Modal Kurus Gratis Bisa Buka Salon & Spa

infokursus.net

Modal Kurus Gratis Bisa Buka Salon & Spa

100 DIREKTORAT PEMBINAAN KURSUS DAN KELEMBAGAAN DITJEN PNFI DEPDIKNASAulia AbdurrahmanAlumnus LPK Vitri JakartaModal Kurus GratisBisa Buka Salon & SpaAulia semulahanya seorangibu rumah tanggatanpa memilikipenghasilan.Namun berkatkursus spa ia kinimembuka usahasalon kecantikan.Aulia Abdurrahman tak pernahmenyangka kalau ia akhirnya terjunke kebisnis salon dan spa . Maklum,sebelumnya ia hanya seorang ibu rumah tangga.Pekerjaan sehari-harinya hanya menguruskeluarga. Ia tidak memiliki penghasilan. Untukmemenuhi kebutuhan hidupnya sepenuhnya iamenggantungkan dari penghasilan suaminyayang hanya bekerja diperusahaan event organizer.Tentu saja untuk hidup sederhana saja Auliamengaku penghasilan suaminya masih kurang.Ada keinginan bagi Aulia untukbisa mempunyai penghasilan sendiri. Iamembayangkan kalau memiliki penghasilansendiri tentu sangat menyenangkan. Selain bisamembantu untuk kebutuhan keluarga juga bisauntuk memenuhi kebutuhan sendiri. Tapi apayang bisa dilakukan Aulia dengan bekal ijazahSMA saja.Namun secara kebetulan Aulia mendapatkaninformasi mengenai adanya kursus gratis yangdiselenggarakan LPK Vitri bekerja sama denganDirektorat Pembinaan Kursus dan Kelembagaan,Ditjen PNFI, Departemen Pendidikan Nasional.Informasi berharga itu ia peroleh dari sebuahbrosur pada saat LPK Vitri mengadakan pamerandi salah satu Mall di Jakarta.Mendapat informasi itu Aulia tidak menyianyiakankesempatan emas tersebut. Apalagisebelumnya wanita kelahiran Jakarta 27 september1987 itu memang berkeinginan untuk menekunidunia kecantikan. Hanya saja saat itu Aulia


KISAH SUKSESPESERTA DIDIK / ALUMNILEMBAGA KURSUSINDONESIA tahun 2009 101mengaku tidak memiliki biaya untuk mengikuti kursus. “Kursus kecantikan itumahal sehingga saya tidak memiliki biaya sebesar itu,”kata Aulia.Tidak heran begitu mendengar adanya kursus gratis tanpa ragu-ragu Auliamemberanikan diri untuk mendaftar sebagai peserta kursus di LPK Vitri.Beruntung Aulia diterima sebagai salah satu peserta didik. “Saya bersyukurbisa diterima sebagai salah satu peserta didik di LPK Vitri,”ungkap Aulia.Selama tiga bulan Aulia mengikuti pelatihan di LPK Vitri. Ia mengambilprogram kursus spa. Selama itu pula Aulia mengaku banyak mendapatpengetahuan dan keterampilan dibidang salon kecantikan dan spa.. Selainmengikuti pelatihan ia juga dibimbing oleh isntruktur LPK Vitri. Merekatidak hanya mengajarkan keterampian Spa secara teori saja namun juga secarapraktek. Dengan begitu Aulia mengaku dengan mudah menerima semua materiyang diberikan selama mengikuti pelatihan. Selian itu ia juga diberikan bukupanduan secara gratis.Alhasil sekalipun hanya mengikuti pelatihan selama tiga bulan, Auliamengaku sudah memiliki sejumlah keterampilan. Diantaranya seperti tatakecantikan rambut, pangkas rambut, perawatan pijat tubuh (Body Massage),perawatan balur tubuh(Body Scrub), pijat refleksologi (Foot Refleksology),danperawatan pijat wajah (Face Massage). Semua itu Ia peroleh karena selamamengikuti pelatihan Aulia selalu mempunyai semangat yang tinggi.Setelah selesai menyelesaikan pelatihan, Aulia berencana untuk membukausaha jasa spa di rumahnya. Keinginan itu ia utarakan kepada Ny. Anis, pemilikLPK Vitri. Tanpa di duga ternyata NY. Anis memberikan dukungan. Mendengatitu, tentu saja Aulia merasa senang dengan dukungan itu. Rupanya tak hanyadukungansaja, belakangan NY. Anis juga memberikan pinjaman pemodalan.Dengan modal pinajaman dari pemilik LPK Vitri itulah Aulia membelibeberapa peralatan untuk membuka salon di rumhanya, di Bekasi Utara.Hanya saja untuk sementara Aulia memang masih menggunakan nama salonVitri. Ini dilakukan karena nama salon tersebut sudah cukup dikenal, jugauntuk memberikan jaminan kepada pelanggannya. Lagi pula sekalipun telahmembuka usaha sendiri, Aulia juga masih sering dibimbing oleh pemilik LPKVitri.Mengawali membuka usaha tentu tidak mudah. Apalagi tempat usahanyajauh dari pusat kota Bekasi. Untuk memperkenalkan salonnya , Aulia membuatbrosur. Untuk menarik para pelanggan Aulia tidakmemberikan tariff yangtinggi. Apalagi disekitar usahanya kebanyak ibu rumah tangga, pekerja pabrik,dan pelajar serta mahasiswa. Selain itu untuk memberikan kepuasan pelangganAulia juga selalu bersikap ramah kepada setiap pelanggan.Belakangan usaha salonnya semakin berkembang. Pelanggannya semakinbertambah. Ujung-ujungnya pendapatannya juga bertambah. Kini dengnamengelola usaha salon, Aulia sudah memiliki penghasilan perbulan bisamencapai Rp. 2 juta. Tidakhanya itu saja. Kini Aulia juga sudahmemiliki duakaryawan untuk membantu usahanya. Kedepan Aulia ingin membuka usahasalon di dekat pusat kota

More magazines by this user
Similar magazines