Download - DATA DAN INFORMASI KESEHATAN
Download - DATA DAN INFORMASI KESEHATAN
Download - DATA DAN INFORMASI KESEHATAN
- No tags were found...
Transform your PDFs into Flipbooks and boost your revenue!
Leverage SEO-optimized Flipbooks, powerful backlinks, and multimedia content to professionally showcase your products and significantly increase your reach.
GAMBARAN UMUM KABUPATEN BULUKUMBAKabupaten Bulukumba secara geografis terletak dijazirah selatan PropinsiSulawesi Selatan ( +150 Km dari Kota Makassar ), yaitu antara 0,5 o 20’’ sampai 0,5 o40 ’’ lintang selatan dan antara 119 o 58’’ sampai 120 o 28 ’’ Bujur timur dengan batasadministratif yakni sebelah utara dengan Kabupaten Sinjai, sebelah timur dengan telukBone, sebelah selatan dengan laut Flores dan sebelah Barat dengan Kabupaten Bantaeng.Secara Administrasi Pemerintahan terdiri dari 10 Kecamatan dan 126 Desa danKelurahan.Kabupaten Bulukumba berada pada ketinggian antara 0 – 800 m diataspermukaan laut (dpl) yang terdiri dari beberapa wilayah berbukit atau dataran tinggidengan kemiringan 0 – 40 %. Wilayah dataran rendah berada pada sebagian besar pesisirpantai yaitu sebagian wilayah Kecamatan Ujung Bulu, Gantarang, Ujung Loe dan BontoBahari. Khusus Kota Bulukumba merupakan tanah datar dengan ketinggian 0,5 – 2,5 mdari permukaan laut sehingga pada musim hujan sangat mudah tergenang air, sehinggakualitas lingkungan di beberapa tempat tersebut kurang baik bila ditinjau dari segiKesehatan maupun aspek sosial ekonomi masyarakat.Di Kabupaten Bulukumba terdapat 26 aliran sungai dengan aliran sungaisepanjang 552 Km yang diharapkan mampu mengaliri sawah seluas 22.145 Ha.Berdasarkan pencatatan klimatologi didapatkan data curah hujan yang cukup tinggi yaiturata-rata diatas 1000 mm/ tahun dengan rata-rata hari hujan sebanyak 8 hari / bulan. Luaswilayah Kabupaten Bulukumba adalah 1.154,67 Km 2 dengan kecamatan terluas terdapatpada Kecamatan Gantarang, Bulukumpa dan Kecamatan Kindang dengan luas wilayahmasing-masing berturut-turut adalah 173,51 Km 2 , 171,33 Km 2 , dan 148,76 Km 2 . Jikadibandingkan dengan luas Sulawesi Selatan maka luas wilayah Bulukumba adalah1,85 % dari luas wilayah Propinsi Sulawesi Selatan.A. KEADAAN PENDUDUKMasalah utama kependudukan di Indonesia pada dasarnya meliputi tiga halpokok, yaitu : jumlah penduduk yang besar, komposisi penduduk yang kurangmenguntungkan dimana proporsi penduduk berusia muda masih relatif tinggi, danpersebaran penduduk yang kurang merata.1. Jumlah dan Pertumbuhan PendudukPenduduk Kabupaten Bulukumba berdasarkan hasil pencatatan Pemerintahan(registrasi penduduk) berjumlah 386.239 jiwa yang tersebar di 10 Kecamatan denganjumlah penduduk terbesar yakni 69.248 jiwa mendiami Kecamatan Gantarang.Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
Secara keseluruhan, jumlah penduduk yang berjenis kelamin perempuan lebih banyakdari penduduk yang berjenis kelamin laki-laki, hal ini tercermin dari angka rasio jeniskelamin yang lebih kecil dari 100 yaitu 91 yang berarti jika terdapat 100 orang pendudukperempuan terdapat 91 orang penduduk laki-laki. Rasio jenis kelamin tertinggi adalah 96terdapat pada Kecamatan Bulukumpa dan Kecamatan Gantarang, sedangkan rasio jeniskelamin terendah terdapat pada Kecamatan Bonto Tiro, Herlang dan Kecamatan BontoBahari dengan rasio jenis kelamin 83, 84 dan 85. Data terinci pada Lampiran IndikatorIndonesia Sehat Tabel 2.Laju pertumbuhan penduduk di Kab. Bulukumba pada tahun 2005 sebesar 0,05%,meningkat pada tahun 2006 menjadi 1,18% dan pada Tahun 2007 laju pertumbuhanpenduduk sedikit menurun menjadi 1,15 %. Tingginya pertumbuhan penduduk diKabupaten Bulukumba diduga karena daerah ini merupakan daerah strategis di bagianSelatan Provinsi Sulawesi Selatan sebab daerah ini cukup luas, dan potensial untukpengembangan ekonomi, sektor pertanian khususnya perkebunan dan sektor lain yangmemiliki prospek cukup menggembirakan. Jumlah dan laju pertumbuhan penduduk dapatdilihat pada tabel II.1.TABEL II.1JUMLAH <strong>DAN</strong> LAJU PERTUMBUHAN PENDUDUKDI KABUPATEN BULUKUMBA, TAHUN 2001 – 2007Tahun Jumlah Penduduk Laju Pertumbuhan Penduduk1 2 32001 357.495 1,52 %2002 360.109 1,97 %2003 370.728 1,97 %2004 379.221 1,97 %2005 379.411 0,05 %2006 383.870 1.18%2007 386.239 1,15 %Sumber: BPS Kab.BulukumbaGAMBAR II.1JUMLAH PENDUDUK DI KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2001 S/D 2007Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
2. Komposisi Penduduk Menurut Kelompok UmurKomposisi penduduk menurut kelompok umur dapat menggambarkantinggi/rendahnya tingkat kelahiran. Selain itu komposisi penduduk juga mencerminkanangka beban tanggungan yaitu perbandingan antara jumlah penduduk produktif (umur 15– 64 tahun) dengan umur tidak produktif (umur 0 – 14 tahun dan umur 65 tahun keatas).Perbandingan penduduk menurut klasifikasi anak-anak dan dewasa pada tahun 2007,dimana jumlah penduduk Bulukumba sebesar 386.239 Jiwa yang terdiri dari 246.761Jiwa penduduk dewasa, 121.143 Jiwa penduduk anak-anak dan 18.335 Jiwa penduduklanjut usia ( > 65 Tahun ). Penduduk anak-anak dan lanjut usia merupakan beban dalammasyarakat karena tidak produktif, saat ini mencapai 139.478 Jiwa dengan DependencyRatio 57,1 %, hal ini memberi gambaran terhadap besarnya beban tanggungan ekonomisuatu keluarga dalam masyarakat.GAMBAR II.2KOMPOSISI PENDUDUK MENURUT KELOMPOK UMUR <strong>DAN</strong>JENIS KELAMIN DI KAB. BULUKUMBA TAHUN 2007Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
3. Persebaran dan Kepadatan PendudukPenduduk Kabupaten Bulukumba pada Tahun 2007 tercatat sekitar 386.239 jiwatersebar di 10 Kecamatan dengan jumlah desa / kelurahan sebanyak 126. Namunpersebaran tersebut tidak merata, sekitar separuh penduduk Bulukumba tinggal di tigaKecamatan yaitu Kecamatan Gantarang, Kecamatan Bulukumpa dan Kecamatan Kajang.Daerah yang sangat menonjol jumlah penduduknya adalah Kecamatan Ujung Bulujika dilihat dari kepadatan penduduknya. Dibandingkan dengan luas wilayahnya yaitu14,44 Km 2 atau hanya 1,3 % dari luas Kabupaten Bulukumba, Kecamatan Ujung Buluternyata memiliki jumlah penduduk yang paling padat yaitu 2.917jiwa/ Km 2 . Persentasependuduk menurut kecamatan dapat terlihat seperti pada gambar berikut.GAMBAR II. 3JUMLAH PENDUDUK MENURUT KECAMATANDI KAB.BULUKUMBA TAHUN 2007B. KEADAAN EKONOMI1. PDRB Kabupaten BulukumbaUntuk mengetahui sejauh mana hasil-hasil pembangunan yang telahdilaksanakan diperlukan suatu ukuran yang bersifat kuantitatif. Salah satu dari ukuranyang dimaksud adalah statistik produk domestik regional bruto ( PDRB ) atau biasadisebut pendapatan regional.Kondisi perekonomian suatu daerah sangat tergantung pada potensi dan sumberdaya yang dimiliki serta kemampuan daerah yang bersangkutan untuk mengembangkansegala potensi yang dimiliki. Untuk mengembangkan potensi yang dimiliki, berbagaiProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
kebijaksanaan, langkah dan upaya yang telah dilakukan oleh Pemerintah khususnyaPemerintah Kabupaten Bulukumba untuk meningkatkan perekonomian daerah ini.TABEL II.2PERKEMBANGAN PDRB KAB.BULUKUMBA & SUL-SELATAS DASAR HARGA BERLAKU TAHUN 2001 – 2007TAHUNPDRB SUL-SEL( JUTA Rp )PDRB BULUKUMBA( JUTA Rp )% PDRB BULUKUMBATHDP PDRB SUL-SEL200120022003200420052006200734.864.914,3038.646.907,1543.072.847,7548.765.946,1652.042.724,4560.902.823,831.179.767,461.312.524,561.411.943,821.565.071,471.739.885,801.976.249,222.183.558,633,383,393,283,213,343,24Rata – rata 3,31Sumber : BPS Kab.BulukumbaSemua kebijaksanaan dan upaya pembangunan yang telah dilakukanmenunjukkan hasil yang cukup menggembirakan. Hal tersebut dapat dilihat dari besarnyanilai PDRB yang berhasil diciptakan dari tahun ke tahun terus meningkat. Total PDRBKabupaten Bulukumba Tahun 2007 mencapai nilai sebesar 2.183.558,63 (Juta Rupiah).Kontribusi PDRB Kabupaten Bulukumba terhadap PDRB Prop.Sul-Sel pada tahun yangsama adalah sebesar 3,34 %.Kontribusi PDRB Kab.Bulukumba selama periode Tahun 2001 – 2007 relatifsama yaitu rata-rata sekitar 3,31 % pertahun. Hal ini menunjukkan bahwa perkembanganperekonomian Kabupaten Bulukumba selama periode tersebut konsisten denganperkembangan perekonomian Sul-Sel.2. Pertumbuhan EkonomiPertumbuhan ekonomi dapat dilihat dari besarnya nilai PDRB yang berhasildiciptakan pada tahun tertentu dibandingkan dengan nilai PDRB tahun sebelumnya.Dibawah ini disajikan pertumbuhan PDRB Kabupaten Bulukumba Tahun 2001 s/d 2007dalam dua versi yaitu berdasarkan harga berlaku dan harga konstan.Pertumbuhan PDRB menurut harga konstan dapat dikatakan sebagaipertumbuhan ekonomi secara riil.Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
TABEL II.3PERSENTASE PERTUMBUHAN PDRBKAB.BULUKUMBA TAHUN 2002 – 2007TAHUN HARGA BERLAKU HARGA KONSTAN 200020022003200420052006200711,25 %7,58 %9,78 %11,17 %13,58%3,88 %3,65 %4,69 %4,48 %6,38%5,21 %Rata-rata 10,67 % 4,62%Sumber : BPS Kab.BulukumbaGAMBAR II.4GRAFIK PERSENTASE PERTUMBUHAN EKONOMIKAB.BULUKUMBA TAHUN 2002 - 2007Sumber : BPS Kab.Bulukumba3. PDRB PerkapitaPertumbuhan ekonomi Kabupaten Bulukumba pada saat krisis ekonomimelanda bangsa Indonesia Tahun 1997 dan 1998 mengalami petumbuhan negatif sebesar( -2,77 % ) dan ( -2,59 % ), akan tetapi mulai tahun 2002 sampai dengan 2005 sudahmengalami pertumbuhan positif yaitu masing-masing sebesar 2,71 % pada Tahun 2002,3,88 % pada Tahun 2003, pada Tahun 2004 adalah 4,69 % pada Tahun 2005 menjadi4,48 % dan tahun 2006 adalah 6,38 % namun tahun 2007 mengalami penurunan mejadi5,21 %. Gambaran rata-rata PDRB perkapita penduduk Kab. Bulukumba dan Sul-Seltahun 2001 – 2006 disajikan dalam tabel berikut :Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
TABEL II.4RATA-RATA PDRB PERKAPITA PENDUDUKKAB.BULUKUMBA & SUL-SEL TAHUN 2001 - 2006TAHUN200120022003200420052006KAB.BULUKUMBA( Rp )3.332.9593.691.7613.863.9144.127.0814.585.7555.148.225SUL – SEL( Rp )4.373.8944.745.2825.176.2905.776.9216.943.0057.982.346Sumber : BPS Kab.BulukumbaC. TINGKAT PENDIDIKANUraian tentang keadaan pendidikan berikut ini sebagian besar juga diambil dari bukuBulukumba Dalam Angka 2004 dan 2005 terbitan Badan Pusat Statistik KabupatenBulukumba.1. Kemampuan Baca TulisKemampuan membaca dan menulis atau baca tulis merupakan keterampilanminimum yang dibutuhkan oleh penduduk untuk mencapai kesejahteraannya.Kemampuan baca tulis tercermin dari angka melek huruf penduduk usia 10 tahun ke atasyang dapat membaca dan menulis huruf latin dan huruf lainnya. Yang dimaksud huruflainnya misalnya huruf Arab, Bugis, Makassar, Jawa, Cina dan sebagainya.Secara nasional penduduk yang melek huruf tahun 2000 sebesar 89,76 % (88,38 %dapat membaca huruf latin dan 1,38% dapat membaca huruf lainnya) sementara padatahun 2001 terdapat 89,27 % (88,25 % dapat membaca huruf latin dan 1,02 % dapatmembaca huruf lainnya). Persentase penduduk yang buta huruf sedikit meningkat dari10,21 % pada tahun 1999 menjadi 10,25 % pada tahun 2000 dan 10,73 % pada tahun2001.Berikut ini disajikan angka melek huruf penduduk usia 10 tahun ke atas tahun 2003-2006 di Kab. Bulukumba :Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
TABEL II.5ANGKA MELEK HURUF PENDUDUK USIA 10 TAHUN KE ATASDI KAB.BULUKUMBA TAHUN 2003 - 2006KEMAMPUANBACA TULIS2003 2004 2005 2006Huruf Latin 79,80 84,59 82,06 80,75Huruf lainnya 0,32 1,59 0,30 2,21Tidak Dapat 19,88 13,82 17,64 17,04Kab.Bulukumba 300.568 301.434 318,983 319,572Sumber: BPS Kab.Bulukumba2. Partisipasi PendidikanDi Kabupaten Bulukumba pada Tahun 2006 jumlah lulusan SD adalah sebanyak6.573 murid dimana Kecamatan Gantarang, Bulukumpa dan Kajang merupakanKecamatan dengan jumlah lulusan terbanyak yakni masing-masing 1.217 murid, 952murid dan 786 jumlah murid. Sementara untuk SMP diluluskan sebanyak 2.374 siswadan untuk SMA termasuk SMK diluluskan sebanyak 2.247 siswa. Untuk lebih jelasnyadapat dilihat pada Tabel berikut.TABEL II. 6JUMLAH LULUSAN SD, SMP, SMA MENURUT KECAMATANDI KAB.BULUKUMBA TAHUN 2006KECAMATAN SD SMP SMA SMKGantarangUjung BuluUjung LoeBonto BahariHerlangKajangBulukumpaRilau AleKindang1.217774671463523786952624563372704240-2431774351386510984713915212018922013842-26823------Kab. Bulukumba 6.573 2.374 1.956 291Sumber : BPS Kab.BulukumbaProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
3. Pendidikan Tertinggi yang DitamatkanPendidikan yang ditamatkan merupakan indikator pokok kualitas pendidikan formal.Di Kabupaten Bulukumba, pada Tahun 2006 persentase penduduk yang hanya tamat SDyaitu sekitar 26,49 % untuk penduduk laki-laki dan 29,68 % untuk perempuan sedangkanyang tidak tamat SD sekitar 38,86 % laki-laki dan 39,41 % perempuan. Tabel berikutakan menggambarkan lebih jelas tentang penduduk Kab.Bulukumba usia 10 Tahun keatas yang ditamatkan menurut jenis kelamin Tahun 2006.TABEL II. 7PENDUDUK 10 TAHUN KE ATAS MENURUT JENIS KELAMIN &JENJANG PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKANDI KAB.BULUKUMBA TAHUN 2006PendidikanBelum/Tdk Tamat SDSDSLTPSMU/SMKAK/DIPLOMAUNIVERSITASLaki-lakiPerempuanJml % Jml %55.179 38,86 64.351 39,4137.615 26,49 48.464 29,6819.510 13,74 23.203 14,2124.224 17,06 21.505 13,172.315 1,63 3.298 2,023.152 2,22 2.466 1,51Jumlah 141.995 100,00 163.287 100,00Sumber: BPS Kab.BulukumbaDemikian gambaran umum Kabupaten Bulukumba Tahun 2006 secara ringkas.Gambaran yang ditonjolkan memang dibatasi pada aspek-aspek kependudukan,perekonomian dan pendidikan, bersama-sama dengan kesehatan menentukanbesar/kecilnya Indeks Pembangunan Manusia (IPM) atau Human Development Index(HDI) baik untuk Provinsi Sulawesi Selatan maupun Indonesia. Sebagaimana di-ketahuiIPM Indonesia pada tahun 1990 adalah 63 dan pada tahun 1996 naik menjadi 68. Namundemikian keadaan krisis menyebabkan IPM Indonesia pada tahun 1999 turun menjadi 64.Angka tersebut lalu menempatkan Indonesia pada pe-ringkat ke-109 diantara 180 negaradi dunia. Hal ini berarti Indonesia berada di bawah peringkat Malaysia dan Thailandapalagi Singapura. Sementara IPM untuk Provinsi Sulawesi Selatan tahun 2001 sebesar69,5 dengan IPM tertinggi di Kota Makassar dan terendah di Kab. Jeneponto.Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
TUJUAN, STRATEGI & SASARAN UTAMADEPARTEMEN <strong>KESEHATAN</strong>A. TUJUANPembangunan kesehatan diselenggarakan dalam upaya mencapai Visi : “IndonesiaSehat 2010”. Dalam penyelenggaraan pembangunan kesehatan Departemen Kesehatanharus memperhatikan dasar-dasar pembangunan kesehatan sebagaimana tercantum dalamRencana Pembangunan Kesehatan Menuju Indonesia Sehat 2010, yaitu : (1)Perikemanusiaan, (2) Pemberdayaan dan Kemandirian, (3) Adil dan Merata, dan (4)Pengutamaan dan Manfaat.Dengan memperhatikan dasar-dasar pembangunan kesehatan tersebut, dan jugadengan mempertimbangkan perkembangan, masalah serta berbagai kecenderunganpembangunan kesehatan ke depan, maka ditetapkan Visi Departemen Kesehatan :“ MASYARAKAT YANG MANDIRIUNTUK HIDUP SEHAT “ sedangkan Misi DepartemenKesehatan adalah : “ MEMBUAT RAKYAT SEHAT “.Sebagai penjabaran dari Visi Departemen Kesehatan, maka tujuan yang akandicapai adalah terselenggaranya pembangunan kesehatan secara berhasil guna danberdaya guna dalam rangka mencapai derajat kesehatan masyarakat yang setinggitingginya.Pembangunan kesehatan diarahkan untuk mencapai sasaran sebagaimanatercantum dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional/ RPJM-N PerpresNo.7 Tahun 2005, yaitu :B. STRATEGI1. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehatProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
Dalam pemberdayaan masyarakat perlu terus dikembangkan Perilaku HidupBersih dan Sehat (PHBS) serta Upaya Kesehatan Berbasis Masyarakat (UKBM)dalam rangka mewujudkan “Desa Siaga” menuju Desa Sehat.2. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitasSesuai dengan paradigma sehat, Depkes harus mengutamakan pada upayakesehatan masyarakat yang dipadukan secara serasi dan seimbang dengan upayakesehatan perorangan.3. Meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatanDilaksanakan dengan meningkatkan peran aktif masyarakat dalam pelaporanmasalah kesehatan di wilayahnya. Dalam keadaan darurat kesehatan dilakukanpengerahan anggaran dan tenaga pelaksana pada saat investigasi KLB dan responcepat.4. Meningkatkan pembiayaan kesehatanDepkes melakukan advokasi dan sosialisasi kepada semua penyandang dana, baikpemerintah maupun masyarakat termasuk swasta. Secara bertahap pembiayaankesehatan bersumber pemerintah dapat diupayakan sebesar 15 % dari APBN danAPBD.C. SASARAN UTAMA1. Menggerakkan dan memberdayakan masyarakat untuk hidup sehat• Seluruh desa menjadi Desa Siaga• Seluruh masyarakat berperilaku hidup bersih dan sehat• Seluruh keluarga sadar gizi2. Meningkatkan akses masyarakat terhadap pelayanan kesehatan yang berkualitas• Setiap orang miskin mendapat pelayanan kesehatan yang bermutu• Setiap bayi, anak, ibu hamil dan kelompok masyarakat resiko tinggi terlindungidari penyakit• Di setiap desa tersedia sumber daya manusia (SDM) kesehatan yang kompeten• Setiap desa tersedia cukup obat esensial dan alat kesehatan dasar• Setiap puskesmas dan jaringannya dapat menjangkau dan dijangkau seluruhmasyarakat di wilayah kerjanya• Pelayanan kesehatan di setiap rumah sakit, Puskesmas dan jaringannyamemenuhi standar mutu.3. Meningkatkan sistem surveilans, monitoring dan informasi kesehatan• Setiap kejadian penyakit terlaporkan secara cepat kepada kepala desa/lurahuntuk kemudian diteruskan ke instansi kesehatan terdekat• Setiap KLB dan wabah penyakit tertanggulangi secara cepat dan tepat sehinggatidak menimbulkan dampak kesehatan masyarakat• Semua ketersediaan farmasi, makanan dan perbekalan kesehatan memenuhisyarat• Terkendalinya pencemaran lingkungan sesuai dengan standar kesehatanProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
• Berfungsinya sistem informasi kesehatan yang evidence based di seluruhIndonesia4. Meningkatkan pembiayaan kesehatan• Pembangunan kesehatan memperoleh prioritas penganggaran pemerintah pusatdan daerah• Anggaran kesehatan pemerintah diutamakan untuk upaya pencegahan danpromosi kesehatan• Terciptanya sistem jaminan pembiayaan kesehatan terutama bagi rakyat miskin۩۩۩Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
PROGRAM-PROGRAM DEPARTEMEN <strong>KESEHATAN</strong>Berdasarkan Visi, Misi, Tujuan, Strategi dan Sasaran Utama sebagaimanadiuraikan pada Bab sebelumnya, maka disusunlah program-program DepartemenKesehatan untuk kurun waktu 2005-2009 sebagai berikut :A. PROGRAM PROMOSI <strong>KESEHATAN</strong> <strong>DAN</strong> PEMBERDAYAAN MASYARAKAT1. TujuanMemberdayakan individu, keluarga dan masyarakat agar mampu menumbuhkanPerilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) serta mengembangkan Upaya KesehatanBerbasis Masyarakat (UKBM).2. Sasaran• Meningkatnya persentase rumah tangga ber PHBS menjadi 60 %B. PROGRAM LINGKUNGAN SEHAT1. TujuanMewujudkan mutu lingkungan hidup yang lebih sehat melalui pengembangansistem kesehatan kewilayahan untuk menggerakkan pembangunan berwawasankesehatan.2. Sasaran• Rumah yang memenuhi syarat kesehatan menjadi 75 %• Keluarga menggunakan air bersih menjadi 85 %• Keluarga mengunakan jamban memenuhi syarat kesehatan menjadi 80 %• TTU memenuhi syarat kesehatan menjadi 80 %C. PROGRAM UPAYA <strong>KESEHATAN</strong> MASYARAKAT1. TujuanMeningkatkan jumlah, pemerataan, dan kualitas pelayanan kesehatan melaluiPuskesmas dan jaringannya.2. Sasaran• Cakupan rawat jalan sebesar 15 %• Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan menjadi 90 %• Cakupan pelayanan antenatal (K4) 90 %, cakupan kunjungan neonatus (KN2)menjadi 90 % dan cakupan kunjungan bayi menjadi 90 %• Persentase Posyandu Purnama Mandiri menjadi 40 %• Tersedia dan beroperasinya Poskesdes di 36.000 desaProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
D. PROGRAM UPAYA <strong>KESEHATAN</strong> PERORANGAN1. TujuanBertujuan meningkatkan akses, keterjangkauan dan kualitas pelayanan kesehatanperorangan2. Sasaran• Cakupan rawat inap sebesar 1,5 %• Jumlah RS yang melaksanakan pelayanan gawat darurat sebesar 90 %• Jumlah RS yang melaksanakan Pelayanan Obstetri dan Neonatal EmergensiKomprehensif (PONEK) sebesar 75 %• Jumlah RS yang terakreditasi sebesar 75 %• Terselenggara pelayanan kesehatan bagi Gakin di Kelas III RS sebesar 100 %E. PROGRAM PENCEGAHAN <strong>DAN</strong> PEMBERANTASAN PENYAKIT1. TujuanBertujuan menurunkan angka kesakitan, kematian dan kecacatan akibat penyakitmenular dan tidak menular.2. Sasaran• Persentase desa yang mencapai Universal Child Immunization (UCI) sebesar98 %• Angka Case Detection Rate penyakit TB sebesar 70 % dan angka keberhasilanpengobatan TB di atas 85 %• Angka Acute Flaccid Paralysis (AFP) diharapkan > 2/100.000 anak usiakurang dari 15 tahun• Penderita DBD yang ditangani sebesar 80 %• Penderita malaria yang diobati sebesar 100 %• CFR diare pada saat KLB adalah
• Menurunnya prevalensi anemia gizi besi pada ibu hamil dan ibu nifas menjadi40 %• Meningkatnya cakupan ASI eksklusif menjadi 80 %• Meningkatnya cakupan balita yang mendapatkan Vit A menjadi 80 %G. PROGRAM SUMBERDAYA <strong>KESEHATAN</strong>1. TujuanProgram ini bertujuan meningkatkan jumlah, jenis, mutu dan penyebaran tenagakesehatan termasuk SDM kesehatan lainnya, serta pemberdayaan profesikesehatan, sesuai dengan kebutuhan pembangunan kesehatan.2. Sasaran• Rasio dokter dengan penduduk 24 : 100.000• Rasio bidan dengan penduduk 40 : 100.000• Rasio perawat dengan penduduk 158 : 100.000• Puskesmas yang memiliki tenaga dokter = 80 %• Rasio apoteker dengan penduduk 9 : 100.000• Rasio sarjana kesmas dengan penduduk 35 : 100.000• Tersedianya satu orang tenaga bidan di setiap desa siaga.H. PROGRAM OBAT <strong>DAN</strong> PERBEKALAN <strong>KESEHATAN</strong>1. TujuanMenjamin ketersediaan, pemerataan, mutu, keterjangkauan obat dan perbekalankesehatan termasuk obat tradisional, perbekalan kesehatan rumah tangga dankosmetika.2. Sasaran• Ketersediaan obat esensial generik di sarana pelayanan kesehatan menjadi 95%• Anggaran untuk obat esensial generik di sektor publik setara dengan 2 USD /kapita / tahun.I. PROGRAM KEBIJAKAN <strong>DAN</strong> MANAJEMEN PEMBANGUNAN <strong>KESEHATAN</strong>1. TujuanMengembangkan kebijakan dan manajemen pembangunan kesehatan gunamendukung penyelenggaraan Sistem Kesehatan Nasional (SKN)2. Sasaran• Alokasi anggaran kesehatan pemerintah mencapai Rp.100.000,-/kapita/tahun.• Persentase penduduk miskin yang menjadi peserta jaminan kesehatan sebesar10 %• Persentase penduduk yang telah terjamin pemeliharaan kesehatan dengansistem jaminan kesehatan sebesar 60 %.Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
J. PROGRAM PENELITIAN <strong>DAN</strong> PENGEMBANGAN <strong>KESEHATAN</strong>1. TujuanMeningkatkan penelitian dan pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologikesehatan sebagai masukan dalam perumusan kebijakan dan programpembangunan kesehatan.2. Sasaran• Terlaksana dan termanfaatkannya hasil penelitian dan pengembangankesehatan dalam mendukung pembangunan kesehatan.• Dihasilkannya rekomendasi kebijakan, prototype, produk dan teknologi baruhasil litbangkes.• Tersedianya SDM litbangkes yang memiliki kapasitas untuk melaksanakan danmendukung litbangkes• Tersedia sarana dan prasarana UPT litbangkes yang terakreditasi• Terbentuk dan berfungsinya jejaring litbangkes, forum komunikasui dankemitraan litbangkes.K. PROGRAM PENDIDIKAN KEDINASAN1. TujuanProgram ini bertujuan meningkatkan kemampuan, keterampilan, danprofesionalisme pegawai dan calon pegawai departemen kesehatan atau lembagapemerintah non departemen yang berkaitan dengan kesehatan, dalam pelaksanaantugas kedinasan yang diselenggarakan melalui jalur pendidikan formal.2. Sasaran• Gudosin (guru, dosen dan instruktur) yang ditingkatkan kemampuannyasebesar 50 %• Risbinakes (riset pembinaan tenaga kesehatan) sebesar 500 riset• Jumlah peserta tugas belajar mencapai 10.000 peserta.L. PROGRAN PENGELOLAAN SUMBERDAYA MANUSIA APARATUR1. TujuanMeningkatkan sistem pengelolaan dan kapasitas sumber daya manusia aparatursesuai dengan kebutuhan dalam melaksanakan tugas kepemerintahan danpembangunan.2. Sasaran• Cakupan data base PNS Pusat melalui SIMKA sebesar 100 %• Realisasi pemenuhan formasi CPNS sebesar 98 %• Realisasi pemenuhan kebutuhan tenaga PTT sebesar 100 %Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
M. PROGRAM PENYELENGGARAAN PIMPINAN KENEGARAAN <strong>DAN</strong>KEPEMERINTAHAN1. TujuanMembantu kelancaran pelaksanaan tugas pimpinan dan fungsi manajemen dalampenyelenggaraan kenegaraan dan kepemerintahan.2. Sasaran• Terselenggaranya tugas pimpinan Depkes dan fungsi dalam melaksanakanpenyelenggaraan dan kepemerintahan.N. PROGRAM PENINGKATAN PENGAWASAN <strong>DAN</strong> AKUNTABILITASAPARATUR NEGARA1. TujuanMenyempurnakan dan mengefektifkan sistem pengawasan dan audit serta sistemakuntabilitas kinerja dalam mewujudkan aparatut negara yang bersih, akuntabeldan bebas KKN2. Sasaran• Pencegahan dan pemberantasan KKN terhadap pengelolaan sumber dayakesehatan, dengan cakupan 100 % obyek pemeriksaan (satuan kerja Depkes)• Terselenggaranya pengelolaan program-program Depkes secara efektif, efisien,dan akuntabel.۩۩۩Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
