muhammad-natsir-dai-pemandu-umat

pbbsibolga.files.wordpress.com
  • No tags were found...

muhammad-natsir-dai-pemandu-umat

WARISANTOKOHMohamad NatsirDa’i Pemandu Umatohamad Natsir Datuk Sinaro Panjang, dilahirkanMpada tanggal 17 Juli 1908 di di kampung JambatanBaukia, Alahan Panjang, Kabupaten SolokProvinsi Sumatera Barat. Ia merupakan anakketiga dari empat bersaudara.Ayahnya bernama Idris Sutan Saripado, seorang jurutuliskontrolir di masa pemerintahan Belanda.Ibunya bernama Khadijah yang dikenal ta’at memegang nilainilaiajaran Islam.Pada tahun 1934, ia mempersunting Puti Nur Nahar (lahir diBukittinggi, pada tanggal 28 Mei 1905, dan wafat di Jakartapada 22 Juli 1991), yang pada mula bertemu dengan pakNatsir adalah salah seorang guru Taman Kanak-Kanakbersubsidi "Arjuna" Bandung dan aktifis JIB. Dariperkawinannya, ia dikarunia 6 orang anak, yakni SitiMukhlisah (1936), Abu Hanifah (1937), Asma Faridah (1939),Hasnah Faizah (1941), Aisyatul Asriyah (1942), dan AhmadFauzi (1944).Sebagai seorang pegawai bawahan, ayahnya sering berpindahtugas dari satu daerah ke daerah lain. Semula ditugaskan diAlahan Panjang, kemudian dipercaya menjadi asisten demangdi Bonjol, menjadi juru tulis kontrolir di Maninjau, laludimutasikan sebagai sipir di Bekeru Sulawesi Selatan.Pesan-Pesan Dakwah Mohamad Natsir 1


DR. MOHAMADDR. MOHAMAD NATSIRMenjelang pensiun, ayahnya dikembalikan lagi ke tempattugas semula di Alahan Panjang. Kondisi kehidupan orangtuanya yang sering berpindah tugas, ikut mempengaruhi latarbelakang pendidikan Mohamad Natsir.Pada awalnya ia belajar pada Sekolah Rakyat diManinjau yang memakai bahasa Melayu sebagai bahasapengantar.Ketika ayahnya dipindahkan ke Bekeru, ia tinggal bersamapaman dan Eteknya Rahim di Padang. Tidak diterima HISpemerintah, ia masih beruntung dapat mengikutipendidikan formal di HIS (Hollandsch Inlandschs School)Adabiah, suatu sekolah swasta yang dikelola Haji AbdullahAhmad dengan sistem pendidikan yang mengacu padasokolah Belanda yang dilengkapi dengan pelajaran agamaIslam.Lima bulan berselang, ketika di daerah Solok dibuka HISNegeri, Natsir dipindahkan orang tuanya ke HIS yang barutersebut dan dititipkan pada Haji Musa seorang saudagaryang cukup terkenal di daerah Solok. Pada waktu ini, iatidak hanya belajar di lembaga pendidikan formal. Padasore hari, ia juga mengikuti pendidikan untuk mendalamipengetahuan agama di Madrasah Diniyah dan pada malamharinya belajar mengaji al-Qur'an di Surau. Disurau ituMohamad Natsir mulai mempelajari bahasa Arab. Tigatahun lamanya ia belajar di daerah Solok. Setelah itu, iapindah ke HIS Padang.Ketika menamatkan pendidikan di HIS Padang, ia berhasilmeraih prestasi yang istimewa sehingga ia diberi2Dakwah Komprehensif


