Perinsip Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah.pdf

alqiyamah.files.wordpress.com
  • No tags were found...

Perinsip Aqidah Ahlus Sunnah wal Jamaah.pdf

4Sekapur sirih dari PenerjemahSegala puji hanya milik Allah yang telah menunjukikita semua akan jalan-Nya yang lurus, dan semogashalawat serta salam senantiasa Allah limpahkan kepadajunjungan kita penutup kenabian dan kerasulanMuhammad bin Abdillah beserta keluarga, shahabat,dan pengikutnya yang setia hingga akhir zaman.Bersamaan dengan bangkitnya dunia Islam dankembalinya manusia kepada jalan penguasa alam semestaini. Umat Islam dan kaum muslimin dituntut untukmemahami ajaran yang diyakininya dengan pemahamanyang benar sesuai dengan yang telah difahami dandicontohkan oleh As-salafus shalih (para pendahulu umatini yang shalih) agar dia tidak terperosok ke dalammanhaj dan ajaran yang sesat dan menyesatkan.Dalam pada itu, pemahaman ajaran dan manhajAhluussunnah wal jama’ah harus mendasari keyakinansetiap muslim, sebab dengan ajaran dan manhaj inilahseorang muslim insya Allah akan terjamin dari adzabneraka di akhirat kelak.Dan syaikh Doktor Shaleh bin Fauzan bin AbdillahAl Fauzan salah seorang di antara anggota dewan majlis‘Ulama-ulama besar di Saudi Arabia dengan buku inibeliau sedikit banyak akan menjelaskan sekelumittentang hal-hal yang telah saya kemukakan di atas.


5Akhirnya kita berdo’a kepada Allah semoga kitadikaruniai cahaya-Nya untuk mengarungi sisa hidup inidengan ajaran dan hidayah-Nya dan kita diselamatkandari segala adzab dan murka-Nya baik di dunia maupundi akhirat.PenerjemahABU AASIA


6PENDAHULUANSegala puji bagi Rabb semesta alam yang telahmenunjuki kita semua kepada cahaya Islam dan sekalikalikita tak akan mendapat petunjuk jika Allah tidakmemberi kita petunjuk, kita mohon kepada-Nya agar kitasenantiasa ditetapkan di atas hidayah-Nya sampai akhirhayat sebagaimana difirmankan Allah : %! “Hai orang-orang yang beriman, bertaqwalahkepada Allah dengan sebenar-benar taqwa kepada-Nya;dan janganlah sekali-kali kamu mati kecuali dalamkeadaan Islam" (Ali Imran: 102).Begitu pula kita memohon agar hati kita tidakdicondongkan kepada kesesatan setelah kita mendapatpetunjuk, Allah berfirman:$!


7“Ya Allah, janganlah Engkau palingkan hati-hatikami setelah Engkau memberi kami hidayah, dan berilahkepada kami dari sisi-Mu kerahmatan sesungguhnyaEngkau Maha Pemberi” ( Ali Imran: 8).Dan semoga shalawat serta salam senantiasa Allahlimpahkan kepada Nabi kita, suri tauladan dan kekasihkita, Rasulullah , yang telah diutus sebagai rahmat bagialam semesta. Dan semoga ridha-Nya selalu dilimpahkankepada para shahabatnya yang shaleh dan suci, baik darikalangan Muhajirin maupun Anshar, serta kepada parapengikutnya yang setia selama waktu malam dan siangsilih berganti.Wa ba’du: Inilah kalimat ringkas tentang penjelasan‘Aqidah Ahlus Sunnah Wal Jama’ah yang padakenyataan hidup masa kini diperselisihkan oleh umatIslam sehingga mereka berpecah-belah. Hal itu terbuktidengan tumbuhnya berbagai kelompok (dakwah)kentemporer dan jamaah-jamaah yang berbeda-beda.Masing-masing menyeru manusia (umat Islam) kepadagolongannya; mengklaim bahwa diri dan golonganmerekalah yang paling baik dan benar, sampai-sampaiseorang muslim yang masih awam menjadi bingung,kepada siapakah dia belajar Islam dan kepada jemaahmana dia harus ikut bergabung. Bahkan seorang kafirpunyang ingin masuk ke dalam Islam ikut terbawa bingung.Islam manakah yang benar yang harus didengar dandibacanya; yakni ajaran Islam yang bersumber dari AlQur’an dan As Sunnah yang telah diterapkan dantergambar dalam kehidupan para sahabat Rasulullah yangmulia dan telah menjadi pedoman hidup sejak berabad-


8abad yang lalu, namun justru ia hanya bisa melihat Islamsebagai sebuah nama besar tanpa arti bagi dirinya.Begitulah yang pernah dikatakan oleh seorangorientalis tentang Islam: “Islam itu terhambat olehpemeluknya sendiri”, yakni orang-orang yang mengakungakumuslim tetapi tidak konsisten dengan ajaran Islamyang sebenarnya.Kami tidak mengatakan bahwa Islam telah hilangseluruhnya, dikarenakan Allah telah menjaminkelanggengan Islam ini dengan keabadian kitab-Nya,sebagaimana Dia telah berfirman: " ! %! “Sesungguhnya Kamilah yang telah menurunkan AlQur’an, sesungguhnya Kami benar-benarmemeliharanya”. ( Al Hijr: 9).Maka, pastilah akan senantiasa ada segolongan kaummuslimin yang akan tetap teguh memegang ajaran danmemelihara serta membelanya sebagaimana difirmankanAllah :% $ # %! % ("+) *% (!'! ! ' ' & 0#1 $' $./ # % " , -!'# #


% 9“Hai orang-orang yang beriman, barangsiapa diantara kamu yang murtad dari agamanya (dari Islam),maka kelak Allah akan mendatangkan suatu kaum yangAllah mencintai mereka dan merekapun mencintai-Nya,yang bersikap lembut terhadap orang-orang mukmin,yang bersikap keras terhadap orang-orang kafir, yangberjihad di jalan Allah dan yang tidak takut kepadacelaan orang-orang yang suka mencela”. ( Al Maidah:54).Dan firman Allah:2 $./ # % " ,* 0 '3#4( & . %& ' . % . %& +0, *7 +* 5& 6) , ) (0 /# - ,#“Ingatlah kamu ini, orang-orang yang diajak untukmenafkahkan (harta) di jalan Allah, maka di antara kamuada yang bakhil, barang siapa bakhil berarti dia bakhilpada dirinya sendiri, Allah Maha Kaya dan kamu orangorangyang membutuhkan-Nya, dan jika kamu berpaling,niscaya Dia akan menggantikan (kamu) dengan kaumselain kamu dan mereka tidak akan seperti kamu (ini)”.(Muhammad: 38).


