Menjaring Teri, Melepas Kakap - KontraS

kontras.org

Menjaring Teri, Melepas Kakap - KontraS

Bagian IIIMENJARING TERI, MELEPAS KAKAPA. PengantarPeran utama Jaksa Agung adalah menyidik dan menuntutpelaku pelanggaran HAM-berat. Jaksa Agung mewakili kepentinganmasyarakat luas, khususnya para korban pelanggaran HAM-beratTanjung Priok yang menuntut negara bertanggungjawab mengadilipelaku dan memberikan reparasi bagi korbannya. Namun demikian,kinerja sebagian besar penuntut umum tidaklah memuaskan. Hal initelah terlihat sejak awal ketika Jaksa Agung memilih menuntuttersangka militer pada tingkat bawah, dan melepaskan nama-namayang merupakan perwira senior militer.Selanjutnya, banyak kewenangan yang dimiliki Jaksa Agungtidak digunakan, di antaranya ialah kewenangan menangkap danmenahan para tersangka. Rumusan dakwaannya pun masih ada yanghanya menggunakan logika pembuktian kriminal, yang jauh panggangdari standar HAM internasional, sehingga pembuktian di dalampersidangan tampak lemah. Para saksi yang dihadirkan ke persidanganlebih banyak mendukung terdakwa agar tidak dihukum atas perkarayang didakwakan. Parahnya, banyak saksi korban mencabutketerangan mereka karena telah melakukan atau “menyepakati islah”dengan terdakwa, sementara para saksi korban yang tetap mengajukantuntutan justru mengalami teror dan intimidasi.Individu yang dituntut pidana oleh Jaksa Agung, khususnya padamasa M.A. Rachman, hanya 14 tersangka. Kesemuanya merupakanpersonel TNI dengan jabatan tertinggi komandan Kodim 0502/Jakarta Utara dan Pomdam V Jaya pada saat peristiwa terjadi. Banyakwaktu terbuang sia-sia selama hampir tiga tahun akibat tenggat waktu69


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)yang cukup lama antara penyerahan hasil penyelidikan KomisiNasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) kepada Jaksa Agung.Komnas HAM menyerahkan hasil penyelidikan pada 14Oktober 2000. 29 Sementara penyidikan baru dinyatakan selesai pada21 Agustus 2003. Pemeriksaan terhadap saksi dan korban dilakukansejak 24 Januari 2001 hingga 19 Februari 2001. Penyidikan diKejaksaan Agung mengalami perpanjangan waktu (hingga penyidikantahap II) dan akhirnya menyatakan 12 tersangka dalam pada Juli2003. 30 Jaksa Agung telah berkali-kali menyatakan kepada DPR bahwadirinya siap melimpahkan berkas kasus Priok ke pengadilan. Dalamrapat kerja dengan Komisi III DPR RI pada 6 Desember 2001, JaksaAgung M.A. Rachman menyatakan penyidikan perkara pelanggaranHAM-berat Tanjungpriok sudah selesai dan siap dilimpahkan kepengadilan. Dalam rapat kerja berikutnya, yakni dengan Komisi IIDPR, pada 15 Juli 2002, Jaksa Agung menyatakan telah menetapkan14 nama tersangka dalam kasus pelanggaran HAM-berat Priok dandibagi dalam empat berkas perkara. 31 Namun, baru pada 21 Agustus2003 berkas kasus Priok benar-benar dilimpahkan ke pengadilan.Satu bulan kemudian, sidang Pengadilan Ad Hoc HAM untukperkara pelanggaran HAM-berat Tanjungpriok 1984 digelar.29Hasil KPP HAM Priok Diserahkan ke Kejaksaan, Kompas, edisi 14 Oktober 2000. Inimerupakan penyerahan tahap kedua setelah berkas yang diserahkan tahap pertamatiga bulan lalu dikembalikan lagi ke KPP HAM karena belum lengkap. Kejaksaan Agungmengembalikan berkas tersebut disertai petunjuk untuk melengkapi penyelidikan.30Hari ini, Berkas Tanjung Priok dilimpahkan ke Pengadilan, Tempo, edisi 21 Agustus2003. Ketua Satgas HAM Kejaksaan Agung, BR Pangaribuan, kemarin menyatakan,berkas itu atas nama Kapten Inf. Soetrisno Mascung beserta sepuluh anak buahnya.Pangaribuan mengatakan jaksa agung telah membentuk tim penuntut ad hoc untukmengadili perkara ini yang terdiri dari tiga jaksa dan satu oditur militer. Mengenai tigaberkas tersangka lain dalam kasus Priok, yaitu Mayjen Pranowo, Mayjen (Purn) RudolfButar-Butar dan Mayjen Sriyanto Muntasram, kata Pangaribuan, Kejaksaan akanberupaya melimpahkan berkasnya bulan depan. Ketiga berkas itu telah masuk ke timpenuntut sejak Jumat (15/8) lalu31AM Fatwa, Catatan dari Senayan, Memori Akhir Tugas di Legislative 1999-2004.(Jakarta: Intras 2004)., h 10370


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Pendakwaan terhadap terdakwa dibacakan pada setiap sidang pertama.Berkas perkara pertama digelar pada 15 September 2003 denganterdakwa Sutrisno Mascung bersama 10 anak buahnya. Berkas perkarakedua dengan terdakwa mantan Komandan Pomdam Jaya, Pranowo,digelar pada 23 September 2003. Berkas perkara ketiga denganterdakwa R.A. Butar-Butar digelar pada 30 September 2003. Danpada 23 Oktober 2003 adalah berkas perkara keempat denganterdakwa Kapten Inf. Sriyanto yang saat diadili tengah menjabatsebagai Komandan Jenderal (Danjen) Kopassus, lalu menjabat sebagaiPangdam III Siliwangi hingga 9 Agustus 2006. Sriyanto juga menjabatsebagai gubernur Akademi Militer.B. Hilangnya Nama-nama di laporan Komnas HAMProses hukum atas kasus Priok berawal dari penangananKomnas HAM pada tahun 1998 dengan membentuk tim khusus 32 .Pada bulan Maret 1999 Komnas HAM menyatakan, telah terjadipenembakan dengan peluru tajam yang dilakukan aparat keamanankepada masyarakat yang berunjuk rasa dan mengakibatkan ada korbantewas, hilang, luka dan cacat. Untuk itu Komnas HAMmerekomendasikan agar; 1) Pemerintah menjelaskan kepadamasyarakat secara terbuka mengenai peristiwa Tanjung Priok; 2)Pemerintah membantu para korban peristiwa Tanjung Priok dengancara memberikan santunan dan bantuan yang menjadi sumber hidupkorban, serta; 3) Pelaku dan penanggungjawab pelanggaran HAMdiselesaikan tuntas melalui jalur hukum. 33Pada tahun 2000, setelah didesak oleh korban dan masyarakat,Komnas membentuk Komisi Penyelidik dan Pemeriksaan32Pengadilan ad hoc HAM Tanjung Priok lahir dari perjalanan panjang upaya menuntutpertanggung jawaban hukum negara atas kasus Tanjung Priok. Reformasi 1998 adalahmomentum penting yang mendorong korban untuk mulai mempertanyakan keadilan,menuntut pertanggungjawaban hukum atas kejahatan serta perlakuan diskriminatif yangdialami sebelum, saat maupun setelah terjadinya peristiwa Tanjung Priok.33Pernyataan Komnas HAM tentang Peristiwa Tanjung Priok 1984, 9 Maret 199971


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Pelanggaran HAM Tanjung Priok (KP3T). KP3T bertugas melakukanpenyelidikan dan pemeriksaan terhadap pelanggaran HAM berat yangterjadi di Tanjung Priok pada bulan Agustus hingga September 1984.KP3T menyelesaikan tugasnya pada Juni 2000 dan menyerahkan hasilpenyelidikan kepada Kejaksaan Agung untuk ditindaklanjuti. Akantetapi, Kejaksaan Agung mengembalikan hasil penyelidikan danmeminta Komnas HAM untuk melengkapi laporan KP3T dalamrangka penyelidikan dan penyidikan pro justicia. Selanjutnya, KomnasHAM membentuk Tim Tindak Lanjut guna meneruskan rekomendasiKP3T untuk melengkapi jumlah korban melalui penggalian kuburandan pemeriksaan dokumen RSPAD serta melengkapi kesaksian danbukti jatuhnya korban keluarga Tan Keu Liem.Pada Oktober 2000, laporan KP3T menyimpulkan, telahterjadi pelanggaran HAM berat terutama tetapi tidak terbatas padapembunuhan kilat, penangkapan dan penahanan sewenang-wenang,penyiksaan dan penghilangan orang secara paksa. Seluruh rangkaiantindakan tersebut merupakan tanggung jawab pelaku di lapangan,penanggung jawab komando operasional dan pemegang komando. 34Dalam laporannya, KP3T menyatakan bahwa latar belakangkejadian yang muncul sebelum peristiwa 12 September 1984 ialahadanya kebijakan politik nasional dengan dikeluarkanya Tap MPRNo. IV Tahun 1978 tentang Pedoman Penghayatan dan PengamalanPancasila (P4). Kebijakan ini kemudian mendapat tanggapan darisebagian umat Islam yang melihatnya sebagai gejala untukmengecilkan Islam dan mengagamakan Pancasila sebagai satu-satunyaasas dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa dan bernegara.Kondisi ini selanjutnya memperuncing perbedaan antara sebagianumat Islam dengan aparat yang akan “menegakkan” ideologi negaradan kebijakan politik nasional.34Ringkasan Eksekutif Laporan Tindak Lanjut Hasil Penyelidikan dan PemeriksaanPelanggaran HAM di Tanjung Priok, 13 Oktober 2003.72


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)KP3T, dalam hasil penyelidikannya, merekomendasikan 23nama yang seharusnya menjadi terdakwa. Dari 23 nama yangdirekomendasikan Komnas HAM untuk disidik lebih lanjutketerlibatannya, hanya 14 nama tersangka yang diajukan ke pengadilan.Nama-nama ini rata-rata merupakan personel tingkat rendah padasaat peristiwa terjadi. Jaksa sengaja mengabaikan fakta keterlibatanpetinggi keamanan dan pengambil keputusan tertinggi. Penanggungjawab hanya dibebankan komandan kodim.Untuk tingkat lapangan, dari Satuan Arhanud 06 TanjungPriok, Komnas HAM merekomendasikan Serda Sutrisno Mascung,dan anak buahnya yang terdiri dari Prajurit Satu Yajit, Prajurit DuaSiswoyo, Prajurit Dua Asrori, Prajurit Dua Kartijo, Prajurit DuaZulfata, Prajurit Dua Muhson, Prajurit Dua Abdul Halim, PrajuritDua Sofyan Hadi, Prajurit Dua Parnu, Prajurit Dua Winarko, PrajuritDua Idrus, Prajurit Dua Sumitro, Prajurit Dua Prayogi. Selanjutnya,dari Jajaran Kodim 0502/Jakarta Utara, Komnas HAMmerekomendasikan Letkol. R.A. Butar-Butar selaku komandan kodimdan Kapten Sriyanto selaku Kasi II Ops. Kodim 0502/Jakarta Utara.Kemudian dari Jajaran Kodam V Jaya, Komnas HAMmerekomendasikan nama Mayjen TNI Try Sutrisno, Pangdam V Jaya.Try Sutrisno diindikasikan mengetahui, membiarkan, danmemerintahkan penguburan —secara diam-diam— para korbantewas, serta penangkapan-penangkapan terhadap aktivis masjidlainnya. Selain itu, korban luka dan tewas dikumpulkan di RumahSakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Soebroto Jakarta jugadilakukan atas perintah Pangdam V Jaya, Try Sutrisno.Dalam keterangan resminya kepada pers, Laksus dan KejaksaanAgung mengemukakan bahwa jumlah korban yang ditangkap terkaitperistiwa Priok sebanyak 200 orang. 35 Keberadaan laksus itu35Lihat Merdeka, 170 Tersangka Kasus Priok Akan Diadili, 21 November 1984.73


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)menggambarkan bagaimana organisasi negara terlibat secara langsungpada proses penanganan pasca peristiwa Priok.Komnas HAM juga merekomendasikan Kol. CPM Pranowo,Kapomdam V Jaya, sebagai pihak yang bertanggungjawab ataspenangkapan dan penyiksaan korban yang mengalami luka-luka diKodim Jakarta Pusat selanjutnya diserahkan ke RTM Guntur PomdamV Jaya dan RTM Cimanggis. Selain itu, ada nama-nama Kapten AuhaKusin, BA, Rohisdam V Jaya, Kapten Mattaoni, BA, Rohisdam VJaya. Penguburan terhadap korban yang meninggal juga dilakukanoleh aparat Bintal Kodam Jaya. Selain itu, dari jajaran Mabes TNIAD, Komnas HAM merekomendasikan pemeriksaan lebih lanjut atasBrigjen TNI dr. Soemardi, yang ketika itu menjabat sebagai kepalaRSPAD Gatot Soebroto serta Mayor TNI Darminto, yang ketika itumenjabat sebagai Bagpam RSPAD Gatot Subroto. Keduanyadirekomendasikan sebagai pihak yang bertanggungjawab ataspengumpulan dan perawatan korban yang mengalami luka-luka.Komnas HAM merekomendasikan Panglima ABRI/Pangkopkamtib Jenderal TNI LB Moerdani, sebagai pihak yangdianggap paling bertanggungjawab. Mereka tidak bisa dilepaskan daritanggungjawab karena Pangab beserta Menteri Penerangan danPangdam adalah pejabat negara yang menjustifikasi peristiwa tersebutkepada publik termasuk dalam dengar pendapat dengan pihak DPRRI. Selain itu, penangkapan terhadap mereka yang diduga terlibatperistiwa Priok atau para aktivis masjid yang kerap melakukan kritikterhadap kebijakan pemerintah juga dilakukan di daerah-daerah lainseperti Garut, Taksimalaya, dan Ujung Pandang (kini Makassar) jugadilakukan atas instruksi dari Pangab ABRI saat itu.C. Lemahnya Dakwaan JaksaDakwaan merupakan dasar yang paling penting dalammerumuskan tindak pelanggaran HAM-berat yang dilakukan olehterdakwa sekaligus menuntut pertanggungjawaban secara pidana.74


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Pembuktian di pengadilan bertumpu pada dakwaan jaksa. MajelisHakim Ad Hoc memutus dan memeriksa hal yang didakwakan. Adakelemahan mendasar pada seluruh dakwaan yang diajukan oleh JPUyang mencakup empat berkas perkara kesemuanya.C.1. Contoh kasus dakwaan atas Sutrisno Mascung cs. 36Latar belakang peristiwaBahwa antara bulan Juli-Agustus 1984 atau pada hari-hari sebelum awal bulanSeptember 1984, kondisi politik di wilayah hukum Kodim 0502 Jakarta Utaracukup panas, khususnya di bidang sosial, budaya dan agama, karena dipicuoleh penceramah-penceramah yang menghasut para jemaahnya dan memanaskansituasi yang cenderung melawan kebijakan pemerintah dalam bentuk ceramahekstrim di masjid-masjid yang isinya menghujat pemerintah atau aparat sepertikodim dan polisi, dengan menggunakan sarana agama sehingga membentukopini untuk melawan kebijakan pemerintah saat itu.Bahwa kebijakan pemerintah yang ditentang kelompok jemaah pengajian disekitar Kelurahan Koja adalah menentang azas tunggal Pancasila, menentangadanya larangan penggunaan jilbab bagi pelajar putri dan menentang programkeluarga berencana. Penceramah antara lain Abdul Kadir Jaelani, SyarifinMaloko SH, M.Nasir, Drs.Yayan Hendrayana, Salim Kadar, dan Drs.A.Ratono.7 September 1984Bahwa pada hari Jumat sekitar pukul 16.00 WIB Sersan Satu Hermanuseorang Babinsa Kelurahan Koja Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara yangsedang berpatroli di wilayahnya mendapat laporan dari masyarakat bahwa diMushola As-Sa’adah ada beberapa pamflet yang ditempel pada mushala danpagar mushala yang isinya menghasut masyarakat dan menghina pemerintahatau aparat kodim dan polisi. Kemudian Sersan Satu Hermanu menjumpai36No. Perkara 01/HAM/TJ.PRIOK/08/200375