KEBIJAKAN PEMBANGUNAN <strong>KESEHATAN</strong>KABUPATEN BULUKUMBAA. VISI1. Visi Kabupaten Bulukumba“ Mewujudkan masyarakat Bulukumba yang berkualitas dan sejahtera melaluipengembangan potensi sumber daya daerah dengan berlandaskan pada moralagama dan nilai-nilai budaya “2. Visi Dinas Kesehatan“ Terwujudnya desa-desa Sehat Mandiri dengan Pelayanan Kesehatan BermutuBernafaskan Keagamaan 2008 “ (Kabupaten Sehat 2008 )B. MISI1. Melaksanakan Pembangunan yang Berwawasan Kesehatan2. Mendorong Kemandirian Masyarakat untuk Hidup Sehat3. Memelihara dan meningkatkan Pelayanan Kesehatan yang bermutu, merata danterjangkau4. Memelihara dan meningkatkan individu, keluarga dan masyarakat sertalingkungan5. Mendorong tercapainya efektivitas, efisiensi dan kualitas optimal penggerakanupaya kesehatan6. Perencanaan yang otonom, berorientasi pada kebutuhan nyata masyarakat melaluimanajemen PROAR (Kaji Tindak)C. FALSAFAH / NILAI – NILAI1. Kesehatan bukanlah segalanya tetapi tanpa kesehatan segalanya tidak berarti apaapa2. Kemandirian lokal3. Pendekatan aqidah dan akhlaqul karimah4. Profesionalisme5. Kemitraan dan kebersamaan6. Keterbukaan dan akuntabilitas7. E t i sD. STRATEGI PEMBANGUNAN <strong>KESEHATAN</strong> (STRATEGI DASAR)1. Memantapkan kebijakan hukum dan manajemen bidang kesehatan2. Meningkatkan dukungan sumber daya kesehatan3. Meningkatkan kerjasama lintas sektoralProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
4. Mendorong pemberdayaan masyarakat dan kemitraan swasta5. Mengembangan sistem pelayanan kesehatan sesuai kebutuhan daerah danmasyarakat, tanpa mengabaikan tujuan normatif pembangunan kesehatan yaituequity (pemerataan), quality (kualitas), efisiency dan sustainability.E. FAKTOR KUNCI KEBERHASILANFaktor-faktor kunci keberhasilan berfungsi untuk lebih memfokuskan strategiorganisasi dalam rangka mencapai tujuan dan misi organisasi secara efektif danefisien.Faktor-faktor tersebut antara lain adalah :1. Tersedianya sumber daya tenaga kesehatan yang profesional2. Adanya kerjasama lintas sektor3. Adanya sistem pembinaan petugas yang mengarah pada penegakan disiplin danprofesionalisme4. Adanya komitmen Pemda dan masyarakat untuk mewujudkan kebijakan di bidangkesehatan5. Terbentuknya sistem kesehatan Kabupaten Bulukumba6. Adanya standar pelayanan minimal bidang kesehatan7. Tersedianya agenda pembangunan kesehatan oleh Pemerintah KabupatenBulukumba (PROPEDA)8. Adanya PERDA yang mendukung pelaksanaan Pembangunan KesehatanKabupaten BulukumbaF. PROGRAM PEMBANGUNAN <strong>KESEHATAN</strong>Sesuai dengan keadaan masalah dan kecenderungan yang dihadapi serta untukmempercepat terwujudnya Bulukumba Sehat dengan memperhatikan arah, tujuan,sarana dan kebijakan serta strategi Pembangunan kesehatan yang telah ditetapkan,maka program pembangunan kesehatan untuk tahun 2005 sampai 2011 meliputi :1. Program lingkungan pemukiman, air, udara sehat2. Program P2M dan Imunisasi3. Program kesehatan keluarga, kesehatan reproduksi dan KB4. Program perbaikan gizi5. Program peningkatan perilaku hidup sehat dan kesehatan mental6. Program keselamatan dan kesehatan kerja7. Program anti tembakau, alkohol dan madat8. Program pengawasan obat, bahan berbahaya, makanan dan minuman9. Program pencegahan kecelakaan dan ruda paksa10. Program kebijakan kesehatan, pembiayaan kesehatan dan hukum kesehatanProgram unggulan tersebut di atas dilaksanakan dengan mengintegrasikan ke dalamprogram atau kegiatan pada masing-masing sub dinas kesehatan dan tata usaha sebagaiberikut :Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
A. Program dalam lingkup Sub Dinas Bina Pelayanan Kesehatan1. Program kesehatan jiwa dan mental2. Program Pengawasan Obat , bahan-bahan berbahaya makanan dan minuman3. Program Pembinaan Manajemen Puskesmas dan Rumah Sakit4. Peningkatan Mutu Pelayanan Kesehatan Dasar dan Rujukan5. Program UKSB. Program dalam lingkup Sub Dinas Penyehatan Lingkungan1. Program Pengawasan Kualitas Lingkungan Pemukiman2. Program pengawasan Kualitas Air3. Pengawasan TP2 Pestisida4. Program Pengawasan Tempat Umum dan Industri5. Program Pengawasan TPM6. Program Upaya Kesehatan KerjaC. Program dalam lingkup Sub Dinas Pencegahan Pemberantasan Penyakit1. Program Pemberantasan penyakit menular langsung2. Program pemberantasan penyakit bersumber binatang (P2B2)3. Program Imunisasi4. Program surveilans epidemiologi5. Program penanggulangan bencana dan bantuan kemanusiaanD. Program dalam lingkup Sub Dinas Bina Kesehatan Keluarga dan ProgramKesehatan Masyarakat1. Program perbaikan gizi1. Program kesehatan ibu2. Program kesehatan anak3. Program kesehatan usila4. Program KB5. Program peningkatan perilaku hidup bersih dan sehat6. Program anti rokok, alkohol dan madat7. Pengembangan UKBM8. Pengembangan JPKME. Program dalam lingkup Bagian Tata Usaha1. Program perencanaan kesehatan2. Program pembiayaan kesehatan3. Program kebijakan dan hukum kesehatan4. Program pengembangan tenaga kesehatan5. Penyuluhan administrasi kepegawaian6. Pembinaan kerir tenaga kesehatan7. Program sistem informasi kesehatan Kabupaten, kehumasan dan protokol۩۩۩Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
PENCAPAIAN KABUPATEN SEHAT DI TAHUN 2007Mengacu kepada sistimatika dari uraian Visi Indonesia Sehat 2010, bab ini akanmenyajikan gambaran tentang hasil-hasil yang telah dicapai dalam tahun 2007. Dengandemikian uraian akan diawali dengan penyajian gambaran tentang derajat kesehatan,yang disusul dengan gambaran tentang keadaan lingkungan, keadaan perilakumasyarakat, dan keadaan pelayanan kesehatan. Terakhir, akan disajikan pula kinerja daripembangunan kesehatan yang telah dilaksanakan dalam tahun 2007.A. DERAJAT <strong>KESEHATAN</strong>Sebagaimana diutarakan pada Bab III, gambaran tentang derajat kesehatan berisiuraian tentang indikator-indikator kualitas hidup, mortalitas, morbiditas dan status gizi.Kualitas hidup antara lain dilihat dari indikator Angka Harapan Hidup Waktu Lahir,sedangkan Mortalitas dilihat dari indikator-indikator Angka Kematian Bayi (AKB) per1.000 Kelahiran Hidup, Angka Kematian Balita (AKABA) per 1.000 Kelahiran Hidup,dan Angka Kematian Ibu (AKI) per 100.000 Kelahiran Hidup. Morbiditas dilihat dariindikator-indikator Angka Kesakitan Demam Berdarah Dengue (DBD) per 100.000penduduk, Angka Kesakitan Malaria per 1.000 penduduk, Persentase Kesembuhan TBParu, Persentase Penderita HIV/AIDS terhadap penduduk berisiko, dan Angka ‘AcuteFlacid Paralysis’ (AFP) pada anak usia < 15 tahun per 100.000 anak. Sedangkan StatusGizi dilihat dari indikator-indikator persentase balita dengan gizi buruk, persentasekecamatan bebas rawan gizi.1. LIFE EXPACTANCY OF BIRTH (Umur Harapan Hidup Waktu Lahir)Penurunan Angka Kematian Bayi sangat berpengaruh pada kenaikan UmurHarapan Hidup (UHH) waktu lahir. Angka kematian bayi sangat peka terhadapperubahan derajat kesehatan dan kesejahteraan masyarakat, sehingga perbaikan derajatkesehatan tercermin pada penurunan AKB dan kenaikan Umur Harapan Hidup padawaktu lahir. Meningkatnya Umur Harapan Hidup waktu lahir ini secara tidak langsungjuga memberikan gambaran kepada kita tentang adanya peningkatan kualitas hidup danderajat kesehatan masyarakat.Dari estimasi hasil penelitian yang dilakukan oleh BPS, Umur Harapan HidupWaktu Lahir (Eo) penduduk Indonesia secara Nasional mengalami peningkatan dari45,73 tahun pada tahun 1967 menjadi 67,97 tahun pada tahun 2000. Berdasarkanproyeksi penduduk Indonesia tahun 2000 – 2025, maka dapat diestimasi angka harapanhidup sebesar 67,8 tahun 2000-2025, meningkat menjadi 69,8 pada tahun 2005-2010 danmenjadi 73,6 pada tahun 2010-2025. Sementara itu rata-rata Angka Harapan Hidup(AHH) penduduk di Provinsi Sulawesi Selatan dapat dilihat pada gambar berikut :Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
GAMBAR VI.1UMUR HARAPAN HIDUP WAKTU LAHIR (Eo)DI SULSEL TAHUN 2003 - 200769,669,469,26968,868,668,468,26869,469,268,768,768,52003 2004 2005 2006 2007Sumber : Susenas dan SDKI, 2007Angka Harapan Hidup penduduk di Provinsi Sulawesi Selatan terus meningkatdari 43 pada tahun 1971 meningkat menjadi 52 tahun 1980, kemudian 10 tahun kemudianmeningkat lagi menjadi 60 tahun 1990 dan turun menjadi 63,64 dan 68 pada tahun 1996,1998 dan tahun 2001. Menurut daerah kabupaten/kota Angka Harapan Hidup tahun 2003relatif sama antar kabupaten di Sulawesi Selatan yaitu berkisar antara 63 – 73 tahun. ).Sedangkan data proyeksi AHH yang dikeluarkan Depkes RI untuk Sulawesi Selatan padatahun 2007 sebesar 68,55 tahun, tetapi berdasarkan SDKI 2007 sebesar 69,4, lebih tinggidibanding AHH nasional yaitu 69,09 tahun.2. MORTALITAS (Angka Kematian)Gambaran perkembangan derajat kesehatan masyarakat dapat dilihat dari kejadiankematian dalam masyarakat dari waktu ke waktu. Di samping itu kejadian kematian jugadapat digunakan sebagai indikator dalam penilaian keberhasilan pelayanan kesehatan danprogram pembangunan kesehatan lainnya. Angka kematian pada umumnya dapatdihitung dengan melakukan berbagai survei dan penelitian. Perkembangan tingkatkematian dan penyakit-penyakit penyebab utama kematian yang terjadi pada periodeterakhir akan diuraikan di bawah ini.a. Angka Kematian Bayi (AKB)Data kematian yang terdapat pada suatu komunitas dapat diperoleh melalui survei,karena sebagian besar kematian terjadi di rumah, sedangkan data kematian di fasilitaspelayanan kesehatan hanya memperlihatkan kasus rujukan. Angka kematian bayi (AKB)di Indonesia berasal dari berbagai sumber, yaitu Sensus Penduduk, Surkesnas/Susenas,dan Survei Demografi dan Kesehatan Indonesia (SDKI).Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
Angka Kematian Bayi (AKB) di Indonesia dari tahun 1995 sampai dengan tahun1999 menunjukkan kecenderungan menurun yakni 55 kematian bayi per 1.000 kelahiranhidup pada tahun 1995 dan terus menurun hingga mencapai 46 kematian bayi per 1.000kelahiran hidup pada tahun 1999. Menurut hasil Surkesnas/ Susenas, AKB di Indonesiapada Tahun 2001 sebesar 50 per 1.000 kelahiran hidup, dan pada tahun 2002 sebesar 45per 1.000 kelahiran hidup. Sedangkan AKB menurut hasil SDKI 2002-2003 terjadipenurunan yang cukup besar menjadi 35 per 1.000 kelahiran hidup.Untuk Sulawesi Selatan, selama 30 tahun Angka Kematian Bayi menunjukkanpenurunan yang sangat tajam, yaitu dari 161 per 1000 kelahiran hidup pada tahun 1971menjadi 55 pada tahun 1996, lalu turun lagi menjadi 52 pada tahun 1998 kemudian padatahun 2003 menjadi 48. Ini berarti rata-rata penurunan AKB selama kurun waktu 1998 -2003 sekitar 4 poin. Namun hasil Surkesnas/ Susenas 2002-2003 menunjukkan AKB diSulawesi Selatan sebesar 47 per 1000 Kelahiran Hidup sedangkan hasil Susenas 2006menunjukkan AKB di Sulsel pada tahun 2005 sebesar 36 per 1000 kelahiran hidupsedangkan hasil SDKI 2007 menunjukkan angka 41 per 1.000 kelahiran hidup. Fluktuasiini biasa terjadi oleh karena perbedaan besar sampel yang diteliti, sementara itu dataproyeksi yang dikeluarkan Depkes RI bahwa AKB di Sulsel pada tahun 2007 sebesar27,52 per kelahiran hidup.Di Kabupaten Bulukumba angka kematian bayi selama kurun waktu Tahun 1999s/d Tahun 2004 memperlihatkan penurunan yang cukup berarti yaitu 16,41 per 1000kelahiran hidup pada Tahun 1999 turun drastis menjadi 7,04 per 1000 kelahiran hiduppada Tahun 2001, sedangkan pada Tahun 2002 AKB di Kab.Bulukumba adalah 6,61 per1000 kelahiran hidup dan pada Tahun 2003 angka tersebut turun kembali menjadi 4,05per 1000 kelahiran hidup, sementara pada Tahun 2004 AKB di Kab.Bulukumbamengalami peningkatan menjadi 7,72 per 1000 kelahiran hidup. Pada tahun 2007 terjadipenurunan dan tercatat bahwa jumlah kematian bayi adalah sebanyak 41 bayi atau 5,59per 1.000 kelahiran hidupAngka kematian Bayi tersebut diperoleh melalui laporan UnitPelayanan Kesehatan di wilayah Bulukumba.Terjadinya penurunan angka kematian bayi merupakan indikasi terjadinyapeningkatan derajat kesehatan masyarakat sebagai salah satu wujud keberhasilanpembangunan di bidang kesehatan. Hal tersebut merupakan respon positif dari upayapemerintah untuk mendekatkan sarana kesehatan dan tenaga kesehatan denganmasyarakat.Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
TABEL VI. 1POLA PENYAKIT PENYEBAB KEMATIAN BAYI DI INDONESIAHASIL SURVEY MORTALITAS SUBDIT ISPA TAHUN 2005NO Penyebab Kematian %1 Neonatal 44,52 Pneumonia 22,33 Infeksi Berat 10,64 Diare 9,15 Masalah Lain (termasuk kecelakaan) 5,56 Gizi buruk dan BGM 1,77 DBD 1,48 Muntah-dehidrasi 1,39 Tifoid 1,210 Malaria 0,811 Campak- komplikasi 0,812 Pertusis 0,313 Tanpa Penyebab 0,6Sumber: Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2006GAMBAR VI. 2ANGKA KEMATIAN BAYI DI SULAWESI SELATANTAHUN 2003, 2004, 2005 dan 20076050405144364130201002003 2004 2005 2007Sumber: Susenas dan SDKI 2007b. Angka Kematian Balita (AKABA)Angka Kematian Balita (1 - 4 tahun) adalah jumlah kematian anak umur 1 - 4tahun per 1.000 anak. AKABA menggambarkan tingkat permasalahan kesehatan anakdan faktor-faktor lingkungan yang berpengaruh terhadap kesehatan anak Balita sepertiProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
gizi, sanitasi, penyakit menular dan kecelakaan, indikator ini menggambarkan tingkatkesejahteraan sosial, dalam arti besar dan tingkat kemiskinan penduduk.Angka Kematian Balita di Indonesia (menurut estimasi SUPAS 1995) dalambeberapa tahun terakhir (kecuali tahun 2001) terlihat mengalami penurunan yang cukupbermakna. Pada tahun 1986 AKABA diperkirakan sebesar 111 per 1.000 kelahiran hidup,kemudian turun menjadi 81 pada tahun 1993 dan turun lagi menjadi 44,7 pada tahun 2000sementara untuk Sulawesi Selatan, pada tahun yang sama berada dibawah rata-ratanasional yakni sebesar 42,16 per 1.000 kelahiran hidup.Berdasarkan Pencatatan dari Unit Pelayanan Kesehatan yang ada di WilayahBulukumba, khusus angka kematian Anak balita ( 1-4 Tahun ) pada tahun 1996 sebesar12,02 per 1000 Anak Balita turun menjadi 11,27 per 1000 Anak Balita pada tahun 1997menjadi 10,59 per 1000 anak balita pada tahun 1998 dan naik menjadi 8,45 per 1000 anakbalita pada tahun 1999. Pada tahun 2007 jumlah kematian balita dilaporkan sebanyak 16balita atau 2,18 per 1.000 kelahiran hidup.Dari hasil penelitian terhadap semua kasus kematian Balita yang disurvei padaSKRT 1995 dan Surkesnas 2001 diperoleh gambaran besarnya proporsi penyebab utamakematian Balita, yang dapat dilihat pada tabel berikut ini.TABEL VI.2POLA PENYAKIT PENYEBAB KEMATIAN BALITA DI INDONESIAHASIL SURVEY MORTALITAS SUBDIT ISPA TAHUN 2005No Penyebab Kematian %1. Pneumonia 23,62. Diare 15,33. Infeksi berat 15,14. Masalah lain (termasuk kecelakaan) 14,75. Neonatal 11,26. Typhoid 3,87. Gizi buruk dan BGM 3,68. Malaria 2,99. Campak-komplikasi 2,910. Muntah- dehidrasi 1,611. Pertusis 0,212. Tanpa penyebab 0,05Sumber: Profil Kesehatan Indonesia 2006Tabel di atas menunjukkan bahwa pola penyakit penyebab kematian Balitamenurut Profil Kesehatan Indonesia tahun 2006 masih didominasi oleh penyakit infeksi.Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
c. Angka Kematian Ibu Maternal (AKI)Angka Kematian Ibu (AKI) berguna untuk menggambarkan tingkat kesadaranperilaku hidup sehat, status gizi dan kesehatan ibu, kondisi kesehatan lingkungan, tingkatpelayanan kesehatan terutama untuk ibu hamil, pelayanan kesehatan waktu ibumelahirkan dan masa nifas. Untuk mengantisipasi masalah ini maka diperlukanterobosan-terobosan dengan mengurangi peran dukun dan meningkatkan peran Bidan.Harapan kita agar Bidan di Desa benar-benar sebagai ujung tombak dalam upayapenurunan AKB (IMR) dan AKI (MMR). Masalah lain yang perlu dicermati adalahbelum mampunya masyarakat membayar Bidan dan masyarakat lebih senang melahirkandi rumah dari pada di Rumah Sakit atau tempat lain seperti Pondok Persalinan Desa(Polindes).Untuk melihat kecenderungan AKI di Indonesia secara konsisten, digunakan datahasil SKRT. Menurut SKRT, AKI menurun dari 450 per 100.000 kelahiran hidup padatahun 1986 menjadi 425 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1992, kemudianmenurun lagi menjadi 373 per 100.000 kelahiran hidup pada tahun 1995. Pada SKRT2001 tidak dilakukan survei mengenai AKI. Pada tahun 2002-2003 AKI sebesar 307 per100.000 kelahiran hidup diperoleh dari hasil SDKI. Hal ini menunjukkan AKI cenderungterus menurun. Tetapi bila dibandingkan dengan target yang ingin dicapai secara nasionalpada tahun 2010, yaitu sebesar 125 per 100.000 kelahiran hidup, maka apabilapenurunannya masih seperti tahun-tahun sebelumnya, diperkirakan target tersebut dimasa mendatang sulit tercapai. Angka yang didapat dari berbagai survei tersebutdisajikan pada tabel berikut.TABEL VI. 3ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL (PER 100.000 KELAHIRAN HIDUP)HASIL SDKI <strong>DAN</strong> SKRT, TAHUN 1982 – 2007No Jenis Penelitian/Survei Tahun Perkiraan AKI1 SDKI 1982 4502 SKRT 1986 4503 SKRT 1992 4254 SDKI 1994 3905 SKRT 1995 3735 SDKI 1997 3346 SDKI 2002-2003 3077 SDKI 2007 248Sumber : Badan Litbangkes, Publikasi Hasil SKRT 1995 dan SDKI 2007AKI yang dihasilkan oleh SKRT dan SDKI hanya menggambarkan angkanasional, tidak dirancang untuk mengukur angka kematian ibu menurut provinsi danKabupaten karena jumlah kasusunya yang terlalu kecilAKI maternal di Kabupaten Bulukumba selama kurun waktu Tahun 2000 s/dTahun 2007 menurut laporan dan hasil pencatatan unit-unit pelayanan kesehatan yang adadi wilayah Kab.Bulukumba dapat disajikan dalam tabel berikut.Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
TABEL VI. 4ANGKA KEMATIAN IBU MATERNAL PER 1.000 KHDI KABUPATEN BULUKUMBA TAHUN 2000 S/D 2007TAHUNKematian/ 1000 KH20001,44 %20011,38 %20021,65 %20031,35 %20041,33 %20052,04 %20061,04 %20071,50 %Sumber : Dinas Kesehatan Kab.Bulukumba, Tahun 2007d. Angka Kematian Kasar (AKK)Angka kematian kasar yang didapat juga merupakan hasil estimasi dari kegiatanSensus Penduduk dan Survei Penduduk Antar Sensus. Estimasi berdasarkan hasil SUPAS1995 menunjukkan bahwa pada tahun 1995 Angka Kematian Kasar diperkirakan sebesar7,69 per 1000 penduduk dan diper-kirakan turun menjadi 7,34 per 1000 penduduk padatahun 2000. Perkembangan angka kematian kasar pada tahun 1995 s.d 2000 dapat dilihatpada gambar berikut:GAMBAR VI. 3ANGKA KEMATIAN KASAR PER 1.000 PENDUDUKNASIONAL <strong>DAN</strong> SULSEL, TAHUN 1995 – 2000Sumber : Indikator Kesejahteraan Anak 2000 (estimasi SUPAS 1995)Gambar tersebut diatas menunjukkan bahwa angka kematian kasar di Indonesiadalam kurun waktu tahun 1995-2000 terakhir dapat dikatakan relatif stabil denganpenurunan yang sangat kecil, demikian juga di Sulawesi Selatan, angka kematian kasarterlihat stabil bahkan cenderung menurun sejak tahun 1996-1999, namun terjadipeningkatan untuk tahun 2000.Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
Sementara itu, dari hasil penelitian mendalam terhadap semua kasus kematianyang ditemukan dalam SKRT 1995 dan SURKESNAS 2001 diperoleh gambaran proporsisebab kematian sebagai berikut:TABEL VI. 5POLA PENYAKIT PENYEBAB KEMATIAN UMUMDI INDONESIA MENURUT HASIL SKRT 1992, 1995 <strong>DAN</strong> SURKESNAS 2001No.SKRT 1992 SKRT 1995 SURKESNAS 2001Jenis Penyakit % Jenis Penyakit % Jenis Penyakit %1 2 3 41. Peny. Sis.Sirkulasi 16,0 Peny.Sis.Sirkulasi 18,9 Peny. Sist. Sirkulasi 26,42. TBC 11,0 Peny.Sis.Pernpsan 15,7 Peny. Sist. Pernafasan 12,73. Keadaan tdk jelas 9,8 TBC 9,6 TBC 9,44. Inf. Sal. Pernafasan 9,5 Inf. & parasit lainnya 7,9 Peny. Sist. Pencernaan 7,05. Diare 8,0 Diare 7,4 Neoplasma 6,06. Peny.Infeksi Lainnya 7,8 Peny. Sis. Pencernaan 6,6 Kecelakaan 5,67. Bronchitis, asma/empi. 5,6 Gangguan perinatal 5,2 Perinatal 4,98. Trauma, Kercnan,Kec 5,3 Sebab lain/kecelakaan 5,2 Tifus 4,39. Peny. Sis. Pencernaan 5,1 Neoplasma 5,0 Diare 3,810. Neoplasma 4,0 Penyakit Syaraf 2,5 Endokrin & Metabolik 2,7Sumber : Badan Litbangkes, Depkes RI, 1995Sedangkan penyebab kematian terbanyak dari penderita rawat inap di rumah sakitpada tahun 2003 dapat dilihat pada tabel berikut ini.TABEL VI. 610 PENYAKIT UTAMA PENYEBAB KEMATIAN DI RUMAH SAKITDI INDONESIA TAHUN 2005No. Jenis penyakit Jml Mati % [a]1. Stroke tdk menyebut perdarahan atau infark 4.692 4,872. Perdarahan intrakranial 3.572 3,713. Septisemia 3.065 3,184. Gagal ginjal lainnya 3.047 3,165. Cedera intrakranial 3.021 3,136. Pneumonia 2.765 2,877. Pertumbuhan janin lamban, malnutrisi janin, dan2.606 2,70gangguan yg berhubungan dengan kehamilan pendek danberat badan lahir rendah8. Penyakit jantung lainnya 2.577 2,679. Diabetes mellitus YTT 2.086 2,1610. Tuberkulosis paru lainnya 2.024 2,10Sumber: Ditjen Yanmedik, Depkes RI (Profil Kes.Indonesia, 2005)Keterangan: [a] persen terhadap total kematian di rumah sakit3. MORBIDITAS (Angka Kesakitan)Angka kesakitan penduduk didapat dari data yang berasal dari masyarakat(community based data) yang diperoleh melalui studi morbiditas, dan hasil pengumpulandata dari Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota serta dari sarana pelayanan kesehatan (facilitybased data) yang diperoleh melalui sistem pencatatan dan pelaporan. Gambaran 20penyakit terbanyak untuk semua golongan umur di Kab.Bulukumba Tahun 2007 dapatdisajikan pada tabel berikut :.Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
TABEL VI. 7POLA 20 PENYAKIT TERBANYAK UNTUK SEMUA GOL UMURDI KAB.BULUKUMBA TAHUN 2007NO JENIS PENYAKIT JUMLAH %1.2.3.4.5.6.7.8.9.10.11.12.13.14.15.16.17.18.19.20.21.Infeksi akut lain pada saluran pernafasan bagian atas 11.587 13,49Penyakit pada Sistem Otot & Jaringan Pengikat8.305 7,69Diare (termasuk tersangka kolera)2.907 4,49Penyakit tekanan darah tinggi4.611 3,91Penyakit kulit Alergi2.843 2,94Ginggivitis dan penyakit periodental1.873 2,65Penyakit kulit infeksi1.980 2,21Penyakit lain pada saluran pernapasan bagian atas2.033 2,15Infeksi penyakit usus yang lain1.405 1,70Bronkhitis1.359 1,33Pneumonia910 1,01Kecelakaan dan ruda paksa1.016 1,00Asma1.112 0,94Infeksi telinga tengah657 0,89Penyakit mata lainnya597 0,70Malaria dengan Pemeriksaan Laboratorium438 0,66Penyakit pulpa dan jaringan periapikal579 0,65Gangguan gigi dan jaringan penyangga lainnya506 0,62Penyakit kulit karena jamur506 0,62Karies gigi200 0,23Penyakit lainnya14.336 14,43JUMLAH 91.689 100Sumber : SP2TP Dinas Kesehatan Kab.BulukumbaA. Penyakit Menular1) Penyakit MalariaPenyakit Malaria masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia.Perkembangan penyakit malaria dipantau melalui annual parasite incidence (API) untuk Jawa-Bali dan annual malaria incidence (AMI) untuk luar Jawa-Bali, yang dapat dilihat pada gambarberikut ini.GAMBAR VI. 4ANNUAL PARASITE INCIDENCE MALARIA (‰)<strong>DAN</strong> ANNUAL MALARIA INCIDENCE (‰), TAHUN 1989 – 2003API /1000 Penduduk10,80,60,40,201989 1990 1991 1992 1993 1994 1995 1996 1997 1998 1999 2000 2001 2002 2003API 0,21 0,17 0,14 0,12 0,19 0,17 0,07 0,08 0,12 0,3 0,52 0,81 0,62 0,47 0,22AMI 28,06 24,1 27 22,79 20,51 22,22 19,38 21,72 16,06 21,97 24,9 31,09 26,2 22,3 21,8Sumber: Ditjen PPM-PL Depkes RI ( Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2003 )35302520151050AMI /1000 PendudukProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
Gambar VI.6 di atas menunjukkan bahwa peningkatan insidens Malaria terjadi dalamperiode 1997 – 2000. Pada bulan April tahun 2000 mulai dilaksanakan Gerakan BerantasKembali Malaria (Gebrak Malaria). Pada tahun 2001 – 2003 angka kesakitan Malaria kembalimenurun. Pada tahun 2001 angka kesakitan Malaria untuk Pulau Jawa dan Bali sebesar 0,62per 1.000 penduduk turun menjadi 0,47 pada tahun 2002, dan berdasarkan data tahun 2003turun lagi menjadi 0,24 per 1.000 penduduk. Sedangkan untuk luar Jawa Bali, angka kesakitanMalaria (termasuk penderita klinis) pada tahun 2001 sebesar 26,20 per 1.000 penduduk turunmenjadi 22,30 pada tahun 2002, dan sedikit turun lagi menjadi 21,80 per 1.000 penduduk padatahun 2003.Di Indonesia diperkirakan setiap tahunnya terdapat 15 juta penderita malaria dan30.000 orang diantaranya meninggal dunia (Survei Kesehatan Rumah Tangga/SKRT,1995). Terjadinya peningkatan kasus diakibatkan antara lain adanya perubahanlingkungan seperti penambangan pasir yang memperluas genangan air sebagai tempatperindukan nyamuk penular malaria, penebangan hutan bakau, mobilitas penduduk dariP. Jawa ke luar Jawa yang sebagian besar masih merupakan daerah endemis malaria danobat malaria yang resisten yang semakin meluas.Di Kabupaten Bulukumba kegiatan penemuan penderita sifatnya pasif dandilaksanakan oleh unit-unit pelayanan kesehatan (Pustu, Puskesmas dan Rumah Sakit).Dari 16 Puskesmas yang melapor pada tahun 2005 ditemukan penderita Malaria Klinissebanyak 1.295 penderita dengan sediaan darah yang positif sebanyak 193 (14,9 %).Sedangkan untuk tahun 2006 tercatat bahwa penemuan penderita secara pasif (MalariaKlinis) dilaporkan dari 16 Puskesmas sebanyak 934 kasus Malaria Klinis, jumlahspecimen yang positif sebanyak 446 (47.8 %). Pada tahun 2007 penderita Malariadilaporkan sebanyak 2250 kasus Malaria klinis dan terdapat 803 spesimen yang positif(35,7 %), Penderita malaria terbanyak terdapat di wilayah Puskesmas Ponre danPuskesmas Caile. Data terinci pada Lampiran Format IIS 2010 Tabel 7.2) Penyakit TB ParuAngka kesakitan penyakit TB Paru yang terbaru belum diketahui secara pasti,karena belum pernah dilakukan penelitian yang berskala Nasional. Menurut Surkesnas2001, TB Paru menempati urutan ke-3 penyebab kematian umum. Sedangkan menurutlaporan RS, salama tahun 2002 dan 2003 penyakit TB Paru termasuk 10 besar penyakitdari penderita yang dirawat di RS sekaligus merupakan 10 besar penyebab kematianpasien rawat inap di rumah sakit.Pelaksanaan penanggulangan penyakit TB Paru sampai tahun 2003 telah dapatmenurunkan prevalensi dari 130/100.000 penduduk pada tahun 2001 menjadi122/100.000 penduduk pada tahun 2002 dan 115/100.000 penduduk pada tahun 2003.WHO memperkirakan pada saat ini, Indonesia merupakan negara penyumbangkasus TB terbesar ke-3 di dunia, yang setiap tahunnya diperkirakan terdapat penderitabaru TB menular sebanyak 262.000 orang (44,9% dari 583.000 penderita baru TB) dan140.000 orang diperkirakan meninggal karena penyakit TBC. Angka tersebut diyakiniProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