WARISANTOKOHkesempatan untuk melanjutkan pendidikan ke jenjang yanglebih tinggi, yakni MULO (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs)dengan mendapatkan beasiswa dari pemerintah Belanda. Disekolah tersebut, ia belajar bersama sama dalam satukelas dengan murid-murid keturunan Belanda.Berangkat dari ketekunannya dalam belajar, akhirnyaberhasil merampungkan pendidikannya di MULO Padangdengan prestasi yang memuaskan sehingga ia kembalimendapatkan beasiswa dari pemerintah Belanda.Bea siswa yang diberikan kepada Natsir untuk melanjutkanpendidikan ke AMS (Algemeene Midel school) di Bandung,yakni pendidikan setara SMU untuk jurusan Sastra BaratKelasik. Di usianya yang 19 tahun itu ia tinggal di rumahLatifah, eteknya di kota Bandung. Di sekolah ini di sampingbelajar Bahasa Belanda ia belajar Bahasa Latin danKebudyaan Yunani. Di kelas 2 AMS ia sudah sanggupmeneliti dan menganalisa "Pengaruh Penanaman Tebu danPabrik Gula Bagi Rakyat di Pulau Jawa" dan beranimemaparkannya di depan kelas. Menurut Natsir pengaruhitu negatif.Sebagai seorang yang pernah hidup dalam suasana tradisireligius yang demikian kuat, ia menilai bahwa polapendidikan yang diterapkan penjajah Belanda tidak sesuaidengan harapannya sebagai pribadi muslim.Pendidikan1916-1923 Holland Inlandsche School di Solok/Padang,Madrasah Diniyah di Solok di sore hari.Pesan-Pesan Dakwah Mohamad Natsir 3


DR. MOHAMADMNATSIRbersama-sama menemui Haji Agus Salim 2untuk konsultasi, diskusi menimba ilmu.Disini pula ia bertemu dengan Nur Nahar,aktifis pandu puteri "Natipij" yangkemudian dinikahinya di Bandung pada 20Oktober 1934 dan menjadi temanpendamping hidup beliau dan perjuanganbeliau sampai akhir hayatnya). 31932-1942 Direktur Pendidikan Islam (Pendis)Bandung.1940-1942 Anggota Dewan Kabupaten Bandung.1942-1945 Kepala Biro Pendidikan KotamadyaBandung (Bandung Syiakusyo).1945-1946 Anggota Badan Pekerja KNIP.1946-1949 Menteri Penerangan RI untuk tiga kabinet.Kiprah politiknya semakin menanjak ketika tampil menjadianggota Komite Nasional Indonesia Pusat tahun 1945-1946.Pada tahun 1948 ditunjuk menjadi Menteri PeneranganRepublik Indonesia.Prestasi spektakuler Natsir terekam dalam sejarah. KetikaIndonesia menjadi negara serikat sebagai produk dari KMB(Komperensi Meja Bundar), melalui sidang RIS tahun 1950,Natsir tampil dengan melontarkan statemennya yangdikenal dengan "Mosi Integral Natsir".Implikasi dari mosi itu, Indonesia yang sudah terpecahkedalam 17 negara bagian dapat bersatu kembali ke dalamNegara Kesatuan Republik Indonesia.6Dakwah Komprehensif


WARISANTOKOHAtas jasanya ini, Soekarno mengangkatnya sebagai PerdanaMenteri RI. Kedudukan ini merupakan karier politiktertinggi yang pernah dicapainya.Pada saat itu, usianya baru 42 tahun.1946-1950 Mohamad Natsir menjabat Ketua UmumPartai Masyumi, Selaku Ketua FraksiMasyumi dalam DPR-RIS.Pada 3 April 1950, ia mengajukan mosidalam Parlemen RIS, untuk mendorong RIyang tadinya telah terpecah-belah menjadi17 negara bagian BFO, sehinggamemungkinkan utuhnya kembali NegaraKesatuan Republik Indonesia yangwilayahnya membentang dari Sabanghingga Merauke. Mosi ini oleh sejarahbangsa kemudian dikenal dengan MosiIntegral Natsir dan kawan-kawan, yangditerima secara aklamasi oleh DPR-RIS.1950 - 1951 Mohamad Natsir ditunjuk menjadi PerdanaMenteri RI pertama setelah RI kembalimenjadi Negara Kesatuan.Dalam menjalankan roda pemerintahan, Natsir menghadapiberbagai tekanan.Diantara yang menonjol masa kabinet Mohamad Natsir,seperti masalah persenjataan yang masih ada di tangansukarelawan dari berbagai ideologi pasca perjuangan pisik.Pesan-Pesan Dakwah Mohamad Natsir 7


