Fatawa Vol.1 No.01

alqiyamah.files.wordpress.com

Fatawa Vol.1 No.01

Tauhid4 ...................................Macam-Macam Tauhid6 ....Tauhid Rububiyah: Tentang Pengaturan Alam6 ................................Tentang Atha’ al Mursyid8 ...................................................Tentang Rezeki Manusia8 .................................................................................. Asal Usul ManusiaFatwa10 ......... Tidak Boleh Berpegang pada Hisab dalam Penetapan Awal Bulan11 ........................ Fatwa Perayaan Lailatul Qadar pada Tiap 27 Ramadhan12 ................................................... Bila Hari Raya Jatuh pada Hari Jum’at14 .......................................................... Hukum Meninggalkan Sholat IedHadits15 ............ Menghadirkan dan Mengikhlaskan Niat dalam Amal dan IbadahFiqih21 ............................................................................ Mengenal Fiqih IslamKeluarga26 ................................................. Membina Rumah Tangga yang BahagiaManhaj32 ............................................................. Manhaj Menafsirkan Al Qur’anAktual40 ................. Perkara-Perkara Penting Berkaitan dengan Bulan RamadhanAkhlaq46 .................................................................. Menggapai Kebersihan HatiFiraq51 ....................... Ajaran Kejawen “Sapto Darmo” dalam Pandangan IslamProfil58 .......................................................................Abu Bakar As Shiddiq 2 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Tauhidhamba-Nya. Karena tauhid jenispertama, yaitu Tauhid Rububiyah,setiap orang (termasuk jin) mengakuinya,sekalipun orang-orang musyrikyang Allah utus Rasulullah kepadamereka. Mereka meyakini TauhidRububiyah ini, sebagaimana tersebutdalam firman Allah :“Dan sungguh jika kamu bertanyakepada mereka, ‘Siapakah yangmenciptakan mereka?’ niscaya merekamenjawab, ‘Allah.’ Maka bagaimanamereka dapat dipalingkan (darimenyembah Allah).” (Q.S. Al-Zukhruf:87)“Katakanlah, ‘Siapakah yang mempunyaitujuh langit dan yang mempunyai ‘Arsyyang besar?’ Mereka akan menjawab,‘Kepunyaan Allah.’ Katakanlah, ‘Mengapakamu tidak mau bertaqwa?’” (Q.S. Al-Mu’minun:86-87)Masih banyak ayat-ayat yang menunjukkanbahwa orang-orang musyrik meyakiniTauhid Rububiyah. Akan tetapi,sebenarnya yang dituntut dari merekaadalah mengesakan Allah dalam halibadah. Jika mereka mengikrarkanTauhid Rububiyah, maka hendaknyajuga mengakui Tauhid Uluhiyah(ibadah). Sungguh, Rasulullah (diutusuntuk) menyeru mereka agar meyakiniTauhid Uluhiyah. Hal ini disebutkandalam firman-Nya :“Dan sesungguhnya Kami telahmengutus rasul kepada tiap-tiap umat(untuk menyerukan), ‘Sembahlah Allah(saja), dan jauhilah Thagut, ’lalu di antaraumat-umat itu ada orang-orang yangdiberi petunjuk oleh Allah dan ada pulaorang-orang yang telah dipastikan sesat.Oleh karena itu, berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimanakesudahan orang-orang yang mendustakan(para rasul).” (Q.S. An-Nahl:36)Setiap rasul menyeru manusia agarmeyakini Tauhid Uluhiyah. AdapunTauhid Rububiyah, karena merupakanfitrah, maka belumlah cukup kalauseseorang hanya meyakini tauhid ini saja.Ketiga, Tauhid Asma was Sifat, yaitumenetapkan nama-nama dan sifat-sifatuntuk Allah sesuai dengan yang telahditetapkan oleh Allah untuk diri-Nyamaupun yang telah ditetapkan olehRasulullah ; serta meniadakankekurangan-kekurangan dan aib-aibyang ditiadakan oleh Allah terhadap diri-Nya, dan apa yang ditiadakan olehRasulullah Tiga jenis tauhid inilah yang wajibdiketahui oleh seorang muslim, lalusecara sungguh-sungguh mengamalkannya.11Al-Muntaqa min Fatawa Syaikh Shalih Al-Fauzan II/17-184Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M5


Tauhid Tauhid Rububiyah:Tentang Pengaturan AlamPertanyaan:Kafirkah orang yang berkeyakinan bahwa ada yang mengatur alam semesta iniselain Allah?Jawab:Barangsiapa yang berkeyakinan bahwa ada yang mengatur alam semesta iniselain Allah berarti dia telah kafir karena dia menyekutukan Allah dalam halRububiyah. Bahkan dia lebih kafir dari kebanyakan orang-orang musyrik (di zamanRasulullah ) yang hanya menyekutukan Allah dalam hal Uluhiyah saja. 2 Tentang Atha’ al Mursyid 3Bisa Menambah RezekiPertanyaan:Ada orang berkata, “Anak ini termasuk atha’al mursyid dan anak ini bisa menyebabkanbertambah atau berkurangnya rezekiseseorang.” Apa hukum keyakinan seperti itu?Jawab:Barangsiapa yang berkeyakinan bahwaada anak lahir hasil pemberian selain Allah, dan bahwa ada seseorang selain Allah yang dapat menambah danmengurangi rezeki, maka ia telahberbuat syirik; bahkan kesyirikannyamelebihi kesyirikan bangsa Arab danbangsa lainnya pada zaman Jahiliyah dulu.Sesungguhnya bangsa Arab dan bangsalainnya di masa Jahiliah dulu, jikaditanyakan kepada mereka siapa yangmemberi rezeki kepada mereka darilangit dan bumi, dan yangmenghidupkan sesuatu yang asalnyamati, mereka akan menjawab, “Allah.”Adapun penyembahan mereka kepadatuhan-tuhan (selain Allah) itu adalahkarena mereka menduga bahwa dengancara yang seperti itu mereka dapatmendekatkan diri sedekat-dekatnyakepada Allah .Allah berfirman,“Katakanlah, ‘Siapakah yang memberirezeki kepadamu dari langit dan bumi, atausiapakah yang berkuasa (menciptakan)pendengaran dan penglihatan, dansiapakah yang mengeluarkan sesuatu yanghidup dari yang mati dan mengeluarkansesuatu yang mati dari yang hidup dansiapakah yang mengatur segala urusan?’2Fatawa lil Lajnah Da’imah I/573Atha ’ al mursyid artinya pemberian orang yang mendapatkan petunjuk.6 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


TauhidNiscaya mereka akan menjawab, ‘Allah.’Maka, katakanlah, ‘Mengapa kamu tidakbertaqwa?’” (Q.S.Yunus:31)Allah juga berfirman,“Dan orang-orang yang mengambilpelindung selain Allah (berkata), ‘Kamitidak menyembah mereka melainkansupaya mereka mendekatkan kamikepada Allah sedekat-dekatnya.’Sesungguhnya Allah akan memutus-kanapa yang mereka perselisihkan di antaramereka itu. Sesungguhnya Allah tidakmenunjuki orang-orang yang pendustadan sangat ingkar.” (Q.S. Az-Zumar:3)Allah juga berfirman,“Atau apakah dia ini yang akanmemberi kamu rezki jika Allah menahanrezki-Nya? Sebenarnya mereka terusmenerusdalam kesombongan danmenjauhkan diri.” (Q.S. Al-Mulk:21)Dan telah disebutkan di dalam hadits bahwayang mampu memberi dan menahan rezekihanyalah Allah saja, yaitu hadits yangdiriwayatkan oleh Imam Bukhari dalam BabDzikir Setelah Shalat dalam kitab Shahihnyabahwa Warrad, tukang catat (sekretarispribadi) Al-Mughirah bin Syu’bah berkata,“Al-Mughirah bin Syu’bah pernahmendiktekan kepadaku surat yangditujukan kepada Mu’awiyah bahwasanyaNabi berdzikir pada setiap akhir shalatwajib yang lima waktu: ‘Tidak ada tuhanyang berhak disembah selain Allah saja,tidak ada sekutu baginya. Milik-Nyalahkerajaan dan pujian. Ia berkuasa atas segalasesuatu. Ya Allah, tidaklah ada yang dapatmenghalangi siapa yang hendak Engkauberi dan tidak ada yang dapat memberisiapa yang hendak Engkau halangi. Nasibbaik seseorang tidak berguna untukmenyelamatkan ancaman-Mu.’”Akan tetapi, kadang-kadang Allahmemberi hamba-Nya keturunan dandiluaskan rezkinya dengan (sebab) doa(hamba) kepada-Nya serta karena diaberlindung kepada-Nya, sebagaimanayang (tampak) jelas dalam surat Ibrahim,yaitu doa Ibrahim kepada Rabbnya, yangdikabulkan-Nya; juga dalam suratMaryam, surat Al-Anbiya’ dan suratlainnya, yaitu doa Zakaria kepadaRabbnya yang juga dikabulkan-Nya.Juga sebagaimana tersebut di dalamhadits Anas , ia berkata, “Akumendengar Rasulullah bersabda,“Barangsiapa yang suka diluaskanrezekinya dan ditangguhkan ajalnya,maka hendaklah suka menyambung talisilaturahmi.” (H.R. Imam Bukhari a danMuslim b dalam kitab Ash-Shahihain) 4 .-Allahu a’lam-.4Fatawa lil Lajnah Da’imah I/65-67aHadits no.1961bHadits no.1557Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M 76


Tauhid Tentang Rezeki ManusiaApakah Rezeki Manusia Sudah Ditentukan?Pertanyaan:Sebagian orang mengatakan, “Bagaimana mungkin semua rezeki datang dariAllah, padahal aku bisa menambah pekerjaan dalam sehari agar mendapat rezekiyang lebih banyak? Bagaimana mungkin rezeki itu telah ditentukan dan telahtertulis untukku sehingga aku tidak bisa turut (andil) dalam menambah ataumenguranginya?” Apakah ada kitab yang membahas tuntas perkara ini untukdapat menghantarkan kami pada pemahaman yang benar?Jawab:Rezeki adalah dari Allah dalam hal pengadaan, penentuan kadar dan pemberian,dalam bentuk usaha maupun sebab (yang Allah jadikan untuk hamba). Danhamba yang mengambil sebab tersebut, apapun bentuknya, yang sulit atau yangmudah, sedikit atau banyak. Dan Allah menakdirkan dan mengadakan sebabsebabtersebut sebagai bentuk karunia dan rahmat-Nya (terhadap hamba). Makarizki dinisbatkan kepada Allah dalam hal penentuan dan pemberian rizki tersebut(kepada yang Allah kehendaki).sedangkan ia dinisbatkan kepada hamba dalamhal pengambilan sebab dan usaha (untuk mendapatkannya) 5 . Asal Usul ManusiaTeori EvolusiPertanyaan:Ada yang mengatakan bahwa manusiaberasal dari kera yang berevolusi.Apakah ini benar?Jawab:Perkataan ini tidak benar. Dalilnyaadalah sebagaimana yang terdapat didalam Al-Qur’an ketika Allah menjelaskantentang perkembangan penciptaanAdam. Allah berfirman,menciptakan Adam dari tanah, kemudianberkata,’Jadilah!’ maka ia pun jadilah.”(Q.S. Ali Imran: 59)Kemudian tanah tersebut –dalam ayat—dibasahi sehingga menjadi tanah liatyang lengket, Allah berfirman,“Dan sungguh kami telah menciptakanmanusia dari suatu saripati (berasal)dari tanah.” (Q.S.Al-Mu’minun: 12)Allah berfirman,“Sesungguhnya perumpamaan Isa di sisiAllah adalah seperti Adam. Allah5Fatawa lil Lajnah ad-Da’imah 1/68.“Sesungguhnya Kami telah menciptakanmereka dari tanah liat.” (Q.S. Ash Shaffat: 11)8 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


TauhidKemudian, tanah tersebut berubahmenjadi lumpur hitam yang diberibentuk. Dalam hal ini Allah berfirman,Itulah fase perkembangan penciptaanAdam dari sudut pandang Al-Qur’an.Adapun perkembangan yang dialamiketurunan Adam disebutkan oleh Allah dalam firman-Nya:“Dan sesungguhnya Kami telahmenciptakan manusia (=Adam) dari tanahliat kering (yang berasal) dari lumpur hitamyang diberi bentuk.” (Q.S. Al Hijr: 26)Kemudian setelah kering tanah tersebutberubah seperti tembikar. Ini dijelaskandalam firman Allah :“Dia menciptakan manusia dari tanahkering seperti tembikar.” (Q.S. ArRahman:14)Kemudian, Allah pun membentuk tanahtersebut menjadi bentuk yang Diaingini; lalu ditiupkan ruh kedalamnyadari ruh (ciptaan)-Nya. Tentang hal iniAllah berfirman,“Dan ingatlah ketika Tuhanmuberfirman kepada para malaikat,“Sesungguhnya Aku akan menciptakanseorang manusia dari tanah liat kering(yang berasal) dari lumpur hitam yangdiberi bentuk. Maka, bila telah Akusempurnakan bentuknya dan telah Akutiupkan ke dalamnya ruh (ciptaaan)–Ku, tunduklah kamu kepadanya dengancara bersujud.” (Q.S. Al Hijr: 28-29)“Dan sesungguhnya Kami telahmenciptakan manusia dari suatu saripati(berasal) dari tanah. Kemudian Kamijadikan saripati itu air mani (yang disimpan)dalam tempat yang kokoh (rahim).Kemudian air mani itu Kami jadikansegumpal darah; lalu segumpal darah ituKami jadikan segumpal daging; lalusegumpal daging itu Kami jadikan tulangbelulang; lalu tulang belulang itu Kamibungkus dengan daging; kemudian kamijadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain.Mahasuci Allah, Pencipta yang paling baik.”(Q.S. Al-Mu’minun:12-14)Adapun tentang istri Adam (Hawa),Allah terangkan bahwa ia diciptakandari Adam, sebagaimana tersebutdalam firman-Nya,“Hai manusia, bertakwalah kamusekalian kepada Tuhanmu yang telahmenciptakan kamu dari diri yang satu,dan dari diri itulah Dia menciptakanistrinya.” (Q.S. An-Nisa: 1) 66Fatawa lil Lajnah ad-Da’imah 1/68-70Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M98


FatwaDiasuh oleh: Abu Humaid Arif SyarifuddinTIDAK BOLEH BERPEGANG KEPADAHISAB DALAM PENETAPAN AWALBULAN 1Pertanyaan:Di beberapa negeri-negeri Islam, adaorang-orang yang sengaja memulaipuasa hanya dengan berpatokankepada kalender, tanpa berpegangkepada ru’yah hilal. 2 Bagaimana hukumhal tersebut?Jawab:Nabi telah memerintahkan kaummuslimin untuk (memulai) puasaberdasarkan ru’yah hilal dan berbuka(untuk ‘idul fithri) juga berdasarkanru’yah hilal. Jika pada sore harimenjelang maghrib di akhir bulantersebut cuaca mendung (sehinggatidak dapat melihat bulan), makahendaknya menyempurnakan bilanganhari menjadi tiga puluh hari.Nabi bersabda, “Sesungguhnya kamiadalah umat yang ummi; tidak bisamembaca dan berhitung. Satu bulan itubegini, begini, dan begini.” Beliaumengisyaratkan dengan semua jari-jaritangannya, lalu pada kali yang ketigabeliau menyembunyikan ibu jarinya,(yakni bahwa satu bulan itu dua puluhsembilan atau tiga puluh hari).” (Haditsmuttafaq ‘alaih) 3Dalam Shahih Bukhari 4 dari AbuHurairah , Nabi bersabda,“Berpuasalah kalian apabila melihathilal, dan berbukalah kalian bila sudahmelihat hilal. Jika hari mendung(sehingga bulan tidak bisa terlihat),maka sempurnakan bilangan bulanSya’ban menjadi tiga puluh hari.”Beliau juga bersabda,“Janganlah kalian berpuasa sampai kalianmelihat hilal atau menyempurnakanbilangan (hari bulan Sya’ban), danjanganlah kalian berbuka hingga melihathilal atau menyempurnakan bilangan(hari bulan Ramadhan).” 51Syaikh Bin Baz – dari risalah Fatawa As-Shiyam hal.12-13 , penyusun Muhammad Al-Musnid, cet. 2 thn. 1419, Dar Al-Wathan, Riyadh, KSA.2Melihat munculnya bulan pada awal pergantian bulan, -Pen.3Bukhari no. 1814; Muslim no. 1080.4Hadits no.1776.5Shahih Bukhari hadits no.1773 dari riwayat Abdullah Ibnu Umar.10 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


FatwaBanyak hadits-hadits yang menyebutkantentang hal ini, yang kesemuanyamenunjukkan wajibnya melakukanru’yatul hilal atau menyempurnakanbilangan (hari), manakala tidak dapatmelihat bulan, dan sekaligus menunjukkanakan ketidakbolehan bersandarkepada hisab (hitungan kalender).Syaikhul Islam telah menyebutkanadanya ijmak para ulama, tentangketidakbolehan berpegang kepadahisab dalam menetapkan awal bulan.Dan itulah yang benar; yang tidak adakeraguan padanya. Wallahu waliyuttaufiq.FATWA PERAYAAN MALAM“LAILATUL QADAR” PADA TIAPTANGGAL 27 RAMADHAN 6Pertanyaan:Apa hukum merayakan malam lailatulqadar yang biasa dilaksanakan tiaptanggal 27 Ramadhan?Jawab:Sebaik-baik petunjuk adalah petunjukMuhammad dan seburuk-burukperkara adalah yang diada-adakan.Adapun petunjuk Nabi dalam bulanRamadhan adalah memperbanyakibadah, seperti shalat, membaca Al-Qur’an, bersedekah dan bentuk-bentukamal shaleh lainnya. Begitulah yangbiasa dilakukan oleh Rasulullah pada tiaptiapbulan Ramadhan. Bila Ramadhantelah memasuki sepuluh malam terakhirbeliau lebih bersungguh-sungguh dalammelakukan ibadah. Pada malam-malamtersebut biasanya beliau membangunkankeluarganya, mengencangkan ikatpinggangnya dan menghidupkan malammalamtersebut dengan shalat tarawih.Rasulullah bersabda:“Barangsiapa melakukan shalat malampada bulan Ramadhan dengan penuhkeimanan dan mengharap pahala dariAllah akan diampuni dosa-dosanyayang telah lalu.”Rasulullah juga bersabda:“Barangsiapa melakukan shalat malampada malam Lailatul Qadar denganpenuh keimanan dan mengaharappahala dari Allah akan diampuni dosadosanyayang telah lalu.” (HaditsMuttafaq ‘alaih) 7Rasulullah menjelaskan, bahwamalam Lailatul Qadar terdapat padasepuluh malam terakhir bulanRamadhan, tepatnya pada salah satudari malam ganjilnya. Dalam hal inibeliau bersabda,“Carilah (lailatul qadar) pada malamganjil sepuluh hari terakhir.” 86Fatawa Lajnah Da’imah III/40, dinukil dari kitab Fatawa Muhimmah li Umumil Ummah.7Bukhari no. 37, 1905, 1802; Muslim no. 759, 760.8H.R. Ahmad di dalam Musnad-nya V/40; dan asalnya ada dalam Shahihain, Bukhari no.1912, 1913; Muslim no. 1165.Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M11 10


