Tanggapan Kebijakan Universal Coverage.pdf

kebijakankesehatanindonesia.net
  • No tags were found...

Tanggapan Kebijakan Universal Coverage.pdf

Latar Belakang• Kesehatan adalah hak dasar setiap individu dan semua warganegara berhak mendapatkan pelayanan kesehatan termasukmasyarakat miskin (UUD 1945 pasal 28H).• UU No.36/2009 ttg kesehatan dan UU No. 40/2004 ttg SJSNmengamanatkan untuk memberikan perlindungan bagi fakirmiskin, anak dan orang terlantar serta orang tidak mampuyang pembiayaan kesehatannya dijamin oleh Pemerintah.• Pembangunan kesehatan saat ini masih dihadapkan padamasalah yaitu belum optimalnya akses, keterjangkauan danmutu pelayanan kesehatan, antara lain disebabkan oleh saranapelayanan kesehatan seperti RS, Puskesmas dan jaringannyabelum sepenuhnya dapat dijangkau oleh masyarakat, terutamabagi penduduk miskin terkait dengan biaya dan jarak.• Pembiayaan kesehatan cenderung meningkat, tetapi belumsepenuhnya dapat memberikan jaminan perlindungankesehatan masyarakat.2


Lanjutan…• Jaminan pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin telahmampu meningkatkan akses penduduk miskin terhadappelayanan kesehatan, namun belum sepenuhnya dapatmeningkatkan status kesehatan masyarakat miskin akibatfasilitas pelayanan kesehatan dasar yang masih belum memadaiterutama untuk daerah tertinggal, terpencil, perbatasan dankepulauan.• Jumlah rumah sakit yang telah terlibat dalam pelayanan jaminankesehatan masyarakat miskin (jamkesmas) terus meningkat,yaitu sampai dengan tahun 2011 telah mencapai 80% darijumlah rumah sakit, baik rumah sakit pemerintah maupunrumah sakit swasta.3


Perlindungan Finansial• Pengeluaran kesehatan yg tarlalu besar menyebabkan terjadinyabencana finansial (catasthropy) dan pemiskinan (impoverished).• Perlindungan finansial ini mengalami perbaikan :– Menurunnya pengeluaran katastropi 1,5 % (2005) 1,2 persen(2006) (Susenas)– Menurunnya RT miskin akibat pengeluaran biaya untukkesehatan 1,2 % (2005) 0,6 % (2006) (WB, 2008).• Partisipasi masyarakat pd asuransi kesehatan meningkat daridibawah 20 % (2000) 59,07% (2010)• Cakupan tersebut terdiri dari :– asuransi kesehatan pegawai negeri sipil (PNS dan TNI POLRI) sebesar7,32 persen,– Jamsostek sebesar 2,08 persen,– asuransi perusahaan sebesar 2,72 persen,– asuransi swasta lainnya sebesar 1,21 persen,– jaminan kesehatan masyarakat (Jamkesmas) 32,37 persen dan– Jamkesda bagi penduduk miskin 13,37 persen.


Pencapaian Kepesertaan Jaminan KesehatanProporsi Penduduk yang memiliki JaminanKesehatan (asuransi kesehatan)JAMKESDA telah ada di 250 Kab/Kota, dilaksanakan secara bervariasi, oleh:- PT Askes : 185 Kab/Kota- Kelola Sendiri: 65 Kab/Kot4 Propinsi Universal Coverage:Prop Sumatra Selatan, Prop Sulawesi Selatan, Prop Bali, NAD


• Pembiayaan kesehatan cenderung meningkat, tetapi belumsepenuhnya dapat memberikan jaminan perlindungankesehatan masyarakat.• Pengeluaran kesehatan total pada periode 2005-2011mengalami peningkatan cukup signifikan. Anggaranpemerintah pusat dan daerah naik 4 kali lipat dalam 6 tahunterakhir.• Cakupan sasaran Jamkesmas meningkat dari 36,4 juta(2005) menjadi 76,4 juta (2011). Jamkesmas telah mampumeningkatkan akses penduduk miskin terhadap pelayanankesehatan namun belum sepenuhnya dapat meningkatkanstatus kesehatan masyarakat miskin di DTPK.Tantangan : meningkatkan pembiayaan kesehatan yang diikuti oleh peningkatanperlindungan finansial terhadap risiko kesehatan yang mencakup seluruh pendudukIndonesia serta peningkatan efisiensi penggunaan anggaran.77


