Kegiatan Divisi Manajemen Rumah Sakit tahun 2011

manajemenrumahsakit.net
  • No tags were found...

Kegiatan Divisi Manajemen Rumah Sakit tahun 2011

Kegiatan Divisi ManajemenRumah Sakit Tahun 2011


Performance Management andLeardeship• Untuk menurunkan jumlah kematian ibu dan bayi diperlukanstrategi luar biasa, dari hulu ke hilir• Sistem rujukan akan diperbaiki, RS harus siap menerimarujukan dan follow up pasca pelayanan di RS• 3 aspek di RS dibenahi scr komprehensif, namun tetapdisesuaikan dengan kondisi di lapangan:– Manajemen umum– Manajemen klinik– Manajemen keuangan


Tujuan Kegiatan:Tujuan Umum• Tujuan umum kegiatan Performance management andLeadership ini adalah meningkatkan kinerjapemimpin/manajer kesehatan pada RSUD Kabupaten/Kota diProvinsi NTT.Tujuan Khusus• Tujuan khusus yang ingin dicapai dalam kegiatan PelatihanPerformance management and Leadership Tingkat RSUD iniadalah:• Pejabat Struktural di Tingkat RSUD Kabupaten/Kota di Provinsi NTT mampumelaksanakan tugas pokok dan fungsinya dengan baik sebagaimanajer/pemimpin dalam bidang kesehatan.• Tersedianya calon pemimpin yang baik di masa mendatang dalam regenerasikepemimpinan di bidang pembangunan kesehatan di Provinsi NTT.


• Proses Kegiatan: TOR kegiatan disusun oleh PMPK,pelaksanaan oleh Tim RS Mitra A dan mitra B, monevoleh PMPK, mengembangkan website (http://mutukiantt.net/index.php/laporan/pml)• Kendala: geografis, cuaca, komunikasi, penguasaanteknologi (termasuk teknologi komunikasi)• Hasil:– terbentuk pokja2 di RS,– terdapat kemitraan antara RS Mitra A dengan RS di NTT,– terdapat rencana kegiatan dan pelaksanaan assessment diRSUD2 di NTT• Lokasi: NTT• Sumber dana: AIPMNH


1231) Rapat dengan AIPMNH, 2) Kunjungan keRSUD Kefamenanu, 3) Tes skype di RSUDSoe


BBKPM SurakartaDeskripsi Kegiatan• BP4 Surakarta yang berdiri sejak 1957 menangani penderitaTB & penyakit paru lainnya (asma, bronkitis, kanker paru danPenyakit Paru Obstruktif Kronis (PPOK)).• Tahun 2005 menjadi BBKPM dan bertanggung jawab di 10provinsi sbg wilayah kerjanya• Penelitian ini melakukan kajian situasi saat ini dan proyeksiskenario-skenario ke depan untuk mendukung optimalisasipelaksanaan tugas pokok dan fungsi BBKPM.


Tujuan Penelitian:• Mengeksplorasi pencapaian tugas pokok dan fungsi BBKPMSurakarta dari perspektif stakeholder• Mengeksplorasi eskpetasi stakeholder atas tugas pokok danfungsi BBKPM Surakarta• Mengidentifikasi tantangan-tantangan dalam optimalisasipelaksanaan tugas pokok dan fungsi BBKPM Surakarta• Mengidentifikasi terobosan-terobosan yang dapat dilakukanuntuk optimalisasi pelaksanaan tugas pokok dan fungsiBBKPM Surakarta


• Proses Kegiatan:– studi kasus eksploratif dengan disain kasus tunggalholistik– Data akan dikumpulkan melalui wawancaramendalam, diskusi kelompok terarah (DKT) dan reviewdokumen (termasuk studi pustaka)– secara kualitatif• Kendala:• Hasil: (belum selesai)• Lokasi: BBKPM Surakarta• Sumber Dana: APBN


Penguatan asosiasi profesi untuk Terlibatdalam Health System di IndonesiaDeskripsi Kegiatan:• Saat ini Indonesia memiliki kebijakan Universal Coverage (CakupanSemesta) untuk melindungi masyarakat dari bencana pengeluaran belanjakesehatan akibat sakit.• Namun penyebaran tenaga kesehatan tidak merata.• Asosiasi profesional dokter belum banyak terlibat dalam penyusunankebijakan sistem kesehatan. Bahkan keputusan tentang pengaturan jasaprofesi dalam sistem asuransi kesehatan, ternyata belum ada negosiasiformal antara asosiasi profesi dan pemerintah. Disamping itu untukmengurangi masalah distribusi dokter spesialis di seluruh wilayah, belumada kebijakan strategis yang dikembangkan oleh pemerintah dengandukungan asosiasi profesional.


