LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Senin, 24 Agustus 2009

bnpb.go.id

LAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPB Senin, 24 Agustus 2009

.BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA( B N P B )JI. Ir. H. Juanda 36, Jakarta 10120 IndonesiaTelepon : (021) 345 8400 Fax : (021) 345 8500Email : posko@bnpb.go.idWebsite : http://www.bnpb.go.idLAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPBSenin, 24 Agustus 2009Pada hari Minggu, 23 Agustus 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari Senin, 22 Agustus 2009 pukul 08.00WIB, dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh PusdalopsBNPB sebagai berikut :I. Antisipasi Kebakaran Hutan dan LahanA. Kondisi Terkini1. Hari Minggu, 23 Agustus 2009 posko BNPB menerima data informasi adanya titik panas/hotspot di wilayah Sumatera dan Kalimantan. Berikut ini adalh data hotspot / titik panasdan kondisi cuaca secara umum dapat dilihat dalam tabel berikut :SUMATERADaerah Jumlah Hot Spot *) Kondisi Cuaca **)Sumatera Utara - Hujan RinganRiau - Hujan ringanJambi - BerawanSumatera Selatan. 4 Hujan ringanKALIMANTANKalimantan Barat 167 BerawanKalimantan Selatan 23 BerawanKalimantan Tengah 96 BerawanKalimantan Timur 19 Hujan ringan*) Sumber: Dep. Kehutanan (Satelit NOAA-18)** Sumber: Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG)2. Jarak pandang (visibility) pada hari Minggu, 23 Agustus 2009 di beberapa kota di Sumateradan Kalimantan dilaporkan sebagai berikut :Nama Kota 07:00 10:00 13:00 16.00SUMATERAMedan 6.000 m 6.000 m 7.000 m 10.000 mPekanbaru 6.000 m 8.000 m 8.000 m 9.000 mJambi 5.000 m 10.000 m 11.000 m 12.000 mPalembang 3.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m1


KALIMANTANPontianak 10.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 mBanjarmasin 8.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 mPalangkaraya 5.000 m 5.000 m 6.000 m 7.000 mSamarinda 8.000 m 8.000 m 10.000 m 8.000 mKeterangan : Jarak Pandang ( Visibility) normal > 3.000 meterSumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika3. Ditinjau dari aspek meteorologi pada tanggal 23 - 25 Agustus 2009, wilayah Sumatera danKalimantan diperkirakan mempunyai :a. Potensi kebakaran Tinggi Wilayah NAD, Sumut, Sumbar, Riau, Jambi, sumsel, Babel,Bengkulu, Lampung, Kalbar, Kalteng, Kaltim dan Kalsel.b. Potensi kebakaran dengan peluang Sangat Tinggi Wilayah Sumatra terdapat di Riau,Sumsel, Lampung, Babel, Jambi dan Sumbar. Di wilayah Kalimantan terdapat di Kalsel,Kalbar, Kalteng dan kaltim.c. Prakiraan penjalaran asap pada level ketinggian 50 meter sampai dengan tanggal 25Agustus 2009 pukul 07.00 WIB, di wilayah Sumsel arahnya menuju barat Laut - utarasampai ke Jambi, di wilayah babel arahnya menuju Barat Laut -Timur Laut sampai kewilayah Riau, di wilayah Kalbar arahnya menuju Barat Laut - Timur Laut sampai keSabah dan Laut Natuna, di wilayah Kalteng arahnya menuju Barat Laut -Timur Lautsampai ke Sabah, Kalbar dan laut Natuna dan wilayah Kaltim arahnya menuju baratLaut - Timur Laut sampai ke Kaltim bagian Utara.Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan GeofisikaB. Upaya Kesiapsiagaan Kebakaran Hutan dan Lahan1. Hari Rabu, 19 Agustus 2009 pesawat Cassa 212 milik BPPT melakukan operasipenyemaian awan dari Bandara Cilik Riwut Palangkaraya sebanyak 2 sortie penerbangandimulai pada pukul 12:00 dan 15:00 WITA, dengan membawa sekitar 600 kg NaCI untukmasing-masing sortie.2. Hari Rabu, 19 Agustus 2009 juga masih dilakukan pemadaman api dari darat secaraswakarsa oleh masyarakat yang didanai Bapedalda dan pamadaman oleh Tim Serbu ApiKelurahan (Tsaka) masih terus dilakukan bersama dengan Tim Manggala AgniDepartemen Kehutanan.3. BNPB senantiasa berkoordinasi dengan Dep. Kehutanan, LAPAN dan BMKG, BKSDA,Kepala Bandara, TNI AU, BLH, dan BPPT untuk memantau perkembangan titik panas(hotspot) serta jarak pandang (visibility) setiap hari serta evaluasi rutin terhadap upayaperkembangan TMC yang dilaksanakan sejak tanggal 15 Agustus 2009.4. Secara umum, Satlak PB, Satkorlak PB, Manggala Agni Dinas Kehutanan, Kepolisian daninstansi/sektor terkait tetap menyiagakan petugas untuk memantau perkembangan kondisititik panas yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayahSumatera dan Kalimantan.5. Dinas Kehutanan mengawasi kegiatan pembukaan lahan oleh perusahaan dan membinamasyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan membakar.6. Masing-masing dinas dan instansi terkait di wilayah Sumatera dan Kalimantan berupayauntuk menyiagakan sumberdaya yang cukup untuk melakukan tindakan pemadaman dinidan pemadaman terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.7. Dinas Kehutanan Prov. Riau saat ini telah menurunkan 60 personil kuntuk melakukanpemadamkan api.8. Kodam V Tanjungpura menyiagakan pasukannya guna membantu upaya PemerintahDaerah memadamkan kebakaran lahan gambut dan pekarangan yang terjadi di PropinsiKalimantan Tengah. 6 Kodim yang berada di Kabupaten Waringin Timur, Waringin Barat,Kabupaten Kapuas, Kabupaten Barito selatan, Barito Utara dan Palangkaraya disiagakansebanyak 1 pleton yang terdiri dari 30 prajurit TNI.9. Dinas Kehutanan, TNI, POLRI dan Kantor SARNAS Prov. Kalimantan Barat telah2


