Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010 i

infokursus.net
  • No tags were found...

Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010 i

Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010i


iiJuknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010


Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010iii


ivJuknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010


SAMBUTANDirektur Jenderal Pendidikan Nonformal dan InformalKebijakan pembangunan pendidikan nasional diarahkan untukmewujudkan pendidikan yang berkeadilan, bermutu dan relevan dengankebutuhan masyarakat. Untuk mewujudkan tujuan tersebut maka dalampenyelenggaraan pendidikan nasional bertumpu pada 5 prinsip: 1)ketersediaan berbagai program layanan pendidikan; 2) biaya pendidikan yangterjangkau bagi seluruh masyarakat; 3) semakin berkualitasnya setiap jenis danjenjang pendidikan; 4) tanpa adanya perbedaan layanan pendidikan ditinjaudari berbagai segi; dan 5) jaminan lulusan untuk melanjutkan dan keselarasandengan dunia kerja.Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal, sebagai salahsatuunit utama di Kementerian Pendidikan Nasional dalam mewujudkanprinsip tersebut menyediakan berbagai program layanan pendidikandiantaranya program kursus dan pelatihan kerja. Arah program kursus danpelatihan tersebut adalah pembekalan kepada peserta didik dengan berbagaiketerampilan untuk dapat bekerja (pekerja) atau usaha mandiri (berwirausaha).Program-program tersebut diantaranya: 1) Kursus Para Profesi; 2) KursusWirausaha Kota; 3) Kursus Wirausaha Desa; dan 4) Pendidikan Kecakapan Hidupbagi Lembaga Kursus dan pelatihan.Selain itu pada tahun 2010 ini, Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformaldan Informal merintis program Pendidikan Kewirausahaan Masyarakat (PKM)yakni program pendidikan non formal yang didalamnya terdapat pendidikankewirausahaan (pendidikan karakter berwirausaha bagi peserta didik) danpendidikan keterampilan yang selanjutnya lulusannya ditindaklanjuti denganberbagai Kementerian, Instansi, Lembaga dan Organisasi terkait untuk dapatmerintis usaha kecil sebagai wirausaha. Misi dan tujuan dari pendidikan iniadalah memberikan bekal pendidikan yang bermutu dan relevan dengankebutuhan masyarakat sehingga setiap lulusan pendidikan nonformal dapatmasuk di dunia kerja dan atau menciptakan lapangan kerja baru, menghasilkanproduk barang dan/atau jasa yang kreatif dan inovatif sehingga mampumemberdayakan potensi lokal untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat.Akhirnya, dengan terbitnya pedoman ini diharapkan dapat dijadikanpegangan bagi seluruh pengelola program PNFI dalam penyelenggaraanprogram-program kursus dan pelatihan.Jakarta, Januari 2010Direktur Jenderal,Hamid Muhammad, Ph.DNIP. 19590512 1983 11 1 001Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010iii


