Download PDF (1.1 MB) - DhammaCitta

dhammacitta.org
  • No tags were found...

Download PDF (1.1 MB) - DhammaCitta

DAFTAR ISID E S E M B E R 2 0 0 8 • V O L 8 • N O 1 2 1Sajian Utama4 Tema Pikiran Oleh Redaksi10 Introspeksi Kado Oleh HenryFilcozwen Jen12 Artikel Dharma Shamatha OlehEndrawan Tan15 Spiritful Drizzle Kisah Tiga Genjia OlehWilly Yanto Wijaya20 Tahukah Anda22 Stori’s Story Yang Telah Pergi OlehHuiono25 Ulasan Sutta Kata-kata Yang Baik OlehWilly Yandi Wijaya27 Sharing Dharma Pikiran Saat Ini OlehWilly Yandi Wijaya29 Artikel Dharma (Lanjutan)Artikel28 Artikel BebasBVD Kecil20 Cerita fiksi32 KisahLain-Lain2 Daftar Isi3 Dari Redaksi20 Karikatur35 Resensi36 Birthday37 LaporanKeuangan38 Kuis39 Pengumuman2 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


D A R I R E D A K S IS U S U N A N R E D A K S IPelindung :Persamuhan Umat ViharaVimala DharmaRedaksi :Pemimpin Redaksi :HermanHumas :Sendy, MikeEditor :Cycillia, SuantoLayouter :Herman, Hendy,Sendy, SuciptoIllustrator :Oli, HermanKeuangan :HermanSirkulasi :Suanto, SendyBlog-er & Reporter :JuliyantoCover Desember :HermanKontributor BVD:Hendry Filcozwei Jan, Huiono,Willy Yanto Wijaya, Willy YandiWijaya, Endrawan Tan, Alvin,Yenny LanKontributor BVD Kecil :Angel, Yen-YenNamo Buddhaya,Pikiran merupakan karakter dasar dari suatumahluk hidup. Dalam agama Buddha, pikiranmerupakan salah satu ajaran yang paling utama.Ajaran tentang pikiran ini lah yang membedakanajaran agama Buddha dengan agama lainnya.Agama Buddha sangat menekankan padapikiran.Buddha mengajarkan bahwa jika kita bisamenyucikan pikiran, maka kita akan terbebasdari penderitaan. Salah satu konsep dalamagama Buddha adalah gagasan tentang “ Segalasesuatu diciptakan oleh pikiran. “ Jadi, pikiranitu sangat penting untuk kita ketahui dan kitapahami.Apakah pikiran itu? bagaimana cara menyucikanpikiran kita? dan pertanyaan-pertanyaan laintentang pikiran bisa ditemukan dalam BVD ini.Tentu saja di sini hanya dibahas secara umum.Untuk mendalami lebih jauh, mungkin pembacabisa membaca buku-buku Buddhis lainnya. Disini, kami hanya berharap para pembaca bisalebih terbuka wawasannya walaupunmungkin hanya sedikit. Setidaknya kami berharappembaca bisa mengenal tentang pikirandalam ajaran agama Buddha.Jika ada kesalahan, mohon dimaafkan. Danjika ada saran atau kritik, mohon dikirim kekami lewat e-mail bvd. Semoga kami bisa terusmemperbaiki kesalahan kami. Dan semoga bisaberkembang menjadi lebih baik lagi.MettacittenaR E D A K S I3 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


T E M AOleh : RedaksiSumber : “The Joy of Living”, oleh : Mingyur RinpocheP I K I R A NSemua mahluk hidup yang memiliki kesadaran (bahkan yangterkecil sekalipun) pasti memiliki tiga karakter dasar yaitutubuh, ucapan dan pikiran. Tubuh adalah bagian fisik yang terusberubah. Ucapan mengacu pada semua jenis komunikasi dalambentuk suara, kata-kata, gerakan, dan ekspresi wajah. Pikiran lebihsulit dijelaskan karena pikiran bukan sebuah benda yang bisa kitatunjuk seperti tubuh dan ucapan. Ribuan buku dan artikel telahditulis untuk mencoba menjelaskan bagian misterius dari mahlukhidup ini. Meskipun bayak waktu dan tenaga yang dihabiskan untukmenemukan apa dan di mana itu pikiran, tidak ada seorang pun yangbisa menemukannya.Menurut hasil penelitian, disimpulkanbahwa pikiran tidak memiliki lokasispesifik, bentuk, warna atau kualitaskualitaslain yang nyata. Lebih mudahmengatakan bahwa pikiran itu tidakada. Tetapi secara sadar ataupuntidak sadar, kita berpikir dan merasa.Kita menderita ketika punggung kitasakit, kita bisa merasa sedih dangembira. Jadi, tidak bisa dikatakanbahwa pikiran itu tidak ada. Meskipun kita tidak bisa melihatnya,pikiran selalu hadir dan aktif.Salah satu hal yang menarik dari pikiran kita adalah perubahan poladalam pikiran. Ada sebuah contoh sederhana untuk menjelaskan ini.Jika kita takut kepada anjing, maka pikiran kita akan membuat sebuah4 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


T E M AOleh : Redaksipola (konsep) baru bahwa anjing itumenakutkan. Sehingga lain kali ketikasaya melihat seekor anjing, pikiran sayaakan mengingatkan saya bahwaanjing itu menakutkan. Dan pola iniakan menjadi semakin meyakinkan ataukuat hingga akhirnya menjadi sebuahkebiasaan. Seandainya suatu hari sayamengunjungi teman saya yang memeliharaanjing, mula-mula saya takutmendengar anjing menggongong ketikasaya mengetuk pintu rumah dan anjingtersebut keluar untuk mengendus saya. Tapi setelah beberapa saat,anjing tersebut mengenal saya dan duduk di kaki saya atau bahkan dipangkuan saya dengan tenang sehingga saya terkadang harusmemindahkannya. Apa yang terjadi di pikiran anjing tersebut adalahpikirannya memberitahukan kepadanya bahwa si pemilik menyukaisaya, dan anjing ini akhirnya merasa bahwa “orang ini asyik juga! “Sementara itu, saya juga mulai berpikir, Mungkin anjing adalahbinatang yang baik. Setiap kali saya mengunjungi teman saya, pola iniakan semakin kuat dan pola lama akan melemah, hingga akhirnya sayatidak takut pada anjing lagi. Jadi, pengalaman yang berulang-ulangdapat mengubah pandangan kita.Apa yang mau disampaikan cerita di atas adalah bahwa pikiran itumerupakan sebuah pengalaman yang terus-menerus terekam, terjadi,dan berlipat seiring waktu. Pikiran kita pada dasarnya damai, sepertipikiran seorang anak kecil yang menemani orang tuanya menunjungisebuah museum seni. Ketika orang tuanya sedang sibuk memberikanpenilaian kepada karya seni yang dipamerkan, anak ini hanya melihat.Ia tidak bertanya apakah hasil karya A lebih baik daripada karya B. Cara5 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


T E M AOleh : Redaksipandangnya sungguh-sungguh murni dan tanpa penilaian. Kondisiseperti ini dalam Buddhis disebut dengan kedamaian sejati.Ketika pikiran kita murni, kita akan terbebas dari penderitaan. Jika padadasarnya pikira kita murni, mengapa kita masih mengalami penderitaan?Pikiran bisa dianalogikan sebagai bongkahan emas yang tertutuplumpur. Yang mana yang lebih berharga : bongkahan emas yangtertutup lumpur atau bongkahan emas yang sudah dibersihkan?Sebenarnya, nilai kedua-duanya sama. Perbedaannya hanya terletakpada permukaannya saja. Pikiran kita pada dasarnya adalah damai danmurni. Bentuk-bentuk pikiran seperti “saya jelek”, “saya bodoh”, atau “sayabosan” seperti lumpur yang menutupi bongkahan emas. Sehinggabanyak orang tidak menyadari hakikat sejati pikirannya. Selama kitatidak menyadari hakikat sejati kita, kita menderita.Tetapi kita tidak perlu khawatir, sebab kotoran batin ini bisa dibersihkanseperti kita membersihkan lumpur yang menutupi bongkahan emasuntuk mengembalikan kualitasnya. Menurut Buddha, hakikat sajatipikiran yang murni bisa dirasakan dengan cara membiarkan pikiranuntuk tenang. Bagaimana caranya? Sesungguhnya, mengalamikedamaian sejati lebih mudah daripada minum air. Kita hanya perlumengistirahatkan pikiran kita. Tidak butuh fokus atau usaha khusus.Seperti ketika kita baru sajamenyelesaikan sebuahperjalanan yang panjang,kemudian segera beristirahatdi kursi yang nyaman. Saatitu, tentu saja kita merasakankenyamanan dan kedamaian.Kedamaian seperti ini lahyang dinamakan kedamaian6 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


T E M AOleh : Redaksisejati (tidak butuh usaha khusus untuk mencapainya).Kondisi seperti ini dalam Buddhis dikatakan berada dalam keadaanmeditasi tanpa objek. Salah satu kesulitan dalam meditasi tanpa objekadalah karena ia terlalu mudah untuk dilakukan. Akhirnya kita mudahsekali terjebak dalam bentuk-bentuk pikiran, perasaan dan sensasi lainnya.Untungnya, ada metode yang lebih mudah untuk menenangkanpikiran yaitu meditasi dengan objek. Dalam meditasi ini, kita menggunakanobjek kita untuk menenangkanpikiran. Dalam meditasi denganmenggunakan objek, kita cukupmenyadari semua informasi sensorik(objek) yang diterima indra kita. Kitadapat menggunakan indra penglihatanuntuk memeditaksikan bentuk danwarna, pendengaran untuk meditasipada suara, penciuman untuk meditasibau, dan pengecapan untuk meditasirasa, serta indra sentuhan untuk meditasisensasi fisik. Daripada menjadikannyagangguan, informasi yang kitadapatkan dari indra kita dapat menjadiasset yang berharga untuk latihankita. Apapun itu, kita bisa menjadikannyasebagai objek untuk mendukungmeditasi kita. Sesungguhnya, inti dari meditasi adalah kesadaran. Kapanpun, di mana pun, ketika kita sedang menyadari pikiran kita, maka itulah meditasi.7 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