sangat memungkinkan, apalagi bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan perumahan,sosial ekonomi masyarakat.Di Kabupaten Bulukumba, pada tahun 2007 ditemukan penderita TB Paru dengangejala klinis sebanyak 2.622 orang dengan jumlah BTA positif sebanyak 271 (10,3 %),sementara penderita yang diobati sebanyak 271 orang dan yang sembuh sebanyak 198orang (73,1 %). Kecamatan dengan jumlah penderita terbanyak adalah masing-masing :Kec. Bonto Bahari (468 kasus), Kec.Kajnag (444 kasus), Kec.Gantarang (351 kasus),Kec.Herlang (290 kasus), dan Kec. Kindang (159 kasus), Lihat Lampiran Format IIS 2010Tabel 7.3) HIV/AIDS dan Penyakit Menular Melalui Hubungan Seksual (PMS)Penyakit HIV/AIDS yang merupakan new emerging diseases, dan merupakanpandemi di semua kawasan, beberapa tahun terakhir ini telah menunjukan peningkatanyang sangat mengkhawatirkan, meskipun berbagai upaya pencegahan & penanggulanganterus dilakukan. Semakin tingginya mobilitas penduduk antarwilayah, semakin mudahnyakomunikasi antarwilayah, semakin menyebarnya sentra-sentra pembangunan ekonomi diIndonesia, meningkatnya perilaku seksual yang tidak aman, dan meningkatnyapenyalahgunaan NAPZA melalui suntikan ternyata secara simultan telah memperbesartingkat risiko dalam penyebaran terhadap HIV/AIDS.Perkembangan kasus AIDS dan inveksi HIV di Sulawesi Selatan dari tahun ketahun cenderung meningkat. Sampai dengan tahun 2003 (Desember 2003) sudahmencapai 62 orang penderita HIV ( + ) sedangkan penderita AIDS sebanyak 4 orang.Di Bulukumba dalam tiga tahun terakhir sekitar 300 Spesimen yang telah diambildari kelompok risti melalui kegiatan sero survey yang setelah diperiksa ( di Propinsi ) danmenurut laporan ditemukan adanya 1 spesimen yang positif, bila dilihat dari kelompoksasaran yang resti maka Bulukumba termasuk daerah yang beresiko tinggi karena selainmerupakan daerah tujuan wisata, terdapat pula beberapa kelompok waria dan banyakpelaut antar pulau, sehingga tidak tertutup kemungkinan kasus tersebut sudah ada, namunmasih terselubung dalam masyarakat. Selain itu, adanya daerah wisata memberi peluangterjadinya penyalahgunaan perilaku seks yang merupakan salah satu sumber penularanpenyakit menular seksual termasuk HIV/AIDS. Sampai dengan tahun 2007 ini tercatatbahwa jumlah penderita HIV di Kab.Bulukumba adalah sebanyak 21 orang.4) Infeksi Saluran Pernafasan Akut (ISPA)Pola 10 penyakit terbanyak di rumah sakit umum maupun data survei (SDKI,Surkesnas) menunjukkan tingginya kasus ISPA. ISPA juga masih merupakan penyakitutama penyebab kematian bayi dan Balita di Indonesia.Di Kabupaten Bulukumba pada tahun 2007 ditemukan 1.86 kasus pneumoniapada anak balita, hal ini berarti terjadi penurunan kasus pneumonia dari tahun 2006 danProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
2005 yang berdasarkan laporan SP2TP berjumlah 1.293 dan 1.334 kasus. Berikut ini tabelhasil penemuan penderita Pneumonia di Kab. Bulukumba dalam lima tahun terakhir :GAMBAR VI. 5HASIL PENEMUAN PENDERITA PNEUMONIA PADA BALITADI KAB. BULUKUMBA TAHUN 2002 – 200735003000315125002000150010002036172013341293108650002001 2002 2003 2004 2005 2006 2007 2008TABEL VI.8HASIL PENEMUAN PENDERITA PNEUMONIA PADA BALITADI KAB. BULUKUMBA TAHUN 2002 – 2007No Tahun Penderita Pneumonia Balita1. 2002 2.0362. 2003 3.1513. 2004 1.7204. 2005 1.3345. 2006 1.2936. 2007 1.086Sumber: SP2TP, Dinkes Kab.Bulukumba5) Penyakit KustaDalam kurun waktu 10 tahun (1991–2001), angka prevalensi penyaki Kustasecara nasional telah turun dari 4,5 per 10.000 penduduk pada tahun 1991 menjadi 0,85per 10.000 penduduk pada tahun 2001. Pada tahun 2002 prevalensi sedikit meningkatmenjadi 0,95, dan pada tahun 2003 ini kembali menurun menjadi 0,8 per 10.000penduduk. Secara nasional, Indonesia sudah dapat mencapai eliminasi Kusta pada bulanJuni 2000.Meskipun Indonesia sudah mencapai eliminasi kusta pada pertengahan tahun2000, sampai saat ini penyakit kusta masih menjadi salah satu masalah kesehatanProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
masyarakat. Hal ini terbukti dari masih tingginya jumlah penderita kusta di Indonesia.Pada tahun 2003 jumlah penderita baru yang ditemukan sebanyak 15.549 dengan 76,9%di antaranya merupakan penderita tipe MB yang diketahui merupakan tipe yang menular.Selain itu dari penderita baru yang diketemukan tersebut 8,0% sudah mengalamikecacatan tingkat 2 yaitu kecacatan yang dapat dilihat dengan mata dan 10,6% diantaranya adalah anak-anak. Keadaan ini menggambarkan masih berlanjutnya penularandan kurangnya kesadaran masyarakat akan penyakit kusta sehingga ditemukan sudahdalam keadaan cacat.Untuk Kabupaten Bulukumba, situasi penderita Kusta sedikit berbeda denganpola Nasional maupun Propinsi, dimana jumlah penderita dan prevalensi rate per 1.000penduduk mengalami peningkatan selama kurun waktu 3 tahun terakhir (2003 s/d 2005).Selama tahun 2003 dilaporkan penderita kusta sebanyak 54 penderita sedangkanpenderita RFT sebanyak 49 orang dengan angka prevalensi meningkat menjadi 0,15 per1.000 penduduk. Pada Tahun 2004, penderita kusta meningkat menjadi 88 orang danpenderita RFT sebanyak 45 orang dengan angka prevalensi 0,23 per 1.000 penduduk.Sementara pada tahun 2005, jumlah penderita kusta kembali mengalami peningkatanjumlah penderita maupun prevalensi seperti yang dilaporkan bahwa penderita kusta yangterdaftar berjumlah 165 orang dan penderita RFT sebanyak 97 orang dengan angkaprevalensi meningkat menjadi 0,43 per 1.000 penduduk. Pada tahun 2006 jumlahpenderita kusta dilaporkan mengalami penurunan yaitu sebanyak 90 orang dan penderitaRFT sebanyak 107 orang sedangkan pada tahun 2007 jumlah penderita kusta kembalimeningkat hingga tercatat sejumlah 123 penderita dengan RFT sebanyak 66 orang.Jumlah penderita Kusta terbanyak pada tahun 2007 ditemukan di Kec. Kajangdengan 24 penderita, Kec.Ujung Bulu dengan 16 penderita, Kec. Gantarang dengan 15penderita, Kec.Bulukumpa dengan 13 penderita serta Kec.Bonto Tiro dan Rilau Alemasing-masing 10 penderita.6) Penyakit Menular Yang Dapat Dicegah Dengan Imunisasi (PD3I)a. Polio / Acute Flaccid Paralysis (AFP)Upaya pencegahan dan pemberantasan penyakit Polio telah dilakukan melaluigerakan imunisasi Polio. Upaya ini juga ditindaklanjuti dengan kegiatan surveilensepidemiologi secara aktif terhadap kasus-kasus acute flaccid paralysis (AFP)kelompok umur
Ale masing-masing 1 kasus, sedangkan pada tahun 2007 dilaporkan adanyapenemuan kasus AFP sebanyak 4 kasus (lihat lampiran tabel SPM 36) .b. Tetanus NeonatorumJumlah kasus Tetanus Neonatorum di Kab.Bulukumba pada tahun 2004sebanyak 1 kasus dengan angka kematian (CFR) 100 %, kasus ini terjadi diKecamatan Bonto Tiro. Sementara pada tahun 2005 meningkat menjadi 2 kasusdengan CFR 0 % (tidak ditemukan penderita meninggal) yang terjadi di KecamatanKindang. Pada Tahun 2006 terdapat 1 kasus Tetanus Neonatorum dan pada tahun2007 dilaporkan adanya kasus TN sebanyak 2 kasus. Penanganan TetanusNeonatorum memang tidak mudah, sehingga yang terpenting adalah usahapencegahan yaitu pertolongan persalinan yang higienis ditunjang dengan imunisasiTT pada ibu hamil.c. CampakCampak merupakan penyakit menular yang sering menyebabkan kejadian luarbiasa (KLB). Sepanjang tahun 2004 di Kab.Bulukumba jumlah kasus Campakdilaporkan sebanyak 3 kasus yang terjadi di Kec.Kindang (1 kasus) dan Kec.Herlang(2 kasus) yang tidak dilaporkan adanya kematian. Jika dibandingkan dengan Tahun2003 maka terjadi penurunan kasus pada Tahun 2004 dimana pada Tahun 2003terjadi KLB Campak dengan jumlah penderita dilaporkan sebanyak 15 orang denganjumlah kematian 1 orang (CFR= 6,7 %). Lonjakan kasus paling tinggi terjadi padatahun 2006 dengan jumlah penderita sebanyak 88 orang dan pada tahun 2007 jumlahpenderita campak tercatat sebanyak 31 orang. Perkembangan penderita campakdalam 7 tahun terakhir dapat dilihat pada tabel berikut.TABEL VI. 9JUMLAH PENDERITA CAMPAKDI KAB. BULUKUMBA TAHUN 1999 – 2007TahunJumlahPenderitaCFR (%)1999 5 02001 3 02002 0 02003 15 6,72004 3 02005 0 02006 88 .....2007 31 .....Sumber: Dinas Kesehatan Kab.Bulukumbad. Diphteri dan PertusisPenyakit Diphteri dan Pertusis merupakan penyakit yang banyak menyeranganak-anak terutama bagi anak yang belum diimunisasi. Di Kabupaten BulukumbaProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
selama kurun waktu tahun 2002 s/d Tahun 2004 tidak ditemukan adanya kasusdiptheri, sedangkan penyakit pertusis dilaporkan sebanyak 2 kasus pada Tahun 2003dan pada Tahun 2004 hingga tahun 2007 tidak dilaporkan adanya kasus.e. TetanusKasus Penyakit Tetanus yang dilaporkan melalui rawat inap Rumah Sakit diBulukumba tahun 2001 adalah sebanyak 24 kasus dengan jumlah kematianberjumlah 1 orang (CFR=4,16 %) terlihat ada penurunan kasus dibanding tahun1999 dengan ditemukan 6 kasus Rawat jalan dan 28 kasus rawat inap, 3 orangdiantaranya meninggal (CFR=10,72 %). Pada tahun 2002 dan 2003 tidak dilaporkanadanya kasus tetanus pada sarana pelayanan kesehatan. Selanjutnya pada Tahun2004 dilaporkan adanya kasus Tetanus sebanyak 2 orang yang terjadi di Kec.Herlang(1 kasus) dan Kec. Bonto Tiro (1 kasus). Selama kurun waktu 2005, 2006 dan 2007tidak dilaporkan adanya kasus penyakit tetanus di Kabupaten Bulukumba.f. HepatitisPenyakit Hepatitis merupakan salah satu masalah Kesehatan Masyarakat yangdapat menyerang semua golongan umur. Berdasarkan laporan Sistem SurveilansTerpadu ( SST ) menunjukkan bahwa kasus Hepatitis dalam tiga tahun terakhirberfluktuasi. Di Kab.Bulukumba pada tahun 1998 terdapat 40 kasus. Pada tahun1999 ditemukan 19 kasus rawat jalan dan 17 kasus rawat inap, 1 orang diantaranyameninggal (CFR=5,88 %). Pada tahun 2001 dilaporkan 42 kasus rawat jalan dan 15kasus rawat inap.Selanjutnya pada Tahun 2003 jumlah penderita penyakit Hepatitis B meningkattajam menjadi 76 kasus dengan distribusi terbanyak ditemukan pada KecamatanBulukumpa (36 kasus) dan Kecamatan Rilau Ale (29 kasus). Pada Tahun 2004, 2005,2006 dan tahun 2007 tidak dilaporkan adanya kasus penyakit Hepatitis.7) Penyakit Potensial KLB / Wabaha. Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD)Penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) telah menyebar luas ke seluruhwilayah provinsi dengan jumlah kabupaten/kota terjangkit sampai dengan tahun2003 sebanyak 257 kabupaten/kota. Pada awalnya pola epidemik terjadi setiaplima tahunan, namun dalam kurun waktu lima belas tahun terakhir mengalamiperubahan dengan periode antara 2 – 5 tahunan. Sedangkan angka kematiancenderung menurun. Pada tahun 2003 secara Nasional, jumlah penderita DBDdilaporkan sebanyak 51.516 kasus dengan angka kematian (CFR) sebesar 1,5%dan angka insiden sebesar 23,87 kasus per 100.000 penduduk.Di Sulawesi Selatan, menurut laporan dari Subdin PPM & PL tahun 2003,jumlah kejadian penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) pada 26 kab./kotaProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
sebanyak 2.636 penderita dengan kematian 39 orang (CFR= 1,48 %), disampingitu pula jumlah kejadian luar biasa (KLB) sebanyak 82 kejadian dengan jumlahkasus sebanyak 495 penderita dan kematian 19 orang (CFR=3,84%).Di Kabupaten Bulukumba berdasarkan laporan dari unit sarana pelayanankesehatan selama Tahun 2005, dilaporkan adanya kejadian penyakit DBDsebanyak 153 penderita yang tersebar di 9 Kecamatan dengan CFR = 0,65 %.Jumlah penderita DBD terbanyak ditemukan pada Kec. Ujung Bulu denganjumlah kasus sebanyak 81 penderita, Kec.Bonto Bahari sebanyak 24 penderita,Kec. Ujung Loe sebanyak 14 penderita, Kec.Gantarang sebanyak 12 penderita,Kec. Bonto Tiro 8 penderita, Kec. Herlang 5 penderita, Kec.Rilau Ale danBulukumpa masing-masing 5 penderita, menyusul Kec. Kajang dengan 1penderita.Tahun 2006 dilaporkan adanya 164 kasus penyakit DBD dengan jumlahpenderita terbanyak terdapat di Kec.Ujung Bulu yaitu 99 penderita, sedangkanpada tahun 2007 mengalami peningkatan menjadi 376 kasus berdasarkan laporandari seluruh Puskesmas yang ada dengan jumlah penderita terbanyak terdapat diKec.Ujung Bulu (Puskesmas Caile) dengan 197 penderita.Kegiatan penanggulangan yang dilakukan antara lain pengasapan,pemberantasan sarang nyamuk (PSN), abatisasi dan penyuluhan. Dibandingkanpada periode yang sama pada tahun 2004, dilaporkan jumlah kasus 114 penderitadengan CFR = 0 %, maka pada tahun 2005 terjadi peningkatan kasus yang sangatbermakna. Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor diantaranya karenapeningkatan kasus di daerah endemis, beberapa daerah yang selama ini sporadisterjadi KLB, kemungkinan ada kaitannya dengan pola musiman 3-5 tahunan,kemudian bila dilihat dari ABJ, angka bebas jentik (ABJ) dibeberapa Kecamatanmasih dibawah 95 % (Tahun 2005 ABJ sebesar 75,7 %).b. DiarePenyakit diare sampai kini masih menjadi masalah kesehatan masyarakat,walaupun secara umum angka kesakitan masih berfluktuasi, dan kematian diareyang dilaporkan oleh sarana pelayanan dan kader kesehatan mengalamipenurunan namun penyakit diare ini masih sering menimbulkan KLB yang cukupbanyak bahkan menimbulkan kematian.Di Indonesia, hasil survei yang dilakukan oleh program diperoleh angkakesakitan Diare untuk tahun 2000 sebesar 301 per 1.000 penduduk, angka inimeningkat bila dibandingkan dengan hasil survei yang sama pada tahun 1996sebesar 280 per 1.000 penduduk.. Menurut hasil SKRT dalam beberapa survei,penyakit Diare masih merupakan penyebab utama kematian bayi dan balitasebagaimana disajikan pada tabel berikut :Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
TABEL VI. 10PROPORSI <strong>DAN</strong> PERINGKAT PENYAKIT DIARE SEBAGAI PENYEBAB KEMATIAN BAYI <strong>DAN</strong>BALITA, TAHUN 1986,1992,1995 <strong>DAN</strong> 2001Tahun SurveiPenyebab Kematian Bayi Penyebab Kematian BalitaProporsi Peringkat Proporsi PeringkatSKRT 1986 15,5% 3 - -SKRT 1992 11% 2 - -SKRT 1995 13,9% 3 15,3% 3Surkesnas 2001 9,4% 3 13,2% 2Sumber : SKRT & Surkesnas (Profil Kesehatan Indonesia Tahun 2003)Pada tahun 2002 jumlah penderita diare di Kab.Bulukumba berdasarkan laporandari sarana pelayanan kesehatan yang ada tersebar pada seluruh Kecamatan denganjumlah penderita sebanyak 8801 penderita dengan jumlah kematian 0 penderita(CFR=0 %). Sementara pada tahun 2003, situasi ini mengalami penurunan baik darisegi jumlah kejadian luar biasa maupun dari segi jumlah penderita (4674 penderita)dan tanpa kematian.Tahun 2004, berdasarkan laporan dari unit pelayanan kesehatan tercatat penderitadiare berjumlah 5.567 orang, sedangkan jumlah penderita pada KLB diare yangtersebar pada 3 Kecamatan dan 3 Desa dengan jumlah penderita sebanyak 100penderita dengan jumlah kematian sebanyak 3 orang (CFR = 3 %).Tahun 2005,penderita diare menjadi 5.915 orang dengan 2.803 penderita adalah balita. Kasusdiare tersebar di 10 kecamatan yang ada dalam wilayah Kab. Bulukumba.Pada Tahun 2005 tercatat sebanyak 5.915 orang penderita diare kemudian tahun2007 semakin tinggi angkanya yaitu sebanyak 7.951 orang penderita diare yangtersebar hampir merata di semua Kecamatan. (Lihat lampiran tabel SPM 14)Adapun faktor-faktor yang mempengaruhi atau berhubungan dengan terjadinyapenyakit diare adalah belum meningkatnya kualitas dan kebiasaan hidup bersih dansehat masyarakat pada umumnya dan khususnya hygiene perorangan, dan sementarapenggunaan sarana SAMIJAGA yang memenuhi syarat kesehatan belum membudayapada masyarakat di pedesaan.B. Penyakit Tidak Menular Yang DiamatiSemakin meningkatnya arus globalisasi di segala bidang, telah banyak membawaperubahan pada perilaku dan gaya hidup masyarakat termasuk dalam pola konsumsimakanan keluarga. Perubahan tersebut tanpa disadari telah memberi pengaruh terhadapterjadinya transisi epidemiologi dengan semakin meningkatnya kasus-kasus penyakittidak menular seperti Penyakit Jantung, Tumor, Diabetes, Hipertensi, Gagal Ginjal,Gangguan Jiwa/Mental, dan sebagainya.Dari laporan unit pelayanan kesehatan (Puskesmas & Rumah Sakit) di Bulukumba,situasi Penyakit Tidak Menular pada Tahun 2004 menunjukkan beberapa kasus sepertiProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
Hypertensi baik pada penderita rawat jalan maupun pada penderita rawat inap denganjumlah kasus sebanyak 5007 penderita.Penyakit sistem sirkulasi merupakan penyebab kematian umum nomor satu diIndonesia berdasarkan SKRT 1992, SKRT 1995, dan Surkesnas 2001. Stroke tanpapendarahan merupakan penyebab kematian nomor 1 di RSU di Indonesia tahun 2002 danpenyakit jantung menduduki peringkat ke-9. Sedangkan hipertensi menjadi penyakitterbanyak nomor 7 pada pasien rawat jalan di rumah sakit di Indonesia tahun 2003.Diabetes militus merupakan salah satu penyebab kematian terbanyak di RSU diIndonesia tahun 2002. Penyakit ini merupakan penyakit nomor 3 terbanyak pada pasienrawat jalan rumah sakit di Indonesia tahun 2003 dan nomor 5 terbanyak pada pasienrawat inap.Pola 10 penyakit terbanyak pada pasien rawat inap di Rumah Sakit di SulawesiSelatan pada tahun 2007 adalah sebagai berikut :TABEL VI.11PROPORSI 10 PENYAKIT TIDAK MENULAR TERBANYAKPADA PASIEN RAWAT INAP DI RUMAH SAKIT DI SULSEL TAHUN 2007Jenis Penyakit Jumlah %1. Kecelakaan lalu lintas dan cidera 2476 33,532. Hipertensi esensial (primer) 1457 19,733. Hipertensi sekunder 783 10,604. Diabetes mellitus YTD 341 4,625. DM tidak bergantung insulin (type-2) 643 8,716. PPOK 444 6,017. DM type lainnya 423 5,738. Asma 326 4,419. Stroke 273 3,6910. Jantung hipertensi 219 2,97Sumber : Profil Kesehatan Prov.Sulsel, 2007B. STATUS GIZIStatus gizi masyarakat dapat diukur melalui indikator-indikator, antara lain bayidengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR), status gizi balita, status gizi wanita usiasubur Kurang Energi Kronis (KEK), Anemia gizi besi pada ibu dan pekerja wanita, danGangguan Akibat Kekurangan Yodium (GAKY), sebagaimana diuraikan berikut ini.1. Bayi dengan Berat Badan Lahir Rendah (BBLR)Angka BBLR secara nasional belum tersedia, walaupun demikian proporsi BBLRdapat diketahui berdasarkan hasil estimasi dari Survei Demografi dan KesehatanIndonesia (SDKI)Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
Berat Badan Lahir Rendah (kurang dari 2.500 gram) merupakan salah satu faktorutama yang berpengaruh terhadap kematian perinatal dan neonatal. BBLR dibedakandalam 2 kategori yaitu: BBLR karena prematur (usia kandungan kurang dari 37 minggu)atau BBLR karena intrauterine growth retardation (IUGR), yaitu bayi yang lahir cukupbulan tetapi berat badannya kurang. Di negara berkembang banyak BBLR dengan IUGRkarena ibu berstatus gizi buruk, anemia, malaria, dan menderita penyakit menular seksual(PMS) sebelum konsepsi atau pada saat hamil.Sementara itu data BBLR di Dinas Kesehatan Kab.Bulukumba pada tahun 2005memberikan gambaran bahwa persentase bayi lahir hidup dengan BBLR di KabupatenBulukumba adalah 1,2 % dimana terdapat 81 bayi BBLR dari 6878 bayi lahir.Jikadibandingkan dengan tahun 2004, terjadi peningkatan bayi lahir hidup dengan BBLRsebesar 0,4 %. Pada tahun 2006 tercatat bayi BBLR sejumlah 51 bayi dari 6721 bayilahir sedangkan pada tahun 2007 bayi BBLR sebanyak 59 (0,8 %) BBLR dari 7324 bayilahir.GAMBAR VI.6PERSENTASE BAYI DENGAN BBLRDI KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2004 S/D 20071,41,21,210,80,60,40,20,80,8 0,802004 2005 2006 2007Sumber : Dinas Kesehatan Kab.Bulukumba2. Status Gizi BalitaStatus gizi Balita merupakan salah satu indikator yang menggambarkan tingkatkesejahteraan masyarakat. Salah satu cara penilaian status gizi Balita adalah dengananthropometri yang menggunakan indeks Berat Badan menurut Umur (BB/U). Kategoriyang digunakan adalah: gizi lebih (z-score > +2 SD); gizi baik (z-score –2 SD sampai +2SD); gizi kurang (z-score < -2 SD sampai –3 SD); gizi buruk (z-score < -3SD).Dari hasil Susenas yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir, diperolehgambaran perkembangan status gizi Balita seperti terlihat pada gambar berikut.Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
GAMBAR VI. 7PERSENTASE BALITA GIZI BURUK, GIZI KURANG, GIZI BAIK<strong>DAN</strong> GIZI LEBIH, TAHUN 1998 – 200310080persen60402001998 1999 2000 2001 2002 2003Gizi lebih 3,15 4,58 3,25 2,7 2,3 2,24Gizi baik 67,33 69,06 72,09 71,1 71,88 69,59Gizi kurang 19 18,25 17,13 19,8 18,35 19,62Gizi buruk 10,51 8,11 7,53 6,3 7,47 8,55Sumber: Susenas/Survei Garam Yodium Rumah Tangga (Profil Kesehatan Indonesia 2003)Dari laporan dan pencatatan Dinas Kesehatan Bulukumba dapat disajikan statusgizi balita pada Tahun 2004 sampai 2007 seperti tampak pada tabel berikut ini.TABEL VI. 12STATUS GIZI BALITADI KAB. BULUKUMBA TAHUN 2004 S/D 2007Balita 2004 2005 2006 2007Jumlah 33.149 34.407 34.592 36.494Ditimbang 12.308 13.401 17.331 16.171BB Naik 8.338 8.679 11.582 12.106BGM 195 215 338 364BGT 0 286 292 219Gizi Buruk 19 10 33 29Sumber: Seksi Gizi Dinkes Kab.BulukumbaGAMBAR VI. 8JUMLAH BALITA STATUS GIZI BURUK PER KECAMATANDI KAB.BULUKUMBA TAHUN 2007Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
3. Status Gizi Wanita Usia Subur Kurang Energi Kronik (KEK)Salah satu cara untuk mengetahui status gizi wanita usia subur (WUS) umur 15-49 tahun adalah dengan melakukan pengukuran lingkar lengan atas (LILA). Hasilpengukuran ini bisa digunakan sebagai salah satu cara dalam mengidentifikasi seberapabesar seorang wanita mempunyai risiko untuk melahirkan bayi dengan berat badan lahirrendah (BBLR). Indikator Kurang Energi Kronik (KEK) menggunakan standar lingkarlengan atas (LILA)
Dalam survey data dasar 1996/1998 TGR diperoleh dari hasil palpasi anak sekolah umur6-12 tahun, sedangkan survey evaluasi 2003, TGR diperoleh dari hasil palpasi anaksekolah umur 8-10 tahun. Hasil kedua survei tersebut dapat dilihat pada tabel sebagaiberikut ini.TABEL VI.13PERUBAHAN ENDEMISITAS GAKY KABUPATEN/KOTATAHUN 1996/1998 <strong>DAN</strong> 2003EndemisitasKabupaten/Kota1996/1998 2003Kategori TGR N % N %Non-endemik < 5% 123 44,7 148 43,3Endemik ringan 5,0 – 19,9% 106 38,6 122 35,7Endemik sedang 20,0 – 29,9% 30 10,9 42 12,2Endemik berat >= 30 % 16 5,8 30 8,8Total 275 100 342 100Sumber: Dit. Gizi Masyarakat, Ditjen Bina KesmasDengan meningkatkan program penanggulangan GAKY diharapkan proporsikabupaten/kota dengan kategori non-endemik dan endemik ringan meningkat, danproporsi kabupaten/kota dengan kategori sedang dan berat diharapkan menurun.Persentase desa/kelurahan menurut kecamatan di Kabupaten Bulukumba yang dilaporkandengan garam beryodium yang baik pada Tahun 2005 dapat dilihat pada gambar berikut.GAMBAR VI. 10PERSENTASE DESA/KEL MENURUT KECAMATANDENGAN GARAM BERYODIUM BAIK DIKABUPATEN BULUKUMBA TAHUN 2007Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
C. KEADAAN LINGKUNGANUntuk memperkecil risiko terjadinya penyakit atau gangguan kesehatan sebagaiakibat dari lingkungan yang kurang sehat, dilakukan berbagai upaya peningkatan kualitaslingkungan, antara lain dengan pembinaan kesehatan lingkungan pada institusi, surveilansvektor, dan pengawasan tempat-tempat umum (TTU).Upaya pembinaan kesehatan lingkungan dilakukan terhadap institusi dalam menjagakualitas lingkungannya yang dilakukan secara berkala. Upaya yang dilakukan mencakuppemantauan dan pemberian rekomendasi terhadap aspek penyediaan fasilitas sanitasidasar (air bersih dan jamban), pengelolaan sampah, sirkulasi udara, pencahayaan, danlain-lain.Salah satu sasaran dari lingkungan sehat adalah tercapainya permukiman danlingkungan perumahan yang memenuhi syarat kesehatan di perdesaan dan perkotaan,termasuk penanganan daerah kumuh, serta terpenuhinya persyaratan kesehatan di tempattempatumum, termasuk sarana dan cara pengelolaannya.Indikator-indikator tersebut adalah persentase rumah sehat dan persentase tempattempatumum sehat.1. Rumah SehatDi Kabupaten Bulukumba, berdasarkan laporan Subdin PL DinkesKab.Bulukumba pada tahun 2007 dilaporkan jumlah rumah sehat yang ada adalah 15.473rumah (59,4 %), dibandingkan dengan tahun-tahun sebelumnya maka terjadi peningkatancakupan rumah sehat dari 57,1 % pada tahun 2006, 58,3 % tahun 2005 dan 45,7% padatahun 2004. Meskipun demikian, cakupan ini masih jauh dari target pencapaian IIS 2010.Hal ini berarti masih terus dibutuhkan upaya-upaya yang mengarah kepada tercapainyarumah sehat.GAMBAR VI.11CAKUPAN RUMAH SEHAT DI KAB.BULUKUMBATAHUN 2004 S/D 200760,00%50,00%40,00%30,00%20,00%10,00%45,70%58,30% 57,10% 59,40%0,00%2004 2005 2006 2007Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
