Klik Disini - KM Ristek

km.ristek.go.id

Klik Disini - KM Ristek

LAPORAN AKHIRPENGEMBANGAN METODE KOREKSIDATA LANDSAT MULTI TEMPORALUNTUK PENDETEKSIAN PERUBAHAN LIPUTAN LAHANSKALA NASIONALPROGRAM INSENTIFPERCEPATAN DIFUSI DAN PEMANFAATAN IPTEKFOKUS BIDANG PRIORITAS: TEKNOLOGI INFORMASI DANKOMUNIKASIPeneliti Utama: Ora. Tatik Kartika, M.Si.LEMBAGA PENERBlNGAN DAN ANTARIKSA NASIONALJl. LAPAN No. 70 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710Telp: 021 871 0786/Fax: 021 8722733/Email: tatikkartika@yahoo.com22 November 2010


LEMBAR PENGESAHANJudul Penelitian Pengembangan Metode Koreksi Data LandsatMultitemporal untuk Pendeteksian Perubahan LiputanLahan Skala NasionalFokus Bidang PrioritasLokasi PenelitianPenelitian Tahun KeTeknologi lnformasi dan KomunikasiProvinsi Jawa Barat, dan lain-lain1Keterangan Lembaga Pelaksana/Pengelola KegiatanA. - Lemb -- -- - -- -- Pelaksana - - - --- -- --- - -- Keaiata- - - - - - - - - --- --Nama Koordinator KegiatanNama Lembaga/lnstitusiUnit OrganisasiAlamatTelepon /Faksimile/e-mailOra. Tatik Kartika, M.Si.LAPANPusat Pengembangan Pemanfaatan danTeknologi Penginderaan Jauh (Pusbangja)Jl Lapan 70 Pekayon, Pasar ReboJakarta Timur021 8710786 I 021 8722733/tatikkartika@yahoo.comB. Lemb L" bisaMNama KoordinatorNama LembagaAla matT elepon/H P /F aksimile/e-mailRekaoitulasi Usulan e· -No.Uraian1 Gaji dan Upah2 Pelaksanaan Bimtek3 Bahan Habis4 Lain-lainJumlahHasiiK-Kementerian Kehutanan, Bakosurtanal, BPPT, dll.--Jumlah183.385.0006.300.00015.695.00026.740.000232.120.000Setuju diusulkan:KepalaPusat PengembanganPemanfaatan dan TeknologiPenginderaan Jauh, /Itt_...-,..----=z:_~,.----lr. Agus Hidayat, MSc.Koordinator/Peneliti Utama,·~Ora. Tatik Kartika, M.Si.


DAFT AR PELAKSANAJudulPengembangan Metode Koreksi Data Landsat MultiTemporal untuk Pendeteksian Perubahan LiputanLahan Skala NasionalFokus BidangPrioritasNama LembagaTeknologi lnformasi dan KomunikasiPusat Pengembangan Pernanfaatan dan TeknologiPenginderaan Jauh- LAPANAlamat LembagaJl. LAPAN No. 70, Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta Timur13710Telp. 021-8710786, 121-8722733, Fax: 021-8722733tatikkartika@yahoo. comPeneliti UtamaPenelitiOra. Tatik Kartika, M.Si.Drs. Nana Suwargana, M.SiHeru Noviar, S.Si., M.Si.lr. Sigit Julimantoro, M.Si.Gagat Nugroho, S.KomAhmad Susanto, S.Si.Siti Hawariyah, S.Si.Dr. Bambang TrisaktiSoko Budoyom S.KomIskandar Effendy, S.Si.Rossy Hamzah, S.Si.Musyarofah, S.Si.~


RINGKASANKoreksi terrain adalah suatu koreksi dalam pra pengolahan data penginderaanjauh (inderaja) untuk meminimalisir efek bayangan dan kelengkungan karenaperbedaan ketinggian muka bumi, sehingga efektif digunakan di daerah yangbergunung-gunung. Tujuan lanjut dari koreksi terrain adalah untuk memudahkanklasifikasi digital data inderaja.LAPAN sebagai instansi pemerintah yang diberi kewenangan dalam hal datainderaja, sekarang ini sedang mengerjakan pra pengolahan data berupa koreksiortho, radiometrik, dan terrain sebagai bagian dari penge~aan program INCAS(Indonesia for National Carbon Acounting System). Akan tetapi, berkaitandengan lisensi yang sangat terbatas, operasional pra pengolahan data menjadikendala. Oleh sebab itu kajian mengenai hal tersebut perlu diadakan sehinggasecara operasional pra pengolahan data dalam hal ini koreksi terrain dapatmempergunakan software yang umum dipakai. Karena NCAS merupakan sistemyang sudah diakui dunia, maka kajian mengenai koreksi terrain ini akandibandingkan dengan hasil-hasiiiNCAS.Kegiatan ini dimulai dengan memahami arti koreksi terrain, dilanjutkan denganmenurunkan algoritma sudut normal matahari. Pengujian algoritma tersebutdilakukan agar algoritma yang dihasilkan teruji kebenarannya. Oari berbagaialgoritma koreksi terrain yang ada, berdasarkan penelitian diperoleh koreksiterrain dengan penambahan koefisien c utnuk setiap band, yang harusditentukan sebelum koreksi terrain dijalankan. Untuk memperoleh koefisienkoefisienc tersebut, dilakukan dengan metode pengambilan training sample,sehingga setiap data akan mempunyai koefisien-koefisien c yang berbeda-beda.Selain kegiatan di atas, juga dilakukan kajian utnuk memper9leh c optimum dankajian modifikasi algoritma. Koefisien c optimum adalan sutu nilai yang bisadigunakan untuk setiap data atau sekelompok data, sehingga pengerjaanmenjadi lebih praktis. Hal ini menjadi tambahan kegiatan yang menarik dilakukandan disaranka etap dilanjutkan.Tahapriset ini adalah sosialisasi, yang dilaksanakan selama8 sampai dengan 2tj O+dober 2010 dan diikuti oleh~~""-'"l"\pat di Kedeputian Bidano 'Peoomderaan Jauh LAPAN.


SUMMARY REPORTTerrain correction is one of corrections in remote sensing data pre processing tominimizations of shadow and curvature of the earth and will be effective if beused in mountainous areas. This correction gives corrected reflectance numbersthat the same for a class of land cover relatively, and classification can be moreobjective so advice to quantities method.LAPAN as a government institution that has remote sensing data competence.LAPAN is doing remote sensing data pre processing as ortho, radiometric, andterrain correction as a part of Indonesia for National Carbon Accounting System(INCAS) program. But the licenses of these are very limited, so that it is neededto study where the processing can be done by existing soft ware. Result of studywill be compared with INCAS because his system that have be approved by theworld.This study is started by to understand about terrain correction, to be continued byderivate sun normal angle algorithm. The algorithm have been verified bycompared it with INCAS result. There are many terrain correction algorithms, butmany researchers said that the best terrain correction use c coefficient for eachband data. C coefficient is determined before terrain correction to be done. Ccoefficient will be got by training sample in the forest area, clear and terrain area.C coefficient will be different between one and each other data.As an add activity has be done to study about c optimum coefficient andalgorithm modification. C optimum is a value of c that can be used for every dataor a group data, so that the data processing can be done more be effectively.. .This activity is very interesting and is suggested to be continued. .The last stage of this study is socialization that it be done at 18 until 20 October2010 whose be followed about 30 partJcioa.nts. The .olace of socialization wasLAPAN.iv


PRAKATAPuji syukur dipanjatkan kepada Allah SWT., karena Laporan Akhir dari kegiatanyang be~udul"Pengembangan Metode Koreksi Data Landsat Multi Temporaluntuk Pendeteksian Perubahan Liputan Lahan Skala Nasional" sudah dapatdiselesaikan.Kegiatan ini merupakan penelitian untuk memperoleh algoritma dari koreksiterrain yang tahap akhimya harus disosialisasikan atau diperkenalkan kepadapeneliti dan pengolah data Landsat. Program INCAS yang sedang dilaksanakandi Kedeputian Penginderaan Jauh dijadikan sebagai acuan, karena programtersebut sudah be~alan dan software yang dipakai memberikan hasil yangmemuaskan.Dengan berakhimya kegiatan ini, saya selaku peneliti utamanya mengucapkanterima kasih kepada seluruh tim atas ke~asamanya. Juga kepada para nara atassaran-saran dan waktunya. Selain itu juga terima kasih kepada seluruh strukturalyang telah memperbolehkan para penelitinya untuk bergabung dalam kegiatan inidan memberikan fasilitas ruangan untuk digunakan sebagai tempat diskusi dansosialisasi.Mudah-mudahan hasil kegiatan ini yaitu berupa modul-modul untuk koreksiterrain memberikan manfaat bagi yang memerlukannya. Kami mengharapkansaran-saran untuk mengembangkan metode dan modul yang telah kami buat.Peneliti Utama. .Dra. Tatik Kartika, M.Si.v


DAFTAR lSIHalLEMBAR PENGESAHANDAFTAR PELAKSANARINGKASANSUMMARY REPORTPRAKATADAFTAR lSIDAFTAR TABELDAFTAR GAMBARDAFTAR LAMPIRANiiiiiivvviviiviiiXBASI PENDAHULUAN1.1 Latar Belakang1.2 Perumusan MasalahBAB II TINJAUAN PUSTAKABAB Ill TUJUAN DAN MANFAAT3.1 Tujuan3.2 Sasarn3.3 ManfaatBAB IV METODOLOGI4.1 Data dan Software4.1 .1 Data yang digunakan4.1 .2 Software yang digunakan4.2 Lokasi Kegiatan4.3 MetodeBAB V HASIL DAN PEMBAHASANBAB VI KESIMPULAN DAN SARAN6.1 Kesimpulan6.2 SaranDAFTAR PUSTAKA1123555566666912121415LampiraLampiran 2Pengujian Algoritma sudut normal matahariPe~ ...; Jl..;nar dan Pengujian Koefisien casil pengolahan: sebelum dan sesudah koreksivi


