File presentasi Asmaripa.pdf - Kebijakan Kesehatan Indonesia

kebijakankesehatanindonesia.net

File presentasi Asmaripa.pdf - Kebijakan Kesehatan Indonesia

FORUM NASIONAL II : Jaringan Kebijakan Kesehatan IndonesiaAsmaripa AinyFakultas Kesehatan Masyarakat Universitas SriwijayaHOTEL HORISON MAKASSAR, 28-29 September 2011


• Amanat UUD 1945 tentang kesehatan sebagai hakasasi manusia dan investasi• Tantangan pembangunan kesehatan semakinkompleks• Keterbatasan pemda dalam pembiayaan operasionalpuskesmas dan perbedaan kemampuan pendanaanpemda di era desentralisasi• BOK merupakan kebijakan pemerintah pusat sejalanparadigma sehat untuk mendukung pembiayaanoperasional puskesmas• BOK telah diselenggarakan sejak 2010 hingga saat ini:bantuan sosial (2010) menjadi tugas pembantuan(2011) mengacu pada SK Menkes RI no.494/Menkes/SK/IV/2010 dan Peraturan Menkes RI no.210/Menkes/Per/I/2011. Ditindaklanjuti dengan SKKepala Dinas Kab. Ogan Ilir.


Untuk menganalisis pelaksanaan kebijakan BOK diKabupaten Ogan Ilir. Sehingga diperoleh gambaranriil tentang pelaksanaan BOK khususnya di tahun2011 sebagai bahan kajian untuk penyempurnaanpenyaluran BOK selanjutnya.


• Metode penelitian adalah analysis of policy.• Pendekatan kualitatif• Data primer: observasi langsung dan wawancaramendalam kepada 4 orang informan: Kepala Dinkes,staf pengelola BOK di Dinkes Ogan Ilir, KepalaPuskesmas dan staf pengelola BOK di PuskesmasIndralaya.• Data sekunder diperoleh dari dokumen terkait denganBOK.• Pemilihan Kabupaten Ogan Ilir dengan alasan untukmendapatkan gambaran singkat yang aktual ataspelaksanaan BOK di wilayah terdekat domisili.


• Kabupaten Ogan Ilir terbentuk melalui undangundangnomor 37 tahun 2003 sebagai hasilpemekaran dari kabupaten Ogan Komering Ilirdan diresmikan pada tanggal 7 Januari 2004.Mempunyai luas wilayah 2.666,07 km 2 .• Secara• Administrasi pemerintahan Kabupaten Ogan Ilirterdiri dari 16 Kecamatan dan 241 desa• Kondisi terakhir, terdapat 24 puskesmas diwilayah Ogan Ilir


“• Kebijakan yang diacu dalam penyelenggaraanprogram BOK berupa kebijakan nasional danlokal. Masing-masing dokumen yangdimaksud, diperoleh peneliti di kantor DinasKesehatan Ogan Ilir maupun PuskesmasIndralaya.“Bentuk kebijakan BOK yang dijadikan acuan di kabupaten OganIlir yakni: petunjuk teknis bantuan operasional kesehatan, petunjukpelaksanaan pengelolaan keuangan bantuan operasionalkesehatan. Yang keduanya merupakan pedoman yangdikeluarkan oleh Kemenkes. Kemudian ada SK dari Kepala DinasKesehatan tentang BOK.” (Informan 1)• Masing-masing dokumen terkait juga diperolehpeneliti di kantor Dinkes maupun Puskesmas


“• BOK di Ogan Ilir sejak 2010 dan mulai April 2011melalui tugas pembantuan oleh Dinas Kesehatan.• Sejalan dengan PP No. 7 Tahun 2008 bahwapenyelenggaraan Tugas Pembantuan mencakup: 1)Tugas Pembantuan dari Pemerintah Pusat kepadaKepala Daerah dan Desa (APBN), 2) TugasPembantuan dari Provinsi kepada Kabupaten/Kotadan Desa (APBD), dan 3) Tugas Pembantuan dariKabupaten/Kota ke Desa (APBD).• Penerima dana BOK: Puskesmas di wilayahKabupaten Ogan Ilir berdasarkan SK Kepala DinasKesehatan• Pengelolaan keuangan mengacu pada PeraturanDitjen Bina Gizi dan KIA


Hasil wawancara mengenai penyaluran dana BOK diKabupaten Ogan Ilir tahun 2011.“Prosesnya untuk ke puskesmas dibuat POA dulu, di dinas kesehatandilakukan verifikasi dan diberitahukan ke puskesmas berapa dana yangdisetujui kemudian diusulkan ke KPPN Palembang lalu disalurkan kepuskesmas masing-masing melalui rekening yang telah dibuatpuskesmas.” (Informan 1)“..“Pengalokasian untuk puskesmas berbeda sesuai dengan jumlah wilayahkerja, jumlah penduduk, cakupan program, jumlah tenaga kesehatan ,dan kondisi geografis, sehingga PAGU BOK di seluruh 24 puskesmasbervariasi sekitar 35 juta-92 jutaan untuk 1 puskesmas. Sesuaipembagian dengan kriteria tadi.” (Informan 2)