Sejarah Program Jaminan Kesehatan bagiPenduduk Miskin• JPSBK (Jaring Pengaman Sosial Bid. Kesehatan)• PDPSE (Penanggulangan Dampak Pemotongan SubsidiEnergi)• PKPS BBM (Program Kompensasi Pengurangan SubsidiBBM)• JPKMM Askes• Block Grant• Askeskin• Jamkesmas (launching Maret 2008)


Sasaran Jamkes Tahun 2005-2011No. Tahun Sasaran1.2.3.4.5.6.Tahun 2005- Semester I- Semester IITahun 2006Tahun 2007Tahun 2008Tahun 2009-2010Tahun 2010-201136.1 juta jiwa60.0 juta jiwa60.0 juta jiwa76.4 juta jiwa76.4 juta jiwa76.4 juta jiwa76,4 juta jiwa ( 60,4 juta (PPLS,2008) + 16 juta (sasaranlainya*))*)penghuni Rutan/Lapas, masyarakat miskin penghuni panti, anak dan orang terlantar tidak punya identitas,miskin paska tanggap darurat bencana, penduduk Aceh dan Papua.


Kebijakan MenujuUniversal Coverage


RPJPN 2005-2025


MISI 2005-2025PEMBANGUNAN SDMDALAM MISI RPJPN 2005-2025(UU No. 17 Tahun 2007)1. Mewujudkan masyarakat berakhlakmulia, bermoral, beretika,berbudaya, beradab2. Mewujudkan bangsa yangberdaya saing3. Mewujudkan masyarakat demokratisberlandaskan hukum4. Mewujudkan Indonesia aman, damai,dan bersatu5. Mewujudkan pemerataanpembangunan dan berkeadilan6. Mewujudkan Indonesia asri danlestari7. Mewujudkan Indonesia menjadinegara kepulauan yang mandiri,maju, kuat, dan berbasiskankepentingan nasional8. Mewujudkan Indonesia berperanpenting dalam pergaulan duniainternasionalVISI2005-2025MAJUMANDIRIADILMAKMURTujuan Negara(UUD 45)• Melindungitumpah darah• Memajukankesejahteraanumum• Mencerdaskankehidupanbangsa• Ikutmelaksanakanketertiban dunia12


MISI 2: Mewujudkan bangsa yang berdaya saingSASARAN POKOKKualitas SDM• IPM• IPG• PenduduktumbuhseimbangARAH PEMBANGUNANKesehatan- Meningkatkan kesadaran, kemauan, dankemampuan hidup sehat- Pembangunan berwawasan kesehatanPemb. Perempuan & anak:- Peningkatan kualitas hidup perempuan,kesejahteraan, perlindungan anak,penurunan kekerasan, eksploitasi, &diskriminasi- Penguatan kelembagaan dan jaringan PUGPemuda:- Pembangunan karakter bangsa & partispasipemuda- Budaya & prestasi olahraga13


Tahapan Pembangunan dalamRencana Pembangunan JangkaPanjang Nasional (RPJPN) 2005-202514


RPJMN 2010-2014


Struktur PenulisanRPJMN 2010-2014 KesehatanBERBASIS PADA SISTEM KESEHATAN NASIONAL (SKN)SEBAGAI PENJABARAN KONSPESI TEORITIS DAN PRAKTIS PEMBANGUNAN KESEHATANSubsistem UpayaKesehatan12SubsistemPembiayaanKesehatanSubsistemPemberdayaanMasyarakat6SKN3Subsistem SumberDaya ManusiaKesehatanSubsistemManajemen danInformasiKesehatan54Subsistem SediaanFarmasi, Alkes, danMakanan16