2. Tempat-tempat Umum SehatBerdasarkan data yang diperoleh dari Subdin Penyehatan Lingkungan DinkesKab.Bulukumba tahun 2007, bahwa persentase rata-rata tempat-tempat umum yang sehatbaru mencapai 49,2% yang meliputi Restoran/R-Makan (63,5%), Pasar (14,3%), TempatUmum & Pengelolaan Makanan (TUPM = 49,6%) dimana TUPM ini terdiri dari jasaboga, makanan jajanan, industri makanan minuman, desa pengrajin makanan, rumahibadah, RS, industri kecil RT, dan terminal angkutan darat.D. KEADAAN PERILAKU MASYARAKATKomponen perilaku dan lingkungan sehat merupakan garapan utama promosikesehatan. Promosi kesehatan adalah upaya untuk memampukan atau memberdayakanmasyarakat agar dapat memelihara, meningkatkan dan melindungi kesehatannya (WHO).Pelaksanaan kegiatan promosi kesehatan bukanlah pekerjaan yang mudah, karenamenyangkut aspek perilaku yang erat kaitannya dengan sikap, kebiasaan, kemampuan,potensi dan faktor budaya pada umumnya.Keadaan perilaku masyarakat yang berpengaruh terhadap derajat kesehatandigambarkan melalui indikator-indikator persentase rumah tangga berperilaku hidupbersih dan sehat, persentase posyandu purnama dan mandiri.1. Rumah Tangga ber-PHBSPerilaku yang menunjang kesehatan adalah adanya rumah tangga yangmenerapkan perilaku hidup bersih dan sehat. Di Kabupaten Bulukumba berdasarkan hasilpengumpulan data oleh Subdin Kesga dan Promkes Tahun 2007 diperoleh data rumahtangga yang ber-PHBS sebesar 40.296 rumah tangga (41,7 %) dari 78.991 RT yangdipantau pada 10 Kecamatan. Bila dibandingkan dengan target pencapaian dari IIS 2010(65%) maka masih diperlukan upaya-upaya yang optimal untuk mencapai target tersebut.2. Posyandu Purnama dan MandiriPeran serta masyarakat di bidang kesehatan sangat besar. Wujud nyata bentukperan serta masyarakat antara lain muncul dan berkembangnya upaya kesehatanbersumberdaya masyarakat (UKBM), misalnya Posyandu.Sebagai indikator peran aktif masyarakat melalui pengembangan UKBMdigunakan persentase desa yang memiliki Posyandu. Posyandu merupakan wahanakesehatan bersumberdaya masyarakat yang memberikan layanan 5 kegiatan utama (KIA,KB, Gizi, Imunisasi dan P2 Diare) dilakukan dari, oleh, untuk, dan bersama masyarakat.Di Kabupaten Bulukumba, jumlah posyandu yang tercatat untuk tahun 2007sebanyak 475 buah posyandu dengan rasio posyandu/desa sebesar 3,6. Meskipun terjadipeningkatan namun situasi ini tetap perlu mendapat perhatian bila ingin meningkatkankualitas posyandu menuju posyandu mandiri.Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
Adapun jumlah posyandu purnama dan mandiri di Kabupaten Bulukumba Tahun2007 baru mencapai 8,2 %. Dan bila dibandingkan dengan target IIS 2010 (40%) makaperlu pembinaan dan peran serta dari seluruh komponen lintas sektor serta partisipasiaktif segenap lapisan masyarakat sebagai modal uatama dalam peningkatan peran sertamasyarakat yang lebih optimal.GAMBAR VI.12PROPORSI POSYANDU MENURUT STRATADI KAB.BULUKUMBA TAHUN 2007E. AKSES <strong>DAN</strong> MUTU PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong>Tujuan utama program upaya kesehatan adalah meningkatkan pemerataan dan mutuupaya kesehatan yang berhasilguna dan berdayaguna serta terjangkau oleh segenapanggota masyarakat. Sasaran program ini adalah tersedianya pelayanan kesehatan dasardan rujukan, baik oleh pemerintah maupun swasta yang didukung oleh peran sertamasyarakat dan sistem pembiayaan praupaya.Gambaran keadaan pelayanan kesehatan disajikan melalui uraian tentang indikatorindikatorpersentase penduduk memanfaatkan Puskesmas, persentase pendudukmemanfaatkan Rumah Sakit, persentase sarana kesehatan dengan kemampuanlaboratorium kesehatan, persentase rumah sakit yang menyelenggarakan 4 pelayanankesehatan spesialis dasar dan persentase obat generik berlogo dalam persediaan obatobatan.1. Pemanfaatan Puskesmas oleh PendudukDistribusi Puskesmas dan Puskesmas Pembantu sebagai ujung tombak pelayanankesehatan dasar telah lebih merata. Pada tahun 2007 jumlah puskesmas di KabupatenBulukumba sebanyak 16 buah dan Puskesmas pembantu sebanyak 62 buah. Dengandemikian rata-rata rasio puskesmas terhadap 100.000 penduduk adalah 4,22, Ini berartibahwa setiap 100.000 penduduk rata-rata dilayani oleh 4 puskesmas. Sedangkan rasiopuskesmas pembantu terhadap puskesmas adalah 1 : 3,5 yang berarti setiap Puskesmasmempunyai 3 atau 4 puskesmas pembantu.Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
Bila dibandingkan dengan konsep wilayah kerja puskesmas, dimana sasaranpenduduk yang dilayani oleh sebuah puskesmas rata-rata 30.000 penduduk, maka jumlahpuskesmas per 30.000 penduduk pada tahun 2007 rata-rata adalah 1,2 unit. Ini berartibahwa puskesmas diharapkan sudah dapat menjangkau seluruh penduduk sasaran diwilayah kerjanya.GAMBAR VI.13JUMLAH PUSKESMAS <strong>DAN</strong> RASIONYA TERHADAP 100.000 PENDUDUKDI KAB.BULUKUMBA TAHUN 2002 – 200717161514132002 2003 2004 2005 2006 2007Jml Puskesmas 14 16 16 16 16 16Rasio Puskesmas 3,89 4,32 4,22 4,22 4,22 4,224,44,34,24,143,93,83,73,6Sumber : Dinas Kesehatan Kab.BulukumbaDalam rangka meningkatkan mutu pelayanan Puskesmas, sejak Repelita IIIsejumlah puskesmas telah ditingkatkan fungsinya menjadi puskesmas dengan tempatperawatan. Puskesmas perawatan ini terutama yang berlokasi jauh dari rumah sakit, dijalur-jalur jalan raya yang rawan kecelakaan. Hingga tahun 2007 jumlah puskesmasperawatan di Kab.Bulukumba telah menjadi 8 buah Puskesmas.Adapun pemanfaatan sarana puskesmas oleh penduduk (kunjungan penduduk kesarana puskesmas) pada tahun 2007 sebesar 160.321 penduduk. Data terinci padalampiran Format IIS 2010 Tabel 13.2. Pemanfaatan Rumah Sakit dan Tempat Tidur Rumah SakitIndikator yang digunakan untuk menilai perkembangan sarana rumah sakit antaralain dengan melihat perkembangan fasilitas perawatan yang biasanya diukur denganjumlah rumah sakit dan tempat tidurnya serta rasionya terhadap jumlah penduduk.Satu-satunya RS di Kabupaten Bulukumba sampai pada Tahun 2007 adalahRSUD H.A.Sulthan Daeng Radja dengan jumlah tempat tidur sebanyak 117 buah. Iniberarti bahwa rasio Rumah Sakit terhadap penduduk adalah 0,26 RS per 100.000penduduk, sedangkan rasio tempat tidur terhadap penduduk adalah 28 TT per 100.000penduduk.Pemanfaatan rumah sakit juga diukur dengan Bed Occupancy Rate (BOR),Length Of Stay (LOS), Turn Over Interval (TOI), Bed Turn Over (BTO), Net Death Rate(NDR) dan Gross Death Rate (GDR).Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
Secara nasional rata-rata BOR sebesar 55%, LOS adalah 5 hari, TOI 4 hari, BTO40 kali, NDR 18 pasien per 1.000 pasien keluar dan GDR 37 pasien per 1.000 pasienkeluar. Sedangkan untuk RSUD H.A.Sulthan Daeng Radja Kab.Bulukumba pada tahun2007, BOR sebesar 70,06 %, LOS adalah 5 hari, NDR 0,31 % dan GDR 0,12 %.Dataterinci pada lampiran format SPM 34..3. Sarana Kesehatan dengan Kemampuan LabkesDi Kab.Bulukumba pada Tahun 2007, separuh dari sarana kesehatan (Puskesmas)yang ada telah memiliki kemampuan laboratorium. Data terinci pada lampiran format IIS2010 Tabel 14.4. RS dengan 4 pelayanan kesehatan spesialis dasarBerdasarkan data yang dikumpulkan oleh Subdin Yankes Dinkes Kab.Bulukumbadiperoleh data bahwa baru RSUD H.A.Sulthan Daeng Radja Bulukumba yangmelaksanakan 4 pelayanan kesehatan spesialis dasar sementara belum ada Puskesmas diKab.Bulukumba yang memiliki dan melaksanakan 4 spesialis dasar. Data terinci padalampiran format IIS 2010 Tabel 14.5. Obat Generik BerlogoKegiatan ini dimaksudkan agar terjaminnya ketersediaan, keterjangkauan, danpemerataan obat dalam pelayanan kesehatan, yang pelaksanaannya mencakup pengadaanobat generik esensial, dan penerapan penggunaan obat esensial generik pada fasilitaspelayanan pemerintah maupun. Pada tahun 2004 ketersediaan obat esensial nasionalsudah mencapai 90%.Berdasarkan laporan Instalasi Farmasi Kab.Bulukumba pada tahun 2007, jumlahjenis obat yang dibutuhkan ada 1491 jenis obat sementara jenis obat yang tersediaberjumlah 1411 (94,6 %). Dari jumlah jenis obat yang tersedia, 99 % diantaranyamerupakan jenis obat generik. Data terinci pada lampiran format IIS 2010 Tabel 15.F. PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong>Dalam uraian ini, akan disajikan indikator-indikator yang terdiri dari persentasepertolongan persalinan oleh tenaga kesehatan, persentase desa yang mencapai UCI,persentase desa terkena KLB yang ditangani < 24 jam, persentase ibu hamil yangmendapat tablet Fe, persentase bayi yang mendapat ASI Eksklusif, persentase muridSD/MI yang mendapat pemeriksaan gigi dan mulut, persentase pekerja yang mendapatpelayanan kesehatan kerja dan persentase keluarga miskin yang mendapat pelayanankesehatan.1. Persalinan oleh Tenaga KesehatanProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
Komplikasi dan kematian ibu maternal dan bayi baru lahir sebagian besar terjadi padamasa di sekitar persalinan, hal ini antara lain disebabkan pertolongan tidak dilakukan olehtenaga kesehatan yang mempunyai kompetensi kebidanan (profesional)Tenaga yang dapat memberikan pertolongan persalinan dapat dibedakan menjadidua , yaitu tenaga profesional (dokter spesialis kebidanan, dokter umum, bidan, pembantubidan dan perawat bidan) dan dukun bayi (dukun bayi terlatih dan tidak terlatih).Cakupan persalinan oleh tenaga kesehatan (profesional, termasuk oleh dukun bayiterlatih yang didampingi) di Kab.Bulukumba (menurut Subdin Kesga & Promkes) padatahun 2003 sebesar 81,2% sementara pada tahun 2004 cakupan persalinan oleh nakessebesar 67,2 %, dan pada tahun 2005 dilaporkan hanya 64,2% cakupan persalinan yangditolong oleh nakes.Pada tahun 2007 dilaporkan jumlah persalinan yang ditolong tenaga kesehatan adalah86,9 %, jika dibandingkan dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) bidang kesehatanyang harus dicapai, cakupan tersebut masih belum memenuhi target yang telah ditetapkanyakni 90 %. Data terinci pada lampiran format SPM 1.GAMBAR VI. 14CAKUPAN PERSALINAN OLEH TENAGA <strong>KESEHATAN</strong>MENURUT PUSKESMAS DI KAB.BULUKUMBA TAHUN 2007Sumber : Dinas Kesehatan Kab.BulukumbaProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
2. Desa/Kelurahan dengan UCIPencapaian universal child immunization (UCI) pada dasarnya merupakanproyeksi terhadap cakupan sasaran bayi yang telah mendapatkan imunisasi secaralengkap. Bila cakupan UCI dikaitkan dengan batasan suatu wilayah tertentu, berartidalam wilayah tersebut juga tergambarkan besarnya tingkat kekebalan masyarakat (herdimmunity) terhadap penularan PD3I. Pada tahun 2007, persentase keseluruhan Desa/Kelurahan yang telah mencapai UCI di Kabupaten Bulukumba dilaporkan sebesar77 %. Kecamatan Ujung Bulu dan Bonto Bahari dilaporkan mencapai UCI 100%.Sementara untuk tingkat puskesmas, UCI 100 % dicapai oleh Puskesmas Ponre, Caile,Bonto Bahari, dan Puskesmas Batang. (Data terperinci pada lampiran tabel 18 IndikatorIndonesia Sehat 2010).GAMBAR VI. 15PERSENTASE PENCAPAIAN UCI DI TINGKAT DESA/KELURAHANMENURUT KECAMATAN DI KAB.BULUKUMBA TAHUN 2007Sumber : Subdin P2M, Dinas Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007, jumlah bayi di Kab.Bulukumba yang menjadi sasaran imunisasimenurut laporan Subdin P2M tercatat sebanyak 7.977 bayi, dengan cakupan imunisasiBCG sebesar 89,7%, DPT3 sebesar 91,8%, Polio 4 sebesar 97,5%, Hepatitis B sebesar91,84% dan Campak sebesar 96,2 %.3. Desa Terkena KLBKejadian Luar Biasa (KLB) di Kabupaten Bulukumba selama tahun 2007berdasarkan laporan yang masuk ke Subdin P2M Dinas Kesehatan Kab.Bulukumbasebanyak 9 kali kejadian dari 9 jenis penyakit dengan jumlah penderita sebanyak 117orang dengan kematian sebanyak 1 orang (CFR=0,86 %).Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
Sementara itu jumlah desa/kelurahan yang terkena kejadian luar biasa selamatahun 2007 sebanyak 17 desa/kelurahan (13,5 % dari seluruh desa/kel) dan jumlahdesa/kelurahan yang tertangani < 24 jam sebanyak 12 desa/kelurahan (70,6 %).Adapun desa/kelurahan yang terbanyak terkena KLB adalah Kecamatan Rilau Aledan Kecamatan Ujung Loe (masing-masing 3 desa/kel), sedangkan jenis KLB yangterbanyak penderitanya ialah Diare dan DBD dengan jumlah penderita masing-masingsebanyak 50 dan 27 orang dengan jumlah kematian 0 orang. Data selengkapnya lihatlampiran format IIS 2010 Tabel 19 dan 20.4. Ibu Hamil yang mendapat Tablet FeSalah satu penyebab masalah yang terjadi dalam upaya peningkatan status giziadalah masih tingginya angka anemia gizi akibat kurang zat besi. Kajian SurveiKesehatan Rumah Tangga (1995) menunjukkan bahwa prevalensi anemi pada ibu hamiladalah 50,9 %, pada wanita usia subur 39,5 %, pada remaja putri 57,1 % dan pada balita40,5 %.Pemberian tablet besi pada ibu hamil dapat dibedakan menjadi Fe1 yaitu yangmendapat 30 tablet atau 1 bungkus dan Fe3 yaitu yang mendapat 90 tablet atau 3 bungkusselama masa kehamilan.Di Kab.Bulukumba, selama periode Januari – Desember 2007, cakupan ibu hamilyang mendapat Tablet Fe-1 sebesar 100 % dan Fe-3 sebesar 85,6 %. Sementara itu,cakupan untuk TT-1 ibu hamil mencapai 100 % dan TT-2 sebesar 66,2 %. Dataselengkapnya lihat pada lampiran IIS Tabel 21.GAMBAR VI.16CAKUPAN IBU HAMIL YANG MENDAPATTABLET Fe1, Fe3 <strong>DAN</strong> IMUNISASI TT 1 , TT 2DI KAB.BULUKUMBA TAHUN 2004 S/D 200710090807060504030201002004 2005 2006 2007Fe1 87,3 90 63 100Fe3 66,6 55,5 54,3 85,6TT1 100 65,3 73,8 100TT2 75 55,2 58,2 66,2Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
5. ASI EksklusifPada Tahun 2007, di Kabupaten Bulukumba berdasarkan laporan yang dihimpunoleh Subdin Kesga dan Promkes Dinas Kesehatan Bulukumba tercatat bahwa jumlah bayiyang menjadi sasaran ASI Eksklusif sebanyak 8.704 orang, sementara cakupan bayi yangdiberi ASI Eksklusif sebanyak 3.402 orang (39,1%). Bila dibandingkan dengan cakupanTahun 2006, maka hal ini mengalami peningkatan dimana pada periode tersebut cakupanpemberian ASI eksklusif mencapai persentase 35,4 %. Data selengkapnya dapat dilihatpada lampiran IIS tabel 22.6. Pelayanan Kesehatan Gigi & MulutGambaran pemanfaatan pelayanan BPG di Puskesmas dapat dilihat berdasarkanrata-rata jumlah kunjungan masyarakat yang berobat gigi ke puskesmas per hari. Hasilanalisis menunjukkan rata-rata kunjungan rawat jalan gigi di Sulawesi Selatan pada BPGpuskesmas masih dibawah rata-rata nasional yakni untuk Sulsel sebanyak 3 orang perhari sedangkan angka nasional sebanyak 5 orang per hari.Rendahnya pemanfaatan BPG puskesmas merupakan tanda tanya bila melihatdata yang bersumber dari SKRT 1995 yang menyatakan masih tingginya prevalensipenyakit gigi (karies) yaitu sebesar 63 % sehingga perlu dilakukan penelitian lebih lanjuttentang faktor penyebabnya.Upaya mempertahankan gigi tetap masyarakat dapat diukur dengan rasio tambaldibandingkan cabut. Indikator ini berhubungan dengan efektivitas upaya promotifpreventifyang dilaksanakan.Efektivitas upaya mempertahankan gigi dari masyarakat yang datang berobat kepuskesmas menurut target nasional yang diharapkan yaitu tambal : cabut = 1 : 1. Untukmencapai target nasional, penyuluhan kesehatan gigi pada masyarakat perlu ditingkatkanagar masyarakat sadar untuk memeriksa maupun berobat gigi sedini mungkin.Informasi mengenai pelayanan kesehatan gigi dan mulut di Kab.Bulukumba padaTahun 2007 adalah untuk kegiatan UKGS bahwa jumlah murid SD yang perlu mendapatperawatan gigi adalah sebanyak 3703 murid sedangkan yang mendapat perawatan adalah5799 murid (157,9 %). Data dapat dilihat pada lampiran format IIS 2010 Tabel 23.7. Pelayanan Kesehatan KerjaUntuk informasi mengenai persentase pekerja yang mendapat pelayanankesehatan kerja di Kab.Bulukumba selama 2007 adalah bahwa jumlah pekerja formalyang ada di Kab.Bulukumba tercatat sebanyak 40.780 pekerja sementara jumlah yangdilayani kesehatan kerjanya adalah 24.989 pekerja (61,3 %).Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
8. Pelayanan Kesehatan bagi Keluarga MiskinData tentang persentase pelayanan kesehatan bagi keluarga miskin (Gakin) diKabupaten Bulukumba pada Tahun 2007 adalah 58,4 %, dimana tercatat bahwa jumlahKK miskin yang mendapat pelayanan kesehatan berjumlah 9.940 KK dari jumlahkeseluruhan KK miskin sebanyak 17.011 KK. Data dapat dilihat pada lampiran formatIIS 2010 Tabel 25.G. SUMBER DAYA <strong>KESEHATAN</strong>Upaya pembangunan kesehatan dapat berdaya guna dan berhasil guna bilakebutuhan sumber daya kesehatan dapat terpenuhi. Sumber daya kesehatan mencakupsumber daya tenaga, sarana dan pembiayaan.1. Pengelolaan Tenaga KesehatanDalam pembangunan kesehatan diperlukan berbagai jenis tenaga kesehatan yangmemiliki kemampuan melaksanakan upaya kesehatan dengan paradigma sehat, yangmengutamakan upaya peningkatan, pemeliharaan kesehatan dan pencegahan penyakit.Pengadaan tenaga kesehatan dilaksanakan melalui pendidikan dan pengembangan tenagakesehatan melalui pelatihan tenaga oleh pemerintah maupun masyarakat.Jumlah tenaga kesehatan di Kab.Bulukumba yang tercatat melalui Sub BagianKepegawaian Dinas Kesehatan Kab.Bulukumba pada tahun 2007 sebanyak 528 orang(pegawai kesehatan) dengan proporsi tenaga kesehatan yang terbesar adalah perawat danbidan yaitu 57,8 % (305 orang), tenaga medis sebesar 8,71 % (46 orang), kemudiantenaga sanitasi sebesar 7,01 % (37 orang). Rincian distribusi tenaga kesehatan dapatdilihat pada lampiran format IIS 2010 Tabel 26 - 32.GAMBAR VI. 17PROPORSI TENAGA <strong>KESEHATAN</strong> MENURUT JENISNYADI KAB.BULUKUMBA TAHUN 2007Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
2. Jaminan Pemeliharaan Kesehatan MasyarakatSejak lama sudah dikembangkan berbagai cara untuk memberikan jaminan kesehatanbagi masyarakat. Pada saat ini berkembang berbagai cara pembiayaan biaya kesehatanpraupaya, yaitu dana sehat, asuransi kesehatan, asuransi tenaga kerja (Astek)/JaminanSosial Tenaga Kerja (Jamsostek), Jaminan Pemeliharaan Kesehatan Masyarakat (JPKM)dan asuransi jiwa lain. Untuk penduduk miskin disediakan Kartu Sehat, sehingga merekatidak perlu membayar pelayanan kesehatan yang digunakannya (karena telah dibayar olehpemerintah).Namun demikian, cakupan atau kepesertaan masyarakat terhadap berbagai jaminanpembiayaan kesehatan ini masih sangat rendah. Menurut data Subdin Yankes DinasKesehatan Bulukumba, sampai dengan tahun 2007, masyarakat yang tercakup jaminanpembiayaan kesehatan baru mencapai 28,9 %, sebagian besar tercakup dalam Askes danKartu Sehat. Gambaran jelasnya seperti pada gambar berikut ini:GAMBAR VI. 18PERSENTASE PENDUDUK YANG TERCAKUP JAMINAN PEMELIHARAAN<strong>KESEHATAN</strong> MENURUT JENISNYA DI KAB.BULUKUMBA TAHUN 2005Jamsostek0,0Askes10,3Jamkesmas;18,63. Pembiayaan KesehatanDengan perubahan Visi, Misi dan Strategi Pembangunan Kesehatan, maka bebankerja Departemen Kesehatan cukup berat, luas dan kompleks. Selain itu, kita jugadiperhadapkan dengan permasalahan untuk meningkatkan derajat kesehatan dan gizimasyarakat, meningkatkan kelembagaan serta meningkatkan mutu pelayanan kesehatan.Oleh karena itu, pembiayaan pembangunan kesehatan diarahkan agar dapat mendukungberbagai program antara lain penerapan paradigma sehat, pelaksanaan desentralisasi,mengatasi berbagai kedaruratan dan keperluan Jaringan Pengaman Sosial (JPS),peningkatan profesionalisme tenaga kesehatan dan pengembangan Jaminan PemeliharaanKesehatan Masyarakat (JPKM).Untuk mencapai tujuan pembangunan kesehatan tersebut, pemerintah telahmelakukan berbagai upaya melalui upaya pelayanan kesehatan dasar yangmenitikberatkan pada upaya pencegahan dan penyuluhan kesehatan. Dalammelaksanakan upaya pelayanan kesehatan tersebut diperlukan pembiayaan, baik yangbersumber dari pemerintah maupun masyarakat, termasuk swasta. Sejak dilaksanakannyaProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
kebijakan desentralisasi pada tahun 2001, biaya untuk pelaksanaan upaya kesehatan daripemerintah diharapkan sebagian besar berasal dari Pemerintah Daerah.Pada tahun 2000, dalam pertemuan antara Departemen Keuangan dengan seluruhBupati/Walikota se-Indonesia, disepakati bahwa Pemerintah Daerah akan mengalokasikan15% dari APBD-nya untuk pembiayaan kesehatan. Pada tahun iti juga (2000) polaanggaran mengalami perubahan waktu dari tahun fiskal lama yang berlaku 1 April s.d. 31Maret ke tahun fiskal baru yang berlaku sesuai dengan tahun takwim (kalender) yaitu 1Januari s.d. 31 Desember.Pembiayaan kesehatan yang bersumber dari APBN Departemen Kesehatan digunakanuntuk membiayai program-program kesehatan yaitu (a) anggaran pembangunan dan (b)anggaran rutin. Anggaran pembangunan digunakan untuk membiayai 18 program yangterdiri dari 7 program sektor kesehatan (program pokok) dan 11 program di luar sektorkesehatan (program penunjang). Sedangkan anggaran rutin digunakan untuk membiayai 6unit utama, 11 kegiatan meliputi belanja pegawai dan non belanja pegawai.Pembiayaan kesehatan juga disediakan melalui pemerintah daerah, walaupunjumlahnya tidak besar yaitu APBD tingkat I dan APBD tingkat II. Dengan adanya polaotonomi daerah porsi pusat semakin dikurangi dalam pembiayaan dan porsi yang dikelolaoleh daerah akan meningkat terutama ditujukan pada keluarga miskin.1) Anggaran Pembangunan Departemen KesehatanPada tahun 2007 anggaran kesehatan pusat yang dialokasikan di Kab.Bulukumbasecara keseluruhan sebanyak Rp. 1.649.959.000,-2) Anggaran Pembangunan DaerahAdapun total alokasi anggaran untuk Kab.Bulukumba yang bersumber dari DanaAlokasi Umum dan Dana Alokasi Khusus tahun 2007 adalah Rp. 17.713.189.071,00,-Untuk alokasi pembiayaan kesehatan pada tahun 2007 di Kab.Bulukumba baruberkisar 6,8 % dari total anggaran APBD Kab.Bulukumba (Target IIS 2010 sebesar15%). Sedangkan untuk alokasi anggaran kesehatan pemerintah per-kapita untuk tahun2007 baru berkisar Rp. 84.767 dari target Rp. 100.000 per kapita per tahun.H. LINTAS SEKTORSebagaimana diketahui bahwa keberhasilan pembangunan kesehatan tidak hanyaberasal dari pihak kesehatan sendiri melainkan perlu keterlibatan dari berbagai lintassektor terkait seperti tentang ketersediaan air bersih, keluarga berencana, angkakecelakaan lalu lintas dan penduduk yang melek huruf.1. Keluarga yang memiliki Air BersihBerdasarkan hasil Susenas yang dilakukan BPS memperlihatkan bahwa pemenuhankebutuhan rumah tangga terhadap air bersih dari tahun ke tahun mengalami peningkatan.Pada tahun 2000 secara nasional lebih dari separuh rumah tangga (53,71 %) mempunyaifasilitas air minum sendiri (di perkotaan sebesar 65,29 % dan di pedesaan sebesar 45,28%).Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
Sedangkan di Kabupaten Bulukumba berdasarkan laporan yang diterima oleh subdinPenyehatan Lingkungan Dinkes Kab.Bulukumba pada tahun 2007 menunjukkan 65,2 %penduduknya sudah tercakup oleh air bersih (Target IIS 2010 sebesar 85%), 34,2 %rumah tangga diantaranya menggunakan sumber air bersih yang berasal dari sumur gali(SGL), dan 11,1 % menggunakan ledeng dan sisanya 54,7 % menggunakan air bersihyang bersumber dari sumur pompa tangan (SPT), penampungan air hujan (PAH) maupunsarana lain seperti perlindungan mata air dan sebagainya.GAMBAR VI. 19CAKUPAN AIR BERSIH DI KAB.BULUKUMBATAHUN 2000– 2007Sumber: Subdin PL Dinkes Kab.Bulukumba2. Pasangan Usia Subur yang menjadi akseptor KBProporsi pasangan usia subur di Kabupaten Bulukumba yang aktif sebagai pesertaKB pada tahun 2007 sebesar 69,6 % dari jumlah PUS seluruhnya menurut Kantor BKBDKab.Bulukumba sebanyak 64.566 PUS. Kecamatan dengan persentase tertinggi adalah diRilau Ale (82,4 %), Gantarang (78,7 %), dan Ujung Loe (79,7 %). Rincian persentasePUS sebagai peserta KB aktif dan peserta KB baru di Kab.Bulukumba tahun 2007 dapatdilihat pada Lampiran IIS Tabel 36.Persentase tertinggi alat/cara KB yang dipakai peserta KB aktif adalah suntikan (47,3%), pil (40,2 %), menyusul implant (7,6 %). Rincian persentase alat/cara KB yang dipakaipeserta KB aktif di Kab.Bulukumba tahun 2007 dapat dilihat pada Lampiran IIS Tabel 37.Menurut data dari Kantor BKBD Kab.Bulukumba , metode kontrasepsi yang palingbanyak digunakan pasangan usia subur (PUS) pada peserta KB baru pada tahun 2007adalah suntikan (60,5 %), menyusul pil (31,4 %), serta implant (4,7%). Data dapat dilihatpada Lampiran IIS Tabel 38.Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