Tujuan Kegiatan:Tujuan umum:• Memahami peran Asosiasi Profesional Dokter, Badan Pengawas PraktisiKesehatan Australia, dan Konsil Kedokteran Australia dalam sistemkesehatan.• Mengidentifikasi potensi kontribusi perhimpunan dokter, dokter spesialis,dan bidan dalam mengatasi beberapa tantangan utama yang dihadapi olehsistem kesehatan.Tujuan khusus:• Membandingkan peran dan tanggung jawab perhimpunan dokter diIndonesia dengan pengalaman internasional, khususnya pengalamanAustralia.• Mencari tindakan strategis perhimpunan dokter untuk mengatasi masalahdistribusi, retensi, praktek ganda, dan insentif dokter dan dokter spesialis diIndonesia berdasarkan pengalaman dan praktik internasional.


Pengembangan sistem dan pendampinganpengembangan electronic health record (EHR)RSUD NatunaDeskripsi KegiatanKegiatan di RSUD Natuna pada tahun ini merupakankelanjutan dari kegiatan pada tahun sebelumnya, yanglebih difokuskan pd pelayanan rawat inap & persediaanTujuan Kegiatan• Pemeliharaan, pengembangan dan pendampinganbilling system di RSUD Natuna ini bertujuan untukmempercepat proses pelayanan, memantaupelaksanaan kegiatan pelayanan dan pendapatan RSyang transparan di RSUD Natuna.


Proses Kegiatan• Proses pendampingan dan pelatihan untuk melaksanakan billing system diRSUD Natuna dilaksanakan oleh Tim PMPK UGM. Pengembangan,implementasi, pendampingan dan pelatihan sifatnya adalah dari hari kehari selama 4 bulan dan di fokuskan pada hal-hal sebagai berikut:• Pencatatan rawat inap, OK, gizi, UTDRS, ICU• Logistik medis RS• Pengaturan display untuk ruang tunggu pasien di rawat jalan• Pelaporan pendapatan untuk tingkat manajerial.• Tim PMPK di bantu oleh Pokja yang ditunjuk oleh pihak RSUD Natuna.Didalam pelaksanaannya, pokja ini akan bertanggung jawab terhadapimplementasi Billing System


• Proses Kegiatan: Sudah terlaksana implementasi billing secarakeseluruhan pada pelayanan di RSUD Natuna. Selain billingsystem sebagai informasi pendapatan bagi manajemen,system yang dikembangkan di RSUD Natuna dan sudahditerapkan adalah laporan persediaan bahan medis (logistikmedis) dan display untuk ruang tunggu pasien rawat jalan.• Kendala: lokasi terlalu jauh dari Yogyakarta• Hasil: sudah terimplementasi• Lokasi: RSUD Natuna• Sumber Dana: APBD


11) Proses Pendampinganpenggunaan billing kepada stafrawat inap, 2) Petugaspendaftaran melayani pasien diRSUD Natuna, 3) Software BillingSystem yang digunakan23


Sosialisasi dan Training Awal prePendampingan BLUD di RSUD BimaDeskripsi Kegiatan• RSUD Bima sudah punya pokja utk persiapan BLUD, sebagiansudah pernah mengikuti HMT dan program S2 MMR• Sosialisasi kegiatan berisi presentasi mengenai BLUD danrekomendasi mengenai tahapan persiapan BLUD di RSUDBimaTujuan :• Kegiatan sosialisasi awal dilakukan sebagai reminder sekaligusmembantu pokja RSUD menyusun proposal dan budgetkegiatan pendampingan thn 2012


• Proses Kegiatan: selama 2 hari, hari 1sosialisasi dan diskusi mengenai BLUD, hari 2mengenai persiapan pokja, penyusunanproposal & budget• Kendala: -• Hasil: proposal dan budget kegiatanpendampingan tahun 2012• Lokasi: RSUD Bima, NTB• Sumber Dana: APBD


Diskusi Pokja


Rencana Kegiatan Tahun 20121. Performance Leadership And Management Provinsi NTT bagiPejabat Struktural di Tingkat RSUD Kabupaten/Kota Tahun2011-2013• Pendekatan yg digunakan:PendampingdaerahRSDaerahPendampingdaerahRSDaerahPendampingdaerahRSDaerahPendampingdaerahRSDaerahPendampingdari RS MitraPendampingdari RS MitraPendampingdari RS MitraPendampingdari RS MitraPMPK UGM: Dukungan teknis untuk strategipengembangan, materi pengembangan dan harmonisasi isiDukungan teknis dan dana dariDinKes Propinsi dan AIPMNH


