Mei - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - ITB

lppm.itb.ac.id

Mei - Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat - ITB

Edisi Mei 2005Hamparan Material LongsoranGawir LongsoranInstitut Teknologi BandungBERITA PENELITIAN &PENGABDIAN KEPADA MASYARAKATAssalamu'alaikum Wr. Wb.Para pembaca BPPM ITB yang budiman,Pada edisi ini BPPM hadir kembali kepada parapembaca dengan berbagai berita pengajuanproposal dan seminar.Gawir longsoran TPA Sampah LeuwigajahSehubungan dengan telah selesainya beberapakegiatan dari Tim Satgas ITB Peduli TPALeuwigajah dan Sampah Bandung Raya, TimPengasuh memuat artikel laporan kemajuandari Satgas tersebut di dalam kolom pengabdiankepada masyarakat.Gawir longsoran TPA Sampah LeuwigajahBatas sampah longsoran yang terus bergerakKampung PojokBatas TPAKampung CilimusTim Pengasuh BPPM tetap setia menerimainformasi dari para pembaca tentang kegiatankegiatanpenelitian, pengabdian kepadamasyarakat maupun publikasi internasional.Kritik dan saran demi kemajuan BPPM kitatercinta, juga selalu kami harapkan.Selamat membaca.Wassalamu’alaikum Wr.Wb.PengasuhPada bagian barat gawir masih terdapat beberapa retakanyang berpotensi menimbulkan longsoran susulanKONDISI SETELAH LONGSOR PADA TANGGAL 22-2-2005Sumber Foto: Tim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah dan Sampah Bandung RayaDAFTAR ISIDiterbitkan olehLEMBAGA PENELITIAN DANPENGABDIAN KEPADA MASYARAKATINSTITUT TEKNOLOGI BANDUNG(LPPM-ITB)Penanggung jawab: Pimpinan LPPM-ITBKetua: Andry Widyowijatnoko, ST., MT. (AR-ITB)Anggota: 1. Dra. Lia Amalia, MSi. (FA-ITB)2. Kahfiati Kahdar, SSn., MA. (KR-ITB)Editor: Ardy SunaryoAlamatLPPM-ITBGedung Rektorat-ITB, Lantai 5Jl. Tamansari No. 64, Bandung 40116Telp: (022) 250-3602, 250-3253Fax. (022) 250-3253, 251-1215e-mail: lp@lppm.itb.ac.id,pm@lppm.itb.ac.ide-mail editor: rds@lppm.itb.ac.idwebsite: http://www.lppm.itb.ac.idPENELITIAN 2Undangan Pengajuan Proposal 2* Pemilihan Dosen Berprestasi Tahun 2005 2* Pemilihan Mahasiswa Berprestasi Tahun 2005 2* Lomba Karya Tulis Mahasiswa Bidang Seni 2* Prince Mahidol Awards 2005 2Undangan Seminar, Kursus, dan lainnya 3* Pelatihan Statistika Multivariat (Angkatan I) 3* Seminar Internasional The Pekalongan Batik Museum 3* Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan Veteriner 3*th5 Asian Conference on Clinical Pharma3PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT 4* Laporan Tim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah danSampah Bandung Raya 4PUBLIKASI 41


P ENELITIANI2UNDANGAN PENGAJUAN PROPOSAL1 Pemilihan Dosen Berprestasi 2005Dalam rangka memberikan penghargaan kepada dosenyang telah secara nyata dan luar biasa melakukan kegiatanTridharma Perguruan Tinggi, Direktorat Jenderal PendidikanTinggi Depdiknas tahun 2005 kembali akanmenyelenggarakan pemilihan Dosen Berprestasi (Dospres)Tingkat Nasional, dengan penjelasan sebagai berikut.Peserta adalah dosen tetap PTN/PTS yang dalam 3 (tiga)tahun terakhir dapat dinilai sebagai dosen yang memilikiprestasi terbaik, menonjol dan dapat dibanggakan olehperguruan tingginya dengan tanpa dibatasi usia,kepangkatan/golongan maupun jabatan. Aspek penilaianmeliputi kinerja prestatif, kepribadian, dan karya tridharmaperguruan tinggi. Mengisi formulir daftar riwayat hidup(DRH), formulir kinerja prestatif dan formulir kegiatantridharma perguruan tinggi 3 tahun terakhir.Di samping melengkapi berkas di atas juga mengirimkan :Uraian tentang karya prestatif yang dibanggakanmaksimal 2 halamanSurat pernyataan pimpinan perguruan tinggi terhadapkepribadian dan integritas DospresSurat keterangan sehat jasmaniPasfoto terbaru ukuran 3x4 cm , 4 (empat) lembarPemilihan Mahasiswa Berprestasi 2005Dalam rangka memberikan penghargaan kepadamahasiswa yang telah mencapai prestasi yang tinggiDirektorat Pembinaan Akademik dan Kemahasiswaan DitjenPendidikan Tinggi kembali akan menyelenggarakanpemilihan Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) TingkatNasional, dengan penjelasan sebagai berikut: Peserta adalah Mahasiswa Berprestasi Pemenang ITingkat PTN dan Pemenang I, II, dan III Tingkat Kopertisdengan status mahasiswa S1 dan duduk di semester VIatau VIII, belum dinyatakan lulus serta berusia tidak lebihdari 24 tahun pada saat pemilihan Tingkat Nasional. Aspek penilaian meliputi prestasi akademik, karya tulis,kepribadian, dan aktivitas ekstrakurikuler, sertakemampuan berbahasa Inggris. Penulisan karya tulis mengacu pada Pedoman UmumLomba Karya Tulis Mahasiswa (LKTM) yang diterbitkanoleh Direktorat Pembinaan Akademik danKemahasiswaan Tahun 2004. Mengisi formulir daftar riwayat hidup yang dapat didownload melalui website : www.dikti.org (DRH). Berkas dilengkapi dengan DRH, IP Kumulatif, pasfototerbaru ukuran 3x4 Cm sebanyak 4 (empat) lembar, sertaabstraksi makalah dalam bahasa Inggris (1-2 halaman)ditujukan kepada Direktur Pembinaan Akademik danKemahasiswaan Ditjen Pendidikan Tinggi DepdiknasJalan Pintu I Senayan Jakarta, Telp./Fax. 5731152 dan5731903. Panitia akan menetapkan 15 (lima belas) orang Mawapresterbaik sebagai finalis Pemilihan Mawapres TingkatNasional, pada Minggu II Juli 2005. Finalis akan diundang ke Jakarta untuk mengikuti seleksiTingkat Nasional yang akan diselenggarakan padaMinggu II Agustus 2005 dan mengikuti acara kenegaraanperingatan HUT-RI tahun 2005 atas biaya DitjenPendidikan Tinggi. Hadiah Mahasiswa Berprestasi Tingkat Nasional masingmasing:Terbaik I Rp 10 juta; II Rp 7,5 juta; III Rp 5 juta; danfinalis tingkat nasional sebesar Rp 2,5 juta serta hadiahlain dari sponsor.34Seluruh berkas untuk Dospres dan Mawapres disampaikankepada Direktur Pembinaan Akademik dan KemahasiswaanDitjen Pendidikan Tinggi Depdiknas Jalan Pintu I SenayanJakarta, Telp./Fax. 5731152 dan 5731903 paling lambat30 Juni 2005.Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri dan Koordinator Kopertisdiharapkan dapat mengadakan seleksi Dospres danMawapresTingkat Perguruan Tinggi/Kopertis masingmasing.Untuk keterangan lebih lanjut dapat membukawebsite http://www.dikti.orgLomba Karya Tulis Mahasiswa Bidang SeniDalam rangka pengembangan wawasan dan kemampuanakademik mahasiswa Direktorat Pembinaan Akademik danKemahasiswaan Ditjen Dikti Depdiknas pada tahunanggaran 2005 akan menyelenggarakan Lomba Karya TulisMahasiswa (LKTM) Bidang Seni dengan tema "SumberdayaManusia Indonesia menuju Peningkatan Daya Saing Bangsadalam Pembangunan Berkelanjutan".Penjelasan LKTM Bidang Seni adalah sebagai berikut: Peserta lomba adalah mahasiswa yang terdaftar padaperguruan tinggi pada jenjang S0/S1 dari berbagaiprogram studi, berkelompok 2-3 orang atau perorangan; Penulisan disusun melalui berbagai pendekatan sesuaibidang ilmu yang sedang ditekuni oleh mahasiswa; Jumlah halaman penulisan 20 s.d. 35 halaman, tidaktermasuk halaman judul, kata pengantar, daftar isi, dsb.; Penyampaian karya tulis ilmiah harus melalui pimpinanperguruan tinggi yang bersangkutan dan tidak bersifatperorangan.Karya tulis harus sudah diterima Panitia selambat-lambatnya16 Mei 2005 (cap-pos), disampaikan dalam 4 (empat)rangkap, ditujukan kepada :Panitia Pelaksana LKTM Bidang SeniDirektorat Pembinaan Akademik dan KemahasiswaanDitjen Dikti DepdiknasJalan Pintu I Senayan, PO Box 190 Jakarta, 10002Telepon/Fax. : 021-5731152 - 5731903Seleksi akan dilaksanakan secara nasional oleh tim penilaidan keputusan juri bersifat mutlak dan tidak dapat diganggugugat; Panitia akan menetapkan 8 (delapan) karya tulisterbaik sebagai finalis LKTM Bidang Seni Tingkat NasionalTahun 2005 dan setiap finalis akan memperoleh hadiah.Finalis LKTM Bidang Seni akan diundang untukmempresentasikan karyanya pada PIMNAS XVIII Juli 2005 diPadang.Prince Mahidol Awards 2005Kementerian Negara Riset dan Teknologi menginformasikanbahwa Pemerintah Thailand menawarkan untuk mengajukancalon penerima The Prince Mahidol Award WAS Prizes 2005.Penghargaan tahunan ini akan memberikan total hadiah US$100.000,00 kepada pemenang setelah melewati prosesseleksi dari anggota Dewan Juri yang terdiri dari ilmuwankelas dunia.Pengajuan proposal tersebut akan ditutup pada tanggal 31Mei 2005. Proposal beserta kelengkapannya dikirimkan ke:The Secretary GeneralPrince Mahidol Award FoundationOffice of the Dean, Faculty of Medicine Siriraj Hospital,Mahidol University2 Prannok Road, Bangkoknoi, Bangkok 10700, ThailandTel. (662) 418-2568, Fax. (662) 412-9717Untuk keterangan lebih lanjut dan formulir pendaftaran dapatdilihat melalui website: http://kanchanapisek.or.th/pmaf/index.en.html.2


II123UNDANGAN SEMINAR, KURSUS DAN LAINNYAPelatihan Statistika Multivariat (Angkatan I)Lembaga Penelitian Universitas Airlangga Surabaya akanmengadakan Pelatihan Statistika Multivariat (Angkatan I)untuk penyelesaian Skripsi, Tesis, Disertasi dan LaporanPenelitian pada:Tanggal : 10-12 Mei 2005Tempat :Ruang Sidang Utama, Lembaga Penelitian UnivAirlangga, Kampus Unair - Mulyorejo SurabayaJam : 08.00 - 15.00 WIBJika berminat, kirim pendaftaran ke Fax: 031-5962066Topik yang akan dibahas:Metodologi PenelitianDasar-dasar statistika multivariatHotelling's T dan ManovaAnalisis FaktorAnalisis komponen utamaAnalisis diskriminanAnalisis klasterBiaya: Rp 1.000.000 (jika menginap, disediakan akomodasidgn tambahan biaya Rp 400,000). Leaflet dapat dicopy dariSekretariat.Seminar Internasional The Pekalongan Batik MuseumPusat Studi Urban, Universitas Katolik Soegijapranata akanmenyelanggarakan Seminar Internasional dengan tema: ThePekalongan Batik Museum: Bridging Time and People yangakan diselenggarakan dari tgl 17-18 September 2005.Bagi yang berminat untuk memasukkan makalah, dapatmengirim abstrak ± 400 kata selambat-lambatnya 30 Juni2005.Topik-topik yg akan dibahas:Museum:Planning & design;Management (funding, conservation, research, exhibition,education and recreation);Architecture (including reuse of heritage buildings);Role in human development and simulating creativity;Role in urban development.Batik:History;Philosophy and esotery;Design;Production (work of art, mass product);Conservaton (object, skill).Biaya pendaftaran:Sebelum tgl 2 Sep 2005: Rp 350,000;Sesudah tgl 2 Sep 2005: Rp 400,000(materi seminar, biaya ekskursi