sak-etap

manajemenrumahsakit.net
  • No tags were found...

sak-etap

SAK ETAP Mei 2009STANDAR AKUNTANSI KEUANGANSTANDAR AKUNTANSI KEUANGANENTITAS TANPAAKUNTABILITAS PUBLIKIKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas Publik SAK ETAPSAKETAPSTANDAR AKUNTANSI KEUANGANEntitas tanpaAkuntabilitas PublikHak cipta © 2009, Ikatan Akuntan IndonesiaSanksi Pelanggaran Pasal 44:Undang-undang Nomor 7 tahun 1987 tentangPerubahan atas Undang-undang Nomor: 6 tahun 1982tentang Hak Cipta1. Barangsiapa dengan sengaja dan tanpa hak mengumumkan atau memperbanyaksuatu ciptaan atau memberi izin untuk itu, dipidana denganpidana penjara paling lama 7 (tujuh) tahun dan/atau denda paling banyakRp100.000.000,00 (seratus juta rupiah).2. Barangsiapa dengan sengaja menyiarkan, memamerkan, mengedarkan, ataumenjual kepada umum suatu ciptaan atau barang hasil pelanggaran HakCipta sebagai mana dimaksud dalam ayat (1), dipidana penjara palinglama 5 (lima) tahun dan/atau denda paling banyak Rp50.000.000,00 (limapuluh juta rupiah).Diterbitkan olehDewan Standar Akuntansi KeuanganIkatan Akuntan IndonesiaJl. Sindanglaya No. 1, Menteng Jakarta 10310Telp. : (021) 3190-4232Fax. : (021) 724-5078email: iai-info@iaiglobal.or.id; dsak@iaiglobal.or.idwebsite: http://www.iaiglobal.or.idMei 2009iiHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas Publik SAK ETAPSAK Entitas tanpa Akuntabilitas Publik disahkan oleh DewanStandar Akuntansi Keuangan pada tanggal 19 Mei 2009.Jakarta, 19 Mei 2009Dewan Standar Akuntansi KeuanganM. Jusuf Wibisana KetuaJan HoesadaAnggotaDudi M. KurniawanAnggotaSiddharta UtamaAnggotaAgus Edy SiregarAnggotaEtty Retno WulandariAnggotaRoy Iman WirahardjaAnggotaRiza Noor KarimAnggotaMerliyana SyamsulAnggotaMeidyah IndreswariAnggotaBudi SusantoAnggotaFerdinand D. PurbaAnggotaIrsan GunawanAnggotaJumadiAnggotaL. Sensi Wondabio AnggotaRosita Uli SinagaAnggotaSaptoto AgustomoAnggotaSetiyono MiharjoAnggotaHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAiii


Entitas tanpa Akuntabilitas Publik SAK ETAPDAFTAR ISIBab 1 Ruang Lingkup ..………………………………….. 1Bab 2Bab 3Konsep dan Prinsip Pervasif ..…………………..... 2Penyajian Laporan Keuangan ……………………. 14Bab 4 Neraca ..………………………………………….. 19Bab 5Bab 6Laporan Laba Rugi ………………………………. 23Laporan Perubahan Ekuitas dan LaporanLaba Rugi dan Saldo Laba .................…………... 26Bab 7Bab 8Laporan Arus Kas ..…………………………….... 28Catatan atas Laporan Keuangan ...……………..... 34Bab 9 Kebijakan Akuntansi, Estimasi, danKesalahan …………………………………........... 36Bab 10 Investasi pada Efek Tertentu …...…………........... 43Bab 11 Persediaan ..……………………………………… 52Bab 12 Investasi pada Entitas Asosiasi dan EntitasAnak ............……………………………………. 58Bab 13 Investasi pada Joint Venture ..………………….... 62Bab 14Bab 15Properti Investasi ………………………………... 66Aset Tetap ..……………………………………... 68Bab 16 Aset Tidak Berwujud ........................................... 76Bab 17Bab 18Sewa …………………………………………......Kewajiban Diestimasi dan Kontinjensi ……….......8389Bab 19 Ekuitas ………………………………………....... 103Bab 20Bab 21Pendapatan …………………………………........ 114Biaya Pinjaman ………………………………….. 123Bab 22 Penurunan Nilai Aset ………............................... 124Bab 23Bab 24Imbalan Kerja ....………………………………... 131Pajak Penghasilan ……………………………….. 147Bab 25 Mata Uang Pelaporan ....................……………... 148Bab 26Bab 27Transaksi dalam Mata Uang Asing ...…………....Peristiwa setelah Akhir Periode Pelaporan ............153156Bab 28Pengungkapan Pihak - pihak yang MempunyaiHubungan Istimewa .....................……………..... 160Bab 29 Ketentuan Transisi ...........................…………... 164Bab 30 Tanggal Efektif ................................................... 166Daftar Istilah ................................................................... 167ivHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738BAB 1RUANG LINGKUP1.1 Standar Akuntansi Keuangan untuk Entitas TanpaAkuntabilitas Publik (SAK ETAP) dimaksudkan untukdigunakan entitas tanpa akuntabilitas publik. Entitas tanpaakuntabilitas publik adalah entitas yang:(a) tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan(b) menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum(general purpose financial statement) bagi penggunaeksternal. Contoh pengguna eksternal adalah pemilik yangtidak terlibat langsung dalam pengelolaan usaha, kreditur,dan lembaga pemeringkat kredit.1.2 Entitas memiliki akuntabilitas publik signifikan jika:(a) entitas telah mengajukan pernyataan pendaftaran, ataudalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran, padaotoritas pasar modal atau regulator lain untuk tujuanpenerbitan efek di pasar modal; atau(b) entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusiauntuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank, entitasasuransi, pialang dan atau pedagang efek, dana pensiun,reksa dana dan bank investasi.1.3 Entitas yang memiliki akuntabilitas publik signifikandapat menggunakan SAK ETAP jika otoritas berwenangmembuat regulasi mengizinkan penggunaan SAK ETAP.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.1


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738BAB 2KONSEP DAN PRINSIP PERVASIFTUJUAN LAPORAN KEUANGAN2.1 Tujuan laporan keuangan adalah menyediakaninformasi posisi keuangan, kinerja keuangan, dan laporan aruskas suatu entitas yang bermanfaat bagi sejumlah besarpengguna dalam pengambilan keputusan ekonomi oleh siapapunyang tidak dalam posisi dapat meminta laporan keuangan khususuntuk memenuhi kebutuhan informasi tertentu. Dalammemenuhi tujuannya, laporan keuangan juga menunjukkan apayang telah dilakukan manajemen (stewardship) ataupertanggungjawaban manajemen atas sumber daya yangdipercayakan kepadanya.KARAKTERISTIK KUALITATIF INFORMASIDALAM LAPORAN KEUANGANDapat Dipahami2.2 Kualitas penting informasi yang disajikan dalam laporankeuangan adalah kemudahannya untuk segera dapat dipahamioleh pengguna. Untuk maksud ini, pengguna diasumsikanmemiliki pengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomidan bisnis, akuntansi, serta kemauan untuk mempelajariinformasi tersebut dengan ketekunan yang wajar. Namundemikian, kepentingan agar laporan keuangan dapat dipahamitetapi tidak sesuai dengan informasi yang relevan harusdiabaikan dengan pertimbangan bahwa informasi tersebutterlalu sulit untuk dapat dipahami oleh pengguna tertentu.Relevan2.3 Agar bermanfaat, informasi harus relevan dengankebutuhan pengguna untuk proses pengambilan keputusan.Informasi memiliki kualitas relevan jika dapat mempengaruhikeputusan ekonomi pengguna dengan cara membantu merekaETAP.2Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738mengevaluasi peristiwa masa lalu, masa kini atau masa depan,menegaskan, atau mengoreksi hasil evaluasi mereka di masalalu.Materialitas2.4 Informasi dipandang material jika kelalaian untukmencantumkan atau kesalahan dalam mencatat informasitersebut dapat mempengaruhi keputusan ekonomi penggunayang diambil atas dasar laporan keuangan. Materialitastergantung pada besarnya pos atau kesalahan yang dinilai sesuaidengan situasi tertentu dari kelalaian dalam mencantumkan(omission) atau kesalahan dalam mencatat (misstatement).Namun demikian, tidak tepat membuat atau membiarkankesalahan untuk menyimpang secara tidak material dari SAKETAP agar mencapai penyajian tertentu dari posisi keuangan,kinerja keuangan atau arus kas suatu entitas.Keandalan2.5 Agar bermanfaat, informasi yang disajikan dalamlaporan keuangan harus andal. Informasi memiliki kualitas andaljika bebas dari kesalahan material dan bias, dan penyajian secarajujur apa yang seharusnya disajikan atau yang secara wajardiharapkan dapat disajikan. Laporan keuangan tidak bebas daribias (melalui pemilihan atau penyajian informasi) jikadimaksudkan untuk mempengaruhi pembuatan suatu keputusanatau kebijakan untuk tujuan mencapai suatu hasil tertentu.Substansi Mengungguli Bentuk2.6 Transaksi, peristiwa dan kondisi lain dicatat dandisajikan sesuai dengan substansi dan realitas ekonomi danbukan hanya bentuk hukumnya. Hal ini untuk meningkatkankeandalan laporan keuangan.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.3


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Pertimbangan Sehat2.7 Ketidakpastian yang tidak dapat diabaikan meliputiberbagai peristiwa dan keadaan yang dipahami berdasarkanpengungkapan sifat dan penjelasan peristiwa dan keadaantersebut dan melalui penggunaan pertimbangan sehat dalammenyusun laporan keuangan. Pertimbangan sehat mengandungunsur kehati-hatian pada saat melakukan pertimbangan yangdiperlukan dalam kondisi ketidakpastian, sehingga aset ataupenghasilan tidak disajikan lebih tinggi dan kewajiban atau bebantidak disajikan lebih rendah. Namun demikian, penggunaanpertimbangan sehat tidak memperkenankan pembentukan asetatau penghasilan yang lebih rendah atau pencatatan kewajibanatau beban yang lebih tinggi. Singkatnya, pertimbangan sehattidak mengijinkan bias.Kelengkapan2.8 Agar dapat diandalkan, informasi dalam laporankeuangan harus lengkap dalam batasan materialitas dan biaya.Kesengajaan untuk tidak mengungkapkan mengakibatkaninformasi menjadi tidak benar atau menyesatkan dan karenaitu tidak dapat diandalkan dan kurang mencukupi ditinjau darisegi relevansi.Dapat Dibandingkan2.9 Pengguna harus dapat membandingkan laporankeuangan entitas antar periode untuk mengidentifikasikecenderungan posisi dan kinerja keuangan. Pengguna jugaharus dapat membandingkan laporan keuangan antar entitasuntuk mengevaluasi posisi keuangan, kinerja serta perubahanposisi keuangan secara relatif. Oleh karena itu, pengukurandan penyajian dampak keuangan dari transaksi dan peristiwalain yang serupa harus dilakukan secara konsisten untuk suatuentitas, antar periode untuk entitas tersebut dan untuk entitasyang berbeda. Sebagai tambahan, pengguna laporan keuanganETAP.4Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738harus mendapat informasi tentang kebijakan akuntansi yangdigunakan dalam penyusunan laporan keuangan, perubahankebijakan akuntansi dan pengaruh dampak perubahan tersebut.Tepat Waktu2.10 Agar relevan, informasi dalam laporan keuanganharus dapat mempengaruhi keputusan ekonomi parapenggunanya. Tepat waktu meliputi penyediaan informasilaporan keuangan dalam jangka waktu pengambilan keputusan.Jika terdapat penundaan yang tidak semestinya dalam pelaporan,maka informasi yang dihasilkan akan kehilangan relevansinya.Manajemen mungkin perlu menyeimbangkan secara relatifantara pelaporan tepat waktu dan penyediaan informasi yangandal. Untuk mencapai keseimbangan antara relevansi dankeandalan, maka pertimbangan utama adalah bagaimana yangterbaik untuk memenuhi kebutuhan pengguna dalam mengambilkeputusan ekonomi.Keseimbangan antara Biaya dan Manfaat2.11 Manfaat informasi seharusnya melebihi biayapenyediannya. Namun demikian, evaluasi biaya dan manfaatmerupakan proses pertimbangan yang substansial. Biayatersebut juga tidak perlu ditanggung oleh pengguna yangmenikmati manfaat. Dalam evaluasi manfaat dan biaya, entitasharus memahami bahwa manfaat informasi mungkin jugamanfaat yang dinikmati oleh pengguna eksternal.POSISI KEUANGAN2.12 Posisi keuangan suatu entitas terdiri dari aset,kewajiban, dan ekuitas pada suatu waktu tertentu. Unsurlaporan keuangan yang berkaitan secara langsung denganpengukuran posisi keuangan adalah aset, kewajiban, danekuitas. Unsur-unsur ini didefinisikan sebagai berikut:Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.5


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(a) Aset adalah sumber daya yang dikuasai entitas sebagaiakibat dari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaatekonomi di masa depan diharapkan akan diperoleh entitas.(b) Kewajiban merupakan kewajiban masa kini entitas yangtimbul dari peristiwa masa lalu, yang penyelesaiannyadiharapkan mengakibatkan arus keluar dari sumber dayaentitas yang mengandung manfaat ekonomi.(c) Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas setelahdikurangi semua kewajiban.2.13 Beberapa pos mungkin memenuhi definisi aset ataukewajiban namun tidak dapat diakui sebagai aset ataukewajiban dalam neraca karena tidak memenuhi kriteriapengakuan dalam paragraf 2.24-2.29. Khususnya, harapanbahwa manfaat ekonomi masa depan akan mengalir ke ataudari dalam entitas harus cukup pasti untuk memenuhi kriteriaprobabilitas sebelum suatu aset atau kewajiban diakui.Aset2.14 Manfaat ekonomi masa depan yang terwujud dalamaset adalah potensi dari aset tersebut untuk memberikansumbangan, baik langsung maupun tidak langsung, terhadapaliran kas dan setara kas kepada entitas. Arus kas tersebutdapat terjadi melalui penggunaan aset atau pelepasan aset.2.15 Beberapa aset, misalnya aset tetap memiliki bentukfisik. Namun demikian bentuk fisik tersebut tidak esensial untukmenentukan eksistensi aset. Beberapa aset adalah tidakberwujud.2.16 Dalam menentukan eksistensi aset, hak milik tidakesensial. Misalnya, properti yang diperoleh melalui sewa adalahaset jika entitas mengendalikan manfaat yang diharapkanmengalir dari properti tersebut.ETAP.6Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Kewajiban2.17 Karakteristik esensial dari kewajiban (liability)adalah bahwa entitas mempunyai kewajiban (obligation) masakini untuk bertindak atau untuk melaksanakan sesuatu dengancara tertentu. Kewajiban dapat berupa kewajiban hukum dankewajiban konstruktif. Kewajiban dapat dipaksakan menuruthukum sebagai konsekuensi dari kontrak mengikat atauperaturan perundangan. Kewajiban konstruktif adalahkewajiban yang timbul dari tindakan entitas ketika:(a) oleh praktik baku masa lalu, kebijakan yang telahdipublikasikan atau pernyataan kini yang cukup spesifik,entitas telah memberikan indikasi kepada pihak lain bahwaentitas akan menerima tanggung jawab tertentu; dan(b) akibatnya, entitas telah menimbulkan ekspektasi kuat dansah kepada pihak lain bahwa entitas akan melaksanakantanggung jawab tersebut.2.18 Penyelesaian kewajiban masa kini biasanyamelibatkan pembayaran kas, penyerahan aset lain, pemberianjasa, penggantian kewajiban tersebut dengan kewajiban lain,atau konversi kewajiban menjadi ekuitas. Kewajiban juga dapatdihapuskan dengan cara lain, seperti kreditur membebaskanatau membatalkan haknya.Ekuitas2.19 Ekuitas adalah hak residual atas aset entitas setelahdikurangi semua kewajiban. Ekuitas mungkindisubklasifikasikan dalam neraca. Misalnya, entitas yangberbentuk Perseroan Terbatas, subklasifikasi dapat meliputidana yang dikontribusikan oleh pemegang saham, saldo labadan keuntungan atau kerugian yang diakui secara langsungdalam ekuitas.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.7


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738KINERJA KEUANGAN2.20 Kinerja keuangan adalah hubungan antarapenghasilan dan beban dari entitas sebagaimana disajikandalam laporan laba rugi. Laba sering digunakan sebagai ukurankinerja atau sebagai dasar untuk pengukuran lain, seperti tingkatpengembalian investasi atau laba per saham. Unsur-unsurlaporan keuangan yang secara langsung terkait denganpengukuran laba adalah penghasilan dan beban. Penghasilandan beban didefinisikan lebih lanjut sebagai berikut:(a) Penghasilan (income) adalah kenaikan manfaat ekonomiselama periode pelaporan dalam bentuk arus masuk ataupeningkatan aset, atau penurunan kewajiban yangmengakibatkan kenaikan ekuitas yang tidak berasal darikontribusi penanam modal.(b) Beban (expenses) adalah penurunan manfaat ekonomiselama suatu periode pelaporan dalam bentuk arus keluaratau penurunan aset, atau terjadinya kewajiban yangmengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak terkaitdengan distribusi kepada penanam modal.2.21 Pengakuan penghasilan dan beban dalam laporanlaba rugi dihasilkan secara langsung dari pengakuan danpengukuran aset dan kewajiban. Kriteria pengakuanpenghasilan dan beban dibahas lebih lanjut dalam paragraf 2.24-2.29Penghasilan2.22 Penghasilan (income) meliputi pendapatan(revenues) dan keuntungan (gains).(a) Pendapatan adalah penghasilan yang timbul dalampelaksanaan aktivitas entitas yang biasa dan dikenaldengan sebutan yang berbeda seperti penjualan, imbalan,bunga, dividen, royalti dan sewa.(b) Keuntungan mencerminkan pos lainnya yang memenuhidefinisi penghasilan namun bukan pendapatan. Ketikakeuntungan diakui dalam laporan laba rugi, biasanyaETAP.8Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Bebandisajikan secara terpisah karena pengetahun mengenai postersebut berguna untuk tujuan pengambilan keputusanekonomi.2.23 Beban mencakup kerugian dan beban yang timbuldalam pelaksanaan aktivitas entitas yang biasa.(a) Beban yang timbul dalam pelaksanaan aktivitas entitas yangbiasa meliputi, misalnya, beban pokok penjualan, upah, danpenyusutan. Beban tersebut biasanya berbentuk aruskeluar atau berkurangnya aset seperti kas dan setara kas,persediaan, dan aset tetap.(b) Kerugian mencerminkan pos lain yang memenuhi definisibeban yang mungkin, atau mungkin tidak, timbul daripelaksanaan aktivitas entitas yang biasa. Ketika kerugiandiakui dalam laporan laba rugi, biasanya disajikan secaraterpisah karena pengetahuan mengenai pos tersebutberguna untuk tujuan pengambilan keputusan ekonomi.PENGAKUAN UNSUR-UNSUR LAPORANKEUANGAN2.24 Pengakuan unsur laporan keuangan merupakanproses pembentukan suatu pos dalam neraca atau laporan labarugi yang memenuhi definisi suatu unsur dan memenuhi kriteriasebagai berikut:(a) ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang terkaitdengan pos tersebut akan mengalir dari atau ke dalamentitas; dan(b) pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukurdengan andal.2.25 Kegagalan untuk mengakui pos yang memenuhikriteria tersebut tidak dapat digantikan dengan pengungkapankebijakan akuntansi yang digunakan atau catatan atau materipenjelasan.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.9


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Probabilitas Manfaat Ekonomi Masa Depan2.26 Konsep probabilitas digunakan dalam kriteriapengakuan mengacu kepada pengertian derajat ketidakpastianbahwa manfaat ekonomi masa depan yang terkait dengan postersebut akan mengalir ke atau dari dalam entitas. Pengkajianderajat ketidakpastian yang melekat pada arus manfaatekonomi masa depan dilakukan atas dasar bukti yang terkaitdengan kondisi yang tersedia pada akhir periode pelaporan saatpenyusunan laporan keuangan. Penilaian itu dibuat secaraindividu untuk pos-pos yang signifikan secara individual dankelompok dari suatu populasi besar dari pos-pos yang tidaksignifikan secara individual.Keandalan Pengukuran2.27 Kriteria kedua untuk pengakuan suatu pos adalahadanya biaya atau nilai yang dapat diukur dengan andal. Dalambanyak kasus, biaya atau nilai suatu pos diketahui. Dalam kasuslainnya biaya atau nilai tersebut harus diestimasi. Penggunaanestimasi yang layak merupakan bagian esensial dalampenyusunan laporan keuangan tanpa mengurangi tingkatkeandalan. Namun demikian, jika estimasi yang layak tidakmungkin dilakukan, maka pos tersebut tidak diakui dalam neracaatau laporan laba rugi.2.28 Suatu pos yang pada saat tertentu tidak dapatmemenuhi kriteria pengakuan dapat memenuhi syarat untukdiakui di masa depan sebagai akibat dari peristiwa atau keadaanyang terjadi kemudian.2.29 Suatu pos yang gagal memenuhi kriteria pengakuantetap perlu diungkapkan dalam catatan, materi penjelasan atauskedul tambahan. Pengungkapan ini dapat dibenarkan jikapengetahuan mengenai pos tersebut dipandang relevan untukmengevaluasi posisi keuangan, kinerja dan perubahan posisikeuangan suatu entitas oleh pengguna laporan keuangan.ETAP.10Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738PENGUKURAN UNSUR-UNSUR LAPORANKEUANGAN2.30 Pengukuran adalah proses penetapan jumlah uangyang digunakan entitas untuk mengukur aset, kewajiban,penghasilan dan beban dalam laporan keuangan. Proses initermasuk pemilihan dasar pengukuran tertentu.2.3 1 Dasar pengukuran yang umum adalah biaya historisdan nilai wajar:(a) Biaya historis. Aset adalah jumlah kas atau setara kas yangdibayarkan atau nilai wajar dari pembayaran yang diberikanuntuk memperoleh aset pada saat perolehan. Kewajibandicatat sebesar kas atau setara kas yang diterima atausebesar nilai wajar dari aset non-kas yang diterima sebagaipenukar dari kewajiban pada saat terjadinya kewajiban.(b) Nilai wajar adalah jumlah yang dipakai untukmempertukarkan suatu aset, atau untuk menyelesaikansuatu kewajiban, antara pihak-pihak yang berkeinginan danmemiliki pengetahuan memadai dalam suatu transaksidengan wajar.PRINSIP PENGAKUAN DAN PENGUKURANBERPENGARUH LUAS (PERVASIF)2.32 Persyaratan untuk pengakuan dan pengukuran aset,kewajiban, penghasilan dan beban dalam SAK ETAPdidasarkan pada prinsip pervasif dari Kerangka DasarPenyajian dan Pengukuran Laporan Keuangan. Dalamhal tidak ada suatu pengaturan tertentu dalam SAK ETAP untuktransaksi atau peristiwa lain, paragraf 9.4 memberikan panduanuntuk membuat pertimbangan dan paragraf 9.5 menetapkanhirarki yang diikuti oleh entitas dalam memutuskan kebijakanakuntansi yang sesuai dalam keadaan tersebut. Pada tingkatkedua hirarki tersebut mensyaratkan entitas untukmenggunakan prinsip pengakuan dan pengukuran pervasif yangdiatur dalam Bab ini.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.11


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738DASAR AKRUAL2.33 Entitas harus menyusun laporan keuangan, kecualilaporan arus kas, dengan menggunakan dasar akrual. Dalamdasar akrual, pos-pos diakui sebagai aset, kewajiban, ekuitas,penghasilan, dan beban (unsur-unsur laporan keuangan) ketikamemenuhi definisi dan kriteria pengakuan untuk pos-postersebut.PENGAKUAN DALAM LAPORAN KEUANGANAset2.34 Aset diakui dalam neraca jika kemungkinan manfaatekonominya di masa depan akan mengalir ke entitas dan asettersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukur denganandal. Aset tidak diakui dalam neraca jika pengeluaran telahterjadi dan manfaat ekonominya dipandang tidak mungkinmengalir ke dalam entitas setelah periode pelaporan berjalan.Sebagai alternatif transaksi tersebut menimbulkan pengakuanbeban dalam laporan laba rugi.Kewajiban2.35 Kewajiban diakui dalam neraca jika kemungkinanpengeluaran sumber daya yang mengandung manfaat ekonomiakan dilakukan untuk menyelesaikan kewajiban masa kini danjumlah yang harus diselesaikan dapat diukur dengan andal.Penghasilan2.36 Pengakuan penghasilan merupakan akibat langsungdari pengakuan aset dan kewajiban. Penghasilan diakui dalamlaporan laba rugi jika kenaikan manfaat ekonomi di masa depanyang berkaitan dengan peningkatan aset atau penurunankewajiban telah terjadi dan dapat diukur secara andal.ETAP.12Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Beban2.37 Pengakuan beban merupakan akibat langsung daripengakuan aset dan kewajiban. Beban diakui dalam laporanlaba rugi jika penurunan manfaat ekonomi masa depan yangberkaitan dengan penurunan aset atau peningkatan kewajibantelah terjadi dan dapat diukur secara andal.Laba atau Rugi2.38 Laba atau rugi merupakan selisih aritmatika antarapenghasilan dan beban. Hal tersebut bukan merupakan suatuunsur terpisah dari laporan keuangan, dan prinsip pengakuanyang terpisah tidak diperlukan.2.39. SAK ETAP tidak mengijinkan pengakuan pos-posdalam neraca yang tidak memenuhi definisi aset atau kewajibandengan mengabaikan apakah pos-pos tersebut merupakan hasildari penerapan “matching concept”.SALING HAPUS2.40. Saling hapus tidak diperkenankan atas aset dengankewajiban, atau penghasilan dengan beban, kecuali disyaratkanatau diijinkan oleh SAK ETAP.(a) Pengukuran nilai aset secara neto dari penilaian penyisihanbukan merupakan saling hapus, misalnya penyisihan ataskeusangan persediaan dan penyisihan atas piutang taktertagih.(b) Jika aktivitas entitas yang biasa tidak termasuk membelidan menjual aset tidak lancar (termasuk investasi danaset operasional), maka entitas melaporkan keuntungandan kerugian atas pelepasan aset dengan mengurangi hasilpenjualan dengan jumlah tercatat aset dan beban penjualanyang terkait.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.13


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738BAB 3PENYAJIAN LAPORAN KEUANGANRUANG LINGKUP3.1 Bab ini menjelaskan penyajian wajar dari laporankeuangan yang mematuhi persyaratan SAK ETAP, danpengertian laporan keuangan yang lengkap.PENYAJIAN WAJAR3.2 Laporan keuangan menyajikan dengan wajar posisikeuangan, kinerja keuangan, dan arus kas suatu entitas.Penyajian wajar mensyaratkan penyajian jujur atas pengaruhtransaksi, peristiwa dan kondisi lain yang sesuai dengan definisidan kriteria pengakuan aset, kewajiban, penghasilan dan bebanyang dijelaskan dalam Bab 2 Konsep dan Prinsip Pervasif.Penerapan SAK ETAP, dengan pengungkapan tambahan jikadiperlukan, menghasilkan laporan keuangan yang wajar atasposisi keuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas.Pengungkapan tambahan diperlukan ketika kepatuhan ataspersyaratan tertentu dalam SAK ETAP tidak memadai bagipemakai untuk memahami pengaruh dari transaksi tertentu,peristiwa dan kondisi lain atas posisi keuangan dan kinerjakeuangan entitas.KEPATUHAN TERHADAP SAK ETAP3.3 Entitas yang laporan keuangannya mematuhi SAKETAP harus membuat suatu pernyataan eksplisit dan secarapenuh (explicit and unreserved statement) atas kepatuhantersebut dalam catatan atas laporan keuangan. Laporankeuangan tidak boleh menyatakan mematuhi SAK ETAPkecuali jika mematuhi semua persyaratan dalam SAK ETAP.ETAP.14Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738KELANGSUNGAN USAHA3.4 Pada saat menyusun laporan keuangan, manajemenentitas yang menggunakan SAK ETAP membuat penilaian ataskemampuan entitas melanjutkan kelangsungan usaha. Entitasmempunyai kelangsungan usaha kecuali jika manajemenbermaksud melikuidasi entitas tersebut atau menghentikanoperasi, atau tidak mempunyai alternatif realistis kecualimelakukan hal-hal tersebut. Dalam membuat penilaiankelangsungan usaha, jika manajemen menyadari terdapatketidakpastian yang material terkait dengan peristiwa ataukondisi yang mengakibatkan keraguan signifikan terhadapkemampuan entitas untuk melanjutkan usaha, maka entitasharus mengungkapkan ketidakpastian tersebut. Ketika entitastidak menyusun laporan keuangan berdasarkan asumsikelangsungan usaha, maka fakta tersebut harus diungkapkan,bersama dengan dasar penyusunan laporan keuangan danalasan mengapa entitas tidak dianggap mempunyaikelangsungan usaha.FREKUENSI PELAPORAN3.5 Entitas menyajikan secara lengkap laporan keuangan(termasuk informasi komparatif) minimum satu tahun sekali.Ketika akhir periode pelaporan entitas berubah dan laporankeuangan tahunan telah disajikan untuk periode yang lebihpanjang atau lebih pendek dari satu tahun, maka entitasmengungkapkan:(a) fakta tersebut;(b) alasan penggunaan untuk periode lebih panjang atau lebihpendek; dan(c) fakta bahwa jumlah komparatif untuk laporan laba rugi,laporan perubahan ekuitas, laporan laba rugi dan saldo laba,laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan yangterkait adalah tidak dapat seluruhnya diperbandingkan.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.15


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738PENYAJIAN YANG KONSISTEN3.6 Penyajian dan klasifikasi pos-pos dalam laporankeuangan antar periode harus konsisten kecuali:(a) terjadi perubahan yang signifikan atas sifat operasi entitasatau perubahan penyajian atau pengklasifikasian bertujuanmenghasilkan penyajian lebih baik sesuai kriteria pemilihandan penerapan kebijakan akuntansi dalam Bab 9Kebijakan Akuntansi, Estimasi, dan Kesalahan; atau(b) SAK ETAP mensyaratkan suatu perubahan penyajian.3.7 Jika penyajian atau pengklasifikasian pos-pos dalamlaporan keuangan diubah, maka entitas harus mereklasifikasijumlah komparatif kecuali jika reklasifikasi tidak praktis. Entitasharus mengungkapkan hal-hal berikut jika jumlah komparatifdireklasifikasi:(a) sifat reklasifikasi;(b) jumlah setiap pos atau kelompok dari pos yangdireklasifikasi; dan(c) alasan reklasifikasi.3.8 Jika reklasifikasi jumlah komparatif tidak praktis, makaentitas harus mengungkapkan:(a) alasan reklasifikasi jumlah komparatif tidak dilakukan; dan(b) sifat penyesuaian yang telah dibuat jika jumlah komparatifdireklasifikasi.INFORMASI KOMPARATIF3.9 Informasi harus diungkapkan secara komparatifdengan periode sebelumnya kecuali dinyatakan lain oleh SAKETAP (termasuk informasi dalam laporan keuangan dan catatanatas laporan keuangan). Entitas memasukkan informasikomparatif untuk informasi naratif dan deskriptif jika relevanuntuk pemahaman laporan keuangan periode berjalan.ETAP.16Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738MATERIALITAS DAN AGREGASI3.10 Pos-pos yang material disajikan terpisah dalamlaporan keuangan sedangkan yang tidak material digabungkandengan jumlah yang memiliki sifat atau fungsi yang sejenis.3.11 Kelalaian dalam mencantumkan atau kesalahan dalammencatat suatu pos dianggap material jika, baik secara individualmaupun bersama-sama, dapat mempengaruhi penggunalaporan dalam pengambilan keputusan ekonomi. Besaran dansifat unsur tersebut dapat menjadi faktor penentu.LAPORAN KEUANGAN LENGKAP3.12 Laporan keuangan entitas meliputi:(a) neraca;(b) laporan laba rugi;(c) laporan perubahan ekuitas yang juga menunjukkan:(i)(ii)seluruh perubahan dalam ekuitas, atauperubahan ekuitas selain perubahan yang timbul daritransaksi dengan pemilik dalam kapasitasnya sebagaipemilik;(d) laporan arus kas; dan(e) catatan atas laporan keuangan yang berisi ringkasankebijakan akuntansi yang signifikan dan informasipenjelasan lainnya.3.13 Jika entitas hanya mengalami perubahan ekuitas yangmuncul dari laba atau rugi, pembayaran dividen, koreksikesalahan periode lalu, dan perubahan kebijakan akuntansiselama periode laporan keuangan disajikan maka entitas dapatmenyajikan laporan laba rugi dan saldo laba sebagai penggantilaporan laba rugi dan laporan perubahan ekuitas.3.14 Karena paragraf 3.9 mensyaratkan jumlah komparatifterhadap periode sebelumnya untuk semua jumlah yangdilaporkan dalam laporan keuangan (apakah pada laporankeuangan atau pada catatan atas laporan keuangan), suatuHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.17


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738laporan keuangan lengkap berarti bahwa suatu entitas harusmenyajikan minimum dua periode dari setiap laporan keuanganyang disyaratkan dan catatan atas laporan keuangan yangterkait.3.15 Dalam suatu laporan keuangan lengkap, suatu entitasmenyajikan setiap laporan keuangan dengan keunggulan yangsama.IDENTIFIKASI LAPORAN KEUANGAN3.16 Entitas harus mengidentifikasikan secara jelas setiapkomponen laporan keuangan termasuk catatan atas laporankeuangan. Jika laporan keuangan merupakan komponen darilaporan lain, maka laporan keuangan harus dibedakan dariinformasi lain dalam laporan tersebut. Di samping itu, informasiberikut ini disajikan dan diulangi, bilamana perlu, pada setiaphalaman laporan keuangan:(a) nama entitas pelapor dan perubahan dalam nama tersebutsejak laporan periode terakhir;(b) tanggal atau periode yang dicakup oleh laporan keuangan,mana yang lebih tepat bagi setiap komponen laporankeuangan;(c) mata uang pelaporan, seperti didefinisikan dalam Bab 25Mata Uang Pelaporan;(d) pembulatan angka yang digunakan dalam penyajianlaporan keuangan.3.17 Entitas harus mengungkapkan hal berikut ini dalamcatatan atas laporan keuangan:(a) domisili dan bentuk hukum entitas serta alamat kantornyayang terdaftar;(b) penjelasan sifat operasi dan aktivitas utamanya.ETAP.18Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738RUANG LINGKUPBAB 4NERACA4.1 Bab ini mengatur informasi yang disajikan dalamneraca dan bagaimana penyajiannya. Neraca menyajikan aset,kewajiban, dan ekuitas suatu entitas pada suatu tanggal tertentu– akhir periode pelaporan.INFORMASI YANG DISAJIKAN DALAM NERACA4.2 Neraca minimal mencakup pos-pos berikut:(a) kas dan setara kas;(b) piutang usaha dan piutang lainnya;(c) persediaan;(d) properti investasi;(e) aset tetap;(f) aset tidak berwujud;(g) utang usaha dan utang lainnya;(h) aset dan kewajiban pajak;(i) kewajiban diestimasi;(j) ekuitas.4.3 Entitas menyajikan pos, judul dan sub jumlah lainnyadalam neraca jika penyajian seperti itu relevan dalam rangkapemahaman terhadap posisi keuangan entitas.4.4 SAK ETAP tidak menentukan format atau urutanterhadap pos-pos yang disajikan.KLASIFIKASI ASET DAN KEWAJIBAN4.5 Entitas harus menyajikan aset lancar dan aset tidaklancar, kewajiban jangka pendek dan kewajiban jangka panjang,sebagai suatu klasifikasi yang terpisah dalam neraca sesuaiparagraf 4.6-4.9, kecuali jika penyajian berdasarkan likuiditasmemberikan informasi yang andal dan lebih relevan. JikaHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.19


