laporan akhir - KM Ristek

km.ristek.go.id
  • No tags were found...

laporan akhir - KM Ristek

• •; - ,No.: 700/2010LAPORAN AKHIRPemutakhiran Data Spasial Lahan Gambut danIdentifikasi Lahan Gambut Potensial untukPengembangan Pertanian di Fulau Kalimantan Skala1 :250.000 Seluas >1,5 Juta Hektar[Pemutakhiran Data Spasial Lahan Gambut dan Identifikasi Lahan Gambut Potensialuntuk Pengembangan Pertanian di P. Kalimantan Sesuai dengan PermentanNo.14/2009, skala 1: 250.000 Seluas >1,5 Juta Hektar]PROGRAM INSENTIF RISET TERAPANFokus Bidang Prioritas :Ketahanan PanganKode Produk Target : 1.02Kode Kegiatan : 1.02.01Penel iti Utama :Dr.lr Kusumo Nugoroho, MS.Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan PertanianBALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA lAHAN PERTANIAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN KEMENTERIAN F'ERTANIAN 2010


No.: 700/2010LAPORAN AKHIR Pemutakhiran Data Spasial Lahan Gambut danIdentifikasi Lahan Gambut Potensial untukPengembangan Pertanian di Pulau Kalimantan Skala1 :250.000 Seluas >1,5 Juta Hektar[Pemutakhiran Data Spasial Lahan Gambut dan Identifikasi Lahan Gambut Potensialuntuk Pengembangan Pertanian di P. Kalimantan Sesuai dengan PermentanNo.14/2009, skala 1: 250.000 Seluas >1,5 Juta Hektar]PROGRAM INSENTIF RISET TERAPANFokus Bidang Prioritas :Ketahanan PanganKode Produk Target : 1.02Kode Kegiatan : 1.02.01Peneliti Utama :Dr.lr Kusumo Nugoroho, MS.Balai Besar Penelitian dan Pengembangan Sumberdaya Lahan PertanianBALAI BESAR PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN SUMBERDAYA lAHAN PERT AN IAN BADAN PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN PERTANIAN KEMENTERIAN PERTANIAN 2010


• •11Pemutakhiran Dat .::; Spasial Lahan Gambut danidentifikasi Lahan Gambut Potensial untukPengembangan Pertan~an d! Pu~au KaHmantsn ~kala-.. - A - • • •• ••1 250 0 ,... ­: . uu ~eluas ;:-1,~ ~Uta NeKtaiOleh Dr. Ir. Kusumo Nugroho MS. Ir. Rudi Eko S. MSc. Untung Sutrisno SP. Drs. Wahjunto MSc. Prof. Dr. Ir. Irsal Las MS. Heres Suhirman Muhyidin Reni Widiati


• •IILEMBAR INDENTITAS DANPENGESAHANJudul Kegiatan Pemutakhiran Data Spasial Lahan Gambut danIdentifikasi Lahan Gambut Potensial untukPengembangan Pertanian di Pulau Kalimantan sesuaiPermentan 14/2009, Skala 1 :250.000 Seluas >1,5 JutaHektarFokus Bidang PrioritasKode Prod uk TargetKode KegiatanLokasi PenelrtianKetahanan Pangan 1.02 1.02 .01 Pulau Kalimantan A. Keterangan Lembaga Pelaksana/Pengelola PenelitianNama KoordinatorDr. Ir. Kusumo Nugroho, MScNama Institusi Balai Besar Penelitian dan PengembanganSumberdaya Lahan Pertanian, Badan PeneH ti an danPengembangan PertanianUnit Organisasi Balai Besar Penelitian dan PengembanganSumberdaya Lahan PertanianAlamat JI. Ir. H. Juanda 98 , Bogor 16123TeleponlFaxlEmailB. Lembaga Lain Yang TerlibatNama Lembaga Jangka Waktu KegiatanBiayaKegiatan(0251) 8323012, (0251) 8311256, june@indo.netid,joenkoes@yahoo.com10 (sepuluh) bulan Rp 225.000.000,­Lanjutan PIt. Kepala Balai Besar Penelitiandan Pengembangan Sumberdaya~~. La an Pertanian.-1 h- . , --: \,~ F .·.r ~ _ ,.£j'~(;7~V';.,. ";),' '~~'.I~(­--- YI-, .,' I,../':,;o ,"C .. ­~~\":I ' -. j.;: \,.' ~/i .-/Penanggung Jawab KegiatanProf.Dr.Ir. Suyamto Hardjosuwiryo MSDr.Ir. Kusumo Nugroho MSNIP. 19531113.197903.1.003 NIP. 19560427.198202.1.001


·.. IIIRINGKASAN Penelitian ini bertujuan mengaktualisasi Data Spasial Penyebaran Gambut diKalimantan dalam peta skala 1 : 250.000 serta menganalisis data tersebut untukarahan pengembangan lahan mendukung ketahanan pangan dan bio-energi;menentukan lahan gambut berpotensi serta evaluasi hambatan yang timbul sesudahdibuka serta menetapkan kendala dan alternatif pengelolaan lahannya. Aktualisasilahan gambut dilakukan dengan menggunakan informasi dari citra landsat terbarudan pengecekan di lapang secara terbatas pada beberapa daerah kunci . Lahangambut di Indonesia merupakan penyimpan utama karbon. Dari berbagai penelitiandi Kalimantan, banyak perubahan dalam luas dan distribusinya . Penggundulan uta ,konversi penggunaan lahan, menjadi kebun sawit, hutan tanaman indus,ri, dan a~ imenyebabkan perubahan distribusi lahan. Jika perubahan kerusakan lahan gambtidak diperdulikan, maka lahan gambut Indonesia akan habis . Penelitian ini akanmenguji bahwa data dapat menolong untuk menentukan kenampakan dan topografidari kubah gambut pada daerah tertentu, kemudian diharapkan dapat ditemukanpada kondisi yang sama di Kalimantan. Suatu korelasi yang jelas didapatkan antarakubah gam but yang cembung dan bahan substratumnya, yang diusahakan dapatdihitung berdasarkan volume gambut.


IVPRAKATA Dalam rangka realisasi kegiatan penelitian tahun Anggaran 2010, Tim PenelitiBalai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian, telah melaksanakan kegiatanpenelitian di Kalimantan. Penelitian ini bertujuan untuk melakukan aktualisasi petalahan gambut dalam bentuk peta tanah dan interpretasi lahan gambut di Kalimantan,kemudian mengidentifikasi penggunaan lahan untuk menyusun arahan komoditasunggulan dan teknologi.Laporan Kemajuan Hasil Penelitian ini menyajikan hasil-hasil penel itian yan gdidasarkan atas serangkaian kegiatan pembuatan peta gambut berdasarkan petapetayang ada survei pemetaan tanah di lapangan dan ditunjang oleh data analisLcitra satelit (Landsat) di laboratorium ....Hasil-hasil yang dikemukakan di daralaporan ini berupa data spasial atau peta berskala 1 : 250.000, berupa pe~agambut.seba raPada kesempatan ini, kami mengucapkan terima kasih kepada Instansiinstansidi lingkungan Badan Litbang Pertanian, serta instansi terkait lainnya atasbantuan dan perhatian yang telah diberikan dalam pelaksanaan penelitian ini.Ucapan yang sama kami sa mpaikan kepada seluruh anggota tim peneliti Balai BesarLitbang Sumberdaya Lahan Pertanian atas pelaksanaan tugas dan penyelesaianLaporan Akhir ini.Semoga hasil-hasil penelitian ini nantinya bermanfaat dalam usahamendukung pembangunan khususnya di sektor pertanian di lahan gambut diSumatra.~ . Bogor, 8 Nopember 2010~~r:6esaLitbang Sumberdaya Lahan/("'.... ~...t,.1. .,.;: / r.,~~;'~! \-.",A anlan'.!.! ( p", • , )-:.. \ 0[,.", ·.;i:Ja ,*1!*, . , ~\ ('I ~';: - .-r ''" ~I


vDAFTARISI LEMBAR 1f\IDENTITAS DAf\IPENGESAHAN ...................... ......................................... ii RINGKASAN ...................... ............... .............................................................................. iii PRAKATA ........................................................ .................. ........................ ..................... iv DAFTAR lSI ............................................................................................ ........................v DAFTAR TABEL ........ .. ................................................ .... ................................................ vi DAFTAR GAMBAR ..................................... .................................................................... vii DAFTAR LAMPIRAI\J .................................................................................................. viii 1.1. Latar Belakang ........ .. ............................. ............................... ............... ... ........... 1 1.2. Tujuan ....................................................... .......................................................... 2 BAB II. TINJAUAI\J PUSTAKA ..................................................................................... 4 2.1. Kondisi Spasial Sebaran Gambut di Kalimantan ............................................... 4 2.2. Pengembangan Lahan Gambut .......................................................................... 5 BAB III. TUJUAN DAN MAf\IFAAT ...................... ...................................................... 10 BAB IV. METODOLOGI ................................................... .......................................... 11 4.1. Bahan Penelitian ...... .. ................ ......................................................... ............. 11 4.2. Metoda Penelitian ................................................... ... ....................................... 12 BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN .......................................................................... 17 5.1. Hasil .................................................................................................................. 17 5.1.1. Karakteristik lahan gambut terkini ....................................................................... 17 5.1.2. Karateristik Lahan .................................................................................................. 23 5.1.3.Peta Arahan pengembangan lahan gambut potensial ..... ....................................... 33 5.1.4. Data luasan gambut untuk pertanian ..................................................................... 36 5.2. Pembahasan .................................................................................................... 37 BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN ....................................................... .................. 38 6.1 Kesimpulan ............................ ......................................... ..................... .............. 38 6.2. Saran ................................................................................................................ 38 DAFTAR PUSTAKA ........ ... ................ ......................................................................... 39 LAMPIRAN ................................... .. .............. .. ............................................................ 40


· .,vi No.DAFTAR TABELHalamanTabel1 Luas dan Penyebaran Lahan Gambut tahun 2002 di Kalimantan ....................................... 8 Tabel 2 Pemilahan kedalaman Gambut di Kalimantan ....................................................................13 Tabel3 Pemilahan kedalaman gambut dalam satu sekuen ............................................................14 Tabel4 Pemilahan kematangan gambut yang harus diamati dalam satu sekuen ....................... 14 Tabel 5 Pemilahan penggunaan lahan .. ........ .................................................................................... 14 Tabel6 Contoh Legenda tanah yang harus diamati dalam satu sekuen ..................................... 15 Tabel7 Pemilahan tanah yang harus diamati dalam satu sekuen .................................................15 Tabel 8 Tipologi lahan, penyebaran dan luasannya ................................................. .. ..................... 21 Tabel9 Pembagian tipe luapan atau tipe genangan lahan pasang surut...................................... 22 Tabel10 Padanan klasif ikasi tipologi lahan dan klasifikasi tanah .................... .. .. .............. .. ........ 22 Tabel11 Kisaran pH, di Kalimanta Barat ........... ..................................................... ... .. .............. .. .... 23 Tabel 12 Kisaran kandungan C-organik di Kalimantan Barat.......... .. .. .. .. .. ....... .. ........................... 24 Tabel13 Kisaran kandungan N-organik di Kalimantan Barat. .......... .. .. .. .. ........ .. ............................ 24 Tabel14 Kisaran rasio C dan N di Kalimantan Barat..................................................................... 24 Tabel 15 Kisaran Kadar Serat Kalimantan Barat. ................... .......................... ................................ 25 Tabel16 Kisaran Kadar abu di Kalimantan Barat. ......... ... .................................................... ........ 25 Tabel17 Daftar Lembar dari Kalimantan Barat dan letak geografisnya ........................................ 27 Tabel 18 Daftar Lembar citra Kalimantan Barat ... .................. ................... ................... ........... .... .. ... 28 Tabel19 Daftar Lembar dari Kalimantan Tengah dan letak geografisnya ............. ....................... 28 Tabel 20 Daftar Lembar citra Kalimantan Tengah ...... ....... .. .......... ............................ .................... ... 29 Tabel 21 Daftar Lembar dari Kalimantan Selatan dan letak geografisnya .................................... 29 Tabel 22 Daftar Lembar citra Kalimantan Selatan ................................................. ........................... 29 Tabel23 Keterangan Lembar 1314 Tanjung Pasir..................................................................... ...................30 Tabel24 Keterangan Lembar 1315 Pontianak ...... .. ............ ... ...........................................................30 Tabel25 Keterangan Lembar 1316 Singkawang ........ .. .. ............................ ................... ................... 30 Tabel 26 Keterangan Lembar 1317 Sambas ................................................................. .................... 31 Tabel 27 Keterangan Lembar 1416 Sanggau .............................. ... ......................... .......................... 31 Tabel 28 Keterangan Lembar 1417 Siluas.................................................... .. ...... ............................. 31 Tabel 29 Legenda Peta Ketersediaan Gambut Provinsi Kalimantan Barat ................................ ... 32 Tabel 30 Luas Gambut di Provinsi Kalimantan Selatan ....................................... ........................... 33 Tabel 31 Luas Gambut di Provinsi Kalimantan Tengah ................................. .... ...... ... .................... 33 Tabel 32 Luas Gambut di Provinsi Kalimantan Timur ..................................... ........................ ........ 36 Tabel 33 Luas Lahan Gambut menurut Propinsi.............................................................................. 37


·.. VI I No.DAFTAR GAM BAR HalamanGambar 1 Diagram alir pengerjaan pemutahiran Areal Gambut: ..... .............................................. 12 Gambar 2 Diagram alir pengerjaan pemutahiran Areal Gambut: ....... ............................................ 12 Gambar 3 Sekuen Gambut di Sungai Punggur Kalimantan Barat.. .. .. ............................................ 18 Gambar 4 Gradasi ketebalan Gambut sebelum dibuka ................................................................... 18 Gambar 5 Gradasi ketebalan gambut setelah dibuka ............... ........ ............................................... 18 Gambar 6 Peta Sebaran Lahan Gambut Balikpapan (1814) .......... .. ......................................... .. ..... 41 Gambar7 Peta Sebaran Gambut Longiram (1815)....................... ... ............................. .. .... .. ............ 42 Gambar 8 Peta Sebaran Gambut Ta bang (1816) .................................... ..... .................................... 42 Gambar 9 Peta Sebaran Gambut Ma linau (1819) ....................................... ............ ..... ................ ..... 43 Gambar 10 Peta Sebaran Gambut MuaraDua (1512).................................. ..... .... ... ....... .... ... ..... .. ..... 43 Gambar 11 Peta Sebaran Lahan Gambut Pangkalanbun (1513) ............. .. ... .. .. ....... .. .... .. .. .... .. ........ 44 Gambar 12 Peta Sebaran Gambut Kuala Pembuang (1612) ............ .. ... ......... .......... .. ...................... 44 Gambar 13 Peta Sebaran Gambut Palangkaraya (1613) .............. .. ... ... .. ... ................. ... ..... .... .. ........ 45 Gambar 14 Peta Sebaran Gambut Kuala Kurun (1614)............................. ...... ................................. 45 Gambar 15 Peta Sebaran Gambut Banjar Masin (1712)................................................................... 46 Gambar 16 Peta Sebaran Gambut Barabai (1713) ............................................................................ 46 Gambar 17 Peta Sebaran Lahan Gambut Buntok (1714) .......... ................. ...................................... 47 Gambar 18 Peta Sebaran Lahan Gambut Samarinda (1915) ...........................................................47 Gambar 19 Peta Sebaran Lahan Gambut Bontang (1916) ...................... .. ....................................... 48 Gambar 20 Peta Sebaran Lahan Gambut Muara Alasan (1917) ........................... ...........................48 Gambar 21 Peta Sebaran Lahan Gambut Tanjung Redep (1918) ...................... .............................49 Gambar 22 Peta Sebaran Lahan Gambut Tarakan (1919) ...............................................................49


·.. VIII DAFTAR LAMPIRANLampiranHalaman 1. Jadwal Palang .. ·, .......... , .. .. ,.. .. .... , .. " .. ,.. .... , ...... , ...... , .. " .. ,', .. ", .. " .. ,.. ... ,. 38 2. Daftar Nama Tim .. ,' ..... ,' " ."., " " .. ,",."'"""'".. "''''',.,." .,, ' ,, .,, .,'' ,,.""""".,,'" 38 3, Peta-Peta Sebaran Lahan Gambut dan Legenda Kalimantan ".""" " """""""", 39