dan malam budaya)Seminar Nasional Teknologi Peternakan dan VeterinerPusat Penelitian dan Pengembangan Peternakan BadanPenelitian dan Pengembangan Pertanian DepartemenPertanian - Bogor akan menyelenggarakan SeminarNasional Teknologi Peternakan dan Veteriner dengan Tema“Inovasi Teknologi Peternakan untuk MeningkatkanKesejahteraan Masyarakat dalam MewujudkanKemandirian dan Ketahanan Pangan Nasional” padatanggal 12-13 September 2005 di Auditorium Balai PenelitianVeteriner Jl. R.E. Martadinata No. 30 Bogor 16114.Materi seminar terdiri dari makalah undangan danpenunjang. Makalah undangan akan disampaikan oleh pakarpeternakan dan veteriner dari dalam dan luar negeri, para4pengamat ekonomi di bidang peternakan. Makalahpenunjang akan disampaikan dalam bentuk presentasi oralmaupun poster oleh para pemakalah dari berbagai lembagapenelitian dan instansi lain terkait.Ketentuan penulisan makalah penunjang dalam bahasaIndonesia atau bahasa Inggris:belum pernah dipublikasikan dan merupakan hasilpenelitian;mengikuti kaidah umum karya ilmiah yang terdiri dari:judul, nama penulis, alamat instansi, abstrak 2 bahasa,pendahuluan, materi dan metode, hasil dan pembahasan,kesimpulan dan daftar pustaka;panjang tulisan maksimum 10 halaman termasuk tabel,grafik dan gambar; ukuran A4 (dengan batas kiri 3 cm,kanan 2,5 cm, atas dan bawah 2,5 cm); jenis huruf TimeNew Roman ukuran 12; jarak 1,5 spasi (kecuali Abstrakdan Daftar Pustaka 1 spasi);makalah lengkap diserahkan ke panitia paling lambat 12Agustus 2005 (cap pos) sebanyak 2 rangkap besertadisket atau dikirim melalui e-mail;file elektronik makalah agar menggunakan program MS-Word.Batas akhir:Penerimaan abstrak : 16 Mei 2005Pemberitahuan hasil seleksi abstrak(seleksi awal) : 30 Mei 2005Penerimaan makalah lengkap : 7 Juli 2005Pemberitahuan hasil seleksi makalah(seleksi akhir) : 15 Agustus 2005Pendaftaran peserta : 5 Sept. 2005Informasi lebih lanjut dan pendaftaran, hubungi Panitia:Linda Yunia, SE., Puslitbang PeternakanJl. Raya Pajajaran Kav. E-59 BogorTelp./Hp. : (0251) 322185 / 0817-4814781Fax. (0251) 380588E-mail:lindayuni4@yahoo.comWebsite:www.peternakan.litbang.deptan.go.idRek.Bank: BNI Cabang Bogor No. 061.000502309.001an. Puslitbang Peternakan Bogorth5 Asian Conference on Clinical PharmacySchool of Pharmaceutical Science bekerja sama denganNational Poison Centre of Malaysia dan MalaysianPharmaceutical Society and Ministry of Health-Malaysia,thakan mengadakan 5 Asian Conference on ClinicalPharmacy (ACCP), dengan tema The Future of Asian ClinicalPharmacy-Capitalizing on Diversity. Konferensi akandiadakan pada tanggal 23-26 Juli 2005, di Penang-Malaysia.Tujuan konferensi ini adalah:menghimpun para apoteker terutama di Asia untukberbagi keahlian dan peran mereka dalam sistempelayanan kesehatan;mengembangkan hubungan yang lebih baik antara paraprofesional di berbagai bidang farmasi;berbagi pengalaman dan menghimpun pengetahuanmutakhir dalam praktek pendidikan dan penelitian dibidang farmasi.Konferensi ini ditujukan bagi para apoteker yang bekerja dibidang praktek rumah sakit, praktek farmasi komuntas,Information Computerized Technology (ICT), farmakoekonomidan pendidikan.Untuk keterangan/informasi lebih lanjut dapat menghubungi :thThe Secretariat 5 Asian Conference on Clinical PharmacyNational Poison Centre, University Sains Malaysia11800 Penang MalaysiaPhone (+604) 657 0099, Fax (+604) 656 8417website:www.prn2.usm.my/accp5atau e-mail:accp@prn.usm.my3


LAPORAN TIM SATGAS ITB PEDULI TPA LEUWIGAJAHDAN SAMPAH BANDUNG RAYATim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah dan SampahBandung Raya yang diketuai oleh Dr.Eng. Imam AchmadSadisun (GL) telah melakukan berbagai kegiatan sepertiyang telah kami muat dalam BPPM-ITB Edisi Maret 2005 lalu.Program-program yang dilakukan telah disusun dalambentuk laporan. Laporan ini juga dikirimkan ke beberapamenteri, kepala daerah, dan instansi-instansi terkait. Adapunprogram-program tersebut secara singkat adalah sebagaiberikut:PROGRAM 1: Identifikasi penyebab longsor dan outlineteknis mengurangi resiko kemungkinan longsor susulanserta meminimasi kebakaran.Dasar pemikiran:TPA Leuwigajah masih berpotensi longsor dan dampakyang lain, perlu upaya segera untuk mengurangi resiko.Program ITB:Identifikasi potensi longsor susulan dan resiko yang lain.Usulan teknis praktis langkah minimasi resiko yangbersifat cepat dan segera :- Tanggul penahan longsor- Drainase evakuasi air dari timbunan sampah- Drainase aliran permukaan- Penataan timbunan sampahKemajuan:Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikan padaberbagai pihak terkait di Propinsi Jawa BaratPROGRAM 2: Identifikasi akibat longsor dan upayapenanggulangan secara teknis terhadap masyarakat danlingkungan sekitarDasar pemikiran: Terjadinya longsor disampingmenimbulkan korban jiwa, juga menimbulkan dampakterhadap lingkungan dan aset fisik di sekitarnya baiksecara langsung maupun tidak langsung. Besaranpermasalahan ini perlu didentifikasi dan dikuantitatifkan.Program ITB:- Identifikasi dampak terhadap sumber air: keberadaan,arah, kuantitas, kualitas- Identifikasi kualitas lingkungan udara dan lindiKemajuan:Hasil analisa laboratorium yang keseluruhannyadilaksanakan di Laboratoria Teknik Lingkungan ITB telahselesai. Data dapat diperoleh dengan mengajukanpermintaan resmi ditujukan kepada LPPM-ITB.PROGRAM 3: Sumbang saran pemikiran upayamendesak penanggulangan sampah Kota Bandung,Kota Cimahi dan Kabupaten BandungDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah andalan utama penanganan sampah,khususnya bagi Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kab.Bandung. Dengan terjadinya musibah longsor, makaperlu langkah mendesak agar sampah daerah urban initetap tertangani.Program ITB:- Evaluasi teknis secara cepat tentang TPA penggantiyang sementara ini digunakan sebagai pengganti TPALeuwigajah, khususnya TPA Jelekong, TPA Cicabe danTPA Sukamiskin- Evaluasi cepat terhadap daya tampung TPA yangtersedia, dikaitkan dengan jumlah sampah yang harusdikelola- Usulan garis besar penanggulangan sampah di daerahtersebutKemajuan:Telah dikunjungi beberapa site, seperti TPA Jelekong, TPACieunteung, TPA Sukamiskin, dan TPA Cicabe. Hasilevalusai sebagian telah dikomunikasikan melalui TimSatgas ITB yang berada dalam Tim Teknis Jawa Barat.PROGRAM 4: Usulan outline teknis rehabilitasi danreklamasi ex TPA LeuwigajahDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah pasca longsor dalam jangka panjangtetap berpotensi menghasilkan dampak negatif walaupuntidak lagi dijadikan TPA sampah. Diperlukan upayarehabilitasi, reklamasi dan pemantauan terhadapkemungkinan dampak tersebut, terlepas apakah TPAtersebut tidak akan difungsikan kembali.Program ITB:- Evaluasi awal secara teknis tentang kondisi fisik lahangeoteknik, tata air, dsb- Usulan/gagasan awal tentang potensi timbunan sampahpada TPA ini sebagai sumber kompos dan atau sebagaimaterial penutup sampah di TPA- Berbagai pertimbangan/pemikiran bilamana lokasi iniakan tetap dijadikan sebagai TPA sementara sambilmenunggu terbangunnya TPA baru.Kemajuan: Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikanpada Rapat Koordinasi penanggulanganbencana longsor TPA Leuwigajah, yang dilaksanakanpada hari Jumat 18-3-2005 di Hotel Horizon Bandung.PROGRAM 5: Sumbang saran pemikiran ke depan dalampengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan diBandung RayaDasar Pemikiran:Dengan terjadinya kasus Leuwigajah, maka semua fihaktersadarkan bahwa pengelolaan sampah yang baiksangat dibutuhkan. Dibutuhkan perubahan sudutpandang, baik dari sisi kebijakan, strategi, maupun yangsifatnya operasional dalam pengelolaan sampah di kota.Program ITB:- Mengkaji dan mempelajari konsep pengelolaan sampahyang sampai saat ini menjadi gagasan, khususnyadalam proyek Greater Bandung, serta proyek-proyekteknis lainnya baik di Kota Bandung, KabupatenBandung dan Kota Cimahi- Membuat outline perlunya sebuah kebijakan yangmendukung pengelolaan sampah yang baik, disertaisebuah strategi ke depan dalam pengelolaan sampahyang berwawasan lingkungan.Kemajuan:Telah selesai, dan sebagian telah disosialisasikan.Masukan yang dituangkan dalam laporan ini diharapkanmenjadi masukan atau setidaknya memantapkangagasan-gagasan sejenis yang telah berkembangselama ini.Sadisun, I. A., Shimada, H., Ichinose, M, and Mastui, K.,2005. Study on the physical disintegration characteristics ofSubang claystone subjected to a modified slaking index test.Geotechnical and Geological Engineering, 23 : 199-218.4LAPORAN TIM SATGAS ITB PEDULI TPA LEUWIGAJAHDAN SAMPAH BANDUNG RAYATim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah dan SampahBandung Raya yang diketuai oleh Dr.Eng. Imam AchmadSadisun (GL) telah melakukan berbagai kegiatan sepertiyang telah kami muat dalam BPPM-ITB Edisi Maret 2005 lalu.Program-program yang dilakukan telah disusun dalambentuk laporan. Laporan ini juga dikirimkan ke beberapamenteri, kepala daerah, dan instansi-instansi terkait. Adapunprogram-program tersebut secara singkat adalah sebagaiberikut:PROGRAM 1: Identifikasi penyebab longsor dan outlineteknis mengurangi resiko kemungkinan longsor susulanserta meminimasi kebakaran.Dasar pemikiran:TPA Leuwigajah masih berpotensi longsor dan dampakyang lain, perlu upaya segera untuk mengurangi resiko.Program ITB:Identifikasi potensi longsor susulan dan resiko yang lain.Usulan teknis praktis langkah minimasi resiko yangbersifat cepat dan segera :- Tanggul penahan longsor- Drainase evakuasi air dari timbunan sampah- Drainase aliran permukaan- Penataan timbunan sampahKemajuan:Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikan padaberbagai pihak terkait di Propinsi Jawa BaratPROGRAM 2: Identifikasi akibat longsor dan upayapenanggulangan secara teknis terhadap masyarakat danlingkungan sekitarDasar pemikiran: Terjadinya longsor disampingmenimbulkan korban jiwa, juga menimbulkan dampakterhadap lingkungan dan aset fisik di sekitarnya baiksecara langsung maupun tidak langsung. Besaranpermasalahan ini perlu didentifikasi dan dikuantitatifkan.Program ITB:- Identifikasi dampak terhadap sumber air: keberadaan,arah, kuantitas, kualitas- Identifikasi