FatwaBeliau juga bersabda,“Carilah pada sembilan, tujuh, lima atautiga malam yang tersisa atau pada akhirmalam.” 9Nabi pernah mengajari Aisyah sebuah doa yang dibaca ketikamendapatkan malam lailatul qadar.Dalam kitab Musnad-nya Ahmadmeriwayatkan, bahwa Aisyah berkata, “Wahai Nabi Allah, jika akumendapatkan malam tersebut, apa yangaku katakan?” Nabi menjawab,“Ucapkanlah,“Ya Allah, sesungguhnya Engkau MahaPemaaf dan suka memaafkan, makamaafkanlah aku.” 10Itulah petunjuk Rasulullah dalammengisi bulan Ramadhan dan malamlailatul qadar.Adapun perayaan malam lailatul qadar,yang dianggap jatuh pada tanggal 27Ramadhan, maka itu adalah perbuatanyang menyimpang dari petunjukRasulullah karena Rasulullah tidakpernah merayakan malam lailatul qadar.Jadi, perayaan malam lailatul qadartidak lain hanyalah bid’ah, yaitu perkarayang baru dalam agama kita ini, yangtidak ada contohnya dari Rasulullah .BILA HARI RAYA JATUH PADA HARIJUM’AT, APAKAH SHALAT JUM’ATTETAP HARUS DILAKSANAKAN? 11Pertanyaan:Apabila hari raya ‘Idul Fitri atau ‘IdulAdha jatuh pada hari Jum‘at, apakahshalat Jum‘at tetap dilaksanakanatau tidak?Jawab:Saat hari raya ‘Idul Fitri atau ‘Idul Adhatiba, kaum muslimin disyariatkanmelakukan shalat ‘Id di lapangan. Bila‘Idul Fitri atau ‘Idul Adha jatuh pada hariJum‘at, bagi yang paginya ikut shalat ‘Idsiangnya dibolehkan tidak ikut shalatJum‘at, tetapi diganti dengan shalatzhuhur seperti biasanya. Hal ituberdasarkan hadits-hadits berikut.a. Dari Zaid bin Arqam, ia berkata, “Nabipernah shalat ‘Id dan memberikeringanan (kepada para sahabatuntuk tidak) shalat Jum‘at, kemudianbeliau bersabda,‘Barangsiapa yang menginginkanshalat (jum’at), maka shalatlah.’”(Diriwayatkan oleh lima imam haditskecuali At-Tirmidzi; 12 dishahihkan olehIbnu Khuzaimah)b. Dari Abu Hurairah , dari Rasulullah, bahwa beliau bersabda,9Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi (hadits no. 794) dan beliau berkata, “Hadits ini hasanshahih.” Dan dishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Shahih At-Tirmidzi I/41710Diriwayatkan oleh An-Nasa’i dalam As-Sunan Al Kubra no. 7712, Ibnu Majah no. 3580dan At-Tirmidzi no. 3513. At-Tirmidzi berkata, “Hadits ini hasan shahih.” Dandishahihkan oleh Syaikh Al-Albany dalam Shahih At-Tirmidzi III/44611(Syaikh Bin Baz – Idem hal. 114-115).12Abu Dawud hadits no. 1070; An-Nasa’i hadits no. 1590; Ibnu Majah hadits no. 1310;Imam Ahmad IV/372. Lihat Shahih Ibnu Majah I/39212 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Fatwa“Telah terkumpul pada hari kalian inidua hari raya (‘Id dan Jum‘at). makabarangsiapa yang berkehendak, diaboleh meninggal-kan shalat jum‘at;adapun kami, akan mengadakanshalat jum‘at.”. 13c. Dari An-Nu‘man bin Basyir, ia berkata,Nabi pada dua hari raya dan hariJum‘at membacadan. An-Nu’manberkata, “ Apabila shalat ‘id dan shalatjum‘at jatuh pada hari yang sama,beliau membaca kedua ayat tadi di duashalat tersebut.” 14Hadits-hadits di atas menunjukkananjuran kepada kaum muslimin untukmengadakan shalat ‘Id dan juga shalatjum‘at, apabila hari raya jatuh pada hariJum‘at. Namun pada hadits pertama dankedua disebutkan bahwa bagi orang yangtelah menghadiri shalat ‘Id dibolehkantidak shalat jum‘at dan menggantinyadengan shalat zhuhur seperti biasanya.Karena telah kita ketahui bersama bahwaseorang muslim mukallaf (yang telahterkena beban menjalankan syari’at)wajib menunaikan shalat fardhu limawaktu dalam sehari semalam, yangdiantaranya shalat jum‘at, setiap hariJum‘at. Sehingga, siapa yang tidakmenunaikan shalat jum‘at karena sakit,bepergian, atau karena paginya telahmenghadiri shalat ‘Id, maka wajibmenunaikan shalat zhuhur. Inimerupakan ijma’ para ulama.Saya memohon kepada Allah agarmemberikan taufik-Nya kepada kami,Anda, dan seluruh saudara-saudara kita,sehingga memahami agama-Nya danteguh menjalankannya. Saya juga berdoasemoga Allah menjadikan kami danAnda sekalian sebagai penolong(agama)-Nya dan penyeru ke jalan-Nyadengan ilmu yang benar. SesungguhnyaDia Maha Pemurah lagi Mulia.13Diriwayatkan oleh Abu Dawud hadits no. 97 dan Ibnu Majah hadits no. 1301. LihatShahih Ibnu Majah I/39214Diriwayatkan oleh Muslim hadits no. 1452.Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M13 12


FatwaHUKUM MENINGGALKAN SHALAT‘ID 15Pertanyaan:Bolehkah seorang muslim meninggalkanshalat ‘id tanpa ada udzur atau sebabsyar’i juga melarang wanita menunaikanshalat ‘id bersama orang banyak?Jawab:Shalat ‘id hukumya fardhu -kifayah,menurut kebanyakan ulama- sehinggatidak berdosa bagi sebagian orang yangmeninggalkannya bila ada sebagian yanglain melaksanakannya. Adapun menghadiriacara shalat ‘id secara bersamasamahukumnya sunnah muakkadah(yang sangat dianjurkan). Tidak pantasseseorang meninggalkannya kecualiada udzur atau sebab syar’i (yang bisaditerima agama). Sebagian para ulamaberpendapat bahwa shalat ‘id hukumyafardlu ‘ain seperti shalat jum’at; yangtidak boleh ditinggalkan oleh seoranglaki-laki merdeka yang mukallaf (yangsudah terkena beban menjalankansyari’at agama) dan tidak sedangbepergian. Inilah pendapat yang lebihkuat dan lebih mendekati kebenaran.Adapun bagi wanita, disunnahkanmenghadiri shalat ‘id asalkan terpisahtempatnya dari kaum laki-laki, menutupaurat, dan tidak menggunakanwewangian. Hal ini berdasarkan haditsyang terdapat dalam kitab Shahihain(Shahih Bukhari 16 dan Muslim 17 ) dariUmmu ‘Athiyyah, bahwa ia berkata,.“Kami diperintahkan untuk keluarpada –acara shalat- dua hariraya, begitu pula wanita yang belummenikah dan yang sedang haid, agarmenyaksikan kebaikan dan doa kaummuslimin. Adapun yang sedang haid,menjauh dari tempat pelaksanakanshalat (berada di luar tempatpelaksanaan shalat).”Dalam hadits lain disebutkandengan lafazh: “Lalu salah seorang darimereka (kaum wanita) berkata, ‘WahaiRasulullah, salah seorang dari kamitidak mempunyai jilbab untuk keluar.’Lalu beliau menjawab, “Hendaknyasaudarinya meminjamkan jilbabmiliknya.”Tidak diragukan lagi, bahwa hadits di atasmenunjukkan anjuran yang kuat kepadapara wanita untuk menghadiri acarashalat pada dua hari raya agar dapat ikutmenyaksikan kebaikan dan doa kaummuslimin.Wallahu waliyyut taufiq.15(Syaikh Bin Baz – Idem hal. 116)16Hadits no. 93117Hadits no. 89014 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


HaditsDari Umar bin Al-Khatthab , bahwasanya Rasulullah bersabda,“Sesungguhnya segala amalan itu tidak lain tergantung pada niat; dansesungguhnya tiap-tiap orang tidak lain (akan memperoleh balasan dari)apa yang diniatkannya. Barangsiapa hijrahnya menuju (keridhaan) Allahdan rasul-Nya, maka hijrahnya itu ke arah (keridhaan) Allah dan rasul-Nya.Barangsiapa hijrahnya karena (harta atau kemegahan) dunia yang diaharapkan, atau karena seorang wanita yang ingin dinikahinya, makahijrahnya itu ke arah yang ditujunya.”○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○Bagian Pertama dari Dua TulisanOleh: Abu Humaid Arif SyarifuddinTakhrij Ringkas HaditsHadits ini diriwayatkan oleh: Bukharidalam kitab Shahih-nya (hadits no. 1,54, 2529, 3898, 5070, 6689, 6953,dengan lafaz yang berbeda-beda) danMuslim dalam kitab Shahih-nya haditsno. 1907. Dan lafaz hadits yangtersebut di atas dicantumkan oleh An-Nawawi dalam kitab Riyadhus Shalihindan kitab Arba’in serta Ibnu Rajabdalam kitab Jami’ Al Ulum Wa Al Hikam.Biografi PeriwayatUmar bin Al-KhatthabIbnu Hajar berkata, “ Beliau adalahUmar bin Al-Khatthab bin Nufail Al-Qurasyi Al-‘Adawi, Abu Hafsh AmirulMukminin. Abu Nu’aim meriwayatkanmelalui jalan Ibnu Ishak, katanya‘…Beliau dilahirkan empat tahun setelahperang Fijar, yaitu 30 tahun sebelumRasulullah diangkat menjadi nabi…’Beliau bersikap keras terhadap kaummuslimin pada awal-awal kenabianFatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M 15 14


HaditsRasulullah ; kemudian masuk Islam.Dan keislaman beliau membukakemenangan serta kelapangan bagikaum muslimin. Abdullah bin Mas’udberkata, ‘Kami baru dapat beribadahkepada Allah secara terang-terangansetelah Umar masuk Islam.’” 1Syaikh Al-Mubarakfuri berkata,”Beliau masuk Islam pada bulanDzulhijjah tahun ke-6 kenabian, yaitutiga hari setelah Hamzah bin AbdulMuththalib masuk Islam. Nabi pernahberdo’a kepada Allah agar Umar masukIslam. Tentang hal ini At-Tirmidzi 2meriwayatkan dari Ibnu Umar dansekaligus menilainya shahih, demikianpula Ath-Thabrani dari Ibnu Mas’ud 3dan Anas 4 . bahwasanya Nabi bersabda:“Ya Allah, muliakanlah Islam dengansalah satu dari yang paling Engkaucintai: Umar bin Al-Khaththab atau AbuJahal bin Hisyam.”Kita mengetahui, ternyata Allah memilihUmar.” 5Al-Mizzi berkata, ”Beliau berhijrah keMadinah sebelum Rasulullah . Ikutserta dalam perang Badar dan semuapeperangan yang lain bersamaRasulullah . Memegang tampukkekhalifahan selama sepuluh tahunlebih lima atau enam bulan. Terbunuh(mati syahid) pada hari Rabu tanggal26 atau 27 Dzulhijjah tahun 23 H.” AbuUmar bin Abdul Barr berkata, “…Melaluitangannya Allah taklukkan negeriSyam, Irak dan Mesir. Membuat dewandewan(departemen-departemendalam pemerintahan) dan menetapkanpenanggalan hijriyyah….” 6Makna Kata dan Kalimat“Sesungguhnya segala amalan itu tidaklain tergantung pada niat.”Imam An-Nawawi berkata, “Jumhurulama berkata, ‘Menurut ahli bahasa,ahli ushul dan yang lain, lafadzdigunakan untuk membatas, yaitumenetapkan sesuatu yang disebutkandan menafikan selainnya. Jadi, maknahadits di atas adalah, bahwa amalanseseorang akan dihisab (diperhitungkan)berdasarkan niatnya dan sebaliknya tidakakan dihisab bila tidak disertai niat.” 7Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyahberkata, “Lafadz dalam bahasaArab sejenis dengan lafadz(maksud), (keinginan) dansemisalnya.” Niat dapat mengungkapkanjenis keinginan, dan dapat pulamengungkapkan yang diinginkan itusendiri.” 81Kitab Al-Ishabah IV/484 no. 5752.2Kitab Sunan At-Tirmidzi (hadits no. 3681). Lihat pula Shahih Tirmidzi III/508,5093Kitab Al-Mu’jam Al-Kabir (hadits no. 10314)4Kitab Al-Mu’jam Al-Ausath (hadits no. 1860)5Kitab Ar-Rahiq Al- Makhtum (hal. 116).6Kitab Tahdzib Al-Kamal II/1006.7Kitab Syarah Shahih Muslim XIII/47.8Kitab Majmu’ Al-Fatawa XVIII/251.16 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


HaditsIbnu Rajab berkata, “Niat menurutpara ulama mengandung dua maksud,yaitu:Pertama, sebagai pembeda antarasatu ibadah dengan yang lain, sepertimembedakan antara Shalat Zhuhurdengan Shalat Ashar, puasa Ramadhandengan puasa yang lain; atau pembedaantara ibadah dengan adat kebiasaan.seperti, membedakan antara mandijunub (mandi wajib) dengan mandiuntuk sekedar mendinginkan ataumembersihkan badan atau yangsemisalnya. Niat semacam ini banyakdibicarakan oleh para ahli fikih dalamkitab-kitab mereka.Kedua, untuk membedakan tujuandalam beramal, apakah yang ditujuadalah Allah semata yang tiada sekutubagi-Nya atau semata-mata hanyauntuk selain-Nya, atau untuk Allah tapijuga untuk selain-Nya. Niat semacamini dibicarakan oleh para ulama dalamkitab-kitab mereka ketika membicarakanmasalah ikhlas dan apa-apa yangberkaitan dengannya. Para ulama salafjuga banyak membicarakan masalahini.” 9“dan sesungguhnya tiap-tiap orangtidak lain (akan memperoleh balasandari) apa yang diniatkannya.”Ibnu Rajab berkata, “Kalimat inimenerangkan bahwa seseorang tidakakan mendapatkan hasil dariamalannya melainkan apa yang telahdiniatkannya. Jika dia meniatkan untukkebaikan niscaya akan memperolehkebaikan, dan jika meniatkan untukkejelekan niscaya akan memperolehkejelekan pula. Kalimat ini bukansemata-mata pengulangan dari kalimatpertama (yakni );karena kalimat pertama menunjukkanbahwa, baik dan buruknya amalantergantung pada niat yang melakukannya.Sedangkan kalimat kedua menunjukkanbahwa, pelakunya mendapat pahalaamalan jika niatnya baik dan akanmendapatkan siksa jika niatnya jelek.Niat bisa saja dalam hal yang mubah,di mana amalannya pun mubah;sehingga seseorang tidak memperolehpahala maupun siksa. Jadi, amalanseseorang dianggap baik, buruk, ataumubah tergantung pada niatnya;apakah baik, jelek, atau mubah.” 10Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata,“Apabila kita perhatikan secaraseksama dua kalimat tersebut(yaknidan) akan tampakbahwa keduanya mempunyai perbedaanyang jelas, yaitu: kalimat pertamaberbicara tentang sebab, sedangkankalimat kedua berbicara tentang hasil.” 119Kitab Jami’ Al-‘Ulum Wa Al-Hikam I/28-29.10Kitab Jami’ Al-‘Ulum Wa Al-Hikam I/27-28.11Syarah Riyadhus Shalihin I/12.Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M17 16