KATA PENGANTARDirektur Pembinaan Kursus dan KelembagaanDirektorat Jenderal PNFIPuji dan syukur kami panjatkan kehadirat Tuhan Yang Maha Esa, karenaberkat rahmat dan hidayahNya serta kerja keras tim penyusun telah berhasilmenyusun sebanyak 17 (tujuh belas) pedoman yang dapat dijadikan acuan parapenyelenggara kursus dan pelatihan atau unit pelaksana teknis serta organisasimitra di jajaran Direktorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal. Olehkarena itu, kami mengucapkan terima kasih kepada para penyusun yang telahmencurahkan pikiran, waktu, dan tenaganya, sehingga pedoman-pedoman ini siapuntuk disosialisasikan.Pedoman-pedoman tersebut secara garis besar mencakup: 1) Pendidikankewirausahaan masyarakat; 2) Pemberian blockgrant pendidikan kecakapan hidup(PKH) untuk peserta didik kursus dan pelatihan baik melalui lembaga kursus danpelatihan (LKP) maupun lembaga lain; 3) Penyusunan berbagai standar programdan sistem informasi; 4) Penguatan dan peningkatan kualitas program sertifikasikompetensi; 5) Peningkatan kapasitas LKP dan organisasi mitra; 6) Pemberianbeasiswa; 7) Monitoring dan evaluasi pelaksanaan program pembinaan kursus dankelembagaan dan pendidikan kewirausahaan masyarakat.Dengan terbitnya pedoman-pedoman dimaksud kami berharap akanmemberikan kontribusi yang positif terhadap pencapaian tujuan pembangunanpendidikan di Indonesia yaitu, 1) ketersediaan berbagai program layananpendidikan; 2) biaya pendidikan yang terjangkau bagi seluruh masyarakat; 3)semakin berkualitasnya setiap jenis dan jenjang pendidikan; 4) tanpa adanyaperbedaan layanan pendidikan ditinjau dari berbagai segi; dan 5) jaminan lulusanuntuk melanjutkan dan keselarasan dengan dunia kerja yang baik. Oleh karena itu,kami mengajak semua pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan programprogrampembinaan kursus dan pendidikan kewirausahaan masyarakat agarbekerja lebih keras lagi untuk mencapai target dan kualitas yang diharapkan padatahun 2010.Untuk itu kami memerlukan dukungan semua pihak, agar pemanfaatanpedoman-pedoman tersebut dapat memenuhi prinsip-prinsip tepat sasaran, tepatpenggunaan, bermutu, jujur, transparan, dan akuntabel.Kami menyadari sepenuhnya bahwa tidak ada gading yang tak retak. Olehkarena itu, kritik, usul, atau saran yang konstruktif sangat kami harapkan sebagaibahan pertimbangan untuk menyempurnakan pedoman-pedoman tersebut dimasa mendatang. Amien.Jakarta, Januari 2010Direktur PembinaanKursus dan Kelembagaan,Dr. WartantoNIP. 19631009 198901 1 001ivJuknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010


DAFTAR ISIKATA SAMBUTAN ............................................................................. iiiKATA PENGANTAR ............................................................................ ivDAFTAR ISI ........................................................................................ vBAB I PENDAHULUANA. Latar Belakang ................................................................... 1B. Tujuan Pedoman Penyelenggaraan ................................... 2C. Dasar Hukum ..................................................................... 2D. Pengertian dan Tujuan Program........................................ 3BAB II RUANG LINGKUP PROGRAM KURSUS WIRAUSAHA KOTA (KWK)A. Peserta Didik .................................................................... 4B. Penyelenggara/Pengelola ................................................ 4C. Instruktur ......................................................................... 4D. Penguji.............................................................................. 4E. Program Belajar ............................................................... 5BAB III LANGKAH-LANGKAH PENYELENGGARAAN PROGRAMKURSUS WIRAUSAHA KOTA (KWK)A. Perencanaan Pembelajaran ............................................ 10B. Pelaksanaan .................................................................... 11C. Pendampingan Usaha Mandiri ........................................ 13D. Tindak Lanjut Kursus Wirausaha Kota (KWK) .................. 13BAB IV MONITORING, EVALUASI, DAN SUPERVISIA. Monitoring, Evaluasi, dan Suvervisi ................................. 14B. Pengendalian Mutu dan Pengawasan ............................. 14BAB V PELAPORANA. Pembukuan ...................................................................... 16B. Dokumen Pendukung Pembukuan .................................. 17C. Ketentuan Pelaporan ....................................................... 17BAB VI PENUTUPLAMPIRAN –LAMPIRAN ................................................................... 18Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010v


viJuknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010


IPENDAHULUANA. Latar BelakangPengangguran dan kemiskinan hingga saat ini merupakanmasalah besar Bangsa Indonesia yang belum bisa terpecahkan.Menurut data bulan Februari 2009, jumlah penganggur terbukatercatat sebanyak 9.258.964 juta orang (8,48%) dari total angkatankerja sekitar 113.744.408 juta orang. Dari jumlah 9,39 juta orangpenganggur tersebut sebagian besar berada di pedesaan. Jika dilihatdari latar belakang pendidikan para penganggur tersebut, 27,09%berpendidikan SD ke bawah, 22,62% berpendidikan SLTP, 25,29%berpendidikan SMA, 15,37% berpendidikan SMK dan 9,63%berpendidikan Diploma sampai Sarjana.Pengangguran dan kemiskinan menimbulkan kerawanan sosialatau kriminalitas seperti pencurian, perampokan, penganiayaan,pemerasan, perdagangan dan pemakaian narkoba sertapembunuhan dan teroris. Sejumlah kasus bunuh diri juga diketahuipunya motif karena tak kuat menanggung beban hidup yangsemakin sulit. Kemiskinan itu sendiri kian disadari akibat dampaksemakin meningkatnya angka pengangguran. Memang, antarakriminalitas, kemiskinan dan pengangguran sangat terkait erat, takdapat dipisahkan.Faktor-faktor yangmenyebabkan terjadinyapengangguran di perkotaan,diantaranya: Pertama,jumlah pencari kerja lebihbesar dari jumlah peluangkerja yang tersedia(kesenjangan antara supplyand demand). Kedua,kesenjangan antara kompetensi pencari kerja dengan kompetensiyang dibutuhkan oleh pasar kerja (mis-match), Ketiga, masih adanyaanak putus sekolah dan lulus tidak melanjutkan yang tidak dapatberusaha secara mandiri karena tidak memiliki keterampilan yangJuknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 20101