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738pengecualian tersebut diterapkan, maka semua aset dankewajiban harus disajikan berdasarkan likuiditasnya.Aset Lancar4.6 Entitas mengklasifikasikan aset sebagai aset lancarjika:(a) diperkirakan akan direalisasi atau dimiliki untuk dijual ataudigunakan, dalam jangka waktu siklus operasi normalentitas;(b) dimiliki untuk diperdagangkan;(c) diharapkan akan direalisasi dalam jangka waktu 12 bulansetelah akhir periode pelaporan; atau(d) berupa kas atau setara kas, kecuali jika dibatasipenggunaannya dari pertukaran atau digunakan untukmenyelesaikan kewajiban setidaknya 12 bulan setelah akhirperiode pelaporan.4.7 Entitas mengklasifikasikan semua aset lainnya sebagaitidak lancar. Jika siklus operasi normal entitas tidak dapatdiidentifikasi dengan jelas, maka siklus operasi diasumsikan 12bulan.Kewajiban Jangka Pendek4.8 Entitas mengklasifikasikan kewajiban sebagaikewajiban jangka pendek jika:(a) diperkirakan akan diselesaikan dalam jangka waktu siklusnormal operasi entitas;(b) dimiliki untuk diperdagangkan;(c) kewajiban akan diselesaikan dalam jangka waktu 12 bulansetelah akhir periode pelaporan; atau(d) entitas tidak memiliki hak tanpa syarat untuk menundapenyelesaian kewajiban setidaknya 12 bulan setelah akhirperiode pelaporan.4.9 Entitas mengklasifikasikan semua kewajiban lainnyasebagai kewajiban jangka panjang.ETAP.20Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738URUTAN DAN FORMAT POS DALAM NERACA4.10 SAK ETAP tidak menentukan format atau urutanterhadap pos-pos yang akan disajikan. Paragraf 4.2 hanyamenyediakan daftar pos-pos yang berbeda baik sifat ataufungsinya untuk menjamin penyajian yang terpisah dalamneraca. Sebagai tambahan:(a) pos yang terpisah akan dibentuk jika ukuran, sifat, ataufungsi dari pos atau agregasi terhadap pos-pos yang serupamembuat penyajian terpisah menjadi relevan untukmemahami posisi keuangan entitas; dan(b) uraian yang digunakan dan urutan pos-pos atau agregasiterhadap pos-pos yang sejenis mungkin diubah sesuaidengan sifat entitas dan transaksinya, untuk menyediakaninformasi yang relevan dalam rangka memahami posisikeuangan entitas.4.11 Pertimbangan atas pos-pos tambahan yang disajikansecara terpisah berdasarkan pada penilaian:(a) sifat dan likuiditas aset;(b) fungsi aset dalam entitas; dan(c) jumlah, sifat dan waktu kewajiban.INFORMASI DISAJIKAN DI NERACA ATAUCATATAN ATAS LAPORAN KEUANGAN4.12 Entitas mengungkapkan di neraca atau catatan ataslaporan keuangan, subklasifikasi berikut atas pos yang disajikan:(a) kelompok aset tetap;(b) jumlah piutang usaha, piutang dari pihak-pihak yangmemiliki hubungan istimewa, pelunasan dipercepat danjumlah lainnya;(c) persediaan yang menunjukkan secara terpisah jumlah dari:(i) persediaan yang dimiliki untuk dijual dalam kegiatanusaha normal;(ii) persediaan dalam proses produksi untuk penjualantersebut;Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.21


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(iii) bahan baku dan barang habis pakai yang digunakandalam proses produksi atau pemberian jasa;(d) kewajiban imbalan kerja dan kewajiban diestimasi lainnya;(e) kelompok ekuitas, seperti modal disetor, tambahan modaldisetor, agio saham, saldo laba, dan pendapatan dan bebanyang diakui langsung ke ekuitas.4.13 Entitas yang berbentuk Perseroan Terbatasmengungkapkan antara lain hal-hal berikut di neraca ataucatatan atas laporan keuangan:(a) untuk setiap kelompok modal saham:(i) jumlah saham modal dasar;(ii) jumlah saham yang diterbitkan dan disetor penuh;(iii) nilai nominal saham;(iv) ikhtisar perubahan jumlah saham beredar;(v) hak, keistimewaan dan pembatasan yang melekatpada setiap jenis saham, termasuk pembatasan atasdividen dan pembayaran kembali atas modal;(b) Penjelasan mengenai cadangan dalam ekuitas.4.14 Entitas selain berbentuk Perseroan Terbatas, sepertipersekutuan, mengungkapkan informasi yang setara sepertidisyaratkan dalam paragraf 4.13(a), yang menunjukkanperubahan selama periode untuk setiap kategori ekuitas, sertahak, keistimewaan dan pembatasan untuk setiap kategoriekuitas.ETAP.22Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738RUANG LINGKUPBAB 5LAPORAN LABA RUGI5.1 Bab ini mensyaratkan entitas untuk menyajikan laporanlaba rugi untuk suatu periode yang merupakan kinerjakeuangannya selama periode tersebut. Bab ini juga mengaturinformasi yang disajikan dalam laporan laba rugi dan bagaimanapenyajiannya. Laporan laba rugi menyajikan penghasilan danbeban entitas untuk suatu periode.5.2 Laporan laba rugi memasukkan semua pos penghasilandan beban yang diakui dalam suatu periode kecuali SAK ETAPmensyaratkan lain. SAK ETAP mengatur perlakuan berbedaterhadap dampak koreksi atas kesalahan dan perubahankebijakan akuntansi yang disajikan sebagai penyesuaianterhadap periode yang lalu dan bukan sebagai bagian dari labaatau rugi dalam periode terjadinya perubahan (lihat Bab 9Kebijakan Akuntansi, Estimasi, dan Kesalahan).INFORMASI YANG DISAJIKAN DI LAPORAN LABARUGI5.3 Laporan laba rugi minimal mencakup pos-pos sebagaiberikut:(a) pendapatan;(b) beban keuangan;(c) bagian laba atau rugi dari investasi yang menggunakanmetode ekuitas;(d) beban pajak;(e) laba atau rugi neto.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.23


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP12345678910111213141516171819202122232425262728293031323334353637385.4 Entitas harus menyajikan pos, judul dan sub jumlahlainnya pada laporan laba rugi jika penyajian tersebut relevanuntuk memahami kinerja keuangan entitas.5.5 Entitas tidak boleh menyajikan atau mengungkapkanpos pendapatan dan beban sebagai “pos luar biasa”, baik dalamlaporan laba rugi maupun dalam catatan atas laporan keuangan.ANALISIS BEBAN5.6 Entitas menyajikan suatu analisis beban dalam suatuklasifikasi berdasarkan sifat atau fungsi beban dalam entitas,mana yang memberikan informasi yang lebih andal dan relevan.Analisis Menggunakan Sifat Beban(a) Berdasarkan metode ini, beban dikumpulkan dalam laporanlaba rugi berdasarkan sifatnya (contoh, penyusutan,pembelian bahan baku, biaya transportasi, imbalan kerjadan biaya iklan), dan tidak dialokasikan kembali antaraberbagai fungsi dalam entitas.Misalnya:PendapatanPendapatan operasi lainPerubahan persediaan barang jadidan barang dalam prosesBahan baku yang digunakanBeban pegawaiBeban penyusutan dan amortisasiBeban operasi lainnyaJumlah beban operasiLaba operasixxxxxxx(x)xETAP.24Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Analisis Menggunakan Fungsi Beban(b) Berdasarkan metode ini, beban dikumpulkan sesuaifungsinya sebagai bagian dari biaya penjualan atau, sebagaicontoh, biaya aktivitas distribusi atau aktivitas administrasi.Sekurang-kurangnya, entitas harus mengungkapkan biayapenjualannya sesuai metode ini terpisah dari beban lainnya.Misalnya:PendapatanBeban pokok penjualanLaba brutoPendapatan operasi lainnyaBeban pemasaranBeban umum dan administrasiBeban operasi lainLaba operasix(x)xx(x)(x)(x)x5.7 Entitas dianjurkan untuk menyajikan analisis diataspada laporan laba rugi.5.8 Entitas yang mengklasifikasikan beban berdasarkanfungsi mengungkapkan informasi tambahan berdasarkan sifatbeban, termasuk penyusutan dan beban amortisasi dan bebanimbalan kerja.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.25


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738BAB 6LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS DANLAPORAN LABA RUGI DAN SALDO LABARUANG LINGKUP6.1 Bab ini mengatur persyaratan untuk penyajianperubahan dalam ekuitas entitas selama suatu periode, baikdalam laporan perubahan ekuitas dan laporan laba rugi dansaldo laba (jika memenuhi kondisi tertentu).LAPORAN PERUBAHAN EKUITASTujuan6.2 Laporan perubahan ekuitas menyajikan laba atau rugientitas untuk suatu periode, pos pendapatan dan beban yangdiakui secara langsung dalam ekuitas untuk periode tersebut,pengaruh perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahanyang diakui dalam periode tersebut, dan (tergantung padaformat laporan perubahan ekuitas yang dipilih oleh entitas)jumlah investasi oleh, dan dividen dan distribusi lain ke, pemilikekuitas selama periode tersebut.Informasi yang Disajikan di Laporan Perubahan Ekuitas6.3 Entitas menyajikan laporan perubahan ekuitas yangmenunjukkan:(a) laba atau rugi untuk periode;(b) pendapatan dan beban yang diakui langsung dalam ekuitas;(c) untuk setiap komponen ekuitas, pengaruh perubahankebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan yang diakuisesuai Bab 9 Kebijakan Akuntansi, Estimasi, danKesalahan;(d) untuk setiap komponen ekuitas, suatu rekonsiliasi antarajumlah tercatat awal dan akhir periode, diungkapkan secaraterpisah perubahan yang berasal dari:ETAP.26Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(i) laba atau rugi;(ii) pendapatan dan beban yang diakui langsung dalamekuitas;(iii) jumlah investasi, dividen dan distribusi lainnya kepemilik ekuitas, yang menunjukkan secara terpisahmodal saham, transaksi saham treasuri, dan dividenserta distribusi lainnya ke pemilik ekuitas, danperubahan kepemilikan dalam entitas anak yang tidakmengakibatkan kehilangan pengendalian.LAPORAN LABA RUGI DAN SALDO LABATujuan6.4 Laporan laba rugi dan saldo laba menyajikan labaatau rugi entitas dan perubahan saldo laba untuk suatu periodepelaporan. Paragraf 3.13 mengijinkan entitas untuk menyajikanlaporan laba rugi dan saldo laba menggantikan laporan labarugi dan laporan perubahan ekuitas jika perubahan pada ekuitashanya berasal dari laba atau rugi, pembayaran dividen, koreksikesalahan periode lalu, dan perubahan kebijakan akuntansi.Informasi yang Disajikan di Laporan Laba Rugi dan SaldoLaba6.5 Entitas menyajikan di laporan laba rugi dan saldo labapos-pos berikut sebagai tambahan atas informasi yangdisyaratkan dalam Bab 5 Laporan Laba Rugi:(a) saldo laba pada awal periode pelaporan;(b) dividen yang diumumkan dan dibayarkan atau terutangselama periode;(c) penyajian kembali saldo laba setelah koreksi kesalahanperiode lalu;(d) penyajian kembali saldo laba setelah perubahan kebijakanakuntansi; dan(e) saldo laba pada akhir periode pelaporan.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.27


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738RUANG LINGKUPBAB 7LAPORAN ARUS KAS7.1 Bab ini mengatur informasi yang disajikan dalamlaporan arus kas dan bagaimana penyajiannya. Laporan aruskas menyajikan informasi perubahan historis atas kas dan setarakas entitas, yang menunjukkan secara terpisah perubahan yangterjadi selama satu periode dari aktivitas operasi, investasi, danpendanaan.SETARA KAS7.2 Setara kas adalah investasi jangka pendek dan sangatlikuid yang dimiliki untuk memenuhi komitmen kas jangkapendek, bukan untuk tujuan investasi atau lainnya. Oleh karenaitu, investasi umumnya diklasifikasikan sebagai setara kas hanyajika akan segera jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurangsejak tanggal perolehan. Cerukan bank pada umumnyatermasuk aktivitas pendanaan sejenis dengan pinjaman. Namun,jika cerukan bank dapat ditarik sewaktu-waktu dan merupakanbagian yang tak terpisahkan dari pengelolaan kas entitas, makacerukan tersebut termasuk komponen kas dan setara kas.INFORMASI YANG DISAJIKAN DALAM LAPORANARUS KAS7.3 Entitas menyajikan laporan arus kas yang melaporkanarus kas untuk suatu periode dan mengklasifikasikan menurutaktivitas operasi, aktivitas investasi, dan aktivitas pendanaan.Aktivitas Operasi7.4 Arus kas dari aktivitas operasi terutama diperolehdari aktivitas penghasil utama pendapatan entitas. Oleh karenaitu, arus kas tersebut pada umumnya berasal dari transaksiETAP.28Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738dan peristiwa dan kondisi lain yang mempengaruhi penetapanlaba atau rugi. Contoh arus kas dari aktivitas operasi adalah:(a) penerimaan kas dari penjualan barang dan jasa;(b) penerimaan kas dari royalti, fees, komisi dan pendapatanlain;(c) pembayaran kas kepada pemasok barang dan jasa;(d) pembayaran kas kepada dan atas nama karyawan;(e) pembayaran kas atau restitusi pajak penghasilan kecualijika dapat diidentifikasikan secara khusus sebagai bagiandari aktivitas pendanaan dan investasi;(f) penerimaan dan pembayaran kas dari investasi, pinjaman,dan kontrak lainnya yang dimiliki untuk tujuan perdagangan,yang sejenis dengan persediaan yang dimaksudkan untukdijual kembali.Beberapa transaksi, seperti penjualan peralatan pabrik, dapatmenimbulkan keuntungan atau kerugian yang dimasukkandalam perhitungan laba atau rugi. Tetapi, arus kas yangmenyangkut transaksi tersebut merupakan arus kas dari aktivitasinvestasi.Aktivitas Investasi7.5 Arus kas dari aktivitas investasi mencerminkanpengeluaran kas sehubungan dengan sumber daya yangbertujuan untuk menghasilkan pendapatan dan arus kas masadepan. Contoh arus kas yang berasal dari aktivitas investasiadalah:(a) pembayaran kas untuk memperoleh aset tetap (termasukaset tetap yang dibangun sendiri), aset tidak berwujud danaset jangka panjang lainnya;(b) penerimaan kas dari penjualan aset tetap, aset tidakberwujud, dan aset jangka panjang lainnya;(c) pembayaran kas untuk perolehan efek ekuitas atau efekutang entitas lain dan bunga dalam joint venture (selainpembayaran untuk efek yang diklasifikasikan sebagai kasatau setara kas atau dimiliki untuk diperdagangkan);(d) penerimaan kas dari penjualan efek ekuitas atau efekutang dari entitas lain dan bunga dari joint venture (selainHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.29


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738penerimaan dari efek yang diklasifikasikan sebagai setarakas atau dimiliki untuk diperdagangkan);(e) uang muka dan pinjaman yang diberikan kepada pihak lain;(f) penerimaan kas dari pembayaran kembali uang muka danpinjaman yang diberikan kepada pihak lain;Aktivitas Pendanaan7.6 Contoh arus kas yang berasal dari aktivitas pendanaanadalah:(a) penerimaan kas dari penerbitan saham atau efek ekuitaslain;(b) pembayaran kas kepada para pemegang saham untukmenarik atau menebus saham entitas;(c) penerimaan kas dari penerbitan pinjaman, wesel, danpinjaman jangka pendek atau jangka panjang lainnya;(d) pelunasan pinjaman;(e) pembayaran kas oleh lessee untuk mengurangi saldokewajiban yang berkaitan dengan sewa pembiayaan.PELAPORAN ARUS KAS DARI AKTIVITAS OPERASI7.7 Entitas melaporkan arus kas dari aktivitas operasidengan menggunakan metode tidak langsung. Dalam metodeini laba atau rugi neto disesuaikan dengan mengoreksi dampakdari transaksi non kas, penangguhan atau akrual daripenerimaan atau pembayaran kas untuk operasi di masa laludan masa depan, dan unsur penghasilan atau beban yangberkaitan dengan arus kas investasi atau pendanaan.7.8 Dalam metode tidak langsung, arus kas neto dariaktivitas operasi ditentukan dengan menyesuaikan laba ataurugi dari dampak dari:(a) perubahan persediaan dan piutang usaha serta utang usahaselama periode berjalan;(b) pos non kas seperti penyusutan, penyisihan, dan keuntungandan kerugian valuta asing yang belum direalisasi; danETAP.30Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(c) semua pos lain yang berkaitan dengan arus kas investasiatau pendanaan.PELAPORAN ARUS KAS DARI AKTIVITASINVESTASI DAN PENDANAAN7.9 Entitas melaporkan secara terpisah kelompok utamapenerimaan kas bruto dan pengeluaran kas bruto yang berasaldari aktivitas investasi dan pendanaan. Jumlah agregat aruskas yang berasal dari akuisisi dan pelepasan entitas anak atauunit usaha lain disajikan secara terpisah dan diklasifikasikansebagai arus kas dari aktivitas operasi.BUNGA DAN DIVIDEN7.10 Entitas mengungkapkan secara terpisah arus kasdari bunga dan dividen yang diterima dan dibayarkan. Entitasmengklasifikasikan arus kas secara konsisten antar periodesebagai aktivitas operasi, investasi, atau pendanaan.7.11 Entitas mengklasifikasikan bunga yang dibayarkandan bunga dan dividen yang diterima sebagai arus kas operasikarena termasuk laba atau rugi. Sebagai alternatif, bunga yangdibayarkan dan bunga dan dividen yang diterima dapatdiklasifikasikan sebagai arus kas pendanaan dan arus kasinvestasi, karena merupakan biaya perolehan sumber dayakeuangan atau hasil investasi.7.12 Dividen yang dibayarkan dapat diklasifikasikansebagai arus kas pendanaan karena merupakan biaya perolehansumber daya keuangan. Sebagai alternatif, dividen yangdibayarkan dapat diklasifikasikan sebagai komponen arus kasdari aktivitas operasi karena dividen dibayarkan dari arus kasoperasi.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.31


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738PAJAK PENGHASILAN7.13 Entitas mengungkapkan secara terpisah arus kasyang berkaitan dengan pajak penghasilan danmengklasifikasikannya sebagai arus kas aktivitas operasi,kecuali jika secara spesifik dapat diidentifikasikan denganaktivitas pendanaan dan investasi. Jika arus kas pajakdialokasikan pada lebih dari satu jenis aktivitas, maka jumlahkeseluruhan pajak yang dibayar harus diungkapkan.TRANSAKSI NONKAS7.14 Entitas mengeluarkan dari laporan arus kas, transaksiinvestasi dan pendanaan yang tidak memerlukan penggunaankas atau setara kas. Entitas mengungkapkan transaksi tersebutdalam laporan keuangan sehingga memberikan semua informasiyang relevan mengenai aktivitas investasi dan pendanaantersebut.7.15 Banyak aktivitas investasi dan pendanaan yang tidakmempunyai dampak langsung terhadap arus kas saat inimeskipun mempengaruhi struktur aset dan modal entitas. Tidakdimasukkannya transaksi non kas dalam laporan arus kas adalahkonsisten dengan tujuan laporan arus kas sebab transaksitersebut tidak mempengaruhi arus kas dalam periode berjalan.Contoh transaksi non kas adalah:(a) perolehan aset secara kredit atau melalui sewapembiayaan.(b) akuisisi suatu entitas melalui emisi saham.(c) konversi utang menjadi modal.KOMPONEN KAS DAN SETARA KAS7.16 Entitas mengungkapkan komponen kas dan setarakas dan menyajikan rekonsiliasi jumlah yang dilaporkan dalamlaporan arus kas dengan pos yang sama yang disajikan dalamneraca.ETAP.32Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738PENGUNGKAPAN LAIN7.17 Entitas mengungkapkan, bersama dengan pendapatmanajemen, jumlah kas dan setara kas yang signifikan yangdimiliki entitas, namun tidak dapat digunakan oleh entitas. Halini karena adanya pembatasan lalu lintas devisa ataupembatasan hukumHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.33


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738BAB 8CATATAN ATAS LAPORAN KEUANGANRUANG LINGKUP8.1 Bab ini mengatur prinsip yang mendasari informasiyang disajikan dalam catatan atas laporan keuangan danbagaimana penyajiannya. Catatan atas laporan keuangan berisiinformasi sebagai tambahan informasi yang disajikan dalamlaporan keuangan. Catatan atas laporan keuangan memberikanpenjelasan naratif atau rincian jumlah yang disajikan dalamlaporan keuangan dan informasi pos-pos yang tidak memenuhikriteria pengakuan dalam laporan keuangan.STRUKTUR8.2 Catatan atas laporan keuangan harus:(a) menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporankeuangan dan kebijakan akuntansi tertentu yang digunakansesuai dengan paragraf 8.5 dan 8.6;(b) mengungkapkan informasi yang disyaratkan dalam SAKETAP tetapi tidak disajikan dalam laporan keuangan; dan(c) memberikan informasi tambahan yang tidak disajikandalam laporan keuangan, tetapi relevan untuk memahamilaporan keuangan.8.3 Catatan atas laporan keuangan disajikan secarasistematis sepanjang hal tersebut praktis. Setiap pos dalamlaporan keuangan merujuk-silang ke informasi terkait dalamcatatan atas laporan keuangan.8.4 Secara normal urutan penyajian catatan atas laporankeuangan adalah sebagai berikut:(a) suatu pernyataan bahwa laporan keuangan telah disusunsesuai dengan SAK ETAP (lihat paragraf 3.3);(b) ringkasan kebijakan akuntansi signifikan yang diterapkan(lihat paragraf 8.5);ETAP.34Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(c) informasi yang mendukung pos-pos laporan keuangan,sesuai dengan urutan penyajian setiap komponen laporankeuangan dan urutan penyajian pos-pos tersebut.(d) pengungkapan lain.PENGUNGKAPAN KEBIJAKAN AKUNTANSI8.5 Dalam ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikanharus diungkapkan:(a) dasar pengukuran yang digunakan dalam penyusunanlaporan keuangan;(b) kebijakan akuntansi lain yang digunakan yang relevan untukmemahami laporan keuangan.INFORMASI TENTANG PERTIMBANGAN8.6 Entitas harus mengungkapkan pertimbangan secaraterpisah dari hal-hal yang melibatkan estimasi (lihat paragraf8.7) dalam ringkasan kebijakan akuntansi yang signifikan ataucatatan atas laporan keuangan lainnya yang digunakanmanajemen dalam proses penerapan kebijakan akuntansi danmempunyai pengaruh paling signifikan terhadap jumlah yangdiakui dalam laporan keuangan.INFORMASI TENTANG SUMBER UTAMAKETIDAKPASTIAN ESTIMASI8.7 Entitas harus mengungkapkan dalam catatan ataslaporan keuangan tentang informasi mengenai asumsi pokoktentang masa depan dan sumber-sumber pokok lain untukmengestimasi ketidakpastian pada akhir periode pelaporanyang mempunyai risiko signifikan yang menyebabkan adanyasuatu penyesuaian yang material terhadap jumlah tercatat asetdan kewajiban dalam laporan keuangan tahun berikutnya.Terkait aset dan kewajiban tersebut, catatan atas laporankeuangan harus memasukkan rincian tentang:(a) sifat; dan(b) jumlah tercatat pada akhir periode pelaporan.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.35


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738BAB 9KEBIJAKAN DAN ESTIMASI AKUNTANSI DANKESALAHANRUANG LINGKUP9.1 Bab ini memberikan panduan untuk memilih danmenerapkan kebijakan akuntansi yang digunakan dalammenyusun laporan keuangan. Bab ini juga mengatur perubahanestimasi akuntansi dan koreksi kesalahan periode lalu.PEMILIHAN DAN PENERAPAN KEBIJAKANAKUNTANSI9.2 Kebijakan akuntansi adalah prinsip, dasar, konvensi,aturan dan praktik tertentu yang diterapkan oleh suatu entitasdalam menyusun dan menyajikan laporan keuangannya.9.3 Jika SAK ETAP secara spesifik mengatur transaksi,kejadian atau keadaan lainnya, maka entitas harus menerapkanSAK ETAP. Namun, entitas tidak perlu mengikuti persyaratandalam SAK ETAP jika dampaknya tidak material.9.4 Jika SAK ETAP tidak secara spesifik mengatur suatutransaksi, peristiwa atau kondisi lainnya, maka manajemenharus menggunakan pertimbangannya (judgement) untukmengembangkan dan menerapkan suatu kebijakan akuntansiyang menghasilkan informasi yang:(a) relevan bagi pemakai untuk kebutuhan pengambilankeputusan ekonomi; dan(b) andal yaitu dalam laporan keuangan yang:(i) menyajikan dengan jujur posisi keuangan, kinerja(ii)keuangan, dan arus kas dari suatu entitas;mencerminkan substansi ekonomi dari transaksi,peristiwa dan kondisi lainnya, serta tidak hanyamencerminkan bentuk hukumnya;(iii) netral yaitu bebas dari bias;(iv) mencerminkan kehati-hatian; danETAP.36Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(v)bersifat lengkap dalam semua hal yang material.9.5 Dalam membuat pertimbangan seperti yang dijelaskandi paragraf 9.4, manajemen harus mengacu danmempertimbangkan penerapan sumber-sumber berikut:(a) persyaratan dan panduan dalam SAK ETAP yangberhubungan dengan isu yang serupa dan terkait; dan(b) definisi, kriteria pengakuan dan konsep pengukuran untukaset, kewajiban, pendapatan dan beban dan prinsip-prinsippervasif di Bab 2 Konsep dan Prinsip Pervasif.9.6 Dalam membuat pertimbangan seperti yang dijelaskandi paragraf 9.4, manajemen juga mempertimbangkanpersyaratan dan panduan dalam PSAK non-ETAP yangberhubungan dengan isu serupa dan terkait. Jika panduantambahan diperlukan untuk membuat keputusan yang dijelaskandi paragraf 9.4, maka manajemen dapat mempertimbangkanpengaturan terkini dari badan penyusun standar lain yangmenggunakan kerangka dasar yang serupa untukmengembangkan standar akuntansi, literatur akuntansi lain danpraktik industri yang berterima umum, sepanjang tidakbertentangan dengan sumber-sumber yang ada di paragraf 9.5.KONSISTENSI KEBIJAKAN AKUNTANSI9.7 Entitas harus memilih dan menerapkan kebijakanakuntansinya secara konsisten untuk transaksi, peristiwa dankondisi lainnya, kecuali SAK ETAP secara spesifikmensyaratkan atau mengijinkan kategorisasi pos-pos sehinggakebijakan akuntansi yang berbeda adalah sesuai. Jika SAKETAP mensyaratkan atau mengijinkan kategorisasi tersebut,maka suatu kebijakan akuntansi yang sesuai dipilih danditerapkan secara konsisten untuk setiap kategori.PERUBAHAN KEBIJAKAN AKUNTANSI9.8 Entitas harus mengubah kebijakan akuntansi hanya jikaperubahan tersebut:Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.37


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(a) disyaratkan berubah sesuai SAK ETAP; atau(b) akan menghasilkan laporan keuangan yang menyediakaninformasi yang andal dan lebih relevan mengenai pengaruhtransaksi, peristiwa atau kondisi lainnya terhadap posisikeuangan, kinerja keuangan, atau arus kas.9.9 Hal-hal berikut ini bukan merupakan perubahankebijakan akuntansi:(a) penerapan kebijakan akuntansi untuk transaksi, peristiwadan kondisi lainnya yang berbeda secara substansi dengantransaksi, peristiwa dan kondisi lainnya yang terjadisebelumnya; dan(b) penerapan kebijakan akuntansi baru untuk transaksi,peristiwa dan kondisi lainnya yang belum terjadisebelumnya atau tidak material.9.10 Jika SAK ETAP mengijinkan pemilihan perlakuanakuntansi (termasuk dasar pengukuran) untuk transaksi atauperistiwa atau kondisi lainnya tertentu dan entitas mengubahpilihannya, maka hal tersebut adalah perubahan kebijakanakuntansi.Penerapan Perubahan Kebijakan Akuntansi9.11 Entitas harus mencatat perubahan kebijakan akuntansisebagai berikut:(a) entitas harus menerapkan perubahan kebijakan akuntansisebagai akibat perubahan persyaratan dalam SAK ETAPsesuai dengan ketentuan transisinya, jika ada;(b) entitas harus menerapkan seluruh perubahan kebijakanakuntansi lainnya secara retrospektif (lihat paragraf 9.12).Penerapan Restropektif9.12 Jika perubahan kebijakan akuntansi diterapkan secararetrospektif sesuai dengan paragraf 9.11, maka entitas harusmenerapkan kebijakan akuntansi baru untuk informasikomparatif periode lalu untuk tanggal paling awal dimana halETAP.38Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738tersebut adalah praktis, seolah-olah kebijakan akuntansi barutersebut telah diterapkan sebelumnya. Jika tidak praktis untukmenentukan dampak terhadap periode individual dari perubahankebijakan akuntansi untuk informasi komparatif satu atau lebihperiode lalu yang disajikan, maka entitas harus menerapkankebijakan akuntansi baru atas nilai tercatat aset dan kewajibanpada periode sajian paling awal dimana penerapan retrospektifadalah praktis (mungkin periode berjalan) dan membuatpenyesuaian korespondensi ke saldo awal setiap komponenekuitas yang terpengaruh.Pengungkapan Perubahan Kebijakan Akuntansi9.13 Ketika penerapan awal SAK ETAP atauperubahannya mempunyai pengaruh ke periode berjalan atauperiode yang lalu atau mungkin periode mandatang, makaentitas harus mengungkapkan:(a) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi;(b) untuk periode berjalan dan setiap periode lalu yangdisajikan, jika praktis, jumlah penyesuaian untuk setiap poslaporan keuangan yang terpengaruh;(c) jika praktis, jumlah penyesuaian terkait dengan periodesebelumnya yang disajikan; dan(d) penjelasan jika tidak praktis untuk menentukan jumlah yangdiungkapkan di (b) atau (c).Laporan keuangan periode berikutnya tidak perlu mengulangpengungkapan-pengungkapan tersebut.9.14 Ketika perubahan kebijakan akuntansi sukarelamempunyai pengaruh terhadap periode berjalan atau periodeyang lalu, atau mungkin mempunyai pengaruh terhadap periodemendatang, maka entitas harus mengungkapkan:(a) sifat dari perubahan kebijakan akuntansi;(b) alasan penerapan kebijakan akuntansi baru yangmenyediakan informasi yang andal dan lebih relevan;(c) untuk periode berjalan dan setiap periode lalu yangdisajikan, jika praktis, jumlah penyesuaian untuk setiap poslaporan keuangan yang terpengaruh;Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.39


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(d) jumlah penyesuaian terkait dengan periode sebelumnyayang disajikan, jika praktis; dan(e) penjelasan jika tidak praktis untuk menentukan jumlah yangdiungkapkan di (c) atau (d) di atas.Laporan keuangan periode berikutnya tidak perlu mengulangpengungkapan-pengungkapan tersebut.PERUBAHAN ESTIMASI AKUNTANSI9.15 Perubahan estimasi akuntansi adalah penyesuaianjumlah tercatat aset atau kewajiban, atau jumlah konsumsiperiodik suatu aset, yang berasal dari pengujian status sekarangdari, dan ekspektasi manfaat ekonomi dan kewajiban masamendatang yang terkait dengan, aset dan kewajiban. Perubahanestimasi akuntansi yang berasal dari informasi baru ataupengembangan baru dan, oleh karena itu, bukan koreksikesalahan.9.16 Entitas harus mengakui pengaruh perubahan estimasiakuntansi secara prospektif (kecuali perubahan dimanaparagraf 9.17 diterapkan) dengan memasukkannya ke laporanlaba rugi di:(a) periode terjadinya perubahan, jika hanya berpengaruhterhadap periode tersebut; atau(b) periode terjadi perubahan dan periode mendatang, jikaberpengaruh terhadap keduanya.9.17 Jika perubahan estimasi akuntansi mengubah asetdan kewajiban, atau terkait dengan suatu pos di ekuitas, makaentitas harus mengakuinya dengan menyesuaikan jumlahtercatat pos aset, kewajiban atau ekuitas yang terkait di periodeperubahan tersebut.Pengungkapan Perubahan Estimasi9.18 Entitas harus mengungkapkan sifat setiap perubahanestimasi akuntansi dan dampak perubahan tersebut pada aset,kewajiban, penghasilan, dan beban pada periode berjalan. JikaETAP.40Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738praktis bagi entitas untuk mengestimasi dampak perubahantersebut untuk satu atau lebih periode akan datang, maka entitasmengungkapkan estimasi tersebut.KOREKSI KESALAHAN PERIODE LALU9.19 Kesalahan periode lalu adalah kelalaian dan kesalahanpencatatan dalam laporan keuangan entitas untuk satu ataulebih periode lalu yang muncul dari kegagalan untukmenggunakan atau kesalahan penggunaan informasi yangandal:(a) yang tersedia ketika laporan keuangan diterbitkan; dan(b) diekspektasi dengan layak seharusnya diperoleh dandimasukkan dalam penyusunan dan penyajian laporankeuangan tersebut.9.20 Kesalahan tersebut termasuk dampak kesalahanmatematis, kesalahan penerapan kebijakan akuntansi,kekeliruan atau kesalahan interpretasi fakta, dan kecurangan.9.21 Jika praktis, entitas harus mengoreksi kesalahanperiode lalu secara retrospektif pada laporan keuangan yangditerbitkan pertama kali setelah penemuan dengan cara:(a) menyajikan kembali jumlah komparatif untuk periodepenyajian sebelumnya dimana kesalahan terjadi; atau(b) jika kesalahan terjadi sebelum periode penyajian palingawal, saldo awal aset, kewajiban, dan ekuitas periodepenyajian paling awal disajikan kembali.9.22 Jika tidak praktis untuk menentukan periode spesifikpengaruh kesalahan atas informasi komparatif untuk satu ataulebih periode sebelumnya yang disajikan, maka entitas harusmenyajikan kembali saldo awal aset, kewajiban, dan ekuitasuntuk periode paling awal dimana penyajian kembali secararestropektif praktis dilakukan (kemungkinan bisa periodeberjalan).Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.41


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Pengungkapan Kesalahan Periode Lalu9.23 Entitas harus mengungkapkan hal-hal berikut untukkesalahan periode yang lalu:(a) sifat dari kesalahan periode yang lalu;(b) untuk setiap periode lalu yang disajikan, jika praktis, jumlahkoreksi untuk setiap pos laporan keuangan yangterpengaruh;(c) jumlah koreksi pada awal periode yang lalu yang disajikanpaling awal; dan(d) jika penyajian kembali secara retrospektif adalah tidakpraktis untuk periode lalu tertentu, kondisi yangmenyebabkan ketidak-praktisan tersebut dan deskripsibagaimana dan sejak kapan kesalahan telah dikoreksi.Laporan keuangan untuk periode-periode selanjutnya tidakperlu mengulang pengungkapan tersebut.ETAP.42Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738BAB 10INVESTASI PADA EFEK TERTENTURUANG LINGKUP10.1 Bab ini mengatur penerapan akuntansi nilai wajaruntuk efek utang dan efek ekuitas baik yang dimaksudkan olehpemiliknya untuk diperdagangkan, efek utang yangdimaksudkan untuk dimiliki hingga jatuh waktu maupun tidakuntuk keduanya.10.2 Efek adalah surat berharga, yaitu surat pengakuanutang, surat berharga komersial, saham, obligasi, tanda buktiutang, unit penyertaan kontrak investasi kolektif, kontrakberjangka atas efek, dan setiap derivatif dari efek.(a) Efek utang adalah efek yang menunjukkan hubunganhutang piutang antara kreditor dengan entitas yangmenerbitkan efek.(b) Efek ekuitas adalah efek yang menunjukkan hakkepemilikan atas suatu ekuitas, atau hak untuk memperoleh(misalnya: waran, opsi beli) atau hak untuk menjual(misalnya opsi jual) kepemilikan tersebut dengan hargayang telah atau akan ditetapkan.10.3 Bab ini harus diterapkan untuk akuntansi danpelaporan investasi efek ekuitas yang nilai wajarnya tersediadan untuk semua investasi efek utang, kecuali investasi padaentitas asosiasi, joint venture dan entitas anak.PENGAKUAN DAN PENGUKURAN10.4 Pada saat perolehan, entitas harus mengklasifikasikanefek utang dan efek ekuitas ke dalam salah satu dari tigakelompok berikut ini:(a) dimiliki hingga jatuh tempo (held to maturity);(b) diperdagangkan (trading);(c) tersedia untuk dijual (available for sale).Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.43