Hadits“Barangsiapa hijrahnya menuju(keridhaan) Allah dan rasul-Nya, makahijrahnya itu ke arah (keridhaan) Allahdan rasul-Nya. Barangsiapa hijrahnyakarena (harta atau kemegahan) duniayang dia harapkan, atau karenaseorang wanita yang ingin dinikahinya,maka hijrahnya itu ke arah yangditujunya.”Imam An-Nawawi berkata,“Maksudnya ialah, barangsiapa tujuanhijrahnya mengharap wajah Allah ,maka dia akan mendapatkan pahaladari Allah ; barangsiapa tujuanhirahnya untuk mencari hal-hal yangsifatnya keduniaan atau untuk menikahiseorang wanita maka itulah yang akandiperolehnya dan tidak ada bagianbaginya di akhirat dengan hijrahnyaitu.” 12Ibnu Hajar berkata, “Hijrah artinyameninggalkan. Hijrah kepada sesuatuartinya berpindah kepada sesuatu darisesuatu yang lain sebelumnya. Secarasyar’i, hijrah berarti meninggalkan apayang dilarang oleh Allah. Hijrah yangpernah terjadi dalam Islam ada duabentuk. Pertama, hijrah dari negeriyang tidak aman menuju negeri yangaman, sebagaimana dua hijrah yangpernah dilakukan kaum muslimin, yaitudari Mekkah ke negeri Habasyah dandari Mekkah ke Madinah. Kedua, hijrahdari negeri kafir ke negeri iman, yaituhijrahnya siapa saja dari kalangan kaummuslimin yang sanggup melakukannyake Madinah setelah Nabi menetap disana. Waktu itu, hijrah memangdikhususkan untuk perpindahandengan tujuan ke Madinah saja.Namun, pengkhususan ini berakhirhingga ditaklukkannya kota Mekkah.Untuk selanjutnya, hijrah kembalidipakai secara umum, yaitu untuksegala perpindahan dari negeri kafir kenegeri iman bagi siapa yang sanggupmelakukannya.” 13Ibnu Rajab berkata, “Kata hijrah artiasalnya ialah meninggalkan negerisyirik menuju ke negeri Islam,sebagaimana kaum muhajirin —sebelum penaklukkan kota Mekkah—berhijrah dari Mekkah ke Madinah. 14Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata,“Hijrah ialah berpindahnya seseorangdari negeri kafir menuju negeri Islam.Sebagai misalnya, seseorang yangtinggal di Amerika, –Amerika saat iniadalah merupakan negeri kafir–kemudian dia masuk Islam, tetapi tidakbisa melaksanakan ajaran Islam secaraleluasa di sana, lalu dia berpindah ke(salah satu dari) negeri-negeri Islam.Begitulah yang namanya hijrah.” 15Faedah Hadits1. Kedudukan dan Hakikat NiatImam Ahmad berkata, “Dasar-dasarIslam ada pada tiga hadits, yaitu: HaditsUmar (), Hadits ‘Aisyah( )12Syarah Shahih Muslim XIII/47-48.13Kitab Fathul Bari I/23.14Kitab Jami’ Al-‘Ulum Wa Al-Hikam I/37.15Kitab Syarah Riyadhus Shalihin I/14-15.16Kitab Jami’ Al-‘Ulum Wa Al-Hikam I/23.18 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Haditsdan Hadits An-Nu’man bin Basyir( ).” 16Imam As-Syafi’i berkata, “Hadits inimencakup sepertiga ilmu, dan masukdalam tujuh puluh bab fikih.” 17Ibnu Hajar berkata, “Al-Baihaqimenjelaskan bahwa hadits ini mencakupsepertiga ilmu. Penjelasannya: amal usahaseorang hamba bisa dihasilkan denganhati, lidah, dan anggota badannya. Niatadalah salah satu amalan hati danmerupakan sarana beramal yangterkuat dari ketiganya karena niat bisamenjadi suatu ibadah yang berdirisendiri dan sangat dibutuhkan olehibadah-ibadah yang dihasilkan olehanggota badan lainnya.” 18Ibnu Rajab berkata, “Bukharimengawali kitab Shahih-nya denganhadits ini dan menempatkannyasebagai khutbah pendahuluan. Inimerupakan isyarat dari beliau bahwasemua amalan yang tidak ditujukanuntuk memperoleh wajah Allah adalahbatil, tidak ada hasilnya di duniamaupun akhirat.” 19Abdurrahman bin Mahdi berkata,“Bagi siapa yang ingin mengarangsebuah kitab hendaknya memulaidengan hadits ini untuk mengingatkanpenuntut ilmu agar memperbaiki niat.” 20Yahya bin Katsir berkata, “Pelajarilahniat karena niat lebih utama dariamal.” 21Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Tidakada sesuatu yang paling berat yang akuhadapi daripada niat karena niat selaluberubah-ubah.” 22Al-Fadhl bin Ziyad berkata, “Akupernah bertanya kepada Abu Abdullah–yakni Imam Ahmad– tentang niatdalam beramal. Aku bertanya, “Apakahniat itu?” Beliau menjawab, “Seseorangmengendalikan dirinya ketika hendakberamal agar tidak menginginkanpujian manusia.’” 232. Pengaruh Niat Terhadap Amaldan PahalaMutharrif bin Abdullah berkata,“Baiknya hati karena baiknya amal, danbaiknya amal karena baiknya niat.” 24Abdullah bin Al-Mubarak berkata,“Bisa jadi amal saleh yang kecildibesarkan nilainya oleh sebab niat,dan bisa jadi amal saleh yang besardikecilkan nilainya karena niat pula.” 25Syaikh Abdurrahman As-Sa’diberkata, “Tidaklah amalan itu bertambahnilainya dan besar pahalanya melainkantergantung pada keimanan dankeikhlasan yang terdapat dalam hatipelakunya, sampai-sampai jika seorang17Kitab Jami’ Al-‘Ulum Wa Al-Hikam I/23. Lihat juga kitab Syarah Shahih Muslim XIII/47, kitabFathul Bari I/17.18Kitab Fathul Bari I/17.19Kitab Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam I/23.20Kitab Syarah Shahih Muslim XIII/47.21Kitab Jami’ Al-‘Ulum wa Al-Hikam I/34.22Kitab Jami’ Al-‘Ulum Wa Al-Hikam I/34. Lihat kitab Tadzkirah As Sami’ karya Al-Kittani h. 681.23Kitab Jami’ Al-‘Ulum Wa Al-Hikam I/26.24Kitab Jami’ Al-‘Ulum Wa Al-Hikam 1/35.25Kitab Jami’ Al-‘Ulum Wa Al-Hikam 1/35.Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M19 18


Haditsberniat jujur (untuk melakukankebaikan) –khususnya apabilaberhubungan dengan amalan yangdisanggupinya– maka dia (mendapatpahala) sama seperti orang yangmelakukannya (sekalipun ia belummelakukannya).Allah berfirman,“Barangsiapa keluar dari rumahnyadengan maksud berhijrah kepada Allahdan Rasul-Nya, kemudian mati(sebelum sampai ke tempat yangdituju), maka dia akan mendapatkanpahala hijrahnya dari Allah.” (Q.S. An-Nisa’: 100)Dan dalam sebuah hadits shahih yangmarfu’ (sampai kepada Nabi )disebutkan,Jika seorang hamba sakit ataubepergian, maka dicatat untuknya apayang biasa dikerjakannya ketika diasehat dan mukim. 26“Sesungguhnya di Madinah adasekelompok orang yang tidaklah kalianmelalui suatu jalan dan melintasi suatulembah melainkan mereka sama sepertikalian – yakni dalam niat, hati, dan pahala –hanya saja mereka terhalang sesuatuudzur” 27 . 28Syaikh Ibnu ‘Utsaimin berkata,“Seseorang yang telah bertekad inginmelakukan suatu kebaikan yang biasasudah dia kerjakan, tetapi tidak bisamelakukannya karena terhalang olehsesuatu hal, maka akan dicatat untuknyapahala amalan tersebut dengansempurna. Contohnya, seseorang yangbiasa shalat berjamaah di masjid, tetapiterhalang oleh sesuatu seperti tertidur,sakit atau semisalnya, maka akandicatatkan untuknya pahala (sepertipahala) orang yang shalat berjamaahdengan sempurna; tidak dikurangi sedikitpun. Adapun apabila bukan sesuatu yangbiasa diamalkannya, maka hanya akandicatatkan untuknya pahala niatnya saja,tanpa pahala amalnya.” 29Bersambung pada edisi selanjutnya,Insya Allah26Hadits ini diriwayatkan oleh Imam Ahmad (IV/410 dan 418) dan Bukhari (hadits no. 2996)dari Abu Musa Al-Asy’ari.27Hadits ini diriwayatkan oleh:- Bukhari (hadits no 2839) dari Anas dengan lafazh:- Muslim (hadits no. 1911) dari Jabir dengan lafazh:28Kitab Bahjah Qulub Al-Abrar hal. 14.29Kitab Syarah Riyadhus Shalihin I/29.20 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


FiqihOleh: Abu Humaid Arif SyarifuddinDefinisiFiqih menurut bahasa berartipaham, seperti dalam firman Allah :“Maka mengapa orang-orang itu (orangmunafik) hampir-hampir tidakmemahami pembicaraan sedikitpun?”(QS.An Nisa :78)dan sabda Rasullah :“Sesungguhnya panjangnya shalat danpendeknya khutbah seseorang, merupakantanda akan kepahamannya.” 1Adapun secara istilah: fiqihmengandung dua arti:1. Pengetahuan tentang hukumhukumsyari’at yang berkaitandengan perbuatan dan perkataanmukalaf 2 , yang diambil dari dalildalilnyayang bersifat terperinci,berupa nas-nas al Qur’an dan asSunnah serta yang bercabangdarinya yang berupa ijma’ dan ijtihad.2. Hukum-hukum syari’at itu sendiri.Jadi perbedaan antara kedua definisitersebut bahwa yang pertama digunakan untuk mengetahui hukumhukum3 , sedangkan yang keduaadalah untuk hukum-hukum syari’atitu sendiri 4 .Hubungan Antara Fiqihdan Aqidah IslamDiantara keistimewaan fiqih Islam—yang kita katakan sebagai hukumhukumsyari’at yang mengatur perbuatandan perkataan mukalaf– memilikiketerikatan yang kuat dengankeimanan terhadap Allah dan rukunrukunaqidah Islam yang lain. TerutamaAqidah yang berkaitan dengan imandengan hari akhir.Yang demikian Itu dikarenakankeimanan kepada Allah-lah yang dapatmenjadikan seorang muslim berpegangteguh dengan hukum-hukum agama,dan terkendali untuk menerapkannyasebagai bentuk ketaatan dan kerelaan.Sedangkan orang yang tidak berimankepada Allah tidak merasa terikatdengan shalat maupun puasa dan tidak1Muslim no.1437, Ahmad no.17598, Daarimi no.15112Yakni mereka yang sudah terbebani menjalankan syari’at agama3Seperti seseorang ingin mengetahui apakah suatu perbuatan itu wajib atau sunnah, haramatau makruh, ataukah mubah, ditinjau dari dalil-dalil yang ada.4Yaitu hukum apa saja yang terkandung dalam shalat, zakat, puasa, haji, dan lainnyaberupa syarat-syarat, rukun–rukun, kewajiban-kewajiban, atau sunnah-sunnahnya.Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M 21 20


Fiqihmemperhatikan apakah perbuatannyatermasuk yang halal atau haram. Makaberpegang teguh dengan hukumhukumsyari’at tidak lain merupakanbagian dari keimanan terhadap Dzat yangmenurunkan dan mensyari’atkannyaterhadap para hamba-Nya.Contohnya:a. Allah memerintahkan bersuci danmenjadikannya sebagai salah satukeharusan dalam keimanan kepadaAllah sebagaimana firman-Nya:“Hai orang-orang yang beriman,apabila kamu hendak mengerjakanshalat, maka basuhlah mukamu dantanganmu sampai dengan siku, dansapulah kepalamu dan (basuh)kakimu sampai dengan kedua matakaki.” (Q.S. al Maidah:6)b. Juga seperti shalat dan zakat yangAllah kaitkan dengan keimananterhadap hari akhir, sebagaimanafirman-Nya :“(yaitu) orang-orang yang mendirikanshalat dan menunaikan zakatdan mereka yakin akan adanyanegeri akhirat.” (Q.S. an Naml:3)Demikian pula taqwa, pergaulan baik,menjauhi kemungkaran dan contohlainnya, yang tidak memungkinkanuntuk disebutkan satu persatu. 5Fiqih Islam MencakupSeluruh KebutuhanManusiaTidak ragu lagi bahwa kehidupanmanusia meliputi segala aspek. Dankebahagian yang ingin dicapai olehmanusia mengharuskannya untukmemperhatikan semua aspek tersebutdengan cara yang terprogram dan teratur.Manakala Fiqih Islam adalahungkapan tentang hukum-hukum yangAllah syari’atkan kepada para hambanya,demi mengayomi seluruh kemaslahatan,dan mencegah timbulnya kerusakanditengah-tengah mereka, maka Fiqih Islamdatang memperhatikan aspektersebut dan mengatur seluruhkebutuhan manusia beserta hukumhukumnya.Penjelasannya sebagai berikut:Kalau kita memperhatikan kitabkitabfiqih yang mengandung hukumhukumsyari’at yang bersumber dariKitab Allah, Sunnah Rasulnya, sertaIjma (kesepakatan) dan Ijtihad paraulama kaum muslimin, niscaya kita dapatikitab-kitab tersebut terbagi menjadi tujuhbagian, yang kesemuanya membentuksatu undang-undang umum bagikehidupan manusia, baik bersifat pribadimaupun bermasyarakat. Yang perinciannyasebagai berikut:1. Hukum-hukum yang berkaitan denganibadah kepada Allah. Seperti wudhu,shalat, puasa, haji dan yang lainnya.Dan ini disebut dengan Fiqih Ibadah5lihat fiqhul manhaj hal.9-1222 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Fiqih2. Hukum-hukum yang berkaitandengan masalah kekeluargaan.Seperti pernikahan, talaq, nasab,persusuan, nafkah, warisan danyang lainya. Dan ini disebut denganFikih al Ahwal as Sakhsiah3. Hukum-hukum yang berkaitandengan perbuatan manusia danhubungan diantara mereka, sepertijual beli, jaminan, sewa menyewa,pengadilan dan yang lainnya. Danini disebut Fiqih Mu’amalah4. Hukum-hukum yang berkaitandengan kewajiban-kewajibanpemimpin (kepala negara). Sepertimenegakan keadilan, memberantaskedzaliman dan menerapkanhukum-hukum syari’at, serta yangberkaitan dengan kewajibankewajibanrakyat yang dipimpin.Seperti kewajiban taat dalam halyang bukan ma’siat, dan yanglainnya. Dan ini disebut denganFiqih Siasah Syar’iah5. Hukum-hukum yang berkaitandengan hukuman terhadap pelakupelakukejahatan, serta penjagaankeamanan dan ketertiban. Sepertihukuman terhadap pembunuh,pencuri, pemabuk, dan yanglainnya. Dan ini disebut sebagaiFiqih al ‘Ukubat6. Hukum-hukum yang mengaturhubungan negeri Islam dengannegeri lainnya. Yang berkaitandengan pembahasan tentangperang atau damai dan yanglainnya. Dan ini dinamakan denganFiqih as Siyar7. Hukum-hukum yang berkaitandengan akhlak dan prilaku, yangbaik maupun yang buruk. Dan inidisebut dengan Adab dan AkhlakDemikianlah kita dapati bahwa fiqihIslam dengan hukum-hukumnyameliputi semua kebutuhan manusia danmemperhatikan seluruh aspekkehidupan pribadi dan masyarakat.Sumber-Sumber FiqihIslamSemua hukum yang terdapat dalamfiqih Islam kembali kepada empatsumber:1. Al Qur’anAl Qur’an adalah kalamullah yangditurunkan kepada Nabi kitaMuhammad untuk menyelamatkanmanusia dari kegelapan menujucahaya yang terang benderang. Iaadalah sumber pertama bagihukum-hukum fiqih Islam. Jika kitamenjumpai suatu permasalahan,maka pertamakali kita harus kembalikepada Kitab Allah guna mencarihukumnya. Sebagai contoh:a. Bila kita ditanya tentang hukumkhamer (miras), judi, pengagunganterhadap bebatuan danmengundi nasib, maka jika kitamerujuk kepada Al Qur’an niscayakita akan mendapatkannya dalamfirman Allah , (QS. Al maidah: 90)b. Bila kita ditanya tentang masalahjual beli dan riba, maka kitadapatkan hukum hal tersebutdalam Kitab Allah (QS. Al baqarah:275). Dan masih banyak contohcontohyang lain yang tidakmemungkinkan untuk di perincisatu persatu.2. As SunnahAs-Sunnah yaitu semua yangbersumber dari Nabi berupaFatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M 23 22


Fiqihperkataan, perbuatan atau persetujuan. Contoh perkataan: sabda Nabi :“Mencela sesama muslim adalahkefasikan dan membunuhnya adalahkekufuran” 6 Contoh perbuatan: apa yangdiriwayatkan oleh Bukhari 7 bahwa‘Aisyah pernah ditanya, “Apa yangbiasa dilakukan Rasulullah dirumahnya?” Aisyah menjawab,“Beliau membantu keluarganya,kemudian bila datang waktu shalat,beliau keluar untuk menunaikannya.” Contoh persetujuan: apa yangdiriwayatkan oleh Abu Dawud 8bahwa Nabi pernah melihatseseorang shalat dua rakaat setelahshalat subuh, maka Nabi berkatakepadanya:“Shalat subuh itu dua rakaat” orangtersebut menjawab, “sesungguhnyasaya belum shalat sunat dua rakaatsebelum subuh, maka saya kerjakansekarang.” Lalu Nabi saw terdiam”Maka diamnya beliau berartimenyetujui dilaksanakannya shalatsunat qabliah subuh tersebut setelahshalat subuh, bagi yang belummenunaikannya.As-Sunnah adalah sumber keduasetelah al Qur’an. Bila kita tidakmendapatkan hukum dari suatupermasalahan dalam al Qur’an,maka kita merujuk kepada as-Sunnah, dan wajib mengamalkannyajika kita mendapatkanhukum tersebut. Dengan syarat,benar-benar bersumber dari Nabi dengan sanad yang sahih.As Sunnah berfungsi sebagaipenjelas al Qur’an dari apa yangbersifat gelobal dan umum. Sepertiperintah shalat; maka bagaimanatatacaranya didapati dalam as Sunnah.Oleh karena itu Nabi bersabda:“Shalatlah kalian sebagaimanakalian melihat aku shalat” 9Sebagaimana pula as-Sunnahmenetapkan sebagian hukumhukumyang tidak dijelaskan dalamAl Qur’an. Seperti pengharamanmemakai cincin emas dan kain sutrabagi laki-laki.3. Ijma’Ijma’ bermakna: Kesepakatanseluruh ulama mujtahid dari umatMuhammad , dari suatu generasi6Bukhari no.46,48; Muslim no. 64,97; Tirmidzi no.1906,2558; Nasa’i no.4036, 4037; IbnuMajah no.68; Ahmad no.3465,3708.7Bukhari no.635, juga diriwayatkan oleh Tirmidzi no.3413, dan Ahmadno.23093,23800,345288Hadits no.12679Bukhari no.59524 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Fiqihatas suatu hukum syar’i. Jika sudahbersepakat ulama-ulama tersebut —baik pada generasi sahabat atausesudahnya— akan suatu hukumsyari’at maka kesepakatan merekaadalah ijma’, dan beramal dengan apayang telah menjadi suatu ijma’hukumnya wajib.Dan dalil akan hal tersebut,sebagaimana yang dikabarkan Nabi ,bahwa tidaklah umat ini akanberkumpul (bersepakat) dalamkesesatan, dan apa yang telah menjadikesepakatan adalah hak (benar).Dari Abu Bashrah , bahwa Nabi bersabda:“Sesungguhnya Allah tidaklah menjadikanummatku atau ummat Muhammadberkumpul (besepakat) di ataskesesatan” 10Contohnya, ijma’ para sahabat,bahwa kakek mendapatkan bagian 1/6dari harta warisan bersama anak lakilaki,apabila tidak terdapat bapak.Ijma’ merupakan sumber rujukanketiga. Jika kita tidak mendapatkandidalam Al Qur’an dan demikian pulaas Sunnah, maka untuk hal yangseperti ini kita melihat, apakah haltersebut telah disepakatai oleh paraulama muslimin, apabila sudah, makawajib bagi kita mengambilnya danberamal dengannya.4. QiyasYaitu mencocokkan perkara yangtidak didapatkan didalamnya hukum10Tirmidzi no.2093, Ahmad 6/39611Fiqhul Manhaj, ‘ala Manhaj Imam Syafi’isyar’i dengan perkara lain yangmemiliki nas yang sehukum dengannya,dikarenakan persamaan sebab/alasan antara keduanya.Pada qiyas inilah kita meruju’apabila kita tidak mendapatkan nasdalam suatu hukum dari suatupermasalahan, baik di dalam AlQur’an, as Sunnah maupun ijma’. Iamerupakan sumber rujukan keempatsetelah Al Qur’an, as Sunnah danIjma’. Rukun QiyasQiyas memiliki empat rukun: 1.Dasar (dalil), 2. Masalah yang akandiqiyas-kan, 3. Hukum yang terdapatpada dalil, 4. Kesamaan sebab/alasanantara dalil dan masalah yangdiqiyaskan.Contohnya, Allah mengharamkankhamer dengan dalil Al Qur’an, sebabatau alasan pengharamannya adalahkarena ia memabukkan, dan menghilangkankesadaran. Jika kitamenemukan minuman memabukkanlain dengan nama yang berbeda selainkhamer, maka kita menghukuminyadengan haram, sebagai hasil Qiyasdari khamer. Karena, sebab ataualasan pengharaman khamer --yaitu“mema-bukkan”-- terdapat padaminuman tersebut, sehingga iamenjadi haram sebagaimana pulakhamer.Inilah sumber-sumber yangmenjadi rujukan syari’at dalamperkara-perkara fiqih Islam, kamisebutkan semoga mendapat manfaat,adapun lebih lengkapnya dapat dilihatdi dalam kitab-kitab Usul Fiqh Islam. 11Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M 25 24


