INDONESIA Tuan Rumah AMCDRR - BNPB

bnpb.go.id
  • No tags were found...

INDONESIA Tuan Rumah AMCDRR - BNPB

Dari RedaksiDaftar IsiVolume 3 No. 3November 201241014616642Pengantar Redaksi3 Dari RedaksiLaporan Utama4 IndonesiaTuan Rumah AMCDRR10 Penguatan Kapasitas Lokaluntuk Pengurangan Risiko BencanaFokus Berita14 BNPB Raih PenghargaanAsian Film Festival AMCDRR19 Geladi Penanggulangan BencanaBangun Kesiapsiagaan Masyarakat Morotai22 Panduan bagi RelawanPenanggulangan Bencana25 Waspada Masyarakat pada BencanaAngin Puting Beliung dan Banjir29 Anugerah PenghargaanBidang Kebencanaan 201234 Mangrove Bantu Cegah Abrasidi Desa Karang Antu37 Indonesia Ditinjau dariSegi Bencana Data Tahun 2012Teropong42 Presiden RI :Penguatan Kapasitas Lokal, PRB,dan Perencanaan Pembangunan47 Wujud Komitmen BersamaDeklarasi Yogyakarta53 InaSAFEAplikasi Skenario RealistisDampak Bahaya Bencana Alam56 Aplikasi Perangkat Selular UntukMendukung Ketangguhan Hadapi BencanaBincang-bincang61 Tokoh Inspiratif 2012 : I Ketut SugataMengabdi untuk Masceti sampai Akhir Hayat66 Dokumentasi BNPBPada tahun ini Indonesia terpilihmenjadi tuan rumah AsianMinisterial Conference on DisasterRisk Reduction (AMCDRR) ke-5. Suatukebanggaan bagi Indonesia tidak hanya sebagaituan rumah event tingkat internasional tetapijuga suksesnya penyelenggaraan konferensitersebut. Pengurangan risiko bencana (PRB)masih menjadi perhatian dunia internasional,mengingat dengan strategi ini risiko dan korbanbencana dapat diminimalkan. Indonesia punmenjadi yang terdepan dalam mainstreamingPRB dan terbukti dengan penganugerahanGlobal Champion for Disaster Risk Reductionbagi Indonesia.Edisi GEMA kali ini menampilkan laporan utama,terkait dengan penyelenggaraan AMCDRRke-5 di Yogyakarta serta Geladi NasionalPenanggulangan Bencana di Provinsi SulawesiTengah. Geladi ini merupakan salah satutindak lanjut dari apa yang dihasilkan dalamAMCDR ke-5. Kesiapsiagaan masih menjadi isudominan pada edisi ini. Di samping itu, majalahini menampilkan fokus berita mengenai lombakreativitas dan tokoh inspiratif masyarakat.Beberapa berita lain dikupas, seperti penanamanmangrove, profil salah satu nominator tokohinspiratif masyarakat dan beberapa koleksi fotokegiatan yang berlangsung di lingkungan BNPB.Mengakhiri pengantar majalah ini, kamimengharapkan artikel-artikel pada edisi kali inidapat memberikan manfaat dan menambahinformasi atau pun pengetahuan di seputarkebencanaan. Akhir kata, dengan visi BNPByaitu “Ketangguhan Bangsa dalam MenghadapiBencana” dapat terwujud di tengah-tengahmasyarakat. Terima kasih!Kepala Pusat Data, Informasi, dan HubunganMasyarakatDr. Sutopo Purwo NugrohoPELINDUNG Kepala BNPB PENASIHAT Sekretaris Utama PENANGGUNG JAWAB Kepala Pusat Data,Informasi, dan Humas REDAKTUR Hartje R. Winerungan, Neulis Zuliasri, Agus Wibowo, Harun Sunarso,I Gusti Ayu Arlita NK EDITOR Ario Akbar Lomban, Theophilus Yanuarto, Rusnadi Suyatman Putra,Giri Trigondo, Suprapto, Slamet Riyadi, Ratih Nurmasari, Andika Tutun Widiatmoko FOTOGRAFERAndri Cipto Utomo DESAIN GRAFIS Ignatius Toto Satrio SEKRETARIAT Sulistyowati, Audrey UlinaMagdalena, Ulfah Sari Febriani, Murliana ALAMAT REDAKSI Badan Nasional PenanggulanganBencana, Pusat Data, Informasi dan Humas, Jl. Ir. H. Juanda No. 36 Jakarta Pusat Telp : 021-3458400Fax : 021-3458500 email : majalahgema@bnpb.go.id2 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 3


sistem keuangan publik dan pilihan kebijakandari pengeluaran pada respon pasca bencanauntuk berinvestasi dalam kesiapsiagaanbencana dan pengurangan risiko. Misalnya, adakebutuhan untuk membangun pemahamanyang lebih baik tentang kebutuhan untukkeragaman penanganan risiko, termasukkemungkinan penyatuan risiko kecil danberagam.Pertimbangkan berbagai pilihan keuanganuntuk menangani risiko. Beberapa mekanismeperlindungan keuangan dapat dianggappenting, seperti mengasuransikan infrastrukturpublik kunci, mengembangkan likuiditas daruratdi tingkat kota, dan menyediakan programprogramperlindungan sosial diarahkan padarumah tangga dan usaha kecil menggunakanasuransi mikro. Untuk melakukan hal ini, adakebutuhan untuk mengembangkan kerangkaperaturan dan kelembagaan yang diperlukanyang dapat menggabungkan tatanan tradisionaldengan produk keuangan modern dan inovatif,termasuk misalnya, koperasi, bank komunitas,serta kerjasama keuangan antar sub-daerah.Sub-tema “Penguatan Tata Kelola Risiko danKemitraan di Tingkat Lokal”. Meningkatnyarisiko bencana akan mengancam ketahananmasyarakat. Pada satu sisi, laju pertambahanpopulasi, peningkatan beban lingkungan,serta risiko bencana, kejadian bencana baikberskala kecil atau besar tetap saja dapatmengancam ketahanan masyarakat. Karena itu,ada kebutuhan untuk membangun kapasitastingkat lokal termasuk pengetahuan, sumberdaya, kemitraan dan pemantauan yang lebihbaik serta umpan balik.Mempertahankan inisiatif penguranganrisiko di tingkat lokal sangat menantang. Adabeberapa tantangan dalam mereplikasi danmempertahankan inisiatif PRB di tingkat lokal.Hal tersebut sangat terkait dengan prioritaspemerintah daerah setempat dan terbatasnyainformasi mengenai masyarakat yang beriskobencana.Partisipasi masyarakat dalam pengambilankeputusan PRB membuktikan terbangunnyaketangguhan masyarakat. Partisipasi masyarakatdalam pengambilan keputusan, perencanaandan pelaksanaan inisiatif PRB menciptakan rasakepemilikan terhadap kebijakan yang lebihbaik dan mampu terintegrasi dalam kehidupanmasyarakat.RekomendasiAMCDRR ke-5 memberikan kesempatan baginegara-negara di kawasan Asia Pasifik untukberbagi praktek sukses, pembelajaran, dantantangan yang dihadapi dalam PRB. Event inijuga merupakan tempat untuk membangunkemitraan yang kuat untuk mendorong upayakolaborasi dan upaya-upaya bersama. Temakonferensi dipilih karena pertimbangan bahwamasyarakat lokal dan pemerintah berada digaris depan untuk membangun penguranganrisiko yang efektif, pencegahan, kesiapsiagaan,respon dan pemulihan.Menyikapi temuan-temuan di atas, berikutrekomendasi yang diajukan pada para pesertaAMCDRR ke-5:1. Memperkuat peraturan dan kebijakan untukmengurangi kerentanan di sektor ekonomidan ancaman bencana.2. Menegakkan hukum dan peraturan yangada untuk meningkatkan implementasi PRBdan CCA di tingkat lokal.3. Mengintegrasikan PRB skala kecil dan inisiatifCCA ke dalam proses pembangunan daerah,dan mendukung pemerintah daerah untukmemastikan ini merupakan bagian darirencana pembangunan daerah.4. Menghubungkan perencanaan nasionaldengan agenda lokal, dan memastikanproses penganggaran daerah yangmendukung PRB dan CCA.5. Mempromosikan pengambilan kebijakanyang berorientasi pada kepekaan terhadaprisiko dan pengambilan keputusan yangbersifat partisipasi, serta perencanaanpembangunan daerah.6. Membangun kapasitas aparat pemerintahdaerah serta organisasi masyarakat lokalpada PRB dan CCA.7. Mendokumentasikan dan berbagi pelajaranterhadap praktik sukses yang berasal dariPRB di tingkat lokal serta kegiatan-kegiatanCCA.8. Meningkatkan keterlibatan antara pemangkukepentingan kunci untuk meningkatkanpraktek penilaian risiko dan pembiayaan kedalam pengambilan kebijakan lokal maupunnasional.9. Memberikan insentif kepada unit pemerintahdaerah untuk berinvestasi dalampencegahan bencana dan membangunsistem penanggulangan bencanaberkesinambungan.10. Mendukung pengembangan asuransi mikrodan membangun kesepahaman mengenairisiko antara pemerintah lokal danmasyarakat.11. Mendokumentasikan metodologi praktisyang ada dan praktek dalam penilaian danpembiayaan risiko.12. Mempromosikan replikasi suksespembiayaan terhadap bencana dalamwilayah negara kecil.13. Mempromosikan tata pemerintahan lokalyang kuat dan kemitraan pada PRB dan CCA.14. Promosikan kemitraan multi-stakeholder ditingkat lokal untuk membangun kapasitaslokal dan akuntabilitas.15. Meningkatkan partisipasi kelompok dariberbagai latar belakang serta kelompokrentan dalam perencanaan PRB,kesiapsiagaan, dan penyusunan kebijakan.16. Memberdayakan pemerintah daerah untukaktif dalam setiap kegiatan penguranganrisiko sebagai bagian dari prosespembangunan daerah.17. Mengembangkan dan mendukungmekanisme pemantauan yang efektif atastindakan PRB dan CCA di tingkat lokal.Proses Penentuan Tema AMCDRR ke-5Hasil kajian kemudian diselesaikan dalampertemuan Executive Committee (ExCom)dan Development Support Group (DSG) yangdiselenggarakan pada 30 – 31 Januari 2012 diJakarta. Tidak berhenti pada pertemuan itu,selanjutnya pembahasan tema juga dilakukansecara ekstensif pada tingkat regional dannasional dan kemudian diintegrasikan denganbeberapa contoh studi kasus dan praktek suksesdari negara-negara peserta.Pembahasan kajian selanjutnya ditinjau ulangdalam forum ISDR Asia Partnership (IAP) forumIAP ini diselenggarakan dua kali, yaitu pada 9 –11 April 2012 di Bali dan 7 – 9 Agustus 2012 diYogyakarta.Dan pada akhirnya, masukan-masukan darinegara-negara peserta, para ahli, anggotaIAP dan semua stakholders AMCDRR ke -5 inidigabungkan pada suatu pertemuan yangselenggarakan atas dukungan UNISDR, IFRC,dan Bank Dunia pada 18 September 2012 diJakarta. Pertemuan yang dikoordinasikan dibawah kepemimpinan BNPB ini kemudianmenghasilkan tema utama dan sub-tema yangdisetujui sebagai AMCDRR ke-5.12 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 13