Sasaran RPJMN 2010-2014Sasaran Status Awal Target 20141. Meningkatnya status kesehatan dan gizi masyarakat, yang ditandai dengan :a. Meningkatnya umur harapan hidup (tahun) 70,6 72,0b. Menurunnya angka kematian ibu melahirkan per 100.000 228 118kelahiran hidupc. Menurunnya angka kematian bayi per 1.000 kelahiran hidup 34 24d. Menurunnya angka kematian neonatal per 1.000 kelahiran 19 15hidupe. Menurunnya prevalensi kekurangan gizi (terdiri dari gizikurang18,4 < 15,0dan gizi-buruk) pada anak balita (persen)f. Menurunnya prevalensi anak balita yang pendek/stunting 36,8 30,0(persen)2. Menurunnya angka kesakitan akibat penyakit menular, yang ditandai dengan :a. Menurunnya prevalensi Tuberculosis per 100.000 penduduk 235 221b. Menurunnya kasus malaria (Annual Parasite Index-API) per 2 11.000 pendudukc. Terkendalinya prevalensi HIV pada populasi dewasa (persen) < 0,53. Menurunnya disparitas status kesehatan dan gizi masyarakat antarwilayah dan antartingkat sosialekonomi4. Meningkatnya penyediaan anggaran publik untuk kesehatan dalam rangkamengurangi risiko finansial akibat gangguan kesehatan bagi seluruh pendudukterutama penduduk miskin.17


Arah Kebijakan dan Strategi RPJMN 2010-2014Prioritas Peningkatan Akses dan Kualitas Pelayanan Kesehatandifokuskan pada :1.Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita;2.Perbaikan status gizi masyarakat;3.Pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular, diikutipenyehatan lingkungan;4.Pengembangan sumber daya manusia kesehatan;5.Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, mutu danpenggunaan obat serta pengawasan obat dan makanan;6.Pengembangan sistem Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas);7.Pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana dan krisiskesehatan; dan8.Peningkatan pelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier.18


Pengembangan Sistem Jaminan PembiayaanKesehatan Masyarakat, melalui:a) peningkatan efektivitas jaminan kesehatanmasyarakat yang menjamin akses dan kualitaspelayanan serta tata kelola administrasi yangakuntabel dan transparan;b) peningkatan cakupan jaminan kesehatansemesta secara bertahap; danc) peningkatan pembiayaan pelayanan kesehatanbagi penduduk miskin dan golongan rentan(bayi, balita, ibu hamil dan lansia).1919


Prioritas dalam RPJMN 2010-2014• Program nasional pada prioritas 3Kesehatan, substansi inti ke-4 :Asuransi Kesehatan Nasional• Penerapan Asuransi KesehatanNasional untuk seluruh keluargamiskin dengan cakupan 100% padatahun 2011 dan diperluas secarabertahap untuk keluarga Indonesialainnya antara tahun 2012-201420


• Kegiatan prioritas pada substansi intike-41. Pembinaan, Pengembangan Pembiayaandan Jaminan Pemeliharaan Kesehatan2. Pelayanan Kesehatan Rujukan BagiMasyarakat Miskin (Jamkesmas)3. Pelayanan Kesehatan Dasar BagiMasyarakat Miskin (Jamkesmas)21