.~ .BABI. PENDAHULUAN1.1. Latar BeiakangAktualisasi atau pemutakhiran data spasiallahan gambut merupakan lanjutandari kegiatan penelitian sebelumnya yang telah dilakukan di Sumatra. Data inidimaksudkan untuk memberikan data terbaru yang akan digunakan untukmenghitung perubahan yang mendasar tentang sebaran lahan gambut dalamkaitannya dengan pemanfaatan gam but untuk berbagai penggunaan. Data tersebutmenentukan hitungan emisi dan stok karbon, atau simpanan karbon dalam tanah.Perbaikan data spasial diperlukan untuk merubah gambaran tentang perbaikan yangtelah dilakukan secara nasional oleh Indonesia, dalam pengelolaan lahan gambutserta menjadi dasar pertimbangan langkah-Iangkah pengembangan peman aa:2'yang lebih baik, yang menjadikan lahan gambut dapat digunakan secarc OO im Edan berkelanjutan, serta menjadi gudang penyimpanan karbon .Dalam skala perencanaan, peta skala 1 : 250.000 sudah dapat memadaiditinjau bahwa kondisi umum di tiap INilayah (propinsi) sudah dapat diberkan sebagaidasar penentuan kebijakan tata ruang - arahan pengembangan pertanian secarasistematis dengan memperhatikan pemanfaatan yang ada di masing-masingpropinsi. Peta skala 1 : 250.000 juga telah menjadi dasar untuk perencanaan yangsistematis di tingkat nasional. Kebijakan yang dihasilkan, dapat mencakup skalapropinsi dan skala pemerintah pusat. Kebijakan mengenai gambut berada di duatingkat perencanaan.Data spasial yang memadai diperlukan segera, karena data aktual (mutahir)merupakan syarat mutlak untuk dapat melaksanakan berbagai peraturanperundangan yang sudah dan akan diundangkan, seperti Undang-undang nomor 27tahun 2007 tentang Sumberdaya Air, yang menngetengahkan masalah gambutsebagai sumber air, serta Undang-Undang nomor 26 tahun 2007 tentang TataRuang. Peraturan dibawahnya seperti khusus untuk daerah bekas PLG , KalimantanTengah (INPRES 2/2006), Rancangan PERPRES mengenai pengelolaan lingkunganlahan gam but, Rancangan Peraturan Pemerintah ntentang Rawa, dan berbagaiPeraturan/Perundang-undangan lain yang berkaitan dengan lahan gambut, akansangat tergantung kepada data luasan atau data spasial lahan gambut. PeraturanMenterri Nomor 14/2009, mengemukakan persyaratan data ini untuk pembukaanperkebunan lahan sawit. yang intinya memperkecil peluang pembukaan lahan yangtidak dapat dipertanggurgjawabkan. Pada tahun 2009, tengah dike~akan peta lahangam but Sumatra pada skala 1 250.000 Perubahan yang mendasar dalampendekatan dan data yang tersedia seperti citra terbaru, mendapatkan banyak area


• It.2yang pada saat ini tidak dapat dikategorikan sebagai gambut dalam atau gambut danperubahan kedalaman dan sebarannya.Lahan gam but yang dimaksudkan lebih mengetengahkan lahan gam butsebagai bagian dari ketahanan pangan nasional, dengan pengelolaan lahan didasarihasil identifikasi sebaran dan karakterisasi lahan guna memantapkan kebijakanpengembangan daerah sebagai kawasan pertanian (pangan) produktif.Pemutakhiran perlu dilakukan dengan mengedepankan data terakhir tentang kualitaslahan dengan karakteristik lahan aktual. Revitalisasi lahan gambut perlu dilakukandengan pengelolaan lahan didasari hasil reevaluasi lahan guna memantapkapengembangan daerah sebagai kawasan khusus/lumbung pad i nasio 01Pemanfaatan hanya dapat dilakukan sesuai dengan evaluasi lahan . a ilcdengan menilai lahan dengan karakteristik lahan aktual.Dalam kurun waktu tertentu dengan pemanfaatan terien . la' 2 la:::gambut telah banyak berubah baik karaktersitik lahannya maupun satuan laha aPemutakhiran data harus didasarkan kepada kemampuan tehnologi untukmenentukan satuan lahan (dengan citra), serta identifikasinya.Lahan gambut yang ada merupakan suatu ekosistem marginal dan fragileyang kompleks, sehingga dalam pengelolaanrryra memerlukan perencanaan yangteliti , pemanfaatan dan penerapan teknologi yang sesuai dan tepat guna. Olehkarena itu , pengelolaan lahan gam but perlu menerapkan pendekatan konservasisecara spasial untuk memberikan manfaat yang lestari bagi generasi sekarang danyang akan datang. Pengelolaan lahan gam but dengan pendekatan konservasi ­spasial meliputi kegiatan perlindungan, pengawetan dan peningkalan fungsi danmanfaat. Oleh karena itu, berdasarkan fungsinya wilayah lahan gambut dapatdibedakan menjadi: 1) kawasan lindung; 2) kawasan pengawetan; dan 3) kawasanreklamasi untuk peningkatan fungsi dan manfaat. Kawasan lindung dan pengawetandisebut juga kawasan non budidaya sedangkan kawasan reklamasi disebut jugakawasan budidaya1.2. TujuanTujuan Jangka Pendek dari penelitian ini adalah :1. Pemutakhiran karakteristik lahan gambut di P.Kalimantan2. Data spasial/sebaran gambut di P. Kalimantan ,skala 1 :250.0003. Peta potensi lahan untuk pengembanganpertanian di lahan gam butKalimantan seluas >1 ,5 juta ha , skala 1 :250.000 berdasarkanPermentan No.14/2009


• •34. Peta arahan untuk pengembangan pertaniariahan gambut di P, Kalimantanskala : 250.000Tujuan Jangka Panjang penelitian hi adalah1. Menentukan batas spasial seluruh lahan gambut di Indonesia dari Sumatra,Kalimantan dan Papua-Sulawesi. pada skala yang dapat digunakan untukperencanaan dan secara nasional berdasarkan data yang mutakhir, ya ituinterpretasi citra dan pengamatan di lapang2. Menentukan satuan-satuan lahan gambut berpotensi serta evaluasihambatan yang mungkin timbul di Indonesia3. Menetapkan kendala dan alternatif pengelolaan lahan gcmbut secara umum


·..4BAB II. TINJAUAN PUSTAKA2.1. Kondisi Spasial Sebaran Gambut di KalimantanSebaran gam but potensial di Indonesia, selalu berubah dengan berkurangnyalahan gambut yang telah digunakan, dan mengalami degradasi sehingga tidakmemenuhi kriteria diklasifikasikan sebagai lahan gambut. Subagjo (2006)menyatakan bahwa luas total lahan gambut di Indonesia sekitar 16,35 juta hektarsebelum ada reklamasi (sebelum 1970-an), dan sekarang seluas 13-14 juta hektar.Lahan rawa terluas di Sumatera, Papua Kalimantan dan Sulawesi.Luas Gambut di seluruh Indonesia menurut Driessen dan Soepraptohardjo,(1976) diperkirakan 17 juta hektar Oleh Nugroho et. a/ (1992) dikemukakan bahwauntuk keempat pulau (Sumatera, Kalimantan Indonesia, Sulawesi, dan Papua)luasnya lebih keeil yaitu sekitar 11,7 juta hektar. Kebanyakan gambut didapati didaerah pantai atau pesisir, seperti di sebelah timur Sumatera. Sebaran gambut dankandungan karbon untuk Sumatera dan Kalimantan terakhir diambil daripenghitungan Wahyunto et. al. (2005) berdasarkan pengamatan tahun 2001-2002.Luas lahan gambut tersebut dihitung dari berbagai jenis gambut (sangat dangkalsampai sangat dalam) termasuk tanah mineral bergambut. Pada tahun 2002 luastotal lahan gam but di Sumatera adalah 7,20 juta hektar atau 14,90 persen dari luasSumatera. Selama 12 tahun, di Sumatra terjadi penyusutan seluas 354.982 hektar.Berdasarkan data konsesi perkebunan dan hutan tanaman industri atau hutanproduksi, 27 persen wilayahnya merupakan lahan gambut.Konsesi perkebunansawit adalah 2,8009 juta hektar pada tahun 2004. Konsesi hutan produksi adalah1,9923 juta hektar (Hooijer et aI., 2006). Konsesi perkebunan sawit adalah 14persen dari total lahan gambut. Sawit dan HTI meneakup 23 persen . Perubahanyang terjadi sampai saat ini perlu dikaji ulang.Di Pulau Kalimantan, lahan gam but secara dominan terdapat di data ranrendah sepanjang pantai, dari Singkawang berbatasan dengan Serawak Malaysiasampai Bulungan Kalimantan Timur bagian Utara, lahan gam but dijumpai di semuaPropinsi Kalimantan (Barat, Tengah, Selatan dan Timur) .. Penyebaran lahan gambutdijumpai hingga ke arah pedalaman/ hilir sungai mencapai sekitar 50-300 km darigaris pantai. Dalam wilayah yang lebih sempit, lahan gambut ditemukan di datarantengah antara pantai Kalimantan Barat menjorok ke pedalaman sampai Putus Sibau,di wilayah propinsi Kalimantan Tengah, gam but mendominasi daerah aliran sungaiKapuas, Kahayan, dan sungai besar lain. Di Kalimantan Selatan juga mendominasi


• a.5daerah sekitas sungai besar tersebut, sedangkan di Kalimantan Timur sebarannyalebih tersebar pada daerah yang tidak terlalu luas, dengan penyebarannya ke arahhilir sungai mencapai sekitar 10-50 km dari garis pantai.2.2. Pengembangan Lahan GambutPembangunan lahan gam but menjadi bahan diskusi sesudah Mega ProyekPLG 1 juta hektar di Kalimantan Tengah, didasari oleh upaya mempertahankanswasembada pangan (beras). Keprihatinan alih fungsi lahan pertanian menjadi nonpertanian di Pulau Jawa, adanya pemikiran untuk suatu areal kompak (rice estate)agar pengelolaan efisien, adanya pemikiran bahwa lahan rawa yang luas dan bel mtergarap di kalteng merupakan lokasi potensial. KEPRES 82/1995 'entc .~pengembangan lahan gambut untuk pertanian tanaman pangan. Pemban g nan i jdilakukan dengan mengkonversi hutan rawa gam but (wet land) yang terletak diprovinsi Kalimantan Tengah menjadi sawah guna mempertahankan swasembadaberas yang telah dicapai indonesia pada tahun 1984. Program ini sesuai dengankebijakan pemerintah yang dalam rangka untuk memenuhi kebutuhan pangandilakukan dengan membuka areal baru (ekstensifikasi), meningkatkan intensitastanam dan usaha intensifikasi lainnya dengan tujuan meningkatkan produksi. Proyekini dihentikan karena berbagai masalah yg timbul kemudian akibat tidak didahuluiperencanaan yg baik. Iptek tentang rawa gambut tidak memadai (sifat, jenis, fungsi,kubah gambut, rekayasa air tanah), asumsi dan model yang diadopsi tidak relevan(elevasi/topografi, gaya gravitasi untuk irigasi dan drainase, adopsi desain dari PTSambu, Riau), tanggapan, masukan, kajian dan evaluasi terhadap keberadaanproyek serta KEPPRES 80/1999 tentang pedoman umum perencanaan danpengelolaan pengembangan lahan gambut di Kalimantan Tengah menandaiberhentinya IVlega Proyek PLG 1 juta ha. Menteri Negara PPKTI pada tahun 2002membentuk tim ad hoc. Ibu Presiden Megawati pada kunjungan 25 mei 2004 ke ekspig mencanangkan tema rehabilitasi pada kawasan tersebut. Sesudah kunjunganPresiden Susilo Bambang Yodoyono, terbit INPRES no.2/2006, sebagai tindak lanjutimplementasi khususnya pendanaan dan legislasi sebagai payung hukum (penggantiKEPPRES 80/1999).Lahan gambut sering dinyatakan sesuai untuk tanaman perkebunan, sepertiyang mendasari pembukaan daerah sekitar Kalimantan Tengah yang merupakanAreal Lahan Gambut (PLG), Krrteria kesesuaian lahan (gambut) yang digunakan


· .. 6seperti dalam suatu prosedur evaluasi lahan (Rossiter, 1994), menggunakanformulasi tertentu. Penetapan parameter kesesuaian lahan gambut untuk tanamanperkebunan dan pangan sudah ada dalam berbagai versinya. Menurut Andriesse(1988), ada delapan faktor penghambat yang menjadi kendala bagi pertumbuhantanaman di lahan gambut, terdiri dari ketebalan lapisan gambut, tekstur lapisanmineral, taraf perombakan atau kematangan atau tingkat dekomposisi, jeluk pirit,genangan banjir, kesuburan, muka air tanah dan salinitas. Bahwa dengan sistemreklamasi dan pengelolaan lahan gam but tertentu dapat ditingkatkan kesesuaianlahannya (l\Joor, 2001). Dalam mengaplikasikan teknologi pengelolaan harusmempertimbangkan dan memperhatikan karakteristiknya ( Hartatik dan 5uriadikarta,2006), jika tidak akan mengalami kegagalan.Khusus untuk tanaman sawit, 5astrosayono (2003), menyatakan ba h ' apertumbuhan sawit ditentukan oleh curah hujan, penyinaran matahari, dan tanah.Tanah yang baik untuk tanaman kelapa sawit adalah tanah Latosol, Aluvial. Tanahyang tidak baik adalah tanah dengan gambut dalam. Tanah dengan gambutsedalam 120 centimeter, sawit masih dapat hidup dengan baik,. Pada tanah gam butsedalam 250 cm atau lebih, sawit kurang baik, karena akar sulit mencapai tanah(mineral) dan tanaman akan mudah roboh. (Najiyati et ai, 2005), menyatakan bahwabatas ketebalan gam but untuk pertanaman perkebunan adalah 3 meter.Potensi dan tingkat kesesuaian lahan dan arahan pengembangan komoditikelapa sawit di Indonesia, ditentukan oleh karakteristik atau kualitas lahan yangterdiri dari temperatur, ketersediaan air, kondisi perakaran (antara lain karakteristikgarnbut), retensi hara, ketersediaan hara, toksisitas, dan terrain (Basuni, Hermawan,Ponidi, Abidin, 5oekardi, 1992). Penetapan parameter untuk berbagai tanamanperkebunan lain, disebutkan dalam berbagai literatur, yang terakhir disebutkandalam Djaenuddin et al. (2000). Mereka menyebutkan bahwa kesesuaian lahanuntuk komoditas perkebunan ditentukan kualitas lahan yang terdiri dari retensi hara(nr) dengan mempertimbangkan KTK liat, kejenuhan basa, pH H20 dan C organik.Masalah ketersediaan hara tidak jelas diperhitungkan. Dalam klasifikasi kesesuaianlahan ini 51 (Sangat 5esuai), 52 (cukup 5esuai), 53 (5esuai Marginal) dan N (Tidak5esuai). Kesesuaian lahan untuk tanaman sawit ini pada skala 1 : 250.000 (tinjau ­untuk perencanaan), Basuni, et al. (1992), menyatakan bahwa kedalaman gambutuntuk kelas 5 (5esuai), C5 (5esuai bersyarat), dan N (Tidak sesuai) berturut-turut 2 meter. 5imbol 5 mewakili 51 dan 52, dan C5 mewakili


• •753. Untuk beberapa tanaman perkebunan lain Djaenuddin et al. (2000) memberikankriteria yang mirip dengan kelapa sawit.Tanah gambut terbentuk di daerah yang kondisinya jenuh air, atau tergenangsepanjang waktu, misalnya di cekungan-cekungan daerah pelembahan, rawa bekasdanau, atau di daerah depresi/basin di data ran pantai di antara dua sungai besar.Lahan gambut yang menempati cekungan di antara dua sungai besar membentukpola kubah gam but (peat dome), apabila jarak kedua sungai tersebut cukup jauh.Kubah gambut demikian, di bagian pinggir merupakan gambut dangkal, dan makinke bagian tengah ke arah puncak kubah gam but, permukaan tanah gambut secaraberangsur menaik, membentuk gambut dalam yang tebalnya sampai belasan meter,Tanah gam but yang menempati depresi atau eekungan-eekungan sempit, biasa yamerupakan gam but dangkal (0,5-1 m) sampai gambut sedang (1-2 m),Berdasarkan derajat pelapukan/ dekomposisi bahan organik penyusgambut, tanah gambut (ordo: HistDsols) dibedakan dalam sub-ordo Ftbr/sts, Hem/sts,dan Sapr/sts. Flbrists adalah tanah gambut yang relatif belum melapuk atau masihmentah; Hem/sts: tanah gambut yang derajat dekomposisi bahan gambutnyatengahan, atau setengah melapuk; dan Saprists : tanah gambut yang derajatpelapukan bahan gambutnya sudah lanjut, atau sudah haneur seluruhnya. Penelitianyang dilakukan oleh Wetland (Wahjunto et ai, 2005) dikatakan bahwa gambuttersebar sebagai Tabel berikut.Wetland (2003) menyatakan bahwa tanah gam but dibedakan atas 5 (lima) kelompokmenu rut ketebalan atau kedalaman lapisan gambut, yakni: Gambut sangat dangkal(tanah mineral bergambut atau tanah mineral yang mempunyai gambut denganketebalan 0-50 em), Gambut-dangkal (ketebalan gambut: 50-100 em), Gambutsedang(101-200 em), Gambut-dalam (201-400 em), dan Gambut-sangat dalam(>400 em). Tanah yang memiliki gambut dengan ketebalan kurang dari 50 em, atauketebalan gambutnya sangat dangkal, tldak lagi tergolong sebagai tanah gambut(Histosols) dalam klasifikasi Taksonomi Tanah (Soil survey staff, 2003). tanahdemikian disebut tanah mineral bergambut (peaty SO/~. Ketebalan lapisangambut, pada kondisi tahun 2002 adalah seperti berikut : (v) Gambut-sangatdangkal/tanah mlnerafbergambut. Dari data dapat diketahui bahwa penyebarangambut terutama berada di Kalimantan Barat dan kalimantan Tengah, Kalimantanyang luasannya lebih kecil , tetapi mempunyai presentasi gambut yang cukup luas.