BERITA PVVDOleh : Tim FormaturTIM FORMATURPVVD 2009Setiap individu perlu berubah untuk menjadi lebih baik. Samahalnya dengan organisasi perlu perubahan untuk menjadilebih baik. Perubahan yang dimaksud adalah regenerasi. Agarkualitas individu-individu yang berada dalam organisasi semakinberkembang, regenerasiperlu dilakukan. Dan itulahtindakan yang dilakukan olehPVVD dalam memperbaharuikepengurusannya. Langkahlangkahyang dilakukan olehPVVD salah satunya adalahmembentuk suatu tim untukmelakukan hal tersebut (baca:regenerasi).Tim formatur atau biasayang sering kita dengar TFdibentuk untuk memilih calon ketua baru untuk kepengurusanselanjutnya. Anggota TF yang terdiri dari Kristianto, Sunarti, Yunita,Kristian, dan Thomas sebagai koordinator TF dibentuk pada tanggal16 November 2008 oleh Surya. Dalam memilih calon-calon ketua,TF melakukan berbagai survey atau pengamatan. Salah satunyadengan kuesioner yang dibagikan kepada umat. Tujuan pembagiankuesioner ini untuk memberi masukan kepada TF tentang calonketua yang diharapkan.8 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


BERITA PVVDOleh : Tim FormaturSetelah melalui proses pelobian dengan orang-orang yang dituju, didapatkandaftar nama calon yang akan maju sebagai calon ketua PVVD(baca: kandidat). Marcela yang merupakan mahasiswa Maranatha, Kevinyang merupakan mahasiswa ITB, dan Andi yang merupakan mahasiswaITB menyatakan kesiapannya kepada TF untuk maju sebagai calon ketuaPVVD. Para kandidat ini semuanya angkatan 2006 dan aktif dalamkeorganisasian lainnya selain di kepengurusan PVVD sekarang ini (untukinfo lebih lengkap lihat mading TF).Acara-acara yang diadakan oleh TFantara lain kampanye-kampanye daripara kandidat, dan pemilu. Harapan TFuntuk umat adalah mendukung acaraacarayang dibuat oleh TF maupunoleh para kandidat. Dan jangan lupauntuk ikut serta dalam pemilu yang diadakanpada bulan Maret. Untuk parakandidat diharapkan selalu mengikutiacara-acara TF, dan menjalankannya dengan penuhsemangat dan antusias. Apapun kesulitan yang dihadapi yakin pastisemuanya (baca: kesulitan) akan berlalu. Akhir kata dari TF, sukses untuksemua. Semoga semua makhluk berbahagia.9 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


INTROSPEKSIOleh : Hendry Filcozwei JanBulan Desember adalahbulan introspeksi. Mengevaluasiperbuatan baik apa sajayang sudah dilakukan dankebiasaan buruk mana yangmasih susah dihilangkan. Cobamenilai kualitas diri sendiri,apakah bertambah baik daripadatahun kemarin.Bagi penulis, bulan Desembermemang bulan spesial karena 2 anggota keluarga berultah (Dhika &Linda, istri penulis). Tapi bulan Desember tahun ini jadi lebih spesialkarena Dhika mau perayaan ultahnya dirayakan intern keluarga saja.Ultah ke-1 sampai ke-4 sudah dirayakan dengan mengundang temandekat rumah atau teman sekolah, kali ini hanya dirayakan sekeluarga.Berhasil membujuk Dhika agar ultahnya dirayakan sekeluarga sudahmerupakan sebuah “prestasi” bagi kami. Jauh hari sebelumnya Dhikasudah minta ultahnya dirayakan dengan mengundang teman,dengan harapan mendapat banyak kado. Meski untuk mendapatkanhasil ini (perayaan ultah sekeluarga), kami (penulis dan istri) masingmasing“ditodong” untuk memberikan 3 kado.Kalau selama ini Dhika hanya menerima banyak kado, kali ini kamiingin mengajari Dhika sebagai pemberi kado di ultahnya. Dalamberbagai kesempatan saat menyaksikan TV, kami sering menceritakanbanyak sekali orang di luar sana yang tidak seberuntung Dhika. Bisamakan dan minum yang enak, memakai pakaian yang bagus, sekolah,10 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


INTROSPEKSIOleh : Hendry Filcozwei Janmain ke mall, dan lain-lain. Banyak temannya yang tidak bisa merasakanitu semua. Jadi kali ini, Dhika yang bertugas memberikan kado kepadateman-temannya yang kurang beruntung.Kini saatnya cuci gudang. Sebelumnya mainan Dhika yang sudah jarangdimainkan sudah dipisah dan diberikan kepada sepupunya. Sekarangpakaian Dhika & Ray (adiknya) yang diperiksa, mana yang sudah tidakmuat dan sudah tak terpakai lagi. Kami membungkusnya, tiap bungkusterdiri dari 2 potong pakaian. Lumayanlah ada sekitar 30 “kado” berupapakaian layak pakai plus tas dan sepatu. Semua “kado” kami beri tulisanseperti: pakaian untuk anak usia 1-2 tahun, sepatu untuk anak 3-4 tahun,dan seterusnya agar nanti tepat sasaran. Ditambah lagi ada 30 paketbingkisan berupa makanan ringan dan minuman.Kami sekeluarga berencana bermobil ke sebuah daerah di pinggiranBandung (belum diputuskan ke mana). Kado tersebut akan dibagikankepada siapa saja yang kami rasa pantas untuk menerimanya sepanjangperjalanan. Entah pengamen, pengemis, pemulung, atau siapa saja.Dhika yang akan membagikannya langsung.Saat tulisan ini dibuat, “tour berbagi kado” ini belum dilakukan karenamemang hari ultah Dhika belum tiba. Penulis sendiri tak sabar inginmerasakan detik-detik itu. Menyaksikan pemberian kado yang takseberapa ini, membahagiakan penerimanya. Menyaksikan mata yangberkaca-kaca, mendengar ucapan terima kasih yang tulus, ikut terharumerasakan mereka bahagia, di sinilah letak kebahagiaan memberi.Bukankah membahagiakan orang lain akan melahirkan kebahagiaantersendiri?Note:Met ultah ke-5 untuk Anathapindika Dravichi Jan (Dhika) dan Linda.Semoga panjang umur dan sehat selalu.11 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


ARTIKEL DHARMAOleh : Endrawan TanShamathaBahasa Tibet untuk berdiam dalamkeheningan atau shamatha adalahshi-ne. Suku kata pertama adalah shi,bermakna menjadi tenang. Apa artinya “menjaditenang”? Artinya kita tidak mengontrolpikiran normal kita, pikiran yang menderitadan pikiran yang berperilaku seperti seekormonyet liar. Shi merujuk pada menenangkanpikiran kita – kita mengambil kendali batinkita dan menenangkan kualitas-kualitas yangburuk seperti pikiran yang liar.Suku kata ke-dua, ne, berarti berhenti/diamatau beristrahat. Ini adalah cara untukmengambil alih pikiran agar dapat melakukantujuan apapun yang kita inginkan. Jika kita ingin agar pikiran kitamenjadi tenang, pikiran menjadi tenang; dan jika kita menginginkanpikiran kita berpikir sesuatu, maka pikiran akan melakukannya. Kita telahbenar-benar mengendalikan pikiran kita. Inilah apa yang disebut ne.Kita berbicara tentang apakah kita mengambil kendali atau memberikebebasan terhadap pikiran kita. Kita mungkin bertanya, apakah hal biasabila kita mengontrol ataupun memberikan kebebasan pada pikiran kita?Tidak, ini sama sekali bukan mengontrol maupun membebaskan.Meskipun kita ingin agar kita tidak marah, tapi kita tetap jadi marah.Meskipun kita tahu bahwa kemarahan itu tidak baik, tapi kemarahan tetapmuncul. Hal yang sama, kita tidak ingin sedih atau depresi, kita tidak inginpikiran kita jadi tegang, namun semua itu tetap terjadi.Persoalannya adalah pikiran kita menciptakan masalah-masalah yangsemestinya pikiran itu tidak bermasalah.12 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