Fokus BeritaBNPB Raih PenghargaanAsian Film FestivalAMCDRRpertama kali diselenggarakan padaAsian Ministerial Conference onDisaster Risk Reduction (AMCDRR)ke-5 adalah Asian Film Festival atauAfifes. Festival film ini bertujuan bertujuanuntuk membangun kesadaran akan pentingnyaketangguhan dalam menghadapi bencanapada tingkat paling bawah, yaitu masyarakat, ditengah tantangan akan risiko maupun terjadinyabencana dan perubahan iklim.Sementara itu, pemutaran festival film yangberlangsung di JEC Yogyakarata (23 – 25 Oktober2012) mengangkat tema “Penguatan KapasitasLokal dalam Pengurangan Risiko Bencana”.Film merupakan media yang sangat kuatuntuk menciptakan komunikasi, mengangkatrealitas, maupun menginspirasi masyarakatserta membangun kesadaran. Di sampingitu, film dapat dimanfaatkan sebagai salahsatu instrumen terhadap perubahan sosial.Hal tersebut yang melatarbelakangi panitiaAMCDRR ke-5 untuk menjadikan film festival inisebagai bagian dari side event AMCDRR tahunini.Beberapa penilaian yang diharapkan panitiaantara lain bagaimana pembuat film mampuuntuk melihat beberapa pendekatan dan strategidari para aktor pengurangan risiko bencana(PRB) dengan berbagai langkah. Pembuat filmdapat juga menampilkan bagaimana inisiatifinisiatiflokal dalam membangun ketangguhandi tengah ancaman dan risiko bencana.Kategori film festival yang dilombakanmencakup 3 tema antara lain (1) penguranganrisiko bencana, (2) investigasi, dan (3) humanstory. Melalui proses seleksi oleh juri filmprofesional, 11 film nominasi terpilih untuk 3kategori tersebut. Sementara itu, panitia filmfestival, BNPB dan UNISDR, telah menerima 47hasil karya dari berbagai negara seperti Malaysia,Bangladesh, Vietnam, Srilanka, Republik Korea,Cina, dan Indonesia.Selama konferensi berlangsung, masyarakatdapat menikmati pemutaran 15 film di ruangFilm Festival, JEC Yogyakarta. Tidak hanyapemutaran film, panitia juga menyelenggarakandiskusi setelah sesi pemutaran. Antusiasmasyarakat sangat baik dilihat dari banyaknyapengunjung pada setiap sesi pemutaran film.Melalui pemutaran film ini, masyarakat dapatbelajar dari perspektif sosial budaya yangberbeda dari negara-negara lain.“Para juri sangat senang terhadap keaslian dankeberagaman dari film-film yang mengikutifestival. Pengurangan risiko bencana merupakansesuatu yang sangat kompleks tetapi ini tidakmenyurutkan para pembuat film untuk berkarya.Film dapat bermanfaat untuk mendidikmasyarakat dan memberikan pemahamanbaru terhadap bagaimana masyarakat dapatmembangun ketangguhan’, ujar Brigitte Leoni,perwakilan UNISDR untuk Asia.14 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 15


Pengumuman pemenang festival film inidilakukan pada hari terakhir penyelenggaraanAMCDRR (25/11) di hall utama JEC, Yogyakarta.BNPB Raih Penghargaan Kategori PRBPeserta festival film berasal dari latar belakangindividu, kelompok, maupun lembaga yangberbeda-beda. Pada kesempatan ini, beberapafilm produksi BNPB sebagai salah satuperwakilan dari Indonesia diikutkan pada setiapkategori.Mengungguli beberapa nominator, film berjudul“Takbir Gempa” memperoleh penghargaan filmterbaik kategori pengurangan risiko bencana.Film ini menceritakan tentang bencana gempadan tsunami yang menerjang kawasan Acehdan Nias pada 2004. Penghargaan kategoriini diberikan oleh Sekretaris Jenderal PBBuntuk Pengurangan Risiko Bencana, MargaretaWohlstrom, kepada perwakilan BNPB pada acarapenutupan AMCDRR.Sementara itu, film yang berjudul “Kazol onthe Flood” sebagai perwakilan dari Bangladeshmemenangi kategori human story. Kazoladalah seorang perempuan Bangladesh yangmenderita kelumpuhan kaki karena kecelakaandan hidup dengan risiko bencana di sekitarnya.Film yang dilakoni Kazol menggambarkanbagaimana orang cacat sebagai kelompokrentan perlu mendapatkan perhatian khususketika mereka menghadapi bencana.Kategori investigasi dimenangkan perwakilandari Korea, dengan judul “Memories of SummerDay 2012”. Film yang berkisah tentang bencanaangin topan di kawasan Korea ini menegaskanpada langkah-langkah pemerintah setempatdalam menghadapi risiko bencana yang sulitdiprediksi kedatangannya.Berikut adalah 11 nominator untuk ketigakategori festival film AMCDRR ke-5:4 film untuk kategori Pengurangan RisikoBencana:1. Takbir Gempa (The Voices of Earthquake),Indonesia.2. A Time for Action, Malaysia.3. Toward Resilience – Story of Climate ChangeFrontier, Bangladesh.3. Special Task Call, China.3 film untuk kategori Human story:1. Kazol on the Flood, Bangladesh.2. Cerita Sahabat (Tale of Friends), Indonesia.3. Do you Hear Me, Sri Lanka.4 film untuk kategori investigasi:1. Krakatau Sang Legenda (The Legend ofKrakatau), Indonesia.2. Memories of a Summer Day 2012, Republik Korea.3. A Home of One’s Own, India.4. Durjorge Durjory: The invincible Bangladesh, A history of disaster management, Bangladesh.16 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 17


Fokus BeritaBadan Nasional PenanggulanganBencana (BNPB) melaksanakanLatihan Geladi PenanggulanganBencana Gempa Bumi dan Tsunamiyang diselenggarakan pada tanggal 3-5September 2012 di Kabupaten Pulau Morotai,Provinsi Maluku Utara. Dipilihnya KabupatenPulau Morotai sebagai tempat pelatihan kali inikarena daerah ini termasuk kawasan yang rawanterhadap bencana alam seperti gempabumi dantsunami.Berdasarkan data sejarah sekitar periode tahun1821-2009 terjadi beberapa gempabumi yangsignifikan di Provinsi Maluku Utara. Pada tahun1989, gempa mengakibatkan 233 rumahdan bangunan rusak, dan kurang lebih 5.500penduduk kehilangan tempat tinggal. Padatanggal 29 November 2006 gempa berkekuatan6,6 SR mengguncang Kecamatan Loloda Utara(Kabupaten Halmahera utara) dan KecamatanMorotai (Kabupaten Morotai) merusakkanbeberapa bangunan seperti rumah, sekolah,puskesmas, dan rumah ibadah. Sementara itu,29 Januari 2009 gempabumi dengan kekuatan5,4 SR juga terjadi di wilayah ini namun tidakmengakibatkan korban jiwa dan kerusakaninfrastruktur.Geladi ini mengangkat tema “Dengan GeladiPenanggulangan Bencana, Kita TingkatkanKesiapsiagaan Menghadapi AncamanBencana di Kabupaten Morotai”. Skenario yangmelatarbelakangi geladi ini adalah kejadiangempabumi sekitar 8 SR dengan episentrumdi Lempeng Pasifik dan berkedalaman 30 Km.Pergerakan Lempeng Pasifik dan LempengFilipina yang memicu tsunami di sekitar PulauMorotai.Kegiatan yang diikuti 650 orang pelakumelibatkan berbagai unsur terkait, sepertiunsur pemerintah pusat, pemerintah daerah,khususnya Pemerintah Kabupaten Morotai,TNI dan POLRI, masyarakat, dan dunia usahaserta elemen pendukung lainnya. Kegiatan inidirangkaikan dengan bakti sosial dalam bentukpelayanan kesehatan dan perbaikan lingkunganuntuk mengurangi kerentanan bencana.Kegiatan ini menampilkan gelar kemampuanpelaku dalam hal manajemen penanggulanganbencana, seperti kemampuan penyelamatandan evakuasi korban, kemampuan layanankesehatan darurat, pembuatan shelter danlogistik kedaruratan, tata cara perbaikan daruratdan evakuasi mandiri di masyarakat. Sementaraitu, tujuan geladi pertama, untuk melatih danmeningkatkan pemahaman, pengalaman,dan kemampuan kepada perorangan atauinstansi dalam penanggulangan bencana.Kedua, melatih dan meningkatkan komandoGELADI PENANGGULANGAN BENCANA:BANGUN KESIAPSIAGAANMASYARAKAT MOROTAIpengendalian dalam menyelenggarakan suatupenanggulangan bencana terpadu untukmenghadapi situasi kedaruratan di KabupatenMorotai.Beberapa materi yang dikembangkan bagi parapelaku antara lain manajemen penanggulanganbencana, SAR, evakuasi korban, layanankesehatan darurat, shelter dan logistik, perbaikandarurat, dan evakuasi mandiri. Keseluruhangeladi mencakup beberapa kegiatan, sepertiseminar, lokakarya, permainan, drill, demo, sertagelar kesiapsiagan.Acara ini secara resmi dibuka oleh Kepala BPBDKabupaten Morotai, dan dihadiri oleh WakilBupati Kabupaten Morotai, serta pejabat EselonII BNPB di Kedeputian Bidang Pencegahan danKesiapsiagaan dan Penanganan Darurat. Hadirpula Kepala Pelaksana BPBD Provinsi Maluku18 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 19


Tabel 1. Jumlah desa menurut letak geografis Kabupaten Pulau MorotaiKecamatan Desa Pantai Desa Bukan Pantai JumlahMorotai Selatan 15 5 20Morotai Selatan Barat 16 1 17Morotai Timur 7 1 8Morotai Utara 10 - 10Morotai Jaya 9 - 9Jumlah 57 7 64berada di bibir jalur perdagangan Asia Pasifik iniberbatasan dengan Selat Morotai.Kabupaten kepulauan ini berjumlah 33 pulau,hanya tujuh pulau yang berpenghuni. PulauMorotai tidak memiliki penduduk asli yangmenetap secara turun menurun. Menurutcatatan sejarah, perpindahan pendudukdipengaruhi oleh bencana alam, seperti letusangunungapi.Kabupaten hasil pemekaran dari KabupatenHalmahera Utara ini beribukota di Daruba. Dilihatdari administratif, Morotai memilik 5 kecamatan.Wilayah administrasi desa sebanyak 64 desa,Kecamatan Morotai Selatan memilik jumlahdesa terbanyak. Sementara itu, berdasarkandata tahun 2012 jumlah penduduk Morotaiberjumlah 59.393 jiwa. Penduduk terbanyak diKecamatan Morotai Selatan.Sumber : Halmahera Utara dalam angka tahun 2009Utara, Kepala Pelaksana BPBD KabupatenMorotai, Kepala Pelaksana BPBD Kota Ternate,Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Pulau Tidore,Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten HalmaheraTimur dan Barat serta tamu undangan lainnya.Sosialisasi Pemasangan Rambu Dan 7 TitikEvakuasi Di MurotaiSebagai rangkaian geladi ini, BNPB melakukansosialisasi dan pemasangan rambu evakuasidi Morotai. Langkah ini sebagai langkahkesiapsiagaan terhadap kawasan rawangempabumi dan tsunami di kabupaten ini.Fasilitas rambu-rambu dan jalur evakuasidisampaikan oleh BNPB kepada masyarakatdan pendatang agar mudah dipahami sehinggadapat melindungi diri mereka secara mandiribaik itu di rumah, di tempat kerja maupundi tempat umum.Berdasarkan hasil rencana kontinjensi yangdisusun pada tanggal 6 hingga 10 Agustus 2012lalu, telah ditentukan 7 lokasi titik kumpul akhir,yakni (1) Lapangan MTQ Kecamatan MorotaiSelatan, (2) Gedung Pertemuan KecematanMorotai Selatan, (3) Basis Operasi AURI diKecamatan Morotai Selatan, (4) Gedung SMPMorotai Selatan Barat, (5) Kantor Kecamatandan Masjid Raya di Morotai Utara, (6) KantorKecamatan Morotai Jaya, dan (7) bekasLapangan Udara Perang Dunia II Desa SangowoMorotai Timur.Selain itu, bangunan vertikal yang beradadi lokasi rawan bencana tsunami dapatdigunakan sebagai salah satu tempat titikkumpul. Keberhasilan pengembangan rambudan jalur evakuasi adalah apabila masyarakatdan pendatang dapat memahami tanda-tandatersebut, sehingga memudahkan mereka dalampenyelamatan diri secara mandiri apabila terjadibencana tsunami.Di samping itu, langkah ini adalah sebagaisalah satu upaya mendukung kegiatanPemerintah Indonesia Sail Morotai yang akandilaksanakan pada pertengahan September2012 yang akan dihadiri peserta domestikmaupun mancanegara ke Kabupaten Morotai.Sekilas MorotaiPulau Morotai dengan luas 4.301,53 Km²pernah tercatat dalam sejarah Perang DuniaKe-2 sebagai lapangan terbang bagi Jepanguntuk menguasai Asia Pasifik. Peninggalansejarah ini memberikan nilai ekonomisterhadap masyarakat setempat. Sebagai salahsatu pulau terbesar di Maluku Utara, Morotaijuga memiliki potensi sumber daya alam yangcukup melimpah seperti di sektor pertanian,kehutanan, perikanan, kelautan, pertambangan,dan pariwisata.Pulau dengan panjang garis pantai 311.217Km dikelilingi selat, laut, dan samudera. Disebelah Utara, pulau ini berbatasan denganSamudera Pasifik. Sementara itu, pada sisi Baratdan Timur berbatasan dengan Laut Sulawesidan Halmahera. Pada sisi Selatan, pulau yang20 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 21


