Download - Ditjen Cipta Karya
Download - Ditjen Cipta Karya
Download - Ditjen Cipta Karya
Transform your PDFs into Flipbooks and boost your revenue!
Leverage SEO-optimized Flipbooks, powerful backlinks, and multimedia content to professionally showcase your products and significantly increase your reach.
editorialPelindungPelindungBudi Yuwono PImam S. ErnawiPenanggung JawabAntonius BudionoPenanggung JawabDewan RedaksiAntonius BudionoSusmono, Danny Sutjiono,M. Sjukrul Amin, Amwazi Idrus,Dewan Guratno Redaksi Hartono, Tamin MZ. Amin,Dadan Nugroho Krisnandar, Tri UtomoDanny Sutjiono,Djoko Pemimpin Mursito, Redaksi Amwazi Idrus, Guratno HartonoTaminDian Irawati,MZ. Amin,SudarwantoNugroho Tri UtomoPenyunting dan Penyelaras NaskahPemimpin T.M. Hasan, Redaksi BukhoriSri Murni Edi K, SudarwantoBagian ProduksiErwin A. Setyadhi, Djoko Karsono,PenyuntingDiana Kusumastuti,dan PenyelarasBernardi Heryawan,NaskahT.M. Sundoro, Hasan, Buchori Chandra RP. Situmorang,Fajar Santoso, Ilham Muhargiady,Sri Murni Edi K, Desrah,Bagian Wardhiana Produksi Suryaningrum, R. Julianto,Erwin Bhima A. Dhananjaya, Setyadhi, Bhima Djati Waluyo Dhananjaya Widodo,Djati Indah Waluyo Raftiarty, Widodo, Danang Indah Pidekso RaftiartyDanang PideksoBagian Administrasi & DistribusiLuargo, Joni Santoso, NurfathiahBagian Kontributor Administrasi & DistribusiLuargo, Dwityo A. Joni Soeranto, SantosoHadi Sucahyono,Nieke Nindyaputri, R. Mulana MP. Sibuea,Adjar Prajudi, Rina Farida, Didiet A. Akhdiat,KontributorRG. Eko Djuli S, Dedy Permadi, Th SrimulyatiniDwityoRespati,A.JoerniSoeranto,Makmoerniati,M. SundoroSyamsul Hadi,Hadi Sucahyono, R. Mulana MP. SibueaHendarko Rudi S, Iwan Dharma S, Rina Agustin,Adjar Prajudi, Nieke NindyaputriHandy B. Legowo, Dodi Krispatmadi,Rina Agustin I, Oloan M.SM.RudiAulawiA. Arifin,DzinEndangNun, SitiSetyaningrum,Aliyah JunaediAswin Alex A. G. Chalik, Sukahar, Djoko KusumawardhaniMursito, N. Sardjiono,Ade Oloan Syaiful M. Simatupang, Rahman, Aryananda Hilwan, Kun Sihombing Hidayat S,Dian Deddy Suci Sumantri, Hastuti Halasan Sitompul,Sitti Bellafolijani, M. Aulawi Dzin Nun,Ade Syaiful Rahman, Aryananda Sihombing,Alamat Agus Achyar, Redaksi Ratria Anggraini, Dian Suci Hastuti,Jl. Emah Patimura Sudjimah, No. 20, Susi Kebayoran MDS Simanjuntak, Baru 12110Telp/Fax. Didik S. Fuadi, 021-72796578 Kusumawardhani, Airyn Saputri,Budi Prastowo, Aswin G. Sukahar,Wahyu K. Susanto, Putri Intan Suri,Email Siti Aliyah Junaedipublikasi_djck@yahoo.comAlamat RedaksiJl. PatimurawebsiteNo. 20, Kebayoran Baru 12110http://ciptakarya.pu.go.idTelp/Fax. 021-72796578Emailpublikasi_djck@yahoo.comtwitter@ditjenckMembiasakan Diridengan Kinerja TerukurAnggaran berbasis kinerja (output based) sudah mulai dipraktikkan oleh lembaga donorAustralian Aid (AusAID) melalui Indonesia Infrastructure Initiative (INDII). Alasannya,cara ini dapat membawa manfaat maksimal dari dana minimal dan melalui kompetisimenjamin keberlanjutan. Cara ini juga bisa mendekatkan pelayanan kepada masyarakatmelalui kegiatan-kegiatan nyata.Lihatlah hasilnya yang menurut banyak orang menganggap output base aid terbuktilebih efektif dibandingkan dengan satu contoh, Dana Alokasi Khusus (DAK). Dengantotal dana hibah bidang air minum sebesar Rp 185 miliar, INDII mampu membangun78.000 Sambungan Rumah (SR) dengan status fungsi baik. Sementara DAK 2011,dengan nilai dua kali lipat lebih, yaitu Rp 419 miliar hanya menghasilkan 105.000 SRdengan status fungsi yang belum tentu baik.Mengapa dijamin berfungsi baik? Ini bisa dijawab dengan adanya spesifikasi teknissambungan rumah yang dibuat harus memenuhi standar mutu yang berlaku di PDAMdan mengacu pada standar teknis yang dikeluarkan oleh Kementerian PekerjaanUmum dan SNI. Dengan bahasa yang lebih