Lampiran 4 Kajian Mengenai Koefisien Optimum c .Lampiran 5A Modul Koreksi Terrain untuk Data Landsat MenggunakanKoefi sien c dari Training SampleLampiran 58 Modul Koreksi Terrain untuk Data Landsat MenggunakanKoefi sien c opti mumLampiran 6Lampiran 7Laporan SosialisasiRangkuman BCHPvii


DAFTAR TABELTabel1 Interval nilai koefisien e yang diperbolehkan untuk setiap band 4pada program INCASTabel2 Daftar data Landsat yang digunakan 11DAFTAR TABEL LAMPIRAN 2Tabel 1 Sudut matahari dari header file 3Tabel2 Nilai koefisien e untuk band 2,4 dan 5 dari perhitungan sendiri 3dan dari hasil pengolahan data INCASDAFTAR TABEL LAMPIRAN 4Tabel1 Contoh file tee yang memuat nilai koefisien e untuk setiap band 3Tabel2 Pembagian interval nilai e untuk setiap band 3Tabel3 Nilai e yang berpola sama dengan hasiiiNCAS 14Tabel4 Koefisien e optimum 23vii


DAFTAR GAMBARGambar 1 Diagram alir penelitian 7DAFT AR GAM BAR LAMPl RAN 1Gambar 1 llustrasi posisi normal piksel 1Gambar 2 llustrasi posisi matahari dan normal piksel (kiri) dan model 2segitiga bola ZMN (kanan)Gambar 3 Perbandingan citra sebelum koreksi (a), hasil koreksi 5INCAS (b), dan hasil penerapan c INCAS pada algoritma(c)pada wilayah yang bertopografiGambar4 Perbandingan citra sebelum koreksi (a), hasil koreksi 5INCAS (b), dan hasil penerapan c INCAS pada algoritma(c)pada wilayah datarDAFTAR GAMBAR LAMPIRAN 2Gambar 1 llustrasi penentuan koefisien c 1Gambar 2 lnformasi slope dan aspek piksel untuk wilayah kajian 2Gambar 3 Lokasi pengambilan sample dan korelasi (cos(i)) dengan 3reflektansi wilayah sampleGambar4 Perbandingan citra tanpa dan dengan koefisien c 4DAFTAR GAMBAR LAMPIRAN 4Gambar 1 Variasi nilai c untuk setiap band dari sekitar 50 data 2Gambar 2 Lokasi kajian untuk penerapan nilai-nilai c INCAS 4Gambar 3 OEM, aspek, dan slope Gunung Papandayan dan Gunung 4ManglayangGam bar 4 Penerapan nilai c di Gunung Papandayan dibandingkan 5. .dengan citra sebelum koreksi dan citra hasil koreksi INCAS(RGB-542)Gambar 5 Penerapan nilai c di Gunung Manglayang dibandingkan 6dengan citra sebelum koreksi dan citra hasil koreksi INCASRGB-321)Gambar6 Pe oan nilai c di Gunung Manglayang dibandingkan 7sebelum koreksi dan citra hasil koreksi INCASGam =-~"'""'"' "- ~ ,. ; c pada Band 1, secara visual-kualitatif dan 8viii


kuantitatifGambar 8 Penerapan nilai c pada Band 2, secara visual-kualitatif dan 9kuantitatifGambar9 Penerapan nilai c pada Band 3, secara visual-kualitatif dan 10kuantitatifGambar 10 Penerapan nilai c pada Band 4, secara visual-kualitatif dan 11kuantitatifGambar 11 Penerapan nilai c pada Band 5, secara visual-kualitatif dan 12kuantitatifGambar 12 Penerapan nilai c pada Band 7, secara visual-kualitatif dan 13kuantitatifGambar 13 Koefisien c diplot berdasarkan lokasi dari timur ke barat 15Gambar 14 Koefisien c diplot berdasarkan musim DJF 15Gambar 15 Koefisien c diplot berdasarkan musim MAM 16Gambar 16 Koefisien c diplot berdasarkan musim JJA 16Gambar 17 Koefisien c diplot berdasarkan musim SON 17Gambar 18 Koefisien c diurut dari kecil ke besar 17Gambar 19 Perbandingan sebelum koreksi dan setelah koreksi dengan 18c minimum, maksimum, dan optimumGambar 20 Lokasi 1 dan lokasi 2 wilayah kegiatan 20Gambar 21 Variasi nilai c yang diterapkan pada Band 1 21Gambar 22 Nilai c optimum untuk band 1 22Gambar23 Nilai c optimum untuk band 2 22Gambar24 Nilai c optimum untuk band 3 22Gambar 25 Hasil sebelum dan setelah koreksi yang dicoba pada satu 23dataDAFTAR GAMBAR LAMPIRAN 5AGambar 1 llustrasi posisi normal piksel.3Gambar 2 llustrasi posisi matahari dan normal piksel (kiri) dan model 4segitiga bola ZMN (kanan)ix


DAFTAR LAMPIRANLampiran 1Lampiran 2Lampiran 3Lampiran 4Lampiran SALampiran 58Lampiran 6Lampiran 7Penurunan dan Pengujian Algoritma sudut normal matahariPenurunan dan Pengujian Koefisien cContoh-contoh hasil pengolahan: sebelum dan sesudahkoreksiKajian Mengenai Koefisien Optimum cModul Koreksi Terrain untuk Data Landsat MenggunakanKoefisien c dari Training SampleModul Koreksi Terrain untuk Data Landsat MenggunakanKoefisien c optimumLaporan SosialisasiRangkuman BCHPX


1BASIPENDAHULUAN1.1 Latar BelakangData citra Landsat mempunyai resolusi spasial 30 meter dengan cakupan datasekitar 185 km x 185 km. Sebelum dianalisis lebih lanjut dan dapat dioverlay dengandata citra atau dengan data spasial lainnya, diperlukanpra pengolahan data citra.Pra pengolahan datacitra yang biasa dilakukan meliputi koreksi geometrik danradiometrik. Untuk tujuan tertentu, kegiatan ini akan menambahkan proses koreksiterrain yaitu suatu proses untuk meminimalisir efek bayangan dan kelengkungankarena perbedaan ketinggian muka bumi, sehingga efektif digunakan di daerah yangbergunung-gunung.Dengan dilakukannya koreksi radiometrik dan terrain, maka proses klasifikasi liputanlahan dapat dilakukan secara digital, yaitu menggunakan metode yang dihitungsecara kuantitatif, sehingga pengkelasan liputan lahan bisa lebih objektif dibandingdengan metode visual. Selain itu waktu pemrosesan menjadi lebih cepat dibandingmetode yang selama ini digunakan.Citra yang telah dikoreksi geometrik bisa dioverlay dengan citra terkoreksi lainnya,sehingga bisa digunakan untuk menganalisis klasifikasi liputan lahan. Sifat datainderaja yang multitemporal, memungkinkan untuk menganalisis liputan lahan padalokasi yang sama dan waktu yang berbeda sehingga bisa diperoleh perubahanliputan lahan yang akan memberikan informasi luas dan lokasi perubahan secaralebih akurat.NCAS (National Carbon Acounting System) adalah sebuah sistem terdepan yangdigunakan untuk menghitung emisi gas rumah kaca (karbo~) secara nasionalberbasis lahan. Sistem ini sudah diakui oleh UNFCCC (konversi PBB untukperubahan iklim) - (httpJ,www.climatechange.gov.au/ncas/ dan http://unfccc.int/).LAPAN sebaga·si pemerintah yang diberi kewenangan dalam hal datainderaja sekaraenge~akanpra pengolahan data berupa koreksiortho,sebagai bagian dari penge~aansistem INCAS(lndones1a &-counting System). Akan tetapi, berkaitan dengan


2lisensi yang sangat terbatas, operasional pra pengolahan data menja~i kendala.Oleh sebab itu kajian mengenai hal tersebut perlu diadakan sehingga secaraoperasional pra pengolahan data dalam hal ini koreksi terrain dapat mempergunakansoftware yang umum dipakai. Karena NCAS merupakan sistem yang sudah diakuidunia, maka kajian mengenai koreksi terrain ini akan dibandingkan dengan hasilhasilNCAS.1.2 Perumusan MasalahMetode koreksi terrain telah digunakan secara operasional oleh NCAS, tetapi sistemtersebut tidak menjabarkan algoritma koreksi terrain dan metode penentuankoefisien c yang digunakan. Selain itu software NCAS berlisensi sehingga tidak bisadigunakan pada semua komputer. Oleh karena itu sangat perlu dilakukan kajianmengenai koreksi terrain untuk meningkatkan kefahaman sehingga dapatmenurunkan algoritma yang digunakan yang untuk selanjutnya algoritma tersebutdapat diterapkan dengan menggunakan software yang umum dipakai.Ketepatan dalam metode koreksi citra inderaja sangat menentukan hasil padaproses selanjutnya, yaitu antara lain klasifikasi liputan lahan. Koreksi terrainditambahkan untuk memudahkan proses klasifikasi secara digital terutama di wilayahyang bergunung-gunung. Sebagai ilustrasi, posisi matahari akan memberikan efekbayangan terhadap liputan lahan yang berada di balik bukit/gunung. Karena efektersebut, maka klasifikasi digital akan mengkelaskannya menjadi kelas lain, sehinggainterpretasi menjadi salah. Apabila citra dikoreksi terrain terlebih dahulu, maka efekbayangan tersebut akan diminimalisir sehingga nilai yang diberikan objek adalah nilaireflektasi yang sudah dikoreksi.


