Market Perspective November 2012 - Commonwealth Bank

commbank.co.id

Market Perspective November 2012 - Commonwealth Bank

1 | Market Perspective | November 2012Nasabah yang terhormat,Tanpa terasa kita telah memasuki bulan November 2012 yang saya percaya merupakan tahun yang penuh dengan dinamikadan tantangan bagi para investor. Kondisi ekonomi global terus mengalami perubahan secara dinamis, terutama pada salahsatu negara yang menjadi motor utama pertumbuhan ekonomi global, yakni Amerika Serikat.Awal November 2012 ini merupakan momen yang penting bagi investor, terutama untuk warga negara Amerika Serikat.Setelah dihantam oleh bencana topan Sandy yang memporak-porandakan beberapa negara bagian, warga negara ASsudah harus bersiap untuk memilih pemimpin baru yang tentunya menawarkan program-program inovatif yang bertujuanmengembalikan supremasi AS sebagai barometer ekonomi global. Hingga tulisan ini disusun, berdasarkan hasil quick count,Presiden Barrack Obama telah berhasil memenangkan pemilu presiden AS.Pasar saham Indonesia sendiri, mengalami pertumbuhan yang cukup signifikan di tahun 2012, didorong oleh sektorkonsumer dan infrastruktur. Realisasi investasi yang signifikan yang ditujukan untuk pembangunan infrastruktur, semakinmenjadikan Indonesia sebagai sasaran investasi utama diantara negara-negara Asia. Neraca perdagangan yang telahkembali surplus, akan membantu stabilisasi nilai tukar IDR, yang tentunya akan meningkatkan kepercayaan diri investor.Akhir kata, atas nama Commonwealth Bank, saya ucapkan terima kasih telah menjadi nasabah setia kami.Salam hangat,Ian WhiteheadDirector of Retail and Business BankingGlobal Outlooki bulan Oktober lalu, pelaku pasar global mendapatkan gambaran yang lebih jelas akan kondisi pertumbuhan ekonomi global denganDdilaporkannya tingkat pertumbuhan serta laba emiten untuk Q3/12. Amerika Serikat (AS) dan China melaporkan kondisi ekonomi yangmasih dalam proses pemulihan. Di Q3 ini, tingkat pertumbuhan pendapatan emiten relatif sesuai dengan ekspektasi dan rata-rata historikal,meskipun mayoritas emiten mengalami penurunan tingkat penjualan. Beragamnya kekhawatiran tentang dampak dari krisis Eropa,melambatnya ekonomi China serta lambatnya proses pemulihan ekonomi AS, juga menyebabkan emiten lebih pesimis untuk memproyeksikanlaba dan penjualan untuk Q4/12 dan kedepannya. Untuk beberapa bulan kedepan ini, berita tentang perkembangan krisis Eropa, situasi politikdi AS setelah pemilu Presiden, penyelesaian masalah fiscal cliff akan mempengaruhi pergerakan bursa global. Investor disarankan untuk aktifdalam mengelola portofolionya dengan melakukan diversifikasi ke berbagai kelas aset untuk meminimalisir risiko fluktuasi portfolio.Pertumbuhan Global Masih DalamProses Pemulihan yang PerlahanU.S. gross domestic product quarterly change at anannualized rate; adjusted for inflation and seasons6%420-2-4-6-8181614121086422008 ‘09 ‘10 ‘11 ‘12Sumber: Commerce Department, The Wall Street JournalCHINA. Real GDP: Growth rates YoY and QoQ Annualised%Sumber: Bloomberg dan PictetYear on YearQoQ AnnualisedKuartal-320122.0%20 year average04 06 08 10 1205 07 09 11 13Beberapa negara seperti AS dan Chinasudah melaporkan pertumbuhan ekonomiuntuk periode Q3 yang mengindikasikanproses pemulihan yang perlahan. Inggrisjuga melaporkan pertumbuhan ekonomiQ3 yang positif di level 1% naik dari -0,4%di Q2 karena dampak positif temporer daridiselenggarakannya Olimpiade. Dari wilayahAsia, pertumbuhan ekonomi Singapura jugameningkat dari -0,2% di Q2 menjadi 1,3%di Q3, sedangkan Korea juga meningkat dari0,2% Q2 menjadi 0,3% di Q3 ini.Pada Q3/12, ekonomi AS berhasil mencatatpertumbuhan sebesar 0,5% dibandingkan7,4%7,2%kuartal sebelumnya (atau 2% YoY ) lebihbaik dari 0,3% di