10Golongan atau jamaah yang dimaksud adalah yangdisabdakan oleh Rasulullah dalam haditsnya:808H2DG2F0+./08+E5D.CAB0@>?.=0#8


11AL-FIRQATUN NAJIYAH ADALAH AHLUSSUNNAH WAL JAMAAHPada masa kepemimpinan Rasulullah kaummuslimin itu adalah umat yang satu, sebagaimana yangdifirmankan Allah: 0,& 2 /+ 9 / . # . #8-. “Sesungguhnya kalian ini adalah umat yang yangsatu, dan Aku (Allah) adalah Rabb kalian, makaberibadahlah kepada-Ku”. ( Al Anbiyaa: 92).Maka kemudian, sudah beberapa kali kaum Yahudidan munafiqun berusaha memecah-belah kaum musliminpada zaman Rasulullah , namun mereka belum pernahberhasil. Orang munafiqun berkata seperti yangdikisahkan oleh Allah : 210_/ -5# % ( “Janganlah kamu berinfaq kepada orang-orang yangberada di sisi Rasulullah, supaya mereka bubar”. (AlMunafiqun: 7).Yang kemudian dibantah langsung oleh Allah(pada lanjutan ayat yang sama):


12)-=&# 43 < 2 3 -; 1 :>-“Padahal milik Allah-lah perbendaharaan langit danbumi, akan tetapi orang-orang munafiq itu tidakmengetahui".( Munafiqun : 7).Demikian pula, kaum Yahudipun berusaha memecahbelahdan memurtadkan mereka dari agama mereka:% (5#.7@%! - )&#$.6 5#14 :&5 - !881 #-5A%!>BCDE“Segolongan (lain) dari Ahli Kitab telah berkata(kepada sesamanya): “(pura-pura) berimanlah kamukepada apa yang diturunkan kepada apa yang diturunkankepada orang-orang yang beriman (para shahabatRasul) pada permulaan siang dan ingkarilah padaakhirnya, mudah-mudahan (dengan cara demikian)mereka (kaum muslimin) kembali kepada kekafiran”. (AliImran: 72).


13Walaupun demikian, makar yang seperti itu tidakpernah berhasil karena Allah membongkar danmengungkapkan niat buruk mereka.Kemudian mereka berusaha untuk kedua kalinya,mereka berusaha kembali memecah belah kesatuan kaummuslimin (Muhajirin dan Anshar) dengan mengingatkankembali kaum Anshar akan permusuhan di antara merekasebelum datangnya Islam dan mendendangkan syairsaling ejek antar suku di antara mereka. Allahmembongkar makar tersebut dalam firman-Nya:.%!6/# /6 9 %!:> # #F : )&#“Hai orang-orang yang beriman, jika kalianmengikuti segolongan orang-orang yang diberi Al Kitabniscaya mereka akan mengembalikan kalian menjadiorang kafir sesudah kalian beriman”. ( Ali Imran: 100).Hingga firman Allah :>585:9 585 '7/8G :“Pada hari yang di waktu ada wajah-wajah berseriseri,dan muram…”. (Ali Imran: 106).Maka kemudian Nabi mendatangi kaum Ansharmenasihati dan mengingatkan mereka akan nikmat Islam,dan bersatunya mereka melalui Islam, sehingga pada


14akhirnya mereka saling bersalaman dan berangkulansetelah hampir terjadi perpecahan, dengan demikiangagallah makar Yahudi, dan tetaplah kaum musliminberada dalam persatuan.Allah memang memerintahkan mereka untuk bersatudi atas Al Haq dan melarang berselisih dan berpecah,sebagaimana firman-Nya:H : ; 1; %!: #:> -6I “Dan jamganlah kamu menyerupai orang-orangyang berpecah-belah dan berselisih sesudah datangnyaketerangan yang jelas”. ( Ali Imran: 105).Dan firman-Nya pula:> ; =/ 5 $.&


15Bahkan beliau telah menyampaikan suatu berita yangberisi anjuran untuk bersatu dan larangan untukberselisih, yakni berita tentang akan terjadinyaperpecahan pada umat ini sebagaimana hal tersebut telahterjadi pada umat-umat sebelumnya, sabda Beliau :8H9V8.=0. ]85\.[ Z.Y5;8I X000W. 8H9V8U5 8T50+ 80 2S:*ER. --QQ 8&5808508A+58J0 >08+55`:5_..=2^>5:U20$80$ Z.a85 0858"00$ X08KE, ?.=0# 282J0> 5b.a00;> --?.=0#9:9f5e5)0D2dE0;>0;00$Z.a850858"00$E80U8c?.=0#X0M0':U0+0=9a k05K0$j/E,EM:U8


16menjadi tujuh puluh dua golongan, sedang umatku akanberpecah menjadi tujuh puluh tiga golongan, semuanyaakan masuk neraka kecuali satu. Maka kamipun bertanyasiapakah yang satu itu, wahai Rasulullah? beliaumenjawab: yaitu barangsiapa yang berada pada yangaku dan para shahabatku jalani ini” (3) .Sesungguhnya telah nyata apa yang telah diberitakanRasulullah maka berpecahlah umat ini pada akhirgenerasi sahabat walaupun perpecahan tersebut tidakberdampak besar pada kondisi umat di masa generasiyang dipuji oleh Rasulullah dalam sabdanya:QQ 8H2J0*89=0+08+5)j:H2c8H2J0*89=0+08+5)j:H2c8