3BAB IITINJAUAN PUSTAKADalam http://www.climatechange.gov.au/ncas/index.html dan http://unfccc. intidijelaskan bahwa pemanasan global antara lain disebabkan oleh semakinmeningkatnya gas rumah kaca, diantaranya C02 yang merupakan gas penyebabnomor satu. Banyak sumber yang menjadi penyebab dilepaskannya gas C02 keudara, diantaranya kegiatan pertanian, peternakan, kehutananan, industri,kendaraan bermotor dan lain-lain. Khusus mengenai kegiatan berbasis lahan,Australia mempunyai suatu sistem penghitungan yang sudah diakui oleh PBB dandigunakan secara internasional yaitu NCAS yang didirikan tahun 1998. NCASmerupakan sistem akuntansi terpadu yang menggabungkan unsur-unsur lahansecara menyeluruh di dalam proses penghitungannya. Unsur-unsur tersebut adalahsebagai berikut :Remote Sensing (Penginderaan Jauh) terhadap perubahan tutupan lahan.G>ata manajemen penggunaan lahanlklim dan data tentang tanahProgram penghitungan emisi gas rumah kaca danModel ekosistem sementara dan tata ruangKegiatan di sini mengambil salah satu unsur yang berkenaan dengan penginderaanjauh yaitu dalam hal pra pengolahan data berupa koreksi terrain. Formula dasarkoreksi terrain diperlihatkan pada persamaan (1). Penelitian mengenai koreksi terrainpada citra satelit telah dilakukan dan dipublikasikan dalam beberapa tulisan ilmiah.Teillet et at. (1982) dan Meyer et at. (1993) melakukan koreksi terrain denganmenggunakan metode c_correction, di mana McDonald et at. (2000) melaporkanbahwa metode c_correction merupakan metode yang paling efektif .untuk diterapkanpada citra Landsat. Metode c_correction ini juga diterapka~pada metodepengolahan data program INCAS dengan tujuan untuk mengkoreksi data LandsatTMIETM+ multi temporal wilayah Indonesia dalam mendukung kegiatan perhitungankarbon di wilayah hutan Indonesia. ., Wu et at. (2004) menjelaskan konsep dasar darialgoritma c_correction seperti diperlihatkan pada persamaan (2).= R~ / ( Cos(i) (1)


4Di mana,RHRTszc~ = RT ( Cos (sz) +c) I ( Cos(i) +c) (2)Radian terkoreksiRadian belum terkoreksiSudut zenith matahariSudut normal piksel yang dibentuk dari arah normal piksel dan arahmatahariKoefisien pembatas yang merupakan rasio antara titik potong dangradien dari persamaan regresi LT= m Cos(i) + bPenerapan metode c_correction untuk proses koreksi terrain telah digunakan padaprogram INCAS dan menghasilkan citra Landsat TM/ETM+ yang telah terkoreksiterrain. Citra hasil koreksi terrain terindikasikan dengan tampilan visual citra RGByang awalnya tidak rata (bergelombang) karena perbedaan topografi, berubahmenjadi datar dan nilai digital piksel yang relatif sama untuk tutupan lahan sejenispada daerah dengan kondisi topografi berbeda.Tabel 1. Interval nilai koefisien c yang diperbolehkan untuk setiap bandpada program INCASBandIntervalBand 1O


5BAB IllTUJUAN, SASARAN, DAN MANFAAT3.1 TujuanMenghasilkan suatu algorttma koreksi terrain bagi data Landsat sehingga diperolehdata Landsat yang terkoreksi secara akurat (radimetrik, geometric, dan terrain) danproses koreksi bisa dilaksanakan secara operasioanl3.2 SasaranMenentukan algoritma yang dapat digunakan untuk proses terrain bagi dataLandsatMenentukan koefisien cMembandingkan data sebelum dan sesudah koreksi terrainMensosialisasikan hasil3.3 ManfaatData penginderaan jauh memiliki beberapa kelebihan, diantaranya memiliki cakupanyang luas, mempunyai resolusi spasial dan resolusi temporal, relatif murah untukluasan dan ketelitian tertentu. Alasan-alasan tersebut sesuai untuk memenuhikebutuhan data yang akan menunjang pemantauan misalnya perubahan liputanIa han.Penambahan proses pra pengolahan data dengan koreksi terrain akanmeminimalisir efek bayangan karena perbedaan permukaan bumi. Hal ini sangatbermanfaat terutama untuk proses klasifikasi digital yang akan memberikan hasilyang lebih objektif dan mengurangi kesalahan interpretasi karena efek tersebut.. .


6BABIVMETODOLOGI4.1 Data dan Software4.1.1 Data yang digunakanData yang digunakan pada kegiatan ini adalah:Data citra satelit LandsatOEM SRTM X-C bandData base hutan dan non hutan4.1.2 Software yang digunakanSoftware yang digunakan dalam kegiatan ini adalah:Er-Mapper ver 7Ex cell4.2 Lokasi KegiatanLokasi kegiatan ini dipilih wilayah dengan terrain yang cukup bervariasi. Hal ini bisadilihat melalui data Landsat yang dioverlay dengan SRTM, sehingga bisa dipilihPath/Row Landsat dengan SRTM yang terrainnya cukup bervariasi.4.3 MetodeDiagram alir kegiatan ini digambarkan pada Gambar 1. Oari diagram alir tersebut,kegiatan ini dibagi menjadi 4 tahap kegiatan sebagai berikut:Tahap 1 : Tahap penentuan algoritma- lnventarisir data yang akan digunakan- Penurunan algoritma- Penentuan nilai koefisien c- Penerapan algoritma dengan nilai koefisien cTahap 2 : Tahap Pengolahan dan Kontrol Kualitas- Pengolahan data (proses koreksi terram)- Kontrol kualitas hasil k~ks i terraiTahap 3 : Tahap Pengujianas errain diuji secara 'kua · aT) dan kuantitatif


7Tahap 4: Tahap SosialisasiPembuatan modulPengujian modulPelaksanaan sosialisasi (Bimtek)Pembuatan laboran akhirCITRA TERKOREKSI GEOMETRIK­RADIOMETRIK dan HEADERTAHAP1PERSIAPANTAHAP2PENGOLAHAN DANKONTROL KUAUTASTTAHAP 3PENGUJIANTCITRA TERKOREKSITERRAINTAHAP4SOSIAUSASI1I SOSIAUSASI:BIMTEK ItI REKOMENOASI OPERASIONALKOREKSI TERRAIN Iy»Gambar 1. Diagram alir kegiatanTanapcontoengkaji metode koreksi terrain dan memberikanpada citra Landsat TM dengan menggunakan


8software yang umum dipakai. Koreksi citra Landsat dilakukan men~gunakanalgoritma koreksi terrain hasil penurunan menggunakan sudut normal piksel yangdibangun dan koefisien c. Koefisien c yang diterapkan adalah hasil perhitungansendiri dengan terlebih dahulu membuat training simple. Kajian tambahan kegiatanini adalah menentukan milai koefisien c berdasarkan hasil nilai tee passed programINCAS. Koefisien c dihitung untuk setiap band.Pada Tahap 3 yaitu tahap pengujian, pada tahap ini pengujian dilakukan pada datasebelum dan sesudah koreksi terrain. Pengujian dilakukan secara kualitatif dankuantitatif.T a hap 4 adalah tahap sosialisasi. Pada tahap ini akan dihasilkan modul koreksiterrain Landsat, yang sudah diujicobakan. Sosialisasi kegiatan ini diadakan dalambentuk bimbingan teknis berupa perkuliahan dan praktikum, dan dalam sosialisasi inidiharapkan masukan dari peserta untuk perbaikan modul yang akan digunakansebagai pedoman untuk operasional koreksi terrain.


9BABVHASIL DAN PEMBAHASANHasil kegiatan ini terbagi menjadi 4 tahapan sesuai dengan diagram alir padametode yang dipapark.an pada bab sebelumnya. Berikut ini adalah tabel berisi uraiankegiatan dan persentase penyelesaiannya.T a hap 1 : Persia panNo.Uraian Kegiatan1 Menginventarisir data Landsat (terk.oreksi geometrikdan radiometrik) beserta heademya, yang akandigunakan dalam uji penurunan algoritma2 Menginventarisisr data OEM dan data base hutan3 Menurunkan algoritma sudut normal matahari(Lampiran 1)4 Menginventarisir file TCC Pass dari INCAS5 Menentukan koefisien c (Lampiran 2)PersentasePenyelesaian100%100%100%100%100%Tahap 2: Pengolahan Data dan Kontrol KualitasNo.Uraian Kegiatan1 Memproses data koreksi terain sesuai algoritmayang dihasilkan pada tahap 12 Mengontrol kualitas hasil secara visualPersentasePenyelesaian100%100%Tahap 3: PengujianNo.Uraian Kegiatan1 Membandingkan citra sebelum dan sesudah koreksiPersentasePenyelesaian100%2 a ~ l um dan sesudah koreksi100%sesudah koreksi ada pada Lampiran 3 Laporan