“• Prioritas BOK untuk kegiatan: KIA, gizi, pengukuranIMT, dan penyakit menular, dan promkes.• Sampai Juni 2011, BOK 2011 periode April-Juni2011 masih proses pencairan tetapi danakesekretariatan sudah diperoleh sekitar 40% dariPAGU yang digunakan untuk sosialisasi, pelatihanbendahara Puskesmas dan transpor.“Sampai saat ini dana di puskesmas dalam proses, belum cair tapidana kesekretariatn sudah dicairkan sebanyak sekitar 40% dari PPAGU yang ada misal untuk sosialisasi ke puskesmas, pertemuandan biaya transpor.” (Informan 1)“Sampai saat ini BOK 2011 belum terealisasi masih dalampengusulan dan diharapkan paling lambat bulan Juli terealisasiuntuk April-Juni. Tapi dana sekretariat sudah ada dan digunakanuntuk sosialisasi ke puskesmas dan pelatihan bendaharapuskesmas.” (Informan 2)


“• Observasi langsung pada beberapa kegiatan diposyandu Persada Indralaya dan poskesdesSakatiga: berbagai kegiatan penyuluhan telahdilaksanakan dan informasi dari pengelola program,bidan desa, maupun kader menyebutkan bahwadana operasional disediakan dari puskesmas dansebagian dari dana tersebut berasal dari BOK


“• Pengorganisasian manajemen BOK di Ogan Ilirmengacu pada petunjuk teknis dari KementerianKesehatan RI: tim koordinasi, tim pengelola, dan timpengelola keuangan.• Pengorganisasian ini merupakan satu kesatuanantara pusat, provinsi, kabupaten/kota, danPuskesmas.• Khusus untuk tingkat Puskesmas, hanya ada TimPengelola BOK.“Ada juknis dari pemerintah. Secara umum pengorganisasian manajemenBOK di Ogan Ilir serupa dengan di Indonesia. Ada tim pengelolakeuangan, tim koordinasi, dan tim pengelola.” (Informan 2).“Kita mengacu pada juknis yang ada di tingkat nasional.” (Informan 3).


• Pelaporan BOK: dari Puskesmas ke Dinkes setiap bulan padatanggal 5 untuk diteruskan ke propinsi dan secara online keKementerian Kesehatan RI, juga laporan tertulis ke KPPN“Pelaporan ada dilakukan secara online ke depkes, ada situs onlinedepkes dan dilaporkan tiap bulan, dan ada juga laporan tertulis keKPPN.” (Informan 3)““Pelaporan BOK di puskesmas Indralaya melalui pelaporanpenanggung jawab program kepada bendahara BOK dan bendaharaBOK melaporkan kepada pimpinan puskesmas Indralaya untukdilaporkan ke dinkes setiap tanggal 5.” (Informan 4).• Sedangkan monev BOK 2011 belum dapat dilakukan karenaupaya kesehatan yang diusulkan belum dilaksanakansepenuhnya. “Pembinaan dilakukan melalui monitoring ke puskesmas tentangpengelolaan keuangan dan pelaporan.” (Informan 1)“Ada tim pengelola, monitoring evaluasi pelaporan. Untuk BOK 2011,sampai ini kita belum melakukan monev karena dananya belum cair.”(Informan 2)


“• Pada penelitian ini aspek pemanfaatan dana BOK belum dapat dikaji lebihjauh karena keterbatasan peneliti dalam memperoleh data keuanganyang dimaksud tetapi sejalan dengan hasil wawancara mendalam bahwadana BOK dimanfaatkan sesuai dengan petunjuk yang ada yakni untukkegiatan promotif dan preventif.• Pada dasarnya pelaksanaan program BOK tahun 2011 di Kabupaten OganIlir telah dilaksanakan dengan baik dalam arti mengacu pada kebijakandari Kementerian Kesehatan RI dan ditindaklanjuti dengan kebijakan dariDinas Kesehatan.• Hasil penelitian telah mengungkap hal-hal yang perlu mendapatkan perhatianKepala Dinas Kesehatan, yakni: pencairan BOK yang tepat waktu akanmemperlancar dan penting dalam menunjang fungsi Upaya Kesehatan BerbasisMasyarakat (UKBM) seperti posyandu dan poskesdes karena dana Pemdamasih terbatas. Juga, pencairan dana BOK sangat ditentukan oleh pengusulanPOA dari Puskesmas.• Secara umum, BOK dapat dimanfaatkan oleh masyarakat di Ogan Ilirmelalui berbagai kegiatan promotif dan preventif di puskesmas,poskesdes, dan posyandu.


“• Sosialisasi BOK mengenai fungsi BOK hanya sebagaidukungan dana bagi pemda dalam penyelenggaraanupaya kesehatan preventif dan promotif agar terusdilakukan secara komprehensif. Sehingga pemda memilikikomitmen dalam memanfaatkan BOK seefektif mungkin.• Disarankan kepada Kepala Dinas Kesehatan Ogan Iliruntuk menjamin rutinitas sosialisasi dan pembinaanpenyusunan POA puskesmas demi efektifnya kebijakanyang telah dibuat.• Disarankan kepada puskesmas untuk memanfaatkanforum lokakarya mini dengan baik untuk menyusun POAyang tepat sasaran dan mengacu pada kebijakan yangada.


More magazines by this user
Similar magazines