Q2 dimotori oleh konsumsidomestik yang kuat serta kenaikan belanjapemerintah. Kedepannya, laju pertumbuhanekonomi AS masih belum jelas dan bahkanmasih berpotensi melambat kembali jikapermintaan ekspor menurun atau jika fiscalcliff terjadi. Sektor bisnis serta konsumen ASjuga dikuatirkan bisa menghambat investasidan belanja, karena kekhawatiran akan adanyapemotongan anggaran belanja pemerintahserta peningkatan pajak mulai Januari 2013,terkecuali pemerintah AS memperpanjangbeberapa kebijakannya.Pertumbuhan ekonomi China juga mengalamipeningkatan selama 2 kuartal terakhir dari1,5% di Q1, menjadi 2% di Q2 dan 2,2%di Q3. Walaupun secara YoY pertumbuhanChina masih relatif melambat di level 7,4%untuk Q3, dibandingkan angka 7,6% yangdicapai di kuartal sebelumnya. PerdanaMenteri China Wen Jiabao pada bulan Oktobermengatakan adanya tanda-tanda kestabilanpada ekonomi China dan optimis ekonomiChina akan mencapai target 7,5% untuktahun 2012. Perlambatan ekonomi Chinaini sesuai dengan ekspektasi analis karenakontribusi dari upaya pemerintah China untukmemperlambat laju pertumbuhan dan menjagainflasi serta menahan kenaikan harga properti.Sejauh ini perlambatan laju ekonomi Chinabelum menyebabkan kenaikan dalam tingkatpengangguran negara tersebut.Laporan Laba Emiten Q3/12Kinerja S&P 500 selama tahun 2012 mencatatkenaikan 15% ytd, meskipun cenderungmelambat memasuki musim pelaporanlaba untuk Q3/12 ini. Pada minggu ke tigamusim laporan laba, sudah 350 emiten yangmelaporkan laba untuk Q3/12. Sekitar 69%dari emiten yang terdaftar pada S&P 500melaporkan laba diatas ekspektasi, tetapihanya 40% yang melaporkan penjualan di atasekspektasi. Sejauh ini, EPS untuk Q3 2012dilaporkan sebesar -0,5%, di mana jika -0,5%merupakan angka EPS final untuk kuartal inimaka EPS untuk S&P 500 sudah mencatatpertumbuhan negatif selama 11 kuartal berturutturut.Sekitar 80% emiten dari sektor healthcare dan consumer staples melaporkan laba diatas estimasi. Sebaliknya, sekitar 50% emitendari sektor energy, utilities serta materialsmelaporkan laba di bawah estimasi. Untukproyeksi EPS Q4/12, sejauh ini ada 56 emitenmemproyeksi pertumbuhan EPS yang negatifdan 18 yang memberikan proyeksi positif.Saat ini forward P/E ratio S&P 500 untuk12 bulan ke depan adalah 12,6, di bawah rataratahistoris di level 14,3.Q3 2012 Earnings: Above, In-Line, Below Estimates100%90%80%70%60%50%40%30%20%10%0% HealthCareBelow 18%In-Line 0%Above 82%ConsumerStaples20%0%80%Financials ConsumerDisc.24%0%76%26%0%74%Info.Technology30%0%70%30%0%70%Sumber: FactSet (data per 2 November 2012)S&P 500 Industrials Telecom31%0%69%Services40%0%60%Materials Utilities Energy44%0%56%46%0%54%52%0%48%


2 | Market Perspective | November 2012Local Outlooki tengah kekhawatiran yang masih berlanjut tentang krisis utang Eropa dan lambatnya pemulihan ekonomi Amerika Serikat,DIndonesia dinilai masih akan tetap menjadi pilihan investasi yang menarik di mata investor global. Indonesia merupakan salah satunegara yang berhasil mencatat kinerja yang signifikan setelah krisis finansial global. Walaupun kekhawatiran akan defisit neraca berjalandan perdagangan sempat menjadi hambatan bagi kinerja bursa selama tahun 2012 ini, kekhawatiran ini dinilai akan mereda denganneraca perdagangan Indonesia yang telah berbalik membukukan surplus selama 2 bulan berturut-turut dan tingkat inflasi terjaga baikdalam target yang ditentukan oleh Bank Sentral. Hal ini menjadikan Indonesia tetap memiliki atraktivitas yang tinggi di mata investor danmenjadikan Indonesia sebagai bagian dari portofolio yang wajib dimiliki investor.Kinerja Bursa Indonesia akanDiuntungkan oleh Aliran LikuiditasJakarta Composite VS MSCI Asia ex-Japan175150125100755025Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi5,04,54,03,53,02,52,01,51,00,50,0ChinaUnited