ARTIKEL DHARMAOleh: Endrawan TanPikiran MonyetJika kita membawa seekor monyet liar di sini dan melepaskannya berkeliaran,ada dua hal yang akan dilakukannya:1. Monyet itu akan menciptakan pekerjaan untuk kita yang semestinyatidak perlu ada pekerjaan.2. Monyet itu akan menciptakan masalah yang semestinya tidak perluada masalah.Monyet itu akan menciptakan kekacauan yang semestinya tidak perlu adakekacauan. Ia akan datang mendekati altar dan merobek lukisan Buddhaserta memporak-porandakan semua persembahan. Ia akan menurunkansemua ornamen di altar dan memberantakkan semua bantal meditasi, danmelemparnya ke sembarang tempat.Namun sebenarnya monyet tersebut tidak perlu melakukan semua itu.Jauh lebih baik jika monyet itu masuk dan duduk dengan nyaman di atasbantal meditasi dan ia hanya perlu relaks saja di sana. Jika monyet itusedikit merasa haus, ia dapat pergi ke altar dan minum air; cukup tersediadi sana. Terlepas dari semua itu, sesungguhnya monyet itu tidak perlumelakukan semua itu.Hal yang sama terjadi pada pikiran kita. Batin kita mudah tersinggungpada masalah yang sangat kecil; masalahnya hanya kecil dan kita bawamasalahnya menjadi sangat besar dan kita menjadi lebih tegang terhadapmasalah itu. Kenapa hal ini terjadi?Ini terjadi karena kita mengekang diri dengan persepsi kita sendiri, danjuga karena kita tidak tahu bagaimana untuk bisa relaks. Selama ceramahsaya tentang cinta kasih dan welas asih, saya mengilustrasikan bagaimanapenempatan cangkir sebagai landasan kita membuat masalah kecil menjadimasalah besar.Ketika bekerja, kita terikat pada masalah kecil dalam pekerjaan kita, danmasalah ini menguras semua perhatian kita sehingga kita menjadi lalai13 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


ARTIKEL DHARMAOleh : Endrawan Tanterhadap masalah besar. Ketika belajar, bila pikiran kita terlalu dicengkeramoleh pandangan-pandangan yang kita miliki sekarang, kita tidak akan mampubelajar dengan sangat baik karena tidak ada ruang lagi untuk menerimainformasi baru. Ketika kita menyetir mobil, kita selalu berpikir orang di depankita dan bagaimana cara kita untuk menyalipnya, serta terus berpikir bahwawaktu yang ada semakin mendesak.. Jika kita menyetir dengan sikap itu,maka kita akan rentan sekali mengalami kecelakaan; kita akan membelokkanmobil kita yang semestinya tidak harus kita belokkan dan waktu perjalananmenuju tempat tujuan pun akan bertambah lama.Contoh lainnya; bagaimana kita bereaksi ketika melihat wajah kita sendiri.Banyak orang yang begitu hanyut dalam perasaan, dan menjadi begitu tegangmelihat wajah mereka sendiri. [Rinpoche memperagakan kembali]. “Wajahsaya harus bagus.” Kita melihatnya dengan begitu tegang dan membawapikiran kita ke dalam cermin. Meskipun tidak ada yang salah pada wajahmu,namun jika kamu melihatnya dengan sikap seperti ini dalam tempo yanglama, alhasil kamu akan menemukan ada sesuatu yang salah di wajahmu.Kamu akan menemukan bahwa hidungmu sedikit bengkok, atau pipi kirilebih besar daripada pipi kanan, atau hal-hal lain sejenisnya. Dan kamu akanmerasa sedih dan tidak nyaman terhadap itu, dan akan lebihmemokuskan hal ini menjadi sebuah “masalah”. Ditinjau dari segi persepsimusendiri, “kekurangan” ini akan menjadi lebih besar, lebih besar dan lebih besarlagi. Setelah sebulan kamu melakukannya, ketika kamu bercermin melihatdirimu dan kamu akan berpikir, “Hidungku benar-benar tidak lurus,” meskisebenarnya tidak bengkok. Kamu akan merasa sangat malu dengan dirimu,dan kamu tidak mau keluar dimana ada orang melihatmu. Bahkan, mungkinkamu akan berhenti berbicara dan berkomunikasi dengan orang lain karenakamu berpikir bahwa semua orang akan memperhatikan hidungmu yangbengkok, meskipun sesungguhnya mereka tidak memerhatikannya.Walapun semua ini sama sekali tidak benar, dari persfektif persepsi kitasendiri, kita akan melihat diri kita sebagai seseorang yang tidak menarik, danpada saat itu pikiran kita akan membuat berbagai masalah yang manasebelumnya tidak ada masalah sama sekali. Kita harus mengerti bahwa inilahyang terjadi pada diri kita. Jika kita mengerti, inilah yang disebut sebagaipengetahuan benar, atau prajna [skt].14 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8Bersambung ke halaman 30


SPIRITFUL DRIZZLEOleh : Willy Yanto WijayaKisah Tiga Genjia(Cerita Rakyat dari Provinsi Sichuan, Cina)Suatu kala, di suatu tempat, hiduplah tiga orang yang memiliki namayang sama – Genjia. Genjia yang pertama adalah kepala suku,Genjia yang kedua adalah seorang tukang kayu, dan Genjia yangketiga adalah pelayan kepala suku.Genjia si tukang kayu telah menikah dengan seorang wanita yangsangat cantik. Genjia si pelayan kepala suku menyukai wanita tersebutdan siang malam bermimpi mendapatkannya. Tetapi istri Genjia si tukangkayu adalah seorang wanita yang menjunjung norma susila dan tidak akanmembiarkan Genjia si pelayan mendekatinya. Akhirnya, Genjia si pelayanmemikirkan cara untuk membunuh si tukang kayu agar mendapatkanistrinya.Beberapa waktu kemudian, ayahanda dari Genjia sang kepala sukuwafat. Genjia si pelayan melihat hal ini sebagai kesempatan emas untukmelenyapkan Genjia si tukang kayu. Setiap hari ia sembunyi-sembunyimempelajari kaligrafi dari naskah-naskah kuno Buddhis dan berhasilmeniru gaya tulisan kuno dan esoteris tersebut. Ia kemudian menulissebuah dokumen dengan gaya tulisan kuno ini dan menyerahkannyakepada majikannya, sang kepala suku, sambil berkata, “Tuan, ini adalahdokumen yang saya temukan tempo hari. Saya tidak dapat memahamisatupun tulisannya dan telah membawakannya secara khusus kepada Tuanuntuk diteliti.”Genjia sang kepala suku puyeng membaca tulisan tersebut dan menyerahkannyakepada sekretaris untuk dibaca. Setelah membacanya, sangsekretaris berkata, “Dokumen ini tertanda dari almarhum kepala suku terdahulu.Di dalamnya, ia berkata bahwa ia telah naik ke surga dan menjadipetugas penting di sana, akan tetapi ia tidak memiliki kediaman yang15 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


SPIRITFUL DRIZZLEOleh : Willy Yanto Wijayamemadai. Ia meminta Tuan untuk mengirimkannya seorang tukangkayu – yang paling ahli – untuk mendirikan kediaman yang memadaidi sana.”Genjia sang kepala suku terus memikirkan almarhum ayahnya danmerasa gundah gulana. Ia kemudian memanggil Genjia si tukangkayu, menunjukkan dokumen tersebut dan memintanya untuksegera pergi ke surga.Genjia si tukang kayu kaget setengah mati. Ia tidak beranimenolak, akan tetapi ia memohon sedikit waktu, “Bagaimanamungkin hamba berani menolak perintah Tuan. Akan tetapi, hambamemohon sedikit waktu untuk melakukan persiapan. Mohon berilahhamba tujuh hari. Sesudah itu, mohon adakanlah Upacara PembakaranRanting di ladang rami di belakang rumah hamba untukmengantarkan hamba ke surga. Dengan demikian, hamba akan naikke surga untuk mendirikan kediaman mewah bagi mendiang kepalasuku.”Genjia sang kepala suku mempertimbangkan bahwa permohonanini masuk akal dan menyetujuinya.Setelah Genjia si tukang kayu keluar, ia berusaha melakukanbeberapa penyelidikan. Ia penasaran bagaimana mungkin sangkepala suku bisa mendapatkan ide seperti ini. Ia akhirnya menemukanbahwa ternyata asal muasalnya berasal dari dokumen kuno yangditemukan oleh Genjia si pelayan. Setelah mempertimbangkan lebihlanjut, ia berkesimpulan bahwa pasti ini adalah rencana busuk dariGenjia si pelayan untuk mencelakakannya.Ia kemudian pulang dan membicarakan hal ini kepada istrinya.“Hal yang paling tidak masuk akal telah terjadi. Kepala suku memintakupergi membangun kediaman mewah di surga. Pastilah iatelah ditipu oleh Genjia si pelayan. Aku tidak berani menolak, namunmemintanya mengadakan Upacara Pembakaran Ranting di belakangrumah kita sebelum aku pergi. Tidak ada gunanya mencoba membantahkepala suku. Hanya ada satu cara untuk lolos dari maut. Kitaberdua harus menggali terowongan bawah tanah di malam hari dari16 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