17daulah-daulah Islamiyyah pada abad-abad tersebutsehingga firqah-firqah menyimpang yang muncul padawaktu itu mengalami pukulan yang melumpuhkan baikdari sisi hujjah maupun politik.Setelah berlalunya abad-abad yang dipuji inibercampurlah kaum muslimin dengan pemeluk beberapaagama-agama yang bertentangan. Buku-buku ilmu ajarankafir diterjemahkan dan para raja Islampun mengambilbeberapa kaki tangan pemeluk ajaran kafir untukdijadikan menteri dan penasihat kerajaan, maka semakindahsyatlah perselisihan di kalangan umat danpercampurlah berbagai ragam golongan dan ajaran.Begitulah madzhab-madzhab yang bathilpun ikutbergabung dalam rangka merusak persatuan umat.Hal itu terus berlangsung hingga zaman kita sekarangdan sampai masa yang dikehendaki Allah. Karena AlFirqatun Najiyah Ahlus Sunnah Wal Jamaah masih tetapberpegang teguh dengan ajaran Islam yang benar danberjalan di atasnya, dan menyeru kepadanya, bahkanakan tetap berada dalam keadaan demikian sebagaimanadiberitakan dalam hadits Rasulullah tentangkeabadiannya, keberlangsungannya dan ketegarannya.Yang demikian itu adalah karunia dari Allah demilanggengnya hujjah atas para penentangnnya.Sesungguhnya kelompok kecil yang diberkahi inimeniti jalan yang pernah ditempuh para sahabat ,bersama Rasulullah baik dalam perkataan, perbuatan,maupun keyakinannya seperti yang disabdakan olehbeliau:


2 18QQ 85S8.=0#0*.0Em8\5?.=0#0.[808H2D--“Mereka yaitu barang siapa yang berada pada apaapayang aku dan para sahabat jalani hari ini”Sesungguhnya mereka itu adalah penerus yang baikdari orang-orang yang tentang meraka Allah telahfirmankan:4,K >J- .H# $ : :>& 0-J!6?LJ 43


19NAMA-NAMA AL-FIRQATUN NAJIYAH DANMAKNANYASetelah kita mengetahui bahwa kelompok ini adalahgolongan yang selamat dari kesesatan, maka tibalahgiliran kita untuk mengetahui pula nama-nama besertaciri-cirinya agar kita dapat mengikutinya. Sebenarnyakelompok ini memiliki nama-nama agung yangmembedakannya dari kelompok-kelompok lain. Dan diantara nama-namanya adalah: Al-firqatun Najiyah(golongan yang selamat); Ath thaaifatul Manshurah(golongan yang ditolong) dan Ahlus Sunnah Wal Jamaah,yang artinya adalah sebagai berikut:1. Bahwasanya golongan ini adalah golongan yangselamat dari api neraka, sebagaimana yang telahdikecualikan oleh Rasulullah ketikamenyebutkan golongan-golongan yang ada padaumatnya dengan sabdanya: “seluruhnya di nerakakecuali satu”. Yakni yang tidak masuk ke dalamneraka ada satu.2. Bahwasanya kelompok ini adalah kelompok yangtetap berpegang teguh kepada Al Qur’an dan AsSunnah dan apa-apa yang dipegang olehassabiqunal awwalun (para pendahulu yangpertama) baik dari kalangan Muhajirin maupunAnshar, sebagaimana disabdakan Rasulullah .“Mereka itu adalah orang-orang yang berjalan diatas apa yang aku dan sahabatku jalani hari ini”.


203. Bahwasanya pengikut kelompok ini adalah merekayang menganut paham Ahlus Sunnah Wal Jamaah.Mereka itu bisa dibedakan dari kelompok lainnyadalam dua hal penting: pertama, berpegangteguhnya mereka terhadap As-sunnah sehinggamereka disebut sebagai pengikut Sunnah(AhlusSunnah). Berbeda dengan kelompok -kelompok lainkarena mereka berpegang teguh dengan pendapatpendapat,hawa nafsu, dan perkataan parapemimpinnya. Oleh karena itu, kelompokkelompoktersebut tidak dinisbatkan kepadaSunnah, akan tetapi dinisbahkan kepada bid’ahbid’ahdan kesesatan-kesesatan yang ada padakelompok itu sendiri, seperti Al Qadariyah dan AlMurji’ah, atau dinisbatkan kepada para imamnyaseperti Al Jahmiyah, atau dinisbatkan kepadapekerjaan-pekerjaannya yang kotor seperti ArRafidhah dan Al Khawarij.Adapun perbedaan yang kedua adalah:bahwasanya mereka itu Ahlul Jamaah karenakesepakatan mereka untuk berpegang teguh denganAl Haq dan jauhnya mereka dari perpecahan.Berbeda dengan kelompok-kelompok lain, merekatidak bersepakat untuk berpegang teguh dengan AlHaq akan tetapi mereka itu hanya mengikuti hawanafsu mereka, maka tidak ada kebenaran padamereka yang mampu menyatukan mereka.4. Bahwasanya kelompok ini adalah golongan yangditolong Allah sampai hari kiamat, karena gigihnya


21mereka dalam menolong agama Allah, maka Allahmenolong mereka seperti difirmankan Allah:> *@ *@ :“Jika kamu menolong Allah niscaya Allah akanmenolong kalian”. (QS. Muhammad: 7).Oleh karena itu pula Nabi Muhammad telahbersabda:5L28.00+?:;0K8H2J..]I80./0$8H2J.0)0I808H2DG2F0+./--QQ .P50O?.=0#8H2D0$?.000$.N0M0"0“Tidaklah yang menghina dan menentang mereka ituakan mampu membahayakan mereka sampai datangkeputusan Allah tabaaraka wata’ala sedang mereka itutetap dalam keadaan demikian.”