memadai (unskill labour), Keempat, terjadinya pemutusan hubungankerja (PHK) karena krisis global, dan Kelima, terbatasnya sumberdaya alam dan terbatasnya kemampuan warga masyarakatperkotaan untuk mengolah sumber daya alam yang terbatasmenjadi sumber mata pencaharian.Sehingga untuk memecahkan masalah pengangguran dankemiskinan diperkotaan diperlukan suatu program kursus danpelatihan yang dititikberatkan pada keterampilan jasa, untukmendukung suatu usaha ekonomi yang kreatif dan produktif.Mengingat data kemiskinan dan pengangguran di perkotaandiperlukan upaya-upaya untuk mengurangi pengangguran dankemiskinan, maka Direktorat Pembinaan Kursus dan KelembagaanDirektorat Jenderal Pendidikan Nonformal dan Informal DepartemenPendidikan Nasional meluncurkan program Kursus Wirausaha Kota(KWK). Agar mempermudah penyelenggaraan Kursus WirausahaKota (KWK), maka dibuat petunjuk teknis pelaksanaanpenyelenggaraan program Kursus Wirausaha Kota (KWK) sebagaiacuan bagi lembaga penyelenggara Kursus Wirausaha.B. Tujuan Pedoman PenyelenggaraanTujuan pedoman penyelenggaraan adalah untuk memberikanacuan, panduan dan arah yang jelas bagi penyelenggara programKWK, dalam proses perencanaan, pelaksanaan, penilaian danpelaporan.C. Dasar Hukum1. Undang-Undang No 20 Tahun 2003 Tentang Sistem PendidikanNasional;2. Peraturan Pemerintah Nomor : 19 Tahun 2005 tentang StandarNasional Pendidikan;3. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional RI nomor 31 tahun 2007tentang struktur organisasi dan tata kerja Direktorat JenderalPendidikan Nonformal dan Informal4. Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor : 70 Tahun 2008tentang Uji Kompetensi Peserta didik kursus dan pelatihan darisatuan Pendidikan Nonformal;2Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010


5. Pedoman Pelaksanaan Program Pendidikan Nonformal danInformal tahun 2009.D. Pengertian dan Tujuan Program1. PengertianKWK adalah program PendidikanKecakapan Hidup yangdiselenggarakan untuk memberikankesempatan belajar bagimasyarakat di bidang usaha yangberspektrum perkotaan gunamemperoleh pengetahuan,keterampilan, menumbuhkembangkansikap mentalberwirausaha, dalam mengelola diridan lingkungannya yang dapatdijadikan bekal untuk bekerja danberusaha.2. Tujuan ProgramMemberikan pengetahuan, keterampilan dan sikap mentalberwirausaha bagi peserta didik agar mampu mengelola usahamandiri dan bekerja di perkotaan, sehingga mengurangipengangguran, menciptakan lapangan kerja, dan mengurangimasalah sosial di perkotaan.Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 20103