GAMBAR VI. 20JUMLAH PUS, PESERTA KB BARU & AKTIFMENURUT KECAMATAN DI KAB.BULUKUMBA TAHUN 20073. Kecelakaan Lalu LintasUntuk informasi mengenai angka kecelakaan lalu lintas di Kab.Bulukumba padatahun 2007 menurut catatan Satlantas Polres Bulukumba adalah sebanyak 128 kalikejadian kecelakaan dengan jumlah korban mati 75 orang, luka berat 60 orang, lukaringan 123 orang dengan jumlah total korban sebanyak 258 orang. Data terinci padaLampiran IIS Tabel 39.4. Penduduk yang Melek HurufUntuk mencapai kesejahteraan masyarakat, kamampuan membaca dan menulis ataubaca tulis merupakan keterampilan minimum yang dibutuhkan. Kemampuan baca tulistercermin dari angka melek huruf penduduk usia 10 tahun ke atas yang dapat membacadan menulis huruf latin dan huruf lainnya, misalnya huruf Arab, Bugis, Makassar, dansebagainya.Untuk Sulawesi Selatan, menurut hasil Susenas 2005 menunjukkan bahwa AngkaMelek Huruf (AMH) penduduk usia 10 tahun ke atas sekitar 86,39. Angka tersebutmengalami peningkatan dibandingkan tahun 2000 yaitu 84,53.Untuk Kabupaten Bulukumba pada tahun 2006, Kemampuan baca tulis huruf latinsebesar 80,75%. Angka ini mengalami peningkatan dari tahun 2005 yaitu 82,06%. Hal iniProfil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
erarti persentase penduduk yang tidak dapat membaca atau buta huruf pada tahun 2006menurun yaitu berkisar 17,04 % dari 17,64% pada tahun 2005.Demikian gambaran singkat mengenai sumber daya dan upaya kesehatan dalampencapaian Kabupaten Sehat di Kabupaten Bulukumba selama tahun 2007.۩۩۩Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
P E N U T U PBerbagai peningkatan derajat kesehatan masyarakat telah dicapai sebagai hasildari pembangunan kesehatan, sejalan dengan perbaikan kondisi umum dan perbaikankeadaan sosial dan ekonomi masyarakat Bulukumba. Gambaran yang demikianmerupakan fakta yang harus dikomunikasikan baik kepada para pimpinan dan pengelolaprogram kesehatan maupun kepada lintas sektor dan masyarakat di Kabupaten maupunKecamatan , yang didiskripsikan melalui data dan informasi.Oleh karena data dan infomasi merupakan sumber daya yang strategis bagipimpinan dan organisasi dalam pelaksanaan manajemen, maka penyediaan data/informasiyang berkualitas sangat diperlukan sebagai masukan dalam proses pengambilankeputusan. Di bidang kesehatan, data dan informasi ini diperoleh melaluipenyelenggaraan sistem informasi kesehatan. Salah satu luaran utama daripenyelenggaraan sistem informasi kesehatan, sejak tahun 1998 telah dikembangkan paketsajian data dan informasi dalam format buku Profil Kesehatan. Dalam perkembangannya,profil kesehatan ini menjadi paket sajian data dan informasi yang sangat penting, karenasangat dibutuhkan baik oleh jajaran kesehatan, lintas sektor, maupun masyarakat.Namun disadari, sistem informasi kesehatan yang ada saat ini masih belum dapatmemenuhi kebutuhan data dan informasi kesehatan secara optimal, apalagi dalam eradesentralisasi pengumpulan data dan informasi menjadi relatif lebih sulit. Hal iniberimplikasi pada kualitas data dan informasi yang disajikan di dalam Profil KesehatanBulukumba yang terbit saat ini belum sesuai dengan harapan. Walaupun demikian,diharapkan Profil Kesehatan Bulukumba ini tetap dapat memberikan gambaran secaragaris besar dan menyeluruh tentang seberapa jauh perubahan dan perbaikan keadaankesehatan masyarakat yang telah dicapai.Betapapun, Profil Kesehatan Bulukumba seringkali belum mendapatkan apresiasiyang memadai karena belum dapat menyajikan data dan informasi yang sesuai denganharapan, namun paket sajian ini merupakan satu-satunya publikasi data dan informasi dijajaran kesehatan yang relatif paling lengkap sehingga kehadirannya selalu ditungguseperti ungkapan “benci tapi rindu”. Oleh karena itu, dalam rangka meningkatkankualitas Profil Kesehatan Bulukumba, perlu dicari suatu terobosan dalam hal mekanismepengumpulan data dan informasi secara cepat untuk mengisi ketidaktersediaan data daninformasi khususnya yang bersumber dari berbagai sektor.۩۩۩Profil Kesehatan Kab.BulukumbaTahun 2007
TABEL 1LUAS WILAYAH, JUMLAH DESA, JUMLAH PENDUDUK, JUMLAH RUMAH TANGGA,<strong>DAN</strong> KEPA<strong>DATA</strong>N PENDUDUK MENURUT KECAMATANDI KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007LUAS JUMLAH JUMLAH JUMLAH RATA-RATA KEPA<strong>DATA</strong>NNO KECAMATAN WILAYAH DESA PENDUDUK RUMAH JIWA/RUMAH PENDUDUK(km 2 ) (KELURAHAN) TANGGA (KK) TANGGA /km 21 2 3 4 5 6 7 81. GANTARANG 173.51 20 68,835 15,327 4 396.72. KIN<strong>DAN</strong>G 148.76 9 30,246 6,634 5 203.33. UJUNG BULU 14.44 9 42,131 9,709 4 2917.74. UJUNG LOE 144.31 12 36,900 9,003 4 255.75. BONTO BAHARI 108.60 8 23,213 5,436 4 213.76. BONTO TIRO 78.34 12 24,986 6,345 4 318.97. HERLANG 68.79 8 24,220 6,566 4 352.18. KAJANG 129.06 19 45,473 10,200 4 352.39. BULUKUMPA 171.33 16 55,362 12,719 4 323.110. RILAU ALE 117.33 13 34,873 8,556 4 297.2JUMLAH (KAB/KOTA) 1,154.47 126 386,239 90,495 4 328Sumber: Kantor BPS Kab. Bulukumba
TABEL 2JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN, KELOMPOK UMUR,RASIO BEBAN TANGGUNGAN, RASIO JENIS KELAMIN, <strong>DAN</strong> KECAMATANKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007RASIOJUMLAHJUMLAH PENDUDUKRASIOBEBANNO KECAMATAN PENDUJENISLAKI-LAKI (TAHUN)PEREMPUAN (TAHUN)TANGDUKKELAMIN0-4 5-14 15-44 45-64 >=65 JML 0-4 5-14 15-44 45-64 >=65 JML GUNGAN1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 171. GANTARANG 69,248 3,592 8,068 16,082 4,482 1,445 33,669 3,467 7,234 18,041 4,747 1,677 35,166 58.8 962. KIN<strong>DAN</strong>G 30,213 1,754 3,473 6,493 1,753 659 14,132 1,747 3,391 8,093 2,060 823 16,114 64.4 883. UJUNG BULU 42,417 2,246 4,758 9,747 2,730 707 20,188 2,116 4,479 11,535 2,910 903 21,943 56.5 924. UJUNG LOE 37,728 1,943 4,115 8,437 2,361 610 17,466 1,877 3,966 10,211 2,582 798 19,434 56.4 905. BONTO BAHARI 23,446 1,283 2,603 4,782 1,536 455 10,659 1,133 2,354 6,096 2,110 861 12,554 59.7 856. BONTO TIRO 24,263 1,174 2,575 4,792 2,188 606 11,335 1,088 2,371 6,221 2,955 1016 13,651 54.7 837. HERLANG 24,727 1,128 2,441 5,092 1,933 477 11,071 976 2,322 6,577 2,626 648 13,149 49.2 848. KAJANG 46,401 2,609 5,024 9,976 3,189 837 21,635 2,494 4,525 11,869 3,742 1,208 23,838 58 919. BULUKUMPA 50,070 2,515 5,852 13,412 4,044 1,307 27,130 2,499 5,252 14,735 4,197 1,549 28,232 52.2 9610. RILAU ALE 37,726 1,758 3,707 7,568 2,586 833 16,452 1,780 3,454 9,252 3,019 916 18,421 62.1 89JUMLAH (KAB/KOTA) 386,239 20,002 42,616 86,381 26,802 7,936 183,737 19,177 39,348 102,630 30,948 10,399 202,502 57.1 91Sumber: Kantor BPS Kab.Bulukumba
TABEL 3JUMLAH PENDUDUK MENURUT JENIS KELAMIN <strong>DAN</strong> KELOMPOK UMURKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO KELOMPOK UMUR (TAHUN)JUMLAH PENDUDUKLAKI-LAKI PEREMPUAN LAKI-LAKI + PEREMPUAN1 2 3 4 51 0 - 4 20,002 19,177 39,1792 5 - 9 20,826 19,068 39,8943 10 - 14 21,790 20,280 42,0704 15 - 19 18,592 20,392 38,9845 20 - 24 14,201 18,234 32,4356 25 - 29 15,687 19,685 35,3727 30 - 34 14,078 16,669 30,7478 35 - 39 12,925 15,315 28,2409 40 - 44 10,898 12,335 23,23310 45 - 49 9,151 9,940 19,09111 50 - 54 7,318 8,394 15,71212 55 - 59 5,681 6,598 12,27913 60 - 64 4,652 6,016 10,66814 65 + 7,936 10,399 18,335JUMLAH (KAB/KOTA) 183,737 202,502 386,239Sumber: Kantor BPS Kab.Bulukumba
TABEL 4NOKECAMATANPERSENTASE PENDUDUK LAKI-LAKI <strong>DAN</strong> PEREMPUAN BERUSIA 10 TAHUN KEATAS DIRINCI MENURUTTINGKAT PENDIDIKAN TERTINGGI YANG DITAMATKAN <strong>DAN</strong> KECAMATANKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007TIDAKSEKOLAH/BELUMTAMAT SDSD/MILAKI-LAKISLTP/MTsSLTA/ MAAK/DIPLOMAUNIVTIDAKSEKOLAH/BELUMTAMAT SDSD/MIPEREMPUANSLTP/MTsSLTA/MAAK/DIPLOMA1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 141. GANTARANG 8,129 7,609 4,212 5,617 710 915 9,265 7,294 4,895 6,219 577 1,0522. KIN<strong>DAN</strong>G 3,325 3,113 1,722 1,673 230 388 4,179 3,290 2,208 2,805 260 4053. UJUNG BULU 4,817 4,509 2,495 3,953 621 1,323 5,747 4,524 3,036 3,857 358 1,5414. UJUNG LOE 4,176 3,909 2,163 2,886 365 613 5,102 4,016 2,695 3,424 318 7395. BONTO BAHARI 2,469 2,311 1,279 1,706 281 362 3,325 2,618 1,757 2,232 207 4816. BONTO TIRO 2,722 2,549 1,410 1,882 293 562 3,608 2,840 1,906 2,422 225 5227. HERLANG 2,648 2,479 1,371 1,830 231 389 3,513 2,766 1,856 2,358 219 5098. KAJANG 5,141 4,812 2,663 3,553 349 554 6,229 4,904 3,290 4,181 388 6829. BULUKUMPA 6,647 6,222 3,443 4,593 481 775 7,514 5,915 3,969 5,034 468 1,08710. RILAU ALE 3,946 3,694 2,044 2,727 295 579 4,817 3,792 2,544 3,233 300 697JUMLAH (KAB/KOTA) 44,020 41,207 22,802 30,420 3,856 6,460 53,299 41,959 28,156 35,765 3,320 7,715UNIVSumber: Kantor BPS Kab. Bulukumba
TABEL 5JUMLAH KELAHIRAN <strong>DAN</strong> KEMATIAN BAYI <strong>DAN</strong> BALITA MENURUT KECAMATANKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOKECAMATANPUSKESMASJUMLAHKELAHIRANJUMLAH LAHIRMATIJUMLAH BAYIMATIJUMLAH BALITAJUMLAH BALITAMATI1 2 3 4 5 6 7 81. GANTARANG 1.PONRE 818 5 0 3649 32.GATTARENG 413 2 0 1448 02. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 248 4 2 890 54.BALIBO 321 3 3 879 13. UJUNG BULU 5.CAILE 834 1 6 4142 14. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 476 3 2 1995 07.MANYAMPA 187 1 2 883 05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 485 9 8 1453 16. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 291 0 2 760 210.BATANG 179 0 0 631 07. HERLANG 11.HERLANG 276 0 4 1528 212.KARASSING 116 3 0 368 18. KAJANG 13.KAJANG 332 0 3 1143 014.LEMBANNA 529 0 4 2811 09. BULUKUMPA 15.TANETE 1061 0 1 3619 010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 758 0 4 2180 0JUMLAH (KAB/KOTA)7324 31 41 28379 16ANGKA KEMATIAN (DILAPORKAN)Sumber:Subdin Kesga dan Promkes Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 6JUMLAH KEMATIAN IBU MATERNAL MENURUT KECAMATANKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOKECAMATANPUSKESMASJUMLAH IBUHAMILJUMLAH KEMATIAN IBU MATERNALKEMATIAN KEMATIAN KEMATIAN JUMLAHIBU HAMIL IBU BERSALIN IBU NIFAS1 2 3 4 5 6 7 81. GANTARANG 1.PONRE 991 0 0 2 22.GATTARENG 564 0 0 0 02. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 274 0 0 1 14.BALIBO 418 0 0 0 03. UJUNG BULU 5.CAILE 924 0 1 1 24. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 604 0 1 0 17.MANYAMPA 240 0 0 0 05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 528 0 0 2 26. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 293 0 0 0 010.BATANG 244 0 0 0 07. HERLANG 11.HERLANG 357 0 0 0 012.KARASSING 169 0 0 0 08. KAJANG 13.KAJANG 413 0 0 0 014.LEMBANNA 638 0 0 0 09. BULUKUMPA 15.TANETE 1168 0 0 0 010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 830 1 2 0 3JUMLAH (KAB/KOTA) 8655 1 4 6 11Sumber:Subdin Kesga dan Promkes Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 7JUMLAH KASUS <strong>DAN</strong> ANGKA KESAKITAN PENYAKIT MENULAR MENURUT KECAMATAN <strong>DAN</strong> PUSKESMASKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO KECAMATAN PUSKESMASMALARIATB PARUKLINIS (+) KLINIS (+) SEMBUHHIV AFP DBD1 2 3 4 5 8 9 10 11 12 131. GANTARANG 1.PONRE 1228 449 212 19 12 0 0 322.GATTARENG 24 0 139 17 13 0 0 32. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 0 0 41 3 2 0 0 34.BALIBO 12 0 118 14 10 0 0 13. UJUNG BULU 5.CAILE 295 275 180 26 21 18 0 1974. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 186 60 111 11 10 0 0 517.MANYAMPA 63 0 97 5 4 0 0 285. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 130 7 468 48 35 2 0 196. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 94 0 91 8 6 1 0 610.BATANG 23 0 34 3 1 0 0 07. HERLANG 11.HERLANG 21 0 256 18 12 0 0 312.KARASSING 0 0 34 1 0 0 0 08. KAJANG 13.KAJANG 0 0 173 32 22 0 0 814.LEMBANNA 0 0 271 18 12 0 0 09. BULUKUMPA 15.TANETE 130 1 190 13 10 0 0 310 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 44 11 207 35 28 0 0 22JUMLAH (KAB/KOTA) 2250 803 2,622 271 198 21 0 376ANGKA KESAKITANSumber: Subdin P2M Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 8JUMLAH KECAMATAN RAWAN GIZI <strong>DAN</strong> STATUS GIZI BAYI & BALITAKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOKECAMATANPUSKESMASLAHIRBAYIBBLR% BBLRBALITAYANG ADAJUMLAH BALITADITIMBANGBB NAIKBGMBGTDITIMBANGBB NAIK% BALITABGMBGTBGM+BGTKECBEBASRAWANGIZI1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 171. GANTARANG 1.PONRE 818 6 0.7 4535 2409 2009 40 0 53.1 83.4 1.7 0.0 1.7?2.GATTARENG 413 1 0.2 1868 575 266 16 0 30.8 46.3 2.8 0.0 2.82. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 248 5 2.0 1902 364 278 1 2 19.1 76.4 0.3 0.5 0.8?4.BALIBO 321 5 1.6 1097 467 330 14 5 42.6 70.7 3.0 1.1 4.13. UJUNG BULU 5.CAILE 834 2 0.2 5129 2137 2137 56 79 41.7 100.0 2.6 3.7 6.3 ?4. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 476 2 0.4 2481 1169 689 47 45 47.1 58.9 4.0 3.8 7.9?7.MANYAMPA 187 2 1.1 1066 890 805 7 16 83.5 90.4 0.8 1.8 2.65. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 485 5 1.0 1984 959 713 25 0 48.3 74.3 2.6 0.0 2.6 ?6. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 291 4 1.4 946 531 291 7 8 56.1 54.8 1.3 1.5 2.8?10.BATANG 179 1 0.6 700 367 171 14 18 52.4 46.6 3.8 0.0 3.87. HERLANG 11.HERLANG 276 0 0.0 1803 794 366 42 5 44.0 46.1 5.3 0.6 5.9?12.KARASSING 116 0 0.0 518 349 315 18 0 67.4 90.3 5.2 0.0 5.28. KAJANG 13.KAJANG 332 9 2.7 1643 1030 807 14 0 62.7 78.3 1.4 0.0 1.4?14.LEMBANNA 529 7 1.3 3440 748 548 14 18 21.7 73.3 1.9 2.4 4.39. BULUKUMPA 15.TANETE 1061 1 0.1 4565 2114 1596 17 13 46.3 75.5 0.8 0.6 1.4 ?10 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 758 9 1.2 2817 1268 785 32 10 45.0 61.9 2.5 0.8 3.3 ?JUMLAH (KAB/KOTA) 7324 59 0.8 36494 16171 12106 364 219 44.3 74.9 2.3 1.4 3.6 10Sumber:Subdin Kesga dan Promkes Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 9PERSENTASE RUMAH SEHAT MENURUT KECAMATANKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007RUMAHNO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH JUMLAH % JUMLAH %SELURUHNYA DIPERIKSA DIPERIKSA SEHAT SEHAT1 2 3 4 5 6 7 81. GANTARANG 1.PONRE 8,869 497 5.6 349 70.22.GATTARENG 5,074 230 4.5 118 51.32. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 3,460 640 0.0 274 0.04.BALIBO 3,127 696 22.3 175 25.13. UJUNG BULU 5.CAILE 8,711 4,545 52.2 3,196 70.34. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 5,003 805 16.1 157 19.57.MANYAMPA 2,366 180 7.6 98 54.45. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 5,250 243 4.6 152 62.66. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 3,181 905 28.5 520 57.510.BATANG 2,743 117 4.3 77 65.87. HERLANG 11.HERLANG 4,182 0 0.0 0 0.012.KARASSING 1,921 395 20.6 145 36.78. KAJANG 13.KAJANG 3,990 1,424 35.7 951 66.814.LEMBANNA 6,104 939 15.4 662 70.59. BULUKUMPA 15.TANETE 27,017 7,796 28.9 4,714 60.510 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 7,097 6,647 93.7 3,885 58.4JUMLAH (KAB/KOTA)98,095 26,059 26.6 15,473 59.4Sumber: Subdin Penyehatan Lingkungan Dinkes Bulukumba
TABEL 10PERSENTASE TEMPAT UMUM <strong>DAN</strong> PENGELOLAAN MAKANAN (TUPM) SEHAT MENURUT KECAMATANKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007HOTEL RESTORAN/R-MAKAN PASAR TUPM LAINNYAJUMLAH TUPMNOKECAMATANPUSKESMASJUMLAH YG ADAJUMLAHDIPERIKSAJUMLAH SEHAT% SEHATJUMLAH YG ADAJUMLAHDIPERIKSAJUMLAH SEHAT% SEHATJUMLAH YG ADAJUMLAHDIPERIKSAJUMLAH SEHAT% SEHATJUMLAH YG ADAJUMLAHDIPERIKSAJUMLAH SEHAT% SEHATJUMLAH YG ADAJUMLAHDIPERIKSAJUMLAH SEHAT% SEHAT1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 20 21 22 23 241. GANTARANG 1.PONRE 0 0 0 0 9 9 3 33.3 7 1 0 0.0 235 51 27 52.9 251 61 30 49.22.GATTARENG 0 0 0 0 0 0 0 0.0 3 2 1 50.0 103 63 28 44.4 106 65 29 44.62. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 0 0 0 0 0 0 0 0.0 3 1 0 0.0 126 124 23 18.5 129 125 23 18.44.BALIBO 0 0 0 0 0 0 0 0.0 3 3 1 33.3 68 61 23 37.7 71 64 24 37.53. UJUNG BULU 5.CAILE 0 0 0 0 52 24 17 70.8 4 2 2 100.0 467 239 181 75.7 523 265 200 75.54. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 0 0 0 0 4 4 1 25.0 3 3 0 0.0 112 112 13 11.6 119 119 14 11.87.MANYAMPA 0 0 0 0 1 1 1 100.0 3 3 0 0.0 51 46 28 60.9 55 50 29 58.05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 2 0 0 0 11 11 11 100.0 3 3 0 0.0 140 90 53 58.9 149 130 63 48.56. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 0 0 0 0 0 0 0 0.0 5 5 0 0.0 144 108 75 69.4 149 113 75 66.410.BATANG 0 0 0 0 0 0 0 0.0 4 3 0 0.0 76 54 0 0.0 80 57 0 0.07. HERLANG 11.HERLANG 0 0 0 0 0 0 0 0.0 6 0 0 0.0 89 0 0 0.0 95 0 0 0.012.KARASSING 0 0 0 0 0 0 0 0.0 2 1 0 0.0 53 24 7 29.2 55 25 7 28.08. KAJANG 13.KAJANG 0 0 0 0 8 4 1 25.0 4 4 0 0.0 126 115 72 62.6 138 123 73 59.314.LEMBANNA 0 0 0 0 0 0 0 0.0 4 2 0 0.0 104 57 32 56.1 108 59 32 54.29. BULUKUMPA 15.TANETE 0 0 0 0 5 5 3 60.0 5 5 0 0.0 360 344 141 41.0 370 354 144 40.710 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 0 0 0 0 5 5 3 60.0 4 4 2 50.0 210 200 134 67.0 219 209 139 66.5JML (KAB/KOTA) 2 0 0 0 95 63 40 63.49 63 42 6 14.3 2464 1688 837 49.6 2622 1793 883 49.2Sumber: Subdin Penyehatan Lingkungan Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 11PERSENTASE RUMAH TANGGA BER PERILAKU HIDUP BERSIH SEHATKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO KECAMATANPUSKESMASRUMAH TANGGAJUMLAH DIPANTAU BER PHBS * %1 2 3 4 5 61. GANTARANG 1.PONRE 9,930 6,062 61.02.GATTARENG 4,129 1,820 44.12. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 3,583 74 2.14.BALIBO 2,806 2,332 83.13. UJUNG BULU 5.CAILE 7,816 5,544 70.94. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 5,507 2,098 38.17.MANYAMPA 2,366 1,982 83.85. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 5,852 4,711 80.56. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 3,121 1,895 60.710.BATANG 2,743 2,272 82.87. HERLANG 11.HERLANG 3,896 531 13.612.KARASSING 1,924 1,166 60.68. KAJANG 13.KAJANG 3,514 509 14.514.LEMBANNA 5,301 2,352 44.49. BULUKUMPA 15.TANETE 8,257 4,944 59.910 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 8,246 2,004 24.3JML (KAB/KOTA) 78,991 40,296 51.0Sumber : Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 12JUMLAH <strong>DAN</strong> PERSENTASE POSYANDU MENURUT STRATA <strong>DAN</strong> KECAMATANKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007JUMLAH POSYANDU PERSENTASE POSYANDU PERSENNO KECAMATAN PUSKESMAS PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JUMLAH PURNAMA +MANDIRI1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 141. GANTARANG 1.PONRE 12 32 4 0 48 25.0 66.7 8.3 0 100.0 8.32.GATTARENG 23 5 0 0 28 82.1 17.9 0.0 0 100.0 0.02. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 16 0 0 0 16 100.0 0.0 0.0 0 100.0 0.04.BALIBO 1 14 1 0 16 6.3 87.5 6.3 0 100.0 6.33. UJUNG BULU 5.CAILE 8 16 2 0 26 30.8 61.5 7.7 0 100.0 7.74. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 14 16 0 0 30 46.7 53.3 0.0 0 100.0 0.07.MANYAMPA 1 12 7 0 20 5.0 60.0 35.0 0 100.0 35.05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 11 14 3 0 28 39.3 50.0 10.7 0 100.0 10.76. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 9 14 2 1 26 34.6 53.8 7.7 3.8 100.0 11.510.BATANG 5 13 4 0 22 22.7 59.1 18.2 0 100.0 18.27. HERLANG 11.HERLANG 15 9 0 0 24 62.5 37.5 0.0 0 100.0 0.012.KARASSING 0 10 2 0 12 0.0 83.3 16.7 0 100.0 16.78. KAJANG 13.KAJANG 9 22 2 0 33 27.3 66.7 6.1 0 100.0 6.114.LEMBANNA 27 6 0 0 33 81.8 18.2 0.0 0 100.0 0.09. BULUKUMPA 15.TANETE 40 24 2 0 66 60.6 36.4 3.0 0 100.0 3.010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 13 25 9 0 47 27.7 53.2 19.1 0 100.0 19.1JUMLAH (KAB/KOTA)204 232 38 1 475 42.9 48.8 8.0 0.2 100.0 8.2Sumber : Subdin Kesga & Promkes Dinkes Bulukumba
TABEL 13JUMLAH PENDUDUK YANG MEMANFAATKAN SARANA PUSKESMAS <strong>DAN</strong> RUMAH SAKITKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOKECAMATANKUNJUNGAN PUSKESMASKUNJUNGAN RUMAH SAKIT*RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH RAWAT JALAN RAWAT INAP JUMLAH1 2 3 4 5 6 7 81. GANTARANG 27,890 25 27,9152. KIN<strong>DAN</strong>G 3,264 12 3,2763. UJUNG BULU 33,272 0 33,2724. UJUNG LOE 11,681 21 11,7025. BONTO BAHARI 12,915 350 13,2656. BONTO TIRO 9,963 56 10,0197. HERLANG 9,138 40 9,1788. KAJANG 13,144 144 13,2889. BULUKUMPA 7,210 123 7,33310. RILAU ALE 31,073 0 31,073JUMLAH (KAB/KOTA) 159,550 771 160,321 25,310 6,243 31,553PENGUNJUNG/100.000 PENDUDUK49,68Sumber: Subdin Yankes Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 14NOJUMLAH SARANA PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong> MENURUT KEMAMPUAN LABKES <strong>DAN</strong>MEMILIKI 4 SPESIALIS DASAR DI KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007SARANA <strong>KESEHATAN</strong>JUMLAHJUMLAH YANG MEMILIKI4 (EMPAT)LABKES SPESIALISDASAR% YANG MEMILIKI4 (EMPAT)LABKES SPESIALISDASAR1 2 3 4 5 6 71 RUMAH SAKIT UMUM 1 1 1 100 1002 RUMAH SAKIT JIWA 0 0 0 0 03 RUMAH SAKIT KHUSUS 0 0 0 0 04 PUSKESMAS 16 7 0 43.8 0JUMLAH (KAB/KOTA) 17 8 1 47.1 5.9Sumber : Subdin Yankes Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 15JUMLAH <strong>DAN</strong> PERSENTASE JENIS OBAT <strong>DAN</strong> JENIS OBAT GENERIK TERSEDIAKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOKECAMATANPUSKESMASJUMLAH JENISOBATDIBUTUHKANJENIS OBAT TERSEDIAJENIS OBAT GENERIKTERSEDIAJUMLAH % JUMLAH %1 2 2 3 5 6 7 81. GANTARANG 1.PONRE 93 88 94.6 87 98.92.GATTARENG 98 93 94.9 93 100.02. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 124 119 96.0 118 99.24.BALIBO 92 87 94.6 86 98.93. UJUNG BULU 5.CAILE 90 85 94.4 84 98.84. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 86 81 94.2 80 98.87.MANYAMPA 86 81 94.2 81 81.05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 91 86 94.5 86 100.06. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 90 85 94.4 85 100.010.BATANG 87 82 94.3 82 100.07. HERLANG 11.HERLANG 88 83 94.3 83 100.012.KARASSING 88 83 94.3 82 98.88. KAJANG 13.KAJANG 93 88 94.6 87 98.914.LEMBANNA 94 89 94.7 88 98.99. BULUKUMPA 15.TANETE 102 97 95.1 96 99.010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 89 84 94.4 84 100.0KABUPATEN 1491 1411 94.6 1402 99.4Sumber: Gudang Farmasi Kabupaten Bulukumba
TABEL 16KETERSEDIAAN OBAT GENERIK BERLOGO MENURUT JENIS OBATKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007KETERSEDIAANNO NAMA JENIS OBAT KEBUTUHANJUMLAH %1 2 3 4 51 Amoksisilin syrup kering 125 mg/ml 20,935 16,000 76.42 Amoksisilin kapsul 250 mg 0 0 0.03 Amoksisilin kaplet 500 mg 13,700 7,288 53.24 Antasida doen tablet kombinasi 367 200 54.55 Antalgin (metampiron) tablet 500 mg 438 150 34.26 Deksametason Inj 5 mg/ml-2 ml 310 0 0.07 Dekstrometorfan sirup 10 mg/ 5 ml 4,458 2,500 56.18 Dekstrometorfan tablet 15 mg 470 200 42.69 Difenidramin HCL Inj 10 mg/ml-1 ml 2,191 0 0.010 Gliseril guaiakolat tablet 100 mg 1,087 1,000 92.011 Glukosa larutan infus 5%steril 4,019 1,000 24.912 Ibuprofen tablet 200 mg 829 700 84.413 Kloramfenikol kapsul 250 mg 1,535 0 0.014 Kotrimoksazol tablet 480 mg 4,204 1,000 23.815 Kloramfenamin maleat tablet 100 mg 1,976 401 20.316 Natrium klorida larutan infus 0,9 % steril 1,866 1,000 53.617 Parasetamol tablet 1,847 500 27.118 Ringer laktat larutan infus steril 6,684 18,000 269.319 Infus set dewasa 2,606 1,000 38.420 Tetrasiklin 250 mg 1,127 0 0.021 Vitamin B kompleks 1,645 1,000 60.822 Retinol (vit A) kapsul 200.000 IU 0 335 #DIV/0!23 Tablet tambah darah 174 100 57.524 Garam oralit 295 700 237.325 Kotrimoksasol 120 mg 984 500 50.826 Kotrimoksasol suspensi 19,713 10,000 50.727 Klorokuin tablet 69 116 168.128 PPC Injeksi 0 0 0.029 Obat anti tuberkulosis kategori I 0 0 0.030 Obat anti tuberkulosis kategori II 0 0 0.031 Obat anti tuberkulosis kategori III 0 0 0.032 Obat anti tuberkulosis sisipan 0 0 0.033 Obat anti tuberkulosis kategori anak 0 0 0.034 Prednison tablet 1,215 600 49.435 Asam askorbat 50 mg 984 1,500 152.4J U M L A HSumber: Gudang Farmasi Kabupaten Bulukumba95,728 65,790 68.7
TABEL 17PERSENTASE PERTOLONGAN PERSALINAN OLEH TENAGA <strong>KESEHATAN</strong>MENURUT KECAMATAN <strong>DAN</strong> PUSKESMASKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO KECAMATAN PUSKESMASPERTOLONGAN PERSALINANJUMLAHOLEH TENAGA <strong>KESEHATAN</strong>PERSALINANJUMLAH %1 2 3 4 5 61. GANTARANG 1.PONRE 810 694 85.72.GATTARENG 412 410 99.52. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 243 202 83.14.BALIBO 318 223 70.13. UJUNG BULU 5.CAILE 832 797 95.84. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 473 461 97.57.MANYAMPA 186 179 96.25. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 473 447 94.56. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 290 277 95.510.BATANG 179 173 96.67. HERLANG 11.HERLANG 274 212 77.412.KARASSING 113 88 77.98. KAJANG 13.KAJANG 330 185 56.114.LEMBANNA 525 429 81.79. BULUKUMPA 15.TANETE 1060 876 82.610 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 755 665 88.1KABUPATEN 7273 6318 86.9Sumber : Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 18PERSENTASE CAKUPAN DESA/KELURAHAN UCIMENURUT KECAMATANKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH DESA/KEL DESA/KEL UCI % DESA/KEL UCI1 2 3 4 5 61. GANTARANG 1.PONRE 13 13 100.02.GATTARENG 7 6 85.72. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 5 0 04.BALIBO 4 3 753. UJUNG BULU 5.CAILE 9 9 100.04. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 9 6 66.77.MANYAMPA 3 2 66.75. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 8 8 1006. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 6 1 16.710.BATANG 6 6 100.07. HERLANG 11.HERLANG 5 4 8012.KARASSING 3 2 66.78. KAJANG 13.KAJANG 8 6 7514.LEMBANNA 11 9 81.89. BULUKUMPA 15.TANETE 16 13 81.2510 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 13 9 69.2KABUPATEN 126 97 77.0Sumber : Subdin P2M Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 19JUMLAH <strong>DAN</strong> PERSENTASE DESA/KELURAHAN TERKENA KLB YANG DITANGANI < 24 JAMMENURUT KECAMATAN <strong>DAN</strong> PUSKESMAS, DI KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO KECAMATANPUSKESMAS JUMLAH DESADESA/KEL TERKENA KLBJUMLAH DITANGANI