mudah dicerna, investasi PDAM/Pemdauntuk investasi pembangunan SR akan diganti oleh pendonor jika lolos uji verifikasi. SRberfungsi baik, uang diganti.PDAM yang potensial, yang selama ini malu-malu (baca: kurang berani) berinvestasi,nyatanya dengan output based aid ini sukses melakukannya. Mereka memiliki kriteriatidak mempunyai tunggakan utang. Jika ada tunggakan utang, sedang dalam prosesProgram Restrukturisasi Utang. PDAM juga dikategorikan berkomitmen tinggi untukpengembangan program investasi air minum (diprioritaskan yang mengikuti ProgramPerbankan, KPS). Lalu mereka memiliki ketersediaan kapasitas air untuk didistibusikankepada pelanggan baru. Dan terakhir, PDAM bersedia membiayai kegiatan operasi danpemeliharaan sistem yang terbangun.Ada tiga hal penting menyangkut komitmen Pemda dan PDAM yang menerimabantuan tersebut. Pertama, menaikkan tarif bagi yang belum full cost recovery. Kedua,menurunkan kebocoran, terutama untuk PDAM dengan tingkat kebocoran di atas 30persen. Ketiga, mempercepat peningkatan cakupan pelayanan dengan memanfaatkanberbagai alternatif sumber pendanaan. (Teks : Buchori)Selamat membaca dan berkarya!Cover :Anak-anak di sebuah desa di KecamatanBanjarmasin Utara kini tak lagi risau denganair bersih karena mendapatkan akses airbersih dari PDAM melalui Program HibahAir Minum (Foto : Buchori)Buletin ini menggunakan 100%kertas daur ulang (cyclus papper)Redaksi menerima saran maupun tanggapan terkait bidang <strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong> ke email publikasi_djck@yahoo.comatau saran dan pengaduan di www.pu.go.id3Edisi 08 4Tahun XI4Agustus 2013 3
erita utamab. Program Hibah Air Minum Bantuan AusAID Tahap IIProgram Hibah Air Minum Bantuan AusAID mencakup 73kabupaten/kota dengan target 188.500 SR, dengan nilai hibahRp. 493 Milyar. Sebanyak 15 kabupaten/kota sudah dalam tahappemasangan sambungan rumah, 3 kabupaten/kota diantaranyasudah memasuki tahap verifikasi, dan sebanyak 49 kabupaten/kota masih dalam tahap survey baseline, serta 7 kabupaten/kotasedang dalam tahap persiapan survey baseline. Status kemajuanpemasangan sambungan rumah sampai akhir bulan Juli 2013mencapai 14.191 unit SR.Awal pelaksanaan kegiatan hibah air minum ditandaidengan lokakarya Kick-off Meeting Baseline Survey. Kegiatan inidimaksudkan untuk memberikan penjelasan mengenai dokumenyang harus dilengkapi untuk kepentingan baseline survey, penjelasanmekanisme pencairan dana hibah dan penjelasan ketentuanteknis SR.Hasil dari kegiatan Kick-off meeting baseline survey adalahkesiapan daerah dalam penyediaan daftar calon penerima manfaatterbaru, peta detail lokasi terbaru calon penerima man faat,DED jaringan pipa distribusi sesuai lokasi calon penerima manfaat,Perda tentang PMP Daerah kepada PDAM terkait Hibah AirMinum dan Sanitasi, SK Pembentukan PIU dan kesepakatan jadwalbaseline survey.Dengan adanya program hibah air minum dan sanìtasiTabel 5 : Kemajuan Pelaksanaan Program Hibah AusAID Tahap IINo.1234567891011121314151617181920212223242526272829303132333435363738394041424344Kab. Aceh SelatanKab. BogorKab. CiamisKota CirebonKab. CianjurKab. SubangKab. KlatenKab. SukoharjoKota SurakartaKab. PurbalinggaKab. BoyolaliKab. JeparaKota MalangKab. SidoarjoKab. PamekasanKota PayakumbuhKab. Tanah DatarKota PadangKab. Muara EnimKab. Indragiri HilirKab. BengkalisKab. SerangKota BogorKab. KarawangKab. GarutKab. BandungKota PekalonganKab. KudusKab. CilacapKab. KebumenKab. TegalKab. WonogiriKab. SragenKab. GroboganKab. JombangKab. Barito TimurKota BanjarmasinKab. KapuasKota PalangkarayaKab. Lombok TimurKota MataramKab. Flores TimurKota PalopoKab. DonggalaKabupaten/KotaFisik (SR)2,0004,0003,0004,0002,0003,0003,0002,5004,0002,0002,0002,0008,5008,0002,0005002,0002,0004,5001,0001,5003,0003,0002,0002,0002,0003,0002,0002,0002,0003,0001,0002,0002,0002,0002,0007,5003,5003,0003,5004,0002,0002,0002,000RencanaDana Hibah(Rp. 000)5,000,00011,000,0008,000,00011,000,0005,000,0008,000,0008,000,0006,500,00011,000,0005,000,0005,000,0005,000,00024,500,00023,000,0005,000,0001,000,0005,000,0005,000,00012,500,0002,000,0003,500,0008,000,0008,000,0005,000,0005,000,0005,000,0008,000,0005,000,0005,000,0005,000,0008,000,0002,000,0005,000,0005,000,0005,000,0005,000,00021,500,0009,500,0008,000,0009,500,00011,000,0005,000,0005,000,0005,000,000Pelaksanaan FisikPemasangan Rek.(SR) 2 Bulan--894 782380 380500-550-114-740 560332-1,042 5001,565 1,230571 571--6,252 6,252500 350500 170--------------------------116---------------125---------------Edisi 08 4Tahun XI4Agustus 20137
erita utamaNo.4546474849505152535455565758596061626364656667686970717273Kabupaten/KotaKab. Tojo Una-unaKab. MorotaiKota JayapuraKota Tebing TinggiKota PalembangKab. LebakKab. IndramayuKab. KendalKota SemarangKab. BatangKab. MadiunKota BanjarbaruKab. BanjarKab. Barito KualaKab. Kotawaringin BaratKota BalikpapanKota BontangKab. GianyarKab. NgadaKab. MarosKab. PosoKab. Bone BolangoKota PontianakKota DenpasarKab. KarangasemKab. PasamanKab. SijunjungKab. Maluku TenggaraKab. Lombok BaratRencanaDana HibahFisik (SR)(Rp. 000)2,000 5,000,0001,000 2,000,0002,000 5,000,0002,000 5,000,0006,000 17,000,0003,500 9,500,0002,000 5,000,0002,000 5,000,0003,500 9,500,0002,000 5,000,0001,000 2,000,0001,5002,000 8,500,0002,000 5,000,0001,500 3,500,0003,000 8,000,0001,500 3,500,0003,000 8,000,0002,000 5,000,0002,000 5,000,0002,000 5,000,0002,000 5,000,0002,000 5,000,0004,000 11,000,0001,000 2,000,0001,000 2,000,0001,000 2,000,0001,000 2,000,0005,000 14,000,000Pelaksanaan FisikPemasangan Rek.(SR) 2 Bulan----------------------------------------------------------Total188,500493,000,00014,18110,795Status : 31 Juli 2013bantuan AusAID tahap II, diharapkan kabupaten/kota dapatmeningkatkan pelayanan air bersih kepada daerah-daerah ataumasyarakat berpenghasilan rendah. Dan pemerataan pelayananair bersih akan merata di kabupaten/kota tersebut.*) Kepala CPMU Hibah Air Minum dan Sanitasi, <strong>Ditjen</strong> <strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong>8
info baruMenteri PUTinjau Rusun Pacitan dan SPAM MaronFoto : Danang PideksoFoto : Danang PideksoDisela-sela peresmian Jalan LintasSelatan (JLS) Pacitan-Sidomulyo, MenteraiPekerjaan Umum Djoko Kirmantoberkesempatan meninjau Rusun WismaAtlet dan Ruang Terbukan Hijau (RTH) dikompleks Gelanggang Olah Raga (GOR)Pacitan serta melihat SPAM IKK Maron diKecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan,Kamis (22/8).Foto Kanan &Kiri AtasFoto Bawah: Menteri PU Djoko Kirmanto didampingi Direktur PengembanganAir Minum Danny Sutjiono mengunjungi Rusunawa Pacitan danSPAM IKK Maron: Ruang Terbuka Hijau di kawasan GOR PacitanTurut mendampingi menteri PU dalam kesempatantersebut, Dirjen Bina Marga Djoko Murjanto, DirekturPAM <strong>Ditjen</strong> <strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong> Danny Sutjiono, KapuskomDanis Sumadilaga dan Bupati Pacitan Indartato.Ketika meninjau Wisma Atlet di GOR Pacitan, MenteriPU Djoko Kirmanto menilai Wisma tersebut sudah layak untukdiresmikan. “Awal September nanti rencananya akan dilakukanpenyerahan pertama dari kontraktor ke Kementerian PU. Kalaubagus bisa diresmikan. Namun saya harap bisa diresmikan bersamayang lain,” kata Djoko kepada para wartawan.Dalam sambutan persemian JLS Djoko Kirmanto juga menyinggunghal tersebut. Menurut Djoko, peresmian JLS danprasarana air baku ini rencananya akan disusul dengan peresemianlainnya yaitu SPAM IKK di tujuh lokasi dan juga Rusunawa Pacitanyang berfungsi untuk