SPIRITFUL DRIZZLEOleh : Willy Yanto Wijayahalaman belakang rumah ke kamar kita, lalu kamu akanmenyembunyikanku di sana. Dalam kurun waktu setahun, aku akan memikirkancara membalasnya.”Istrinya sangat terkejut oleh penuturan ini. Kebenciannya terhadapGenjia si pelayan merasuk hingga ke sumsum tulangnya. Ia akan melakukanapapun untuk menyelamatkan suaminya. Lantas, setiap hari ketikamalam tiba, mereka berdua menggali terowongan secara rahasia. Padahari ke-7, terowongan selesai digali. Mereka menutup lubang masukterowongan dengan sebongkah batu dan menaburkan tanah di atasnya,sehingga orang-orang tidak menyadarinya.Hari ke-8 pun tiba, hari bagi si tukang kayu untuk naik ke surga.Dengan disaksikan oleh para sesepuh dan para pelayan serta diiringi olehsorak riuh suara terompet tanduk dan genderang, kepala suku pun tibauntuk mengantarkan si tukang kayu ke surga. Mereka menyusun tumpukankayu dan ranting di ladang rami dan menyuruh Genjia si tukangkayu untuk menjinjing kotak perkakas di bahunya dan membawa tasdi tangannya. Setelah Genjia si tukang kayu siap dan berdiri di tengah,mereka pun menyalakan tumpukan ranting kayu dan menyaksikan asapmembubung ke angkasa, “mengantarkannya ke surga”.Genjia si pelayan takut kalau-kalau seketika api dinyalakan, situkang kayu akan mengacaukan segalanya dengan berteriak-teriakketakutan. “Ayo!” ia berteriak kepada kerumunan, “Tiup terompetmu dandentumkan genderangmu! Bersorak dan bergembiralah! Genjia si tukangkayu sedang dalam perjalanan ke surga untuk membangun kediamanmewah bagi sesepuh kepala suku kita. Bukankah ini hal yang luar biasa!”Kepala suku datang menghampiri untuk melihat-lihat. Genjia si pelayandengan gembira menunjuk asap yang membubung dan berkata, “Tuan,lihatlah! Genjia si tukang kayu sedang menuju surga.”Kepala suku merasa sangat gembira.Momen ketika tumpukan kayu dinyalakan dan asap mulai membubungke angkasa, Genjia si tukang kayu mengangkat bongkahan batudan kabur melalui terowongan menuju kamar tidurnya.Ia bersembunyi di rumahnya selama setahun penuh. Istrinya berusaha17 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


SPIRITFUL DRIZZLEOleh : Willy Yanto Wijayapergi mencari susu, mentega, dan makanan-makanan bergizi untuknya;dan karena ia tidak melakukan pekerjaan apapun, menjelang satu tahun,ia menjadi lebih gemuk dan kulitnya pun menjadi lebih putih.Sementara itu, Genjia si pelayan mencoba seribu satu cara untukmenggoda istri Genjia si tukang kayu. Istri Genjia si tukang kayu jugamencoba seribu satu cara untuk menghindarinya. Genjia si pelayan pungagal total dalam usahanya.Ketika Genjia si tukang kayu bersembunyi di rumah, ia dengan rajinberlatih kaligrafi tulisan naskah-naskah Buddhis kuno. Iamempersiapkan dokumen yang ditulis dengan gaya otentik danmenyimpannya secara pribadi. Pada hari H perayaan satu tahun “kenaikannyake surga”, ia datang dan berdiri persis di tempat ketika ia “dibakar”,dengan menjinjing kotak perkakas yang sama di bahunya dan tas yangsama di tangannya. Ia kemudian berujar, “Bagaimana kabar semuanya?Saya baru kembali dari surga.”Istrinya adalah orang pertama yang datang. Ia pura-pura sangatterkejut dan segera bergegas melaporkan hal ini kepada kepala suku.Kepala suku sangat gembira mendengar Genjia si tukang kayu telahkembali. Ia menyambutnya dengan penuh kehormatan diiringi terompettanduk dan genderang, serta mengundangnya datang ke kediamannya.Ia ingin mengetahui bagaimana kabar ayahandanya di surga.Ketika menemui sang kepala suku, Genjia si tukang kayu berkata dengansuara yang sangat serius, “Ketika hamba mendirikan kediaman mewah disurga, mendiang kepala suku memperlakukan hamba dengankebaikan yang luar biasa, seperti halnya kebaikan Anda kepada hamba,Tuan. Itulah sebabnya badan hamba menjadi berisi dan berbentuk.Kediaman mewah telah selesai didirikan, dan betapa luar biasa indahbangunannya – sepuluh kali ukuran kediaman termewah di muka bumi!Hanya ada satu hal yang kurang: seorang pelayan. Mendiang kepala sukusangat merindukan pelayan lamanya yang amat ia sayangi. Ia sangatmenginginkan pelayannya untuk naik ke surga dan mengurus beberapahal untuknya. Setelah beberapa waktu, ia boleh kembali lagi ke bumi.”18 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


SPIRITFUL DRIZZLEOleh : Willy Yanto WijayaSetelah mengatakan hal ini, Genjia si tukang kayu menyerahkandokumen berisi tulisan-tulisan kuno yang telah dipersiapkannya, sambilmenambahkan bahwa mendiang kepala suku lah yang menyuruhnya untukmengantarkannya.Genjia sang kepala suku membaca dokumen tersebut dan merasayakin sepenuhnya terhadap keseluruhan kisah tersebut. Ia lalu menyuruhGenjia si pelayan untuk pergi melayani sesepuh kepala suku di kediamanmewah barunya di surga. Ketika Genjia si pelayan melihat Genjia si tukangkayu sedang berdiri di sana dan terlihat begitu sehat setelah “kenaikannyake surga”, dan setelah ia mendengarkan penjelasan yang detil mengenaisurga oleh Genjia si tukang kayu, ia tidak tahu lagi harus berpikir apa.“Mungkin aku memang memiliki kekuatan magis,” ia berkata dalam hati.“Adalah ide dariku untuk mengirimkannya ke surga, dan ia sungguh-sungguhkelihatannya telah ke sana! Mungkin saja, sebenarnya memungkinkanuntuk pergi ke surga, dan mendiang kepala suku memang memilikikediaman mewah di sana!”Ia mengikuti cara si tukang kayu dan meminta tujuh hari untukmelakukan persiapan, dan Upacara Pembakaran Ranting akan diadakandi ladang rami di belakang rumahnya untuk mengirimkannya ke surga. Iaberpikir bahwa karena Genjia si tukang kayu bisa kembali dari surga,tentulah ia juga bisa. Pada hari ke-8, sebagaimana halnya seperti upacarasebelumnya, Genjia si pelayan berdiri di tengah-tengah tumpukan rantingkayu dengan menjinjing kotak peralatan di bahunya dan tas di tangannya.Sebagaimana halnya seperti upacara sebelumnya, diadakan juga iringansuara riuh terompet dan genderang, lalu sang kepala suku memberikanaba-aba untuk menyalakan tumpukan kayu untuk menghantarkannya kesurga.Tetapi tentu saja kali ini ada yang berbeda. Salah satu perbedaannyaadalah ketika segalanya berakhir, setumpuk tulang hangus ditemukandiantara abu sisa pembakaran. Perbedaan lainnya adalah bahwasanya sipelayan tidak pernah kembali lagi. Ia menetap di surga selamanya untukmembantu sang mendiang kepala suku mengurus kediaman mewahnya.19 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


Sebuah SenyumanDi Jepang, ada seorang pekerja sekaligus mahasiswa yang inginmembuat sebuah alat untuk mambantu pekerjaan dia sebagaipamadam kebakaran. Sekarang dia lagi menjalani pendidikanS2 di Tokyo. Pada suatu hari, sahabatnya mengajak dia untuk membuatsebuah robot. Ini adalah pertama kalinya dia membuat robot. Membuatrobot adalah impiannya sejak kecil. Karena memerlukan biaya yang besar,dia bekerja keras untuk mengumpulkan banyak uang. Akhirnya uangnyapun berhasil dia kumpulkan. Kemudian dia mulai mengerjakan robotnya.Dia mengerjakannya dengan sungguh-sungguh. Atas usahanya yangsungguh-sungguh, akhirnya dia berhasil menyelesaikan robotnya. Setelahmelalui beberapa percobaan, ternyata robotnya berhasil berfungsidengan baik, Robot ini banyak membantu pekerjaannya. Tetapi ada satukekurangannya yaitu tidak bisa tersenyum. Dia pun ingin memperbaikikekurangan ini. Dia memikirkan berbagai macam cara untuk membuatrobot ini bisa tersenyum. Dia ingin membuat robotnya semirip mungkindengan manusia. Namun dia tidak berhasil.Pada suatu hari, terjadi kebakaran di sebuah gedung. Dia dan robotnyapun segera pergi ke sana. Ada seorang anak kecil yang terperangkapdi sana. Mereka pun bergegas masuk ke dalam gedung tersebut untukmenolong anak kecil itu. Dia pun berhasil mendapatkan anak kecil itu.Saat mau keluar, tiba-tiba tiang di depannya roboh. Namun berhasilditahan oleh robotnya. Walaupun robot itu tidak bisa berbicara. Tetapidia mengerti maksud dari robot itu. Robot itu seolah-olah mengatakan, “Kalian harus segera keluar dari disini karena sebentar lagi gedung ini akanroboh. “ Mereka pun segera berlari menuju keluar. Sesampainya di jendela,dia meneriakin robotnya, “ Cepat keluar! “. Robot itu hanya tersenyumdan seolah-olah mengatakan , “ kalian keluar dulu, nanti saya menyusul.”Akhirnya dia dan anak kecil itu berhasil keluar dari gedung denganselamat. Namun, robotnya tidak sempat keluar dan roboh bersamagedung itu. Dia berharap robotnya masih bisa menyelamatkan diri.Tapi, setelah diselidiki, ternyata robotnya telah hancur. Pada masa itu, Diseluruh Jepang digegerkan oleh kisah robot itu. Di mana-mana terdapatprofil robot itu. Walaupun si pekerja itu kecewa, dia merasa bangga sekalikarena berhasil membuat robotnya tersenyum.20 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8oleh : Yen-Yen


KARIKATUR ...ASAL MULA KEPERCAYAAN ADALAH BERSUMBER DARI PIKIRAN KITA.“ SEMUA FENOMENA ADALAH PROYEKSI DARI PIKIRAN. SEMUA YANG KITAHASILKAN BERSUMBER DARI PIKIRAN. DENGAN PIKIRAN, KITA MENCIPTAKANDUNIA. “BUDDHA MENGAJARKAN KEPADA KITA BAHWA :“ JANGANLAH BERBUAT JAHAT, TAMBAHKANLAH KEBAJIKAN, SUCIKAN HATIDAN PIKIRAN. “ (Dhammapada.183)21 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