IIRUANG LINGKUP PROGRAM KWKA. Peserta DidikKriteria sasaran (peserta didik) program Kursus WirausahaKota adalah:1. Penduduk usia produktif (diutamakan usia 18-35 th)2. Menganngur.3. Pendidikan minimal SMP atau sederajatB. Penyelenggara/PengelolaLembaga penyelenggara Kursus Wirausaha Kota (KWK)adalah Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP), Sanggar KegiatanBelajar (SKB), Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM), sertapenyelenggara PNF lainnya dengan kriteria/persyaratan sebagaiberikut: (a) lembaga berbadan hukum dan memiliki ijinoperasional, (b) memiliki pendidik, sarana prasarana danprogram pelatihan yang relevan, (c) memiliki mitra usaha .C. Instruktur1. Instruktur yang berfungsi sebagai pengajar, pelatih danpembimbing, yang memiliki kriteria:(1) memiliki kompetensi, (2) mampu merancang programpembelajaran, dan (3) menguasai strategi pembelajaransesuai jenis keterampilan yang diajarkan2. Instruktur, yang bertugas membelajarkan kewirausahaan.Instruktur dapat berasal dari praktisi, dinas/instansi,akademisi, dan pakar di bidang kewirausahaan.D. PengujiPenguji bertugas menguji dan menilai kompetensi pesertadidik, dengan kriteria; (1) memiliki kualifikasi dan kompetensisebagai penguji, (2) jujur dan objektif. Dalam hal ini penguji padaKWK dilakukan oleh Lembaga Sertifikasi Kompetensi (LSK),4Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010


adapun vokasi yang dapat diuji kompetensinya melaluimekanisme LSK adalah:1. Akuntansi2. Bahasa Inggris3. Komputer(Microsoft Office)4. Tata KecantikanKulit dan Rambut5. Tata Rias Pengantin6. Tata Boga7. Hantaran8. Merangkai Bungadan Desain Floral9. Akupuntur10. Tata Busana11. SpaUntuk jenis keterampilan yang belum ada LSK uji kompetensidapat dilakukan oleh praktisi yang kompeten.E. Program BelajarProgram Belajar KWK berorientasi potensi perkotaan untukdan diarahkankan pada penguasaan kompetensi di bidang jasa,antara lain : Tata Kecantikan Kulit/Rambut, Tata Rias Pengantin,Jasa, Tata Boga, Otomotif, Elektronika, SPA, Komputer,Pariwisata (perhotelan), dan Jenis keterampilan lainnya sesuaikebutuhan pasar kerja/ peluang usaha di perkotaan.1. Sistem PembelajaranMenggambarkan metode atau cara yang akan digunakandengan memperhatikan Input, Proses, Output dan outcomessebagaimana bagan dibawah ini:Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 20105


INPUT PROSES OUTPUT OUTCOMESINSTRUMENTAL INPUT• Kurikulum Pelatihan• Bahan Belajar• Pendidik dan penguji• Sarana dan prasarana• Tenaga kependidikan• PembiayaanRAW INPUT• Penduduk Usia Produktif• Belum Bekerja• Penanamansikap mentalkewirausahaan• Pembelajaranketerampilanteori dan pratek• Manajemenusaha• Magang• Sertifikasikompetensiusaha• Memilikipengetahuan, dansikap mentalwirausaha• Memilikiketerampilan yangdapat dijadikanbekal berusaha danbekerja• Pendampinganusaha.• Memilikikegiatan usahasecara mandiriatau bekerjaENVIRONMENTAL INPUT• Lingkungan Belajar6Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010


2. Materi pembelajaran mencakup:a. Sikap mental kewirausahaan (lihat kurikulum PKM)b. Kecakapan personal meliputi: ketaqwaan, kejujuran, sopansantun, disiplin, kerja keras, tanggung jawab, semangatuntuk maju, mandiri, ulet, kreatif, pantang menyerah, beranimengambil resiko sebagai wirausaha.c. Kecakapan social meliputi: toleransi, kerjasama, empati dansimpati, gotong royong, berkomunikasi sosial, berserikat danlain lain sebagai pengusaha.d. Kecakapan akademik meliputi: kemampuan beranalisissederhana, berfikir dengan logika, kemampuan pengetahuandasar, kemampuan mengambil keputusan, dan lain lainsebagai wirausaha.e. Kecakapan professional/vocational meliputi: kemampuanmemiliki keterampilan mata pencaharian yang mencakup;pemilihan bahan dan alat, pelayanan jasa dan produksi,pemasaran, manajemen usaha, pengelolaan keuangansebagai wirausaha.3. Materi pembelajaran KWK dilaksanakan dalam kurun waktuminimal 80 jam. Proses pembelajaran teori berdasarkanpresentasi yang telah ditetapkan maksimal 30 %. Prosespembelajaran praktek berdasarkan presentasi yang telahditetapkan minimal 70 %. Materi pembelajaran mencakup; sikapmental kewirausahaan, teori dan praktek keterampilan,manajeman usaha, magang dan pendampingan usaha. Jumlahjam belajar menyesuaikan dengan jenis keterampilan yangdipelajari.4. Pendampingan wirausaha dilaksanakan sampai peserta didikmemiliki usaha. Bentuk pendampingan wirausaha dapatdilakukan dengan cara membantu: (1) memperoleh aksespermodalan dari lembaga keuangan, (2) memperkuat aksespemasaran, (3) memperoleh bapak usaha (plasma), (4)meningkatkan pengelolaan usaha, (5) meningkatkan kualitas dankuantitas produksi, (6) memecahkan masalah usaha.5. Sarana PrasaranaSarana Prasarana minimal yang dibutuhkan untukmenyelenggarakan program KWK, sebagai berikut:Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 20107