22PRINSIP-PRINSIPAHLUS SUNNAH WAL JAMAAHSesungguhnya Ahlus Sunnah Wal Jamaah berjalan diatas prinsip-prinsip yang jelas dan kokoh baik dalamI’tiqad, amal maupun perilakunya, seluruh prinsip-prinsipyang agung ini bersumber pada kitab Allah dan SunnahRasul-Nya dan apa-apa yang dipegang teguh oleh parapendahulu ummat dari kalangan sahabat, tabi’in danpengikut mereka yang setia.Prinsip-prinsip tersebut teringkas dalam butir-butirberikut:Prinsip pertama: beriman kepada Allah, paramalaikat-Nya, Kitab-kitab- Nya, Rasul- rasul-Nya, HariAkhir dan Taqdir baik dan buruknya.1. Iman kepada Allah:Beriman kepada Allah artinya: berikrar denganmacam-macam tauhid yang tiga serta beri’tiqad danmengamalkannya, yaitu: tauhid Rububiyah, tauhidUluhiyah, dan tauhid Asma’ dan sifat.Adapun tauhid Rububiyah adalah mentauhidkansegala apa yang dikerjakan Allah baik mencipta,memberi rizki, menghidupkan dan mematikan; dan


% 23bahwasanya Dia itu adalah Raja dan Penguasa segalasesuatu.Tauhid Uluhiyah artinya: mengesakan Allah melaluisegala pekerjaan hamba yang dengan itu mereka dapatmendekatkan diri kepada Allah, apabila memang hal itudisyariatkan oleh-Nya, seperti: berdo’a, takut, berharap,cinta, penyembelihan, nadzar, isti'anah, istighatsah, mintaperlindungan, shalat, puasa, haji, berinfaq di jalan Allahdan segala apa saja yang disyariatkan dan diperintahkanAllah dengan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatuapapun baik seorang malaikat, nabi, wali, maupun yanglainya.Sedangkan makna tauhid Al Asma’ Wash- shifatadalah menetapkan apa-apa yang Allah dan Rasul-Nyatelah tetapkan atas Diri-Nya baik itu berkenaan dengannama-nama maupun sifat-sifat Allah dan mensucikannyadari segala cela dan kekurangan sebagaimana hal tersebuttelah disucikan oleh Allah dan Rasul-Nya. Semua ini kitayakini tanpa melakukan tamtsil (perumpamaan), tanpatasybih (penyerupaan), dan tahrif (penyelewengan),ta’thil (penafian), dan tanpa takwil; seperti difirmankanAllah :> *7&J3 @3C BAJ :“Tak ada sesuatu apapun yang menyerupai-Nya danDia Maha Mendengar lagi Maha mengetahui.” (QS.Asy- Syura: 11).


24> %#E 834") D< :“Dan Allah mempunyai nama-nama yang baik, makaberdo’alah kamu dengannya.” (QS. Al- A’raf: 180).2. Iman kepada para Malaikat-Nya:Yakni membenarkan adanya para malaikat, danbahwasanya mereka itu adalah makhluk dari sekianbanyak makhluk Allah, diciptakan dari cahaya. Allahmenciptakan malaikat dalam rangka untuk beribadahkepada-Nya dan menjalankan perintah-perintah- Nya didunia ini, sebagaimana difirmankan Allah:-5 !&6 BDNE, A#:5 . :> , 8# “… Bahkan malaikat-malaikat itu adalah makhlukyang dimuliakan, mereka tidak mendahului-Nya dalamperkataan dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya”. (QS. Al-Anbiyaa: 26-27).> ) G ,Q- > F5,%#P .BL#) #O $.:;:> )H6 $$" % "#


25“Allahlah yang menjadikan para malaikat sebagaiutusan yang memiliki sayap dua, tiga dan empat, Allahmenambah para makhluk-Nya apa-apa yang Diakehendaki” ( QS. Fathiir: 1).3. Iman kepada Kitab- kitab-Nya:Yakni membenarkan adanya Kitab-kitab Allahbeserta segala kandungannya baik yang berupa hidayah(petunjuk) dan cahaya serta mengimani bahwasanya yangmenurunkan Kitab-kitab itu adalah Allah sebagaipetunjuk bagi seluruh manusia. Dan bahwasanya yangpaling agung di antara sekian banyak kitab-kitab ituadalah tiga kitab yaitu; Taurat, Injil, dan Al-Qur’an, dandi antara kitab agung di atas yang teragung lagi adalahAl- Qur’an yang merupakan mukjizat yang agung. Allahberfirman: . $.- "%( '&I A !S )5 $$R.:> D*7 -? C7&J,: &#B $ “ Katakanlah (hai Muhammad):” Sesungguhnya jikamanusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupadengan Al- Qur’an niscaya mereka tidak akan mampumelakukannya walaupun sesama mereka saling bahumembahu.”( QS. Al –Israa': 88).Dan Ahlus Sunnah Wal Jamaah mengimani bahwa AlQur’an itu adalah kalam (firman) Allah, dan dia bukanlah


26makhluk, baik; huruf maupun maknanya. Berbedadengan pendapat golongan Jahmiyah dan Mu’tazilah,mereka mengatakan bahwa Al-Qur'an adalah makhlukbaik huruf maupun maknanya. Berbeda pula denganpendapat Asy’ariyah dan yang menyerupai mereka, yangmengatakan bahwa kalam (firman Allah) hanyalahmaknanya saja, sedangkan huruf-hurufnya adalahmakhluk. Menurut Ahlus Sunnah Wal Jamaah keduapendapat tersrbut adalah batil, berdasarkan firman Allah:> 63/ 8&5 T I #A) *L6 EK :> “Dan jika ada seorang dari kaum musyrikin memintaperlindungan kepadamu maka lindungilah ia, sehingga iasempat mendengar kalam Allah (Al- Qur’an)". (QS. AtTaubah: 6).> F ,# :“Mereka itu ingin merubah kalam Allah”. (QS. AlFath: 15).Dalam ayat-ayat di atas, tegas dinyatakan bahwa AlQur’an sebagai Kalam Allah, bukan kalam yangselainnya.