STORI’SSTORYOLEH : HUIONOYang Telah PergiKau selalu menyisakan sebuah kenangan dalam dirimu meskipun seluruhingatanmu saling berebut tempat. Bagimu, mengingat kembalikenangan itu memberimu suatu kekuatan, sebuah semangat baru.Meski waktu telah mengikis semua simbol kejayaanmu, kau masih menemukancemerlangan yang kerap bersinar dalam kerentaan tubuhmu. Disitulah kamu selalu merasa bersyukur karena telah mengenalnya.Kau murni seorang penggerutu. Pemarah dan congkak. Kau sering menutupikegelisahanmu dengan marah-marah, menyalahkan siapa saja. Semuaorang menganggapmu galak, temperamen dan berhati keras. Tapi ada jugayang menggangap dirimu tegar.Kau tentu tahu melebihi siapa pun tentang dirimu sendiri. Bahwa kau sebetulnyarapuh. Sikapmu yang keras, pemarah dan egois sebetulnya merupakanbentuk pelarian terhadap hal-hal yang ingin kau hindari. Menurutmu, jikakau membiarkan dirimu menjadi lemah lembut, menjadi penyabar, atauseorang yang pengertian, kau tidak akan sanggup menghadapi hidup yangkeras. Dalam hidup ini, selalu ada pertarungan dan saling menaklukkan. Disitulah terdapat suatu kebanggaan. Jadi, kau menempa dirimu dengan keras.Acapkali sikap dan tindakanmu mengundang keluhan dan kemarahan.Kau sesekali, tentu saja rindu dengan kehangatan. Sapaan riang dari orangorangyang kau kenal, ingin kau dengar. Tapi kau ragu hal itu berguna. Denganmembiarkan diri terlena dalam kebahagiaan, segala canda hangat, pujidan sanjungan, akan mengakibatkan orang itu besar kepala. Besar kepalasama saja tenggelam dalam kelenaan dan membuat malas. Itu akan membuatberkurang semangat mencapai puncak kekuasaan.Tapi ada sesuatu yang sungguh sangat mengusikmu. Kalau bagimu carayang kau terapkan adalah sesuatu yang ideal untuk mencapai kedudukanyang dihormati, maka cara yang digunakannya membuatmu bertanya-tanya.Itu adalah kebalikan darimu. Tingkat keberhasilannya, sama atau bahkanlebih baik dari caramu. Karena itu kau mulai mengamatinya. Mungin adasesuatu yang bisa kau pelajari darinya.22 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


STORI’S STORYDi mana pun dia, selalu kaulihat tersenyum. Sikap hangatnya, ekspresiriangnya sangat berlawanan denganmu. Dan kau tidak mengerti kenapakau merasa ada yang salah dalam dirimu. Sudah jelas posisi dan jabatankalian sama. Memiliki tanggung jawab berat. Tapi dia selalu lebih santai.Dia seolah tidak terbebani. Dia sungguh toleransi. Bahkan bila orangberbuat kesalahan, dia memaafkan tanpa memberikan ganjaran.Kau dulu bila disenyuminya hanya mengangguk pendek sebagai tandahormat. Belakangan, hatimu bergetar meski hanya melihatnya sepintas.Kau merasa menemukan sosok yang berlawanan denganmu, yang sebetulnyadulu pernah ingin kau wujudkan sebagai dirimu sendiri. Penemuanini membuatmu serba salah.Tapi ternyata dia sangat rapuh. Benar-benar sangat rapuh. Kau melihatsendiri dia menangis pada hari dimana kau pulang telat karena pekerjaanlebih berat. Kau merasa kasihan padanya. Dan detik itu kau kehilangankekaguman padanya; karena kerapuhannya. Kau merasa menang karenacaramu yang dingin, keras, tegas dan tidak kenal kompromi terbukti lebihmanjur daripada dia yang selama ini terkenal hangat, lembut dan toleran.Kau tidak pernah mau menangung frustasi sendirian. Lebih baik kaulemparkan pada orang lain agar bebanmu berkurang. Kalau dia, rasanyatidak. Karena terlalu baik hati itu makanya dia menanggung beban sendirian.Kau menawari mengantarnya pulang. Dia tidak keberatan. Dia ternyatacerewet juga. Dan mungkin karena sudah menganggapmu teman, diamenceritakan hal-hal yang selama ini mengganjal di hatinya. Kau tidakingin tahu. Tapi kau diam saja mendengarkan.Kau mendengarkan betapa dia punya keinginan yang mulia. Dia inginmembantu keluarganya. Saudara-saudarinya. Dia juga ingin agar ibunyamerasa lega karena dia bisa mandiri. Dia selalu berusaha bangkit dariketerpurukan walaupun sangat sulit. Terkadang, dari masalah-masalahyang dihadapinya, dia menyadari betapa banyak kesulitan yang harusdilalui manusia dalam kehidupan ini. Karena itu, dia berusaha mengerti.Jadi bila ada yang melakukan kesalahan, dia pikir begitulah kamampuanyang dimiliki orang itu. Bukankah setiap orang memiliki batas kemam-23 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


STORI’SSTORYpuan berbeda-beda? Terkadang dia bertanya apakah yang dilakukannya sudahbenar atau masih salah. Tapi, melihat orang lain bahagia selalu membuatdirinya lebih lega. Dia pikir, salah dan benar agak sulit dijelaskan. Karena bisamembuat orang bahagia. Dia mengaku dirinya memang naif. Tapi begitulahdirinya. Itu yang ingin dilakukannya.Dia bertanya bagaimana pendapatmu.Kau berkata kau tidak ingin terlibat dengan masalah orang lain.Dia menghela napas. Lalu katanya, kadang kita terlibat dalam suatu masalahtanpa pernah kita inginkan. Karena itu kita tak seharusnya berpangku tanganbila mengetahui orang lain mengalami kesulitan.Kau merasa tersindir. Kau bilang, kalau terlalu mencampuri masalah oranglain, justru akan terkena getahnya. Bukankah masalah sendiri juga sangat banyak.Kau, kenapa tadi menangis? Masalahmu sendiri saja tidak bisa kauatasi.Kenapa masih memikirkan masalah orang lain?Dia tersentak. Tidak disangkanya perkataannya membuatmu marah. Diameminta maaf. Katanya, dia hanya merasa terkadang orang sangat membutuhkanpertolongan. Ada banyak hal yang tidak bisa dihadapi sendirian. Begitumaksudnya yang sebenarnya. Dia meminta maaf sekali lagi.Kau diam saja. Sebenarnya kau merasa tidak enak karena marah-marah. Kaupun sadar kalau terlalu banyak kesulitan dalam hidup ini yang tidak bisa kauatasi sendiri.Tiga bulan kemudian kau menghadiri upacara kematiannya. Dia terkena kankerhati dan divonis mati pada hari di mana kau menemukannya menangis dimalam hari. Hatimu terasa sakit. Terutama bila mengingat kau marah padanya.Tapi tetap ditunjukkannya padamu perasaannya yang tulus. Dia selama tigabulan terakhir hidupnya, selalu berusaha membuat orang bahagia.Kau betul-betul menyesal. Entah kenapa setelah dia pergi kau baru menyadaribetapa pentingnya hidup untuk membahagiakan orang lain.24 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


willyyandi@yahoo.comULASAN SUTTAOleh : Willy Yandi WijayaKata-kata yang baikDemikianlah yang telah saya dengar:Suatu ketika Sang Buddha tinggal di hutan Jeta, di dekat savatthi. Beliauberkata kepada para bhikkhu:“Ucapan yang memiliki empat ciri adalah ucapan yang disampaikandengan baik, tidak salah dan tidak dicela oleh para bijaksana; yaituucapan seorang bhikkhu yang berbicara hanya yang bermanfaat danbukan yang tidak bermanfaat, yang berbicara hanya yang berharga danbukan yang tidak berharga, yang berbicara hanya yang menyenangkandan bukan yang tidak menyenangkan, yang berbicara hanya yang benardan bukan yang tidak benar. Ucapan yang bercirikan empat faktor iniadalah ucapan benar dan bukan ucapan buruk, tidak salah dan tidakdicela oleh para bijaksana.”Demikianlah sabda Sang Penguasa [Sang Buddha], dan setelah itu, sebagaiGuru, Beliau melanjutkan dengan mengatakan ini:“Ucapan yang bermanfaat adalah yang paling utama, kata orang-orangsuci.Orang harus berbicara apa yang berharga dan bukan yang tidak berharga.Inilah yang ke dua.Orang harus berbicara apa yang menyenangkan dan bukan yang tidakmenyenangkan. Inilah yang ke tiga.Orang harus berbicara apa yang benar dan bukan apa yang salah. Inilahyang ke empat.”Subhasita sutta, Sutta Nipata 450 (Sn 450)Dari sutta tersebut kita dapat melihat bahwa penekanan Sang Buddhaterhadap ucapan yang bermanfaat paling diutamakan. Hal tersebutkarena ucapan tersebut berhubungan dengan orang lain—etika sosialbuddhis. Di Sn 451 dikatakan bahwa ucapan yang bermanfaat tersebutadalah pengucapan kata-kata yang tidak menyakiti atau tidak salingmenyakiti. Ucapan yang bermanfaat sebagai sisi aktif dari ucapan yang25 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