10Tahap 4: SosialisasiNo. Uraian Kegiatan PresentasePenyelesaian1 Membuat modul "Koreksi Terrain untuk Data Landsat 100%dengan Metode Pengambilan Training Sampling"2 Membuat modul "Penentuan Nilai Koefisien c 100%dengan Pengambilan Training Sampling"3 Membuat Modul Koreksi Terrain untuk Data Landsat 100%dengan Metode Koefisien c Optimum" (Kegiatantambahan)4 Melaksanakan sosalisasi 100%5 Membuat laporan sosialisasi 100%IISecara ringkas, insentif riset kegiatan ini berhasil menurunkan algoritma koreksiterrain dengan menggunakan koefisien c sebagai berikut:RH = RT (Cos(sz) +c)/Cos(Cos(sz) Cos(ps) + Sin(sz) Sin(ps) Cos(pa- sa))+cDi manaRH Reflektansi terkoreksi terrainRT Reflektansi belum terkoreksisz Sudut zenith mataharips Sudut slope pikselpa Sudut aspek pikselsa Sudut azimuth mataharic Koefisien pembatas yang merupakan rasio antara titik potong dangradien dari persamaan regresi RT = m Cos(i) + bAlgoritma tersebut telah diuji dan tahapan untuk memperoleh citra terkoreksi terraindipaparkan dalam modul, sementara sosialisasinya diadakan pada Bulan Oktoberberupa bimbingan teknis yang berjudul Koreksi Terrain untuk Data Landsatmenggunakan sample training.. ~Dari uraian tabel di atas, maka , ;~ rise! ~ ini bisa diselesaikan. Padatahap 4 nomor 3, terdapat kegtatar. ~~ be!"'.J9a pembuatan modul untukkoreksi terrain dengan metode c ooti..Tt:..r:-..._ w#a ~~ lk:oe!isien c yang dimaksudmasih berupa kaj ian. Modul tersel:)(rt aka::; te:::a.l::ii:t .[;:ka kaj1an mengenai c


optimum selesai dilakukan. Kaj ian mengenai c optimum merupakan kajian tan:tbahandi luar sasaran kegiatan ini, dan hasilnya ada pada lampiran 4.Sebagai pembanding, kegiatan ini mengacu pada Program INCAS. Oi dalamprogram INCAS, tahapan koreksi terrain adalah menghitung nilai koefisien c untuksetiap band untuk setiap scene data, juga membuat citra LOS yang diturunkan dariOEM. Berdasarkan tinjauan pustaka yang diperoleh, peranan nilai koefisien c sangatdominan, dan perhitungan yang ada kaitannya dengan OEM telah masuk ke dalamperhitungan cos i di dalam persamaan (1). Oleh sebab itu, maka kegiatan difokuskankepada penurunan algoritma persamaan (1) dan penentuan nilai koefisien c padapersamaan (2). Hasilnya kemudian diujikan terhadap data landsat yang ditunjukkanpada Tabel 2. Sementara perbandingan hasil insentif riset kegiatan ini denganINCAS serta contoh hasil-hasil kegiatan lainnya, ada pada lampiran 3.Tabel2. Oaftar data landsat yang digunakanNo. P/R TanggalAkuisisi1 117062 2106082 110067 0309063 110067 0809994 112065 0508 085 112067 2004046 113067 2909997 114064 2008998 114066 2009089 115066 19030810 117059 26080011 119061 15030512 120059 25090613 120061 05060614 123064 160506I15 1 124064 04080616 125063 J 25030817 127060 1 03040618 127060 ~ 23:.;. !21 128060 II e:,..~b..,of_( ------22 130056 II ulttcr.:'


z"!U! J!4)fV ueJodel 9 ueJ!dWel eped epe !SeS!Ie!SOS ueJodeleJeJuawas 'g ueJ!dWel wetep ue)feJJaS!P !U! ueJe!6a)f JaS!J Jnuasu! J!Se4 tnpow-tnpoJN


3BABVIKESIMPULAN DAN SARAN6.1 Kesimpulan1. Algoritma koreksi terrain adalahRH = RT (Cos(sz) +c)/Cos(i)+cDi mana i adalah sudut normal piksel, dan diturunkan sehingga diperolehpersamaan sebagai berikut:Cos (i) = Cos(sz) Cos(ps) + Sin(sz) Sin(ps) Cos(pa- sa)Selengkapnya persamaan koreksi terrain menjadi:RH = RT (Cos(sz) +c)/Cos(Cos(sz) Cos(ps) + Sin(sz) Sin(ps) Cos(pa- sa))+cDi manaRH Reflektansi terkoreksi terrainRT Reflektansi belum terkoreksisz Sudut zenith mataharips Sudut slope pikselpa Sudut aspek pikselsa Sudut azimuth mataharic Koefisien pembatas yang merupakan rasio antara titik potong dangradien dari persamaan regresi RT = m Cos(i) + b2. Dari berbagai algoritma terrain yang ada, maka perlu adanya koefisien c sebagaikonstanta yang membatasi sehingga nilai koreksi terrain tidak menuju takterhingga. Koefisian c dihitung berdasarkan training sample yang diambil diwilayah hutan yang berterrain dan bersih dari awan . Persamaan untuk koefisienc adalah:Di mana:bmTitik potongGradientJ.,.... =-= 1"!"1 Cos(i) + b


43. Modul sebagai panduan untuk menentukan koefisien c setiap band danproses koreksi terrain untuk data Landsat sudah berhasil dibuat,4. Sosialisasi mengenai koreksi terrain untuk Data Landsat telah berhasildilaksanakan pad a tanggal 18 - 20 Oktober 2010 dengan jumlah peserta 25orang dari undangan sebanyak 30 orang.6.2 SaranKajian mengenai koreksi terrain perlu dilakukan lebih lanjut, terutama untukmemperoleh cara yang baik dan efisien dalam menentukan nilai koefisien c optimum,yang akan berlaku untuk setiap data atau sekelompok data.


.5DAFTAR PUSTAKAAnonim, 2008, Segitiga Bola,http://astronomy2008. word press. com/2008/12/14/seg itiga-bola/http://unfccc. intihttp://www.climatechange.gov.au/ncas/McDonald, E.R., Wu, X., Caccetta, P.A. and Campbell, N.A., 2000, IlluminationCorrection of Landsat TM Data in South East NSW, Proceedings of the TenthAustralasian Remote Sensing and Photogrammetry Conference, Adelaide,Australia, August 21-25, 2000.Meyer, P., ltten, K.l., Kellenberger, T., Sandmeier, S. and Sandmeier, R., 1993,Radiometric Corrections of Topographically Induced Effects on Landsat TM Datain an Alpine Environment, ISPRS Journal of Photogrammetry and RemoteSensing, 48, 17-28.Teillet, P.M., Guindon, B., Goodenough, D.G., 1982, On the Slope-Aspect Correctionof Multispectral Scanner Data, Canadian Journal of Remote Sensing, 8, 84-106Wikipedia, Spherical trigonometry, http://en.wikipedia.org/wiki/Spherical trigonometryWu, X., Furby S. and Wallace J, 2004, An Approach for Terrain IlluminationCorrection, The 12th Australasian Remote Sensing and PhotogrammetryAssociation Conference, held in Fremantle, Western Australia, 18-22 October2004.


0U!eJJal !S)!aJO)I eWJ!J061V ue1[n6uad uep ueunJnuad~ NV~IdWV1


1Penurunan Algoritrna Koreksi TerrainDari persamaan dasar koreksi terrain di bawah iniRH = Rr I ( Cos(i)akan diturunkan sudut normal piksel cos i yang dibentuk dari arah normal pikseldan arah matahari. Gambar 1 memperlihatkan ilustrasi posisi normal piksel. Padacitra Landsat yang direkam pada sekitar jam 9-10 pagi (waktu tersebut adalahwaktu pengambilan citra Landsat untuk wilayah Indonesia), posisi matahariterletak miring pada sudut zenith tertentu, yang digambarkan dengan posisi M.Sedangkan kondisi topografi permukaan bumi mengakibatkan piksel akanmempunyai kemiringan dan arah tertentu, sehingga perlu ditentukan arah normalpiksel (posisi N) yang merupakan arah tegak lurus terhadap permukaan piksel.zNMKeterangan :0 : Titik pusat pikselZ : Posisi tegak lurus matahari-bumi (sudutzenith 0°)M : Posisi matahari pad a sudutzenith tertentuN : Posisi nonnal piksel (tegak lurus terhadap piksel)Gambar 1. llustrasi posisi normal piksel .Konsep dari koreksi terrain adamenjadi posisi normal piksellurus pada setiap piksel (I.,ini mengakibatkan kondisi penpiksel, sehingga mengha ·tutupan lahan pada kond'-·piksel tersebut dipertukan 1nfrvm~ ~peruoahan posisi matahari (M)~h~n seolah-olah berada tegakmenjadi N). Asumsisama untuk setiaptuk suatu jeniskoreksi nilaimatahari


(sudut zenith dan azimuth matahari) yang bisa diperoleh pada header dat~ , sertainformasi mengenai besar dan arah kemiringan piksel (slope dan aspek daripiksel) yang diperoleh dari OEM.Gambar 2 memperlihatkan ilustrasi posisi matahari dan normal piksel (kiri) danmodel segitiga bola ZMN (kanan) untuk menghitung sudut normal piksel.lnformasi untuk setiap titik diperlihatkan pada keterangan di gambar.Berdasarkan ilustrasi Gambar 2, tahapan koreksi terrain terdiri dari 2 jenistahapan koreksi, yaitu: tahapan koreksi sudut matahari dan koreksi sudut normalpiksel.I radianceMatahari~zzKeterangan :0 : Titik pusatpiksel-,: ,/ , .... ': ~ , .......:-~ ..0Z : Posisitegak lurus matahari-bumi (sudutzenith 0°)M : Posisi matahari pad a sudutzenith tertentuN : Posisi normal piksel (tegak lurus terhadap piksel)A : Posisi matahari pad a sudutazimuth tertentu8 : Posisi piksel pada nilai aspek (sudutazimutpiksel)tertentuBBAGambar 2. llustrasi posisi matahari dan normal piksel \kiri) danmodel segitiga bola ZMN (kanan)Koreksi sudut matahari bertujuan untuk melakukan normalisasi arahpencahayaan matahari terhadCW citra. Prosesnya adalah merubah nilai digitalnumber menJadl ruia1 reflektansi dengan menghitung nilai radian (energi dariobiek ke sensor) d:oaoj ·dengan nilai irradian matahari (energi dari matahari kesangat bergantung dengan kondisi sudut matahari,se,.. ·!"'lC::a r::=e:u oea..f3an rulal lrradian (nilai irradian yang telah ditetapkan pada z2


