Modul 4 Diklat Manajemen Kursus

infokursus.net

Modul 4 Diklat Manajemen Kursus

[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingiiPelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingiiPelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingKATA PENGANTARKebijakan pemerintah dalam pembangunan pendidikan nasionaldiarahkan pada tiga pilar kebijakan, yaitu: 1) Pemerataan dan perluasan akses;2) Mutu, relevansi dan daya saing; 3) Governance, akuntabilitas dan pencitraanpublik. Sebagai implementasi dari ketiga pilar kebijakan tersebut khususnyaberkaitan dengan peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing, DirektoratPembinaan Kursus dan Kelembagaan, Direktorat Jenderal PendidikanNonformal dan Informal, Kementerian Pendidikan Nasional telah melakukanpenilaian kinerja terhadap Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP). Penilaiankinerja lembaga ini dilaksanakan dengan tujuan untuk memperoleh data daninformasi yang akurat tentang kinerja lembaga, sehingga dapat dilakukanpemetaan LPK atau LKP berdasarkan kinerja yang dicapainya.Berdasarkan hasil penilaian kinerja LPK ini telah diperoleh klasifikasilembaga dalam kategori A, B, C dan D. Sesuai dengan tujuan penilaian kinerjatersebut, Ditbinsus telah menetapkan program pembinaan manajemen kursussehingga lembaga yang memiliki kinerja, khususnya C dan D diharapkan dapatmemperbaiki sistem manajemen mutu operasional LKP yang lebih baik.Program pembinaan manajemen lembaga kursus dan pelatihan inidimaksudkan untuk membantu para pengelola LKP untuk meningkatkankualitas mutu dan manajemen sehingga mampu menghasilkan outputpendidikan kursus dan pelatihan yang berkualitas, kompeten dan dapatmemenuhi kebutuhan dan syarat untuk mencari kerja atau membangun usaha.Peningkatan kualitas Manajemen pengelolaan Lembaga Kursus dan Pelatihan(LKP) ini sesuai dengan 5 prinsip kebijakan pembangunan pendidikan nasionaldalam penyelenggaraan pendidikan nasional: 1) ketersediaan berbagaiprogram layanan pendidikan; 2) biaya pendidikan yang terjangkau bagi seluruhmasyarakat; 3) semakin berkualitasnya setiap jenis dan jenjang pendidikan; 4)tanpa adanya perbedaan layanan pendidikan ditinjau dari berbagai segi; dan 5)jaminan lulusan untuk melanjutkan dan keselarasan dengan dunia kerja.Jakarta, Maret 2010Direktur,Dr. WartantoNIP. 19631009 198901 1 001Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapanganiii


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingDAFTAR ISIKATA PENGANTAR ................................................................................. iiiDAFTAR ISI ..................................................................................... ivSILABI MODUL 4 ............................................................................. vMATERI 1: STRATEGI PEMASARANA. Konsep Pemasaran ........................................................................ 1B. Bauran Pemasaran ......................................................................... 6C. Riset Pasar ..................................................................................... 6MATERI 2: PENGEMBANGAN DAYA SAING LKPA. Inovasi Produk ............................................................................... 10B. Standarisasi Layanan ..................................................................... 11C. Penarapan Teknologi ..................................................................... 12D. TQM (Total Quality Management) ................................................. 13E. Peningkatan Kualitas SDM (Sumber Daya Manusia) ..................... 13F. Kinerja Lembaga, Akreditasi Lembaga, dan Akreditasi Program .. 18G. Kompetisi ....................................................................................... 15Latihan ................................................................................................... 16Referensi ............................................................................................... 19Lampiran ............................................................................................... 21ivPelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingSILABI MODUL 4MENGEMBANGKAN DAYA SAINGWaktu PenyajianStandar Kompetensi6 Jam PelatihanMampu mengembangkan daya saing lembagakursus dan pelatihan dalam persaingan pasarKompetensi Dasar 1. Mampu menerapkan Konsep Pemasaran2. Mampu memahami Bauran Pemasaran3. Mampu memahami Riset Pemasaran4. Mampu melakukan Inovasi Produk5. Mampu menyusun Kurikulum6. Mampu menerapkan Layanan Prima7. Mampu memanfaatkan Tehnologi untukPelayanan8. Mampu melakukan Quality Qontrol9. Mampu meningkatkan kualitas SDM10. Memahami pentingnya penilaiankinerja,Akreditasi Lembaga dan AkreditasiProgram11. Mampu berkompetisi pada levelkota,nasional, (Lomba)Pokok BahasanMeteri 1: Strategi Pemasaran1. Konsep Pemasaran2. Bauran Pemasaran3. Riset PasarMateri 2: Pengembangan Daya Saing LKP1. Inovasi Produk2. Standardisasi Layanan3. Penerapan Teknologi4. Peningkatan Kualitas Berkelanjutan5. Peningkatan Kualitas SDM6. Kinerja Lembaga,Akreditasi Lembaga danAkreditasi Program7. KompetisiPelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapanganv


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingviPelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingMATERI 1STRATEGI PEMASARANA. Konsep PemasaranManajemen lembaga kursus dan pelatihan bertujuan agar lembagatetap hidup dan berkembang. Tujuan itu dapat dicapai dengan caramempertahankan dan meningkatkan laba. Laba dapat dipertahankandan ditingkatkan dengan cara mempertahankan dan meningkatkanpenjualan yang ditunjukkan dengan peningkatan jumlah peserta didikyang mengikuti program kursus. Salah satu cara untuk mempertahankandan meningkatkan penjualan adalah dengan meningkatkan kegiatanpemasaran secara insentif dan kontinyu. Pemasaran merupakankegiatan harus dilakukan lembaga/perusahaan berupa membuatperencanaan, menentukan harga, produk, mendistribusikan barang danjasa, serta promosi. Adapun proses pemasaran meliputi 6 tahap yaitu:1. Analisis Kesempatan pasar2. Pemilihan pasar sasaran3. Strategi peningkatan posisi persaingan,4. Pengembangan sistem pemasaran5. Penyusunan rencana pemasaran, dan6. Penerapan rencana dan pengendaliannya.Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan1