wisma atlet. “Karena belum dimanfaatkandan belum terdistribusi maka saya tidak mau meresmikan. Sekitarsatu dua bulan lagi jika siap akan diresmikan,” kata Djoko.Wisma tersebut berupa bangunan satu twinblok dengan tigalantai dengan jumlah 48 hunian bertipe 24 m2. Anggaran yangdibutuhkan berasal dari dana APBN sebesar Rp 10 miliar.Foto : DodoSementara itu, terkait dengan pembangunan RTH di kompleksGOR Pacitan, Djoko Kirmanto berharap pekerjaan tersebut dapatsegera diselesaikan. Mengingat dalam dekat akan ada peresmian,yang rencannaya akan dilakukan oleh Presiden SBY.Setelah meninjau Wisma Atlet, dalam perjalanan menuju keSolo, Menteri PU juga sempat meninjau SPAM Maron yang terletakdi Kecamatan Pringkuku Kabupaten Pacitan. SPAM ini memilikikapasitas 50 l/dt yang bertujuan untuk melayani Kecamatan12
info baruFoto-foto : BuchoriBelajar Memperbaiki Ciliwungdari Negeri SakuraAde Syaiful Rachman *)Arus urbanisasi perkotaan di Indonesiasaat ini mengalami peningkatan yangsangat tajam. Proporsi penduduk yangtinggal di perkotaan meningkat dari 35%pada tahun 1995 menjadi 48% pada tahun2005 dan diperkirakan pada tahun 2025,sekitar 68% penduduk Indonesia akanmendiami kawasan perkotaan.Sungai Ciliwung berbenah dengan penghijauan dan aksi Polisi AirUrbanisasi yang tinggi sering diikuti oleh me ning katnyaangka kemiskinan akibat ketiadaan la panganpekerjaan, dan terbatasnya prasarana dan saranaperkotaan.Ciliwung, Potret Sungai di PerkotaanPertambahan penduduk yang besar tersebut ternyata tidakdiimbangi dengan upaya pengurangan, pemanfaatan dan pengelolaanlimbah yang memadai. Potret Ciliwung kita bukannya semakinmembaik malah semakin hari semakin suram saja. Airnyakeruh kecokelatan kadang menghitam akibat banyak sampah, sehinggatak sedap dipandang mata dan dicium aromanya.Di pinggir sungai Ciliwung pun saat ini berjejer rumah-rumahpenduduk tak beraturan sampai mempersempit lebar sungai, danEdisi 08 4Tahun XI4Agustus 201315
inovasiJenderal <strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong> bertugas untuk melaksanakan koordinasiproses pengadaan di Direktorat Jenderal <strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong>. Salah satutugasnya adalah mengumpulkan data pemenang lelang di Satker-Satker pusat di lingkungan Direktorat Jenderal <strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong>.Idealnya memang proses pengumpulan database ini dilaksanakandi tingkat kementerian dan dilaksanakan secara terintegrasidengan e-procurement. Dengan demikian Pokja dimudahkandalam melakukan evaluasi terhadap rekam jejak parapenyedia barang/jasa.Apalagi jika kita menggunakan definisi procurement secaraluas, di mana proses pengadaan tidak berhenti ketika terjadikontrak antara pemilik pekerjaan dengan penyedia barang/jasa.Namun sampai seluruh pekerjaan selesai dimana barang/jasayang dibutuhkan sudah tersedia/dilaksanakan. Surat referensi daripemilik pekerjaan (PPK) inilah yang menjadi kunci penutup prosespengadaan di e-procurement.Dengan demikian, data pengalaman pekerjaan penyediabarang/jasa di lingkungan Kementerian Pekerjaan Umum menjadisangat kredibel karena tercatat secara pasti di e-procurement, dansurat-surat referensi tersebut diupload oleh akun-akun dalame-procurement yang dilindungi password yang dimiliki olehmasing-masing PPK. Pokja akan memiliki kepastian yang tinggidalam memeriksa rekam jejak para penyedia barang/jasa.Namun mengharapkan database pengalaman pekerjaan yangterintegrasi di e-procurement tentu membutuhkan waktu yanglama untuk terwujud. Oleh karena itu, penggunaan database ditingkat Direktorat Jenderal <strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong> dapat lebih dahulu dilaksanakan,apalagi karena pengalaman pekerjaan sejenis ini