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)pengurus mushala dan meminta agar pamflet-pamflet tersebut dapat dibukaatau dilepas.8 September 1984Bahwa sekitar pukul 13.00 WIB Sersan Satu Hermanu datang lagi ke MusholaAs-Sa’adah untuk mengecek ternyata pamflet-pamflet tersebut belum dibukaatau dilepas sehingga Sersan Satu Hermanu sendiri yang melepas pamflet-pamflettersebut, kemudian timbul isu di daerah tersebut bahwa Sersan Satu Hermanumasuk ke Mushala As-Sa’adah tanpa membuka sepatu dan melepas pamfletpamfletdangan air got yang berakibat memanasnya situasi di daerah tersebutdan membentuk opini yang membenci aparat pemerintah khususnya babinsa.Berdasarkan isu tersebut maka beberapa orang remaja dan jemaah MushalaAs-Sa’adah meminta kepada pengurus mushala As-Sa’adah agar Sersan SatuHermanu datang ke Mushala As-Sa’adah untuk meminta maaf.Bahwa terhadap tuntutan para remaja dan jemaah Mushala As-Sa’adah, yaituHaris Ali Yusar, Suparlan, Abdul Ghofur, Rosipin, Saleh, dan Jojon, saksiAhmad Sahi memberikan pengertian bahwa dia tidak bisa berbuat halsedemikian langsung kepada Sersan Satu Hermanu.Bahwa namun demikian, saksi Ahmad Sahi selaku pengurus Mushala As-Sa’adah meneruskan permintaan para remaja dan jemaah Mushala As-Sa’adahtersebut kepada ketua RW akan tetapi ketua RW menyarankan agar saksimembuat laporan secara tertulis kepada komandannya.Bahwa setelah melapor kepada ketua RW, saksi Ahmad Sahi kembali kemushalanya yang telah ditunggu oleh para remaja dan jemaah yang tetap menuntutSersan Satu Hermanu untuk meminta maaf walaupun telah disampaikantentang adanya saran dari ketua RW di atas, namun para remaja dan jemaahtetap bersikeras pada pendiriannya sehingga terjadi adu mulut antara para remajadan jemaah dengan saksi Ahmad Sahi.Bahwa di tengah ketegangan antara pengurus Mushala As-Sa’adah denganpara jemaah, salah seorang dari jemaah mengusulkan sebagai jalan tengah, yaitumelaporkan kejadian di mushala tersebut ke tokoh masyarakat Jakarta Utara,yaitu yang bernama Amir Biki sehingga pada tanggal 08 September 198476


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)malam saksi Ahmad Sahi melaporkan kejadian di mushala tersebut kepadaSaudara Amir Biki dan Saudara Amir Biki menilai bahwa laporan saksiAhmad Sahi sebagai perkara kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan danmenyarankan kepada saksi Ahmad Sahi agar dibuat laporan secara tertuliskepada komandan dari babinsa tersebut.9 September 1984Bahwa pada Minggu sore hari saksi Ahmad Sahi mengumpulkan para remajadan para jemaah Mushala As-Sa’adah untuk mengingatkan kepada merekaagar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan main hakim sendiridalam menyikapi perbuatan Sersan Satu Hermanu (babinsa) di mushalabeberapa hari yang lalu.10 September 1984Bahwa pada hari Senin sekitar pukul 10.00 WIB Sersan Satu Hermanudatang ke kantor RW 05 Kelurahan Koja Selatan dan memarkir sepedamotornya di ujung Gang 4. Pada saat Sersan Satu Hermanu berada di ruangankantor RW tersebut ternyata massa sudah banyak berdatangan dan ribut diruangan kantor RW dimaksud dan membakar sepeda motor Sersan SatuHermanu serta meminta agar Sersan Satu Hermanu menyerahkan diri kepadamereka atas massa tersebut. Akan tetapi Sersan Satu Hermanu dapatmeloloskan diri dari keroyokan massa.Bahwa setelah kejadian pembakaran sepeda motor milik Sersan Satu Hermanutersebut saksi Ahmad Sahi dibawa oleh Danramil Koja, Kapten Rein Kano(alm.), dan dimasukkan ke dalam sel tahanan Kodim dan di dalam sel tersebuttelah ada tiga tahanan, yaitu Sofwan Sulaeman, Syarifudin Ramli, dan M.Nur.Bahwa selama empat orang warga Koja Tanjung Priok, Jakarta Utara tersebutditahan di Kodim 0502 Jakarta Utara, Amir Biki (alm.) yang bertindaksebagai pemrakarsa dan penanggung jawab ceramah-ceramah atau pengajianumum atau tabligh akbar di luar Jakarta Utara telah menghadap dua kaliKolonel Sampurno (alm.), selaku Asintel Kodam V Jaya untuk meminta bantuanmengeluarkan keempat orang yang ditahan di Kodim 0502 Jakarta Utara,namun tidak berhasil.77


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Kemudian Amir Biki (alm.) berusaha menghadap Pangdam V Jaya MayjenTNI Try Sutrisno untuk mengusahakan penahanan luar terhadap empat orangyang ditahan di Kodim 0502 Jakarta Utara tersebut tetapi tidak berhasil.11 September 1984Bahwa Amir Biki pernah ditelepon oleh Kol. Sampurno selaku asintel KodamV Jaya yang meminta agar acara pengajian di Jalan Sindang Kelurahan KojaSelatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara supaya ditunda tetapi Amir Biki tidakmau mendengar nasihat itu.12 September 1984Bahwa pada hari Rabu sekitar pukul 19.30 WIB s/d pukul 20.00 WIBbertempat di Jalan Sindang, Kelurahan Koja Selatan, Tanjung Priok, JakartaUtara berlangsung pengajian umum atau tabligh akhbar dengan jumlah pesertalebih kurang 3.000 orang dengan pembicara antara lain Amir Biki (Alm.),Salim Kadar, Syarifin Maloko SH, M.Nasir, Drs Yayan Hendrayana, danDrs, A Ratono. Selanjutnya, pada pukul 22.00 WIB penceramah terakhirAmir Biki (alm.) mengatakan, “Bahwa kita menunggu sampai denganpukul 23.00, apabila ichwan kita yang ke-4 orang tersebut tidak diantarke tempat ini maka Tanjung Priok akan banjir darah. Pernyataan AmirBiki tersebut didengar oleh para jemah pengajian antara lain pararemaja dan orang tua.”Bahwa pada hari Rabu pada pukul 22.00 WIB petugas piket Kodim menerimatelepon dari seseorang yang mengaku bernama Amir Biki, ia ingin bicara denganDandim Jakarta Utara, atau apabila tidak ada Dandim Jakarta Utara, inginbicara dengan Kapten Mutiran selaku Kasintel. Kemudian telepon tersebutditerima oleh saksi Kapten Sriyanto dan dijawab “ Kalau bapak berkenanakan saya sampaikan pesan bapak kepada Dandim atau kepada bapakMutiran” penelepon menjawab “Tolong sampaikan pesan saya kepadanya agarsegera dikeluarkan 4 orang kawan saya yang saat ini ditahan di Kodim atau diPolrest pada jam 23.00 WIB nanti untuk dihadapkan di mimbar Jalan Sindang.Apabila tidak maka Cina-cina Koja akan dibunuh dan pertokoannya akandibakar, lalu dijawab oleh Kapten Sriyanto, “Apakah tidak kita78


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)koordinasikan dahulu” lalu dipotong “Ah sudah tidak ada waktu lagi”,langsung telepon ditutup. Kemudian isi pesan tersebut oleh saksi Kapten Sriyantodilaporkan kepada Dandim 0502 Jakarta Utara yaitu saksi Letkol InfantriRA Butar-Butar melalui HT dan saksi Sriyanto langsung melakukankoordinasi dengan Kasi Ops Yon Arhanudse 06 yaitu Kapten Darmanto untukmenyampaikan perlunya kesiapan pasukan.Bahwa setelah saksi Kapten Sriyanto melakukan koordinasi makadiberangkatkanlah pasukan Arhanudse 06 dari markas komando BatalionArhanud06 Jalan Labua Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk di –BKOkanke Kodim 0502 Jakarta Utara sebanyak satu peleton yang terdiri dari 40orang, masing-masing dilengkapi dengan senjata jenis semi-otomatis SKS lengkapdengan bayonet dan 10 butir amunisi berupa peluru tajam. Pasukan dipimpinoleh saksi Letda Sinar Naposo Harahap dengan mengendarai truk Reo menujuMakodim 0502 Jakarta Utara. Setelah sampai di Makodim sekitar pukul22.30 WIB saksi Kapten Sriyanto memberikan pengarahan: “Malam ini adatabligh akbar yang diadakan massa di Jalan Sindang Kelurahan KojaSelatan yang diperkirakan akan menuntut pembebasan para tahanan.Dalam hal menghadapi massa yang brutal dan beringas agar dilakukandengan cara memberikan tembakan peringatan keatas sebanyak 3 kali,apabila masih beringas berikan tembakan ke bawah sebanyak 3 kali,dan bila masih brutal dan menyerang tembak kakinya untukmelumpuhkan.”B ahwa selanjutnya saksi Kapten Sriyanto membagi pasukan menjadi 3 regu.Regu 1 di bawah pimpinan Serda Nur Kayik bertugas siaga di Makodim 0502Jakarta Utara. Regu 2 di bawah pimpinan saksi Letda Sinar Naposo Harahapbertugas mengamankan Pertamina Plumpang. Regu 3 di bawah pimpinan saksiKapten Sriyanto dengan komandan regu terdakwa Sutrisno Mascung bertugasmembantu mengamankan Markas Kepolisian Resor Jakarta Utara.Bahwa sekitar pukul 22.30 WIB Regu 3 di bawah Komandan Regu SutrisnoMaschung yang terdiri dari 13 orang yaitu Sutrisno Mascung selaku komandanregu, Prajurit Satu Asrori, Prajurit Dua Siswoyo, Prajurit Dua Abdul Halim,Prajurit Dua Zulfattah, Prajurit Dua Sumitro, Prajurit Dua Sofyan Hadi79


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)anggota, Prajurit Dua Prayogi, Prajurit Dua Winarko, Prajurit Dua M Idrus,Prajurit Dua Muchson, Prajurit Satu Kartidjo, Prajurit Dua ParnuDi bawah pimpinan saksi Kapten Sriyanto Kasi II Ops Kodim 0502 JakartaUtara dengan kendaraan truk Reo berangkat menuju Markas Kepolisian ResorJakarta Utara, Jalan Yos Sudarso Tanjung Priok, Jakarta Utara.Bahwa dalam perjalanan menuju Markas Kepolisian Resot Jakarta Utara darikejauhan sekitar Pom bensin dekat PT.Berdikari dari arah Polret menuju Kodim,saksi Kapten Sriyanto melihat iring-iringan penduduk sipil yang menggunakansepeda motor.Bahwa ketika tiba didepan Markas Kepolisian Resor Jakarta Utara pasukanmelihat massa penduduk sipil yang jumlahnya ribuan orang berteriak-teriakdan menuju kearah Makodim 0502 Jakarta Utara. Dalam situasi tersebutsaksi Kapten Sriyanto memerintahkan agar truk yang membawa pasukan Regu3 di bawahYon Arhanudse 06 berbelok di depan Markas Kepolisian Resor danberhenti di pinggir jalan dan selanjutnya terdakwa 1 Sutrisno Mascungmemerintahkan pasukannya turun dari mobil dan menyusun formasi bershaf.Bahwa selanjutnya saksi Kapten Sriyanto berlari ke arah massa dan menanyakansiapa pimpinan massa dan dijawab oleh massa “tidak ada kompromi denganABRI”.Bahwa pada saat itu mereka para terdakwa yang tergabung dalam Arhanudse06 regu 3 yang berjumlah 13 orang di bawah pimpinan saksi Kapten Sriyantodan terdakwa Sutrisno Maschung selaku Komandan Regu langsungmenembakkan senjatanya masing-masing atau setidak-tidaknya lebih dari sekalike arah penduduk sipil sehingga massa lari kocar-kacir, berlarian mundur untukmenyelamatkan diri, dan pasukan terus menembak ke arah massa namuntembakan yang dilakukan para terdakwa tidak mengenai sasaran bagian tubuhyang mematikan bahkan terhadap massa yang lari masih dilakukan penembakanoleh pasukan tersebut akibat perbuatan para terdakwa tersebut telah jatuh korbanpenduduk sipil sebanyak kurang lebih 23 orang, setidak-tidaknya 11 orangmeninggal dunia, yaitu Amir Biki, Romli bin Amran, Tukimin, Kasmoro,80


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Zainal Amran, Andi Samsu, Kembar Abdul Kohar, Nana Sukarna, Bahtiar,Arkam.Bahwa terdakwa di bawah pimpinan saksi Sriyanto dan Sutrisno Mascunglangsung menembakkan senjatanya masing-masing beberapa kali atau setidaktidaknyalebih dari sekali ke arah penduduk sipil sehingga massa lari kocarkacirberlarian mundur untuk menyelamatkan diri dan pasukan terus menembakke arah massa, namun tembakan yang dilakukan para terdakwa tidak mengenaibagian tubuh yang mematikan sehingga tidak mengakibatkan korban meninggaldunia, yaitu kurang lebih 64 orang atau setidak-tidaknya 11 orang penduduksipil menderita luka tembak yaitu :1. Saksi Amran menderita luka tembak pada lambung kiri.2. Saksi Sudarso bin Rais menderita luka tembak pada tangan kiri.3. Saksi Amir Mahmud bin Dul Kasan menderita luka tembak di bagianbelakang kuping tembus ke mata kiri.4. Saksi Muchtar Dewang menderita luka tembak pada kaki kanan di bawahlutut/amputasi.5. Saksi Husai Safe menerita luka tembak pada kaki kanan.6. Saksi Budi Santoso menderita luka tembak pada pinggang kanan sebelahatas tembus dada kanan.7. Saksi Yudi Wahyudi menderita luka tembak pada paha sebelah kiribelakang.8. Saksi Tahir menderita luka tembak pada telinga dan pinggul tembus keperut.9. Saksi Irta Sumirta menderita luka tembak pada paha sebelah kanan.10. Saksi Yusron tertembak pada dada kiri, punggung dan tangan kiri.11. Saksi Suherman menderita luka tembak pada siku dan pergelangan tangankiri.81


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Pelanggaran HAMBahwa terdakwa telah melakukan pelanggaran HAM-berat yaitu kejahatanterhadap kemanusiaan yang dilakukan sebagai bagian serangan yang meluasatau sistematik yang diketahuinya; bahwa serangan tersebut ditujukan langsungkepada penduduk sipil berupa pembunuhan sehingga mengakibatkan penduduksipil kurang lebih 23 orang luka-luka atau setidak-tidaknya sebanyak 14 orangmeninggal.Bahwa serangan tersebut ditujukan langsung terhadap penduduk sipil berupapercobaan pembunuhan. Perbuatan terdakwa tesebut tidak selesai dengan tidaktimbulnya akibat hilangnya nyawa orang lain semata-mata bukan karenakehendak para terdakwa sendiri sehingga mengakibatkan jatuh korban daripenduduk sipil sebanyak kurang lebih 64 orang atau setidak-tidaknya 11 orangluka menderita luka tembak.Bahwa terdakwa telah melakukan kejahatan terhadap keamanusiaan yangdilakukan sebagai bagian dari serangan yang meluas atau sistematik yangdiketahui bahwa serangan tersebut ditujukan langsung kepada penduduk sipilberupa penganiayaan terhadap kelompok tertentu atau perkumpulan yang didasaripersamaan paham ras, politik, kebangsaan, etnik, budaya, agama, jenis kelaminatau alasan lain yang telah diakui secara universal sebagai hal yang dilarangmenurut hukum internasional sehingga mengakibatkan jatuh korban sipil kuranglebih 64 orang atau setidak-tidaknya 11 orang menderita luka tembak.C.2. Contoh kasus dakwaan JPU terhadap TerdakwaSriyanto 37Latar belakang peristiwaBahwa antara bulan Juli-Agustus 1984 atau pada hari-hari sebelum awal bulanSeptember 1984, kondisi politik di wilayah hukum Kodim 0502 Jakarta Utaracukup panas, khususnya di bidang sosial, budaya dan agama, karena dipicu37No. Perkara 04/HAM/TJ.PRIOK/09/200382