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Pada setiap tanggal pelaporan, kelayakan pengelompokantersebut harus ditelaah ulang.Efek “Dimiliki Hingga Jatuh Tempo”10.5 Jika entitas mempunyai maksud untuk memiliki efekutang hingga jatuh tempo, maka investasi dalam efek utangtersebut harus diklasifikasikan dalam kelompok “dimiliki hinggajatuh tempo” dan disajikan dalam neraca sebesar biayaperolehan setelah amortisasi premi atau diskonto.10.6 Entitas mungkin mengubah maksudnya untuk memilikiefek utang tertentu sampai dengan saat jatuh tempo denganmenjual atau mentransfer efek utang tersebut. Penjualan atautransfer efek utang tidak dianggap sebagai perubahan dalamtujuan “dimiliki hingga jatuh tempo” jika perubahan maksudtersebut disebabkan oleh kondisi berikut ini:(a) terdapat bukti mengenai penurunan signifikan risiko kreditentitas penerbit efek;(b) terjadi perubahan peraturan perpajakan yangmenghapuskan atau menaikkan tarif pajak final yangberlaku atas bunga dari efek utang (tidak termasukperubahan peraturan perpajakan yang merevisi tarif pajakatas bunga secara umum);(c) terjadi penggabungan usaha atau penjualan dalam jumlahbesar (seperti penjualan segmen) yang mengakibatkandiperlukannya penjualan atau transfer efek dalam kelompok“dimiliki hingga jatuh tempo” untuk mempertahankan risikokredit entitas dan posisi risiko suku bunga yang ada saattersebut;(d) terjadi perubahan dalam persyaratan atau peraturanperundangan yang secara signifikan mengubah definisiinvestasi yang diizinkan atau tingkat maksimal investasiyang diizinkan dalam jenis efek tertentu, sehingga entitasharus melepaskan efek dalam kelompok dimiliki hinggajatuh tempo;(e) terjadi perubahan peraturan pemerintah mengenai modalminimal industri tertentu yang mengakibatkan entitasETAP.44Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738mengurangi aktivitas usahanya atau skala operasinya danmenjual efek dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo;(f) terjadi perubahan dalam peraturan pemerintah yangmengakibatkan bertambahnya bobot risiko atas investasiefek utang dalam perhitungan rasio tertentu, misalnyadalam perhitungan solvabilitas entitas asuransi atauperhitungan rasio kecukupan modal perbankan.Selain perubahan yang diuraikan di atas, kejadian lain yangtidak berulang dan bersifat luar biasa yang tidak dapatdiantisipasi, dapat menyebabkan entitas menjual ataumentransfer efek tertentu dalam kelompok dimiliki hingga jatuhtempo, tanpa harus dipertanyakan tujuan awal pemilikan efekdalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo mempertimbangkanefek lain dalam kelompok yang sama. Semua penjualan dantransfer efek dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo harusdiungkapkan sesuai dengan persyaratan pada paragraf 10.20.10.7 Entitas tidak boleh mengklasifikasikan efek utang kedalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo jika entitasmempunyai maksud untuk memiliki efek tersebut untuk periodeyang tidak ditentukan. Oleh karena itu, efek utang tidak bolehdiklasifikasikan dalam kelompok ini jika entitas bermaksudmenjual efek tersebut, misalnya, untuk menghadapi:(a) perubahan tingkat bunga pasar dan perubahan yangberhubungan dengan risiko sejenis;(b) kebutuhan likuiditas;(c) perubahan dalam ketersediaan dan tingkat imbal hasilinvestasi alternatif;(d) perubahan dalam sumber pendanaan entitas danpersyaratannya;(e) perubahan dalam risiko mata uang asing.10.8 Dalam manajemen aset dan kewajiban suatu entitas,manajemen dapat menentukan bahwa keseimbanganmanajemen risiko keuangan entitas dapat dicapai tanpa harusmenyediakan seluruh investasinya dalam efek untuk dijual padasaat diperlukan. Dalam hal ini, entitas dapat menentukan bahwaefek utang tertentu digolongkan dalam kelompok dimiliki hinggaHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.45


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738jatuh tempo dan tidak akan dijual untuk tujuan manajemen risikokeuangan. Berdasarkan tujuan kepemilikan efek utang tersebut,entitas dapat mengakui efek utang tersebut dengan metodebiaya perolehan (termasuk amortisasi diskonto atau premium).10.9 Penjualan efek utang yang memenuhi salah satu daridua kondisi berikut ini dapat dianggap telah jatuh tempo untuktujuan klasifikasi efek sebagaimana diuraikan pada paragraf10.5 dan 10.10, dan untuk tujuan pengungkapan sebagaimanadiuraikan pada paragraf 10.20.(a) Penjualan efek terjadi pada tanggal yang cukup dekatdengan saat jatuh tempo, sehingga risiko tingkat bungatidak lagi menjadi faktor penentu harga jual. Tanggalpenjualan tersebut begitu dekatnya dengan saat jatuh temposehingga perubahan suku bunga pasar tidak memilikipengaruh signifikan terhadap nilai wajar efek.(b) Penjualan efek terjadi setelah entitas memperoleh sebagianbesar pembayaran (sedikitnya 85 persen) dari nilai tercatatinvestasi dalam efek utang. Pembayaran tersebut dapatterjadi karena pembayaran di muka efek utang ataupembayaran efek utang sesuai dengan jadual angsuranpembayaran efek utang tersebut (yang meliputi pokokpinjaman dan bunga). Untuk efek dengan tingkat bungavariabel, pembayaran cicilan tersebut tidak akan samajumlahnya, tergantung kepada tingkat bunga yang berlaku.Efek “Diperdagangkan” dan “Tersedia untuk Dijual”10.10 Investasi efek utang yang tidak diklasifikasikan kedalam “dimiliki hingga jatuh tempo” dan efek ekuitas yang nilaiwajarnya telah tersedia, harus diklasifikasikan ke dalam salahsatu kelompok berikut ini dan diukur sebesar nilai wajarnyadalam neraca:(a) “Diperdagangkan”. Efek yang dibeli dan dimiliki untukdijual kembali dalam waktu dekat harus diklasifikasikandalam kelompok “diperdagangkan.” Efek dalam kelompok“diperdagangkan” biasanya menunjukkan frekuensipembelian dan penjualan yang sangat sering dilakukan.ETAP.46Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Efek ini dimiliki dengan tujuan untuk menghasilkan labadari perbedaan harga jangka pendek.(b) “Tersedia untuk dijual”. Efek yang tidak diklasifikasikandalam kelompok “diperdagangkan” dan dalam kelompok“dimiliki hingga jatuh tempo”, harus diklasifikasikan dalamkelompok “tersedia untuk dijual.”Pelaporan Perubahan Nilai Wajar10.11 Laba atau rugi yang belum direalisasi atas efekdalam kelompok diperdagangkan harus diakui sebagaipenghasilan. Laba atau rugi yang belum direalisasi atas efekdalam kelompok tersedia untuk dijual (termasuk efek yangdiklasifikasikan sebagai aset lancar) harus dimasukkan sebagaikomponen ekuitas yang disajikan secara terpisah, dan tidakboleh diakui sebagai penghasilan sampai saat laba atau rugitersebut dapat direalisasi.10.12 Untuk ketiga kelompok efek tersebut, dividen danpendapatan bunga, termasuk amortisasi premi dan diskontoyang timbul saat perolehan, diakui sebagai penghasilan. Babini tidak berdampak terhadap metode yang digunakan untukmengakui dan mengukur jumlah dividen dan pendapatan bunga.Laba atau rugi yang telah direalisasi untuk efek yangdiklasifikasikan dalam kelompok tersedia untuk dijual ataudimiliki hingga jatuh tempo juga tetap harus dilaporkan sebagaipenghasilan.Perubahan Kelompok Investasi10.13 Pemindahan efek antarkelompok dicatat sebesarnilai wajarnya. Pada tanggal perubahan kelompok, laba ataurugi yang belum direalisasi harus dicatat sebagai berikut:(a) untuk efek yang dipindahkan dari kelompokdiperdagangkan, laba atau rugi yang belum direalisasi padatanggal transfer telah tercatat sebagai penghasilan dan olehkarena itu tidak boleh dihapus;Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.47


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(b) untuk efek yang dipindahkan ke kelompok diperdagangkan,laba atau rugi yang belum direalisasi pada tanggalpemindahan diakui sebagai penghasilan pada saat tersebut;(c) untuk efek utang yang dipindahkan ke kelompok tersediauntuk dijual dari kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, labaatau rugi yang belum direalisasi diakui dalam kelompokekuitas secara terpisah pada tanggal pemindahankelompok;(d) untuk efek utang yang ditransfer dari kelompok tersediauntuk dijual ke kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, labaatau rugi yang belum direalisasi pada tanggal transfer harustetap dilaporkan dalam komponen ekuitas secara terpisah,namun harus diamortisasi selama masa manfaat efekdengan cara yang konsisten dengan amortisasi premi ataudiskonto. Amortisasi laba atau rugi yang belum direalisasitersebut akan sepadan dengan pengaruh amortisasi premiatau diskonto terhadap pendapatan bunga dari efek dalamkelompok dimiliki hingga jatuh tempo.10.14 Konsisten dengan paragraf 10.5 -10.7, transfer darikelompok dimiliki hingga jatuh tempo jarang terjadi, kecualiuntuk transfer akibat perubahan kondisi sebagaimana diuraikanpada paragraf 10.6. Karena sifatnya, transfer ke atau darikelompok efek dimiliki untuk tujuan diperdagangkan juga jarangterjadi.Penurunan Nilai10.15 Untuk efek individual dalam kelompok tersediauntuk dijual atau dimiliki hingga jatuh tempo, entitas harusmenentukan apakah penurunan nilai wajar di bawah biayaperolehan (termasuk amortisasi premi dan diskonto) merupakanpenurunan yang bersifat permanen atau tidak. Jika adakemungkinan investor tidak dapat memperoleh kembali seluruhjumlah biaya perolehan yang seharusnya diterima sehubungandengan persyaratan perjanjian efek utang, maka penurunanyang bersifat permanen dianggap telah terjadi. Jika penurunannilai wajar dinilai sebagai penurunan permanen, biaya perolehanETAP.48Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738efek individual harus diturunkan hingga sebesar nilai wajarnya,dan jumlah penurunan nilai tersebut harus diakui dalam laporanlaba rugi sebagai rugi yang telah direalisasi. Biaya perolehanyang baru tidak boleh diubah kembali. Kenaikan selanjutnyadalam nilai wajar efek dalam kelompok tersedia untuk dijualharus dimasukkan ke dalam komponen ekuitas secara terpisah,sebagaimana dinyatakan dalam paragraf 10.11. Penurunanselanjutnya dari nilai wajar, jika bukan merupakan penurunannilai sementara, juga harus dimasukkan ke dalam komponenekuitas secara terpisah.PENYAJIAN10.16 Entitas dengan neraca yang asetnya dikelompokkanmenjadi aset lancar dan aset tidak lancar, kewajibannyadikelompokkan menjadi kewajiban jangka pendek dan jangkapanjang (classified balance sheet) harus melaporkan semuaefek yang diperdagangkan sebagai aset lancar. Efek dalamkelompok dimiliki hingga jatuh tempo dan efek dalam kelompoktersedia untuk dijual disajikan sebagai aset lancar atau asettidak lancar berdasarkan keputusan manajemen. Khusus untukefek utang dalam kelompok dimiliki hingga jatuh tempo dankelompok tersedia untuk dijual yang jatuh tempo pada tahunberikutnya harus dikelompokkan sebagai aset lancar.10.17 Dalam laporan arus kas, arus kas yang digunakanuntuk atau berasal dari pembelian, penjualan, dan jatuh tempoefek dalam kelompok tersedia untuk dijual dan dimiliki hinggajatuh tempo harus diklasifikasikan sebagai arus kas aktivitasinvestasi dan dilaporkan sebesar nilai bruto untuk setiapkelompok efek di dalam laporan arus kas. Arus kas untuk ataudari pembelian, penjualan, dan jatuh tempo efek dalamkelompok diperdagangkan harus diklasifikasikan sebagai aruskas aktivitas operasi.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.49


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738PENGUNGKAPAN10.18 Untuk efek dalam kelompok tersedia untuk dijualdan kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, informasi berikut iniharus diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan untuksetiap kelompok utama efek:(a) nilai wajar agregat;(b) laba yang belum direalisasi dari pemilikan efek;(c) rugi belum direalisasi dari pemilikan efek;(d) biaya perolehan, termasuk jumlah premium dan diskontoyang belum diamortisasi.10.19 Untuk efek utang dalam kelompok tersedia untukdijual dan kelompok dimiliki hingga jatuh tempo, informasimengenai tanggal jatuh tempo efek utang tersebut harusdiungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan tahunterakhir yang disajikan. Informasi tentang tanggal jatuh tempodapat dikelompokkan menurut jangka waktunya sejak tanggalneraca. Lembaga keuangan harus mengungkapkan nilai wajardan biaya perolehan efek utang, termasuk diskonto dan premiumyang belum diamortisasi berdasarkan, sedikitnya, 4 kelompoktanggal jatuh tempo berikut ini:(a) jatuh tempo dalam waktu kurang dari 1 tahun;(b) jatuh tempo dalam waktu antara 1 sampai 5 tahun;(c) jatuh tempo dalam waktu antara 5 sampai 10 tahun;(d) jatuh tempo dalam waktu lebih dari 10 tahun.Efek yang tidak jatuh tempo pada tanggal tertentu, seperti efekyang pembayarannya dijamin hipotik, dapat diungkapkan secaraterpisah (tidak dialokasikan ke dalam beberapa kelompok jatuhtempo tersebut). Jika penggolongan jatuh temponyadialokasikan, maka dasar alokasinya harus diungkapkan.10.20 Untuk setiap periode akuntansi, entitas harusmengungkapkan:(a) penerimaan dari penjualan efek dalam kelompok tersediauntuk dijual, laba dan rugi yang direalisasi dari penjualantersebut;ETAP.50Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(b) dasar penentuan biaya perolehan dalam menghitung labaatau rugi yang direalisasi (misalnya, identifikasi khusus,rata-rata, atau metode lain);(c) laba dan rugi yang dimasukkan sebagai penghasilan daripemindahan pengelompokkan efek dari kelompok tersediauntuk dijual ke kelompok diperdagangkan;(d) perubahan laba atau rugi pemilikan yang belum direalisasiuntuk efek dalam kelompok tersedia untuk dijual yang telahdimasukkan ke dalam komponen ekuitas secara terpisahselama periode yang bersangkutan;(e) perubahan dalam laba atau rugi pemilikan efek yang belumdirealisasi dari efek untuk tujuan diperdagangkan yangtelah diakui sebagai penghasilan dalam periode pelaporan.10.21 Untuk setiap penjualan atau transfer efek dalamkelompok dimiliki hingga jatuh tempo harus diungkapkan:(a) jumlah akumulasi amortisasi diskonto atau premium untukefek yang dijual atau dipindahkan ke kelompok lain;(b) laba atau rugi penjualan efek, baik yang telah direalisasimaupun yang belum direalisasi, dan(c) kondisi yang mengakibatkan diambilnya keputusan menjualatau memindahkan kelompok efek tersebut.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.51


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738RUANG LINGKUPBAB 11PERSEDIAAN11.1 Bab ini mengatur prinsip-prinsip pengakuan danpengukuran persediaan. Persediaan adalah aset:(a) untuk dijual dalam kegiatan usaha normal;(b) dalam proses produksi untuk kemudian dijual; atau(c) dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakandalam proses produksi atau pemberian jasa.11.2 Bab ini diterapkan untuk semua jenis persediaan,kecuali:(a) persediaan dalam proses (work in progress) dalamkontrak konstruksi termasuk kontrak jasa yang terkaitsecara langsung (lihat Bab 20 Pendapatan);(b) efek tertentu (lihat Bab 10 Investasi pada Efek Tertentu).PENGUKURAN11.3 Entitas harus mengukur nilai persediaan pada nilaimana yang lebih rendah antara biaya perolehan dan harga jualdikurangi biaya untuk menyelesaikan dan menjual.BIAYA PERSEDIAAN11.4 Biaya perolehan persediaan mencakup seluruh biayapembelian, biaya konversi, dan biaya lainnya yang terjadi untukmembawa persediaan ke kondisi dan lokasi sekarang.Biaya Pembelian11.5 Biaya pembelian persediaan meliputi harga beli, beaimpor, pajak lainnya (kecuali yang kemudian dapat direstitusikepada otoritas pajak), biaya pengangkutan, biaya penanganan,dan biaya lainnya yang secara langsung dapat diatribusikanETAP.52Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738pada perolehan barang jadi, bahan, dan jasa. Diskon dagang,potongan, dan lainnya yang serupa dikurangkan dalammenentukan biaya pembelian.11.6 Entitas dapat melakukan pembelian persediaan dalambeberapa termin penyelesaian tangguhan. Jika perjanjian secaraefektif mengandung adanya elemen pembiayaan, maka elementersebut (misalnya, perbedaan antara harga beli untukpersyaratan kredit normal dengan jumlah yang dibayar) diakuisebagai beban bunga selama periode pembiayaan dan tidakditambahkan ke biaya perolehan persediaan.Biaya Konversi11.7 Biaya konversi persediaan meliputi biaya yang secaralangsung terkait dengan unit yang diproduksi, misalnya biayatenaga kerja langsung. Termasuk juga alokasi sistematisoverhead produksi tetap dan variabel yang timbul dalammengkonversi bahan menjadi barang jadi. Overhead produksitetap adalah biaya produksi tidak langsung yang relatif konstan,tanpa memperhatikan volume produksi yang dihasilkan, sepertipenyusutan dan pemeliharaan bangunan dan peralatan pabrik,dan biaya manajemen dan administrasi pabrik. Overheadproduksi variabel adalah biaya produksi tidak langsung yangberubah secara langsung, atau hampir secara langsung,mengikuti perubahan volume produksi, seperti bahan tidaklangsung dan biaya tenaga kerja tidak langsung.Alokasi Biaya Overhead Tetap11.8 Pengalokasian overhead produksi tetap ke biayakonversi didasarkan pada kapasitas fasilitas produksi normal.Kapasitas normal adalah produksi rata-rata yang diharapkanakan tercapai selama suatu periode atau musim dalam keadaannormal, dengan memperhitungkan hilangnya kapasitas selamapemeliharaan terencana. Tingkat produksi aktual dapatdigunakan jika mendekati kapasitas normal. Pengalokasianjumlah overhead produksi tetap pada setiap unit produksi tidakHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.53


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738bertambah sebagai akibat dari rendahnya produksi atau tidakterpakainya pabrik. Overhead yang tidak teralokasi diakuisebagai beban pada periode terjadinya. Dalam periode produksitinggi yang tidak normal, jumlah overhead tetap yangdialokasikan pada tiap unit produksi menjadi berkurangsehingga persediaan tidak diukur di atas biayanya. Overheadproduksi variabel dialokasikan pada unit produksi atas dasarpenggunaan aktual fasilitas produksi.Produk Bersama dan Produk Sampingan11.9 Suatu proses produksi dapat menghasilkan lebih darisatu produk secara simultan. Misalnya, entitas menghasilkanproduk bersama (joint product) atau mempunyai produk utama(main product) dan produk sampingan (by product). Ketikabiaya konversi untuk setiap produk tidak dapat didentifikasisecara terpisah, maka biaya konversi harus dialokasikan keproduk-produk tersebut dengan dasar yang rasional dankonsisten. Pengalokasian biaya, misalnya, didasarkan pada nilaijual relatif untuk setiap produk dapat teridentifikasi secaraterpisah pada setiap tahap proses produksi atau pada saatpenyelesaian produksi. Sebagian besar produk sampingan padadasarnya bersifat tidak material. Jika hal ini terjadi, produksampingan tersebut harus diukur berdasarkan harga jualdikurangi biaya untuk menyelesaikan dan menjualnya, sertahasilnya mengurangi biaya produk utama. Sebagai akibatnya,jumlah tercatat produk utama tidak berbeda secara materialdengan biaya perolehannya.Biaya Lain yang Termasuk dalam Persediaan11.10 Entitas harus memasukkan biaya-biaya lain ke dalambiaya persediaan hanya sepanjang biaya tersebut terjadi untukmembawa persediaan ke kondisi dan lokasi sekarang. Misalnya,biaya overhead nonproduksi atau biaya mendesain produkuntuk konsumen tertentu.ETAP.54Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Biaya yang Tidak Termasuk dalam Persediaan11.11 Contoh biaya yang tidak termasuk dalam biayapersediaan dan biaya tersebut diakui sebagai beban padaperiode terjadinya adalah:(a) biaya bahan tidak terpakai, tenaga kerja dan biaya produksilainnya yang tidak normal;(b) biaya penyimpanan, kecuali biaya yang diperlukan dalamproses produksi sebelum tahap produksi selanjutnya;(c) biaya overhead administratif yang tidak berkontribusi untukmembuat persediaan ke kondisi dan lokasi sekarang; dan(d) biaya penjualan.Biaya Persediaan Pemberi Jasa11.12 Sepanjang pemberi jasa memiliki persediaan, makapemberi jasa mengukur persediaan tersebut pada biayaproduksinya. Biaya persediaan tersebut terutama meliputi biayatenaga kerja dan biaya personalia lainnya yang secara langsungmenangani pemberian jasa, termasuk personalia penyelia, danoverhead yang dapat diatribusikan. Biaya tenaga kerja danbiaya lainnya yang terkait dengan personalia penjualan danadministrasi umum tidak termasuk sebagai biaya persediaan,tetapi diakui sebagai beban pada periode terjadinya. Biayapersediaan pemberi jasa tidak termasuk marjin laba atauoverhead yang tidak dapat diatribusikan yang sering merupakanfaktor pembebanan harga oleh pemberi jasa.Teknik Pengukuran Biaya11.13 Teknik pengukuran, seperti metode biaya standaratau metode eceran, dapat digunakan untuk mengukur biayapersediaan jika hasilnya dapat memperkirakan biaya. Biayastandar menggunakan tingkat normal dari bahan danperlengkapan, tenaga kerja, pemakaian yang efisien dan sesuaidengan kapasitas. Jika diperlukan, komponen-komponentersebut ditelaah ulang secara reguler dan (jika diperlukan)direvisi sesuai dengan kondisi sekarang. Dalam metode eceran,Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.55


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738biaya persediaan diukur dengan mengurangi nilai jual persediaandengan persentase marjin keuntungan yang sesuai.RUMUS BIAYA11.14 Entitas harus mengukur biaya persediaan untukjenis persediaan yang normalnya tidak dapat dipertukarkan,dan barang atau jasa yang dihasilkan dan dipisahkan untukproyek tertentu dengan menggunakan identifikasi khusus atasbiayanya secara individual.11.15 Entitas harus menentukan biaya persediaan, selainyang terkait dengan paragraf 11.14, dengan menggunakanrumus biaya masuk-pertama keluar-pertama (MPKP) ataurata-rata tertimbang. Rumus biaya yang sama harus digunakanuntuk seluruh persediaan dengan sifat dan pemakaian yangserupa. Untuk persediaan dengan sifat atau pemakaian yangberbeda, penggunaan rumus biaya yang berbeda dapatdibenarkan. Metode masuk terakhir keluar pertama (MTKP)tidak diperkenankan oleh SAK ETAP.PENURUNAN NILAI11.16 Paragraf 22.4-24.6 mensyaratkan entitas untukmenguji pada setiap tanggal pelaporan apakah persediaanmenurun nilainya yaitu nilai tercatatnya tidak dapat dipulihkansecara penuh (misalnya karena kerusakan, keusangan ataupenurunan harga jual). Jika suatu jenis (atau kelompok jenis)dari persediaan menurun nilainya, maka persediaan harus diukurpada harga jual dikurangi biaya untuk menyelesaikan danmenjual, serta mengakui kerugian penurunan nilai. Paragraftersebut juga mengatur pemulihan penurunan nilai sebelumnyadalam beberapa kondisi.ETAP.56Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738PENGAKUAN SEBAGAI BEBAN11.17 Jika persediaan dijual, maka jumlah tercatatnyadiakui sebagai beban periode dimana pendapatan yang terkaitdiakui.11.18 Beberapa persediaan dapat dialokasikan ke asetlain, misalnya, persediaan yang digunakan sebagai komponenaset tetap yang dibangun sendiri. Alokasi persediaan ke asetlain diakui sebagai beban selama umur manfaat aset tersebut.PENGUNGKAPAN11.19 Entitas harus mengungkapkan:(a) kebijakan akuntansi yang diterapkan untuk mengukurpersediaan, termasuk rumus biaya yang digunakan;(b) total jumlah tercatat persediaan dan klasifikasinya yangtepat dengan entitas;(c) jumlah persediaan yang diakui sebagai beban selamaperiode;(d) jumlah penurunan nilai persediaan dan pemulihannya yangdiakui dalam laporan laba rugi sesuai dengan Bab 22;(e) jumlah tercatat persediaan yang diagunkan.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.57


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738BAB 12INVESTASI PADA ENTITAS ASOSIASI DANENTITAS ANAKRUANG LINGKUP12.1 Bab ini harus diterapkan untuk investasi pada entitasasosiasi dan entitas anak.12.2 Bab ini tidak mengatur:(a) investasi pada joint venture;(b) hak paten, merek dagang, dan aset yang serupa;(c) sewa pembiayaan.Entitas Asosiasi12.3 Entitas asosiasi adalah suatu entitas, termasuk entitasbukan Perseroan Terbatas seperti persekutuan, dimana investormempunyai pengaruh signifikan dan bukan merupakan entitasanak ataupun bagian dalam joint venture.12.4 Pengaruh signifikan adalah kekuasaan untukberpartisipasi dalam keputusan kebijakan keuangan danoperasional stratejik atas suatu entitas, tetapi tidakmengendalikan atau mengendalikan bersama atas kebijakantersebut.(a) Jika investor memiliki secara langsung atau tidak langsung(misalnya melalui entitas anak) 20 persen atau lebih haksuara investee, maka investor mempunyai pengaruhsignifikan, kecuali dapat ditunjukkan secara jelas bahwatidak ada pengaruh signifikan.(b) Jika investor memiliki secara langsung atau tidak langsung(misalnya melalui entitas anak) kurang dari 20 persen haksuara investee, maka investor tidak memiliki pengaruhsignifikan, kecuali dapat ditunjukkan secara jelas bahwainvestor mempunyai pengaruh signifikan.ETAP.58Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(c) Suatu kepemilikan substansial atau mayoritas oleh investorlain tidak menentukan pengaruh signifikan yang dimilikioleh investor.Entitas Anak12.5 Entitas anak adalah suatu entitas yang dikendalikanoleh entitas induk. Pengendalian adalah kemampuan untukmengatur kebijakan keuangan dan operasional dari suatu entitassehingga mendapatkan manfaat dari aktivitas tersebut.12.6 Pengendalian dianggap ada jika entitas induk memilikibaik secara langsung atau tidak langsung melalui entitas anaklebih dari setengah hak suara dari suatu entitas, kecuali dapatditunjukkan secara jelas bahwa kepemilikan tersebut tidakmenunjukkan adanya pengendalian.12.7 Pengendalian dapat juga muncul ketika entitas indukmemiliki setengah atau kurang hak suara suatu entitas tetapimemiliki:(a) mempunyai hak suara lebih dari setengah berdasarkansuatu perjanjian dengan pemegang saham lain;(b) mempunyai hak untuk mengatur kebijakan keuangan danoperasional berdasarkan anggaran dasar atau perjanjian;(c) mempunyai hak untuk menunjuk atau memberhentikanmayoritas anggota dewan direksi atau badan yang setaradan pengendalian entitas dilakukan oleh oleh dewan ataubadan tersebut; atau(d) mempunyai hak untuk bertindak sebagai suara mayoritasdalam rapat dewan direksi atau badan yang setara danpengendalian entitas dilakukan oleh dewan atau badantersebut.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.59


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738METODE AKUNTANSIEntitas Asosiasi12.8 Investor harus mengukur investasi pada entitasasosiasi dengan menggunakan metode biaya (cost method).12.9 Dalam metode biaya, investasi diukur pada biayaperolehan dikurang akumulasi kerugian penurunan nilai sesuaidengan Bab 22 Penurunan Nilai Aset.12.10 Investor harus mengakui dividen dan penerimaandistribusi lainnya sebagai penghasilan terlepas apakah haltersebut berasal dari akumulasi laba entitas asosiasi yang timbulsebelum atau sesudah tanggal perolehan.Entitas Anak12.11 Investor harus mencatat investasi pada enitas anakdengan menggunakan metode ekuitas (equity method).12.12 Dalam metode ekuitas, investasi pada entitas anakawalnya diakui pada biaya perolehan (termasuk biaya transaksi)dan selanjutnya disesuaikan untuk mencerminkan bagianinvestor atas laba atau rugi dan pendapatan dan beban darientitas anak.12.13 Entitas anak tidak dikonsolidasikan dalam laporankeuangan investor (sebagai entitas induk).PENGUNGKAPAN12.14 Investor harus mengungkapkan hal-hal berikut:(a) kebijakan akuntansi yang digunakan untuk investasi padaentitas asosiasi dan entitas anak;(b) jumlah tercatat investasi pada entitas asosiasi dan entitasanak;ETAP.60Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(c) nilai wajar investasi pada entitas asosiasi dan entitas anakyang tersedia kuotasi harga yang dipublikasikan.12.15 Untuk investasi pada entitas asosiasi, investor harusmengungkapkan jumlah dividen dan penerimaan distribusilainnya yang diakui sebagai penghasilan.12.16 Untuk investasi pada entitas anak, investor harusmengungkapkan secara terpisah bagiannya atas laba atau rugidan bagiannya atas operasi yang dihentikan dari entitas anaktersebut.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.61


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738BAB 13INVESTASI PADA JOINT VENTURERUANG LINGKUP13.1 Bab ini diterapkan untuk investasi pada joint venture.13.2 Joint venture adalah perjanjian kontraktual dimanadua pihak atau lebih menjalankan aktivitas ekonomi yangmenjadi subyek dari pengendalian bersama. Joint venturedapat berbentuk pengendalian bersama operasi, pengendalianbersama aset, dan pengendalian bersama entitas.13.3 Pengendalian bersama adalah kesepakatankontraktual berbagi pengendalian atas suatu aktivitas ekonomi,dan ada hanya jika keputusan strategis keuangan dan operasiterkait dengan aktivitas tersebut mensyaratkan persetujuanpihak-pihak yang berbagi pengendalian (venturer).PENGENDALIAN BERSAMA OPERASI13.4 Dalam pengendalian bersama operasi kegiatan jointventure meliputi pemanfaatan aset dan sumber daya lainnyadari para venturer dan tidak memerlukan pembentukan suatuperseroan terbatas, firma, atau badan usaha lain atau suatupengelolaan keuangan yang terlepas dari ventures. Masingmasingventurer menggunakan aset tetap dan mengelola sendiripersediaannya. Masing-masing venturer juga memikulpengeluarannya, menyelesaikan kewajiban serta mencarisumber pendanaan untuk aktivitasnya sendiri. Aktivitas jointventure dapat dilakukan oleh karyawan venture yang jugamelakukan aktivitas lainnya dari venturer sendiri. Perjanjianjoint venture biasanya mengatur cara pembagian pendapatandari penjualan produk bersama (joint product) dan pembagianbeban bersama lainnya yang terjadi.ETAP.62Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373813.5 Sehubungan dengan bagian partisipasi venturer padapengendalian bersama aset operasi, setiap venturer mengakuidan menyajikan dalam laporan keuangannya masing-masing:(a) aset yang dikendalikan dan kewajiban yang timbul atasaktivitasnya sendiri;(b) beban yang terjadi atas aktivitasnya sendiri dan bagiannyaatas pendapatan bersama dari penjualan barang dan jasaoleh joint venture tersebut.PENGENDALIAN BERSAMA ASET13.6 Beberapa joint venture meliputi pengendalianbersama, dan seringkali kepemilikan bersama, oleh ventureratas satu aset atau lebih yang dikontribusikan atau diperolehuntuk joint venture serta didedikasikan untuk tujuan jointventure tersebut.13.7 Sesuai dengan haknya atas pengendalian bersamaaset, venturer harus mengakui dalam laporan keuangannya:(a) bagiannya atas pengendalian bersama aset, yangdiklasifikasikan sesuai dengan sifat dari aset tersebut;(b) kewajiban yang terjadi;(c) bagiannya atas kewajiban yang timbul bersama denganventurer lain dalam hubungannya dengan joint venture;(d) pendapatan dari penjualan atau pemakaian atas bagiankeluaran joint venture, bersama dengan bagiannya atasbeban yang terjadi;(e) beban lain yang terjadi terkait dengan bagiannya di jointventure.PENGENDALIAN BERSAMA ENTITAS13.8 Pengendalian bersama entitas adalah joint ventureyang melibatkan pendirian suatu perusahaan, persekutuan atauentitas lain dimana setiap venturer memiliki bagian. Entitasberoperasi dengan cara yang sama dengan entitas lain, kecualiadanya perjanjian kontraktual antar venturer untuk membuatpengendalian bersama atas aktivitas ekonomi entitas tersebut.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.63


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Pengukuran13.9 Venturer harus mengukur investasi padapengendalian bersama entitas pada biaya perolehan dikurangiakumulasi kerugian penurunan nilai sesuai dengan Bab 22Penurunan Nilai Aset.13.10 Investor harus mengakui penerimaan distribusi dariinvestasi tersebut sebagai penghasilan terlepas apakah distribusitersebut berasal dari akumulasi laba pengendalian bersamaentitas yang timbul sebelum atau sesudah tanggal perolehan.TRANSAKSI ANTARA VENTURER DAN JOINTVENTURE13.11 Jika venturer berkontribusi atau menjual aset kejoint venture, pengakuan porsi keuntungan atau kerugian harusmencerminkan substansinya. Pada saat aset dikuasai oleh jointventure, serta manfaat dan risiko signifikan kepemilikan telahdialihkan, venturer harus mengakui hanya porsi keuntunganatau kerugian yang diatribusikan ke venturer lain. Venturerharus mengakui seluruh jumlah kerugian ketika kontribusi ataupenjualan memberikan bukti kerugian penurunan nilai.13.12 Jika venturer membeli aset dari joint venture, makaventurer tidak boleh mengakui bagiannya atas laba jointventure dari transaksi tersebut sampai dengan venturer menjualkembali aset tersebut kepada pihak independen. Venturer harusmengakui bagiannya atas kerugian yang timbul dari transaksitersebut dengan cara yang sama dengan keuntungan, kecualikerugian tersebut harus segera diakui jika mencerminkankerugian penurunan nilai.ETAP.64Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738JIKA INVESTOR TIDAK MEMILIKI PENGENDALIAN13.13 Investor yang mempunyai pengaruh signifikan dalamjoint venture memperlakukan investasinya sesuai dengan Bab12 Investasi pada Entitas Asosiasi dan Entitas Anak.PENGUNGKAPAN13.14 Investor pada suatu joint venture harusmengungkapkan:(a) kebijakan akuntansi yang digunakan untuk pengakuanbagian partisipasinya dalam pengendalian bersama entitas.(b) jumlah tercatat investasi pada pengendalian bersamaentitas.(c) jumlah agregat komitmennya terkait dengan joint venture,termasuk bagiannya dalam komitmen modal yang telahterjadi secara bersama-sama dengan venturer lainnya,sebagaimana bagiannya atas komitmen modal jointventure.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.65


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738RUANG LINGKUPBAB 14PROPERTI INVESTASI14.1 Bab ini diterapkan untuk akuntansi untuk investasipada tanah dan bangunan yang memenuhi definisi propertiinvestasi dalam paragraf 14.2.DEFINISI DAN PENGAKUAN AWAL14.2 Properti investasi adalah properti (tanah ataubangunan atau bagian dari suatu bangunan atau kedua-duanya)yang dikuasai (oleh pemilik atau lessee melalui sewapembiayaan) untuk menghasilkan sewa atau untuk kenaikannilai atau kedua-duanya, dan tidak untuk:(a) digunakan dalam produksi atau penyediaan barang ataujasa atau untuk tujuan administratif; atau(b) dijual dalam kegiatan usaha sehari-hari.PENGUKURAN PADA SAAT PENGAKUAN AWAL14.3 Pada saat pengakuan awal, properti investasi diukurpada biaya perolehannya. Biaya perolehan dari propertiinvestasi yang dibeli meliputi harga pembelian dan setiappengeluaran yang dapat diatribusikan secara langsung, sepertibiaya legal dan broker, biaya pajak pengalihan dan biayatransaksi lainnya. Biaya properti investasi yang dikonstruksisendiri ditentukan dengan mengikuti pengaturan yang ada diparagraf 15.7-15.11.PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL14.4 Setelah pengakuan awal, seluruh properti investasiharus diukur pada biaya perolehan dikurang akumulasipenyusutan dan kerugian penurunan nilai sebagaimana diaturETAP.66Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738dalam Bab 15 Aset Tetap dan membuat pengungkapan yangdipersyaratkan dalam Bab 15.TRANSFER14.5 Entitas harus mentransfer suatu properti ke dalamproperti investasi jika properti tersebut memenuhi definisiproperti investasi, atau dari properti investasi jika propertitersebut tidak memenuhi definisi properti investasi.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.67