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingTahap pertama adalah analisis kesempatan pasar dilakukan dengancara menganalisis peluang pasar yang relevan agar dapat digunakanuntuk mencapai tujuannya. Tahap kedua penentuan pasar sasaran.Penentuan pasar sasaran yang akan dilayani oleh perusahaan. Penentuanpasar sasaran ini sulit sekali, karena keinginan, kebutuhan, kebiasaan danreaksi kelompok konsumen adalah berbeda-beda. Oleh karena itu, untukdapat melayani kebutuhan dan keinginan konsumen, lembaga kursus danpelatihan harus menentukan segmentasi pasar dan menetapkan segmenpasar yang mana yang akan dilayani. Tahap ketiga, menetapkan strategipersaingan pada pasar sasaran yang dilayani. Lembaga kursus danpelatihan harus menetapkan produk dan jasa (program kursus) apa yangakan ditawarkan pada pasar sasaran. Tahap keempat, mengembangkansistem pemasaran. yang dapat menunjang tercapainya tujuan lembagadalam melayani pasar sasaran. Tahap kelima, mengembangkan rencanapemasaran. Rencana pemasaran ini sangat perlu karena keberhasilanlembaga kursus dan pelatihan terletak pada kualitas rencana pemasaranyang bersifat jangka panjang dan jangka pendek. Rencana pemasarandapat mengarahkan kegiatan pemasaran dalam mencapai pasar sasaran.Komponen rencana pemasaran terdiri dari: (a) analisis situasi pasar, (b)tujuan dan sasaran pemasaran, dan (c) strategi pemasaran. Tahapkeenam, adalah melaksanakan dan mengendalikan rencana pemasaranyang telah disusun.Berdasarkan penjelasan di atas, strategi pemasaran merupakanbagian dari perencanaan pemasaran yang merupakan tahap kelima dariproses pemasaran. Strategi pemasaran adalah alat fundamental yangdirencanakan untuk mencapai tujuan lembaga dengan mengembangkankeunggulan bersaing yang berkesinambungan melalui pasar yangdimasuki dan progam pemasaran yang digunakan untuk melayani pasarsasaran tersebut.Strategi pemasaran memberikan arah dalam kaitannya denganvariabel segmentasi pasar, identifikasi pasar sasaran, pemosisisian,unsur bauran pemasaran, dan biaya bauran pemasaran. Strategipemasaran dipandang sebagai salah satu dasar yang dipakai dalammenyusun rencana usaha, termasuk rencana pemasaran. Lebih-lebihdalam masa persaingan yang ketat, peranan strategi pemasaransemakin diandalkan untuk memenangkan persaingan.Untuk menyusun strategi pemasaran harus memperhatikanlingkungan pemasaran, karena dalam lingkungan pemasaran banyak2Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya Saingvariabel yang mempengaruhinya. Variabel lingkungan yangmempengaruhi pemasaran diantaranya:1. Variabel yang dapat dikendalikan, yaitu variabel yang berkaitandengan marketing mix seperti: produk, harga, distribusi danpromosi. Masing-masing faktor internal yang terkait dengan fungsiperusahaan itu dapat menunjukkan kekuatan dan kelemahanperusahaan. Faktor internal tersebut adalah faktor yang dapatdikendalikan oleh pimpinan perusahaan.2. Variabel-variabel yang tidak dapat dikendalikan merupakan variabelvariabelyang terdapat dalam lingkungan pemasaran danberpengaruh erat terhadap pemasaran. Pengendalian terhadapfaktor-faktor ini lebih kecil, karena berada di luar perusahaan, tetapiberpengaruh terhadap pemasaran. Variabel-variabel ini antara lainfaktor kondisi politik, hukum, perundang undangan dan socialbudaya. Faktor ini dapat mengakibatkan adanya peluang danancaman bagi pemasaran produk suatu perusahaan.Strategi pemasaran pada dasarnya adalah suatu rencana taktikuntuk memenangkan pasar dengan menggunakan kekuatan danmaterial yang dimiliki serta pemahaman potensi kekuatan pesaing. Ada3 langkah pokok strategis pemasaran modern, yaitu: 1) segmentasipasar, 2) penentuan pasar sasaran, dan 3) positioning.1. Segmentasi PasarSegmentasi pasar adalah tindakan membagi-bagi pasar yangbersifat heterogen dari sebuah produk kedalam satuan-satuan pasaryang bersifat homogen. Segmentasi pasar dilakukan karena perilakukonsumen itu sangat beragam, sehingga perlu dilakukan segmentasipasar agar menjadi lebih homogen. Adanya pasar yang lebih homogenakan memudahkan perusahaan menyusun program pemasaran yangjitu, sehingga program pemasaran yang dirancang akan meningkatkanpenjualan dan dapat menghemat biaya. Segmentasi pasar yang efektifharus memenuhi kriteria dan syarat sebagai berikut:a. Dapat diukur daya belinya.b. Dapat dijangkau, baik lokasi maupun komunikasinya sehingga dapatdilayani secara efektif.c. Cukup besar dan menguntungkan. Suatu kelompok konsumen akanpantas disebut segmen, jika kelompok tersebut cukup besar danmenguntungkan.Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan3