StatesIndiaForecast change in Nominal GDP, 2012-2017, USD TrillionsRussiaEquity Indicies USD Terms End 2007 = 100IndonesiaBrazilUnited KingdomJakarta CompositeSumber: BNP Paribas, Reuters EcoWin ProJapanSouth KoreaTurkeySejak pemulihan dari krisis ekonomiglobal, kinerja bursa saham Indonesiatelah melampaui kinerja bursa sahamkawasan. Tetapi, pada tahun 2012,kinerja bursa Indonesia relatif tertinggaldibandingkan kinerja bursa kawasan karenaadanya beberapa kekhawatiran tentangIndonesia. Selama tahun 2012 ini, Indonesiamengeluarkan beberapa peraturan yangdinilai protektif di industri perbankan dankomoditas yang menyebabkan ketidakpastiandi pasar modal. Selain itu, neraca berjalan danperdagangan juga mencatat defisit karenadampak perlambatan global yang menekanpertumbuhan ekspor. Turunnya hargakomoditas seperti batu bara dan kelapa sawitjuga menekan pendapatan ekspor.Prospek Indonesia di tahun 2013 nanti dinilaiakan membaik dengan ekspektasi likuiditasyang dikucurkan oleh Quantitative Easing3 akan mendorong aliran dana masuk keIndonesia.Ditambah lagi dengan aliran dana yang masukdari Manager Investasi Index Terbesar didunia, Vanguard yang menganti benchmarkacuan dari MSCI menjadi FTSE efektif tahun2013. Menurut analisa dari JP Morgan,pergantian benchmark ini akan menambahalokasi Indonesia dari 2,69% menjadi 3,2%sehingga akan menarik aliran dana masuksekitar USD300 juta.GermanySumber: Reuters EcoWin Pro, IMF, BNP ParibasMSCI Asia ex-Japan07 09 1108 10 12CanadaMexicoFranceAustraliaItaliaSaudi ArabiaSouth AfricaArgentinaPergantian benchmark vanguard akan menguntungkan IndonesiaNegaraBrazilSouth AfricaIndiaTaiwanMalaysiaMexicoRussiaChileIndonesiaThailandSumber: JP MorganKonsumer Masih Menjadi MotorPertumbuhan EkonomiDi mata dunia, Indonesia masih merupakansalah satu negara yang menawarkan prospekekonomi yang menarik. Dengan pertumbuhanekonomi yang 60%nya dimotori olehkonsumsi domestik, Indonesia diuntungkandengan tingkat populasi ke-4 terbanyak didunia dan IMF memproyeksikan pertumbuhanekonomi Indonesia dapat mencapai 2 kali lipatsaat ini pada tahun 2017.Pertumbuhan GDP Indonesia untuk 5tahun mendatang hanya di belakang China,AS, India dan Rusia. Pertumbuhan kelasmenengah (yang mempunyai pendapatanbersih diatas USD3600 nett per tahunmenurut McKinsey Global Institute) akan lebihsignifikan. Dengan perhitungan konservatifmengasumsikan pertumbuhan ekonomidiangka 5-6% pertahun, McKinsey GlobalInstitute mengestimasikan kelas menengahatas di Indonesia akan naik dari 45 juta ditahun 2010 menjadi 85 juta orang di tahun2020 dan menjadi 135 juta di tahun 2030. Jikamenggunakan asumsi pertumbuhan ekonomi7%, tingkat menengah atas akan tumbuhmenjadi 170 juta di tahun 2030.Neraca Perdagangan yang KembaliMencatat SurplusSurplus perdagangan meningkat karena adanya peningkatan ekspor120100806040200-20-40-60MSCI EMWeight12.67%7.82%7.05%11.01%3.60%4.97%6.20%1.89%2.69%2.21%Trade balance (USD bn. RHS)Exports (% y/y)Imports (% y/y)05 07 09 11Sumber: CEIC, Barclays ResearchFTSE EMWeight16.16%10.50%9.64%13.09%4.85%5.96%6.94%2.46%3.20%2.61%WeightDifference3.49%2.68%2.59%2.08%1.25%0.99%0.75%0.57%0.51%0.40%Index Flows($mm)$2,022.85$1,553.76$1,501.68$1,204.14$722.07$574.02$431.87$331.61$297.94$231.956.05.04.03.02.01.00.0-1.0-2.0-3.0Pada bulan Oktober ini, neraca perdagangandilaporkan kembali mencatat surplus sebesarUSD552,9 juta karena penurunan ekspor lebihrendah dari estimasi. Nilai ekspor di bulanSeptember mencapai USD15,9 miliar atauturun 9,35% dibandingkan September 2011yang mencapai USD17,54 miliar.Sementara itu, nilai impor di bulan September2012 mencapai USD15,35 miliar atau naik1,19% dibandingkan September 2011 yangmencapai USD15,17 miliar. Pertumbuhanekspor