No Sarana Prasarana1. Alat pembelajaran teori Secretariat manajemen2. Alat pembelajaran Ruang Belajar Teoripraktek3. Bahan pembelajaran teori Laboratorium/ruang praktek4. Bahan pembelajaran Perpustakaan/TBMpraktek5 Buku Teks Ruang instruktur6 Media Pembelajaran Ruang Ibadah7 Perabotan Kamar Kecil8 Alat penunjang6. Dana Belajara. Biaya penyelenggaraan program KWK dapat bersumber dari:1) Dunia usaha dan dunia industri,2) Pemerintah pusat dan daerah,3) Peserta didik.b. Jumlah besaran biaya penyelenggaraan KWK disesuaikandengan jenis dan lama pembelajaran.Komponen-komponen penyelenggaraan yang perludibiayai diantaranya:1) biaya operasional: pembelajaran, alat dan bahan belajaruntuk teori dan praktek, instruktur dan penguji, magang.2) biaya manajemen,3) dana stimulan usaha7. PenilaianTahapan Penilaian KWK meliputi:a. Penilaian awal dapat menggunakan tes kepribadian,bertujuan untuk mengetahui bakat, minat, kesiapan belajar,kesiapan berlatih dan berwirausaha dari calon pesertab. Penilaian proses pembelajaran dengan menggunakanpenilaian formatif, untuk mengetahui perkembangan belajardalam setiap tahapan pembelajaranc. Penilaian akhir pembelajaran dengan menggunakan ujikompetensi, bertujuan untuk mengetahui pencapaiankompetensi setelah mengikuti seluruh proses pembelajaran,8Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010


penilaian kompetensi dilaksanakan di lembaga sertifikasikompetensi.8. Hasil Belajara. Memiliki pengetahuan, sikap mental kewirausahaanb. Memiliki keterampilan yang dapat dijadikan bekal untukberusahac. Memiliki kemampuan manajemen usahad. Memiliki kemampuan menjalankan usaha mandiri9. Jaringan KerjaPenyelenggara KWK perlu menjalin kerjasama dengan denganberbagai pihak dalam hal pembelajaran, permagangan,pemasaran, pengadaan sarana prasarana, permodalan,pemasaran, perencanaan dan pelaksanaan serta pendampinganusaha mandiri untuk mendukung keberhasilan program.Kerjasama tersebut dijalin dengan pihak-pihak diantaranya:Lembaga Kursus dan Pelatihan, Lembaga SertifikasiKompetensi/Lembaga Sertifikasi Profesi, Dunia usaha, duniaindustri, Dinas/instansi, Perguruan Tinggi, Lembaga Keuangan,dan Asosiasi pemasaran produksiJuknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 20109


IIILANGKAH-LANGKAHPENYELENGGARAAN PROGRAM KWKA. Perencanaan Pembelajaran1. Penetapan jenis kompetensi berusahaPenetapan jenis kompetensi dilakukan dengan cara:a. Mengidentifikasi potensi wilayah sasaran, dengan tujuanuntuk menggali sumberdaya yang dapat dikembangkanmenjadi peluang usaha, ditandai dengan diperolehnyajenis usaha yang dibutuhkan, mudah dilakukan, danmenguntungkan.b. Menetapkan jenis usaha yang akan dilaksanakanc. Menetapkan jenis usaha yang akan dilaksanakan2. Menyusun Perangkat Pembelajarana. Menyusun Kurikulum, bahan ajar, dan jadwalpembelajaran.b. Menyiapkan sarana dan prasarana pembelajaran yangsesuai dengan kompetensi yang telah diajarkan.3. Menetapkan instruktura. Melakukan identifikasi instruktur.b. Mengajukan permohonan kesediaan menjadi instrukturc. Menetapkan instruktur4. Rekruitmen peserta didik program KWKa. Melakukan Sosialisasi program KWK.Sosilalisasi program KWK kepada masyarakat atau calonpeserta didik. Materi yang disosialisasikan berkenaandengan jenis program, tujuan program, dan pelaksanaanprogram.Sosialisasi dapat dilakukan dengan cara:1) Media cetak seperti pamphlet, brosur, koran, majalahdan lain-lain,2) Media elektronik,3) Mengadakan sosialisasi langsung di masyarakat.10Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010