TABEL 20NOJENIS KEJADIAN LUARBIASAJUMLAH PENDERITA <strong>DAN</strong> KEMATIAN , CFR, KLBMENURUT JENIS KLB, JUMLAH KECAMATAN, <strong>DAN</strong> JUMLAH DESA YANG TERSERANGKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007YANG DISERANGJUMLAH KEC JUMLAH DESAJUMLAHPENDUDUKTERANCAMJUMLAHPENDERITAJUMLAHKEMATIANATTACK RATE(%)1 2 3 4 5 6 7 8 91 DIARE 3 3 535 50 0 0.00 0.00CFR (%)2 D B D 3 5 325 27 0 8.31 0.003 AFP 4 4 216 4 0 1.85 0.004 MARASMUS 2 2 65 2 0 0.00 0.005 T N 2 2 145 2 1 1.38 50.006 Keracunan Makanan 0 0 0 0 0 0.00 0.007 Typhoid 1 1 315 21 0 6.67 0.008 Suspect Flu Burung 1 1 115 1 0 0.00 0.009 Campak 1 1 67 10 0 14.93 0.00Sumber: Subdin P2M Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 21NOKECAMATANJUMLAH IBU HAMIL YANG MENDAPATKAN PELAYANAN Fe1, Fe3, IMUNISASI TT1 <strong>DAN</strong> TT2MENURUT KECAMATAN <strong>DAN</strong> PUSKESMASKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007PUSKESMASFe1 Fe3 IMUNISASI TT1 IMUNISASI TT2JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %1 2 3 4 5 6 7 8 13 14 15 161. GANTARANG 1.PONRE 991 991 100.0 862 87.0 991 100.0 424 42.82.GATTARENG 564 564 100.0 485 86.0 564 100.0 426 75.52. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 274 274 100.0 217 79.2 274 100.0 34 12.44.BALIBO 418 418 100.0 350 83.7 418 100.0 271 64.83. UJUNG BULU 5.CAILE 924 924 100.0 817 88.4 924 100.0 553 59.84. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 604 604 100.0 502 83.1 604 100.0 439 72.77.MANYAMPA 240 240 100.0 226 94.2 240 100.0 204 85.05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 528 528 100.0 432 81.8 528 100.0 421 79.76. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 293 293 100.0 293 100.0 293 100.0 223 76.110.BATANG 244 244 100.0 190 77.9 244 100.0 210 86.17. HERLANG 11.HERLANG 357 357 100.0 285 79.8 357 100.0 182 51.012.KARASSING 169 169 100.0 126 74.6 169 100.0 112 66.38. KAJANG 13.KAJANG 413 413 100.0 369 89.3 413 100.0 310 75.114.LEMBANNA 638 638 100.0 492 77.1 638 100.0 419 65.79. BULUKUMPA 15.TANETE 1168 1168 100.0 999 85.5 1168 100.0 947 81.110 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 830 830 100.0 767 92.4 830 100.0 551 66.4JUMLAH (KAB/KOTA) 8655 8655 100.0 7412 85.6 8655 100.0 5726 66.2Sumber: Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.BulukumbaJUMLAHIBU HAMIL
TABEL 22JUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIFKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO KECAMATANPUSKESMAS JUMLAH BAYIJUMLAH BAYI YANG DIBERIASI EKSKLUSIFJUMLAH %1 2 3 4 5 61. GANTARANG 1.PONRE 909 346 38.12.GATTARENG 476 191 40.12. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 189 79 41.8UJUNG BULU 4.BALIBO 342 125 36.53. 5.CAILE 1752 478 27.34. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 462 223 48.37.MANYAMPA 264 89 33.75. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 504 246 48.86. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 273 131 48.010.BATANG 278 124 44.67. HERLANG 11.HERLANG 413 189 45.812.KARASSING 179 89 49.78. KAJANG 13.KAJANG 338 147 43.514.LEMBANNA 516 211 40.99. BULUKUMPA 15.TANETE 1040 406 39.010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 769 328 42.7JUMLAH (KAB/KOTA) 8,704 3,402 39.1Sumber: Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 23PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong> GIGI <strong>DAN</strong> MULUT DI PUSKESMASKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOKECAMATANPUSKESMASTUMPATANGIGI TETAPPELAYANAN DASAR GIGIPENCABUTANGIGI TETAP JUMLAH RASIOTAMBAL/CABUTJUMLAHMURIDSDUKGS (PROM + PREV)MURID SD DIPERIKSAMURID SDJUMLAH %PERLUPERAWATANJUMLAHMENDAPATPERAWATAN% MENDAPATPERAWATAN1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 131. GANTARANG 1.PONRE 42 1082 1124 0 247 22.02.GATTARENG 0 183 183 2663 426 232.82. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 0 0 0 0 0 0.04.BALIBO 0 41 41 94 0 0.03. UJUNG BULU 5.CAILE 12 480 492 100 4182 850.04. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 24 80 104 73 70 0.07.MANYAMPA 0 17 17 2 2 0.05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 0 132 132 39 140 106.16. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 59 722 781 139 297 38.010.BATANG 7 24 31 0 0 0.07. HERLANG 11.HERLANG 0 33 33 65 80 242.412.KARASSING 0 0 0 15 0 0.08. KAJANG 13.KAJANG 1 48 49 65 112 228.614.LEMBANNA 13 73 86 7 15 17.49. BULUKUMPA 15.TANETE 16 194 210 139 139 66.210 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 0 389 389 302 89 22.9JUMLAH (KAB/ KOTA) 174 3498 3672 3703 5799 157.9Sumber: Subdin Yankes Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 24PERSENTASE PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong> KERJA PADA PEKERJA FORMALKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOKECAMATANPUSKESMASJUMLAH PEKERJAFORMALPELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong> KERJAJUMLAH YANGDILAYANI1 2 3 4 5 61. GANTARANG 1.PONRE 4,603 2,713 58.92.GATTARENG 793 586 73.92. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 80 37 46.34.BALIBO 246 159 64.63. UJUNG BULU 5.CAILE 12,229 8,270 67.64. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 2,413 975 40.47.MANYAMPA 306 201 65.75. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 2,765 1,641 59.36. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 4,225 2,531 59.910.BATANG 1,583 931 58.87. HERLANG 11.HERLANG 2,027 1,211 59.712.KARASSING 233 138 59.28. KAJANG 13.KAJANG 2,170 1,322 60.914.LEMBANNA 1,073 621 57.99. BULUKUMPA 15.TANETE 1,814 1,082 59.610 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 4,220 2,571 60.9JUMLAH (KAB/KOTA) 40,780 24,989 61.3Sumber : Subdin Penyehatan Lingkungan Dinkes Kab.Bulukumba%
TABEL 25PERSENTASE KELUARGA MISKIN MENDAPAT PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong>KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007PELAYANAN GAKINNO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH KK MISKINKK MISKINMENDAPAT YANKES%1 2 3 4 5 61. GANTARANG 1.PONRE 1,873 785 41.92.GATTARENG 636 173 27.22. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 607 100 16.54.BALIBO 535 341 63.73. UJUNG BULU 5.CAILE 2,113 2,095 99.14. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 1,590 1,353 85.17.MANYAMPA 396 218 55.15. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 706 464 65.76. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 369 237 64.210.BATANG 790 434 54.97. HERLANG 11.HERLANG 786 390 49.612.KARASSING 352 477 135.58. KAJANG 13.KAJANG 1,157 843 72.914.LEMBANNA 1,696 420 24.89. BULUKUMPA 15.TANETE 1,814 525 28.910 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 1,591 1,085 68.2JUMLAH (KAB/KOTA) 17011 9940 58.4PERSENTASESumber : Subdin Yankes Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 26PERSEBARAN TENAGA <strong>KESEHATAN</strong> MENURUT UNIT KERJAKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007TENAGA <strong>KESEHATAN</strong>NOUNIT KERJAMEDISPERAWATTEKNISIFARMASI GIZISANITASI KESMAS& BI<strong>DAN</strong>MEDISJUMLAHJML % JML % JML % JML % JML % JML % JML %1 23 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17PUSKESMAS (termasuk PUSTU dan1POLINDES)31 9.0 219 63.8 18 5.2 25 7.3 12 3.5 24 7.0 14 4.1 3432 RUMAH SAKIT14 11.7 66 55.0 8 6.7 4 3.3 24 20.0 2 1.7 2 1.7 1203 INSTITUSI DIKLAT/DIKNAKES (AKPER) 0 0 9 100 0 0 0 0 0 0 0 0 2 0 114 SARANA <strong>KESEHATAN</strong> LAIN0 0 1 25 3 75 0 0 0 0 0 0 0 0 4(UPTD INSTALASI FARMASI)5 DINKES KAB/KOTA 1 2.0 10 20.0 3 6.0 5 10.0 1 2.0 11 22.0 19 38.0 50JUMLAH 46 8.71 305 57.8 32 6.06 34 6.44 37 7.0 37 7.01 37 7.01 528Sumber: Sub Bagian Kepegawaian Dinkes Kab.BulukumbaKeterangan:Medis : Dokter, Dokter Gigi, Dr/Drg Spesialis Teknisi Medis : Analis, TEM dan Penata Rontgen, Penata Anestesi, FisioterapiPerawat : termasuk lulusan DIII dan S1 Sanitasi : Lulusan SPPH, APK, dan DIII Kesehatan Lingkungan& bidan Kesmas : SKM, MPH, dllFarmasi : Apoteker, Asisten ApotekerGizi : Lulusan DI, DIII Gizi (SPAG dan AKZI) dan DIV
TABEL 27JUMLAH TENAGA <strong>KESEHATAN</strong> DI SARANA PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong>KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOUNIT KERJAMEDISPERAWAT &BI<strong>DAN</strong>FARMASITENAGA <strong>KESEHATAN</strong>GIZITEKNISIMEDISSANITASI KESMAS JUMLAH1 2 3 4 5 6 7 8 9 10PUSKESMAS :1. PONRE 4 26 3 2 2 2 1 402. GATTARENG 1 10 1 2 1 2 1 183. BORONG RAPPOA 0 7 0 1 0 1 0 94. BALIBO 2 12 0 1 0 2 0 175. CAILE 4 16 1 2 1 3 0 276. UJUNG LOE 4 19 2 3 1 4 0 337. MANYAMPA 2 8 1 2 1 0 1 158. BONTO BAHARI 1 17 2 2 1 2 1 269. BONTO TIRO 1 10 1 1 1 0 1 1510. BATANG 1 9 1 0 0 1 2 1411. HERLANG 1 11 1 1 0 0 2 1612. KARASSING 0 5 0 0 0 1 2 813. KAJANG 1 9 1 2 0 1 2 1614. LEMBANNA 3 13 0 1 1 0 1 1915. TANETE 4 22 2 2 2 2 0 3416 BONTO BANGUN 2 25 2 3 1 3 0 36SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 31 219 18 25 12 24 14 343RUMAH SAKIT :1. RSU Bulukumba 14 66 8 4 24 2 2 120SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 14 66 8 4 24 2 2 120Sumber: Sub.Bagian Kepegawaian Dinkes Kab.BulukumbaKeterangan:Medis : Dokter, Dokter Gigi, Dr/Drg Spesialis Teknisi Me: Analis, TEM dan Penata Rontgen, Penata AnestePerawat : termasuk lulusan DIII dan S1 Sanitasi : Lulusan SPPH, APK dan DIII Kesehatan LingkungFarmasi : Apoteker, Asisten Apoteker Kesmas : SKM, MPH, dllGizi: Lulusan D1 dan DIII Gizi (SPAG dan AKZI)
TABEL 28JUMLAH TENAGA MEDIS DI SARANA <strong>KESEHATAN</strong>KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007JUMLAH TENAGA MEDISNO UNIT KERJADR SPESIALIS DOKTER UMUM DOKTER GIGI [a] JUMLAH DOKTER KELUARGA1 2 3 4 5 6 71. PONRE 0 3 1 4 02. GATTARENG 0 1 0 1 03. BORONG RAPPOA 0 0 0 0 04. BALIBO 0 1 1 2 05. CAILE 0 3 1 4 06. UJUNG LOE 0 3 1 4 07. MANYAMPA 0 2 0 2 08. BONTO BAHARI 0 1 0 1 09. BONTO TIRO 0 1 0 1 010. BATANG 0 1 0 1 011. HERLANG 0 1 0 1 012. KARASSING 0 0 0 0 013. KAJANG 0 1 0 1 014. LEMBANNA 0 2 1 3 015. TANETE 0 3 1 4 016 BONTO BANGUN 0 2 0 2 0SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 25 6 31 01. RSU Bulukumba 4 9 1 14 0SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 4 9 1 14 0INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0SARANA <strong>KESEHATAN</strong> LAIN 0 0 0 0 0DINAS <strong>KESEHATAN</strong> KAB/KOTA 0 2 1 3 0JUMLAH (KAB/KOTA) 4 36 8 48 0RASIO TERHADAP 100.000 PDDKSumber: Sub.Bagian Kepegawaian Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 29JUMLAH TENAGA KEFARMASIAN <strong>DAN</strong> GIZI DI SARANA <strong>KESEHATAN</strong>KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOUNIT KERJATENAGA KEFARMASIANTENAGA GIZIAPOTEKER S1 FARMASI D-III FARMASI ASS APOTEKER JUMLAH D-IV/S1 GIZI D-III GIZI D-I GIZI JUMLAH1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 111. PONRE 1 1 0 1 3 1 1 0 22. GATTARENG 0 0 1 0 1 1 1 0 23. BORONG RAPPOA 0 0 0 0 0 0 1 0 14. BALIBO 0 0 0 0 0 0 1 0 15. CAILE 1 0 0 0 1 0 1 1 26. UJUNG LOE 1 0 0 1 2 0 2 1 37. MANYAMPA 0 0 0 1 1 0 1 1 28. BONTO BAHARI 0 1 0 1 2 0 1 1 29. BONTO TIRO 0 1 0 0 1 0 0 1 110. BATANG 0 1 0 0 1 0 0 0 011. HERLANG 0 0 1 0 1 0 0 1 112. KARASSING 0 0 0 0 0 0 0 0 013. KAJANG 1 0 0 0 1 0 2 0 214. LEMBANNA 0 0 0 0 0 0 1 0 115. TANETE 1 0 1 0 2 0 1 1 216 BONTO BANGUN 0 0 2 0 2 0 3 0 3SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 5 4 5 4 18 2 16 7 251. RSU Bulukumba 3 0 0 5 8 2 2 0 4SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 3 0 0 5 8 2 2 0 4INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0 0 0 0 0SARANA <strong>KESEHATAN</strong> LAIN 0 0 1 1 2 0 0 0 0DINAS <strong>KESEHATAN</strong> KAB/KOTA 2 1 0 0 3 0 4 1 5JUMLAH (KAB/KOTA) 10 5 6 10 31 4 22 8 34RASIO TERHADAP 100.000 PDDKSumber: Sub.Bagian Kepegawaian Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 30JUMLAH TENAGA KEPERAWATAN DI SARANA <strong>KESEHATAN</strong>KABUPATEN BULUKUMBA TAHUN 2007NO UNIT KERJA TENAGA KEPERAWATANPERAWATBI<strong>DAN</strong>SARJANA KEPW DIII PERAWAT LULUSAN SPK JUMLAH DIII BI<strong>DAN</strong> BI<strong>DAN</strong> JUMLAH1 2 3 4 5 6 7 8 91. PONRE 0 8 8 16 0 10 102. GATTARENG 0 4 3 7 0 3 33. BORONG RAPPOA 0 2 4 6 0 1 14. BALIBO 0 4 5 9 0 3 35. CAILE 0 6 6 12 0 4 46. UJUNG LOE 0 4 7 11 0 8 87. MANYAMPA 0 3 3 6 0 2 28. BONTO BAHARI 0 4 8 12 0 5 59. BONTO TIRO 0 3 4 7 0 3 310. BATANG 0 4 2 6 0 3 311. HERLANG 0 3 6 9 0 2 212. KARASSING 0 1 2 3 0 2 213. KAJANG 0 2 6 8 0 1 114. LEMBANNA 0 2 7 9 0 4 415. TANETE 0 5 12 17 0 5 516 BONTO BANGUN 0 5 9 14 0 11 11SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 0 60 92 152 0 67 671. RSU Bulukumba 3 42 12 57 0 9 9SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 3 42 12 57 0 9 9INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 8 0 1 9 0 0 0SARANA <strong>KESEHATAN</strong> LAIN 0 0 0 0 0 0 0DINAS <strong>KESEHATAN</strong> KAB/KOTA 1 0 2 3 0 2 2JUMLAH (KAB/KOTA) 12 102 107 221 0 78 78RASIO TERHADAP 100.000 PDDKSumber : Sub Bagian Kepegawaian Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 31JUMLAH TENAGA <strong>KESEHATAN</strong> MASYARAKAT <strong>DAN</strong> SANITASI DI SARANA <strong>KESEHATAN</strong>KABUPATEN BULUKUMBA TAHUN 2007NO UNIT KERJA TENAGA KESMAS TENAGA SANITASISARJANA KESMAS [a] D-III KESMAS JUMLAH D-III SANITASI D-I SANITASI JUMLAH1 2 3 4 5 6 7 81. PONRE 1 0 1 1 1 22. GATTARENG 1 0 1 2 0 23. BORONG RAPPOA 0 0 0 1 0 14. BALIBO 0 0 0 1 1 25. CAILE 1 0 1 2 1 36. UJUNG LOE 1 0 1 3 1 47. MANYAMPA 3 0 3 0 0 08. BONTO BAHARI 1 0 1 1 1 29. BONTO TIRO 1 0 1 0 0 010. BATANG 1 0 1 1 0 111. HERLANG 1 0 1 0 0 012. KARASSING 1 0 1 1 0 113. KAJANG 1 0 1 1 0 114. LEMBANNA 0 0 0 0 0 015. TANETE 1 0 1 1 1 216 BONTO BANGUN 0 0 0 2 1 3SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 14 0 14 17 7 241. RSU Bulukumba 2 0 2 2 0 2SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 2 0 2 2 0 2INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 2 0 2 0 0 0SARANA <strong>KESEHATAN</strong> LAIN 0 0 0 0 0 0DINAS <strong>KESEHATAN</strong> KAB/KOTA 19 0 19 4 7 11JUMLAH (KAB/KOTA) 37 0 37 23 14 37RASIO TERHADAP 100.000 PDDKSumber: Sub.Bagian Kepegawaian Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 32JUMLAH TENAGA TEKNISI MEDIS DI SARANA <strong>KESEHATAN</strong>KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOTENAGA TEKNISI MEDISUNIT KERJA ANALIS LAB. TEM & P.RONTG P.ANESTESI FISIOTERAPIS JUMLAH1 2 3 4 5 6 71. PONRE 2 0 0 0 22. GATTARENG 1 0 0 0 13. BORONG RAPPOA 0 0 0 0 04. BALIBO 0 0 0 0 05. CAILE 1 0 0 0 16. UJUNG LOE 1 0 0 0 17. MANYAMPA 1 0 0 0 18. BONTO BAHARI 1 0 0 0 19. BONTO TIRO 1 0 0 0 110. BATANG 0 0 0 0 011. HERLANG 0 0 0 0 012. KARASSING 0 0 0 0 013. KAJANG 0 0 0 0 014. LEMBANNA 1 0 0 0 115. TANETE 2 0 0 0 216 BONTO BANGUN 1 0 0 0 1SUB JUMLAH I (PUSKESMAS) 12 0 0 0 121. RSU Bulukumba 9 10 1 4 24SUB JUMLAH II (RUMAH SAKIT) 9 10 1 4 24INSTITUSI DIKNAKES/DIKLAT 0 0 0 0 0SARANA <strong>KESEHATAN</strong> LAIN 0 0 0 0 0DINAS <strong>KESEHATAN</strong> KAB/KOTA 1 0 0 0 1JUMLAH (KAB/KOTA) 22 10 1 4 37RASIO TERHADAP 100.000 PDDKSumber: Sub.Bagian Kepegawaian Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 33PENDUDUK PESERTA JAMINAN PEMELIHARAAN <strong>KESEHATAN</strong>KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOKECAMATANPUSKESMASJUMLAHPENDUDUKASKESJUMLAH PESERTA JAMINAN PEMELIHARAAN <strong>KESEHATAN</strong>BAPEL &PRABAPELJPKMJAMSOSTEKKARTUSEHAT<strong>DAN</strong>ASEHATLAINNYA JUMLAH %1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 121. GANTARANG 1.PONRE 44,0802.GATTARENG 24,7552. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 14,8344.BALIBO 15,4123. UJUNG BULU 5.CAILE 42,1314. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 25,0317.MANYAMPA 11,8695. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 23,2136. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 13,17410.BATANG 11,8127. HERLANG 11.HERLANG 15,88212.KARASSING 8,3388. KAJANG 13.KAJANG 19,79014.LEMBANNA 25,6839. BULUKUMPA 15.TANETE 55,36210 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 34,873JUMLAH (KAB/KOTA) 386,239PERSENTASESumber: Subdin Yankes Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 34ANGGARAN <strong>KESEHATAN</strong> KABUPATEN/KOTAKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007ALOKASI ANGGARAN <strong>KESEHATAN</strong>NOSUMBER BIAYARupiah %1 2 3 4ANGGARAN <strong>KESEHATAN</strong> BERSUMBER:1 APBD KAB/KOTA (Termasuk DAK) 24,603,024,890 75.12 APBD PROPINSI 0 03 APBN (Termasuk PKPS-BBM / Askeskin) 6,998,647,750 21.44 PINJAMAN/HIBAH LUAR NEGERI (PHLN) 1,138,462,000 3.55 SUMBER PEMERINTAH LAIN 0 0.0TOTAL ANGGARAN <strong>KESEHATAN</strong>32,740,134,640 100%TOTAL APBD KAB/KOTA478,164,760,346.19% APBD KES THD APBD KAB/KOTA6.8ANGGARAN KES PERKAPITA84,767Sumber: Sub Bagian Keuangan Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 35PERSENTASE KELUARGA MEMILIKI AKSES AIR BERSIHKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007AKSES AIR BERSIH% AKSES AIR BERSIHNO KECAMATAN PUSKESMASJUMLAHKELUARGAADAJUMLAHKELUARGADIPERIKSA%KELUARGADIPERIKSALEDENG(PDAM)SPTSGLPAHKEMASAN(DAMIU)LAINNYAJUMLAHLEDENG(PDAM)SPTSGLPAHKEMASANLAINNYAJUMLAH1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 201. GANTARANG 1.PONRE 10,379 6,248 60.2 573 0 2,679 0 0 271 3,523 9.2 0 42.9 0 0.0 4.3 56.42.GATTARENG 5,641 3,108 55.1 8 0 1,311 0 0 1,411 2,722 0.3 0 42.2 0 0.0 45.4 87.62. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 3,277 1,884 57.5 11 0 28 0 0 1,054 1,082 0.6 0 1.5 0 0.0 55.9 57.44.BALIBO 3,846 2,215 57.6 0 0 1,132 0 0 739 1,871 0.0 0 51.1 0 0.0 33.4 84.53. UJUNG BULU 5.CAILE 10,319 9,205 89.2 3,527 0 3,576 0 15 1,975 5,566 38.3 0 38.8 0 0.2 21.5 60.54. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 6,101 3,545 58.1 0 0 1,748 0 0 74 1,822 0.0 0 49.3 0 0.0 2.1 51.47.MANYAMPA 2,366 1,463 61.8 31 0 158 0 0 502 660 2.1 0 10.8 0 0.0 34.3 45.15. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 5,258 3,970 75.5 2,002 0 462 0 1 1,369 1,832 50.4 0 11.6 0 0.0 34.5 46.16. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 3,680 2,237 60.8 240 0 213 0 0 591 804 10.7 0 9.5 0 0.0 26.4 35.910.BATANG 2,743 1,391 50.7 0 0 339 0 0 22 361 0.0 0.0 24.4 0 0.0 1.6 26.07. HERLANG 11.HERLANG 4,182 2,196 52.5 0 0 615 0 1 115 731 0.0 0 28.0 0 0.0 5.2 33.312.KARASSING 1,921 976 50.8 0 0 248 0 0 11 259 0.0 0 25.4 0 0.0 1.1 26.58. KAJANG 13.KAJANG 4,959 2,762 55.7 187 0 511 0 1 514 1,026 6.8 0 18.5 0 0.0 18.6 37.114.LEMBANNA 6,826 2,632 38.6 0 0 967 0 0 434 1,401 0.0 0 36.7 0 0.0 16.5 53.29. BULUKUMPA 15.TANETE 12,222 9,273 75.9 0 0 2,873 0 2 2,693 5,568 0.0 0 31.0 0 0.0 29.0 60.010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 8,355 6,366 76.2 0 0 3,468 0 0 47 3,515 0.0 0 54.5 0 0.0 0.7 55.2JUMLAH (KAB/KOTA) 92,075 59,471 64.6 6,579 0 20,328 0 20 11,822 38,749 11.1 0 34.2 0 0.0 19.9 65.2Sumber: Subdin Penyehatan Lingkungan Dinkes Kab.Bulukumba
TABEL 36JUMLAH PUS, PESERTA KB, PESERTA KB BARU, <strong>DAN</strong> KB AKTIFMENURUT KECAMATAN <strong>DAN</strong> PUSKESMASKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH PUSPESERTA KB BARU PESERTA KB AKTIFJUMLAH % JUMLAH %1 2 3 4 5 6 7 81. 1.PONREGANTARANG2.GATTARENG11,836 818 6.9 9,318 78.72. 3.BORONG RAPPOAKIN<strong>DAN</strong>G4.BALIBO5,306 363 6.8 2,704 51.03. UJUNG BULU 5.CAILE 6,383 922 14.4 3,772 59.14. 6.UJUNG LOEUJUNG LOE7.MANYAMPA6,580 1033 15.7 5,245 79.75. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 3,911 238 6.1 2,164 55.36. 9.BONTO TIROBONTO TIRO10.BATANG4,178 556 13.3 2,696 64.57. 11.HERLANGHERLANG12.KARASSING3,715 776 20.9 2,768 74.58. 13.KAJANGKAJANG14.LEMBANNA8,226 764 9.3 5,394 65.69. BULUKUMPA 15.TANETE 8,600 787 9.2 6,073 70.610 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 5,831 517 8.9 4,805 82.4JUMLAH (KAB/KOTA) 64,566 6,774 10.5 44,939 69.6Sumber : Kantor BKBD/BKKBN Kab.Bulukumba
TABEL 37NOKECAMATANIUDJUMLAH PESERTA KB AKTIF MENURUT JENIS KONTRASEPSIKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007JUMLAH PESERTA KB AKTIF% PESERTA KB AKTIFMKJP NON MKJP MKJP NON MKJPMKJP +MOP/OBATIMP SUN KON LAIN NONPIL VAGIIUDMOP/ IMP SUN KONPILMOW LANT TIK DOM NYA MKJP MOW LANT TIK DOMNAOBATLAINVAGINNYAA1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 201. GANTARANG 162 55 1,348 4,398 3,245 110 0 0 9318 1.7 0.6 14.5 47.2 34.8 1.2 0 0 100.02. KIN<strong>DAN</strong>G 7 3 333 1,423 896 42 0 0 2704 0.3 0.1 12.3 52.6 33.1 1.6 0 0 100.03. UJUNG BULU 81 82 133 2,623 801 52 0 0 3772 2.1 2.2 3.5 69.5 21.2 1.4 0 0 100.04. UJUNG LOE 91 48 416 1,839 2,814 37 0 0 5245 1.7 0.9 7.9 35.1 53.7 0.7 0 0 100.05. BONTO BAHARI 20 10 78 902 1,141 13 0 0 2164 0.9 0.5 3.6 41.7 52.7 0.6 0 0 100.06. BONTO TIRO 22 21 90 630 1,900 33 0 0 2696 0.8 0.8 3.3 23.4 70.5 1.2 0 0 100.07. HERLANG 117 21 115 1,032 1,433 50 0 0 2768 4.2 0.8 4.2 37.3 51.8 1.8 0 0 100.08. KAJANG 19 37 103 3,293 1,891 51 0 0 5394 0.4 0.7 1.9 61.0 35.1 0.9 0 0 100.09. BULUKUMPA 88 24 274 3,055 2,426 206 0 0 6073 1.4 0.4 4.5 50.3 39.9 3.4 0 0 100.010. RILAU ALE 309 106 521 2,050 1,527 292 0 0 4805 6.4 2.2 10.8 42.7 31.8 6.1 0 0 100.0KAB/KOTA) 916 407 3,411 21,245 18,074 886 0 0 44,939 2.0 0.9 7.6 47.3 40.2 2.0 0 0 100.0MKJP+ NONMKJPSumbeR : Kantor BKBD/BKKBN Kab.Bulukumba
TABEL 38PELAYANAN KB BARU MENURUT KECAMATANDI KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOKECAMATANJUMLAH PESERTA KB BARU% PESERTA KB BARUMKJP NON MKJPMKJPMKJP NON MKJPIMP SUNPILKOND OBAT LAIN + NONIUDMOP/ IMP SUN KONPILLANT TIK OM VAGINA NYA MKJP MOW LANT TIK DOMIUD MOP/MOWOBAT LAINVAGINA NYAMKJP+ NONMKJP1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 201. GANTARANG 1 1 72 418 315 11 0 0 818 0.1 0.122 8.8 51.1 38.5 1.3 0 0 100.02. KIN<strong>DAN</strong>G 0 0 51 267 32 13 0 0 363 0.0 0 14.0 73.6 8.8 3.6 0 0 100.03. UJUNG BULU 18 28 47 585 216 28 0 0 922 2.0 3.037 5.1 63.4 23.4 3.0 0 0 100.04. UJUNG LOE 8 0 46 409 540 30 0 0 1033 0.8 0.0 4.5 39.6 52.3 2.9 0 0 100.05. BONTO BAHARI 0 0 9 167 56 6 0 0 238 0.0 0 3.8 70.2 23.5 2.5 0 0 100.06. BONTO TIRO 0 0 5 317 224 10 0 0 556 0.0 0 0.9 57.0 40.3 1.8 0 0 100.07. HERLANG 0 0 15 508 252 1 0 0 776 0.0 0 1.9 65.5 32.5 0.1 0 0 100.08. KAJANG 2 2 23 598 126 13 0 0 764 0.3 0.262 3.0 78.3 16.5 1.7 0 0 100.09. BULUKUMPA 1 1 15 465 269 36 0 0 787 0.1 0.1 1.9 59.1 34.2 4.6 0 0 100.010. RILAU ALE 8 0 33 366 95 15 0 0 517 1.5 0.0 6.4 70.8 18.4 2.9 0 0 100.0JML (KAB/KOTA) 38 32 316 4100 2125 163 0 0 6774 0.6 0.5 4.7 60.5 31.4 2.4 0 0 100.0Sumber: Kantor BKBD/BKKBN Kab.Bulukumba
TABEL 39JUMLAH KEJADIAN KECELAKAAN LALU LINTAS<strong>DAN</strong> RASIO KORBAN LUKA <strong>DAN</strong> MENINGGAL TERHADAP JUMLAH PENDUDUKDIPERINCI MENURUT KECAMATAN TAHUN 2007NOKECAMATANJUMLAHKECELAKAANMATIJUMLAH KORBANLUKABERATLUKARINGANJMLMATILUKABERAT% KORBANLUKARINGAN1 2 4 5 6 7 8 9 10 11 121. GANTARANG 33 18 18 27 63 28.6 28.6 42.9 1002. KIN<strong>DAN</strong>G 2 1 2 4 7 14.3 28.6 57.1 1003. UJUNG BULU 31 14 12 28 54 25.9 22.2 51.9 1004. UJUNG LOE 19 13 6 12 31 41.9 19.4 38.7 1005. BONTO BAHARI 10 6 6 24 36 16.7 16.7 66.7 1006. BONTO TIRO 2 0 3 2 5 0.0 60.0 40.0 1007. HERLANG 3 1 2 5 8 12.5 25.0 62.5 1008. KAJANG 7 6 3 5 14 42.9 21.4 35.7 1009. BULUKUMPA 8 7 2 8 17 41.2 11.8 47.1 10010. RILAU ALE 13 9 6 8 23 39.1 26.1 34.8 100JMLJUMLAH (KAB/KOTA) 128 75 60 123 258 29.1 23.3 47.7 100RASIO PER 100.000 PENDUDUK0.07Sumber : Kantor Satlantas Polres Bulukumba
TABEL 40PERSENTASE PENDUDUK BERUMUR 10 TAHUN KEATAS YG MELEK HURUFKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOKECAMATANLAKI-LAKIPEREMPUANJUMLAHJUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %1 2 3 4 5 6 7 81. GANTARANG 32,133 47.9 33,967 50.7 66,100 98.62. KIN<strong>DAN</strong>G 13,523 46.4 15,444 52.9 28,967 99.33. UJUNG BULU 18,530 45 20,291 49.3 38,821 94.44. UJUNG LOE 16,922 47 18,954 52.6 35,876 99.65. BONTO BAHARI 10,133 45 12,300 54.6 22,433 99.66. BONTO TIRO 10,728 44.5 12,946 53.7 23,674 98.27. HERLANG 10,775 45 12,921 53.9 23,696 98.98. KAJANG 20,619 46 22,868 51 43,487 97.19. BULUKUMPA 22,656 47.4 24,745 51.8 47,401 99.210. RILAU ALE 15,975 46.8 17,959 52.7 33,934 99.5JUMLAH 171,994 46.4 192,395 51.9 364,389 98.3Sumber : Kantor Diknas Bulukumba.