Kegiatan tahun2012 dst


Rencana Kegiatan Tahun 20122. FS RS Swasta di Pekan Baru– Kota Pekanbaru merupakan kota perdagangan, dikelilingiarea perkebunan & tambang, lalu lintas dari Sumatera bag.Tengah ke Malaysia & Singapura, banyak investor yangberminat untuk berinvestasi– FS ini mengkaji kelayakan pembangunan RS swasta,termasuk untuk melayani masyarakat miskin yang tercoveroleh Jamkesda


Rencana Kegiatan Tahun 20123. Pendampingan Pengembangan SistemManajemen di RSUD Panglima Sebaya TanahGrogot– Kegiatan pertama: pendampingan BLUD


Rencana Kegiatan Tahun 20124. Pendampingan BLUD RSUD Bima– Kelompok Kerja (4 kelompok), uraian tugas, dan rencanaprogram pendampingan telah dibuat.– Sebagian kegiatan akan memanfaatkan fasilitas komunikasivia skype– Diharapkan kedepannya kegiatan-kegiatan capacitybuilding bagi RSUD Bima bisa dilakukan denganmenggunakan fasilitas ini


Rencana Kegiatan Tahun 20125. Pengembangan Sistem Manajemen Keuangan RS Daerahbekerjasama dengan MMR dan FE• Kegiatan berupa FGD dan seminar• Langkah awal melakukan kajian:1. dari aspek legal: mengumpulkan informasi mengenai regulasi opensource sebagai salah satu dasar dalam membuat kontrak Tim yangakan mengembangkan sistem ini.2. dari aspek teknis: sistem akuntansi sebagai entry point dalampengembangan sistem ini, diidentifikasi alur informasi sampai kebuku besar, dimana hasil akhirnya berupa sistem akuntansi berbasiskas yang sederhana namun auditable.


Rencana Kegiatan Tahun 20126. Pengembangan Sistem Informasi Manajemen RSberbasis Open Source, bekerjasama dengan BUK– Ada variasi RS kemampuan dalam membeli SIM RS.Masyarakat menengah miskin cenderung menggunakanrumahsakit yang tidak mampu untuk membeli produk SIMRS ada risiko mendapat pelayanan lebih buruk mutunya.– Ada kegagalan mekanisme pasar dalam pengembanganSIM RS di Indonesia dan pemerintah harus mengambilperanan dalam mengatasi kegagalan tersebut.


Diagram 2. Model Pengembangan SIM RSDiagram 1. Pengembangan SIM RS di Indonesia saat iniACABCD1 2 3 4 5BRS yang belum memiliki system yang terkomputerisasiaterkomputerisasiRS yang memiliki SIM RS yang closeRS yang memiliki SIM RS yang openVendor IT RSPendanaan murni swastaPerguruan Tinggi seperti UGM, UI ,dllPendanaan dari Donor danPemerintah, CSR, serta hibahmasyarakatKelompok RS dg dana sangat terbatas atau tertarik denganSistem berbasis Web (Open Souce)A1Vendor IT RS yang menggunakan close system dan closesourceVendor IT RS yang tertarik untuk mengimplementasikan ITberbasis opensource dan open system


Rencana Kegiatan Tahun 20127. Pengembangan Sistem Informasi ManajemenSDM bekerjasama dengan RSA– Sebagai entry point untuk pengembangan sistemlainnya– Sudah ada cikal bakal sistem informasi RS yangdikembangkan di RSA sejak tahun 2010


Rencana Kegiatan Tahun 20128. Management Training: Hospital Autonomy for Afganistan– Kementrian Kesehatan Afganistan telah melakukan kajian terhadapbentuk-bentuk otonomi RS di berbagai negara, namun belummenemukan format yang tepat untuk diterapkan di Afganistan– Mereka tertarik untuk melihat model otonomi RS di Indonesia yangtelah membawa dampak perbaikan mutu pelayanan di beberapa RSUD– Kegiatan berupa workshop dan kunjungan lapangan selama 2 minggu– Peserta adalah kementrian kesehatan dan pimpinan RS pemerintah diAfganistan– Lokasi kegiatan: Yogyakarta


Rencana Kegiatan Tahun 20129. Website Manajemen RS– Untuk mempublikasikan hasil-hasil kegiatan diDivisi Manajemen RS, maka telah dibangunwebsite http://manajemen-rs.net


Rencana Kegiatan Tahun 201210. Kegiatan non-project:– networking dengan ARSADA dan DEPDAGRI untukmembenahi mekanisme pelatihan bagi RSUD khususnyaterkait dengan BLUD untuk standarisasi sistem keuanganRS– Kegiatan ini akan dikaitkan juga dengan rencana kerjasamapengembangan SIM RS berbasis open-source dengan BUK– Sumber dana: PMPK, ARSADA, DEPDAGRI

More magazines by this user
Similar magazines