atau kondisi posisi matahari dengan sudut zenith 0°) dengan melakuk~n koreksimenggunakan sudut zenith matahari saat perekaman. Selanjutnya, persamaandasar reflektansi terkoreksi terrain adalah sebagai berikut:RH = Rr/Cos(i)(1)Di mana:RHRrReflektansi terkoreksi terrainReflektansi belum terkoreksiSudut normal pikselPerhitungan besar sudut normal piksel dapat dilakukan dengan menggunakanbeberapa metode, salah satunya adalah metode segitiga bola. Gambar 2 (kanan)memperlihatkan gambar ilustrasi matahari dilihat dari sisi yang berbeda yangmemperlihatkan model segitiga bola, yaitu segitiga ZMN pada permukaan bola.Dengan menggunakan persamaan Cosinus segitiga bola dalam beberapareferensi (anonym (2008), Wikipedia), maka besar Cos(i) dapat dihitung,sehingga diperoleh persamaan sebagai berikut:Cos(i) = Cos(busur ZM) Cos(busur ZN) + sin(busur ZM) sin(busur ZN) (2)Cos(sudut MZN)Dengan menghubungkan antara sudut matahari (zenith dan azimuth) serta slopedan aspek piksel dengan bentuk geometri pada gambar 2, maka persamaan (2)dapat ditampilkan menjadi:Cos(i) = Cos(sz) Cos{ps) + Sin(sz) Sin(ps) Cos(pa- sa) (3)Selanjutnya, algoritma koreksi terrain persamaan 1 adalah menjadi sebagaiberikut:. 'RH = Rr I (Cos(sz) Cos(ps) + Sin(sz) Sin(ps) Cos(pa- sa)) (4)Yang perlu diperhatikan pada persamaan (4) adalah bila nilai i mendekati atausama dengan 90~ maka nilai ~ akan rnenjadi sangat tinggi sampai takberhingga. Oletl karena itu perlu digunakan koefisien c untuk membatasi agar··ai tida~ter.au ·tinoa1 seperti motode c-correction persamaan (5) yang3


digunakan oleh Wu et al. (2004). Dengan menggunakan koefisien c makapersamaan koreksi terrain menjadi sebagai berikut:RH = RT ((cos sz+c)/Cos(i)+c)(5)a tauRH = RT (Cos(sz) +c) I (Cos(sz) Cos(ps) + Sin(sz) Sin(ps) Cos(pa- sa)+c) (6)Di mana:RHRTszpspasacReflektansi terkoreksi terrainReflektansi sebelum dikoreksiSudut zenith matahariSudut slope pikselSudut aspek pikselSudut azimuth matahariKoefisien pembatas yang merupakan rasio antara titik potongdan gradien (b/m) dari persamaan regresi RT = m Cos(i) + bSudut zenith adalah sudut yang dibentuk antara posisi matahari dan arah nadir,sudut ini diperoleh dengan menghitung (90- sudut elevasi matahari). Sudutmatahari akan digunakan untuk menghitung sudut normal piksel dan koreksiterrrain.4


Pengujian Algoritma Koreksi TerrainSetelah algoritma untuk koreksi terrain diperoleh, maka dilakukan pengujianalgoritma tersebut Hasil koefisien c yang diperoleh dari file TCC pada programINCAS dijadikan sebagai nilai koefisien c pada persamaan (6) dan diaplikasikanpada band 5, 4, dan 2 pada data yang sama, dengan hasil seperti ditunjukkanoleh Gambar 3 untuk wilayah yang berterrain dan Gambar 4 untuk wilayah yangdatar.Gambar 3. Perbandingan citra sebelum koreksi (a), hasil koreksi INCAS (b), danhasil penerapan c INCAS pada algoritma(c) pada wilayab yang bertopografiPada Gambar 3, citra sebelum dikoreksi terrain masih menampakkan efektopografi (Gambar 3a), se~entara citra hasil koreksi pada Program INCAS(Gambar 3b) dan hasil penerapan nilai c dari file TCC INCAS pada algoritmakoreksi terrain (Gambar 3c) menunjukkan bahwa wilayah yang bertopografidan secara visual penerapan c pada algoritma persamaanbag us.5


Untuk wilayah yang data Gambar 4a), koreksi terrain tidak diperluka~ karenatidak menunjukkan pe(Gam bar 4b) dan dengaanan. Hal ini dibuktikan pada hasil program INCASenerapkan nilai c dari file TCC INCAS pada algoritmakoreksi terrain (Gambar 4c).a b cGambar 4. Perbandingan citra sebelum koreksi (a), hasil koreksi INCAS (b), danhasil penerapan c INCAS pada algoritma(c) pada wilayah datar6


~ ua!S!J90)f !ei!N ue!fn6uad uep ueunJnuadZ NY}IIdWYl


Penurunan Nilai Koefisien cSetelah dilakukan pengujian algoritma dan hasilnya bagus, maka langkahselanjutnya adalah menentukan nilai koefisien c melalui pengambilan trainingsample dan diaplikasikan pada persamaan koreksi terrainRH = Rr (Cos(sz) +c) I (Cos(sz) Cos(ps) + Sin(sz) Sin(ps) Cos(pa- sa)+c) (1)Di mana:RH Reflektansi terkoreksi terrainRr Reflektansi sebelum dikoreksisz Sudut zenith mataharips Sudut slope pikselpa Sudut aspek pikselsa Sudut azimuth mataharic : Koefisien pembatas yang merupakan rasio antara titik potong dangradien (b/m) dari persamaan regresi Rr = m Cos(i) + b, seperti ilustrasiyang ditunjukkan oleh Gambar 1.R ..Y=m cos(i)+bcos iGambar 1. llustrasi penentuan koefisien cUntuk menghitung nilai koefisien c tersebut, perlu dilakukan 'perhitungan Cos (i)dengan menggunakan persamaan koreksi terrain di atas yang mernerlukaninformasi sudut matahari dari -rnetadata (Tabel 1) dan informasi slope dan aspekpiksel untuk wi!ayah kajian yang diperoleh dari data OEM SRTM(Gambar 2).Slope piksel meoggarrt>arkan besamya sudut kemiringan piksel, di mana untukava···h mempunyai besar kemiringan berkisar 0-50°,dmemoertihatkan arah kemiringan piksel yang ditampilkan0° adalah kemiringan piksel kearah Utara,


selanjutnya semakin besar nilai sudut maka kemiringan berubah arah sesuaidengan arah jarum jam. utara-timur-selatan-barat-utara).T abel 1. Sudut matahari dari header fileSudut zenith matahari I Sudut azimuth matahari4~ I 4~0 3~Slope piksel dari OEM I Aspek piksel dari OEMGambar 2. lnformasi slope dan aspek piksel untuk wilayah kajianSelanjutnya dilakukan perhitungan Cos(i) dan melakukan korelasi antara Cos(i)dan nilai reflektansi untuk band 2, 4 dan 5 pada wilayah sampling. Gambar 3memperlihatkan lokasi pengambilan sample dan hasil korelasi untuk band 5.Pengambilan sample hanya untuk tutupan lahan hutan, sama dengan metodepengolahan data INCAS. Oari persamaan korelasi yang diperoleh, ditentukannilai koefisien c untuk setiap band. Hasil diperlihatkan pada Tabel 2, bersamanilai koefisien c yang dihasilkan oleh pengolahan data INCAS untuk scene yangsam a.. .Tabel 2 memperiihatkan ada~a perbedaan nilai koefisien c hasil perhitungansendiri d a r~ '"'as oe~gol a h a n data INCAS, beberapa hal yang diperkirakanmenjadJ oerlokasi dan jumlah data sample yang digunakandala,.., oe-- .... e'"' c.2


Tabel2. Nilai koefisien c untuk band 2,4 dan 5 dari perhitungan sendiri dandari hasil oenaolahan data INCAS ·Koefisien c dariKoefisien c hasil dariBandperhitungan sendiri pengolahan data INCASband 2 27.165 38.024band 4 0.542 0.745band 5 0.220 0.592------- --- - ---150~ 100 • -~! -•~:!z 5000 0.2 0.4 0.6 0.8Cos( I)Citr~ RGB 542 dan lokasi sample I Korelasi ~ntara Cos(i) dan refelektansiw1lavah hutan looliaon outih) pada w1layah sample untuk band 4Gambar 3. Lokasi pengambilan sample dan korelasi (cos(i))dengan reflektansi wilayah sampleApabila nilai koefisien c diabaikan, maka persamaan koreksi terrain adalah:RH = Rr Cos(sz) I (Cos(sz) Cos(ps) + Sin(sz) Sin(ps) Cos(pa- sa)) (2)Pentingnya nilai koefisien c ditambahkan pada algoritma ditunjukkan secaravisual dengan membandingkan hasil koreksi Citra komposit RGB 542 denganmenggunakan persamaan 2 !tanpa koefisten C l yang diperl!hcttkan pada Gambar4(a). Pada gam bar tersebut m a ::::'C':a :::rl(se · R- l bertambah secara tidakterkendali pad a sa at nilai Cos! 190°. Nilai RH yang sangat besa!" :s~ -La: ·xr-,;~yangmengalami koreksi. Qengadiperlukannilai pembatas yang c sc=·­hasil koreksi dengan koefiseir c c:r-~r-.(;-=- """ · t-a=i'-.""i=.ormal piksel mendekatipada bagian pikselesimpulan bahwaar 4(b) adalahGambar 4(c)adalah hasil koreksi denga'"' S dengan3


memasukkannya pada persamaan 1, dan Gambar 4(d) memperlihatkan h~sil dariINCAS.Perbandingan citra terkoreksi dengan menggunakan koefisien c hasilperhitungan sendiri dan hasil pengolahan data program INCAS dilakukan denganmembandingkan kedua citra terkoreksi (gambar 4b-c) dengan citra hasil koreksiprogram INCAS sebagai referensi (gambar 4d). Terlihat bahwa citra RGB-542terkoreksi dengan menggunakan koefisien c hasil perhitungan sendirimempunyai tampilan sedikit lebih terang dibandingkan citra hasil koreksi INCAS.Sementara citra RGB 542 dengan menggunakan koefisien koreksi c dari INCASmempunyai perwarnaan yang relatif tidak berbeda dengan citra hasil koreksiINCAS. Tetapi untuk wilayah yang berterrain memberikan hasil yang samadengan acuan.Citra terkoreksi tanpa koefisien c(a)Citra terkoreksi dengan koefisien chasil perhitungan sendiri·=·:-.tandingan citra tanpa dan dengan koefisien c4


5Kajian mengenai koefisien c adalah:3.1 Dihitung berdasarkan training sampling, memberikan hasil yang bagussecara kualitatif dan kuantitatif, untuk itu metode ini sudah dibuatkanpetunjuk teknisnya dengan judul Modul Koreksi Terrain untuk Data Landsatdengan Pengambilan Training sample, dan sudah disosialisasikan dalambentuk bimbingan teknis.3.2 Ditetapkan melalui deretan nilai TCC Pass INCAS (tanpa training sampling)Berdasarkan analisis kualitatif dan kuantitatif, c maksimum memberikan hasilyang paling bagus, sehingga dianjurkan untuk digunakan sebagai nilaikoefisien c optimum.3.3 Ditetapkan melalui deretan nilai TCC INCAS (dengan training sampling)Diperlukan pengambilan sample terhadap dat lainnya untuk menghasilkannilai koefisien c optimum.Dari ketiga metode di atas, metode 3.1 sudah bisa digunakan untukoperasional, sementara metode 3.2 dan metode 3.3 masih harus dikaji lebihlanjut.