274. Iman kepada para Rasul:Yakni membenarkan semua rasul-rasul, baik; yangAllah sebutkan nama mereka maupun yang tidak, dariyang pertama sampai yang terakhir, dan penutup paranabi tersebut adalah nabi kita Muhammad . Artinyapula, beriman kepada para rasul seluruhnya dan berimankepada nabi kita secara terperinci, serta mengimanibahwa beliau adalah penutup para nabi dan para rasulserta tidak ada nabi sesudahnya.Maka barangsiapa yang keimanannya kepada pararasul tidak demikian berarti dia telah kafir.Termasuk pula beriman kepada para rasul adalahtidak melalaikan dan tidak berlebih-lebihan terhadap hakmereka. Berbeda dengan kaum Yahudi dan Nasrani yangberlebih-lebihan terhadap para rasul mereka, sehinggamereka menjadikan dan memperlakukan para rasul ituseperti memperlakukannya sebagai tuhan (Allah),sebagaimana yang difirmankan Allah:MJ& @< UG -/ :> % HV “Dan orang-orang Yahudi berkata: ‘Uzair itu anakAllah, dan orang-orang Nashrani berkata: Isa Al Masihitu anak Allah.” (QS. At Taubah: 30).Sedang orang-orang sufi dan para Ahli filsafat telahbertindak sebaliknya. Mereka telah merendahkan dan


28menghinakan hak para rasul, dan lebih mengutamakanpara pemimpin mereka, sedang kaum penyembah berhaladan atheis telah kafir kapada seluruh para Rasul tersebut.Orang yahudi telah kafir kepada Nabi Isa danMuhammad , sedang orang Nashrani telah kafir kepadanabi Muhammad , dan orang-orang yang mengimanisebagian dan mengingkari sebagian (para rasul) maka diatelah mengingkari seluruh Rasul, Allah telah berfirman:#I ,# &##) A#A%! :C7& J2C7& * ,&##) ) #O . BWXYEBL/ # ).%)#> =J -: L . ## K #"Sesungguhnya orang-orang yang kafir kepada Allahdan Rasul-rasul-Nya dan bermaksud memperbedakanantara (keimanan kepada) Allah dan Rasul-Nya, denganmengatakan: "kami beriman kepada yang sebagian dankami kafir kepada sebagian (yang lain), serta bermaksud(dengan perkataan itu) mengambil jalan di antara yangdemikian (iman dan kafir) merekalah orang-orang yangkafir sebenar-benarnya, kami telah menyediakan untukmereka siksa yang menghinakan”. (QS.An-Nisa’:150-151).Dan juga Allah telah berfirman:


29> &##6 >A) Z#I :“Kami tidak membeda-bedakan satu di antara Rasulrasul-Nya.” (QS. Al Baqarah: 285).5. Iman kepada hari kiamat:Yakni membenarkan apa-apa yang akan terjadisetelah kematian dari hal-hal yang telah diberitakan Allahdan Rasul-Nya; tentang adzab dan nikmat qubur, harikebangkitan dari qubur, hari berkumpulnya manusia dipadang mahsyar, hari perhitungan dan ditimbangnyasegala amal perbuatan, dan pemberian buku catatan amaldengan tangan kanan atau tangan kiri, tentang jembatan(shirath), serta surga atau neraka, di samping itukeimanan untuk bersiap sedia dengan amalan shaleh, danmeninggalkan amalan buruk serta bertaubatmeninggalkannya.Dan sungguh telah mengingkari adanya hari akhirorang-orang musyrik dan kaum dahriyyun, sedang orangorangYahudi dan orang-orang Nashrani tidak mengimanihal ini dengan keimanan yang benar sesuai dengantuntunan, walau mereka beriman akan adanya hari akhir.Firman Allah:2#@ < * : I.1 :> 2 ‰/


30“Dan mereka (Yahudi dan Nashrani) berkata: sekalikalitidaklah masuk surga kecuali orang-orang (yangberagama) Yahudi dan Nashrani, demikianlah angananganmereka…". (QS. Al Baqarah: 111).>/+ = ;$) 3 :“Dan mereka berkata: kami sekali-kali tidak akandisentuh api neraka kecuali hanya dalam beberapa harisaja.” (QS.Al Baqarah: 80).6. Imam kepada takdir:Yakni beriman bahwasanya Allah itu mengetahuiapa-apa yang telah terjadi dan yang akan terjadi;menentukan dan menulisnya di Lauh Mahfudz; danbahwasanya segala sesuatu yang terjadi, baik maupunburuk, kafir, iman, taat, maksiat, itu telah dikehendaki,ditentukan, dan diciptakan-Nya, dan bahwasanya Allahitu mencintai ketaatan dan membenci kamaksiatan.Sedang hamba Allah itu mempunyai kekuasaan,kehendak, dan kemampuan memilih terhadap pekerjaanpekerjaanyang menghantar mereka kepada ketaatan ataukemaksiatan, akan tetapi semua itu mengikuti kemauandan kehendak Allah. Berbeda dengan pendapat golonganJabariyah yang mengatakan bahwa manusia terpaksadengan pekerjan-pekerjaannya, tidak memiliki pilihanatau kemampuan, sebaliknya golongan Qadariyahmengatakan bahwasanya hamba itu memiliki kemauanyang berdiri sendiri dan bahwasanya dialah yang


31menciptakan pekerjaannya, kemauan dan kehendak ituterlepas dari kemauan dan kehendak Allah.Allah benar-benar telah membantah kedua pendapatdi atas dengan firman-Nya:> A) M H6 $) H9 :“Dan Kamu tidak bisa berkemauan seperti itukecuali apabila Allah menghendakinya.” ( QS. AtTakwir: 29).Dengan ayat ini Allah menetapkan adanya kehendakbagi setiap hamba sebagai bantahan terhadap golonganJabariyah yang ekstrim, bahkan menjadikannya sesuaidengan kehendak Allah, dalam saat yang sama, jugamerupakan bantahan atas golongan Qadariyah. Danberiman kepada takdir dapat menimbulkan sikap sabarsaat seorang hamba menghadapi berbagai cobaan danmenjauhkannya dari segala perbuatan dosa dan hal-halyang tidak terpuji, bahkan dapat mendorong orangtersebut untuk giat bekerja dan menjauhkan dirinya darisikap lemah, takut dan malas.Prinsip kedua:Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah WalJamaah adalah: bahwasanya iman itu perkataan,perbuatan, dan keyakinan yang bisa bertambah denganketaatan dan bisa berkurang dengan kemaksiatan, makaiman itu bukan hanya perkataan dan perbuatan tanpa


