Laporan Harian 5 Mei 2009 - BNPB

bnpb.go.id

Laporan Harian 5 Mei 2009 - BNPB

BADAN NASIONAL PENANGGULANGAN BENCANA( B N P B )JI. Ir. H. Juanda 36. Jakarta 10120 IndonesiaTelepon : (021) 345 8400 Fax : (021) 345 8500Email : posko@bnpb.go.idWebsite : http://www.bnpb.go.idLAPORAN HARIAN PUSDALOPS BNPBSelasa, 05 Mei 2009Pada hari Senin, 04 Mei 2009 pukul 08.00 WIB hingga hari Selasa, 05 Mei 2009 pukul 08.00 WIB,dilaporkan informasi kejadian alam dan bencana di wilayah Indonesia yang diperoleh Pusdalops BNPBsebagai berikut :I. Antisipasi Kebakaran Hutan dan LahanA. Kondisi Terkini1. Hari Senin, 04 Mei 2009, tidak terpantau adanya titik panas di wilayah Sumatera danwilayah Kalimantan. Kondisi cuaca berdasarkan informasi dari BMKG di Sumatera danKalimantan sebagai berikut :Daerah Jumlah Hot Spot *) Kondisi Cuaca **)SUMATERASumatera Utara - Hujan SedangRiau - Hujan RinganJambi - Hujan SedangSumatera Selatan - Hujan RinganKALIMANTANKalimantan Barat - Hujan RinganKalimantan Selatan - BerawanKalimantan Tengah - BerawanKalimantan Timur - Berawan*) Sumber: Dep. Kehutanan (Satelit NOAA-18)**) Sumber: BMKG (kondisi cuaca secara umum)2. Jarak pandang (visibility) pada hari Senin, 04 Mei 2009 di beberapa kota di Sumateradilaporkan sebagai berikut :Nama Kota 07:00 10:00 13:00 16.00Medan 15.000 m 6.000 m 10.000 m 8.000 mPekanbaru 5.000 m 10.000 m tad tadJambi 9.000 m 11.000 m 15.000 m 15.000 mPalembang 8.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 m3. Jarak pandang (visibility) pada hari Senin, 04 Mei 2009 di beberapa Kota di Kalimantandilaporkan sebagai berikut :Nama Kota 07:00 10:00 13:00 16.00Pontianak 10.000 m 10.000 m 8.000 m 8.000 mPalangkaraya 9.000 m 10.000 m 11.000 m 10.000 mSamarinda 10.000 m 10.000 m 10.000 m 7.000 mBanjarmasin 10.000 m 10.000 m 10.000 m 10.000 mKeterangan : Jarak Pandang ( Visibility) normal > 3.000 meter1