yang masih negatif ini memberikansignal akan tingginya ketergantungan ekspordomestik terhadap permintaan dari Chinaserta penurunan harga komoditas yangmemberikan imbas negatif bagi pendapatanemiten Indonesia. Hal ini diekspektasi masihakan mendorong Bank Indonesia untukmenahan suku bunga di level rendah di5,75% sampai akhir tahun 2012.Secara keseluruhan, dengan kembalimencatat surplus perdagangan bulan ini,diharapkan akan meredakan kekhawatirankekhawatirantentang kondisi perekonomianIndonesia. Neraca perdagangan yang lebihbaik dari ekspektasi ini juga sangat positifuntuk pertumbuhan Q3 yang akan dilaporkanminggu depan.Inflasi yang Masih Terjaga dalamTarget Bank IndonesiaTingkat inflasi di bulan Oktober tercatat di level4,61%, lebih tinggi dari ekspektasi di level4,57% didorong oleh kenaikan harga di sektorperumahan, pakaian dan bahan makananyang sudah diproses. Meskipun sedikitmengalami kenaikan, tingkat inflasi Indonesiadinilai masih terjaga dalam target 3,5-5,5%yang ditentukan oleh Bank Indonesia untuktahun 2012-2013. Untuk tahun 2013, inflasidiekspektasikan meningkat sampai ke level5% jika wacana kenaikan tarif listrik sebanyak15% menyumbang kenaikan inflasi sebanyak0,3%.Bank Indonesia sendiri mengestimasi tingkatinflasi tanpa kenaikan tarif listrik dapatmencapai 4,8% dan 5,1% jika ada kenaikan.Berdasarkan estimasi Bank Indonesiaterhadap pertumbuhan global dan dampaknyaterhadap permintaan domestik, BankIndonesia diekspektasi akan menahan sukubunga FASBI di 4% dan BI Rate di 5,75%hingga pertengahan tahun 2013.


3 | Market Perspective | November 2012AnalisaValuta AsingNeraca perdagangan Indonesia dibulan September sudah menunjukanpositif walau masih relatif kecil.Nampaknya Bank Indonesia telahberhasil menyesuaikan nilai tukar DollarAmerika Serikat terhadap Rupiah. USD/IDRdiperdagangkan di level yang cukup stabildengan batas atas di 9,650 dan batas bawahdi 9,575. Hal ini sangat membantu eksportirIndonesia dalam menjalankan bisnisnya.Faktor eksternal, seperti krisis utang di zonaEropa serta perlambatan pertumbuhan diAmerika dan China, hanya memberikandampak yang kecil bagi pergerakan nilai tukarDollar Amerika Serikat terhadap IndonesiaRupiah. Pergerakan USD/IDR lebih di pengaruhioleh keadaan perekonomian dalam negeri.Beberapa agenda penting dipenghujung tahun 2012 untukAmerika Serikat antara lain,pemilu dan kemungkinan akanberlangsungnya kondisi yang disebut olehBen Bernanke, Gubernur The Fed, di awaltahun sebagai “fiscal cliff”, yaitu penguranganbelanja atau spending dan peningkatan pajak.Hal ini terjadi karena besarnya beban utangyang harus ditutup akibat stimulus yangselama ini dilakukan, namun berdampaksedikit bagi perekonomian. Rencana untukmemberlakukan fiscal cliff cukup memberikanrespon yang besar di pasar. Rencana inimemang akan mengurangi defisit namunpertumbuhan ekonomi Amerika akan terpukulturun. Hal ini akan berdampak pada penguatanUSD terhadap mata uang lainnya. Namunnegara-negara yang tergabung dalam G-20berharap AS tidak memberlakukan hal ini. Dataketenagakerjaan dan data-data perekonomianlainnya di Amerika Serikat yang kian membaikjuga berpotensi mengindikasikan kesiapanekonomi Amerika Serikat dalam mengurangistimulus-stimulus.Krisis utang di zona Eropa tetap membayangipergerakan USD sebagai salah satu safe havencurrency. Situasi yang tidak menentu dannaiknya risiko di pasar sewaktu-waktu dapatmenyebabkan penguatan USD terhadap matauang lainnya sebagai aksi pengamanan asetdari para investor.Kesiapan ECB (European CentralBank) dalam menjalankan pembeliansurat utang negara-negara yangdisebut OMT (Outright MonetaryTransaction) cukup direspon secarapositif oleh pasar. Namun ketidakpastian dariSpanyol untuk menandatangani syarat danketentuan penerimaan