% 32keyakinan sebab yang demikian itu merupakan keimanankaum munafiq, dan bukan pula iman itu hanya sekedarma’rifah (pengetahuan) dan meyakini tanpa ikrar danamal. Sebab yang demikian itu merupakan keimananorang-orang kafir yang menolak kebenaran. Allahberfirman:> OO N?N - /# #E F 5 :“Dan mereka mengingkarinya karena kadzolimandan kesombongan (mereka), padahal hati-hati merekameyakini kebenarannya.” (QS. Al An’am: 14).> F!' ^ )\#] &# -P. #[ ':“Karena sebenarnya mereka bukan mendustakanmu,akan tetapi orang-orang yang dzalim itu menentang ayatayatAllah”. (QS. Al An’aam: 33). -&2 62 A)& ,= :: $./ 3 4 < - \Q6/QH (0-AP > *&@& “Dan kaum ‘Aad dan Tsamud, dan sungguh telahnyata bagi kamu kehancuran tempat-tempat tinggalmereka. Dan syetan menjadikan mereka memandang baikperbuatan mereka sehingga menghalangi mereka dari


33jalan Allah padahal mereka adalah orang-orang yangberpandangan tajam.” (QS. Al Ankabut: 38).Bukan pula iman itu hanya satu keyakinan dalam hatiatau perkataan dan keyakinan tanpa amal perbuatan,karena yang demikian adalah keimanan golonganMurjiah, Allah sering kali menyebut amal perbuatantermasuk iman sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:/ RE&5 %! * :%! BDET ) 0 -S% ( = R P!) _ #O .B`E- P ++< ,/-> K *“Sesungguhnya orang-orang yang beriman hanyalahmeraka yang apabila ia disebut nama Allah bergeterhatinya, dan apabila dibacakan ayat-ayat Allahbertambahlah imannya dan kepada Allah-lah merekabertawakkal, (yaitu) orang-orang yang mendirikan shalatdan yang menafkahkan apa-apa yang telah dikaruniakankepada mereka, merekalah orang-orang mukmin yangsebenarnya". (QS. Al Anfaal: 2-4).> # >/&0/ : :


34“Dan Allah tidak akan menyia-nyiakan iman kalian”.(QS. Al Baqarah: 143).Yaitu: shalatmu dengan menghadap ke baitul Maqdis,maka shalat di sini dinamakan iman.Prinsip ketiga:Dan di antara prinsip-prinsip aqidah Ahlus SunnahWal Jamaah adalah bahwasanya mereka tidakmengkafirkan seseorang dari kaum muslimin kecualiapabila dia melakukan perbuatan yang membatalkankeislamannya. Adapun perbuatan dosa besar selainkemusyrikan dan tidak ada dalil yang menghukumipelakunya sebagai kafir, misalnya meninggalkan shalatkarena malas, maka pelaku (dosa tersebut) tidakdihukumi kafir akan tetapi dihukumi fasiq dan imannyatidak sempurna. Apabila ia mati sedang dia belumbertaubat maka dia berada dalam kehendak Allah. Jika Iaberkehendak Ia akan mengampuninya dan jika Iaberkehendak Ia akan mengazdabnya, namun si pelakutidak kekal di neraka, Allah telah berfirman: ( T*L6 ( :> ) H6“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosasyirik dan Dia mengampuni dosa-dosa selainnya bagisiapa yang di kehendaki-Nya." (QS. An Nisaa’: 48).


35Dan madzhab Ahlus Sunnah Wal Jamaah dalammasalah ini pertengahan antara Khawarij yangmengkafirkan orang-orang yang melakukan dosa besarwalau bukan termasuk syirik, dan Murjiah yangmengatakan si pelaku dosa besar sebagai mukminsempurna imannya, dan mereka mengatakan pula suatudosa maksiat tidak mengurangi iman, sebagaimana takberguna suatu perbuatan taat dengan adanya kekafiran.Prinsip keempat:Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah WalJamaah adalah wajib taat kepada pemimpin kaummuslimin selama mereka tidak memerintahkan untukberbuat maksiat. Apabila mereka memerintahkan berbuatmaksiat di kala itu kita dilarang untuk mentaatinyanamun tetap wajib taat dalam kebenaran lainnya,sebagaimana firman Allah :#Sa< %#P .5#; /4 /49 %! :> % 0#“Hai orang-orang yang beriman, taatlah kamukepada Allah dan taatlan kepada Rasul serta parapemimpin di antara kalian ..” (QS. An Nisaa: 59).Dan sabda Nabi :


368H9V8.=0#0:.08E,0$50#jq0$Ep8 :W0$5LX0>o0;58H9V858$9--QQ r8"0#“Dan aku berwasiat kepada kalian agar kalianbertaqwa kepada Allah dan mendengar dan taatwalaupun yang memimpin kalian seorang budak”Dan Ahlus Sunnah Wal Jamaah memandang bahwamaksiat kepada seorang pemimpin yang muslimmerupakan maksiat kepada Rasulullah , sebagaimanasabdanya:8.o. 085.f ?0'0# 800$ 8


37yang menyimpang, selama hal tersebut tidak termasukamalan kufur. Hal ini sesuai dengan perintah Rasulullah tentang wajibnya taat kepada mereka dalam hal-halyang bukan maksiat dan selama belum tampak padamereka kekafiran yang jelas. Berlainan denganMu’tazilah yang mewajibkan keluar dari kepemimpinampara imam pemimpin yang melakukan dosa besarwalaupun belum termasuk amalan kufur, dan merekamemandang amalan tersebut sebagai amar ma’ruf nahimungkar. Sedang pada kenyataannya, tindakanMu’tazilah seperti ini merupakan kemungkaran yangbesar karena dapat menimbulkan bahaya yang besar,berupa; kericuhan, keributan, dan kerawanan dari pihakmusuh.Prinsip keenam:Dan di antara prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaahbersihnya hati dan mulut mereka terhadap para sahabatRasul, sebagaimana hal ini telah digambarkan olehAllah ketika mengkisahkan sahabat Muhajirin danAnshar dan pujian-pujian terhadap mereka: +,) : ;A%! : % " . !T4 !S & #A%!1%S> Vbc; U$) %#PKL+