• •8Tabel I Luas dan Penyebaran Lahan Gambut tahun 2002 di KalimantanNo Kode Jenis Gambut KALBAR KALTENG KALTIM KALSEL1 00 Hemist Mineral 36673 75990 - 7678536673 75990 76785 2 01 HemisUFibrist 125435 246316 49562 -3 01 HemisUFibrisUmin 225486 45610 4539 -4 01 Hemist Mineral 44484 79055 24121 -5 01 HemistsaprisUmin 8793 124874 -6 01 Hemist Mineral 1078 106649 - 181007 01 Hemist Mineral 32896 353229 186337 323408 01 Saprist Mineral - 2753 - 28926438172 958486 264559 793689 02 HemisUFibrist 737111 459371 25528 -10 02 HemisUFibrisUmin - - 86983 -11 02 Hemist Mineral - 3028 - -12 02 HemistsaprisUmin - - - 997613 02 Hemist Mineral - - - 68790737111 462399 112511 7876614 03 HemisUFibrist 213705 574978 128561 3266915 03 HemisUFibrisUmin - - 91142 -16 03 SaprisHemisUmin - - - 64041213705 574978 219703 9671017 04 HemisUFibrist 304319 661093 100224 -18 05 HemisUFibrist 277694IIIBerdasarkan jenis gambutnya, maka komposisi utama lahan gam but adalahsebagai berikut: (i) Gambut sangat dangkal: Hemists/saprists, Hemists/mineral danSaprists/hemists;(ii) Gambut dangkal Fibrists/Saprists, Hemists/Saprists,Hemists/minera~ Saprists/Hemists dan Saprists/mineral;(iii) SedangHemists/ Saprists, Hemists/minera~Saprists, Saprists/Hemists dan Saprists/ mineraf,(iii) Dalam : Hemists/ Saprists, Saprists dan Saprists/Hemists, (iv) Sangat dalam :Hemists/Saprists dan Saprists/ Hemists.Porositas gambut yang dihitung berdasarkan kerapatan lindak dan bobot isiadalah berkisar antara 75-95%. Tanah gam but dengan kandungan bahan organiklebih dari 65% mempunyai bobot isi untuk jenis fibrik 0,10-0,12 g/cm 3 , untuk hemik0,13-0,29 g/cm 3 , dan untuk saprik 0,24-0,37 g/cm 3 . Bila kandungan bahan organikantara 30-60%, kerapatan lindak untuk jenis hemik adalah 0,21-0,29 g/011 3 danuntuk saprik 0,30-0,37 g/cm 3 , (Wahjunto et al, 2005). Oleh karena lahan gambut


• •9jenuh air dan 'Ionggar' dengan kerapatan lindak rendah, gambut mempunyai dayadukung beban atau daya tumpu (bearing capacitj) yang rendah. Akibat dari sifat inijika tanah gam but dibuka dan mengalami pengeringan karena drainase, gambutakan 'kempes" atau mengalami subsidence, dimana terjadi penurunan permukaantanah gambut. Faktor-faktor yang mempengaruhi penurunan permukaan gambuttersebut, antara lain adalah: (1) pembakaran waktu pembukaan; (2) oksidasi karenadrainase yang berlebihan, (3) dekomposisi, (4) pengolahan tanah, (5) erosi dan (6)pencucian (Sabiham, 2009/ kanunikasi pribadi)


· .. 10BAB III. TUJUAN DAN MANFAAT Penerapan Peraturan Presiden tentang Lahan gambut dan Peraturan Menteri nomor14/2009 memerlukan data yang akurat dalam mengimplementasilkan kebijakan yangberkaitan dengan lahan gambut yang berpotensi untuk pengembangan pertanian.Tanpa pemutahiran data dengan akurasilketepatan data luasan dan sebaran (dataspasial) dari lahan gambut, maka pengembangan lahan gambut sebagai kawasantanaman pangan khusus khususnya padi akan terhambat. Kebijakan dan teknologipengelolaan lahan gambut yang diperlukan tidak dapat direncanakan dan diterapkantanpa data yang akurat. Pemanfaatan lahan gambut harus dilakukan denganpengelolaan lahan didasari data sebaran dan karakteristik lahan gambut yangpotensial yang telah dimutahirkan. Prediksi peningkatan produksi , pengelolaan sertayang berkaitan dengan perubahan lingkungan dapatdiperhitungkan secara tepat.Hasil yang diharapkan dalcrn penelitian ini1. Karakteristik lahan gambut terkini2. Data Spasial Penyebaran Gambut yang potensial di Kalimantan dalam petaskala 1 : 250.000.3. Peta Arahan pengembangan lahan gambut potensial untuk mendukungketahanan pangan4. Data luasan tiap satuan lahan menurut karakteristik lahan gambut yangpotensial sesuai lahannya untuk pertanian .Dalam jangka panjang diharapkan didapatkan1. Data Spasial Penyebaran Gambut yang potensial untuk pertanian diIndonesia dalam peta skala 1 : 250.000.2. Arahan pengembangan lahan gambut untuk mendukung ketahanan pangandan bio-energi, skala 1 : 250.000. Data Sebaran (spasial) dan luasan tiapsatuan lahan menurut karakteristik lahan gambut untuk kesesuaian lahannya,untuk tanaman pangan (pad i) , perkebunan (sawit), peternakan.3. Data spasial karakteristik lahan gambut pada kawasan, untuk kesesuaianlahannya, untuk memanfaatkan pada tingkat pengelolaan yang menggunakaninovasi tehnologi tepat guna, yang merevitalisasi sekaligus meningkatkannilai, secara berkelanjutan, lestari.


• •11BAS IV. METODOLOGI Penelitian ini akan dilakukan dengan membatasi atau memetakan kembaliberdasarkan interpretasi citra terbaru (direncanakan citra berasal dari satu tahunsebelumnya, misalnya tahun 2005-2008 untuk daerah Sumatra) . Berdasarkan hasilinterpretasi ditentukan area contoh (key region). Pad a area contoh dilakukanpengujian hubungan linier antara karakteristik penutupan lahan termasukkarakteristik vegetasinya, karakteristik hidrologis, fisiografsi , dihubungkan dengankarakterstik yang dapat diukur di lapangan , seperti karakteristik tanah, kedalaman airtanah , kematangan tanah, ketebalan gambut, proporsi dan sifat kimia tanah,kedalaman substratum.Interpretasi didasarkan sistem klasifikasi dari pixel baik secara visual,maupun dengan menggunakan algoritma-algoritma yang ditentukan berdasarkanpengujian untuk data yang telah ada. Hasil klasifikasi dan deleneasi tersebut, diujidengan kenampakan di lapangan. Peta hasil dari interpretasi dan delineasi citrayang sudah terbimbing (supervised) yang dilakukan pada peta dasar skala 1 :250.000. Peta ini digunakan dalam menentukan satuan-satuan lahan dengan datayang melekat pada tiap satuan lahannya. Klas potensi lahannya dapat ditentukanmelalui prosedur evaluasi lahan pada tingkat ketelitian yang sesuai. Hasil inidigunakan untuk menentukan secara umum arahan pengembangan pertanian dansecara khusus tanaman pangan untuk ketahanan pangan.4.1. Bahan PenelitianBahan penelitian yang utama adalah data daerah yang telah diamati selamaini dari berbagai sumber data. Secara umum data tersebut adalah :1. Peta-peta yang mendeskripsikan daerah tersebut termasuk peta sebarangambut tahun 2002 (Wahjunto et ai , 2005), peta Geologi (skala 1 : 250.000),Peta Tanah (Peta Tanah tinjau Kalimantan skala 1 : 250.000), petaPenggunaan lahan , peta-peta lain.2. Data digital citra dari daerah terse but dari pengambilan data terakhir yangmemungkinkan (2008, 2007, 2005, 2002)3. Peta digital (vektor) dari daerah terse but (dari Rupa bumi) dariBAKOSURTANAL4. Data Pengamatan lapang terhadap karakteristik lahan yang aktual.5. Data lain tentang karakteristik lahan hasil survei dan pemetaan (misalnyaISDP, 2001)


·..124.2. Metoda PenelitianPelaksanaan penelitian dilakukan dengan melaksanakan kegiatan-kegiatan sebagaiberikut seperti diagram alir berikutDATA PENGAMATAN LAMAGambar 1 Diagram alir penge~aan pemutahiran Areal Gambut:/Aliran Pengerjaan Pemutakhiran-­Areal Gambut~'-------A~;· ea cont~/ Peta Dasar " / '-------­~----------,'~\eologi-batuan-substratu m /' ,- ;1".,/'rektifika iPeta GambutBaruGambar 2 Diagram alir penge~aan pemutahiran Areal Gambut:


• •13TAHAP PERSIAPAN :1. Persiapan dilakukan di laboratorium (GIS - Evaluasi Lahan)a. Merangkum satuan-satuan lahan dengan memperhatikan datapemetaan sebelumnya (Iembar-Iembar hasil kompilasi dari petaWetland Indonesia Wahjunto et ai, 2005) ; peta tanah tinjau (edisisementara) skala 1 : 250.000 dari BBSOLP (2010, sesudah tahun2007; 2008; 2009), peta Sebaran Kendala Tanah Rawa PasangSurut dan Pantai skala 1 : 500.000 (Nugroho et ai , 1992); Petatanah skala 1 : 1.000.000 (Pusat Penelitian Tanah, 2000)b. Menumpang tindihkan data spasial tersebut dalam satu kesatuan2. Mempersiapkan data citra yang dapat dihimpun dari penelitiansebelumnya ditambah data citra terbarui. Rektifikasi dan perbaikan citra landsat TM terbaruii. iV1enentukan satuan lahan dan karakteristik lahaniii. iV1enentukan area contoh untuk pengamatan di lapangTAHAP PENGAMATAN LAPANG1. Melakukan pengamatan lapang dengan mempertimbangkan penggunaanlahan sekarang, kondisi struktur lahan (saluran, drainase , iklim) dan datatanah karakteristik lahan terkini, pada titik-titik yang telan ditentukan.- Pada tahap awal pengamatan dilakukan di Kalimantan Barat. Pengamatantanah dan Pengambilan contoh dilakukan di sekitar Pontianak denganbatasan penganbilan yaitu pada 4 tanah denganTabel2 Pemilahan kedalaman Gambut di Kalimantan01 kedalaman dangkal ( 50 - 100 cm);02 kedalaman sedang 100-200 cm;03 kedalaman dalam 200 - 300 cm04 kedalaman sangat dalam >300cmSelain kedalaman atau ketebalan gam but dan permukaan, pengklasifikasiansatuan lahan didasarkan juga atas perbedaan kematanagn tanahtau tingkatdekomposisi gambut. Pengambilan contoh tanah dilakukan pad a tanah yangmempunyai tingkat dekomposisi saprik, hemik dan fibrik dengan memperhatikanhasil interpretasi dari berbagai sumber peta seperti padaTabel 1 dan 2


• •14T a b e I 3 P emla ·1 h an k e d a I aman gam b u t d a I am sa u se kuenSumber dataPeta wetland 2005Peta tinjau 2010Peta Pasut 1992Peta Penelftian insentif 201 050-100 em(01)Lokasi 1Lokasi 6Lokasi 7Lokasi 12100-200(02)Lokasi 2Lokasi 5Lokasi 8Lokasi 11200-300(03)Lokasi3Lokasi 4Lokasi9Lokasi 10> 300 cm(04)Lokasi 3Lokasi4Lokasi9Lokasi 10Tab e I 4 PemiaI h an kematanQan gam but yang harus lamatl dalam satu sekuenSumber data Saprik (a) Hemik (e) I Fibrik (f)Peta wetland 2005 Lokasi 1 Lokasi 2 Lokasi 3Peta tinjau 2010 Lokasi 6 Lokasi 5 Lokasi t,Peta Pasut 1992 Lokasi 7 I Lokasi 8 Lokasi '2Peta Penelitian insentif 2010 Lokasi 12 Lokasi 11 I Lokasi 10IPenentuan satuan peta lahan selain menurut karakteristik lahan (kedalaman,kematangan) perlu disesuaikan dengan kondisi lapang terutama perubahanpenggunaan lahan.Perubahan penggunaan diamati berdasarkan peta kompilasi(peta tanah, peta penggunaan lahan lama dan citra terbaru). Perubahan delineasidiamati berdasarkan sebaran gam but menurut sekuen dan proses pergerakanpembentukan tanah gambut, baik gambut dangkal sampai gambut yang lebih dalampad a berbagai penggunaan lahan, sesuai dengan status dan penggunaan lahan.Kondisi terkini dari pengamatan lapang didukung oleh analisa citra pada tahunT a b e15 P emlah ·1 an penggunaan I a h anLegenda keterangan SumberHr Hutan Rawa CitraKPs Kebun kelapa sawit Data yang ada + citraSw Sawah CitraBr Belukar CitraKr Karet CitraHI Hutan Lindung Data KehutananSatuan lahan atau satuan peta sebaran gambut yang dihasilkan memberikangambaran tentang sebaran secara spasial atau Data Spasial Penyebaran Gambutyang dalam penelitian ini terbatas di Kalimantan, dalam peta skala 1 : 250.000.


• •16tanaman bio-energi (sawit). Arahan pengembangan lahan gam but untukmendukung pertanian tanaman pangan dan bio-energi.Penelrtian ini akan menghasilkan :1. Karakteristik lahan gambut terkiniKarakteristik lahan gambut dimabil pada titik-titik pengamatan yang ditentukanterlebih dahulu seperti terdapat pad a lampiran peta terlampir (2. Data Spasial Penyebaran Gambut yang potensial di Kalimantan dalam petaskala 1 : 250.000.3. Peta Arahan pengembangan lahan gambut potensial untuk mendukungketahanan pangan4. Data luasan tiap satuan lahan menu rut karakteristik lahan gambut yangpotensial sesuai lahannya untuk pertanian.Rancangan riset dibagi dalam beberapa tahap sebagai mana diuraikan bEfikut1. Analisis linterpretasi dari berbagai data dan peta yang tersedia untukmembentuk satuan lahan dalam bentuk poligon menurut karakteristik gam but(kedalaman/ketebalan, kematangan/tingkat dekomposisi, substratum, danpemanfaatan lahan) hasil tum pang tindih dan interpretasi citra terakhir2. Menentukan daerah kunci (key region), yang merupakan blok-blok contohmewakili bagian dari poligon yang akan diamati, dengan karakteristik yangmenentukan pEfTlbeda dalam masing poligon.3. Pengujian dari data lapang dengan hasil interpretasi pad a blok contoh4. Pemutakhiran poligon yang sudah diuji dengan data lapang.5. Pembuatan daftar karakteristik gam but pada poligon.6. Penentuan potensi lahan gambut pada tiap poligon, berdasarkan kesesuaianuntuk beberapa komoditas yang mungkin di lahan gambut dengan cara"matching" antara kualrtas lahan dengan persyaratan tumbuh komoditas.7. Ekstrapolasi data hasil uji pad a key area untuk penggambaran peta lahangam but pad a skala 1 : 250.000.8. Pemutakhiran data spasial dan tabular dari peta lahan gambut potensialuntuk pertanian


· ~17BAB V. HASIL DAN PEMBAHASAN5.1. Hasil5.1.1. Karakteristik lahan gambut terkiniTarget yang ingin dicapai pada tahap ini adalah lebih 30 persen darikeseluruhan pemetaan. Sesuai dengan target yang disebutkan pada judul kegiatanini dalah dapat dimutahirkannya lebih 1,5 juta hektar lahan gam but. MenurutWahjunto et al (2005), luas gambut seluruh Kalimantan 5,7 juta hektar. KalimantanBarat 1,7 juta hektar. Pada tahap pertama ini yang mungkin dimutahirkan denganpengamatan lapang kembali adalah Kalimantan Barat yang kurang lebih 30 persendari luas keseluruhannya, kemudian diikuti Kalimanatan Tengah, Kalimantan Selatandan Kalimantan Timur ..Realisasi kegiatan adalah lebih dari 100 persen dengan telah dilakukannyapengamatan di lapang untuk seluruh Kalimantan dan pemutahiran peta sebarangambut skala 1 : 250.000 hektar.Hasil yang akan dilaksanakan dalam penelitian ini ada lah karakteristisasilahan gambut terkini, atau Data Spasial Penyebaran Gambut yang potensial diKalimantan dalam peta skala 1 : 250.000. Berdasarkan data dibuat Arahanpengembangan lahan gambut potensial untuk mendukung ketahanan pangan yangmemberikan informasi tentang data luasan tiap satuan lahan menurut karakteristiklahan gambut yang potensial sesuai lahannya untuk pertanian.Kegiatan yang telah dilaksanakan, pertama menggali informasi tentangsebaran lahan gambut dari literatur dan hasil penelitian yang ada. Salah nsatupenelitian pemetaan detail di daerah sungai Punggur (Nugroho et ai, 1992) sepertipada gam bar (Gambar 3) berikut. Konsep Kubah Gambut, seperti yang nampakpada gambar tersebut mempunyai kaitan erat dengan deposisi bahan organikpembentuk gambut. Perubahan yang nampak pada daerah-daerah di KalimantanBarat pada daerah yang belum dibuka maupun sudah dibuka memberikan gambaranperubahan atau gradasi dari gam but menurut kedalamannya. Perubahan daridaerah yang sudah dibuka atau dimanfaatkan dan daerah lain yang belumdimanfaatkan sebagai daerah budidaya secara skematis dapat dilihat pada Gambar(Gambar 4 dan Gambar 5 ) berikut ini.