KeluargaBagian PertamaHak Istri Terhadap SuamiOleh: Abu Husam M. Nurhuda○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○Keluarga merupakanlandasan asasi bagikehidupan masyarakat.Apabila tiap-tiapkeluarga -yangmerupakan unit terkecilIslam sangat memperhatikan pembentukankeluarga dan mengatur segala sesuatunya, inisemua dimaksudkan untuk menjaminkeselamatan dan kebahagiaan. Islam melihatbahwa keluarga merupakan sebuah lembagayang ditegakkan dengan persekutuan antaradua orang, dengan laki-laki sebagaipenanggung jawab utamanya. Hal itusebagaimana disebutkan dalam firman Allah :dari masyarakat- baikkeadaannya, makakeadaan masyarakat punakan baik; sebaliknya,apabila ternyata banyakkeluarga di masyarakatrusak, maka akan rusakpula masyarakat“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagi kaumwanita, karena Allah telah melebihkan sebagianmereka (para laki-laki) atas sebagian yang lain,yaitu wanita; dan karena mereka (para laki-laki)telah menafkahkan sebagian dari hartamereka….” (Q.S. An-Nisa’:34)Ada sejumlah hak dan kewajiban yang harusditunaikan oleh kedua orang yang bersekutuini, demi tegaknya lembaga yang mereka binadan langgengnya hubungan di antara keduanya.Bahkan terkadang masing-masing harusbersikap mengalah bila dirasa kurang terpenuhiapa yang menjadi haknya.Allah berfirman:26 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Keluarga“Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmuisteri-isteri dari jenismu sendiri supayakamu cenderung dan merasa tenteramkepadanya, dan menjadikan diantaramu rasa kasih dan sayang.” (Q.S.Ar-Rum: 21)Karena Allah menyukailanggengnya rasa cinta dan kasih sayangdi antara pasangan suami istri, maka Dia mensyariatkan bagi keduanyasejumlah hak dan kewajiban yangmampu menjaga kelangsungan rasa cinta“Dan para wanita mempunyai hak yangseimbang dengan kewajibannya menurutcara yang makruf.” (Q.S. Al-Baqarah: 228)Ayat tersebut singkat, tetapi didalamnya terkandung muatan yangpadat yang bila dijelaskan secaraterperinci akan menjadi tulisan yangpanjang. Ayat itu juga merupakanlandasan umum yang menegaskanbahwa wanita mempunyai hak-hakyang sama dengan laki-laki,kecuali dalam satu hal, sebagaimanayang dijelaskan oleh Allah dalam kelanjutan ayat di atas.“Akan tetapi para suami mempunyaisatu tingkatan kelebihan daripadaisterinya.” (Q.S. Al-Baqarah:228)Untuk mengenal hak dan kewajibanpara wanita (istri), Allah telahmengembalikan kepada apa yangberlaku (diterima) di tengah masyarakatdalam pola hubungan dengan keluarga(para istri) mereka (selama tidak bertentangandengan syari’at). Sedangkanapa yang berlaku di masyarakat tersebut,mengikuti ketentuan syari’at, keyakinan,prilaku dan tradisi.Ayat diatas memberikan petunjukbagi suami dalam pola hubungandengan istri di semua urusan dan keadaan.Jika hendak menuntut sesuatu dariistri, harus ingat bahwa dia pun punyakewajiban yang sama. Oleh sebab itu,Ibnu Abbas berkata, “Sesungguhnyaaku berhias untuk istriku, sebagaimanadia berhias untuk diriku.” 1Jadi, seorang muslim yang hakikiadalah orang yang sadar akan hak-hakistri yang wajib dia tunaikan.Sebagaimana firman Allah :“Dan para wanita mempunyai hak yangseimbang dengan kewajibannya menurutcara yang ma`ruf. “ (Q.S. Al-Baqarah: 228)Juga sabda Nabi :“Ketahuilah sesungguhnya kalian memelikihak atas istri-istri kalian dan istri-istrikalianpun memiliki hak atas kalian.” 2Seorang muslim yang sadar, akanselalu berusaha untuk menunaikan hakistrinya tanpa melihat apakah haknyasendiri sudah terpenuhi atau belum. Halitu perlu dilakukan demi kelangsunganrasa cinta dan kasih sayang pada diridan istrinya; dan untuk tidak memberikesempatan kepada setan menebarkan1Tafsir Ibnu Jarir At-Thabari, II/453; Mushannaf Ibnu Abi Syaibah IV/1962Sunan Tirmidzi no:1163 dan Ibnu Majah no:1851, lihat shahih At Tirmidzi I/594Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M 27 26


Keluargabenih perselisihan, yang tidak jarangberakibat perceraian.Dalam rangka memberi nasihat,berikut ini kami sampaikan hal-hal yangberkenaan dengan hak-hak istri yangsekaligus menjadi kewajiban bagi parasuami.1. Sesungguhnya istri mempunyai hakhakatas suaminya, yang utamasekali adalah hak digauli olehsuaminya dengan cara yang ma’ruf.Sebagaimana dalam firman Allah :“Wanita-wanita yang kamu khawatirkan akan berbuat durhaka, nasehatilah mereka, pisahkanlah mereka ditempat tidur mereka, dan pukullahmereka. Kemudian jika mereka maumentaatimu, maka janganlah kamumencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah MahaTinggi lagi Maha Besar.” (Q.S. An-Nisa’:34)Dalam sebuah hadits disebutkan:“Dan pergaulilah mereka secarapatut.” (Q.S. An-Nisa’:19)Hal ini diwujudkan suami denganmemberi makan istri sebagaimanayang dia makan, memberi pakaianyang layak, dan membimbingnyaagar tidak melakukan kedurhakaankepada Allah . Suami juga harusmenasehatinya dengan nasehat yangbaik tanpa caci-maki, celaan maupunpelecehan. Jika seorang istri setelahdinasehati masih belum menurut,maka dipisahkan dari tempat tidur,dan kalau masih juga belum taat,maka boleh dipukul tetapi tidak padabagian wajah dan dengan pukulanyang tidak mencederai. Sebagaimanadalam firman Allah :Rasulullah pernah ditanya,“Apakah hak istri kami?” Rasulullah menjawab, “Engkau memberinyamakan jika engkau makan, engkauberikan kepadanya baju jika engkaumemakai baju, dan jangan memukulwajah, jangan menghinakannya,dan jangan pula memisahkannyakecuali di rumah.”” 3Sikap lemah lembut dan keramahanterhadap istri menjadi indikatorkesempurnaan akhlak dan kuatnyaiman seseorang, sebagaimana dalamsabda Nabi :3Hadits shahih riwayat Abu Dawud, hadits no.2142 dan Ibnu Majah, hadits no.1850), lihatshahih Ibnu Majah II/12028 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Keluarga“Orang yang paling sempurnaimannya adalah orang yang palingbaik akhlaknya, dan yang terbaik diantara kalian adalah yang palingbaik terhadap istri-istrinya.” 42. Hak mendapatkan maaf dari suamiatas kesalahan yang dilakukannya,sebagaimana sabda Nabi :“Janganlah seorang laki-laki yangberiman membenci seorang wanitayang beriman. Karena, kalau pun adasesuatu dari akhlaknya yang tidakdisukai, bisa jadi ada sisi lain yangdia sukai.” 5Nabi bersabda,engkau biarkan, ia akan tetapbengkok. Maka, nasehatilah wanitadengan baik.” 6Sebagian ulama salaf berkata,“Ketahuilah, berakhlak baik terhadapwanita bukan hanya sekadar menahandiri untuk tidak berperilaku kurangterpuji terhadap mereka, tetapi jugaharus bersabar dari gangguan,kemarahan, dan kekeliruan mereka.Sebagaimana kesabaran Nabi terhadap istri-istri beliau.” 73. Hak penjagaan suami dari segalasesuatu yang merusak kemuliaannya,mengotori kehormatannya,danmerendahkan martabatnya. Diantaranyadengan cara melarangnyaberhias ala jahiliyah dan mencegahnyabergaul dengan selain mahram.Suami juga wajib memenuhi segalakebutuhannya, menjaganya darikerusakan akhlak, dan tidak memberinyapeluang untuk melanggar perintahperintahAllah dan Rasul-Nya .Semua itu karena suami adalah pihakyang diberi tanggung jawab– oleh Allahdan yang dibebani untuk melindungidan menjaganya. Firman Allah :“Nasehatilah wanita dengan baikkarena sesungguhnya mereka itudiciptakan dari tulang rusuk. Dantulang rusuk yang paling bengkokadalah yang sebelah atas, maka jikaengkau paksa meluruskannya, (berarti)engkau mematahkannya, dan jika“Kaum laki-laki adalah pemimpin bagikaum wanita.” (Q.S. An-Nisa: 34)Juga sabda Nabi :4Hadits hasan shahih riwayat At-Tirmidzi, hadits no.1162. Lihat Shahih At-Tirmidzi I/593,594.5Hadits shahih riwayat Muslim, hadits no.1469.6Hadist riwayat Al-Bukhari hadits no.3153 dan Muslim hadits no.1468.7Mukhtashar Minhaj Al-Qasidin (78-79).Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M29 28


Keluarga“Dan laki-laki adalah pemimpin bagikeluarganya; dan dia akan dimintaipertanggungjawaban tentangkepemimpinannya.” 84. Hak mendapatkan pengajarandalam perkara-perkara agama yangsangat dibutuhkannya. Juga hakmendapat izin untuk menghadirimajelis-majelis ilmu. Karenakebutuhan istri untuk memperbaikiagama dan membersihkan jiwanya,tidaklah lebih sedikit dari kebutuhannyaterhadap makan dan minum,yang juga wajib dikeluarkan olehsuaminya. Hal itu sebagaimanadisebutkan dalam firman Allah :“Hai orang-orang yang beriman,peliharalah dirimu dan keluargamudari api Neraka yang bahanbakarnya adalah manusia dan batu.”(Q.S. At-Tahrim:6)Seorang istri adalah termasukkeluarga suaminya. Cara suamimenjaga keluarganya dari apineraka adalah dengan membekaliiman dan amal saleh. Sementara,yang namanya amal saleh itu tidakbisa tidak harus diiringi dengan ilmu,sehingga dapat ditunaikan sesuaiyang dikehendaki Allah.5. Hak bimbingan dan perintah darisuami untuk menegakkan agama danmenjaga shalatnya. Firman Allah :“Dan perintahkanlah keluargamuuntuk mendirikan shalat; danbersabarlah kamu dalam mengerjakannya.”(Q.S. Thaha: 132)6. Hak mendapatkan izin dari suamiuntuk keluar rumah selama adakeperluan. Seperti: menghadirishalat berjamaah, mengunjungikeluarga atau tetangganya; dengansyarat menutup aurat. Suami wajibmelarang istri bila keluar rumahtanpa memakai jilbab atau keluarrumah dengan berhias ala jahiliyah.Suami juga harus melarang istrimenggunakan minyak wangi -jikakeluar rumah-, bercampur denganlaki-laki (bukan mahram-nya) danberjabat tangan dengannya. Diajuga harus melarangnya melihattayangan televisi yang tidak syar’idan mendengarkan musik.7. Hak mendapatkan penjagaan suamiatas rahasianya dan tidakdisebutkan celanya di hadapanorang lain; suami wajib menjagaamanah tersebut dengan sungguhsungguh.Rahasia yang paling asasiadalah rahasia yang berkaitandengan ‘urusan ranjang’. Oleh sebabitu, Rasulullah memberiperingatan akan hal itu dalamsebuah hadits dari Asma’ binti Yazid bahwa tatkala dia berada ditempat Rasulullah , sementarakaum laki-laki dan wanita sedangduduk-duduk di situ, Rasulullah bersabda,“Barangkali saja adaseseorang laki-laki menceritakan apayang dilakukannya dengan istrinya, dan8Hadist riwayat Bukhari,hadits no.6719 dan Muslim,hadits no.1829.30 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Keluargawanita juga menceritakan apa yangdilakukannya dengan suaminya.” Orangorangterdiam, kemudian aku berkata,“Benar, demi Allah ., laki-laki terkadangberbuat seperti itu, demikian jugawanita.” Rasulullah bersabda ,“Janganlah kalian berlaku seperti itu.Perbuatan demikian itu seperti setan lakilakibertemu dengan setan perempuandi jalan, lalu keduanya bersetubuh,sedang orang-orang melihatnya.” 98. Hak dilibatkan dalam pembahasanperkara-perkara yang terkait dengandiri dan anak-anaknya, sebagaimanayang dilakukan Rasulullah yangselalu mengajak musyawarah istriistrinyadan mengambil pendapatmereka.9. Hak terkait dengan perhatian suamidimana suami hendaknya langsungpulang ke rumah sesudah shalatIsya’, dan tidak berlarut-larut(kongko-kongko) di luar rumahsampai tengah malam yangmenyebabkan istri tidak bisa tidurkarena mencemaskannya. Jika initerjadi berulang-berulang, akanmenimbulkan rasa was-was dankecurigaan pada hati sang istri.Karena itulah, Rasulullah mengingkari perbuatan Abdullah binAmr yang tidak tidur sampai larutmalam sehingga menerlantarkanistrinya. Beliau berkata:“Sesungguhnya bagi istrimu adahak atas dirimu.” 1010.Hak mendapat perlakuan adil diantara madunya jika suami memilikilebih dari satu istri. Suami wajibberbuat adil di antara mereka dalamhal makan, minum, pakaian, tempattinggal, dan giliran bermalam. Tidakboleh suami berbuat sewenangwenangatau tidak adil dalam halhaltersebut karena Allah telahmengharamkannya. Nabi bersabda:“Barangsiapa mempunyai dua istrisedang dia lebih condong kepadasalah satunya, maka dia akan datangpada hari kiamat dalam keadaanmiring separuh tubuhnya.” 11Saudara-saudaraku seagama, itulahhak-hak istri kalian. Wajib bagi kalianuntuk berusaha bersungguh-sungguhmenunaikan kewajiban-kewajibantersebut karena di situlah letakkebahagian dan kelanggengan rumahtangga kalian.Disadur dari Kitab Al-Wajiz Fi Fiqih As SunnahWa Al Kitab Al ’Aziz dengan beberapa perubahan9Hadits shahih riwayat Ahmad VI/456. Lihat kitab Adab Az Zifaf halaman 72.10Hadits riwayat Al-Bukhari, hadits no.5783 dan Muslim, hadits no.1159.11Hadits shahih riwayat At-Tirmidzi, hadits no.1141 dan Abu Dawud, hadits no.2133, An Nasa’i,hadits no.3942 dan Ibnu Majah,hadits no.1969. Lihat Irwa’u Al-Ghalil hadits 2017 dan ShahihIbnu Majah II/156.Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M31 30