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738RUANG LINGKUPBAB 15ASET TETAP15.1 Bab ini diterapkan untuk akuntansi atas aset tetap.15.2 Aset tetap adalah aset berwujud yang:(a) dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau penyediaanbarang atau jasa, untuk disewakan ke pihak lain, atau untuktujuan administratif; dan(b) diharapkan akan digunakan lebih dari satu periode.15.3 Aset tidak berwujud tidak termasuk hak atas mineraldan cadangan mineral, misalnya minyak, gas alam dan sumberdaya yang tidak dapat diperbarui lainnya.PENGAKUAN15.4 Entitas harus menerapkan kriteria pengakuan dalamparagraf 2.24 dalam menentukan pengakuan aset tetap. Olehkarena itu, entitas harus mengakui biaya perolehan aset tetapsebagai aset tetap jika:(a) kemungkinan bahwa manfaat ekonomi yang terkait denganpos tersebut akan mengalir dari atau ke dalam entitas;dan(b) pos tersebut mempunyai nilai atau biaya yang dapat diukurdengan andal.15.5 Tanah dan bangunan adalah aset yang dapatdipisahkan dan harus dicatat secara terpisah, meskipun tanahdan bangunan tersebut diperoleh secara bersamaan.PENGUKURAN PADA SAAT PENGAKUAN15.6 Pada saat pengakuan awal, aset tetap harus diukursebesar biaya perolehan.ETAP.68Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Unsur Biaya Perolehan15.7 Biaya perolehan aset tetap meliputi:(a) harga beli, termasuk termasuk biaya hukum dan broker,bea impor dan pajak pembelian yang tidak boleh dikreditkan,setelah dikurangi diskon pembelian dan potongan lainnya;(b) biaya-biaya yang dapat diatribusikan langsung untukmembawa aset ke lokasi dan kondisi yang diinginkan agaraset siap digunakan sesuai dengan maksud manajemen.Biaya-biaya ini termasuk biaya penyiapan lahan untukpabrik, biaya penanganan dan penyerahan awal, biayainstalasi dan perakitan, dan biaya pengujian fungsionalitas;(c) estimasi awal biaya pembongkaran aset, biaya pemindahanaset dan biaya restorasi lokasi. Kewajiban atas biayatersebut timbul ketika aset tersebut diperoleh atau karenaentitas menggunakan aset tersebut selama periode tertentubukan untuk menghasilkan persediaan.15.8 Biaya-biaya berikut ini bukan merupakan biayaperolehan aset tetap dan harus diakui sebagai beban ketikaterjadi:(a) biaya pembukaan fasilitas baru;(b) biaya pengenalan produk atau jasa baru (termasuk biayaaktivitas iklan dan promosi);(c) biaya penyelenggaran bisnis di lokasi baru atau kelompokpelanggan baru (termasuk biaya pelatihan staf);(d) biaya administrasi dan overhead umum lainnya.15.9 Pendapatan dan beban yang terkait dengan kegiataninsidental selama masa konstruksi atau pengembangan asettetap diakui dalam laporan laba rugi jika operasional tersebuttidak diperlukan untuk membawa aset tetap ke lokasi dankondisi operasi yang dimaksud.Pengukuran Biaya Perolehan15.10 Biaya perolehan aset tetap adalah setara hargatunainya pada tanggal pengakuan. Jika pembayaranHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.69


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738ditangguhkan lebih dari waktu kredit normal, maka biayaperolehan adalah nilai tunai semua pembayaran masa akandatang.Pertukaran Aset15.11 Jika aset tetap diperoleh melalui pertukaran denganaset nonmoneter atau kombinasi aset moneter dan asetnonmoneter, maka biaya perolehan diukur pada nilai wajar,kecuali (a) transaksi pertukaran tidak memiliki substansikomersial, atau (b) nilai wajar aset yang diterima atau asetyang diserahkan tidak dapat diukur secara andal. Dalam kasustersebut, biaya perolehan diukur pada jumlah tercatat aset yangdiserahkan.Pengeluaran Setelah Pengakuan Awal15.12 Pengeluaran setelah pengakuan awal suatu asettetap yang memperpanjang umur manfaat atau yangkemungkinan besar memberi manfaat ekonomi di masa yangakan datang dalam bentuk peningkatan kapasitas, mutuproduksi, atau peningkatan standar kinerja, harus ditambahkanpada jumlah tercatat aset tetap tersebut.15.13 Pengeluaran setelah pengakuan awal aset hanyadiakui sebagai suatu aset jika pengeluaran meningkatkan kondisiaset melebihi standar kinerja semula. Contoh peningkatan yangmenghasilkan peningkatan manfaat keekonomian masa yangakan datang mencakup:(a) modifikasi suatu pos sarana pabrik untuk memperpanjangusia manfaatnya, termasuk suatu peningkatankapasitasnya;(b) peningkatan kemampuan mesin untuk mencapaipeningkatan besar dalam kualitas keluaran;(c) penerapan proses produksi baru yang memungkinkan suatupengurangan besar biaya operasi.ETAP.70Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL15.14 Entitas harus mengukur seluruh aset tetap setelahpengakuan awal pada biaya perolehan dikurang akumulasipenyusutan dan akumulasi kerugian penurunan nilai. Entitasharus mengakui biaya pemeliharaan dan reparasi sehari-hari(cost of day-to-day servicing) dari aset tetap sebagai bebandalam laporan laba rugi pada periode terjadinya.15.15 Penilaian kembali atau revaluasi aset tetap padaumumnya tidak diperkenankan karena SAK ETAP menganutpenilaian aset berdasarkan biaya perolehan atau hargapertukaran. Penyimpangan dari ketentuan ini mungkin dilakukanberdasarkan ketentuan pemerintah. Dalam hal ini laporankeuangan harus menjelaskan mengenai penyimpangan darikonsep biaya perolehan di dalam penyajian aset tetap sertapengaruh dari penyimpangan tersebut terhadap gambarankeuangan entitas. Selisih antara nilai revaluasi dengan nilaitercatat aset tetap diakui dalam ekuitas dengan nama “SurplusRevaluasi Aset Tetap”.15.16 Surplus revaluasi aset tetap dalam ekuitas dapatdipindahkan langsung ke saldo laba pada saat aset tersebutdihentikan pengakuannya. Hal ini meliputi pemindahan sekaligussurplus revaluasi pada saat penghentian atau pelepasan asettersebut. Namun, sebagian surplus revaluasi tersebut dapatdipindahkan sejalan dengan penggunaan aset oleh entitas.Dalam hal ini, surplus revaluasi yang dipindahkan ke saldo labaadalah sebesar perbedaan antara jumlah penyusutanberdasarkan nilai revaluasian aset dengan jumlah penyusutanberdasarkan biaya perolehan aset tersebut. Pemindahansurplus revaluasi ke saldo laba tidak dilakukan melalui laporanlaba rugi.PENYUSUTAN15.17 Beban penyusutan harus diakui dalam laporan labarugi, kecuali Bab lain mensyaratkan biaya tersebut merupakanHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.71


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738bagian biaya perolehan suatu aset. Misalnya, penyusutan asettetap manufaktur termasuk biaya persediaan (liha Bab 11Persediaan).Jumlah dan Periode Penyusutan15.18 Entitas harus mengalokasikan jumlah aset yangdapat disusutkan secara sistematis selama umur manfaatnya.15.19 Faktor-faktor seperti perubahan pemakaian aset,perkembangan teknologi, dan perubahan harga pasar dapatmengindikasikan bahwa umur manfaat aset telah berubah sejaktanggal periode tahunan paling kini. Jika terdapat indikatortersebut, maka entitas harus menelaah ulang estimasisebelumnya dan (jika ekspektasi sekarang berbeda) mengubahmetode penyusutan atau umur manfaat. Entitas harusmemperlakukan perubahan metode amortisasi atau umurmanfaat sebagai perubahan estimasi akuntansi sesuai denganparagraf 9.15-9.18.15.20 Penyusutan dimulai ketika suatu aset tersedia untukdigunakan, misalnya aset berada di lokasi dan kondisi yangdiperlukan sehingga mampu beroperasi sebagaimana maksudmanajemen. Penyusutan dihentikan ketika aset dihentikanpengakuannya.Penyusutan tidak dihentikan ketika aset tidakdigunakan atau dihentikan penggunaan aktifnya, kecuali asettersebut telah disusutkan secara penuh. Namun, dalam metodepenyusutan berdasar penggunaan (usage method ofdepreciation), beban penyusutan menjadi nol ketika tidak adaproduksi.15.21 Entitas harus mempertimbangkan faktor-faktorberikut dalam menentukan umur manfaat suatu aset:(a) perkiraan daya pakai aset. Daya pakai dinilai denganmerujuk pada ekspektasi kapasitas atau keluaran fisik;(b) perkiraan tingkat keausan fisik, yang tergantung kepadafaktor pengoperasian seperti jumlah giliran penggunaan,program pemeliharaan dan perawatan, serta perawatanETAP.72Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738dan pemeliharaan aset pada saat aset tidak digunakan(menganggur);(c) keusangan teknis dan komersial yang diakibatkan olehperubahan atau peningkatan produksi, atau perubahanpermintaan pasar atas produk atau jasa yang dihasilkanoleh aset tersebut; dan(d) pembatasan hukum atau sejenisnya atas penggunaan aset,seperti berakhirnya waktu sehubungan dengan sewa.Metode Penyusutan15.22 Suatu entitas harus memilih metode penyusutanyang mencerminkan ekspektasi dalam pola penggunaanmanfaat ekonomi masa depan aset. Beberapa metodepenyusutan yang mungkin dipilih, antara lain metode garis lurus(straight line method), metode saldo menurun (diminishingbalance method), dan metode jumlah unit produksi (sum ofthe unit of production method).15.23 Jika terdapat suatu indikasi bahwa telah terjadiperubahan signifikan sejak tanggal pelaporan tahunansebelumnya dalam pola penggunaan manfaat ekonomi masadepan aset, maka entitas harus menelaah ulang metodepenyusutan saat ini dan (jika ekspektasi sekarang berbeda)mengubah metode penyusutan untuk mencerminkan pola yangbaru. Entitas harus memperlakukan perubahan metodepenyusutan sebagai perubahan estimasi akuntansi sesuaidengan paragraf 9.15-9.18.PENURUNAN NILAIPengakuan dan Pengukuran Penurunan Nilai15.24 Entitas harus menerapkan Bab 22 Penurunan NilaiAset untuk menentukan apakah aset tetap telah mengalamipenurunan nilai dan (jika terjadi penurunan nilai) bagaimanamengakui dan mengukur kerugian penurunan nilai. Bab 22menjelaskan kapan dan bagaimana entitas mengkaji-ulangHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.73


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738jumlah tercatat aset, bagaimana menentukan jumlah yang dapatdiperoleh kembali dari aset, kapan mengakui kerugianpenurunan nilai atau pemulihannya.Kompensasi Penurunan Nilai15.25 Entitas harus mengakui kompensasi dari pihak ketigaatas penurunan nilai, kehilangan, atau penghentian aset tetapdalam laporan laba rugi hanya jika kompensasi tersebut menjaditerutang.Aset Tetap menjadi Dimiliki untuk Dijual15.26 Paragraf 22.8(f) menyatakan bahwa rencana untukmelepaskan suatu aset sebelum tanggal ekspektasi sebelumnyamerupakan indikator penurunan nilai yang memicu perhitunganjumlah yang dapat dipulihkan dari aset untuk tujuan apakahaset mengalami penurunan nilai.PENGHENTIAN-PENGAKUAN15.27 Entitas harus menghentikan-pengakuan aset tetappada saat:(a) dilepaskan; atau(b) ketika tidak ada manfaat ekonomi masa depan yangdiekspektasikan dari penggunaan atau pelepasannya.15.28 Entitas harus mengakui keuntungan atau kerugianatas penghentian pengakuan aset tetap dalam laporan laba rugiketika aset tersebut dihentikan pengakuannya (kecuali Bab 17Sewa menentukan lain untuk jual dan sewa-balik). Keuntungantersebut tidak boleh diklasifikasikan sebagai pendapatan.15.29 Dalam penentuan tanggal pelepasan aset tetap,entitas harus menerapkan kriteria yang ada di Bab 20Pendapatan untuk pengakuan pendapatan dari penjualanbarang. Bab 17 Sewa diterapkan untuk pelepasan melalui jualdan sewa-balik.ETAP.74Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373815.30 Entitas harus menentukan keuntungan atau kerugianyang timbul dari penghentian pengakuan aset tetap denganmenghitung perbedaan antara hasil penjualan neto (jika ada)dan jumlah tercatatnya.PENGUNGKAPAN15.31 Entitas harus mengungkapkan untuk setiapkelompok aset tetap:(a) dasar pengukuran yang digunakan untuk menentukanjumlah tercatat bruto;(b) metode penyusutan yang digunakan;(c) umur manfaat atau tarif penyusutan yang digunakan;(d) jumlah tercatat bruto dan akumulasi penyusutan (agregatdengan akumulasi kerugian penurunan nilai) pada awal danakhir periode; dan(e) rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periodeyang menunjukkan:(i) penambahan;(ii) pelepasan;(iv) kerugian penurunan nilai yang diakui atau dipulihkandalam laporan laba rugi sesuai dengan Bab 22Penurunan Nilai Aset;(v) penyusutan;(vi) perubahan lainnya.15.32 Entitas juga harus mengungkapkan:(a) keberadaan dan jumlah pembatasan atas hak milik, danaset tetap yang dijaminkan untuk utang;(b) jumlah komitmen kontrak untuk memperoleh aset tetap.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.75


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738RUANG LINGKUPBAB 16ASET TIDAK BERWUJUD16.1 Bab ini diterapkan untuk akuntansi untuk semua asettidak berwujud kecuali aset tidak berwujud yang dimiliki untukdijual dalam kegiatan usaha normal (lihat Bab 11 Persediaandan Bab 20 Pendapatan)16.2 Aset tidak berwujud adalah aset nonmoneter yangdapat diidentifikasi dan tidak mempunyai wujud fisik. Suatuaset dapat diidentifikasikan jika:(a) dapat dipisahkan, yaitu kemampuannya untuk menjaditerpisah atau terbagi dari entitas dan dijual, dialihkan,dilisensikan, disewakan atau ditukarkan melalui suatukontrak terkait aset atau kewajiban secara individual atausecara bersama; atau(b) muncul dari hak kontraktual atau hak hukumnya lainnya,terlepas apakah hak tersebut dapat dialihkan atau dapatdipisahkan dari entitas atau dari hak dan kewajiban lainnya.16.3 Aset tidak berwujud tidak termasuk:(a) efek (surat berharga), atau(b) hak atas mineral dan cadangan mineral, misalnya minyak,gas alam dan sumber daya yang tidak dapat diperbaruilainnya.PENGAKUANPrinsip Umum16.4 Entitas harus menerapkan kriteria pengakuan dalamparagraf 2.24 untuk mengakui aset tidak berwujud. Oleh karenaitu, aset tidak berwujud diakui jika:(a) kemungkinan entitas akan memperoleh manfaat ekonomismasa depan dari aset tersebut; danETAP.76Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(b) biaya perolehan aset atau nilai aset tersebut dapat diukurdengan andal.16.5 Dalam menilai kemungkinan adanya manfaatekonomis masa depan, entitas harus menggunakan asumsi yangwajar dan dapat mendukung yang merupakan estimasi terbaikmanajemen atas kondisi ekonomi yang aka ada selama masamanfaat aset.16.6 Dalam menilai tingkat kepastian akan adanyamanfaat ekonomis masa depan yang timbul dari penggunaanaset tidak berwujud, entitas mempertimbangkan bukti yangtersedia pada saat pengakuan awal aset dengan memberikanpenekanan pada bukti eksternal.16.7 Kriteria probabilitas pengakuan dalam paragraf16.4(a) harus selalu dipertimbangkan untuk dipenuhi atas asettidak berwujud yang diperoleh secara terpisah.PENGUKURAN AWAL16.8 Entitas mengukur aset tidak berwujud pada awalnyasebesar biaya perolehan.Perolehan Terpisah16.9 Biaya perolehan aset tidak berwujud yang diperolehsecara terpisah terdiri dari:(a) harga beli, termasuk bea impor dan pajak yang sifatnyatidak dapat dikreditkan, setelah diskon dan potongandagang; dan(b) biaya-biaya yang dapat diatribusikan secara langsungdalam mempersiapkan aset sehingga siap digunakan sesuaidengan tujuannya.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.77


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Pertukaran Aset16.10 Satu atau lebih aset tidak berwujud mungkindiperoleh melalui pertukaran dengan satu atau beberapa asetnon-moneter, atau kombinasi aset moneter dan aset nonmoneter.Biaya perolehan aset tidak berwujud semacam ituharus diukur sebesar nilai wajar, kecuali: (a) transaksipertukaran tidak memiliki substansi komersial, atau (b) nilaiwajar aset yang diterima atau diberikan tidak dapat diukursecara andal16.11 Jika entitas mampu menentukan nilai wajar secaraandal atas aset yang diterima atau diberikan, maka nilai wajaraset yang diberikan digunakan untuk mengukur biaya perolehankecuali nilai wajar aset yang diterima mempunyai bukti yanglebih jelas.16.12 Jika entitas tidak mampu menentukan nilai wajaryang andal atas aset yang diperoleh, maka biaya perolehannyadiukur pada jumlah tercatat aset yang diberikan.Aset Tidak Berwujud yang Dihasilkan secara Internal16.13 Entitas harus mengakui pengeluaran internal yangterjadi atas aset tidak berwujud, termasuk semua pengeluaranuntuk aktivitas riset dan pengembangan sebagai beban padasaat terjadinya, kecuali pengeluaran tersebut merupakan bagiandari biaya perolehan aset lainnya yang memenuhi kriteriapengakuan dalam SAK ETAP.16.14 Pengeluaran berikut ini harus diakui sebagai bebandan bukan sebagai aset tidak berwujud:(a) merek, logo, judul publikasi, daftar konsumen yangdihasilkan secara internal dan hal lain yang secarasubstansi serupa;(b) aktivitas perintisan (biaya perintisan), termasuk biaya legaldan kesekretariatan dalam rangka mendirikan entitashukum, pengeluaran dalam rangka membuka usaha atauETAP.78Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738fasilitas baru (biaya prapembukaan) atau pengeluaranuntuk memulai operasi baru atau meluncurkan produk atauproses baru (biaya praoperasi);(c) aktivitas pelatihan;(d) aktivitas periklanan dan promosi;(e) relokasi atau reorganisasi sebagian atau seluruh entitas.16.15 Paragraf 16.14 tidak menghalangi pengakuanpembayaran dimuka sebagai aset ketika pembayaran atasbarang atau jasa dilakukan sebelum penyerahan barang ataupelaksanaan jasa tersebut.Beban Lalu Tidak Diakui sebagai Aset16.16 Pengeluaran atas aset tidak berwujud yang awalnyadiakui sebagai beban tidak boleh diakui sebagai bagian daribiaya perolehan aset tidak berwujud di kemudian hari.PENGUKURAN SETELAH PENGAKUAN AWAL16.17 Entitas harus mengukur aset tidak berwujud padabiaya perolehan dikurangi akumulasi amortisasi dan akumulasirugi penurunan nilai. Persyaratan amortisasi diatur dalam Babini. Persyaratan untuk pengakuan penurunan nilai diatur dalamBab 22 Penurunan Nilai Aset.Umur Manfaat16.18 Untuk tujuan SAK ETAP, semua aset tidak berwujuddianggap mempunyai umur manfaat yang terbatas. Umurmanfaat aset tidak berwujud yang berasal dari hak kontraktualatau hak hukum lainnya tidak boleh melebihi periode hakkontraktual atau hak hukum tersebut, tetapi mungkin lebihpendek tergantung pada lamanya periode ekspektasi pengunaanaset tersebut. Jika hak kontraktual atau hak hukum lainnyauntuk masa yang terbatas dapat diperbarui, maka umur manfaataset tidak berwujud harus termasuk periode yang diperbaruiHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.79


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738hanya jika terdapat bukti yang mendukung pembaruan olehentitas tanpa biaya yang signifikan.16.19 Jika entitas tidak mampu mengestimasi umur manfaatsuatu aset tidak berwujud, maka umur manfaatnya dianggap10 tahun.Periode dan Metode Amortisasi16.20 Entitas harus mengalokasikan jumlah yang dapatdisusutkan dari aset tidak berwujud secara sistematis selamaumur manfaatnya. Beban amortisasi untuk setiap periode harusdiakui sebagai beban, kecuali Bab lain mensyaratkan biayatersebut sebagai bagian biaya perolehan suatu aset misalnyapersediaan dan aset tetap.16.21 Amortisasi dimulai ketika aset siap digunakan, yaituaset tersebut berada di lokasi dan kondisi yang dibutuhkan untukmampu beroperasi sesuai dengan keinginan manajemen.Amortisasi dihentikan ketika aset dihentikan-pengakuaanya.Entitas harus memilih metode amortisasi yang mencerminkanpola pemanfaatan aset di masa mendatang. Jika entitas tidakdapat menetapkan pola yang andal, maka entitas harusmenggunakan metode garis lurus.Nilai Residu16.22 Nilai residu suatu aset tidak berwujud seharusnyadiasumsikan sama dengan nol, kecuali:(a) ada komitmen dari pihak ketiga untuk membeli aset tidakberwujud tersebut pada akhir masa manfaatnya; atau(b) ada pasar aktif bagi aset tidak berwujud tersebut dan:(i)nilai residu aset dapat ditentukan dengan mengacupada harga yang berlaku di pasar tersebut; dan(ii) terdapat kemungkinan bahwa pasar yang aktiftersebut akan tetap ada pada akhir umur manfaat asettidak berwujudETAP.80Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Telaah Ulang atas Periode dan Metode Amortisasi16.23 Faktor-faktor seperti perubahan pemakaian aset,perkembangan teknologi, dan perubahan harga pasar dapatmengindikasikan bahwa umur manfaat aset tidak berwujud telahberubah sejak tanggal periode tahunan paling kini. Jika terdapatindikator tersebut, maka entitas harus menelaah ulang estimasisebelumnya dan (jika ekspektasi sekarang berbeda) mengubahmetode amortisasi atau umur manfaat. Entitas harusmemperlakukan perubahan metode amortisasi atau umurmanfaat sebagai perubahan estimasi akuntansi sesuai denganparagraf 9.15-9.18.PENURUNAN NILAI16.24 Entitas harus menerapkan Bab 22 Penurunan NilaiAset untuk menentukan apakah aset tidak berwujud telahmengalami penurunan nilai. Bab 22 menjelaskan kapan danbagaimana entitas mengkaji-ulang jumlah tercatat aset,bagaimana menentukan jumlah yang dapat diperoleh kembalidari aset, kapan mengakui kerugian penurunan nilai ataupemulihannya.PENGHENTIAN DAN PELEPASAN16.25 Entitas harus menghentikan pengakuan aset tidakberwujud, dan mengakui keuntungan atau kerugian dalamlaporan laba rugi jika aset tidak berwujud:(a) dilepaskan; atau(b) ketika tidak ada lagi manfaat ekonomi masa depan yangdiharapkan dari penggunaannya dan pelepasannya.PENGUNGKAPAN16.26 Entitas harus mengungkapan hal-hal berikut untuksetiap kelompok aset tidak berwujud:(a) umur manfaat atau tarif amortisasi yang digunakan;(b) metode amortisasi yang digunakan;Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.81


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(c) jumlah tercatat bruto dan akumulasi amortisasi pada awaldan akhir periode;(d) unsur pada laporan laba rugi yang di dalamnya terdapatamortisasi aset tidak berwujud;(e) rekonsiliasi jumlah tercatat pada awal dan akhir periodeyang menunjukkan penambahan, pelepasan, amortisasi, danperubahan lainnya secara terpisah.16.27 Entitas juga harus mengungkapkan:(a) penjelasan, jumlah tercatat dan sisa periode amortisasi darisetiap aset tidak berwujud yang material bagi laporankeuangan entitas.(b) keberadaan dan jumlah tercatat aset tidak berwujud yanghak penggunaannya dibatasi dan jumlah tercatat aset tidakberwujud yang ditentukan sebagai jaminan atas utang;(c) jumlah komitmen untuk memperoleh aset tidak berwujud.16.28 Entitas harus mengungkapkan jumlah agregatpengeluaran riset dan pengembangan yang diakui sebagai bebanselama periode berjalan (yaitu jumlah pengeluaran yang terjadisecara internal atas aktivitas riset dan pengembangan yangtidak dikapitalisasi sebagai bagian dari biaya perolehan asetlainnya yang memenuhi kriteria pengakuan dalam SAK ETAP)..ETAP.82Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738RUANG LINGKUPBAB 17SEWA17.1 Bab ini mencakup akuntansi untuk semua sewa,kecuali:(a) Sewa untuk mengekplorasi atau menggunakan mineral,minyak bumi, gas alam dan sumber daya yang tidak dapatdiperbaharui lainnya;(b) Perjanjian lisensi seperti film, rekaman video, karyapanggung, manuskrip (karya tulis), hak paten, dan hak cipta(lihat Bab 16 Aset Tidak Berwujud);KLASIFIKASI SEWA17.2 Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewapembiayaan jika sewa mengalihkan secara substansial seluruhmanfaat dan risiko kepemilikan aset. Suatu sewadiklasifikasikan sebagai sewa operasi jika sewa tidakmengalihkan secara substansial seluruh manfaat dan risikokepemilikan aset.17.3 Suatu sewa sebagai sewa pembiayaan atau sewaoperasi tergantung pada substansi transaksi daripada bentukkontrak.17.4 Suatu sewa diklasifikasikan sebagai sewapembiayaan jika memenuhi salah satu hal berikut ini:(a) sewa mengalihkan kepemilikan aset kepada lessee padaakhir masa sewa;(b) lessee mempunyai opsi untuk membeli aset pada hargayang cukup rendah dibandingkan nilai wajar pada tanggalopsi mulai dapat dilaksanakan, sehingga pada awal sewadapat dipastikan bahwa opsi memang akan dilaksanakan;(c) masa sewa adalah untuk sebagian besar umur ekonomisaset meskipun hak milik tidak dialihkan yaitu masa sewasama atau lebih dari 75% umur ekonomis aset sewaan;Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.83


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(d) pada awal sewa, nilai kini dari jumlah pembayaran sewaminimum secara substansial mendekati nilai wajar asetsewaan yaitu pembayaran sewa minimum sama atau lebihdari 90% nilai wajar aset sewaan;(e) aset sewaan bersifat khusus dan dimana hanya lessee yangdapat menggunakannya tanpa perlu modifikasi secaramaterial.17.5 Klasifikasi sewa dibuat pada awal sewa dan tidakberubah selama masa sewa kecuali lessee dan lessor sepakatuntuk mengubah persyaratan sewa (selain melalui pembaruansewa), dimana klasifikasi sewa harus dievaluasi ulang.LAPORAN KEUANGAN LESSEESewa Pembiayaan17.6 Pada awal masa sewa, lessee harus mengakui hakdan kewajiban dalam sewa pembiayaan sebagai aset dankewajiban dalam neraca sebesar nilai tunai dari seluruhpembayaran sewa ditambah nilai residu (harga opsi) yang harusdibayar oleh lessee pada akhir masa sewa.17.7 Tingkat diskonto yang digunakan untuk menentukannilai tunai dari pembayaran sewa adalah tingkat bunga yangdibebankan oleh lessor atau tingkat bunga yang berlaku padaawal masa sewa.17.8 Selama masa sewa, setiap pembayaran sewadialokasikan sebagai angsuran pokok kewajiban dan bebanbunga berdasarkan tingkat bunga yang diperhitungkan terhadapsisa kewajiban lessee.17.9 Lessee harus menyusutkan atau mengamortisasi asetsewaan dalam sewa pembiayaan sesuai dengan Bab 15 AsetTetap atau Bab 16 Aset Tidak Berwujud. Jika tidak adakepastian yang memadai bahwa lessee akan mendapatkan hakkepemilikan pada akhir masa sewa, maka aset sewaan harusETAP.84Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738disusutkan secara penuh selama jangka waktu yang lebihpendek antara masa sewa dengan umur manfaatnya.17.10 Kalau aset sewaan dibeli sebelum berakhirnyamasa sewa, maka perbedaan antara pembayaran yangdilakukan dengan sisa kewajiban diakui keuntungan dankerugian pada periode terjadinya.17.11 Dalam hal dilakukan transaksi jual dan sewa-balik(sales and leaseback) maka transaksi tersebut harusdiperlakukan sebagai dua transaksi yang terpisah yaitu transaksipenjualan dan transaksi sewa. Selisih antara harga jual dannilai tercatat aset yang dijual harus diakui sebagai keuntunganatau kerugian yang ditangguhkan. Amortisasi atas keuntunganatau kerugian yang ditangguhkan harus dilakukan secaraproporsional dengan beban penyusutan aset sewaan jika sewabalikmerupakan sewa pembiyaan atau secara proporsionaldengan beban sewa jika sewa-balik merupakan sewa operasi.17.12 Kewajiban sewa harus disajikan terpisah darikewajiban yang lainnya.17.13 Lessee mengungkapkan hal-hal berikut:(a) Jumlah pembayaran sewa yang harus dibayar selama masasewa;(b) Penyusutan aset sewaan yang dibebankan dalam periodeberjalan;(c) Jaminan yang diberikan sehubungan dengan transaksisewa;(d) Keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan besertaamortisasinya sehubungan dengan transaksi jual dan sewabalik;(e) Ikatan-ikatan penting yang dipersyaratkan dalam perjanjiansewa.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.85


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Sewa Operasi17.14 Pembayaran sewa merupakan beban sewa yangdiakui berdasarkan metode garis lurus selama masa sewa,meskipun pembayaran sewa dilakukan dalam jumlah yang tidaksama setiap periode.17.15 Lessee mengungkapkan hal-hal berikut:(a) Jumlah pembayaran sewa yang harus dibayar selama masasewa.(b) Jumlah pembayaran sewa selama periode berjalan yangdiakui sebagai beban sewa.(c) Jaminan yang diberikan sehubungan dengan transaksisewa.(d) Keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan besertaamortisasinya sehubungan dengan transaksi jual dan sewabalik.(e) Ikatan-ikatan penting yang dipersyaratkan dalam perjanjiansewa.LAPORAN KEUANGAN LESSORSewa Pembiayaan17.16 Penanaman neto dalam aset yang disewakan harusdiperlakukan sebagai penanaman neto sewa. Jumiahpenanaman neto tersebut terdiri dari jumlah piutang sewaditambah nilai residu yang akan diterima oleh lessor pada akhirmasa sewa dikurangi dengan pendapatan sewa yang belumdiakui (unearned lease income), dan simpanan jaminan.17.17 Selisih antara piutang sewa ditambah nilai residudengan harga perolehan aset yang disewakan diakui sebagaipendapatan sewa yang belum diakui.17.18 Pendapatan sewa yang belum diakui harusdialokasikan secara konsisten sebagai pendapatan tahunETAP.86Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738berjalan berdasarkan suatu tingkat pengembalian berkala ataspenanaman neto sewa.17.19 Jika aset yang disewakan dijual kepada lesseesebelum berakhirnya masa sewa, maka perbedaan antara hargajual dengan penanaman neto sewa pada saat penjualandilakukan harus diakui sebagai keuntungan atau kerugian padaperiode terjadinya.17.20 Lessor mengungkapkan hal-hal berikut:(a) Kebijakan akuntansi penting yang digunakan sehubungandengan transaksi sewa;(b) Jumlah pembayaran sewa selama masa sewa;(c) Sifat dari simpanan jaminan yang merupakan kewajibanlessor kepada lessee;(d) Piutang sewa yang dijaminkan kepada pihak ketiga.Sewa Operasi17.21 Pembayaran sewa selama tahun berjalan darilessee harus diakui sebagai pendapatan sewa. Pendapatan sewaharus diakui dan diukur berdasarkan metode garis lurussepanjang masa sewa, meskipun pembayaran sewa guna usahamungkin dilakukan dalam jumlah yang tidak sama setiapperiode.17.22 Aset sewaan harus disusutkan atau diamortisasisesuai dengan Bab 15 Aset Tetap atau Bab 16 Aset TidakBerwujud.17.23 Jika aset yang disewakan dijual, maka perbedaanantara nilai tercatat dan harga jual harus diakui sebagaikeuntungan atau kerugian pada periode terjadinya.17.24 Lessor mengungkapkan hal-hal berikut:(a) Kebijakan akuntansi penting yang digunakan sehubungandengan transaksi sewa;Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.87


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(b)(c)(d)Jumlah pembayaran sewa selama masa sewa;Sifat dari simpanan jaminan (jika ada);Aset yang disewakan yang dijaminkan kepada pihakketiga.ETAP.88Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738BAB 18KEWAJIBAN DIESTIMASI DAN KONTINJENSIRUANG LINGKUP18.1 Bab ini diterapkan untuk semua kewajiban diestimasi(kewajiban yang waktu atau jumlahnya belum pasti), kewajibankontijensi dan aset kontijensi, kecuali kewajiban estimasi yangdiatur dalam Bab lain, yaitu:(a) Sewa (Bab 17 Sewa);(b) Kontrak konstruksi (Bab 20 Pendapatan);(c) Kewajiban imbalan kerja (Bab 23 Imbalan Kerja);(d) Kewajiban pajak penghasilan (Bab 24 PajakPenghasilan).18.2 Persyaratan dalam Bab ini tidak berlaku untukkontrak eksekutori kecuali kontrak tersebut merupakan kontrakmemberatkan. Kontrak eksekutori adalah kontrak dalam haltidak ada satu pihak telah melakukan kewajibannya atau keduapihak secara sebagian telah melakukan kewajibannya secaraseimbang.18.3 Istilah “penyisihan” seringkali digunakan dalamkonteks seperti penyusutan, penurunan nilai aset, dan tagihantidak tertagih. Hal tersebut merupakan penyesuaian atas nilaitercatat aset, bukan pengakuan kewajiban, sehingga tidak diaturdalam Bab ini.KEWAJIBAN DIESTIMASIPengakuan Awal18.4 Entitas mengakui kewajiban diestimasi jika:(a) entitas memiliki kewajiban kini sebagai hasil dari peristiwamasa lalu, dan(b) kemungkinan (lebih mungkin dibandingkan tidak mungkin)terjadi bahwa entitas akan disyaratkan untuk mentransfermanfaat ekonomis pada saat penyelesaian; danHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.89


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(c) jumlah kewajiban dapat diestimasi dengan andal.18.5 Dalam kasus yang jarang terjadi, tidak dapatditentukan secara jelas apakah terdapat kewajiban kini. Dalamhal ini, peristiwa masa lalu dianggap menimbulkan kewajibankini jika (setelah mempertimbangkan semua bukti tersedia)terdapat kemungkinan bahwa kewajiban kini telah ada padatanggal pelaporan.18.6 Entitas mengakui kewajiban diestimasi tersebutsebagai kewajiban dalam neraca dan mengakui jumlah darikewajiban diestimasi tersebut sebagai beban dalam laporan labarugi kecuali jika:(a) merupakan bagian dari biaya memproduksi persediaan(lihat paragraf 11.4) atau(b) termasuk dalam nilai aset tetap sesuai dengan paragraf15.7.18.7 Kondisi pada paragraf 18.4(a) (kewajiban kini yangtimbul dari peristiwa masa lalu) berarti bahwa entitas tidakmemiliki alternatif yang realistis untuk menyelesaikan kewajibantersebut. Hal ini dapat terjadi ketika kewajiban dipaksakansecara hukum atau ketika entitas memiliki kewajiban konstruktifkarena peristiwa masa lalu telah menimbulkan ekspektasi yangkuat dan sah kepada pihak lain sehingga entitas akanmelaksanakan kewajiban tersebut. Kewajiban yang akanmuncul dari tindakan entitas di masa depan (misalnya perilakumasa depan dalam menjalankan bisnis) tidak termasuk dalamkondisi yang diatur pada paragraf 18.4(a), tanpa mempedulikankemungkinan keterjadiannya dan meskipun kewajiban tersebutadalah kewajiban kontraktual. Sebagai ilustrasi, karena tekanankomersial atau persyaratan hukum, entitas dapat memiliki intensiatau kebutuhan untuk melakukan pengeluaran operasionaldengan cara tertentu di masa akan datang, misalnya denganmenggunakan saringan asap pada pabrik tertentu. Karenaentitas dapat menghindari pengeluaran masa depan denganpilihan tindakannya di masa yang akan datang, misalnya denganmengubah metode operasinya, maka entitas tidak memilikiETAP.90Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738kewajiban kini untuk pengeluaran masa depan tersebut dantidak ada pengakuan kewajiban diestimasi.Pengukuwan Awal18.8 Jumlah yang diakui sebagai kewajiban diestimasiadalah hasil estimasi terbaik pengeluaran yang diperlukan untukmenyelesaikan kewajiban kini pada tanggal pelaporan.(a) Jika kewajiban diestimasi yang sedang diukur menyangkutpopulasi yang terdiri atas sejumlah besar unsur, makakewajiban ditentukan dengan menimbang berbagaikemungkinan hasil berdasarkan probabilitas terkait.(b) Jika kewajiban yang diukur hanya satu, maka kemungkinanhasil yang probabilitasnya paling tinggi merupakan estimasiterbaik dari kewajiban tersebut. Namun, dalam kasusdemikian, entitas harus mempertimbangkan kemungkinanhasil lainnya. Jika kemungkinan hasil lain mengandungprobabilitas yang sebagian besar lebih tinggi atau sebagianbesar lebih rendah dibandingkan dengan kemungkinan hasilyang probabilitasnya paling tinggi, maka yang dianggapestimasi terbaik adalah suatu nilai yang lebih tinggi atauyang lebih rendah dibandingkan kemungkinan hasil yangprobabilitasnya paling tinggi tersebut.Jika dampak nilai waktu uang cukup material, maka jumlahkewajiban diestimasi adalah nilai kini dari perkiraan pengeluaranyang diperlukan untuk menyelesaikan kewajiban. Tingkatdiskonto adalah tingkat diskonto sebelum pajak yangmencerminkan penilaian pasar atas nilai waktu uang. Risikotertentu atas kewajiban dicerminkan di tingkat diskonto atauestimasi jumlah yang disyaratkan untuk menyelesaikankewajiban, tetapi bukan keduanya.18.9 Jika sebagian atau seluruh pengeluaran untukmenyelesaikan kewajiban diestimasi diganti oleh pihak ketiga,maka penggantian itu diakui hanya pada saat timbul keyakinanbahwa penggantian pasti diterima pada saat perusahaanmenyelesaikan kewajibannya. Piutang penggantian akandisajikan dalam neraca sebagai aset dan tidak boleh saling hapusHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.91