dana talangan danmenerima dana talangan telah membuat pasarkembali tidak tenang dan relatif berdampaknegatif pada nilai tukar EUR/USD. Besarnyaukuran dari perekonomian Spanyol di zonaEropa cukup mengkhawatirkan para investorapabila terjadi hal yang tidak diinginkan seperti,gagal bayar atau kebangkrutan yang sangatberpotensi menyulut “domino effect”.EUR/USD secara technical masih dalam trendbullish dengan support level di 1,2820 danresistance level di 1,3180. EUR/USD masihcenderung berpotensi naik.Krisis utang di zona Eropa cukupmewarnai pergerakan GBP terhadapmata uang lainnya. KetidakpastianSpanyol dalam hal menyetujui syaratpenerimaan dana talangan pun memberikanandil terhadap pelemahan GBP terhadapUSD. Langkah-langkah yang dilakukan dan direncanakan oleh para pemimpin di zona Eropaakan sangat berpengaruh terhadap pergerakanGBP.Secara technical, GBP/USD masih dalam trendbullish, dengan support level di 1,5830 danresistance level di 1,6280.Data inflasi Australia Q/Q tanggal24 Oktober 2012 sebesar 1,4% ,diatas prediksi pasar sebesar 1,1%.Hal ini memberikan dampak positifyang cukup besar bagi pergerakan AUD/USD.Naiknya tingkat inflasi di Australia, dengan katalain, RBA (Reserve Bank Australia) tidak perluterburu-buru untuk memotong suku bungauntuk menyesuaikan dengan tingkat inflasinya.Tingkat suku bunga AUD yang tinggimerupakan nilai lebih yang sangat diperhatikanoleh para investor. Australia saat ini adalahsatu-satunya negara dengan peringkat utangAAA (S&P) dengan tingkat suku bunga palingtinggi (3,25%). Pertemuan RBA mengenaisuku bunga diprediksikan, RBA tidak akanmengubah suku bunga untuk saat ini karenadata inflasi masih cenderung tinggi. Namunpelemahan ekonomi global khususnya di Chinaakan menjadi pertimbangan dalam pertemuantersebut. Pasalnya, suku bunga yang tinggiakan cenderung menyulitkan pengusahapengusahadalam melakukan ekspansi bisnis.Strategi Forex TradingPerubahan kondisi perekonomian di Chinaadalah salah satu faktor eksternal yang sangatberpengaruh terhadap pergerakan AUD/USDSecara technical, AUD/USD masih terperangkapdalam trend datar dengan sedikit fluktuasi,support level di 1,0170 dan resistance level di1,0420.Perekonomian Selandia Baru yangtidak terlalu banyak terpengaruh olehkegiatan manufaktur dan kecilnyaukuran dari pasar di Selandia Barumembuat mata uang negara tersebut relatifstabil. Pergerakan NZD/USD lebih dipengaruhioleh fluktuasi dari USD Dollar Indeks.NZD/USD masih dalam trend bullish dengansupport level di 0,8110 dan resistance level di0,8320.Penurunan nilai ekspor danperlambatan pertumbuhanperekonomian juga sangat dirasakan dipasar Jepang. Penurunan nilai ekspordisebabkan oleh 2 hal, antara lain, penurunandaya beli pasar yang dikarenakan oleh penurunanpertumbuhan perekonomian global danpenguatan JPY terhadap mata uang lainnya.BOJ (Bank of Japan) secara konsisten memantaudan mengendalikan pergerakan JPY gunamemberikan batasan-batasan harga yang baikdan terkendali dalam mendukung aktifitas ekspordi Jepang. BOJ kerap kali melakukan intervensike pasar dengan tujuan pengendalian nilai tukarJPY.USD/JPY cenderung bergerak sideways dengansupport level di 77,50 dan resistance leveldi 80,20. Pelemahan JPY lebih di harapkanoleh pemerintah Jepang untuk mendukungperekonomian Jepang, namun status JPYsebagai salah satu safe haven currency jugamembuat JPY relatif sulit untuk melemah ditengah gejolak ekonomi dan tingginya tingkatrisiko di pasar.Langkah demi langkah telah direncanakan dan dilakukan dalam rangka menanggulangi krisisglobal dan penurunan pertumbuhan yang dialami secara global oleh semua perekonomiandi dunia. Pelonggaran kebijakan, stimulus-stimulus ekonomi, dan program-program finansialtelah dipersiapkan dan dijalankan di berbagai negara untuk