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya Saingd. Dapat dilaksanakan sehingga semua program yang disusun dapatefektif.e. Dapat dibedakan. Segmen-segmen dapat dibedakan secarakonseptual dan memberikan tanggapan yang berbeda terhadapelemen elemen dan program-program bauran pemasaran yangberlainan.Manfaat segmentassi pasar begi lembaga kursus dan pelatihanadalah:a. Lembaga kursus dan pelatihan akan berada pada posisi yang lebihbaik untuk mendapatkan kesempatan-kesempatan dalampemasaran karena ia lebih mudah untuk mempelajari keinginansetiap segmen,b. Lembaga kursus dan pelatihan dapat menggunakan kemampuannyayang ada untuk merespon pasar yang berbeda-beda secara baik,sehinggga dapat menghemat biaya, energi dan waktu.c. Lembaga kursus dan pelatihan dapat mengatur produknya (programyang ditawarkan) dan marketing.d. Lembaga kursus dan pelatihan memilih segmen mana yangberpotensi paling besar yang akan menjadi sasaran.2. Penentuan Pasar SasaranTahap selanjutnya adalah menentukan pasar sasaran. Penentuanpasar sasaran itu penting karena suatu lembaga kursus dan pelatihanyang memutuskan untuk beroperasi dalam beberapa pasar tidakmungkin untuk melayani seluruh pelanggan di pasar, sehingga ia harusmenentukan secara pasti pasar mana yang akan dimasuki agar kegiatanpemasaran dapat berhasil dengan baik. Penentuan tentang segmenpasar mana yang akan dimasuki disebut pasar sasaran.Alternatif strategi penentuan pasar yang dapat ditempuh olehlembaga kursus dann pelatihan dalam memilih pasar sasaran adalah:a. Pasar tidak dibeda-bedakan.Berdasarkan strategi ini, lembaga kursus dan pelatihan menawarkansatu produk (program kursus) untuk semua konsumen dengankegiatan yang sama.Contoh:Lembaga kursus dan pelatihan memasarkan hanya satu programmisalnya kursus komputer untuk setiap konsumen, tanpa di bedabedakan.4Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya Saingb. Pasar dibeda-bedakan.Berdasarkan strategi ini lembaga kursus dan pelatihanmengembangkan macam-macam program yang ditujukan kepadasegmen pasar yang berbeda dengan program pemasaran yangberbeda pula untuk setiap segmen.Contoh:Lembaga kursus dan pelatihan mengembangkan produk berupaprogram pelatihan kursus computer yang berbeda yangdiperuntukkan bagi segmen yang berbeda, misalnya komputer bagipelajar SD, SMP, SMU/SMK, dan Umum.Strategi pemasaran yang dibeda-bedakan ini akan meningkatkanbiaya. Biaya-biaya itu antara lain:1) Biaya modifikasi produk, meliputi biaya riset dan pengembanganproduk2) Biaya produksi meningkat3) Biaya administrasi meningkat,4) Biaya penyimpanan meningkat karena variasi produk makinbanyak, sehingga membutuhkan tambahan fasilitas untukpenyimpanan.5) Biaya promosi meningkat karena segmen yang dilayani itubertambah banyak, sehingga perencanaaan dan media promosiakan berbeda pula.c. Pasar terkonsentrasiBerdasarkan strategi ini,perusahaan memusatkan pada segmentertentu yang paling potensial, kemudian mengembangkan produkyang ideal untuk melayani segmen tersebut. Contoh: VW duluhanya memusatkan perhatiannya pada kebutuhan konsumen akanmobil kecil dan praktis. Strategi ini akan memudahkan untukmelayani segmen pasar yang dimasuki karena ia mengetetahuibetul kebutuhan dan keinginan konsumen yang tidak begitu banyak.Di samping itu, strategi ini akan menghemat biaya, baik biayaproduksi, distribusi dan promosi.d. Pemasaran atomisasi yaitu pemasaran individual yang dipuaskan,tidak semua produk dapat dilakukan atomisasi tetapi hanya produkproduktertentu, misalnya: pakaian, rumah, dan mobil.3. PositioningPelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan5


