Mi'raj, Kado Istimewa - Kemenag Jatim

jatim.kemenag.go.id
  • No tags were found...

Mi'raj, Kado Istimewa - Kemenag Jatim

Mi’raj, Kado IstimewaPengasuh: Gunardianto, M.PdI*)Ketika Nabi Muhammad SAWusai melakukan perjalananMi’raj, timbullah gejolak dimasyarakat pada waktu itu. Tentusaja ada yang pro dan kontra.Sebagian menolak dengan tegasdan tak mau mengakui kerasulanNabi SAW – bahkan tak sedikit yangmenudingnya sebagai orang gila.Namun sebagian yang lain, dengankemantapan iman bisa menerimaperistiwa Mi’raj tersebut sebagaisalah satu mukjizat Rasulullah.Seperti Abu Bakar ash-Shiddiq, yangdengan kesempurnaan iman dankepatuhannya pada Rasul sehinggamampu menginspirasi umat Islamdalam bersikap, bertutur kata danberaktivitas.Peristiwa Mi’raj sesungguhnyamerupakan sebuah kado istimewabagi Rasulullah, baik sebagai hambayang dicintai Allah SWT maupunsebagai Rasul pengemban risalah.Undangan Mi’raj tersebut terjadisetelah wafatnya isteri beliau khadijahal-Kubra dan pamannya AbdulMuthallib. Rasa sedih yang menimpadiri Nabi atas wafatnya kedua orangyang sangat dicintainya itu, sungguhsangat mendalam. Sebab keduanyaadalah pendamping setia dalammenghadapi beratnya perjuanganuntuk menegakkan kalimat Tauhid.Maka peristiwa Mi’raj merupakancara Allah SWT untuk melipur hatikekasihNya dalam sebuah perjalananyang membuat diri Rasulullahmerasa tersanjung dan bahagia.Tiada suatu kebahagiaan pun yangbisa menandingi saat seorangpecinta bertemu dengan yangdicintainya. Sehingga pertemuaanNabi Muhammad dengan Allahdalam undangan Mi’raj betul- betulmenjadi kado istimewa terbesarbagi Nabi SAW. Dalam peristiwainilah, kepedihan hati Nabi yangselalu memikirkan keselamatanumatnya terobati. Kado istimewaMi’raj telah memberi jawaban bagiumatnya sebagai penyempurna dari20 MPA 320 / Juni 2013kekhalifahan manusia. Sebab melaluiperistiwa Mi’raj yang membuahkanperintah shalat inilah, manusiamenge tahui cara berkomunikasidengan Sang Pencipta. Bahwa manusiaakan menjadi terhormat lantaranbisa berdekatan denganNya.Shalat merupakan pembangunanjaringan untuk memperoleh sinyal yangkuat antara hamba dan Sang Khalik.Hal ini harus disyukuri karena tanpasinyal manusia akan sulit untuk bisakonek secara langsung denganNya.Tanpa kedekatan dengan Tuhan. hidupmanusia pasti akan terasa gersang,hambar dan menyakitkan. Manusiadengan atribut kelemahan (QS. an-Nisa’: 28), pelekatan hawa nafsu jahat(QS. Yusuf: 53), zalim dan bodoh (QS.al-Ahzab: 72), serta bersimbah dosa (HRat-Thirmidzi), menjadikan diri manusiatak sempurna. Sebab atribut-atributtersebut mengakibatkan manusia terasahina di hadapan Allah SWT. Bahkanbisa membuat manusia lebih hina daribinatang ternak (QS, al-A’raf: 180).Namun dengan aktivitas ibadahshalat, Allah SWT mewujudkan sifatrahmanNya agar manusia membersihkandirinya. Setiap gerakandan bacaan dalam shalat adalahampunanNya. Higenisitas manusiadari dosa akan mengangkatnyakederajat mulia. Bukan hanya kemuliaanyang disebabkan kesempurnaanpenciptaan yang lebih dibandingkanmakhluk lain (Qs. at-Tin: 4). Lebihdari itu adalah kesempurnaan sebagaimakhluk yang telah menggunakanseluruh piranti potensi yang telahdianugerakan Allah SWT kepadadirinya. Sehingga dengan memilikimata bisa melihat hakikat kehidupan,dan dengan memiliki telinga mampumendengarkan alunan syari’at yangditetapkanNya (QS. al-A’raf: 197),serta memiliki hati yang mampumemahami konsep ketuhanan dankehambaan sehingga manusia tersebutbetul-betul sempurna .