DR. MOHAMADDR. MOHAMAD NATSIRMereka antara lain Darul Islam, PKI, gerombolan MMC(Merapi Merbabu Compleks), dan Laskar Harimau Liar.Masalah lainnya adalah persoalan otonomi Aceh dan sikapPNI yang tidak bersahabat. Sikap PNI yang demikian, disebabkan sakit hati karena tidak masuk pada kabinet yang didirikannya dan perbedaan pendapat antara Soekarno danNatsir tentang persoalan Irian Barat. Soekarno inginmengambil Irian Barat secara paksa, dan Natsir konsistenmelaksanakan keterikatan diplomatik perjanjian KMB.Perbedaan pendapat ini menjadikan Soekarno merasa hargadirinya sebagai presiden diremehkan. Kemudian, Soekarnotidak memberi kesempatan lagi kepada Natsir untukmembuktikan kemampuan dalam memimpin kabinet yangdibentuknya. Akibat berbagai kepungan psikologis yangdilakukan PNI, PKI, dan Soekarno, akhirnya Kabinet Natsirjatuh dalam usia 7 bulan.Memang ada berbeda pendapat antara Natsir dan Soekarno.Natsir selalu berusaha menjaga jarak dengan Soekarno,sambil tetap memimpin fraksi Masyumi di Parlemen 1950-1958 dan anggota Konstituante 1956-1958.1952 Melakukan kunjungan ke beberapa negaradi Timur Tengah, sebagai Pemimpin PartaiMasyumi setelah meletakkan jabatansebagai Perdana Menteri RIS.1950-1958 Anggota Parlemen RI dari Fraksi Masyumi.1956 Memimpin Sidang Muktamar Alam Islamiyang berlangsung di Damascus Syria dalammembahas agresi Israel ke Palestina.8Dakwah Komprehensif


WARISANTOKOHPada tahun itu juga mengerahkansolidaritas masyarakat Indonesia untukmembantu perjuangan kemerdekaan diAfrika Utara.1956-1958 Anggota Konstituante RI.Januari 1957Menerima bintang Nichan Istikhar (GrandGordon) dari Presiden Tunisia, Lamine Beyatas jasa-jasa Beliau dalam membantuperjuangan kemerdekaan rakyat AfrikaUtara.1958-1960 Anggota PRRI.Perbedaan kembali memuncak ketika secara sepihak, mulaiberlaku Demokrasi Terpimpin. Soekarno “menguburkan”semua partai yang ada. Natsir melihat sikap ini merupakanbias dari gelagat PKI untuk mengendalikan semua partai.Menyikapi hal yang demikian Natsir bersikap oposisisehingga pada akhirnya ia terpaksa bergabung ke dalamPRRI (Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia)bersama dengan Syafroeddin Prawiranegara 4 yang berpusat diSumatera Barat. Pada tanggal 17 Agustus 1959, Soekarnosecara sepihak membubarkan Masyumi dan memaklumkanpengampunan pada Natsir dan kawan-kawan. Maklumat inimerupakan jebakan Soekarno untuk menangkap Natsir dankawan-kawan atas tuduhan terlibat PemberontakanRevolusioner Republik Indonesia (PRRI) dan Permesta.Ada beberapa alasan yang memicu munculnya PRRI.Pertama, Pemerintahan Pusat di bawah Perdana MenteriDjuanda dipandang tidak sah karena pembentukannyadilakukan oleh Presiden dan dianggap telah menyimpangPesan-Pesan Dakwah Mohamad Natsir 9