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingB. Bauran PemasaranBauran Pemasaran dalam Klasifikasi Barang Konsumen dan untukBarang industry.Adanya Klasifikasi barang konsumen maupun industrimenurut penekanan pada aspek bauran pemasaran yang berbeda.Penekanan pada aspek 4P (Produk harga distribusi dan promosi) barangkonsumen Untuk itu.Ada 5 alat promosi yang harus diketahui oleh manajer yaitu (a)periklanan, (b) promosi penjualan, (c) hubungan masyarakat, (d)publisitas wiraniaga dan pemasaran langsung. Suatu perusahaan akanselalu mensubtitusikan satu alat promosi dengan yang lain. Banyakperusahaan yang mengganti kegiatan penjualan lapangan dengan iklansurat langsung atau lewat telepon. Faktor yang dipertimbangkan dalammenyusun Bauran Promosi yaitu:Jenis Pasar Produk, Tempat berjualan,apakah akan menggunakan strategi dorong atau tarik tingkat kesiapankonsumen untuk melakukan pembelian, tahap produk tingkat kesiapankonsumen untuk melakukan pembelian tahap produk dalam siklushidup produk dan peringkat pasar perusahaan. Faktor yang menentukanbauran Promosi adalah (a) Faktor Produk,(b) Faktor Pasar, (c) FaktorPelanggan, (d) Faktor Anggaran.Latihan 12: Bagaimana LPK yang saudara kelola melakukan Promosi?C. Riset PasarRiset pasar adalah kegiatan penelitian dibidang pemasaran yangdiakukan secara sistematis yang dilakukan secara bertahap melalui dariperumusan masalah, tujuan penelitian, pengumpulan data, pengolahandata, dan interpretasi penelitian. Hasil penelitian digunakan untukmemberi masukan pada pihak manajemen dalam rangka untukidentifikasi masalah dan pengambilan keputusan untuk pemecahanmasalah dalam rangka merumuskan strategi pemasaran guna merebutpeluang pasar. Tujuan Riset Pasar adalah untuk mendapatkan informasiyang akurat sehingga dapat menjelaskan kenyataan yang ada secaraobyektif.Langkah Sistimatis dalam Riset Pemasaran adalah tindakan yangdilakukan secara teratur dan konsiten. Secara sistimatis dilakukan mulaidari perumusan masalah pengumpulan data, analisis data, danpengujian hipotesis. Yang perlu diperhatikan dalam Identifikasi,6Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya Saingpengumpulan data, analisis dan interpretasi hasil penelitian adalahsebagai berikut:1. Identifikasi meliputi masalah manajemen dirumuskan kedalammasalah riset pemasaran (marketing research problem)2. Menggunakan metode yang tepat untuk pengumpulan data3. Menggunakan metode yang tepat untuk analisis data4. Interpretasi.Dalam melakukan Riset Pemasaran Manager dapatmenghubungkan antara konsumen, Variabel Pemasaran, danLingkungan.Variabel Pemasaran yang dapat dikontrol adalah: (a)Produk,(b) Harga, (c) Promosi, (d) Distribusi. Sedangkan Variabel yangtidak dapat dikontrol adalah: (a) Kondisi ekonomi (b) Teknologi (c)Politik (d) Kompetisi (e) Perubahan SosialSalah satu teknik riset adalah menggunakan Riset Deskriptif adalahRiset yang mempunyai tujuan untuk menjelaskan Karakteristik Pasaryang dimaksud Karakteristik adalah Didahului dengan Hipotessis yangspesifik dan memiliki desain penelitian secara terstruktur,terencana dantidak fleksible. Mengutamakan akurasi dan didasrkan pada pemahamansuatu masalah sebelumnya Metode: survey observasi dan analisa datasekunderContoh:Studi Pasar: Profil konsumen, kemampuan konsumenStudi Pangsa PasarAnalisis Penjualan yang dideskripsikan berdasarkan wilayah geografi,lini produk, psikografi.Studi tentang citra: persepsi konsumen terhadap layanan /produkStudi Penggunaan Produk: mendiskripsikan tentang pola konsumsiStudi Deskripsi yaitu pola alur Distribusi, lokasi distributor/agen ataujumlah.Studi tentang penetapan harga: meliputi frekuensi perubahan harga,respon konsumen terhadap perubahan harga.Studi Periklanan: mempelajari kebiasaan memanfaatkan mediaprofile konsumen pada program tertentu (majalah,TV)Sumber data dapat dibedakan menjadi 2 yaitu:data Primer, dan dataSekunder.Cara mendapatkan data Primer dengan metode komunikasi,metode ObservasiData Sekunder ada dibedakan dengan data Internal dan data External: Datasekunder adalah data yang sudah dipublikasikan contoh data Statistik dariPelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan7


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingBadan Resmi pemerintah atau swasta), Ensiklopedi, journal, CaraPengumpulan Data Sekunder dengan Sensus, Sampling, Kasus1. Teknik SamplingTeknik Sampling dapat dilakukan dengan Teknik Probabilitas dan NonProbabilitas.Teknik Probabilitas dapat dilakukan melalui cara sebagai berikut:1. Secara Simple Random Sampling (Random Sederhana)2. Secara Random Systimatik (Systematic Random sampling )3. Secara Random Bertahab (Random Multistage)4. Secara Random Bertingkat (Stratified Random Sampling) ini dapatdijabarkan menjadi sebagai berikut:Proporsional danDisproporsional5. Secara Sampel Cluster6. Secara Sampel Kluster Berstrata (Stratifiede Cluster)7. Secara Multiple atau Sequensial (Berurutan )Teknik Non Probabilitas1. Penilaian (Judgment)2. Convenience (Kenyamanan)3. Snowball (bola salju)Analisis dan Interpretasi DataUntuk keperluan Analisis data dapat digunakan dengan menggunakanprogram SPSS, sedangkan interpretasi data dapat dilakukan pada hasilyang diproses dengn SPSS.Topik topick yang dapat diangkat dalampenelitian sebagai berikut: (a)Survei kebutuhan produk danlayananbaru,(b)Mengukur sikap konsumen terhadap produk ataulayanan baru,(c) Mengukur hubungan antara promosi dan penjualan, (d)Memprediksi penjualan, (e) Uji kualitas produk,(f) Mengukur kepuasanpelanggan,(g)Membandingkan produk atau layanan dengan competitorsejenis, (h)Membuat model peramalan penjualan,(i)Membuatsegmentasi pasar.Dalam menganalisi data dapat digunakan dengan Analisis dengan SPSS.Contoh ini perlu diketahui pola hubungan antar variable bebas (X)dengan variabel tergantung (Y). Dalam metodologi penelitiankuantitatif ada lima jenis variable yaitu variable bebas,variabletergantung,variable control,variable moderat,variable perantara. Padaanalitis kuantitatif /statistic dapat dilakukan dengan: (a) Distribusi8Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingFrekuensi dan Tabulasi Silang, (b) Uji Ketergantungan Chi Square, (c)Korelasi Non Parametrik Spearmen, (d) Korelasi Parametrik PearsonProduat Moment, (e) Regresi Linier Sederhana, (f) Regresi LinierBerganda, (g) Uji T (tes) untuk Dua Sampel Bebas, (h) Uji T tes untukSampel Berpasangan guna mengukur Tingkat Kepuasan Pelanggan, (i)One Way Anova (satu faktor), (j)Time Series Metode SimpleLATIHAN 15Membuat Riset Deskriptif tentang pengaruh minat siswa SMK terhadapsalah satu program /produk LPK yang saudara kelola yang dianalisisdengan analisis statistic Regresi.Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan9