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)oleh penceramah-penceramah yang menghasut para jemaahnya dan memanaskansituasi yang cenderung melawan kebijakan pemerintah dalam bentuk ceramahekstrim di masjid-masjid yang isinya menghujat pemerintah atau aparat sepertikodim dan polisi, dengan menggunakan sarana agama sehingga membentukopini untuk melawan kebijakan pemerintah saat itu.Bahwa kebijakan pemerintah yang ditentang kelompok jemaah pengajian disekitar Kelurahan Koja adalah menentang azas tunggal Pancasila, menentangadanya larangan penggunaan jilbab bagi pelajar putri dan menentang programkeluarga berencana. Penceramah antara lain Abdul Kadir Jaelani, SyarifinMaloko SH, M.Nasir, Drs.Yayan Hendrayana, Salim Kadar, dan Drs.A.Ratono.7 September 1984Bahwa pada hari Jumat sekitar pukul 16.00 WIB Sersan Satu Hermanuseorang Babinsa Kelurahan Koja Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara yangsedang berpatroli di wilayahnya mendapat laporan dari masyarakat bahwa diMushola As-Sa’adah ada beberapa pamflet yang ditempel pada mushala danpagar mushala yang isinya menghasut masyarakat dan menghina pemerintahatau aparat kodim dan polisi. Kemudian Sersan Satu Hermanu menjumpaipengurus mushala dan meminta agar pamflet-pamflet tersebut dapat dibukaatau dilepas.8 September 1984Bahwa sekitar pukul 13.00 WIB Sersan Satu Hermanu datang lagi ke MusholaAs-Sa’adah untuk mengecek ternyata pamflet-pamflet tersebut belum dibukaatau dilepas sehingga Sersan Satu Hermanu sendiri yang melepas pamflet-pamflettersebut, kemudian timbul isu di daerah tersebut bahwa Sersan Satu Hermanumasuk ke Mushala As-Sa’adah tanpa membuka sepatu dan melepas pamfletpamfletdangan air got yang berakibat memanasnya situasi di daerah tersebutdan membentuk opini yang membenci aparat pemerintah khususnya babinsa.Berdasarkan isu tersebut maka beberapa orang remaja dan jemaah MushalaAs-Sa’adah meminta kepada pengurus mushala As-Sa’adah agar Sersan SatuHermanu datang ke Mushala As-Sa’adah untuk meminta maaf.83


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Bahwa terhadap tuntutan para remaja dan jemaah Mushala As-Sa’adah, yaituHaris Ali Yusar, Suparlan, Abdul Ghofur, Rosipin, Saleh, dan Jojon, saksiAhmad Sahi memberikan pengertian bahwa dia tidak bisa berbuat halsedemikian langsung kepada Sersan Satu Hermanu.Bahwa namun demikian, saksi Ahmad Sahi selaku pengurus Mushala As-Sa’adah meneruskan permintaan para remaja dan jemaah Mushala As-Sa’adahtersebut kepada ketua RW akan tetapi ketua RW menyarankan agar saksimembuat laporan secara tertulis kepada komandannya.Bahwa setelah melapor kepada ketua RW, saksi Ahmad Sahi kembali kemushalanya yang telah ditunggu oleh para remaja dan jemaah yang tetap menuntutSersan Satu Hermanu untuk meminta maaf walaupun telah disampaikantentang adanya saran dari ketua RW di atas, namun para remaja dan jemaahtetap bersikeras pada pendiriannya sehingga terjadi adu mulut antara para remajadan jemaah dengan saksi Ahmad Sahi.Bahwa di tengah ketegangan antara pengurus Mushala As-Sa’adah denganpara jemaah, salah seorang dari jemaah mengusulkan sebagai jalan tengah, yaitumelaporkan kejadian di mushala tersebut ke tokoh masyarakat Jakarta Utara,yaitu yang bernama Amir Biki sehingga pada tanggal 08 September 1984malam saksi Ahmad Sahi melaporkan kejadian di mushala tersebut kepadaSaudara Amir Biki dan Saudara Amir Biki menilai bahwa laporan saksiAhmad Sahi sebagai perkara kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan danmenyarankan kepada saksi Ahmad Sahi agar dibuat laporan secara tertuliskepada komandan dari babinsa tersebut.9 September 1984Bahwa pada Minggu sore hari saksi Ahmad Sahi mengumpulkan para remajadan para jemaah Mushala As-Sa’adah untuk mengingatkan kepada merekaagar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan main hakim sendiridalam menyikapi perbuatan Sersan Satu Hermanu (babinsa) di mushalabeberapa hari yang lalu.84


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)10 September 1984Bahwa pada hari Senin sekitar pukul 10.00 WIB Sersan Satu Hermanudatang ke kantor RW 05 Kelurahan Koja Selatan dan memarkir sepedamotornya di ujung Gang 4. Pada saat Sersan Satu Hermanu berada di ruangankantor RW tersebut ternyata massa sudah banyak berdatangan dan ribut diruangan kantor RW dimaksud dan membakar sepeda motor Sersan SatuHermanu serta meminta agar Sersan Satu Hermanu menyerahkan diri kepadamereka atas massa tersebut. Akan tetapi Sersan Satu Hermanu dapatmeloloskan diri dari keroyokan massa.Bahwa setelah kejadian pembakaran sepeda motor milik Sersan Satu Hermanutersebut saksi Ahmad Sahi dibawa oleh Danramil Koja, Kapten Rein Kano(alm.), dan dimasukkan ke dalam sel tahanan Kodim dan di dalam sel tersebuttelah ada tiga tahanan, yaitu Sofwan Sulaeman, Syarifudin Ramli, dan M.Nur.Bahwa selama empat orang warga Koja Tanjung Priok, Jakarta Utara tersebutditahan di Kodim 0502 Jakarta Utara, Amir Biki (alm.) yang bertindaksebagai pemrakarsa dan penanggung jawab ceramah-ceramah atau pengajianumum atau tabligh akbar di luar Jakarta Utara telah menghadap dua kaliKolonel Sampurno (alm.), selaku Asintel Kodam V Jaya untuk meminta bantuanmengeluarkan keempat orang yang ditahan di Kodim 0502 Jakarta Utara,namun tidak berhasil.Kemudian Amir Biki (alm.) berusaha menghadap Pangdam V Jaya MayjenTNI Try Sutrisno untuk mengusahakan penahanan luar terhadap empat orangyang ditahan di Kodim 0502 Jakarta Utara tersebut tetapi tidak berhasil.11 September 1984Bahwa Amir Biki pernah ditelepon oleh Kol. Sampurno selaku asintel KodamV Jaya yang meminta agar acara pengajian di Jalan Sindang Kelurahan KojaSelatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara supaya ditunda tetapi Amir Biki tidakmau mendengar nasihat itu.85


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)12 September 1984Bahwa pada hari Rabu sekitar pukul 19.30 WIB s/d pukul 20.00 WIBbertempat di Jalan Sindang, Kelurahan Koja Selatan, Tanjung Priok, JakartaUtara berlangsung pengajian umum atau tabligh akhbar dengan jumlah pesertalebih kurang 3.000 orang dengan pembicara antara lain Amir Biki (Alm.),Salim Kadar, Syarifin Maloko SH, M.Nasir, Drs Yayan Hendrayana, danDrs, A Ratono. Selanjutnya, pada pukul 22.00 WIB penceramah terakhirAmir Biki (alm.) mengatakan, “Bahwa kita menunggu sampai denganpukul 23.00, apabila ichwan kita yang ke-4 orang tersebut tidak diantarke tempat ini maka Tanjung Priok akan banjir darah. Pernyataan AmirBiki tersebut didengar oleh para jemah pengajian antara lain pararemaja dan orang tua.”Bahwa pada hari Rabu pada pukul 22.00 WIB petugas piket Kodim menerimatelepon dari seseorang yang mengaku bernama Amir Biki, ia ingin bicara denganDandim Jakarta Utara, atau apabila tidak ada Dandim Jakarta Utara, inginbicara dengan Kapten Mutiran selaku Kasintel. Kemudian telepon tersebutditerima oleh saksi Kapten Sriyanto dan dijawab “ Kalau bapak berkenanakan saya sampaikan pesan bapak kepada Dandim atau kepada bapakMutiran” penelepon menjawab “Tolong sampaikan pesan saya kepadanya agarsegera dikeluarkan 4 orang kawan saya yang saat ini ditahan di Kodim atau diPolrest pada jam 23.00 WIB nanti untuk dihadapkan di mimbar Jalan Sindang.Apabila tidak maka Cina-cina Koja akan dibunuh dan pertokoannya akandibakar, lalu dijawab oleh Kapten Sriyanto, “Apakah tidak kitakoordinasikan dahulu” lalu dipotong “Ah sudah tidak ada waktu lagi”,langsung telepon ditutup. Kemudian isi pesan tersebut oleh saksi Kapten Sriyantodilaporkan kepada Dandim 0502 Jakarta Utara yaitu saksi Letkol InfantriRA Butar-Butar melalui HT dan saksi Sriyanto langsung melakukankoordinasi dengan Kasi Ops Yon Arhanudse 06 yaitu Kapten Darmanto untukmenyampaikan perlunya kesiapan pasukan.Bahwa setelah saksi Kapten Sriyanto melakukan koordinasi makadiberangkatkanlah pasukan Arhanudse 06 dari markas komando BatalionArhanud06 Jalan Labua Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk di –BKO-86


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)kan ke Kodim 0502 Jakarta Utara sebanyak satu peleton yang terdiri dari 40orang, masing-masing dilengkapi dengan senjata jenis semi-otomatis SKS lengkapdengan bayonet dan 10 butir amunisi berupa peluru tajam. Pasukan dipimpinoleh saksi Letda Sinar Naposo Harahap dengan mengendarai truk Reo menujuMakodim 0502 Jakarta Utara. Setelah sampai di Makodim sekitar pukul22.30 WIB saksi Kapten Sriyanto memberikan pengarahan: “Malam ini adatabligh akbar yang diadakan massa di Jalan Sindang Kelurahan KojaSelatan yang diperkirakan akan menuntut pembebasan para tahanan.Dalam hal menghadapi massa yang brutal dan beringas agar dilakukandengan cara memberikan tembakan peringatan keatas sebanyak 3 kali,apabila masih beringas berikan tembakan ke bawah sebanyak 3 kali,dan bila masih brutal dan menyerang tembak kakinya untukmelumpuhkan.”Bahwa selanjutnya saksi Kapten Sriyanto membagi pasukan menjadi 3 regu.Regu 1 di bawah pimpinan Serda Nur Kayik bertugas siaga di Makodim 0502Jakarta Utara. Regu 2 di bawah pimpinan saksi Letda Sinar Naposo Harahapbertugas mengamankan Pertamina Plumpang. Regu 3 di bawah pimpinan saksiKapten Sriyanto dengan komandan regu terdakwa Sutrisno Mascung bertugasmembantu mengamankan Markas Kepolisian Resor Jakarta Utara.Bahwa sekitar pukul 22.30 WIB Regu 3 di bawah Komandan Regu SutrisnoMaschung yang terdiri dari 13 orang yaitu Sutrisno Mascung selaku komandanregu, Prajurit Satu Asrori, Prajurit Dua Siswoyo, Prajurit Dua Abdul Halim,Prajurit Dua Zulfattah, Prajurit Dua Sumitro, Prajurit Dua Sofyan Hadianggota, Prajurit Dua Prayogi, Prajurit Dua Winarko, Prajurit Dua M Idrus,Prajurit Dua Muchson, Prajurit Satu Kartidjo, Prajurit Dua ParnuDi bawah pimpinan saksi Kapten Sriyanto Kasi II Ops Kodim 0502 JakartaUtara dengan kendaraan truk Reo berangkat menuju Markas Kepolisian ResorJakarta Utara, Jalan Yos Sudarso Tanjung Priok, Jakarta Utara.Bahwa dalam perjalanan menuju Markas Kepolisian Resot Jakarta Utara darikejauhan sekitar Pom bensin dekat PT.Berdikari dari arah Polret menuju Kodim,saksi Kapten Sriyanto melihat iring-iringan penduduk sipil yang menggunakansepeda motor.87


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Bahwa ketika tiba didepan Markas Kepolisian Resor Jakarta Utara pasukanmelihat massa penduduk sipil yang jumlahnya ribuan orang berteriak-teriakdan menuju kearah Makodim 0502 Jakarta Utara. Dalam situasi tersebutsaksi Kapten Sriyanto memerintahkan agar truk yang membawa pasukan Regu3 di bawahYon Arhanudse 06 berbelok di depan Markas Kepolisian Resor danberhenti di pinggir jalan dan selanjutnya terdakwa 1 Sutrisno Mascungmemerintahkan pasukannya turun dari mobil dan menyusun formasi bershaf.Bahwa selanjutnya saksi Kapten Sriyanto berlari ke arah massa dan menanyakansiapa pimpinan massa dan dijawab oleh massa “tidak ada kompromi denganABRI”.Bahwa pada saat itu mereka para terdakwa yang tergabung dalam Arhanudse06 regu 3 yang berjumlah 13 orang di bawah pimpinan saksi Kapten Sriyantodan terdakwa Sutrisno Maschung selaku Komandan Regu langsungmenembakkan senjatanya masing-masing atau setidak-tidaknya lebih dari sekalike arah penduduk sipil sehingga massa lari kocar-kacir, berlarian mundur untukmenyelamatkan diri, dan pasukan terus menembak ke arah massa namuntembakan yang dilakukan para terdakwa tidak mengenai sasaran bagian tubuhyang mematikan bahkan terhadap massa yang lari masih dilakukan penembakanoleh pasukan tersebut akibat perbuatan para terdakwa tersebut telah jatuh korbanpenduduk sipil sebanyak kurang lebih 23 orang, setidak-tidaknya 11 orangmeninggal dunia, yaitu Amir Biki, Romli bin Amran, Tukimin, Kasmoro,Zainal Amran, Andi Samsu, Kembar Abdul Kohar, Nana Sukarna, Bahtiar,Arkam.Bahwa terdakwa di bawah pimpinan saksi Sriyanto dan Sutrisno Mascunglangsung menembakkan senjatanya masing-masing beberapa kali atau setidaktidaknyalebih dari sekali ke arah penduduk sipil sehingga massa lari kocarkacirberlarian mundur untuk menyelamatkan diri dan pasukan terus menembakke arah massa, namun tembakan yang dilakukan para terdakwa tidak mengenaibagian tubuh yang mematikan sehingga tidak mengakibatkan korban meninggaldunia, yaitu kurang lebih 64 orang atau setidak-tidaknya 11 orang penduduksipil menderita luka tembak yaitu :88


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)1. Saksi Amran menderita luka tembak pada lambung kiri.2. Saksi Sudarso bin Rais menderita luka tembak pada tangan kiri.3. Saksi Amir Mahmud bin Dul Kasan menderita luka tembak di bagianbelakang kuping tembus ke mata kiri.4. Saksi Muchtar Dewang menderita luka tembak pada kaki kanan di bawahlutut/amputasi.5. Saksi Husai Safe menerita luka tembak pada kaki kanan.6. Saksi Budi Santoso menderita luka tembak pada pinggang kanan sebelahatas tembus dada kanan.7. Saksi Yudi Wahyudi menderita luka tembak pada paha sebelah kiribelakang.8. Saksi Tahir menderita luka tembak pada telinga dan pinggul tembus keperut.9. Saksi Irta Sumirta menderita luka tembak pada paha sebelah kanan.10. Saksi Yusron tertembak pada dada kiri, punggung dan tangan kiri.11. Saksi Suherman menderita luka tembak pada siku dan pergelangan tangankiri.Pelanggaran HAMBahwa terdakwa telah melakukanpelanggaran berat HAM yaitukejahatan terhadap kemanusiaanyang dilakukan sebagai bagianpelanggaran yang berat atausistematik yang diketahui bahwaserangan tersebut ditujukan langsungkepada penduduk sipil berupapembunuhan sehinggamengakibatkan penduduk sipilkurang lebih 23 orang luka-luka atau setidak-tidaknya sebanyak 10 orangmeninggal.89


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Bahwa serangan tersebut ditujukan langsung terhadap penduduk sipil berupapercobaan pembunuhan. Perbuatan terdakwa tesebut tidak selesai dengan tidaktimbulnya akibat hilangnya nyawa orang lain semata-mata bukan karenakehendak para terdakwa sendiri sehingga mengakibatkan jatuh korban daripenduduk sipil sebanyak kurang lebih 64 orang atau setidak-tidaknya 11 orang.Bahwa terdakwa telah melakuakan kejahatan terhadap keamanusiaan yangdilakukan sebagai bagian yang yang dilakukan sebagai bagian pelanggaranyang berat atau sistematik yang diketahui bahwa serangan tersebut ditujukanlangsung kepada penduduk sipil berupa penganiayaan terhadap kelompok tertentuatau perkumpulan yang didasari persamaan agama, sehingga mengakibatkanjatuhnya korban dari penduduk sipil sebanyak 11 orang.C.3. Contoh kasus Dakwaan JPU terhadap Terdakwa R.A.Butar Butar 38Mayor Jenderal TNI (Purn) Rudolf Adolf Butar Butar (R.A.Butar Butar) saat peristiwa Tanjungpriok terjadi menjabat sebagaikomandan Distrik Militer 0502/Jakarta Utara yang diangkatberdasarkan Surat Keputusan Kepala Staf TNI Angkatan Darat No.SKEP/198/IV/1983 tanggal 26 April. Dakwaan JPU yang dibacakanpada 30 September 2003, mendakwa dengan dakwaan kumulasi, yangberisi dakwaan untuk bertanggung jawab secara pidana ataspelanggaran HAM berat yang dilakkukan bawahannya. Sebagaikomandan Kodim 0502/ Jakarta Utara, Butar Butar tidak melakukanpengendalian yang efektif secara patut dan benar dengan mengabaikaninformasi yang menunjukkan bahwa bawahannya sedang melakukanatau baru saja melakukan pelanggaran HAM-berat serta tidakmengambil tindakan yang layak dan diperlukan untuk menghentikanperbuatan tersebut sesuai Pasal 42 Ayat (1) Huruf a dan b UU No.26 Tahun 2000.38Perkara No. 02/HAM/TJ.PRIOK/09/200390