' .Nl~tJ311S>f3tJO>f H\11313S N'VO ~nl383S:N'VH\1108N3d liS'VH H01N08-H01N08£ N~ld~\11


1. 113067_290999Tabel Nilai Koefisien C hasil training sampleI Koefisien CBand 1 1.3874885Band 2 2.0121594Band 3 0.5300381Band 4 1.5755573Band 5 0.2500046Band 7 0.2040900Standar deviasi hasil perhitungan statistik tiap band pada poligon training sampleBand 1 Band2 Band3 Band4 BandS Band7Sun 2.33 1.528 2.729 8.25 10.499 4.015Terrain 2.218 1.315 2.456 7.797 8.932 3.596Sebelum koreksi.Setelah koreksi1


2. 114064_200999Tabel Nilai Koefisien C hasil training sampleKoefisien CBand 1 1.387488516Band 2 2.751917510Band 3 2.220625920Band 4 0.741229813Band 5 0. 739713874Band 7 1.372175242Standar deviasi hasil perhitungan statistik tiap band pada poligon training sampleBand 1 Band2 Band3 Band4 BandS Band?Sun 1.953 1.919 1.554 15.889 10.112 2.550Terrain 2.472 1.788 1.547 16.692 10.749 2.538.,2


3. 100063_040900Tabel Nilai Koefisien C hasil training sampleBand 1 1.994731Band 2 1.800837Band 3 1.232184Band 4 0.457797Band 5 0.44346Band 7 0.935237Standar deviasi hasil perhitungan statistik tiap band pada poligon training sampleBand1 Band2 Band3 Band4 BandS Band?Sun 1.951 2.062 1.951 14.483 9.435 2.392Terrain 1.933 1.957 1.933 14.653 9.607 2.369Sebelum KoreksiSetelah Koreksi.,3


4. 11006rn_080999Tabel Nilai Koefisien C hasil training sampleKoefisien CBand 1 1.3874885Band 2 2.1325105Band 3 1.0524250Band4 0.6341894Band 5 0.3352856Band 7 0.4214379Standar deviasi hasil perhitungan statistik tiap band pada poligon training sampleBand1 Band2 Band3 Band4 BandS Band?Sun 2.289 1.626 2.033 10.465 9.816 3.256Terrain 2.466 1.425 1.856 9.236 8.791 2.925Sebelum koreksiSetelah koreksi~4


passed SV:>NI :>:>J. 1enN ue)iJesepJagWnW!JdQ :» U8!SY80)t uenJU8U8dtN~IdWV1


DNI1diNVS DNINI'AI.l NV1181NVDN3d VdNV.lVt N'AIIdiNV1


PENENTUAN KOEFISIEN C OPTIMUMTANPA PENGAMBILAN TRAINING SAMPLINGHASIL 1 (jumlah sample 58)Nilai c yang diperoleh dari file TCC yang berisi nilai-nilai c untuk setiap bandpada Path/Row yang bersangkutan dari hasil program INCAS yang Pass diambilsecara acak berjumlah 58 data. Contoh file TCC diperlihatkan pada Tabel1. Nilainilaitersebut kemudian diplotkan untuk setiap bandnya dengan hasil padaGambar 1. Dengan mengabaikan kejadian yang sangat ekstrim, diperoleh intervalnilai c dengan hasil pada Tabel2.[""''"'' .. ~ ...' l ~·Mit, )"! ~ ~AB-1B-2'llriiiiCpoclalllndl·J u WJ yllJ 'A/f·AA A I _,._"..,., ... ~• J Ii I UJJI"U:IU D :J ~ J . IIlfJ11fil' l •*' .. UHSSf'l1 '>[\}" li"iJ ,...._'V10J ...... nl'r'J' ; 1'; tllllll:•ttr.n;s:;:tnu•r:•u•MD.Iit."S6SiVerlasiC padlllend 3VoriosiC poda llonoUB-3 fO.O:lllrt2.0B1 B-4 )"000.~!21)td1 "- • I ['y. " /\.. P, 1H. !. v· ......o ,..._....,n•or"* ili\tl v-- , w"--fL•-.,O,..u ... .... !..1I I! J I :..IUU:.;"llt.U:Jl!:IJ1)11iii•.U•IGJ:•~: I HSli1j . . i • . pe i 1111 4 _ ~ '4,l J I : f .1 11 U ;J' lf t.;J:,:;:tl.t:»rttt4;.•1•f'•LI::ts;YlrlosiC pada Band 5 Ylrlasl c pado Band 7B-5)0'-ll.co..-onsB-7 )0'-llOO


Tabel1. Contoh file tee yang memuat nilai koefisien c untuk setia~ bandtarraiJIConeet.i-- 3--.1- 12t0St 270101 03:31:27 -tcS 10080 b.u1cSs IMA4I4 1 3.'iltt540'io7 23.3977314272 &.8417348071M1>cSicS 2 I . 08t2111U5 11. 8501740570 3. 3110255tf7- 3 3.77761!;3411 12.3545800585 3.2704701314- 4 ti.OH35A272 31.1t1U02110 0.1632314556M1>cSicS 5 2S . lt571114tl 23.35167211188 O. tlt70t320t- • 1 .3117337C41 11.1142841000 1.7415775258--~-%4 Ob.u14slMl>cSicS 1 3 . 4198540407 23. 3P773U272l:>aDcStcS 2 5 . 0892611115 u. 85067&0570MAcSicS 3 3. 7771153418 12.3545800585M1>cSicS 4 tl . OHUH272 31. U71t02110M1>cSicS 5 25 . 3t571114fl 22. 354172Uit)>aD4U 6 6. 3117337641 11.11428410006.14173480763. 31102559873 . 27047013840 . U3231U5S0. tlt70t320f1. 7415775258~ ooeffJ.c:J.cu Wft .. uaatecS WliDq ftr Cornet CC:SliiO) •~ ten&J.n J.lllaiD&tl.oD oozncteci ~ data wn p-••eclat tt>e uaa u : t:24 , data 20/4/2010.Tabel 2. Pembagian interval nilai c untuk setiap band~-RANGE[1] [2] [3] [ 4] 151 [61 171 [81 ( 9 181 1.0 2.0 3.0 4.0 -- 6.0 7.0 8.0 9.082 1.0 1.5 2.0 2.5 J.( 3.5 4.0 4.5 5.083 0.4 0.8 1.2 1.6 ~.f 2.4 2.8 3.2 3.684 0.4 0.5 0.6 0.7 ).~ 0.9 1.0 1.1 1.285 0.4 0.5 0.6 0.7 b 0.9 1.0 1.1 1.287---0.5 0.7 0.9 1.1 ~ 1.5 1.7 1.9 2.1-Untuk menguji range mana atau c mana yang memberikan koreksi terbaik, setiapnilai di atas diterapkan pada algoritma di atas dan dilihat secara visual padakombinasi band RGB-542 dan RGB-123. Hasil terbaik yang diberikan dari setiapband mejadikan c yang digunakan akan menjadi c optimum.Gambar 2 menunjukkan lokasi kajian, yaitu Gunung Papandayan dan GunungManglayang yang mempunyai OEM, slope dan aspek yang bervariasi sepertitampak pada Gambar 3..,


3Gunung PandayanGunung ManglayangGambar 2. Lokasi kajian untuk penerapan nilai-nilai c INCASGunung Papandayan""'r a.w r• •eJ :--t-- I.W1 ...--. IZIIZIIZIIZI IZJ IZIE:IC!IilGunung Manglayang..-.['J ...... •'"' ClJ IZIIZIIZI Ill Ill IZI.E:J C! lil!~Gl«... .""' I,. ... ~ IZIIZI·IZI '. ~. . E:J C! lil'""«~


Hasil penerapan nilai c untuk setiap band pada Tabel 5, ditunjukkan pa~a Gambar4 untuk RGB-542.Gambar 4. Penerapan nilai c di Gunung Papandayan dibandingkandengan citra sebelum koreksi dan citra hasil koreksi INCAS (RGB-542)Jika diamati, maka Gambar 4a sampai dengan Gambar 4i, mengalami perubahandibanding dengan data sebelum koreksi (citra sun corrected). Terlihat bahwasecara visual hasil tersebut cenderung lebih datar, tetapi masih sulit untukmengatakan mana yang hasilnya paling bagus dan sesuai dengan data hasilkoreksi terrain dari INCAS yang ditunjukkan oleh gambar ~ palingkanan bawah.Oleh sebab itu, kemudian nilai c pada Tabel2 dicobakan juga di tempat lain yaitudi Gunung Manglayang seperti-tampak pada Gamar 5 untuk RGB-321 danGambar 6 untuk RGB-547. Temyata hasilnya pun tidak begitu nyata, tetapi masihmenunjukkan ada perubahan.Dengandikaji juaac pada setiap band ~c pada Tabel 2sesama, makadi Gunung4