tentunyalebih banyak di jumpai di lingkungan Direktorat Jenderal<strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong> sendiri.Database pengadaan mungkin terlihat tidak banyak berguna,apalagi database yang terkumpul baru 1 tahun, yaitu databasepengadaan tahun 2012. Namun, jika database ini terkumpuldengan konsisten hingga 5-10 tahun ke depan, akan menjadi alatyang berguna bagi Pokja-Pokja di lingkungan Direktorat Jenderal<strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong> dalam melaksanakan evaluasi pengalaman kerjapenyedia barang/jasa.Dengan terdokumentasinya data perusahaan-perusahaanpe menang lelang di seluruh kegiatan di lingkungan DirektoratJenderal <strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong>, judul-judul kegiatan, Satker dan PPKpemberi tugas beserta besaran dana kegiatan yang dikerjakan,akan memudahkan Pokja dalam memeriksa keaslian daftar rekamFoto : BuchoriPipa yang siap dipasang untuk jalur distribusi utama menyalurkan air dari InstalasiPengolahan Air (IPA) Tanjung Uban, Kab. Bintan, Kepulauan Riaujejak pengalaman yang disampaikan oleh perusahaan penyediabarang/jasa.Nama-nama tenaga ahli yang dikirimkan oleh Pokja kepadaULP untuk diurutkan agar tidak terjadi overlap penggunaantenaga ahli di lingkungan DJCK, juga dapat menjadi dokumentasipengalaman kerja para tenaga ahli yang ditawarkan olehperusahaan penyedia jasa, khususnya jasa konsultansi, untukdicek silang oleh Pokja.Dalam rangka mendukung kinerja Pokja tersebut, diperlukandata pengadaan yang lengkap dan akurat, yang dapat dicapaidengan menyusun mekanisme pengumpulan data yang lebihbaik, mengingat pengumpulan data saat ini masih dilakukansecara manual.Dari sisi peraturan, pengumpulan data tenaga ahli juga masihbersifat koordinatif dan ‘suka rela’, karena belum ada peraturan ditingkat kementerian yang mengatur dengan jelas hal tersebut,sehingga data yang terkumpul belum maksimal, terutama datatenaga ahli yang diganti, yang disebabkan adanya tenaga ahliyang bekerja di lebih dari 1 pekerjaan di lingkungan DirektoratJenderal <strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong>.Dengan data pengalaman kerja yang lengkap dan kredibel,diharapkan para penyedia barang/jasa yang memiliki pengalamanterbaik – yang artinya memiliki kompetensi terbaik, yang dapatmenjadi pemenang proses lelang, dan kemudian berdampakpada meningkatnya kualitas pekerjaan yang dilaksanakan olehpenyedia barang/jasa tersebut, yang berarti meningkatnya kinerjaDirektorat Jenderal <strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong>.*) Staf Sekretariat Unit Layanan Pengadaan (ULP) Direktorat Jenderal<strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong>Foto : IndraEdisi 08 4Tahun XI4Agustus 201321
inovasiSesuai perkembangan teknologi saat ini, bahwa sebagianmasyarakat di perkotaan sudah menggunakan smartphone. Sejalandengan perkembangan teknologi tersebut, permainan interaktifCika dapat diunduh dan digunakan pada smartphone.Selain di smartphone, permainan interaktif ini dapat pula diaksesdi media interaktif yang dimiliki oleh loket pembayaran PDAM,perpustakaan digital di Sekolah Dasar, Puskesmas dan loketpelayanan publik di daerah.Permainan interaktif Cika ini didesain sedemikian rupa,sehingga dapat mengakomodasi fungsi bidang keciptakaryaandi dalam permainan tersebut. Permainan interaktif Cika ini direncanakanakan terdiri dari beberapa stage.Pada stage pertama, pemain akan diminta untuk mengelompokkansumber air, apakah sumber air yang disebutkan padapermainan termasuk ke dalam sumber air permukaan, mata airataupun air tanah dalam.Pada stage kedua, pemain akan diminta untuk mengelompokkansampah, apakah sampah tersebut termasuk ke dalamsampah plastik, kaca, kertas, kayu dan sampah