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Pelanggaran HAM-berat yang didakwakan terhadap ButarButar adalah kejahatan terhadap kemanusiaan (Pasal 7 UU No. 26Tahun 2000) berupa pembunuhan (Pasal 9 Huruf a), penganiayaan(Pasal 9 Huruf h) dan (Pasal 9 Huruf e).Pasal 42 Ayat (1) Huruf a dan b “Komandan militer atau seseorangyang secara efektif bertindak sebagai komandan militer dapatdipertanggungjawabkan terhadap tindak pidana yang berada di dalam yurisdiksiPengadilan HAM, yang dilakukan oleh pasukan yang berada di bawah komandodan pengendaliannya yang efektif, atau di bawah kekuasaan dan pengendaliannyayang efektif dan tindak pidana tersebut merupakan akibat dan tidak dilakukanpengendalian pasukan secara patut”, yaitu: “atasan tersebut mengetahui atausecara sadar mengabikan informasi yang secara jelas menunjukkan bahwabawahanya sedang melakukan pelanggaran hak asasi manusia yang berat.”Selanjutnya “atasan tersebut tidak mengambil tindakan yang layak dandiperlukan dalam ruang lingkup kewenanganya untuk mencegah ataumenghentikan perbuatan tersebut atau menyerahkan pelakunya kepada pejabatyang berwenang untuk dilakukan penyelidikan, penyidikan, dan penuntutan.”Pasal 7 Huruf b Pelanggaran hak asasi manusia yang beratmeliputi: b. Kejahatan terhadap kemanusiaan. Pasal 9 Huruf a“Kejahatan terhadap kemanusiaan sebagaimana dimaksud dalam pasal 7 hurufb adalah salah satu perbuatan yang dilakukan sebagai bagian dari seragan yangmeluas atau sistematis yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditunjukkansecara langsung terhadap penduduk sipil berupa : a. Pembunuhan”Pasal 37 “Setiap orang yang melakukan perbuatan sebagaimanadimaksud dalam pasal 9 huruf a, b, d, e, atau j dipidana dengan pidana matiatau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling lama 25 (duapuluh lima) tahun dan paling singkat 10 (sepuluh) tahun.”Pasal 9 huruf h “Penganiaayaan terhadap suatu kelompok tertentuatau perkumpulan yang didasari persamaan paham politik, ras, kebangsaan,etnis, budaya, agama, jenis kelamin atau alasan lain yang telah diakui secarauniversal sebagai hal yang dilarang menurut hukum internasional;”91


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Pasal 40 “Setiap orang yang melakukan perbuatan sebagaimana dimaksuddalam pasal 9 huruf g, h, atau i dipidana dengan pidana penjara paling lama20 (dua puluh) tahun dan paling singkat 10 (sepuluh) tahun.”Pasal 9 huruf e “perampasan kemerdekaan atau perampasan kebebasan fisiklain secara sewenang-wenang yang melanggar (asas-asas) ketentuan pokok hukumintemasional;”Latar belakang peristiwaBahwa antara bulan Juli-Agustus 1984 atau pada hari-hari sebelum awal bulanSeptember 1984, kondisi politik di wilayah hukum Kodim 0502 Jakarta Utaracukup panas, khususnya di bidang sosial, budaya dan agama, karena dipicuoleh penceramah-penceramah yang menghasut para jemaahnya dan memanaskansituasi yang cenderung melawan kebijakan pemerintah dalam bentuk ceramahekstrim di masjid-masjid yang isinya menghujat pemerintah atau aparat sepertikodim dan polisi, dengan menggunakan sarana agama sehingga membentukopini untuk melawan kebijakan pemerintah saat itu. Bahwa kebijakanpemerintah yang ditentang kelompok jemaah pengajian di sekitar KelurahanKoja adalah menentang azas tunggal Pancasila, menentang adanya laranganpenggunaan jilbab bagi pelajar putri dan menentang program keluarga berencana.Penceramah antara lain Abdul Kadir Jaelani, Syarifin Maloko SH, M.Nasir,Drs.Yayan Hendrayana, Salim Kadar, dan Drs. A.Ratono.7 September 1984Bahwa pada hari Jumat sekitar pukul 16.00 WIB Sersan Satu Hermanuseorang Babinsa Kelurahan Koja Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara yangsedang berpatroli di wilayahnya mendapat laporan dari masyarakat bahwa diMushola As-Sa’adah ada beberapa pamflet yang ditempel pada mushala danpagar mushala yang isinya menghasut masyarakat dan menghina pemerintahatau aparat kodim dan polisi. Kemudian Sersan Satu Hermanu menjumpaipengurus mushala dan meminta agar pamflet-pamflet tersebut dapat dibukaatau dilepas.92


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)8 September 1984Bahwa sekitar pukul 13.00 WIB Sersan Satu Hermanu datang lagi ke MusholaAs-Sa’adah untuk mengecek ternyata pamflet-pamflet tersebut belum dibukaatau dilepas sehingga Sersan Satu Hermanu sendiri yang melepas pamflet-pamflettersebut, kemudian timbul isu di daerah tersebut bahwa Sersan Satu Hermanumasuk ke Mushala As-Sa’adah tanpa membuka sepatu dan melepas pamfletpamfletdangan air got yang berakibat memanasnya situasi di daerah tersebutdan membentuk opini yang membenci aparat pemerintah khususnya babinsa.Berdasarkan isu tersebut maka beberapa orang remaja dan jemaah MushalaAs-Sa’adah meminta kepada pengurus mushala As-Sa’adah agar Sersan SatuHermanu datang ke Mushala As-Sa’adah untuk meminta maaf.Bahwa terhadap tuntutan para remaja dan jemaah Mushala As-Sa’adah, yaituHaris Ali Yusar, Suparlan, Abdul Ghofur, Rosipin, Saleh, dan Jojon, saksiAhmad Sahi memberikan pengertian bahwa dia tidak bisa berbuat halsedemikian langsung kepada Sersan Satu Hermanu.Bahwa namun demikian, saksi Ahmad Sahi selaku pengurus Mushala As-Sa’adah meneruskan permintaan para remaja dan jemaah Mushala As-Sa’adahtersebut kepada ketua RW akan tetapi ketua RW menyarankan agar saksimembuat laporan secara tertulis kepada komandannya.Bahwa setelah melapor kepada ketua RW, saksi Ahmad Sahi kembali kemushalanya yang telah ditunggu oleh para remaja dan jemaah yang tetap menuntutSersan Satu Hermanu untuk meminta maaf walaupun telah disampaikantentang adanya saran dari ketua RW di atas, namun para remaja dan jemaahtetap bersikeras pada pendiriannya sehingga terjadi adu mulut antara para remajadan jemaah dengan saksi Ahmad Sahi.Bahwa di tengah ketegangan antara pengurus Mushala As-Sa’adah denganpara jemaah, salah seorang dari jemaah mengusulkan sebagai jalan tengah, yaitumelaporkan kejadian di mushala tersebut ke tokoh masyarakat Jakarta Utara,yaitu yang bernama Amir Biki sehingga pada tanggal 08 September 1984malam saksi Ahmad Sahi melaporkan kejadian di mushala tersebut kepadaSaudara Amir Biki dan Saudara Amir Biki menilai bahwa laporan saksi93


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Ahmad Sahi sebagai perkara kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan danmenyarankan kepada saksi Ahmad Sahi agar dibuat laporan secara tertuliskepada komandan dari babinsa tersebut.9 September 1984Bahwa pada Minggu sore hari saksi Ahmad Sahi mengumpulkan para remajadan para jemaah Mushala As-Sa’adah untuk mengingatkan kepada merekaagar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan main hakim sendiridalam menyikapi perbuatan Sersan Satu Hermanu (babinsa) di mushalabeberapa hari yang lalu.10 September 1984Bahwa pada hari Senin sekitar pukul 10.00 WIB Sersan Satu Hermanudatang ke kantor RW 05 Kelurahan Koja Selatan dan memarkir sepedamotornya di ujung Gang 4. Pada saat Sersan Satu Hermanu berada di ruangankantor RW tersebut ternyata massa sudah banyak berdatangan dan ribut diruangan kantor RW dimaksud dan membakar sepeda motor Sersan SatuHermanu serta meminta agar Sersan Satu Hermanu menyerahkan diri kepadamereka atas massa tersebut. Akan tetapi Sersan Satu Hermanu dapatmeloloskan diri dari keroyokan massa.Bahwa setelah kejadian pembakaran sepeda motor milik Sersan Satu Hermanutersebut saksi Ahmad Sahi dibawa oleh Danramil Koja, Kapten Rein Kano(alm.), dan dimasukkan ke dalam sel tahanan Kodim dan di dalam sel tersebuttelah ada tiga tahanan, yaitu Sofwan Sulaeman, Syarifudin Ramli, dan M.Nur.Bahwa selama empat orang tersebut berada dalam Makodim 0502 JakartaUtara, mereka yang kesemuanya adalah jamaah pengajian di wilayah JakartaUtara khususnya Keluarah Koja dianaya oleh anggota militer dari Makodim0502 Jakarta Utara antara lain Sersan Satu Jailani.1. Muhammad Nur. Tubuh atau badannya dipukuli dengan rotan, ditendangdengan sepatu dinas TNI, wajahnya dipukul dengan tangan hinggatangannya patah.94


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)2. Syarifudin Rambe. Tubuhnya dipukuli dengan popor senjata, ditendangdan diinjak-injak hingga mengalami rasa sakit di sekujur tubuhnya, tidakbisa membuka mulut dan tidak bisa duduk.3. Sofwan Sulaeman. Tubuhnya dipukuli, ditendang hingga menderita sesaknafas dan tidak bisa duduk.4. Ahmad Sahi. Tubuhnya dipukuli, kadang-kadang dengan gagang senjataapi, kadang-kadang dengan tangan kosong, dengan kayu hingga mengalamigangguan pendengaran dan mengalami sakit di kepalanya (pusing).Bahwa selama empat orang warga Koja Tanjung Priok, Jakarta Utara tersebutditahan di Kodim 0502 Jakarta Utara, Amir Biki (alm.) yang bertindaksebagai pemrakarsa dan penanggung jawab ceramah-ceramah atau pengajianumum atau tabligh akbar di luar Jakarta Utara telah menghadap dua kaliKolonel Sampurno (alm.), selaku Asintel Kodam V Jaya untuk meminta bantuanmengeluarkan keempat orang yang ditahan di Kodim 0502 Jakarta Utara,namun tidak berhasil.Kemudian Amir Biki (alm.) berusaha menghadap Pangdam V Jaya MayjenTNI Try Sutrisno untuk mengusahakan penahanan luar terhadap empat orangyang ditahan di Kodim 0502 Jakarta Utara tersebut tetapi tidak berhasil.11 September 1984Bahwa Amir Biki pernah ditelepon oleh Kol. Sampurno selaku asintel KodamV Jaya yang meminta agar acara pengajian di Jalan Sindang Kelurahan KojaSelatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara supaya ditunda tetapi Amir Biki tidakmau mendengar nasihat itu.12 September 1984Bahwa pada hari Rabu sekitar pukul 19.30 WIB s/d pukul 20.00 WIBbertempat di Jalan Sindang, Kelurahan Koja Selatan, Tanjung Priok, JakartaUtara berlangsung pengajian umum atau tabligh akhbar dengan jumlah pesertalebih kurang 3.000 orang dengan pembicara antara lain Amir Biki (Alm.),Salim Kadar, Syarifin Maloko SH, M.Nasir, Drs Yayan Hendrayana, danDrs, A Ratono. Selanjutnya, pada pukul 22.00 WIB penceramah terakhir95


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Amir Biki (alm.) mengatakan, “Bahwa kita menunggu sampai denganpukul 23.00, apabila ichwan kita yang ke-4 orang tersebut tidak diantarke tempat ini maka Tanjung Priok akan banjir darah. Pernyataan AmirBiki tersebut didengar oleh para jemah pengajian antara lain pararemaja dan orang tua.”Bahwa pada hari Rabu pada pukul 22.00 WIB petugas piket Kodim menerimatelepon dari seseorang yang mengaku bernama Amir Biki, ia ingin bicara denganDandim Jakarta Utara, atau apabila tidak ada Dandim Jakarta Utara, inginbicara dengan Kapten Mutiran selaku Kasintel. Kemudian telepon tersebutditerima oleh saksi Kapten Sriyanto dan dijawab “ Kalau bapak berkenanakan saya sampaikan pesan bapak kepada Dandim atau kepada bapakMutiran” penelepon menjawab “Tolong sampaikan pesan saya kepadanya agarsegera dikeluarkan 4 orang kawan saya yang saat ini ditahan di Kodim atau diPolrest pada jam 23.00 WIB nanti untuk dihadapkan di mimbar Jalan Sindang.Apabila tidak maka Cina-cina Koja akan dibunuh dan pertokoannya akandibakar, lalu dijawab oleh Kapten Sriyanto, “Apakah tidak kitakoordinasikan dahulu” lalu dipotong “Ah sudah tidak ada waktu lagi”,langsung telepon ditutup. Kemudian isi pesan tersebut oleh saksi Kapten Sriyantodilaporkan kepada Dandim 0502 Jakarta Utara yaitu saksi Letkol InfantriRA Butar-Butar melalui HT dan saksi Sriyanto langsung melakukankoordinasi dengan Kasi Ops Yon Arhanudse 06 yaitu Kapten Darmanto untukmenyampaikan perlunya kesiapan pasukan.Bahwa selanjutnya terdakwa (yang saat itu berpangkat letkol Inf) selaku Dandim0502 Jakarta Utara menerima laporan dari Kapten Sriyanto melaui HT ketikaterdakwa berada di lapangan tenis PPL Pluit, Jakarta Utara, tentang adanyaancaman dari seseorang apabila keempat orang tahanan yang berada di Makodim0502 / Jak Ut tidak dibebaskan sampai dengan jam 23.00 WIB. Bahwaterdakwa memerintahkan saksi Kapten Sriyanto untuk melakukan koordinasidan meminta bantuan pasukan kepada Yon Arhanudse 6 Tanjung Priok.Bahwa sekitar pukul 22.30 WIB ketika saksi Letkol R Butar-butar beradadi Makodim memerintahkan lebih lanjut kepada saksi Kapten Sriyanto“menyiapkan pasukan memberikan tugas pengamanan yaitu 1 regu96


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)di plumpang, 1 regu di kodim 0502 jakarta utara, 1 regu menuju jalansindang dipimpin oleh Kapten Sriyanto. Selanjutnya berkoordinasidan berdialog dengan pimpinan dan rombongan massa dari AmirBiki dan melaporkan semua kejadian kegiatan di lapangan secaralangsung melalui HT.”Bahwa setelah terdakwa menerima laporan dari saksi Kapten Sriyanto tentangtelah dilakukannya koordinasi dengan Kasi Ops Yon Arhanudse 6 TanjungPriok, yaitu Kapten Darmanto, diberangkatkanlah pasukan Arhanudse 6 dariMarkas Komando Batalyon Arhanudse 6 Jl. Lagoa Tanjung Priok JakartaUtara, untuk di-BKO-kan ke Makodim 0502 Jakarta Utara, sebanyak 1peleton yang terdiri dari 40 orang, yang masing-masing dilengkapi dengan senjatajenis semi-omatis SKS lengkap dengan bayonet dan 10 butir amunisi berupapeluru tajam. Pasukan dipimpin oleh saksi Letda Sinar Naposo Harahapdengan mengendarai truk Reo menuju Makodim 0502 Jakarta Utara setelahsampai di Makodim sekitar pukul 22.30 WIB saksi Kapten Sriyantomemberikan pengarahan : malam ini ada tabligh akbar yang diadakan massadi jalan Sindang Kel. Koja Selatan yang diperkirakan akan menuntutpembebasan para tahanan dalam hal menghadapi massa yang brutal dan beringasagar dilakukan dengan cara memberikan tembakan peringatan keatas sebanyak3 kali, apabila masih beringas berikan tembakan ke bawah sebanyak 3 kali,dan bila masih brutal dan menyerang tembak kakinya untuk melumpuhkan.Bahwa selanjutnya saksi Kapten Sriyanto membagi pasukan menjadi 3 regu.Regu 1 di bawah pimpinan Sersan Dua Nur Kayik bertugas siaga di Makodim0502 Jakarta Utara. Regu 2 di bawah pimpinan saksi Letnan Dua SinarNaposo Harahap bertugas mengamankan Pertamina Plumpang. Regu 3 dibawah pimpinan saksi Kapten Sriyanto dengan komandan regu terdakwa SutrisnoMascung bertugas membantu mengamankan Mapolres Jakarta Utara.Bahwa sekitar pukul 22.30 WIB Regu 3 di bawah komandan regu SutrisnoMascung yang terdiri dari 13 orang yaitu Sutrisno Mascung selaku KomandanRegu, Prajurit Satu Asrori, Prajurit Dua Siswoyo, Prajurit Dua Abdul Halim,Prajurit Dua Zulfattah, Prajurit Dua Sumitro, Prajurit Dua Sofyan Hadianggota, Prajurit Dua Prayogi, Prajurit Dua Winarko, Prajurit Dua M Idrus,97