• •18----..~- --- -/ --.-_.-­---';"",-- I


• •19pada masa lampau. Tanah gambut atau Histosols adalah tanah yang tersusun daribahan organik setebal 40 em atau lebih dari permukaan tanah, dengan kandungankarbon organik 18 persen atau lebih apabila fraksi liatnya ~ 60 persen , atau karbonorganik sebesar 12 persen atau lebih apabila tanpa fraksi liat, atau karbon organikantara 12 dan 18 persen apabila fraksi liat diantara 0 dan 60 persen . Apabila 75persen atau lebih volumenya berupa bahan organik fibrik yang biasanya mempunyaibulk density kurang dari 0,1 g/ee, maka minimal ketebalannya adalah 60 em .Tingkat perkembangan tanah Histosols ditentukan oleh tingkat dekomposisidari bahan organik yang dinyatakan dalam kadar seratnya, sehingga dibedakan atasfibrik, hemik dan saprik. Tanah-tanah Histosols di daerah studi termasuk dalamsubgrup Terrie Haplohemists, Saprie Haplohernists dan Typic Haplohernists yangmempunyai sifat-sifat berikut:Terrie SulfihemistTanah gambut yang mempunyai tingkat dekomposisi hemik berwarna hitam (5YR2.5/1 , 10YR 3/1) dan reaksi tanah sangat masam sampai masam (pH 2,6-4,7).Substratum liat (peaty clay/muck), agak lekat, berwarna kelabu sampai kelabu gelap(5Y 2/1-5Y 4/1-3/) . Lapisan dibawahnya bertekstur liat berdebu, agak lekat dan agakplastis, berwarna kelabu (5GY 5/1), dan reaksi tanah masam (pH 4.0). Lapisan inimengandung pirit yang dieirikan oleh reaksi H 2 0 2 kuat dan pH turun meneapai1,0-1 ,5.Tanah ini mempunyai C-organik sangat tinggi (9,44 - 29,66%), nitrogen totalsedang sampai sangat tinggi (0,1 -0,69%), kadar abunya tinggi berkisar antara 20,13- 88,48 persen dan kadar serat berkisar antara 7 - 27%. P20S total sangat rendahsampai tinggi (14,9-71 ,1 mg/100 g), Fosfat tersedia sang at rendah sampai tinggi(0,9 - 13,1 ppm). Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah sedang sampai sangat tinggi(25,44 - 62 ,7 me/100 9 tanah), kejenuhan bas a sangat rendah sampai sangat tinggi(5 - 99%), dan aluminium dapat dipertukarkan tinggi sampai sangat tinggi (5,33 ­25 ,64 me/1 OOg tanah).Saprie HaplohemistsTanah gambut juga mempunyai tingkat kematangan hemik dan mempunyaitingkat kematangan saprik pada kedalaman 25 em berwarna eoklat sangat gelapkekelabuan (10YR3/2), hitam (5YR 2,5/1), dan reaksi tanah sangat masam (pH3,4-3,9). Lapisan bawah berwama eoklat sangat gelap (10YR 2/2), eoklat sang atgelap kemerahan (5YR 2,5/2). Kedalaman tanah mineral dibawahnya bervariasi dari100 em hingga lebih dari 300 em . bertekstur liat atau liat berdebu , berwarna kelabu


• II>20sampai kelabu terang keeoklatan (5Y 5/1 sampai 1 OYR 6/2), mengandung pirit ataubahan sutfidik.Tanah ini mempunyai C-organik sangat tinggi (2,94 - 42,8%), nitrogen totalsedang (0,1 -0,69%), kadar abunya tinggi berkisar antara 12,15 - 93,0 persen dankadar serat berkisar antara 13 - 27 %. P20S total Sedang sampai tinggi (27 - 46mg/100 g) , Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah tinggi sampai sangat tinggi (39,52- 71 .12 me/100 9 tanah), kejenuhan bas a rendah (29 - 33%), dan aluminium dapatdipertukarkan rendah sampai tinggi (0,34 - 13,33 me/1 OOg tanah).Typic Hap/ohemistsTanah gambut yang mempunyai tingkat kematangan hemik. Lapisan atasberwarna eoklat sang at gelap kekelabuan (OYR3/2), hitam (5YR 2,5/1) , dan reaksitanah sangat masam sampai masam (pH 2,9-4,8). Lapisan bawah berwarna eoklatsangat gelap (1 OYR 2/2), eoklat sangat gelap kemerahan (5YR 2,5/2) . Kedalamantanah mineral dibawahnya bervariasi dari 100 em hingga lebih dari 300 em,bertekstur liat atau liat berdebu, berwarna kelabu sampai kelabu terang keeoklatan(5Y 5/1 sampai 10YR 6/2) , mengandung piritatau bahan sulfidikTanah ini mempunyai C-organik sangat tinggi (26,66 - 42,8%), nitrogen totalsedang (0,1 -0,69%), kadar abunya tinggi berkisar antara 39 ,81 - 72,35 persen dankadar serat berkisar antara 13 - 33% . P 2 0 S total sang at rendah sampai tinggi (22,9­25,0 mg/100 g), Kapasitas Tukar Kation (KTK) tanah tinggi sampai sangat tinggi(11,64 - 23,20 me/100 9 tanah), kejenuhan basa rendah (29 - 33%), dan aluminiumdapat dipertukarkan tinggi sampai sangat tinggi (1 ,57 -13,33 me/100g tanah)Lahan gambut dangkal (G-1) Lahan gam but dangkal terutama dijumpai di rawa belakang (baekswamp) dan sisi kubah gam but. Karateristik lahannya adalah berdrainase terhambat, permeabilitas agak eepat, solum tanah sangat dalam. Tanahnya termasuk dalam Terrie Sulfihemists. Lahan gambut tengahan (G-2) Lahan gambut tengahan dijumpai di sisi kubah gambut yang mempunyai karakteristik drainase sangat terhambat, permeabilitas eepat, dan solum tanah sangat dalam. Tanahnya termasuk dalam Typic Haplohemists dan Terrie Haplohemists.


·.. 21Tabel 8 Ti!20logi lahan, !2ent'ebaran dan luasannt'aScheme ILuas (Ha)Simbol Ka puasSei Sei Sei Air Olak·olak DesaKecil Jangkang I TolalKakap Nipah Bulan Pulih Kubu KubuII &1 11G·1 990 930 241 646 910 810 756 5.283G·2 168 485 472 946 530 766 543 3.909G·3 135 116 166 190 315 139 1.060G-4 79 103 183Jumlah 6700 3.314 2.800 1.390 2.420 1.960 2.350 1750 22.684Lahan gambut dalam (G-3)Lahan gambut dalam dijumpai di kubah (dome) gambut yang mempunyaikarakteristik drainase sangat terhambat, permeabilitas cepat, solum tanah sangatdalam . Tanahnya termasuk dalam klasifikasi Typic Haplohemists.Lahan gambut sangat dalam (G-4)Lahan gambut sangat dalam dijumpai di kubah (dome) gambut yangmempunyai karakteristik drainase sangat terhambat, permeabilitas cepat, solumtanah sangat dalam. Tanahnya termasuk dalam Typic Haplohemists .Tipe Luapan Air dan PenyebarannyaPengukuran tinggi muka air tanah dilakukan pada setiap titik observasi danpengeboran tanah , baik berupa air genangan maupun muka air di bawah permukaantanah. Setiap titik pengukuran diplotkan di dalam peta dasar, dilakukan ekstrapolasi ,dan didelniasi untuk membuat satuan tipe luapan . Garis kontur dan titik ketinggianpada peta topografi digunakansebagai dasar deliniasi.Klasifikasi tipe luapan airberkaitan dengan hidrotopoglafi . manajemen airdan kondisi tata-air. Klasifikasi hidrotopografi yang diberi nama "tipe luapan air"diadopsi oleh Proyek Studi Pertanian Lahan Pasang Surut (PPLPS)-Swamps II ,Badan Litbang Pertanian, (Widjaja-Adhi, 1992) yang terdiri 4 (empat), yaitu : tipeluapan A , B, C dan D. Klasifikasinya di dasarkan pada terjadinya luapan pada saatpasang besar (spring tide) dan pasang kecil (neap tide) , serta kedalaman mukaair tanah, seperti disajikan pada TabeI4.2.3.Oi daerah survei terdapat 4 tipe luapan yaitu tipe luapan A, tipe luapan B,tipe luapan C dan tipe luapan O. Kombinasi tipe luapan B/C yaitu pada saat pasang


. '" 22besar termasuk tipe luapan B dan bila pasang keeil muka air tanah turun sehinggaterasuk tipe luapan CPada scheme kKapuas Keeilil-III dan Sei Kakap didominasi oleh tipe luapanair B. Sedangkan Scheme Sei Nipah , Sei Bulan, Jangkang-I , Air Putih , Olak-OlakKubu, dan Oesa Kubu didominasi oleh tipe B/C . Tipe luapan air yang tergolong BICumumnya terdapat pada tipologi lahan gambut, mempunyai retensi air tinggi ,sehingga muka air tanah tidak jauh dari permukaan tanah ketika pasang keeil terjadi.Tabel berikut.Penyebaran dan luasan air tipe luapan di daerah survei disajikan pad a padaTbl9Pem a e b aglan lpe uapan a au Ipe genangan I a h an pasang suruUraianABLahan selaluterluapi oleh air pasang, baik pasang besar (spring tide) maupunpasang keeil (neap tideJ.;Lahan hanya terluapi oleh air pasang besar saja, tetapi tidak terluapi olehpasang keeil atau pasang harian;C Lahan tidak terluapi oleh air pasang , tetapi air tanah berada kurang dari 50em dari permukaan tanah ;0 Lahan tidak terluapi oleh air pasang, air tanah berada pad a kedalanan lebihdari 50 em dari permukaan tanah ;. ..Sumber : WldJaJa Adhl , 1992.Tbl10Pda a e anan klaSI·f I·kaSİ ṫipoIOQI . I a h an dan klaS11 ·fikaSI. t ana hKlasifikasiNugrohoTim Teknis (2009)KlasifikasiKlasifikasiPengembanKlasifikasi TanahWidjaja­Widjaja-Adhi,ganSUP(Soil Taxonomy, 1998)Adhi,1992 1997Sumsel)1998/1999Gambut Gambut Gambut Gambut HISTOSOLS (TerrielTypiedangkal Oangkal dangkal (G-1) dangkal Sulfihemists, Haplohemist,(G1 ) (GOK)(01 :50­ Sulfisaprist, Haplosaprist)100cm) sedikit Haplofibrist.Gambut Gambut Gambut Gambut HISTOSOLS (Typic/Sapriesedang- Sedang tengahan (G- tengahan Haplohemists, Haplosaprist,dalam (G2­ (GSO) ~~ 2) (02100­ Haplofibrist, Sulfihemist, G3) 200em) S u Ififi brist.Gambut Gambut Gambut Oalam dalam (G-3) dalam (GOL):' I (03200­300em)Gambut Gambutsangat sangatdalam (G-4) dalam(04:>300em)') Bergambut dapat Juga berada pada Aluvlal bersulfida dalcm·sangat dalam


· .. 235.1.2. Karateristik LahanKesuburan tanah tergantung kepada kemampuan tanah untuk mensuplai airdan unsur hara dalam jumlah yang seimbang agar dapat menunjang pertumbuhantanaman . Hal ini tergantung kepada sifat kimia, fisika dan biologi tanah. Sifat kimiatanah seperti reaksi tanah (pH), Kejenuhan AI , kandungan hara N, P, K Ca, Mg ,kapasitas tukar kation (KTK) dan kejenuhan basa (KB) dapat mencerminkan tingkatkesuburan tanah . Juga kadar pirit, yang dapat menghambatlmeracuni tanaman ,serta kebutuhan kapur.Reaksi tanah (pH tanah)Reaksi tanah ditunjukan oleh tingkat kemasaman tanah yang di nyatakandengan pH tanah. adalah logaritma dari konsentrasi ion H+ dalam larutan tanahKemasaman tanah dapat mengakibatkan kekurangan unsur hara makro datoksisitas unsur hara mikro serta menghambat kegiatan mikroba tanah (Soepardi ,1983). Hasil analisis tanah di laboratorium (Tabel 4.2.4.1) menunjukkan bahwareaksi tanah lapisan atas daerah survei memiliki pH 2,6.- 6,0 yang tergolong sangatmasam sampai masam.T a b e 111 K'Isaran pi H , d' I K a I' Imanta B aratSchemeTipologi Kapuas Sei Sei Sei Jang kang Air Olak- OesaLahan Keci II & Ka kap Ni pah Bulan I Putih Olak KubuIIIKubuPHOJ - 2,8- 5, J 3,4-5,1 3,7 3,2-4,5 3,4­ 3,8-4,9 3,5-4,14,202 - 3,1-4,5 3,9-4 ,5 3,6­ 3,5-5,0 3,7­ 4,3 3,5-3,74,74,10 3 - - 3,2-4,9 4,0 3,5-5,0 3,7­4, 13,2-3,6 3,6-4,904 - - - - - 3,6 3,2- 3,6 -Reaksi tanah menunjukkan sangat masam sampai masam yang hampirmerata diseluruh wilayah penelitianBahan organikBahan organi< merupakan sumber ion nitrogen yang sebagian bescr terikatdalam bentuk organik dan sebagian kecil dalam bentuk anorganik. Bahan organikberasal dari sisa tanaman atau kotoran hewan yang tingkat pelapukannyadicerminkan oleh nilai rasio C dan N. makin besar nilai rasio C dan N berarti tingkatpelapukan bahan organik belun matang. Sebaliknya bila rasio C dan N rendah


·" 24berarti pelapukan bahan organik sudah matang sehingga N yang dihasilkannyamenjadi lebih tersedia bagi tanaman,Tanah di Kalimantan Barat memiliki kadar C-organik yang beragam, berkisarantara 1,47 - 32,56% atau termasuk dalam kriteria termasuk sedang sampai tinggi,G1 , G2 dan G3 dan G4, Kadar serat pad a tanah organik berkisar antara 2,0-15,9 %,yaitu pada tipologi lahan HSM, G1, G2, dan G3, dengan kadar abu berkisar antara0,6- 253%, Kadar serat yang rendah menunjukan sebagian tanah telah mengalamitingkat kematangan yang lebih baik,Kisaran C-organik, N, rasio C dan N, kadar serat serta Kadar abu padaseluruh scheme disajikan pada berturut turut.T a b e112 K' Isaran k and ungan C-organl 'k d' I K a I' Imantan B a rat.SchemeTip oJog SPT Kapuas Kakap Sei Sei Jangkangi Lahan KecilNipah Bulan [II & IIIC-organik (%)02 12 - - 6,7­11,3AirPutihOlak-OlakKubu- - - - -03 13 - - - - - - 23 , 1 -04 14 - - - - - - - -OesaKubuII T a b el1 3K' Isaran k andungan N-organlk d' I K a r Iman an Bara,Tipolog Sche mei Lahan SPT Kapuas Kakap Sei Sei Jangkang Air Olak- OesaKecil Nipah Bulan I Putih Olak KubuII & I1[KubuN (%)/01 II - 0,11­0,26- - - 0,21­0,320, 15 -02 12 - - 0,29-0, 31 - - - - -D3 13 - - - - - - - -04 14 - - - - - - - -ITabel14 Kisaran rasio C dan I\J di Kalimantan BaratSchemeTipol og Kapuas Kakap Se i Sei Jangka Air Olak- Oesai Lahan Kecil Jl Nipah Bulan ng Putih Olak Kubu& [11 [ KubuC/N01 - 4-9 - - - 6-13 10 -02 - - 6,7­ - - - - -11,30 3 - - 5-12 - I ­ - - -04 - - - - - - - -