DR. MOHAMADDR. MOHAMAD NATSIRdari konstitusi. Kedua, Sikap dan kebijakan pemerintah pusatyang terkesan sangat toleran dengan Komunis. Ketiga,Pembangunan terkesan hanya dipusatkan di pulau Jawa danmengabaikan daerah-daerah lainnya di Indonesia.Mohamad Natsir baru kembali setelah pemerintah RImengeluarkan amnesti dan abolisi pada tahun 1961.Kemudian, Natsir diasingkan ke Batu Malang, Jawa Timur(1960-1962) dan menjadi “tahanan politik” di RumahTahanan Militer (RTM) Keagungan Jakarta (1962-1966).1962 - 1964 Dikarantina di Batu (Jawa Timur) olehOrde Lama.1964 - 1966 Ditahan di RTM/Keagungan Jakarta.Juli 1966Dibebaskan tanpa pengadilan, setelah OrdeLama ditumbangkan oleh massa dankesatuan-kesatuan aksi.Pada tanggal 1 Juli 1966, Natsir akhirnya dibebaskan tanpamelalui proses pengadilan. Dengan demikian kesalahanyang dituduhkan padanya tidak pernah dapat dibuktikansecara hukum.Pergantian orde lama ke orde baru bagi Mohamad Natsirtidak banyak maknanya dalam politik. Hakikatnya secarapolitik Mohamad Natsir masih terbelenggu. Meskipunbegitu, kecintaan beliau kepada negara kesatuan republikdan bangsa Indonesia yang ikut diperjuangkan beliau sejakmasa remaja tidak pernah berkurang.Secara fisik semasa Soekarno berkuasa, Mohamad Natsirdikarantina dibalik terali di Batu Malang dan di RTM Jakarta10Dakwah Komprehensif


WARISANTOKOHdan baru bebas secara fisik dari penjara dimasa Soehartomulai berkuasa. Namun pada masa orde baru itu, beliausenyatanya masih terkarantina dalam makna politik karenatidak boleh berpolitik praktis.Di awal masa kekuasaan orde baru itu, Mohamad Natsirpernah diminta bantuan oleh Soeharto untuk memulihkanhubungan Indonesia dan Malaysia.Ketika itu, beliau menulis surat khusus yang dialamatkankepada YAB. Tengku Abdul Rahman, perdana menteriMalaysia masa itu. Surat tersebut dibawa oleh Ali Moertopo.Hasilnya adalah, konfrontasi kedua negara yang telah ada dimasa Soekarno mulai mencair kembali. Begitu pula halnya,ketika pemerintah Soeharto kesulitan dalam memintabantuan modal asing, Mohamad Natsir kembali berinisiatifmemuluskan bantuan Jepang serta beberapa negara TimurTengah untuk keperluan pembangunan Indonesia. Di masaorde baru itu, partai Masyumi tidak dapat direhabilitasi.Ketika itu, Natsir memilih medan dakwah.Pesan-Pesan Dakwah Mohamad Natsir 11


DR. MOHAMADMNATSIRBapak Mohamad Natsir, didampingi Umi Nur Nahar serta sebagian anakcucu,bersama Umi Fatimah Ismail (istri Buya Datuk Palimo Kayo), sertaibu-ibu muslimah badan penyantun RSI Ibnu Sina dan pembina anakyatim Budi Mulia di Sumatera Barat (Dok.HMA)Setelah pemerintahan Orde Baru berkuasa, Mohamad Natsirdibebaskan dan semenjak itu ia tidak pernah lagi melibatkandiri secara langsung dalam kegiatan politik praktis.Dalam usia tua, ia memilih wadah perjuangan melaluiaktivitas dakwah Islamiah, yakni melalui organisasi yangdidirikan dan dipimpinnya sendiri bernama Dewan Da’wahIslamiyah Indonesia berkedudukan di Jakarta.Sebagai seorang tokoh, pengaruh dan pemikirannya terlihatmasih diperlukan umat, baik didalam negeri maupun didunia internsional.12Dakwah Komprehensif