mendukung pertumbuhan ekonomi.Hal ini berdampak pada meningkatnya tingkat volatilitas mata uang dari bulan-bulan sebelumnya.Diharapkan dengan membaiknya keadaan ekonomi dunia, selera risiko di pasar dapat kembali lebihcepat dan memberikan sentimen positif yang besar di pasar valas.Kita dapat melakukan strategi buy on dips dari USD ke major currencies di tengah pergerakan marketyang sudah memiliki sentimen positif ini. Perlu diperhatikan juga perubahan dari data-data indikatorperekonomian dan perubahan kondisi krisis utang di zona Eropa yang kerap kali menjadi isu sensitifuntuk pergerakan valas.Recommendation:USD/IDR EUR/USD GBP/USD AUD/USD USD/JPYExpected Buying level 9550 - 9590 1.2580 - 1.2630 1.5875 - 1.5950 1.0150 - 1.0220 77.70 - 78.00Expected Selling level 9675 - 9725 1.3000 - 1.3080 1.6180 - 1.6230 1.0380 - 1.0420 79.80 - 80.10Long profit taking @ 9650 and above 1.2900 and above 1.6100 and above 1.0350 and above 79.80 and aboveShort profit taking @ 9570 and below 1.2780 and below 1.6060 and below 1.0250 and below 79.80 and belowLong cut loss @ 9475 - 9525 1.2450 - 1.2475 1.5725 - 1.5775 1.0050 - 1.0100 77.00 - 77.30Short cut loss @ 9790 - 9825 1.3180 - 1.3230 1.6320 - 1.6375 1.0500 - 1.0550 80.90 - 81.30Rekomendasi entry level Profit Taking Cut Loss*Data di atas hanya besifat indikatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.


4 | Market Perspective | November 2012CommInsightelimpahnya likuiditas dari pasar modal global telah mendorong beberapa indeks di negara-negara Asia mencapai titik tertinggiMdi bulan Oktober 2012. Hal ini menimbulkan kekhawatiran baru bagi investor, apakah faktor likuiditas semata yang mendorongpergerakan pasar modal tanpa didukung oleh fundamental yang memadai? Secara khusus mari kita perhatikan komponen-komponenyang mendorong pergerakan IHSG sepanjang tahun 2012 hingga bulan Oktober.Apabila melihat pergerakan rasio valuasi IHSG sepanjang tahun 2012pada grafik di bawah, valuasi IHSG yang dihitung melalui indikatorrasio P/E terlihat tidak bergerak signifikan dari awal tahun hinggaakhir bulan Oktober 2012. Bahkan rasio P/E IHSG saat ini relatif lebihrendah apabila dibandingkan dengan periode April 2012 dimana IHSGbaru mencapai level 4231, sementara saat ini IHSG telah berada dilevel 4339 dengan rasio P/E hanya 15,02x. Dapat kita simpulkan,faktor utama pendorong kenaikan IHSG tahun ini tidak semata hanyafaktor likuiditas yang mendorong valuasi melonjak tinggi, namun faktorfundamental yakni pertumbuhan pendapatan emiten yang hinggaOktober 2012 ini telah mencapai 13,8%, sebagaimana terlihat padagrafik kontribusi penggerak kinerja IHSG di tahun 2012 ini. Hal inimengindikasikan pertumbuhan IHSG yang sehat dibandingkan pasarsaham lainnya di Asia.Menghadapi tahun 2013, pengaruh negatif dari perubahan regulasiserta perlambatan pertumbuhan ekonomi global cenderung telahdiantisipasi oleh investor. Valuasi IHSG saat ini yang telah relatifmenarik dibandingkan negara Asia lainnya menjadi salah satupertimbangan investor global untuk kembali memburu IHSG sebagaisasaran investasi utama di Asia Tenggara. Apabila kita melihat grafikdi bawah, proyeksi pertumbuhan emiten IHSG di tahun 2013 masihberada di level yang solid, 16%, dan merupakan proyeksi keduatertinggi setelah Taiwan diantara 5 pasar saham yang memilikivaluasi paling tinggi di Asia. Pengaruh negatif akan turunnya eksporkomoditas terutama batu bara, yang berimbas pada melemahnyaproyeksi emiten-emiten di sektor tersebut, juga tidak lagi memilikipengaruh yang signifikan terhadap kinerja IHSG secara keseluruhan.Mengingat bobot dari sektor tersebut hanya tersisa 6% dari totalkapitalisasi IHSG.Menghadapi tahun 2013, pengaruh negatif dari perubahan regulasi serta perlambatanpertumbuhan ekonomi