kualitas lingkungan udara dan lindiKemajuan:Hasil analisa laboratorium yang keseluruhannyadilaksanakan di Laboratoria Teknik Lingkungan ITB telahselesai. Data dapat diperoleh dengan mengajukanpermintaan resmi ditujukan kepada LPPM-ITB.PROGRAM 3: Sumbang saran pemikiran upayamendesak penanggulangan sampah Kota Bandung,Kota Cimahi dan Kabupaten BandungDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah andalan utama penanganan sampah,khususnya bagi Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kab.Bandung. Dengan terjadinya musibah longsor, makaperlu langkah mendesak agar sampah daerah urban initetap tertangani.Program ITB:- Evaluasi teknis secara cepat tentang TPA penggantiyang sementara ini digunakan sebagai pengganti TPALeuwigajah, khususnya TPA Jelekong, TPA Cicabe danTPA Sukamiskin- Evaluasi cepat terhadap daya tampung TPA yangtersedia, dikaitkan dengan jumlah sampah yang harusdikelola- Usulan garis besar penanggulangan sampah di daerahtersebutKemajuan:Telah dikunjungi beberapa site, seperti TPA Jelekong, TPACieunteung, TPA Sukamiskin, dan TPA Cicabe. Hasilevalusai sebagian telah dikomunikasikan melalui TimSatgas ITB yang berada dalam Tim Teknis Jawa Barat.PROGRAM 4: Usulan outline teknis rehabilitasi danreklamasi ex TPA LeuwigajahDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah pasca longsor dalam jangka panjangtetap berpotensi menghasilkan dampak negatif walaupuntidak lagi dijadikan TPA sampah. Diperlukan upayarehabilitasi, reklamasi dan pemantauan terhadapkemungkinan dampak tersebut, terlepas apakah TPAtersebut tidak akan difungsikan kembali.Program ITB:- Evaluasi awal secara teknis tentang kondisi fisik lahangeoteknik, tata air, dsb- Usulan/gagasan awal tentang potensi timbunan sampahpada TPA ini sebagai sumber kompos dan atau sebagaimaterial penutup sampah di TPA- Berbagai pertimbangan/pemikiran bilamana lokasi iniakan tetap dijadikan sebagai TPA sementara sambilmenunggu terbangunnya TPA baru.Kemajuan: Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikanpada Rapat Koordinasi penanggulanganbencana longsor TPA Leuwigajah, yang dilaksanakanpada hari Jumat 18-3-2005 di Hotel Horizon Bandung.PROGRAM 5: Sumbang saran pemikiran ke depan dalampengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan diBandung RayaDasar Pemikiran:Dengan terjadinya kasus Leuwigajah, maka semua fihaktersadarkan bahwa pengelolaan sampah yang baiksangat dibutuhkan. Dibutuhkan perubahan sudutpandang, baik dari sisi kebijakan, strategi, maupun yangsifatnya operasional dalam pengelolaan sampah di kota.Program ITB:- Mengkaji dan mempelajari konsep pengelolaan sampahyang sampai saat ini menjadi gagasan, khususnyadalam proyek Greater Bandung, serta proyek-proyekteknis lainnya baik di Kota Bandung, KabupatenBandung dan Kota Cimahi- Membuat outline perlunya sebuah kebijakan yangmendukung pengelolaan sampah yang baik, disertaisebuah strategi ke depan dalam pengelolaan sampahyang berwawasan lingkungan.Kemajuan:Telah selesai, dan sebagian telah disosialisasikan.Masukan yang dituangkan dalam laporan ini diharapkanmenjadi masukan atau setidaknya memantapkangagasan-gagasan sejenis yang telah berkembangselama ini.Sadisun, I. A., Shimada, H., Ichinose, M, and Mastui, K.,2005. Study on the physical disintegration characteristics ofSubang claystone subjected to a modified slaking index test.Geotechnical and Geological Engineering, 23 : 199-218.4LAPORAN TIM SATGAS ITB PEDULI TPA LEUWIGAJAHDAN SAMPAH BANDUNG RAYATim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah dan SampahBandung Raya yang diketuai oleh Dr.Eng. Imam AchmadSadisun (GL) telah melakukan berbagai kegiatan sepertiyang telah kami muat dalam BPPM-ITB Edisi Maret 2005 lalu.Program-program yang dilakukan telah disusun dalambentuk laporan. Laporan ini juga dikirimkan ke beberapamenteri, kepala daerah, dan instansi-instansi terkait. Adapunprogram-program tersebut secara singkat adalah sebagaiberikut:PROGRAM 1: Identifikasi penyebab longsor dan outlineteknis mengurangi resiko kemungkinan longsor susulanserta meminimasi kebakaran.Dasar pemikiran:TPA Leuwigajah masih berpotensi longsor dan dampakyang lain, perlu upaya segera untuk mengurangi resiko.Program ITB:Identifikasi potensi longsor susulan dan resiko yang lain.Usulan teknis praktis langkah minimasi resiko yangbersifat cepat dan segera :- Tanggul penahan longsor- Drainase evakuasi air dari timbunan sampah- Drainase aliran permukaan- Penataan timbunan sampahKemajuan:Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikan padaberbagai pihak terkait di Propinsi Jawa BaratPROGRAM 2: Identifikasi akibat longsor dan upayapenanggulangan secara teknis terhadap masyarakat danlingkungan sekitarDasar pemikiran: Terjadinya longsor disampingmenimbulkan korban jiwa, juga menimbulkan dampakterhadap lingkungan dan aset fisik di sekitarnya baiksecara langsung maupun tidak langsung. Besaranpermasalahan ini perlu didentifikasi dan dikuantitatifkan.Program ITB:- Identifikasi dampak terhadap sumber air: keberadaan,arah, kuantitas, kualitas- Identifikasi kualitas lingkungan udara dan lindiKemajuan:Hasil analisa laboratorium yang keseluruhannyadilaksanakan di Laboratoria Teknik Lingkungan ITB telahselesai. Data dapat diperoleh dengan mengajukanpermintaan resmi ditujukan kepada LPPM-ITB.PROGRAM 3: Sumbang saran pemikiran upayamendesak penanggulangan sampah Kota Bandung,Kota Cimahi dan Kabupaten BandungDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah andalan utama penanganan sampah,khususnya bagi Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kab.Bandung. Dengan terjadinya musibah longsor, makaperlu langkah mendesak agar sampah daerah urban initetap tertangani.Program ITB:- Evaluasi teknis secara cepat tentang TPA penggantiyang sementara ini digunakan sebagai pengganti TPALeuwigajah, khususnya TPA Jelekong, TPA Cicabe danTPA Sukamiskin- Evaluasi cepat terhadap daya tampung TPA yangtersedia, dikaitkan dengan jumlah sampah yang harusdikelola- Usulan garis besar penanggulangan sampah di daerahtersebutKemajuan:Telah dikunjungi beberapa site, seperti TPA Jelekong, TPACieunteung, TPA Sukamiskin, dan TPA Cicabe. Hasilevalusai sebagian telah dikomunikasikan melalui TimSatgas ITB yang berada dalam Tim Teknis Jawa Barat.PROGRAM 4: Usulan outline teknis rehabilitasi danreklamasi ex TPA LeuwigajahDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah pasca longsor dalam jangka panjangtetap berpotensi menghasilkan dampak negatif walaupuntidak lagi dijadikan TPA sampah. Diperlukan upayarehabilitasi, reklamasi dan pemantauan terhadapkemungkinan dampak tersebut, terlepas apakah TPAtersebut tidak akan difungsikan kembali.Program ITB:- Evaluasi awal secara teknis tentang kondisi fisik lahangeoteknik, tata air, dsb- Usulan/gagasan awal tentang potensi timbunan sampahpada TPA ini sebagai sumber kompos dan atau sebagaimaterial penutup sampah di TPA- Berbagai pertimbangan/pemikiran bilamana lokasi iniakan tetap dijadikan sebagai TPA sementara sambilmenunggu terbangunnya TPA baru.Kemajuan: Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikanpada Rapat Koordinasi penanggulanganbencana longsor TPA Leuwigajah, yang dilaksanakanpada hari Jumat 18-3-2005 di Hotel Horizon Bandung.PROGRAM 5: Sumbang saran pemikiran ke depan dalampengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan diBandung RayaDasar Pemikiran:Dengan terjadinya kasus Leuwigajah, maka semua fihaktersadarkan bahwa pengelolaan sampah yang baiksangat dibutuhkan. Dibutuhkan perubahan sudutpandang, baik dari sisi kebijakan, strategi, maupun yangsifatnya operasional dalam pengelolaan sampah di kota.Program ITB:- Mengkaji dan mempelajari konsep pengelolaan sampahyang sampai saat ini menjadi gagasan, khususnyadalam proyek Greater Bandung, serta proyek-proyekteknis lainnya baik di Kota Bandung, KabupatenBandung dan Kota Cimahi- Membuat outline perlunya sebuah kebijakan yangmendukung pengelolaan sampah yang baik, disertaisebuah strategi ke depan dalam pengelolaan sampahyang berwawasan lingkungan.Kemajuan:Telah selesai, dan sebagian telah disosialisasikan.Masukan yang dituangkan dalam laporan ini diharapkanmenjadi masukan atau setidaknya memantapkangagasan-gagasan sejenis yang telah berkembangselama ini.Sadisun, I. A., Shimada, H., Ichinose, M, and Mastui, K.,2005. Study on the physical disintegration characteristics ofSubang claystone subjected to a modified slaking index test.Geotechnical and Geological Engineering, 23 : 199-218.4LAPORAN TIM SATGAS ITB PEDULI TPA LEUWIGAJAHDAN SAMPAH BANDUNG RAYATim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah dan SampahBandung Raya yang diketuai oleh Dr.Eng. Imam AchmadSadisun (GL) telah melakukan berbagai kegiatan sepertiyang telah kami muat dalam BPPM-ITB Edisi Maret 2005 lalu.Program-program yang dilakukan telah disusun dalambentuk laporan. Laporan ini juga dikirimkan ke beberapamenteri, kepala daerah, dan instansi-instansi terkait. Adapunprogram-program tersebut secara singkat adalah sebagaiberikut:PROGRAM 1: Identifikasi penyebab longsor dan outlineteknis mengurangi resiko kemungkinan longsor susulanserta meminimasi kebakaran.Dasar pemikiran:TPA Leuwigajah masih berpotensi longsor dan dampakyang lain, perlu upaya segera untuk mengurangi resiko.Program ITB:Identifikasi potensi longsor susulan dan resiko yang lain.Usulan teknis praktis langkah minimasi resiko yangbersifat cepat dan segera :- Tanggul penahan longsor- Drainase evakuasi air dari timbunan sampah- Drainase aliran permukaan- Penataan timbunan sampahKemajuan:Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikan padaberbagai pihak terkait di Propinsi Jawa BaratPROGRAM 2: Identifikasi akibat longsor dan upayapenanggulangan secara teknis terhadap masyarakat danlingkungan sekitarDasar pemikiran: Terjadinya longsor disampingmenimbulkan korban jiwa, juga menimbulkan dampakterhadap lingkungan dan aset fisik di sekitarnya baiksecara langsung maupun tidak langsung. Besaranpermasalahan ini perlu didentifikasi dan dikuantitatifkan.Program ITB:- Identifikasi dampak terhadap sumber air: keberadaan,arah, kuantitas, kualitas- Identifikasi