SPM 1CAKUPAN KUNJUNGAN IBU HAMIL K4, IBU HAMIL RISTI <strong>DAN</strong> PERSALINAN DITOLONG TENAGA <strong>KESEHATAN</strong>KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007IBU HAMILIBU BERSALINNOPUSKESMASJUMLAH K4 % JML RISTIRISTIDIRUJUK% JUMLAH DITOLONGNAKES%1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 121. GANTARANG 1.PONRE 991 862 87.0 239 35 14.6 810 694 85.72.GATTARENG 564 485 86.0 134 7 5.2 412 410 99.52. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 274 217 79.2 56 16 28.6 243 202 83.14.BALIBO 418 350 83.7 112 19 17.0 318 223 70.13. UJUNG BULU 5.CAILE 924 817 88.4 341 45 13.2 832 797 95.84. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 604 502 83.1 198 25 12.6 473 461 97.57.MANYAMPA 240 226 94.2 102 1 1.0 186 179 96.25. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 528 432 81.8 238 49 20.6 473 447 94.56. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 293 293 100.0 92 23 25.0 290 277 95.510.BATANG 244 190 77.9 84 12 14.3 179 173 96.67. HERLANG 11.HERLANG 357 285 79.8 149 8 5.4 274 212 77.412.KARASSING 169 126 74.6 83 4 4.8 113 88 77.98. KAJANG 13.KAJANG 413 369 89.3 103 15 14.6 330 185 56.114.LEMBANNA 638 492 77.1 205 27 13.2 525 429 81.79. BULUKUMPA 15.TANETE 1168 999 85.5 365 23 6.3 1060 876 82.610 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 830 767 92.4 266 69 25.9 755 665 88.1JUMLAH (KAB/KOTA) 8655 7412 85.6 2767 378 13.7 7273 6318 86.9Sumber: Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 2CAKUPAN KUNJUNGAN NEONATUS, BAYI <strong>DAN</strong> BAYI BBLR YANG DITANGANIKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NEONATUSBAYIBAYI LAHIRNO KECAMATAN PUSKESMASBBLR % BBLRJUMLAH KN % JML BAYI KUNJ % JML LAHIR BBLR % BBLRDITANGANI DITANGANI1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 141. GANTARANG 1.PONRE 813 813 100.0 909 825 90.8 818 6 0.7 6 1002.GATTARENG 411 407 99.0 476 300 63.0 413 1 0.2 1 1002. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 244 244 100.0 189 166 87.8 248 5 2.0 5 04.BALIBO 318 318 100.0 342 318 93.0 321 5 1.6 5 1003. UJUNG BULU 5.CAILE 833 833 100.0 1752 1690 96.5 834 2 0.2 2 1004. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 473 473 100.0 462 421 91.1 476 2 0.4 2 1007.MANYAMPA 186 186 100.0 264 186 70.5 187 2 1.1 2 05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 476 476 100.0 504 476 94.4 485 5 1.0 5 1006. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 291 291 100.0 273 247 90.5 291 4 1.4 4 10010.BATANG 179 179 100.0 278 192 69.1 179 1 0.6 1 07. HERLANG 11.HERLANG 276 276 100.0 413 237 57.4 276 0 0.0 0 012.KARASSING 113 113 100.0 179 120 67.0 116 0 0.0 0 08. KAJANG 13.KAJANG 332 332 100.0 338 182 53.8 332 9 2.7 9 10014.LEMBANNA 529 529 100.0 516 367 71.1 529 7 1.3 7 1009. BULUKUMPA 15.TANETE 1061 1061 100.0 1040 921 88.6 1061 1 0.1 1 10010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 758 758 100.0 769 758 98.6 758 9 1.2 9 100JUMLAH (KAB/KOTA) 7293 7289 99.9 8704 7406 85.1 7324 59 0.8 59 100Sumber: Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 3CAKUPAN DETEKSI TUMBUH KEMBANG ANAK BALITA, PEMERIKSAAN SISWA SD <strong>DAN</strong> PELAYANAN KES.REMAJAKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO KECAMATAN PUSKESMASJUMLAH DI DETEKSI % JUMLAH DIPERIKSA % JUMLAHDILAYANIKES1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 121. GANTARANG 1.PONRE 0 226 #DIV/0! 0 0 0 0 0 02.GATTARENG 0 100 #DIV/0! 0 0 0 0 0 02. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 0 50 #DIV/0! 0 0 0 0 0 04.BALIBO 1,561 68 4.4 1948 0 0 2073 0 03. UJUNG BULU 5.CAILE 0 405 #DIV/0! 0 0 0 0 0 04. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 0 64 #DIV/0! 0 0 0 0 0 07.MANYAMPA 0 48 #DIV/0! 0 0 0 0 0 05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 2,572 1,419 55.2 3352 164 4.9 2384 184 7.76. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 0 92 #DIV/0! 0 0 0 0 0 010.BATANG 0 26 #DIV/0! 0 0 0 0 0 07. HERLANG 11.HERLANG 0 79 #DIV/0! 0 0 0 0 0 012.KARASSING 486 179 36.8 1799 1397 77.7 0 0 08. KAJANG 13.KAJANG 0 99 #DIV/0! 0 0 0 0 0 014.LEMBANNA 0 126 #DIV/0! 0 0 0 0 0 09. BULUKUMPA 15.TANETE 0 281 #DIV/0! 0 0 0 0 0 010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 0 171 #DIV/0! 0 0 0 0 0 0JUMLAH (KAB/KOTA) 4,619 3,433 74.3 0 0 0 0 0 0Sumber: Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.BulukumbaANAK BALITA & PRA SEKOLAHSISWA SD/MIREMAJA%
SPM 4CAKUPAN PESERTA KB AKTIFMENURUT KECAMATAN <strong>DAN</strong> PUSKESMASKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOKECAMATANPUSKESMASJUMLAH PASANGANUSIA SUBURPESERTA KB AKTIFJUMLAH %1 2 3 4 7 81.2.GANTARANGKIN<strong>DAN</strong>G1.PONRE2.GATTARENG3.BORONG RAPPOA4.BALIBO11,8365,3069,3182,70478.751.03. UJUNG BULU 5.CAILE 6,383 3,772 59.14. UJUNG LOE6.UJUNG LOE7.MANYAMPA6,5805,24579.75. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 3,911 2,164 55.36.7.8.BONTO TIROHERLANGKAJANG9.BONTO TIRO10.BATANG11.HERLANG12.KARASSING13.KAJANG14.LEMBANNA4,1783,7158,2262,6962,7685,39464.574.565.69. BULUKUMPA 15.TANETE 8,600 6,073 70.610 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 5,831 4,805 82.4JUMLAH (KAB/KOTA) 64,566 44,939 69.6Sumber: Kantor BKBD Kab.Bulukumba
SPM 5PERSENTASE CAKUPAN DESA/KELURAHAN UNIVERSAL CHILD IMUNIZATION (UCI)MENURUT KECAMATANKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO KECAMATAN PUSKESMAS JUMLAH DESA/KEL DESA/KEL UCI % DESA/KEL UCI1 2 3 4 5 61. GANTARANG 1.PONRE 13 13 100.02.GATTARENG 7 6 85.72. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 5 0 04.BALIBO 4 3 753. UJUNG BULU 5.CAILE 9 9 100.04. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 9 6 66.77.MANYAMPA 3 2 66.75. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 8 8 1006. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 6 1 16.710.BATANG 6 6 100.07. HERLANG 11.HERLANG 5 4 8012.KARASSING 3 2 66.78. KAJANG 13.KAJANG 8 6 7514.LEMBANNA 11 9 81.89. BULUKUMPA 15.TANETE 16 13 81.2510 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 13 9 69.2JUMLAH (KAB/KOTA) 126 97 77.0Sumber: Subdin P2M Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 6JUMLAH KUNJUNGAN RAWAT JALAN , RAWAT INAP, PELAYANAN GANGGUAN JIWADI SARANA PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong>, KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOSARANA PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong>JUMLAH KUNJUNGANKUNJUNGAN GANGGUAN JIWARAWAT INAP RAWAT JALAN JUMLAH JUMLAH PERSEN1 2 3 4 5 6 71 Puskesmas :1.PONRE 0 18,586 18,586 128 0.692.GATTARENG 25 9,304 9,329 9 0.103.BORONG RAPPOA 5 967 972 0 0.004.BALIBO 7 2,297 2,304 3 0.135.CAILE 0 33,272 33,272 9 0.036.UJUNG LOE 21 7,607 7,628 12 0.167.MANYAMPA 0 4,074 4,074 6 0.158.BONTO BAHARI 350 12,915 13,265 262 1.989.BONTO TIRO 56 6,193 6,249 71 1.1410.BATANG 0 3,770 3,770 2 0.0511.HERLANG 40 5,999 6,039 25 0.4112.KARASSING 0 3,139 3,139 23 0.7313.KAJANG 144 9,108 9,252 30 0.3214.LEMBANNA 0 4,036 4,036 73 1.8115.TANETE 123 7,210 7,333 60 0.8216.BONTO BANGUN 0 31,073 31,073 67 0.22SUB JUMLAH I 771 159,550 160,321 780 0.492 RSU Bulukumba 6243 25,310 31,553 39 0.12SUB JUMLAH II ( RSU ) 6243 25,310 31,553 39 0.123 Sarana Yankes lainnya 0 0 0 0 0JUMLAH (KAB/KOTA) 7,014 184,860 191,874 819 0.43JUMLAH PENDUDUK KAB/KOTA 386,239JUMLAH PELAYANAN 1.82 47.86 49.68CAKUPAN KUNJUNGAN (%)Sumber: Subdin Yankes Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 7PERSENTASE BALITAYANG NAIK BERAT BA<strong>DAN</strong>NYA <strong>DAN</strong> BALITA BAWAH GARIS MERAHKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2006BALITANO KECAMATAN PUSKESMASYANG ADA DITIMBANG JML BB NAIK % BB NAIK BGM % BGM1 2 3 4 5 6 7 8 91. GANTARANG 1.PONRE 4535 2409 2009 83.4 40 1.72.GATTARENG 1868 575 266 46.3 16 2.82. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 1902 364 278 76.4 1 0.34.BALIBO 1097 467 330 70.7 14 3.03. UJUNG BULU 5.CAILE 5129 2137 2137 100.0 56 2.64. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 2481 1169 689 58.9 47 4.07.MANYAMPA 1066 890 805 90.4 7 0.85. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 1984 959 713 74.3 25 2.66. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 946 531 291 54.8 7 1.310.BATANG 700 367 171 46.6 14 3.87. HERLANG 11.HERLANG 1803 794 366 46.1 42 5.312.KARASSING 518 349 315 90.3 18 5.28. KAJANG 13.KAJANG 1643 1030 807 78.3 14 1.414.LEMBANNA 3440 748 548 73.3 14 1.99. BULUKUMPA 15.TANETE 4565 2114 1596 75.5 17 0.810 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 2817 1268 785 61.9 32 2.5JUMLAH (KAB/KOTA)36494 16171 12106 74.9 364 2.3Sumber: Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 8CAKUPAN BAYI, BALITA <strong>DAN</strong> BUMIL YANG MENDAPAT PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong>MENURUT KECAMATAN <strong>DAN</strong> PUSKESMASKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007BALITA IBU HAMIL BAYI BGM GAKIN BALITA GIZI BURUKNOKECAMATANPUSKESMASJUMLAHMENDAPATVIT A 2X% JUMLAHMENDAPAT90 TAB Fe% JUMLAH MP ASI % JUMLAHMENDAPATPERAWATAN%1 2 3 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 161. GANTARANG 1.PONRE 4,339 4,246 97.9 991 862 87.0 28 28 100 6 6 1002.GATTARENG 1,718 1,718 100.0 564 485 86.0 11 11 100 4 4 1002. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 1,894 1,312 69.3 274 217 79.2 1 1 100 0 0 04.BALIBO 1,281 1,218 95.1 418 350 83.7 10 10 100 4 4 1003. UJUNG BULU 5.CAILE 4,909 4,533 92.3 924 817 88.4 39 39 100 1 1 1004. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 2,388 2,388 100.0 604 502 83.1 33 33 100 1 1 1007.MANYAMPA 1,009 1,009 100.0 240 226 94.2 5 5 100 2 2 1005. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 1,828 1,790 97.9 528 432 81.8 18 18 100 0 0 06. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 866 866 100.0 293 293 100.0 5 5 100 1 1 10010.BATANG 656 627 95.6 244 190 77.9 10 10 100 2 2 1007. HERLANG 11.HERLANG 1,879 1,850 98.5 357 285 79.8 29 29 100 0 0 012.KARASSING 410 404 98.5 169 126 74.6 13 13 100 0 0 08. KAJANG 13.KAJANG 1,266 1,266 100.0 413 369 89.3 9 9 100 0 0 014.LEMBANNA 2,694 2,694 100.0 638 492 77.1 10 10 100 0 0 09. BULUKUMPA 15.TANETE 4,336 3,979 91.8 1168 999 85.5 12 12 100 0 0 010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 2,503 2,503 100.0 830 767 92.4 22 22 100 8 8 100JUMLAH (KAB/KOTA) 33,976 32,403 95.4 8,655 7,412 85.6 255 255 100 29 29 100Sumber: Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 9PRESENTASE AKSES KETERSEDIAAN DARAH UNTUK BUMIL <strong>DAN</strong> NEONATUS YG DIRUJUKDI KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007KETERSEDIAAN DARAHNO SARANA PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong>MEMILIKIYANG ADAAKSES%1 2 3 4 51 RUMAH SAKIT 722 301 41.72 PUSKESMAS 0 0 0JUMLAH (KAB/KOTA) 722 301 41.7Sumber : Kantor UTDC Kab.Bulukumba
SPM 10JUMLAH & PERSENTASE IBU HAMIL <strong>DAN</strong> NEONATAL RISIKO TINGGI/KOMPLIKASI DITANGANIMENURUT KECAMATAN <strong>DAN</strong> PUSKESMASKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO KECAMATAN PUSKESMASBUMIL RISTINEONATAL RISTIJUMLAHBUMIL RISTINEONATALBUMIL RISTIDIRUJUK <strong>DAN</strong> JUMLAHDIRUJUK <strong>DAN</strong>IBUDIRUJUKRISTI DIRUJUKDITANGANI NEONATALDITANGANIHAMILJUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 151. GANTARANG 1.PONRE 991 239 24.1 35 14.6 35 100 813 1 0.1 1 1002.GATTARENG 564 134 23.8 7 5.2 7 100 411 2 0.5 2 1002. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 274 56 20.4 16 28.6 16 100 244 1 0.4 1 1004.BALIBO 418 112 26.8 19 17.0 19 100 318 8 2.5 8 1003. UJUNG BULU 5.CAILE 924 341 36.9 45 13.2 45 100 833 9 1.1 9 1004. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 604 198 32.8 25 12.6 25 100 473 3 0.6 3 1007.MANYAMPA 240 102 42.5 1 1.0 1 100 186 0 0.0 0 05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 528 238 45.1 49 20.6 49 100 476 5 1.1 5 1006. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 293 92 31.4 23 25.0 23 100 291 3 1.0 3 10010.BATANG 244 84 34.4 12 14.3 12 100 179 1 0.6 1 1007. HERLANG 11.HERLANG 357 149 41.7 8 5.4 8 100 276 1 0.4 1 10012.KARASSING 169 83 49.1 4 4.8 4 100 113 1 0.9 1 1008. KAJANG 13.KAJANG 413 103 24.9 15 14.6 15 100 332 7 2.1 7 10014.LEMBANNA 638 205 32.1 27 13.2 27 100 529 5 0.9 5 1009. BULUKUMPA 15.TANETE 1168 365 31.3 23 6.3 23 100 1061 4 0.4 4 10010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 830 266 32.0 69 25.9 69 100 758 1 0.1 1 100JUMLAH (KAB/KOTA) 8,655 2,767 32.0 378 13.7 378 100 7,293 52 0.7 52 100Sumber: Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 11PERSENTASE SARANA <strong>KESEHATAN</strong> DENGAN KEMAMPUAN GAWAT DARURATKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007MEMPUNYAI KEMAMPUAN GADARNO SARANA <strong>KESEHATAN</strong>JUMLAH SARANA JUMLAH %1 2 3 4 51 RUMAH SAKIT UMUM 1 1 1002 RUMAH SAKIT JIWA 0 0 03 RUMAH SAKIT KHUSUS 0 0 04 PUSKESMAS 16 8 50.05 SARANA KES.LAINNYA 0 0 0JUMLAH (KAB/KOTA) 17 9 52.9Sumber : Subdin Yankes Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 12PERSENTASE DESA/KEL DENGAN KLB DITANGANI
SPM 13NOKECAMATANPUSKESMASAFP RATE, % TB PARU SEMBUH, <strong>DAN</strong> PNEUMONIA BALITA DITANGANIKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007AFPTB PARUKLINIS (+) DIOBATI SEMBUH%SEMBUHJMLPENDERITAJMLPENDBALITAPNEUMONIABALITADITANGANI% BALITADITANGANI1 2 3 4 6 7 8 9 10 11 12 13 141. GANTARANG 1.PONRE 0 212 19 19 12 63.2 688 138 138 1002.GATTARENG 0 139 17 17 13 76.5 232 30 30 1002. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 0 41 3 3 2 0.0 36 36 36 1004.BALIBO 0 118 14 14 10 0.0 85 36 36 1003. UJUNG BULU 5.CAILE 0 180 26 26 21 80.8 166 113 113 1004. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 0 111 11 11 10 90.9 249 42 42 1007.MANYAMPA 0 97 5 5 4 80.0 14 13 13 1005. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 0 468 48 48 35 72.9 94 44 44 1006. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 0 91 8 8 6 75.0 106 68 68 10010.BATANG 0 34 3 3 1 33.3 47 12 12 1007. HERLANG 11.HERLANG 0 256 18 18 12 66.7 0 0 0 012.KARASSING 0 34 1 1 0 0.0 0 0 0 08. KAJANG 13.KAJANG 0 173 32 32 22 68.8 87 87 87 10014.LEMBANNA 0 271 18 18 12 66.7 160 150 150 1009. BULUKUMPA 15.TANETE 0 190 13 13 10 76.9 238 84 84 10010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 0 207 35 35 28 80.0 139 233 233 100JUMLAH 0 2,622 271 271 198 73.1 2,341 1,086 1,086 100ANGKA KESAKITANSumber: Subdin P2M Dinkes Kab.BulukumbaKeterangan: [a] Per penduduk risikoJumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS
SPM 14HIV/AIDS DITANGANI, INFEKSI MENULAR SEKSUAL DIOBAT <strong>DAN</strong> DBD DITANGANIKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007HIV/AIDSIMSDBDDIARENOKECAMATANPUSKESMASJML KASUSDITANGANI% DITANGANIJML KASUSDIOBATI% DIOBATIJML KASUSDITANGANI% DITANGANIJML KASUSJML DIARE PDBALITABALITADITANGANI% BALITADITANGANI1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 161. GANTARANG 1.PONRE 0 0 0 0 0 0 32 32 100 1130 432 432 1002.GATTARENG 0 0 0 0 0 0 3 3 100 604 176 176 1002. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 0 0 0 0 0 0 3 3 100 390 77 77 1004.BALIBO 0 0 0 0 0 0 1 1 100 388 77 77 1003. UJUNG BULU 5.CAILE 18 18 100 0 0 0 197 197 100 754 376 376 1004. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 0 0 0 0 0 0 51 51 100 864 262 262 1007.MANYAMPA 0 0 0 0 0 0 28 28 100 316 72 72 1005. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 2 2 100 0 0 0 19 19 100 586 220 220 1006. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 1 1 100 0 0 0 6 6 100 420 119 119 10010.BATANG 0 0 0 0 0 0 0 0 0 141 69 69 1007. HERLANG 11.HERLANG 0 0 0 0 0 0 3 3 100 348 41 41 10012.KARASSING 0 0 0 0 0 0 0 0 100 154 40 40 1008. KAJANG 13.KAJANG 0 0 0 0 0 0 8 8 100 273 114 114 10014.LEMBANNA 0 0 0 0 0 0 0 0 0 404 142 142 1009. BULUKUMPA 15.TANETE 0 0 0 0 0 0 3 3 100 608 162 162 10010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 0 0 0 0 0 0 22 22 100 571 142 142 100JUMLAH ` 21 21 100 0 0 0 376 376 100.0 7,951 2,521 2,521 100Sumber: Subdin P2M Dinkes Kab.BulukumbaJumlah kasus adalah seluruh kasus yang ada di wilayah kerja puskesmas tersebut termasuk pasien RS
SPM 15PERSENTASE INSTITUSI DIBINA <strong>KESEHATAN</strong> LINGKUNGANNYAKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOKECAMATANPUSKESMASSARANA KES.SARANA PENDIDIKAN SARANA IBADAH PERKANTORANSARANA LAINJUMLAH DIBINA % JUMLAH DIBINA % JUMLAH DIBINA % JUMLAH DIBINA % JUMLAH DIBINA % JUMLAHJU1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 191. GANTARANG 1.PONRE 23 2 8.696 61 3 4.9 67 7 10.4 36 3 8.3 19 1 5.3 2062.GATTARENG 7 7 100 35 20 57.1 42 20 47.6 8 5 62.5 3 2 66.7 952. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 5 5 100 29 29 100.0 61 61 100.0 11 11 100.0 3 1 33.3 1094.BALIBO 7 4 57.14 20 20 100.0 26 23 88.5 4 2 50.0 5 5 100.0 623. UJUNG BULU 5.CAILE 42 21 50 58 41 70.7 59 32 54.2 73 35 47.9 56 28 50.0 2884. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 10 10 100 29 29 100.0 27 27 100.0 11 11 100.0 5 5 100.0 827.MANYAMPA 7 7 100 17 17 100.0 23 18 78.3 3 3 100.0 4 4 100.0 545. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 9 5 55.56 35 24 68.6 33 22 66.7 18 12 66.7 19 15 78.9 1146. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 7 7 100 41 32 78.0 48 27 56.3 11 11 100.0 8 8 100.0 11510.BATANG 7 6 85.71 25 12 48.0 28 21 75.0 8 7 87.5 4 3 75.0 727. HERLANG 11.HERLANG 7 0 0 37 0 0.0 29 0 0.0 13 0 0.0 9 0 0.0 9512.KARASSING 3 1 33.33 18 6 33.3 19 6 31.6 3 1 33.3 2 1 50.0 458. KAJANG 13.KAJANG 7 7 100 33 32 97.0 35 35 100.0 18 17 94.4 4 4 100.0 9714.LEMBANNA 8 3 37.5 37 18 48.6 34 18 52.9 12 6 50.0 6 3 50.0 979. BULUKUMPA 15.TANETE 31 26 83.87 91 91 100.0 113 113 100.0 7 7 100.0 22 22 100.0 26410 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 16 16 100 59 54 91.5 66 65 98.5 18 18 100.0 6 6 100.0 165JUMLAH (KAB/KOTA) 196 127 64.8 625 428 68.5 710 495 69.7 254 149 58.7 175 108 61.7 1,960Subdin Penyehatan Lingkungan Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 16PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN YANG DIPERIKSA JENTIK NYAMUK AEDES<strong>DAN</strong> PERSENTASE RUMAH/BANGUNAN BEBAS JENTIK NYAMUK AEDESMENURUT KECAMATAN <strong>DAN</strong> PUSKESMAS KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOKECAMATANPUSKESMASJUMLAHRUMAH/BANGUNANYANG ADARUMAH/BANGUNANDIPERIKSARUMAH/BANGUNAN BEBASJENTIKJUMLAH % JUMLAH %1 2 3 4 5 6 7 81. GANTARANG 1.PONRE 8,869 200 2.3 200 02.GATTARENG 5,074 0 0.0 0 02. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 3,460 0 0.0 0 04.BALIBO 3,127 0 0.0 0 03. UJUNG BULU 5.CAILE 8,711 2814 32.3 2654 94.34. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 5,003 500 10.0 470 94.07.MANYAMPA 2,366 309 13.1 190 61.55. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 5,250 800 15.2 800 100.06. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 3,181 475 14.9 335 70.510.BATANG 2,743 0 0.0 0 07. HERLANG 11.HERLANG 4,182 0 0.0 0 012.KARASSING 1,921 0 0.0 0 08. KAJANG 13.KAJANG 3,990 450 11.3 430 95.614.LEMBANNA 6,104 0 0.0 0 09. BULUKUMPA 15.TANETE 27,017 0 0.0 0 010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 7,097 700 9.9 700 100.0JUMLAH ( KAB/KOTA) 98,095 6248 6.4 5779 92.5Sumber: Subdin P2M Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 17PERSENTASE TEMPAT UMUM SEHAT MENURUT KECAMATANKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007TTUNO KECAMATAN PUSKESMASJUMLAHYANG ADAJUMLAHDIPERIKSA%DIPERIKSAJUMLAHSEHAT% SEHAT1 2 3 4 5 6 7 81. GANTARANG 1.PONRE 206 16 7.8 9 56.32.GATTARENG 95 54 56.8 27 50.02. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 109 107 98.2 19 0.04.BALIBO 62 54 87.1 21 38.93. UJUNG BULU 5.CAILE 288 157 54.5 129 82.24. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 82 82 100.0 11 13.47.MANYAMPA 54 49 90.7 28 57.15. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 114 78 68 53 67.96. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 115 85 74 59 69.410.BATANG 72 49 68 27 55.17. HERLANG 11.HERLANG 95 0 0 0 0.012.KARASSING 45 15 33 7 46.78. KAJANG 13.KAJANG 99 98 99.0 61 62.214.LEMBANNA 97 48 49 26 54.29. BULUKUMPA 15.TANETE 264 259 98.1 97 37.510 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 165 159 96.4 113 71.1JML (KAB/KOTA) 1,962 1,310 66.8 687 52.4Subdin Penyehatan Lingkungan Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 18PERSENTASE RUMAH TANGGA SEHAT MENURUT KECAMATANKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007RUMAH TANGGANO KECAMATAN PUSKESMASJUMLAH JUMLAH % JUMLAH %SELURUHNYA DIPERIKSA DIPERIKSA SEHAT SEHAT1 2 3 4 5 6 7 81. GANTARANG 1.PONRE 8,869 497 5.6 349 70.22.GATTARENG 5,074 230 4.5 118 51.32. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 3,460 640 0.0 274 0.04.BALIBO 3,127 696 22.3 175 25.13. UJUNG BULU 5.CAILE 8,711 4,545 52.2 3,196 70.34. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 5,003 805 16.1 157 19.57.MANYAMPA 2,366 180 7.6 98 54.45. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 5,250 243 4.6 152 62.66. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 3,181 905 28.5 520 57.510.BATANG 2,743 117 4.3 77 65.87. HERLANG 11.HERLANG 4,182 0 0.0 0 0.012.KARASSING 1,921 395 20.6 145 36.78. KAJANG 13.KAJANG 3,990 1,424 35.7 951 66.814.LEMBANNA 6,104 939 15.4 662 70.59. BULUKUMPA 15.TANETE 27,017 7,796 28.9 4,714 60.510 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 7,097 6,647 93.7 3,885 58.4JUMLAH (KAB/KOTA) 98,095 26,059 26.6 15,473 59.4Subdin Penyehatan Lingkungan Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 19NO KECAMATAN PUSKESMASJUMLAH BAYI YANG DIBERI ASI EKSKLUSIFKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2006JUMLAH BAYI YANG DIBERIASI EKSKLUSIFJUMLAH %1 2 3 4 5 61. GANTARANG 1.PONRE 909 346 38.12.GATTARENG 476 191 40.12. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 189 79 41.84.BALIBO 342 125 36.53. UJUNG BULU 5.CAILE 1752 478 27.34. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 462 223 48.37.MANYAMPA 264 89 33.75. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 504 246 48.86. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 273 131 48.010.BATANG 278 124 44.67. HERLANG 11.HERLANG 413 189 45.812.KARASSING 179 89 49.78. KAJANG 13.KAJANG 338 147 43.514.LEMBANNA 516 211 40.99. BULUKUMPA 15.TANETE 1040 406 39.010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 769 328 42.7JUMLAH (KAB/KOTA) 8,704 3,402 39.1Sumber: Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.BulukumbaJUMLAH BAYI