global cenderung telah diantisipasi oleh investor. Valuasi IHSG saat iniyang telah relatif menarik dibandingkan negara Asia lainnya menjadi salah satu pertimbanganinvestor global untuk kembali memburu IHSG sebagai sasaran investasi utama di Asia Tenggara.Pergerakan rasio valuasi IHSG tahun 2012 hingga bulan OktoberEPS Growth Projection 2013-5 most expensive market in Asia16.00JCI IndexApril 2012, IHSG Mencapai 4231,P/E IHSG Berada Di Level 16xIHSG saat ini : 433944004339.56594300TaiwanIndonesia16.87%16.86%15.5042004100Thailand16.67%15.079615.0014.5014.00Awal tahun 2012,Last Pix P/E IHSG : 14,5x 4339.5659Adjusted Positive Price/Earning 15.0796Akhir Oktober 2012,P/E IHSG : 15,02xJan 31 Mar 30 May 31Feb 29 Apr 30 Jun 29 Aug 31Jul 31 Sep 28 Oct 3140001900180017001600India13.59%Filipina11.76%0.00% 2.00% 4.00% 6.00% 8.00% 10.00% 12.00% 14.00% 16.00% 18.00%Sumber: BloombergSumber: BloombergPertumbuhan IHSG tahun ini (13.3 YTD) selaras dengan pertumbuhanpendapatan emitennya ( 13,8% YTD)Coal Sector JCI weighting16.00%14.00%12.00%10.00%8.00%6.00%4.00%2.00%.00%13.33%4.80%13.80%5045403530252015105US$b Total market cap Weight in top 50 (RHS)16%12%45346%1818%16%14%12%10%8%6%4%2%JCI Perfprmance YTD P/E expansion Core Earning Growth YTD 20120FY10FY11Oct-120%Sumber: BloombergSumber: Bloomberg, CLSA Asia-Pacific Markets. Considers the top~200 stocks on the JCI


5 | Market Perspective | November 2012Memasuki Q4/12 hingga awal November 2012, sektor infrastrukturserta konsumer masih menjadi pendorong utama kinerja IHSG. Halini menjadikan reksa dana-reksa dana saham yang sebelumnyadirekomendasikan pada CommInsight edisi-edisi sebelumnyakonsisten berada pada daftar reksa dana yang memilki kinerja terbaikdi tahun 2012.Pendekatan Core-Value-Growth Masih MenjadiRekomendasi Utama untuk Alokasi Reksa Dana SahamKinerja Reksa Dana Saham Sepanjang Tahun 2012(Hingga 31 Oktober 2012)Warna Hijau :Reksa Dana Yang Menjadi Rekomendasi ComminsightWarna Hitam :Indeks AcuanTotal return (YTD as of 31 October 2012)Growth Portfolio (25%)• Danareksa Mawar Konsumer 10• BNP Paribas Infrastruktur Plus• BNP Paribas SolarisCore Portfolio (50%)• BNP Paribas STAR• Manulife Dana SahamInvestorsPortfolioValue Portfolio (25%)• Manulife Syariah SektoralAmanah• BNP Paribas Pesona Amanah-10.57 Batavia Dana Saham AgroSchroder Dana Prestasi PlusSchroder 90 Plus Equity FundSchroder Dana IstimewaMandiri Investa Atraktif SyariahFirst State Indoequity Sectoral FundBNP Paribas EkuitasBNP Paribas PesonaLQ45First State Dividend Yield FManulife Saham AndalanManulife Dana SahamMandiri Investa Ekuitas DinamisDanareksa Mawar Fokus 10IHSGBNP Paribas STARBNP Paribas Infrastruktur PlusManulife Syariah Sektoral AmanahBNP Paribas Pesona AmanahDana reksa Mawar Konsumer 10BNP Paribas Solaris4.54%5.41%6.76%8.68%10.05%10.14%10.83%11.18%11.52%11.98%12.06%12.45%12.80%13.55%13.82%14.18%15.07%17.78%19.11%19.84%20.39%-15.00% -10.00% -5.00% 0.00% 5.00% 10.00% 15.00% 20.00% 25.00%DISCLAIMERKecuali dinyatakan lain, semua data bersumber dari berita media massa, dan tidak diterbitkan oleh PT Bank Commonwealth (PTBC). PTBC harus dijamin untuk dibebaskan dari tanggung jawab, termasuk tetapitidak terbatas pada penuntutan hukum oleh pihak ketiga. PTBC beserta direkturnya, karyawannya dan perwakilannya dalam Lampiran ini selanjutnya bersama-sama disebut sebagai “Grup” “Laporan ini diterbitkansemata-mata untuk tujuan informasi dan tidak boleh ditafsirkan sebagai suatu ajakan atau penawaran untuk membeli efek atau instrumen keuangan. Laporan ini telah disusun tanpa mempertimbangkan tujuan, situasikeuangan dan kapasitas untuk menanggung kerugian, pengetahuan, pengalaman atau kebutuhan orang-orang tertentu yang mungkin menerima laporan ini. Tidak ada anggota dari Grup