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingMATERI 2PENGEMBANGAN DAYA SAING LKPPengembangan daya saing dapat dilakukan dengan berbagai caradiantaranya adalah dengan Inovasi produkA. Inovasi ProdukBagi perusahaan yang menghasilkan barang maupun jasa dalammemilih program pengembangan Produk baru cenderung memilihsystem dengan proses formal.Inovasi Produk untuk LPK dapat dilakukan dengan cara yaitu:1. Program/jurusan/produk dikemas untuk kepentingan pasar2. novasi Kurikulum menyesuaikan Inovasi produk dan perangkat sertamedia dan model pembelajaran.3. Peningkatan kualitas SDM melalui peningkatan Kompetensi pendidikdan tenaga kependidikan melalui sertifikasi (pengajar,penguji/asesor).4. Peningkaan pencitraan publik, melalui sertifikasi ISO, mengikutikompetisi, expo, dll.5. Peningkatan mutu layanan.6. Pengelolaan lulusan, pendampingan, penyaluran ke dunia kerja.7. Membangun kemitraan.10Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingB. Standarisasi LayananLayanan terhadap Pelanggan menjadi hal yang sangat esensial bagisetiap perusahan. Bagaimana suatu Layanan baik /prima yang dapatmemberikan kepuasan pada pelanggan adalah suatu hal yang perludijaga dan diciptakan sehingga didapatkan konsumen yang loyal. Olehkarena itu agar selalu terjaga maka diperlukan layanan yang terstandartdan dapat diukur. Hasil dari pengukuran dapat digunakan sebagaiumpan balik dan digunakan pertimbangan untuk keperluanpengembangan serta implementasi strategi peningkatan kepuasanpelanggan. Standardisasi Layanan yang didasrkan hasil pengukuranadalah sebagai berikut:1. Layanan harus dapat mampu dan mengakomodasi keluhanpelanggan secara bebas dan terbuka tanpa mengeluarkan biayaapapun2. Layanan harus mengandung substansi kekuatan produk Standarlayanan dari hasil pengukuran.3. Layanan harus dapat mengetahui alasan pelanggan berhenti danpindah ke produk lain sehingga dapat meminimalkan custumer Lossrate.4. Layanan harus mengandung substansi bahwa perusahan selalumemberikan sinyal yang positif menaruh perhatihan terhadap apayang dibutuhkan pelangganOleh karena itu agar layanan itu terstandar maka perlu dibuatStandart operasional Prosedur layanan dari produk yang dipasarkan.Oleh karena jenis produk dan sasaran pasar berbeda makastandartdisasi layanan perlu memperhatikan jenis produk yangdihasilkan,pelanggan sasaran. Standardisasi layanan pada prinsipnyadigunakan untuk memperoleh kepuasan pelanggan yang diharapkanakan mampu diperoleh pelanggan yang loyal.Pada prinsipnya kepuasan pelanggan itu dapat diukur denganberbagai macam metode dan teknik. Pada bagian ini akan dibahasbeberapa metode pengukuran Kepuasan Pelanggan. Agar LKP dapatmemenuhi standart diatas maka sebuah LKP juga harus memenuhistandart yang ditetapkan olehPNFI tentang standart lembaga kursus danpelatihan.Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan11


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingTeknik Pengukuran Kepuasan PelangganSebagaimana dijelaskan di depan bahwa metode survai merupakanmetode yang paling banyak digunakan dalam pengukuran kepuasanpelanggan. Metode survai kepuasan pelanggan dapatmenggunakanpengukuran dengan berbagai cara sebagai berikut:1. Pengukuran dapat dilakukan secara langsung dengan pertanyaanseperti “Ungkapan seberapa puas Saudara terhadap pelayanan LPK.A pada skala berikut sangat tidak puas, tidak puas, netral, puas,sangat puas” (directlly reported satifaction)2. Responden diberi pertanyaan mengenai seberapa besar merekamengharapkan suati atribut tertentu dan seberapa besar yangmereka rasakan (derived dissatifaction)3. Responden diminta untuk menuliskan masalah-masalah yangmereka hadapi berkaitan dengan penawaran dari perusahaan danmenuliskan perbaikan-perbaikan yang mereka sarankan (problemanalysis)4. Responden dapat diminta untuk meranking sebagai elemen(atribut)dari penawaran berdasarkan derajat pentingnya setiapelemen dan seberapa baik kinerja perusahaan dalam masingmasingelemen (Importance – performance Ratings). Teknik inidikenal pula dengan istilah importance-performance analysis(Martilla dan James, 1977).C. Penerapan TeknologiDalam era kompetisi yang semakin ketat maka perkembanganteknologi tidak bisa diabaikan begitu saja. Lembaga harus mampumemanfaatkan perkembangan teknologi terkini. Penyelenggaraankelembagaan diarahkan berbasis IT. Untuk itu sistem informasimanajemen bisa digunakan untuk pelayanan kebutuhan kelembagaantermasuk, promosi, peningkatan jaminan mutu layanan, akademik,pemasaran dan kemitraan.Layanan Pasca lulusan membutuhkan teknologi informasi sehinggapenawaran lulusan ataupun akses lowongan kerja atau bursa kerjadapat secara cepat dimanfaatkan sehingga mendukung lulusan terserapdi dunia kerja, melalui internet Lembaga bisa menampilkan profillembaga untuk menunjukan existensinya serta bisa mengakses lulusankepenjuru dunia.12Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingD. TQQ (Total Quality Qontrol)TQM (Total Quality Management) adalah sebuah konsepmanajemen strategi pencapaian sukses jangka panjang yang ditujukanpada kepuasan pelanggan dengan dukungan dan partisipasi dari seluruhanggota organisasi kerja internal maupun eksternal, peningkatan proses,kinerja produk, kinerja pelayanan dan faktor-faktor kultural.Suatu devisiyang berhubungan langsung dengan pelanggan adalah bagianpemasaran. Semakin kompetitif produk perusahaan bersaing dipasaranmaka perusahaan harus berorientasi pada kepuasan pelanggan. Kondisipersaingan dan kemajuan teknologi dan perkembangan perekonomiansangat mendorong pengembangan kualitas pelayanan dan kualitasproduk perusahaan. Oleh karena itu perusahaan perlu mengefektifkandevisi Total Quality Control (TQC).Kualitas mutu pruduk dipengaruhi oleh bagaimana seseorang itumemperspektifkan untuk menentukan ciri-ciri yang pada dasarnya ada 3orientasi yaitu perspektif, konsumen produk, dan proses. Kualitas jasasecara konsisten berdasarkan ketiga orientasi diatas dapatmenyumbangkan perusahaan dalam menuju mendapatkan kepuasanpelanggan.E. Peningkatan Kualitas SDM (Sumber Daya Manusia )Peningkatan Kualitas SDM dalam suatu lembaga dapat ditempuhmelalui perencanaan SDM, Pengembangan SDM. Perencanaan SDMdimulai dari perencanaan kualifikasi, kuantifikasi, rekrutment SDM.Pengembangan SDM dapat melalui Pendidikan dan Latihan pengirimankegiatan Ilmiah Workshop, dll.F. Kinerja Lembaga, Akreditasi Lembaga dan AkreditasiProgramSuatu Lembaga perlu mempunyai kinerja yang baik jika dinilai darisudut pandang internal (QA) maupun external. Oleh karena itu perlumemahami adanya beberapa pendekatan pengukuran kinerjadiantaranya adanya penilaian kinerja external Akreditasi lembaga.Akreditasi adalah sebuah pengakuan kinerja yang diperoleh dariinstansi yang berwenang yang dapat memperkuat posisiPelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan13