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Prajurit Dua Muchson, Prajurit Satu Kartidjo, Prajurit Dua Parnu. Dengankendaraan truk Reo berangkat menuju Mapolres Jakarta Utara Jalan YosSudarso Tanjung Priok Jakarta Utara.Bahwa dalam perjalanan menuju Markas Kepolisian Resor Jakarta Utaradari kejauhan sekitar pom bensin dekat PT.Berdikari dari arah Polres menujuKodim, saksi Kapten Sriyanto melihat iring-iringan penduduk sipil yangmenggunakan sepeda motor.Bahwa ketika tiba di depan Markas Kepolisian Resor Jakarta Utara pasukanmelihat massa penduduk sipil yang jumlahnya ribuan orang berteriak-teriakdan menuju kearah Makodim 0502 Jakarta Utara. Dalam situasi tersebutsaksi Kapten Sriyanto memerintahkan agar truk yang membawa pasukan regu3 di bawahYon Arhanudse 06 berbelok di depan Markas Kepolisian Resortdan berhenti di pinggir jalan dan selanjutnya terdakwa 1 Sutrisno Maschungmemerintahkan pasukannya turun dari mobil dan menyusun formasi bershaf.Bahwa terdakwa melalui HT menerima laporan dari saksi Kapten Sriyantobahwa ketika berada di depan Mappolres Pasukan sudah bertemu dengan massayang berteriak-teriak akan menuju Makodim 0502/Jakarta Utara, kemudianterdakwa melalui HT memerintahkan saksi Kapten Sriyanto menemui pimpinanmassa untuk diajak ke Makodam 0502 Jakarta Utara serta berusahamenenangkan massa.Bahwa sesuai dengan perintah terdakwa untuk berdialog dengan pimpinan massa,saksi Kapten Sriyanto berlari ke arah massa dan menanyakan siapa pimpinanmassa dan dijawab oleh massa “tidak ada kompromi dengan ABRI”.Bahwa pada saat ke 13 orang anggota pasukan Arhanudse dan saksi SerdaSutrisno Mascung selaku Komandan Regu langsung menembakkan senjatanyabeberapa kali atau setidak-tidaknya lebih dari sekali ke arah massa, bahkanterhadap masa yang lari untuk menyelamatkan diri masih dilakukanpenembakan oleh pasukan tersebut.Bahwa pada saat dilakukan penembakan-penembakan oleh regu III pasukanArhanudse 6 massa bertiarap untuk menyelamatkan diri, selanjutnya saksiKapten Sriyanto berteriak kepada massa “tinggalkan tempat ini, kalau tidak98


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)saya tembak”, sehingga massa meninggalkan tempat ke arah utara, barat dantimur, namun pasukan di bawah pimpinan Kapten Sriyanto masih melakukanpenembakan-penembakan ke arah massa.Bahwa terdakwa melalui HT mendengar bunyi tembakan, namun terdakwatidak menghentikan dilakukannya penembakan yang dilakukan oleh regu IIpasuka Arhanudse 6 terhadap massa tersebut, atau setelah diketahui atau atasdasar keadaan saat itu seharusnya diketahui oleh terdakwa regu III pasukanArhanudse telah melakukan pelanggaran HAM berat berupa pembunuhan,namun terdakwa tidak melakukan tindakan yang layak dan diperlukan dalamruang lingkup kekuasaannya untuk mencegah atau menghentikan pembunuhantersebut atau menyerahkan para pelakunya kepada pejabat yang berwenanguntuk dilakukan penyelidikan, penyidikan dan penuntutan.Bahwa akibat tembakan-tembakan yang dilepaskan oleh pasukannya yangpengendalian efektifnya berada pada terdakwa telah menyebabkan penderitaandan timbulnya rasa sakit pada beberapa orang massa anggota pengajian dariwilayah Kelurahan Koja tersebut, antara lain saksi Amir Mahmud bin AbdulKasan menderita luka tembak di bagian belakang telinga hingga tembus kemata kiri; serta saksi Wasjan bin Sukarno menderita luka di bagian kepala.C.4. Contoh kasus Dakwaan JPU terhadap TerdakwaPranowo 39Bahwa antara bulan Juli-Agustus 1984 atau pada hari-hari sebelum awal bulanSeptember 1984, kondisi politik di wilayah hukum Kodim 0502 Jakarta Utaracukup panas, khususnya di bidang sosial, budaya dan agama, karena dipicuoleh penceramah-penceramah yang menghasut para jemaahnya dan memanaskansituasi yang cenderung melawan kebijakan pemerintah dalam bentuk ceramahekstrim di masjid-masjid yang isinya menghujat pemerintah atau aparat sepertikodim dan polisi, dengan menggunakan sarana agama sehingga membentukopini untuk melawan kebijakan pemerintah saat itu.39No. Perkara 03/HAM/TJ.PRIOK/09/200399


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Bahwa kebijakan pemerintah yang ditentang kelompok jemaah pengajian disekitar Kelurahan Koja adalah menentang azas tunggal Pancasila, menentangadanya larangan penggunaan jilbab bagi pelajar putri dan menentang programkeluarga berencana. Penceramah antara lain Abdul Kadir Jaelani, SyarifinMaloko SH, M.Nasir, Drs.Yayan Hendrayana, Salim Kadar, dan Drs.A.Ratono.Latar Belakang Peristiwa7 September 1984Bahwa pada hari Jumat sekitar pukul 16.00 WIB Sersan Satu Hermanuseorang Babinsa Kelurahan Koja Selatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara yangsedang berpatroli di wilayahnya mendapat laporan dari masyarakat bahwa diMushola As-Sa’adah ada beberapa pamflet yang ditempel pada mushala danpagar mushala yang isinya menghasut masyarakat dan menghina pemerintahatau aparat kodim dan polisi. Kemudian Sersan Satu Hermanu menjumpaipengurus mushala dan meminta agar pamflet-pamflet tersebut dapat dibukaatau dilepas.8 September 1984Bahwa sekitar pukul 13.00 WIB Sersan Satu Hermanu datang lagi ke MusholaAs-Sa’adah untuk mengecek ternyata pamflet-pamflet tersebut belum dibukaatau dilepas sehingga Sersan Satu Hermanu sendiri yang melepas pamflet-pamflettersebut, kemudian timbul isu di daerah tersebut bahwa Sersan Satu Hermanumasuk ke Mushala As-Sa’adah tanpa membuka sepatu dan melepas pamfletpamfletdangan air got yang berakibat memanasnya situasi di daerah tersebutdan membentuk opini yang membenci aparat pemerintah khususnya babinsa.Berdasarkan isu tersebut maka beberapa orang remaja dan jemaah MushalaAs-Sa’adah meminta kepada pengurus mushala As-Sa’adah agar Sersan SatuHermanu datang ke Mushala As-Sa’adah untuk meminta maaf.Bahwa terhadap tuntutan para remaja dan jemaah Mushala As-Sa’adah, yaituHaris Ali Yusar, Suparlan, Abdul Ghofur, Rosipin, Saleh, dan Jojon, saksi100


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Ahmad Sahi memberikan pengertian bahwa dia tidak bisa berbuat halsedemikian langsung kepada Sersan Satu Hermanu.Bahwa namun demikian, saksi Ahmad Sahi selaku pengurus Mushala As-Sa’adah meneruskan permintaan para remaja dan jemaah Mushala As-Sa’adahtersebut kepada ketua RW akan tetapi ketua RW menyarankan agar saksimembuat laporan secara tertulis kepada komandannya.Bahwa setelah melapor kepada ketua RW, saksi Ahmad Sahi kembali kemushalanya yang telah ditunggu oleh para remaja dan jemaah yang tetap menuntutSersan Satu Hermanu untuk meminta maaf walaupun telah disampaikantentang adanya saran dari ketua RW di atas, namun para remaja dan jemaahtetap bersikeras pada pendiriannya sehingga terjadi adu mulut antara para remajadan jemaah dengan saksi Ahmad Sahi.Bahwa di tengah ketegangan antara pengurus Mushala As-Sa’adah denganpara jemaah, salah seorang dari jemaah mengusulkan sebagai jalan tengah, yaitumelaporkan kejadian di mushala tersebut ke tokoh masyarakat Jakarta Utara,yaitu yang bernama Amir Biki sehingga pada tanggal 08 September 1984malam saksi Ahmad Sahi melaporkan kejadian di mushala tersebut kepadaSaudara Amir Biki dan Saudara Amir Biki menilai bahwa laporan saksiAhmad Sahi sebagai perkara kecil yang tidak perlu dibesar-besarkan danmenyarankan kepada saksi Ahmad Sahi agar dibuat laporan secara tertuliskepada komandan dari babinsa tersebut.9 September 1984Bahwa pada Minggu sore hari saksi Ahmad Sahi mengumpulkan para remajadan para jemaah Mushala As-Sa’adah untuk mengingatkan kepada merekaagar tidak melakukan hal-hal yang melanggar hukum dan main hakim sendiridalam menyikapi perbuatan Sersan Satu Hermanu (babinsa) di mushalabeberapa hari yang lalu.10 September 1984Bahwa pada hari Senin sekitar pukul 10.00 WIB Sersan Satu Hermanudatang ke kantor RW 05 Kelurahan Koja Selatan dan memarkir sepeda101


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)motornya di ujung Gang 4. Pada saat Sersan Satu Hermanu berada di ruangankantor RW tersebut ternyata massa sudah banyak berdatangan dan ribut diruangan kantor RW dimaksud dan membakar sepeda motor Sersan SatuHermanu serta meminta agar Sersan Satu Hermanu menyerahkan diri kepadamereka atas massa tersebut. Akan tetapi Sersan Satu Hermanu dapatmeloloskan diri dari keroyokan massa.Bahwa setelah kejadian pembakaran sepeda motor milik Sersan Satu Hermanutersebut saksi Ahmad Sahi dibawa oleh Danramil Koja, Kapten Rein Kano(alm.), dan dimasukkan ke dalam sel tahanan Kodim dan di dalam sel tersebuttelah ada tiga tahanan, yaitu Sofwan Sulaeman, Syarifudin Ramli, dan M.Nur.Bahwa selama empat orang warga Koja Tanjung Priok, Jakarta Utara tersebutditahan di Kodim 0502 Jakarta Utara, Amir Biki (alm.) yang bertindaksebagai pemrakarsa dan penanggung jawab ceramah-ceramah atau pengajianumum atau tabligh akbar di luar Jakarta Utara telah menghadap dua kaliKolonel Sampurno (alm.), selaku Asintel Kodam V Jaya untuk meminta bantuanmengeluarkan keempat orang yang ditahan di Kodim 0502 Jakarta Utara,namun tidak berhasil.Kemudian Amir Biki (alm.) berusaha menghadap Pangdam V Jaya MayjenTNI Try Sutrisno untuk mengusahakan penahanan luar terhadap empat orangyang ditahan di Kodim 0502 Jakarta Utara tersebut tetapi tidak berhasil.11 September 1984Bahwa Amir Biki pernah ditelepon oleh Kol. Sampurno selaku asintel KodamV Jaya yang meminta agar acara pengajian di Jalan Sindang Kelurahan KojaSelatan, Tanjung Priok, Jakarta Utara supaya ditunda tetapi Amir Biki tidakmau mendengar nasihat itu.12 September 1984Bahwa pada hari Rabu sekitar pukul 19.30 WIB s/d pukul 20.00 WIBbertempat di Jalan Sindang, Kelurahan Koja Selatan, Tanjung Priok, JakartaUtara berlangsung pengajian umum atau tabligh akhbar dengan jumlah pesertalebih kurang 3.000 orang dengan pembicara antara lain Amir Biki (Alm.),102


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Salim Kadar, Syarifin Maloko SH, M.Nasir, Drs Yayan Hendrayana, danDrs, A Ratono. Selanjutnya, pada pukul 22.00 WIB penceramah terakhirAmir Biki (alm.) mengatakan, “Bahwa kita menunggu sampai denganpukul 23.00, apabila ichwan kita yang ke-4 orang tersebut tidak diantarke tempat ini maka Tanjung Priok akan banjir darah. Pernyataan AmirBiki tersebut didengar oleh para jemah pengajian antara lain pararemaja dan orang tua.”Bahwa pada hari Rabu pada pukul 22.00 WIB petugas piket Kodim menerimatelepon dari seseorang yang mengaku bernama Amir Biki, ia ingin bicara denganDandim Jakarta Utara, atau apabila tidak ada Dandim Jakarta Utara, inginbicara dengan Kapten Mutiran selaku Kasintel. Kemudian telepon tersebutditerima oleh saksi Kapten Sriyanto dan dijawab “ Kalau bapak berkenanakan saya sampaikan pesan bapak kepada Dandim atau kepada bapakMutiran” penelepon menjawab “Tolong sampaikan pesan saya kepadanya agarsegera dikeluarkan 4 orang kawan saya yang saat ini ditahan di Kodim atau diPolrest pada jam 23.00 WIB nanti untuk dihadapkan di mimbar Jalan Sindang.Apabila tidak maka Cina-cina Koja akan dibunuh dan pertokoannya akandibakar, lalu dijawab oleh Kapten Sriyanto, “Apakah tidak kitakoordinasikan dahulu” lalu dipotong “Ah sudah tidak ada waktu lagi”,langsung telepon ditutup. Kemudian isi pesan tersebut oleh saksi Kapten Sriyantodilaporkan kepada Dandim 0502 Jakarta Utara yaitu saksi Letkol InfantriRA Butar-Butar melalui HT dan saksi Sriyanto langsung melakukankoordinasi dengan Kasi Ops Yon Arhanudse 06 yaitu Kapten Darmanto untukmenyampaikan perlunya kesiapan pasukan.Bahwa setelah saksi Kapten Sriyanto melakukan koordinasi makadiberangkatkanlah pasukan Arhanudse 06 dari markas komando BatalionArhanud06 Jalan Labua Tanjung Priok, Jakarta Utara, untuk di –BKOkanke Kodim 0502 Jakarta Utara sebanyak satu peleton yang terdiri dari 40orang, masing-masing dilengkapi dengan senjata jenis semi-otomatis SKS lengkapdengan bayonet dan 10 butir amunisi berupa peluru tajam. Pasukan dipimpinoleh saksi Letda Sinar Naposo Harahap dengan mengendarai truk Reo menujuMakodim 0502 Jakarta Utara. Setelah sampai di Makodim sekitar pukul103


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)22.30 WIB saksi Kapten Sriyanto memberikan pengarahan: “Malam ini adatabligh akbar yang diadakan massa di Jalan Sindang Kelurahan KojaSelatan yang diperkirakan akan menuntut pembebasan para tahanan.Dalam hal menghadapi massa yang brutal dan beringas agar dilakukandengan cara memberikan tembakan peringatan keatas sebanyak 3 kali,apabila masih beringas berikan tembakan ke bawah sebanyak 3 kali,dan bila masih brutal dan menyerang tembak kakinya untukmelumpuhkan.”Bahwa selanjutnya saksi Kapten Sriyanto membagi pasukan menjadi 3 regu.Regu 1 di bawah pimpinan Serda Nur Kayik bertugas siaga di Makodim 0502Jakarta Utara. Regu 2 di bawah pimpinan saksi Letda Sinar Naposo Harahapbertugas mengamankan Pertamina Plumpang. Regu 3 di bawah pimpinan saksiKapten Sriyanto dengan komandan regu terdakwa Sutrisno Mascung bertugasmembantu mengamankan Markas Kepolisian Resor Jakarta Utara.Bahwa sekitar pukul 22.30 WIB Regu 3 di bawah Komandan Regu SutrisnoMaschung yang terdiri dari 13 orang yaitu Sutrisno Mascung selaku komandanregu, Prajurit Satu Asrori, Prajurit Dua Siswoyo, Prajurit Dua Abdul Halim,Prajurit Dua Zulfattah, Prajurit Dua Sumitro, Prajurit Dua Sofyan Hadianggota, Prajurit Dua Prayogi, Prajurit Dua Winarko, Prajurit Dua M Idrus,Prajurit Dua Muchson, Prajurit Satu Kartidjo, Prajurit Dua ParnuDi bawah pimpinan saksi Kapten Sriyanto Kasi II Ops Kodim 0502 JakartaUtara dengan kendaraan truk Reo berangkat menuju Markas Kepolisian ResorJakarta Utara, Jalan Yos Sudarso Tanjung Priok, Jakarta Utara.Bahwa dalam perjalanan menuju Markas Kepolisian Resot Jakarta Utara darikejauhan sekitar Pom bensin dekat PT.Berdikari dari arah Polret menuju Kodim,saksi Kapten Sriyanto melihat iring-iringan penduduk sipil yang menggunakansepeda motor.Bahwa ketika tiba didepan Markas Kepolisian Resor Jakarta Utara pasukanmelihat massa penduduk sipil yang jumlahnya ribuan orang berteriak-teriakdan menuju kearah Makodim 0502 Jakarta Utara. Dalam situasi tersebutsaksi Kapten Sriyanto memerintahkan agar truk yang membawa pasukan Regu104