Fokus BeritaPanduan bagi RelawanPenanggulangan BencanaPeran relawan yang diandalkandalam penanggulangan bencana(PB) selama ini sudah sangat eksis,terutama dalam masa tanggapdarurat. Selain itu diharapkan para relawandalam upaya penanggulangan bencana dapatlebih berperan dalam fase sebelum bencana,pada saat terjadi bencana hingga pasca bencana.Dalam upaya PB di Indonesia, peran danpengelolaan relawan PB diatur dalam PeraturanKepala Badan Nasional PenanggulanganBencana Nomor 17 Tahun 2011 tentangPedoman Relawan Penanggulangan Bencana(Perka BNPB 17/2011).Bila anda seorang relawan PB, Anda wajib untukmempelajari dan memahami isi Perka BNPB17/2011 tersebut. Sudahkah anda sebagairelawan membaca peraturan ini? Bila belum,mari kita bahas bersama.Perka BNPB 17/2011 diterbitkan oleh KepalaBNPB, Dr. Syamsul Maarif, M.Si., pada tanggal 30Desember 2011. Latar belakang diterbitkannyaperaturan ini adalah tanggung jawab urusanPB menjadi urusan bersama semua pihakbaik oleh Pemerintah Pusat dan daerah,dunia usaha, perguruan tinggi, lembaga nonpemerintah dan masyarakat. Dalam banyakkejadian bencana relawan dari berbagailembaga telah banyak memainkan peranpenting dan karena belum adanya peraturanperundanganyang mengatur standar-standardan kualifikasi relawan, pengembangankapasitas relawan, dan kerjasamaantar relawan dalam keseluruhan aspek PB.Menilik di dalam peraturan ini, Perka BNPB17/2011 tersusun atas 8 bab, yaitu (1)Pendahuluan, (2) Relawan PB, (3) PeranRelawan dalam PB, (4) Pendataan Relawan, (5)Sumber : suara-tamiang.comPembinaan Relawan, (6) Pengerahan Relawan,(7) Pemantauan dan Evaluasi, dan (8) Penutup.Perka BNPB 17/2011 ini merupakan acuan danpanduan bagi relawan dan lembaga pembinarelawan yang melibatkan diri pada kegiatankegiatanPB. Sedangkan tujuannya adalahuntuk (1) Meningkatkan keterlibatan dan peranserta relawan dalam kegiatan penanggulanganbencana, (2) Meningkatkan kapasitas relawanagar dapat bekerja dengan terkoordinasi, efektifdan efisien, dan (3) Meningkatkan kinerja sertadaya dan hasil guna kegiatan relawan.Sementara itu ruang lingkup Perka BNPB 17/2011adalah sebagai panduan bagi para relawan,lembaga pembina dan lembaga penggunauntuk ikut ambil bagian dalam kegiatanpenanggulangan bencana dan penguranganrisiko bencana. Relawan yang berasal dari luarnegeri diatur melalui ketentuan perundanganyang lain.Dalam peraturan ini yang disebut RelawanPenanggulangan Bencana, yang selanjutnyadisebut relawan, adalah seorang atausekelompok orang yang memiliki kemampuandan kepedulian untuk bekerja secara sukareladan ikhlas dalam upaya penanggulanganbencana.Untuk menjadi seorang relawan PB harusmemenuhi persyaratan berikut ini, yaitu (1)Warga Negara Indonesia berusia 18 tahun keatas, (2) Sehat jasmani dan rohani, (3) Memilikijiwa kerelawanan, semangat pengabdian dandedikasi tinggi, (4) Mampu berkerja secaramandiri dan dapat bekerjasama denganpihak lain, (5) Memiliki pengetahuan, keahliandan keterampilan yang bermanfaat dalampenanggulangan bencana, (6) Tidak sedangterlibat dalam perkara hukum pidana atautindak subversi, (7) Telah diakui dan dikukuhkansebagai relawan penanggulangan bencana olehorganisasi induk relawan, dan (8) Persyaratanlain ditentukan oleh masing-masing organisasi.Asas relawan adalah bekerja berdasarkanPancasila dan Undang-Undang Dasar 1945.Prinsip kerja relawan antara lain (1) Cepat dantepat, (2) Prioritas, (3) Koordinasi, (4) Berdayaguna dan berhasil guna, (5) Transparansi, (6)Akuntabilitas, (7) Kemitraan, (8) Pemberdayaan,(9) Non-diskriminasi, (10) Tidak menyebarkanagama, (11) Kesetaraan gender, (12)Menghormati kearifan lokal.Relawan juga wajib mengamalkan lima prinsipyang disebut Panca Darma Relawan PB, yaitu(1) Mandiri, (2) Profesional, (3) Solidaritas, (4)Sinergi, dan (5) Akuntabel.Para relawan mempunyai kewajiban-kewajibanyang harus dilaksanakan, antara lain (1)Mentaati peraturan dan prosedur kebencanaanyang berlaku, (2) Menjunjung tinggi asas, prinsipdan panca darma relawan penanggulanganbencana, dan (3) Meningkatkan pengetahuan,keterampilan dan kemampuannya dalampenanggulangan bencana.Di samping kewajiban, relawan mempunyaihak yang mesti dipenuhi oleh para pemangkukepentingan yang bekerja bersama relawan.Hak relawan antara lain (1) Memperolehpengakuan dan tanda pengenal relawanpenanggulangan bencana, (2) Mendapatkanpeningkatan kapasitas yang berhubungandengan penanggulangan bencana, dan (3)Mendapatkan perlindungan hukum dalampelaksanaan tugas penanggulangan bencana.Relawan PB perlu memiliki kecakapankecakapanatau keterampilan khusus yangdibutuhkan dalam penanggulangan bencana.Ada 26 kecakapan pada relawan ini yang dapatdikelompokkan berdasarkan tingkat pelatihan,pemahaman, pengalaman, dan jam terbangantara lain (1) Perencanaan, (2) Pendidikan, (3)Sistem Informasi Geografis dan Pemetaan, (4)Pelatihan, Geladi dan Simulasi Bencana, (5) KajiCepat Bencana, (6) Pencarian dan Penyelamatan(SAR) dan Evakuasi, (7) Transportasi, (8)Logistik, (9) Keamanan Pangan dan Nutrisi,(10) Dapur Umum, (11) Pengelolaan LokasiPengungsian dan Huntara, (12) PengelolaanPosko PB, (13) Kesehatan/Medis, (14) Air Bersih,Sanitasi dan Kesehatan Lingkungan, (15)Keamanan dan Perlindungan, (16) Gender danKelompok Rentan, (17) Psikososial/Konseling/Penyembuhan Trauma, (18) Pertukangan danPerekayasaan, (19) Pertanian, Peternakandan Penghidupan, (20) Administrasi, (21)Pengelolaan Keuangan, (22) Bahasa Asing,22 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 23


12108642034Kabupaten/kota yang lebih dari dua kali terlandaangin puting beliung adalah Nabire dan Rokanhulu, sedangkan kabupaten yang dua kaliterkena banjir adalah Kerinci. Bencana anginputing beliung yang menyebabkan kerusakancukup besar salah satunya adalah terjadi padatanggal 13 Oktober 2012 pukul 16.30 WIT diProvinsi Papua, lebih tepatnya kejadian inimenimpa Distrik Dipa, Desa Yainao, KabupatenNabire. Bencana ini telah menyebabkan 1.123orang menderita karena tempat tinggal merekarusak oleh terpaan angin puting beliung.Banyaknya rumah yang rusak akibat bencanaini adalah 70 unit rusak berat, 24 unit rusaksedang dan 12 unit rusak ringan. Di sampingitu kerusakan juga terjadi pada 1 unit tempatibadah serta menyebabkan akses komunikasiterputus total pada waktu kejadian.Pada provinsi yang sama juga dan di bulanyang sama pada tanggal 21 Oktober 2012terjadi bencana banjir (banjir bandang). Banjirini melanda Desa Bener Tali Kecamatan PaniaiTimur Kabupaten Paniai. Ratusan warga terpaksamengungsi karena tidak dapat menempatirumah mereka karena tersapu banjir. 200unit rumah rusak termasuk di dalamnyabeberapa fasilitas umum seperti kantor Pemda,puskesmas, dan jaringan air bersih serta adabeberapa ternak warga yang ikut terseret.10215Banjir Banjir dan Kebakaran Kebakaran Gempabumi Angin Konflik/Tanah Longsor Angin puting beliung KerusuhansosialJumlah KejadianMeninggal dan HilangGambar 1. Grafik hubungan antara jumlah kejadian bencanadengan korban meninggal dan hilang110 00 01Kantor BPBD Kabupaten Paniai yang seharusnyamenjadi tempat untuk melakukan koordinasipenanggulangan bencana, ternyata ikutterendam juga oleh aliran banjir ini, sehinggaperalatan dan logistik yang ada juga ikutterendam. Banjir disebabkan oleh hujan danair pegunungan turun ke Sungai Enaru Tali,menyebabkan meluapnya air sungai karenatidak dapat menampung jumlah air yang ada.Luapan air yang begitu besar dengan membawamaterial yang ada disekitarnya turun langsungke daerah yang berada di bawahnya.Enam orang meninggal dan hilang akibatbencana selama bulan Oktober 2012,penyebabnya adalah bencana tanah longsor3 orang, banjir 2 orang dan 1 orang akibatkonflik/kerusuhan sosial. Lebih dari 6 ribu jiwamenderita dan mengungsi akibat bencana dibulan ini. Kebanyakan korban menderita danmengungsi disebabkan oleh bencana banjiryang menyumbang lebih dari 5 ribu jiwa.Selain korban, bencana selama bulan ini jugamenyebabkan kerusakan di sektor perumahandan fasilitas pendukung lainnya. Tercatat lebihdari seribu rumah mengalami kerusakan,dengan rincian 739 unit rusak berat, 26 unit rusaksedang dan 338 unit rusak ringan, serta 8 unitfasilitas pendidikan, 6 unit fasilitas peribadatan.123210“Lebih dari50% Bencanadi bulan OktoberadalahAngin PutingBeliungdan BanjirBencana menjadi ancaman yang serius bagikehidupan masyarakat Indonesia, melalui upayapengurangan risiko bencana dan pembelajarankearifan lokal diharapkan akan menciptakanmasyarakat yang sadar dan peduli terhadapbencana. Sosialisasi kepada masyarakatyang tinggal di daerah rawan bencana akanmeningkatkan kehandalan masyarakat dalammenghadapi bencana.Sumber : BNPBTabel 1. Jumlah kejadian bencana Indonesia dan dampaknya bulan Oktober 2012KERUSAKANKORBANJUMLAHRUMAHJENIS BENCANA KEJADIAN FASILITAS FASILITAS FASILITASMENINGGAL MENDERITA & RUSAK RUSAK RUSAK PENDIDIKAN PERIBADATAN KESEHATAN& HILANG MENGUNGSI BERAT SEDANG RINGANTanah Longsor 4 3 - 8 - - - - -Banjir 10 2 5.115 322 - 100 2 2 -Banjir dan Tanah Longsor 1 - - 1 1 2 - - -Kebakaran 5 - 50 28 - 5 - - -Gempabumi 1 - - - - - 5 1 -Angin puting beliung 11 - 1.669 276 25 231 1 3 -Konflik/Kerusuhan Sosial 2 1 - 104 - - - - -TOTAL 34 6 6.834 739 26 338 8 6 -26 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 27