2. Banjir dan Antisipasi Tanah Longsor di Kota Padang. Prov. Sumatera BaratTelah terjadi bencana banjir dan antisipasi tanah logsor pada hari Sabtu, 22 Agustus 2009,pukul 18:00 di Kel. Batang Arau, Kec. Padang Selatan, Kota Padang, Prov. Sumatera Barat ,bencana di sebabkan oleh hujan dengan intensitas tinggi. Akibat bencana tersebut bukit telengretak sepanjang 30 meter dan 39 KK / 157 orang mengungsi di evakuasi ke Sekolah, Tendadan masjid yang berada di Kel. Batang arau, Upaya penanganan yang dilakukan adalah BPBDKota Padang telah memberikan bantuan berupa 5 dus MP ASI, 1 unit tenda peleton, 1 unitgenset, dan nasi bungkus untuk persiapan sahur, BPBD Kota Padang berkoordinasi denganSatkorlak PB Provinsi dan instansi terkait melakukan antisipasi dengan mengungsikan wargasetempat ketempat yang lebih aman.Sumber : Satkorlak PB Prov Sumatera Barat3. Gempa Bumi- Telah terjadi gempa bumi pada hari Minggu, 23 Agustus 2009, Pukul 14:20:15 WIB dengankekuatan 5.8 SR kedalaman 86 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 0.25 LU dan96.90 BT (139 km Barat Daya Gunung Sitoli – Sumut) Gempa tersebut tidak berpotensiTsunami sampai saat ini belum diperoleh informasi dampak gempa terhadap lingkunganataupun korban jiwa.- Telah terjadi gempa bumi pada hari Minggu, 23 Agustus 2009, Pukul 18:44:09 WIB dengankekuatan 5.8 SR kedalaman 30 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 2.51 LU dan127.9 BT (172 km Tenggara Melonguane – Sulut) Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunamisampai saat ini belum diperoleh informasi dampak gempa terhadap lingkungan ataupunkorban jiwa.- Telah terjadi gempa bumi pada hari Senin, 24 Agustus 2009, Pukul 00:38:26 WIB dengankekuatan 5.5 SR kedalaman 23 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 1.66 LS dan99.33 BT (63 km Tenggara Siberut Mentawai – Sumbar) Gempa tersebut tidak berpotensiTsunami sampai saat ini belum diperoleh informasi dampak gempa terhadap lingkunganataupun korban jiwa.Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika dan Kodam Bukit BarisanPengawas,Jakarta, 24 Agustus 2009Ketua Kelompok Piket,Ir. Adhy Duriat S, Dip. HEDrs. Pangarso Suryotomo5

More magazines by this user
Similar magazines