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)3 di bawahYon Arhanudse 06 berbelok di depan Markas Kepolisian Resor danberhenti di pinggir jalan dan selanjutnya terdakwa 1 Sutrisno Mascungmemerintahkan pasukannya turun dari mobil dan menyusun formasi bershaf.Bahwa selanjutnya saksi Kapten Sriyanto berlari ke arah massa dan menanyakansiapa pimpinan massa dan dijawab oleh massa “tidak ada kompromi denganABRI”.Bahwa pasukan yang tergabung dalam regu III tersebut langsung menembakkansenjatanya beberapa kali atau setidak-tidaknya lebih dari satu kali ke arahmassa yang menyebabkan 23 orang atau setidak-tidaknya 14 orang meninggaldunia dan sebagian massa ada yang tiarap dan lainnya lari menyelamatkan dirinamun pasukan masih melakukan penembakan. Tidak lama kemudian datangpasukan tambahan/bantuan yang kemudian membawa korban yang meninggaldan menderita luka tembakan ke RSPAD sedangkan massa yang melarikandiri ditangkap dan dibawa ke Kodim 0502 Jakarta untuk ditahan.13 September 1984Bahwa pada sekitar pukul 09.00 Pranowo berdasarkan Surat KeputusanKSAD No. SKEP/77/II/1983 tanggal 21 Februari 1983 menerima telepondari Sampurna (Komandan Satuan Tugas Intel Laksusda Jaya) agar terdakwamenerima titipan tahanan kasus Tanjung Priok.Bahwa setelah menerima telepon tersebut terdakwa memerintahkan Kasi Logistikuntuk mempersiapkan segala sesuatu dalam rangka penampungan para tahanandi Mapomdam V Jaya Jl. Sultan Agung Guntur, sedangkan kepada para Kasiyang lain terdakwa memerintahkan untuk melaksanakan tugasnya sesuai denganfungsinya masing-masing.Pada sekitar pukul 10.30 – 8 Oktober 8 Pranowo selaku Tim PemeriksaDaerah Jaya menerima titipan tahanan secara bertahap sebanyak 169 orangatau 125 orang.105


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Tabel IXTahanan Yang dititipkan kepada PranowoNo. Waktu Jumlah1 13 September 1984 pk. 10.30 43 orang2 13 September 1984 pk. 23.00 4 orang3 14 September 1984 pk. 03.30 3 orang4 14 September 1984 pk. 11.00 16 orang5 15 September 1984 4 orang6 16 Sepember 1984 pk. 03.10 8 orang7 17 September 1984 pk. 00.30 19 orang8 18 September 1984 pk. 18.40 8 orang9 19 September 1984 2 orang10 19 September 1984 8 orang11 28 September 1984 4 orang12 2 Oktober 1984 2 orang13 3 Oktober 1984 3 orang14 6 Oktober 1984 7 orang15 8 Oktober 1984 12 orang16 8 Ok tober 1984 2 orangKeteranganAan bin Turi dkkMawardi Noor, dkkE Rizal, dkkAfriul bin Mansyur, dkkMulyadi, dkkAbdul Basir bin Tahir dkkM Solihin, dkkAgus Sutaryo Bin Kosim, dkk-Anwar Abbas, dkk--Haris Bin Abdul Wahab, dkkHerla Rochana Yunus, dkkSatia bin RAsyid, dkkKH. Drs. Rahmat Muslim, dkkBahwa Pranowo memerintahkan memasukkan para tahanan titipan sebanyak169 orang tersebut ke dalam sel tahanan yang sempit dan gelap di Pomdam JayaGuntur selama 1 hingga 15 hari tanpa dilengkapi dengan surat perintahpenahanan yang resmi dari pihak berwenang. Selanjutnya, karena kondisi dandaya tampung tidak mencukupi, maka atas perintah Pranowo, para tahanantersebut dipindahkan untuk ditahan dalam sel yang sempit di Rumah TahananMiliter Cimanggis selama 1 – 3 bulan.Bahwa Pranowo mengetahui para tahanan yang diterima olehnya di PomdamV Jaya Guntur tersebut tanpa dilengkapi surat perintah penahanan setelahdilakukan pemeriksaan terlebih dahulu oleh tim gabungan.Bahwa selama para tahanan tersebut ditahan di Pomdam maupun di Cimanggistidak diperbolehkan keluar dari dalam selnya.Bahwa terdakwa mengetahui bahwa titipan tahanan tersebut adalah warga sipilsehingga penahanan terhadap penduduk sipil harus berdasarkan ketentuansebagaimana diatur dalam KUHAP.106


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Bahwa akibat perbuatan terdakwa, ada beberapa tahanan yang mengalamistress dan sulit menggerakkan aanggota tubuhnya/lumpuh dan pihak keluargatidak diberitahukan dimana tempat penahanan para tahanan tersebut.Bahwa para tahanan yang disiksa oleh petugas Pomdam Jaya dan petugas RumahTahanan Militer Cimanggis itu antara lain :- Saksi korban Rahmad, se1ama minggu dalam Pomdam Jaya Guntur, hanyapakai celana dalam dan disuruh jalan merangkak, dijemur di tengah haribolong.- Saksi korban Budi Santoso selama 1 hari dalam Pomdam Jaya Guntur,ditendang tulang kering kaki kiri 1 kali dan dipukul kepala belakangdengan tangan dari belakang.- Saksi korban Wasjan bin Sukarna selama 4 hari dalam Pomdam JayaGuntur, disuruh tidur di lapangan terbuka dan dijemur di bawah sinarmatahari hanya pakai celana dalam.- Saksi korban Sofwan Sulaeman selama 3 hari dalam Pomdam Jaya Guntur,dipukul badan dan kaki saksi korban dengan menggunakan tongkat.- Saksi korban Ahmad Sahi selama 3 hari dalam Pomdam Jaya Gunturbersama kawan-kawannya disuruh merangkak dengan siku dan lutut dariruang depan melalui jalan yang penuh kerikil tajam menuju tengah lapanganoleh pengawal yang mengendarai motor menendang tubuh saksi korban daribelakang.- Saksi korban Syarifudin Rambe selama 3 hari dalam Pomdam Jaya Guntur,dipukul tulang kering kaki, punggung, kepala dengan tongkat pada saksikorban dan beberapa kawan lainnya disuruh merayap ke tempat pemeriksaandi ruang belakang sambil dipukul kepala dan menginjak badan saksi korbandkk apabila badan terangkat.- Saksi korban Yayan Hendrayana 1 hari dalam Pomdam Jaya Guntur,dipukul oleh petugas CPM, ditendang, diinjak badan saksi dan di RTMCimanggis disuruh jalan merangkak mengelilingi RTM.107


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)- Saksi korban Sardi selama 1 minggu dalam Pomdam Jaya Guntur, dipukulkepala olah CPM dan ditendang punggung saksi dan rambut dicukur sambilsaksi dijemur.- Saksi korban Ratono selama di RTM Cimanggis saat diperiksa saksidisuruh push up 200 kali, disuruh koprol di depan dan di belakang padamalam hari, scout jump 200 kali sambil tangan kanan memegang telingakiri lalu berputar dan ditendang oleh petugas kemudian disuruh lari hinggamenabrak tembok dan pingsan.- Saksi korban Raharja selama 15 hari dalam Pomdam Jaya Guntur, setiapkali makan disuruh push up dan dipukul dengan besi hingga tulanghidungnya patah.- Saksi korban Abdul Qadir Djaelani selama di tahanan petugas CPMmemukul, menendang di tengah lapangan pada malam hari secara beramairamaihingga saksi pingsan baru dikembalikan ke dalam sel. Petugas tidakmemberikan makanan yang layak bagi manusia.- Saksi Sudarso dalam Pomdam Jaya Guntur diperiksa oleh petugas CPM,diarahkan untuk mengakui bersalah, bilama tidak akan disiksa.- Saksi Aminatun selama 3 hari dalam tahanan Pomdam V Jaya Guntur,ditelanjangi oleh Kowad dan mendengar teriakan orang yang disiksa.- Saksi korban AM Fatwa selama dalam tahanan Pomdam Jaya Gunturdisiksa.Pelanggaran HAMBahwa terdakwa telah melakukan pelanggaran berat manusia berupa kejahatanterhadap kemanusiaan berupa perampasan kemerdekaan atau perampasankebebasan fisik secara sewenang-wenang melanggar ketentuan pokok hukuminternasional, yang dilakuan sebagai bagian dari serangan yang meluas atausistematik yang diketahuinya bahwa serangan tersebut ditujukan secara langsungterhadap penduduk sipil sehingga mengakibatkan para 169 tahanan mengalami108


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)stress dan sulit menggerakkan anggota tubuhnya serta pihak keluarga tidakdiberitahukan dimana tempat penahanan tersebutBahwa Pranowo mengetahui atau atas dasar keadaan saat itu seharusnyamengetahui pasukan / anggotanya telah atau sedang melakukan pelanggaranHAM berat berupa penyiksaan atau dengan sengaja dan melawan hukummenimbulkan kesakitan atau penderitaan yang berat baik fisik maupun mental,dengan cara menendang, memukul, menjemur dan lain-lain terhadap 14 orangtahanan atau orang yang berada di bawah pengawasan terdakwa tetapi terdakwatidak mencegah, atau menghentikan perbuatan pasukan atau anggotanya ataumenyerahkan pelakunya kepada pejabat yang berwenang untuk dilakukanpenyelidikan, penyidikan dan penuntutan.Tabel XProses Pengadilan HAM Adhoc Perkara Pelanggaran HAMTanjung PriokPROSES PENGADILAN HAM PERKARA TANJUNGPRIOKSeptember 2003 – Agustus 2004No. Perkara 01/HAM/TJ.PRIOK/08/2003 02/HAM/TJ.PRIOK/09/2003 03/HAM/TJ.PRIOK/09/2003 04/HAM/TJ.PRIOK/09/2003Terdakwa1. Sutrisno Mascung(Mantan KomandanRegu III YonArhanudse 06)2. Asrori (MantanAnggota Regu IIIYon Arhanudse 06)3. Siswoyo (MantanAnggota Regu IIIYon Arhanudse 06)4. Abdul Halim(Mantan AnggotaRegu III YonArhanudse 06)5. Zulfatah (MantanAnggota Regu IIIYon Arhanudse 06)Rudolf Adolf ButarButar (MantanKomandan DistrikMiliter 0502/JakartaUtara)Pranowo(MantanKomandan PolisiMiliter KomandoDaerah Militer V Jaya)Sriyanto(MantanKepala Seksi OperasiKomandan DistrikMiliter 0502/JakartaUtara)109


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)AparatPenegakHukum6. Sumitro (MantanAnggota Regu IIIYon Arhanudse 06)7. Sofyan Hadi(Mantan AnggotaRegu III YonArhanudse 06)8. Prayogi (MantanAnggota Regu IIIYon Arhanudse 06)9. Winarko (MantanAnggota Regu IIIYon Arhanudse 06)10.Idrus (MantanAnggota Regu IIIYon Arhanudse 06)11.Muchson (MantanAnggota Regu IIIYon Arhanudse 06)Majelis HakimAndi Samsan Nganro(ketua) Anggota :Binsar Goeltom, AndiSamsan Nganro(ketua), BinsarGoeltom, HeruSusanto, AmirudinAbureira, SulaimanHamid.JPUWidodo Supriadi,Hasran Rk, YesiEsmiralda, AhmadJumali. WidodoSupriadi, Hasran Rk,Yesi Esmiralda, AhmadJumali.Penasehat HukumYan Juanda Saputra,Chandra Motik, AliRidho, Amir Karyatin,Nur Aziza, BurhanDahlan, Murtini,Sarwono, Edi,Bambang Widarto.Majelis HakimCicut Sutiyarso(ketua), EmongKomariah, Winarso,Ridwan Mansur,Kabul SupriyadiJPUMuhammadYusuf, MM, ParadaNababan, Yusuf,Agung Iswanto,Penasehat HukumYan Juanda Saputra,Dr. Chandra Motik,Mayor CHK. M. AliRido., Amir Karyatin,Letkol CHK. NurAzisah., Kol. CHK.Martini., MayorBambang Widiarto.,Saryono Edi.Majelis HakimAndriani Nurdin(ketua), Rudi Rizki,Bukit Kalenong,Abdurahman, SunaryoJPURoesmanadi, N.S.Rambey, Djoko IndraSetiawan, Risma H.LadaPenasehat HukumYan Juanda Saputra,Dr. Chandra Motik,Mayor CHK. M. AliRido, Amir Karyatin,SH., Letkol CHK. NurAzisah., Kol. CHK.Drs. Burhan Dahlan.,Mayor CHK. Martini.,Mayor BambangWidiarto., Saryono Edi.Majelis HakimHerman HellerHutapea (ketua),Rahmat Syafei,Amiruddin Abureira,Rudi RizkiJPUDarmono, K Lere,Herry Karya Budi,Diah SrikantiPenasehat HukumBurhan Dahlan,Letkol CHK. NurAzisah, AmirKaryatin, SH.,YanJuanda Saputra, SH.,Dr. Chandra Motik,SH., Mayor CHK.Murtini, Mayor CHKSubagijo, MayorCHK. M. Ali Rido,Mayor Sus BambangWidarto, MayorCHK Slamet SarwoEdy, Kapten CHKZulkarnaen Effendi.110


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)DakwaanLocus dantempus delictiKesatuPasal 7 huruf b JISPasal 9 hurup a, Pasal37 Undang-undangNo.26 Tahun2000tentangPengadilan HAM, Pasal55 ayat 1 ke-1 KUHPKedua :Primer.Pasal 7 huruf b JisPasal 9 huruf a, Pasal41, Pasal 37, UndangundangNo.26 Tahun2000 TentangPengadilan Hak AzaziManusia, Pasal 55 ayat1 Ke-1 KUHP, Pasal 53ayat 1 KUHPSubsidair.Pasal 7 huruf b JisPasal 9 huruf h, Pasal40, Undang-undangNo. 26 Tahun 2000Tentang PengadilanHak azaziManusia,Pasal 55 ayat 1 Ke-1KUHPJl. Yos Sudarso depanMapolres Jakarta UtaraRabu, 12 September1984 pukul 23.00 WIBatau sekitarwaktu ituatau setidaktidaknyapadasekitarbulan September 1984KesatuPasal 42 ayat 1 huruf adan b jis Pasal 7 hurufb, pasal 9 huruf a,Pasal 37 UU No. 26tahun 2000 tentangHAM.KeduaPasal 42 ayat 1 huruf adan b jis pasal 7 hurufb, pasal 9 huruf h,pasal 40 UU No. 26tahun 2000KetigaPasal 42 ayat 1 huruf adan b jis pasal 7 hurufb, pasal 9 huruf e,pasal 37 UU No. 26tahun 2000 tentangPengadilan HAM.Jl. Yos Sudarso depanMapolres JakartaUtaraRabu, 12 September1984 dan waktu lainpada bulan September1984Markas Kodim 0502Jakarta Utara, 10 – 18September 1984Kesatupasal 7 huruf b jlspasal 9 huruf e, pasal37 Undang-UndangNo.26 Tahun 2000pasal 55 Ayat (1) ke-1,pasal 64 KUHP.KeduaPasal 42 ayat (1) hurufa dan b jls pasal 7huruf b, pasal 9 huruff, pasal 39 Undang-Undang No. 26 tahun2000 tentangPengadilan Hak AsasiManusia, pasal 64KUHP.POMDAM V JAYA(Guntur) jl. SultanAgung No. 33Jakarta Selatan.Rumah TahananMiliter (RTM)Cimanggis JakartaTimur yang sekarangJl. Raya RTMCimanggis RT. 008/RW. 11 Kelapa DuaDepok Jawa Barat.Kamis tanggal 13September 1984 pukul10.30 WIB sampaidengan tanggal 8Oktober 1984KesatuPasal 7 huruf b jispasal 9 huruf a, pasal37 UU No. 26 tahun2000 pasal 55 ayat 1ke-1 KUHPKeduaPrimer Pasal 7 huruf bjis pasal 9 huruf a,pasal 41, pasal 37 UUNo. 26 tahun 2000,pasal 55 ayat 1 ke-1KUHP, pasal 53 ayat 1KUHPSubsiderPasal 7 huruf b jispasal 9 huruf h, pasal40 UU No. 26 tahun2000Jl. Yos Sudarso depanMapolres KodimJakarta UtaraRabu, 12 September1984 pukul 23.00 WIBdan waktu lain padabulan September 1984111