kualitas lingkungan udara dan lindiKemajuan:Hasil analisa laboratorium yang keseluruhannyadilaksanakan di Laboratoria Teknik Lingkungan ITB telahselesai. Data dapat diperoleh dengan mengajukanpermintaan resmi ditujukan kepada LPPM-ITB.PROGRAM 3: Sumbang saran pemikiran upayamendesak penanggulangan sampah Kota Bandung,Kota Cimahi dan Kabupaten BandungDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah andalan utama penanganan sampah,khususnya bagi Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kab.Bandung. Dengan terjadinya musibah longsor, makaperlu langkah mendesak agar sampah daerah urban initetap tertangani.Program ITB:- Evaluasi teknis secara cepat tentang TPA penggantiyang sementara ini digunakan sebagai pengganti TPALeuwigajah, khususnya TPA Jelekong, TPA Cicabe danTPA Sukamiskin- Evaluasi cepat terhadap daya tampung TPA yangtersedia, dikaitkan dengan jumlah sampah yang harusdikelola- Usulan garis besar penanggulangan sampah di daerahtersebutKemajuan:Telah dikunjungi beberapa site, seperti TPA Jelekong, TPACieunteung, TPA Sukamiskin, dan TPA Cicabe. Hasilevalusai sebagian telah dikomunikasikan melalui TimSatgas ITB yang berada dalam Tim Teknis Jawa Barat.PROGRAM 4: Usulan outline teknis rehabilitasi danreklamasi ex TPA LeuwigajahDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah pasca longsor dalam jangka panjangtetap berpotensi menghasilkan dampak negatif walaupuntidak lagi dijadikan TPA sampah. Diperlukan upayarehabilitasi, reklamasi dan pemantauan terhadapkemungkinan dampak tersebut, terlepas apakah TPAtersebut tidak akan difungsikan kembali.Program ITB:- Evaluasi awal secara teknis tentang kondisi fisik lahangeoteknik, tata air, dsb- Usulan/gagasan awal tentang potensi timbunan sampahpada TPA ini sebagai sumber kompos dan atau sebagaimaterial penutup sampah di TPA- Berbagai pertimbangan/pemikiran bilamana lokasi iniakan tetap dijadikan sebagai TPA sementara sambilmenunggu terbangunnya TPA baru.Kemajuan: Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikanpada Rapat Koordinasi penanggulanganbencana longsor TPA Leuwigajah, yang dilaksanakanpada hari Jumat 18-3-2005 di Hotel Horizon Bandung.PROGRAM 5: Sumbang saran pemikiran ke depan dalampengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan diBandung RayaDasar Pemikiran:Dengan terjadinya kasus Leuwigajah, maka semua fihaktersadarkan bahwa pengelolaan sampah yang baiksangat dibutuhkan. Dibutuhkan perubahan sudutpandang, baik dari sisi kebijakan, strategi, maupun yangsifatnya operasional dalam pengelolaan sampah di kota.Program ITB:- Mengkaji dan mempelajari konsep pengelolaan sampahyang sampai saat ini menjadi gagasan, khususnyadalam proyek Greater Bandung, serta proyek-proyekteknis lainnya baik di Kota Bandung, KabupatenBandung dan Kota Cimahi- Membuat outline perlunya sebuah kebijakan yangmendukung pengelolaan sampah yang baik, disertaisebuah strategi ke depan dalam pengelolaan sampahyang berwawasan lingkungan.Kemajuan:Telah selesai, dan sebagian telah disosialisasikan.Masukan yang dituangkan dalam laporan ini diharapkanmenjadi masukan atau setidaknya memantapkangagasan-gagasan sejenis yang telah berkembangselama ini.Sadisun, I. A., Shimada, H., Ichinose, M, and Mastui, K.,2005. Study on the physical disintegration characteristics ofSubang claystone subjected to a modified slaking index test.Geotechnical and Geological Engineering, 23 : 199-218.4LAPORAN TIM SATGAS ITB PEDULI TPA LEUWIGAJAHDAN SAMPAH BANDUNG RAYATim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah dan SampahBandung Raya yang diketuai oleh Dr.Eng. Imam AchmadSadisun (GL) telah melakukan berbagai kegiatan sepertiyang telah kami muat dalam BPPM-ITB Edisi Maret 2005 lalu.Program-program yang dilakukan telah disusun dalambentuk laporan. Laporan ini juga dikirimkan ke beberapamenteri, kepala daerah, dan instansi-instansi terkait. Adapunprogram-program tersebut secara singkat adalah sebagaiberikut:PROGRAM 1: Identifikasi penyebab longsor dan outlineteknis mengurangi resiko kemungkinan longsor susulanserta meminimasi kebakaran.Dasar pemikiran:TPA Leuwigajah masih berpotensi longsor dan dampakyang lain, perlu upaya segera untuk mengurangi resiko.Program ITB:Identifikasi potensi longsor susulan dan resiko yang lain.Usulan teknis praktis langkah minimasi resiko yangbersifat cepat dan segera :- Tanggul penahan longsor- Drainase evakuasi air dari timbunan sampah- Drainase aliran permukaan- Penataan timbunan sampahKemajuan:Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikan padaberbagai pihak terkait di Propinsi Jawa BaratPROGRAM 2: Identifikasi akibat longsor dan upayapenanggulangan secara teknis terhadap masyarakat danlingkungan sekitarDasar pemikiran: Terjadinya longsor disampingmenimbulkan korban jiwa, juga menimbulkan dampakterhadap lingkungan dan aset fisik di sekitarnya baiksecara langsung maupun tidak langsung. Besaranpermasalahan ini perlu didentifikasi dan dikuantitatifkan.Program ITB:- Identifikasi dampak terhadap sumber air: keberadaan,arah, kuantitas, kualitas- Identifikasi kualitas lingkungan udara dan lindiKemajuan:Hasil analisa laboratorium yang keseluruhannyadilaksanakan di Laboratoria Teknik Lingkungan ITB telahselesai. Data dapat diperoleh dengan mengajukanpermintaan resmi ditujukan kepada LPPM-ITB.PROGRAM 3: Sumbang saran pemikiran upayamendesak penanggulangan sampah Kota Bandung,Kota Cimahi dan Kabupaten BandungDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah andalan utama penanganan sampah,khususnya bagi Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kab.Bandung. Dengan terjadinya musibah longsor, makaperlu langkah mendesak agar sampah daerah urban initetap tertangani.Program ITB:- Evaluasi teknis secara cepat tentang TPA penggantiyang sementara ini digunakan sebagai pengganti TPALeuwigajah, khususnya TPA Jelekong, TPA Cicabe danTPA Sukamiskin- Evaluasi cepat terhadap daya tampung TPA yangtersedia, dikaitkan dengan jumlah sampah yang harusdikelola- Usulan garis besar penanggulangan sampah di daerahtersebutKemajuan:Telah dikunjungi beberapa site, seperti TPA Jelekong, TPACieunteung, TPA Sukamiskin, dan TPA Cicabe. Hasilevalusai sebagian telah dikomunikasikan melalui TimSatgas ITB yang berada dalam Tim Teknis Jawa Barat.PROGRAM 4: Usulan outline teknis rehabilitasi danreklamasi ex TPA LeuwigajahDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah pasca longsor dalam jangka panjangtetap berpotensi menghasilkan dampak negatif walaupuntidak lagi dijadikan TPA sampah. Diperlukan upayarehabilitasi, reklamasi dan pemantauan terhadapkemungkinan dampak tersebut, terlepas apakah TPAtersebut tidak akan difungsikan kembali.Program ITB:- Evaluasi awal secara teknis tentang kondisi fisik lahangeoteknik, tata air, dsb- Usulan/gagasan awal tentang potensi timbunan sampahpada TPA ini sebagai sumber kompos dan atau sebagaimaterial penutup sampah di TPA- Berbagai pertimbangan/pemikiran bilamana lokasi iniakan tetap dijadikan sebagai TPA sementara sambilmenunggu terbangunnya TPA baru.Kemajuan: Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikanpada Rapat Koordinasi penanggulanganbencana longsor TPA Leuwigajah, yang dilaksanakanpada hari Jumat 18-3-2005 di Hotel Horizon Bandung.PROGRAM 5: Sumbang saran pemikiran ke depan dalampengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan diBandung RayaDasar Pemikiran:Dengan terjadinya kasus Leuwigajah, maka semua fihaktersadarkan bahwa pengelolaan sampah yang baiksangat dibutuhkan. Dibutuhkan perubahan sudutpandang, baik dari sisi kebijakan, strategi, maupun yangsifatnya operasional dalam pengelolaan sampah di kota.Program ITB:- Mengkaji dan mempelajari konsep pengelolaan sampahyang sampai saat ini menjadi gagasan, khususnyadalam proyek Greater Bandung, serta proyek-proyekteknis lainnya baik di Kota Bandung, KabupatenBandung dan Kota Cimahi- Membuat outline perlunya sebuah kebijakan yangmendukung pengelolaan sampah yang baik, disertaisebuah strategi ke depan dalam pengelolaan sampahyang berwawasan lingkungan.Kemajuan:Telah selesai, dan sebagian telah disosialisasikan.Masukan yang dituangkan dalam laporan ini diharapkanmenjadi masukan atau setidaknya memantapkangagasan-gagasan sejenis yang telah berkembangselama ini.Sadisun, I. A., Shimada, H., Ichinose, M, and Mastui, K.,2005. Study on the physical disintegration characteristics ofSubang claystone subjected to a modified slaking index test.Geotechnical and Geological Engineering, 23 : 199-218.4LAPORAN TIM SATGAS ITB PEDULI TPA LEUWIGAJAHDAN SAMPAH BANDUNG RAYATim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah dan SampahBandung Raya yang diketuai oleh Dr.Eng. Imam AchmadSadisun (GL) telah melakukan berbagai kegiatan sepertiyang telah kami muat dalam BPPM-ITB Edisi Maret 2005 lalu.Program-program yang dilakukan telah disusun dalambentuk laporan. Laporan ini juga dikirimkan ke beberapamenteri, kepala daerah, dan instansi-instansi terkait. Adapunprogram-program tersebut secara singkat adalah sebagaiberikut:PROGRAM 1: Identifikasi penyebab longsor dan outlineteknis mengurangi resiko kemungkinan longsor susulanserta meminimasi kebakaran.Dasar pemikiran:TPA Leuwigajah masih berpotensi longsor dan dampakyang lain, perlu upaya segera untuk mengurangi resiko.Program ITB:Identifikasi potensi longsor susulan dan resiko yang lain.Usulan teknis praktis langkah minimasi resiko yangbersifat cepat dan segera :- Tanggul penahan longsor- Drainase evakuasi air dari timbunan sampah- Drainase aliran permukaan- Penataan timbunan sampahKemajuan:Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikan padaberbagai pihak terkait di Propinsi Jawa BaratPROGRAM 2: Identifikasi akibat longsor dan upayapenanggulangan secara teknis terhadap masyarakat danlingkungan sekitarDasar pemikiran: Terjadinya longsor disampingmenimbulkan korban jiwa, juga menimbulkan dampakterhadap lingkungan dan aset fisik di sekitarnya baiksecara langsung maupun tidak langsung. Besaranpermasalahan ini perlu didentifikasi dan dikuantitatifkan.Program ITB:- Identifikasi dampak terhadap sumber air: keberadaan,arah, kuantitas, kualitas- Identifikasi kualitas lingkungan udara dan