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738terhadap kewajiban diestimasi yang ada. Dalam laporan labarugi, entitas diperbolehkan untuk melakukan saling hapus ataspenggantian dari pihak lain terhadap beban yang berkaitandengan kewajiban diestimasi tersebut. Entitas harusmengeluarkan keuntungan atas ekspektasi pelepasan aset dariperhitungan kewajiban diestimasi.Pengukuran Selanjutnya18.10 Entitas membebankan kewajiban diestimasi hanyauntuk pengeluaran atas kewajiban diestimasi yang telah diakuipada awalnya.18.11 Entitas menelaah kewajiban diestimasi pada setiaptanggal pelaporan dan melakukan penyesuaian untukmencerminkan estimasi terbaik kini atas jumlah yangdisyaratkan untuk menyelesaikan kewajiban pada tanggalpelaporan. Penyesuaian atas jumlah yangdiakui sebelumnya,diakui di laporan laba rugi kecuali kewajiban diestimasi padaawalnya diakui sebagai bagian dari biaya perolehan persediaanatau aset tetap (lihat paragraf 18.6). Jika kewajiban diestimasidiukur pada nilai kini dari jumlah kewajiban yang diharapkandisyaratkan untuk diselesaikan, maka penyesuaian diskontoharus diakui sebagai biaya pinjaman.KEWAJIBAN KONTINJENSI18.12 Kewajiban kontinjensi merupakan kewajibanpotensial yang belum pasti atau kewajiban kini yang tidak diakuikarena tidak memenuhi salah satu atau kedua kondisi (b) dan(c) pada paragraf 18.4. Entitas tidak boleh mengakui kewajibankontinjensi sebagai kewajiban. Pengungkapan mungkindisyaratkan sesuai dengan paragraf 18.15.ETAP.92Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738ASET KONTINJENSI18.13 Entitas tidak diperkenankan untuk mengakui asetkontinjensi sebagai aset. Pengungkapan mungkin disyaratkansesuai dengan paragraf 18.16.PENGUNGKAPANKewajiban Diestimasi18.14 Untuk setiap jenis kewajiban diestimasi, entitasharus mengungkapkan:(a) Jumlah tercatat pada awal dan akhir periode;(b) Kewajiban diestimasi tambahan yang dibuat dalam periodebersangkutan, termasuk peningkatan jumlah padakewajiban diestimasi yang ada;(c) Jumlah yang digunakan yaitu jumlah yang terjadi dandibebankan pada kewajiban diestimasi selama periodebersangkutan;(d) Jumlah yang belum digunakan selama periodebersangkutan;(e) Peningkatan dalam nilai kini yang timbul karena berlalunyawaktu dan dampak dari setiap perubahan tingkat diskontoselama periode yang bersangkutan;(f) Uraian singkat mengenai sifat kewajiban dan perkiraansaat arus keluar sumber daya terjadi.(g) Indikasi adanya ketidakpastian atas jumlah dan saat aruspengeluaran kas;(h) Jumlah ekspektasi penggantian, dengan menyebutkan asetyang telah diakui atas ekspektasi penggantian tersebut.Informasi komparatif tidak disyaratkan.Kewajiban Kontinjensi18.15 Entitas mengungkapkan untuk setiap jenis kewajibankontinjensi pada tanggal pelaporan, uraian dan sifat kewajibankontinjensi dan jika praktis dilakukan:Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.93


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(a) Estimasi dampak keuangan yang diukur sesuai denganparagraf 18.8 –18.11;(b) Indikasi adanya ketidakpastian atas jumlah atau waktu daripengeluaran;(c) Kemungkinan penggantian oleh pihak ketiga.Jika tidak praktis membuat pengungkapan salah satu atau lebihpengungkapan di atas, maka fakta tersebut harus diungkapkan.Aset Kontinjensi18.16 Jika arus masuk dari manfaat ekonomi besarkemungkinannya terjadi namun belum ada kepastiannya, makaentitas harus mengungkapkan uraian dari sifat aset kontinjensipada akhir tanggal pelaporan. Ketika praktis dilakukan, makadiungkapkan estimasi atas dampak keuangan yang diukurdengan menggunakan prinsip pada paragraf 18.8-18.11. Jikatidak praktis membuat pengungkapan ini, maka fakta tersebutharus diungkapkan.Pengungkapan yang Merugikan18.17 Dalam kasus yang benar-benar jarang terjadi,pengungkapan atas sebagian atau seluruh informasi yangdisyaratkan oleh paragraf 18.14-18.16 dapat diekspektasi akanmerugikan secara serius posisi entitas yang sedang berselisihdengan pihak lain mengenai kewajiban diestimasi, kewajibankontinjensi, atau aset kontinjensi. Dalam kasus tersebut, entitastidak perlu mengungkapkan informasi tersebut, tetapi harusmengungkapkan sifat umum dari kasus yang diperselisihkan,bersama dengan fakta dan alasan informasi tidak diungkapkan.ETAP.94Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738.LAMPIRANLampiran ini melengkapi, tetapi bukan bagian dari Bab18. Lampiran ini memberikan panduan untuk menerapkanpersyaratan dari Bab 18 dalam pengakuan danpengukuran kewajiban diestimasi.Contoh 1 Kerugian Operasi Masa DepanEntitas menentukan bahwa kemungkinan besar salah satusegmen operasinya akan mengalami kerugian operasi selamabeberapa tahun di masa depan.Kewajiban kini sebagai akibat dari peristiwa masa laluyang mengikat. Tidak ada peristiwa masa lalu yangmewajibkan entitas untuk mengeluarkan sumber daya.Kesimpulan. Entitas tersebut tidak mengakui kewajibandiestimasi untuk kerugian operasi di masa depan. Kerugian yangdiekspektasi akan terjadi di masa depan tidak memenuhi definisikewajiban. Ekspektasi kerugian operasi di masa depan dapatmenjadi indikator bahwa satu atau lebih aset telah mengalamipenurunan nilai (lihat Bab 22 Penurunan Nilai Aset).Contoh 2 Kontrak MemberatkanSuatu kontrak memberatkan adalah kontrak dimana biaya tidakterhindarkan untuk memenuhi kewajiban kontraknya melebihimanfaat ekonomis yang akan diterima dari kontrak tersebut.Misalnya, suatu entitas dapat mempunyai kewajiban dalamtransaksi sewa operasi untuk melakukan pembayaran gunamenyewa suatu aset yang tidak lagi memiliki nilai manfaat.Kewajiban kini sebagai akibat dari peristiwa masa laluyang mengikat. Entitas tersebut secara kontraktualberkewajiban untuk mengeluarkan sumber daya tetapi tidakada manfaat yang akan diterima.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.95


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Kesimpulan. Jika entitas memiliki kontrak yang memberatkan,maka entitas tersebut mengakui dan mengukur kewajiban kinidalam kontrak tersebut sebagai suatu kewajiban diestimasi.Contoh 3 RestrukturisasiSuatu restrukturisasi adalah sebuah program yang direncanakandan dikendalikan oleh manajemen, dan perubahan yang materialadalah:(a) cakupan usaha yang dijalankan oleh suatu entitas; atau(b) cara usaha tersebut dilaksanakan.Kewajiban kini sebagai akibat dari peristiwa masa laluyang mengikat. Kewajiban konstruktif untuk melakukanrestrukturisasi hanya akan timbul jika entitas:(a) Memiliki rincian rencana formal untuk melakukanrestrukturisasi yang mengidentifikasikan setidaknya:(i)Usaha atau bagian usaha yang akan terpengaruh olehrestrukturisasi;(ii) Lokasi-lokasi utama yang akan terpengaruh olehrestrukturisasi;(iii) Lokasi, fungsi, dan jumlah pekerja yang akan diberikankompensasi sebagai akibat dari pemberhentianhubungan kerja;(iv) Pengeluaran yang akan terjadi; dan(v) Waktu pelaksanaan rencana restrukturisasi; dan(b) Telah menimbulkan ekspektasi yang akurat (valid) bagimereka yang terpengaruh oleh rencana ini bahwa entitasakan melaksanakan restrukturisasi dengan mulaimengimplementasikan rencana tersebut ataumengumumkan fitur-fitur utamanya kepada mereka yangterpengaruh oleh rencana ini.Kesimpulan. Entitas hanya akan mengakui kewajibandiestimasi untuk biaya restrukturisasi ketika entitas tersebutmemiliki kewajiban hukum dan kewajiban konstruktif untukmelaksanakan restrukturisasi.ETAP.96Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Contoh 4 GaransiManufaktur memberikan garansi pada saat penjualan kepadapara pembeli produknya. Sesuai dengan termin perjanjianpenjualan, entitas manufaktur memperbaiki atau menggantikesalahan produksi yang terdeteksi dalam tiga tahun sejaktanggal penjualan. Berdasarkan pengalaman masa lalu, besarkemungkinan akan adanya beberapa klaim garansi.Kewajiban kini sebagai akibat dari peristiwa masa laluyang mengikat. Peristiwa masa lalu yang menimbulkankewajiban adalah penjualan produk dengan garansi yangmenyebabkan adanya kewajiban hukum.Keluarnya sumber daya yang mengandung manfaatekonomi dalam rangka penyelesaian. Kemungkinan besarterjadi untuk pemberian garansi secara keseluruhan.Kesimpulan. Entitas tersebut mengakui kewajiban diestimasisebesar estimasi terbaik dari biaya garansi untuk memperbaikiproduk yang terjual sebelum tanggal pelaporan.Ilustrasi perhitungan:Pada tahun 20X0, produk dijual dengan harga Rp. 1.000.000.Pengalaman masa lalu mengindikasikan bahwa 90 persen dariproduk yang terjual tidak akan membutuhkan garansi perbaikan;6% dari produk yang terjual akan membutuhkan garansiperbaikan kecil senilai 30% dari harga jual; dan 4% dari produkyang terjual akan membutuhkan garansi perbaikan ataupenggantian besar senilai 70% dari harga jual. Karena itu,estimasi biaya garansi adalah sebagai berikut:1.000.000 x 90% x 0 = 01.000.000 x 6% x 30% = 18.0001.000.000 x 4% x 70% = 28.000Jumlah = 46.000Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.97


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Pengeluaran untuk garansi perbaikan dan penggantian untukproduk yang terjual di tahun 20X0 diekspektasikan untuk terjadisebesar 60% di tahun 20X1, 30% di tahun 20X2, dan 10% ditahun 20X3. Karena estimasi arus kas sudah merefleksikankemungkinan adanya arus kas keluar, dan dengan asumsi tidakada risiko atau ketidakpastian lainnya yang harus direfleksikan,untuk menentukan nilai kini dari arus kas tersebut, entitasmenggunakan tingkat diskonto ‘bebas-risiko’ berdasarkantingkat bunga obligasi pemerintah yang memiliki jangka waktusama dengan ekspektasi arus kas keluar (misalnya, 6% untukobligasi satu tahun dan 7% untuk obligasi dua tahun dan tigatahun). Perhitungan dari nilai kini, pada akhir tahun 20X0, dariestimasi arus kas yang berkaitan dengan pemberian garansiatas produk yang terjual di tahun 20X0 adalah sebagai berikut:Tahun Ekspektasi Tingkat Faktor Nilaipembayaran kas diskonto diskonto kini1. 60% x 46.000 = 27.600 6% 0,9434 26.038(6% untuk1 tahun)2. 30% x 46.000 = 13.800 7% 0,8734 12.053(7% untuk2 tahun)3 10% x 46.000 = 4.600 7% 0,8163 3.755(7% untuk3 tahun)Jumlah 41.846Entitas akan mengakui kewajiban garansi sebesar Rp. 41.846pada akhir tahun 20X0 untuk produk yang terjual di tahun 20X0.Contoh 5. Kebijakan Pengembalian DanaSuatu toko retail memiliki kebijakan pengembalian dana ataspembelian yang tidak memberikan kepuasan bagi konsumennya,meskipun kebijakan tersebut tidak merupakan kewajiban hukumyang harus dilakukan. Kebijakan untuk memberikanpengembalian dana sudah diketahui secara umum.ETAP.98Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Kewajiban kini sebagai akibat dari peristiwa masa laluyang mengikat. Kejadian yang menimbulkan kewajiban adalahpenjualan produk, yang menimbulkan suatu kewajibankonstruktif karena tindakan toko tersebut telah menciptakanekspektasi yang sah di pihak para konsumennya bahwa tokoakan melakukan pengembalian dana.Keluarnya sumber daya yang mengandung manfaatekonomi dalam rangka penyelesaian. Kemungkinan bahwasebagian produk akan dikembalikan untuk mendapatkanpengembalian dana.Kesimpulan. Entitas tersebut mengakui kewajiban diestimasisebesar estimasi terbaik dari jumlah yang diperlukan untukmelakukan pengembalian dana.Contoh 6. Penutupan Suatu Divisi – Tidak AdaImplementasi Sebelum Akhir Periode PelaporanPada tanggal 12 Desember 20X0 dewan direksi suatu entitasmemutuskan untuk menutup salah satu divisinya. Sebelum akhirperiode pelaporan (31 Desember 20X0) keputusan tersebuttidak dikomunikasikan kepada mereka yang akan terpengaruholeh keputusan itu dan tidak ada langkah lain yang diambil untukmengimplementasikan keputusan tersebut.Kewajiban kini sebagai akibat dari peristiwa masa laluyang mengikat. Tidak ada peristiwa masa lalu yangmenimbulkan kewajiban diestimasi.Kesimpulan. Entitas tersebut tidak mengakui adanya kewajibandiestimasi.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.99


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Contoh 7. Penutupan Suatu Divisi – Komunikasi danImplementasi Sebelum Akhir Periode PelaporanPada tanggal 12 Desember 20X0 dewan direksi suatu entitasmemutuskan untuk menutup salah satu divisi yang membuatsuatu produk tertentu. Pada tanggal 20 Desember 20X0 sebuahrencana mendetil untuk menutup divisi tersebut telah disetujuioleh dewan direksi. Surat pemberitahuan dikirimkan kepadakonsumen untuk memperingatkan mereka agar mencarialternatif pengadaan lain dan pemberitahuan pemutusanhubungan kerja disebarkan kepada pekerja divisi tersebut.Kewajiban kini sebagai akibat dari peristiwa masa laluyang mengikat. Peristiwa yang menimbulkan kewajiban adalahadanya komunikasi keputusan tersebut kepada konsumen danpekerja, yang menimbulkan adanya kewajiban konstruktif sejaktanggal tersebut, karena telah menciptakan ekspektasi yangsah bahwa divisi tersebut akan ditutup. Adanya aruspengeluaran sumber daya dalam bentuk manfaat ekonomis yangdibayarkan – kemungkinannya amat besar.Kesimpulan. Entitas tersebut mengakui adanya kewajibandiestimasi pada tanggal 31 Desember 20X0 sebesar estimasiterbaik dari biaya yang mungkin terjadi untuk menutup divisipada tanggal pelaporan.Contoh 8. Pelatihan Ulang Karyawan Karena PerubahanPeraturan Pajak PenghasilanPemerintah memperkenalkan beberapa perubahan pada sistempajak penghasilan. Sebagai akibat dari perubahan ini, suatuentitas dalam sektor jasa keuangan perlu melakukan pelatihankembali sebagian besar tenaga administratif dan penjualanmereka untuk memastikan ketaatan yang berkelanjutan atasperaturan jasa keuangan. Pada akhir periode pelaporan tidakada pelatihan kembali atas staf entitas tersebut.ETAP.100Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Kewajiban kini sebagai akibat dari peristiwa masa laluyang mengikat. Tidak ada kewajiban karena peristiwa yangmenimbulkan kewajiban (pelatihan kembali) tidak terjadi.Kesimpulan. Entitas tersebut tidak mengakui adanya kewajibandiestimasi.Contoh 9. Kasus PengadilanSeorang konsumen telah menuntut Entitas X, atas penyakityang diderita akibat penggunaan produk yang dijual oleh EntitasX. Entitas X menolak adanya kewajiban berdasarkan alasanbahwa penyakit tersebut diderita konsumen karena konsumenlalai membaca petunjuk penggunaan produk. Sampai dengantanggal persetujuan dari dewan direksi untuk mempublikasikanlaporan keuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember20X1, pengacara entitas memberikan opini bahwa adakemungkinan entitas akan dibebaskan dari tuntutan tersebut.Meskipun demikian, ketika entitas mempersiapkan laporankeuangan untuk tahun yang berakhir pada 31 Desember 20X2,para pengacara memberikan opini bahwa, berdasarkanperkembangan terakhir dari kasus ini, sekarang terdapatkemungkinan entitas akan diputuskan bersalah.(a) Pada tanggal 31 Desember 20X1 kewajiban kini sebagaiakibat dari peristiwa masa lalu berdasarkan bukti yangada pada tanggal persetujuan laporan keuangan, tidak adakewajiban yang ditimbulkan akibat peristiwa masa lalu.Kesimpulan. Tidak ada kewajiban diestimasi yang diakui.Hal ini diungkapkan sebagai kewajiban kontinjensi kecualikemungkinan dari arus pengeluaran dinilai amat rendah.(b) Pada tanggal 31 Desember 20X2Kewajiban kini sebagai akibat dari peristiwa masa laluyang mengikat. Berdasarkan bukti yang ada, terdapatkewajiban kini.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.101


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Keluarnya sumber daya yang mengandung manfaatekonomi dalam rangka penyelesaian.Kesimpulan. Suatu kewajiban diestimasi akan diakuisebesar estimasi terbaik dari jumlah yang dibutuhkan untukmenyelesaikan kewajiban pada tanggal pelaporan.ETAP.102Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738RUANG LINGKUPBAB 19EKUITAS19.1 Bab ini mengatur akuntansi ekuitas untuk:(a) Entitas Perorangan;(b) Persekutuan Perdata;(c) Firma;(d) Commanditaire Vennootschap (CV);(e) Perseroan Terbatas;(f) Koperasi.19.2 Ekuitas sebagai bagian hak pemilik dalam entitasharus dilaporkan sedemikian rupa sehingga memberikaninformasi mengenai sumbernya secara jelas dan disajikan sesuaidengan peraturan perundangan dan akta pendirian yangberlaku.Bentuk Hukum Entitas dan Ekuitas19.3 Bentuk hukum entitas dan ekuitas terkait denganbab ini adalah sebagai berikut:(a) Entitas PeroranganEntitas Perorangan bukan suatu badan hukum, danmodalnya tidak terbagi atas saham. Harta kekayaanpribadi pemilik entitas terikat pada utang piutang usahaperorangan(b) Persekutuan PerdataPersekutuan Perdata bukan suatu badan hukum, danmodalnya tidak terdiri atas saham(c) FirmaModal firma tidak terbagi atas saham dan para anggotaFirma bertanggung jawab renteng atas kewajiban Firmasebagai suatu persekutuan perorangan(d) Commandtaire Vennootschap (CV)Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.103


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Modal suatu persekutuan CV harus dipisahkan antaraModal Pesero Aktif dan Modal Pesero Komanditer. Peseroaktif adalah pesero yang bertindak aktif sebagai pengurusCV. Pesero Komanditer adalah pesero tidak aktif sebagaipengurus CV dan hanya bertanggung jawab sebatas modalCV yang menjadi bagiannya.(e) Perseroan Terbatas (PT)Modal Perseroan Terbatas terdiri atas saham. Tanggungjawab persero terbatas pada jumlah modal saham yangdisetor jika PT telah disahkan Menteri Kehakiman danHak Asasi Manusia.(f) KoperasiKoperasi adalah badan hukum. Modal pokok koperasiadalah simpanan pokok anggota, mirip saham atas nama,tak dapat dipindahtangankan dan dapat diambil kembalibila anggota keluar dari keanggotaan koperasi. Ekuitaskoperasi atau kekayaan bersih koperasi adalah simpananpokok, simpanan lain, pinjaman-pinjaman, penyisihan hasilusaha termasuk cadangan.KLASIFIKASI INSTRUMEN KEUANGANKewajiban19.4 Klasifikasi instrumen keuangan ditentukanberdasarkan substansi pengakuan awal transaksi (contractualarrangement on initial recognition). Jika pada awaltransaksi penyerahan suatu instrumen keuangan mengandungkewajiban kontraktual untuk menyerahkan uang tunai atausejenisnya di masa yang akan datang, maka instrumen keuangantersebut digolongkan sebagai kewajiban.Ekuitas19.5 Jika pemegang instrumen keuangan tak mempunyaihak keuangan masa depan pada penerbit instrumen, namunberhak secara proporsional atas dividen atau distribusiberlandaskan ekuitas, maka instrumen tersebut digolongkanETAP.104Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738sebagai ekuitas. Instrumen keuangan yang tidak mengandungpemaksaan pelaksanaan kewajiban keuangan pada saat entitasdalam kondisi kurang menggembirakan, digolongkan sebagaiekuitas.19.6 Instrumen keuangan yang tergolong bukan kelompokkewajiban dikelompokkan di bawah judul Ekuitas.AKUNTANSI EKUITAS UNTUK BADAN USAHABUKAN PT19. 7 Akuntansi untuk ekuitas badan usaha bukan PTdilaporkan sesuai dengan peraturan perundangan yang berlakuuntuk badan usaha tersebut dan standar akuntansi keuanganyang relevan.AKUNTANSI EKUITAS UNTUK BADAN USAHABERBENTUK PT19.8 Modal saham meliputi saham preferen, saham biasadan akun Tambahan Modal Disetor. Pos modal lainnya sepertimodal yang berasal dari sumbangan dapat disajikan sebagaibagian dari tambahan modal disetor.Unsur Penambahan Modal Disetor PT19.9 Akun Tambahan Modal Disetor terdiri dari berbagaimacam unsur penambah modal, seperti agio saham, tambahanmodal dari perolehan kembali saham dengan harga yang lebihrendah dari jumlah yang diterima pada saat pengeluaran,tambahan modal dari penjualan saham yang diperoleh kembalidengan harga di atas jumlah yang dibayarkan pada saatperolehannya, tambahan modal dari perbedaan kurs modaldisetor dan lain sebagainya. Akun Tambahan Modal Disetortidak boleh didebit atau dikredit dengan pos laba atau rugi.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.105


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Pencatatan Penambahan Modal Disetor PT19.10 Penambahan modal disetor dicatat berdasarkan:(a) Jumlah uang yang diterima;(b) Setoran saham dalam bentuk uang, sesuai transaksi yangnyata. Untuk jenis saham yang diatur dalam bentuk rupiahdalam akta pendirian setoran saham tunai dalam bentukmata uang asing dinilai dengan kurs berlaku tanggal setoran.Untuk jenis saham yang diatur dalam mata uang asingdalam akta pendiriannya, setoran tunai baik rupiah ataumata uang asing lain harus dikonversi ke mata uang asingdalam akta pendirian sesuai kurs resmi yang berlaku padatanggal setoran, kecuali akta pendirian atau keputusanpemerintah menentukan kurs tetap. Selisih kurs mata uangasing yang timbul sehubungan dengan transaksi modal,harus dibukukan sebagai bagian dari modal dalam akunSelisih Kurs atas Modal Disetor dan bukan merupakanunsur laba rugi.(c) Besarnya tagihan yang timbul atau utang yang dikonversimenjadi modal.(d) Setoran dalam dividen saham dilakukan dengan hargasaham wajar yang disepakati Rapat Umum PemegangSaham untuk saham yang tidak ada harga pasarnya;(e) Nilai wajar aset bukan kas yang diterima;(f) Setoran saham dalam bentuk barang (inbreng),menggunakan nilai wajar aset bukan kas yang diserahkan,yaitu nilai appraisal tanggal transaksi yang disetujui dewankomisaris atau nilai kesepakatan dewan komisaris danpenyetor bentuk barang.Pencatatan Pengurangan Modal Disetor PT19.11 Pengurangan modal disetor lazimnya dicatatberdasarkan:(a) jumlah uang yang dibayarkan;(b) besarnya utang yang timbul; atau(c) nilai wajar aset bukan kas yang diserahkan.ETAP.106Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373819.12 Pengeluaran saham dicatat sebesar nilai nominalyang bersangkutan. Bila jumlah yang diterima dari pengeluaransaham tersebut lebih besar dari pada nominalnya, selisih yangterjadi dibukukan pada akun Agio Saham.19.13 Bila ketentuan hukum yang ada memungkinkanpenarikan kembali saham yang telah dikeluarkan, makapencatatan transaksi ini dilakukan dengan mendebit akun ModalSaham dan mengkredit Modal Saham yang Diperoleh Kembalisebesar jumlah yang dibukukan pada saat perolehan kembalisaham yang bersangkutan.19.14 Saham yang dikeluarkan sehubungan denganpenyertaan modal dalam bentuk penyerahan asset bukan kasatau pemberian jasa umumnya dinilai sebesar nilai wajar asset/jasa tersebut atau nilai wajar saham yang bersangkutan,tergantung mana yang lebih jelas.Penebusan/Penarikan Kembali Modal Saham PTPerolehan Kembali Saham Beredar dengan MenggunakanMetode Biaya19.15 Jika entitas memperoleh kembali saham yang telahdikeluarkan, selisih antara jumlah yang dibayarkan pada saatperolehan kembali dengan jumlah yang diterima pada saatpengeluaran saham tidak diakui sebagai laba atau rugi entitas.Perolehan kembali saham yang telah dikeluarkan dapat dicatatdengan menggunakan metode biaya atau metode nilai pari.Dengan metode biaya, saham yang diperoleh kembali dicatatsebesar harga perolehan kembali dan disajikan sebagaipengurang atas jumlah modal.19.16 Saham yang dibeli kembali dicatat sesuai hargaperolehan kembali, disajikan sebagai pengurang akun ModalSaham, untuk saham sejenis, disajikan dalam jumlah lembardan nilai nominal. Kemudian, selisih harga perolehan kembalidengan nilai disajikan sebagai pengurang atau penambah akunHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.107


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Agio Saham, disajikan per jenis saham dan Rupiah, denganjudul Tambahan (Pengurang) Agio Modal Dari PerolehanKembali Saham. Jikaagio saham menjadi defisit (disagio)karena transaksi perolehan kembali, defisit tersebut dibebankanpada saldo laba.Perolehan Kembali Saham Beredar dengan Par ValueMethod19.17 Metode nilai nominal lazimnya digunakan dalamhal saham yang diperoleh kembali tersebut akan di keluarkanlagi dikemudian hari. Dengan metode nilai nominal, saham yangdiperoleh kembali dicatat sebesar nilai nominal saham yangbersangkutan dan disajikan sebagai pengurang akun ModalSaham. Apabila saham yang diperoleh kembali tersebut semuladikeluarkan dengan harga di atas nilai nominal, akun AgioSaham akan didebit dengan agio saham yang bersangkutan.Dalam hal jumlah yang dibayarkan lebih besar daripada jumlahyang diterima pada saat pengeluarannya, selisih tersebutdibukukan dengan mendebit akun Saldo Laba. Sebaliknya bilajumlah yang dibayarkan lebih kecil, selisihnya dianggap sebagaiunsur penambah modal dan dibukukan dengan mengkredit akunTambahan Modal dari Perolehan Kembali Saham. Metode inilazimnya digunakan bila perolehan kembali dilakukan dalamrangka penarikan saham.Perolehan Kembali Saham Sumbangan19.18 Saham yang diperoleh kembali dari sumbanganlazimnya dicatat sebesar jumlah yang diterima pada saatpengeluarannya dengan mendebit akun Modal Saham yangDiperoleh Kembali dan mengkredit akun Modal yang Berasaldari Sumbangan. Pada saat saham tersebut dijual kembali,selisih antara jumlah yang tercatat dengan harga jualnyaditambahkan pada akun Modal yang Berasal dari Sumbangan.ETAP.108Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Dividen PTBentuk Pembagian Dividen19.19 Kewajiban entitas untuk membagi dividen timbulpada saat deklarasi dividen, dan dengan demikian pada saattersebut saldo laba akan dibebani dengan jumlah dividentermaksud. Kewajiban yang timbul lazimnya disajikan dalamkelompok laibilitas lancar. Bila dividen dibagikan dalam bentukaset bukan kas, maka saldo laba akan didebit sebesar nilai wajaraset yang diserahkan. Dasar pencatatn untuk pembagiandividen dalam bentuk aset bukan kas dan saham harusdiungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.Dividen Saham19.20 Pembagian dividen termasuk dividen saham berasaldari saldo laba. Pembagian dividen saham adalah pembagiansaldo laba kepada pemegang saham, yang diinvestasikankembali oleh mereka dalam bentuk modal disetor. Pembagiandividen saham dicatat berdasarkan nilai wajar saham.Konversi Agio Menjadi Saham19.21 Konversi agio menjadi saham digolongkan sebagaiModal Disetor sebesar nilai nominal. Konversi agio menjadisaham tidak boleh digolongkan sebagai pembagian dividen.PENYAJIAN DAN PENGUNGKAPANPenyajian Modal19.22 Penyajian modal dalam neraca dilakukan sesuaidengan ketentuan pada akta pendirian entitas dan peraturanyang berlaku serta menggambarkan hubungan keuangan yangada.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.109


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373819.23 Modal dasar, modal yang ditempatkan dan modalyang disetor, nilai nominal dan banyaknya saham untuk setiapjenis saham dinyatakan dalam neraca.19.24 Bila terdapat lebih dari satu jenis saham, hakpreferen dari suatu golongan saham atas dividen dan pelunasanmodal pada saat likuidasi dicantumkan dalam laporan keuangan.19.25 Dalam hal terdapat tunggakan dividen atas sahampreferen dengan hak dividen kumulatif, jumlah tunggakan tiapsaham dan jumlah keseluruhan dividen periode sebelumnyadiungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.19.26 Perubahan atas modal yang ditanam dalam tahunberjalan diungkapkan dalam catatan atas laporan keuangan.19.27 Modal disajikan dalam neraca setelah kewajiban.Bentuk penyajiannya sesuai Akta Pendirian Badan Usahatersebut, misalnya saham adalah penyertaan modal dalamkepemilikan PT.Penyajian dan Pengungkapan Saldo Laba19.28 Saldo laba menunjukkan akumulasi hasil usahaperiodik setelah memperhitungkan pembagian dividen dankoreksi laba rugi periode lalu. Akun ini dinyatakan terpisah dariakun Modal Saham. Seluruh saldo laba dianggap dianggapbebas untuk dibagikan sebagai dividen, kecuali jika diberikanindikasi mengenai pembatasan terhadap saldo laba, misalnya:dicadangkan untuk perluasan pabrik atau untuk memenuhiketentuan regulasi maupun ikatan tertentu. Saldo laba yangtidak tersedia untuk dibagikan sebagai dividen karenapembatasan-pembatasan tersebut, dilaporkan dalam akuntersendiri yang menggambarkan tujuan pencadangantermaksud; pembatasan-pembatasan yang ada diungkapkandalam catatan atas laporan keuangan.ETAP.110Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373819.29 Saldo laba tidak boleh dibebani atau dikredit denganpos-pos yang seharusnya diperhitungkan pada laporan laba rugiperiode berjalan.19.30 Pengungkapan saldo laba meliputi:(a) Pengungkapan penjatahan (apropriasi) dan pemisahansaldo laba, menjelaskan jenis penjatahan dan pemisahan,tujuan penjatahan dan pemisahan saldo laba, sertajumlahnya. Perubahan akun-akun penjatahan ataupemisahan saldo laba, juga diungkapkan.(b) Peraturan, perikatan, batasan, dan jumlah batasan disekitas saldo laba, diungkapkan. Misalnya, selamaperjanjian kredit berlangsung, entitas tidak diijinkanmembagi saldo laba tanpa seijin kreditur.(c) Koreksi masa lalu, baik bruto maupun neto setelah pajak.(d) Pengungkapan jumlah dividen dan dividen per lembarsaham, pengungkapan keterbatasan saldo laba tersediabagi dividen;(e) Tunggakan dividen, baik jumlah maupun tunggakan perlembar saham;(f) Pengungkapan deklarasi dividen setelah tanggal neraca,sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan;Pengungkapan Peristiwa Setelah Tanggal Pelaporan19.31 Kewajiban pengungkapan kejadian penting setelahtanggal laporan keuangan dalam catatan atas laporan keuangan,seperti penjualan saham besar besaran, deklarasi dividen setelahtanggal neraca sebelum tanggal penyelesaian laporan keuangan,rekapitalisasi, dan transaksi modal yang lain.Pengungkapan per Jenis Saham19.32 Informasi tiap jenis saham harus diungkap terpisahdalam catatan atas laporan keuangan, meliputi:(a) modal dasar;(b) modal ditempatkan atau dipesan belum disetor(c) modal disetor;Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.111


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(d) harga nominal per lembar;(e) perubahan lembar saham tiap jenis saham dan saldo nilairupiah per jenis saham selama periode akuntansi;(f) hak istimewa atau hak mendahului;(g) batasan khusus;(h) penjelasan bila dapat dikonversi, tarif konversi.Pengungkapan Dividen19.33 Pengungkapan dividen meliputi:(a) jumlah dividen;(b) dividen per lembar saham;(c) bentuk dividen;(d) batasan saldo laba minimum dalam kaitan denganketersediaan dividen;(e) utang dividen;(f) utang dividen per lembar saham;(g) pengumuman pembagian dividen, setelah tanggalpelaporan, sebelum tanggal penyelesaian laporankeuangan;(h) jumlah kapitalisasi dividen saham dan pemecahan saham,per lembar dan jumlah keseluruhan.Pengungkapan Saham Beredar yang Diperoleh Kembali19.34 Pengungkapan saham beredar yang diperolehkembali meliputi:(a) Saham beredar yang diperoleh kembali, metode biaya,disajikan sebagai pengurang jumlah Modal. Lembar sahamyang diperoleh kembali dan dipegang perusahaan harusdiungkapkan.(b) Saham beredar yang diperoleh kembali, metode nilainominal, sebagai pengurang saham beredar (yaitu modaldisetor) sejenis. Selisih nilai perolehan kembali dan nilainominal dijumlahkan atau dikurangkan pada Agio Sahamsejenis. Lembar saham yang diperoleh kembali dandipegang perusahaan harus diungkapkan.ETAP.112Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Pengungkapan Bagian Ekuitas Lain19.35 Pengungkapan bagian lain Ekuitas (seperti saldolaba, agio, dan cadangan) harus dilakukan secara terpisah,meliputi:(a) perubahan selama periode pelaporan;(b) batasan distribusi.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.113


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738RUANG LINGKUPBAB 20PENDAPATAN20.1 Bab ini diterapkan dalam akuntansi untuk pendapatanyang muncul sebagai akibat dari transaksi atau kejadian berikut:(a) Penjualan barang (baik diproduksi oleh entitas untuk tujuanproduksi atau dibeli untuk dijual kembali);(b) Pemberian jasa;(c) Kontrak konstruksi;(d) Penggunaan aset entitas oleh pihak lain yang menghasilkanbunga, royalti atau dividen.20.2 Pendapatan atau penghasilan lain yang muncul daribeberapa transaksi dan kejadian lain berikut ini diatur dalamBab lain:(a) perjanjian sewa (lihat Bab 17 Sewa);(b) dividen yang timbul dari investasi yang dihitung denganmenggunakan metode ekuitas (lihat Bab 12 Investasi padaEntitas Asosiasi dan Entitas Anak);(c) perubahan nilai wajar investasi pada efek tertentu, ataupelepasannya (lihat Bab 10 Investasi Pada EfekTertentu).PENGUKURAN PENDAPATAN20.3 Entitas harus mengukur pendapatan berdasarkan nilaiwajar atas pembayaran yang diterima atau masih harusditerima. Nilai wajar tersebut tidak termasuk jumlah diskonpenjualan dan potongan volume.20.4 Entitas harus memasukkan dalam pendapatanmanfaat ekonomi yang diterima atau masih harus diterimasecara bruto. Entitas harus mengeluarkan dari pendapatansejumlah nilai yang menjadi bagian pihak ketiga seperti pajakpenjualan, pajak atas barang dan jasa, dan pajak pertambahannilai. Dalam hubungan keagenan, entitas memasukkan dalamETAP.114Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738pendapatan hanya sebesar jumlah komisi. Jumlah yangdiperoleh atas nama pihak prinsipal bukan merupakanpendapatan entitas tersebut.Pembayaran Tangguhan20.5 Jika aliran penerimaan kas atau setara kasditangguhkan, dan perjanjian dapat diklasifikasikan sebagaitransaksi keuangan, maka nilai wajar atas pembayaran adalahnilai kini dari seluruh penerimaan masa depan yang ditentukanberdasarkan tingkat bunga yang terkait (imputed rate ofinterest). Suatu transaksi pembiayaan muncul ketika, misalnya,entitas menyediakan kredit bebas bunga kepada pembeli ataumenerima wesel tagih dengan tingkat bunga di bawah tingkatbunga pasar dari pembeli sebagai pembayaran penjualanbarang. Tingkat bunga yang terkait adalah mana yang lebihjelas ditentukan dari pilihan berikut ini:(a) tingkat bunga yang berlaku atas instrumen serupa yangdikeluarkan oleh penerbit dengan peringkat kredit yangsama; atau(b) tingkat bunga yang mendiskontokan nilai nominal instrumenmenjadi harga jual tunau saat ini dari barang dan jasa.Entitas harus mengakui perbedaan antara nilai kini dari seluruhpenerimaan masa depan dan nilai nominal pembayaran sebagaipendapatan bunga sesuai dengan paragraf 20.26 dan 20.27.Pertukaran Barang atau Jasa20.6 Entitas tidak dapat mengakui pendapatan jika barangatau jasa ditukar atau diganti oleh barang atau jasa yang sejenisdan bernilai sama. Namun, entitas harus mengakui pendapatanketika barang telah dijual atau jasa diberikan dalam pertukaranbarang atau jasa yang tidak serupa. Dalam kasus ini, entitasharus mengukur transaksi pada nilai wajar, kecuali (a) transaksipertukaran tidak memiliki substansi komersial atau (b) nilaiwajar dari aset yang diterima ataupun aset yang dilepas tidakdapat diandalkan. Jika transaksi tidak bisa diukur pada nilaiHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.115