38“Dan orang-orang yang datang sesudah merekamengatakan: "ya Allah, ampunilah kami dan saudarasaudarakami yang telah mendahului kami dalam imandan janganlah Engkau jadikan dalam hati kamikebencian kepada orang-orang yang beriman; ya Allah,sesungguhnya Engkau Maha Penyantun lagi MahaPenyayang”. (QS. Al Hasyr: 10).Dan sesuai dengan sabda Rasulullah :8H9[20K. 0B.8*. 8. 5e505 80* 8&5)j0. 8


39Prinsip ketujuh:Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah WalJamaah adalah mencintai ahlul bait sesuai dengan wasiatRasulullah dalam sabdanya:QQ 8


40Pada dasarnya ahlul bait itu adalah saudara-saudaradekat Nabi dan yang dimaksudkan di sini khususnyaadalah yang shaleh di antara mereka. Sedang saudarasaudaradekat yang tidak shaleh, seperti pamannya, AbuLahab, maka mereka tidak memiliki hak. Allahberfirman:> 3 - %V Y& :“Celakalah kedua tangan Abu Lahab, dan sungguhcelaka dia.” (QS. Al Lahab: 1).Mereka sekedar ada hubungan darah yang dekat danbernisbat kepada Rasul tanpa keshalehan dalamberagama (Islam) tidak ada manfaat dari Allah sedikitpunbaginya, Rasul bersabda:5L058H9V8U0#w9./8H9V0W98*.8$20;8`vT8+09a00u800+--]x80`5L05.P8U0#w9./5LE3820M:H0#2y:"0#0+]x80`0+ Zx80` 5L 05 5P8U0# w9 ./ 5L E38z20M .: 0# 9:50 0+055P8U0#w9./5b8x5`08


41Muhammad, mintalah dari hartaku semaumu, aku tidakdapat memberikan manfaat apapun di hadapan Allah”(HR. Bukhari dan Muslim).Dan saudara-saudara Rasulullah yang shalehtersebut mempunyai hak atas kita berupa penghormatan,cinta dan penghargaan, namun kita tidak boleh berlebihlebihan.Mendekatkan diri dengan suatu ibadah kepadamereka. Adapun keyakinan bahwa mereka memilikikemampuan untuk memberi manfaat atau mudharatselain dari Allah adalah bathil, sebab Allah telahberfirman:> = X [* W # %Zd.:“Katakanlah (hai Muhammad) bahwasanya akutidak kuasa mendatangkan kemudharatan dan manfaatbagi kalian." (QS. Al Jin: 21). X \* W = 3&Y $.:> )9M 3-43*7% 2* ZJ2)#&/( “Katakanlah (hai Muhammad): "Aku tidak memilikimanfaat atau mudharat atas diriku kecuali apa-apa yangdikehendaki oleh Allah, kalaulah aku mengetahui yangghaib sungguh aku akan perbanyak berbuat baik dan akutidak akan ditimpa kemudharatan". (QS. Al A’raf: 188).


42Apabila Rasulullah saja demikian, makabagaimana pula yang lainnya. Jadi apa yang diyakinisebagian orang terhadap kerabat Rasulullah adalahsuatu keyakinan yang bathil.Prinsip kedelapan:Dan di antara prinsip Ahlus Sunnah Wal Jamaahadalah membenarkan adanya karamah para wali, yaituapa-apa yang Allah perlihatkan melalui tangan-tangansebagian mereka berupa hal-hal yang luar biasa sebagaipenghormatan kepada mereka sebagaimana hal tersebuttelah ditunjukkan dalam Al Qur’an dan As Sunnah.Sedang golongan yang mengingkari adanya karamahkaramahtersebut di antaranya Mu’tazilah dan Jahmiyah,yang pada hakikatnya mereka mengingkari sesuatu yangdiketahuinya.Akan tetapi kita harus mengetahui bahwa adasebagian manusia pada zaman kita sekarang yang tersesatdalam masalah karamah, bahkan berlebih-lebihan,sehingga menganggap hal-hal yang sebenarnya bukantermasuk karamah, berupa; jampi-jampi, pekerjaan paraahli sihir, syetan-syetan dan para pendusta.Perbedaan karamah dan kejadian yang luar biasalainnya itu jelas. Karamah adalah kejadian luar biasayang diperlihatkan Allah kepada para hamba-Nya yangshaleh, sedang sihir adalah keluar-biasaan yang biasadiperlihatkan para tukang sihir dari orang-orang kafir danatheis dengan maksud untuk menyesatkan manusia dan


43mengaruk harta mereka. Karamah bersumber padaketaatan, sedang sihir bersumber pada kekafiran dankemaksiatan.Prinsip kesembilan:Dan di antara prinsip-prinsip Ahlus Sunnah WalJamaah adalah bahwa dalam berdalil selalu mengikutiapa-apa yang datang dari Kitab Allah dan SunnahRasulullah baik secara lahir maupun batin danmengikuti apa-apa yang dijalankan oleh para sahabat darikaum Muhajirin maupun Anshar pada umumnya dankhususnya mengikuti Khulafaurrasyidin sebagaimanawasiat Rasulullah dalam sabdanya:QQ 08A+58J0 >08+55`:5_..=2^>5:U20$8


44Segala hal yang diperselisihkan manusia selaludikembalikan kepada Al Kitab dan As Sunnah. Allahtelah berfirman:b e -5#; % P 8:]3C% "b e ':>BL# @*71 #81f & / *“Maka jika kalian berselisih tentang sesuatu,kembalikanlah kepada Allah dan Rasul-Nya jika kamubenar-benar beriman pada Allah dan hari akhir, yangdemikian itu adalah lebih baik bagimu dan lebih baikakibatnya”. (QS. An Nisa’: 59).Ahlus Sunnah tidak meyakini adanya kema’suman(terpelihara dari berbuat dosa) seseorang selainRasulullah dan mereka tidak berta’assub (fanatik) padasuatu pendapat sampai pendapat tersebut bersesuaiandengan Al Kitab dan As Sunnah. Mereka meyakinibahwa mujtahid itu bisa salah dan benar dalamijtihadnya. Dan tidak boleh berijtihad sembarangankecuali mereka yang telah memenuhi persyaratan tertentumenurut ahlul ‘ilmi.Perbedaan-perbedaan di antara mereka dalammasalah ijtihad tidak boleh mengharuskan adanyapermusuhan dan saling memutuskan hubungan di antaramereka, sebagaimana yang dilakukan oleh orang-orangyang ta'assub (fanatik) dan ahli bid’ah. Sungguh merekatetap mentolerir perbedaan yang wajar, bahkan merekatetap saling mencinta, loyal satu sama yang lain; sebagian


45mereka tetap shalat di belakang yang lain betapapun adaperbedaan masalah fiqh di antara mereka. Sedang ahlibid’ah memusuhi, mengkafirkan dan menghukumi sesatkepada setiap orang, yang menyimpang dari golonganmereka.