dapur. Setelahitu, pengguna akan diminta memilah barang mana yang dapatdigunakan kembali, mana yang akan didaur ulang dan mana yangdapat dikurangi pemakaiannya.Pada stage ketiga, pemain akan diminta untuk memilih tempatBuang Air Besar (BAB) sesuai dengan Perilaku Hidup Bersih danSehat. Apakah tempat BAB di kebun, di jamban, di MCK ataupun disungai.Pada stage keempat, pemain akan diminta untuk mengelompokkanjenis bangunan, apakah bangunan tersebut masuk kedalam gedung negara, bangunan bersejarah, museum atau puntermasuk ruang terbuka hijau.Pada stage kelima, pemain akan diminta untuk mengisisuatu kawasan dengan kelengkapannya dengan pilihan: fasilitaspelayanan publik (rumah sakit, sekolah), ruang terbuka hijau,rumah susun, perumahan, tempat ibadah dan sarana olahraga.Pada stage keenam, pemain akan diminta untuk membuatjalur air dari sumber air sampai ke lokasi perumahan denganmeng hubungkan antara satu pipa dengan pipa lain.Pada stage ketujuh, pemain akan diminta untuk menutup pipabocor yang terjadi di instalasi air minum skala rumah tangga.Stage yang harus dimainkan oleh pengguna masih dapat dikembangkansecara luas sesuai dengan kebutuhan fungsi keciptakaryaan.Stage pada permainan Cika ini juga masih dapatdibagi sesuai dengan tingkat kecakapan pemain apakah beginner,intermediate maupun advance.Besar harapan, permaian interaktif ini dapat menjadi mediabagi Direktorat Jenderal <strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong> pada khususnya untuk tidaksekedar memperkenalkan infrastruktur keciptakaryaan secara luasnamun juga untuk memelihara infrastruktur kecipakaryaan, danmendorong kuat peningkatan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat(PHBS) di masyarakat, sehingga kesehatan masyarakat meningkatdan berdampak luas pada kesejahteraan masyarakat.*) Staf Badan Pendukung Pengembangan Sistem Penyediaan AirMinum (BPPSPAM), Kementerian Pekerjaan UmumEdisi 08 4Tahun XI4Agustus 201323
inovasiSampah Itu Pasti,Manfaat Itu PilihanAhmad Asnawi *)Ada suatu cerita tentang tiga orang butayang ingin melihat gajah. Mereka pergike kebun binatang, dan bertemu denganseekor gajah. Orang buta apabila akanmengetahui sesuatu harus konsentrasi dandibantu dengan indera peraba.Orang buta yang pertama berada di dekat kepalagajah maka yang dipegang adalah belalai. Orangyang kedua juga sama, dengan menggunakantangan, dia dapat menyentuh badan gajah, danyang terakhir karena ingin sekali melihat gajahmaka dia dapat memeluk kaki gajah dengan erat.Singkat cerita, setelah pulang, maka mereka diskusi pengalamanpertama sekali melihat gajah. Orang buta yang pertamamulai mengungkapkan kesannya bahwa ternyata ga jah itupanjang seperti ular, maka orang kedua membantah, yang benargajah itu lebar seperti dinding, ternyata orang yang ketigapunmenolak pernyataan kedua temannya, karena dialah yang berhasilmemeluk gajah, gajah itu kuat, kokoh seperti pohon kelapa.Begitulah penggalan cerita dari negeri dongeng. Jika melihatsesuatu secara parsial yang menimbulkan perdebatan yangtak kunjung usai, tanpa ada kesimpulan. Sampah sering dijumpaidimana-mana, baik di desa apalagi di kota. Mulai di gang yangsempit sampai di lapangan luas terbuka. Uniknya kadang di dekatsampah tersebut juga ditemui tulisan nama-nama hewan yangbanyak terdapat di kebun binatang, bahkan binatang piaraanyang berperan ganda sebagai penjaga rumah.Lebih dari itu, kadang ada doa : Ya Tuhan, cabutlah nyawaorang yang membuang sampah di lokasi ini. Itulah wujudkekesalan masyarakat terhadap sampah. Sebetulnya ada limaas pek yang mempengaruhi pengelolaan sampah (Buku Materi I,http://budis1boy.blogspot.comII, Diseminasi dan Sosialisasi Bidang PLP Tahun 2013, Kemen-PU,2013). Kelima aspek tersebut adalah aspek hukum atau