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738wajar, maka entitas harus mengukurnya pada jumlah tercatatdari aset yang dilepas.IDENTIFIKASI TRANSAKSI PENDAPATAN20.7 Entitas umumnya menerapkan kriteria pengakuanpendapatan dalam Bab ini secara terpisah untuk setiap transaksi.Namun, entitas dapat menerapkan kriteria pengakuan yangberbeda pada tiap komponen yang dapat diidentifikasi dari suatutransaksi tunggal jika hal ini diperlukan untuk merefleksikansubstansi dari transaksi. Misalnya, entitas menerapkan kriteriapengakuan kepada tiap komponen yang dapat diidentifikasi darisuatu transaksi tunggal ketika harga jual suatu produk meliputijumlah yang dapat diidentifikasi atas pemberian jasa lanjutan.Sebaliknya, entitas menerapkan kriteria pengakuan pada duatransaksi atau lebih secara bersama-sama ketika keduanyaterhubungkan sehingga efek komersial tidak dapat dipahami tanpamengacu pada rangkaian transaksi secara keseluruhan.Misalnya, entitas menerapkan kriteria pengakuan pada duatransaksi atau lebih ketika entitas tersebut menjual barang dan(pada saat yang sama) membuat perjanjian yang terpisah untukpembelian kembali barang pada periode selanjutnya, maka haltersebut meniadakan efek substantif dari transaksi.PENJUALAN BARANG20.8 Entitas harus mengakui pendapatan dari suatupenjualan barang jika semua kondisi berikut terpenuhi:(a) Entitas telah mengalihkan risiko dan manfaat yangsignifikan dari kepemilikan barang kepada pembeli;(b) Entitas tidak mempertahankan atau meneruskan baikketerlibatan manajerial sampai kepada tingkat dimanabiasanya diasosiasikan dengan kepemilikan maupun kontrolefektif atas barang yang terjual;(c) Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal;(d) Ada kemungkinan besar manfaat ekonomi yangberhubungan dengan transaksi akan mengalir masuk kedalam entitas; danETAP.116Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(e) Biaya yang telah atau akan terjadi sehubungan dengantransaksi dapat diukur secara andal.20.9 Penentuan kapan entitas telah mengalihkan risikodan manfaat yang signifikan dari kepemilikan kepada pembelimembutuhkan pengujian keadaan transaksi. Pada umumnya,pengalihan risiko dan manfaat dari kepemilikan terjadibersamaan dengan pengalihan status legal atau penyerahankepemilikan kepada pembeli. Inilah yang terjadi pada hampirsemua penjualan eceran. Pada kasus yang lainnya, pengalihanrisiko dan manfaat dari kepemilikan muncul pada waktu yangberbeda dari pengalihan status legal atau penyerahankepemilikan.20.10 Entitas tidak boleh mengakui pendapatan jika entitasmempertahankan risiko kepemilikan yang signifikan. Contohdari situasi dimana entitas diperbolehkan mempertahankanrisiko dan manfaat yang signifikan dari kepemilikan adalahsebagai berikut:(a) Ketika entitas mempertahankan kewajiban atas kinerjayang tidak memuaskan yang tidak tercakup dalamkewajiban diestimasi untuk garansi normal;(b) Ketika penerimaan pendapatan dari penjualan tertentuadalah kontinjen pada pembeli yang menjual barang;(c) Ketika barang yang dikirimkan memerlukan instalasi daninstalasi tersebut adalah bagian signifikan dari kontrak danbelum dikerjakan;(d) Ketika pembeli memiliki hak untuk membatalkan pembeliandengan alasan yang dicantumkan dalam kontrak penjualandan entitas tidak yakin dengan kemungkinan pengembalian.20.11 Jika entitas hanya mempertahankan risikokepemilikan yang tidak signifikan, maka transaksi dapatdianggap sebagai suatu transaksi penjualan dan entitasmengakui pendapatan. Misalnya, penjual mengakui pendapatanketika penjual mempertahankan status legal barang sematamatauntuk melindungi tingkat kolektibilitas piutang. Demikianpula suatu entitas mengakui pendapatan ketika entitas tersebutHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.117


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738menawarkan pengembalian dana jika pelanggan mengalamiketidakpuasan. Dalam kasus seperti ini, entitas akan mengakuiadanya kewajiban diestimasi untuk pengembalian sesuai denganBab 18 Kewajiban Diestimasi dan Kontinjensi.PENYEDIAAN JASA20.12 Jika hasil transaksi yang melibatkan penyediaanjasa dapat diestimasi secara andal, maka entitas harus mengakuipendapatan yang berhubungan dengan transaksi sesuai dengantahap penyelesaian dari transaksi pada akhir periode pelaporan(terkadang dimaksudkan sebagai metode persentasepenyelesaian). Hasil suatu transaksi dapat diestimasi secaraandal jika memenuhi semua kondisi berikut:(a) Jumlah pendapatan dapat diukur secara andal;(b) Ada kemungkinan besar bahwa manfaat ekonomis yangberhubungan dengan transaksi akan mengalir kepadaentitas;(c) Tingkat penyelesaian transaksi pada akhir periodepelaporan dapat diukur secara andal; dan(d) Biaya yang terjadi dalam transaksi dan biaya penyelesaiantransaksi dapat diukur secara andal.Paragraf 20.19-20.25 memberikan panduan untuk menerapkanmetode persentase penyelesaian.20.13 Jika dalam periode waktu tertentu jasa diberikanmelalui beberapa pekerjaan yang tidak ditentukan jumlahnya,maka entitas mengakui pendapatan secara garis lurus selamaperiode tersebut, kecuali terdapat bukti bahwa metode lain dapatlebih baik untuk menunjukkan tingkat penyelesaian. Jika suatupekerjaan tertentu menjadi lebih signifikan dibandingkan denganpekerjaan lainnya, maka entitas menunda pengakuanpendapatan sampai pekerjaan signifikan tersebut dilaksanakan.20.14 Jika hasil transaksi melibatkan penyediaan jasatidak dapat diestimasikan secara andal, maka entitas harusmengakui pendapatan hanya sampai dengan beban yang dapatdiperoleh kembali.ETAP.118Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738KONTRAK KONSTRUKSI20.15 Jika hasil kontrak konstruksi dapat diestimasi secaraandal, maka entitas harus mengakui pendapatan kontrak danbiaya kontrak yang berhubungan dengan kontrak konstruksimasing-masing sebagai pendapatan dan beban yangdisesuaikan dengan tingkat penyelesaian aktivitas kontrak padaakhir periode pelaporan (seringkali dimaksudkan sebagaimetode persentase penyelesaian). Estimasi hasil yang andalmembutuhkan estimasi tingkat penyelesaian, biaya masa depandan kolektabilitas tagihan yang andal. Paragraf 20.19 – 20.25memberikan panduan untuk penerapan metode persentasepenyelesaian.20.16 Persyaratan dalam Bab ini biasanya diberlakukansecara terpisah pada setiap kontrak konstruksi. Namun, dalambeberapa hal adalah penting untuk menerapkan bagian initerhadap komponen yang dapat diidentifikasikan secara terpisahdalam suatu kontrak tunggal atau terhadap suatu kelompokkontrak dalam rangka merefleksikan substansi dari suatukontrak atau suatu kelompok kontrak.20.17 Ketika suatu kontrak meliputi sejumlah aset,konstruksi dari setiap aset harus diperlakukan sebagai suatukontrak konstruksi yang terpisah jika:(a) proposal yang terpisah telah diserahkan untuk setiap aset;(b) setiap aset telah dinegosiasikan secara terpisah dankontraktor dan pelanggan telah menerima atau menolakbagian kontrak tersebut yang berhubungan dengan setiapaset; dan(c) biaya dan pendapatan setiap aset dapat diidentifikasi.20.18 Suatu kontrak gabungan, baik dengan pelanggantunggal maupun dengan beberapa pelanggan, harusdiperlakukan sebagai suatu kontrak konstruksi tunggal ketika:(a) kelompok kontrak tersebut dinegosiasikan sebagai pakettunggal;Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.119


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(b) kontrak-kontrak tersebut saling berhubungan erat sehinggamereka, sebagai akibatnya, menjadi bagian dari suatuproyek tunggal dengan suatu margin laba keseluruhan; dan(c) kontrak-kontrak tersebut dikerjakan bersama-sama ataudalam urutan yang berkesinambungan.METODE PERSENTASE PENYELESAIAN20.19 Entitas melakukan penelaahan dan (jika perlu)mengubah estimasi pendapatan dan biaya saat transaksi jasaatau kontrak konstruksi berlangsung.20.20 Entitas harus menentukan tingkat penyelesaian darisuatu transaksi atau kontrak dengan menggunakan metode yangdapat mengukur dengan andal sebagian besar pekerjaan yangdilaksanakan. Metode yang mungkin meliputi:(a) proporsi biaya yang terjadi dari pekerjaan yang telahdiselesaikan sampai sekarang dibandingkan dengan totalestimasi biaya. Biaya yang terjadi dari pekerjaan yang telahdiselesaikan sampai sekarang tidak termasuk biaya yangberhubungan dengan aktivitas masa depan, seperti bahanbaku atau pembayaran di muka;(b) survei atas pekerjaan yang telah diselesaikan; atau(c) penyelesaian proporsi fisik dari transaksi jasa atau kontrakkerja.Pembayaran tahapan pekerjaan dan pembayaran di muka yangditerima dari pelanggan seringkali tidak mencerminkan pekerjaanyang telah selesai.20.21 Entitas harus mengenali biaya yang berhubungandengan aktivitas masa depan atas transaksi atau kontrak,misalnya bahan baku atau pembayaran di muka, sebagai suatuaset jika biaya tersebut memiliki kemungkinan besar untukdipulihkan. Biaya seperti itu menandakan suatu jumlah yangterutang dari pelanggan dan tergolong sebagai pekerjaan yangsedang berjalan.ETAP.120Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373820.22 Entitas harus secepatnya mengakui sebagai bebanatas semua biaya yang tidak mungkin dipulihkan.20.23 Jika hasil dari kontrak konstruksi tidak dapatdiestimasi secara andal, maka entitas:(a) harus mengakui pendapatan hanya sebesar nilai biayakontrak yang memiliki kemungkinan besar untukdipulihkan; dan(b) mengakui biaya kontrak sebagai beban sesuai denganperiode terjadinya20.24 Jika ada kemungkinan bahwa harga perolehankontrak akan melebihi jumlah pendapatan kontrak dalamkontrak konstruksi, maka ekspektasi kerugian harus segeradiakui sebagai beban.20.25 Jika kolektibilitas dari suatu jumlah yang telah diakuisebagai pendapatan kontrak tidak mungkin lagi, maka entitasharus mengakui jumlah yang tidak tertagih tersebut sebagaibeban bukan melakukan suatu penyesuaian atas jumlahpendapatan kontrak.BUNGA, ROYALTI, DAN DIVIDEN20.26 Entitas harus mengakui pendapatan yang munculdari penggunaan aset oleh entitas yang lain yang menghasilkanbunga, royalti, dan dividen atas dasar yang ditetapkan dalamparagraf 20.27 ketika:(a) ada kemungkinan bahwa manfaat ekonomis yangberhubungan dengan transaksi akan mengalir kepadaentitas; dan(b) jumlah pendapatan tersebut dapat diukur secara andal.20.27 Entitas harus mengakui pendapatan atas dasarberikut:(a) bunga harus diakui secara akrual;(b) royalti harus diakui dengan menggunakan dasar akrualsesuai dengan substansi dari perjanjian yang relevan; danHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.121


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(c) dividen harus diakui ketika hak pemegang saham untukmenerima pembayaran telah terjadi.PENGUNGKAPANUmum20.28 Entitas harus mengungkapkan:(a) kebijakan akuntansi yang diterapkan sebagai dasarpengakuan pendapatan, termasuk metode yang diterapkanuntuk menentukan tingkat penyelesaian transaksi yangmelibatkan penyediaan jasa;(b) jumlah setiap kategori pendapatan yang diakui selamaperiode, termasuk pendapatan yang timbul dari:(i) penjualan barang;(ii) penyediaan jasa;(iii) bunga;(iv) royalti;(v) dividen;(vi) jenis pendapatan signifikan lainnya.Kontrak Konstruksi20.29 Entitas harus mengungkapkan:(a) jumlah pendapatan kontrak yang diakui sebagai pendapatandalam periode pelaporan;(b) metode yang digunakan untuk menentukan pendapatankontrak yang diakui dalam periode pelaporan;(c) metode yang digunakan untuk menentukan tingkatpenyelesaian kontrak yang sedang berjalan.20.30 Entitas harus menyajikan:(a) jumlah bruto kontrak pekerjaan yang sudah menjadi haksebagai suatu aset; dan(b) jumlah bruto kontrak kerja yang terutang kepadapelanggan sebagai suatu kewajiban.ETAP.122Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738RUANG LINGKUPBAB 21BIAYA PINJAMAN21.1 Bab ini mengatur akuntansi untuk biaya pinjaman.Biaya pinjaman adalah bunga dan biaya lainnya yang timbuldari kewajiban keuangan suatu entitas. Biaya pinjamanmencakup:(a) bunga untuk cerukan bank dan pinjaman jangka pendekdan jangka panjang;(b) amortisasi diskonto atau premium yang terkait denganpinjaman;(c) amortisasi biaya tambahan yang timbul sehubungan denganproses perjanjian peminjaman;(d) beban pembiayaan sesuai dengan sewa pembiayaan yangdiakui sesuai dengan Bab 17 Sewa;(e) perbedaan nilai tukar yang timbul dari pinjaman dalam matauang asing dimana perbedaan ini dianggap sebagaipenyesuaian terhadap biaya bunga.PENGAKUAN21.2 Entitas harus mengakui seluruh biaya pinjamansebagai beban pada laporan laba rugi di periode terjadinya.PENGUNGKAPAN21.3 Entitas harus mengungkapkan besarnya biayapinjaman.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.123


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738RUANG LINGKUPBAB 22PENURUNAN NILAI ASET22.1 Kerugian penurunan nilai terjadi ketika nilai tercatataset melebihi jumlah yang dapat diperoleh kembali. Bab iniharus diterapkan dalam akuntansi untuk penurunan nilai semuaaset, kecuali aset yang muncul dari imbalan kerja (lihat Bab 23Imbalan Kerja).PENURUNAN NILAIPinjaman yang Diberikan dan Piutang22.2 Penurunan nilai pinjaman yang diberikan dan piutangdibentuk sebesar estimasi kerugian yang tidak dapat ditagih.22.3 Penurunan nilai ditentukan dengan memperhatikanantara lain pengalaman, prospek industri, prospek usaha, kondisikeuangan dengan penekanan pada arus kas, kemampuanmembayar debitor, dan agunan yang dikuasai. Pemulihan nilaipinjaman yang diberikan dan piutang mengacu ke paragraf22.15, 22.17, dan 22.18.PersediaanHarga Jual Dikurangi Biaya untuk Menyelesaikan danMenjual22.4 Entitas harus menilai pada setiap tanggal pelaporanapakah persediaan turun nilainya. Entitas harus membuatpenilaian dengan membandingkan jumlah tercatat setiap jenispersediaan (atau kelompok persediaan yang sama, lihatparagraf 22.5) dengan harga jual dikurangi biaya untukmenyelesaikan dan menjual. Jika suatu jenis persediaan (ataukelompok jenis persediaan) turun nilainya, maka entitas harusmengakui kerugian dalam laporan laba rugi atas perbedaanETAP.124Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738antara jumlah tercatat dan harga jual dikurangi biaya untukmenyelesaikan dan menjual.22.5 Jika tidak praktis untuk menentukan harga jualdikurangi biaya untuk menyelesaikan dan menjual setiap jenispersediaan, maka entitas diperkenankan mengelompokkan jenispersediaan dalam lini produk yang sama tujuan danpemakaiannya serta diproduksi dan dipasarkan dalam areageografis yang sama untuk tujuan menguji penurunan nilai.Pemulihan Penurunan Nilai22.6 Entitas harus membuat penilaian baru atas hargajual dikurangi biaya untuk menyelesaikan dan menjual dalamsetiap periode berikutnya. Jika situasi di periode sebelumnyayang menyebabkan persediaan turun nilainya tidak ada lagiatau adanya bukti nyata kenaikan dari harga jual dikurangi biayauntuk menyelesaikan dan menjual karena perubahan kondisiekonomi, maka entitas harus memulihkan jumlah penurunannilai sebelumnya (pemulihan dibatasi sebesar jumlah awalkerugian penurunan nilai) sehingga jumlah tercatat baru adalahnilai yang lebih rendah antara harga perolehan dan harga jualdikurangi biaya untuk menyelesaikan dan menjual yang telahdirevisi.Aset LainnyaIndikasi Penurunan Nilai22.7 Entitas harus menilai pada setiap tanggal pelaporanapakah terdapat indikasi bahwa ada aset yang turun nilainya.Jika indikasi tersebut ada, entitas harus mengestimasi nilai wajardikurangi dengan biaya untuk menjual aset tersebut. Jika tidakterdapat indikasi penurunan nilai, tidak diperlukan untukmengestimasi nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual. Babini menggunakan istilah “aset secara individu” tapi dalam situasitertentu nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual harusdiestimasi untuk kelompok aset (lihat paragraf 22.11).Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.125


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373822.8 Dalam menilai apakah terdapat indikasi bahwa asetkemungkinan diturunkan nilainya, entitas harusmemperhitungkan setidaknya indikasi-indikasi berikut:Sumber informasi eksternal(a) Selama periode tertentu, nilai pasar aset menurun secarasignifikan lebih dari yang diekspektasikan akibat berlalunyawaktu atau penggunaan normal.(b) Terjadi perubahan yang signifikan dengan pengaruh negatifdalam periode tertentu atau dalam waktu dekat dalambidang lingkungan teknologi, pasar, ekonomi atau hukumdimana entitas beroperasi atau dalam pasar di mana asettersebut diperuntukkan.(c) Tingkat suku bunga pasar atau tingkat kembalian investasipasar mengalami kenaikan selama periode berjalan, dankenaikan tersebut akan berpengaruh secara materialterhadap tingkat diskonto untuk menghitung nilai aset danmenurunkan nilai wajar aset dikurangi biaya untuk menjual.(d) Jumlah tercatat dari aset bersih entitas lebih besardibandingkan kapitalisasi pasarnya.Sumber informasi internal(e) Tersedianya bukti keusangan atau kerusakan fisik dariaset.(f)Terjadi perubahan yang signifikan dengan pengaruh negatifpada periode tertentu atau dalam waktu dekat atas caradan bagaimana aset digunakan atau diharapkan akandigunakan. Perubahan ini termasuk aset yang tidakdigunakan, pabrik yang berhenti beroperasi ataurestrukturisasi operasional dimana aset tersebut berlokasi,rencana untuk melepaskan aset sebelum tanggal yangdiharapkan sebelumnya, dan penilaian ulang umur asetmenjadi terbatas dari tidak terbatas.(g) Tersedianya bukti dari pelaporan internal yangmengindikasikan bahwa kinerja ekonomis dari aset (atauakan) memburuk dari yang diharapkan. Dalam kontekskinerja ekonomis ini termasuk hasil operasi dan arus kas.ETAP.126Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373822.9 Jika terdapat indikasi bahwa aset kemungkinan turunnilainya, secara otomatis juga mengindikasikan bahwa entitasharus menelaah ulang sisa umur manfaat aset atau metodepenyusutan (amortisasi) untuk aset dan penyesuiannya sesuaidengan Bab yang berlaku untuk aset tersebut (misalnya Bab15 Aset Tetap, dan Bab 16 Aset Tidak Berwujud), bahkanjika tidak ada kerugian penurunan nilai yang diakui untuk asettersebut.Pengukuran Nilai Wajar Dikurangi Biaya untuk Menjual22.10 Nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual adalahjumlah yang bisa diperoleh dari penjualan sebuah atau kelompokaset antara pihak-pihak yang paham dan berkeinginanmelakukan transaksi dengan wajar, dikurangi dengan biayapenghentian aset tersebut.22.11 Jika entitas tidak dapat mengestimasi nilai wajaraset tunggal, maka entitas harus mengukur nilai wajar dikurangibiaya untuk menjual untuk kelompok aset. Untuk tujuan ini,nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual harus diestimasi untukkelompok aset paling kecil yang bisa diidentifikasi:(a) termasuk aset yang terindikasi penurunan nilai dan(b) memiliki nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual yangdapat diestimasi.Nilai Wajar Dikurangi Biaya untuk Menjual22.12 Entitas harus menentukan nilai wajar dikurangi biayauntuk menjual berdasarkan hirarki keandalan bukti sebagaiberikut:(a) Harga dalam suatu perjanjian yang mengikat dalamtransaksi antara pihak-pihak yang paham dan berkeinginanmelakukan transaksi dengan wajar, disesuaikan untuk biayatambahan yang dapat diatribusikan secara langsung denganpelepasan aset.(b) Jika tidak terdapat perjanjian penjualan yang mengikattetapi aset diperdagangkan dalam pasar aktif, maka nilaiHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.127


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738wajar dikurangi biaya untuk menjual adalah harga pasaraset dikurangi dengan biaya pelepasan – biasanyaberdasarkan harga penawaran kini (current bid price).(c) Jika harga harga penawaran kini tidak tersedia, makaharga transaksi terkini bisa menjadi dasar untukmengestimasi nilai wajar dikurangi biaya untuk menjual.(d) Jika tidak terdapat perjanjian penjualan yang mengikat ataupasar aktif untuk suatu aset, maka nilai wajar dikurangibiaya menjual didasarkan pada informasi terbaik yangtersedia untuk merefleksikan jumlah yang bisa diperolehentitas, pada akhir periode pelaporan, dari pelepasan asetpada transaksi antara pihak-pihak yang paham danberkeinginan melakukan transaksi dengan wajar setelahdikurangi biaya pelepasan. Dalam menentukan jumlah ini,entitas mempertimbangkan hasil dari transaksi paling kiniuntuk aset yang sejenis dalam industri yang sama. Nilaiwajar dikurangi biaya untuk menjual tidak merefleksikanpenjualan yang dipaksakan, kecuali manajemen dipaksauntuk menjual secepatnya.22.13 Jika nilai wajar dikurangi biaya untuk menjualsebuah aset (atau kelompok aset-lihat paragraf 22.11) kurangdari jumlah tercatatnya, maka entitas harus menurunkan jumlahtercatat aset tersebut pada nilai wajar dikurangi biaya untukmenjual. Penurunan ini diakui sebagai rugi penurunan nilai.22.14 Entitas harus mengakui segera kerugian penurunannilai dalam laporan laba rugi.22.15 Jika jumlah estimasi kerugian penurunan nilai asetlebih besar dari jumlah tercatat aset, maka entitas harusmengakui kewajiban hanya jika hal tersebut disyaratkan olehSAK ETAP (lihat terutama Bab 18 Kewajiban Diestimasidan Kontijensi).22.16 Setelah kerugian penurunan nilai diakui, bebanpenyusutan (amortisasi) aset untuk periode mendatang harusdisesuaikan untuk mengalokasikan jumlah tercatat aset yangETAP.128Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738telah direvisi dikurangi dengan nilai residunya (jika ada) secarasistematis selama sisa umur manfaat aset.Pemulihan Kerugian Penurunan Nilai22.17 Pada setiap tanggal pelaporan, entitas harus menilaiapakah terdapat indikasi bahwa kerugian penurunan nilai yangtelah diakui pada periode sebelumnya untuk aset masih adaatau berkurang. Jika terdapat indikasi tersebut, maka entitasharus mengestimasi nilai wajar dikurangi biaya untuk menjualaset tersebut. Indikasi bahwa kerugian penurunan nilaiberkurang atau tidak ada lagi secara umum merupakankebalikan atas indikasi yang disebutkan dalam paragraf 22.8.22.18 Jika estimasi nilai wajar dikurangi biaya untukmenjual melebihi jumlah tercatat aset, maka entitas harusmenaikkan jumlah tercatat aset tersebut ke nilai wajar dikurangibiaya untuk menjual, tergantung dengan pembatasan yangdijelaskan dalam paragraf 22.19. Kenaikan tersebut adalahpemulihan kerugian penurunan nilai.22.19 Kenaikan jumlah tercatat aset yang dapatdiatribusikan pada pemulihan kerugian penurunan nilai aset tidakboleh melebihi jumlah tercatat yang telah ditentukan (nilai bersihdari amortisasi atau penyusutan) tanpa kerugian penurunan nilaiyang diakui pada periode lalu.22.20 Entitas harus mengakui segera pemulihan kerugianpenurunan nilai dalam laporan laba rugi.22.21 Setelah pemulihan kerugian penurunan nilai diakui,beban penyusutan (amortisasi) aset untuk periode mendatangharus disesuaikan untuk mengalokasikan jumlah tercatat asetyang telah direvisi, dikurangi nilai residu (jika ada), secarasistematis selama sisa umur manfaat aset.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.129


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738PENGUNGKAPAN22.22 Entitas harus mengungkapkan untuk masing-masingkelompok aset, sebagai berikut:(a) Jumlah kerugian penurunan nilai yang diakui dalam laporanlaba rugi selama periode dan pos dalam laporan laba rugidimana kerugian penurunan nilai tersebut termasuk didalamnya.(b) Jumlah dari pemulihan kerugian penurunan nilai yang diakuidalam laporan laba rugi selama periode dan pos dalamlaporan laba rugi dimana kerugian penurunan nilai tersebutdipulihkan.22.23 Entitas harus mengungkapkan informasi yangdisyaratkan oleh paragraf 22.22 untuk setiap kelompok asetberikut:(a) pinjaman yang diberikan dan piutang;(b) persediaan;(c) aset tetap;(d) properti investasi;(e) aset tidak berwujud;(f) investasi pada entitas asosiasi;(g) investasi pada joint venture.ETAP.130Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738PENDAHULUANBAB 23IMBALAN KERJA23.1 Imbalan kerja adalah semua bentuk imbalan yangdiberikan oleh entitas sebagai pertukaran atas jasa yangdiberikan oleh pekerja, termasuk direktur dan manajemen. Babini diterapkan untuk empat jenis imbalan kerja:(a) Imbalan kerja jangka pendek adalah imbalan kerja (selainpesangon pemutusan kerja) yang jatuh tempo seluruhnyadalam waktu 12 bulan setelah akhir periode pekerjamemberikan jasanya.(b) Imbalan pascakerja adalah imbalan kerja (selain pesangonpemutusan kerja) yang terutang setelah pekerjamenyelesaikan masa kerjanya.(c) Imbalan kerja jangka panjang lainnya adalah imbalan kerja(selain imbalan pascakerja dan pesangon pemutusan kerja)yang tidak seluruhnya jatuh tempo dalam waktu 12 bulansetelah pekerja memberikan jasanya; dan(d) Pesangon pemutusan kerja adalah imbalan kerja yangterutang akibat:(i)Keputusan entitas untuk memberhentikan pekerjasebelum usia pensiun normal, atau(ii) Keputusan pekerja menerima tawaran untukmengundurkan diri secara sukarela dengan imbalantertentu.PRINSIP UMUM PENGAKUAN UNTUK SELURUHIMBALAN KERJA23.2 Entitas harus mengakui biaya atas seluruh imbalankerja yang menjadi hak pekerja akibat dari jasa yang diberikankepada entitas selama periode pelaporan:(a) sebagai kewajiban, setelah dikurang jumlah yang telahdibayar baik secara langsung kepada pekerja atau sebagaikontribusi kepada dana imbalan kerja. Jika pembayarankontribusi melebihi kewajiban yang timbul dari jasa sebelumHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.131


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738tanggal pelaporan, maka entitas harus mengakui kelebihantersebut sebagai aset dibayar dimuka yang akanmengurangi pembayaran masa datang atau sebagaipengembalian kas.(b) sebagai beban, kecuali Bab lain mensyaratkan biayatersebut diakui sebagai bagian biaya perolehan suatu asetseperti persediaan atau aset tetap.IMBALAN KERJA JANGKA PENDEKContoh23.3 Imbalan kerja jangka pendek mencakup:(a) upah, gaji, dan iuran jaminan sosial;(b) cuti-berimbalan jangka pendek (seperti cuti tahunan dancuti sakit) dimana ketidakhadiran diperkirakan terjadi dalamwaktu 12 bulan setelah akhir periode pelaporan saat pekerjamemberikan jasanya;(c) bagi laba dan bonus terutang dalam waktu 12 bulan setelahakhir periode pelaporan saat pekerja memberikan jasaterkait; dan(d) imbalan nonmoneter (seperti perawatan kesehatan,perumahan, mobil serta barang dan jasa yang diberikansecara cuma-cuma atau subsidi) untuk pekerja saat ini.Pengukuran Imbalan Kerja Jangka Pendek Secara Umum23.4 Jika pekerja memberikan jasa kepada entitas selamaperiode pelaporan, maka entitas harus mengukur nilai yangdiakui sesuai dengan paragraf 23.2 pada nilai tidak-terdiskontoyang diperkirakan akan dibayar sebagai imbalan atas jasatersebut.Pengakuan dan Pengukuran – Cuti Berimbalan JangkaPendek23.5 Entitas mungkin mengkompensasi pekerja atas cutiuntuk berbagai alasan termasuk cuti tahunan dan cuti sakit.ETAP.132Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Beberapa cuti berimbalan jangka pendek dapat diakumulasi –cuti bisa digeser ke periode berikutnya dan digunakan untukperiode mendatang jika pekerja tidak menggunakannya secarapenuh pada periode berjalan. Misalnya cuti tahunan dan cutisakit. Entitas harus mengakui taksiran biaya cuti berimbalanyang dapat diakumulasi ketika pekerja memberikan jasa yangmeningkatkan hak mereka atas imbalan cuti masa mendatang.Entitas harus mengukur taksiran cuti berimbalan yang dapatdiakumulasi pada jumlah tambahan yang diperkirakan akandibayar sebagai akibat tidak digunakannya hak yangterakumulasi pada akhir periode pelaporan. Entitas harusmenyajikan cuti berimbalan yang dapat diakumulasi yang tidakdigunakan yang diprediksi akan digunakan sebagai kewajibanlancar pada tanggal pelaporan.23.6 Entitas harus mengakui biaya cuti berimbalan (yangtidak dapat diakumulasi) pada saat terjadinya cuti. Entitas harusmengukur biaya cuti berimbalan yang tidak dapat diakumulasipada jumlah gaji dan upah tidak-terdiskonto yang dibayarkanatau terutang selama periode cuti.Pengakuan – Bagi Laba dan Bonus23.7 Entitas harus mengakui ekspektasi biaya untuk bagilaba dan bonus hanya jika:(a) entitas telah memiliki kewajiban hukum atau kewajibankonstruktif kini untuk melakukan pembayaran sebagaiakibat peristiwa masa lalu (ini berarti entitas tidak memilikialternatif realistis lainnya kecuali untuk melakukanpembayaran); dan(b) estimasi kewajiban yang andal dapat dilakukanIMBALAN PASCA-KERJA: PERBEDAAN ANTARAPROGRAM IURAN PASTI DAN IMBALAN PASTI23.8 Imbalan pascakerja termasuk misalnya:(a) tunjangan pensiun, danHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.133


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(b) imbalan pascakerja lain, seperti asuransi jiwa danperawatan kesehatan pascakerjaPerjanjian dimana entitas memberikan imbalan pascakerjaadalah program imbalan pascakerja. Entitas harus menerapkanbagian ini untuk semua perjanjian tersebut baik entitas terlibatatau tidak terlibat atas pendirian entitas terpisah yang menerimaiuran dan membayar imbalan. Dalam beberapa kasus, perjanjianini diwajibkan oleh hukum dan bukan sekadar inisiatif entitas.23.9 Program imbalan pascakerja diklasifikasikan sebagaiprogram iuran pasti atau program imbalan pasti, bergantungpada substansi ekonomis atas program sebagai turunan darisyarat dan kondisi utamanya.(a) Program iuran pasti adalah program imbalan pascakerjadimana entitas membayar iuran tetap kepada entitasterpisah (dana) dan tidak memiliki kewajiban hukum ataukonstruktif untuk membayar iuran berikutnya ataumelakukan pembayaran langsung ke pekerja jika dana yangada tidak mencukupi untuk membayar seluruh imbalanpekerja terkait dengan jasa mereka pada periode kini danperiode lalu. Sehingga jumlah imbalan pascakerja yangditerima pekerja ditentukan oleh jumlah iuran yang dibayaroleh entitas (dan mungkin juga oleh pekerja) ke programimbalan pascakerja atau perusahaan asuransi, ditambahhasil investasi iuran tersebut.(b) Program imbalan pasti adalah program imbalan pascakerjaselain iuran pasti. Dengan imbalan pasti, kewajiban entitasadalah menyediakan imbalan yang telah disepakati kepadapekerja dan mantan pekerja, dan risiko aktuarial (dimanaimbalan akan lebih besar daripada yang diperkirakan) danrisiko investasi secara substantif berada pada entitas. Jikapengalaman aktuarial atau investasi lebih buruk daripadayang diperkirakan, maka kewajiban entitas akan meningkat.ETAP.134Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Program Multi Pemberi Kerja dan Program Pemerintah23.10 Program multi pemberi pekerja dan programpemerintah diklasifikasikan sebagai iuran pasti atau imbalanpasti berdasarkan persyaratan dari program tersebut, termasuksetiap kewajiban konstruktif di luar persyaratan formal. Namun,jika informasi yang memadai tidak tersedia untuk menggunakanakuntansi imbalan pasti atas program multi pemberi pekerjayang ditetapkan sebagai program imbalan pasti, maka entitasharus mencatat program tersebut sesuai dengan paragraf 23.12seolah-olah program tersebut ditetapkan sebagai program iuranpasti dan membuat pengungkapan sesuai dengan paragraf23.37.Imbalan yang Dijamin23.11 Entitas mungkin membayar premi asuransi untukprogram imbalan pascakerja. Entitas harus memperlakukanprogram seperti ini sebagai program iuran pasti, kecuali entitasmemiliki kewajiban hukum atau kewajiban konstruktif:(a) untuk membayar imbalan kerja secara langsung ketikajatuh tempo, atau(b) untuk membayar jumlah tambahan jika perusahaan asuransitidak membayar seluruh imbalan kerja masa mendatangterkait dengan jasa pekerja periode sekarang dan periodesebelumnya.Kewajiban konstruktif dapat muncul secara tidak langsungmelalui program, mekanisme untuk penentuan premi masamendatang, atau pihak yang mempunyai hubungan istimewayang memiliki hubungan dengan perusahaan asuransi. Jikaentitas memiliki kewajiban hukum atau kewajiban konstruktiftersebut, maka entitas harus memperlakukan program tersebutsebagai program imbalan pasti.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.135