46PENUTUPKemudian dengan adanya prinsip-prinsip yang telahdikemukakan di atas, mereka senantiasa berakhlak muliasebagai pelengkap aqidah yang diyakini.Di antara sifat-sifat yang agung itu adalah:1. Mereka beramar ma’ruf, nahi mungkar seperti yangdiwajibkan syari’at dalam firman Allah berikut ini:&$ (SaW[ 5#1." .*7 1):> 2 * #2 4 , - “Jadilah kalian umat yang terbaik yang dilahirkanuntuk manusia, beramar ma’ruf dan nahi mungkar dankalian beriman kepada Allah.” (QS. Ali Imran: 110).8p5q0;8W0+ 8H. 8ER. 5e505 2e8A0{2>=. ].V8U2 8H9V8U5 X.0M 80 --QQ E0 8+E}208|..P50O0$ 5S5">=.o5".8p5q0;8W0+8H.8ER.5S5*0W5=5".“Barangsiapa di antara kamu menyaksikan suatukemungkaran, maka hendaklah ia merubahnya dengantangannya, apabila tidak mampu maka rubahlah denganlisannya, dan apabila tidak mampu maka dengan


47hatinya, dan yang demikian itulah selemah-lemahnyaiman". (HR. Muslim: 2/ 22, syarah Nawawi).Sekali lagi, amar ma’ruf dan nahi mungkar hanyaterhadap apa-apa yang diwajibkan oleh syari’at, sedangorang-orang Mu’tazilah dalam beramar ma’ruf dan nahimungkar tidak mengikuti apa-apa yang diwajibkan olehsyariat, sehingga mereka berpandangan bahwa amarma’ruf dan nahi mungkar adalah tidak mentaati parapemimpin kaum muslimin apabila mereka melakukanperbuatan maksiat, walaupun belum termasuk perbuatankufur. Sedang Ahlus Sunnah Wal Jamaah memandangwajib menasihati mereka dalam hal kemaksiatannyatanpa harus keluar memberontak mereka.Hal ini dilakukan dalam rangka mempersatukan katadan menghindari perpecahan serta perselisihan. SyaikhulIslam Ibnu Taimiah berkata: "barang kali hampir tidakdikenal suatu kelompok memberontak terhadap pemilikkekuasaan kecuali lebih banyaknya kerusakan yangterjadi daripada terhapusnya kemungkaran (melalui carapemberontakan tersebut).2. Ahlus Sunnah Wal Jamaah tetap menjaga tegaknyasyi’ar Islam baik dengan menegakkan shalat jum’at danshalat berjamaah sebagai pembeda terhadap kalangan ahlibid’ah dan orang-orang munafiq yang tidak mendirikanshalat Jum’at maupun shalat jamaah.3. Memberikan nasehat bagi setiap muslim, bekerjasama dan tolong-menolong dalam kebajikan dan taqwasebagaimana sabda Nabi Muhammad :


% 485S582050$ 5S50;5V50$ 5Sj=5 03.al80 5 0U>=9a 90@85':U 28+A --QQ 8HEJ5;:0#0$085 5=8W2 >5: 56.50$“Agama itu nasihat; kami bertanya: untuk siapa?Beliau menjawab: Untuk Allah, Kitab-Nya, Rasul-Nyadan para imam kaum muslimin serta kaum musliminpada umumnya." ( HR. Muslim: 2/ 36, Syarah Nawawi).QQ]F802S2F80G2u0+E08U2">.[E582 >=52589~--“Orang mu’min bagi orang mu’min yang lainbagaikan satu bangunan yang satu sama yang lain salingmengokohkan”. (HR. Bukhari: 4/ 6026), Muslim: 16/139syarah Nawawi).4. Mereka tegar dalam menghadapi ujian-ujiandengan sabar ketika mendapat cobaan dan bersyukurketika mendapatkan kenikmatan dan menerimanya sesuaidengan ketentuan Allah.5. Bahwasanya mereka selalu berakhlak mulia danberamal baik, berbuat baik kepada orang tua,menyambung tali persaudaraan, berlaku baik dengantetangga, dan mereka senantiasa melarang dari sikapbangga, sombong, dzalim, sesuai dengan firman Allah:= $$! /^/X *L9 ^:# !"% V @# !" $)&# % ) J % V @-.


49# $./ 3 $U - ' I -+< -I> *% / $M: g M' 2 #“Sembahlah Allah dan janganlah kamumempersekutukan-Nya dengan sesuatupun. Dan berbuatbaiklah kepada dua orang ibu bapak, karib kerabat, anakyatim, orang-orang miskin, tetangga yang dekat, danyang jauh, teman sejawat, ibnu sabil dan hambasahayamu, sesungguhnya Allah tidak menyukai orangorangyang sombong lagi membanggakan diri.” (QS. AnNisaa: 36).QQZo9=2I8H2J2U0W8K.]*0 8+E,085U582 >2m0 >[.--“Yang paling sempurna imannya di antara kaummu’minin adalah yang baik akhlaknya.” (HR. Ahmad:no: 7396, Tirmidzi: 3/ 1162, Abu Daud: 5/ 4682, dan AlHaitsamy, no: 1311,-1926).Kita memohon kepada Allah agar berkenanmenjadikan kita semua bagian dari mereka dan tidakmenjadikan hati kita condong kepada kekafiran setelahdiberi petunjuk (hidayah-Nya) dan semoga shalawatserta salam terlimpah kepada Nabi kita Muhammad ,keluarganya beserta sahabat-sahabatnya. Aamin.

More magazines by this user
Similar magazines