RKP 2012


Rencana Pembangunan Bidang Sosial Budaya dan Kehidupan BeragamaFOKUS PRIORITASPRIORITAS BIDANG DAMPAK SASARAN1. Penguatan Akses dan Kualitas Pelayanan Program Keluarga Berencana (KB)2. Penyerasian kebijakan pengendalian penduduk3. Peningkatan ketersediaan dan kualitas data dan informasi kependudukan1. Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita yang menjamin continuum of care2. Perbaikan status gizi masyarakat3. Pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular,diikutipenyehatan lingkungan4. Pengembangan sumber daya manusia kesehatan5. Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, keamanan, mutu danpenggunaan obat serta pengawasan obat dan makanan6. Pengembangan sistem jaminan pembiayaan kesehatan7. Pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana dan krisis kesehatan8. Peningkatan upaya kesehatan yang menjamin terintegrasinya pelayanan kesehatan primer,sekunder dan tersierPengendalianKuantitas PendudukPeningkatan Akses danKualitas PelayananKesehatanPengendalianpertumbuhanpendudukPeningkatan UmurHarapan HidupDIDUKUNG OLEH:PEMBANGUNANEKONOMIPEMBANGUNANHUKUMDANHAMPEMBANGUNANSDA - LHPEMBANGUNANINFRASTRUKTUR1. Peningkatan kualitas wajar pendidikan dasar 9 tahun yang merata2. Peningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan menengah3. Peningkatan kualitas, relevansi, dan daya saing pendidikan tinggi4. Peningkatan profesionalisme dan pemerataan distribusi guru dan tenagakependidikan5. Peningkatan akses, kualitas, dan relevansi pendidikan anak usia dini, pendidikan non-formaldan informal6. Pemantapan pelaksanaan sistem pendidikan nasional7. Pemantapan pendidikan karakter bangsa8. Peningkatan minat baca dan budaya gemar membaca masyarakat9. Peningkatan kualitas pendidikan agama dan keagamaan1. Peningkatan Partisipasi dan Peran Aktif Pemuda dalam Berbagai BidangPembangunan2. Peningkatan Budaya dan Prestasi Olahraga1. Peningkatan Kualitas Kerukunan Umat Beragama2. Peningkatan Kualitas Penyelenggaraan Ibadah HajiPeningkatan Akses,Kualitas, dan RelevansiPendidikanPeningkatan PartisipasiPemuda, Budaya danPrestasi OlahragaPeningkatan KualitasKehidupan BeragamaPeningkatan rata-ratalama sekolah danmenurunnya angkabuta aksaraPeningkatanJati Diri danKarakter BangsaPeningkatanKualitasSDM(HDI, GDI,NRR) sertaJati Diri danKarakterBangsaPENGEMBANGANIPTEKDLL1. Penguatan jati diri dan karakter bangsa yang berbasis pada keragamanbudaya2. Peningkatan apresiasi terhadap keragaman serta kreativitas seni danbudaya3. Peningkatan kualitas perlindungan, penyelamatan, pengembangan danpemanfaatan warisan budaya4. Pengembangan sumber daya kebudayaan1. Peningkatan Program Keluarga Harapan (PKH)2. Peningkatan pelayanan dan rehabilitasi sosial3. Peningkatan Bantuan Sosial4. Pemberdayaan fakir miskin dan komunitas adat terpencil (KAT)Penguatan Jati DiriBangsadan Pelestarian BudayaPeningkatan Akses danKualitas PelayananKesejahteraan SosialPeningkatanKesejahteraan danKualitas HidupPenyandangMasalahKesejahteraan Sosial(PMKS)1. Peningkatan kapasitas kelembagaan pengarusutamaan gender (PUG) danpemberdayaan perempuan2. Peningkatan kapasitas kelembagaan perlindungan anakPeningkatanKesetaraan Gender,PemberdayaanPerempuan, danPerlindungan AnakPeningkatankesejahteraan dankualitas hidupperempuan dan anak23


Rencana Pembangunan Bidang Sosial Budaya dan Kehidupan BeragamaFOKUS PRIORITASDIDUKUNGOLEH:PEMBANGUNAN EKONOMIPEMBANGUNANHUKUMDANHAMPEMBANGUNAN SDA - LHPEMBANGUNANINFRASTRUKTURPENGEMBANGANIPTEKDLL1. Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balitayang menjamin continuum of care2. Perbaikan status gizi masyarakat3. Pengendalian penyakit menular sertapenyakit tidak menular,diikutipenyehatan lingkungan4. Pengembangan sumber daya manusiakesehatan5. Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan,pemerataan, keamanan, mutu danpenggunaan obat serta pengawasan obatdan makanan6. Pengembangan sistem jaminan pembiayaankesehatan7. Pemberdayaan masyarakat danpenanggulangan bencana dan krisiskesehatan8. Peningkatan upaya kesehatan yangmenjamin terintegrasinya pelayanankesehatan primer, sekunder dan tersierPRIORITASBIDANG DAMPAK SASARANPeningkatanAkses danKualitasPelayananKesehatanPeningkatanUmurHarapanHidupPeningkatanKualitas SDM(HDI, GDI, NRR)serta Jati Diridan KarakterBangsa24