lindiKemajuan:Hasil analisa laboratorium yang keseluruhannyadilaksanakan di Laboratoria Teknik Lingkungan ITB telahselesai. Data dapat diperoleh dengan mengajukanpermintaan resmi ditujukan kepada LPPM-ITB.PROGRAM 3: Sumbang saran pemikiran upayamendesak penanggulangan sampah Kota Bandung,Kota Cimahi dan Kabupaten BandungDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah andalan utama penanganan sampah,khususnya bagi Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kab.Bandung. Dengan terjadinya musibah longsor, makaperlu langkah mendesak agar sampah daerah urban initetap tertangani.Program ITB:- Evaluasi teknis secara cepat tentang TPA penggantiyang sementara ini digunakan sebagai pengganti TPALeuwigajah, khususnya TPA Jelekong, TPA Cicabe danTPA Sukamiskin- Evaluasi cepat terhadap daya tampung TPA yangtersedia, dikaitkan dengan jumlah sampah yang harusdikelola- Usulan garis besar penanggulangan sampah di daerahtersebutKemajuan:Telah dikunjungi beberapa site, seperti TPA Jelekong, TPACieunteung, TPA Sukamiskin, dan TPA Cicabe. Hasilevalusai sebagian telah dikomunikasikan melalui TimSatgas ITB yang berada dalam Tim Teknis Jawa Barat.PROGRAM 4: Usulan outline teknis rehabilitasi danreklamasi ex TPA LeuwigajahDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah pasca longsor dalam jangka panjangtetap berpotensi menghasilkan dampak negatif walaupuntidak lagi dijadikan TPA sampah. Diperlukan upayarehabilitasi, reklamasi dan pemantauan terhadapkemungkinan dampak tersebut, terlepas apakah TPAtersebut tidak akan difungsikan kembali.Program ITB:- Evaluasi awal secara teknis tentang kondisi fisik lahangeoteknik, tata air, dsb- Usulan/gagasan awal tentang potensi timbunan sampahpada TPA ini sebagai sumber kompos dan atau sebagaimaterial penutup sampah di TPA- Berbagai pertimbangan/pemikiran bilamana lokasi iniakan tetap dijadikan sebagai TPA sementara sambilmenunggu terbangunnya TPA baru.Kemajuan: Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikanpada Rapat Koordinasi penanggulanganbencana longsor TPA Leuwigajah, yang dilaksanakanpada hari Jumat 18-3-2005 di Hotel Horizon Bandung.PROGRAM 5: Sumbang saran pemikiran ke depan dalampengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan diBandung RayaDasar Pemikiran:Dengan terjadinya kasus Leuwigajah, maka semua fihaktersadarkan bahwa pengelolaan sampah yang baiksangat dibutuhkan. Dibutuhkan perubahan sudutpandang, baik dari sisi kebijakan, strategi, maupun yangsifatnya operasional dalam pengelolaan sampah di kota.Program ITB:- Mengkaji dan mempelajari konsep pengelolaan sampahyang sampai saat ini menjadi gagasan, khususnyadalam proyek Greater Bandung, serta proyek-proyekteknis lainnya baik di Kota Bandung, KabupatenBandung dan Kota Cimahi- Membuat outline perlunya sebuah kebijakan yangmendukung pengelolaan sampah yang baik, disertaisebuah strategi ke depan dalam pengelolaan sampahyang berwawasan lingkungan.Kemajuan:Telah selesai, dan sebagian telah disosialisasikan.Masukan yang dituangkan dalam laporan ini diharapkanmenjadi masukan atau setidaknya memantapkangagasan-gagasan sejenis yang telah berkembangselama ini.Sadisun, I. A., Shimada, H., Ichinose, M, and Mastui, K.,2005. Study on the physical disintegration characteristics ofSubang claystone subjected to a modified slaking index test.Geotechnical and Geological Engineering, 23 : 199-218.4LAPORAN TIM SATGAS ITB PEDULI TPA LEUWIGAJAHDAN SAMPAH BANDUNG RAYATim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah dan SampahBandung Raya yang diketuai oleh Dr.Eng. Imam AchmadSadisun (GL) telah melakukan berbagai kegiatan sepertiyang telah kami muat dalam BPPM-ITB Edisi Maret 2005 lalu.Program-program yang dilakukan telah disusun dalambentuk laporan. Laporan ini juga dikirimkan ke beberapamenteri, kepala daerah, dan instansi-instansi terkait. Adapunprogram-program tersebut secara singkat adalah sebagaiberikut:PROGRAM 1: Identifikasi penyebab longsor dan outlineteknis mengurangi resiko kemungkinan longsor susulanserta meminimasi kebakaran.Dasar pemikiran:TPA Leuwigajah masih berpotensi longsor dan dampakyang lain, perlu upaya segera untuk mengurangi resiko.Program ITB:Identifikasi potensi longsor susulan dan resiko yang lain.Usulan teknis praktis langkah minimasi resiko yangbersifat cepat dan segera :- Tanggul penahan longsor- Drainase evakuasi air dari timbunan sampah- Drainase aliran permukaan- Penataan timbunan sampahKemajuan:Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikan padaberbagai pihak terkait di Propinsi Jawa BaratPROGRAM 2: Identifikasi akibat longsor dan upayapenanggulangan secara teknis terhadap masyarakat danlingkungan sekitarDasar pemikiran: Terjadinya longsor disampingmenimbulkan korban jiwa, juga menimbulkan dampakterhadap lingkungan dan aset fisik di sekitarnya baiksecara langsung maupun tidak langsung. Besaranpermasalahan ini perlu didentifikasi dan dikuantitatifkan.Program ITB:- Identifikasi dampak terhadap sumber air: keberadaan,arah, kuantitas, kualitas- Identifikasi kualitas lingkungan udara dan lindiKemajuan:Hasil analisa laboratorium yang keseluruhannyadilaksanakan di Laboratoria Teknik Lingkungan ITB telahselesai. Data dapat diperoleh dengan mengajukanpermintaan resmi ditujukan kepada LPPM-ITB.PROGRAM 3: Sumbang saran pemikiran upayamendesak penanggulangan sampah Kota Bandung,Kota Cimahi dan Kabupaten BandungDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah andalan utama penanganan sampah,khususnya bagi Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kab.Bandung. Dengan terjadinya musibah longsor, makaperlu langkah mendesak agar sampah daerah urban initetap tertangani.Program ITB:- Evaluasi teknis secara cepat tentang TPA penggantiyang sementara ini digunakan sebagai pengganti TPALeuwigajah, khususnya TPA Jelekong, TPA Cicabe danTPA Sukamiskin- Evaluasi cepat terhadap daya tampung TPA yangtersedia, dikaitkan dengan jumlah sampah yang harusdikelola- Usulan garis besar penanggulangan sampah di daerahtersebutKemajuan:Telah dikunjungi beberapa site, seperti TPA Jelekong, TPACieunteung, TPA Sukamiskin, dan TPA Cicabe. Hasilevalusai sebagian telah dikomunikasikan melalui TimSatgas ITB yang berada dalam Tim Teknis Jawa Barat.PROGRAM 4: Usulan outline teknis rehabilitasi danreklamasi ex TPA LeuwigajahDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah pasca longsor dalam jangka panjangtetap berpotensi menghasilkan dampak negatif walaupuntidak lagi dijadikan TPA sampah. Diperlukan upayarehabilitasi, reklamasi dan pemantauan terhadapkemungkinan dampak tersebut, terlepas apakah TPAtersebut tidak akan difungsikan kembali.Program ITB:- Evaluasi awal secara teknis tentang kondisi fisik lahangeoteknik, tata air, dsb- Usulan/gagasan awal tentang potensi timbunan sampahpada TPA ini sebagai sumber kompos dan atau sebagaimaterial penutup sampah di TPA- Berbagai pertimbangan/pemikiran bilamana lokasi iniakan tetap dijadikan sebagai TPA sementara sambilmenunggu terbangunnya TPA baru.Kemajuan: Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikanpada Rapat Koordinasi penanggulanganbencana longsor TPA Leuwigajah, yang dilaksanakanpada hari Jumat 18-3-2005 di Hotel Horizon Bandung.PROGRAM 5: Sumbang saran pemikiran ke depan dalampengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan diBandung RayaDasar Pemikiran:Dengan terjadinya kasus Leuwigajah, maka semua fihaktersadarkan bahwa pengelolaan sampah yang baiksangat dibutuhkan. Dibutuhkan perubahan sudutpandang, baik dari sisi kebijakan, strategi, maupun yangsifatnya operasional dalam pengelolaan sampah di kota.Program ITB:- Mengkaji dan mempelajari konsep pengelolaan sampahyang sampai saat ini menjadi gagasan, khususnyadalam proyek Greater Bandung, serta proyek-proyekteknis lainnya baik di Kota Bandung, KabupatenBandung dan Kota Cimahi- Membuat outline perlunya sebuah kebijakan yangmendukung pengelolaan sampah yang baik, disertaisebuah strategi ke depan dalam pengelolaan sampahyang berwawasan lingkungan.Kemajuan:Telah selesai, dan sebagian telah disosialisasikan.Masukan yang dituangkan dalam laporan ini diharapkanmenjadi masukan atau setidaknya memantapkangagasan-gagasan sejenis yang telah berkembangselama ini.Sadisun, I. A., Shimada, H., Ichinose, M, and Mastui, K.,2005. Study on the physical disintegration characteristics ofSubang claystone subjected to a modified slaking index test.Geotechnical and Geological Engineering, 23 : 199-218.4LAPORAN TIM SATGAS ITB PEDULI TPA LEUWIGAJAHDAN SAMPAH BANDUNG RAYATim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah dan SampahBandung Raya yang diketuai oleh Dr.Eng. Imam AchmadSadisun (GL) telah melakukan berbagai kegiatan sepertiyang telah kami muat dalam BPPM-ITB Edisi Maret 2005 lalu.Program-program yang dilakukan telah disusun dalambentuk laporan. Laporan ini juga dikirimkan ke beberapamenteri, kepala daerah, dan instansi-instansi terkait. Adapunprogram-program tersebut secara singkat adalah sebagaiberikut:PROGRAM 1: Identifikasi penyebab longsor dan outlineteknis mengurangi resiko kemungkinan longsor susulanserta meminimasi kebakaran.Dasar pemikiran:TPA Leuwigajah masih berpotensi longsor dan dampakyang lain, perlu upaya segera untuk mengurangi resiko.Program ITB:Identifikasi potensi longsor susulan dan resiko yang lain.Usulan teknis praktis langkah minimasi resiko yangbersifat cepat dan segera :- Tanggul penahan longsor- Drainase evakuasi air dari timbunan sampah- Drainase aliran permukaan- Penataan timbunan sampahKemajuan:Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikan padaberbagai pihak terkait di Propinsi Jawa BaratPROGRAM 2: Identifikasi akibat longsor dan upayapenanggulangan secara teknis terhadap masyarakat danlingkungan sekitarDasar pemikiran: Terjadinya longsor disampingmenimbulkan korban jiwa, juga menimbulkan dampakterhadap lingkungan dan aset fisik di sekitarnya baiksecara langsung maupun tidak langsung. Besaranpermasalahan ini perlu didentifikasi dan dikuantitatifkan.Program ITB:- Identifikasi dampak terhadap sumber air: keberadaan,arah, kuantitas, kualitas- Identifikasi kualitas lingkungan udara dan lindiKemajuan:Hasil analisa