Fokus Beritaadan Nasional PenanggulanganBBencana (BNPB) menyelenggarakanacara Anugerah PenghargaanBidang Kebencanaan 2012 di HotelMillenium Jakarta (14/11). Acara ini sebagaipuncak kegiatan lomba kreativitas dan tokohinspiratif masyarakat yang bergerak di bidangkebencanaan. Di samping kategori lomba dantokoh inspiratif, BNPB juga menganugerahkanpenghargaan khusus kepada media dan indvidu.Masyarakat Indonesia mulai menyadari bahwamereka hidup di wilayah yang rawan bencanaketika gempa dan tsunami dahsyat menerjangAceh pada 2004. Di sisi lain, harus diakui peranmedia dalam memberitakan kejadian bencanabeberapa tahun terakhir ini. Tidak hanya mediacetak, tetapi juga eletronik dan online memuatberita-berita kejadian bencana di tanah air.Namun demikian, pemerintah tidak hanyamengharapkan masyarakat menjadi tahu akankejadian bencana di suatu wilayah, tetapi sadarbahwa mereka tinggal di wilayah rawan bencana.BNPB sebagai focal point penanggulanganbencana di Indonesia mengajak semua pihak,seperti lembaga usaha, perguruan tinggi,masyarakat, dan dengan berbagai cara untukmembangun ketangguhan menghadapibencana.Penyelenggaraan kegiatan lomba dan tokohinsipiratif masyarakat ini juga sebagai bagiandari bentuk upaya BNPB dalam mengaktifkansemua pihak untuk dalam kebencanaan.Sementara itu, lomba ini terbuka bagi umumdan menjadi agenda tahunan BNPB.Anugerah PenghargaanBIDANGKEBENCANAAN 2012Kategori dan Pemenang LombaKategori lomba yang ditentukan antaralain karya tulis jurnalistik, fotografi, dan filmdokumenter. Total peserta berjumlah 755 orang,karya tulis jurnalistik 187 peserta, fotografi 519peserta, film dokumenter 62 peserta, dan tokohinspiratif 87 peserta.Penghargaan Karya Tulis yang diberi nama “CitraAdiluhung” diberikan kepada Afriadi Hikmalsebagai Pemenang I, Agus Susanto PemenangII dan Eko Purwanto Pemenang III. PenghargaanFilm Dokumenter dengan nama “Citra LekaBirawa” diberikan kepada Hendrik Sumarfisebagai Pemenang I, Aqida Swamurti sebagaiPemenang II, dan Elverina Hidayati sebagaiPemenang III.Sementara itu untuk Katerogi Karya Tulis, “CitraCarita Parama” diberikan kepada Zaky Yamanisebagai Pemenang I, Ahmad Arif sebagaiPemenang II, dan Mohammad Hilmi Faiq sebagaiPemenang III.Pada tahun ini BNPB memberikan kesempatanbagi masyarakat yang telah memberikankontribusi dalam kebencanaan. Penghargaandengan kategori “Reka Utama Anindha” inidiberikan kepada Sukiman Mochtar Pratomo, IKetut Sugata, Bejo, dan Eliza Kissya.BNPB juga memberikan penghargaan khusus“Citra Dharma Bhakti” untuk media massayang memiliki program kebencanaan terbaik.Selama tahun 2012 tim ahli dan independentelah melakukan penilaian terhadap programtayangan TV yang terkait dengan kebencanaan.Tim telah menilai media yang layak menerinapenghargaan terbaik adalah:1. Metro TV (program Eagle Award - IndonesiaTangguh).2. Kompas TV (program dokumenter EkspedisiCincin Api).3. Koran Kompas (program khusus EkspedisiCincin Api).4. Radio Elshinta (stasiun radio pemberitaanbencana yang cepat dan informatif)Pada kesempatan yang sama BNPBmenganugerahi penghargaan khusus kepadaKepala Balai Penelitian dan PengembanganTeknologi Kegunungapian (BPTTK) Yogyakarta,28 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 29


Drs. Subandriyo, M.Si. Beliau yang menerimapenghargaan “Adarma Widya Argya” dinilaitelah memberikan pengabdian yang luar biasauntuk kemanusiaan terkait dengan penangananbencana Gunung Merapi.“Melalui lomba kreativitas dan penghargaan ini,partisipasi semua pihak, khususnya para peserta,menunjukkan bahwa mereka memiliki perhatianterhadap kebencanaan, ujar Kepala BNPB, Dr.Syamsul Maarif dalam sambutan pembukaan.Sementara itu, Kepala Pusat Data, Informasi, danHumas, Dr. Sutopo Purwo Nugroho mengatakanbahwa tujuan pelaksanaan ini untuk menggugahminat menulis, fotografi, film dokumentermengenai kebencanaan, khususnya terhadappara wartawan media dan masyarakat umum.Lomba yang dimulai sejak awal tahun hingga10 Oktober 2012 ini memacu masyarakatumum untuk meningkatkan kemampuanpengetahuan, keterampilan dan pengalamandi bidang kebencanaan. “Penganugerahan inimerangsang masyarakat sesuai keahlian dandedikasinya terhadap lingkungan maupunkebencanaan”, jelas Sutopo Purwo Nugroho.Karya-karya pemenang, khususnya foto dan filmdokumenter, dipamerkan di pelataran MuseumFatahillah pada 17-18 November 2012. Sekitar 30hasil foto dan 20 film dokumenter dipamerkan.Diharapkan dengan acara tersebut terjalinhubungan kemitraan dan sinerji antarapemerintah, pemda, masyarakat dan dunia usaha,khususnya media massa, sehingga memiliki visiyang sama dalam membangun masyarakatdan bangsa yang tangguh menghadapibencana. Selain itu juga menggugah minatmenulis, fotografi, film dokumenter mengenaikebencanaan. Dan tokoh inspiratif bisa menjaditeladan bagi masyarakat lain.Daftar Nama Pemenang Lomba Kreativitas danTokoh Inspiratif Masyarakat, serta PenghargaanKhusus "Anugerah Penghargaan BidangKebencanaan Tahun 2012" :Penghargaan Lomba Kreativitas :Kategori Fotografi – Citra Adiluhung1. Afriadi Hikmal (dengan judul Berangkat)2. Agus Susanto (dengan judul MenyeberangSungai Yetni)3. Eko Purwanto (dengan judul SelamatkanDiri)Kategori Film Dokumenter – Citra LekaBirawa1. Hendrik Sumarfi (dengan judul Suara Kecildari Kaki Merapi)2. Aqida Swamurti (dengan judul WarisanSmong untuk Dunia)3. Elverina Hidayati (dengan judul HidupNyaman Bersama Merapi)Kategori Karya Tulis Jurnalistik - Citra CaritaParama1. Zaky Yamani (dengan judul Petaka Mengintaidi Utara Bandung)2. Ahmad Arif (dengan judul Hidup BertautMaut di Jalur Gempa)3. Mohammad Hilmi Faiq (dengan judul WargaSimeulue Berdamai dengan Tsunami)Penghargaan Tokoh Inspiratif - Reka UtamaAnindha1. Sukiman Mochtar Pratomo (Solo)2. I Ketut Sugata (Gianyar)3. Bejo (Kebumen)4. Eliza Kissya (Haruku, Ambon)Penghargaan khusus - Citra Dharma Bhakti1. Metro TV (program Eagle Award - IndonesiaTangguh)2. Kompas TV (program dokumenter EkspedisiCincin Api)3. Koran Kompas (program khusus EkspedisiCincin Api)4. Radio Elshinta (stasiun radio pemberitaanbencana yang cepat dan informatif)Penghargaan Khusus Insan Kemanusiaan -Adarma Widya ArgyaDrs. Subandriyo, M.Si30 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 31


32 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 33


Fokus BeritaMangroveBantu Cegah Abrasidi Desa Karang AntuBadan Nasional PenanggulanganBencana (BNPB) bekerjasamadengan PT Garuda Indonesia sertadukungan pemerintah daerahsetempat melakukan kegiatan penanamanmangrove di lingkungan Sekolah Tinggi IlmuPerikanan di Desa Karangantu, KecamatanKasemen, pada Kamis (1/11). Lokasi penanamanyang berjarak 10 Km dari Kota Serang iniberpotensi mengalami abrasi pantai.Potensi abrasi ini dapat mengakibatkandampak yang merugikan masyarakat setempat.Proses ekstensifikasi ke arah wilayah pantaimenyebabkan mangrove sepanjang tepianpantai dan tambak menghilang. Dampak yangtimbul dapat berupa abrasi dan rob atau banjirair laut ke arah daratan. Di samping itu, tambaksepanjang pinggir pantai akan hilang, salinitastambak meningkat, tegalan dan sawah menjadisalin serta hilangnya sebagian pemukiman. Halyang mungkin terjadi kemudian produktivitaslahan dan pendapatan menurun bahkan hilang.Penanaman mangrove sangat penting sebagaikegiatan mitigasi guna mengurangi ataumencegah rob dan abrasi yang terjadi dilingkungan Pantai Karangantu, KecamatanKasemen.Melalui kegiatan ini, kesadaran masyarakatterhadap lingkungan sekitarnya terbangundengan baik. Selain itu, mangrove yangditanam nantinya dapat menjaga lingkungandari ancaman abrasi dan rob yang seringterjadi di wilayah ini. Masyarakat juga dapatmemanfaatkan mangrove dengan budidayaudang dan ikan sekaligus menjaga kehidupaneksosistem pantai.Direktur Pemberdayaan Masyarakat BNPB,Drs. Muhtaruddin, M.Si. menyambut positifketerlibatan PT Garuda Indonesia dalampenanaman mangrove. Tidak hanya pihakswasta, tetapi juga masyarakat khususnya diDesa Karangantu turut terlibat aktif dalampenanggulangan bencana. “Kami sangatmenghargai peran serta PT Garuda Indonesiadan masyarakat serta pemda setempat dalamkegiatan ini”, ujar Muhtaruddin. Beliau jugamengharapkan masyarakat Desa Karangantudapat terus melestarikan tanaman mangrove.Sebanyak 2.000 bibit mangrove ditanam olehpara relawan dan pelajar Sekolah Tinggi IlmuPerikanan, dengan menggunakan metodepartisipatif, bertanam, dan berlumpur. Merekatampak antusias dengan kegiatan ini karenapelestarian tanaman mangrove ini secara tidaklangsung dapat meningkatkan ketahananekonomi masyarakat di kawasan pesisir PantaiKarangantu.34 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 35