· .. 25Tabel15 Kisaran Kadar Serat Kalimantan BaratTipologSche meKapuas Kaka p Se i Sei Jangkang Air Ol ak - Desai Lahan Kecil II Ni pah Bulan I Putih Ol ak Kubu& 1IIKubuKad ar serat (%)HSM 12-1 5,9 12-14,0 - - - - - -- - - 2,0-4,0 - 2,0-6,0 2-1 4,0 -G-2 - - - 3,9-12,04,0 -12,0 20-40 - 6-1 2­Tabel16 Kisaran Kadar abu di Kalimantan BaratSchemeTipolog Kapuas Kakap Sei Sei Jang kan g Ai r Olak- Desai La han Keci l II Nipah Bulan I Putih Ol ak Kubu&IIIKubuKadar abu {%)G-2 - 10 ,0 0,6­ 3,8­ 20,2-22, 2 7,0­ - 12,120 ,4 15, 918 ,4G-3 - - 0,4 0,6 - - 0,4-0, 5 5,314 ,6P-cadangan dean P-tersediaUnsur Fospor (P) berperan penting dalam metabolisme tanaman sertapembentukan ATP dan senyawa P lainnya di samping sebagai aktivator, kovator danpenyusun enzim dalam proses fisiologi. Cadangan P tanah terdapat dalam bentukP-organik dan anorganik, Unsur P yang diambil tanaman adalah dalam bentuk ionHP042- dan H2P04- yang keadaannya dipengaruhi oleh pH tanah, Tanah denganpH rendah (masam) banyak mengandung ion H2P04- sedangkan tanah dengan pHtinggi banyak mengandung ion HP042-,Hasil analisis tanah menunjukkan bahwa tanah di daerah Kalimantan Baratberkadar P-cadangan berkisar antara 30 - 93 mg/100g tanah atau termasuk dalamkriteria sangat rendah sampai sangat tinggi , sedangkan P-tersedia/aktual adalah3,5- 13,1 ppm P205/100 9 tanah atau termasuk dalam kriteria rendah sampaisedang Untuk tanah bergambut atau tanah gam but; HSM, G-1 , G-2, G-3 dan G-4atau kadar P-cadangan berkisar antara 29-259 mg/1 00 9 tanah dan P-tersedia 0,14­4,9 ppm P205/100 9 tanah,K-cadangan dan K-tukarKalium merupakan satu-satunya kation monovalen yang esenial bagitanaman, yaitu sebagai aktivator berbagai enzim , memperkuat daya tanah tanamanterhadap berbagai penyakit. merangsang pertumbuhan akar tanaman , dancenderung meniadakan pengaruh kelebihan nitrogen (Soepardi, 1983), K-tersediadalam tanah berasal dari mineral felsfar dan mika dalam 3 bentuk yaitu : (1) K dalam


• •26larutan dapat diserap oleh akar, (2) K dalam kompleks pertukaran, dan (3) K dalambentuk mineral primer.Tanah di Kalimantan Barat memiliki kandungan K-cadangan berkisar antara0,06 -2,54 me Kl1 00 9 tanah. Pada tanah bergambut, K-cadangan berkisar antara0,04-0,43 me/100 9 tanah dan K-tersedia berkisar antara 0,01-0,34 me/100 9 tanah,dan pada tanah gambut (G-1 , G2 , G-3 dan G-4) Kandungan K-cadangan berkisarantara 0,03-1 ,66 me/1 00 9 tanah termasuk rendah, K-tukar antara 0,01-0,43 me/1 009 tanah. Hal ini mengindikasikan bahwa tanah di lokasi survei memerlukanpemupukan K yang memadai.Kandungan kation Ca, Mg , dan Na yang dapat ditukar mengambarkantersedianya kation-kation ini bagi tanaman. Kation Ca dan Mg merupakan unsur haraesensial bagi tanaman. Akan tetapi kedua unsurini mudah tercuci , terbawa tanamandan erosi (Soepardi, 1983). Hasil analisis tanah di daerah survei (TabeI4.2.4.11 slTabeI4.2.4.13) nenunjukkan bahwa kandungan kltion basa yang dapat ditukarkandari Ca, Mg dan Na pada tanah mineral (SPT 1,2,4, 5, 6, 7, dan 8 adalah sebagaiberikut Ca berkisar antara 0,31-5,20 me/100 9 tanah , Mg berkisar antara 0,2 1-10,27me/100 9 tanah dan Na berkisar antara 0,06-3 ,85 me/1 00 9 tanah.Pada tanah bergambut atau pada tanah gambut SPT 3, 9, 10, 11 , 12, 13 dan14 Kandungan Ca beil


·.. 27keracunan. AI-tertukar di daerah survei berkisar antara 1,60 - 28,38 me/100 9 tanahyang tergolong rendah sampai sedang.Kebutuhan KapurHasil analisis menunjukkan bahwa tanah-tanah yang berada di delapan schemewilayah pengembangan ISDP Kalimantan barat bereaksi sang at masam sampaimasam, untuk menaikan pH tanah rata-rata memerlukan kapur untuk menaikan pHdiperlukan sebanyak 3,3-19,6 ton/hektar.berikutKarakteristik lahan dimati pad a lembar-Iembar seperti terlihat pada tabelT a b e 117 D a ft ar L em b ar dan. K a I' 1man an Baratd an I e t a k geogra fiIsnyaNo Nomor Lembar Lintang Lintang Bujur Bujur e t-s rar gc l1 1317 Sambas 2° 0' LU 1° 0' LU 108° 00' BT 1OgO 30' BT2 1417 Siluas 2° 0' LU 1 ° 0' LU 1OgO 30' BT 111 " 00' BT Sara '' c'3 1517 Penjawan 2° 0' LU 1° 0' LU 111° 00' BT 112 0 30' BT Sarawak4 1617 Tayaban 2° 0' LU 1° 0' LU 112° 30' BT 114° 00' BT - Kaltim5 1316 Singkawang 1° 0' LU 0° 0' 108° 00' BT 1090 30' BT6 1416 Sanggau 1° 0' LU 0° 0' 1090 30' BT 111° 00' BT7 1516 Sintang 1° 0' LU 0° 0' 111° 00' BT 112° 30' BT8 1616 Putussibau 1° 0' LU 0° 0' 112° 30' BT 114°00' BT Kalteng-kaltim9 1315 Pontianak 0° 0' 1 ° 0' LS 108° 00' BT 1090 30' BT10 1415 Tayan 0° 0' 1 ° 0' LS 1090 30' BT 111° 00' BT11 1515 Nangapinoh 0° 0' 1 ° 0' LS 111° 00' BT 112° 30' BT Kalteng12 1615 Ambulu 0° 0' 1 ° 0' LS 112° 30' BT 114° 00' BT Kalteng13 1314 Tanjung pasir 1° 0' LS 2° 0' LS 108° 00' BT 1090 30' BT14 1414 Ketapang 1° 0' LS 2° 0' LS 1090 30' BT 111° 00' BT Kalteng15 1514 Tanjungwaringin 1° 0' LS 2° 0' LS 111° 00' BT 112° 30' BT Kalteng16 1413 Kedawangan 2° 0' LS 3° 0' LS 108° 00' BT 1090 30' BT Kalteng17 1513 Pangkalan Bun 2° 0' LS 3° 0' LS 1OgO 30' BT 111° 00' BT +KaltengData spasial juga didapatkan dari data citra, yang sangat berguna untuk mengetahuitutu pan lahan atau landcover. Land cover mempunyai korelasi yang baik terhadapkondisi tanah tertentu, seperti tutu pan vegetasi rawa, menandai adanya tanah yangbasah. Karakteristik tertentu dapat digunakan untJk melihat perubahan tanah, atau


·.. 28dengan kata lain karakteristik lahan gambut pad a kawasan, menunjukkan kondisitanah seperti kberadaan gambut.Tabel18 Daftar Lembar citra Kalimantan Barat- -­No Nomor path row path row path row1 1317 Sambas 122 592 141 7 Siluas 122 59 121 593 1517 Penjawan 121 59 120 594 1617 Tayaban 120 59 119 595 1316 Singkawang 122 59 122 606 1416 Sanggau 121 59 121 60 120 607 1516 Sintang 121 59 120 59 120 60 119 598 1616 Putussibau 121 59 120 59 120 60 119 599 1315 Pontianak 121 59 120 59 120 60 119 5910 1415 Tayan 121 59 120 59 120 60 119 5911 1515 Nangapinoh 121 59 120 59 120 60 119 5912 1615 Ambulu 121 59 120 59 120 60 119 5913 1314 Tanjung pasir 121 59 120 59 120 60 119 5914 1414 Ketapang 121 59 120 59 120 60 119 5915 1514 Tanjungwaringin 121 ! 59 120 59 120 60 119 5916 1413 Kedawangan 121 59 120 59 120 60 119 5917 1513 Pangkalan Bun 121 59 120 59 120 60 119 59T a b e 1190 a ft ar L em b ar d an 'K a I' Iman an Tengah d an I e t a k geogra fi IsnyaNo Nomor Lembar RBI Lintang Lintang Bujur Bujur Keterangan1 1616 Putussibau 1 u 0' LU OU 0' 112 u 30' BT 114° 00' BT Kalbar -kaltim2 17163 1515 Nangapinoh 0° 0' 1° 0' LS 111 0 00' BT 112° 30' BT Kalbar4 1615 Ambulu 0° 0' 1° 0' LS 112° 30' BT 114 u 00' BT Kalbar5 1715 Muara Tewe Kaltim6 1414 Ketapang 1° 0' LS 2° 0' LS 109° 30' BT 111 0 00' BT Kalbar7 1514 Tanjungwaringin 1 0 0' LS 2° 0' LS 111 0 00' BT 112 0 30' BT Kalbar8 1614 Kuala Kurun9 1714 Buntok ' Kalsel10 1413 Kedawangan 2° 0' LS 3° 0' LS 108° 00' BT 109030' BT Kalbar11 1513 Pangkalan Bun 2 u 0' LS 3 0 0' LS 109 u 30' BT 111 u 00' BT Kalbar12 1613 Palangkaraya13 1713 Kandangan Kalsel14 141215 1512 Tanjungputing16 1612 KualaPembuang17 1712 Banjarmasin KalselI


· ~29T a b e I 20 D a ft ar Lemb ar CI 't ra K a r Iman an TengahNo Nomor path row path row path row1 1616 Putussibau 122 592 1716 122 59 121 593 1515 Nangapinoh 121 59 120 594 1615 Ambulu 120 59 119 595 1715 Mu ara Tewe 122 59 122 606 1414 Ketapang 121 59 121 60 120 607 1514 Tanjungwaringin 121 59 120 59 120 60 I 119 598 1614 Kuala Kurun 121 59 120 59 120 60 I 119 5 C9 1714 Buntok 121 59 120 59 120 I 60 I 119 5910 141 3 Kedawangan 121 59 120 59 120 ! 60 'lS 5911 1513 Pang kalan Bun 121 59 120 59 120 60 11 S ~-12 1613 Palang karaya 121 59 120 59 120 60 11 S Sf13 1713 Kandangan 121 59 120 59 120 60 119 5914 1412 121 59 120 59 120 60 119 5915 1512 Tanjungputmg 121 59 120 59 120 60 119 5916 161 2 KualaPembuang 121 59 120 59 120 60 119 5917 1712 Banjarmasin 121 59 120 59 120 60 119 59!'I1:T a b e121 D a ft ar L em b ar d an 'K a I' Imantan SI eatan dan I e t a k geogra fiIsnyaNo Nomor Lembar Lintang Lintang Buj ur Bujur Keterangan9 1714 Buntok 1° 0' LS 2° 0' LS109 0111 °30' BT 00' BTKalsel13 171 3 Kandangan 1° 0' LS 2° 0' LS111 u112 u00' BT 30' BTKalsel17 1712 Banjarmasin 1° 0' LS 2° 0' LS109° 111 v30' BT 00' BTKalselTabel22 Daftar Lembar citra Kalimantan SelatanNo Nomor path row path row path row9 1714 Buntok 121 59 59 120 60 11913 1713 Kandangan 121 59 59 120 60 11917 1712 Banjarmasin 121 59 59 120 60 119Sesuai dengan peta yang telah dapat disusun berdasarkan sumber seperti disebutkan diatas : a, Peta Tanah Tinjau skala 1 : 250,000 Kalimantan Barat (2009)


• •30b. Peta Gambut Wetland (2002)e. Peta Tanah ISDP (1998) dan peta lain (Nugroho et ai, 1992)didapatkan peta-peta menurut RBI (Bakosurtanal) skala 1 : 250.000Peta lain belum dapat disajikan dalam tahap overlying dan perbaikan. Petayang telah dapat dihasilkan disajikan pad a bag ian akhir lanpiran, dengan peta yangmendasari pembuatannya seperti peta tanah tinjau (Suharta, 2005), peta Wetland(Wahjunto et ai, 2002), peta tanah pasang surut (ISDP, Balitra, 2009)5.1.2Data Penyebaran Gambut yang potensial Kalimantan skala 1 : 250.000.T a b e I 23 Keterangan L em bar 1314 T' anJung P asrrSimbol Ketebalan Gambut Kematangan Penggunaan Lahan LuaslHaJ %D2.e/i.Br.1 Sedang (100-200 emJ hemiklfrbrik Belukar rawa 14.81 065D2.e/i.HB.1 Sedang (100-200 em) hemik/fibrik Hutan Bakau 56.11 2r~ ~D2.e/i.HG.1 Sedang (100-200 em) hemiklfibrik Hutan Gambut 1, ~~t .. ~ N -_D2.e/i.Sw.1 Sedang (100-200 em) hemiklfibrik Sawah I 713.lc 3 s ~:D3.e/i .Sw.1 Dalam (200-300 em) hemiklfibrik Sawah I 36.58 1 61Tabe124 Ke t erangan Lembar 1315 P onrran Ek2.267,4 0 100,00 12,267.40 ISimbol Ketebalan Gambut Kematangan Penggunaan Lahan Luas (Ha) %D1.e/i.Sw.1 DangkalJ51-1 00 eml hemiklfi brik sawah 4,922.00 19.64D1.e/i/m.HG.1 Dangkal (51-100em) hemiklfibriklmineral hutan gambut 141.00 0.56D1.e/i/m.PKS.1 Dangkal (51-100 em) hemiklfibriklmineral kelapa sawit 1,696.00 6.77D1.e/i/m.Sw.1 Dangkal (51-100 em) hemiklfibriklmineral sawah 87.00 0.35D2.e/i.HB.1 Sedang (100-200 em) hemiklfibrik hutan bakau 1,447.00 5.77D2.e/i .HG.1 Sedang (100-200 em) hemiklfibrik hutan gambut 11 ,622.00 46.37D2.e/i.HL.1 SedanQ (100-200 em) hemiklfibrik hutan lindung 49.00 0.20D2.e/i.Sw.1 Sedang (100-200 em) hemiklfibrik sawah 4,050.00 16.16D3 .e/i.Sw.1 Dalam (200-300 em) hemiklfibrik sawah 1,052.00 4.2025,066.00 100.00ITabel25 Keterangan Lembar 1316 SingkawangSimbol Ketebalan Gambut Kematangan Penggunaan Lahan Luas (Ha\ %D1.e/m.PKS.1 Dangkal (51-100 em) hemiklmineral Kelapa sawit 51.00 0.18D2.e/i.CA.1 Sedang (100-200 em) hemiklfibrik Cagar alam 513.00 1.77D2.eIi.HG.1 Sedang (100-200 em) hemiklfibrik Hutan gambut 10,824.00 37.37D2.e/i.HL.1 Sedang (100-200 em) hemiklfibrik Hutan lindung 4,047.00 13.97D2.e/i.Sw.1 Sedang (100-200 em) hemiklfibrik Sawah 1,996.00 6.89D3.eIi.HG .1 Dalam (200-300 em) hemik/fibrik Hutan gambut 5,754.00 19.86D3.e/i.HL.1 Dalam (200-300 em) hemiklfibrik Hutan lindung 81.00 0.28D3.e/i .Sw.1 Dalam (200-300 eml hem i klfi brik Sawah 5,700.00 19.6828,966.0C 100.00