25ARAH KEBIJAKAN RKP 20121. Peningkatan kesehatan ibu, bayi dan balita yang menjamincontinuum of care2. Perbaikan status gizi masyarakat3. Pengendalian penyakit menular serta penyakit tidak menular,diikuti penyehatan lingkungan4. Pengembangan sumber daya manusia kesehatan5. Peningkatan ketersediaan, keterjangkauan, pemerataan, mutudan penggunaan obat serta pengawasan obat dan makanan6. Pengembangan sistem pembiayaan jaminan kesehatan7. Pemberdayaan masyarakat dan penanggulangan bencana dankrisis kesehatan8. Peningkatan upaya kesehatan yang menjamin terintegrasinyapelayanan kesehatan primer, sekunder dan tersier.9. Peningkatan kualitas manajemen pembangunan kesehatan, sisteminformasi, ilmu pengetahuan dan teknologi (iptek) kesehatan


Strategi Pembiayaan Jamkes 2012Pengembangan sistem pembiayaan jaminankesehatan, melalui:1. Peningkatan cakupan jaminan kesehatansemesta secara bertahap; dan2. Peningkatan pembiayaan pelayanankesehatan bagi penduduk miskin dangolongan rentan (bayi, balita, ibu hamil danlansia).26


Fokus, Kegiatan dan TargetFokus/ Kegiatan Indikator 2011 2012 2013 2014Pengembangansistempembiayaanjaminan kesehatan1 Pembinaan,PengembanganPembiayaan danJaminanPemeliharaanKesehatan2 PelayananKesehatan RujukanBagi MasyarakatMiskin (Jamkesmas)Persentase penduduk(termasuk seluruh pendudukmiskin) yang memiliki jaminankesehatanPersentase penduduk (termasukseluruh penduduk miskin) yangmemiliki jaminan kesehatan1. Persentase RS yang melayanipasien penduduk miskinpeserta program Jamkesmas2. Persentase tempat tidur (TT)kelas III RS yang digunakanuntuk pelayanan Jaminankesehatan70,3 67,5 75,7 80,170,3 67,5 75,7 80,180 85 90 95- 39 45 51


Kegiatan Indikator 2011 2012 2013 20143 PelayananKesehatan DasarBagi MasyarakatMiskin(Jamkesmas)4 PelayananKesehatan bagi Ibubersalin(Jampersal)Jumlah puskesmas yangmemberikan pelayanankesehatan dasar bagipenduduk miskinJumlah fasilitas pelayanankesehatan yang telahmelayani program jampersal8.608 9.236 9.386 9.536- 2.269 2.663 3.095


Alokasi Anggaran(dlm milyar rupiah)Fokus/Kegiatan Prioritas 2011 2012 2013 2014Pengembangan sistem pembiayaanjaminan kesehatan1 Pembinaan, PengembanganPembiayaan dan JaminanPemeliharaan Kesehatan2 Pelayanan Kesehatan Rujukan BagiMasyarakat Miskin (Jamkesmas)3 Pelayanan Kesehatan Dasar BagiMasyarakat Miskin (Jamkesmas)4 Pelayanan Kesehatan bagi Ibubersalin (Jampersal)6,482.1 7,616.9 8,450.8 9,226.5133.5 122.1 140.5 152.75,348.6 4,935.3 5,779.0 6,322.31,000.0 1,000.0 1,123.5 1,221.20.0 1,559.6 1,407.8 1,530.3


Komputasi AnggaranProgram Jaminan Kesehatan


PENINGKATANJAMINAN KESEHATANKebijakanCakupan/SasaranDasarPerhitunganKebutuhanAnggaran• Peningkatan premi Jamkesmas dalam upaya perluasanjaminan rawat inap kelas III RS.• 76,4 juta penduduk.• Diperluas bagi penduduk tidak mampu yang belum dicakupdalam Jamkesmas, Jamkesda, dan jaminan kesehatan lainnya.Peningkatan premi dari Rp 5.590 menjadi Rp 6.500Kebutuhan anggaran 2012:76,4 juta penduduk x Rp 6.500 x 12 bulan = Rp. 5,9 TAnggaran Jamkesmas 2011: Rp. 5,1 TProvider RSPenambahan kebutuhan anggaran :Rp. 5,9 T – Rp. 5,1 T = Rp. 0,8 TDengan meningkatnya premi Jamkesmas akan meningkatkanjumlah provider RS dari 1.045 RS (80%) menjadi 1.295 RS(85%). Total jumlah RS Umum sebesar 1.523 RS.31