Fokus BeritaINDONESIA Ditinjaudari Segi BencanaData Tahun 2012Manfaat dan Pelestarian MangroveMangrove atau bakau merupakan tanamanyang tumbuh di atas rawa-rawa berair payaudan terletak pada garis pantai. Tanaman inidapat tumbuh di tempat-tempat terjadinyapelumpuran serta akumulasi bahan organik.Selain sebagai penahan gelombang air,mangrove dapat berfungsi sebagai penahangelombang angin serta aliran air laut. Sementaraitu, penanaman sepanjang garis pantai dandaratan, mangrove dapat mencegah pengikisanatau abrasi pantai. Ekosistem di sekitar mangrovesangat khusus karena pelumpuran yangmengakibatkan kurangnya aerasi tanah, salinitastanah tinggi, serta daur penggenangan olehpasang surut air laut. Kondisi ini menyebabkansedikit jenis tanaman yang bertahan hidup.Sebagai gambaran umum, luas hutan mangrovedi Indonesia antara 2,5 – 4,5 juta hektar danmerupakan yang terluas di dunia. Di Indonesia,tanaman mangrove terdapat di seputardangkalan Sunda, pantai timur Sumatera, danpantai barat dan selatan Kalimantan. Di bagiantimur Indonesia, hutan mangrove sebagianbesar terletak di Dangkalan Sahul.Kegiatan penanaman mangrove tidak berhentipada saat penanaman tetapi perlu adanyapelestarian hingga berkembangnya hutanmangrove. Berkembangnya hutan mangroveyang dikenal juga sebagai suksesi hutan atauforest succession dan perlu diketahui bahwadengan proses ini, zonasi hutan mangrovebergeser secarah perlahan-lahan.Masyarakat setempat diharapkan aktif dalampelestarian terhadap bibit mangrove yang telahditanam. Dengan demikian, masalah-masalahseperti rob dan abrasi dapat dihindarkan danmasyarakat dapat mengembangkan potensiekonomi lokal demi kesejahteraan yang lebihbaik.ejadian bencana di IndonesiaKselama tahun 2012 lebih dari85% merupakan bencanahidrometeorologi, dan bencanayang paling sering terjadi adalah angin putingbeliung sebesar 36%. Rata-rata kejadianbencana di Indonesia adalah 60-61 kejadian/bulan atau 2 kejadian/hari. Hal ini menunjukanbahwa masyarakat Indonesia harus selalu siapmenghadapi bencana terutama di daerahdaerahrawan bencana. Kejadian bencana ditahun 2012 mengalami penurunan sebesar56% dibandingkan dengan tahun 2011. Halini karena data 2012 masih merupakan datasementara dan belum diverivikasi dan validasidengan Kementerian terkait. Tahun 2012 dan2011 bencana di Indonesia didominasi oleh 3jenis bencana yang sama yaitu angin putingbeliung, banjir dan tanah longsor. Lebih dari80% jumlah kejadian di tahun 2011 dan 2012didominasi oleh ketiga kejadian ini.36 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 37


Tabel 1. Jumlah kejadian bencana Indonesia dan dampaknya tahun 2012KorbanKerusakan RumahJumlahJenis Kejadian Meninggal Menderita Sarana Sarana SaranaBencana dan dan Rusak Rusak RusakBencanaTerendam Kesehatan Peribadatan PendidikanHilang Mengungsi Berat Sedang RinganAngin Puting Beliung 259 36 27,254 3,885 1,968 12,737 76 16 39 64Banjir 193 95 343,366 1,745 1,392 4,692 83,392 44 62 193Tanah Longsor 138 107 2,160 288 112 373 1 - 8 12Kekeringan 31 - 233,167 - - - - - - -Banjir dan Tanah Longsor 30 30 61,358 893 332 700 26,004 1 1 8Kebakaran Lahan dan Hutan 24 - - 1 - - - - 1 1Gelombang pasang 18 1 7,129 226 82 458 84 - - 2Kecelakaan Transportasi 17 165 13 8 - 1 - - - -Gempabumi 10 6 559 638 675 2,298 - 7 46 40Konflik/Kerusuhan Sosial 7 5 600 204 26 109 - - - -Letusan Gunungapi 1 - 192 - - - - - - -Gempabumi dan Tsunami 1 11 - 3 - 1 - - - 1Total 729 456 675,798 7,891 4,587 21,369 109,557 68 157 321Sumber : BNPBAngin Puting BeliungBanjirTanah LongsorKekeringanBanjir dan Tanah LongsorKebakaran Lahan dan HutanGelombang PasangKecelakaan TransportasiGempabumiKonflik/Kerusuhan SosialLetusan GunungapiGempabumi dan TsunamiGambar 1. Jumlah kejadian bencana dan jumlah korban meninggal dan hilang tahun 2012Lebih dari 450 jiwa meninggal dan hilangakibat bencana selama tahun 2012, korbanini banyak disebabkan oleh kecelakaantransportasi (merupakan kecelakaan di udaradan laut) dan tanah longsor. Namun jumlahkorban ini mengalami penurunan sebesar 51%dibandingkan dengan tahun 2011. Kejadianbencana yang terjadi tidak berbanding secaralinier terhadap korban meninggal dan hilang,artinya apabila jumlah kejadian bencanameningkat belum tentu korban meninggaldan hilang juga meningkat. Hal ini dibuktikandengan data 2012 yang menunjukan bahwaangin puting beliung adalah bencana palingbanyak terjadi namun bukan merupakanpenyumbang korban meninggal dan hilangterbanyak. Bencana yang menimbulkan korbanmeninggal dan hilang cukup banyak adalahkecelakaan transportasi, tanah longsor, banjirdan angin puting beliung.Juni 2012 merupakan bulan dengan kejadiankecelakaan transportasi terbanyak dan diikutipula dengan jatuhnya korban meninggaldan hilang tertinggi yaitu empat kejadianmenyebabkan 92 jiwa meninggal dan hilang.Lain halnya dengan bencana angin putingbeliung, bencana ini mengalami peningkatanintensitas kejadian pada bulan Januaridibandingkan dengan bulan-bulan yang lain,bencana ini biasanya banyak terjadi memasukimusim penghujan. Walaupun angin putingbeliung mengalami penurunan jumlahkejadian sebesar 42% dibandingkan dengantahun 2011, namun apabila dilihat dari jumlahkorban meninggal dan hilang justru mengalamipeningkatan sebesar 24% yaitu 11 jiwa di tahun2011 menjadi 20 jiwa di tahun 2012. Biasanyabencana ini hanya terjadi dalam waktu yangrelatif singkat namun dapat menyebabkankerusakan yang cukup besar, mengingatkekuatan dan kecepatannya bisa menyebabkanpohon tumbang, atap rumah beterbangan dantidak sedikit papan reklame roboh.38 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 39


Angin puting beliungTanah longsorBanjirGambar 3. Jumlah kejadian bencana dan kepadatan penduduk tahun 2012Gambar 2. Jumlah kejadian bencana angin puting beliung, tanah longsordan banjir tahun 2002 - 2012Tren kejadian bencana dilihat dari bulanterjadinya, cenderung mengalami peningkatandi bulan-bulan tertentu saja. Berdasarkan datadua tahun terakhir (2012 dan 2011) menunjukanpola kecenderungan yang hampir sama, yaitukejadian tinggi di bulan Januari, mengalamipenurunan di bulan Februari dan naik lagi padabulan Maret dan April. Berdasarkan data 2012provinsi yang sering terkena bencana adalahJawa Tengah, Jawa Barat dan Jawa Timur.Semenjak tahun 2002 sampai 2010 bencanaangin puting beliung, tanah longsor dan banjircenderung mengalami peningkatan jumlahkejadian. Hal ini mengindikasikan bahwa upayapengurangan resiko bencana masih perlu terusdilakukan agar peningkatan jumlah kejadianini tidak disertai dengan peningkatan korbandan kerusakan yang terjadi. Tampak bahwaangin puting beliung mengalami peningkatanyang signifikan di tahun 2009 dan terusmeningkat sampai tahun 2011. Fenomenaini, sangat dipengaruhi oleh perubahan iklimglobal dan perubahan penggunaan lahan.Sampai saat ini riset dan antisipasi terhadapangin puting beliung masih sangat terbatas.Sistem peringatan dini terhadap angin putingbeliung saat ini juga belum ada. Sehingga upayaperingatan dini masih belum begitu maksimal.Untuk banjir kenaikan signifikan terjadi ditahun 2010 begitu juga dengan bencana tanahlongsor.Seiring dengan laju pertumbuhan penduduk diIndonesia yang semakin pesat yaitu 1,49 persen/tahun, dimana jumlah penduduk mencapai237.641.326 jiwa (http://sp2010.bps.go.id/index.php) menunjukan bahwa tingkat pemenuhanakan lahan untuk perumahan semakinmeningkat. Hal ini memberikan dampak secaratidak langsung daerah-daerah yang rawanbencana dijadikan area perumahan, sehinggamasyarakat menjadi rentan terkena bencana.Seperti terlihat pada grafik di atas bahwakejadian bencana semakin banyak terjadi didaerah yang berpenduduk padat.Upaya penyadaran masyarakat dan hidupharmoni dengan alam serta pengembangankearifan lokal dapat membantu masyarakatdalam mempersiapkan diri menghadapibencana. Pembangunan perumahan, gedungdan bangunan apapun di daerah rawanbencana harus memenuhi standar bangunantahan bencana agar tidak menimbulkan korbandan kerusakan apabila sewaktu-waktu terkenabencana.40 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 41


TeropongPresiden RI :Penguatan Kapasitas Lokal,PRB, dan PerencanaanPembangunanIndonesia sekarang ini, secara nasional, bekerja keras untukmempercepat kapasitas kami“dalam penanggulangan bencana.Banyak daerah-daerah kami di tingkat regional, termasuk Yogyakarta,sedang melakukan upaya-upaya dalam pembangunan kapasitaspengurangan risiko bencana.aragraf di atas sepenggal pidatoPPresiden Republik Indonesia padapembukaan Asian MinisterialConference on Disaster RiskReduction (AMCDRR) ke-5 di Yogyakarta. Katakatatersebut merupakan bentuk komitmenPemerintah Indonesia dalam pengarusutamaanpengurangan risiko bencana (PRB) yang harusterintegrasi dalam setiap langkah pembangunandi tingkat lokal dan nasional.Keseriusan Presiden SBY dalam penguranganrisiko mendapat apresiasi dari dunia Internasionalhingga beliau dianugerahi Global Championfor Disaster Risk Reduction pada Novemberlalu. Langkah-langkah dan implementasi PRBdi Indonesia dapat dimanfaatkan sebagailessons learned bagi negara-negara lain dalammenyikapi isu kebencanaan.Pada sambutan yang diapresiasi oleh paradelegasi asing, Presiden RI menyampaikanbeberapa pemikiran yang dapat diadopsi ataupun dikomunikasikan khususnya penguatankapasitas lokal dalam PRB. Isu kebencanaandan Climate Change Adaptation (CCA) adalahisu global dan sudah sepatutnya duniainternasional mendukung negara-negara yangterkena dampak bencana berskala besar. “Sayamengetahui tidak ada negara yang dapatmelaksanakan upaya-upaya PRB secara sendiri.Maka dari itu, Indonesia mempromosikanhubungan bilateral, kemitraan regional daninternasional dalam membangun kapasitasPRB”, papar Presiden SBY.Presiden SBY menyampaikan 6 pemikiranterhadap upaya-upaya untuk memperkuatkapasitas lokal dalam PRB. Pertama, ketangguhanlokal dapat dicapai melalui pengembangan desatangguh. Melihat konteks di Indonesia, bencanajustru sering terjadi di kawasan ini. Merekaberada di garis depan dalam menghadapirisiko, ancaman, maupun kejadian bencana.Oleh karena itu perlu dikembangkan programprogramberbasis PRB sesuai karakteristik desa,seperti Kampung Siaga, Desa Pesisir Tangguhdan sebagainyaKedua. Isu bencana adalah kepentingan semuapihak. Keterlibatan aktif semua stakeholdermenjadi kunci bersama dalam menyusunstrategi PRB di tingkat lokal. “Para pemangkukepentingan termasuk kelompok masyarat42 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 43