. Rekruitmen peserta didik.Rekruitmen dilakukan dengan cara:1) Pendaftaran calon peserta didik,2) Seleksi,3) Penetapan peserta didik.B. Pelaksanaan1 Pengarahan umum dan orientasiPengarahan umum dan orientasi peserta didik bertujuanuntuk: (1) Menjelaskan program kursus dan pelatihan yangakan diselenggarakan, (2) memotivasi peserta didik, (3)menjelaskan tentang etika dan tata tertib pelaksanaanpembelajaran.Pada bagian ini penyelenggara dapat menggunakan berbagaimacam metode pembelajaran dengan dinamika kelompok(bina suasana). Materi yang disampaikan, lebih ditekankanpada upaya membangkitkan motivasi peserta didik, salingmengenal diantara peserta didik, karena pada intinyakegiatan pengarahan umum dan orientasi peserta didikmerupakan internalisasi potensi dan masalah individu.(rencana pembelajaran terlampir)2 Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihana. Rasio dalam pelaksanaan pendidikan dan pelatihanmaksimal 30% teori dan minimal 70% praktek.b. Pelaksanaan Pendidikan dan Pelatihan sesuai dengankurikulum dan jadwal yang telah ditetapkan.3. Pelaksanaan magang,Dalam rangka memantapkan pengetahuan, keterampilan dansikap mental yang telah diperoleh selama pendidikan danpelatihan selanjutnya peserta didik melakukan magang.Proses pelaksanaan magang dilakukan di DUDI sesuai denganjenis keterampilan yang dipelajari. Langkah-langkah yangdapat diikuti sebagai berikut:a. Penyelenggara melakukan identifikasi DUDI sebagaisumber/tempat magang.b. Penyelenggara bersama-sama dengan sumber magangmenyusunan program kegiatan magang yang meliputitujuan magang, sasaran, sumber magang, proses belajar,Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 201011


waktu, dana, media/sarana, upaya penyaluran sasaranselesai magang.c. Pelaksanaan magang sesuai dengan program yang sudahdisusun bersama antara penyelenggara dengan sumbermagang.d. Pengelola bersama sumber magang atau masing-masingmelakukan pemantauan dan pembinaan terhadap prosespelaksanaan magang, terutama terhadap perkembanganpeserta didik.4. Melaksanakan Pemantauan proses pembelajaran danpemaganganPemantauan dilakukan untuk mengetahui perkembanganproses pelaksanaan pembelajaran dan pemagangan mulaidari perencanaan, proses, dan evaluasi pembelajaran sertapemagangan. Pemantauan pembelajaran dan pemagangandilakukan secara internal oleh penyelenggara program daneksternal oleh Dinas/instansi terkait.5. Melaksanakan penilaian proses pembelajaranPenilaian pembelajaran dilakukan melalui tiga tahap; (1)penilaian awal, (2) penilaian proses dan (3) penilaian akhir.Penilaian awal dilakukan sebelum proses pembelajaranuntuk melihat kesiapan belajar, kesiapan berlatih dankesiapan berwirausaha. Penilaian proses dilaksanakan untukmengetahui perkembangan belajar dalam setiap tahappembelajaran. Penilaian akhir untuk mengetahui pencapaiankompetensi setelah mengikuti seluruh proses pembelajaranmelalui uji kompetensi yang dilakukan oleh lembagasertifikasi kompetensi (bagi jenis kursus yang sudah adalembaga sertifikasi kompetensi). Peserta didik dinyatakanlulus dengan kriteria :a. Memiliki keterampilan bidang produksi dan sekaligusmemiliki sikap mental sebagai wirausaha sebagai bekaluntuk membuka usaha mandiri dan lulus uji kompetensiyang dibuktikan dengan surat keterangan kelulusan.b. Mampu menjadi wirusaha mandiri sekaligus mampumenciptakan lapangan kerja baru, untuk mengurangipengangguran dan kemiskinan serta menekan munculnyamasalah sosial di pedesaan.12Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010