ULASANSUTTAtidak menyakiti berbentuk ucapan yang memiliki akibat secara langsung terhadaporang lain, contohnya memberi nasihat kepada teman atau seorang anakkecil, ucapan yang membuat orang lain secara langsung terhindar dari penderitaan,ucapan dalam memberikan suatu pandangan kebenaran (Dharma) yangsecara langsung memberi manfaat langsung, ucapan yang membuat orang laintidak melakukan kejahatan.Selanjutnya Sang Buddha mengatakan bahwa selayaknya kita berbicara sesuatuyang berharga, yang mempunyai makna atau nilai yang patut untuk dikatakan.Misalnya, ucapan yang membahas tentang ilmu pengetahuan, ucapan yangmembahas tentang Ajaran Buddha secara teoritis, ucapan yang membahaspengetahuan.Kemudian, kita dianjurkan untuk berbicara yang menyenangkan sebagai responaktif dari ucapan yang tidak menyakitkan. Yang dapat kita lakukan adalahmemberi ucapan selamat, berterima kasih, memuji (bukan menjilat). Ucapanini membuat orang lain menjadi gembira, bahagia atau senang.Yang terakhir sangat jelas mengenai ucapan yang benar dan yang salah. Ucapanbenar adalah ucapan yang sesuai dengan kenyataan, ucapan yang jujur,ucapan apa adanya, ucapan yang tidak melebih-lebihkan atau mengurang-ngurangkan.Jadi empat ciri ucapan ini dianjurkan oleh Sang Buddha agar senantiasa adadalam ucapan kita sehari-hari. Biasanya suatu ucapan yang kita lakukan, tergantungkondisinya sehingga suatu kata yang tadinya bermanfaat pada kondisikemarin bisa jadi tidak bermanfaat untuk kondisi keesokannya. Pun, suatuucapan bisa mengandung banyak ciri sekaligus. Suatu ucapan bisa bermanfaat,sekaligus menyenangkan dan benar. Bisa pula ucapan tersebut menyenangkannamun kurang tepat karena dilebih-lebihkan. Idealnya sebuah ucapanmemenuhi 4 ciri tersebut selain 5 ciri ucapan benar lainnya, yaitu harus tepatwaktu, benar (sesuai dengan kenyataan), lembut, bertujuan positif dan berdasarkancinta kasih seperti yang disebutkan dalam Anggutara Nikaya V, 198(Petikan AN no. 114 suntingan Bhikkhu Bodhi)26 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


SHARING DHARMAoleh : Willy Yandi WijayaPikiran Saat iniSetiap saat kita selalu berpikir. Proses tersebut terkadang telahmenyita sebagian besar waktu kita. Tanpa sadar waktu telah berlaludengan cepat. Kita menjadi budak dari pikiran yang mengembaratak tentu. Biasanya pikiran tersebut berangan-angan sesuatu yang telahlalu atau harapan-harapan di masa mendatang. Bukan tidak baik haltersebut kita lakukan, namun sesuatu yang dilakukan secara berlebihlebihanmalah akan mendatangkan akibat yang sebaliknya dari yangkita inginkan.Berpikir tentang masa lalu untuk merenungkan hal-hal yang telahdilakukan adalah sesuatu yang sangat baik dan positif yang sangatdianjurkan. Berpikir ke masa depan, rencana hidup, cita-cita, harapandi masa mendatangkan juga merupakan sebuah pemikiran yang baikyang akan membuat hidup saat ini menjadi lebih hidup. Namun, yangperlu kita sadari adalah bukan terikat oleh pikiran penyesalan masalalu yang telah lewat yang akhirnya membuat kita menjadi pesimisdan putus asa. Juga bukan pemikiran harapan dan keinginan di masadepan yang terlalu berlebihan serta tidak realistis yang membuat kitaterbuai oleh imajinasi-imajinasi.Pun, pikiran kita jangan terlalu terikat oleh masa lalu yang begitubaik yang seolah-olah akan mendatangkan hanya hal-hal yang baik.Ketika saat ini terjadi sebaliknya, pikiran akan menjadi putus asa danbisa membawa kepada stres berkepanjangan. Begitu pula pemikiranpesimis terhadap masa mendatang janganlah terlalu dipikirkan. Bolehsaja pikiran memetakan kemungkinan positif dan negatif baik di masalalu maupun di masa depan, akan tetapi yang perlu kita waspadai adalahpemikiran atau pikiran yang berlebihan terhadap hanya satu sisi, entahitu positif atau negatif saja. Pikiran yang demikian akan membawapenyesalan, keputusasaan, ketakutan, kebencian atau kemarahan jikakenyataan yang terjadi atau yang akan terjadi tidak sejalan dengansesuatu yang sangat amat kita pikirkan adan yakini bakal terjadi.Jadi, marilah kita berpikir lebih nyata tentang masa lalu dan masadepan. Realistislah terhadap kejadian masa silam dan masa mendatangyang ada sisi positif maupun sisi negatifnya. Yang paling pentingjanganlah kita terikat dengannya. Pikirkan diarahkan kepada saat inidan satu kata yang baik yaitu hanya “lakukanlah”.27 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


ARTIKELBEBASA moment to rememberby : Chen”Musuh terbesar kita bukanlah orang lain,melainkan diri kita sendiri”, demikianlah salahsatu kata-kata perenungan. Entah dengan berbagaiusaha yang kita lakukan, kita sangat sulitsekali ”menekan/meruntuhkan” keegoisan diri,kegengsian, keserakahan hingga mengalahkandiri kita sendiri. Seringkali kita selalu berusahamelakukan ”pembenaran” pada diri sendiri.Aku menjadi ingat sebuah momen yang telah ku lalui.Sebagai mahasiswa luar Bandung, terasa berat sekali meninggalkankeluarga dan kampung halaman. Hari terasa berjalan menjadi lebihcepat dan semakin cepat menjelang hari H untuk meninggalkan keluargadan melanjutkan studi di Bandung. Momen bersama keluarga, sendagurau, makan malam bersama menjadi memori kenangan yang indah. Akupernah berfikir apakah momen seperti ini akan terjadi lagi? Ataukah ini yangterakhir? Timbullkah ketakutan dan kegelisahan dalam diri. Momen-momenkebersamaan di keluarga menjadi momen-momen yang tersimpan dalamlubuk hati yang dalam. Waktu terus berlalu, aku pun berangkat ke Bandungmelanjutkan studi. Dalam pikiranku, terbersit niat untuk namaskara terlebihdahulu kepada orang tua sebelum berangkat. Sebagai rasa ungkapan terimakasih yang mendalam, pamitan, dan lain sebagainya. Tapi, sungguhlah sulitmengalahkan keegoan dalam diri. Terkadang aku selalu berpikir, denganbegitu gampangnya aku bisa namaskara di depan altar, dengan entengnya akubernamaskara ke anggota Sangha (padahal ga kenal sama sekali). Tapi kenapabegitu sulit Namaskara di depan orang tua ?. Suatu fenomena yang aneh,padahal sudah jelas-jelas orang tua ku telah melahirkan, mendidik, membesarkan,memberikan uluran kasih sayang yang luar biasa untuk ku.28 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


ARTIKEL BEBASDengan praktek namaskara secara sungguh-sungguh, dapat melatihdiri kita menjadi rendah hati, tidak sombong. Ku sadari betapa dalamdiriku telah terbangun ”tembok” berupa ke-aku-an yang ”keras”, hinggadiriku sendiripun tidak mampu ”merobohkannya”, sampai-sampai untuknamaskara di depan orang tua saja aku tidak mampu melakukannya.Aku menjadi sangat malu sekali dengan diriku, sekian tahun aku belajarDharma tetapi hanya secara teoritis, memuaskan intelektual, tapi akutidak bisa mempraktekkannya dengan baik.Terus dan terus terngiang-ngiang dalam benak pikiranku untuk mencobamengalahkan ke-aku-an dalam diri. Salah satunya berupa praktek langsungnamaskara kepada orang tua. Hal ini ternyata sulit sekali. Jauh lebihsulit daripada ujian-ujian di perkuliahan yang pernah ku hadapi.Aku selalu pulang kampung setahun sekali. Dan tiap kali pulang kampung,tekad utama adalah namaskara pada orang tua. Tahun 2006merupakan tahun pertama kalinya aku pulang kampung sejak kuliah diBandung. Tekadku ”runtuh” dan ”kalah” dibanding ke-aku-an dalam diri.Tahun berikutnya ku coba lagi, dan ternyata masih gagal. Belajar mengalahkanke-aku-an ku untuk hal ini butuh waktu dalam hitungan tahun.Hinggalah suatu hari aku menyaksikan Drama Musikal Sutra BaktiSeorang Anak di Jakarta, yang membuat diriku seolah-olah aku perlusekali ditampar atas keteledoranku, menyaksikan betapa besar kasih yangtelah diberikan orang tua, dan sangat sulit untuk membalasnya. Kembaliku bulatkan tekad dalam diri, tahun 2008 akan aku akan namaskaralangsung kepada orang tua ketika pulang kampung. Setibanya di rumah,kembali perkataan ”iya”, ”nggak”, ”iya”, ”nggak”, ”iya”, ”nggak”, terusmenerus bergejolak dalam batin. Dan akhirnya aku memilih iya, tanpabanyak pikir setelah ku runtuhkan ”tembok” ke-aku-an( baca: kegengsian ) dalam diri, dengan penuh kesadaran aku bersujud,menyadari kebaikan orang tua yang begitu luar biasa, telah menimbulkankebahagiaan, ketenangan, dan kedamaian batin. Finally I did it, Buddha.29 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