SPM 20PERSENTASE DESA/KELURAHAN DENGAN GARAM BERYODIUM YANG BAIK MENURUT KECAMATANKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO KECAMATAN PUSKESMASJUMLAHDESA/KELJUMLAHDESA/KEL DGGARAMBERYODIUM YGBAIK% DESA/KEL DGGARAMBERYODIUM YGBAIK1 2 3 4 5 61. GANTARANG 1.PONRE 13 4 30.82.GATTARENG 7 0 0.02. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 5 1 20.04.BALIBO 4 1 25.03. UJUNG BULU 5.CAILE 9 2 22.24. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 9 0 0.07.MANYAMPA 3 1 33.35. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 8 3 37.56. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 6 2 33.310.BATANG 6 1 16.77. HERLANG 11.HERLANG 5 0 0.012.KARASSING 3 0 0.08. KAJANG 13.KAJANG 8 4 50.014.LEMBANNA 11 1 9.19. BULUKUMPA 15.TANETE 16 6 37.510 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 13 0 0.0JUMLAH (KAB/KOTA) 126 26 20.6Sumber: Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 21JUMLAH <strong>DAN</strong> PERSENTASE POSYANDU MENURUT KECAMATANKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007JUMLAH POSYANDU% POSYANDUNO KECAMATAN PUSKESMAS PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JML PRATAMA MADYA PURNAMA MANDIRI JML1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 131. GANTARANG 1.PONRE 12 32 4 0 48 25.0 66.7 8.3 0 100.02.GATTARENG 23 5 0 0 28 82.1 17.9 0.0 0 100.02. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 16 0 0 0 16 100.0 0.0 0.0 0 100.04.BALIBO 1 14 1 0 16 6.3 87.5 6.3 0 100.03. UJUNG BULU 5.CAILE 8 16 2 0 26 30.8 61.5 7.7 0 100.04. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 14 16 0 0 30 46.7 53.3 0.0 0 100.07.MANYAMPA 1 12 7 0 20 5.0 60.0 35.0 0 100.05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 11 14 3 0 28 39.3 50.0 10.7 0 100.06. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 9 14 2 1 26 34.6 53.8 7.7 3.8 100.010.BATANG 5 13 4 0 22 22.7 59.1 18.2 0 100.07. HERLANG 11.HERLANG 15 9 0 0 24 62.5 37.5 0.0 0 100.012.KARASSING 0 10 2 0 12 0.0 83.3 16.7 0 100.08. KAJANG 13.KAJANG 9 22 2 0 33 27.3 66.7 6.1 0 100.014.LEMBANNA 27 6 0 0 33 81.8 18.2 0.0 0 100.09. BULUKUMPA 15.TANETE 40 24 2 0 66 60.6 36.4 3.0 0 100.010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 13 25 9 0 47 27.7 53.2 19.1 0 100.0JUMLAH (KAB/KOTA)204 232 38 1 475 42.9 48.8 8.0 0.2 100.0Sumber: Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 22PENYULUHAN PENCEGAHAN, PENANGGULANGAN <strong>DAN</strong> PENYALAHGUNAAN NAPZAKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO KECAMATAN PUSKESMASJUMLAHSELURUHKEGIATANPENYULUHANPENYULUHAN <strong>KESEHATAN</strong>JUMLAHKEGIATANPENYULUHANP3.NAPZA1 2 3 5 6 71. GANTARANG 1.PONRE 379 31 8.22.GATTARENG 501 19 3.82. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 202 9 4.54.BALIBO 312 29 9.33. UJUNG BULU 5.CAILE 247 18 7.34. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 713 41 5.87.MANYAMPA 323 29 9.05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 377 39 10.36. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 475 18 3.810.BATANG 318 22 6.97. HERLANG 11.HERLANG 126 10 7.912.KARASSING 215 16 7.48. KAJANG 13.KAJANG 129 10 7.814.LEMBANNA 249 26 10.49. BULUKUMPA 15.TANETE 312 21 6.710 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 425 40 9.4SUB JUMLAH I 5,303 378 7.11 Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota 482 49 10.22Rumah Sakit 0 0 0JUMLAH (KAB/KOTA) 5,785 427 7.4%Sumber: Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 23KEBUTUHAN, PENGADAAN, KETERSEDIAAN OBAT ESENSIAL <strong>DAN</strong> OBAT GENERIKKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007OBAT ESENSIALOBAT GENERIKNOJENIS OBATKETERSEDIAANKETERSEDIAANKEBUTUHAN PENGADAANKEBUTUHAN PENGADAANJUMLAH % JUMLAH %1 2 3 4 5 6 7 8 9 101 Amoksisilin syrup kering 125 mg/ml 20,935 16,000 16,000 76.42 Amoksisilin kapsul 250 mg 0 0 0 0.03 Amoksisilin kaplet 500 mg 13,700 7,288 7,288 53.24 Antasida doen tablet kombinasi 367 200 200 54.55 Antalgin (metampiron) tablet 500 mg 438 150 150 34.26 Deksametason Inj 5 mg/ml-2 ml 310 0 0 0.07 Dekstrometorfan sirup 10 mg/ 5 ml 4,458 2,500 2,500 56.18 Dekstrometorfan tablet 15 mg 470 200 200 42.69 Difenidramin HCL Inj 10 mg/ml-1 ml 2,191 0 0 0.010 Gliseril guaiakolat tablet 100 mg 1,087 1,000 1,000 92.011 Glukosa larutan infus 5%steril 4,019 1,000 1,000 24.912 Ibuprofen tablet 200 mg 829 700 700 84.413 Kloramfenikol kapsul 250 mg 1,535 0 0 0.014 Kotrimoksazol tablet 480 mg 4,204 1,000 1,000 23.815 Kloramfenamin maleat tablet 100 mg 1,976 401 401 20.316 Natrium klorida larutan infus 0,9 % steril 1,866 1,000 1,000 53.617 Parasetamol tablet 1,847 500 500 27.118 Ringer laktat larutan infus steril 6,684 18,000 18,000 269.319 Infus set dewasa 2,606 1,000 1,000 38.420 Tetrasiklin 250 mg 1,127 0 0 0.021 Vitamin B kompleks 1,645 1,000 1,000 60.822 Retinol (vit A) kapsul 200.000 IU 0 335 335 0.023 Tablet tambah darah 174 100 100 57.524 Garam oralit 295 700 700 237.325 Kotrimoksasol 120 mg 984 500 500 50.826 Kotrimoksasol suspensi 19,713 10,000 10,000 50.727 Klorokuin tablet 69 116 116 168.128 PPC Injeksi 0 0 0 0.029 Obat anti tuberkulosis kategori I 0 0 0 0.030 Obat anti tuberkulosis kategori II 0 0 0 0.031 Obat anti tuberkulosis kategori III 0 0 0 0.032 Obat anti tuberkulosis sisipan 0 0 0 0.033 Obat anti tuberkulosis kategori anak 0 0 0 0.034 Prednison tablet 1,215 600 600 49.435 Asam askorbat 50 mg 984 1,500 1,500 152.4J U M L A HSumber: Instalasi Farmasi Kab.Kabupaten95,728 65,790 65,790 68.7
SPM 24NOAPOTEKPERSENTASE PENULISAN RESEP OBAT GENERIKKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007JUMLAH RESEPPENULISAN RESEPRESEP OBATGENERIK1 2 7 81 Apotek Pelengkap RSU Blk 0 0 02 Apotek Nusantara 0 0 03 Apotek Fakhira I 4918 474 9.644 Apotek Fakhira II 51 9 17.65%Sumber: Subdin Yankes Dinkes Kab.BulukumbaJ U M L A H 4969 483 9.72
SPM 25CAKUPAN JAMINAN PEMELIHARAAN <strong>KESEHATAN</strong> PRA BAYARKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007JUMLAH PESERTA JAMINAN <strong>KESEHATAN</strong> PRA BAYARNOKECAMATANPUSKESMASJUMLAHPENDUDUKASKESBAPEL &PRA BAPEL JAMSOSTEKJPKMKARTUSEHAT<strong>DAN</strong>ASEHATLAINNYA JUMLAH %1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 121. GANTARANG 1.PONRE 44,0802.GATTARENG 24,7552. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 14,8344.BALIBO 15,4123. UJUNG BULU 5.CAILE 42,1314. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 25,0317.MANYAMPA 11,8695. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 23,2136. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 13,17410.BATANG 11,8127. HERLANG 11.HERLANG 15,88212.KARASSING 8,3388. KAJANG 13.KAJANG 19,79014.LEMBANNA 25,6839. BULUKUMPA 15.TANETE 55,36210 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 34,873JUMLAH (KAB/KOTA) 386,239PERSENTASESumber: Subdin Yankes Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 26CAKUPAN PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong> KELUARGA MISKIN <strong>DAN</strong> JPKM GAKINKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOKECAMATANPUSKESMASKK MISKINMENDAPATYANKES%KK MISKINDICAKUPJPKM%JUMLAHBAYI GAKINBGMBAYI GAKINBGMMENDAPATMP ASI1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 111. GANTARANG 1.PONRE 1,873 785 41.9 785 100 28 28 1002.GATTARENG 636 173 27.2 173 100 11 11 1002. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 607 100 16.5 100 100 1 1 1004.BALIBO 535 341 63.7 341 100 10 10 1003. UJUNG BULU 5.CAILE 2,113 2,095 99.1 2,095 100 39 39 1004. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 1,590 1,353 85.1 1,353 100 33 33 1007.MANYAMPA 396 218 55.1 218 100 5 5 1005. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 706 464 65.7 464 100 18 18 1006. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 369 237 64.2 237 100 5 5 10010.BATANG 790 434 54.9 434 100 10 10 1007. HERLANG 11.HERLANG 786 390 49.6 390 100 29 29 10012.KARASSING 352 477 135.5 477 100 13 13 1008. KAJANG 13.KAJANG 1,157 843 72.9 843 100 9 9 10014.LEMBANNA 1,696 420 24.8 420 100 10 10 1009. BULUKUMPA 15.TANETE 1,814 525 28.9 525 100 12 12 10010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 1,591 1,085 68.2 1,085 100 22 22 100JUMLAH (KAB/KOTA) 17,011 9,940 58.4 9,940 100 255 255 100PERSENTASESumber: Subdin Yankes Dinkes Kab.BulukumbaJUMLAH KKMISKINPELAYANAN GAKINPELAYANAN BAYI GAKIN%
SPM 27PERSENTASE PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong> KERJA PADA PEKERJA FORMALKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong> KERJANO KECAMATAN PUSKESMASJUMLAH PEKERJAFORMALJUMLAH YANGDILAYANI%1 2 3 4 5 61. GANTARANG 1.PONRE 4,603 2,713 58.92.GATTARENG 793 586 73.92. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 80 37 46.34.BALIBO 246 159 64.63. UJUNG BULU 5.CAILE 12,229 8,270 67.64. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 2,413 975 40.47.MANYAMPA 306 201 65.75. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 2,765 1,641 59.36. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 4,225 2,531 59.910.BATANG 1,583 931 58.87. HERLANG 11.HERLANG 2,027 1,211 59.712.KARASSING 233 138 59.28. KAJANG 13.KAJANG 2,170 1,322 60.914.LEMBANNA 1,073 621 57.99. BULUKUMPA 15.TANETE 1,814 1,082 59.610 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 4,220 2,571 60.9JUMLAH (KAB/KOTA)40,780 24,989 61.3Sumber : Subdin Penyehatan Lingkungan Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 28CAKUPAN PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong> PRA USILA <strong>DAN</strong> USILAKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NOKECAMATANPUSKESMASJUMLAH DILAYANIKES% JUMLAH DILAYANIKES% JUMLAH DILAYANIKES1 2 3 4 5 6 4 5 6 4 5 61. GANTARANG 1.PONRE 389 54 13.9 192 66 34.4 581 120 20.72.GATTARENG 83 62 74.7 199 64 32.2 282 126 44.72. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 672 0 0.0 420 0 0.0 1,092 0 0.04.BALIBO 545 46 8.4 458 47 10.3 1,003 93 9.33. UJUNG BULU 5.CAILE 471 16 3.4 387 41 10.6 858 57 6.64. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 220 54 24.5 210 66 31.4 430 120 27.97.MANYAMPA 515 11 2.1 434 13 3.0 949 24 2.55. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 1119 400 35.7 768 368 47.9 1,887 768 40.76. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 279 20 7.2 389 29 7.5 668 49 7.310.BATANG 378 37 9.8 322 33 10.2 700 70 10.07. HERLANG 11.HERLANG 345 17 4.9 340 19 5.6 685 36 5.312.KARASSING 276 180 65.2 369 160 43.4 645 340 52.78. KAJANG 13.KAJANG 934 67 7.2 510 41 8.0 1,444 108 7.514.LEMBANNA 69 29 42.0 254 62 24.4 323 91 28.29. BULUKUMPA 15.TANETE 322 71 22.0 366 69 18.9 688 140 20.310 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 224 19 8.5 225 29 12.9 449 48 10.7JUMLAH (KAB/KOTA) 6841 1083 15.8 5843 1107 18.9 12,684 2,190 17.3Sumber: Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.BulukumbaPRA USILA (45-59 TH)USILA (60TH+)PRA USILA <strong>DAN</strong> USILA%
SPM 29NO KECAMATAN PUSKESMASCAKUPAN WANITA USIA SUBUR MENDAPAT KAPSUL YODIUMKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007WUS DI DESA/KEL ENDEMIS SE<strong>DAN</strong>G & BERATJUMLAH YANG% YANG DIBERIJUMLAH WUS DIBERI KAPSULKAPSUL YODIUMYODIUM1 2 3 4 5 6 71. GANTARANG 1.PONRE 7 9,716 1226 12.62.GATTARENG 7 5,317 1051 19.82. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 5 3,302 693 21.04.BALIBO 4 3,192 702 22.03. UJUNG BULU 5.CAILE 5 9,191 183 2.04. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 2 5,572 171 3.17.MANYAMPA 1 2497 97 3.95. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 0 5032 102 2.06. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 0 2932 109 3.710.BATANG 0 2487 93 3.77. HERLANG 11.HERLANG 0 3535 123 3.512.KARASSING 0 1717 87 5.18. KAJANG 13.KAJANG 0 4405 92 2.114.LEMBANNA 0 5581 106 1.99. BULUKUMPA 15.TANETE 0 12157 183 1.510 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 0 7603 107 1.4JUMLAH (KAB/KOTA) 31 84,236 5,125 6.1Sumber: Subdin Kesga & Promkes Dinkes Kab.BulukumbaJUMLAHDESA/KELENDEMIS
SPM 30NOUNIT TRANSFUSI DARAHPERSENTASE DONOR DARAH DI SKRINING TERHADAP HIV-AIDSKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007JUMLAHPENDONORJML SAMPLEDARAHDIPERIKSADONOR DARAHJML POSTIFHIV/AIDS% POSITIF HIV-AIDS1 2 6 7 8 91. UTDC Bulukumba 1610 1610 3 0.19JUMLAH 1610 1610 3 0.19Sumber: UTDC Kab.Bulukumba
SPM 31PERSENTASE PENDERITA MALARIA DIOBATIKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO KECAMATAN PUSKESMASMALARIAKLINIS POSITIF % POSTIF DIOBATI % DIOBATI1 2 3 4 5 6 71. GANTARANG 1.PONRE 1228 449 36.6 449 1002.GATTARENG 24 0 0.0 0 02. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 0 0 0.0 0 04.BALIBO 12 0 0.0 0 03. UJUNG BULU 5.CAILE 295 275 93.2 275 1004. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 186 60 32.3 60 1007.MANYAMPA 63 0 0.0 0 05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 130 7 5.4 7 1006. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 94 0 0.0 0 010.BATANG 23 0 0.0 0 07. HERLANG 11.HERLANG 21 0 0.0 0 012.KARASSING 0 0 0.0 0 08. KAJANG 13.KAJANG 0 0 0.0 0 014.LEMBANNA 0 0 0.0 0 09. BULUKUMPA 15.TANETE 130 1 0.8 1 10010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 44 11 25.0 11 100JUMLAH (KAB/KOTA) 2250 803 35.7 803 100Sumber: Subdin P2M Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 32NOKECAMATANPERSENTASE PENDERITA KUSTA SELESAI BEROBATKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007KUSTAPENDERITA RFT % RFT1 2 3 4 5 61. GANTARANG 1.PONRE 12 8 66.72.GATTARENG 3 2 66.72. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 3 0 0.04.BALIBO 3 3 100.03. UJUNG BULU 5.CAILE 16 9 56.34. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 8 4 50.07.MANYAMPA 4 0 0.05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 9 6 66.76. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 4 3 75.010.BATANG 6 0 0.07. HERLANG 11.HERLANG 5 2 40.012.KARASSING 3 3 0.08. KAJANG 13.KAJANG 9 5 55.614.LEMBANNA 15 10 66.79. BULUKUMPA 15.TANETE 13 5 0.010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 10 6 60.0JUMLAH (KAB/KOTA) 123 66 53.7Sumber: Subdin P2M Dinkes Kab.BulukumbaPUSKESMAS
SPM 33NOKECAMATANKASUS PENYAKIT FILARIA DITANGANIKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007PENDERITA PENY FILARIAJUMLAH DITANGANI % DITANGANI1 2 3 4 51. GANTARANG 1.PONRE 0 0 02.GATTARENG 0 0 02. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 0 0 04.BALIBO 0 0 03. UJUNG BULU 5.CAILE 0 0 04. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 0 0 07.MANYAMPA 0 0 05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 0 0 06. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 0 0 010.BATANG 0 0 07. HERLANG 11.HERLANG 0 0 012.KARASSING 0 0 08. KAJANG 13.KAJANG 0 0 014.LEMBANNA 0 0 09. BULUKUMPA 15.TANETE 0 0 010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 0 0 0JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0Sumber: Subdin P2M Dinkes Kab.BulukumbaPUSKESMAS
SPM 34INDIKATOR PELAYANAN RUMAH SAKITKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO NAMA RUMAH SAKIT [a] JUMLAHTEMPAT TIDURBOR LOS TOI GDR NDR1 2 3 4 5 6 7 81. RSU BULUKUMBA 117 70.06% 4.39 hari 2.46 hari 0.12% 0.31%Sumber: RSUD BulukumbaKeterangan: [a] termasuk rumah sakit swasta
SPM 35PERSENTASE CAKUPAN IMUNISASI BAYIMENURUT KECAMATANKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007NO KECAMATAN PUSKESMASIMUNISASIDOJUMLAHBCG DPT1 - HB DPT3 - HB POLIO 4 CAMPAK HEPATITIS B3 (%)BAYIJUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH % JUMLAH %1 2 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 171. GANTARANG 1.PONRE 890 903 101.5 760 85.4 804 90.3 893 100.3 930 104.5 804 90.34 -0.052.GATTARENG 486 362 74.5 382 78.6 396 81.5 449 92.4 670 137.9 396 81.48 -0.032. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 288 86 29.9 106 36.8 135 46.9 189 65.6 141 49.0 135 46.88 -0.204.BALIBO 317 246 77.6 262 82.6 246 77.6 388 122.4 235 74.1 246 77.6 0.063. UJUNG BULU 5.CAILE 849 1,142 134.5 1689 198.9 1440 169.6 1283 151.1 980 115.4 1440 169.6 0.144. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 557 409 73.4 461 82.8 422 75.8 424 76.1 548 98.4 422 75.76 0.087.MANYAMPA 243 209 86.0 155 63.8 151 62.1 264 108.6 253 104.1 151 62.14 0.025. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 489 460 94.1 484 99.0 448 91.6 489 100.0 477 97.5 448 91.62 0.076. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 311 283 91.0 240 77.2 212 68.2 239 76.8 217 69.8 212 68.17 0.1010.BATANG 261 256 98.1 247 94.6 236 90.4 254 97.3 257 98.5 236 90.42 0.047. HERLANG 11.HERLANG 376 462 122.9 480 127.7 411 109.3 413 109.8 382 101.6 411 109.3 0.1412.KARASSING 182 169 92.9 156 85.7 150 82.4 191 104.9 179 98.4 150 82.42 0.038. KAJANG 13.KAJANG 380 363 95.5 307 80.8 312 82.1 338 88.9 387 101.8 312 82.11 -0.0114.LEMBANNA 547 515 94.1 491 89.8 490 89.6 479 87.6 475 86.8 490 89.58 0.009. BULUKUMPA 15.TANETE 987 630 63.8 914 92.6 886 89.8 795 80.5 899 91.1 886 89.77 0.0210 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 814 658 80.8 669 82.2 587 72.1 692 85.0 647 79.5 587 72.11 0.12JUMLAH (KAB/KOTA) 7,977 7,153 89.7 7,803 97.8 7,326 91.8 7,780 97.5 7,677 96.2 7,326 91.84 0.06% BAYI DIIMUNISASI LENGKAPSumber: Subdin P2M Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 36NOJUMLAH KASUS <strong>DAN</strong> ANGKA KESAKITAN PENYAKIT MENULAR YANG DAPAT DICEGAH DENGAN IMUNISASI (PD3I)KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007KECAMATANPUSKESMASJUMLAH KASUS PD3IDIFTERI PERTUSIS TETANUS T.NEONA CAMPAK POLIO (AFP) HEPATITIS BTORUM1 2 3 4 5 6 7 8 9 101. GANTARANG 1.PONRE 0 0 0 0 9 1 02.GATTARENG 0 0 0 0 1 0 02. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 0 0 0 0 5 0 04.BALIBO 0 0 0 0 0 0 03. UJUNG BULU 5.CAILE 0 0 0 0 2 1 04. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 0 0 0 0 4 0 07.MANYAMPA 0 0 0 0 2 0 05. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 0 0 0 0 0 1 06. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 0 0 0 0 8 0 010.BATANG 0 0 0 0 0 0 07. HERLANG 11.HERLANG 0 0 0 0 0 0 012.KARASSING 0 0 0 1 0 0 08. KAJANG 13.KAJANG 0 0 0 0 0 0 014.LEMBANNA 0 0 0 0 0 0 09. BULUKUMPA 15.TANETE 0 0 0 1 0 0 010 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 0 0 0 0 0 1 0JUMLAH (KAB/KOTA) 0 0 0 2 31 4 0ANGKA KESAKITANSumber: Subdin P2M Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 37KELUARGA DENGAN KEPEMILIKAN SARANA SANITASI DASAR MENURUT KECAMATANKABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007PERSEDIAAN AIRBERSIHJAMBANTEMPAT SAMPAHPENGELOLAAN AIRLIMBAHNOKECAMATANPUSKESMASJUMLAHKKJUMLAH KKDIPERIKSAJUMLAH KKMEMILIKI% KKMEMILIKIJUMLAH KKDIPERIKSAJUMLAH KKMEMILIKI% KKMEMILIKIJUMLAH KKDIPERIKSAJUMLAH KKMEMILIKI% KKMEMILIKIJUMLAH KKDIPERIKSAJUMLAH KKMEMILIKI% KKMEMILIKI1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 161. GANTARANG 1.PONRE 10,379 6,248 6,595 63.5 7,563 7,563 72.9 - - - - - -2.GATTARENG 5,641 3,108 3,098 54.9 3,261 3,261 57.8 - - - - - -2. KIN<strong>DAN</strong>G 3.BORONG RAPPOA 3,277 1,884 1,988 60.7 1,405 1,405 42.9 - - - - - -4.BALIBO 3,846 2,215 2,142 55.7 1,479 1,479 38.5 - - - - - -3. UJUNG BULU 5.CAILE 10,319 7,319 7,800 75.6 7,356 7,899 76.5 993 1,990 19.3 - - -4. UJUNG LOE 6.UJUNG LOE 6,101 3,545 3,484 57.1 4,219 4,219 69.2 - - - - - -7.MANYAMPA 2,366 1,463 1,563 66.1 1,541 1,541 65.1 - - - - - -5. BONTO BAHARI 8.BONTO BAHARI 5,258 3,970 4,402 83.7 3,409 3,409 64.8 - - - - - -6. BONTO TIRO 9.BONTO TIRO 3,680 2,237 2,258 61.4 2,119 2,119 57.6 - - - - - -10.BATANG 2,743 1,391 1,349 49.2 2,307 2,307 84.1 - - - - - -7. HERLANG 11.HERLANG 4,182 2,196 2,248 53.8 2,135 2,135 51.1 - - - - - -12.KARASSING 1,921 976 1,127 58.7 965 965 50.2 - - - - - -8. KAJANG 13.KAJANG 4,959 2,762 3,012 60.7 2,412 2,412 48.6 - - - - - -14.LEMBANNA 6,826 2,632 2,520 36.9 3,895 3,895 57.1 - - - - - -9. BULUKUMPA 15.TANETE 12,222 9,273 9,820 80.3 8,318 8,318 68.1 - - - - - -10 RILAU ALE 16.BONTO BANGUN 8,355 6,366 6,485 77.6 6,066 6,066 72.6 - - - - - -JUMLAH (KAB/KOTA) 92,075 57,585 59,891 65.0 58,450 58,993 64.1 993 1,990 2.2 0.0 0.0 -Sumber : Subdin Penyehatan Lingkungan Dinkes Kab.Bulukumba
SPM 38NOFASILITAS <strong>KESEHATAN</strong>JUMLAH SARANA PELAYANAN <strong>KESEHATAN</strong>KABUPATEN BULUKUMBATAHUN 2007PEMILIKAN/PENGELOLAPEM.PUSAT PEM.PROP PEM.KAB/KOTA TNI/POLRI BUMN SWASTA JUMLAH1 2 3 4 5 6 7 8 91 RUMAH SAKIT UMUM 0 0 1 0 0 0 12 RUMAH SAKIT JIWA 0 0 0 0 0 0 03 RUMAH SAKIT BERSALIN 0 0 0 0 0 1 14 RUMAH SAKIT KHUSUS LAINNYA 0 0 0 0 0 0 05 PUSKESMAS 0 0 16 0 0 0 166 PUSKESMAS PEMBANTU 0 0 62 0 0 0 627 PUSKESMAS KELILING 0 0 18 0 0 0 188 POSYANDU 4759 POLINDES 51 5110 RUMAH BERSALIN 0 0 2 0 0 0 211 BALAI PENGOBATAN/KLINIK 0 0 1 1 0 2 412 APOTIK 0 0 1 0 0 3 413 TOKO OBAT 0 0 0 0 0 23 2314GFK 0 0 1 0 0 0 115 INDUSTRI OBAT TRADISIONIL 0 0 0 0 0 0 016 INDUSTRI KECIL OBAT TRADISIONIL 0 0 0 0 0 0 017 PRAKTEK DOKTER BERSAMA 0 0 0 0 0 0 018 PRAKTEK DOKTER PERORANGAN 0 0 0 0 0 24 24Sumber : Subdin Yankes Dinkes Kab.Bulukumba