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya Saingkelembagaanmaupun daya jual Lembaga. Banyak hal yang perludiperhatikan dalam pengelolaan Lembaga agar memperoleh posisiAkreditasi terakreditasi dan tidak terakreditasi diantaranya adalah perlumemahami indikator indikator dan parameter yang telah ditentukanoleh Badan Akreditasi Nasiopnal PNF Komponen tersebut sudah tentutelah teruji dalam meningkatkan kinerja lembaga. Prestasi yangdiperoleh sudah tentu tidak hanya pada tataran verbal pada Borangatau perangkat yang disusun namun semestinya lebih dari implementasiyang faktual dan riel bukan semu sesuai kondisi yang sebenarnyaDengan berdasarkan rambu-rambu aspek penilaian akreditasi makabeberapa petunjuk yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:1. Lembaga harus mempunyai Visi, misi secara jelas mudah dipahamisesuai dengan standar dalam memformulasikan suatu Visi dan Misi.2. Untuk mencapai Visi dan Misi maka lembaga perlu menyusunstrategi yang akan ditempuh yang dituangkan dalam Renstralembaga yang dicanangkan baik dalam jangka pendek, menengahmaupun panjang.3. Dalam Renstra yang di breakdown ke dalam program kerja,lembaga perlu menentukan (sasaran, target hasil dan target waktu,biaya )4. Setiap akhir tahun hendaknya dievaluasi secara internal tentangtarget hasil yang telah dicapai sehingga dapat melakukan evaluasidiri, mengukur sejauh mana gap keberhasilan antara rencana danrealisasi atau gap ketidak tercapainya target hasil dengan rencanayang sudah ditentukan.5. Hasil evaluasi kinerja tahunan dapat digunakan sebagaipertimbangan untuk menyusun program kerja berikutnya sehinggabagaimana lembaga membuat rencana (Plan) dan bagaimanalembaga mengimplementasikan (Do), dan bagaimana Lembagamengecek atau mengontrol dari perencanaan kedalam pelaksanaansejauh mana penyimpanganya (Cek). selanjutnya bagaimana darihasil cek tersebut digunakan dasar pertimbangan pada pelaksanaanlanjutan (Action ) begitu seterusnya jadi Proses PDCA(Plan,Do,Cek,dan Action) dilakukan secara berkelanjutan dan terusmenerus.6. Dalam penilaian kinerja pada dasaranya adalah berbasis data, untukitu harus selalu didukung data physik, maka lembaga wajib selaluupdate data 5 tahun terakhir14Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya Saing7. Data data yang bersifat administratif perlu didokumentasi secarabaik, data tentang prestasi yang berhasil diraih selama 5 tahunterakhir perlu didokumentasi guna data pendukung penilaiankinerja8. Data tentang program sosial dan pengabdian kepada masyarakatselama 5 tahun terakhir perlu didokumentsi dengan baik9. Dokumentasikan bentuk pengembangan yang telah dilakukan olehlembaga, termasuk pengembangan metode pembelajaran ataukegiatan yang mendukungG. KompetisiLKP atau Lembaga Pendidikan Kursus di Indonesia yang banyakdidirikan pastilah bertujuan untuk tetap eksis berkembang maju untukjangka panjang. Oleh karena itu dengan persaingan yang semakintajam menuntut LPK harus berkinerja prima, baik di ukur dari aspekinternal maupun eksternal ataupun pablik. Agar dapat memenangkanpasar maka perlu menjajaki pesaingnya, banyak cara yang bisa dilakukan agar dapat eksis dan upaya pencitraan public salah satunyadengan mengikuti kompetisi. Baik kompetisi kinerja institusi maupunprestasi anak didik dan berbagai kompetisi yang dilaksanakan olehDirektorat atau departemen. Agar dapat memenangkan kompetisi halhalyang perlu diperhatikan adalah:1. Mengetahui jenis kompetisi yang diselenggarakan oleh Diknasdan Direktorat serta Asosiasi atau lainnya.2. Periode tahunan kompetisi yang biasanya ada dan dilakukan olehpenyelenggara.3. Tujuan pentingnya kompetisi tersebut (Kompetensi apa yangdilombakan).4. Mengetahui dan memahi materi-materi lomba yang ditetapkan/di patokkan.5. Melatih calon peserta yang akan diajukan melalui kompetisiinternal.6. Pendampingan yang efektif dan efisien dalam mempersiapkankompetisi.7. Menerapkan fungsi manajemen POAC (Planning, Organizing,Actuating, Controlling) dalam berkompetisi8. Membuat time schedule dimulai dari Perencanaan PenentuanPersonnil, Penentuan Jenis Kompetisi, Penyiapan Kompetensi,sampai dengan Mengkoordinasikan, Menggerakan danPelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan15