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738IMBALAN PASCAKERJA: PROGRAM IURANPASTIPengakuan dan Pengukuran23.12 Entitas harus mengakui iuran yang terutang untukperiode berjalan:(a) sebagai kewajiban, setelah dikurangi dengan jumlah yangtelah dibayar. Jika pembayaran iuran melebihi iuran yangterutang sebelum tanggal pelaporan, maka entitas harusmengakui kelebihan tersebut sebagai aset.(b) sebagai beban, kecuali kecuali Bab lain mensyaratkanbiaya tersebut diakui sebagai bagian biaya perolehan suatuaset seperti persediaan atau aset tetap.IMBALAN PASCA-KERJA: PROGRAM IMBALANPASTIPengakuan23.13 Dalam menerapkan prinsip pengakuan umum dalamparagraf 23.2 untuk program imbalan pasti, maka entitasmengakui:(a) kewajiban atas kewajiban yang timbul dalam programimbalan pasti neto setelah aset program (kewajiban imbalanpasti atau defined benefit liability) (lihat paragraf 23.14-23.20); dan(b) mengakui perubahan neto dalam kewajiban tersebut selamaperiode sebagai biaya program imbalan pasti selamaperiode tersebut (lihat paragraf 23.22-23.25)Pengukuran Kewajiban Imbalan Pasti23.14 Entitas harus mengukur kewajiban imbalan pastiuntuk kewajiban dalam program imbalan pasti pada nilai netodari total jumlah berikut:(a) nilai kini dari kewajiban dalam program imbalan pasti(kewajiban imbalan pasti atau defined benefit obligation)ETAP.136Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738pada tanggal pelaporan (paragraf 23.15-23.20 memberikanpanduan cara untuk mengukur kewajiban ini), dikurang;(b) nilai wajar aset program pada tanggal pelaporan (jika ada)yang digunakan untuk menutup secara langsung kewajibantersebut.Diskonto23.15 Entitas harus mengukur kewajiban imbalan pastipada nilai kini yang terdiskonto. Entitas harus menentukantingkat suku bunga yang digunakan untuk mendiskontokanpembayaran masa datang berdasarkan referensi suku bungapasar obligasi perusahaan berkualitas tinggi pada tanggalpelaporan. Jika tidak terdapat pasar untuk obligasi tersebut,maka entitas harus menggunakan suku bunga pasar obligasipemerintah pada tanggal pelaporan. Mata uang dan persyaratanobligasi perusahaan dan obligasi pemerintah harus konsistendengan mata uang dan estimasi periode pembayaranmendatang.Metode Penilaian Aktuaria23.16 Jika entitas mampu (tanpa biaya dan usaha yangtidak semestinya), maka entitas menggunakan metode projectedunit credit untuk mengukur kewajiban imbalan pasti dan bebanyang terkait. Jika imbalan pasti didasarkan pada tingkat gajiakan datang, maka metode projected unit credit mensyaratkanentitas untuk mengukur kewajiban manfaat pasti dengan dasaryang mencerminkan estimasi kenaikan gaji akan datang.Sebagai tambahan, metode projected unit creditmensyaratkan entitas untuk membuat berbagai asumsi aktuarialdalam mengukur kewajiban imbalan pasti termasuk tingkatdiskonto, tingkat imbal hasil aset program, tingkat kenaikan gaji,perputaran pekerja, mortalitas, dan kecenderungan tingkat biayakesehatan (untuk program manfaat pasti kesehatan)23.17 Jika entitas tidak mampu (tanpa biaya dan usahayang tidak semestinya) untuk menggunakan metode projectedHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.137


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738unit credit untuk mengukur kewajiban dan biaya programimbalan pasti, maka entitas diperkenankan untuk membuatpenyederhanaan berikut dalam pengukuran kewajiban imbalanpasti untuk pekerja kini:(a) mengabaikan estimasi kenaikan gaji akan datang(diasumsikan gaji kini akan sama ketika pekerja kinidiekspektasikan mulai menerima manfaat imbalanpascakerja);(b) mengabaikan jasa akan datang dari pekerja kini(diasumsikan penutupan program untuk pekerja yang adasaat ini dan pekerja baru); dan(c) mengabaikan kemungkinan mortalitas pekerja kini selamamasa jasa antara tanggal pelaporan dan tanggal pekerjadiekspektasikan mulai menerima manfaat imbalanpascakerja (yaitu diasumsikan semua pekerja kini akanmenerima manfaat pascakerja). Tetapi, mortalitas setelahjasa (usia harapan hidup) akan tetap perlu dipertimbangkan.Entitas yang mengambil manfaat dari penyederhanaanpengukuran di atas harus memasukan manfaat yang sudahmenjadi vested dan belum vested dalam mengukur kewajibanimbalan pasti.23.18 SAK ETAP tidak mensyaratkan entitas untukmenggunakan aktuaris independen untuk melakukan penilaianaktuarial komprehensif yang diperlukan untuk menghitungkewajiban imbalan pasti. Tidak ada persyaratan untuk penilaianaktuarial komprehensif harus dilakukan secara tahunan. Dalamperiode di antara penilaian aktuarial komprehensif (jika asumsiaktuarial utama tidak berubah secara signfikan) kewajibanimbalan pasti dapat diukur dengan menyesuaikan pengukuranperiode lalu untuk perubahan demografi pekerja seperti jumlahpekerja dan tingkat gaji.Pengenalan, Perubahan, Pengurangan, dan PenyelesaianProgram23.19 Jika imbalan pasti sudah diperkenalkan atau diubahdalam periode sekarang, maka entitas harus menaikkan atauETAP.138Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738menurunkan kewajiban imbalan pastinya untuk mencerminkanperubahan tersebut, dan mengakui kenaikan (penurunan)sebagai beban (penghasilan) dalam mengukur laba atau rugiperiode berjalan. Sebaliknya, jika program mengalamipenurunan (misalnya imbalan atau kelompok pekerja yangdilindungi berkurang) atau diselesaikan (kewajiban pemberikerja telah selesai dilaksanakan), maka kewajiban imbalan pastiharus diturunkan atau dieliminasi, dan entitas harus mengakuikeuntungan atau kerugian dalam laporan laba rugi periodeberjalan.Aset Program Imbalan Pasti23.20 Jika kewajiban imbalan pasti pada tanggal pelaporanlebih kecil dibandingkan nilai wajar aset program pada tanggaltersebut, maka program mengalami surplus. Entitas harusmengakui surplus tersebut sebagai aset program imbalan pastihanya jika surplus tersebut bisa dipulihkan melalui penguranganiuran masa mendatang atau melalui pengembalian dari program.Biaya Program Imbalan Pasti23.21 Entitas harus mengakui perubahan neto ataskewajiban imbalan pasti selama periode berjalan, selainperubahan yang terkait dengan imbalan yang dibayarkankepada pekerja selama periode atau iuran yang jatuh tempodari pemberi kerja, sebagai biaya program imbalan pasti selamaperiode. Biaya tersebut diakui seluruhnya sebagai beban dalamlaporan laba rugi, atau sebagian diakui dalam laporan laba rugidan sebagian diakui dalam ekuitas (lihat paragraf 23.22) kecualiBab lain mensyaratkan sebagai bagian biaya perolehan suatuaset seperti persediaan dan aset tetap.Pengakuan-Pemilihan Kebijakan Akuntansi23.22 Entitas disyaratkan untuk mengakui seluruhkeuntungan dan kerugian aktuarial pada periode terjadinya.Entitas harus:Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.139


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(a) mengakui seluruh keuntungan dan kerugian aktuarial dalamlaporan laba rugi; atau(b) mengakui seluruh keuntungan dan kerugian aktuarial dalamekuitassebagai pilihan kebijakan akuntansi. Entitas harus menerapkankebijakan akuntansi yang dipilih secara konsisten untuk semuaprogram imbalan pasti dan semua keuntungan dan kerugianaktuarial.23.23 Perubahan neto dalam kewajiban imbalan pasti yangdiakui sebagai biaya program imbalan pasti meliputi:(a) perubahan dalam kewajiban imbalan pasti yang munculdari jasa yang diberikan pekerja selama periode pelaporan.(b) bunga atas kewajiban imbalan pasti selama periodepelaporan;(c) pendapatan atas setiap aset program dan perubahan netodalam nilai wajar atas hak penggantian yang diakui (lihatparagraf 23.26) selama periode pelaporan;(d) keuntungan dan kerugian aktuarial selama periodepelaporan;(e) kenaikan atau penurunan dalam kewajiban imbalan pastiakibat dari pengenalan program baru atau mengubahprogram yang telah ada selama periode pelaporan (lihatparagraf 23.19);(f) penurunan dalam kewajiban imbalan pasti akibat daripengurangan atau penyelesaian program yang telah adaselama periode pelaporan (lihat paragraf 23.19).23.24 Jasa pekerja akan memberikan kenaikan padakewajiban program imbalan pasti meskipun imbalan tersebutbersifat kondisional terhadap pekerjaan pada masa datang(dengan kata lain, belum vesting). Jasa pekerja sebelum tanggalvesting memberikan kenaikan atas kewajiban konstruktifkarena (pada setiap tanggal pelaporan berturut-turut) jumlahatas jasa masa mendatang yang pekerja harus berikan sebelummenjadi hak atas imbalan adalah berkurang. Dalam mengukurkewajiban imbalan pasti, entitas harus memperhatikankemungkinan bahwa sebagian pekerja tidak memenuhi syaratETAP.140Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738vesting. Sama halnya, meski sebagian imbalan pascakerja(misalnya imbalan kesehatan pasca kerja) menjadi terutanghanya jika kejadian tertentu terjadi ketika pekerja tidak lagidipekerjakan (misalnya sakit) maka suatu kewajiban dibentukketika pekerja memberikan jasa yang akan menyediakan hakatas imbalan tersebut jika kejadian tertentu terjadi.Kemungkinan bahwa kejadian tertentu akan terjadimempengaruhi pengukuran kewajiban, tapi tidak menentukanapakah kewajiban itu ada atau tidak.23.25 Jika imbalan pasti berkurang sejumlah yangdibayarkan kepada pekerja dalam program yang disponsoripemerintah, maka entitas harus mengukur kewajiban imbalanpasti dengan suatu dasar yang merefleksikan imbalan terutangdalam program pemerintah, tapi hanya jika:(a) program tersebut dibuat sebelum tanggal pelaporan; atau(b) kejadian masa lalu atau bukti andal lain menunjukkan bahwaimbalan dari pemerintah akan berubah, misalnya, terkaitdengan perubahan masa datang tingkat inflasi dan tingkatgaji.Penggantian23.26 Jika entitas secara nyata yakin bahwa pihak lainakan mengganti sebagian atau seluruh biaya yang dibutuhkanuntuk menyelesaikan kewajiban imbalan pasti, maka entitasharus mengakui haknya untuk mendapatkan penggantiansebagai aset yang terpisah. Entitas harus mengukur asettersebut pada nilai wajar. Dalam laporan laba rugi, beban yangterkait dengan program imbalan pasti dapat disajikan secaraneto setelah jumlah pengakuan penggantian.IMBALAN KERJA JANGKA PANJANG LAINNYA23.27 Imbalan kerja yang termasuk dalam imbalan kerjajangka panjang lainnya, meliputi misalnya:(a) kompensasi cuti jangka panjang seperti cuti pengabdianatau cuti hari raya;Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.141


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(b) imbalan pengabdian;(c) imbalan cacat jangka panjang;(d) bagi hasil dan bonus yang terutang 12 bulan atau lebihsetelah akhir periode di mana pekerja memberikan jasaterkait;(e) kompensasi yang ditunda yang dibayarkan 12 bulan ataulebih setelah akhir periode kompensasi tersebut diperoleh.23.28 Entitas harus mengakui kewajiban untuk imbalankerja jangka panjang lainnya yang diukur pada nilai neto daritotal jumlah berikut:(a) nilai kini kewajiban imbalan kerja pada tanggal pelaporan,dikurang(b) nilai wajar aset program pada tanggal pelaporan (jika ada)di luar kewajiban yang akan diselesaikan secara langsung.Entitas harus mengakui perubahan dalam kewajiban tersebutsesuai dengan paragraf 23.21.PESANGON PEMUTUSAN KERJA23.29 Entitas mungkin saja diwajibkan oleh peraturan,perjanjian kontraktual atau perjanjian lainnya dengan pekerjaatau perwakilan pekerja atau oleh kewajiban konstruktifberdasarkan praktik bisnis, kebiasaan atau keinginan untukbertindak adil, untuk melakukan pembayaran (ataumenyediakan imbalan lainnya) kepada pekerja ketikamemberhentikan pekerjanya. Pembayaran tersebut adalahpesangon pemutusan kerja.Pengakuan23.30 Karena pesangon pemutusan kerja tidakmemberikan entitas manfaat ekonomi masa datang, makaentitas harus segera mengakuinya sebagai beban dalam laporanlaba rugi.ETAP.142Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373823.31 Ketika entitas mengakui pesangon pemutusan kerja,entitas juga mencatat pengurangan atas tunjangan pensiun atauimbalan kerja lainnya.23.32 Entitas harus mengakui pesangon pemutusan kerjasebagai kewajiban dan beban hanya ketika entitas mampumenunjukkan komitmen, baik:(a) memutus masa kerja pekerja atau sekelompok pekerjasebelum masa pensiun normalnya; atau(b) memberikan pesangon pemutusan kerja sebagai akibatpenawaran yang dibuat dalam rangka pengurangan jumlahpekerja secara sukarela.23.33 Entitas dianggap mampu menunjukkan komitmenuntuk melakukan pemutusan hanya ketika entitas memilikiprogram formal yang detail untuk melakukan pemutusan kerjadan tanpa kemungkinan realistis untuk menarik programtersebut.Pengukuran23.34 Entitas harus mengukur pesangon pemutusan kerjapada estimasi terbaik pembayaran yang akan dibutuhkan untukmenyelesaikan kewajiban pada tanggal pelaporan. Dalam kasuspenawaran pengurangan pekerja secara sukarela, pengukuranpesangon pemutusan kerja harus berdasarkan jumlah pekerjayang diekspektasikan akan menerima tawaran tersebut.23.35 Ketika pesangon pemutusan kerja terutang lebihdari 12 bulan setelah akhir periode pelaporan, nilainya harusdiukur pada nilai kini terdiskonto.PENGUNGKAPANImbalan Kerja Jangka Pendek23.36 Bagian ini tidak mensyaratkan secara spesifikpengungkapan imbalan kerja jangka pendek.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.143


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Program Iuran Pasti23.37 Entitas harus mengungkapkan jumlah biaya iuranpasti untuk periode dan jumlah yang diakui dalam laporan labarugi sebagai beban untuk program iuran pasti. Jika entitasmemperlakukan program imbalan pasti multi pemberi kerjasebagai program iuran pasti karena informasi yang memadaitidak tersedia untuk menggunakan akuntansi imbalan pasti (lihatparagraf 23.10), maka entitas harus mengungkapkan faktabahwa program tersebut adalah program imbalan pasti danalasan dicatat sebagai program iuran pasti, bersama dengansemua informasi yang tersedia mengenai surplus atau defisitprogram dan implikasinya terhadap entitas (jika ada).Program Imbalan Pasti23.38 Entitas harus mengungkapkan informasi berikuttentang program imbalan pasti (kecuali program multi pemberikerja yang dicatat sebagai program iuran pasti sesuai denganparagraf 23.10, dimana menerapkan pengungkapan dalamparagraf 23.37). Jika entitas memiliki lebih dari satu programimbalan pasti, maka pengungkapan ini dibuat secara totalterpisah untuk setiap program atau pengelompokkan tersebutdianggap paling bermafaat:(a) penjelasan umum jenis program, termasuk kebijakanpendanaan.(b) kebijakan akuntansi entitas untuk mengakui keuntungandan kerugian aktuarial (dalam laporan laba rugi atauekuitas) dan jumlah atas keuntungan dan kerugian aktuarialyang diakui selama periode berjalan.(c) penjelasan naratif jika entitas menggunakanpenyederhanaan pada paragraf 23.17 dalam mengukurkewajiban imbalan pasti.(d) tanggal penilaian aktuarial komprehensif paling kini dan(jika tidak dilakukan pada periode pelaporan) penjelasanmengenai penyesuaian untuk mengukur kewajiban imbalanpasti pada tanggal pelaporan.ETAP.144Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(e) rekonsiliasi saldo awal dan saldo akhir kewajiban imbalanpasti yang menunjukkan keuntungan dan kerugian aktuarialyang diakui selama periode.(f) rekonsiliasi saldo awal dan saldo akhir atas nilai wajar asetprogram dan saldo awal dan saldo akhir setiap hakpenggantian yang diakui sebagai aset, ditunjukkan secaraterpisah (jika dapat diterapkan):(i) iuran;(ii) imbalan yang dibayarkan; dan(iii) perubahan lainnya dalam aset program.(g) total biaya yang terkait dengan program imbalan pasti untukperiode, diungkapkan secara terpisah jumlah:(i) diakui dalam laporan laba rugi sebagai beban; dan(ii) termasuk biaya perolehan suatu aset.(h) untuk setiap kategori besar aset program, dimanaseharusnya termasuk tetapi tidak terbatas pada instrumenekuitas, instrumen utang, properti, dan semua aset lainnya,persentase dan jumlah masing-masing kategori tersebutberdasarkan nilai wajar aset program pada tanggalpelaporan.(i)jumlah yang termasuk nilai wajar aset program untuk:(i) setiap kelompok instrumen keuangan yang dimilikientitas; dan(ii) setiap properti yang dikuasai oleh, atau aset lainnyayang digunakan oleh, entitas;(j) pengembalian aktual aset program.(k) asumsi aktuarial utama yang digunakan, termasuk, jikadapat diterapkan:(i) tingkat diskonto;(ii) tingkat imbal hasil yang diekspektasikan atas setiapaset program untuk periode yang disajikan dalamlaporan keuangan;(iii) ekspektasi tingkat kenaikan gaji;(iv) tingkat tren kenaikan biaya kesehatan; dan(v) asumsi aktuatial material lainnya.Rekonsiliasi di (e) dan (f) di atas tidak perlu disajikan untukperiode lalu.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.145


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Imbalan Jangka Panjang Lainnya23.39 Untuk setiap kategori imbalan jangka panjang lainnyayang diberikan oleh entitas kepada pekerja, maka entitas harusmengungkapkan sifat imbalan, jumlah kewajiban dan statuspendanaan pada tanggal pelaporan.Pesangon Pemutusan Kerja23.40 Untuk setiap kategori pesangon pemutusan kerjayang diberikan oleh entitas kepada pekerja, maka entitas harusmengungkapkan sifat imbalan, kebijakan akuntansi, dan jumlahatas kewajiban dan status pendanaan pada tanggal pelaporan.23.41 Ketika terdapat ketidakpastian tentang jumlahpekerja yang akan menerima tawaran pesangon pemutusankerja, maka timbul kewajiban kontinjensi. Bab 18 KewajibanDiestimasi dan Kontijensi mensyaratkan entitas untukmengungkapkan informasi tentang kewajiban kontijensi kecualikemungkinan terjadinya penyelesaian kecil sekali.ETAP.146Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738RUANG LINGKUPBAB 24PAJAK PENGHASILAN24.1 Bab ini mengatur akuntansi untuk pajak penghasilan.24.2 Untuk tujuan ini, pajak penghasilan termasuk seluruhpajak domestik dan luar negeri sebagai dasar penghasilan kenapajak. Pajak penghasilan juga termasuk pajak, misalnyapemungutan dan pemotongan pajak, yang terutang oleh entitasanak, entitas asosiasi atau joint venture atas distribusi keentitas pelapor.PENGAKUAN DAN PENGUKURAN24.3 Entitas harus mengakui kewajiban atas seluruh pajakpenghasilan periode berjalan dan periode sebelumnya yangbelum dibayar. Jika jumlah yang telah dibayar untuk periodeberjalan dan periode sebelumnya melebihi jumlah yang terutanguntuk periode tersebut, entitas harus mengakui kelebihantersebut sebagai aset.PENGUNGKAPAN24.4 Entitas harus mengungkapkan secara terpisahkomponen-komponen utama beban pajak penghasilan.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.147


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738RUANG LINGKUPBAB 25MATA UANG PELAPORAN25.1 Bab ini diterapkan untuk semua entitas yang akanatau telah menggunakan mata uang selain rupiah sebagai matauang pelaporan.25.2 Mata uang fungsional adalah mata uang utama dalamarti substansi ekonomi, yaitu mata uang utama yang dicerminkandalam kegiatan operasi entitas.25.3 Mata uang pelaporan adalah mata uang yangdigunakan dalam menyajikan laporan keuangan.25.4 Mata uang pencatatan adalah mata uang yangdigunakan oleh entitas untuk membukukan transaksi.MATA UANG PENCATATAN DAN PELAPORAN25.5 Mata uang pelaporan yang digunakan oleh entitas diIndonesia adalah mata uang rupiah. Entitas dapat menggunakanmata uang selain rupiah sebagai mata uang pelaporan hanyajika mata uang tersebut memenuhi kriteria mata uang fungsional.25.6 Mata uang pencatatan harus sama dengan mata uangpelaporan.25.7 Pada umumnya laporan keuangan dilaporkan dalammata uang lokal. Namun demikian, jika entitas menggunakanmata uang selain mata uang lokal (misalnya dolar Amerika)sebagai mata uang pelaporan, maka mata uang pelaporantersebut harus merupakan mata uang fungsional. Mata uangfungsional dapat merupakan mata uang rupiah atau mata uangselain rupiah (misalnya dolar Amerika), bergantung pada faktasubstansi ekonominya.ETAP.148Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373825.8 Laporan keuangan dimaksudkan untuk memberikaninformasi finansial tentang kinerja, posisi keuangan, dan aruskas entitas. Laporan keuangan dihasilkan dari catatan akuntansientitas, sehingga mata uang yang digunakan dalam catatanakuntansi adalah mata uang yang digunakan dalam laporankeuangan. Dengan konsep ini, prosedur pengukuran kembali daricatatan akuntansi laporan keuangan atau penjabaran laporankeuangan tidak diperlukan lagi, karena pada hakikatnya laporankeuangan telah disajikan pada mata uang fungsionalnya.MATA UANG FUNGSIONAL25.9 Suatu mata uang merupakan mata uang fungsionaljika memenuhi indikator berikut ini secara menyeluruh:(a) indikator arus kas: arus kas yang berhubungan dengankegiatan utama entitas didominasi oleh mata uang tertentu;(b) indikator harga jual: harga jual produk entitas dalam periodejangka pendek sangat dipengaruhi oleh pergerakan nilaitukar mata uang tertentu atau produk entitas secaradominan dipasarkan untuk ekspor; dan(c) indikator biaya: biaya-biaya entitas secara dominan sangatdipengaruhi oleh pergerakan mata uang tertentu.25.10 Harga jual atau biaya entitas sangat dipengaruhioleh pergerakan nilai tukar mata uang tertentu jika harga jualatau biaya tersebut dihitung berdasarkan nilai tukar mata uangtertentu.25.11 Untuk menentukan mata uang fungsional suatuentitas diperlukan pertimbangan mengenai indikator dalamparagraf 25.9. Di samping itu, untuk entitas yang mempunyailebih dari satu anak entitas atau operasi terpisah dan dapatdibedakan, seperti cabang atau divisi, di mana operasi ini dapatdipandang sebagai suatu entitas atau kegiatan operasi terpisah,mungkin digunakan beberapa mata uang fungsional yangberbeda sehingga masing-masing mata uang tersebut perludipertimbangkan dalam penentuan mata uang fungsional entitastersebut. Dalam penentuan mata uang fungsional tingkatHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.149


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738relevansi dan keandalan diperoleh, misalnya melalui pemberianbobot pada masing-masing indikator tersebut di atas, kemudianatas bobot indikator individu ini ditentukan bobot secarakeseluruhan. Dalam hal ini, arus kas masuk memiliki bobotpaling besar. Selain pemberian bobot, juga perludipertimbangkan faktor-faktor lain yang dapat memengaruhikondisi ekonomi dalam jangka panjang.25.12 Faktor-faktor utama yang dapat memengaruhipenentuan mata uang fungsional perlu ditentukan agar entitasmempunyai tolok ukur yang konsisten. Jika faktor-faktortersebut di atas tidak dapat secara jelas dikaitkan dengan salahsatu mata uang sebagai mata uang fungsional, maka dibutuhkanpertimbangan profesional dengan mempertimbangkan operasidan kegiatan entitas secara rinci, dan harus dilakukan dengantingkat relevansi dan keandalan yang paling tinggi.25.13 Perlakuan akuntansi untuk transaksi dan saldodalam mata uang nonfungsional adalah sebagaimana diaturdalam Bab 26 Transaksi dalam Mata Uang Asing.25.14 Implikasi dari paragraf 25.13 adalah mata uangselain mata uang fungsional dianggap sebagai mata uangnonfungsional, sedangkan mata uang fungsional dianggapsebagai mata uang dasar dalam menentukan nilai tukar ataudalam perhitungan selisih kurs. Misalnya, jika berdasarkan faktasubstansi ekonomi mata uang fungsional entitas adalah dolarAmerika, maka mata uang selain dolar Amerika dianggapsebagai mata uang nonfungsional, sehingga semua transaksidalam mata uang nonfungsional harus ditranslasikan ke matauang fungsional.PENENTUAN SALDO AWAL25.15 Penentuan saldo awal untuk tujuan pencatatanakuntansi dilakukan dengan pengukuran kembali akun-akunlaporan keuangan seolah-olah mata uang fungsional tersebutETAP.150Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738telah digunakan sejak tanggal terjadinya transaksi. Prosedurpengukuran kembali adalah sebagai berikut:(a) aset dan kewajiban moneter diukur kembali denganmenggunakan kurs tanggal neraca;(b) aset dan kewajiban nonmoneter serta modal saham diukurkembali dengan menggunakan kurs historis atau kurstanggal terjadinya transaksi perolehan aset tetap, terjadinyakewajiban atau penyetoran modal saham;(c) selisih antara aset, kewajiban, dan modal saham dalammata uang pelaporan baru, yang merupakan hasilperhitungan prosedur (a) dan (b) di atas, diperhitungkanpada saldo laba atau akumulasi kerugian pada periodetersebut;(d) pendapatan dan beban diukur kembali denganmenggunakan kurs rata-rata tertimbang selama periodeyang diperbandingkan, kecuali untuk beban penyusutanaset tetap atau amortisasi aset nonmoneter yang diukurkembali dengan menggunakan kurs historis aset yangbersangkutan;(e) dividen diukur dengan menggunakan kurs tanggalpencatatan dividen tersebut;(f) prosedur (d) dan (e) di atas akan menghasilkan selisihpengukuran kembali yang diperhitungkan pada saldo labaatau akumulasi kerugian pada periode tersebut;(g) selisih pengukuran kembali merupakan hasil dariperhitungan berikut: saldo laba (akumulasi kerugian) akhirtahun (hasil dari prosedur (c)) ditambah dengan dividen(hasil dari prosedur (e)) dan dikurangi dengan hasilperhitungan laba (rugi) bersih selama periode yangdiperbandingkan (hasil dari prosedur (d)).25.16 Pengukuran kembali sebagaimana diatur dalamparagraf 25.15, dilakukan surut hingga tahun di mana matauang fungsional tersebut mulai berlaku.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.151


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738PENYAJIAN KOMPARATIF25.17 Laporan keuangan periode yang diperbandingkanyang tidak menggunakan mata uang fungsional, harus diukurdan disajikan kembali sesuai dengan cara yang dijelaskan padaparagraf 25.15 dan 25.16.PERUBAHAN MATA UANG PENCATATAN DANPELAPORAN25.18 Entitas diharuskan untuk mengubah mata uangpencatatan dan pelaporan ke rupiah, jika mata uang fungsionalberubah dari bukan rupiah ke rupiah. Perubahan mata uangpencatatan dan pelaporan harus dilakukan pada awal periode,tidak di tengah periode.25.19 Keputusan entitas untuk mengubah mata uangpelaporan hanya dapat dilakukan jika telah terjadi perubahansubstansi ekonomi dari mata uang fungsional. Dalam perjalananhidup entitas karena perubahan operasi atau pasar, maka matauang fungsional entitas dapat saja berubah.PENGUNGKAPAN25.20 Entitas mengungkapkan hal-hal berikut ini:(a) alasan penentuan mata uang pelaporan berdasarkanindikator pada paragraf 25.9;(b) perubahan mata uang pelaporan dan alasan perubahannya:(i)alasan perubahan berdasarkan indikator pada paragraf25.9;(ii) kurs (historis, sekarang, atau rata-rata tertimbang)yang digunakan dalam pengukuran kembali ataupenjabaran;(iii) ikhtisar neraca dan laporan laba rugi yang disajikansebagai perbandingan dalam mata uang pelaporansebelumnya.ETAP.152Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738BAB 26TRANSAKSI DALAM MATA UANG ASINGRUANG LINGKUP26.1 Bab ini diterapkan dalam akuntansi untuk transaksidalam mata uang asing.PENGAKUAN AWAL26.2 Transaksi mata uang asing adalah transaksi yangdidenominasi atau harus diselesaikan dalam mata uang asing,yang meliputi transaksi yang timbul ketika entitas:(a) membeli atau menjual barang atau jasa yang harganyadidenominasi dalam mata uang asing;(b) meminjam atau meminjamkan dana atas sejumlah utangatau piutang yang didenominasi dalam mata uang asing;(c) memperoleh atau melepas aset, atau terjadinya ataumenyelesaikan kewajiban, yang didenominasi dalam matauang asing.26.3 Entitas harus mencatat transaksi mata uang asing,pada pengakuan awal dalam mata uang fungsional, denganmenggunakan kurs tunai (spot rate) pada tanggal transaksiantara mata uang fungsional dan mata uang asing tersebut.26.4 Tanggal transaksi adalah tanggal dimana transaksipertama kali memenuhi syarat pengakuan sesuai dengan SAKETAP. Untuk tujuan praktis, kurs yang mendekati kurssebenarnya pada tanggal transaksi sering digunakan, misalnyakurs rata-rata selama seminggu atau sebulan mungkin dapatdigunakan untuk seluruh transaksi dalam mata uang asing yangterjadi selama periode tersebut. Namun demikian, jika kurs tukarberfluktuasi secara signifikan, penggunaan kurs rata-rata untukperiode tersebut tidak tepat.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.153


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738PELAPORAN PADA AKHIR PERIODE PELAPORANSELANJUTNYA26.5 Pada akhir setiap periode pelaporan, entitas harus:(a) pos moneter dalam mata uang asing dilaporkan denganmenggunakan kurs penutup (kurs pada tanggal pelaporan);dan(b) pos nonmoneter yang diukur dengan biaya perolehanhistoris dalam mata uang asing dilaporkan denganmenggunakan kurs pada tanggal transaksi.(c) pos nonmoneter yang diukur dengan nilai wajar dalam matauang asing dilaporkan dengan menggunakan nilai tukarpada saat nilai wajar ditentukan.26.6 Entitas harus mengakui keuntungan atau kerugianselisih kurs pada laporan laba rugi periode terjadinya yang timbuldari penyelesaian transaksi moneter atau penjabaran transaksimoneter pada kurs yang berbeda dengan kurs penjabaran padapengakuan awal selama periode berjalan atau pada laporankeuangan sebelumnya.27.7 Pada saat keuntungan atau kerugian transaksinonmoneter diakui secara langsung dalam ekuitas, maka entitasharus mengakui komponen keuntungan atau kerugian daripertukaran secara langsung dalam ekuitas. Sebaliknya, padasaat keuntungan atau kerugian transaksi nonmoneter diakuidalam laporan laba rugi, maka entitas harus mengakui komponenkeuntungan atau kerugian dari pertukaran tersebut dalamlaporan laba rugi.PENGUNGKAPAN26.8 Entitas harus mengungkapkan:(a) mata uang yang disajikan dalam laporan keuangan;(b) jumlah selisih kurs yang diakui dalam laporan laba rugi.ETAP.154Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373826.9 Jika entitas menyajikan laporan keuangan atauinformasi keuangan lainnya dalam mata uang yang berbedadengan mata uang fungsional atau mata uang pelaporan(misalnya, convenience translation atas semua nilai denganmenggunakan kurs penutupan), maka entitas harus:(a) secara jelas mengidentifikasi informasi sebagai tambahaninformasi untuk membedakan hal tersebut dengan informasiyang sesuai dengan SAK ETAP;(b) mengungkapkan mata uang yang digunakan dalam informasitambahan yang diberikan;(c) mengungkapkan mata uang fungsional dan metodepenjabaran yang digunakan untuk menentukan informasitambahan.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.155


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738BAB 27PERISTIWA SETELAH AKHIR PERIODEPELAPORANRUANG LINGKUP27.1 Bab ini mendefinisikan peristiwa setelah akhir tanggalpelaporan dan menentukan prinsip-prinsip pengakuan,pengukuran, dan pengungkapan peristiwa tersebut.PENGERTIAN27.2 Peristiwa setelah akhir periode pelaporan adalahperistiwa-peristiwa, baik menguntungkan maupun tidakmenguntungkan, yang terjadi setelah akhir periode pelaporansampai dengan tanggal penyelesaian laporan keuangan. Adadua jenis peristiwa setelah akhir periode pelaporan, yaitu:(a) Peristiwa yang memberikan bukti atas suatu kondisi yangtelah terjadi pada akhir periode pelaporan (peristiwa setelahakhir periode pelaporan yang memerlukan penyesuaian).(b) Peristiwa yang mengindikasikan timbulnya suatu kondisisetelah akhir periode pelaporan (peristiwa setelah akhirperiode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian).PENGAKUAN DAN PENGUKURANPeristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan yangMemerlukan Penyesuaian27.3 Entitas harus membuat penyesuaian jumlah yangdiakui dalam laporan keuangan, termasuk pengungkapan yangterkait, untuk mencerminkan peristiwa setelah akhir periodepelaporan yang memerlukan penyesuaian.27.4 Contoh-contoh berikut ini adalah peristiwa setelahakhir periode pelaporan keuangan yang mengharuskan entitasuntuk menyesuaikan jumlah yang diakui dalam laporanETAP.156Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738keuangan, atau mengakui pos-pos yang yang sebelumnya tidakdiakui:(a) penyelesaian kasus pengadilan yang terjadi setelah akhirperiode pelaporan yang memutuskan entitas memilikikewajiban kini pada akhir periode pelaporan. Entitasmenyesuaikan dilakukan atas kewajiban diestimasi terkaituntuk kasus pengadilan tersebut sesuai dengan Bab 18Kewajiban Diestimasi dan Kontinjensi atau mengakuipenyisihan baru. Entitas tidak cukup hanyamengungkapkan kewajiban kontinjensi karena penyelesaiantersebut memberikan tambahan bukti yang harusdipertimbangkan sesuai dengan Bab 18.(b) penerimaan informasi setelah akhir periode pelaporan yangmengindikasikan suatu aset telah mengalami penurunannilai pada akhir periode pelaporan, atau jumlah kerugianpenurunan nilai sebelumnya yang diakui perlu disesuaikan.Misalnya:(i)kebangkrutan suatu pelanggan yang terjadi setelahakhir periode pelaporaan umumnya menegaskankerugian yang ada pada tanggal periode pelaporandan entitas perlu menyesuaikan jumlah tercatatpiutang dagang;(ii) penjualan persediaan setelah akhir periode pelaporanyang dapat memberikan bukti tentang harga jualpersediaan pada akhir periode pelaporan.(c) penentuan setelah akhir periode pelaporan atas biayaperolehan aset yang dibeli atau hasil penjualan asetsebelum akhir periode pelaporan.(d) penentuan setelah akhir periode pelaporan atas jumlahpembayaran bagi hasil atau bonus, jika entitas memilikikewajiban hukum atau kewajiban konstruktif pada akhirperiode pelaporan, dimana pembayaran tersebut sebagaiakibat dari peristiwa sebelum tanggal pelaporan (lihat Bab23 Imbalan Kerja).(e) penemuan kecurangan atau kesalahan yang menunjukkankesalahan laporan keuangan.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.157


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporan yang TidakMemerlukan Penyesuaian27.5 Entitas tidak boleh menyesuaikan jumlah yang diakuidalam laporan keuangan atas peristiwa setelah akhir periodepelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian.27.6 Contoh dari peristiwa setelah akhir periode pelaporanyang tidak memerlukan penyesuaian adalah penurunan hargapasar investasi antara akhir periode pelaporan dan tanggalpenyelesaian laporan. Penurunan harga pasar secara normaltidak berhubungan dengan kondisi investasi pada akhir periodepelaporan, tetapi menggambarkan keadaan yang timbulsetelahnya. Oleh karena itu, entitas tidak boleh melakukanpenyesuaian atas jumlah yang diakui dalam laporan keuanganuntuk investasi tersebut. Demikian halnya entitas juga tidakdiperkenankan memutakhirkan pengungkapan jumlah investasitersebut pada akhir periode pelaporan, walaupun entitasmungkin perlu membuat pengungkapan tambahan sesuaidengan paragraf 27.9.Dividen27.7 Jika entitas mengumumkan dividen kepada pemegangsaham setelah akhir periode pelaporan, maka entitas tidak bolehmengakui dividen tersebut sebagai kewajiban pada akhir periodepelaporan.PENGUNGKAPANTanggal Penyelesaian Laporan Keuangan27.8 Entitas harus mengungkapkan tanggal penyelesaianlaporan keuangan.ETAP.158Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Peristiwa Setelah Akhir Periode Pelaporaan yang TidakMemerlukan Penyesuaian27.9 Entitas harus mengungkapkan untuk setiap kategoriperistiwa setelah akhir periode pelaporan yang tidakmemerlukan penyesuaian sebagai berikut:(a) sifat dari peristiwa;(b) estimasi dampak keuangannya atau suatu pernyataanbahwa estimasi tersebut tidak dapat dilakukan.27.10 Berikut ini adalah contoh peristiwa setelah akhirperiode pelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian yangumumnya memerlukan pengungkapan:(a) pengumuman rencana untuk menghentikan suatu operasi;(b) pembelian aset utama, pelepasan atau rencana pelepasanaset utama, atau pengambilalihan aset utama olehpemerintah;(c) kerusakan pabrik produksi utama akibat kebakaran;(d) pengumuman atau implementasi awal atas restrukturisasiutama;(e) perubahan abnormal harga aset atau kurs mata uang asing;(f) menjadi pihak yang memberikan komitmen atau memilikikewajiban kontinjensi yang signifikan, misalnyamemberikan jaminan signifikan;(g) dimulainya proses tuntutan hukum yang signifikan yangsemata-mata timbul karena peristiwa yang terjadi setelahtanggal pelaporan.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.159