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)KorbanSaksi1. Penduduk Sipil Lukaluka23 Orang dansetidak-tidaknya 11orang MeninggalDunia2. Penduduk SipilLuka-luka64 Orangdan setidak-tidaknya11 orang menderitaluka tembak3. Penduduk Sipil Lukaluka64 Orang dansetidak-tidaknya 11orang menderita lukatembakSaksi a charge1. Ahmad Sahi2. Husain Safe3. Muchtar Dewang4. Suherman5. Syarifuddin Rambe6. Wahyudi7. Yusron8. Irta9. Sudarso10. Thahir11. BambangSuhartono (TNI)12. Butar Butar (TNI)13. M Amran14. Tri Sutrisno (TNI)15. Beni Biki16. Sriyanto (TNI)17. Auha Husain (TNI)18. Matoni (TNI)19. Sofwan Sulaeman20. Syarifudin Rambe21. Syarifin Maloko22. Dewi Wardah23. Ishaka24. Marullah25. Pieter Hermanus(saksi ahli)26. Budi Sampurno(saksi ahli)27. LB Sihombing(saksi ahli)1. Penduduk sipilluka-luka 23 orangdan setidak-tidaknya14 orang meninggaldunia2. penganiayaanmenyebabkan 4 orangluka-luka3. perampasankemerdekaanmenyebabkan 4 orangkorbanSaksi A charge1. Rahmat2. Siti Fatimah3. Amir Mahmud4. Wasjan5. Ahmad Sahi6. Lily Ardiansyah7. Syaiful Hadi8. Henri9. Aminatun10. Syarifudin Rambe11. Sofwan Sulaeman12. Kusnoto13. Ratono14. Abdullah RuslyBiki15. Zulfata (TNI)16. Tri Sutrisno (TNI)17. Suprayit (TNI)18. Sutrisno Mascung(TNI)19. Sriyanto (TNI)20. Mutiran (TNI)21. AM Fatwa22. Nurtjahya23. Pranowo (TNI)24. Prayogi (TNI)25. Idrus (TNI)26. Muhson (TNI)27. M Nur (dibacakanBAP)1.14 orang korbanpenyiksaan2.169 orang korbanatau setidak-tidaknya125 orangpenangkapansewenang-wenangSaksi A charge1. Syarifudin Rambe2. Ahmad Sahi3. Suherman4. Mochtar Dewang5. Wahyudi6. Irta7. Amran8. Rahmat9. Edi Nurhadi10. Suherman11. Budi Santoso12. Wasjan13. Sudarso14. Yayan Hendrayana15. Raharja16. Hendri17. Syarifin Maloko18. RAtono19. AM Fatwa20. Aminatun21. Abdul QodirDjaelani22. Soedarsono23. Kusnoto24. Try Sutrisno (TNI)25. Letkol CPMArmen Bahtiar(TNI)26. Butar Butar (TNI)27. ASS Tambunan(saksi ahli)1.23 orang atausetidak-tidaknya 10orang meninggaldunia2. penduduk sipilsebanyak kurang lebih64 orang atau setidaktidaknya11 orangluka-luka3. penduduk sipil 64orang atau setidaktidaknya11 oarngluka-lukaSaksi A Charge1. Mochtar Dewang2. Amir Mahmud3. Suherman4. Dewi Wardah5. Budi Santoso6. Sudarso7. Ahmad Sahi8. Yusron9. Zulfata (TNI)10. Siswoyo (TNI)11. Soemitro (TNI)12. Abdul Halim(TNI)13. SoetrisnoMascung (TNI)14. Suprayogi (TNI)15. Sofyan Hadi(TNI)16. Asrori (TNI)17. Sumitro ( TNI)18. SyarifuddinRambe19. Safwan Sulaiman20. YayanHendrayana21. Drs. AM Fatwa22. R Butar – Butar(TNI)23. MH Arief Biki24. Siti Hazanah112


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Saksi a de charge28. M. Nurdin29. Asep30. Nasrun31. Prof Muladi (saksiahli)32. Prof. LoebbyLoekman (saksiahli)28. Syamsidar(dibacakan BAP)29. AH Gofur(dibacakan BAP)30. Jono karsono(dibacakan BAP)31. Raspin (dibacakanBAP)32. Abdul kadirjailanai (dibacakanBAP)33. Abdul Halim(TNI) (dibacakanBAP)34. Harahap (TNI)(dibacakan BAP)35. Sumitro (TNI)(dibacakan BAP)36. Husen syafe37. Fajar sutiono(TNI) (dibacakanBAP)38. A.S Tambunan(saksi ahli)(dibacakan BAP)39. Edi Purnomo(Polri) (dibacakanBAP)40. Abdullah Sani(saksi ahli)(dibacakan BAP)41. Pieter Hermanus(saksi ahli)(dibacakan BAP)42. Bodi BikiSaksi A de Charge43. Umar Sundu44. Bobi Zulkarnain45. Nurdin Azhari46. Qosim Khotib47. Heri Sutoyo(polisi)48. Maria farida (saksiahli)49. LB Sihombing(saksi ahli)50. Hikmawantojuwono (saksi ahli)28. Musolih29. Mawardi Noor(dibacakan BAP)30. Yusron bin Zainuri31. Lily Hardiansyah32. I Made MangkuPastika (Polri)(dibacakan BAP)33. Fajar Istiono(Polri) (dibacakanBAP)34. Husen Safe(dibacakan BAP)35. I Ketut Suyitne36.MH Ritonga (TNI)Saksi A de Charge37. Singgih38. Umar Sundu39. M. Murito40. Susilo41. Endang42. PLT Sihombing(saksi ahli)43. Abdul Muis44. Muladi (saksi ahli)45. Maria Farida (saksiahli)25. HB Soeparman(Polisi)26.Badukari (Polisi)27. Mariyanto (Polisi)28. MuchamadSyahruddin (TNI)29. Helena PaulinaGultom30. Yosepa Agusti(Polisi)31. Dr. ASSTambunan (Ahlihukum pidanamiliter )32. Pieter Hermanus(Ahli militer )33. Abdullah Sani (Ahli militer )34. Husein Safe35. Irta Sumirta36. Edi MarjukiNalapraya(dibacakan BAP)37. H. Abdul Azis(dibacakan BAP)38. Simon Lubis(dibacakan BAP)Saksi Ade Charge39. Nurdin BinAnsyori40. Amir Bin Bunari41. Hery Soentoyo(Polisi)42. Asep Syafrudin43. Boby Zulkarnaen44. N. Kosim Qotib45. Prof. Dr LobyLukman (Ahli)46. Prof. Dr Muladi,SH (Ahli)113


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Barang bukti1. 1 buah truk reo2. 13 pucuk senjataSKS1. Surat Keputusanselaku Dandim0502 Jakarta Utaraatas namatersangka RudolfButar Butar2. Hasil penelitianterhadap kerangkakorban TanjungPriok oleh TimForensik LKUIdari Tim ForensikDikdokkes Polri3. Berita AcaraPemotretanPenggalian diTamanPemakamanKhusus WargaSukapuraMengkok CilincingJakarta Utaratanggal 8September 20004. Berita AcaraPemotretanPenggalian 8kerangka korbanTanjung Priok di5. TamanPemakamanKramat GancengPondok RangonJakarta Timurtanggal 18September 20006.LaporanPenggalianKuburan danPemeriksaanKerangka dan VerNo. 001/TP.3001/SK.II/IX/2000sampai denganNo. 014/TP.30011/SK.II/IX/2000 masingmasingtanggal 5Oktober 20001. Surat PerintahPenahananNo.Print. 054/TAH/T.I/i/84 tgl.14 Sep 84teerhadap A. KadirJaelani ditandatangani AspidumKejati DKI R.E.Rasyid, SH/Mudapati Adiyaksa.2. SK. PerpanjanganPenahanan No.01/5 tahun 5.a./Pidsus/JP/10/84tgl. 2 Okt 84ditanda tanganiBob R.E. Nasution,SH/Kajari Jkt pst.Selama 40 hari (4Okt 84 s.d. 2 Nov84).3. SPP Jagung RINo.Print..005/F.2/11/84 Pro A. KadirJaelani ke RTMCimanggis ditandatangani JampidsusHimawan, SH.4. SPP No.Print. 059/TAH/3/9/84 ProA. Salim Kadar binSulaiman selama 20hari mulai tgl 18Sep 84ditandatanganiAspidus KejatiDKI A. Sutarno,SH/MudapatiAdiyaksa.5. BA. PerpanjanganPenahananditandatangani olehH. Nawawi Latif,SH/MudawiraJaksa.6. SP PenahananNo.Print ; 0’6/1. Berita Acarapemotretanpenggalian diTamanpemakamankhusus wargasukapuraMengkok, Jl RayaTipar CakungSukapura –Cilincing JakartaUtara tanggal 8September 20002. Berita AcaraPemotretanpenggalian 8kerangka korbanTanjung Priokditamanpemakamankramat Ganceng,Pondok Rangon,Kelapa Dua Wetan– Jakarta Timur,tanggal 18September 20003. LaporanPenggalianKuburan danPemeriksaankerangka dan VerNo. 001 / TP .3001 / SK. II / IX/ 2000 sampaidengan No 014 /TP. 3001 / SK. II/ IX / 2000,masing – masingtanggal 5 Oktober2000.114


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)115TAH.3A/Pidsus/10/84 untuk Drs.A.M. fatwa pertgl 5Okt 84ditandatangani A.Sutomo, SH/MudaapatiAdiyaksa PidsusKejati DKI.7. Surat PerpanjanganPenahanan No.02/S.Tah.5.a/Pidsus/J.P./10/84 tgl 20Okt 84 untuk Drs.A.M. FatwaditandatanganiKejari Jkt Pus BobR.E. Nasution,SH/MudapatiAdiyaksaNIP.230023578. SP PenahanSementaraNo.Print ; 003/F.2/11/84 dariKejagung RI tgl 12Nov 84 Pro H.A.M. FatwaditandatanganiJampidsusHimawan, SH.9. SP PenahananNo.015/S.Tah/3/Pidsus/10/84 tgl 1Okt 84 untukYayan HendrayanaditandatanganiAspidsus kejatiDKI A. Soetomo,SH/MudapatiAdiyaksa.10. BA. PelaksanaanPerintahPenahanan untukRatono, BA. DiInrehab CimanggisditandatanganiJaksa MachmudNIP.230003907


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)11611. BA. PenangkapanPolres Jak-Ut untuksyarifudin RambePertgl 11 Sep 84oleh Peltu I.G.K.Jelantik/PenyidikPembantu.12. BA. No.Pol : BA/13/UX/84 Res.J.Utgl 11 sep 84 untukSofyan binSulaimanditandatanganiSerda R. Sanusianggota ReskrimPolres Jak-Ut.13. SPDP untuk Moh.Nur, Ahmad Sahi,Sofyan binSulaiman,Syarifudin Rambe12 Sep 8414. Nama2 tahanantitipan LaksusdaJaya dalam kasushuru-hara Jak-Utyang diserahkan/ditipkan diPomdam V/Jaya tgl13 Sep 84 +_ jam13.00 WIB dariKaro LidpamJawatan POMkodam V/Jayakartatgl 13 Sep 8415. Nama2 tahananLaksusda Jayadalam Kasus huruharadi Koja Jak-Utdari Karo LidpamJawatan POMKodam V/Jayakarta tgl 14 Sep8416. Nama2 tahanantitipan LaksusdaJaya tgl 14 sep 84jam 11.00 WIBdalam kasus huru-


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)hara di Koja Jak-Ut dari KaroLidpam JawatanPOM Kodam V/Jayakarta tgl 14 sep8417. Nama2 tahanantitipan LaksusdaJaya dalam Kasushuru-hara di KojaJak-Ut dari KaroLidpam JawatanPOM Kodam V/Jayakarta tgl 13Sep 8418. Nama2 ttahanantitipan Laksusdajaya tgl 14 Sep 84jam 03.00WIBdalam kasus huruharadi Koja Jak-Ut dari Karolidpam JawatanPOM Kodam V/Jayakarta tgl 14 sep8419. Nama2 tahanantitipan LaksusdaJaya dalam KasusHuru-hara di KojaJak-ut ygdiserahkan/dititipkan diPomdam V/Jayatg1 13 Sep 84sekitar jam 03.10WIB dari KaroLidpam JawatanPom Kodam V/Jayakarta tgl 13 sep8420. Nama2 tahanantitipan LaksusdaJaya Penerahan 16Sep 84 jam 03.10WIB dari KaroLidpam JawatanKodam V/117


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Jayakarta tgl 16 Sep8421. Nama2 tahanantitipan LaksusdaJaya tgl 19 Sep 84jam 21.35 WIBdasar surat No : K/123/Sin/IX/84dari Karo LidpamJawatan POMKodam V/Jayakarta tgl 19 Sep8422. Nama2 tahanantitipan LaksusdaJaya yang berada diPomdam V/Jayapenyerahan tgl 15Sep 84 dari KaroLidpam JawatanPOM Kodam V/Jayakarta tgl 15 Sep8423. Nama2 tahanantitipan LaksusdaJaya penyerahan tgl17 Sep 84 sekitarjam 00.30 WIB dariRSPAD GatotSubroto dari KaroLidpam JawatanPOM Kodam V/Jayakarta tgl 17 Sep8424. Nama2 tahanantitipan LaksusdaJaya yang berada diPomdam V/Jayapenyerahan tgl 18Sep 84 (vide suratNo ; K/120/Sin/X/84) sekitar jam18.40 WIB dariKaro LidpamJawatan POMKodam V/Jayakarta tgl 18 Sep84118


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)TuntutanPutusanKesatuPasal 7 huruf b JISPasal 9 hurup a, Pasal37 Undang-undangNo.26 Tahun2000tentang PengadilanHAM, Pasal 55 ayat 1ke-1 KUHPKedua :Primer.Pasal 7 huruf b Jis Pasal9 huruf a, Pasal 41,Pasal 37, UndangundangNo.26 Tahun2000 TentangPengadilan Hak AzaziManusia, Pasal 55 ayat 1Ke-1 KUHP, Pasal 53ayat 1 KUHPSubsidair.Pasal 7 huruf b Jis Pasal9 huruf h, Pasal 40,Undang-undang No. 26Tahun 2000 TentangPengadilan Hak azaziManusia, Pasal 55 ayat 1Ke-1 KUHP10 tahun penjaraKompensasi, restitususidan rehabilitasiDanru : 3 tahunAnggota : 2 tahunKompensasi buat 13orang korban dan ahliwarisnyaKesatuPasal 42 ayat 1 hurufa dan b jis Pasal 7huruf b, pasal 9 hurufa, Pasal 37 UU No. 26tahun 2000 tentangHAM.KeduaPasal 42 ayat 1 hurufa dan b jis pasal 7huruf b, pasal 9 hurufh, pasal 40 UU No. 26tahun 200010 tahun penjara10 tahunKompensasi buatkorban dan ahliwarisnyaKeduaPasal 42 ayat (1) hurufa dan b jls pasal 7huruf b, pasal 9 huruff, pasal 39 Undang-Undang No. 26 tahun2000 tentangPengadilan Hak AsasiManusia, pasal 64KUHP.5 tahun penjaraKompensasi, restitusidan rehabilitasiBebasKesatuPasal 7 huruf b jispasal 9 huruf a, pasal37 UU No. 26 tahun2000 pasal 55 ayat 1ke-1 KUHPKedua Primer Pasal 7huruf b jis pasal 9huruf a, pasal 41,pasal 37 UU No. 26tahun 2000, pasal 55ayat 1 ke-1 KUHP,pasal 53 ayat 1KUHPSubsiderPasal 7 huruf b jispasal 9 huruf h, pasal40 UU No. 26 tahun200010 tahun penjaraKompensasi,restitususi danrehabilitasiBebasUpayahukumBandingBandingKasasiKasasi119