Pebruari1967WARISANTOKOHBersama dengan para Ulama dan zuamadengan bertempat di Masjid AlMunawarah Kp. Bali Tanah Abang Jakartamembentuk Yayasan Dewan Da’wahIslamiyah Indonesia. Dan sejak tahun itudiangkat menjadi Ketua Dewan Da’wahyang dijabat beliau sampai akhir hayatnya.1967 Vice President World Muslim Congress(Markas di Karachi) Pakistan.Selama tahun1967, sangat menonjol kunjungankunjunganke Timur Tengah atas undanganpemerintah dari negara tersebut.1967 Beliau menggerakkan SolidaritasIslam untuk pembebasan Masjidil Aqshadan Pembebasan Muslim Palestina.Dalam dunia internasional karirnya masih sempat melejitdengan dipercaya memegang beberapa organisasi IslamInternasional.Di antaranya pada tahun 1967, ia menjadi wakil PresidenMuktamar Alam Islami yang bermakas di Karachi (Pakistan)dan anggota Liga Muslim Dunia yang bermarkas di Makkah.Pada tahun 1972, ia diangkat menjadi anggota KehormatanMajelis Ta'sisi Rabithah al-Alam Islami yang berkedudukan diMekah Saudi Arabia.1969 Anggota Muslim World League (RabithahAlam Islamy) berkedudukan di Makkah alMukarramah, sebagai anggota MajlisTa'sisi (Pendiri) dari Badan IslamPesan-Pesan Dakwah Mohamad Natsir 13


DR. MOHAMADMNATSIRInternasional yang bergengsi ini.1976 Anggota Majlis A'la Al-Alamy lil Masajid(Dewan Mesjid Sedunia) yang bermarkas diMakkah al Mukarramah bersama-samadengan Sheikh Harakan dan SheikhAbdullah bin Baz.Dengan wawasan politik dan agama yang luas, mengantarkanNatsir untuk memimpin sidang Muktamar Alam Islami diDamaskus pada tahun 1957, bersama syekh Maulana Abul A’la al-Maududi (Lahore) dan Hasan al-Nadawi (Lucknow).Pebruari1980Mohamad Natsir menerima PenghargaanJaa-izatul Malik Faishal al-Alamiyah dibidang pengkhidmatan kepada Islamselama tahun 1400 Hijriyah, dari "KingFeisal Foundation", Riyadh. Penghargaanyang sama juga diterima oleh Sheik AbulHasan an-Nadwi.Atas jasa-jasanya dalam memimpin organisasi dimaksud,maka pada tahun 1980 Kerajaan Arab Saudi memberikanpenghargaan “Faisal Award” sebagai penghormatan atasjasa dan pengabdianya pada Islam.Tokoh yang tidak pernah absen dalam sejarah ini telahmemberi warna tersendiri dalam dunia perpolitikan dinegara iklim tropis ini.14Dakwah Komprehensif


WARISANTOKOH1970 Ketua Badan Penasehat Yayasan PesantrenPertanian Darul Fallah, Ciampea Bogor.Meskipun tidak melibatkan diri dalam politik praktis, namunia masih aktif menuangkan pemikiran dalam memberikankontribusi menciptakan atmosfir politik yang lebih kondusif.5 Mei 1980 Menandatangani Petisi 50, yang kemudianharus menerima pencekalan selamapemerintah Suharto dimasa Orde Baru.Mohamad Natsir ikut menandatangani "PernyataanKeprihatinan" yang belakangan lebih populer disebut denganPetisi-50. Adapun yang mendorongnya melakukan"Pernyataan Keprihatinan" merupakan salah satu buktikepeduliannya terhadap nasib bangsa pada umumnya dannasib umat Islam khususnya. Setelah “petisi 50“ di tahun1980, Mohamad Natsir dicekal ke luar negeri. 5 Pada dekadeini Natsir aktif melawan kehendak ordebaru yang inginmengasastunggalkan Pancasila sebagai dasar semuaorganisasi politik dan organisasi sosial kemasyarakatan sertakeagamaan. Tampaknya dengan dibolehkannya organisasiIslam mencantumkan dalam anggaran dasarnya kalimatberakidah islam, perkara asas itu diterima dan keluarlah UUNo. 5 untuk Orpol dan No. 8 untuk Ormas pada tahun 1985.1986 Anggota Dewan Pendiri The InternationalIslamic Charitable Foundation, Kuwait.1987 Anggota Dewan Pendiri The Oxford Centerfor Islamic Studies, London, Inggris,Anggota Majelis Umana' InternationalIslamic University Islamabad, Pakistan.Pesan-Pesan Dakwah Mohamad Natsir 15