C. Pendampingan Usaha MandiriPendampingan usaha dilakukan untuk mendampingi pesertadidik dalam menjalankan kegiatan usaha dan memecahkanpermasalahan usaha mulai dari perencanaan usaha, pelaksanaanusaha dan kesinambungan usaha. Pendampingan wirausahadapat dilakukan dengan cara sebagai berikut: (1) menfasilitasiuntuk memperoleh akses permodalan dari lembaga keuangan,(2) memfasilitasi untuk memperkuat akses pemasaran, (3)memfasilitasi untuk memperoleh bapak asuh (plasma), (4)memfasilitasi pengelolaan usaha, (5) memfasilitasi untukmeningkatkan kualitas dan kuantitas produksi, (6) memfasilitasiuntuk pemecahan masalah usaha, (7) memfasilitasi untukmenjalin kemitraan usaha.D. Tindak Lanjut Kursus Wirausaha Kota (KWK)1. membimbing peserta didik merencanakan dan melaksanakanusaha mandiri2. membantu memecahkan masalah-masalah dalampengembangan usahaJuknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 201013


IVMONITORING, EVALUASI, DAN SUPERVISIA. Monitoring, Evaluasi, dan SupervisiAspek-aspek penting dalam pelaksanaan monitoring, evaluasidan supervisi adalah:1. Program dan proses pembelajaran2. Kemampuan instruktur3. Narasumber teknis dan penguji4. Dukungan manajerial5. Kompetensi lulusan peserta didik6. Kinerja lulusan dalam berusaha.B. Pengendalian Mutu dan Pengawasan1. Pengendalian MutuPengendalian mutu terhadap pelaksanaan program KWK olehlembaga kursus dan pelatihan serta lembaga PNF lainnyadilakukan: Direktorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaanan,P2PNFI/BPPNFI, Dinas Pendidikan Propinsi, Dinas PendidikanKabupaten/Kota dan Instansi lain yang ditugaskan oleh Ditjen PNFIAspek pengendalian mutu meliputi:a. Manajemen penyelenggaraan program, yaitu:1) Manajemen lembaga penyelenggara2) Pengelolaan dana oleh lembaga penyelenggara3) Mutu layanan pembelajaran Program KWK.4) Evaluasi hasil belajar5) Pendampingan lulusan.b. Laporan, yang meliputi:1) Laporan Teknis, yang berisi minimal:a) Tingkat keberhasilan programb) Masalah dan kendala yang dihadapic) Upaya penanggulangan permasalahand) Tindak lanjut terhadap lulusane) Rekomendasi program di masa depan2) Laporan Keuangana) Pembukuan pengelolaan keuangan/dana bantuan sosial14Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010


) Tanda bukti pengeluaran anggaranc) Tanda bukti pembayaran pajak3) Success Story, berupa matrik yang memuat:a) Identitas Peserta didikb) Tempat kerja/wirausahac) Penghasiland) Kontak person2. PengawasanPengawasan dilakukan oleh : Inspektorat Jenderal DepartemenPendidikan Nasional, BPKP/BPK/KPK.3. SanksiBagi penerima dana yang tidak melaksanakan kewajibannya sesuaidengan pedoman maka tidak akan diberikan dana blockgrant ditahun berikutnya.Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 201015


VPELAPORANSebagai bentuk pertanggung jawaban dan akuntabilitas,penerima dana blockgrant berkewajiban untuk membuat laporanbaik pada saat penerimaan dana, realisasi pemanfaatan dana danperkembangan serta hasil pelaksanaan kegiatan, laporan tersebutdisampaikan sesuai dengan sumber dana block grant :Dinaspendidikan provinsi, P2-PNFI/BPPNFI dan Direktorat PembinaanKursus dan KelembagaanPada prinsipnya pengelolaan dana mencakup pencatatan,penerimaan dan pengeluaran uang sehingga memudahkan prosespelaporan dan pengawasan penggunaan dana, antara lain meliputi:A. Pembukuan1. Setiap transaksi harus didukung dengan bukti yang sah2. Bukti pengeluaran uang dalam jumlah tertentu harusdibubuhi materai yang cukup, sesuai dengan ketentuantentang bea materai3. Dalam bukti pengeluaran harus jelas uraian mengenaibarang/ jasa yang dibayar, tanggal dan nomor bukti4. Realisasi pengadaan barang dan jasa yang diterima tidakboleh lebih kecil dari uang yang dikeluarkan5. Seluruh penerimaan dan pengeluaran uang agar dicatat/dibukukan dalam Buku Kas Umum (BKU), Buku Bank danBuku Pembantu Kas Tunai.6. Semua transaksi baik penerimaan maupun pengeluarandibukukan/dicatat sesuai urutan kejadiannya7. Setiap akhir bulan buku kas umum ditutup, dihitungsaldonya, dicocokkan dengan saldo fisik uang yang ada, baikdikas maupun di bank.8. Buku harian ditulis dengan rapi, lengkap dan bersih.16Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010