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingMengontrol sejak merencanakan pelaksanaan maupun pascakompetisi.9. Mengevaluasi keberhasilan dan kegagalan dari track recordkompetisi yang pernah diikuti.10. Hasil evaluasi akan merupakan umpan balik untuk mengikutikompetisi berikutnya.Adapun jenis kompetisi yang dapat diikuti adalah dapat berupalomba kinerja yang vterkait dengan kelembagaan tetapi juga lombalomba Ketrampilan yang jenisnya dapat dilihat dalam table. Orientasidan kompetensi lomba perlu diketahui agar dalam mepersiapkan lombalebif efektif sehingga dapat diperoleh prestos yang dapat menaikanpencritraan public. Adapun Jelis Lomba diantaranya Lomba LKPNasional, Anugerah Widya Karya Bhakti Kursus, Lomba Kompetensi,Jambore PTKPNF tingkat regional dan nasional, dan berbagai lombalainnya baik nasional maupun internasionalLATIHANA Jawablah Pertanyaan Berikut Secara Singkat dan Jelas1. Apa yang sdr ketahui tentang Strategi Pemasaran?2. Jelaskan faktor yang mempengaruhi Strategi Pemasaran secarasingkat (Faktor Lingkungan Faktor Persaingan Analisis KemampuanInternal Perilaku Konsumen Analisis Ekonomi3. Buatlah Strategi masing masing Level pada Lembaga sdr?4. Jelaskan Strategi Pemasaran dari masing masing Level? Bericontohnya.5. Buatlah ilustrasi Strategi Pemasaran dari Usaha yang sdr tekuni?.6. Apa yang dimaksud dengan Konsep Pemasaran?.7. Jelaskan tentang Pemasaran berwawasan Sosial?.8. Apa inti pemasaran Modern?9. Jelaskan tentang Bauran Pemasaran?10. Jelaskan tentang Bauran Promosi?11. Jelaskan secara singkat cakupan Desaign riset Pemasaran?12. Jelaskan secara singkat Karakteritik masing masing jenis RisetPemasaran?13.Jika sdr akan menggunakan Riset Deskriptif dari usaha anda,buatlah rancanganya.14. Buatlah rancangan Riset Pemasaran dari usaha yang sdr tekuni?16Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingB. Jawablah Pertanyaan Berikut Secara Singkat dan Jelas1. Jelaskan pengembangan Produk Baru secara bertahap.?2. Buatlah Penyaringan ide baru secara scematis. Buatlah ide baruyang dapat sdr buat dalam usaha anda?3. Jelaskan standardisasi Layanan yang didasarkan pada hasilpengukuran?Buatlah indicator dari komdonen dalam standardisasi tersebut.4. Buatlah SOP dalam suatu layanan? berikan contoh dari usahayang sdr lakukan?.5. Sebutkan ada berapa cara dalam mengukur kepuasanPelanggan?6. Berikan contoh ilustrasi dalam pengukuran kepuasan pelanggan?7. Jelaskan tentang Teknologi rekayasa mutu,8. Jelaskan tentang Teknologi rekayasa-kendali-proses,9. Jelaskan tentang pentingnya Teknologi rekayasa peralatan mutu10. Bagaimana Perspectif TQC pada Kepuasan Pelanggan11. Apa pentingnya dari TQM menuju EMS.12. Jelaskan bahwa Kesuksesan Top Manajer dengan TQMmempunyai pengaruh terhadap kepuasan Pelanggan13. Jelaskan ada langkah langah dalam Pengembangan SDM?14. Faktor factor apa yang mempengaruhi tentang produktivitaskerja?15. Jelaskan hubungan pendidikan,pelatihan, pengalaman denganproduktifitas kerja?16. Apa yang sdr ketahui tentang kinerja Lembaga,AkreditasiLembaga dan Akreditasi Program17. Apa yang sdr ketahui tentang Kinerja Lembaga?18. Komponen apa saja yang dinilai dalam Akreditasi lembaga danAkreditasi Program?19. Dokumen apa saja yang sdr persiapkan dalam menghadapiAkreditasi Lembaga dan Akreditasi Program?20. Bagaimana sebaiknya saudara mempersiapkan site visit dalamAkreditasi?21. Faktor apa saja yang menyebabkan lemahnya nilai Akreditasi dilembaga sdr? Bagaimana sebaiknya mengatasinya?22. Menurut sdr bagaimana sebaiknya Akreditasi itu dilakukan baikdari aspek lembaga, Assesor, BAN?Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan17