program-program PRB dan CCA di tingkatdaerah, mekanisme pendanaan dapat dilakukandi tingkat nasional. Menurut pandangan saya,program daerah yang pendanaannya cukup,adalah penting untuk sasaran yang palingrentan.Bencana sangat berpengaruh terhadap prosespembangunan, bencana yang berskala kecilmaupun massif memberikan beban terhadappemerintah daerah setempat serta memicutingkat kemiskinan. Perencanaan pembangunanyang terintegrasi dengan strategi penguranganrisiko dapat membantu pemerintah setempatuntuk mencegah beban pembangunan yanglebih besar. Presiden SBY menekankan bahwasebagai negara yang rentan terhadap bencanaalam, Indonesia memiliki komitmen untukmemastikan bahwa agenda pembangunanpasca 2015 ikut mempertimbangkan bencanaalam.diberikan kesempatan untuk menyuarakansikap dan berbagi pengalaman terkait denganpengurangan risiko maupun manajemenbencana di negaranya.Pemerintah Indonesia pun memberikanpernyataan mengenai komitmen penguatankapasitas di tingkat lokal dan pentingnyamenjalin kemitraan baik di tingkat lokal, nasional,dan regional. Indonesia juga menyadari bahwapotensi lokal merupakan modal dasar dalammembangun ketangguhan masyarakat.Pernyataan resmi tersebut dipaparkan olehKepala Badan Nasional PenanggulanganBencana, Dr. Syamsul Maarif sebagai focal pointpenanggulangan bencana di Indonesia padaHigh Level Roundtable (HLR) pada 23 Oktober2012. Di bawah ini, rangkuman pernyataanresmi Pemerintah Indonesia dalam AMCDRR ke-5.sipil, para cendikiawan, profesional, anggotaparlemen, pemuka agama, termasuk komunitasbisnis”, jelas Presiden SBY. PRB merupakankewajiban kolektif dari para pemerintahan danmasyarakat, baik di tingkat nasional maupundaerah. Indonesia telah memberi doronganuntuk berpartisipasi dalam penguatan kapasitaslokal.Presiden menambahkan bahwa kemitraansangat memotivasi dalam menyelaraskanimplementasi PRB. Dalam kesempatan ForumEkonomi Dunia di KTT Asia Timur 2011, beliaumeluncurkan Disaster Resource Partnership(DRP) National Network for Indonesia. Dan padatanggal 27 Januari 2012, Pemerintah Indonesia,bekerja sama dengan perusahaan-perusahaankonstruksi dan bangunan, membentuk JaringanKemitraan Penanggulangan Bencana.Ketiga. Kapasitas masyarakat dan keahlianteknis di tingkat daerah harus dikembangkan.Sangatlah penting bahwa komunitas lokal sadarpada potensi bahaya yang diakibatkan olehbencana alam ke daerah-daerahnya. Keberanianuntuk mengapresiasi pentingnya dalammemiliki kesiapan dalam menghadapi bencanaalam adalah penting. Kita perlu memperkuatpengetahuan setempat yang terbukti efektifdimasa-lalu untuk mengantisipasi bencana alamdan memitigasi dampak.Keempat. Pendanaan merupakan hal pentingdalam mencapai kapasitas daerah untuk PRB.Beberapa strategi pada pemikiran ini antara lainmelalui kemitraan sektor umum dengan swastadalam mempromosikan penanaman modal diinfrastruktur lokal sosial dan fisik. Di samping itu,pemerintah lokal dapat membangun anggaranbelanja cadangan sebagai alat keberlanjutancadangan.Kelima. Perpaduan antara kapasitas nasional danlokal. Rencana aksi nasional harus memperkuatrencana aksi lokal. Ini harus membantu aktorlokal mengembangkan program-programdaerah PRB.Terakhir. Pengintegrasian PRB skala-kecil daninisiatif adaptasi perubahan iklim ke dalamproses pengembangan daerah. Penting jugauntuk mengintegrasikan PRB lokal dan inisiatifCCA kedalam perencanaan pengembangannasional. Untuk mendukung implementasiPernyataan Pemerintah Indonesia dalamAMCDRRPada sesi High Level Roundtable (HLR), paradelegasi perwakilan negara-negara pesertaDisebutkan bahwa dalam periode 1980 – 2010,lebih dari 21 juta orang di seluruh nusantarayang terdampak 321 kejadian bencana yangmerenggut nyawa hampir dua ratus ribu jiwa.44 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 45


yang harus menjadi perhatian semuapihak, yang meliputi, Mengintegrasikanupaya pengurangan risiko bencana danadaptasi perubahan iklim dalam programpembangunan nasional. Melakukankajian terhadap risiko finansial ditingkatlokal. Menguatkan tata kelola risiko dankemitraan ditingkat lokal. Membangunketangguhan masyarakat. Mengidentifikasihal-hal yang akan dicapai pasca HyogoFramework for Action (HFA) 2015.Mengurangi faktor-faktor yang menjadiakar risiko. Dan, Mengimplementasikanisu-isu lintas sektoral dalam HFA.Hal yang menjadi pertimbangan dalamdeklarasi tersebut adalah, bahwanegara-negara di kawasan Asia Pasifikmenyadari meningkatnya jumlah kejadianbencana dan perubahan iklim dalam duatahun terakhir yang sangat signifikan.Syamsul Maarif, Kepala Badan NasionalPenanggulangan Bencana - Indonesiamenyatakan, “Negara-negara pesertakonferensi menyadari bahwa penguranganrisiko bencana adalah tanggung jawabkita semua”. Di sisi lain, pihak-pihak yangbekerja untuk pengurangan risiko bencanamembutuhkan dukungan semua pihakuntuk menerapkan hasil dari konferensike-5 AMCDRR ini.Deklarasi Yogyakarta yang telah disusunmerupakan bagian dari rangkaianpencapaian bersama dari apa yangtelah dihasilkan sebelumnya, sepertiroadmap dan rencana aksi penguranganrisiko bencana. Pencapaian tersebutdimaksudkan untuk meningkatkanpraktek-praktek yang lebih nyata dankontribusi menuju kerangka kerja PRBpasca 2015 dan agenda pembangunan.Berikut adalah deklarasi yang dihasilkanpada AMCDRR ke-5 di Yogyakarta.“Deklarasi Yogyakarta dalam PenguranganRisiko Bencana di Asia dan Pasifik 2012”Kami, Kepala Negara, Para Menteri, danKepala Delegasi dari negara-negara di Asiadan Pasifik, yang mengikuti KonferensiTingkat Menteri se-Asia untuk PenguranganRisiko Bencana yang Kelima (AMCDRR),Penguatan Kapasitas Lokal dalam PenguranganRisiko Bencana, yang diselenggarakan diYogyakarta, Republik Indonesia pada 22-25Oktober 2012.Prihatin dengan meningkatnya dampak daribencana dan perubahan iklim di wilayah Asiadan Pasifik dalam dua tahun belakangan.Menilai rangkuman dari Ketua Global Platformon Disaster Risk Reduction di 2011 dan dokumenhasil dari Rio+20 yang mengundang semuapemangku kepentingan untuk mempercepatimplementasi Kerangka-kerja Aksi Hyogo (HFA)2005 - 2015. Membangun Ketangguhan Bangsadan Masyarakat dalam Menghadapi Bencana,dan pencapaian dari sasaran-sasaran bersamadengan Millenium Development Goals (MDG),dan memprakarsai diskusi kerangka-kerja PRBpaska-2015 dan agenda pembangunan.Mengingat perkembangan di tingkat globaldan regional, yang diharapkan untuk terusmeningkatkan kemajuan PRB di Asia dan Pasifik,seperti Pernyataan Bersama dari PerserikatanBangsa Bangsa (PBB) dan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), PernyataanBersama dari Perserikatan Bangsa-Bangsa(PBB) dan Forum Kepulauan Pasifik untuk PRB,Peta Perjalanan Pasifik, hasil dari KonferensiTingkat Menteri Dunia untuk PRB di Tohoku,dan Pernyataan Sendai untuk mainstreamingTata Kelola Risiko Bencana untuk PembangunanBerkelanjutan.Mengenali peran dari sains dan penyempurnaandari PRB dan Climate Change Adaptation (CCA)dalam kebijakan sasaran untuk mengenalirisiko, kerentanan, dan dampak dari peristiwaperistiwaberbahaya dan perubahan iklimterhadap manusia dan masyarakat.Sadar akan tanggung-jawab dari seluruhpemerintah untuk mengurangi risiko bencanadan butuhnya dukungan dari semua pemangkukepentingan untuk memastikan implementasiyang tepat sesuai hasil rekomendasi AMCDRR.Mengakui kepemimpinan PemerintahRepublik Rakyat China, India, Malaysia,Republik Korea dan Indonesia yang telahsukses dalam penyelenggaraan AMCDRR48 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 49


serta pengimplementasian tindakan yangtelah disepakati pada deklarasi dari konferensitersebut, termasuk kemajuan dari RencanaAksi, Peta Perjalanan dan Deklarasi Incheonyang menekankan pada akuntabilitas nasionalyang jelas dalam pengarusutamaan prakarsa,peningkatan praktek yang baik dan kontribusiterhadap proses menuju kerangka kerja danagenda pembangunan PRB pasca 2015.Menghargai peran dari Presiden RepublikIndonesia sebagai Global Champion atas PRBdalam memajukan PRB dalam proses PanelTingkat Tinggi atas Tokoh Penting dalam AgendaPembangunan Pasca 2015.MEMINTA PARA PEMANGKU KEPENTINGANDALAM PRB UNTUKDalam mengintegrasikan pengurangan risikobencana tingkat lokal dan adaptasi perubahaniklim ke dalam rencana pembangunannasional Memperkuat aturan dan kebijakan,pengaturan institusi, dan risk governance dalammeningkatkan PRB dan CCA; mengaitkanrencana dan anggaran pembangunannasional dengan agenda pembangunan lokal,memanfaatkan sumber daya regional dan subregionalyang sudah ada untuk pembangunankapasitas lokal, serta meningkatkan keterlibatandari para pemangku kepentingan, terutamakelompok-kelompok rentan termasuk wanita,anak-anak, lanjut usia dan penyandang cacat,dalam proses perencanaan dan pengambilankeputusan.Dalam pembiayaan dan pengkajian risiko lokal,Mendukung komunitas lokal untuk memilikianggaran yang pantas, yang mana dapatdiperoleh melalui kerjasama antara sektorumum dengan swasta dan meningkatkaninvestasi dalam infrastruktur sosial dan fisikdaerah dengan menetapkan contingency budgetsebagai sumber daya berkelanjutan, sertamencari peluang pembiayaan dari organisasifilantropi, memperkuat kapasitas dan sumberdaya lokal untuk mengidentifikasi risikodan mengalokasikan anggaran yang pantasuntuk pencegahan, penanggulangan danperbaikan, membangun asuransi mikro untukbencana dan menggabungkan anggaran sertamenggabungkan risiko, dan mempromosikankerjasama regional untuk memperkuatketangguhan daerah melalui penggabunganpraktek-praktek metodologi yang telah ada sertapraktek-praktek pengkajian risiko daerah danpendanaan, memperkokoh dan mendukungmekanisme kemitraan regional dan pusat-pusatpengelolaan informasi bencana.Dalam memperkokoh risk governance tingkatdaerah dan kemitraan, Menekankan riskgovernance melalui peningkatan partisipasi,transparansi, efisiensi dan efektifitas, danakuntabilitas, mempertimbangkan adanya risikoyang multi-dimensional, dan mayoritas bencanatermasuk skala kecil dan menengah, menghargaidan memperkuat institusi dan platformyang inklusif dengan melibatkan pemangkukepentingan kunci dalam perencanaan,penganggaran dan alokasi sumber dayasementara mempertimbangkan kebudayaandan praktek lokal, mengkaji dan menerapkanpengembangan dari kebijakan inklusif dankerangka kerja legal dan alokasi anggaran terkaituntuk membangun ketangguhan komunitaskepada pemerintah daerah, khususnya padakapasitas manusia dan kemampuannya,berkomitmen untuk memisahkan data daninformasi untuk memastikan kontribusi aktifdari komunitas yang rawan dan berisiko,khususnya penyandang cacat, wanita, anakanakdan lanjut usia, untuk memenuhikebutuhan khusus mereka, menyadari bahwapengetahuan yang pantas, informasi daninovasi dengan umpan balik dan mekanismekomplain yang dapat membangun kemitraanberkelanjutan pada tingkat daerah, membukapeluang kemitraan baru dengan sektor swastadan media, mendukung komunitas ilmiahuntuk memberikan PRB berbasis bukti empirisdan mengintegrasikan PRB dengan sektorkesehatan.Dalam membangun ketangguhan komunitasdaerah: mendukung, menggandakan danmemperkuat komunitas berbasis inisiatif PRBdan CCA pada tingkat nasional dan daerah,membangun target terpilah dan indikator untukkomunitas tangguh yang bisa dimanfaatkanoleh pemerintah, organisasi masyarakat danpraktisi dalam membangun komunitas dandesa tanggap bencana, memperkuat kapasitasadaptasi dari komunitas dan institusi lokal untukmenanggapi risiko di masa depan; mendukungusaha-usaha tingkat lokal untuk sekolah danrumah sakit aman dengan anggaran tepatguna dan memprakarsai program global;dan memprioritaskan pembangunan padaketangguhan lokal yang meliputi aspek alami,sosial dan ekonomi serta kapasitas infrastrukturmelalui mekanisme berbasis komunitas.Pada kerangka kerja pasca 2015, mengidentifikasipengukuran akuntabilitas pada implementasiyang lebih efektif, penyampaian komitmenpolitik pada seluruh tingkatan, kesadaran,pendidikan dan akses publik pada informasi,peningkatan pemerintahan, peningkatan padainvestasi ketangguhan, dan alokasi sumber dayakhususnya untuk membangun kapasitas lokal.Dalam pengurangan faktor-faktor risiko yangmenjadi akar permasalahan, Membangun danmenyokong kapasitas dan mandat hukumdari pemerintahan nasional dan daerah dansektor swasta untuk mengintegrasikan PRBmenggunakan perencanaan dan pembangunaninfrastruktur yang tahan bencana, memperdalampenanaman modal dalam manajemen sumberdaya alam, pembangunan infrastruktur,pengadaan untuk kelangsungan hidup padatingkat nasional dan daerah, menekankanperlindungan sosial dalam mekanisme prabencanadengan fokus pada yang miskin, wanita,anak-anak, dan orang-orang penyandang cacat,dan para lanjut-usia, memastikan perlindungandari hak-hak untuk anak-anak, wanita, danorang-orang penyandang cacat dari risikobencana, dan mendorong partisipasi anakanakdan para remaja dalam PRB dan prosespembangunan di semua tingkat.Pada penerapan isu lintas-sektor dalam HFA:mempromosikan pendekatan multi-bahayayang inklusif yang menyatukan kerentanan50 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 51