yang melakukan atau harusmelakukan penilaian kelayakan atau penyesuaian laporan untuk penerima laporan ini yang karenanya tidak mendapatkan manfaat dari perlindungan peraturan dalam hal ini. Laporan ini bukan nasihat atau petunjuk.Semua penerima laporan ini harus, sebelum bertindak atas dasar informasi dalam laporan ini, mempertimbangkan kewajaran/kelayakan dan kesesuaian informasi, dengan memperhatikan tujuan-tujuan mereka sendiri,situasi keuangan dan kebutuhan, dan, jika perlu mencari profesional yang tepat, memperhatikan kondisi valuta asing atau nasihat keuangan tentang isi laporan ini sebelum membuat keputusan investasi. Kami percayabahwa informasi dalam laporan ini adalah benar dan setiap pendapat, kesimpulan atau rekomendasi yang cukup telah diadakan atau dibuat, berdasarkan informasi yang tersedia pada saat kompilasi, tetapi tidak adapernyataan atau jaminan, baik tersurat maupun tersirat, yang dibuat atau disediakan untuk akurasi, kehandalan atau kelengkapan setiap pernyataan yang dibuat dalam laporan ini. Setiap pendapat, kesimpulan ataurekomendasi yang ditetapkan dalam laporan ini dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan dan mungkin berbeda atau bertentangan dengan, kesimpulan pendapat atau rekomendasi yang diungkapkan olehGrup di tempat lain. Kami tidak berkewajiban untuk, dan tidak,memberitahukan perkembangan terkini atau terus mengikuti informasi terkini yang terdapat dalam laporan ini. Grup tidak menerima tanggung jawab untuksetiap kerugian atau kerusakan yang timbul akibat dari penggunaan seluruh atau setiap bagian dari laporan ini. Setiap penilaian, proyeksi dan prakiraan yang terkandung dalam laporan ini didasarkan pada sejumlahasumsi dan perkiraan dan tunduk pada kontinjensi dan ketidakpastian. Asumsi dan perkiraan yang berbeda dapat mengakibatkan hasil material yang berbeda pula. Grup tidak mewakili atau menjamin bahwa salahsatu proyeksi penilaian atau prakiraan, atau salah satu dasar asumsi atau perkiraan, akan dipenuhi. Kinerja masa lalu bukan merupakan indikator yang dapat diandalkan untuk kinerja masa depan Grup tidak menjaminkinerja dari produk investasi atau pembayaran kembali modal dengan produk yang didistribusikan oleh PTBC. Investasi dalam produk ini bukan merupakan simpanan atau kewajiban lainnya dari Grup atau anakperusahaannya dan setiap jenis produk investasi memiliki risiko investasi termasuk hilangnya pendapatan dan modal yang diinvestasikan. Contoh yang digunakan dalam komunikasi ini hanya untuk ilustrasi. Semuamateri yang disajikan dalam laporan ini, kecuali bila ditentukan lain, berada di bawah hak cipta Grup. Tak satu pun dari materi, maupun isinya, maupun salinannya, dapat diubah dengan cara apapun, ditransmisikan ke,disalin atau didistribusikan kepada pihak lain, tanpa izin tertulis dari perusahaan terkait yang menjadi bagian dalam Grup. Grup, berikut agennya, asosiasinya dan kliennya memiliki atau telah memiliki posisi panjangatau pendek pada efek atau instrumen keuangan lainnya yang disebut di sini, dan dapat setiap saat melakukan pembelian dan/atau penjualan terhadap kepentingan atau surat berharga dalam kapasitasnya sebagaiprinsipal atau agen, termasuk menjual atau membeli dari klien atas dasar pokok dan dapat terlibat dalam transaksi yang tidak konsisten dengan laporan ini. Silahkan melihat website kami di www.commbank.co.iduntuk informasi lebih lanjut. Jika Anda ingin berbicara dengan seseorang mengenai instrumen keuangan yang dijelaskan dalam laporan ini, silakan hubungi kami hubungi Call Centre kami di 5000 30 atau email kami dicustomercare@commbank.co.id.www.commbank.co.idSocial Communityfacebook.com/CommbankIDtwitter.com/Commbank_IDfoursquare.com/Commbank_ID

More magazines by this user
Similar magazines