... 31T a b e 126 K e t erangan L emb ar 1317 SambasD1.e/i.HL.1 Dangkal (51-100 em) hemiklfibrik Hutan lindung 12.00 0.03D1.e/i.PKS .1 Dangkal (51-100 em) hemik/fibrik Kelapa sawit 9,875.00 22.13D1.eli.Sw.1 Dangkal (51-100 em) hemiklfibrik Sawah 17,634.00 39.51D1 .e/i.TWA.1 Dangkal (51-100 em) hemiklfibrik Taman Wisata Alam 421.00 0.94D3 .e/i.HL.1 Dalam (200-300 em) hemiklfibrikMu tan lindung 379.00 0.85D3.eli.Sw.1 Dalam (200-300 em) hemik/fibrik Sawah 10,203.00 22.86D4.e/i.HG.1 Sangat Dalam (> 300 em) hemiklfibrik Hutan gambut 6,107.00 13.68T a b e 127 K e t erangan Lembar 1416 S anggauTot a I 44,631.00 100.00Simbol Ketebalan Gambut Kematangan Penggunaan Lahan Luasl Hall %D1.e/i./m .HG.l Dangkal (51-100 em) hemiklfibriklmineral Hutan gambut 2.486.50 ..i ~Dl.e/i.HG.l Dangkal (51-100em) hemiklfibrik Hutan gambut~3.201 2 .2'l. D1.e/i.HL.1 Dangkal (51-100 em) hemiklfibrik Hutan lindung 1. 2,-, ~ ~ 3 2­D1.e/i.PKS.1 Dangkal (51-100 em) hemiklfibrik Kelapa sal';i: 7,76384 .~ 1D1.e/i.Sw.l Dangkat (51-100 em) hemiklfibrik Sawah 143.58 0.28Dl.e/i.TWA.1 Dangkal (51-100 em) hemiklfibrik Taman Wisata Alam 905 0.02Dl.e/i/m.HL.1 Dangkal (51-100 em) hemiklfibriklmineral Hutan lindung 1,570.99 3.06Dl.e/i/m.PKS.l Dangkal (51-100 em) hemiklfibriklmineral Kelapa sawit 20,847.74 40.58D1.e/i/m.Sw.l Dangkal (51-100 em) hemiklfibriklmineral Sawah 28.08 0.05Dl.e/m.HL.l Dangkal (51-100 em) hemiklmineral Hutan lindung 1,709.76 3.33D1.e/m.PKS.1 Dangkal (51-100 em) hemiklmineral Kelapa sawit 2,433.41 4.74D2.e/i.HG.l Sedang (100-200 em) hemiklfibrik Hutan gambut 3,382.29 6.58D2.e/i.HL.l Sedang (100-200 em) hemiklfibrik Hutan lindung 74.21 0.14D2 .e/i.Sw.l Sedang (100-200 em) hemiklfibrik Sawah 177.83 0.35D3.e/i .H G.l Dalam (200-300 em) hemiklfibrik Hutan gambut 5,706.76 11.11X3 103.75 0.20T a b e 128 Keterangan Lem bar 1417 S'I I uasTot a I 51,368.92 100.00Simbol Ketebalan Gambut Kematangan Penggunaan Lahan Luas (Ha) %D1 .e/i.HL.1 Dangkal (51-100 em) hemiklfibrik Hutan lindung 680.36 3.23D1.e/i.LK.1 Dangkal (51-100 em)D1.e/i.PKS.1 Dangkal (51-100 em)hemiklfibrikhemiklfibrikLahan keringKelapa sawit194.958,835.110.9241 .92D1.eli.Sw.1 Dangkal (51-100 em) hemiklfibrik Sawah 10,689.25 50.71D1 .e/LTWA.1 Dangkal (51-100 em)x3hemiklfibrik Taman Wisata AlamTubuh air584.5793.262.770.44Total 21,077.50 100.00


­.~32Tabel29 Legenda Peta Ketersediaan Gambut Provinsi Kalimantan BaratPenggunaanSimbol Ketebalan Gambut Kematanganlahan Luas (Ha) %D1.e/a/m.Br.1 Dangkal (0 - 50 em) hemiklsaprik/mineral Belukar 7,886.87 0.61D1.e/a/m.S m.1 Dangkal (0 - 50 em) hemiklsapriklmineral Semak 732.04 0.06D1.eli.lm.HG.1 Dangkal (0 - 50 em) hemiklfibriklmineral Hutan gambut 30,850.55 2.40D1.e/i.Br.1 Dangkal (0 - 50 em)hemiklfibrik Belukar 6,891.01 0.54D1 .e/i. HG.1 Dangkal (0 - 50 em)hemiklfibrik Hutan gam but 13,046.09 1.01D1.e/i.HL.1 Dangkal (0 - 50 em)hemiklfibrik Hutan lindung 3,437.83 0.27D1.e/i.LK.1 Dangkal (0 - 50 em)hemiklfibrik Lahan kering 194.95 0.02D1.e/i.PKS.1 Dangkal (0 - 50 em)hemiklfibrik Kelapa sawit 46,792.74 3.64D1.e/i.Sm.1 Dangkal (0 - 50 em)hemiklfibrik Semak 2,529.07 0.20D1 .e/i.Sw.1 Dangkal (0 - 50 em)hemiklfibrik Sawah 65,167.76 5.07D1.eli.TWA1 Dangkal (0 - 50 em)hemiklfibrik Taman Wisata Alam 2,601.19 0.20D1.e/i/m.Br.1 Dangkal (0 - 50 em) hemiklfibrik/mineral Belukar 11,240.43 0.87D1.e/ilm.HG.1 Dangkal (0 - 50 em) hemiklfibriklmineral Hutan gambut 6,982.75 0.54D1.e/i/m.HL.1 Dangkal (0 - 50 em) hemiklfibriklmineral Hutan lindung 2,551.80 0.20D1.e/i/m.PKS.1 Dangkal (0 - 50 em) hemiklfibriklmineral Kelapa sawit 47,866.11 3.72D1 .e/i/m.Sm.1 Dangkal (0 - 50 em) hemiklfibriklmineral Semak 2,430.14 0.19D1.e/i/m.Sw.1 Dangkal (0 - 50 em) hemiklfibriklmineral Sawah 3,614.46 0.28D1.e/m.Br.1 Dangkal (0 - 50 em) hemiklmineral Belukar 13,733.48 1.07D1.e/m .HG.1 Dangkal (0 - 50 em) hemiklmineral Hutan gambut 42.71 0.00D1 .e/m.HL1 Dangkal (0 - 50 em) hemiklmineral Hutan lindung 2,037.17 0.16D1.e/m.PKS.1 Dangkal (0 - 50 em) hemiklmineral Kelapa sawit 6,731.81 0.52D1 .e/m.Sm.1 Dangkal (0 - 50 em) hemiklmineral Semak 3,873.46 0.30D1.e/m.Sw.1 Dangkal (0 - 50 em) hemiklmineral Sawah 2,162.16 0.17D2.e/i. Br.1 Sedang (50-100 em)hemiklfibrik Belukar 94,409.62 7.34D2.e/i.CA1 Sedang (50-100 em)hemik/fibrik Cagar Alam 514.65 0.04D2.e/i.HB .1 Sedang (50-100 em)hemiklfibrik Hutan bakau 40,768.04 3.17D2.e/i.H G.1 Sedang (50-100 em)hemiklfibrik Hutan gam but 372,826.65 29.0D2.e/i. HL.1 Sedang (50-100 em)hemiklfibrik Hutan lindung 18.76285 ..D2.e/i.PKS.1 Sedang (50-100 em)hemiklfibrik Kelapa sawit 99.59 .0,­D2.e/i.Sm.1 Sedang (50-100 em)hemiklfibrik Semak 18.8 4 82 ~D2.e/i.Sw.1 Sedang (50-100 em)hemiklfibrik Sawah 81,05 I . - rD3.e/i.Br.1 Dalam (200-300 em) hemiklfibrik Belukarl , O ~ 5 .-- -;: D3.e/i.HG.1 Dalam (200-300 em)hemiklfibrik Hutan gam but 7 , 44~ "2 ---D3.e/i. HL.1 Dalam (200-300 em)hemiklfibrik Hutan lindung 166 .5 .rD3.e/i.LK .1 Dalam (200-300 em)hemiklfibrik Lahan kering 1,328.52 0.10D3.e/i.Sm .1 Dalam (200-300 em) hemiklfibrikSemak 525.31 0.0D3.e/i.Sw.1 Dalam (200-300 em)hemiklfibrik Sawah 100,103.30 7.79D4.e/i.Br.1 Sangat Dalam ( > 300 em) hemik/fibrik Belukar 21 ,220.55 1.65D4.e/i. HG.1 Sang at Dalam ( > 300 em) hemiklfibrik Hutan gam but 153,780.22 11.96D4.e/i. HL.1 Sangat Dalam ( > 300 em) hemiklfibrik Hutan lindung 0.63 0.00D4.e/i.Sm.1 Sang at Dalam ( > 300 em) hemiklfibrik Semak 6,768.05 0.53D4.e/i.Sw.1 Sangat Dalam ( > 300 em) hemiklfibrik Sawah 1,669.53 0.13x2x3PemukimanTubuh air----PemukimanTubuh air11.906,448.040.000.50Total1,285,736.95 100.00


33Tabel30 Luas Gambut di Pr ovinsi Kalimantan SelatanPenggunaanSimbol Ketebalan Gambut Kematangan Lahan Luas (Ha) %01.a/e/min - Br- 1 Oangkal (51-100 em)Saprik Hutan Rawa 1,322 0.4601.a/min - Sw - 1 Oangkal (51-100 em) Saprik sawah 24,812 8.5601.e/min - Br - 1 Oangkal (51 -100 em) hemik/fibrik/mineral hutan gambut 483 0.1701.e/min - Sm - 1 Oangka l (51-100 em) hemik/fibrik/mineral kelapa sawit 30,961 10.6801.e/min - Sw-101.e/minSw/Sm.101a/min - Sw - 1Oangkal (51-100 emOangkal (51-100 emOangkal (51-100 emhemik/fibrik/mineral sawah 6,984 2.41hemik/fibrik hutan bakau 14,112 4.87hemik/fibrik hutan gambut 4,056 1.4002.a/e/min - Br- 1 Sedang (100-200 em) Saprik/hemik hutan lindung 44 ,997 15.5202 .a/e/min - Hr - 1 Sedang (100-200 em Saprik/hemiksawah 7,227 2.4902.a/e/min - Sm - 1 Sedang (100-200 em Saprik/hemik sawah 5,44 8 1.8802.a /e/min - Sm 1 Sedang (100-200 em Saprik/hemik02.a/e/min - Sw - 1 Sedang (100-200 emSaprik/hemik02.a/e/min ­ Sw- 1 Sedang (100-200 em Saprik/hemik02.e/min - Br ­ 1OJa/e/min - Br - 1OJa/e/min ­ Hr- 1D3.e/i - Hr - 1Sedang (100-200 emOalam (200-300 em)Oalam (200-300 em)Oalam (200-300 em)sawah 285 0.10hutan gam but 19,119 6.60kelapa sawit 5,239 1.81hemiklfibrik/mineral sawah 1,647 0.57hemik/fibrik hutan bakau 42,764 14.75Saprik hemiklfibrik hutan gambut 7,971 2.75Hemikhutan lind ungI 72,466 25.00Luas Total 289,893 100.00Tabel31 Luas Gambut di provinsi Kalimantan TengahSIMBOL REV Kedalaman Gambut Tanah01.a/min - Br - 1D1.e Imin - Hr - 150-100 Saprists I Mineral Belukar Halus50-100Hemists I Mineralj1Penggunaan I:Lahan Substratum Ha %Hutan Rawa Halus2,75357,67801 .e Imin - Hr - 2 50-100 Hemists I Mineral Hutan Rawa Campuran 12,173 0.4201.e/a - Br - 2 50-100 Hemists I Saprists Belukar Campuran 1,823 0.0601 .e/a - Hr - 2 50-100 Hemists I Saprists Hutan Rawa Campuran 1,242 0.0401 .e/a - Hr - 1 50-100 Hemists I Saprists Hutan Rawa Halus 150 0.0101 .e/a/min - 50-100 Hemists I Saprists I Mineral Halus 518 0.02D1 .e/a/min - Br - 1 50-100 Hemists I Saprists I Mineral Belukar Halus 3,625 0.12D1.e/a/min - Hr - 3 50-100 Hemists I Saprists I Mineral Hutan Rawa Kasar 7,082 0.24D1.e/a/min - Br - 1 50-100 Hemists I Saprists I Mineral Belukar Halus 10,515 0.3601.e/a/min - Br - 2 50-100 Hemists I Saprists I Mineral Belukar Campuran 867 0.0301.e/a/min - Br - 3 50-100 Hemists I Saprists I Mineral Belukar Kasar 29,120 1.0001.e/a/min - Hr - 1 50-100 Hemists I Saprists I Mineral Hutan Rawa Halus 11,124 0.38D1 .e/a/min - PKS - 2 50-100 Hemists I Saprists I Mineral Kelapa Sawit Campuran 715 0.0201.e/a/min -Br ­ 3 50-100 IHemists I Saprists I Mineral Belukar Kasar 417 0.0101.e/i Br - 2 50-100 Hemists I Fibrists Belukar Campuran 5,000 0.1701.e/i - Br - 1 50-100 Hemists I Fibrists Belukar Halus 9,178 0.3201.e/i - Br- 2 50-100 Hem ists I Fibrists Belukar Campuran 9,315 0.32D1.e/i - Br - 3 50-100 Hemists I Fibrists Belukar Kasar 13,222 0.460.091.99


· .. 34IPenggunaan ISIMBOL REV Kedalaman Gambut Tanah Lahan Substratum Ha %D1.e/i - Hr - 3 50-100 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Kasar 24,255 0.84D1 .e/i- Sm-3 50-100 Hemists I Fibrists Semak Kasar 3,923 0.14D1.e/i - Br-150-100 Hemists I Fibrists Belukar Halus 29,093 100D1.e/i-Br-250-100 Hemists I Fibrists Belukar Campuran 37,690 1.30D1.e/i - Br - 3 50-100 Hemists I Fibrists Belukar Kasar 28,409 0.98D1 .e/i - Hr - 1 50-100 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 85,507 2.94D1.e/i - Hr- 250-100 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Campuran 471 0.02D1e/i - Hr - 3 50-100 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Kasar 3,035 0.10D1 .e/i Imin - Br - 2 50-100 Hemists I Fibrists I Mineral Belukar Campuran 3,896 0.13D1 .e/ilmin - Br - 3 50-100 Hemists I Fibrists I Mineral Belukar Kasar 4,431 0.15D1 .e/i/min - Br - 3 50-100 Hemists I Fibrists I Mineral Belukar Kasar 1,053 0.04D1.e/i/min - Br - 3 50-100 Hemists I Fibrists I Mineral Belukar Kasar 10,542 0.36D1.e/i/min - Br - 3 50-100 Hemists I Fibrists I Mineral Belukar Kasar 17,632 0.61D1.e/min Sm - 3 50-100 Hemists I Mineral Semak Kasar 2,249 0.08D1.e/min - Br - 1 50-100Hemists I Mineral Belukar Halus 9,903 0.34D1e/min - Br - 2 50-100Hemists I Mineral Belukar Campuran 744 0.03D1 .e/min - Br - 3 50-100Hemists I Mineral Belukar Kasar 3,925 0.14D1.e/min - Hr - 1 50-100Hemists I Mineral Hutan Rawa Halus 468 0.02D1.e/min - Hr - 3 50-100 Hemists I Mineral Hutan Rawa Kasar 19,311 0.66D1e/min - Br - 1 50-100Hemists I Mineral Belukar Halus 1,185 0.04D1.e/min - Br - 3 50-100Hemists I Mineral Belukar Kasar 758 0.03D1.e/min - Br - 1 50-100Hemists I Mineral Belukar Halus 33,492 115D1.e/min - Br - 2 50-100Hemists I Mineral Belukar Campuran 31,458 1.08D1 .e/min - Br - 3 50-100Hemists I Mineral Belukar Kasar 80,635 2.78D1.e/min - Br-3 50-100Hemists I Mineral Belukar Kasar 3,183 0.11D1.e/min - Hr - 1 50-100Hemists I Mineral Hutan Rawa Halus 96,956 3.34D1 .e/min - Hr - 2 50-100Hemists I Mineral Hutan Rawa Campuran 37,107 1.28D1 .e/min - Hr - 3 50-100Hemists I Mineral Hutan Rawa Kasar 90 ,512 3.12D1 .e/min -Br - 2 50-100Hemists I Mineral Belukar Campuran 1,683 0.06D1.e/min -Br - 3 50-100Hemists I Mineral Belukar Kasar 16,692 0.57D1 .e/min -Br/PKS - 2 50-100Hemists I Mineral Belukar Campuran 2,043 0.07D1e/min -Hr - 2 50-100Hemists I Mineral Hutan Rawa Campuran 2,319 0.08D1e /min-Br-3 50-100Hemists I Mineral Belukar Kasar 1,078 0.04D1e Imin - Br-2 50-100Hemists I Mineral Belukar Campuran 6,960 0.24D1e/min - Br - 1 50-100Hemists I Mineral Belukar Halus 6,854 0.24D1e/min - Hr - 2 50-100Hemists I Mineral Hutan Rawa Campuran 55,488 1.91D2 .. efJ Br - 2 100-200 Hemists I Fibrists Belukar Campuran 3,248 0.11D2 .. e/i - Br - 1 100-200 Hemists I Fibrists Belukar Halus 25,792 0.89D2 .. e/i - Br - 2 100-200 Hemists I Fibrists Belukar Campuran 21,281 0.73D2 ..e/i - Hr - 1 100-200 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 694 0.02D2 .. e/i - Hr - 2 100-200 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Campuran 307 0.01D2 .. e/i - Hr - 3 100-200 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Kasar 2,038 0.07D2 .. e/i - Br - 1 100-200 Hemists I Fibrists Belukar Halus 2,143 0.07D2 .. e/i - Br - 1 100-200 Hemists I Fibrists Belukar Halus 72,555 2.50D2 .. e/i - Br - 2 100-200 Hemists I Fibrists Belukar Campuran 56,615 1.95D2..e/i - Br - 3 100-200 Hemists I Fibrists Belukar Kasar 58,449 201D2 .. e/i - Br-2100-20 0 Hemists I Fibrists Belukar Campuran 1,683 0.06D2 .. e/i - Hr - 3 100-200 he ists I Fibrists Hutan Rawa Kasar 6,880 0.24