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya Saing23. Apa nama Lembaga yang sdr pimpin dan dimanaalamatnya?Produknya apa saja yang sdr pasarkan. Saat ini apastatus Akreditasi sdr?24. Buatlah Analisis SWOT dalam Evaluasi Diri Lembaga sdr jika akanmencari akar masalah yang untuk meningkatkan statusAkreditasi sdr?25. Mengapa penting adanya Kompetisi antar lembaga, baikditingkat Lokal Regional, Nasional.26. Apa sebenarnya hakekat berkompetisi menurut sdr?27. Saat ini Kompetisi apa saja yang sdr ketahui?28. Prestasi apakah yang pernah diraih dalam kompetisi yangpernah diikuti oleh lembaga sdr.18Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingREFERENSIAake, D.A., Kumar, V., & Day, G.S. Marketing Research. Seventh Edition.John Wiley & Sons, Inc. 2001.Aaker, J. Dimension of Brand Personality. Stanford: Research PaperSeries. May 2000.Alif, Gunawan M. Memahami Evolusi Merek, Model KomunikasiPemasaran dan Hubungan Relasional Merek. Jurnal ManajemenIndonesia, Vol. 1. No. 1 February 2002.Asep ST. Sujana. Paradigma Baru dalam Manajemen Ritel Modern.Yogyakarta: Graha Ilmu. 2005.Baker, Michael J. Prof. Marketing Strategy and Management: Mc MillanPress Ltd. 2000.Bauer, H., Mader, R, Keller, T. An Investigation of The Brand PersonalityScale. http://marketing.bvu.edu/ams/bauer-maderkeller. Htm. 26 Sept2001.Belk. Russel W. Possesions and the Extended Self. Journal of MarketingResearch, 15(9). 139-168. 1988.Boyd. At al. Manajemen Pemasaran. Jilid II. Terjemahan ImamNurmawan. Penerbit Erlangga. Jakarta. Hal. 2000.David, W. Cravens. Strategy Marketing. Mc Graww Hill. 2000.Engel, J.F., Blackwell, R.D., & Minard, P. W. Consumer Behaviour. SixthEdition. The Dryden Press International Edition. 1990. Focus GroupDiscussion.Fandy Tjiptono. Strategi Pemasaran: Edisi II. Yogyakarta: Andi Offset1997.Feigenbaum, AV, Kendali Mutu Terpadu Edisi ke III, Erlangga, Jakarta.Feigenbaum,AV,Kendali Mutu Terpadu,Erlangga, Jakarta 1983,Gregorius Chandra. Strategi dan Program Pemasaran. Yogyakarta: andoffset 2002.Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan19


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingFredy Rangkuti,Riset Pemasaran, Erlangga Jakarta.2007Juran JM, Terobosan Manajemen: Konsep Baru Tentang Tugas Manajer,Nur Cahaya, Yogyakarta.Husein Umar. Riset pemasaran & Perilaku Konsumen. Jakarta: PT.Gramedia Pustaka Utama 2000.Kotler, P., and SH. Leong, S.M., & Tan, CT. Marketing Management: AnAsian Perseptive. Prentice Hall. 1996.Mars. Pricing Strategy & Research Approach. PT. Mars 2000.Morris, Michael H. Morris, Gene, Market Oriented Pricing: Strategies forManagement. Greenwood Press Inc. 1990.Mulyadi, Total Quality Manajement, Edisi I, Cetakan I, Aditya Media,Yogyakarta, 1998Nagie, T. Thomas., Holden, K. Reed. The Strategy and Tacties of Pricing.Prentice Hall International Inc. 1995.Philip Kotler & Gary Amstrong. Dasar-dasar Pemasaran: EdisiKesembilan Jilid 1. &2.Jakarta: PT. Indeks. 2004.Sewell, Graham & Wilkinson, Bary Empowerment or Emmasculation,Shoopfloor Surveilance in Total Quality OrganizationTjiptono, Fandy, & Diana, Anastasia Total Quality Manajement AndyOffset, Yogyakarta.Tjiptono, Fandy, Strategi Pemasaran, Andy offset, Yogyakarta.Uyung Sulaksana. Integrated marketing Communications. Yogyakarta:Pustaka Pelajar 2003.20Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingLampiran 1.Tabel: Jenis Lomba yang diselenggarakn oleh Direktorat PNIFNo Kategori Jenis Lomba Jenis Ketrampilan1 Nasional/Internasional2 Nasional/InternasionalLKPVokasionalLKPVokasionalKPP (Orientasi LN)• Carigiver• PLRT• Baby Sitter• LainLain (Orientasi LN)Vokasi (Orientasi DN)• Menjahit• Electronik• Otomotif• Lain• Bahasa• Komputer Operator• Bimbingan Belajar• Lain Lain (Non Vokasional)3 Nasional/Internasional4 SPM/Rintisan5 SPM/RintisanLKP NonVokasionalLKPVokasionalLKP NonVocasionalVokasi (Orientasi DN)• Menjahit• Elektronik• OtomotifLain Lain (Vokasi Orientasi DN)Vokasi (Orientasi DN)• Menjahit• Elektronik• OtomotifLain Lain (Vokasi Orientasi DN)(Orientasi DN)• Bahasa• Komputer Operator• Bimbingan Belajar• Lain Lain (Orientasi DN)Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan21


[ Modul 4 ] Mengembangkan Daya SaingLAMPIRAN 2.1. Standardisasi Layanan d LPK dapat diklasifikasikan menjadi2. Standart Rintisan, LPK masih belum badan hokum tetapi sudahmempunyai izin operasional (salah satu diantaranya tapi belumpunya dua duanya)3. Standart Pelayanan Minimal ada izin operasional,NPWP,saranaprasara,SDM sesuai deng program yang diselenggarakan4. Standart Nasional Pendidikan (PP 19) Versi BAN harus ada izin, aktanotaries NPWP Akta Notaris atau Badan Hokum,NILEK5. Standart Internasional22Pelatihan Manajemen Lembaga Kursus Berbasis Masalah Lapangan

More magazines by this user
Similar magazines