Jaminan Pelayanan Kesehatan Bagi Ibu Bersalin(Jampersal)• Tujuan: terjaminnya pelayanan kesehatan dan persalinan bagi seluruh ibumelahirkan dan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan yang kompeten.• Pelaksanaan : Sesuai dengan petunjuk teknis ( PerMenkes No.631/Menkes/PER/III/2011)• Jenis pelayanan: Antenatal Care (ANC) sebanyak 4 kali, pertolongan persalinan, danPost-natal Care (PNC) sebanyak 3 kali.• Sasaran: dari total ibu hamil sebanyak 4,9 juta diasumsikan sebesar 40% telah dicakupoleh Jamkesmas, Askes, dan asuransi lain. Jampersal ditujukan untuk dapat mencakup60% ibu hamil yang belum ter-cover jaminan kesehatan.2011 2012•Persentase sasaran dari total ibu hamil 41,5% 60%Unit cost:- Persalinan normal + 4 ANC + 3 PNC(Rp 350.000 + Rp 40.000 + Rp 30.000)420.000 420.000- Persalinan risiko tinggi (Rp) 1.300.000 1.300.000Anggaran (dalam milyar rupiah) 1.223,0 1.752,2*) Target persentase sasaran total ibu hamil pada tahun 2012 adalah 60%**) Anggaran yang dibutuhkan untuk mencakup 60% ibu hamil := {80% persalinan normal x (60% x 4,9 jt x Rp. 420.000) } + {20% risti x (60% x 4,9 Jt x Rp. 1,3 jt)}= Rp. 1.752.240.000.00032


• Screening Jampersal :Lanjutan Jampersal…a. Mengikuti paket pelayanan Jampersal secara utuh,mencakup :– Antenatal care (ANC) sebanyak 4 kali– Persalinan normal– Postnatal care (PNC) sebanyak 3 kalib. Memiliki buku KIAc. Melahirkan di puskesmas dan jaringannya dan kelas IIIRS untuk persalinan dengan penyulit (risiko tinggi/risti)33


JAMINAN KESEHATANTujuan: Meningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatan bagi penduduk miskin yang akan diperluas secarabertahap untuk seluruh penduduk.TujuanJenisLayananCakupan/SasaranPerhitunganAnggaranAnggaranTahun 2012JamkesmasMeningkatkan akses dan mutu pelayanan kesehatandasar dan pelayanan kesehatan rujukan bagipenduduk miskin dan tidak mampu.JampersalTerjaminnya pelayanan kesehatan danpersalinan bagi seluruh ibu melahirkandan bayi baru lahir oleh tenaga kesehatan.Pelayanan kesehatan dasar dan rujukan. Antenatal Care (ANC) sebanyak 4X,pertolongan persalinan, dan Post-natalCare (PNC) sebanyak 3X.76,4 juta jiwa penduduk, terdiri atas:• 60,4 juta penduduk miskin (PPLS, 2008)• 2,6 juta penghuni lapas, penghuni panti, anak danorang terlantar• 13,4 juta untuk memenuhi penduduk dengankriteria miskin menurut Pemda, di luar kuotajamkesmas• Dengan kapitasi Rp. 6.500/tahun.• Anggaran yang dibutuhkan:76,4 juta x 12 bulan x Rp. 6.500 = Rp 5,9 TRp.5,9T60% dari total 4,9 juta ibu hamil yangbelum ter-cover jaminan kesehatan• Anggaran yang dibutuhkan :{80% persalinan normal x (60% x 4,9 jt xRp. 420.000) } + {20% risti x (60% x 4,9Jt x Rp. 1,3 jt)} = Rp 1,7 TRp. 1,7 T3434