ManhajOleh: Abu IsaAl-Qur’an adalah kitab suci yang Allah turunkan untuk jin dan manusia; sebagai petunjukbagi orang-orang yang bertakwa, guna mencapai kebahagiaan hidup di dunia danakhirat. Benar tidaknya pemahaman Islam, tergantung pada benar atau tidaknya iamenafsirkan ayat-ayat Al-Qur’an. Oleh karena itu seruan kaum orientalis adalah tidakhanya untuk menolak Al-Qur’an melainkan mengajak memahami Al-Qur’an menurutkaidah mereka, bukan sesuai kaidah Salafus Shalih. Melalui rubrik Manhaj ini, kamiajak pembaca untuk menyelami kaidah ilmu tafsir yang ditulis oleh Ibnu Katsir, salahseorang ulama Ahlus Sunnah. Tulisan ini merupakan terjemah ringkas dari“Muqaddimah” tafsir beliau. (-red)○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○ ○Al-‘Allamah Al-Hafidz Imaduddin AbulFida’ Isma’il bin Katsir yang lebihdikenal dengan nama Ibnu Katsirberkata, “Segala puji bagi Allah yangtelah membuka kitab-Nya dengankalimat pujian, sebagaimana tersebutdalam firman-Nya:“Segala puji bagi Allah, pemeliharaalam semesta.” (Q.S. Al-Fatihah:2).dan memulai penciptaan-Nya denganpujian, sebagaimana tersebut dalamfirman-Nya:“Segala puji bagi Allah Yang telahmenciptakan langit dan bumi, danmengadakan gelap dan terang “ (Q.S.Al-An’am: 1).Kemudian, setelah menyebutkankeputusan terhadap ahli surga dan ahlineraka, Allah juga menyebutkan pujian,sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:“...dan diberi putusan di antara hambahambaAllah dengan adil dan diucapkan:“Segala puji bagi Allah, Tuhan semestaalam.” (Q.S. Az-Zumar: 75)Oleh karena itu, segala pujian punhanyalah milik Allah dari awal sampaiakhir, terhadap semua yang telahdiciptakan dan yang akan diciptakan.Dia sajalah yang terpuji dalam semuaitu. Sehingga, Allah pun menjadikanahli surga senantiasa melantunkan tasbihdan tahmid kepada Allah ,sebagaimana tersebut dalam firman-Nya:32 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Manhajmengejar kekayaan dan keuntunganduniawi. Karena itu menjadi tugas dankewajiban umat Islam menjauhkan diridari apa yang dicela oleh Allah danbenar-benar mengikuti apa yangdiperintahkan-Nya, yaitu mempelajariKitab Allah yang diturunkan kepadakita, menghayati sedalam-dalamnya,kemudian mengajarkannya, sebagaimanadijelaskan dalam firman Allah :ada kalanya perkataan yang disingkatdalam suatu ayat ternyata dijelaskansecara rinci dalam ayat yang lain.Kemudian jika perkataan dalam suatuayat tidak kita dapatkan penjelasannyadalam ayat lain, maka kita menengokkepada Sunnah Rasulullah , sebabSunnah Rasul berfungsi menerangkanAl-Qur’an dan menjelaskannya. Hal itusebagaimana tersebut dalam firmanAllah :“Belumkah datang waktunya bagiorang-orang yang beriman, untuktunduk hati mereka mengingat Allahdan kepada kebenaran yang telah turun(kepada mereka), dan janganlahmereka seperti orang-orang yangsebelumnya telah diturunkan Al-Kitabkepadanya” (Q.S. Al-Hadid:16)Dalam ayat di atas Allah mengingatkanbagaimana Dia telah menghidupkanbumi yang mati; demikian pula Allahjuga dapat menghidupkan hati (jiwa)manusia dengan iman dan melunakkannyasetelah sebelumnya keras karena dosadan maksiat. Kita berharap semogaAllah memberikan hidayah-Nya kepadakita. Sesungguhnya Dia Maha Pemurahdan Maha Pemberi.Metode Tafsir yang BenarJika ada orang bertanya, “Bagaimanametode tafsir yang baik?” makajawabnya, “Metode yang terbaik danterakurat adalah menafsirkan ayat Al-Qur’an dengan ayat Al-Qur’an, karena“Dan Kami tidak menurunkan kepadamuAl Kitab (Al-Qur’an) ini, melainkan agarkamu dapat menjelaskan kepada merekaapa yang mereka perselisihkan itu danmenjadi petunjuk dan rahmat bagi kaumyang beriman.” (Q.S.An-Nahl:64)Nabi juga bersabda:“Ketahuilah, sesungguhnya telahditurunkan Al-Qur’an kepadaku danyang serupa dengannya (yakni SunnahRasul ).” 2Sebab, Sunnah Rasulullah itu jugamerupakan wahyu yang diturunkankepada Nabi , hanya saja berbedaletaknya, sebagaimana dijelaskandalam firman Allah :2Ahmad IV/131; Abu Dawud, hadits no.4604. Lihat Shahih Al-Jami’ no.264334 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Manhaj“Dan tiadalah yang diucapkannya itu(Al-Qur’an) menurut kemauan hawanafsunya. Ucapannya itu tiada lainhanyalah wahyu yang diwahyukan(kepadanya).” (Q.S. An-Najm: 3-4 )Maksudnya adalah ketika kitamenafsirkan ayat Al-Qur’an, carilahpada ayat Al-Qur’an lain; jika tidak kitadapati, carilah dari Sunnah Rasul.Contoh tentang hal ini adalahsebagaimana arahan Rasulullah kepada Muadz bin Jabal ketika beliaumengutusnya ke Yaman. Rasulullah bertanya, “Dengan apakah engkauakan menetapkan hukum?” Muadzmenjawab, “Dengan Kitab Allah.”Rasulullah bertanya lagi, “Bagaimanajika engkau tidak mendapatkannya?”Muadz menjawab, “Saya akanberijtihad semampu pikiranku.” MakaRasulullah menepuk dadanya sambilberkata, ”Alhamdulillah, Segala PujiBagi Allah yang telah memberi taufikkepada Utusan Rasulullah sehinggamembuatnya puas.” 3Artinya, jika kita tidak mendapatkantafsiran suatu ayat Al-Qur’an dari ayatlain, kemudian kita juga tidakmenemukan penjelasannya dalamSunnah Rasul, maka kita cari pendapatsahabat Nabi, sebab mereka orangyang paling mengetahui masa dansebab-sebab turunnya ayat, sertakondisi yang ada saat itu. Di sampingitu, mereka adalah orang-orang yangikhlas dan bertakwa, sehingga merekamempunyai pemahaman yang lurusdan pengetahuan yang benar, terutamaulama dan pemimpin mereka sepertiKhulafa’ ar-Rasyidin 4 yang telahmendapat hidayah.Abdullah bin Mas’ud berkata,“Demi Allah yang tidak ada tuhanselain-Nya, tidak ada satu ayat pun darikitab Allah melainkan aku mengetahuidi mana turunnya atau terhadap siapaditurunkan. Oleh karena itu, sekiranyaaku tahu ada orang yang lebihmengetahui dari pada aku mengenaisuatu ayat dalam kitab Allah, sementaratempat orang itu dapat dicapai dengankendaraan pasti aku akan datang untukbelajar kepadanya.”Abdullah bin Mas’ud juga berkata,“Kebiasaan kami (para sahabat), jikabelajar Al-Qur’an cukup sepuluh ayat,tidak lebih, namun kami pelajari danpahami hingga benar-benarmengetahui artinya dan caramengamalkannya.”Abu Abdurrahman As-Sulaimiberkata, “Kami diberitahu oleh guruguruyang mengajar al-Qur’an bahwamereka dahulu belajar al-Qur’an dariNabi sepuluh ayat. Mereka baruminta ditambah, setelah ayat yang telahmereka pelajari tadi mereka praktekkan-cara mengamalkan dan menyesuaikandiri dengan tuntunan ayat itu-”.Yang termasuk ulama dari kalangansahabat ialah Abdullah bin Abbas .Beliau pernah dido’akan oleh Nabi ,3HR. Ahlu Sunan dan Musnad dengan sanad baik. [Lihat silsilah Ad dha’ifah,hadits no.881]4Yaitu: Abu Bakar, Umar, Utsman, dan Ali.Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M35 34


Manhaj“Ya Allah, pandaikanlah ia dalam agamadan ajarkan kepadanya takwil -tafsir-Al-Qur’an.” 5Abdullah bin Mas’ud berkata, “Sebaikbaikpenerjemah (penafsir) Al-Qur’an ialahAbdullah bin Abbas .” Abdullah bin Mas’ud meninggal pada tahun 32 H, danAbdullah bin Abbas meninggal kuranglebih tiga puluh enam tahun setelahwafatnya Abdullah bin Mas’ud .Abu Wa’il berkata, “Ali mengangkatAbdullah bin Abbas sebagai pemimpinhaji. Suatu ketika ia berkhotbahmenafsirkan surat Al-Baqarah atau An-Nur, yang andaikata saat itu didengaroleh orang-orang Romawi, Turki danDailam, pasti mereka masuk Islam.”Karena itulah, As-Suddi dalam kitabtafsirnya selalu menyebut keteranganAbdullah bin Mas’ud dan Ibnu Abbas ,meskipun ada kalanya membawakanketerangan ahli kitab. Tentangdigunakannya keterangan ahli kitab initelah diizinkan oleh Nabi :“Sampaikan (ajaran) dariku walau satuayat; dan ceritakan perihal Bani Israil(karena hal itu) tidak berdosa bagikalian. Barangsiapa berdusta atasnamaku dengan sengaja hendaklahmenempatkan diri dalam api neraka.” 6Ketika selesai perang Yarmuk Abdullahbin Amr mendapat dua gerobakkitab-kitab ahli kitab. Oleh karenaitulah, ia sering membawakan ceritaahli kitab karena dia tahu bahwa Nabi telah mengijinkannya.Cerita-cerita tentang Bani Israil bolehdisampaikan sebatas sebagai bukti;tidak boleh dijadikan sebagai pegangandan hujjah.Cerita tentang Bani Israil terbagimenjadi tiga macam, yaitu:1. Kita benarkan bila sesuai denganajaran agama kita.2. Kita dustakan bila menyalahi ajaranagama kita.3. Kita diamkan bila tidak ada keterangandalam agama kita yang menyatakankebenarannya, namun juga tidakmenyalahi ajaran agama kita. Terhadapcerita Bani Israil yang seperti ini, sikapkita tidak mempercayai dan juga tidakmendustakannya. Cerita semacam ituboleh kita sampaikan, karenakebanyakan menyangkut hal-hal yangtidak penting dalam urusan agamakita, seperti nama-nama dan jumlahash-habul kahfi. Dalam surat Al-Kahfiayat 22. Allah mengajarkan kepadakita cara menghadapi berita-beritayang serupa itu. Allah berfirman,5Bukhari, hadits no.143; Muslim, hadits no.138; Ahmad I/266,314,328,335 dan ini lafaznya6H.R. Bukhori, hadits no.3274 dari Abdullah bin Amr36 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Manhaj“Nanti (ada orang yang akan)mengatakan (bahwa jumlah mereka)tiga orang dan yang keempatnyaadalah anjingnya; dan (yang lainakan) mengatakan, “(Jumlahmereka) adalah lima orang dan yangkeenamnya adalah anjingnya”menerka-nerka perkara yang gaib;dan (yang lain lagi akan)mengatakan, “(Jumlah mereka)tujuh orang dan yang kedelapannyaadalah anjingnya.” Katakanlah,“Rabbku lebih mengetahui jumlahmereka. Hanya sedikit orang yangmengetahui (bilangan) mereka.”Karena itu janganlah kamu(Muhammad) bertengkar tentangjumlah mereka itu, kecualipertengkaran lahir saja dan jangankamu menanyakan tentang mereka(pemuda-pemuda itu) kepadaseorang pun di antara mereka.” (Q.s.Al-Kahfi: 22)Kemudian, jika kita tidak menemukantafsir suatu ayat Al-Qur’an, baik dalamayat yang lain, dalam Sunnah Rasul,atau keterangan para sahabat, makapara imam salaf akan melihat kepadapendapat ulama dari kalangan tabi’in,seperti Mujahid bin Jabir yang terkenalsebagai ahli tafsir. Mujahid sendiriberkata, “Saya belajar Al-Qur’an kepadaAbdullah bin Abbas mulai dari surat Al-Fatihah hingga khatam tiga kali, dantiap-tiap ayat telah saya tanyakankepadanya.”Ibnu Abi Mulaikah berkata, “Sayapernah melihat Mujahid membawabuku catatannya kepada Abdullah binAbbas, lalu menanyakan tafsir Al-Qur’ankepadanya; sementara Abdullah binAbbas selalu mengarahkan kepadanya:‘Tulislah ini, tulislah ini!’”Sufyan Ats-Tsauri berkata, “Jika Andamendapat keterangan tafsir dari Mujahid,maka itu sudah mencukupi danpeganglah.” Demikian juga Said binJubair, Ikrimah Maula Ibnu Abbas, Atha’bin Abi Rabah, Al-Hasan Al-Basri, Masruqbin Al Aida, Sa’id bin Al-Musayyab, Abul‘Aliyah, Ar-Rabi’ bin Anas, Qatadah, Adh-Dhahak bin Al-Muzahim dan ulama laindari kalangan tabi’in dan pengikutmereka sebagaimana diterangkan olehIbnu Katsir. Anda boleh menukilketerangan mereka. Memang, mungkinada perbedaan keterangan yangdisampaikan oleh masing-masing darimereka, sehingga orang yang tidakberilmu akan menganggapnyabertentangan. Sebetulnya intipembicaraan mereka sama. Hanya sajadi antara merka ada yang langsungmenyebut pokok permasalahan dan adayang menyebutkan perbandinganperbandinganatau hal-hal yangberkaitan dengan masalah pokoknya.Semuanya intinya sama.Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M37 36


Manhajsebenarnya, ini termasuk tindakantakalluf (=memaksakan diri).”Suatu ketika ada seseorang bertanyakepada Abdullah bin Abbas tentangayat “fi yaumin kana miqdaruhu alfasanah”. Abdullah bin Abbas balikbertanya kepada orang itu, “Apakahmaksud ayat fi yaumin kana miqdaruhukhamsina alfa sanah?” Orang ituberkata, “Aku bertanya untukmendapatkan keterangan darimu,”Jawab Ibnu Abbas, “Keduanya adalahhari yang disebut oleh Allah; dan Allahlebih mengetahui apa hakikatnya.”Ubaidullah bin Umar berkata, “Sayamendapati ulama Madinah benar-benarmenganggap sesat orang yang beranimenafsirkan Al-Qur’an dengan ra’yunya”.Suatu ketika Ubaidillah As Salmaniditanya tentang pengertian ayat Al-Qur’an. Beliau menjawab, “Tidak adayang mengetahui mengenai apaturunnya ayat Al-Qur’an tersebut, karenaitu hendaknya Anda bertaqwa kepadaAllah dan berhati-hati.”Masruq berkata, “Berhati-hatilah kaliandalam menafsirkan ayat Al-Qur’an, sebabmenafsirkan ayat Al-Qur’an berartimeriwayatkan sesuatu dari Allah.”Riwayat-riwayat yang shahih dari ulamasalaf tersebut menunjukkan keengananmereka dalam menafsirkan ayat yangtidak mereka ketahui dan menerangkanayat-ayat tentang hukum yang telahmereka ketahui. Mereka hanya maumenerangkan apa yang mereka ketahuidan diam terhadap apa yang belummereka ketahui. Demikianlahseharusnya; seorang muslim diamterhadap apa yang belum diketahuinyadan menerangkan apa yang benar-benartelah diketahuinya. Hal itu sebagaimanadisebutkan dalam firman Allah :“Hendaklah kamu menerangkan isi kitabitu kepada manusia, dan jangan kamumenyembunyikannya.” (Q.S. Ali Imran:187)Abu Hurairah berkata, Nabi bersabda:“Siapa ditanya tentang urusan agamayang telah ia ketahui tetapi iamenyembunyikannya, maka akan diikatmulutnya dengan kendali dari api nerekadi hari kiamat.” 10Ibnu Abbas menyebutkan bahwa Al-Qur’an diturunkan mengandung empathal, yaitu:1. Halal dan haram, yang tidak akandimaafkan orang yang tidakmengetahuinya2. Bagian yang dapat ditafsirkan olehsemua orang yang tahu bahasa Arab3. Bagian yang hanya bisa ditafsirkanoleh para ulama.4. Yang mutasyabih, yaitu yang tidakdiketahui oleh seorang pun kecualiAllah semata(ed)10H.R. Abu Dawud,hadits no.3658 dan At Tirmidzi, hadits no.2649. Lihat Shahih At TirmidziIII/57-58Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M38Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M39


AktualOleh: Abu Mush’abSegala puji bagi Allah yang telahmenjadikan bulan Ramadhan sebagaipenghulu segala bulan. Shalawat dansalam kita sampaikan kepada sebaikbaikmanusia, Nabi kita Muhammad yang telah bersabda:“Betapa banyak orang yang berpuasa,akan tetapi ia tidak mendapatkan apaapadari puasanya kecuali lapar dandahaga.” 1Untuk itu, kita harus mengetahuiperkara-perkara yang menyebabkannilai puasa kita tidak sampuna .Ingat, barangsiapa yang berpuasakarena mencari ridha Allah maka diaakan mendapatkan pahala yang tidakterhitung jumlahnya, akan tetapimasing-masing orang berbeda nilainyadi hadapan Allah tergantung sejauhmana dia mencontoh Nabi Muhammad, artinya semakin dekat dengan apayang dicontohkan oleh beliau makasemakin sempurnalah nilainya dansemakin jauh dari apa yang telahdicontohkan maka semakin jauh puladari nilai yang sempurna.Pada kesempatan ini mari kitapelajari bersama perkara penting yangberkaitan dengan puasa Ramadhansecara ringkas. Sebelumnya perlu kitaketahui bahwa:1. Puasa adalah suatu ibadah yangdiwajibkan oleh Allah , yaitumeninggalkan semua makan, minum,dan senggama dan perkara-perkara lainyang membatalkan dari terbit fajarhingga tenggelamnya matahari.2. Puasa Ramadhan adalah salah saturukun dari rukun-rukun Islam yanglima. Berdasar sabda Rasulullah :“Islam dibangun atas lima dasar (1).(keyakinan) bahwa tidak ada tuhan yangberhak untuk disembah kecuali Allahdan bahwasannya Muhammad utusanAllah, (2) menegakkan shalat, (3)membayar zakat, (4 ) puasa ramadhan,(5), ibadah haji di baitil haram.” 21H.R. Ibnu Majah no. 1690; Ahmad II/373 dan Baihaqi no.3249 dari Abu Hurairah dengan sanadyang shahih. Lihat Shahih Ibnu Majah II/71.2Bukhari hadits no 8, Muslim hadits no.16, Tirmidzi hadits no.2609, An Nasa’i hadits no.5001,Ahmad II/26,92,120,14340 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


AktualKedudukan Manusia dalamPuasa1. Puasa diwajibkan kepada setiapmuslim yang telah baligh, berakalsehat, mampu melaksanakan, dan tidakdalam bepergian/safar.2. Orang kafir tidak diwajibkanberpuasa; apabila dia masuk islam tidakwajib baginya meng-qadha’ (mengganti)puasa yang ia tinggalkan sebelummasuk Islam.3. Anak yang belum baligh tidak wajibberpuasa, akan tetapi hendaknya dilatihsupaya terbiasa.4. Orang gila tidak wajib berpuasa dantidak wajib membayar denda memberimakan orang miskin walaupun dia telahdewasa. Begitu juga orang yang kenapenyakit parah yang dengan penyakititu dia tidak bisa lagi membedakanmana yang baik dan mana yang tidakbaik untuk dirinya. Juga, orang yangsudah tua sekali sehingga bicaranyangelantur atau tidak karuan yang tidakmengurus dirinya sendiri5. Orang yang tidak mampu berpuasadisebabkan lanjut usia atau karena sakityang tidak bisa diharapkan kesembuhannyamaka wajib baginya membayardenda memberi makan setiap hari satuorang miskin.6. Orang yang sakit karena musibah;apabila berat untuk berpuasa bolehtidak berpuasa dan menggantinyasetelah sembuh.7. Wanita yang hamil dan menyusui;apabila kesulitan untuk menunaikanpuasa dikarenakan hamil atau menyusuiatau karena khawatir terhadapkesehatan anaknya maka boleh tidakberpuasa dan cukup baginya membayarfidyah (memberi makan) setiap harisatu orang miskin. 38. Wanita yang haid dan nifas tidakboleh berpuasa. Mereka wajib menggantisemua puasa yang ditinggalkanselama haid dan nifas di waktu lain.9. Orang yang berpuasa kemudianberbuka untuk menyelamatkan orangyang tenggelam atau terbakar. Inidibolehkan berbuka tetapi harusmengganti pada hari lain.10. Orang yang melakukan safar(bepergian); ada dua pilihan baginya:boleh berpuasa dan boleh tidakberpuasa; adapun yang memilih tidakberpuasa maka wajib baginyamengganti pada hari lain; baik orangyang safar terus menerus seperti supirtaksi, truk dan lain-lain maupun yangsafarnya tidak terus menerus sepertiorang yang umrah, haji dan lain-lain.Mereka boleh berbuka selama diaberada di luar kampung halamannya(masih dalam status safar), akan tetapiwajib baginya mengganti pada hari lain.Hal-Hal yang MembatalkanPuasa1. Jima’ (senggama). Seseorang yangberpuasa, lalu melakukan jima’ di sianghari di bulan Ramadhan, maka wajibbaginya membayar denda yang beratyaitu memerdekakan satu budak; kalau3Ini pendapat Ibnu Qayyim di dalam kitabnya Zadul Ma’ad.Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M41 40