laboratorium yang keseluruhannyadilaksanakan di Laboratoria Teknik Lingkungan ITB telahselesai. Data dapat diperoleh dengan mengajukanpermintaan resmi ditujukan kepada LPPM-ITB.PROGRAM 3: Sumbang saran pemikiran upayamendesak penanggulangan sampah Kota Bandung,Kota Cimahi dan Kabupaten BandungDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah andalan utama penanganan sampah,khususnya bagi Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kab.Bandung. Dengan terjadinya musibah longsor, makaperlu langkah mendesak agar sampah daerah urban initetap tertangani.Program ITB:- Evaluasi teknis secara cepat tentang TPA penggantiyang sementara ini digunakan sebagai pengganti TPALeuwigajah, khususnya TPA Jelekong, TPA Cicabe danTPA Sukamiskin- Evaluasi cepat terhadap daya tampung TPA yangtersedia, dikaitkan dengan jumlah sampah yang harusdikelola- Usulan garis besar penanggulangan sampah di daerahtersebutKemajuan:Telah dikunjungi beberapa site, seperti TPA Jelekong, TPACieunteung, TPA Sukamiskin, dan TPA Cicabe. Hasilevalusai sebagian telah dikomunikasikan melalui TimSatgas ITB yang berada dalam Tim Teknis Jawa Barat.PROGRAM 4: Usulan outline teknis rehabilitasi danreklamasi ex TPA LeuwigajahDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah pasca longsor dalam jangka panjangtetap berpotensi menghasilkan dampak negatif walaupuntidak lagi dijadikan TPA sampah. Diperlukan upayarehabilitasi, reklamasi dan pemantauan terhadapkemungkinan dampak tersebut, terlepas apakah TPAtersebut tidak akan difungsikan kembali.Program ITB:- Evaluasi awal secara teknis tentang kondisi fisik lahangeoteknik, tata air, dsb- Usulan/gagasan awal tentang potensi timbunan sampahpada TPA ini sebagai sumber kompos dan atau sebagaimaterial penutup sampah di TPA- Berbagai pertimbangan/pemikiran bilamana lokasi iniakan tetap dijadikan sebagai TPA sementara sambilmenunggu terbangunnya TPA baru.Kemajuan: Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikanpada Rapat Koordinasi penanggulanganbencana longsor TPA Leuwigajah, yang dilaksanakanpada hari Jumat 18-3-2005 di Hotel Horizon Bandung.PROGRAM 5: Sumbang saran pemikiran ke depan dalampengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan diBandung RayaDasar Pemikiran:Dengan terjadinya kasus Leuwigajah, maka semua fihaktersadarkan bahwa pengelolaan sampah yang baiksangat dibutuhkan. Dibutuhkan perubahan sudutpandang, baik dari sisi kebijakan, strategi, maupun yangsifatnya operasional dalam pengelolaan sampah di kota.Program ITB:- Mengkaji dan mempelajari konsep pengelolaan sampahyang sampai saat ini menjadi gagasan, khususnyadalam proyek Greater Bandung, serta proyek-proyekteknis lainnya baik di Kota Bandung, KabupatenBandung dan Kota Cimahi- Membuat outline perlunya sebuah kebijakan yangmendukung pengelolaan sampah yang baik, disertaisebuah strategi ke depan dalam pengelolaan sampahyang berwawasan lingkungan.Kemajuan:Telah selesai, dan sebagian telah disosialisasikan.Masukan yang dituangkan dalam laporan ini diharapkanmenjadi masukan atau setidaknya memantapkangagasan-gagasan sejenis yang telah berkembangselama ini.Sadisun, I. A., Shimada, H., Ichinose, M, and Mastui, K.,2005. Study on the physical disintegration characteristics ofSubang claystone subjected to a modified slaking index test.Geotechnical and Geological Engineering, 23 : 199-218.4P UBLIKASIINTERNASIONALLAPORAN TIM SATGAS ITB PEDULI TPA LEUWIGAJAHDAN SAMPAH BANDUNG RAYATim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah dan SampahBandung Raya yang diketuai oleh Dr.Eng. Imam AchmadSadisun (GL) telah melakukan berbagai kegiatan sepertiyang telah kami muat dalam BPPM-ITB Edisi Maret 2005 lalu.Program-program yang dilakukan telah disusun dalambentuk laporan. Laporan ini juga dikirimkan ke beberapamenteri, kepala daerah, dan instansi-instansi terkait. Adapunprogram-program tersebut secara singkat adalah sebagaiberikut:PROGRAM 1: Identifikasi penyebab longsor dan outlineteknis mengurangi resiko kemungkinan longsor susulanserta meminimasi kebakaran.Dasar pemikiran:TPA Leuwigajah masih berpotensi longsor dan dampakyang lain, perlu upaya segera untuk mengurangi resiko.Program ITB:Identifikasi potensi longsor susulan dan resiko yang lain.Usulan teknis praktis langkah minimasi resiko yangbersifat cepat dan segera :- Tanggul penahan longsor- Drainase evakuasi air dari timbunan sampah- Drainase aliran permukaan- Penataan timbunan sampahKemajuan:Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikan padaberbagai pihak terkait di Propinsi Jawa BaratPROGRAM 2: Identifikasi akibat longsor dan upayapenanggulangan secara teknis terhadap masyarakat danlingkungan sekitarDasar pemikiran: Terjadinya longsor disampingmenimbulkan korban jiwa, juga menimbulkan dampakterhadap lingkungan dan aset fisik di sekitarnya baiksecara langsung maupun tidak langsung. Besaranpermasalahan ini perlu didentifikasi dan dikuantitatifkan.Program ITB:- Identifikasi dampak terhadap sumber air: keberadaan,arah, kuantitas, kualitas- Identifikasi kualitas lingkungan udara dan lindiKemajuan:Hasil analisa laboratorium yang keseluruhannyadilaksanakan di Laboratoria Teknik Lingkungan ITB telahselesai. Data dapat diperoleh dengan mengajukanpermintaan resmi ditujukan kepada LPPM-ITB.PROGRAM 3: Sumbang saran pemikiran upayamendesak penanggulangan sampah Kota Bandung,Kota Cimahi dan Kabupaten BandungDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah andalan utama penanganan sampah,khususnya bagi Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kab.Bandung. Dengan terjadinya musibah longsor, makaperlu langkah mendesak agar sampah daerah urban initetap tertangani.Program ITB:- Evaluasi teknis secara cepat tentang TPA penggantiyang sementara ini digunakan sebagai pengganti TPALeuwigajah, khususnya TPA Jelekong, TPA Cicabe danTPA Sukamiskin- Evaluasi cepat terhadap daya tampung TPA yangtersedia, dikaitkan dengan jumlah sampah yang harusdikelola- Usulan garis besar penanggulangan sampah di daerahtersebutKemajuan:Telah dikunjungi beberapa site, seperti TPA Jelekong, TPACieunteung, TPA Sukamiskin, dan TPA Cicabe. Hasilevalusai sebagian telah dikomunikasikan melalui TimSatgas ITB yang berada dalam Tim Teknis Jawa Barat.PROGRAM 4: Usulan outline teknis rehabilitasi danreklamasi ex TPA LeuwigajahDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah pasca longsor dalam jangka panjangtetap berpotensi menghasilkan dampak negatif walaupuntidak lagi dijadikan TPA sampah. Diperlukan upayarehabilitasi, reklamasi dan pemantauan terhadapkemungkinan dampak tersebut, terlepas apakah TPAtersebut tidak akan difungsikan kembali.Program ITB:- Evaluasi awal secara teknis tentang kondisi fisik lahangeoteknik, tata air, dsb- Usulan/gagasan awal tentang potensi timbunan sampahpada TPA ini sebagai sumber kompos dan atau sebagaimaterial penutup sampah di TPA- Berbagai pertimbangan/pemikiran bilamana lokasi iniakan tetap dijadikan sebagai TPA sementara sambilmenunggu terbangunnya TPA baru.Kemajuan: Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikanpada Rapat Koordinasi penanggulanganbencana longsor TPA Leuwigajah, yang dilaksanakanpada hari Jumat 18-3-2005 di Hotel Horizon Bandung.PROGRAM 5: Sumbang saran pemikiran ke depan dalampengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan diBandung RayaDasar Pemikiran:Dengan terjadinya kasus Leuwigajah, maka semua fihaktersadarkan bahwa pengelolaan sampah yang baiksangat dibutuhkan. Dibutuhkan perubahan sudutpandang, baik dari sisi kebijakan, strategi, maupun yangsifatnya operasional dalam pengelolaan sampah di kota.Program ITB:- Mengkaji dan mempelajari konsep pengelolaan sampahyang sampai saat ini menjadi gagasan, khususnyadalam proyek Greater Bandung, serta proyek-proyekteknis lainnya baik di Kota Bandung, KabupatenBandung dan Kota Cimahi- Membuat outline perlunya sebuah kebijakan yangmendukung pengelolaan sampah yang baik, disertaisebuah strategi ke depan dalam pengelolaan sampahyang berwawasan lingkungan.Kemajuan:Telah selesai, dan sebagian telah disosialisasikan.Masukan yang dituangkan dalam laporan ini diharapkanmenjadi masukan atau setidaknya memantapkangagasan-gagasan sejenis yang telah berkembangselama ini.Sadisun, I. A., Shimada, H., Ichinose, M, and Mastui, K.,2005. Study on the physical disintegration characteristics ofSubang claystone subjected to a modified slaking index test.Geotechnical and Geological Engineering, 23 : 199-218.4P UBLIKASIINTERNASIONALLAPORAN TIM SATGAS ITB PEDULI TPA LEUWIGAJAHDAN SAMPAH BANDUNG RAYATim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah dan SampahBandung Raya yang diketuai oleh Dr.Eng. Imam AchmadSadisun (GL) telah melakukan berbagai kegiatan sepertiyang telah kami muat dalam BPPM-ITB Edisi Maret 2005 lalu.Program-program yang dilakukan telah disusun dalambentuk laporan. Laporan ini juga dikirimkan ke beberapamenteri, kepala daerah, dan instansi-instansi terkait. Adapunprogram-program tersebut secara singkat adalah sebagaiberikut:PROGRAM 1: Identifikasi penyebab longsor dan outlineteknis mengurangi resiko kemungkinan longsor susulanserta meminimasi kebakaran.Dasar pemikiran:TPA Leuwigajah masih berpotensi longsor dan dampakyang lain, perlu upaya segera untuk mengurangi resiko.Program ITB:Identifikasi potensi longsor susulan dan resiko yang lain.Usulan teknis praktis langkah minimasi resiko yangbersifat cepat dan segera :- Tanggul penahan longsor- Drainase evakuasi air dari timbunan sampah- Drainase aliran permukaan- Penataan timbunan sampahKemajuan:Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikan padaberbagai pihak terkait di Propinsi Jawa BaratPROGRAM 2: Identifikasi akibat longsor dan upayapenanggulangan secara teknis terhadap masyarakat danlingkungan sekitarDasar pemikiran: Terjadinya longsor disampingmenimbulkan korban jiwa, juga menimbulkan dampakterhadap lingkungan dan aset fisik di sekitarnya baiksecara langsung maupun tidak langsung. Besaranpermasalahan ini perlu didentifikasi dan dikuantitatifkan.Program ITB:- Identifikasi dampak terhadap sumber air: keberadaan,arah, kuantitas, kualitas- Identifikasi kualitas lingkungan udara dan