4. Ditinjau dari aspek meteorologi pada tanggal 03 – 05 Mei 2009, wilayah Sumatera danKalimantan diprakirakan mempunyai :a. Potensi kebakaran Tinggi terdapat di wilayah Nias, Sumut, Riau, Sumbar, Sumsel,Jambi, Lampung, Bengkulu, Babel, Kalbar, Kalteng, Kaltim dan Kalsel.b. Potensi Kebakaran Sangat Tinggi terdapat di terdapat di wilayah Sumsel, Riau,Sumbar, Jambi, Kalbar, Kaltim dan Kalteng.5. Prakiraan penjalaran asap sampai dengan tanggal 05 Mei 2009 pukul 07.00 WIB, diiwilayah Sumsel arahnya menuju Utara – Barat Laut sampai ke wilayah Sumsel, di wilayahKalbar arahnya menuju Utara Timur Laut sampai ke wilayah Kalbar dan Malaysia dan diwilayah Kalteng arahnya menuju Utara sampai ke wilayah Kalteng..Sumber : Badan Meteorologí Klimatologi dan GeofísikaB. Upaya Penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan1. BNPB senantiasa berkoordinasi dengan Dep. Kehutanan, Lapan dan Badan MeteorologiKlimatologi dan Geofisika untuk memantau perkembangan titik panas (hotspot) serta jarakpandang (visibility) setiap hari.2. Secara umum, Satlak PB, Satkorlak PB, Manggala Agni Dinas Kehutanan, Kepolisian daninstansi / sektor terkait tetap menyiagakan petugas untuk memantau perkembangankondisi titik api yang dapat menyebabkan terjadinya kebakaran hutan dan lahan di wilayahSumatera dan Kalimantan.3. Dinas Kehutanan mengawasi kegiatan pembukaan lahan oleh perusahaan dan membinamasyarakat untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan membakar.4. Masing-masing dinas dan instansi terkait di wilayah Sumatera dan Kalimantan berupayauntuk mensiagakan sumberdaya yang cukup untuk melakukan tindakan pemadaman dinidan pemadaman terpadu apabila terjadi kebakaran hutan dan lahan.Sumber : Dep. Kehutanan dan Meneg LHII. Aktivitas Gunung Api di Wilayah IndonesiaSaat ini ada 4 (empat) gunung api yang dinyatakan masih dalam status “Siaga” (Level III) dan 1(satu) gunung api yang dinyatakan dalam status ” Waspada” (Level II) diantaranya :A. Status Gunung Berapi1. Gunung Api Semeru di Kabupaten Lumajang dan Malang Provinsi Jawa Timur(Laporan perkembangan).Hingga hari Senin, 04 Mei 2009 pukul 06.00 WIB, status kegiatan G. Semeru masih dalamkeadaan ”Siaga” (Level III).2. Gunung Api Karangetang di Kab. Sitaro, Prov. Sulawesi Utara (Laporanperkembangan).Hingga hari Senin, 04 Mei 2009 pukul 06.00 WITA, status kegiatan G. Karangetang masihdalam keadaan ”Siaga” (level III).3. Gunung Api Ibu di Kab. Halmahera Barat, Prov. Maluku Utara (Laporanperkembangan).Hingga hari Senin, 04 Mei 2009 pukul 06.00 WITA, status kegiatan G. Ibu masih dalamkeadaan ”Siaga” (level III).4. Gunung Api Slamet di Kab. Pemalang, Kab. Banyumas, Kab. Brebes, Kab. Tegal danKab. Purbalingga Prov. Jawa Tengah (Laporan perkembangan).Hingga hari Senin, 04 Mei 2009 pukul 06.00 WIB, status kegiatan G. Slamet masih dalamkeadaan ”Siaga” (Level III).5. Gunung Api Rinjani di Kab. Lombok Timur, Prov. Nusa Tenggara Barat.Berdasarkan data analisis data visual dan kegempaan maka terhitung tanggal 02 Mei 2009pukul 16:30 WITA, status G. Rinjani dinaikan dari ”Normal” (Level I) menjadi ”Waspada”(Level II).2