DR. MOHAMADMNATSIRMohammad Natsir merupakan tokoh pendidik, penulisproduktif, pendakwah, politisi-negarawan, pemikir, ulamadan pembela Islam. Secara umum kehidupannya telahdiserahkan sebagai pemandu umat.1Agust 1989Bersama K H Masykur mendirikan ForumUkhuwah Islamiyah (FUI), menghimpunulama zuama berbagai golongan dan partai.Pada saat disebarkannya buku Pendidikan Moral Pancasilayang banyak mengandung ketidak sesuaian denganpemikiran ummat Islam Indonesia antara lain menyatakansemua agama sama. Mohamad Natsir secara gamblangmendudukan persoalan itu dan menolak apa yang tercantumdalam buku PMP tersebut. Pada akhirnya buku itu direvisikembali oleh pemerintah. Di dalam perjalanan hidupnya dizaman Orba beliau senantiasa dimusuhi dalam politiknamun beliau tetap membantu pemabangunan Indonesia.Dalam bidang akademik, Natsir menerima gelar DoktorHonoris Causa bidang Politk Islam dari Universitas IslamLibanon (1967) dalam bidang sastra dari UniversitasKebangsaan Malaysia dan dalam bidang pemikiran Islamdari Universitas Saint dan Teknologi Malaysia (1991).1991 Menerima gelar Doktor Honoris Causa dariUniversitas Kebangsaan Malaysia KualaLumpur dan dari Universitas SciencePenang Malaysia, dalam bidang pemikiran16Dakwah Komprehensif


Islam.WARISANTOKOHKedua penghargaan dan penghormatanakademik internasional ini tidak bisadihadiri oleh Bapak DR. Mohamad Natsir,karena dilarang oleh Pemerintah Orde Baru(Suharto).Bapak Mohamad Natsir memang punya peran khusus yangtidak bisa dilupakan oleh sejarah, umat Islam, bangsa dannegara.Dok. HMABAPAK MOHAMAD NATSIR DALAM SATU PERTEMUAN DENGAN PENGURUS YARSISUMATERA BARAT DI PADANGPesan-Pesan Dakwah Mohamad Natsir 17