• •35SIMBOL REV02 .. e/i - Hr - 102 .. e/i - Hr - 202 .. e/i - Hr - 302 .. e/i - L - 102..e/i - Sm - 102 .. e/i - Sm - 102 .. e/i - Sw - 102.. e/i -Br - 102 .. e/i -Br - 202 .. e/i -Hr - 102 .. e/i/a - Hr - 103..e/i - Br - 103.e/i - Hr - 303.e/i - Hr - 1D3.e/i - Hr - 3D3.e/i - Br - 103.e/i - Br - 203.e/i - Br - 303.e/i - Hr - 103.e/i - Hr - 103.e/i - Hr - 1D3.e/i - Hr - 303.e/i - Sw - 1D3.e/i -Br - 303.e/i -Hr - 1D3.e/i -Hr - 2D3.e/i -Hr - 304.e/i - Br - 304.e/i - Br - 104 .e/i - Br - 204 .e/i - Br - 304.e/i - Hr-104.e/i - Hr- 104.e/i - Sw - 1TotalIPenggunaan I!Kedalaman Gambut[ Tanah Lahan Substratum Ha %100-200 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 158,673 5.46100-200 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Campuran 52,296 1.80100-200 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Kasar 2,912 0.10100-200 Hemists I Fibrists Ladang Halus2,231 0.08100-200 Hemists I Fibrists Semak Halus 866 0.03100-200 Hemists I Fibrists Semak Halus 13,757 0.47100-200 Hemists I Fibrists Sawah Halus 1,642 0.06100-200 Hemists I Fibrists Belukar Halus 2,573 0.09100-200 Hemists I Fibrists Belukar Campuran 17,405 0.60100-200 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 1,420 0.05100-200 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 3,029 0.10200-400 Hemists I Fibrists Belukar Halus 4.056 0.14200-400 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Kasar 2.246 O. 8200-400 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 4.54 3 J. -200-400 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Kasar 12. 13200-400 Hemists I Fibrists Belukar Halus 35.055 2200-400 Hemists I Fibrists Belukar Campuran 2,294 o 8200-400 Hemists I Fibrists Belukar Kasar 25,957 0.89200-400 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 7,584 0.26200-400 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 3,647 0.13200-400 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 259,940 8.95200-400 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Kasar 11,087 0.38200-400 Hemists I Fibrists Sawah Halus 39,402 1.36200-400 Hemists I Fibrists Belukar Kasar 453 0.02200-400 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 16,794 0.58200-400 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Campuran 37 ,231 1.28200-400 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Kasar 55,176 1.90400-800 Hemists I Fibrists Belukar Kasar 732 0.03400-800 Hemists I Fibrists Belukar Halus 341,752 11.77400-800 Hemists I Fibrists Belukar Campuran 1,548 0.05400-800 Hemists I Fibrists Belukar Kasar 8,871 0.31400-800 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 440,079 15.15400-800 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 136,582 4.70400-800 Hemists I Fibrists Sawah Halus 16,400 0.562,904 ,089 100.00


· .. 36Tabel 32 Luas Gambut di Provinsi Kalimantan TimurSIMBOL REV Kedalama n Gambut Tanah Pe~unaan Lahan Substratum Ha %D1.e/i - Br-1 50-100 Hemists I Fibrists Belukar Halus I 5,333 0.81D1.e/i - Br - 3 50-100 Hemists I Fibrists Belukar Kasar 4,626 0.70D1.e/i - Hr-1 50-100 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 9,381 1.43D1.e/i - Hr - 3 50-100 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Kasar 6,378 0.97D1.e/i- Br-1 50-100 Hemists I Fibrists Belukar Halus 2,702 0.41D1.e/i/min - Hr - 1 50-100 Hemists I Fibrists I Mineral Hutan Rawa Halus 2,520 0.38D1.e/i/min - Hr - 3 50-100 Hemists I Fibrists I Mineral Hutan Rawa Kasar 4,251 0.65D1.e/min - Br - 1 50-100 Hemists I Mineral Belukar Halus 12,545 1.91ID1.e/min - Br - 2 50-100 Hemists I Mineral Belukar Campuran 11,483 1.75D1.e/min - Br - 3 50-100 Hemists I Mineral Belukar Kasar 104,002 15.81D1.e/min - Hr - 1 50-100 Hemists I Mineral Hutan Rawa Halus 58,135 8.84D1.e/min - Hr - 3 50-100 Hemists I Mineral Hutan Rawa Kasar 8,203 1.25D2.e/i - Br-1 100-200 Hemists I Fibrists Belukar Halus 9,900 1.51D2.e/i-Br-2 100-199 Hemists I Fibrists Belukar Campuran 580 0.09D2.e/i - Br - 3 100-198 Hemists I Fibrists Belukar Kasar 24,315 3.70D2.e/i - Hr-1 100-197 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 23,050 3.50D2.e/i - Hr - 2 100-196Hemists I Fibrists Hutan Rawa Campuran 530 0.08D2.e/i - Hr - 3 100-195 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Kasar 1,255 0.19D2.e/i/min - Br - 1 100-194 Hemists I Fibrists I Mineral Belukar Halus 36,510 5.55D2.e/ilmin - Br - 3 100-193 Hemists I Fibrists I Mineral Belukar Kasar 16,862 2.56D3.e/i - Br - 2 200-400 Hemists I Fibrists Belukar Campuran 713 0.11D3.e/i - Hr - 1 200-399 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 89,409 13.59D3.e/i - Hr - 2 200-398 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Campuran 35,994 5.47D3.e/ilmin - Br - 1 200-397 Hemists I Fibrists I Mineral Belukar Halus 20,006 3.04D3.e/i/min - Br - 3 200-396 Hemists I Fibrists I Mineral Belukar Kasar 70,251 10.68D4.e/i - Hr-1 400-800 Hemists I Fibrists Hutan Rawa Halus 98,744 15. 01Tot a I 657 675 100,((S.1.3.Peta Arahan pengembangan lahan gambut potensialPeta arahan pengembangan lahan gambut dibuat berdas2f aro ~:: -.2pertimbangan tanhah-tanah gambut yang masih memenuhi kriteria 1a an arro .yang bisa digunakan secara administratif, yaitu berdasarkan APL dikurangaimgambut yang tidak memeuhi persyaratan dari Permentan tshun 2009.5.1.4. Data luasan gambut untuk pertanian.Data luasan gambut untuk pertanian tergambarkan dalam luasan APL (ArealPenggunaan Lain) yang didapatkan dari luasan Tata Guna Hutan yang dikoreksi daripenggunaan untuk pertanian/perkebunan yang ada (existing). Areal yang tidakberpotensi untuk pertanian bisa dikeluarkan dari perhitungan ini.


• It.375.2. PembahasanKendala penelitian secara umum, hampir tidak ada. Kendala lapangan,adalah pencapaian atau jangkauan penelitian ke daerah yang masih berupa hutanprimer atau daerah terpencil. Pencapaian hanya dapat dilakukan pada waktupenelitian yang agak lama, sedangkan waktu penelitian terbatas dari dana danwaktu. Pengamatan dan pengambilan contoh tanah juga dilakukan dengan kendalautama adalah waktu analisa laboratorium, yang diperkirakan akan melebihi targetdari waktu yang tersedia.Tindak lanjut, penelitian akan dilaksanakan untuk Kalimantan Tengah,Kalimantan Selatan dan Kalimanatan Timur. Penelitian hampir serupa yang telahdilakukan di Kalimantan BaratTabel33 Luas Lahan Gambut menurut ProplnslPropinsi Ha %Kalimantan Selatan289,893 5.64Kali9mantan Barat 1,285,736.95 25.027Kalimantan Timur 657,675 12.8KaJimatan Tengah 2,904,089 56.535,137,393.95 100


• II­38BAB VI. KESIMPULAN DAN SARAN6.1 Kesimpulan1. Aktualisasi Data Spasial Penyebaran Gambut di Kalimantan dalam peta skala1 : 250.000 berdasarkan berbagai peta yang tersedia dan memberikaninformasi tentang lahan gambut juga dilakukan dengan menggunakaninformasi dari citra landsat terbaru dan pengecekan di lapang secara terbataspada beberapa daerah kunci.2. Lahan gambut di Indonesia merupakan penyimpan utama karbon . Dariberbagai penelitian di Kalimantan, banyak perubahan dalam luas dandistribusinya.3. Penggundulan hutan, konversi penggunaan lahan, menjadi kebun sawit,hutan tanaman industri, dan api menyebabkan perubahan distribusi lahan.Jika perubahan kerusakan lahan gam but tidak diperdulikan, maka lahangambut Indonesia akan habis.4. Penelitian ini menyatkan bahwa data dapat menolong untuk menentukankenampakan dan topografi dari kubah gambut pad a daerah tertentu ,kemudian diharapkan dapat ditemukan pada kondisi yang sama diKalimantan.5. Suatu korelasi yang jelas didapatkan antara kubah gam but yang cembungdan bahan substratumnya, yang diusahakan dapat dihitung berdasarkanvolume gam but.6.2. Saran1. Penelitian Aktualisasi Data Spasial Penyebaran Gambut di Kalimantan alapeta skala 1 : 250.000 berdasarkan berbagai peta yang tersedia danmemberikan informasi tentang lahan gambut juga dilakukan denganmenggunakan informasi dari citra landsat terbaru dan pengecekan di lapangsecara terbatas pada beberapa daerah kurci perlu dilanjutkan.2. Penghitungan karbon perlu disesuaikan dengan penelitian di Kalimantan3. Perlu dilakukan tindakan yang tegas untuk menghitung luasan gambutdengan mencegah terjadinya perubahan luasan gambut, dan juga melakukanpenelitian tentang pengelolaan gambut


· ~39DAFTAR PUSTAKABalittra. 2006. Laporan Balai Penelitian Rawa (Komunikasi).Hikmat M., Miskad S., dan U. Gunasyah. 2006. Identifikasi Dan Evaluasi PotensiLahan Untuk Mendukung Primatani Di Kecamatan Kapuas Murung,Kabupaten Kapuas , Kalimantan Tengah Skala 1 :25.000. Puslittanak Bogor.Markus A 2000. Deliniasi Dan Karakterisasi Lahan Banjir Skala 1 :25.000, diPalangkau Dan Dadahup, Daerah Kerja A,Propinsi Kalimantan Tengah.Puslittanak. Bogor.Nugroho K., Alkasuma, Wahyu wahdini dan Usep Suryana. 2009. Laporan HasilPenelrtian Aktualisasi Data Spasial Penyebaran Lahan Gambut yangpotensial untuk Perluasan Areal Pertanian. Klaster Sumberdaya LahanPertanian. Badan Penelitian dan Pengembangan Pertanian. DepartemenPertanian.Nugroho K., Sukarman, S. Ritung, A F. Isa, A/kasuma, R.E. Subadiono, dan M.Halim. 2007. Laporan Akhir Penelrtian Reevaluasi Lahan BerpotensiDikawasan Eks Pig A Balai Besar Penelitian dan PengembanganSumberdaya Lahan Pertanian . Bogor.Rieley, J.O., dan S.E. Page. 1997a. Biodiversity and Sustainability of TropicalPeatlands. Proceed. Int. Symp on Biodiversity, Environmental Importance,and Sustainability of Tropical Peat and Peatlands, Palangka Raya , 4-8September 1995.Rossiter D.G . 1994. Land Evaluation. College of Agriculture and Life Sciences.Cornell University, Ithaca New York.Siswanto AB. 1996. Laporan Pemetaan Semi Detailed skala 100.000. PusatPenelrtian Tanah dan Agroklimat (unpublished)Wahyunto, Suparto, Sofyan Ritung dan H. Subagyo. 2004. Sebaran Gambut danKandungan Karbon Sumatera dan Kalmantan. Wetland International.Widjaja-Adhi IPG., K.I\Jugroho , Didi Ardi S. dan A Syarifuddin Karama . 1993.Sumberdaya Lahan Pasang Surut, Rawa dan Pantai : Potensi. Keterbatasandan Pemanfaatannya. Makalah utama, disajikan dalam Pertemuan NasionalPengembangan Pertanian Lahan Pasang Surut dan Rawa. Bogor, 3-4 Maret1992. SWAMP II. Badan Litbang Pertanian


· ~40LAMPIRANLampiran I. PERSONALIANo NamaPosisi DalamJabatan BidangInstansiKegiatanFungsional KeahlianAlokasiWaktuJamIbulanlI. Dr.lr.Kusumo Nugroho M~ Ketua Tim BBSDLP Peneliti Madya Evaluasi Lahan 142. Drs Wahjunto MSc3 Ir. Rudi Eko S. MSc .AnggotaPenelitiAnggotaPenelitiBBSDLP Peneliti Utama Pemetaan Tanah 14BBSDLP Peneliti Pemetaan Tanah 20Anggota4. Proflrsal Las .BBSDLP Peneliti Utama Iklim 14Peneliti5 Ir Alkasuma Peneliti BBSDLP Peneliti Pemetaan 145 IJntung Sutrisno Teknisi BBSDLP litkayasa Evaluasi Lahan 256 Herres Suhirman Teknisi BBSDLP litkayasa Evaluasi Lahan 257 MMuchyidin Teknisi BBSDLP litkayasa Evaluasi Lahan 258 Reny Widayati Teknisi BBSOLP litkayasa Evaluasi Lahan 25S Agus Sudiana Administrasi BBSDLP Administrasi Pelaporan 2510 Sumarni Administrasi BBSDLP Administrasi KeuanganI 25Lampiran 2. JADW AL PENELITIANNoKegiatan/blnke1 2 3 4 5 6 7 8 9 1 c:1 Persiapan --­ --­ -xx -xx I2 Analisa1 -xx -xx -xx xxx xxx xxx xxx X3 Lapang -xx xxx4 Analisa xxx xxx xxx xxx xxx- -5 Laporan xxxI,II


41Lampiran 3. Peta-peta yang telah dibuat untuk KalimantanPErA. SEBARAN lAi'W'/ GAMSlIl"lo..iW?lIo\!JKf'oU>A."(1SI'1A.1 1V.i.1f'>WOl4.NGambar 6 Peta Sebaran Lahan Gambut Balikpapan (1814)


.~. : -10 . ... " _~.~ ~_ ~ ~ . _~ _· .. 42PE'lA Sfl\AAAfj IAHAN CAMRL IT~ lCNO.l lUoIo1 ( \.8lSl · 0ll l


• •~_··A43PETA. Sfli..l.RAN LAH.A.NClAJW3l1TLl.I.'U.',RMAlI~I)(lll19)·""\l.IMAI


44P£T"SE8.II.R.A.M~GAA"BU"rL~PA"'Q


• a.45PET'" SfBAA~~COM'OJTtFMI...wV4l~"A\111131 · 1V.i,1~"""'N(SL\I..O 1" l::ICLOOJGambar 13 Pet a Sebaran Gambut Palangkaraya (1613)?ET.t. 5£.BAR N'i LAr!A.'(GAIv'SUT~1\U.~IJJ11.4J·AAJ1.'J¥.I(l1l.l!:1I- . . '. .• .• Il ..h __ - 'Gambar 14 Peta Sebaran Gambut Kuala Kurun (1614)


· ~ 46PETA SE.BARA."Il..AJ-WoI GAMBlJfU-~(IA."lSNIM\S"(lIl2}·KIoU·.\".'Hfo,N-"'l!~OOO~ ... ,. ..- .... ~-.-r;,.Gambar 15 Peta Sebaran Gambut Banjar Masin (1712)PETA.5fMAAN I.AHAIt GAMQJTl(h"J,UlIl.'AIWAI l lfU) . IUUM/VIfM.:..: -=-- -;... -~-.".- _~ .~ .......... ...;. .~ 6-- " ..- - .. .::Gambar 16 Peta Sebaran Gambut Barabai (1713)


. ..47PETA S£BARI"NlAkAlt GAAI8UTt1_~ i l rJ,:J. IUoU I"""' I""1oIUU, \ " t!4ODO1'.JGambar 17 Pet a Sebaran Lahan Gambut Buntok (1714). _ ..... .;..._~ ..... .a...-". • ; ItGambar 18 Peta Sebaran Lahan Gambut Samarinda (1915)


·.. 48PEl" sawtANtAtWt' CAI4Wf1(""...II_IN'«t(l.9.II>j · >(M' ...,./if.....Gambar 19 Peta Sebaran Lahan Gambut Bontang (1916)PETAS£BARMlAHAN~ll~'UAII.~A.