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738BAB 28PENGUNGKAPAN PIHAK-PIHAK YANGMEMPUNYAI HUBUNGAN ISTIMEWARUANG LINGKUP28.1 Bab ini mensyaratkan entitas untuk memberikanpengungkapan yang diperlukan dalam laporan keuangannyauntuk memberi perhatian pada kemungkinan posisi keuangandan laba atau rugi entitas telah terpengaruh oleh adanya pihakpihakyang mempunyai hubungan istimewa serta transaksi dansaldo dengan pihak-pihak tersebut.28.2 Dalam mempertimbangkan setiap kemungkinanhubungan pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa,entitas harus menilai dari substansi hubungan dan bukan sematamatadari bentuk hukum.28.3 Dalam konteks SAK ETAP, pihak-pihak berikuttidak dianggap sebagai pihak-pihak yang mempunyai hubunganistimewa:(a) dua entitas yang memiliki satu direktur atau anggotapersonel manajemen kunci secara umum, tetapi tidakmemenuhi ketentuan (d) dan (f) dalam definisi “pihak yangmempunyai hubungan istimewa” (lihat daftar istilah).(b) dua venturer karena mereka berbagi pengendalian bersamaatas joint venture.(c) pihak-pihak berikut dalam pelaksanaan urusan normaldengan entitas (meskipun pihak-pihak tersebut dapatmemengaruhi kebebasan entitas atau ikut serta dalamproses pengambilan keputusan):(i) penyandang dana;(ii) serikat dagang;(iii) entitas pelayanan umum; dan(iv) departemen dan instansi pemerintah.(d) pelanggan, pemasok, pemilik hak waralaba (franchisor),distributor atau agen umum yang mana entitas mengadakanETAP.160Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738transaksi usaha dengan volume signifikan, semata-mataberdasar atas akibat ketergantungan ekonomi.PENGUNGKAPANPengungkapan Hubungan28.4 Hubungan antara entitas induk dan entitas anakharus diungkapkan, walaupun ada atau tidak terdapat transaksiantar pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa.Pengungkapan Kompensasi Personel Manajemen Kunci28.5 Personel manajemen kunci adalah orang yangmemiliki otoritas dan tanggung jawab untuk merencanakan,mengarahkan dan mengendalikan aktivitas entitas secaralangsung atau tidak langsung, termasuk direksi. Kompensasimeliputi semua imbalan kerja (seperti yang didefinisikan di Bab23 Imbalan Kerja). Imbalan kerja termasuk semua bentukdari beban yang dibayarkan, terutang atau disediakan olehentitas atau atas nama entitas (misalnya, oleh entitas induknyaatau pemegang sahamnya) dalam pertukaran untuk jasa yangdiberikan kepada entitas. Imbalan kerja juga termasuk bebanyang dibayarkan atas nama entitas induk.28.6 Kompensasi personel manajemen kunci harusdiungkapkan secara total.Pengungkapan Transaksi Pihak yang MempunyaiHubungan Istimewa28.7 Transaksi pihak yang mempunyai hubungan istimewaadalah pengalihan sumber daya, jasa atau kewajiban antarpihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, terlepas dariharga yang dibebankan. Contoh-contoh berikut adalah transaksipihak yang mempunyai hubungan istimewa yang biasanyaterjadi, termasuk, tetapi tidak terbatas pada:(a) Transaksi antara entitas dengan pemilik utamanya.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.161


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(b) Transaksi antara entitas dengan entitas lain dimana keduaentitas tersebut di bawah pengendalian bersama dari suatuentitas atau individu.(c) Transaksi dimana entitas atau individu yang mengendalikanentitas pelapor menimbulkan beban secara langsung yangbukan ditanggung oleh entitas pelapor.28.8 Jika terdapat transaksi antara pihak-pihak yangmempunyai hubungan istimewa, maka harus diungkapkan sifatdari hubungan tersebut, juga informasi yang diperlukan tentangtransaksi dan saldonya untuk memahami dampak potensialhubungan tersebut terhadap laporan keuangan. Persyaratanpengungkapan ini merupakan tambahan persyaratanpengungkapan dalam paragraf 28.6 untuk mengungkapkankompensasi personel manajemen kunci. Sekurang-kurangnya,pengungkapan harus meliputi:(a) jumlah transaksi;(b) jumlah saldo dan:(i)syarat dan kondisinya (termasuk apakah dijamin) dansifat pembayaran yang disediakan dalampenyelesaian; dan(ii) rincian jaminan yang diberikan atau diterima;(c) penyisihan kerugian piutang tidak tertagih terkait denganjumlah saldo piutang;(d) beban yang diakui dalam periode yang berkaitan denganpiutang ragu-ragu yang jatuh tempo dari pihak-pihak yangmempunyai hubungan istimewa.Transaksi tersebut meliputi pembelian, penjualan, ataupengalihan barang atau jasa; sewa: penjaminan; danpenyelesian oleh entitas atas nama pihak yang mempunyaihubungan istimewa, dan sebaliknya.28.9 Pengungkapan yang dipersyaratkan dalam paragraf28.8 harus dibuat secara terpisah untuk setiap kategori:(a) pihak yang memiliki pengendalian, pengendalian bersamaatau pengaruh signifikan atas entitas.(b) entitas anak, joint venture, entitas asosiasi dari entitas.ETAP.162Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(c) personel manajemen kunci dari entitas dan entitas induknya(secara agregat).(d) pihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa lainnya.28.10 Contoh-contoh transaksi berikut ini harusdiungkapkan jika dilakukan dengan pihak-pihak yangmempunyai hubungan istimewa:(a) pembelian atau penjualan barang (jadi atau belum jadi);(b) pembelian atau penjualan properti dan aset lainnya;(c) pemberian atau penerimaan jasa;(d) sewa;(e) pengalihan riset dan pengembangan;(f) pengalihan dalam perjanjian lisensi;(g) pengalihan dalam perjanjian keuangan (termasuk pinjamandan kontribusi ekuitas dalam bentuk kas atau bentuklainnya);(h) ketentuan penjaminan atau agunan;(i) penyelesaian kewajiban atas nama entitas atau oleh entitas(j)atas nama pihak lain;partisipasi oleh entitas induk atau entitas anak dalamprogram manfaat pasti yang berbagi risiko antar kelompokentitas.28.11 Entitas tidak boleh menyatakan bahwa transaksipihak yang mempunyai hubungan istimewa dibuat dalam syaratyang setara dengan transaksi pertukaran antara pihak yangpaham dan berkeinginan melakukan transaksi dengan wajar,kecuali syarat tersebut dapat dibenarkan.28.12 Entitas dapat mengungkapkan hal-hal yang serupasecara agregat, kecuali diperlukan pengungkapan terpisah untukpemahaman dampak transaksi pihak yang mempunyaihubungan istimewa dalam laporan keuangan.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.163


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738BAB 29KETENTUAN TRANSISI29.1 Entitas menerapkan SAK ETAP secara retrospektif,namun jika tidak praktis, maka entitas diperkenankan untukmenerapkan SAK ETAP secara prospektif.29.2 Entitas yang menerapkan secara prospektif dansebelumnya telah menyusun laporan keuangan maka:(a) mengakui semua aset dan kewajiban yang pengakuannyadipersyaratkan dalam SAK ETAP;(b) tidak mengakui pos-pos sebagai aset atau kewajiban jikaSAK ETAP tidak mengijinkan pengakuan tersebut;(c) mereklasifikasikan pos-pos yang diakui sebagai suatu jenisaset, kewajiban atau komponen ekuitas berdasarkankerangka pelaporan sebelumnya, tetapi merupakan jenisaset, kewajiban, atau komponen ekuitas yang berbedaberdasarkan SAK ETAP;(d) menerapkan SAK ETAP dalam pengukuran seluruh asetdan kewajiban yang diakui.29.3 Kebijakan akuntansi yang digunakan oleh entitaspada saldo awal neracanya berdasarkan SAK ETAP mungkinberbeda dari yang digunakan untuk tanggal yang sama denganmenggunakan kerangka pelaporan keuangan sebelumnya. Hasilpenyesuaian yang muncul dari transaksi, kejadian atau kondisilainnyasebelum tanggal efektif SAK ETAP diakui secaralangsung pada saldo laba pada tanggal penerapan SAK ETAP.29.4 Pada tahun awal penerapan SAK ETAP, entitas yangmemenuhi persyaratan untuk menerapkan SAK ETAP dapatmenyusun laporan keuangan tidak berdasarkan SAK ETAP,tetapi berdasarkan PSAK non-ETAP sepanjang diterapkansecara konsisten. Entitas tersebut tidak diperkenankan untukkemudian menerapkan SAK ETAP ini untuk penyusunanlaporan keuangan berikutnya.ETAP.164Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP123456789101112131415161718192021222324252627282930313233343536373829.5 Entitas yang menyusun laporan keuanganberdasarkan SAK ETAP kemudian tidak memenuhipersyaratan entitas yang boleh menggunakan SAK ETAP,maka entitas tersebut tidak diperkenankan untuk menyusunlaporan keuangan berdasarkan SAK ETAP. Entitas tersebutwajib menyusun laporan keuangan berdasarkan PSAK non-ETAP dan tidak diperkenankan untuk menerapkan SAK ETAPini kembali sesuai dengan paragraf 29.4 di atas.29.6 Entitas yang sebelumnya menggunakan PSAK non-ETAP dalam menyusun laporan keuangannya dan kemudianmemenuhi persyaratan entitas yang dapat menggunakan SAKETAP, maka entitas tersebut dapat menggunakan SAK ETAPini dalam menyusun laporan keuangan. Entitas tersebutmenerapkan persyaratan dalam paragraf 29.1 – 29.3.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.165


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738BAB 30TANGGAL EFEKTIF30.1 SAK ETAP diterapkan untuk penyusunan laporankeuangan yang dimulai pada atau setelah 1 Januari 2011.Penerapan dini diperkenankan. Jika SAK ETAP diterapkandini, maka entitas harus menerapkan SAK ETAP untukpenyusunan laporan keuangan yang dimulai pada atau setelah1 Januari 2010.ETAP.166Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Daftar IstilahAktivitas investasi: Perolehan dan pelepasan aset jangkapanjang, serta investasi lain yang tidak termasuk setara kas.Aktivitas operasi: Aktivitas penghasil pendapatan utama darientitas dan aktivitas lain yang bukan merupakan aktivitasinvestasi atau pendanaan.Aktivitas pendanaan: Aktivitas yang menimbulkan perubahandalam ukuran dan komposisi setoran ekuitas dan pinjamanentitas.Akuntabilitas publik yang signifikan: Akuntabilitas terhadappihak kini atau potensial yang menyediakan sumber daya danpihak eksternal lain yang membuat keputusan ekonomi, tetapitidak dalam posisi meminta laporan secara khusus untukmemenuhi kebutuhan informasi tertentu mereka. Entitasmempunyai pertanggungjawaban terhadap publik apabila:(a) entitas telah mengajukan pernyataan pendaftaran, ataudalam proses pengajuan pernyataan pendaftaran, padaregulator pasar modal atau regulator lainnya untuk tujuanpenerbitan efek di pasar modal; atau(b) entitas menguasai aset dalam kapasitas sebagai fidusiauntuk sekelompok besar masyarakat, seperti bank,perusahaan asuransi, pialang/pedagang efek, dana pensiun,reksa dana atau bank investasi.Amortisasi: Alokasi sistematik dari jumlah yang dapatdisusutkan dari suatu aset selama umur manfaatnya.Arus kas: Arus masuk dan keluar kas atau setara kas.Aset: Sumber daya yang dikuasai oleh entitas sebagai akibatdari peristiwa masa lalu dan dari mana manfaat ekonomi dimasa depan diharapkan akan diperoleh entitas.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.167


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Aset kontinjensi: Aset potensial yang timbul dari peristiwamasa lalu dan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi atautidak terjadinya satu peristiwa atau lebih pada masa depan yangtidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas.Aset program (dari program imbalan kerja):(a) aset yang dimiliki oleh dana imbalan kerja jangka panjang;dan(b) polis asuransi yang memenuhi syarat.Aset tetap: Aset berwujud yang:(a) dimiliki untuk digunakan dalam produksi atau menyediakanbarang atau jasa, untuk disewakan kepada pihak lain, atauuntuk tujuan administratif; dan(b) diharapkan untuk digunakan selama lebih dari satu periode.Aset tidak berwujud: Aset nonmoneter yang dapatdiidentifikasikan dan tanpa mempunyai substansi fisik. Asettersebut dapat diidentifikasikan ketika aset:(a) dapat dipisahkan, yaitu dapat dipisahkan atau dipecah darientitas, dijual, dialihkan, dilisensikan, disewakan, atauditukar, baik secara individual atau bersama dengankontrak, aset, atau kewajiban yang terkait; atau(b) terjadi dari hak kontraktual atau hak hukum lain, tanpamemperhatikan apakah hak tersebut dapat dialihkan ataudapat dipisahkan dari entitas atau dari hak atau kewajibanlain.Beban: Beban (expenses) adalah penurunan manfaat ekonomiselama suatu periode akuntansi dalam bentuk arus keluar,berkurangnya aset, atau terjadinya kewajiban yangmengakibatkan penurunan ekuitas yang tidak menyangkutpembagian kepada penanam modal.Beban pajak (pajak penghasilan): Jumlah agregat yangtermasuk dalam penentuan laba atau rugi untuk periode pajakkini.ETAP.168Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Biaya pinjaman: Bunga dan biaya lainnya yang harusditanggung oleh suatu entitas sehubungan dengan peminjamandana.Catatan atas laporan keuangan: Catatan atas laporankeuangan berisi informasi tambahan terhadap pos-pos yangdisajikan dalam neraca, laporan laba rugi, laporan perubahanekuitas, dan laporan arus kas. Catatan atas laporan keuanganmemberikan uraian naratif atau pemisahan pos-pos yangdiungkapkan dalam laporan keuangan, serta informasi tentangpos-pos yang tidak memenuhi persyaratan pengakuan dalamlaporan keuangan tersebut.Cuti berimbalan yang boleh diakumulasi: Cuti berimbalanyang dapat dialihkan ke depan dan digunakan pada periodemendatang jika hak cuti periode berjalan tidak digunakanseluruhnya.Dapat dipahami: Kualitas informasi dalam suatu cara yangmembuatnya dapat dipahami oleh pemakai yang memilikipengetahuan yang memadai tentang aktivitas ekonomi danbisnis, akuntansi serta kemauan untuk mempelajari informasidengan ketekunan yang wajar.Dasar akrual: Pengaruh transaksi dan peristiwa lain diakuiketika terjadi (dan bukan pada saat kas atau setara kas diterimaatau dibayarkan), serta dicatat dalam catatan akuntansi dandilaporkan dalam laporan keuangan pada periode yang terkait.Efek: surat berharga, yaitu surat pengakuan utang, suratberharga komersial, saham, obligasi, tanda bukti utang, unitpenyertaan kontrak investasi kolektif, kontrak berjangka atasefek, dan setiap derivatif dari efek.Efek ekuitas: Efek yang menunjukkan hak kepemilikan atassuatu ekuitas, atau hak untuk memperoleh (misalnya: waran,opsi beli) atau hak untuk menjual (misalnya opsi jual) kepemilikantersebut dengan harga yang telah atau akan ditetapkan.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.169


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Efek utang: Efek yang menunjukkan hubungan hutang piutangantara kreditor dengan entitas yang menerbitkan efek.Ekuitas: Hak residual atas aset entitas setelah dikurangi semuakewajibannya.Entitas anak: Suatu entitas, termasuk suatu entitas nonkorporasiseperti persekutuan, yang dikendalikan oleh entitaslain (dikenal sebagai entitas induk).Entitas asosiasi: Suatu entitas, termasuk entitas non-korporasiseperti persekutuan, dimana investor mempunyai pengaruhsignifikan dan bukan merupakan entitas anak maupun jointventure.Entitas induk: Entitas yang mempunyai satu atau lebih entitasanak.Entitas tanpa akuntabilitas publik: Entitas tanpaakuntabilitas publik adalah entitas yang:(a) tidak memiliki akuntabilitas publik signifikan; dan(b) menerbitkan laporan keuangan untuk tujuan umum(general purpose financial statement) bagi penggunaeksternal.Imbalan kerja: Seluruh bentuk imbalan yang diberikan entitasatas jasa yang diberikan oleh pekerja.Imbalan pasca kerja: Imbalan kerja (selain pesangon PKKdan imbalan berbasis ekuitas) yang terutang setelah pekerjamenyelesaikan masa kerjanya.Imbalan yang telah menjadi hak: Hak imbalan atas suatuprogram manfaat pensiun, yang tidak bergantung pada aktifatau tidaknya pekerja pada masa depan.ETAP.170Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Joint ventures: Suatu perjanjian kontraktual antara dua pihakatau lebih untuk melaksanakan aktivitas ekonomi yangdikendalikan bersama. Joint ventures dapat dilakukan dalamberbagai bentuk pengendalian bersama operasi, aset, atauentitas.Jumlah tercatat: Jumlah dimana suatu aset atau kewajibandiakui dalam neraca.Jumlah yang dapat disusutkan: Biaya perolehan suatu aset,atau jumlah lain yang menjadi pengganti biaya perolehan,dikurangi nilai residunya.Kas: Kas (cash on hand) dan rekening giro.Keandalan: Kualitas informasi yang membuatnya bebas darikesalahan material dan pengertian yang menyesatkan, sertamenyajikan secara jujur dari yang seharusnya disajikan atausecara wajar diharapkan dapat disajikan.Kebijakan akuntansi: Prinsip, dasar, konvensi, aturan, danpraktik tertentu yang digunakan oleh entitas dalam menyusundan menyajikan laporan keuangan.Kehati-hatian: Memasukkan suatu tingkat peringatan dalammelaksanakan petimbangan yang dibutuhkan untuk membuatestimasi yang disyaratkan dalam kondisi ketidakpastian,semacam aset atau pendapatan yang tidak lebih saji dan bebanatau kewajiban yang tidak kurang saji.Kelangsungan usaha: Suatu entitas memenuhi asumsikelangsungan usaha kecuali manajemen bermaksud melikuidasiatau menutup usaha perdagangan, atau tidak memiliki alternatifyang realistik kecuali melakukan hal tersebut.Kelompok aset: Sekelompok aset yang memiliki sifat danpemakaian yang serupa dalam operasi entitas.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.171


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Kemungkinan (probable): Kemungkinan terjadi daripadatidak.Kemungkinan besar (highly probable): Secara signifikanlebih besar terjadi daripada mungkin (probable).Kerugian penurunan Nilai: Jumlah nilai tercatat suatu asetyang melebihi(a) harga jual dikurang biaya untuk menyelesaikan dan menjual,dalam hal persediaan, atau(b) nilai wajar dikurang biaya untuk menjual, dalam hal asetnon-keuangan lainnya.Kesalahan: Kelalaian dalam mencantumkan dari, dankesalahan dalam mencatat pada, laporan keuangan untuk satuatau lebih periode lalu yang timbul dari kegagalan penggunaan,atau kesalahan penggunaan dari, informasi yang dapatdiandalkan yang:(a) tersedia ketika laporan keuangan untuk periode tersebutdiselesaikan; dan(b) dapat diekspektasikan secara wajar untuk diperoleh dandimasukkan dalam penyusunan dan penyajian laporankeuangan.Keuntungan: Kenaikan manfaat ekonomi yang memenuhidefinisi penghasilan tetapi bukan pendapatan.Kewajiban: Kewajiban (obligation) kini entitas yang timbuldari peristiwa lalu, penyelesaiannya diharapkan mengakibatkanarus keluar dari sumber daya entitas yang mengandung manfaatekonomi.Kewajiban diestimasi: Kewajiban yang waktu ataujumlahnya belum pasti.Kewajiban imbalan pasti: Nilai kini dari kewajiban imbalanpasti pada tanggal pelaporan dikurang nilai wajar aset programETAP.172Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738pada tanggal pelaporan (jika ada) yang akan digunakan untukmenyelesaikan kewajiban secara langsung.Kewajiban konstruktif: Kewajiban yang timbul dari tindakanentitas yang dalam hal ini: adalah kewajiban yang timbul daritindakan perusahaan yang dalam hal ini:(a) berdasarkan praktik baku masa lalu, kebijakan yang telahdipublikasi atau pernyataan baru yang cukup spesifik,entitas telah memberikan indikasi kepada pihak lain bahwaentitas akan menerima tanggung jawab tertentu; dan(b) akibatnya, perusahaan telah menimbulkan ekspektasi kuatdan sah kepada pihak lain bahwa entitas akanmelaksanakan tanggung jawab tersebut.Kewajiban kontinjensi:(a) Kewajiban potensial yang timbul dari peristiwa masa laludan keberadaannya menjadi pasti dengan terjadi atau tidakterjadinya satu peristiwa atau lebih pada masa depan yangtidak sepenuhnya berada dalam kendali entitas; atau(b) Kewajiban kini yang timbul sebagai akibat peristiwa masalalu, tetapi tidak diakui karena:(i) tidak terdapat kemungkinan besar (not probable)entitas mengeluarkan sumber daya yang mengandungmanfaat ekonomis untuk menyelesaikan(ii)kewajibannya; ataujumlah kewajiban tersebut tidak dapat diukur secaraandal.Kinerja: Hubungan antara penghasilan dan beban suatu entitas,sebagaimana dilaporkan dalam laporan laba rugi.Kontrak konstruksi: Suatu kontrak yang dinegosiasikansecara khusus untuk konstruksi suatu aset atau kombinasi asetyang berhubungan secara erat atau saling tergantung dalamhal desain, teknologi, dan fungsi, atau tujuan atau pemakaian.Laba: Jumlah residual yang tersisa setelah beban dikurangkandari penghasilan.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.173


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Laporan arus kas: Laporan keuangan yang menyajikaninformasi mengenai perubahan kas dan setara kas entitasselama periode tertentu, menunjukkan secara terpisahperubahan dalam periode tersebut dari aktivitas operasi,investasi, dan pendanaan.Laporan keuangan: Laporan yang menggambarkan posisikeuangan, kinerja keuangan, dan arus kas entitas.Laporan keuangan untuk tujuan umum: Laporan keuanganyang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan bersama sebagianbesar pengguna laporan keuangan, misalnya, pemegang saham,kreditor, pekerja, dan masyarakat dalam arti luas.Laporan laba rugi: Laporan keuangan yang menyajikaninformasi mengenai kinerja entitas selama satu periode, yaituhubungan penghasilan dengan beban.Laporan laba rugi dan saldo laba: Laporan keuangan yangmenyajikan laba atau rugi dan perubahan saldo laba untuk suatuperiode.Laporan perubahan ekuitas: Laporan keuangan yangmenyajikan laba atau rugi untuk suatu periode, pos penghasilandan beban yang diakui secara langsung dalam ekuitas padaperiode, dampak perubahan kebijakan akuntansi dan koreksikesalahan pada periode, dan (tergantung format laporanperubahan ekuitas yang dipilih entitas) jumlah transaksi denganpemilik dalam kapasitas sebagai pemilik selama periode.Mata uang fungsional: Mata uang utama dalam arti substansiekonomi, yaitu mata uang utama yang dicerminkan dalamkegiatan operasi entitas.Mata uang pelaporan: Mata uang yang digunakan dalammenyajikan laporan keuangan.ETAP.174Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Mata uang pencatatan: Mata uang yang digunakan olehentitas untuk membukukan transaksi.Mata uang penyajian: Mata uang yang digunakan dalampenyajian laporan keuangan.Material: Kelalaian untuk mencantumkan (omissions) ataukesalahan dalam mencatat (misstatement) informasi dipandangmaterial jika hal tersebut dapat, secara individual atau kolektif,mempengaruhi keputusan ekonomi pengguna yang diambil atasdasar laporan keuangan. Materialitas tergantung pada besardan sifat kelalaian dalam mencantumkan (omission) ataukesalahan dalam mencatat (misstatement) dinilai sesuai dengansituasi yang ada di sekitarnya. Besar dan sifat informasi, ataugabungan keduanya, dapat menjadi faktor penentu.Neraca: Laporan keuangan yang menyajikan hubungan aset,kewajiban dan ekuitas entitas pada waktu tertentu.Nilai kini: Estimasi kini dari nilai diskonto kini atas arus kasneto masa depan dalam kegiatan usaha normal.Nilai kini kewajiban imbalan pasti: Nilai kini, tanpa dikurangaset program, ekspektasi pembayaran masa depan yangdiperlukan untuk menyelesaikan kewajiban yang terjadi darijasa pekerja pada periode berjalan dan periode lalu.Nilai residu: Jumlah yang diperkirakan akan diperoleh saatini oleh entitas dari pelepasan aset, setelah dikurangi taksiranbiaya pelepasan, jika aset tersebut telah mencapai umur dankondisi yang diharapkan, pada akhir umur manfaatnya.Nilai wajar: Jumlah dimana suatu aset dapat dipertukarkan,suatu kewajiban diselesaikan, atau suatu instrumen ekuitas dapatdipertukarkan, antara pihak yang memahami dan berkeinginanuntuk melakukan transaksi wajar.Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.175


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Pajak penghasilan: Seluruh pajak domestik dan asing yangdidasarkan pada laba kena pajak. Pajak penghasilan jugatermasuk pajak-pajak, seperti pajak yang dipotong dan dipungut(witholding taxes), yang terutang oleh entitas anak, entitasasosiasi atau joint ventures atas distribusi kepada entitaspelapor.Pendapatan: Arus masuk bruto dari manfaat ekonomi yangtimbul dari aktivitas normal entitas selama suatu periode ketikaarus masuk itu mengakibatkan kenaikan ekuitas, yang tidakberasal dari kontribusi penanam modal.Penerapan prospektif : Penerapan kebijakan akuntansi baruuntuk transaksi, peristiwa, dan kondisi lain yang terjadi setelahtanggal kebijakan tersebut diubah.Penerapan retrospektif: Penerapan suatu kebijakanakuntansi yang baru untuk transaksi, peristiwa dan kondisi lainseolah-olah kebijakan tersebut telah digunakan sebelumnya.Pengakuan: Proses pemasukan dalam neraca atau laporanlaba rugi terhadap seluruh pos yang sesuai definisi unsur danmemenuhi kriteria sebagai berikut:(a) besar kemungkinan manfaat ekonomi yang terkait denganpos tersebut akan mengalir dari atau ke entitas; dan(b) pos tersebut memiliki biaya atau nilai yang dapat diukurdengan andal.Pengembangan: Penerapan temuan riset atau pengetahuanlain pada suatu rencana atau rancangan produksi bahan baku,alat, produk, proses, sistem, atau jasa yang sifatnya baru atauyang mengalami perbaikan yang substansial, sebelumdimulainya produksi komersial atau pemakaian.Pengendalian: Kemampuan untuk mengatur kebijakankeuangan dan operasi dari suatu entitas untuk mendapatkanmanfaat dari kegiatan entitas tersebut.ETAP.176Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738Pengendalian bersama: Pembagian kendali atas suatuaktivitas ekonomi yang disetujui secara kontraktual. Hal initerjadi hanya ketika keputusan keuangan dan operasi stratejikyang terkait dengan aktivitas tersebut mensyaratkan persetujuanbulat pihak-pihak berbagi pengendalian (venturer).Pengendalian bersama entitas: Suatu joint venture yangmelibatkan pendirian dari korporasi, persekutuan, atau entitaslain dimana setiap venturer mempunyai kepemilikan. Entitastersebut beroperasi dalam cara yang sama dengan entitas lain,kecuali adanya suatu perjanjian kontraktual antar venturer untukmembentuk pengendalian bersama atas aktivitas ekonomientitas tersebut.Penghasilan: Kenaikan manfaat ekonomi selama suatuperiode akuntansi dalam bentuk pemasukan atau penambahanaset, atau penurunan kewajiban, yang mengakibatkan kenaikanekuitas yang tidak berasal dari kontribusi penanam modal.Penghentian pengakuan: Pengeluaran dari neraca entitassuatu aset atau kewajiban yang sebelumnya diakui.Pengukuran: Proses penentuan jumlah moneter dimanaunsur-unsur laporan keuangan diakui dan dimasukkan padaneraca dan laporan laba rugi.Penyajian wajar: Penyajian yang jujur dari pengaruh transaksi,peristiwa dan kondisi lain yang memenuhi definisi dan kriteriapengakuan untuk aset, kewajiban dan beban.Penyusutan: Alokasi sistematis dari jumlah yang dapatdisusutkan dari suatu aset selama umur manfaatnya.Periode pelaporan: Periode yang tercakup oleh laporankeuangan atau laporan keuangan interim.Peristiwa setelah akhir periode pelaporan: Peristiwaperistiwa,baik menguntungkan maupun tidak menguntungkan,Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.177


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738yang terjadi setelah akhir periode pelaporan sampai dengantanggal penyelesaian laporan keuangan. Ada dua jenis peristiwasetelah akhir periode pelaporan, yaitu:(a) Peristiwa yang memberikan bukti atas suatu kondisi yangtelah terjadi pada akhir periode pelaporan (peristiwa setelahakhir periode pelaporan yang memerlukan penyesuaian).(b) Peristiwa yang mengindikasikan timbulnya suatu kondisisetelah akhir periode pelaporan (peristiwa setelah akhir periodepelaporan yang tidak memerlukan penyesuaian).Persediaan: Aset:(a) yang tersedia untuk dijual dalam kegiatan usaha biasa;(b) dalam proses produksi untuk penjualan semacan itu; atau(c) dalam bentuk bahan atau perlengkapan untuk digunakandalam proses produksi atau pemberian jasa.Perubahan estimasi akuntansi: Penyesuaian jumlah tercatatdari suatu aset atau kewajiban, atau jumlah pemakaian periodikdari suatu aset, sebagai hasil dari penilaian atas status kini dari,dan ekspektasi manfaat dan kewajiban masa depan yang terkaitdengan, aset dan kewajiban. Perubahan estimasi akuntansisebagai hasil dari adanya informasi atau perkembangan barudan, sehubungan dengan itu, bukan merupakan koreksikesalahan.Pesangon pemutusan kontrak kerja: Imbalan kerja terutangsebagai hasil dari:(a) keputusan entitas untuk memberhentikan seseorangsebelum tanggal pensiun normal; atau(b) keputusan entitas memutuskan menyediakan pesangonbagi pekerja yang menerima penawaran mengundurkandiri secara sukarela.Pihak yang mempunyai hubungan istimewa: Suatu pihakmempunyai hubungan istimewa dengan entitas jika:(a) secara langsung, atau tidak langsung melalui satu atau lebihperantara, pihak tersebut:ETAP.178Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738(i) mengendalikan, dikendalikan oleh, atau berada dibawah pengendalian bersama dengan, entitas(termasuk entitas induk, entitas anak, dan fellowsubsidiaries);(ii) memiliki kepemilikan di entitas yang memberikanpengaruh signifikan atas entitas; atau(iii) memiliki pengendalian bersama atas entitas;(b) pihak tersebut adalah entitas asosiasi dari entitas;(c) pihak tersebut adalah joint ventures dimana entitastersebut merupakan venturer;(d) pihak tersebut adalah personel manajemen kunci entitasatau entitas induknya;(e) pihak tersebut adalah keluarga dekat dari setiap orang yangdiuraikan dalam (a) atau (d);(f) pihak tersebut adalah entitas yang dikendalikan,dikendalikan bersama atau dipengaruhi secara signifikanoleh, atau memiliki hak suara secara signifikan, secaralangsung atau tidak langsung, setiap orang yang diuraikandalam (d) atau (e); atau(g) pihak tersebut adalah program imbalan pasca kerja untukimbalan pekerja entitas, atau setiap entitas yangmempunyai hubungan istimewa dengan entitas tersebut.Posisi keuangan: Hubungan aset, kewajiban, dan ekuitasentitas yang dilaporkan dalam neraca.Program imbalan pasca kerja: Pengaturan formal atauinformal dimana entitas memberikan imbalan pascakerja bagisatu atau lebih pekerja.Program imbalan pasti: Program imbalan pasca-kerja yangbukan merupakan program iuran pasti.Program iuran pasti: Program imbalan pasca-kerja dimanaentitas membayar sejumlah iuran tertentu kepada suatu entitasterpisah (dana), sehingga entitas tidak memiliki kewajiban hukumatau kewajiban konstruktif untuk membayar iuran lebih lanjutatau pembayaran manfaat langsung jika dana tidak memilikiHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.179


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738aset yang cukup untuk membayar seluruh imbalan pasca kerjasebagai imbalan atas jasa yang diberikan pekerja pada periodeberjalan dan lalu.Program multi-pemberi-kerja: Program iuran pasti atauprogram imbalan pasti (selain program jaminan sosial nasional)yang:(a) menyatukan aset yang dikontribusi dari beberapa entitasyang tidak berada di bawah pengendalian yang sama; dan(b) menggunakan aset tersebut untuk memberikan imbalankepada para pekerja yang berasal lebih dari satu entitas,berdasarkan tingkat iuran dan imbalan yang ditentukantanpa memperhatikan identitas entitas yangmempekerjakan pekerjanya.Properti investasi: Properti (tanah atau bangunan, bagianbangunan, atau keduanya) yang dikuasai (oleh pemilik ataulessee melalui sewa pembiayaan) untuk menghasilkan sewa,kenaikan nilai, keduanya, dan tidak untuk:(a) digunakan dalam produksi atau penyediaan barang ataujasa, atau tujuan administratif; atau(b) dijual dalam kegiatan usaha biasa.Relevan: Kualitas informasi yang dapat mempengaruhikeputusan ekonomi pemakai dengan membantu merekamengevaluasi peristiwa lalu, kini atau mendatang, ataumenegaskan atau mengkoreksi evaluasi lalu.Riset: Penelitian orisinal dan terencana yang dilaksanakandengan harapan memperoleh ilmu atau pengetahuan danpemahaman teknis yang baru.Setara kas: Investasi jangka pendek, bersifat sangat likuidyang siap diubah menjadi kas dalam jumlah yang telah diketahuidengan risiko yang tidak signifikan atas perubahan nilai.Sewa: Suatu perjanjian dimana lessor memberikan hak kepadalessee untuk menggunakan suatu aset selama periode waktuETAP.180Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738yang disepakati. Sebagai imbalannya, lessee melakukanpembayaran atau serangkaian pembayaran kepada lessor.Sewa operasi: Sewa yang tidak mengalihkan secarasubstansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengankepemilikan suatu aset. Sewa selain sewa operasi adalah sewapembiayaan.Sewa pembiayaan: Sewa yang mengalihkan secarasubstansial seluruh risiko dan manfaat yang terkait dengankepemilikan suatu aset. Hak milik pada akhirnya dapat dialihkan,dapat juga tidak dialihkan. Sewa selain sewa pembiayaanadalah sewa operasi.Tanggal pelaporan:. Akhir dari periode terakhir yang tercakupoleh laporan keuangan atau laporan keuangan interim.Tepat waktu: Penyediaan informasi dalam laporan keuangandalam batasan waktu keputusan.Tidak praktis: Penerapan suatu persyaratan dinyatakan tidakpraktis ketika entitas tidak bisa menerapkan hal tersebut setelahmelakukan setiap usaha yang wajar.Tingkat bunga tersirat: Untuk lebih jelas dapat ditentukansalah satu dari:(a) tingkat bunga yang berlaku bagi instrumen yang serupadari penerbit dengan penilaian kredit yang serupa; atau(b) suatu tingkat bunga yang mendiskonto nilai nominalinstrumen ke harga jual tunai kini dari barang atau jasa.Transaksi pihak yang mempunyai hubungan istimewa:Suatu pengalihan sumber daya, jasa, atau kewajiban antarapihak-pihak yang mempunyai hubungan istimewa, tanpamemperhatikan apakah suatu harga dibebankan.Tujuan laporan keuangan: Untuk menyediakan informasitentang posisi keuangan, kinerja, dan arus kas entitas yangHak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIAETAP.181


Entitas tanpa Akuntabilitas PublikSAK ETAP1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738bermanfaat untuk pengambilan keputusan ekonomi olehsejumlah besar pengguna dimana tidak dalam posisi memintalaporan secara khusus untuk memenuhi kebutuhan informasitertentu yang mereka butuhkan.Umur manfaat: Periode selama suatu aset diharapkan tersediauntuk digunakan oleh entitas atau jumlah produksi atau unitserupa yang diekspektasikan akan diperoleh dari aset.Unsur laporan keuangan: Kelompok yang luas dari pengaruhkeuangan transaksi dan peristiwa dan kondisi lain.(a) Unsur-unsur yang terkait secara langsung denganpengukuran posisi keuangan yaitu aset, kewajiban, danekuitas.(b) Unsur-unsur yang terkait secara langsung denganpengukuran kinerja, yaitu penghasilan dan beban.ETAP.182Hak Cipta © 2009 IKATAN AKUNTAN INDONESIA

More magazines by this user
Similar magazines