Aktualtidak mampu, maka memberi makan60 orang miskin. Akan tetapi apabilajima’ tersebut dilakukannya dalamkeadaan musafir, maka tidak ada dendaatasnya, kecuali mengganti puasanyadi hari lain.2. Keluar mani dalam keadaan terjaga,misalnya karena onani, bersentuhan,berciuman, berpelukan atau sebablainnya dengan sengaja.3. Makan atau minum dengan sengajabaik yang bermanfaat atau yang malahmembahayakan. Merokok termasuk halyang membatalkan puasa.4. Suntikan yang mengenyangkansebagai ganti makan dan minuman.Adapun suntikan yang tidak mengenyangkanmaka tidak membatalkan,baik disuntikan di lengan atau di urat,baik yang dapat dirasakan ditenggorokan maupun tidak.5. Keluar darah haid atau nifas.Seorang wanita yang berpuasa, lalumelihat darah haid atau nifas padadirinya maka batallah puasanya, baikterjadi pada pagi hari atau sore harisebelum terbenam matahari.6. Muntah dengan sengaja, yaitudengan sengaja mengeluarkanmakanan atau minuman dari perutmelalui mulut. Hal ini didasarkan padasabda Nabi :barangsiapa muntah dengan sengajamaka wajib mengganti.” 47. Murtad atau keluar dari Islam.Semoga Allah melindungi kita darinya,karena perbuaan ini menghapus segalaamal kebaikan. Allah berfirman:“Seandainya mereka mempersekutukanAllah, niscaya lenyaplah amalan yang telahmereka kerjakan.” (Q.S. Al An’am: 88)Hal-Hal yang TidakMembatalkan Puasa1. Tidak batal puasa seseorang yangmelakukan suatu perkara yangmembatalkan puasa karena lupa, tidaktahu, atau tanpa sengaja.Dasarnya firman Allah :“Ya Rabb kami, janganlah Engkau hukumkami jika kami lupa atau kami bersalah.”(Q.S. Al Baqarah: 286)dan firman-Nya:“Kecuali orang yang dipaksa dan hatinyapenuh tenang dengan keimanan.” (Q.S.An-Nahl:106)dan firman-Nya:“Barangsiapa muntah tanpa sengajamaka tidak wajib mengganti; dan4H.R. Ahmad II/498; Abu Dawud hadits no.2380; Ibnu Majah hadits no.1676 dan At Tirmidzihadits no.720. Lihat Shahih Ibnu Majah II/67; Irwa ul Ghalil, hadits no.92342 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Aktual“Tidak ada dosa atas kalian semuaterhadap apa yang kalian tidak sengaja,akan tetapi dosa itu adalah apa-apayang kamu sengaja oleh hatimu.” (Q.S.Al Ahzab: 5)2. Apabila seseorang berpuasa, lalukarena lupa dia makan atau minum,maka puasanya tetap sah.3. Seseorang yang sedang berpuasa,lalu makan atau minum karenaberkeyakinan bahwa matahari telahtenggelam atau di waktu malam bulanpuasa dia makan dan minum sampaidini hari karena mengira belum masukfajar maka puasanya tetap sah, karenadia tidak tahu.4. Seseorang yang berpuasa berkumurkumur,kemudian ada sedikit air yangmasuk ke dalam tenggorokannya tanpadisengaja, maka puasanya tetap sah.5. Seseorang berpuasa, lalu mimpi‘basah’ (di siang hari) dalam tidurnya,maka puasanya tetap sah, karenaperbuatan tersebut tidak dia sengaja.bagi orang yang berpuasa disertaidengan dalil-dalilnya,1. Dibolehkan berniat puasa dalamkondisi junub (belum mandi wajib)hingga terbit fajar. Hal ini sebagaimanayang dilakukan oleh Rasulullah dimana beliau pernah masih dalamkondisi junub (=belum mandi wajib)hingga masuk waktu shalat subuh, barukemudian beliau mandi, lalu berpuasa.Sebagimana yang disampaikan Aisyahdan Ummu Salamah —semoga Allahmeridhai keduanya—:“ bahwa Nabi terkadang hinggasampai fajar masih dalam kondisi jububdari istrinya kemudian mandi danpuasa.” 52. Siwak (=gosok gigi)“Abu Hurairah berkata, dari Nabi :Hal-Hal yang Dibolehkan BagiOrang yang BerpuasaTidak diragukan lagi, hamba yangfaham akan kitab Allah dan sunnahRasulullah mengetahui bahwasannyaAllah menghendaki kemudahan bagihambanya dan tidak menghendakikesulitan. Sejalan dengan hal itu,syari’at yang bijaksana membolehkanbeberapa hal bagi orang orang yangberpuasa. Di bawah ini akan kita bahassatu persatu hal-hal yang dibolehkan“Kalaulah aku tidak khawatir akanmemberatkan umatku tentu akan akuperintahkan kepada mereka untukbersiwak pada setiap wudhu.” 6Dalam hadits ini terdapat dalil tentanganjuran bersiwak baik kepada orangyang sedang berpuasa atau tidak, padatiap kali berwudhu atau akan shalat.Ini menurut pendapat Imam Bukhari dan Imam Ibnu Khuzaimah. Anjuran5H.R. Bukhari hadits no.1825 kitab As- Shaum dan Muslim hadits no.1109 kitab As-Shiam.6H.R. Bukhari II/682 [bab as siwak] dan Muslim, hadits no.252Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M43 42


Aktualbersiwak ini sifatnya umum untuk setiapwaktu, sebelum mata hari condong kebarat atau setelahnya.3. Istinsyak (=berkumur danmemasukan air kedalam hidungkemudian mengeluarkannya lagi), yaituketika berwudhu. Nabi pernahmelakukan hal itu ketika beliau sedangberpuasa. Akan tetapi beliau melarangkita melakukannya secara berlebihanbila kita sedang berpuasa.Rasulullah bersabda:“Bersungguh-sungguhlah dalamistinsyak kecuali kalau kamu sedangberpuasa.” 74. Bersenang-senang, bepelukan, danberciuman dengan istri.Ada sebuah hadits dari Aisyah bahwasannya beliau berkata:seorang laki-laki muda bertanya kepadaRasulullah : “Wahai Rasulullah,apakah aku dibolehkan mencium istrikuketika aku sedang berpuasa?” Beliaumenjawab, “Tidak boleh.” Kemudiandatang seorang laki-laki tua bertanya:“Wahai Rasulullah, bolehkah akumencium istriku ketika aku sedangberpuasa?” Beliau menjawab,”Boleh.”Abdullah bin Amr bin ‘Ash berkata,“Lalu, sebagian dari kami salingmemandang (karena merasa kurangpuas). Kemudian Rasulullah bersabda, “Sesungguhnya seorang lakilakiyang sudah tua itu mampumengendalikan nafsu birahinya.” 95. Berbekam. Awalnya, berbekamtermasuk perkara yang membatalkanpuasa, tetapi kemudian dibolehkan.Rasulullah pernah berbekam ketikabeliau sedang berpuasa sebagaimanadisebutkan dalam hadits dari IbnuAbbas :“Adalah Rasulullah mencium ketikabeliau sedang berpuasa. Akan tetapibeliau orang yang paling mampumengendalikan hajatnya.” 8Akan tetapi perbuatan-perbuatansemacam itu dimakruhkan bagipengantin muda. Ada sebuah riwayatdari Abdullah bin Amru bin ‘Ash, diaberkata, “Kami pernah berada di sisiRasulullah , kemudian datang“Dari Ibnu Abbas bahwasannya Nabi berbekam sedang beliau dalamkeadaan berpuasa.” 106. Memakai celak dan obat tetes mata.Hal ini menjadi pendapat Syaikhul IslamIbnu Taimiyah.7. Dibolehkan menyiram kepaladengan air dingin atau mandi untuk7H.R. Tirmidzi hadits no.788 dan Abu Dawud hadits no.142.8H.R. Bukhari hadits no.1826 dan Muslim hadits no.1106.9H.R. Ahmad II/185. Hadits ini hasan.10H.R. Bukhari, hadits no1837,5369; Ahmad I/280,299. Lihat kitab Nasikh Al Hadits waMansukhuh karya Ibnu Syakir.44 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Aktualmeringankan puasa ketika hari sangatpanas atau karena sangat haus.Imam Bukhari dalam kitab Shahihnyadalam bab ‘Bolehnya Mandi bagi Orangyang Berpuasa’ 11 meriwayatkan bahwaIbnu Umar pernah membasahi kainnya,kemudian memakainya ketika diasedang berpuasa. Asy Sya’bi pernahmasuk kamar mandi (untuk mandi)ketika dia sedang berpuasa. Al Hasanberkata, “Tidak mengapa berkumur danmendingin-dinginkan badan bagi orangyang sedang berpuasa”. Nabi pernahmenuangkan air di atas kepalanyaketika beliau sedang berpuasa (untukmengurangi rasa haus dan panas).” 128. Mencicipi masakan. Ini dibolebkanasalkan tidak sampai masuk ke dalamtenggorokan, berdasarkan riwayat dariIbnu Abbas :“Tidak mengapa seseorang mencicipicuka atau sesuatu ketika sedangberpuasa asalkan tidak masuk ke dalamtenggorokan.” 139. Menggunakan semprot (spray) bilamemang dibutuhkan, bagi orang yangberpenyakit asma’ atau sejenisnya. Halini berdasarkan firman Allah :“Sesungguhnya Allah telah menjelaskankepada kamu apa yang diharamkanbagimu, kecuali sesuatu yang terpaksakamu harus memakannya.” (Q.S. AlAn’am: 119).Spray bukan merupakan makananatau minuman, tetapi hanya merupakanbentuk penyuntikan yang tidakmengenyangkan.Segala puji bagi Allah yang telahmemberikan kemudahan kepada kamimenulis pembahasan mengenai perkarapenting yang berkaitan dengan bulanRamadhan. Tulisan ini kami ambil daribeberapa fatwa ulama, di antaranyaSyaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz — Mufti umum kerajaan Saudi—dalam kitab Tuhfah Al Ikhwan, SyaikhMuhammad bin Shalih Al Utsaimindalam kitab kecilnya Nubdzah fi AsShiyam, Syaikh Salim bin ‘Id Al Hilalidan Syaikh Ali Hasan bin Ali AbdulHamid hafizhahullah dalam kitab SifahShiyam An Nabi Fi Ramadhan.Semoga tulisan kami di atas bisamenambah nilai puasa kita di sisi Allah.Kita berdoa semoga puasa kita diterimaoleh Allah , sehingga akhirnya kitadimasukkan ke dalam surga-Nya. Amin.11Bukhari II/681 dalam bab diatas.12H.R. Abu Dawud, hadits no.2365 dan Ahmad II/2152; III/475, hadits no.15338,16006 dengansanad shahih.13H.R. Baihaqi, hadits no.8043; Hr. Ibnu Abi Syaibah dalam Mushanif no.9277, dan ini lafaznyaFatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M45 44


AkhlaqOleh : Abu Husam M. NurhudaPengertian Hati yangBersihIbnul Qayyim rahimahullahmenerangkan bahwa hati yang bersihadalah hati yang selamat darikesyirikan, sifat dengki, dendam,sombong, hasad, bakhil, cinta kepadadunia dan kedudukan; selamat darisegala penyakit yang menjauhkannyadari Allah ; selamat dari kerancuankerancuanberpikir yang akan merintangiberbuat kebaikan; selamat dari setiaphawa nafsu yang menyelisihi perintah-Nya ; selamat dari semua keinginanyang bertentangan dengan kehendakAllah ; serta selamat dari sesuatuyang memutuskan hubungan dirinyadengan Allah . 1Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata, “Hati yang bersih dan terpujiadalah hati yang menghendakikebaikan. Bersihnya hati tersebut akanbisa tercapai dengan sempurna bila kitamengetahui kebaikan dan keburukan.Ketidaktahuan seseorang akan keburukanmerupakan bukti kekurangan dirinya. ”2Ibnul Qayyim —salah seorangmurid Ibnu Taimiyah— menambahkanpenjelasan yang lebih gamblang; diaberkata, “Ada perbedaan mendasarantara hati yang bersih dengan hatiyang kotor, yang terpedaya, yang lalai.Hati yang bersih selamanya tidak akanmenghendaki keburukan sedikit pun,sehingga ia pun akan selamat darikeburukan tersebut. Hati yang lalaiadalah hati yang dimiliki oleh orang jahildan kurang pengetahuannya. Hati yanglalai merupakan sesuatu yang tidakterpuji, bahkan ia merupakan sesuatuyang tercela. Sedangkan seseorangakan dikatakan baik bila terhindar darikeadaan seperti itu.” 3Kiat-Kiat MenggapaiKebersihan HatiAda beberapa cara yang dapatdilakukan untuk menggapai kebersihanhati. Setiap orang bisa melakukannyaasal ada tekad dan kemauan. Dengansegenap kemampuan yang dimilikinyadan disertai dengan melaksanakan halhalyang mengantarkan ke sana,dengan izin Allah seseorang akanmampu untuk menggapai kebersihanhati yang didambakannya.Diantara perkara-perkara yang dapatmenghantarkan kepada kebersihan hati:1Kitab Al-Jawabul Kaafi, oleh Ibnul Qayyim :126.2Kitab Majmu’ Al-Fatawa, oleh Ibnu Taimiyah : 10/302.3Kitab Al-Jawabul Kaafi, oleh Ibnul Qayyim :126.46 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Akhlaq1. IkhlasDari Zaid bin Tsabit ,bahwasannya Rasulullah bersabda:“Tidak akan ada kedengkian sedikit punpada hati seorang muslim, manakalaterdapat padanya tiga perkara, yaitukeikhlasan dalam beramal, memberi nasihatkepada para pemimpin, dan berpegangkepada jama’ah kaum muslimin, karena doamereka menyertainya.” 4Ibnu Al-Atsir mengomentarihadist tersebut, “Bahwa dengan tigaperkara tersebut, —yaitu memurnikankeikhlasan, mau memberi nasehat danberpegang teguh dengan sunnahNabi— hati akan menjadi baik. Maka,barangsiapa yang berpegang teguhdengan tiga hal tersebut hatinya akanbersih dari khianat, dengki dankeburukan lainnya.” 52. Ridha dengan Ketentuan AllahIbnul Qayyim berkata, “Keridhaanakan membuka pintu keselamatan bagiseorang hamba, dan akan membersihkanhati dari tipu daya, hasad dan dengki.Sesungguhnya tidak ada yang bisaselamat dari siksa Allah kecualiorang-orang yang menghadap Allahdengan hati yang bersih; dan tidakmungkin hati bisa menjadi bersih tanpadiiringi dengan keridhaan. Semakinbertambah perasaan ridha seseorangmaka akan semakin bersih hatinya. Hatiyang bersih dan kebaikan yang menyertainyaakan muncul beriringan dengankeridhaan; sebaliknya kejahatan,kedengkian dan khianat juga akanmuncul beriringan dengan rasa kecewadan rasa tidak ridha. Hati yang hasadmerupakan buah dari rasa kecewa,sedang hati yang bersih adalah buahdari rasa ridha.” 6Karena itulah dikatakan, “Seorangpendengki adalah musuh dari ni’matAllah , sebab rasa dengki padahakekatnya merupakan salah satubentuk penentangan terhadappemberian Allah . Seorang pendengkimembenci ni’mat Allah yang adapada orang lain yang Allah cintai.Seorang pendengki akan merasasenang kalau nikmat tersebut hilangdari orang tersebut. Dengan demikian,dia telah menentang takdir danketentuan Allah. 73. Membaca dan MerenungkanAyat-Ayat Al-Qur’anAl-Qur’an adalah obat penawar bagisegala penyakit. Orang yang merugiadalah orang yang tidak mendapatkanobat dengan diturunkannya Al-Qur’an.Allah berfirman:4Riwayat Ahmad: 5/183, dan disohihkan Al Albani dalam Kitab Al-Misykat no: 229.5Kitab An-Nihayah fi Ghoribil-Hadist : 3/38.6Kitab Madarikis-Salikin : 2/216.7Kitab Al-Fawaaid : 282.Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M47 46


Akhlaq“Wahai manusia, sesungguhnya telahdatang kepadamu pelajaran dariTuhanmu dan penyembuh bagi penyakitpenyakit(yang berada) dalam dada danpetunjuk serta rahmat bagi orang-orangyang beriman.” 8Al-Qur’an adalah obat yang mujarabbagi semua penyakit hati dan badan;juga bagi penyakit dunia dan akhirat,Ibnu Qoyim berkata, “Bagaimanamungkin penyakit-penyakit itu mampumenghadapi firman Allah, yang jikaditurunkan kepada gunung-gunung,maka gunung-gunung itu akan hancur;dan bila diturunkan kepada bumi, makabumi itu akan terbelah. Semuapenyakit, baik penyakit hati atau badantelah ditunjukkan jalan penyembuhannyadan upaya pencegahannya, bagimereka yang diberi Allah pemahaman tentang Al-Qur’an. 94. ShadaqahShadaqah bisa membersihkan hatidan mensucikan jiwa seseorang. Olehsebab itu Allah memerintahkankepada Nabinya :“Ambillah zakat dari sebagian hartamereka, yang dengan zakat itu kamubisa membersihkan dan mensucikanmereka.” 10Orang sakit yang paling berhakuntuk mendapatkan pengobatanadalah orang yang sakit hatinya;sedangkan hati yang paling berhakuntuk diobati adalah hatimu sendiri,sebab pada hari kiamat kelak setiapjiwa akan membela dirinya sendiri. 115. Doa.Seorang hamba hendaknya selaluberdoa kepada Rabb-nya, untuknyadan saudara-saudaranya; agar diberihati yang bersih. Begitulah kebiasaanorang-orang yang shalih.Allah berfirman:“Orang-orang yang datang sesudahmereka, yaitu (kaum Muhajirin danAnshar) berdoa: “Ya Tuhan kami, beri8QS.Yunus : 57.lihat pula QS.Fushilat : 44 dan QS.Al-Isra’ : 2829Kitab Zaadul-Ma’ad, oleh Ibnu Qayyim : 35210Q.S.At-Taubah: 103. Dan Nabi bersabda:“Obatilah orang-orang yang sakit di antara kalian dengan shadaqah (Hadist dihasankan Albanidalam Sohih Jami’ no : 3358)11Sebagaimana yang terdapat dalam firman Allah :“(Ingatlah) suatu hari (ketika) tiap-tiap diri datang untuk membela dirinya sendiri...(Q.S. An-Nahl: 111.)48 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Akhlaqampunlah kami dan saudara-saudarakami yang telah beriman lebih dahuludari kami; dan janganlah Engkaumembiarkan adanya sifat dengki dalamhati kami terhadap orang-orang yangberiman. Ya Tuhan kami, sesungguhnyaEngkau Maha Penyantun lagi MahaPenyayang.” 126. Puasa Tiga Hari dalam SatuBulanTentang hal ini Nabi bersabda:“Maukah kalian aku kabarkan sesuatuyang bisa menghilangkan kedengkianhati? Berpuasalah kalian tiga hari dalamsatu bulan.” 13Puasa adalah suatu amalan yangbermanfaat untuk meredakan kekuatansyahwat dan amarah, serta melemahkankeinginan balas dendam. Dan puasatersebut–dengan izin Allah- kiranyacukup untuk menghilangkan kemarahan,serta rasa dendam.7. NasehatNasehat merupakan salah satusebab bersihnya hati dari rasa iri dandengki. Orang yang memberikannasehat harus meluruskan niatnya dantidak merasa berat dalam menasehatidan mengingkari pelaku kesalahan.Untuk menampakkan kebenaran; bukanJika engkau memberinasehat dengan syaratharus diterima, makaengkau adalah orangyang dzalimmenunjukkan cela, merendahkan, ataumenunjukkan kekurangan sertakebodohan yang dinasihati.Bila suatu nasehat disertai dengancelaan dan tindakan buruk lainnya,maka tidak diperbolehkan, baik yangdiberi nasehat itu di hadapannya atautidak, apakah masih hidup atau sudahmeninggal. 14Ibnu Hazm berkata, “Jika engkaumemberi nasehat dengan syarat harusditerima, maka engkau adalah orangyang dzalim.” 15Ibnul Qayyim berkata, “Adaperbedaan antara orang yang benarbenarpemberi nasehat dengan tukangpencela. Pemberi nasehat tidak akanmarah kalau orang yang dinasehatitidak menerima nasehatnya; dan akanberkata, “Kamu terima atau tidak, akutelah mendapatkan pahala dari Allah.” Dia pun akan mendoakan (orangyang dinasehatinya pent.) di kalasendirian, tidak menyebutkan aibaibnya,dan juga tidak menyampaikannyakepada orang lain. Berbeda dengan12(Q.S.Al-Hasyr : 10) dan senagaimana Nabi pernah berdoa:“(Wahai Allah), hapuskanlah kedengkian yang ada dalam hatiku.”13Shahih An-Nasa’i : 2358, 2386.14Kitab Al-Farq Baina An-Nashihah wa At-Ta’yiir : 35 .15Kitab Mudawatu An-Nufus : 110.Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M49 48