sosio-ekonomi dan ancaman terdampakdalam pengkajian dan pengurangan risiko,pertimbangan kapasitas gender, penyandangcacat dan lanjut usia serta keragaman budayadalam perencanaan dan pemprograman padasegala tingkat, dan partisipasi komunitas danrelawan pada aksi tingkat lokal dan nasional.BERTEKAD UNTUK,Mengundang Badan Nasional PenanggulanganBencana (BNPB), tuan-rumah dari acaraAMCDRR yang Kelima, bekerja-sama denganKantor Regional UNISDR Asia Pasifik (UNISDRAP) dan anggota dari IAP untuk meneruskanpesan-pesan dari Deklarasi Yogyakarta dalamPRB (dari sini disebut sebagai Deklarasi) ke Sesiyang Keempat dari Global Platform on DRR dibulan Mei 2013 dan seterusnya.Memadukan rekomendasi-rekomendasi dariDeklarasi ini, ke dalam kebijakan, strategi, danrencana kerja pemerintah, sebagai seharusnya,dan melaporkan implementasi semua ini keAMCDRR yang keenam di 2014.Mengundangorganisasi-organisasiinternasional, badan-badan dan institusipemerintahan regional, organisasi-organisasinasional, National Red Cross and Red Crescent,dan organisasi kemasyarakatan besertajaringan-jaringannya) untuk mendukung danmempercepat implementasi HFA, khususnyarencana aksi nasional dalam PRB, dan aksi-aksiprioritas yang terumuskan dalam DeklarasiAMCDRR.Memfasilitasi konsultasi dari pemangkukepentingannasional beserta dialog-dialoguntuk berkontribusi ke dalam proses menujuKerangka-kerja PRB Pasca-2015 dan agendapembangunan.Menerima para Deklarasi Pemangkukepentingandalam Annex 1-10 dan laporanperkembangan Incheon REMAP dalam Annex11, sebagai bagian integral dari Deklarasi inidalam dukungannya mencapai tujuan-tujuantersebut, danMenunjukkan rasa terima-kasih yang mendalamdan apresiasi kepada Pemerintah dan rakyatRepublik Indonesia atas keramah-tamahannyasebagai tuan-rumah dan mengurus acaraAMCDRR yang Kelima dan menerima tawarandari Kerajaan Thailand untuk menjadi tuanrumahAMCDRR yang Keenam di tahun 2014.Dikeluarkan pada tanggal 25 Oktober 2012, diYogyakarta, Indonesia.TeropongInaSAFEAplikasi Skenario RealistisDampak Bahaya Bencana AlamIndonesia Scenario Assessmentfor Emergencies atau InaSAFEmerupakan aplikasi yang mampumenghasilkan skenario realistisdampak bahaya bencana alam dan membantudalam upaya perencanaan, kesiapsiagaan, sertatanggap darurat yang baik.Aplikasi yang bersifat gratis ini dirintis dandiinisiatif oleh Badan Nasional PenanggulanganBencana (BNPB) dan Australia – Indonesia Facilityfor Disaster Reduction (AIFDR) dan didukung olehAustralian Agency for International Development(AusAID), Bank Dunia, dan Global Facility forDisaster Reduction and Recovery (GFDRR).Dikembangkan di Indonesia, InaSAFE adalahpendekatan inovatif untuk memahami dampakbahaya bencana.InaSAFE diluncurkan secara resmi dalampertemuan Asian Ministerial Conference onDisaster Reduction (AMCDRR) ke-5 di Yogyakarta(24/11). Sebelum diluncurkan secara resmi,BNPB telah melakukan soft launching aplikasiini pada Understanding Risk Forum – MappingGlobal Risk 2012 di Cape Town, Afrika Selatanpada 3 Juli 2012. Aplikasi Geographic InformationSystem (GIS) versi 0.40 ini dipresentasikan olehKepala Bidang Data BNPB, Dr. Agus Wibowo dihadapan komunitas internasional pada forumtersebut. Pada kesempatan yang sama, beliaujuga memberikan pelatihan InaSAFE bagi parapeserta Understanding Risk Forum MappingGlobal Risk 2012.Menyikapi kenyataan wilayah Indonesiayang rawan bencana, aplikasi InaSAFEsangat bermanfaat untuk membantu pelakupenanggulangan bencana atau masyarakat luasbersiaga lebih baik menghadapi banjir, gempabumi, atau tsunami. InaSAFE diluncurkan untukmenjawab kebutuhan kajian kesiapsiagaan dantanggap darurat yang cepat dan mudah diakses.Dengan InaSAFE, kita dapat menyusun rencanakontijensi bagi skenario terburuk yang mungkindapat terjadi.InaSAFE diharapkan akan membantu sejumlahdesa, kota, dan wilayah di seluruh Indonesiamenjadi lebih tangguh menghadapi bencanaalam.“Indonesia adalah salah satu negara rawanbencana di dunia. Kita tidak bisa menghentikanancaman bencana, tapi kita dapat membantukesiapsiagaan masyarakat lebih baik.” ujar Dody52 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 53


AncamanBahayaData ancaman bahaya:gempa, tsunami,longsor, banjir, dll.DampakBahayaTerpaparBahayaData terpapar bahaya:penduduk, sekolah,gedung, jalan, dll.InaSAFE memerlukan masukan data petaancaman bahaya (hazard) dan peta potensiterdampak (exposure) seperti gedung, sekolah,jalan dan lain-lain. Dua masukan data tersebutsecara mudah dan cepat akan dihitung danselanjutnya menghasilkan peta terdampak yaitupeta distribusi dampak bencana serta ringkasanstatistik yang menunjukkan jumlah gedungatau sekolah yang terdampak, jumlah bantuanyang diperlukan dan sebagainya.infrastruktur penting seperti sekolah, rumahsakit, jalan dan sebagainya.Informasi Lebih LanjutInformasi lebih lanjut tentang InaSAFE dapatdiperoleh di www.inasafe.org dan untukdownload InaSAFE di http://tinyurl.com/inasafeinstall.Ruswandi, Deputi Bidang Penanganan Daruratdari Badan Nasional Penanggulangan Bencana(BNPB).Dapat digunakan oleh siapapun yang memilikiketerampilan komputer dasar, InaSAFE akanmemandu pengguna atau user sejumlahpertanyaan tentang potensi skenario bencana,lalu membuat peta dan laporan yangmemperkirakan potensi kerusakan yang dapatditimbulkan pada manusia dan infrastrukturyang ada.“Sangat sulit untuk bersiaga bencana, tanpamengetahui siapa yang paling terkena dampakdan apa saja yang akan mengalami kerusakan,”kata Matt Hayne, Co-Director Australia- IndonesiaFacility for Disaster Reduction (AIFDR) yangdidanai oleh pemerintah Australia.“InaSAFE akan menjawab pertanyaanpertanyaantersebut melalui sebuah klikpada mouse,” tambah Dr Hayne.InaSAFE bekerja dengan menggabungkan dataancaman bencana dari lembaga penelitiandan ilmuwan, dan informasi infrastuktur yangdidapat dari pemerintah dan masyarakat.“Dalam kasus banjir, InaSAFE akan membantumasyarakat untuk mengetahui wilayah yangterkena banjir, berapa banyak orang yangharus dievakuasi dan disediakan tempatpenampungan, sekolah dan jalan mana sajayang ditutup serta rumah sakit mana yangmasih bisa menerima pasien,” kata Abbas Jha,Gambar 1. Alur Proses Analisis Data InaSAFEKoordinator Pengelolaan Risiko Bencana untukAsia Timur dan Pasifik dari Bank Dunia.“Kami mengundang masyarakat global untukterlibat dalam penggunaan, pengembangandan perbaikan dari InaSAFE,” tambah Abbas Jha.Konsep InaSAFEAgar efektif dalam mempersiapkan penanganandampak bencana banjir, gempa bumi atautsunami di masa depan, kita harus terlebihdahulu memahami dampak yang mungkinterjadi dan perlu dikelola. Misalnya, untukmempersiapkan rencana darurat saat banjirparah di Jakarta, pemegang kebijakan/ PejabatPemda DKI Jakarta harus dapat menjawabpertanyaan seperti:• lokasi mana saja yang mungkin terdampak,• berapa banyak orang yang perlu dievakuasidan disediakan tempat penampungan,• sekolah mana saja yang akan ditutup,• rumah sakit mana saja yang masih bisamenerima pasien, dan• jalan mana saja yang akan ditutup.Cara Kerja InaSAFEInaSAFE menyediakan cara sederhana namunteliti dalam menganalisis data dari Kementeriandan lembaga terkait atau dari sumber lainuntuk memberikan informasi tentang apa yangmungkin menjadi dampak bencana di masadatang. Perangkat lunak ini memiliki fokusuntuk menghitung secara rinci tentang dampakbahaya pada sektor-sektor tertentu. Misalnyalokasi sekolah dasar dan perkiraan jumlah siswayang mungkin terkena dampak bencana.InaSAFE akan memanfaatkandata ancaman bahaya, dataexposure dan data lain yangsudah tersedia secara online dihttp://geospasial.bnpb.go.id, jikadata exposure yang diperlukanuntuk analisis tidak tersediadapat memanfaatkan data yangtersedia bagi publik secara gratisseperti Open Street Map (www.openstreetmap.org).Namun saat ini, kemampuanInaSAFE belum mampu untukmenganalisis perhitungankerugian bangunan secaramaksimal. Hal ini disebabkan databangunan di Indonesia belumtersedia secara lengkap, sepertiposisi dan jumlah rumah warga,infrastruktur fasilitas umum, danlain sebagainya.Siapa yang dapat MenggunakanSiapapun yang memilikiketrampilan dasar komputer dapatbelajar menggunakan InaSAFEuntuk menjelajah potensi dampakkejadian bencana, serta membuatpeta dan laporan dari dampakbencana tersebut. Perangkatlunak ini memandu penggunamelalui sejumlah prosespengajuan pertanyaan spesifik,lalu memperkirakan kerusakanyang mungkin ditimbulkan darisebuah ancaman bahaya terhadapmasyarakat, juga terhadapGambar 2. Assesment lengkap menggunakan QGIS InaSAFE dalamskenario analisis banjir JakartaGambar 3. Skenario gempa Padang dan analisis dampak kerusakan yangditunjukkan warna merah.54 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 55