B. Rekomendasi1. Masyarakat di sekitar G. Semeru, G. Api Karangetang, G. Api Ibu, G. Slamet danG. Rinjani dihimbau agar tetap tenang tidak mempercayai isu-isu yang tidak dapatdipertanggung jawabkan, selalu mengikuti arahan dari Satlak PB dan Satkorlak PBsetempat.2. Masyarakat di sekitar G. Semeru tidak melakukan aktifitas di wilayah sejauh 4 km diseputar lereng Tenggara kawah aktif yang merupakan wilayah bukaan kawah aktif G.Semeru sebagai alur luncuran awan panas, tidak mendekati Puncak Mahameru danmelakukan pendakian yang melebihi wilayah Kalimanti.3. Bagi pesawat yang akan melintasi wilayah G. Semeru agar berhati-hati terhadap dampakabu letusan.4. Masyarakat di sekitar G. Api Ibu serta pengunjung/wisatawan tidak diperbolehkanmendekati G. Api Ibu dalam radius 2 km.5. Masyarakat sekitar G. Karangetang tidak diperbolehkan menaiki melebihi ketinggian 500 mdari permukaan laut.6. Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan melakukan pendakian ke puncak G.Slamet.7. Masyarakat dan wisatawan tidak diperbolehkan melakukan pendakian ke puncak atauSegara Anak G. Ranjani.8. Penduduk disekitar G. Karangetang, terutama di kampung Dame dan KelurahanTatahandeng agar lebih waspada terhadap bahaya awan panas dan guguran lava pijaryang dapat terjadi setiap saat. Sedangkan masyarakat di sepanjang aliran Kali BatuAwang, kali Kahetang, Kali Keting, kali Batang, kali Beha Timur dan Kali Nanitu agarmewaspadai bahaya aliran lahar.9. Jika terjadi hujan abu cukup deras, masyarakat dianjurkan menggunakan masker penutuphidung dan mulut dikarenakan abu vulkanik yang terhirup dapat mengganggu saluranpernafasan.10. Belum dipandang perlu adanya pengungsian.11. Jika terjadi letusan di dalam Kaldera Rinjani maka masyarakat yang bermukim disekitaraliran Sungai Kokok Putih perlu lebih waspada terhadap kemungkinan banjir bandangdikarenakan aliran sungai tersebut merupakan satu-satunya pelimpahan dari DanauSegara Anak G. Rinjani.12. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi selalu berkoordinasi dengan BadanNasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Satkorlak PB setempat untuk memantauperkembangan kegiatan gunung api tersebut.Sumber : Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana GeologiC. Upaya Penanganan1. Sehubungan dengan peningkatan status kegiatan G. Slamet dari waspada (Level II)menjadi siaga (level III) terhitung sejak tanggal 23 April 2009 pukul 08.00 WIB yangmeliputi 5 Kabupaten yaitu Kab. Pemalang, Banyumas, Brebes, Tegal dan PurbalinggaProv. Jawa Tengah, BNPB telah mengirimkan Tim TRC untuk melakukan pendampinganposko siaga darurat di Kab. Pemalang Prov. Jawa Tengah dan saat ini poskopendampingan telah aktif untuk memonitor perkembangan-perkembangan yang terjadi dilokasi.2. Tim TRC BNPB terus melakukan koordinasi dengan BPBD Prov. Jawa Tengah, Muspikasetempat, Pemkab. Pemalang, Tegal dan Purbalingga guna melakukan pemantauansecara terus menerus selama 24 jam di Pos Pengamatan G. Slamet.3. BPBD Kab. Pemalang telah menyiapkan 7 titik untuk evakuasi warga (Desa Siremeng,Clekatakan, Batursari, Penakir, Jurangmangu, Gunungsari dan Gambuhan) yangberjumlah 13.148 orang dari Kec.Pulosari yang merupakan rawan bencana apabila G.Slamet meletus.4. BPBD Kab. Tegal telah melakukan pendataan warga yang rawan bencana dengan total ±58.967 orang di 2 Kecamatan yaitu Kec. Botong dan Kec. Bumijawa.3


