01.05.2014 Views

Untitled - Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Untitled - Departemen Kesehatan Republik Indonesia

Untitled - Departemen Kesehatan Republik Indonesia

SHOW MORE
SHOW LESS
  • No tags were found...

Transform your PDFs into Flipbooks and boost your revenue!

Leverage SEO-optimized Flipbooks, powerful backlinks, and multimedia content to professionally showcase your products and significantly increase your reach.

Angka kesakitan penyakit TB Paru yang terbaru belum diketahui secara pasti,karena belum pernah dilakukan penelitian yang berskala nasional. Dari hasil surveiprevalensi di 15 provinsi yang dilaksanakan pada tahun 1979-1982 diperoleh gambaranangka kesakitan antara 200 - 400 penderita per 100.000 penduduk.Menurut Surkesnas 2001, TB Paru termasuk urutan ke-3 penyebab kematian secaraumum. Sedangkan menurut laporan RS, selama tahun 2002 dan 2003 penyakit TB Parutermasuk 10 besar penyakit dari penderita yang dirawat di RS sekaligus merupakan 10besar penyebab kematian pasien rawat inap di rumah sakit.WHO memperkirakan pada saat ini, <strong>Indonesia</strong> merupakan negara penyumbangkasus TB terbesar ke-3 di dunia, yang setiap tahunnya diperkirakan terdapat penderita baruTB menular sebanyak 262.000 orang (44,9% dari 583.000 penderita baru TB) dan 140.000orang diperkirakan meninggal karena penyakit TBC. Angka tersebut diyakini sangatmemungkinkan, apalagi bila dikaitkan dengan kondisi lingkungan perumahan, sosialekonomi masyarakat, serta kecenderungan peningkatan penderita HIV/AIDS di <strong>Indonesia</strong>saat ini.Pelaksanaan penanggulangan penyakit TB Paru sampai tahun 2003 telah dapatmenurunkan prevalensi dari 130 per 100.000 penduduk pada tahun 2001 menjadi 122 per100.000 penduduk pada tahun 2002 dan 115 per 100.000 penduduk pada tahun 2003.Selain menyerang paru, Tuberculosis dapat menyerang organ lain (extra pulmonaryTB). Jumlah kasus TB yang terdeteksi pada tahun 2003 sebanyak 100.210 kasus denganBTA(+), 3.928 kasus kambuh, 68.848 kasus BTA(-), dan 3.775 kasus ekstra pulmoner.Angka kesembuhan untuk kasus baru BTA(+) mencapai 86%, sedangkan target angkakesembuhan TB Paru BTA(+) yang ingin dicapai sebesar 85%.Di Sulawesi Selatan, menurut laporan Subdin P2&PL Dinkes Prov. Sulsel, sampaidengan triwulan IV tahun 2004, Case Detection Rate (CDR) sebesar 69,5% (target 60%),12010080604020-GAMBAR. III.B.6PERSENTASE KESEMBUHAN TB PARU PER KAB./ KOTADI SULAWESI SELATAN TAHUN 2009Conversion rate 93% (target60%), jumlah suspek sebanyak60.196 orang, kasus barusebanyak 1.868 orang, yangkambuh 48 kasus dan penderitayang diobati sebanyak 8.722orang. Bila dibandingkan dengantahun 2003 pada periode yangsama terjadi peningkatan baikjumlah suspek, kasus baru,kambuh dan penderita yangdiobati. Keadaan tersebutdisebabkan karena adanyakegiatan sosialisasi, peran sertalintas program dan lintas sektordalam pemberantasan penyakit ini.Menurut laporan yang diterima melalui Profil <strong>Kesehatan</strong> Kab./Kota Tahun 2005tercatat BTA positif sebanyak 24.852 dan kab./kota yang terbanyak penderitanya adalahKota Makassar, untuk tahun 2006 tercatat BTA Positif sebanyak 6.902 penderita danpenderita terbanyak di Kota Makassar. Pada tahun 2007 tercatat BTA positif sebanyak6.659 dan kab./kota yang tertinggi di Kota Makassar sebanyak 1.122, terendah di Kab.30

Hooray! Your file is uploaded and ready to be published.

Saved successfully!

Ooh no, something went wrong!