Manglayang. Hasilnya ditunjukkan secara visual, kemudian dilihat jug~ secarakuantitatif dengan membandingkan nilai sebelum dikoreksi (nilai reflektansi) dansesudah dikoreksi (nilai reflektansi terkoreksi). Hasilnya ditunjukkan pada Gambar5 - Gambar 12.Gambar 5. Penerapan nilai c di Gunung Manglayang dibandingkan dengan citrasebelum koreksi dan citra hasil koreksi INCAS (RGB-321)Jika dilihat citra sun corrected pad a Gambar 5 (RGB-321) dan citra setelahdikoreksi yang terletak di bawahnya, perubahan yang te~adi sectikit sekali. Secaravisual, hal ini mempersulit analisis penerapan nilai pada sembilan citra terkoreksidi sebelahnya. Begitu juga dengan Gambar 6 (RGB-457), secara visual agak sulituntuk dibedakan, karena perubahannya sangat sedikit.5


Gam bar 6. Penerapan nilai c di Gunung Manglayang dibandingkan dengan citrasebelum koreksi dan citra hasil koreksi INCAS (RGB-547)6


-= v ·Ll.. ~ :~ ; ~; i·c: 12•/ f7". J}J!.y:- ••... ,/.3 ./'/ .t'·" ..;.-B-14// "''/-1 >,./// "6'...... 1-1 •1.521 /,g.;/~ -·c~ 1//·sual-kualitatif dan kuantitatif7


1.... .,/!8·2c: 4·ai c pada Band 2, secara visual-kualitatif dan kuantitatif8


c: 0.4B-31.6 /·# h~·,./'2.4/3.2 3.'6/..I I 4 • I - I • •Gambar 9. Penerapan nilai c pada Band 3, secara visual-kualitatif dan kuantitatif9


·c: 0.4 : 0.6B-41 : o.9I;I.Jlc; 1.0 1.1/. : '"'I.Gambar 10. Penerapan nilai c pad a Band 4, secara visual-kualitatif dan kuantitatif10


B-51.0!·-/ '!,/.i. .. ../>:/!:/, ·:.~:·~···!'... . . . . . . . .Gam bar 11. Penerapan nilai c pad a Band 5, secara visual-kualitatif dan kuantitatif11


·- : ~c: ;."7 /0.5 . : • ../. .~ ..... .. ;~~ .. ...;;., ' ··:..~· .·"•·/ ; . ·;f.~~#· !. -~. c: -0:9B-7c: 1.11.7./;j/1.9Gambar 12. Penerapan nilal c pada Band 7, secara visual-kualitatif dan kuantitatifJika diama.ti secara "-UQl!LCltif, maka terdapat perubahan pada setiap band, berupaoatar dari pada citra hasil sun corrected. Tetapi dari hasil12


tersebut masih agak sulit untuk mengatakan nilai c yang paling kuat pengaruhnya.Untuk itu akan dilihat secara kuantitatif yaitu dalam bentuk grafik yangmenggambarkan nilai reflektansi sebelum koreksi (sun corrected) dengan nilaireflektansi terkoreksi (terrain corrected). Dari Gambar 7 sampai dengan Gambar12 dicari grafik yang menyerupai hasil dari INCAS, dan Tabel 3 berisi nilai coptimum yang mempunyai pola yang sama dengan hasil INCAS yang dijadikansebagai acuan.Tabel3. Nilai c yang berpola sama dengan hasiiiNCASBand Nilai c INCAS Nilai c hasil81 1,521 2,082 1,258 1,583 0,800 0,884 0,420 0,4-0,585 0,222 0,487 0,376 0,5Kelemahan kajian ini adalah kurang nyatanya perubahan yang terjadi yang dilihatsecara visual. Hal ini bisa disebabkan oleh beberapa hal, antara lain kurangbervariasinya OEM, kurang bagusnya pengambilan training sample, kurangnyapengambilan sample koefisien c dari INCAS, sehingga perubahan tidak optimum.HASIL 2 (jumlah sample 190)Hasil 1 tidak memberikan hasil yang nyata untuk menentukan c optimum. Untukitu pada hasil 2 ini sample data nilai c yang telah pass dari INCAS ditambahmenjadi sekitar 190. Pertama data tersebut akan diurutkan berdasarkan lokasi(Gambar 13) dan yang kedua dikelompokkan rnenjadi 4 musim yaitu musim hujanDesember- Februari (DJF) ditunjukkan oleh Gambar 14, musim transisi I bulan. .Maret - Mei (MAM) ditunjukkan oleh Gambar 15, musim kemarau bulan Juni -Agustus (JJA) ditunjukkan oleh Gambar 16. dan musim transisi IISeptember -November (SON) ditun·dengan pertimbangan bah"a penghitungkaitannya dengan posisi matahari yang bebulan7. Hal ini dilakukan(persamaan 4) ada· dan musim.Dari gambar-gambar tersebut dapat dis·dan musim tJCa!t mernberikan pola y~apl okasia ita3


keduanya. Oleh karena itu dapat disimpulkan bahwa tidak ada ko~elasi antaranilai koefisien c dengan lokasi maupun dengan musim ..::: :·~ ~2-81• ' I ·:,c ....... ....,_83 84.\.' . •.;:,::=; " ·-:-·5-.. ~- , '.Gambar 13. Koefisien c diplot berdasarkan lokasi dari timur ke barat............-....--.--.....-.........................---- -- ~ --------------"":': · a1 ·· .. · .,;· ··a2- - ·'".1- • -. - • ~ .:.- .. - r- I . . -. "0 - ~~- ·---"- .r-~-. -;·;:;';'..• '---·- - . . . I.-- .... ~ ..~.· .... ~ : ... : .. ____ .. ·. ~--·· ··- ........... .- c~ • ~.:.....;. - ··~-·· I 1 _ ·--..--83h .• __.:..:....:···.~...-··---8587·'---. -. .Gambar 14. Koefisien c diplot berdasarkan m~:~sim DJFr--14


~··.81,,.·.... ·-·. ._._83~.82.· .. -~· .·.~--~+ .. _J .. ·.···,c....· - --B4··-··-·"':.---'""A •.•. ~ .. :::-::=-'"'~.::-::-:;-.. ~~-~ 7._7-'-./'=J ____ ~ r •• -· ••••••••B5 .:::::,= .. 87···---------·---=---=-~----------•. ~----:::-.t'::-..J........_ .. ___ -.~-. : .. -.·· ,~Gambar 15. Koefisien c diplot berdasarkan musim MAM• c_.,_...., __B1 82' 1"\ _·t-+ .---··- ..... . -~:----•::-:._=·:._-::'7:.~-;--:;--:- ... . . . .. -- - - .''c._..,..,,..__._83 B4:.:.....::.-::.:.:.- - ~--..·... ·-•: ~--:.:. -::::.-f-:""':.-~~~ -·-·.-•• c ...... ..._ __85 87.. --::·_;.. ~ .... _ ....... ·-:~.-.:. ·.· ... -.. .;r~-~.. -:""T.. . ·-··· . ....... . __ _~Gambar 16. Koefisien c diplot berdasarkan musim JJA15


.... ~ 4 • ••= -. 81... -..·.;·-:-..... . .·.... . . .··-·· .. -. ...... ..• c ... ~ ,.- ---85.... ~--.:_:_ ··~ ··2-----·. .,...-~.-·- :::--~---:-:-- ~~j,,c_..,.,.__------------------.-...-.-- - ~~--- -·- B4-~ ~ :: ·~.7---·-r~,-·-


Gambar 19 menunjukkan contoh-contoh citra sebelum koreksi dibandingkandengan nilai c minimum, maksimum, dan optimum. Untuk c minimum terlihatbahwa daerah yang terkena bayangan menjadi lebih terang, hal ini te~adi jugapada data-data yang lainnya, sehingga nilai c minimum tidak dijadikan sebagaipilihan.Gambar 19. Perbandingan sebelumminimum, mak: ·oreksi dengan c


DN11diNVS DNINI~~ NV1181NVDN3d NVDN308t N~ldiNV1


PENENTUAN KOEFISIEN C OPTIMUM .DENGAN PENGAMBILAN TRAINING SAMPLINGPada kajian ini, nilai c diambil berdasarkan hasil program INCAS sebanyak 58data yang dibagi menjadi 9 bagian yaitu pada Tabel 2, sama dengan kajian yangdibahas pada Lampiran 4A penerapan koefisien c tersebut akan dilakukan padasetiap band dengan pengambilan training sample diambil pada wilayah kajianseperti tampak pada Gambar 20a, yaitu wilayah hutan yang berterrain Gambar20b, sementara Gambar 20c memperlihatkan bahwa sample training tersebutdiambil di wilayah yang bebas awan.cGambar 20. Lokasi 1 dan lokasi 2 wilayah kegiatan


Berdasarkan Tabel 2, maka nilai setiap c diterapkan pada band 1 den~an hasilvisual pada Gambar 21.Gambar 21. Variasi nilai c yang diterapkan pada Band 1Secara visual Gambar 21 menunjukkan variasi nilai c yang dimasukkan padaalgoritam persamaan koreksi terrain. Pada c=1 sifat terrain masih terlihat, padac=2, c=3, dan c=4 lokasi 1, wilayah yang berterrain terlihat relatif lebih rata,sementara a: c=5 aan seterusnya sifat terrain kembali muncul. Deviasi dari2


Band 1 sampai dengan Band 7 telah dihitung, di sini ditunjukkan untuk Band 1, 2,dan 3 pada Gambar 22, 23, dan 24.Deviasi~2.2002.1002.0001.9001.8001.7001.6001.500~ U U U ~ U M U ~NilaicGambar 22. Nilai deviasi untuk band 1UiOO1.5001.400s.-o1.200-----Gambar 23. Nilai deviasi untuk band 2Oeviasi1.8001.1001.6001.5001.4001.3001.20DUOD1.000_.~;··. -·:-;·· --·-- ----- ------ -"··-d33