5. BPBD Kab. Purbalingga telah menyiapkan 4 titik evakuasi penampungan sementara dan 2titik penampungan tetap untuk warga yang berjumlah 71.102 orang dari 4 Kecamatan (Kec.Karangreja, Kec. Mrebet, Kec. Bojongsari dan Kec. Kutasari) yang merupakan rawanbencana apabila G. Slamet meletus.6. Menghadapi situasi saat ini, masing-masing Pemerintah Kabupaten terus menghimbaukepada warga masyarakat agar tidak panik, tetap tenang dalam melakukan aktifitas sehariharidan senantiasa meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi dan aktifitas G. Slametsekaligus melakukan pendataan jumlah penduduk di daerah rawan dan menginventarisasisarana dan prasarana yang ada.Sumber : BNPB dan Posko BPBD Jawa TengahIII. Prakiraan Cuaca Wilayah JABODETABEKPrakiraan cuaca wilayah JABODETABEK berlaku untuk hari Selasa, 05 Mei 2009 dilaporkansebagai berikut :NOL0KASIPagi(00.05 – 12.00)C U A C ASiang(12.05 – 18.00)Malam(18.05 – 24.00)1 Jakarta Pusat Berawan Berawan Berawan2 Jakarta Utara Berawan Berawan Berawan3 Jakarta Selatan BerawanBerawan dan hujan Berawan dan hujanringan kadang sedangringan4 Jakarta Timur BerawanBerawan dan hujan Berawan dan hujanringanringan5 Jakarta Barat BerawanBerawan dan hujan Berawan dan hujanringan kadang sedangringan6 Jakarta Kep.Seribu Berawan Berawan Berawan7 Bogor BerawanBerawan dan hujan Berawan dan hujanringan- sedangringan8 Tangerang BerawanBerawan dan hujanringanBerawan9 Depok BerawanBerawan dan hujan Berawan dan hujanringanringan10 Bekasi BerawanBerawan dan hujanringanBerawanKeterangan :- Hujan ringan : 1.0 – 5.0 mm/jam 5 – 20 mm/hari- Hujan sedang : 5.0 – 10 mm/jam 20 – 50 mm/hari- Hujan lebat : 10 – 20 mm/jam 50 – 100 mm/hari- Hujan sangat lebat : > 20 mm/jam > 100 mm/hariIV. Prakiraan Gelombang Tinggi :Prakiraan gelombang tinggi berlaku tanggal 05 Mei 2009 pukul 07:00 WIB sampai dengan tanggal06 Mei 2009 pukul 07:00 WIB sebagai berikut :- 2.0 - 3.0 m : Laut Natuna, Samudera Hindia barat Mentawai, Perairan barat Bengkuluhingga Lampung, Selat Sunda bagian selatan, Perairan selatan Bantenhingga Jawa Barat, Perairan selatan Bali hingga NTB, Laut Sawu, Laut Timor,Perairan Kep. Tanimbar, Laut Arafuru yang berbahaya bagi perahu nelayandan tongkang- 3.0 - 4.0 m : Perairan selatan Jawa Tengah hingga Jawa Timur, Samudera Hindia selatanBali hingga NTB, Perairan selatan NTT, Perairan Kep. Roti, Laut Timor bagianselatan, Perairan selatan Merauke yang berbahaya bagi perahu nelayan,tongkang, tugboat, roro, LCT dan Ferry- 4.0 - 5.0 m : Laut Cina Selatan yang berbahaya bagi semua jenis kapalSumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofísika4


V. Lain-lain :Gempa Bumi Tektonik−−Telah terjadi gempa bumi tektonik pada hari Senin, 04 Mei 2009 pukul 10:33:51 WIB dengankekuatan 5.8 SR pada kedalaman 11 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 3.48 LS -135.44 BT (14 km Barat Daya Nabire - Papua). Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami danbelum diperoleh informasi adanya dampak gempa terhadap lingkungan ataupun korban jiwa.Telah terjadi gempa bumi tektonik pada hari Senin, 04 Mei 2009 pukul 14:47:06 WIB dengankekuatan 5.0 SR pada kedalaman 611 km. Pusat gempa berada pada garis koordinat 7.7 LS -119.98 BT (88 km Timur Laut Labuhan Bajo - NTT). Gempa tersebut tidak berpotensi Tsunami.Sumber : Badan Meteorologi Klimatologi dan GeofísikaPengawas,Jakarta, 05 Mei 2009Ketua Kelompok Piket,dr. Manaor FL Napitupulu, DTM & H, M.ScIr. Sri Widayani, MM5

More magazines by this user
Similar magazines