ARTIKELDHARMAPendekatan olaharaga dan mengonsumsi vitamin ini jauh lebih baik daripadakita mengonsumsi obat ketika kita sakit, karena, sebagai contoh, jikakita makan obat untuk menyembuhkan penyakit yang berhubungan denganparu-paru, obat ini dapat membebani hati dan ginjal kita. Jika kita makanobat untuk menyembuhkan ginjal, itu juga dapat menggangu bagian (organ)tubuh kita lainnya – obat-obatan dalam jangka panjang tidak membawa dayatahan dan kekuatan tubuh alami. Padahal daya tahan dan sehat alami sangatpenting bagi tubuh. Begitu juga mengapa kita berlatih shamatha, berdiamdalam keheningan: untuk membangun kemampuan dan kekuatan yang menlanjutandari halaman 14Begitu banyak hal serupa yangterjadi dalam pikiran kita dan tidakada alasan baik untuk selain kejadianini daripada menjadi kreasidalam pikiran kita. Namun, kitaselalu percaya pada pemikiran kitadan berpikir bahwa pemikiran kitaadalah 100% benar.Persepsi dibuat oleh pikiran, pikiranmeyakini proyeksi dari pikiransehingga ini menjadi siklus matarantai. Inilah cara kerjanya, pikiranmenjadi percaya pada persepsinya yang dibuatnya.Batin yang FleksibelKetika kita bermeditasi berdiam dalam keheningan, atau shamatha, kita membuatbatin kita menjadi lebih fleksibel, dan dengan cara itu kita mendapatkankontrol itu. Kita membawa kekuatan pada batin kita, seperti olahraga. Jikakita berolahraga dan juga mengonsumsi vitamin-vitamin, hasil yang akandiperoleh adalah tubuh kita menjadi sehat kuat secara alami. Bila kekuatan tubuhini secara alami terbentuk dalam tubuh kita, maka penyakit yang sedangkita derita saat ini akan pergi dengan sendirinya dan tubuh sehat kita akanmembantu mencegah timbulnya penyakit di masa mendatang.30 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


ARTIKEL DHARMAjadi bagian utama pada batin kita.Lebih lanjut, ketika kita berlatih meditasi jenis ini, kita membangkitkanapa yang disebut sebagai “kedamaian batin”, kedamaian sejati yang tidakbergantung pada sebab dan kondisi eksternal. Jika kita berusaha untukmemperoleh kedamaian dengan bergantung pada sebab eksternal, makausaha ini mirip dengan upayamu mengonsumsi obat agar dengan cepatsembuh dari penyakitmu.Jika kita tiba-tiba terluka karena jatuhnya cangkir, dan mampu mengatasisituasinya, maka hal ini dapat membuatmu kembali merasa nyaman dalamtempo singkat. Tapi, jika cangkir itu membuat hancur, maka cangkir inimenyebabkan kita begitu menderita. Jika kita bermain GameBoy atauhiburan yang sejenisnya, untuk sementara waktu hal ini akan membuat kitasenang. Tapi, jika kita terlalu melekat pada permainan ini, maka permainanini dapat menjadi penyebab penderitaan kita ketika alat permainan inirusak, dan kerusakan sebuah benda merupakan fenomena alami karenabenda merupakan unsur dari fenomena.Inilah alasan-alasan umum mengapa berlatih meditasi, shamatha begitupenting. Sangat penting untuk kita mengerti alasan-alasan umum inisebelum kita belajar untuk mempraktikkannya.Sebagai contoh, jika kita ingin menembak, kita perlu mengetahui apa dandi mana sasaran tembaknya. Jika tidak, kita tidak dapat mengarahkanpeluru kita. Dalam hal latihan shamatha, ada 2 (dua) hal pokok : kunciutama pada tubuh dan kunci utama pada pikiran.Sumber : http://mingyur.orgThe Very Venerable Yongey Mingyur RinpocheMeditation and Non-meditation - Talk OneHalifax Shambhala Center, Nova Scotia Canada, January 27, 2004Penterjemah ceramahDitulis ulang (Inggris)Editor B.InggrisTerjemahan ke Indonesia: Tyler Dewar: Ben Trembley: Judith Smith: Endrawan – Oktober 2008 (untukkalangan pribadi)31 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


BVD KECILMalam Natal Terakhirbersama Sahabat kuoleh : AngelDi sebuah kota di Jepang, hidup lah sebuah keluarga bernama Konno.Mereka mempunyai satu anak perempuan bernama Shino. Keluargaini cukup terkenal karena mereka memiliki peternakan dan ladang dimana-mana. Walaupun demikian, mereka tidak sombong. Mereka bahkan sukamembantu banyak orang. Tetangga-tetangga dan orang-orang yang tinggal disekitar mereka pun sangat baik kepada mereka.Pada suatu ketika, sebuah keluarga baru yang bernama Artwing pindah ke sana.Keluarga Artwing berasal dari Amerika. Mereka hanya mempunyai seorang anaklaki-laki yang bernama Daniel Artwing. Sesuai tradisi, keluarga Konno selalumengunjungi setiap tetangga yang baru pindah.Pada suatu sore, keluarga Konno pun pergi menunjungi keluarga Artwing. Saatsampai di depan rumah keluarga Artwing, ayah Shino mengetuk pintu (tok…tok…tok…) ” Permisi “, ayah Shino berkata. “ Ya, tunggu sebentar” jawab orangyang berada di dalam. Saat pintu dibuka, ternyata Ibu Artwing yang menyambut.“ Ya, ada apa ya?” Tanya IBu Artwing. “Oh, tidak… kami datang ke sini hanyadengan tujuan berkenalan dengan kalian.” Jawab ayah Shino. “ Oh, kalau begitusilahkan masuk! “ jawab Ibu Artwing. “ Kenalkan , kami dari keluarga Kanno. “kata ayah Shino. “ Oh, kenalkan…kami adalah keluarga Artwing, kami berasaldari Amerika.” jawab ayah Artwing…… “ Ha…ha…ha… ternyata baru kenal, kitasudah bisa dekat ya !” kata ayah Shino. “ Benar sekali, ha…ha…ha…” jawab ayahArtwing. “ Oh ya, kenalkan ini anak perempuan ku, Shino, umurnya baru 8 tahun.”cerita ayah Shino. “ Berarti kita sama, saya juga punya seorang anak yang sebayadengan anak mu, namanya Daniel, umurnya 10 tahun. “ jawab ayah Daniel. Kemudianayah Daniel memanggil Daniel untuk berkenalan.Sembari orang tua kedua keluarga ini mengobrol, Daniel dan Shino punberkenalan. “ Halo, ko Daniel, kenalin, aku Shino.” kata Shino. “Oh… Hai…” jawabDaniel. “ Ko, besok malam kita lihat bintang yuk!” ajak Shino. “ Boleh, besok akujemput di rumah mu ya! “ jawab Daniel. Malam pun semakin larut. AkhirnyaShino dan keluarganya pulang.Keesokan harinya, pada pagi yang cerah mereka berdua pergi bersama kesekolah. Saat siang, mereka juga pulang sekolah bersama. Hari pun semakinsore. Pada malam harinya Daniel menepati janjinya untuk menjemput Shino.32 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


BVD KECILOLEH : ANGEL (GABI REMAJA)Sambil berjalan-jalan, Daniel dan Shino saling bertukar pendapat. “ Ko Daniel, Lihatbintang itu! Bintang itu yang paling bersinar di antara bintang-bintang yang lain.”kata Shino. “ Oh…ya, benar sekali.” jawab Daniel. “ Ko Daniel berjanji lah bahwa kitaakan bersahabat selamanya dan bintang itulah saksinya dimana pun kita berada.Jika kita melihat bintang itu, kita akan teringat oleh persahabatan kita, berjanjilah!“ kata Shino sambil mengangkat jari kelingkingnya. “ Ya…aku berjanji pada mu danbintang itu lah yang akan menjadi saksinya. “ Jawab Daniel.Saat itu lah mereka bersahabat. Malam itu terasa sangat spesial. Tetapi kebahagiaanitu pun hanya bertahan 2 minggu sebab keluarga Daniel sacara mendadak haruspulang ke negara asalnya. Mungkin bagi orang dewasa, perpisahan itu adalahwajar. Tetapi bagi kedua anak tersebut, perpisahaan ini sangat lah menyedihkan.Ketika mendengar hal ini, Shino sangat sedih dan Daniel pun juga merasa sangatsedih. Tiba-tiba Daniel punya ide. “ Shino, mulai besok mungkin kita tidak bisabertemu lagi. Tetapi kita masih bisa surat-menyurat. Bagaimana?” Tanya Daniel. “ KoDaniel benar, kita masih bisa surat-menyurat.” jawab Shino. Akhirnya mereka punsepakat dengan ide ini. Dan Daniel pun segera meniggalkan Shino.Bertahun-tahun mereka masih saling berkomunikasi melalui surat. Bahakn sampaimereka tumbuh dewasa pun masih saling surat-menyurat. Sampai suatu saat,Daniel pun merasa aneh karena surat yang dikirim Shino semakin hari semakinsedikit. Dan akhirnya Shino tidak pernah mengirim surat lagi. Daniel pun menjadipenasaran sebenarnya apa yang terjadi pada Shino. Akhirnya Daniel memutuskanuntuk pergi ke Jepang untuk mencari tahu. Sesampai di rumah Shino, ia mngetukpintu, tetapi tidak ada seorang pun yang menjawabnya. Kemudian Daniel bertanyakepada warga sekitarnya. Rupanya Shino sedang berada di rumah sakit. Danielpun segera pergi ke rumah sakit dan bertemu dengan keluarga Shino. TernyataShino sedang tergeletak lemas di rumah sakit. Ia memakai tabung oksigen dan alatmedis lainnya. Melihat keadaan ini, Daniel sangat sedih. Daniel sangat terpukul saatmengetahui bahwa Shino terkena kanker stadium IV. Daniel pun segera masuk danduduk di samping Shino. “ Shino…. bangun, ini aku, ko Daniel.” kata Daniel. Shinopun membuka matanya secara perlahan. “ Ko Daniel…. Shino senang sekali melihatkoko ada di sini. Maafkan Shino sebab Shino tidak bisa menulis surat kepada koDaniel lagi.” jawab Shino. “ Ngga, kamu tidak salah koq!” jawab Daniel. “ Ko, sebentarlagi natal, ko Daniel temanin ak yah sampai ak tidak ada di dunia ini lagi. Firasat kumengatakan begini.” kata Shino. “ Kamu ngomong apa sih!... kamu tidak bolehsembarang ngomong begitu. Kamu harus tetap semangat untuk hidup. Ko Danielakan tetap menemani kamu apapun yang terjadi.” jawab Daniel.33 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