TeropongAplikasi Perangkat SelularUntuk Mendukung KetangguhanHadapi Bencanaiapa pun dan apa pun yang AndaSlakukan, di mana pun dan kapanpun Anda berada, tidak adajaminan bencana alam tidak akanmempengaruhi kehidupan Anda. Tsunamidi laut terbuka dapat menerjang lebih cepatdari kecepatan pesawat jet atau lebih dari800 km/jam, dan dapat berlangsung dengankecepatan yang sama lebih dari 20 jam. Sebagaiperbandingan, gerbong kereta melaju dengankecepatan yang jauh lebih lambat dari sekitar250 km/jam, mobil pada kecepatan 100 km/jam,dan atlet lari dunia dengan kecepatan di 36 km/jam.Pada tahun 2004, tsunami Samudera Hindiadisebabkan oleh gempa bumi yang diperkirakanmemiliki kekuatan energi sebesar 23.000bom atom. Anda dapat lari, tetapi tsunamiakan mendahului Anda. Tidak ada yang dapatmenghentikan kekuatan alam tersebut, tapi adasesuatu yang bisa kita lakukan - kesiapsiagaan!Apakah Anda ingat atau memiliki nomor teleponuntuk situasi darurat yang dapat dihubungisecara cepat pada ponsel Anda? Apakah Andatahu tiga dari sepuluh hal yang paling harusdilakukan ketika bencana terjadi? ApakahAnda memiliki cadangan air di rumah padasaat bencana terjadi? Apakah Anda memilikitabungan ekstra di bank untuk hal yang takterduga? Dalam kehidupan ini, sebagian darikita mungkin beruntung tidak mengalamibencana alam dahsyat, tetapi mereka yangmengalaminya, akan terlambat untuk menyesaldan berharap lebih siap sebelumnya.Seni dalam membangun kesiapsiagaan adalahselalu berada dalam kondisi siap, dan seni untuktetap tenang adalah selalu siap untuk meresponakan hal buruk yang mungkin dan tidakmungkin terjadi. Selalu siap untuk sesuatu yangtak terduga! Sangat mudah untuk dikatakan,tetapi sulit untuk dilakukan. Ini bukan sesuatuyang sekedar harus kita ketahui, tapi sesuatuyang harus kita yakini, dan lakukan.Apa yang dapat kita lakukan untukmengurangi risiko ketika bencana terjadiadalah meningkatkan kesenjangan waktu danjarak terhadap kemungkinan bencana. Halini dicapai dengan mendapatkan informasisecepat mungkin dari sumber-sumber yangdapat diakses, dan bereaksi terhadap informasitersebut sesegera mungkin.Kebanyakan dari kita memiliki notebook,netbook, ponsel-ponsel, dan tablet, dan adabanyak aplikasi tentang peringatan bencanayang berguna. Ini hanya membutuhkanwaktu beberapa menit untuk mengunduhdan menginstal pada perangkat anda danmembantu anda untuk lebih siap siaga. Berikutini beberapa aplikasi yang dapat membantu kitauntuk mendapatkan informasi seputar kejadianbencana.EarthquakesAplikasi perangkat mengenai gempa lainnyayang berguna adalah Earthquakes, yangmengkompilasi beberapa sumber gempabumiseperti USGS, EMSC, GFZ, JMA, CHI, CAN, AUS,NZL, dan lain-lain. Di samping itu, aplikasiini memungkinkan pemilihan parametergempabumi seperti peringatan dini danpemberitahuan. Aplikasi ini tersedia untukperangkat yang berbasis Android dan iOS.Pengguna tablet juga dapat memperolehmanfaat dari tampilan layar penuh. Gambaraplikasi sebagai berikut:Gempa DroidAplikasi ini memberikan informasi danperingatan pada perangkat berbasis Androiddan tablet mengenai gempa yang terjadi, peta,dan informasi-informasi sederhana. Karenasumber data gempa berasal dari Indonesia,aplikasi ini sangat direkomendasikan bagi kitayang tinggal atau berada di Indonesia.Sumber : pdfcast.net56 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 57


Disaster AlertSalah satu aplikasi yang lebih canggih danmemungkinkan pemantauan yang mendekatireal-time untuk multi-risiko adalah DisasterAlert dari PDC (Pacific Disaster Center). Bencanayang dapat dipantau antara lain adalah badai/siklon tropis, kekeringan, gempabumi, tsunami,gunung berapi, dan peristiwa-peristiwa besartermasuk banjir, bencana sosial, badai, dankebakaran. Seperti banyak aplikasi perangkatlainnya, aplikasi Disaster Alert diperbarui secaraotomatis setiap lima menit dari berbagaisumber, termasuk satelit. Gambar aplikasisebagai berikut:Life360Selain aplikasi peringatan bencana, akanideal apabila ada aplikasi yang mampumenghubungkan dan berkomunikasi antaranggota keluarga, kolega, teman dekat, atautim organisasi. Aplikasi ini mampu mengetahuiposisi pengguna perangkat dan kemudianmengirimkan sinyal pertolongan atau SOS.Aplikasi tersebut adalah Life360. Pembuataplikasi ini berkomitmen untuk melindungikeluarga, teman, dan rekan kerja apabilamereka saling terpisahkan. Aplikasi ini tersediauntuk berbagai perangkat dengan platformyang berbeda-beda, seperti Android, iOS, danBlackberry. Dalam kasus dimana seseorangterluka, lokasi terakhir atau jejak rekam lokasisebelumnya dapat dilacak sehingga bantuandarurat dapat dilakukan secara cepat. Beberapaorganisasi yang berbasis teknologi informasitelah berusaha untuk membuat teknologi danaplikasi yang mirip, termasuk Google. Gambaraplikasi sebagai berikut:58 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 59


Bincang-BincangTokoh Inspiratif 2012 :I Ketut SugataMengabdiuntukMascetisampaiAkhir Hayatiapa yang sangka dari tubuhSkecil, dan raut muka seorangkebapakan,mengallirkepedulian tinggi terhadapabrasi pantai Masceti. Hal itu tergambar darisosok yang bernama I Ketut Sugata (58),seorang warga Desa Medahan, KecamatanBlahbatu, Kabupaten Gianyar, Bali yangberkecimpung dengan penyenderan danpenataan pantai sekitaran Pura Mascetiselama lebih dari 30 tahun. Pengabdiannyamengantarkan pria kelahiran 31 Desember1954 ini, meraih Anugerah PenghargaanBidang Kebencanaan tahun 2012 dari BadanNasional Penanggulangan Bencana (BNPB)sebagai salah satu tokoh insipiratif dalambidang kebencanaan.Profesi sehari-hari Suami dari Ni WayanWinastri adalah sebagai pematung. Sebagaiseniman patung, dirinya pernah dipercayamengerjakan patung Rare Brahma/patungbayi yang terletak di pertigaan jalan DesaSakah, yang kini dikenal sebagai salah satulandmark Kota Gianyar.Selain itu, Ayah dari 3 orang anak iniselain aktif berkutat dengan penyenderandan penataan pantai Masceti, yang jugamengabdikan diri sebagai juru sapuhdi Pura Masceti. Ayah dari I Gede WayanSunandana, ST., MT, Kadek Nila Pastini Ari,S.Keb., dan Komang Devi Suantirta, A.Md. inimengatakan “Saya berkecimpung denganpenyenderan dan penataan pantai ini sejaktahun 1980-an dan akan tetap demikianadanya sampai akhir hayat di kandungbadan” ucapnya bersemangat.Berawal dari tahun 1980, Sugata melakukanpenyenderan atau penanggulangan pantaiMasceti untuk menahan laju abrasi yang60 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 61


semakin hari semakin parah. Abrasi tersebutmengikis area persawahan yang menjadi sumberpenghidupan masyarakat dan mengikis pantaiyang menjadi tempat berlangsungnya ritualkeagamaan (Melasti dan Nganyut) yang semakinmendekat ke Pura Masceti tempat keagamaanyang disucikan warga sekitarnya. Dengan bekalniat yang tulus, Sugata membangun senderanpenahan abrasi dan mengurug permukaantanah di sepanjang bibir Pantai Masceti denganbiayanya sendiri, yang didapat dari hasilmematung dan sebagainya. Meskipun senderanyang dibangun berulang kali kandas diterjangabrasi, tapi tanpa putus asa, Sugata berupayamembangunnya kembali.62 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 63


Jika dilihat ke belakang dalam era 1980-an,kawasan Pantai Masceti masih sangat terpencildengan kondisi penduduk yang sebagianbesar masih termasuk golongan ekonomilemah. Namun berkat kepedulian Sugatayang hanya mengenyam pendidikan sekolahdasar saja, menunjukkan kepeduliannya untukmenyelamatkan Pantai Masceti dari seranganabrasi dan dikembangkan untuk obyekpariwisata budaya dan spiritual sehingga dapatmembangkitkan ekonomi kerakyatan gunamencapai kemajuan bersama.Saat ini, dengan dibukanya jalan Bypass Prof.IB Mantra sebagai jalur yang menghubungkankawasan pesisir Selatan pulau Bali, kawasanPantai Masceti dan sekitarnya semakinberkembang, ditambah dengan adanya bantuanpemerintah pada tahun 2006 yang digunakanuntuk menambah senderan dan penguruganyang telah dilakukan sebelumnya, membuatkawasan ini semakin tertata.Kiprahnya dilandasi oleh ketulusan hati untukmenjadi insan yang bermanfaat bagi sesamadan lingkungan. Sebagai perwujudan sikapsebagai makhluk pribadi dan makhluk sosialdalam menjalankan dharma agama dan dharmanegara, maka sudah selayaknya semua pihakmelakukan langkah-langkah yang optimaldalam meminimalisasi dampak bencana,sebagai wujud sinergi dan kebersamaan dalamupaya penyelamatan lingkungan. Adapun arealhasil pengurugan disepanjang bibir pantai,tetap dimanfaatkan untuk kepentingan umum,sehingga diharapkan dapat memberikandampak positif bagi masyarakat luas.Prinsip hidupnya seperti orang Bali padaumumnya yakni konsep Tri Hita Karana(hubungan yang harmonis antara manusiadengan Tuhan, manusia dengan sesamanya danmanusia dengan alam lingkungannya).“Semoga segala upaya kecil yang telahkami lakukan di Pantai Masceti dapatmemberi inspirasi dalam pencegahan danpenanggulangan abrasi di daerah pesisir pantaidan pola pembangunan wilayah berbasis peranserta masyarakat” harapnya.64 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 65


Dokumentasi BNPBPejabat BNPB meninjau lokasi Rehabilitasi dan Rekonstruksi pasca bencana erupsi Merapi, pembangunan shelterpermanen, di Desa Kebondalem Lor, Kecamatan Prambanan, Yogyakarta.Kunjungan Kepala BNPB ke Padang untuk meminta persetujuan masyarakat membangun tempat evakuasisementara di daerah rawan bencana tsunami.Pelatihan Incident Command System (ICS) untuk Pejabat Eselon 2 dan 1 di lingkungan BNPB.Acara Simulasi Nasional Table Top Exercise menghadapi Megathrust Tsunami, Mentawai, Sumatera Barat di Bogor,Jawa Barat.66 GEMA BNPB - November 2012 GEMA BNPB - November 2012 67


LAPORAN UTAMALAPORAN UTAMAPelatihan Master Trainers Incident Command System, kerjasama BNPB dengan USAID dan USFS, di Bogor, Jawa Barat.Fakultas Ilmu dan Teknologi Kebumian, Institut Teknologi Bandung memberikan kenang-kenangan kepada KepalaBNPB setelah menjadi pembicara kunci pada acara Energi, Perubahan Iklim dan Mitigasi Bencana dalam ulangtahun ke 5 FITB ITB, Bandung.68 GEMA BNPB - Juni 2012


B N P BEmailFacebookTwitterYoutubeDiterbitkan oleh:BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANAJl. Ir. H. Juanda No. 36 Jakarta Pusat 10120Telp. 021-3458400 Fax. 021-3458500www.bnpb.go.id: contact@bnpb.go.id: www.facebook.com/infobnpb: @BNPB_Indonesiahttp://twitter.com/BNPB_Indonesia: BNPBIndonesiahttp://www.youtube.com/user/BNPBIndonesiaISSN 2088-6527

More magazines by this user
Similar magazines