DR. MOHAMADMNATSIR18Dakwah Komprehensif


1Catatan :2Riwayat Hidup Ringkas Mohamad Natsir, Penerbit : Dewan Da’wah Islamiyah Indonesia, Jl.Kramat Raya N0.45 Jakarta 10450, tanpa tahun.Agus Salim dilahirkan Koto Gedang, IV Koto, Agam, tanggal 8 Oktober 1884 dan wafatdi Jakarta tanggal 4 November 1954. Nama kecilnya Masyudul Haq. Ia berasal darilingkungan keluarga yang terkemuka pada masyarakat adat Minangkabau, putra kelimaSutan Muhammad Salim, pernah menjabat sebagai Hoofdjaksa (Jaksa Tinggi) di wilayahOnder-horigheden (daerah bawahan) Riau.Setamat dari ELS (Europeesche Lagere School, setingkat SD), Masyudul Haq meneruskanpada sekolah menengah HBS (Hoogere Burger School) di Jakarta, lulus tahun 1903 denganprestasi istimewa, namun gagal melanjutkan studi ke Negeri Belanda. Kemudian, menerimatawaran kerja pada Konsulat Kerajaan Belanda di Jeddah (1906-1911) selaku ahlipenerjemah. Salim menguasai diplomasi tinggi dan tujuh bahasa (Belanda, Inggris, Jerman,Perancis, Arab, Turki, dan Jepang). Sekembali ke Indonesia, Agus Salim bekerja pada JawatanPekerjaan Umum di Jakarta, kemudian pulang ke Kota Gedang dan membuka HIS (HollandschInlandsche School), setingkat SD untuk anak bumiputera partikelir di sana. Tiga tahunkemudian ia kembali ke Jakarta. Sebentar bekerja pada lembaga penerjemah TranslateurLadische Drukkery, selanjutnya memimpin harian Neratja (1917). Kemudian menjadipemimpin redaksi pada Commissie Voor de Volkslectuur, yang kemudian menjadi BalalPustaka. Tahun 1917-1919, ia menjadi redaktur surat kabar Belanda Bataviaasch Nieuwsblad.Ia beberapa kali keluar-masuk berbagai organisasi seperti Perkumpulan Teosofi, NIVB(Nederlands Indische Vrijzinnigen Bond), dan ISDV (Indische Sociaal Democratische Vereniging).Latar belakang pendidikan serta pemahaman agama Agus Salim turut menentukanperjuangan yang dipilihnya. Setelah mendalami seluk-beluk Sarekat Islam (SI), ia bergabungdengan partai itu. Dalam waktu singkat ia menjadi tangan kanan HOS Tjokroaminoto dalamkepemimpinan SI. Ia pernah menjadi anggota Volksraad (Dewan Rakyat, semacam DPR)selama satu periode (1922-1925) sebagai pengganti Tjokroaminoto.3Ibid. hal.3.4Syafruddin Prawiranegara bukanlah tulen orang Minang, tetapi leluhurnya memangberasal dari Minangkabau. Dalam sejarah hidupnya, dua kali ia membuat sejarah besar diRanah Minang. Pertama ketika mendirikan dan menjadi Ketua Pemerintahan Darurat RepublikIndonesia (PDRI) untuk menyambung nyawa Republik Indonesia karena Presiden Soekarnodan Hatta ditangkap serta Yogyakarta dikuasai Belanda. Kedua, tahun 1958, ia menjadiPerdana Menteri Pemerintah Revolusioner Republik Indonesia (PRRI) untuk melawanSoekarno. Syafruddin dilahirkan Anyer Kidul, Serang, 28 Februari 1911 dan wafat di Jakarta,15 Februari 1989. Ayahnya bernama Arsyad Prawiraatmadja dan ibunya bernama Noeraini. Iaberasal dari keturunan priayi yang taat beragama, dan leluhurnya berasal dari Minangkabau.Syafruddin berpendidikan Europeesche Lagere School (ELS) di Serang pada tahun 1924,melanjutkan ke Meer Uitgebreid Lager Onderwijs (MULO) di Madiun, meneruskan keAlgemeene MiddelbareSchool (AMS) bagian A di Bandung. Pada tahun 1934 ia melanjutkanstudinya di Rechthoge School, yaitu Sekolah Tinggi Hukum di Jakarta dan berhasilmemperoleh gelar Meester in de Rechten (Mr.) pada bulan September 1939. Pada tahun1940 ia diterima bekerja di Kementerian Keuangan dan ditempatkan di Kantor Inspeksi PajakKediri. Kemudian dipindahkan ke Bandung sampai Indonesia beroleh kemerdekaan.Sesudah Indonesia merdeka, ia menjadi seorang tokoh partai Islam Masyumi. Pada bulanOktober 1945 ia menjadi anggota Badan Pekerja Komite Nasional Indonesia Pusat (KNIP).Tahun 1946, menjabat Menteri Muda Keuangan dalam Kabinet Syahrir ke-2 yang dibentukpada tanggal 3 Maret 1946. Kemudian, Menteri Keuangan dalam Kabinet Syahrir ke-3 yangdibentuk pada tanggal 2 Oktober 1946. Ia menyampaikan gagasan kepada Wakil PresidenMohammad Hatta agar Indonesia mencetak mata uang sendiri yang dikenal dengan nama"Oeang Repoeblik Indonesia (ORI)" mulai dijadikan alat pembayaran yang sah pada tanggal30 Oktober 1946. Dalam Kabinet Hatta ke-1 (29 Januari 1948-4 Agustus 1949), Syafruddinmenjabat Menteri Kemakmuran. Ketika itu, Yogyakarta diduduki oleh Belanda dan Presidenserta Wakil Presiden ditawan. Pada tanggal 19 Desember 1948 Presiden memberi mandat