peraturan,aspek teknis operasional, aspek kelembagaan, aspek pembiayaandan aspek peran serta masyarakat.Untuk memudahkan mengingatnya dapat dianalogikandengan jari tangan. Aspek hukum disimbolkan dengan jari jempol.Kalau memberikan pujian pasti dengan acung jempol. Denganada nya aturan yang jelas, mulai dari yang tertinggi (UU), sampaidengan tingkat Peraturan Daerah (Perda) dan Peraturan Bupati(Perbup) atau Peraturan Walikota (Perwal) yang mengatur standaroperasional.Aspek teknis operasional dapat diidentikkan dengan jaritelunjuk, jari inilah yang akan mengarahkan sesuatu. Apalagisampah, mulai dari pewadahan, pengumpulan, penyimpanansampai dengan pemrosesan akhir ada di teknis operasional.Selanjutnya yang ketiga yakni aspek kelembagaan dan diumpamakanjari tengah, paling tinggi diantara yang lain. Kelembagaandisini berupa dinas, badan atau unit pelayanan teknisyang bertanggungjawab terhadap pengelolaan sampah dikabupaten dan kota.Aspek pembiayaan termasuk yang keempat, dilambangkandengan jari manis, salah satu jari yang sering pakai cincin kawin(mahar). Biaya disini meliputi anggaran yang dialokasikan olehpemerintah ( pusat dan daerah ) untuk pengelolaan sampah.Aspek yang terakhir yakni peran serta masyarakat yang diwakilkanoleh jari kelingking.Masyarakat yang sudah dilibatkan mulai dari perencanaansampai dengan pelaksanaan khususnya tentang sampah, jauhlebih mudah dalam keberlanjutan program apalagi kalau dievaluasidengan memberikan penghargaan baik oleh pemerintah, swasta(pengusaha) dan masyarakat (LSM).Kalau saja kelima aspek tersebut bergerak bersama ke satutitik, maka akan mudah menggenggam sampah menjadi sebuahmutiara. Masyarakat dapat penghasilan, pemerintah punyakebanggaan dan lingkungan memiliki kenyamanan. Tergantungniat dan tindakan, setelah jadi sampah, mau dibuang ke baksampah atau disimpan ke bank sampah. Jika kita merasa belumbisa menyejukkan lingkungan, maka dengan tidak menyusahkanpetugas kebersihan itu sudah cukup. Caranya sederhana, denganmenyediakan tempah sampah terpisah antara sampah organikdan anorganik di rumah, merupakan aksi nyata berbuat untukhidup yang lebih baik.*) Kasubbag Penyusunan Program Dinas <strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong> dan Tata RuangKabupaten Bandung Barat Provinsi Jawa Barat. Saat ini menjadiMahasiswa PSMIL UNPAD Bandung24
ResensiKontribusi kota terkait emisi GRKCities’ share in ...2006(%)2030(%)Global energy consumptionGlobal energy -related CO 2emissionsGlobal anthropogenic GHG emissionsSource Walrave, 2009677140-70737643-70Sumber: Cities and climate changeKontribusi Kota terhadap Perubahan Iklim. Kedua, dampak PerubahanIklim pada Kota-kota. Ketiga, bagaimana Kota-kota Bermitigasidan Beradaptasi terhadap Perubahan Iklim.Kontribusi Kota terhadap Perubahan IklimAdanya peningkatan urbanisasi, menjadikan perlunya memahamidampak perubahan iklim terhadap lingkungan perkotaan. Lavell(1996) dalam IPCC, 2012 mengidentifikasi delapan konteks kondisikota yang dapat meningkatkan atau berkontribusi terhadap risikobencana dan kerentanan perubahan iklim:1. Sinergitas sifat dan kebergantungan bagian-bagian kota2. Kurangnya redundansi dalam fungsi transportasi, energi, dansistem drainase3. Konsentrasi fungsi wilayah kunci dan kepadatan bangunanserta populasi4. Penempatan lokasi yang tidak tepat5. segregasi sosial-spasial6. Degradasi lingkungan7. Kurangnya koordinasi kelembagaan8. Kontradiksi fungsi kota sebagai suatu sistem yang berfungsiterpadu dan batas administrasi yang menghambat koordinasi.Sumber utama emisi GRK dari perkotaan terkait dengan konsumsibahan bakar fosil, termasuk pasokan energi untuk pembangkitlistrik (batubara, gas dan minyak bumi), transportasi, penggunaanenergi pada bangunan