49PElA S£8ARA>{lAKAN GA.\18IJTU "'fW'Il.VU\J'lj·illlj · I(,I,//t..W ........ • • ~ '" .::I ::;.... " .r =· oz-"-. _ .: ....... .... Gambar 21 Peta Sebaran Lahan Gambut Tanjung Redep (1918)~ASQl.I.EI.:..N l.A./o'.ANClAMBUfl ~""'IAHT~(J.9'l~KAU '"''''"1'''''Gambar 22 Peta Sebaran Lahan Gambut Tarakan (1919)


• r.50Nomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010PengamatanKoordinat (UTM)Lokasi - AdministrasiPontianak, KalbarKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanGroup)HorisonTypic HaplohemistsHI-01321397 m t, 0004409 m U, zone 49NDesa Mega Timur, Kee. Pontianak Utara, Kab.13 m dpl1%Dataran gambut, datar, tidak tertorehorganikterhambat130 em/muka air tanah400 em, substratum liatareal PKS PT.Bumi Pratama Khatulistiwa (WilmarUraianOe1Oe20-45 em; coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/2); hemik; gembur, tidak lekat.tidak plastis; pori mikro sedikit, pori meso sedikit, pori makro sedikit;perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakaran kasar sedikit;pH 3,6 (pH lakmus).45-110 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/2); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,6 (pH lakmus).Oe3 > 110 em: eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/2); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak


·.. 51Nomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010PengamatanKoordinat (UTM)koordinat (geografis)Lokasi - AdministrasiPontianak, kalbarKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanGroup)Horison2Typic Haploh611istsRR-01321138 m T, 0005498 m U, zone 49N0°2.984' N, 109°23.569' EDesa Mega Timur, Kee. Pontianak Utara, Kab.12 m dpl1%Dataran gambut, datar, tidak tertorehorganikterhambat130 em/muka air tanah800 em, substratum liatareal PKS PT.Bumi Pratama Khatulistiwa (WilmarUraianOe1Oe20-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/2); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; pori mikro sedikit, pori meso sedikit, pori makro sedikit;perakarari halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakaran kasar sedikit;pH 3,6 (pH lakmus).10-40 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/2); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,6 (pH lakmus).Oe3 40-120 em eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/2); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyakOe4> 120 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/2); hemik; tidak lekat tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak


52Nomor SPT 3Klasifikasi TanahSoil Survey Staff. 2010 Typic HaplohEmistsKoordinat UTM330539 m T, 9972899 m SPengamatanHI-02Lokasi - Administrasi Kab . Kubu Raya , Kee . Sungai Raya, Desa TebangKaeang SP1 , KalbarKetinggian13 m dplLereng 0%LandformDataran gambut, datar, tidak tertorehBahan IndukorganikDrainase TanahTerhambatPermukaan Air Tanah/Jenis: -Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah Efektif 210 em , substratum liatPenggunaanlahansawah bera , kelapa, karet, singkong, nangka, keladi,harendongHorisonOe1Oe2Oe3Oe4U r a ian0-9 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/2) ; hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; pori mikro sedikit. pori meso sedikit, pori makro sedikit;perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakaran kasar sedikit;pH 3,6 (pH lakmus).9-35 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/2); hemik; tidak lekat, tidakplastis ; perakaran halus sedang , perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,6 (pH lakmus) .35-115 em : eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/2) ; hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang , perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak> 115 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/2); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran hal us sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak


· .. 53Nomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKaeang SP1, KalbarKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPennukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanharendongHorison4Typic Haplohemists 330978 m T, 9972312 m S RR-02 Kab. Kubu Raya, Kee. Sungai Raya, Desa Tebang 12 m dpl 0% Dataran gambut, datar, tidak tertoreh organik Terhambat 130em 220 em , substratum liat sawah bera, kelapa, karet, singkong, nangka, keladi, UraianOe1Oe2Oe3Oe40-15 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat.tidak plastis; pori mikro sedikit, pori meso sedikit, pori makro sedikit;perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakaran kasar sedikit;pH 3,6 (pH lakmus).15-45 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak /ekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,6 (pH lakmus).45-125 em: eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak> 125 em; coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasarbanyak


· .. 54NomorSPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiII , KalbarKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison5Typic Haplohemists322078 m T, 9969178 m SRR-03Kab. Kubu Raya , Kec. Rasau Jaya, Desa Rasau Jaya9 m dpl0%Dataran gambut, datar, tidak tertorehorganikTerhambat130 cm235 cm, substratum liatsawah bera, pisang, akasia, nanas, karet, singkongUraianOe1Oe2Oe3Oe40-10 cm ; coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/4); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; pori mikro sedikit, pori meso sedikit, pori makro sedikit;perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakaran kasar sedikit;pH 3,0 (pH lakmus).10-45 cm; coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/4); hemik; tidak lekat, tidakplastis ; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).45-120 cm : coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang , perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak> 120 cm ; coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak


• 1>,55Nomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison6Thapto Histie Hydraquents 306697 m T, 0014436 m U RR-04 Kab, Pontianak, Kee, Segedong, Desa Parit Timur Kalbar 9 m dpl 0% Dataran gambut, datar, tidak tertoreh organik Terhambat 40 em 120 em, substratum liat sawah bera, pisang, kelapa UraianOe1Oe20-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3,0/4); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; pori mikro sedikit, pori meso sedikit, pori makro sedikit;perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakaran kasar sedikit;pH 3,0 (pH lakmus),10-65 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3,0/4); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus),Cg1 65-120 em: kelabu gelap (7,5YR 4,0/1); liat; agak lekat, agak plastis;perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakaran kasarbanyakOe4> 120 em; kelabu gelap (7,5YR 4,0/1); liat; agak lekat, agak plastis;perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakaran kasarbanyak


·.. 56NomorSPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison5Typie Haplohemists307142 m T, 0014502 m UHI-05Kab. Pontianak,Kec.Segedong, Desa ParitTimurKalbar11 m dpl0%Dataran gambut, datar, tidak tertorehorganikTerhambat40 em200 em, substratum liatjagung , belukar, pakisUraianOe1Oe2Oe30-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; pori mikro sedikit, pori meso sedikit, pori makro sedikit;perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakaran kasar sedikit;pH 3,0 (pH lakmus).10-65 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).65-110 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).Cg1 110-130 em: kelabu gelap (7.5YR 4.0/1); liat; agak lekat, agak plastis ;perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakaran kasarbanyakCg2> 130 em; kelabu gelap (7.5YR 4.0/1); liat; agak lekat, agak plastisperakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakaran kasarbanyak


· ~57NomorSPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koo rdinat UTMPengamatanLokasi - Admin istrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison6Typie Endoaquepts327224 m T, 9977255 m SRR-05Kab. Kubu Raya , Kee. Rasau Jaya, Desa Mekarsari,Kalbar11 m dpl0%Dataran gambut, datar, tidak tertorehorganikTerhambat40 em200 em , substratum liatjagung, belukar, pakisUraianApBwCg1Cg20-10 em; kelabu sangat gelap (7 .5YR 3.0/1); liat; gembur, agak lekat, agakplastis; pH 4.510-55 em; kelabu gelap (7 .5YR 4.0/1); liat; gumpal agak bersudut; agakIekat, agak plastis; pH 4.555-110 em: kelabu (7 .5YR 5.0/1) ; liat; agak lekat, agak plastis; perakaranhalus sedang , perakaran sedang banyak, perakaran kasar banyak> 110 em ; kelabu (7 .5YR 5.0/1) ; liat; agak lekat, agak plastis; perakaranhalus sedang, perakaran sedang banyak, perakaran kasar banyak


58l'Jomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison7Typic Haploh61lists 304928 m T, 19667 m U RR-06 Kab. Pontianak, Kec. Segedong, Desa Peniti Besar 12 m dpl 0% Dataran gambut, datar, tidak tertoreh organik Terhambat 50 cm260 cm, substratum liatbelukarUraianOe1Oe2Oe3Oe40-10 cm; coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; pori mikro sedikit, pori meso sedikit, pori makro sedikit;perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakaran kasar sedikit;pH 3,0 (pH lakmus).10-60 cm; coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).60-130 cm; coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak Iekat, tidakplastis; perakaran halus sedang , perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).> 130 cm ; coklat gelap kemerahan (5YR 30/3) ; hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).


59NomorSPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison8Hemie Haplofibrists291478 m T, 34020 m URR-07Kab. Pontianak, Kec. Sungai Pinyuh, Desa Galang12 m dpl0%Dataran gam but, datar, tidak tertorehorganikTerhambat50 em200 em , substratum liatbelukarUraianOe1Oe2Oi1Oi20-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/4); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; pori mikro sedikit, pori meso sedikit, pori makro sedikit;perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakaran kasar sedikit;pH 3,0 (pH lakmus).10-50 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/4); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran kasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).50-130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); fibrik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).> 130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); fibrik ; tidak lekat, tidakplastis; pH 3,0 (pH lakmus).


60Nomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison9Hemic Haplofibrists290280 m T, 32994 m UHI-O?Kab. Pontianak, Kec. Sungai Pinyuh, Desa Galang10 m dpl0%Dataran gambut, datar, tidak tertorehorganikTerhambat30 cm200 cm , substratum liatnanas, karet, akasiaUraianOe1Oe2Oi1Oi20-10 em; coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/4); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; pori mikro sedikit, pori meso sedikit, pori makro sedikit;perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakaran kasar sedikit;pH 3,0 (pH lakmus).10-50 cm ; coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/4); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran kasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).50-120 em; coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); fibrik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).> 130 cm; coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); fibrik; tidak lekat, tidakplastis; pH 3,0 (pH lakmus).


.. I>61NomorSPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukOrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison10Typic HaplohEmists282692 m T, 41460 m URR-08Kab. Pontianak, Kec. Mempawah Hilir, Oesa _13 m dpl0%Oataran gambut, datar, tidak tertorehorganikTerhambat40 cm230 cm , substratum liatbelukarUraianOe1Oe2Oe3Oe40-10 cm; coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gem bur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus).10-60 cm; coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).60-130 cm; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak Iekat, tidakplastis; perakaran hal us sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).> 130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).


· .. 62NomorSPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiSemelagi KeeilKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison11Terrie Haplohemists286293 m T, 108601 m URR-09Kab. Singkawang, Kee. Singkawang Utara, Desa10 m dpl0%Dataran gambut, datar, tidak tertorehorganikTerhambat40em200 em, substratum liatbelukarUraianOe1 0-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus).Oe2 10-60 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).Oe3 60-80 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang , perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).Cg1 > 80 em; kelabu (5YR 5.0/1); liat, massive; agak lekat, agak plastis; pH 4


· .. 63NomorSPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKaramuntingKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison12Typic Haploh611ists267174 m T, 84521 m URR-10Kab. Pontianak, Kee. Sungai Raya Kepulauan, Desa15 m dpl0%Dataran gambut, datar, tidak tertorehorganikTerhambat30 em400 em, substratum liatareal PKS PT.PatiraweUraianOe1Oe2Oe3Oe40-10 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus) .10-60 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).60-130 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.> 130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.


• It.64Nomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison13Typie Haploh611ists267174 m T, 84521 m UUS-1Marabahan , Kalhlantan Selatan15 m dpl0%Dataran gambut, datar, tidak tertorehorganikTerhambat30 em> 400 em , substratum liatU r a ianOe1Oe2Oe3Oe40-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus)10-60 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang , perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).60-130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.> 130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.


·.. 65Nomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison14Typie Haplohanists267174 m T, 84521 m UUS - 2Kab. Barito Kuala Marabahan Kalsel15 m dpl0%Dataran gam but, datar, tidak tertorehorganikTerhambat30 em400 em, substratum liatUraianOe1Oe2Oe3Oe40-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus).10-60 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).60-130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.> 130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.


·.. 66Nomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison15Typie Haplohemists267174 m T, 84521 m UUS-3Kab. Barito Kuala Kalsel15 m dpl0%Dataran gambut, datar, tidak tertorehorganikTerhambat30 em400 em, substratum liatUraianOe1Oe2Oe3Oe40-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus).10-60 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).60-130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.> 130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3) ; hemik; tidak lekat, tidakplastis.


• It-67NomorSPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison16Typic HaplohEmists267174 m T, 84521 m UUS 4Kab. Barito Kuala, Kalsel15 m dpl0%Dataran gambut, datar, tidak tertorehorganikTerhambat30 em400 em, substratum liatareal PKS PT.PatiraweUraianOe1Oe2Oe3Oe40-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus).10-60 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).60-130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.> 130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.


• •68Nomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison17Typie Hapbhemists267174 m T, 84521 m UUS 5Kab. Barito Kuala, Kalsel15 m dpl0%Dataran gambut, datar, tidak tertorehorganikTerhambat30 em400 em, substratum liatBelukarUraianOe1Oe2Oe3Oe40-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus).10-60 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak Iekat, tidakplastis; perakaran halus sedang , perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus) .60-130 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis> 130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis. .


69Nomor SPTKlasifikasi T anahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison18Typie Haplohenists267174 m T, 84521 m UUS 6Kab. Barito Kuala Kalsel15 m dpl0%Dataran gam but, datar, tidak tertorehorganikTerhambat30 em400 em, substratum liatU r a ianOe1Oe2Oe3Oe40-10 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus).10-60 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).60-130 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.> 130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.


· ...70Nomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman TanahEfektifPenggunaan lahanHorison19Typie Haplohemists267174 m T, 84521 m UUS 7Marabahan Kalsel15 m dpl0%Dataran gam but, datar, tidak tertorehorganikTerhambat30 em400 em, substratum liatU r a ianOe1Oe2Oe3Oe40-10 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus).10-60 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran hal us sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).60-130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3) ; hemik; tidak lekat, tidakplastis.> 130 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.


• a.71NomorSPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKaramuntingKetinggianLerengLandformBahanlndukOrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison20Typic Haplohanists267174 m T, 84521 m UUS 8Kab. Pontianak, Kee. Sungai Raya Kepulauan, Oesa15 m dpl0%Oataran gam but, datar, tidak tertorehorganikTerhambat30 em400 em , substratum liatareal PKS PT.PatiraweUraianOe1Oe2Oe3Oe40-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus) .10-60 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus) .60-130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.> 130 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.


·.. 72Nomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKaramuntingKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison21 Typic Haplohanists 267174 m T, 84521 m U US 9 Kab. Pontianak, Kee . Sungai Raya Kepulauan , Desa 15 m dpl 0% Dataran gambut, datar, tidak tertoreh organik Terhambat 30 em 400 em , substratum liat areal PKS PT.Patirawe UraianOe1Oe2Oe3Oe40-10 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus).10-60 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3) ; hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus) .60-130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3) ; hemik; tidak lekat, tidakplastis.> 130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3) ; hemik; tidak lekat, tidakplastis.


· ~73Nomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKaramuntingKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison22Typic Haplohenists267174 m T, 84521 m UUS - 10Kab. Pontianak, Kee. Sungai Raya Kepulauan, Oesa15 m dpl0%Oataran gambut, datar, tidak tertorehorganikTerhambat30 em400 em, substratum liatareal PKS PT.PatiraweUraianOe1Oe2Oe3Oe40-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus).10-60 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).60-130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.> 130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.


74Nomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis •Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison23Typie HaplohEmists267174 m T, 84521 m UKalampangan Kalteng15 m dpl0%Dataran gambut, datar, tidak tertorehorganikTerhambat30 em400 em, substratum liatKaretUraianOe1Oe2Oe3Oe40-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus).10-60 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3) ; hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang , perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus) .60-130 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.> 130 em ; coklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak Iekat, tidakplastis.


Nomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukOrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaanlahanHorison24Typie HaplohEmists267174 m T, 84521 m URR - 1Kab. Pulang Pisau Oesa jabiren Kalteng15 m dpl0%Oataran gambut, datar, tidak tertorehorganikTerhambat30 em400 em , substratum liatareal karet rakyatUraianOe1Oe2Oe3Oe40-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus).10-60 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).60-130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.> 130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.


• r.76l\Jomor SPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaan lahanHorison25Typie Haploh611ists267174 m T, 84521 m URR - 1Kota Palangkaraya, Kalampangan Kalteng15 m dpl0%Dataran gambut, datar, tidak tertorehorganikTerhambat30 em400 em, substratum liatareal karetrakyatUraianOe1Oe2Oe3Oe40-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus).10-60 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis; perakaran halus sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).60-130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.> 130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 30/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.


• I>77NomorSPTKlasifikasi TanahSoil Survey Staff, 2010Koordinat UTMPengamatanLokasi - AdministrasiKetinggianLerengLandformBahanlndukDrainase TanahPermukaan Air Tanah/Jenis :Banjir/Pasang SurutKedalaman Tanah EfektifPenggunaanlahanHorison26Typie HaplohEmists267174 m T, 84521 m URR - 1Kalampangan Palangkaraya Kalteng15 m dpl0%Dataran gam but, datar, tidak tertorehorganikTerhambat30 em400 em, substratum liatareal karet rakyatUraianOe1Oe2Oe3Oe40-10 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; gembur, tidak lekat,tidak plastis; perakaran halus banyak, perakaran sedang sedikit, perakarankasar sedikit; pH 3,0 (pH lakmus).10-60 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat. tidakplastis; perakaran hal us sedang, perakaran sedang banyak, perakarankasar banyak; pH 3,0 (pH lakmus).60-130 em ; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis.> 130 em; eoklat gelap kemerahan (5YR 3.0/3); hemik; tidak lekat, tidakplastis

More magazines by this user
Similar magazines