Akhlaqtukang pencela, yang akan bertindaksebaliknya.” 168. Saling Memberi HadiahDari Abu Hurairah, dia berkata,“Rasulullah bersabda:“Saling memberi hadiahlah kalian,niscaya kalian akan saling mencintai. “ 17Ibnu Abdil Barr berkata,“Rasulullah biasa menerima hadiah,dan menganjurkan umatnya untuk itu(saling memberi hadiah -pent.).Sungguh, pada tindakan beliauterdapat suri-tauladan yang baik.Hadiah akan menimbulkan rasa cintaserta menghilangkan permusuhan.” 189. Menyebarkan SalamDari Abu Hurairah, dia berkata,“Rasulullah bersabda:“Demi Dzat yang jiwaku ada ditanganNya, kalian tidak akan masuksurga sebelum kalian beriman; dankalian belum dikatakan berimansebelum kalian saling mencintai.Maukah kalian aku tunjukkan sesuatuyang jika kalian lakukan, maka akantimbul rasa cinta di antara kalian?Sebarkanlah salam di antara kalian!” 19Ibnu Abdil Barr berkata, “Inimerupakan dalil tentang keutamaansalam. Yaitu akan menghapuskebencian dan menumbuhkan rasakasih sayang di antara mereka.” 2010.Berprasangka Baik terhadapSesama MuslimAda riwayat dari Umar bin AlKhathab , bahwasannya beliaupernah berkata, “Janganlah kamuberprasangka terhadap ucapansaudaramu kecuali dengan prasangkayang baik, karena bisa saja kamu akanmendapatkan jalan kebaikan padaucapannya itu.” 21Imam Syafi’i berkata,“Barangsiapa menghendaki Allah tetapkan kebaikan kepadanya, makaberprasangka baiklah kepada sesamamanusia.” 22Itulah sebagian dari cara-cara untukmenghilangkan penyakit hati yangmasih banyak menimpa kita; yang perludilakukan perbaikan dan pembersihan.Kita memohon kepada Allah —Dzatyang Maha Pengasih lagi MahaPenyayang—, yang menguasai hatipara hamba; untuk selalu meneguhkanhati kita dalam menjalankan agama-Nya dan membersihkannya darisegala penyakit. Wallahu a’lam.16Riwayat Bukhari dan Muslim17Hadist Hasan, Kitab Irwa’ no : 1601.18Kitab Tamhid : 21/18.19Riwayat Muslim No.54, Tirmidzi No.2688, Abu Dawud No.5193, Ibnu Majah No.3692.20Kitab Tamhid 6/128.21Tafsir Ibnu Katsir 4/21222Bustanul-Arifin :32.50 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


FiraqBagian pertama dari dua tulisanoleh: Tri MadiyonoPendahuluanBanyak pertanyaan dari masyarakatseputar ajaran Kejawen. Pertanyaantersebut tidak semata disampaikan olehorang yang awam terhadap Islam, akantetapi juga oleh para dai, takmir masjid,dan tokoh masyarakat. Dari ‘nada’pertanyaan mereka, penulismenangkap bahwa masyarakat masihmenganggap Kejawen merupakanbagian dari Islam, sehingga merekasering menyebut dengan nama IslamKejawen. Untuk itulah kamimenurunkan tulisan ini, yang insyaAllah akan membantu menjawabkerancuan (syubhat) tersebut.Dalam bagian pertama ini akandibahas tentang aliran Sapto Darmo,yang merupakan salah satu aliran besarkejawen.A. Pengertian Kejawen(Kebatinan)Rahnip M., B.A. dalam bukunyaAliran Kepercayaan dan Kebatinandalam Sorotan menjelaskan,“Kebatinan adalah hasil pikir danangan-angan manusia yangmenimbulkan suatu aliran kepercayaandalam dada penganutnya denganmembawakan ritus tertentu, bertujuanuntuk mengetahui hal-hal yang ghaib,bahkan untuk mencapai persekutuandengan sesuatu yang mereka anggapTuhan secara perenungan batin,sehingga dengan demikian –menurutanggapan mereka- dapat mencapaibudi luhur untuk kesempurnaan hidupkini dan akan datang sesuai dengankonsepsi sendiri.” 1Dari pengertian di atas didapatbeberapa istilah kunci dari ajarankebatinan yaitu: (i) Merupakan hasilpikir dan angan-angan manusia, (ii)Memiliki cara beribadat (ritual) tertentu,(iii) Yang dituju adalah pengetahuanghaib dan terkadang juga malah bertujuanmenyatukan diri dengan Tuhan,(iv) Hasil akhir adalah kesempurnaanhidup dengan konsepsi sendiri.B. Sejarah BerdirinyaSecara umum kejawen (kebatinan)banyak bersumber dari ajaran nenek1Rahnip M., B.A., Aliran Kebatinan dan Kepercayaan dalam Sorotan, Pustaka Progressif, hal. 11.Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M51 50


Firaqmoyang bangsa Jawa yaitu animismedan dinamisme, 2 yang diwariskansecara turun temurun sehingga tidakdapat diketahui asal muasalnya.Sapto Darmo —salah satu aliranbesar kejawen— pertama kali dicetuskanoleh Hardjosapuro dan selanjutnyadia ajarkan hingga meninggalnya,16 Desember 1964. Nama Sapto Darmodiambil dari bahasa Jawa; sapto artinyatujuh dan darmo artinya kewajibansuci. Jadi, sapto darmo artinya tujuhkewajiban suci. Sekarang aliran inibanyak berkembang di Yogya dan JawaTengah, bahkan sampai ke Luar Jawa.Aliran ini mempunyai pasukan dakwahyang dinamakan Corps Penyebar SaptoDarmo, yang dalam dakwahnya seringdipimpin oleh ketuanya sendiri (SriPawenang) yang bergelar Juru BicaraTuntunan Agung.C. Ajaran pokok Sapto Darmo 3dan Bantahannya1. Tujuh Kewajiban Suci (SaptoDarmo)Penganut Sapto Darmo meyakinibahwa manusia hanya memiliki 7kewajiban atau disebut juga 7 WewarahSuci, yaitu: Setia dan tawakkal kepada PancasilaAllah (Maha Agung, Maha Rahim,Maha Adil, Maha Kuasa, dan MahaKekal). Jujur dan suci hati menjalankanundang-undang negara. Turut menyingsingkan lengan bajumenegakkan nusa dan bangsa. Menolong siapa saja tanpa pamrih,melainkan atas dasar cinta kasih. Berani hidup atas kepercayaanpenuh pada kekuatan diri-sendiri. Hidup dalam bermasyarakat dengansusila dan disertai halusnya budipekerti. Yakin bahwa dunia ini tidak abadi,melainkan berubah-ubah (angkoromanggilingan).Bantahannya:Dalam sudut pandang Aqidah AhlusSunnah wal Jama’ah, ajaran SaptoDarmo hanya berisi keimanan kepadaAllah sebatas beriman terhadapRububiyah Allah; itupun denganpemahaman yang salah. RububiyahAllah hanya difahami sebatas lima sifat(Pancasila Allah) yaitu Maha Agung,Maha Rahim, Maha Adil, Maha Kuasa,dan Maha Kekal. Padahal sifatrububiyah Allah itu banyak sekali (tidakterbatas dengan bilangan).Keimanan secara benar terhadapRububiyah Allah saja belum menjaminkebenaran Iman atau Islam seseorang,apalagi yang hanya beriman kepadasebagian kecil dari sifat rububiyah Allahseperti ajaran Sapto Darmo ini. (Baca:Rubrik Tauhid oleh Ustadz Abu Nida’,halaman 2)Inti ajaran Sapto Darmo hanyamengajarkan iman kepada Allah saja.Hal itu menunjukkan batilnya ajaran2Animisme adalah kepercayaan kepada roh-roh yang mendiami suatu benda (pohon, batu, sungai,gunung, dll), sedangkan Dinamisme adalah kepercayaan bahwa sesuatu benda mempunyaitenaga atau kekuatan. (lihat Kamus Besar Bahasa Indonesia, Balai Pustaka, 1997).3Disarikan dari buku Rahnip M., BA., idem, hal. 73-112.52 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


FiraqSapto Darmo dalam pandangan Islam.Aqidah Islam memerintahkan untukmengimani enam perkara yang dikenaldengan rukun iman, yaitu berimankepada Allah, Malaikat-Nya, Kitabkitab-Nya,para Rasul-Nya, Hari Akhir,dan Takdir yang baik maupun buruk.Al-Allamah Ali bin Ali bin Muhammadbin Abil ‘Izzi 4 dalam menjelaskan rukuniman mengatakan, “Perkara-perkaratersebut adalah termasuk rukun iman”.Allah berfirman:“Bukanlah menghadapkan wajahmu kearah Timur dan Barat itu suatukebajikan, akan tetapi sesungguhnyakebajikan itu ialah beriman kepadaAllah, Hari Kemudian, Malaikatmalaikat,Kitab-kitab, Nabi-nabi.” (AlBaqarah: 177)Maka, keimanan yang dikehendakioleh Allah adalah iman kepada semuaperkara tersebut. Dan orang yangberiman kepada perkara-perkaratersebut dinamakan mukmin; surgalahbalasan baginya. Sedangkan yangmengingkari perkara-perkara tersebutdinamakan kafir dan nerakajahannamlah tempat kembali yangpantas untuknya. Allah berfirman:“Rasul telah beriman kepada Al Qur’anyang diturunkan kepadanya dariTuhannya; demikian pula orang-orangyang beriman; mereka semuanyaberiman kepada Allah, Malaikatmalaikat-Nya,Kitab-kitab-Nya danRasul-rasul-Nya…” (Al Baqarah: 285)juga firman-Nya :“Barangsiapa tidak beriman kepadaAllah dan Rasul-Nya maka Kamisediakan untuk orang-orang yang kafirneraka yang menyala-nyala.” (QS.AlFath:13)Dan dalam sebuah hadits yangkesahihannya tidak diperselisihkan lagi,Rasulullah menjawab pertanyaan yangdisampaikan oleh Malaikat Jibril kepadabeliau tentang arti iman. Beliaumenjawab:“Bahwa keimanan itu adalah engkauberiman kepada Allah, para Malaikat-Nya, Kitab-kitab-Nya, para Rasulnya,Hari Akhir, dan Takdir yang baikmaupun buruk. “ 5Inilah prinsip dasar yang telahdisepakati oleh para nabi dan rasul.4Syarah Ath Thahawiyah fi Al Aqidah As-Salafiyah, hal. 183-184, Darul Fikr, 1408H./1988M.5Muslim hadits no.9, At Tirmidzi had no.2535, Nasa-i haits no.4904, Abu Dawud haditsno.4075, Ibnu Majah hadits no.62, dan Ahmad hadits no.179,186,346Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M53 52


FiraqSeseorang tidak dikatakan berimankecuali dengan mengimani para Rasuldan rukun iman yang lainnya.2. Panca Sifat ManusiaMenurut Sapto Darmo, manusiaharus memiliki 5 sifat dasar yaitu: Berbudi luhur terhadap sesamaumat lain. Belas kasih (welas asih) terhadapsesama ummat yang lain. Berperasaan dan bertindak adil. Sadar bahwa manusia dalamkekuasaan (purba wasesa) Allah. Sadar bahwa hanya rohani manusiayang berasal dari Nur Yang MahaKuasa yang bersifat abadi.Bantahannya:Salah satu dari ajaran Sapto Darmodalam Panca Sifat Manusia –yang perludikritisi- adalah bahwa hanya ruhaniTarif Iklanmanusia yang berasal dari sinar cahayaYang Maha Kuasa yang bersifat abadi.Dalam pandangan Islam keyakinanseperti ini sangat batil. Sebab semuayang ada di alam semesta ini selainAllah adalah makhluk; dan semuamakhluk adalah tidak kekal, termasukjuga manusia, baik rohnya maupunjasadnya. Manusia adalah makhluk;yang diciptakan oleh Allah dari tanah.Sebagaimana firman Allah dalamSurat Ash Shaffat,“…Sesungguhnya Kami telahmenciptakan mereka dari tanah liat.”(Q.S. Ash Shaffat :11)Dalam ayat lain disebutkan bahwamanusia diciptakan dari at-thin (tanah),sebagaimana dikatakan oleh Iblis ketikaHalaman Cover (warna)Cover I Rp 1.000.000,-Cover II Rp 700.000,-Cover III Rp 700.000,-Halaman Dalam (hitam putih)1 halaman penuh Rp 500.000,-1/2 halaman Rp 300.000,-1/4 halaman Rp 175.000,-54 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Firaqmenolak bersujud kepada Adam, iaberdalih:“Engkau ciptakan aku dari api, sedangEngkau ciptakan dia (manusia) daritanah.” (Q.S. Al A’raf: 12)Karena manusia itu makhluk, makabaik roh maupun jasadnya tidak adayang abadi.Keyakinan Sapto Darmo tentangkeabadian roh manusia muncul darianggapan mereka bahwa pada dirimanusia terdapat ‘persatuan dua unsur’yaitu unsur jasmani -dari tanah- danunsur ruhani -yang mereka dakwakansebagai- cahaya Allah yang abadi.Dalam terminologi kebatinan hal itudisebut dengan ajaran Panteisme, yaknibersatunya unsur Tuhan (Laahut) danunsur manusia (Naasut).Terhadap pandangan yangmenyatakan bahwa ruh itu abadi, Al-Allamah Ali bin Ali bin Muhammad binAbil ‘Izzi menjelaskan, “Dikatakanbahwa ruh itu azali (qadim). Padahalpara Rasul telah bersepakat bahwa ruhitu baru, makhluk, diciptakan,dipelihara, dan diurus. Ini adalahperkara yang telah diketahui secarapasti dalam agama bahwa alam itu baru(muhdats). Para sahabat dan tabi’injuga memahami yang seperti ini kecualisetelah muncul pemikiran yangbersumber dari orang yang dangkalpemahamannya terhadap Al-Qur’andan As-Sunnah lalu menyangka bahwaruh itu qadim. Dia berhujjah bahwa ruhitu termasuk urusan Allah (min amrillah)sedangkan amrullah bukan makhlukkarena di-idhafah-kan kepada Allahseperti ‘ilmu, qudrah, sama’, bashar’,dan tangan. Ahlus Sunnah wal Jama’ahtelah sepakat bahwa ruh itu makhluk.Diantara ulama yang menyebutkantentang ijma’ tersebut adalahMuhammad bin Nashr al-Muruziy, IbnuQutaibah, dan lainnya. Adapun dalilbahwa ruh itu makhluk adalah firmanAllah ta’ala:“ Allah-lah Pencipta segala sesuatu.”(Q.S. Az Zumar: 62)Dalam alenia berikutnya beliaumelanjutkan keterangannya, “Allahta’ala adalah Al-Ilah yang memiliki sifatkesempurnaan. Maka ilmu-Nya,Kekuasaan-Nya, hidup-Nya, pendengaran-Nya,penglihatan-Nya, dansemua sifat-sifat-Nya termasuk dalamsebutan nama-Nya. Maka Dia, AllahSubhanahu, dzat maupun sifat-Nyaadalah Pencipta (Al-Khaliq) dan selainDia adalah makhluk. Dan telah difahamisecara qath’iy bahwa ruh itu bukanAllah dan bukan pula salah satu darisifat Allah melainkan salah satu dariciptaan-Nya.” Adapun terkait denganpenisbatan (idhafah) ruh kepada Allahmaka beliau menjelaskan, “Perludiketahui bahwa penisbatan kepadaAllah ada dua macam,Pertama: penisbatan sifat yangmenyatu dengan dzat Allah sepertiilmu, qudrah, kalam, sama’, dan bashar.Maka penisbatan ini adalah penisbatansifat kepada yang disifati (idhafatushifah ila maushuf). Oleh karena ituilmu, kalam, sama’, dan bashar adalahsifat Allah. Demikian juga wajah dantangan Allah.Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M55 54


FiraqKedua: penisbatan dzat yangterpisah (munfashilah) dari Allah sepertirumah, hamba, rasul, dan ruh. Makapenisbatan rumah, hamba, rasul, danruh kepada Allah adalah penisbatanmakhluk kepada Pencipta-Nya.””3. Konsep Kitab SuciKitab suci penganut Sapto Darmoadalah yang diusahakan oleh BopoPanuntun Gutama, yang tidak lainadalah pendirinya itu sendiri,Hardjosapuro. Menurut pandanganmereka, kitab ini berasal dari kumpulan‘wahyu’ dari Tuhan yang memiliki sifatPancasila Allah.Bantahannya:Kitab Suci penganut Sapto Darmosebagaimana disebutkan di mukaadalah yang diusahakan oleh BopoPanuntun Gutama, yaitu Hardjosapuro.Menurut pandangan mereka, kitab sucimereka itu berasal dari ‘wahyu’ yangberasal dari Tuhan yang memiliki sifatPancasila Allah. Itu berarti bahwa ‘kitabsuci’ tersebut baru, lahir sekitar 40tahun yang lalu.Bagaimana kalau dikembalikankepada ajaran Islam? Aqidah Islammengajarkan bahwa Nabi Muhammad adalah penutup kenabian dankerasulan. Dan Al-Qur’an adalah kitabsuci terakhir yang diturunkan Allah ;karena tidaklah kitab suci itu diturunkanmelainkan melalui para rasul; dan Nabikita Muhammad adalah penutup paranabi dan rasul. Sebagaimana firmanAllah :“Muhammad itu sekali-kali bukanlahbapak dari seorang laki-laki di antarakamu, tetapi dia adalah Rasulullah danpenutup nabi-nabi. Dan adalah AllahMaha Mengetahui segala sesuatu.”(Q.S. Al Ahzab: 40)Dengan meyakini ‘kitab suci’ yangdibikin sekitar 40 tahun itu berarti samasaja dengan mengingkari Muhammadsebagai penutup para nabi dan rasul.Itu berarti ajaran ini secara tidaklangsung mengakui dan menetapkanadanya Nabi baru setelah NabiMuhammad . Tentu ajaran seperti inijelas-jelas bertentangan dengan ajaranIslam.4. Konsep tentang AlamKonsep alam dalam pandanganSapto Darmo adalah meliputi 3 alam: Alam Wajar yaitu alam duniasekarang ini. Alam Abadi yaitu alam langgengatau alam kasuwargan. Dalamterminologi Islam maknanyamendekati alam akhirat. Alam Halus yaitu alam tempat rohrohyang gentayangan (berkeliaran)karena tidak sanggup langsungmenuju alam keswargaan. Roh-rohtersebut berasal dari manusia yangselama hidup di dunia banyakberdosa.56 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