Oleh karenanya, kasih sayangAllah yang diwujudkan melaluiperintah shalat, hendaknya dijalankandengan penuh kepatuhan danbukan dengan keterpaksaan. Sebabshalat bukanlah kebutuhan Allah,me lain kan kebutuhan manusia sebagaihambaNya. Andai seluruhpen duduk bumi mengingkariNya,keagungan Allah tak akan berkurangsedikitpun. Begitupun jikalau semuamakhluk menyembahNya, juga takakan menambah kemuliaanNya.Maka kesadaran akan shalatlahyang akan menjadikan manusiadatang kepadaNya dengan penuhkebahagiaan dan keikhlasan. Sebabmanusialah yang membutuhkanAllah. Manusia sangat butuh dekatdenganNya demi memantapkankehi dupan yang serba tidak pasti.Sehingga dari ketidakpastian itulah,yang pada akhirnya melahirkanharapan-harapan manusia untuk senantiasamendekat padaNya. Danmelalui jalan agama dan ridloNya,manusia akan dipastikan berprosesmenjadi kekasihNya.Sebab manifestasi dari shalatmenuntun seorang hamba benar-benarmenjadi hamba sejati. Hubunganvertikal dengan Tuhan dan hubuganhorizontal dengan sesamanya akanterjaga sepenuhnya secara berimbang.Shalat mengajari manusia untukpatuh pada aturan. Ada imam danmakmun yang harus bersinergi sesuaitupoksi yang telah ditentukan; salingmenghargai, menghormati, serta tidakberbuat semaunya.Shalat juga membangun danmembentuk karakter tawadhu’, menghilangkan dan meninggalkan arogansiyang disebabkan oleh materi ataupunjabatan. Siapapun dan apapun pekerjaan manusia serta setinggi apapunjabatannya, semuanya samadihadapan Allah. Adapun yangmembedakan status dan derajatmanusia dihadapanNya, hanyalahkarena taqwanya. Spirit ini akanmenghilangkan egoisme, keakuandan merasa serba segalanya. Tidakada manusia congkak diha dapanAllah SWT. Semua wajib menundukkankepala, bersujud mengakuikeagungan Sang Pencipta.Bagi seorang Muslim, konsepkeseimbangan juga terkandung dalamshalat. Rasulullah SAW menegaskan,bahwa shalat merupakan tiang agama.Sebuah rumah tidak akan mungkinShalat merupakanpembangunanjaringan untukmemperoleh sinyalyang kuat antarahamba dan SangKhalik. Hal iniharus disyukurikarena tanpa sinyalmanusia akan sulituntuk bisa koneksecara langsungdenganNya. Tanpakedekatan denganTuhan. hidupmanusia pasti akanterasa gersang,hambar danmenyakitkan.berdiri tegak jikalau tidak ada tiangpenyangganya. Sebab tiang adalahkelengkapan yang paling urgent agarsegala sesuatu bisa menjadi kokoh.Maka seorang Muslim yang tidakmelakukan shalat, bagaikan bangunanyang sangat rapuh.Shalat merupakan aktualisasidiri seorang hamba agar menjadiMuslim sejati. Rasulullah SAW dalamsabdanya menegaskan, bahwa ritualshalat harus dilakukan secara rutin.Baik dalam kondisi taat maupundalam kondisi malas dan terpaksa.Bahkan saat dalam keadaan sehatmaupun sakit, seorang Muslim pundilarang untuk meninggalkannya.Selama manusia masih memiliki kesadaran,maka sakit separah apapuntetap harus melaksanakan shalat. Jikatidak bisa melakukan dengan berdiri,maka dilakukan dengan cara duduk.Jika tidak bisa juga, maka bolehdilakukan dengan cara tidur. Itupunboleh dilakukan dalam kondisi miringke kanan atau miring kekiri.Jikalau aktivitas menggerakkananggota tubuh tidak lagi berfungsinamun masih memiliki kesadaran,maka shalat harus dilakukan dengancara menggunakan isyarat mata.Menakjubkan memang ibadah shalatyang disyari’atkan kepada Muslim. Halini bukan berarti bahwa ajaran Islam itupenuh dengan paksaan, keras dan takmanusiawi, melainkan ini menandakanbahwa betapa pentingnya ibadahshalat bagi manusia itu sendiri. Sebabshalat adalah merupakan aktivitasibadah untuk memanusiakan manusia.Dalam kondisi kesulitan menghadapirasa sakit, manusia membutuhkantempat untuk menggantungkan dirikepada Dzat yang Mahasegala. Dirinyaharus pasrah secara total kepada SangKhaliq atas segala kehendakNya.Dengan demikian manusia masih memiliki harga diri karena Allah masihmemuIiakannya selama kesadaranakalnya masih tetap ada.Shalat merupakan kebutuhan ruhaniah yang mampu menghadirkankekuatan mentalitas manusia. Jikalaukebutuhan itu tidak terpenuhi, makamentalnya akan semakin sakit. Samahalnya dengan kebutuhan manusiakepada makanan yang mampu menghasilkansebuah energi. Orang yangtidak tercukupi makanannya akanmenjadi tidak kuat dan lemah karenatidak memiliki tenaga. Ka rennya, bagiseorang Muslim, shalat merupakansumber energi yang mampu menumbuhkankekuatan ruhaniah. BahkanAllah SWT masih memberi pahalakepada Muslim atas kesabaran dalammenerima ujian pada saat sakitnya.Oleh karena itu, sudah selayaknyasebagai Muslim merasa bangga danbahagia atas buah dari kado istimewaMi’raj. Sebab tanpa perjalanan Mi’rajRasulullah SAW, maka manusia tidakakan tahu cara yang benar untukmendekatkan diri pada Sang Pencipta.Manusia tidak akan memiliki jaringanuntuk dapat mengakses kebahagiaandan ketenangan dalam kehidupan.Dengan shalat seorang Muslim sejatibenar-benar mampu menjadi manusiayang bermartabat dalam duakehidupan; dunia dan akhirat, karenadirinya telah menjadi manusia yangmanusiawi.*) Kasi PAIS Kabupaten Nganjuk.MPA 320 / Juni 201321

More magazines by this user
Similar magazines