c) Tempat Tidur RS yang akan dibeli oleh Pemerintah (melalui newinitiative) :d)Asumsi :13 % x 81.900 TT = 10.665– Cost per hari (rata-rata) = Rp. 332.000,00• Cost tersebut adalah angka rata-rata penggunaan total dana rawatinap per pasien-hari rawat tahun 2010 ( = Rp 1,33 T/ 4,1 jutapasien-hari rawat)• Meliputi jasa dokter, obat-obatan, pemeriksaan laboratorium,akomodasi dan konsumsi– Asumsi BOR = 100% dan LOS sebesar rata-rata 7 hari– Penggunaan selama 1 tahun (365 hari)• Anggaran dibutuhkan := 10.665 TT x 365 hari x Rp. 332.000 = Rp1.292.384.700.000


Perbandingan Benefit Package PelayananJamkesmas dan Asuransi Kesehatan (Askes)KepesertaanManfaatJamkesmas• Penduduk miskin dan tidak mampu• 76,4 juta penduduk• Rawat jalan tk. I di puskesmas danjaringannya• Rawat inap tk.I di Puskesmas perawatan• Persalinan normal• Pelayanan gawat darurat di Puskesmas• Rawat jalan tk. lanjut di RS dan Balkesmas• Rawat inap tk. Lanjutan di ruang kelas IIIRS• Pelayanan gawat darurat di RSAskes• Pegawai Negeri Sipil dan Pensiunan PNS,TNI dan Polri• 16 juta orang• Rawat jalan tk. I di puskesmas danjaringannya• Rawat inap tk.I di Puskesmas perawatan• Persalinan normal• Pelayanan gawat darurat di Puskesmas• Rawat jalan tk. lanjut di RS dan Balkesmas• Rawat inap tk. Lanjutan di RS• Pelayanan gawat darurat di RSRuang rawat Kelas III RS • kelas II RS : PNS/Pesiunan Gol I-II• Kelas I RS : PNS/Pensiunan Gol. III-IV• Kelas VIP RS : Menteri, eselon 1, pejabat ygdiangkat oleh Presiden, anggota DPRPremi/Unit Cost• Dibiayai melalui APBN• Rp 5.000 per penduduk per bulan (s/dtahun 2011)Sifat jaminan • Bantuan sosial • Nirlaba• Dipotong dari gaji PNS/Pensiunan• 2% dari gaji pokok (Rp 13.000-Rp15.000)Tatalaksanakepesertaan• Kartu Jamkesmas (sesuai kuota)• Kartu SKTM dan sistem verifikasi (diluarkuota)• Kartu Askes37


Perhatian Dalam PelaksanaanJaminan Kesehatan Semesta• Aspek regulasi : terkait untuk pengaturan BadanPenyelenggara, Penerima Bantuan Iuran, mekanismeJaminan Kesehatan, pentahapan kepesertaan, paketmanfaat, iuran/premi, NSPK Jaminan Kesehatan,Penyaluran, pemanfaatan dan pertanggungjawabandana Jaminan Kesehatan sebagainya.• Sarana dan Prasarana Kesehatan : Fasilitas kesehatanseperti Puskesmas, Rumah Sakit, Klinik, dansebagainya• SDM Kesehatan : ketersediaan dokter, perawat, bidandan paramedis lainnya• Koordinasi lintas sektor baik di Pemerintah (pusat dandaerah) dan Swasta/masyarakat


Kesimpulan• Untuk pencapaian Jaminan KesehatanSemesta disusun langkah danpentahapan dari aspek: regulasi,pelayanan kesehatan termasuk saranaprasarana dan SDM, pendanaan dankelembagaan serta regulasi.


Saran– Untuk mempersiapkan penyelenggaraan JaminanKesehatan Semesta maka diperlukan langkahlangkahyang efektif– Perlu adanya kesepakatan dan kesepahaman dariberbagai sektor terkait dalam penyelenggaraanJaminan Kesehatan– Perlu dibikin/dimantapkan Roadmap JaminanKesehatan Semesta dan Rencana AksiNasional/Strategi untuk pelaksanaannya– Perlu dilakukan sosialisasi intensif untukpencapaian target Jaminan Kesehatan Semesta


Terimakasih

More magazines by this user
Similar magazines