FiraqBantahannya:Aliran Sapto Darmo meyakiniadanya alam halus yaitu alam tempatroh-roh yang gentayangan atauberkeliaran karena tidak sangguplangsung menuju alam keswargaan.Kata mereka, roh-roh tersebut berasaldari manusia yang selama hidup didunia banyak berdosa.Aqidah Islam tidak mengenal alamyang demikian itu.Setelah manusiameninggal dunia –bagaimanapun carameninggalnya- makaselanjutnya ia beradadalam suatu alam yangdisebut dengan alamkubur atau alambarzakh, sebagaimanadijelaskan oleh AlAllamah Ali bin Ali binMuhammad bin Abil‘Izzi. “Ketahuilah,bahwa adzab kuburadalah adzab barzakh.Semua orang yangmati dalam keadaanmembawa dosa berhakmendapat adzab sesuai dengan dosayang dilakukannya, baik jasadnyadikuburkan, dimakan srigala, terbakarsehingga menjadi abu, melayanglayangdi angkasa, disalib, atautenggelam di lautan. Adzab kubur akandirasakan oleh si mati dengan jasad danruh-nya, meski jasadnya tidak terkubur.Hal-hal ghaib yang berkaitan denganbagaimana duduknya orang yang matiketika di kubur, seperti apa tulangrusuknya, dan hal-hal yang semacamnya,maka wajib kita pahami (yakini)sebagaimana yang disampaikan olehRasulullah; tidak boleh kita menambahnambahataupun menguranginya…” 6Terkait dengan alam, Ibnu Abil ‘Izzipada alenia berikutnya menjelaskan,“Kesimpulannya adalah bahwa alam ituada tiga; alam dunia (dar ad-dunya),alam barzakh (Dar albarzakh), dan alamakhirat (dar al qarar).Allahtelahmemberlakukan hukumhukumtertentu bagitiap-tiap alam tersebut,dan manusia (jasadmaupun ruh) akanberjalan sesuai denganhukum tersebut. Allahmenjadikan hukumhukumdunia berlakubagi jasad dan ruhsesuai keadaannya didunia. Demikian juga;Allah menjadikanhukum-hukum di alambarzakh berlaku bagijasad dan ruh sesuai keadaannya dialam barzakh. Kemudian, tatkaladatang hari dibangkitannya semuajasad dan manusia dari kubur mereka,maka akan berlakulah hukum-hukumyang ada di sana; pemberian pahaladan siksa, juga kepada ruh dan jasadsecara bersama-sama.”(ed).6Syarah At Thahawiyah fi Al Aqidah as-Salafiyah, ibid, hal. 264.Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M57 56


ProfilOleh: Abu Abdillah MubarakAbu Bakar adalah orang yang pertama kali masuk Islam dan pertama kalimenampakkan keislamannya setelah Rasulullah . Beliau adalah orang yang palingbermanfaat keislamannya bagi perkembangan dakwah Islam bila dibandingkandengan sahabat Nabi yang lain. Hal ini karena beliau memiliki sejumlah kelebihan,antara lain beliau berasal dari keturunan yang mulia, seorang hartawan, dansuka membelanjakan hartanya demi ketaatan kepada Allah dan Rasul–Nya.Abu Bakar Ash-Shiddiq adalahkhalifah yang pertama. Beliaumemimpin umat ini berdasarkanmanhaj nabawi berlandaskan Al-Kitabdan As-Sunnah. Beliau merupakanImam Ahlus Sunnah wal Jama’ah,penolong dan penegak As-Sunnahtatkala muncul orang-orang yangmurtad, nabi-nabi palsu, dan orangorangyang enggan membayar zakat.Beliau memerangi orang-orang yangenggan membayar zakat karenamereka hendak memisahkan antarakewajiban shalat dengan kewajibanzakat, padahal memisahkan sesuatuyang Rasulullah satukan sertamemisahkan diri dari jama’ah adalahsalah satu sebab bolehnya diperangi.Bahkan orang yang mengingkari salahsatu rukun dari rukun-rukun Islammaka dia telah kafir, karena hakikatnyasama dengan mengingkari semuarukun Islam.Beliau adalah imam yangmenghidupkan sunnah, memberantasserta mematikan bid’ah, kekufuran dankesyirikan. Orang yang paling berjasadan memiliki andil yang sangat besardalam berjuang untuk mencapaikajayaan Islam. Pada masa beliauterjadi peristiwa yang monumentalyaitu pengumpulan Mushhaf Al-Qur’an,karena banyak dari kaum musliminyang hafal Al-Qur’an terbunuh dalampertempuran. Guna menjaga Al-Qur’anmaka dilaksanakanlah jam’ul Qur’anagar tetap otentik dan terjaga dariperubahan-perubahan.NasabnyaNama dan nasab beliau adalah AbuBakar Abdullah bin Utsman (AbuQuhafah) bin Amir bin Amru bin Ka’abbin Sa’ad bin Qoyim bin Murrah binKa’ab bin Lu’ai bin Ghalib. Sedangkanibunya adalah Ummu Khair Salma bintiShahr bin Malik bin Amir bin Amru ….(dan seterusnya sebagaimana nasabayahnya).Keutamaan Abu Bakar Ash-Shidiq Di antaranya:1. Saudara Rasulullah dalam Islamdan yang menemani beliau ketikaberada di gua Tsur, menemani58 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Profilperjalanan hijrah, yang menjaga danmempertaruhkan dirinya untukRasulullah . Dalilnya adalah hadits AbuSa’id yang diriwayatkan oleh IbnuHibban dalam kisah pengutusan AbuBakar ke Hajj. Rasulullah bersabdakepada Abu Bakar,“Kamu adalah saudara saya (di dalamIslam) dan sahabat saya ketika berada didalam gua (tatkala hijrah ke Madinah)’. ”12. Orang yang paling dicintaiRasulullah di antara para sahabat.Berdasarkan hadits Amru bin `Ashbahwa Rasulullah mengutusnya dalamsebuah pasukan dzaatu salaasil, makaia mendatangi Nabi dan bertanya,“Siapakah orang yang paling engkaucintai?” Beliau menjawab, “Aisyah”, makasaya bertanya lagi, “Dari kaum lelaki?”Beliau menjawab, “Ayah Aisyah” makasaya bertanya lagi, “Kemudian siapa?”beliau menjawab, “Umar bin Khathaab.”Kemudian beliau menyebutkan beberapasahabat yang lain.” 23. Manusia yang paling baik setelahRasulullah . Berdasarkan haditsMuhammad bin Hanafiah berkata,“Saya bertanya kepada ayah saya(Hanafiah bin Ali bin Abu Thalib),‘Siapakah manusia yang paling baiksetelah Rasulullah ?’ Beliaumenjawab, ‘Abu bakar.’ Saya bertanyalagi, ‘Kemudian siapa?’ Beliaumenjawab, ‘Umar.’ … alhadits.” 34. Orang yang pertama kali diberi gelarAsh-Shiddiq oleh Rasulullah karenabeliau adalah orang yang paling cepatmembenarkan semua berita dariRasulullah , meskipun berita yangdisampaikan tersebut seolah-olahkurang bisa diterima oleh akal. Yaitutatkala Rasulullah mengabarkanperistiwa Isra’ dan Mi’raj kepada kaumQuraisy, maka sebagaian besar merekamendustakan berita tersebut, sebagiandari kaum Muslimin ada murtad, akantetapi Abu Bakar segera membenarkannya,maka pada hari itu dia diberigelar Ash-Shiddiq.5. Orang yang pertama kali masukIslam dan menampakkan keislamannyasetelah Rasulullah, berdasarkan haditsAmmar , ia berkata,“Saya melihat Rasulullah dan tidakada orang yang bersamanya kecualilima orang budak, dua orang wanita(Khadijah dan Ummu Aiman) dan AbuBakar.” 41Fathul Bari Juz 7 kitab Fadhail Ash-habin Nabi bab Manaqib Al-Muhajirin wa Fadhlihim, minhumAbu Bakar… hal. 356, oleh Ibnu Hajar2H.R. Bukhori No. 36623H.R. Bukhori No. 36714H.R. Bukhori.No. 3660Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M59 58


Profil6. Orang pilihan Allah, Rasulullah dankaum muslimin. Abu Bakar Ash-shiddiqmerupakan orang yang paling alim(berilmu) setelah Rasulullah dan orangkepercayaan beliau. Berdasarkan haditsAbu Sa’id Al-Khudri, ia berkata,“Rasulullah berkhotbah kepadamanusia dan berkata,‘Sesungguhnya Allah memberikanpilihan kepada seorang hamba apayang ada di dunia dan apa-apa yangada di sisi-Nya, maka hamba tersebutmemilih apa yang di sisi Allah.’Berkata rawi: “Abu Bakar menangis,maka kami merasa heran dengantangisannya terhadap pengkabaranRasulullah tentang seorang hambayang diberi pilihan itu.’ Maka Rasulullahadalah orang yang diberi pilihan danAbu Bakar adalah orang yang palingalim diantara kami, maka Rasulullah bersabda:“Sesungguhnya orang yang palingbesar pengorbanan diri dan hartanyaterhadapku adalah Abu Bakar,seandainya saya diperbolehkanmengambil seseorang menjadi kholil(kekasih) selain Rabbku niscaya sayaakan mengambil Abu Bakar sebagaikholil , akan tetapi yang ada adalahpersaudaraan dan kasih sayang dalamIslam. Janganlah kamu tinggalkanmasjid kecuali pintunya dalam keadaantertutup kecuali pintu untuk Abu BakarAsh-Shiddiq.’” 5Dan dalam riwayat selain Bukhori :“Akan tetapi ia adalah saudara sayadalam Islam dan teman saya tatkalaberada dalam gua Tsur.”Dari Ibnu Umar berkata : “Kamimemilih orang yang paling baik dikalangan manusia pada zamanRasulullah, maka kami memilih AbuBakar, kemudian Umar bin Khaththabkemudian Utsman bin Affan .” 6Hadits ini sebagai isyarat bahwayang berhak menjadi khalifah setelahRasulullah wafat adalah Abu Bakar Ash-Shiddiq, kemudian Umar, kemudianUtsman. Hadits ini juga mengisyaratkanbahwa beliau adalah orang yang alim(berilmu) diantara para sahabat,bahkan orang yang paling berilmusetelah Rasulullah dan beliau banyak5H.R. Bukhori No. 36546H.R. Bukhori No. 365560 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Profilmengetahui rahasia-rahasia Rasulullahyang tidak diketahui oleh sahabatsahabatyang lain. Ia paling tahutentang tafsir dan asbabun nuzul Al-Qur’an. Paling faham terhadapperkataan dan isyarat-isyarat yangdisampaikan Rasulullah .Celaan ZindiqSetelah wafatnya Rasulullah --sebagimana yang telah disampaikandiawal pembahasan--bermunculanlahorang-orang murtad, nabi palsu, orangyang enggan membayar zakat dan lainlain,termasuk didalamnya kelompokyang dikenal dengan Syi’ah Rafidhahdan orang-orang zindiq. Kelompok inipaling gencar dalam mencela parasahabat secara umum, tidak terkecualisahabat-sahabat utama, termasuk AbuBakar Siddiq yang telah kita simakbagaimana kedudukan dan kemuliaanbeliau disisi Rasullullah . Merekamengatakan bahwa Abu Bakar, Umardan Utsman serta sahabat yang laintelah murtad, kufur, sebagai thogut,perampas hak Ali dan sebagainya yangsemisal dengan itu. Maka, untukmenjelaskan permasalah-an inicukuplah kita menyimak perkataanpara ulama sunnah, yang pahamkedudukan sahabat nabi danseberapa jauh penyimpangankelompok sempalan ini.Jawaban UlamaCelaan-celaan yang merekalontarkan terhadap Abu Bakar, Umardan para sahabat yang lainnyahanyalah bualan yang tidak dilandaskankepada Al-Kitab, Al-Hadits dan tidakpula kepada Salaful ummah. Akantetapi celaan itu didasari rasa dengki,angkuh, sombong dan dari hawa nafsubelaka. Sesungguhnya celaan yangmereka tujukan kepada Abu Bakar,Umar, Utsman dan para sahabatlainnya pada hakikatnya adalah celaankepada Rasulullah . Seakan-akanmereka mengatakan bahwa Rasulullahtidaklah berhasil mendidik parasahabatnya, ‘buktinya hampir semuapara sahabat murtad kecuali hanyabeberapa orang saja’. Maka inimerupakan suatu tuduhan yang sangatkeji terhadap Rasulullah .Kaum Muslimin diperintahkan untukberpegang teguh kepada al-Kitab danal-Hadits yang shahih, mengikutikeduanya dan mengamalkannya,dengan mencontoh Salafus Shalih; baikdalam Aqidah, Manhaj, Fiqih, Akhlaq,dan Muamalah. Maka Ahlus Sunnahberpendapat dan bersepakat bahwaAbu Bakar adalah orang yang palingberilmu setelah Rasulullah, yang palingtinggi keimanannya setelah Rasulullah,kemudian Umar bin Khathab, kemudianUtsman bin Affan, kemudian Ali bin AbiThalib, kemudian 10 orang yangdijamin masuk surga, kemudian parasahabat yang lainnya dan orang-orangyang mengikuti mereka dengan ihsansampai Hari Kiamat.Berikut beberapa nukilkanperkataan para ulama yangmenjelaskan sikap Syia’ah Rafidhah,dalam rangka menolak celaan yangdilontarkan kepada Abu Bakar, Umardan para sahabat yang lainnya:Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M61 60


Profil Imam Ahmad bin Hambalberkata: “Saya bertanya kepada Ayahsaya tentang Rafidhah, maka beliaumenjawab: ‘Mereka itu adalah orangorangyang mencela Abu Bakar danUmar.’” 7 Beliau juga ditanya seseorangtentang Abu Bakar dan Umar, makabeliau menjawab: “Doakanlah rahmatuntuk keduanya dan berlepas dirilahdari orang-orang yang membencikeduanya.” 8 Al-Faryabi, ketika ada seorang yangbertanya kepadanya tentang orangorangyang mencela Abu Bakar danUmar, maka Dia menjawab: “Orangtersebut telah kafir.” Kemudian diaditanya lagi, “Apakah dia dishalatkan?”Beliau menjawab: “Tidak perlu.” 9 Abu Zur’ah berkata: “Orang yangmengurangi hak-hak para SahabatRasulullah, maka ketahuilah bahwamereka itu adalah orang Zindiq.” 10 Imam Malik ditanya tentangRafidhah, maka beliau menjawab:‘Janganlah kamu berbicara kepadamereka, jangan meriwayatkan darimereka karena sesungguhnya merekaadalah pendusta. 11 ’” 12WafatnyaAbu Bakar As-Shiddiq wafatdisebabkan sakit paru-paru yang beliauderita, sebagaimana yang dikatakanZubair bin Bikar. Beliau menjabatsebagai khalifah pertama selama duatahun tiga bulan beberapa hari, sedangusia Beliau tatkala wafat sama denganusia Rasulullah yaitu 63 tahun. —wallahu a’lam— 13Maraji’ :1. Fathul Bari karya Ibnu Hajar Al-‘Asqalani2. Al-Bidayah wa An-Nihayah karyaIbnu Katsir3. Min ‘Aqaidisy Syi’ah karya Abdullahbin Muhammad As-salafy4. As-Syi’ah Al-Imamiyah Al-Itsna Al-’Asyariyyah fi mizanil Islam karyaRabi’ bin Muhammad As-Sa’udi5. Kitabus Siyar an-Nabawiyah waAhbaril Khulafa’7Min ‘Aqaidisy Syi’ah bab Ma Aqwalul Aimmatis Salaf wal Khalaf fi Rafidhah, hal. 568idem, hal. 56-579idem, hal. 5710idem, hal. 5811idem, hal.5412Lebih jelasnya lihat kitab “Min ‘Aqaidisy Syi’ah karya Abdullah bin Muhammad As-salafy” dan“As-Syi’ah Al-Imamiyah Al-Itsna Al-’Asyariyyah fi mizanil Islam karya Rabi’ bin Muhammad As-Sa’udi”13Faathul Bari’ juz 7 kitab Fadhail Ashabin Nabiy bab Manaqibil Muhajirin wa fadhlihim minhumAbu Bakar62 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M


Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M63


B. NasehatYang paling penting di sini adalah saling memberi nasihat diantara kita dalamberpegang teguh kepada Al-Qur’an dan As-Sunnah dengan pemahaman As-SalafusSalih, menjalankan isinya , mengajak kepada manusia kembali kepadanya. Karenatidak akan bahagia dan selamat di dunia dan akhirat kecuali dengan berpegangkepada keduanya, dalam beraqidah, bertutur, beramal, istiqamah, bersabar dalammenjalankan ketaatan dan meninggalkan kemungkaran. Ingat, barang siapa yangtaat akan selamat, barang siapa ma’siat akan di azab, cepat atau lambat.“Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpacobaan atau ditimpa azab yang pedih.”(QS.An-Nur:63)Demikian surat pernyataan ini mudah-mudahan bermanfaat bagi kita, semogakita selalu mendapatkan taufik dan inayahnya. Amin.Ketua YayasanMajelis At-Turots Al-Islamy YogyakartaAbu Nida Chomsaha SofwanReferensi:1. “Muraja’at Fi Fiqhil Waqi’” bersama Syaikh Abdul Aziz bin Baz, Syaikh Shalih Al-Fauzan dan SyaikhShalih As-Sadlan.2. “As-Siraj Al-Wahhaj” dan “Silsilah Al-Fatawa As-Syar’iah” karya Syaikh Abul Hasan Musthafa binIsma’il As-Sulaimany.64 Fatawa Vol. 01/ I / Ramadhan 1423 H - 2002 M

More magazines by this user
Similar magazines