lindiKemajuan:Hasil analisa laboratorium yang keseluruhannyadilaksanakan di Laboratoria Teknik Lingkungan ITB telahselesai. Data dapat diperoleh dengan mengajukanpermintaan resmi ditujukan kepada LPPM-ITB.PROGRAM 3: Sumbang saran pemikiran upayamendesak penanggulangan sampah Kota Bandung,Kota Cimahi dan Kabupaten BandungDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah andalan utama penanganan sampah,khususnya bagi Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kab.Bandung. Dengan terjadinya musibah longsor, makaperlu langkah mendesak agar sampah daerah urban initetap tertangani.Program ITB:- Evaluasi teknis secara cepat tentang TPA penggantiyang sementara ini digunakan sebagai pengganti TPALeuwigajah, khususnya TPA Jelekong, TPA Cicabe danTPA Sukamiskin- Evaluasi cepat terhadap daya tampung TPA yangtersedia, dikaitkan dengan jumlah sampah yang harusdikelola- Usulan garis besar penanggulangan sampah di daerahtersebutKemajuan:Telah dikunjungi beberapa site, seperti TPA Jelekong, TPACieunteung, TPA Sukamiskin, dan TPA Cicabe. Hasilevalusai sebagian telah dikomunikasikan melalui TimSatgas ITB yang berada dalam Tim Teknis Jawa Barat.PROGRAM 4: Usulan outline teknis rehabilitasi danreklamasi ex TPA LeuwigajahDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah pasca longsor dalam jangka panjangtetap berpotensi menghasilkan dampak negatif walaupuntidak lagi dijadikan TPA sampah. Diperlukan upayarehabilitasi, reklamasi dan pemantauan terhadapkemungkinan dampak tersebut, terlepas apakah TPAtersebut tidak akan difungsikan kembali.Program ITB:- Evaluasi awal secara teknis tentang kondisi fisik lahangeoteknik, tata air, dsb- Usulan/gagasan awal tentang potensi timbunan sampahpada TPA ini sebagai sumber kompos dan atau sebagaimaterial penutup sampah di TPA- Berbagai pertimbangan/pemikiran bilamana lokasi iniakan tetap dijadikan sebagai TPA sementara sambilmenunggu terbangunnya TPA baru.Kemajuan: Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikanpada Rapat Koordinasi penanggulanganbencana longsor TPA Leuwigajah, yang dilaksanakanpada hari Jumat 18-3-2005 di Hotel Horizon Bandung.PROGRAM 5: Sumbang saran pemikiran ke depan dalampengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan diBandung RayaDasar Pemikiran:Dengan terjadinya kasus Leuwigajah, maka semua fihaktersadarkan bahwa pengelolaan sampah yang baiksangat dibutuhkan. Dibutuhkan perubahan sudutpandang, baik dari sisi kebijakan, strategi, maupun yangsifatnya operasional dalam pengelolaan sampah di kota.Program ITB:- Mengkaji dan mempelajari konsep pengelolaan sampahyang sampai saat ini menjadi gagasan, khususnyadalam proyek Greater Bandung, serta proyek-proyekteknis lainnya baik di Kota Bandung, KabupatenBandung dan Kota Cimahi- Membuat outline perlunya sebuah kebijakan yangmendukung pengelolaan sampah yang baik, disertaisebuah strategi ke depan dalam pengelolaan sampahyang berwawasan lingkungan.Kemajuan:Telah selesai, dan sebagian telah disosialisasikan.Masukan yang dituangkan dalam laporan ini diharapkanmenjadi masukan atau setidaknya memantapkangagasan-gagasan sejenis yang telah berkembangselama ini.Sadisun, I. A., Shimada, H., Ichinose, M, and Mastui, K.,2005. Study on the physical disintegration characteristics ofSubang claystone subjected to a modified slaking index test.Geotechnical and Geological Engineering, 23 : 199-218.4P UBLIKASIINTERNASIONALLAPORAN TIM SATGAS ITB PEDULI TPA LEUWIGAJAHDAN SAMPAH BANDUNG RAYATim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah dan SampahBandung Raya yang diketuai oleh Dr.Eng. Imam AchmadSadisun (GL) telah melakukan berbagai kegiatan sepertiyang telah kami muat dalam BPPM-ITB Edisi Maret 2005 lalu.Program-program yang dilakukan telah disusun dalambentuk laporan. Laporan ini juga dikirimkan ke beberapamenteri, kepala daerah, dan instansi-instansi terkait. Adapunprogram-program tersebut secara singkat adalah sebagaiberikut:PROGRAM 1: Identifikasi penyebab longsor dan outlineteknis mengurangi resiko kemungkinan longsor susulanserta meminimasi kebakaran.Dasar pemikiran:TPA Leuwigajah masih berpotensi longsor dan dampakyang lain, perlu upaya segera untuk mengurangi resiko.Program ITB:Identifikasi potensi longsor susulan dan resiko yang lain.Usulan teknis praktis langkah minimasi resiko yangbersifat cepat dan segera :- Tanggul penahan longsor- Drainase evakuasi air dari timbunan sampah- Drainase aliran permukaan- Penataan timbunan sampahKemajuan:Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikan padaberbagai pihak terkait di Propinsi Jawa BaratPROGRAM 2: Identifikasi akibat longsor dan upayapenanggulangan secara teknis terhadap masyarakat danlingkungan sekitarDasar pemikiran: Terjadinya longsor disampingmenimbulkan korban jiwa, juga menimbulkan dampakterhadap lingkungan dan aset fisik di sekitarnya baiksecara langsung maupun tidak langsung. Besaranpermasalahan ini perlu didentifikasi dan dikuantitatifkan.Program ITB:- Identifikasi dampak terhadap sumber air: keberadaan,arah, kuantitas, kualitas- Identifikasi kualitas lingkungan udara dan lindiKemajuan:Hasil analisa laboratorium yang keseluruhannyadilaksanakan di Laboratoria Teknik Lingkungan ITB telahselesai. Data dapat diperoleh dengan mengajukanpermintaan resmi ditujukan kepada LPPM-ITB.PROGRAM 3: Sumbang saran pemikiran upayamendesak penanggulangan sampah Kota Bandung,Kota Cimahi dan Kabupaten BandungDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah andalan utama penanganan sampah,khususnya bagi Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kab.Bandung. Dengan terjadinya musibah longsor, makaperlu langkah mendesak agar sampah daerah urban initetap tertangani.Program ITB:- Evaluasi teknis secara cepat tentang TPA penggantiyang sementara ini digunakan sebagai pengganti TPALeuwigajah, khususnya TPA Jelekong, TPA Cicabe danTPA Sukamiskin- Evaluasi cepat terhadap daya tampung TPA yangtersedia, dikaitkan dengan jumlah sampah yang harusdikelola- Usulan garis besar penanggulangan sampah di daerahtersebutKemajuan:Telah dikunjungi beberapa site, seperti TPA Jelekong, TPACieunteung, TPA Sukamiskin, dan TPA Cicabe. Hasilevalusai sebagian telah dikomunikasikan melalui TimSatgas ITB yang berada dalam Tim Teknis Jawa Barat.PROGRAM 4: Usulan outline teknis rehabilitasi danreklamasi ex TPA LeuwigajahDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah pasca longsor dalam jangka panjangtetap berpotensi menghasilkan dampak negatif walaupuntidak lagi dijadikan TPA sampah. Diperlukan upayarehabilitasi, reklamasi dan pemantauan terhadapkemungkinan dampak tersebut, terlepas apakah TPAtersebut tidak akan difungsikan kembali.Program ITB:- Evaluasi awal secara teknis tentang kondisi fisik lahangeoteknik, tata air, dsb- Usulan/gagasan awal tentang potensi timbunan sampahpada TPA ini sebagai sumber kompos dan atau sebagaimaterial penutup sampah di TPA- Berbagai pertimbangan/pemikiran bilamana lokasi iniakan tetap dijadikan sebagai TPA sementara sambilmenunggu terbangunnya TPA baru.Kemajuan: Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikanpada Rapat Koordinasi penanggulanganbencana longsor TPA Leuwigajah, yang dilaksanakanpada hari Jumat 18-3-2005 di Hotel Horizon Bandung.PROGRAM 5: Sumbang saran pemikiran ke depan dalampengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan diBandung RayaDasar Pemikiran:Dengan terjadinya kasus Leuwigajah, maka semua fihaktersadarkan bahwa pengelolaan sampah yang baiksangat dibutuhkan. Dibutuhkan perubahan sudutpandang, baik dari sisi kebijakan, strategi, maupun yangsifatnya operasional dalam pengelolaan sampah di kota.Program ITB:- Mengkaji dan mempelajari konsep pengelolaan sampahyang sampai saat ini menjadi gagasan, khususnyadalam proyek Greater Bandung, serta proyek-proyekteknis lainnya baik di Kota Bandung, KabupatenBandung dan Kota Cimahi- Membuat outline perlunya sebuah kebijakan yangmendukung pengelolaan sampah yang baik, disertaisebuah strategi ke depan dalam pengelolaan sampahyang berwawasan lingkungan.Kemajuan:Telah selesai, dan sebagian telah disosialisasikan.Masukan yang dituangkan dalam laporan ini diharapkanmenjadi masukan atau setidaknya memantapkangagasan-gagasan sejenis yang telah berkembangselama ini.Sadisun, I. A., Shimada, H., Ichinose, M, and Mastui, K.,2005. Study on the physical disintegration characteristics ofSubang claystone subjected to a modified slaking index test.Geotechnical and Geological Engineering, 23 : 199-218.4P UBLIKASIINTERNASIONALLAPORAN TIM SATGAS ITB PEDULI TPA LEUWIGAJAHDAN SAMPAH BANDUNG RAYATim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah dan SampahBandung Raya yang diketuai oleh Dr.Eng. Imam AchmadSadisun (GL) telah melakukan berbagai kegiatan sepertiyang telah kami muat dalam BPPM-ITB Edisi Maret 2005 lalu.Program-program yang dilakukan telah disusun dalambentuk laporan. Laporan ini juga dikirimkan ke beberapamenteri, kepala daerah, dan instansi-instansi terkait. Adapunprogram-program tersebut secara singkat adalah sebagaiberikut:PROGRAM 1: Identifikasi penyebab longsor dan outlineteknis mengurangi resiko kemungkinan longsor susulanserta meminimasi kebakaran.Dasar pemikiran:TPA Leuwigajah masih berpotensi longsor dan dampakyang lain, perlu upaya segera untuk mengurangi resiko.Program ITB:Identifikasi potensi longsor susulan dan resiko yang lain.Usulan teknis praktis langkah minimasi resiko yangbersifat cepat dan segera :- Tanggul penahan longsor- Drainase evakuasi air dari timbunan sampah- Drainase aliran permukaan- Penataan timbunan sampahKemajuan:Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikan padaberbagai pihak terkait di Propinsi Jawa BaratPROGRAM 2: Identifikasi akibat longsor dan upayapenanggulangan secara teknis terhadap masyarakat danlingkungan sekitarDasar pemikiran: Terjadinya longsor disampingmenimbulkan korban jiwa, juga menimbulkan dampakterhadap lingkungan dan aset fisik di sekitarnya baiksecara langsung maupun tidak langsung. Besaranpermasalahan ini perlu didentifikasi dan dikuantitatifkan.Program ITB:- Identifikasi dampak terhadap sumber air: keberadaan,arah, kuantitas, kualitas- Identifikasi kualitas