BVD KECILShino pun meneteskan air mata dan Daniel pun memeluknya. Setiap hari Danielselalu menemani hari-hari Shino di rumah sakit. Hingga suatu saat, Shino berkata,“ Ko Daniel, Shino mau pulang, Shino mau di rumah saja, Shino mau dirawat dirumah saja. 2 hari lagi kan natal!”. “ Tapi kamu kan masih lemah.” jawab Daniel. “Aku mohon, aku tidak mau melewati natal di rumah sakit ini, aku mohon kepadako Daniel. Tolong kabulkan permohonan Shino! “ kata Shino. “ Baiklah, ko Danielakan meminta izin pada dokter dulu ya.” Jawab Daniel.Akhirnya Shino pun diizinkan dokter untuk pulang ke rumah. Shino senang sekali.Keesokan harinya Daniel membawa Shino pulang ke rumah. Sesampai di rumahShino dibaringkan ke tempat tidur. “ Ko… besok natal, Shino senang sekali.” kataShino. “ Tapi, wajah kamu koq kelihatan sedih?” kata Daniel. “ Habis, di luar sanapasti orang-orang sedang berjalan-jalan dengan wajah senang. Sedangkan aku disini, Cuma bisa menunggu ajal menjemput. “ jawab Shino. “ Kamu ga boleh berkatabegitu! Walaupun kamu tidak bisa seperti mereka, tapi kamu kan ada ko Danielyang menemani. Pokoknya kamu tidak boleh patah semangat, Oke! “ jawab Daniel.“ Oke “ jawab Shino. Keesokan harinya adalah hari natal. Saat Shino bangun,Daniel langsung berkata, “ Selamat Natal ! “ “ Eh, selamat natal juga.” jawab Shino.Mereka pun merayakan natal dengan makan bersama. Setelah makan, merekapun pergi berjalan-jalan dengan mobil. Sepanjang jalan di selimuti oleh salju.Shino pun sangat menikmatinya. Hari semakin seore, dan mereka pun pulangke rumah. Pada malam hari, mereka makan bersama, suasana ruangan begituhangat, ceria dan harmonis.Pada malamnya, Daniel mengantar Shino untuk tidur. Pada malam itu, Danielmempunyai firasat tidak enak sehingga dia terus menemani Shino sampai larutmalam. “ Ko Daniel, sebentar lagi bel berbunyi, ingatlah selalu persahabatan kita!Bintang menjadi saksi persahabatan kita. Ingatlah Shino setiap kali ko Danielmelihat bintang itu.” kata Shino. “ Ya Shino, ko Daniel akan selalu ingat janji kita.”Akhirnya bel natal berbunyi dan saat itu lah Shino menghembuskan nafas terakhirnyadi dunia ini.Setelah Shino dimakamkan. Pada malam harinya Daniel pergi ke ladang tempatShino dan Daniel mengikat janji persahabatan mereka. Di antara semak-semakterdengar seperti langkahan suara wanita menyambut Tahun baru dan lembaranhidup yang baru. TAMATPesan dari cerita ini adalah :Hargailah hidup mu dengan sebaik-baiknya dan manfaatkanlah hidup ini denganhal-hal yang berguna selagi kamu masih hidup di dunia ini.34 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


OLEH : PERPUSTAKAANRESENSI BUKUDon’t Worry be HealthyDi dalam buku ini terdapat banyak ceritabagaimana kita dapat hidup sehat danmenjaga kesehatan kita. Tapi jangankhawatir bila kita sakit karena sakit merupakanhal yang wajar bagi manusia ataupun makhlukhidup lainnya. Bila ada orang yang tidak pernahsakit, itu baru aneh. Ketika tubuh kita sakitjangan biarkan pikiran kita ikut sakit sebab yangutama adalah pikiran yang sehat. Pikiran yangmembuat seseorang sakit dan pikiran pula yangmenyembuhkannya.Selain itu, di buku ini juga terdapat cerita bagaimana meditasi dapat menyembuhkanseseorang dari sakit dan mengajarkan kita bagaimana bersahabatdengan rasa sakit. Mungkin merasa aneh, koq bersahabat denganrasa sakit??? Tapi bersahabat dengan rasa sakit, kita dapatmengurangi rasa sakit yang kita derita mungkin juga dapat membuat kitacepat sembuh atau lebih menghargai kehidupan.Untuk lebih tahu isi dari buku ini silakan pinjam dan baca diPerpustakaan Vihara Vimala Dharma.35 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


B I R T H D A Y123 Budianto K.3 Desy Lucy Y.3 Lusiana Sjafe’i4 Rudyanto5 Hartawan5 Lani Felani5 Nana A.5 Nani7 Dina7 May Hua13 Andry Chandra7 Tyson13 Hendrik Panca8 Erwin Hasim14 Fransky Ryadi8 Gwie Silvia15 Akian9 Kartika Tandy15 Kristianto T.10 Donny17 Adhinasa K.10 Nepo17 Alvin H.10 Rudy18 Lisa10 Sriwati18 Nata Lissa S.21 Irna11 Andi Kencana25 Krisjanto 21 Preyi Vencania11 Fransiska K25 Linda 22 Dewi12 Andi25 Sunarti 22 Lydia Natalia12 Leon A26 Budi M. 22 Nila26 Dewi L 22 Siawlim27 Nany Destina 23 Deasy Ariyani27 Tze Wen 23 Deddy Wahyudi28 Teddy Wijaya 24 Deny29 Krisnyabudi 24 Riardy W. Sutanto30 Budi D. 24 Setiawi Dharma30 Debora 25 Hendri36 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


LAPORAN KEUANGANLAPORAN KEUANGAN MEDKOMBULAN DESEMBER 2008pendapatan :Dana dari Donatur *) : Rp. 50.000-Dari BPH : Rp. 200.000,-Pengeluaran:Biaya Cetak (100 eks.) : Rp. 230.000,-Biaya kirim : Rp. 10.000,-Biaya Operasional : Rp. 0Dana Akhir : Rp. 10.000,-ANGGARAN PENGELUARANBULAN JANUARI 2009Biaya cetak : Rp. 345.000,-Biaya kirim : Rp. 0Biaya Operasional : Rp. 10.000,-*) Bagi pembaca yang ingin menjadi donatur, dapat langsungditransfer kerekening:BCA KCP MARANATHA 2821509442 atas namaRATANA SURYA SUTJIONO.Setelah berdana, harap dikonfirmasi ke :HERMAN (085221527272)- Terima Kasih -37 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


K U I SUrutkan dari yang terbesar ke yang terkecil !1. 2 2222. 2 5553. 2 3334. 3 3335. 5 2226. 5 3337. 5 555Contoh Jawaban:1-2-3-4-5-6-7 atau 7-6-5-4-3-2-1 atau ......... dstJawaban kuis BVD edisi November:BenihPemenang Edisi November 2008 yaitu:tidak ada pemenangKirimkan jawaban Anda paling lambat tanggal 20 Januari 2009dengan format :Quiz BVD_Desember_jawaban_nama_kota asalvia SMS ke : 085221527272via email ke : redaksibvd@yahoo.com38 B V D • D E S E M B E R 2 0 0 8


BERITA PVVD1. Tanggal 13 Desember 2009 : Ceramah YM. Bks. BhadraPala2. Tanggal 14 Desember 2009 : Mother’s Day - GABI - diAula VVD3. Tanggal 21 Desember 2009 : Pameran Reliktur (SARIRA)Pk.13.00-21.00 di Hotel Grand Pasundan4. Tanggal 25-29 Desember 2009 : MunasPENGUMUMAN1. BINA WIDYAWaktu : tanggal 17-19 Januari 2009Pembimbing : Ayya SantiniTempat: Wisma KusalayaniContact person : Surya (081809090895)2. Tim Formatur dibentuk pada tanggal 16 november 2008oleh Surya. Adapun anggota TF terdiri dari :a. Thomas ( Koordinator TF)b. Kristantoc. Sunartid. Yunitae. Kristian3. Kandidat Ketua PVVD Periode 2009-2010 :a. Andi Setiawan, Teknik Informatika ITB ‘ 06b. Kevin Tanadi, Teknik Informatika ITB’ 06c. Marcelina, Akuntansi Maranatha’06

More magazines by this user
Similar magazines