kepada Syafruddin Prawiranegara selaku Menteri Kemakmuran yang sedang berada diSumatera untuk membentuk Pemerintahan Darurat Republik Indonesia (PDRI). Pada tanggal22 Desember 1948 berdirilah PDRI yang berpusat di Halaban Payakumbuh. Syafruddindipercayai sebagai "ketua" PDRI. Istilah "ketua" dipakai untuk menyebut jabatan pimpinan(presiden) PDRI karena mandat yang dikirim Presiden Soekarno tidak sampai ke tanganSyafruddin dan kawan-kawannya. Jabatan ini dipegangnya sambil bergerilya. Mandat sebagaipimpinan PDRI diserahkannya kembali kepada Presiden Soekarno pada tanggal 13 Juli 1949.Pada Kabinet Hatta ke-2 (4 Agustus 1949-29 Desember 1949), Syafruddin dipercayakanmenjadi wakil perdana menteri. Setelah absen dari tugas-tugas resmi kenegaraan, iamenerima tawaran pemerintah untuk memangku jabatan sebagai presiden (direktur) DeJavasche Bank yang kemudian menjadi Bank Indonesia. Jabatan tersebut dipegangnya sejaktanggal 14 Juli 1951 sampai 30 Januari 1958.Syafruddin sejak masa mudanya yakin akan kebenaran Islam. PKecintaannya kepada Islamdi-wujudkannya melalui aktivitasnya dalam Partai Masyumi sejak partai itu didirikan. laadalah anggota Pimpinan Pusat dan berkiprah untuk agama dan bangsa. Syafruddinmencanangkan bahwa sistem ekonomi yang cocok untuk Indonesia ialah sistem ekonomisosial religius, maka sistem ekonomi Indonesia mestilah didasarkan atas kewajiban manusiaterhadap manusia dan terhadap Tuhan. Perasaan keagamaan yang dimiliki rakyat Indonesiadapat mengatasi perasaan kedaerahan dan memberi dasar yang luas serta subur bagitumbuh-nya benih nasionalisme.Ketika menjabat sebagai wakil perdana menteri, Syafruddinmendirikan Propinsi Daerah Istimewa Aceh karena rakyat Aceh di bawah pimpinan paraulama telah memberikan sumbangan yang besar dalam perjuangan kemerdekaan. Ketikamenjabat sebagai direktur Bank Indonesia ia melihat bahwa banyak di antara pegawai yangmemerlukan tempat ibadah untuk melaksanakan salat, maka ia membangun masjid di kantoryang dipimpinnya. Langkah Syafruddin ini dinilai sangat bijaksana sehingga para pimpinankantor pemerintah atau swasta menjadikannya contoh untuk mendirikan masjid atau musaladi kantor-kantor.Syafruddin dikenal sebagai seorang pemimpin yang bersih dan taat. Syafruddin ikutmemajukan kehidupan bangsa dalam bidang ekonomi. Pada tanggal 24 Juli 1967 iamembentuk organisasi Himpunan Usahawan Muslimin Indonesia (Husami). Pada bulanOktober 1970 ia mendirikan Yayasan Dana Tabungan Haji dan Pembangunan. Dalam usianya73 tahun ia menjadi ketua umum Korps Mubalig Indonesia (KMI) dan aktif dalam kegiatankemasyarakatan sampai akhir hayatnya.5Keterlibatan politik Ntasir pada 1980-an yang penting dicatat adalah ketika ia ikutmenjadi penandatangan petisi 50 pada bulan Mei 1980. Petisi itu pada intinyamempertanyakan isi pidato Soeharto di Pekanbaru dan Bangkok yang dapat ditafsirkanbahwa Pancasila dan UUD 1945 identik dengan kekuasaan Soeharto. Artinya setiap upayamengkritik dan mengoreksi Soeharto dapat diidentifikasi sebagai tidak setuju denganPancasila dan UUD 1945. Kemudian menggangap ABRI sebagai kekuatan yang dapatdigunakan Soeharto secara optimal untuk menindas setiap gerakan yang melawankekuasaan yang diparalelkan dengan dirinya.

More magazines by this user
Similar magazines