemberitahuan dan mungkin berbeda atau bertentangan dengan, kesimpulan pendapat atau rekomendasi yang diungkapkan oleh Grup di tempat lain. Kami tidak berkewajiban untuk, dan tidak,memberitahukan perkembangan terkini atau terus mengikutiinformasi terkini yang terdapat dalam laporan ini. Grup tidak menerima tanggung jawab untuk setiap kerugian atau kerusakan yang timbul akibat dari penggunaan seluruh atau setiap bagian dari laporan ini. Setiap penilaian, proyeksi dan prakiraan yangterkandung dalam laporan ini didasarkan pada sejumlah asumsi dan perkiraan dan tunduk pada kontinjensi dan ketidakpastian. Asumsi dan perkiraan yang berbeda dapat mengakibatkan hasil material yang berbeda pula. Grup tidak mewakili atau menjaminbahwa salah satu proyeksi penilaian atau prakiraan, atau salah satu dasar asumsi atau perkiraan, akan dipenuhi. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja masa depan Grup tidak menjamin kinerja dari produkinvestasi atau pembayaran kembali modal dengan produk yang didistribusikan oleh PTBC. Investasi dalam produk ini bukan merupakan simpanan atau kewajiban lainnya dari Grup atau anak perusahaannya dan setiap jenis produk investasi memiliki risikoinvestasi termasuk hilangnya pendapatan dan modal yang diinvestasikan. Contoh yang digunakan dalam komunikasi ini hanya untuk ilustrasi. Semua materi yang disajikan dalam laporan ini, kecuali bila ditentukan lain, berada di bawah hak cipta Grup.Tak satu pun dari materi, maupun isinya, maupun salinannya, dapat diubah dengan cara apapun, ditransmisikan ke, disalin atau didistribusikan kepada pihak lain, tanpa izin tertulis dari perusahaan terkait yang menjadi bagian dalam Grup. Grup, berikutagennya, asosiasinya dan kliennya memiliki atau telah memiliki posisi panjang atau pendek pada efek atau instrumen keuangan lainnya yang disebut di sini, dan dapat setiap saat melakukan pembelian dan/atau penjualan terhadap kepentingan atau suratberharga dalam kapasitasnya sebagai prinsipal atau agen, termasuk menjual atau membeli dari klien atas dasar pokok dan dapat terlibat dalam transaksi yang tidak konsisten dengan laporan ini. Silahkan melihat website kami di www.commbank.co.iduntuk informasi lebih lanjut. Jika Anda ingin berbicara dengan seseorang mengenai instrumen keuangan yang dijelaskan dalam laporan ini, silakan hubungi kami hubungi Call Centre kami di 5000 30 atau email kami di customercare@commbank.co.id.www.commbank.co.idfacebook.com/CommbankIDtwitter.com/Commbank_ID

More magazines by this user
Similar magazines