Budaya Massa di Indonesia

rudiirawanto.files.wordpress.com
  • No tags were found...

Budaya Massa di Indonesia

Budaya Massadi IndonesiaRudi irawantoSLIDE 8


Telah timbul penentangan terhadap budaya massapopuler di Indonesia sejak orde lama.Munculnya pandangan negatif tentang film-filmhollywood pada era revolusioner.


Presiden Soekarno mengatakan bahwa film-film akanmembentuk watak yang cenderung radikal danrevolusioner, sehingga mampu menggerakkanperubahan politik di Timur.


Pandangan negatif terhadap budaya populer berlanjuthingga era orde baru.Pada era orde baru(1960-an) munculkritikan keras terhadapfilm-flm Hollywood,misalnya film JamesBond dipandang tidakmemenuhi kaidahestetika dan etika yangsewajarya.


Pada beberapa karya musik atau bentuk seni yang pun tidaklepas dari kritikan. Misalnya lagu-lagu yang mendapat predikatlagu Cengeng, atau roman picisan.Istilah budaya populer atau budaya massa baru muncul ditahun 1990-an


Perdebatan tentang format budaya diIndonesia telah munculsejak tahun 1945Peristiwa yang dikenal dengan sebutan polemikkebudayaan.


Polemik kebudayaan merupakan perdebatan tentangkeberlangsungan format kebudayaan indonesia, antarapihak yang pro dan kontra dengan sistem kebudayaanyang beradaptasi dengan budaya luar.


Pertentangan format budaya berlanjut hingga penghujungorde lama.Muncul pihak yang mengatasnamakan dirinya dengansebutan Manifetasi Kebudayaan nasional, yanglebih akomodatif terhadap kebudayaan luar.Kelompok yang menitik beratkan pada konsepkebudayaan yang berhaluan Humanisme Universal.


Kelompok yang b erseberangan mengatasnamakan kemurniankebudayaan Indonesia dan menyebut dirinya sebagai kebudayaandalam konteks Realisme Sosialis.Kelompok yang mengatasnamakan Sosialisme dancenderung berhaluan kiri, berada dibawah partai-partaipolitik yang berhaluan sosialis dan nasionalis, sedangkankelompok yang menyebut dirinya humanisme universalberrada di bawah partai-partai yang berhaluan kanan.


Perdebatan yang terus terjadi dalam bentuk yang berbedahingga akhir orde baru.Pada akhirnya sejarah mencatat bahwa kelompokhumanisme universal lebih mampu bertahan dibandingkankelompok realisme sosialis.Kebudayaan tetap dinggap sebagai salah satu sistemyang mampu menggerakkan proses-proses sosial.


Kebudayaan massa merupakan kebudayaan yangmenyimpang dari konsep kebudayaan Elit (EliteCulture), dan juga bentuk kebudayaan yang tidakdikehendaki oleh kebudayaan rakyat (folk culture).


Secara umum petanda hadirnya budaya masaa adalahkeseragaman hampir di tiap aspek kehidupanmasyarakat.Tidak lagi terdapat batas yang tegas antara kelompok elitedan non elite.


Kebudayaan massa bergerak dalam citra-citra visual.Citra Visual melibatkan 2 aktivitas utama, yaitu: dilihat (gaze) danpenglihatan (vision).Proses melihat citra dan bagaimana citrayang dilihat tresbeut yang kemudiandikaitkan dengan gaya hidup.


Pihak-pihak yang merasa terganggu dengan kehadiran budaya massamencoba berbagai cara untuk mengatasinya.Fenomena dilapangan menunjukkan bahwa efek dari hadirnyabudaya massa adalah barang-barang dengan kualitas rendahmampu mengungguli barang-barang dengan kualitas baik,karena lebih mudah dimengerti dan diphami moleh khalayakramai.


Menurut Kuntowidjoyo terdapat 2 cara yang dilakukanorang Indonesia untik mengatasi budaya massa, yaitudengan privatisasi dan spiritulisasi sebagai ekspresikultural.


Privatisasi ditempuh dengan menciptakan ruangpribadi, tempat ia bisa menemukan dirinya berbedadengan kebanyakan orang


Munculnya Window shoppingdan aktivitas lain.


Spiritulisasi dicapai dengan mencari pesona keagamaanyang sebelumnya banyak ditinggalkan orang. Munculnyagerakan keagamaan yang cenderung ekslusif danmelakukan aktivitas yang cenderung berbeda.

More magazines by this user
Similar magazines