lingkungan udara dan lindiKemajuan:Hasil analisa laboratorium yang keseluruhannyadilaksanakan di Laboratoria Teknik Lingkungan ITB telahselesai. Data dapat diperoleh dengan mengajukanpermintaan resmi ditujukan kepada LPPM-ITB.PROGRAM 3: Sumbang saran pemikiran upayamendesak penanggulangan sampah Kota Bandung,Kota Cimahi dan Kabupaten BandungDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah andalan utama penanganan sampah,khususnya bagi Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kab.Bandung. Dengan terjadinya musibah longsor, makaperlu langkah mendesak agar sampah daerah urban initetap tertangani.Program ITB:- Evaluasi teknis secara cepat tentang TPA penggantiyang sementara ini digunakan sebagai pengganti TPALeuwigajah, khususnya TPA Jelekong, TPA Cicabe danTPA Sukamiskin- Evaluasi cepat terhadap daya tampung TPA yangtersedia, dikaitkan dengan jumlah sampah yang harusdikelola- Usulan garis besar penanggulangan sampah di daerahtersebutKemajuan:Telah dikunjungi beberapa site, seperti TPA Jelekong, TPACieunteung, TPA Sukamiskin, dan TPA Cicabe. Hasilevalusai sebagian telah dikomunikasikan melalui TimSatgas ITB yang berada dalam Tim Teknis Jawa Barat.PROGRAM 4: Usulan outline teknis rehabilitasi danreklamasi ex TPA LeuwigajahDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah pasca longsor dalam jangka panjangtetap berpotensi menghasilkan dampak negatif walaupuntidak lagi dijadikan TPA sampah. Diperlukan upayarehabilitasi, reklamasi dan pemantauan terhadapkemungkinan dampak tersebut, terlepas apakah TPAtersebut tidak akan difungsikan kembali.Program ITB:- Evaluasi awal secara teknis tentang kondisi fisik lahangeoteknik, tata air, dsb- Usulan/gagasan awal tentang potensi timbunan sampahpada TPA ini sebagai sumber kompos dan atau sebagaimaterial penutup sampah di TPA- Berbagai pertimbangan/pemikiran bilamana lokasi iniakan tetap dijadikan sebagai TPA sementara sambilmenunggu terbangunnya TPA baru.Kemajuan: Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikanpada Rapat Koordinasi penanggulanganbencana longsor TPA Leuwigajah, yang dilaksanakanpada hari Jumat 18-3-2005 di Hotel Horizon Bandung.PROGRAM 5: Sumbang saran pemikiran ke depan dalampengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan diBandung RayaDasar Pemikiran:Dengan terjadinya kasus Leuwigajah, maka semua fihaktersadarkan bahwa pengelolaan sampah yang baiksangat dibutuhkan. Dibutuhkan perubahan sudutpandang, baik dari sisi kebijakan, strategi, maupun yangsifatnya operasional dalam pengelolaan sampah di kota.Program ITB:- Mengkaji dan mempelajari konsep pengelolaan sampahyang sampai saat ini menjadi gagasan, khususnyadalam proyek Greater Bandung, serta proyek-proyekteknis lainnya baik di Kota Bandung, KabupatenBandung dan Kota Cimahi- Membuat outline perlunya sebuah kebijakan yangmendukung pengelolaan sampah yang baik, disertaisebuah strategi ke depan dalam pengelolaan sampahyang berwawasan lingkungan.Kemajuan:Telah selesai, dan sebagian telah disosialisasikan.Masukan yang dituangkan dalam laporan ini diharapkanmenjadi masukan atau setidaknya memantapkangagasan-gagasan sejenis yang telah berkembangselama ini.Sadisun, I. A., Shimada, H., Ichinose, M, and Mastui, K.,2005. Study on the physical disintegration characteristics ofSubang claystone subjected to a modified slaking index test.Geotechnical and Geological Engineering, 23 : 199-218.4P UBLIKASIINTERNASIONALLAPORAN TIM SATGAS ITB PEDULI TPA LEUWIGAJAHDAN SAMPAH BANDUNG RAYATim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah dan SampahBandung Raya yang diketuai oleh Dr.Eng. Imam AchmadSadisun (GL) telah melakukan berbagai kegiatan sepertiyang telah kami muat dalam BPPM-ITB Edisi Maret 2005 lalu.Program-program yang dilakukan telah disusun dalambentuk laporan. Laporan ini juga dikirimkan ke beberapamenteri, kepala daerah, dan instansi-instansi terkait. Adapunprogram-program tersebut secara singkat adalah sebagaiberikut:PROGRAM 1: Identifikasi penyebab longsor dan outlineteknis mengurangi resiko kemungkinan longsor susulanserta meminimasi kebakaran.Dasar pemikiran:TPA Leuwigajah masih berpotensi longsor dan dampakyang lain, perlu upaya segera untuk mengurangi resiko.Program ITB:Identifikasi potensi longsor susulan dan resiko yang lain.Usulan teknis praktis langkah minimasi resiko yangbersifat cepat dan segera :- Tanggul penahan longsor- Drainase evakuasi air dari timbunan sampah- Drainase aliran permukaan- Penataan timbunan sampahKemajuan:Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikan padaberbagai pihak terkait di Propinsi Jawa BaratPROGRAM 2: Identifikasi akibat longsor dan upayapenanggulangan secara teknis terhadap masyarakat danlingkungan sekitarDasar pemikiran: Terjadinya longsor disampingmenimbulkan korban jiwa, juga menimbulkan dampakterhadap lingkungan dan aset fisik di sekitarnya baiksecara langsung maupun tidak langsung. Besaranpermasalahan ini perlu didentifikasi dan dikuantitatifkan.Program ITB:- Identifikasi dampak terhadap sumber air: keberadaan,arah, kuantitas, kualitas- Identifikasi kualitas lingkungan udara dan lindiKemajuan:Hasil analisa laboratorium yang keseluruhannyadilaksanakan di Laboratoria Teknik Lingkungan ITB telahselesai. Data dapat diperoleh dengan mengajukanpermintaan resmi ditujukan kepada LPPM-ITB.PROGRAM 3: Sumbang saran pemikiran upayamendesak penanggulangan sampah Kota Bandung,Kota Cimahi dan Kabupaten BandungDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah andalan utama penanganan sampah,khususnya bagi Kota Bandung, Kota Cimahi dan Kab.Bandung. Dengan terjadinya musibah longsor, makaperlu langkah mendesak agar sampah daerah urban initetap tertangani.Program ITB:- Evaluasi teknis secara cepat tentang TPA penggantiyang sementara ini digunakan sebagai pengganti TPALeuwigajah, khususnya TPA Jelekong, TPA Cicabe danTPA Sukamiskin- Evaluasi cepat terhadap daya tampung TPA yangtersedia, dikaitkan dengan jumlah sampah yang harusdikelola- Usulan garis besar penanggulangan sampah di daerahtersebutKemajuan:Telah dikunjungi beberapa site, seperti TPA Jelekong, TPACieunteung, TPA Sukamiskin, dan TPA Cicabe. Hasilevalusai sebagian telah dikomunikasikan melalui TimSatgas ITB yang berada dalam Tim Teknis Jawa Barat.PROGRAM 4: Usulan outline teknis rehabilitasi danreklamasi ex TPA LeuwigajahDasar Pemikiran:TPA Leuwigajah pasca longsor dalam jangka panjangtetap berpotensi menghasilkan dampak negatif walaupuntidak lagi dijadikan TPA sampah. Diperlukan upayarehabilitasi, reklamasi dan pemantauan terhadapkemungkinan dampak tersebut, terlepas apakah TPAtersebut tidak akan difungsikan kembali.Program ITB:- Evaluasi awal secara teknis tentang kondisi fisik lahangeoteknik, tata air, dsb- Usulan/gagasan awal tentang potensi timbunan sampahpada TPA ini sebagai sumber kompos dan atau sebagaimaterial penutup sampah di TPA- Berbagai pertimbangan/pemikiran bilamana lokasi iniakan tetap dijadikan sebagai TPA sementara sambilmenunggu terbangunnya TPA baru.Kemajuan: Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikanpada Rapat Koordinasi penanggulanganbencana longsor TPA Leuwigajah, yang dilaksanakanpada hari Jumat 18-3-2005 di Hotel Horizon Bandung.PROGRAM 5: Sumbang saran pemikiran ke depan dalampengelolaan sampah yang berwawasan lingkungan diBandung RayaDasar Pemikiran:Dengan terjadinya kasus Leuwigajah, maka semua fihaktersadarkan bahwa pengelolaan sampah yang baiksangat dibutuhkan. Dibutuhkan perubahan sudutpandang, baik dari sisi kebijakan, strategi, maupun yangsifatnya operasional dalam pengelolaan sampah di kota.Program ITB:- Mengkaji dan mempelajari konsep pengelolaan sampahyang sampai saat ini menjadi gagasan, khususnyadalam proyek Greater Bandung, serta proyek-proyekteknis lainnya baik di Kota Bandung, KabupatenBandung dan Kota Cimahi- Membuat outline perlunya sebuah kebijakan yangmendukung pengelolaan sampah yang baik, disertaisebuah strategi ke depan dalam pengelolaan sampahyang berwawasan lingkungan.Kemajuan:Telah selesai, dan sebagian telah disosialisasikan.Masukan yang dituangkan dalam laporan ini diharapkanmenjadi masukan atau setidaknya memantapkangagasan-gagasan sejenis yang telah berkembangselama ini.Sadisun, I. A., Shimada, H., Ichinose, M, and Mastui, K.,2005. Study on the physical disintegration characteristics ofSubang claystone subjected to a modified slaking index test.Geotechnical and Geological Engineering, 23 : 199-218.4P UBLIKASIINTERNASIONALLAPORAN TIM SATGAS ITB PEDULI TPA LEUWIGAJAHDAN SAMPAH BANDUNG RAYATim Satgas ITB Peduli TPA Leuwigajah dan SampahBandung Raya yang diketuai oleh Dr.Eng. Imam AchmadSadisun (GL) telah melakukan berbagai kegiatan sepertiyang telah kami muat dalam BPPM-ITB Edisi Maret 2005 lalu.Program-program yang dilakukan telah disusun dalambentuk laporan. Laporan ini juga dikirimkan ke beberapamenteri, kepala daerah, dan instansi-instansi terkait. Adapunprogram-program tersebut secara singkat adalah sebagaiberikut:PROGRAM 1: Identifikasi penyebab longsor dan outlineteknis mengurangi resiko kemungkinan longsor susulanserta meminimasi kebakaran.Dasar pemikiran:TPA Leuwigajah masih berpotensi longsor dan dampakyang lain, perlu upaya segera untuk mengurangi resiko.Program ITB:Identifikasi potensi longsor susulan dan resiko yang lain.Usulan teknis praktis langkah minimasi resiko yangbersifat cepat dan segera :- Tanggul penahan longsor- Drainase evakuasi air dari timbunan sampah- Drainase aliran permukaan- Penataan timbunan sampahKemajuan:Telah selesai, dan hasilnya telah dikomunikasikan padaberbagai pihak terkait di Propinsi Jawa BaratPROGRAM 2: Identifikasi akibat longsor dan upayapenanggulangan secara teknis terhadap masyarakat danlingkungan sekitarDasar pemikiran: Terjadinya longsor disampingmenimbulkan korban jiwa, juga menimbulkan dampakterhadap lingkungan dan aset fisik di sekitarnya baiksecara langsung maupun tidak langsung. Besaranpermasalahan ini perlu didentifikasi dan dikuantitatifkan.Program ITB:- Identifikasi dampak terhadap sumber air: keberadaan,arah, kuantitas, kualitas- Identifikasi kualitas lingkungan udara dan lindiKem

More magazines by this user
Similar magazines