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)D. Catatan atas DakwaanDakwaan memiliki fungsi yang amat menentukan bagipemidanaan terdakwa sekaligus membatasi lingkup pemeriksaansidang. Hakim dalam menjatuhkan putusannya mendasarkan padahasil pemeriksaan dan penilaian fakta yang didakwakan dari suratdakwaan tersebut. Penyusunannya dapat menggunakan beberapa jenisdakwaan, di antaranya kumulasi-alternatif, tunggal, kombinasi ataudapat pula secara subsider 40 , tergantung strategi jaksa dalam usahamembuktikan dakwaannya. Dalam contoh-contoh kasus di atasagaknya strategi ini tak sepenuhnya dipersiapkan dan dijalankan olehJPU secara maksimal.D.1. Perumusan sistematis dan meluas.Unsur-unsur kejahatan kemanusiaan mencakup unsurobyektif (criminal act, actus reus) berupa adanya perbuatan yangmemenuhi rumusan UU dan bersifat melawan hukum serta tidakada alasan pembenar, dan unsur subyektif (criminal responsibility, mensrea) yang mencakup unsur kesalahan dalam arti luas dan meliputikemampuan bertanggung jawab, adanya unsur kesengajaan ataukealpaan serta tidak adanya alasan pemaaf. Prinsip umum unsur-unsurkejahatan (elements of crime) dari kejahatan melawan kemanusiaanmeliputi unsur material yang berfokus pada perbuatan (conduct), akibat(consequences), dan keadaan-keadaan (circumstances) yang menyertaiperbuatan; unsur mental yang relevan dalam bentuk kesengajaan(intention), pengetahuan (knowledge) atau keduanya.Unsur serangan yang luas dan sistematis merupakan unsuryang membedakan antara tindak pidana biasa dengan tindak pidanayang serius atau tindak pidana luar biasa (extra ordinary crime) sepertikejahatan melawan kemanusiaan. UU No. 26 Tahun 2000 tentang40Surat Edaran Jaksa Agung Republik Indonesia N0: Se-004/J.A/1/1993 tentangPembuatan Surat Dakwaan120


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Pengadilan HAM tidak menerangkan secara lebih rinci makna dariunsur meluas dan sistematik. Namun karena unsur pidana ini diambildari ketentuan Statuta Roma (Pengadilan Pidana Internasional), makapenerapan konsep ini mengacu kepada instrumen maupun hukumkebiasaan Internasional.Terminologi meluas (widespread) didefinisikan sebaga suatuserangan yang dilancarkan dengan mengakibatkan jatuhnya banyakkorban dari penduduk sipil dan juga dilancarkan terhadap lokasi yangberada pada lokasi geografis tertentu yang luas. Ini berarti seranganyang terjadi pada awalnya hanya terjadi pada satu lokasi tertentu, dankemudian akibat dari serangan awal tersebut terjadi serangan-seranganlain yang menyebar ke area lain pada daerah yang sama. Sedangkankata sistematik berarti serangan dilakukan atas dasar kebijakan ataurencana yang telah dipikirkan dengan matang (pre-conceived). Dengandemikian kata sistematik lebih mengarah ke makna keberadaan sebuahkebijakan tertentu.Dalam dakwaan jaksa, rumusan meluas hanya dibatasi diwilayah Tanjung Priok, Guntur, dan Cimanggis, Jakarta Selatan.Padahal akibat dari kejadian tersebut terjadi penangkapan yangmenyebar ke beberapa wilayah meliputi daerah Garut, Ciamis,Lampung dan Ujung Pandang (Makassar) 41 . Seharusnya seluruhperistiwa yang terjadi di luar Priok itu dibuat menyeluruh sebagaibagian dari Peristiwa 12 September 1984. Implikasi dari tindakan iniadalah tidak terungkapnya fakta kejahatan dan tanggungjawab secaramenyeluruh peristiwa tersebut.Sedangkan dalam unsur sistematis tidak diuraikanpemberlakuan asas tunggal Pancasila. Kondisi politik yangmelatarbelakangi peristiwa Priok sangat terkait dengan adanyakebijakan Presiden Soeharto memberlakukan Pancasila sebagai asas41Kontras, “Sakralisasi Idologi Memakan Korban”, (Jakarta April 001), hal 40121


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)tunggal atau satu-satunya asas yang harus dilaksanakan oleh seluruhorganisasi kemasyarakatan. Kondisi sosio-politik di Tanjung Prioksendiri saat itu tercerabut dari rumusan dakwaan. Padahal,pemberlakuan asas tunggal sangat terkait dengan seluruh polakebijakan yang diberlakukan di Jakarta Utara yang dalam hal ini seluruhaparatur pemerintah, khususnya Laksusda Jaya, menjadi ruang lingkuptanggungjawab yang antara satu dengan lainnya tidak dapat dipisahkan.Di dalamnya juga termasuk penggunaan fasilitas negara dalampelaksanaan operasi.D.2. Penggunaan pasal-pasal KUHPPelanggaran HAM-berat tergolong kategori kejahatan luarbiasa (extra ordinary crime). Oleh karena itu, penggunaan ketentuanketentuandalam Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) yanglebih mengatur ihwal kejahatan-kejahatan biasa sangatlah tidakmemadai. Dengan kata lain, Penuntut Umum akan kesulitan jika hanyamembangun konstruksi fakta dakwaan berdasarkan pada logikakejahatan pidana biasa. Penggunaan Pasal 53, 55, 64, KUHP tersebutberimplikasi pada sulitnya membuktikan unsur-unsur pidana darikejahatan melawan kemanusiaan.D.3. KorbanDalam dakwaannya JPU tidak menjelaskan jumlah korbanakibat peristiwa Priok ini. Dakwaan hanya mendasarkan diri padapencatatan Yayasan 12 September, sebuah yayasan yang melakukanpencatatan terhadap korban pada saat terjadinya peristiwa. Banyakkorban yang tidak tercantum dalam catatan yayasan itu juga parakorban pada pasca terjadinya peristiwa atau korban yang dianggapterlibat dengan peristiwa. Korban yang dikaitkan dengan peristiwadialami oleh para aktivis masjid dan pendakwah yang kerap mengritikkebijakan pemerintah. Pada waktu peristiwa tidak terlibat sama sekali,tetapi peristiwa Tanjung Priok dijadikan momentum oleh pemerintah122


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)untuk melakukan penangkapan secara sewenang-wenang sertamelangsungkan peradilan yang tidak jujur (unfair trial). Akibatnya,banyak korban yang mengalami peristiwa tetapi tidak dihadirkansebagai saksi.Dalam proses pengadilan, korban juga terbagi dalam duakubu, yaitu korban yang masih mendukung pengadilan dan mauberkata jujur di persidangan (hanya 13 orang, kemudian menyusutmenjadi 11 orang) dan korban yang membela pelaku, karena kuatnyaintervensi pelaku dengan menggunakan posisis sosial dan ekonomipara korban. Ketidakjelasan jumlah korban ini juga berdampak padapemberian kompensasi, restitusi dan rehabilitasi yang merupakan haksetiap korban.Jauh sebelum sidang dimulai, telah terjadi proses islah antarakorban yang diwakili Syaifudin Rambe, Asep, dll., dengan para pelakuyaitu LB Moerdani, R.A. Butar-Butar, Pranowo dan Sriyanto. Masingmasingkorban mendapatkan sejumlah uang kurang lebih satu jutasetengah rupiah. Pembentukan Yayasan 12 September juga dibidanioleh para pelaku pelanggaran HAM.Korban Tanjung Priok,Yusron memberikanketerangan kepadawartawan setelahmemberikan kesaksian diPengadilan Negeri Jak-Pus(T. 2003, Dok. Kontras)Jaksa Agung yang tidak profesional menjadi cermin rendahnyakomitmen pemerintah. Penyebabnya satu, para saksi dan korban telah123


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)menerima sejumlah pemberian berupa uang dan barang dari paraterdakwa pelaku pelanggaran HAM-berat yang menolakbertanggungjawab secara hukum. Saksi korban lainnya, mengalamiancaman teror dan intimidasi. Masalah ini merupakan fenomenamenonjol dalam pengadilan HAM. Anehnya para hakim jugamempertimbangkan perubahan dan pencabutan kesaksian secara tidakwajar. Padahal ada banyak cara untuk menggelar pengadilan secarajujur. Para saksi yang berbohong jelas melanggar hukum. Para hakimyang memeriksa jelas mengetahui adanya berbagai upaya pendekatandi luar hukum dari kalangan pelaku. Hakim, dalam situasi apa pundituntut untuk memiliki kepekaan yang tinggi terhadap tuntutankeadilan masyarakat.D.4. PelakuDalam dakwaannya, JPU mengajukan terdakwa terkait pelakulapangan dan tanggungjawab komando. Pelaku lapangan adalah orangatau orang-orang yang menggunakan kekerasan secara berlebihansehingga mengakibatkan jatuhnya korban jiwa. Penanggungjawabkomando adalah para pemegang komando yang tidak mencegahterjadinya pelanggaran HAM-berat. Mereka yang termasuk pelakulapangan ialah Serda Sutrisno Mascung, Komandan Regu I; Siswoyo;Asrori; Abdul Halim; Zulfattah; Sumitro; Sofyan Hadi; Prayogi;Winarko; Idrus; Muchson; Sersan Satu Parnu; dan Kartidjo. Sementaraitu, JPU menyatakan bahwa Sersan Satu Parnu dan Kartidjo sampaisaat ini tidak diketahui keberadaannya. Ketidakjelasan tentangkeberadaan kedua terdakwa tersebut dapat menimbulkan beberapapertanyaan, apakah mereka dengan sukarela menghilangkan diri/menghindar atau mereka sengaja disembunyikan.Pada sisi lain tidak ada upaya serius dari pihak KejaksaanAgung untuk mempertanyakan status kedua terdakwa itu kepadapemerintah, khususnya Departemen Pertahanan dan Mabes TNI,apakah keduanya masih dalam status militer atau sudah melakukandesersi, atau telah pensiun (purnanirawan). Sementara yang masuk124


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)dalam kategori pertanggungjawaban komando menurut JPU ialahKapten Sriyanto (Kasi II Ops. Kodim 0502/Jakarta Utara); Letkol.R.A. Butar-Butar (Dandim 0502/Jakarta Utara); dan Kol. Pranowo(Kapomdam V Jaya). Pertanggungjawaban komando dipangkasdengan hanya menyeret pelaku lapangan.Padahal laporan KP3T Komnas HAM menyimpulkan bahwapelaku yang terlibat terdiri dari pelaku di lapangan, penanggung jawabkomando operasional, serta pemegang komando yang tidakmengambil tindakan untuk mencegah terjadinya pelanggaran berathak asasi manusia dan atau memerintahkan secara langsung satutindakan yang menyebabkan terjadinya pelanggaran tersebut.Komnas HAM merekomendasikan 21 orang terdakwa, yangterdiri dari 14 aparat dari Satuan Arhanud Tanjung Priok, 2 aparatdari Jajaran Kodim Jakarta Utara, 4 aparat dari Jajaran Kodam V Jaya,2 aparat dari Jajaran Mabes TNI AD serta 1 orang dari Mabes ABRI.D.5. Waktu dan tempat peristiwaDalam dakwaan JPU disebutkan bahwa waktu dan tempatperistiwa yang menjadi dasar pemeriksaan di pengadilan adalah waktudan areal di Jalan Yos Sudarso di depan Mapolres Jakarta Utara padaRabu 12 September 1984, pukul 23.00 WIB atau sekitar waktu ituatau setidak-tidaknya sekitar bulan September 1984 (lihat berkasdakwaan Sutrisno Mascung dkk.)RTM GunturKorban dan Kontras mendatangi RumahTahanan Militer Guntur untuk melihatkembali kondisi RTM yang dulu dipakaiuntuk melakukan penyiksaan terhadapkorban Tanjung Priok.(Th. 2004, Dok. Kontras)125


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Jalan Yos Sudarso yang terletak di depan Mapolres JakartaUtara pada Rabu 12 September 1984 dan waktu lain pada bulanSeptember 1984 serta Markas Kodim 0502 Jakarta Utara, 10 – 18September 1984 (lih. berkas dakwaan Butar Butar)Pomdam V Jaya (Guntur) Jalan Sultan Agung No. 33 JakartaSelatan dan Rumah Tahanan Militer Cimanggis Jalan Raya Cimanggis,Jawa Barat dan Kamis tanggal 12 September 1984 pukul 10.30 WIBsampai dengan tanggal 8 Oktober 1984 (lih. berkas dakwaan Pranowo)12 September 1984 pukul 23.00 WIB dan waktu lain padabulan September 1984 (lih. berkas dakwaan Sriyanto).Penyebutan tempat (locus delicti) di Tanjungpriok dan waktu(tempus delicti) pada September 1984 sesuai Kepres No. 96 tahun 2001yang menjadi dasar dakwaan semestinya tidak menjadi penghalangyang membatasi upaya pemeriksaan dan pembuktian terhadapterjadinya peristiwa pelanggaran HAM-berat yang sistematik danmeluas. Penyebutan tempat dan waktu yang ditentukan hanya menjadidasar sebagai identitas atau penamaan atas terjadinya peristiwa padatempat dan waktu tersebut. Peristiwa Priok harus dipandang sebagaiperistiwa yang terjadi secara sistematik dan meluas. Sejakdikeluarkannya kebijakan dan upaya menjadikan Pancasila sebagaiasas tunggal adalah kata kunci bagaimana tindakan, psikologi aparatusnegara menghadapi sikap berbeda dari masyarakat yang menentanggagasan pemerintah itu, yang dianggap terlalu mencampuri kebebasanberorganisasi masyarakat dan cenderung melemahkan kekuatankelompok keagamaan, khususnya Islam dalam kancah politik OrdeBaru.126


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)Di Rumah Tahanan MiliterKorban Tanjung Priok, A.M. Fatwa mengunjungi Rumah TahananMiliter CImanggis (Th. 2003, Dok. Kontras).Peristiwa Priok juga tidak dapat dilepaskan dari terjadinyaaksi penangkapan-penangkapan terhadap pihak-pihak yang dianggapterlibat pada peristiwa itu pada 12 Sepember 1984. Aparat di seluruhjajaran satuan militer mendapatkan intruksi untuk menangkapmasyarakat yang terlibat sehingga penangkapan setelah peristiwa tidakhanya terjadi di Jakarta Utara melainkan juga di Jakarta Pusat bahkanmeluas hingga ke Garut (Jawa Barat), Lampung, Sulawesi Selatandan beberapa tempat lain di Indonesia. Bukan hanya itu, penangkapanjuga dilakukan kepada anggota masyarakat sering melakukan kritikterhadap kebijakan pemerintah yang tidak terkait dengan PeristiwaPriok, seperti para aktivis Petisi 50.D.6. Jenis pelanggaran HAMDari semua berkas dakwaan yang diajukan JPU, terdapat limajenis pelanggaran HAM-berat yang didakwakan, yaitu (1)pembunuhan; (2) percobaan, permufakatan jahat dan pembantuanpembunuhan; (3) penganiayaan terhadap suatu kelompok tertentu;127


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)(4) penyiksaan; dan (5) perampasan kebebasan fisik secara sewenangwenang.Di dalam persidanganKorban Tanjung Priok, Husen Safe memberikan kesaksian dipengadilan Negeri Jakpus. (th. 2003, Dok. Kontras)Sebagai dasar untuk melakukan penyidikan dan pemeriksaanpengadilan, Komnas HAM dalam laporan penyelidikan danpemeriksaan terhadap kasus Priok menyatakan adanya korban yangtidak jelas akan nasib dan keberadaannya, pasca peristiwa 12September 1984, yang merupakan korban penghilangan paksa 42 .Bahkan penggalian kuburan massal yang dilakukan oleh KomnasHAM terhadap orang-orang yang telah dinyatakan meninggal untukmembuktikan identitas atas korban yang telah dibunuh dan dikubur,tidak dapat secara tuntas menetapkan identitas korban yangdihilangkan secara paksa. Penguburan kembali korban-korbanpembunuhan juga tidak dilakukan secara pantas, termasuk penyertaanidentitas pada makam yang disediakan.42UU No. 26 Tahun 2000 tentang Pengadilan HAM menyatakan penghilangan orangsecara paksa adalah penangkapan, penahanan atau penculikan atau persetujuan darinegara atau kebijakan organisasi, diikuti oleh penolakan untuk mengakui perampasankemerdekaan tersebut atau untuk memberikan informasi tentang nasib dan keberadaanorang tersebut, dengan maksud untuk melepaskan dari perlindungan hukum dalam jangkawaktu yang panjang.128


BAGIAN III (MENJARING TERI, MELEPAS KAKAP)JPU dengan sengaja telah mengarahkan bahwa korbanpenghilangan paksa merupakan korban pembunuhan atau telahdianggap meninggal. Sehingga keluarga korban penghilangan paksadihadirkan untuk menjadi saksi pada persidangan terdakwa yangdakwaaanya adalah pembunuhan. 43 Hal ini justru akan mengaburkankebenaran akan keberadaan dan nasib para korban pelanggaran HAMberatyang sebenarnya.43Hal ini terbukti pada pemeriksaan saksi Siti Fatimah pada 29 Oktober 2003. Saksimerupakan keluarga korban dari M. Zaini yang tidak jelas keberadaannya namun dalampemeriksaan persidangan dianggap meninggal.129

More magazines by this user
Similar magazines