komersial dan perumahan (penerangan,Kebijakan AdaptasiClimate change and impact assessmentsCurrent conditionsin light of historicclimate trendsClimate changescenarios and theirimplicationsImpacts and risks/vulnerabilityassessmentsIntention to actAdaptionAdaption actionsIdentifyingadaptationoptionsConsideringexisting policiessynergisticwith adaptionEstablish institutionalmechanism tosupport local actionFormulate policies ormodify existing policies (e.g.infrastructure and coastal zonemanagement)Explicitincorporationof adaptationin projectsSumber: Cities and climate change30
lensa ckHUT RI ke- 68Mari Kita Jaga Stabilitas Politikdan Pertumbuhan Ekonomi Kita Guna MeningkatkanKesejahteraan RakyatFoto-foto : Buchori32
seputar kitaREKOMPAKRamaikan PameranASEAN Working Groupon Recovery ManagementPenyelenggaraanPengembangan Air MinumHarus Didukung Institusi KuatKontribusi Badan Pendukung Pengembangan Sistem PenyediaanAir Minum (BPPSPAM) Kementerian Pekerjaan Umum kedepan semakin berat dalam memobilisasi potensi kerjasamaPerusahaan Daerah Air Minum (PDAM) dengan dunia usaha.Namun keberadaannya perlu didukung oleh institusi di tingkat kabupaten/kotayang membidangi air minum.Demikian disampaikan Sekretaris Jenderal Kementerian PU,Agoes Widjanarko, saat menjadi keynote speaker dalam SarasehanPerkuatan Peran BPPSPAM dalam Rangka Penyusunan RenstraBPPSPAM 2015-2019, di Jakarta (27/8).“BPPSPAM sudah berbuat banyak, namun PDAM masih berkutatdengan operasional dan pemeliharaan. Masih banyak yangbelum berpikir ke arah corporate dengan menggandeng ba nyakdunia usaha dalam pengembangan pelayanannya,” tegas Agoes.Direktorat Jenderal <strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong> Kementerian Pekerjaan Umumturut berpartisipasi dalam pameran Pemulihan Pascabencanadi Padang, 23 – 24 Agustus. Mereka memamerkan programRehabilitasi dan Rekonstruksi Masyarakat dan PermukimanBerbasis Komunitas (REKOMPAK) sebagai salah satu programrehabilitasi rekonstruksi pascabencana berbasis masyarakat.REKOMPAK menampilkan foto-foto proses dan hasil kegiatanpenanganan pascagempa dan pascaerupsi Merapi di Jawa Tengahdan Yogyakarta serta pascatsunami di Pangandaran Jawa Barat.Kota Padang, Sumatera Barat, terpilih menjadi tempat dilaksanakannyapameran tentang Pemulihan Pascabencana yangdilaksanakan pada tanggal 22 – 24 Agustus 2013. Pertemuan1 st ASEAN Working Group Recovery diketuai oleh Indonesia dandihadiri oleh Myanmar sebagai Co-Chair ACDM Working Group onRecovery, Malaysia, Thailand, Vietnam serta Laos.Pemanfaatan Tempat Pemrosesan Akhir Sampah (TPAS)Regional Piyungan Yogyakarta seluas 13 Ha sudah mencapai90 persen. Diperkirakan pengoperasiannya akan berakhir pada2015 karena lahan yang ada tidak lagi mampu menampungsampah. Untuk itu Kementerian Pekerjaan Umum melaluiDirektorat Jenderal <strong>Cipta</strong> <strong>Karya</strong> bekerjasama dengan Bank Duniaberencana mengembangkan TPAS dan fasilitas pendukungnya.Demikian diungkapkan Kepala Dinas PUP-ESDM DIYogyakarta, Rani Sjamsinarsi, kepada para peserta WorkshopFeasibility Study Solid Waste Improvement Project RegionalKartamantul, di Yogyakarta (27/8).Pengelolaan TPA Piyungan ditangani oleh Sekber Kartamantulyang merupakan gabungan dari pemerintah KotaYogyakarta, Kabupaten Sleman, dan Kabupaten Bantul denganpayung legalitas Penandatanganan Kerjasama PengelolaanPrasarana dan Sarana Perkotaan dengan SKB Bupati Bantul,Sleman dan Walikota Yogyakarta.PU dan Bank Dunia KembangkanTPA Regional PiyunganRani menyambut baik selesainya Feasibility Study (FS) yangpenyusunanya dibantu oleh Pemerintah Australia melaluiAusAID. FS adalah salah satu dokumen pemenuhan ReadinessCriteria yang harus dipenuhi untuk kegiatan Solid WasteImprovement Project.34