Tata cara pengelolaan keuangan secara garis besar yang meliputipembukuan keuangan, pengelompokan jenis pengeluaran danbiaya operasional.B. Dokumen Pendukung Pembukuan1. Kuitansi/tanda bukti pembayaran/nota/bon asli dari pihakyang menerima pembayatran2. Bukti transaksi lainnya3. Copy print out saldo terakhir rekening bank untuk setiaptahap penarikan4. Setiap dokumen yang ditantatangani harus disetempelC. Ketentuan PelaporanAdapun beberapa ketentuan mengenai pelaporandiantaranya:1 Pelaporan Keuangana. Lembaga penyelenggara KWK wajib mengirimkanfotokopi bukti penerimaan transfer dana dari bankpenyalur kepada Direktorat Pembinaan Kursus danKelembagaan, P2PNFI/BPPNFI, atau Dinas PendidikanPropinsi paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja setelahdana bantuan sosial PKH masuk di rekening lembagapenyelenggara.b. Laporan pertanggungjawaban keuangan mengikutiperaturan keuangan yang berlaku.2 Pelaporan Kegiatana. Lembaga penyelenggara KWK diwajibkan untuk membuatdan menyampaikan laporan secara tertulis kepadaDirektorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan atauP2PNFI/BPPNFI atau Dinas Pendidikan Propinsi ( sesuaidengan sumber dana ) dengan tembusan kepada Instansipemberi rekomendasib. Laporan disampaikan paling lambat 2 minggu setelahakhir masa program pembelajaran.c. Khusus untuk success story dapat dilaporkan secarabertahap sesuai rencana penempatan kerja ataupemandirian lulusan.Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 201017


VIPENUTUPPedoman ini disusun sebagai rambu-rambu yang masihbersifat umum, yang dalam implementasinya memerlukanpenyesuaian dengan karakter jenis keterampilan yang dipilih, olehkarena itu penyelenggara diharapkan dapat mengembangkandengan kreativitasnya untuk menyempurnakan penyelenggaraanKWK. Pedoman ini bersifat fleksibel dan masih memungkinkanuntuk disesuaikan dengan keunikan potensi lokal dan tempatpenyelenggaraan kegiatan sepanjang memberi nilai tambah.Semoga pedoman ini dapat memberi arah dan memudahkan bagisemua pihak yang berkeinginan untuk menyelenggarakan KursusWirausaha Kota (KWK).18Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010


LAMPIRAN1. FORMAT DATA PESERTA DIDIKN01.2.3.4.dst.NAMAJENISKELAMINPENDIDIKANTEMPAT,TGL.LAHIRNAMAORTUALAMAT………………..,………..Ketua Penyelenggara(…………………...)N01.2.3.dst.NAMA2. FORMAT DATA PENDIDIKJENIS TEMPAT,PENDIDIKANKELAMIN TGL. LAHIRKEAHLIAN………………..,………..Ketua Penyelenggara(…………………...)Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 201019


N01.2.3.4.dst.NAMA3. FORMAT TENAGA KEPENDIDIKANTEMPAT,JENISTGL. PENDIDIKAN KEAHLIAN JABATANKELAMINLAHIR………………..,………..Ketua Penyelenggara(…………………...)4. FORMAT JADWAL PEMBELAJARANN0 HARI/TGL WAKTU MATERI PENDIDIK1.2.3.4.Dst.………………..,………..Ketua Penyelenggara(…………………...)20Juknis Penyelenggaraan Kursus Wirausaha Kota (KWK) - 2010

More magazines by this user
Similar magazines