C optimum adalah yang memberikan nilai deviasi terendah dan untuk masingmasingband ditunjukkan oleh Tabel4.Tabe14. Koefisien c optimumBand cBand 1 4Band 2 3Band 3 2.4Band4 0.9Band 5 0.9Band 7 1.7Gambar 25 menunjukkan hasil metode ini, dan secara visual menunjukkan hasilyang bagus. Tetapi metode ini masih memerlukan kajian lebih lanjut denganpenerapan data yang lebih banyak, sehingga akan diperoleh nilai optimum darisetiap data. Nilai-nilai optimum tersebut akan diplot dan menghasilkan koefisien cyang palilng optimum yang akan digunakan pada seluruh data. Jadi masih perlukajian selanjutnyaSebelum koreksiSetelah koreksiGambar 25. Hasil sebelum dan setelah koreksi yang dicoba pada satu data. .Apabila nilai koefisien optimum c sudah dapat ditentukan, maka untukpemrosesan datanya telah dibuat petunjuk teknisnya dalam bentuk modul(Lampiran 5) dengan judul Koreksi Terrain untuk data Landsat MenggunakanKoefisien c Optimum.4


.L VSONV1 V .L VO >ln.LNn NIV~~3.L IS>I3~0>11naowVS N~ldiNV1


MODULKOREKSI TERRAIN UNTUK DATA LANDSAT!'l\ -l~-Ic· :r.;I . -· • . .,_•• ,~•. ;:~" ; . ,_;-.. ';fj'ffl . . ..' ...-:;.. . -. , • • ; ~~~"' fool ..\ :..C\'1i.:~.. . ._,.m:"."'' lt.j~. -~ t~~ - --~~~--; :;;•· .-:;.


KA TA PENGANTARPuji syukur dipanjatkan kepada Allah SWT., karena kami dari tim Risetlnsentif dengan judul ·pengembangan Metode Koreksi Data Landsat MultiTemporal untuk Pendeteksian Perubahan Liputan Lahan Skala Nasional"telah selesai membuat modul be~udul "Koreksi Terrain untuk Data Landsat"yang juga merupakan tema sosialisasi berupa Bimtek {Bimbingan Teknik)yang dilaksanakan pada tanggal 18 - 20 Oktober 2010 di PusatPengembangan Pemanfaatan dan Teknologi Penginderaan Jauh(Pusbangja) LAPAN.Modul ini dibagi dalam 2 bagian. Bagian pertama adalah pendahuluan yangberisi mengenai teori mengenai koreksi terrain dan bagian kedua merupakantahapan dalam melakukan koreksi terrain menggunakan soft wareERMapper.Hasil penelitian ini nantinya diharapkan bisa diterapkan, terutama padakegiatan-kegiatan di Kedeputian Bidang Penginderaaan Jauh,sebagaipengembangan koreksi data Landsat yang ditujukan untuk proses klasifikasisecara digital.Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh nara sumber atas saransaranyang diberikan dan waktu yang telah disediakan untuk konsultasi dandiskusi. Selain itu juga kami mengucapkan terima kasih kepada seluruhstruktural di Pusbangja dan Pusdata LAPAN, yang telah memperbolehkanpara penelitinya bergabung dalam kegiatan ini, baik sebagai anggota timmaupun sebagai peserta dalamterselenggaranya Bimtek ini.Bimtek dan juga dukungan untukAkhir kata, mudah-mudahan Bimtek ini ini bisa bermanfaat dan bisa. .dikembangkan lagi terutama aplkasi bagi data-data lain seperti SPOT,MODIS, dan lain-lain.Jakarta, 15 Oktober 2010Peneliti UtamaOra. Tatik Kartika, M.Si.


DAFTAR lSIHalKA TA PENGANTARDAFTAR lSIBAGIAN IBAGIAN II: PENDAHULUAN: TAHAPAN KOREKSI TERRAINii161. Pengumpulan Data 62. Pembuatan Dan Pengumpulan Parameter Untuk Koreksi 6Terrain2-1. Pembuatan Slope2-2. Pembuatan Aspek2-3. Pengumpulan Sudut Zenith Dan Azimuth Matahari3. Perhitungan Sudut Normal Piksel6910114. Pembuatan Daerah Sampling4-1. Pengabungan Layer4-2. Pembuatan Sampling5. Menentukan Koefisien C5-1. Groping Dan Pembuatan Format Xyz Ascii Grid5-2. Perhitungan Koefisien C6. Pembuatan Koreksi Terrain . .7. Pengujian Hasil Koreksi7-1 . Pengujian Visual7-2. Penguj«n Statistik13161620202324272728


I. PENDAHULUANData citra Landsat mempunyai resolusi spasial 30 meter dengan cakupan datasekitar 185 km x 185 km. Sebelum dianalisis lebih lanjut dan dapat dioverlaydengan data citra atau dengan data spasial lainnya, diperlukan pra pengolahandata citra. Pra pengolahan data citra yang biasa dilakukan meliputi koreksigeometrik dan radiometrik. Untuk tujuan tertentu, ditambahkan proses koreksiterrain yaitu suatu proses untuk meminimalisir efek bayangan dan kelengkungankarena perbedaan ketinggian muka bumi, sehingga efektif digunakan di daerahyang bergunung-gunung.Dengan dilakukannya koreksi radiometrik dan terrain, maka proses klasifikasiliputan lahan dapat dilakukan secara digital, yaitu menggunakan metode yangdihitung secara kuantitatif, sehingga pengkelasan liputan lahan bisa lebih objektifdibanding dengan metode visual. Selain itu waktu pemrosesan menjadi lebihcepat dibanding metode yang selama ini digunakan.Citra yang telah dikoreksi geometrik bisa dioverlay dengan citra terkoreksilainnya, sehingga bisa digunakan untuk menganalisis klasifikasi liputan lahan.Sifat data inderaja yang multitemporal, memungkinkan untuk menganalisisliputan lahan pada lokasi yang sama dan waktu yang berbeda sehingga bisadiperoleh perubahan liputan lahan yang akan memberikan informasi luas danlokasi perubahan secara lebih akurat.Penelitian mengenai koreksi terrain pada citra satelit telah dilakukan dandipublikasikan dalam beberapa tulisan ilmiah. Teillet et al. (1982) dan Meyer et al.(1993) melakukan koreksi terrain dengan menggunakan metode c_correction, dimana McDonald et al. (2000) melaporkan bahwa ~etode c_correctionmerupakan metode yang paling efektif untuk diterapkan pada citra Landsat.Metode c_correction ini juga diterapkan pada metode pengolahan data programINCAS dengan tujuan untuk.Jnengkoreksi data Landsat TM/ETM+ multi temporalwilayah Indonesia dalahutan Indonesia. Wu ec_correction seperti d"ng kegiatan perhitungan karbon di wilayahlaskan konsep dasar dari algoritma~~maan (1) berikut:


Di mana,RHRTszcRH = RT (Cos (sz) +c) I ( Cos(i) +c) (1)Radian terkoreksiRadian belum terkoreksiSudut zenith matahariSudut normal piksel yang dibentuk dari arah normal piksel danarah matahariKoefisien pembatas yang merupakan rasio antara titik potongdan gradien dari persamaan regresi LT= m Cos(i) + bDari persamaan (1), akan diturunkan sudut normal piksel yang di bentuk dariarah normal piksel dan arah matahari. Gambar 2 memperlihatkan ilustrasi posisinormal piksel. Pada citra Landsat yang direkam pada sekitar jam 9-10 pagi(waktu tersebut adalah waktu pengambilan citra Landsat untuk wilayahIndonesia), posisi matahari terletak miring pada sudut zenith tertentu, yangdigambarkan dengan posisi M. Sedangkan kondisi topografi permukaan bumimengakibatkan piksel akan mempunyai kemiringan dan arah tertentu, sehinggaperlu ditentukan arah normal piksel (posisi N) yang merupakan arah tegak lurusterhadap permukaan piksel.Konsep dari koreksi terrain adalah melakukan perubahan posisi matahari (M)menjadi posisi normal piksel (N), sehingga matahari seolah-olah berada teglurus pada setiap piksel {posisi matahari berubah dari titik M menjadi N).ini mengakibatkan kondisi pencahayaan matahari menjadi sama untuk setlapiksel, sehingga menghasilkan nilai digital piksel yang sama untuk suatu jenistutupan lahan pada kondisi topografi berbeda. Untuk melakukan koreksi nilaipiksel tersebut diperlukan informasi mengenai besar dan arah sudut matahari(sudut zenith dan azimuth matahari) yang bisa diperoleh pada header data, sertainformasi mengenai besar dan arah kemiringan piksel '(sl~pe dan aspek daripiksel) yang diperoleh dari OEM.~


zNMKeterangan :0 : Titik pusat pikselZ : Posisi tegak lurus matahari-bumi (sudutzenith 0°)M : Posisi matahari pad a sudutzenith tertentuN : Posisi normal piksel (tegak lurus terhadap piksel)Gambar 2. llustrasi posisi normal pikselGambar 3 memperlihatkan ilustrasi posisi matahari dan normal piksel (kiri) danmodel segitiga bola ZMN (kanan) untuk menghitung sudut normal piksel.lnformasi untuk setiap titik diperlihatkan pada keterangan di garnbar.Berdasarkan ilustrasi Gambar 3, tahapan koreksi terrain terdiri dari 2 jenistahapan koreksi, yaitu: tahapan koreksi sudut matahari dan koreksi sudut normalpiksel.Koreksi sudut matahari bertujuan untuk melakukan normalisasi arahpencahayaan matahari terhadap citra. Prosesnya adalah merubah nilai digitalnumber menjadi nilai reflektansi dengan menghitung nilai' r~dian(energi dariobjek ke sensor) dibagi dengan nilai irradian matahari (energi dari matahari keobjek). Besamya nilai irradian sangat bergantung dengan kondisi sudut matahari,sehingga perlu merubah nilai irradian (nilai irradian yang telah ditetapkan pada Z~atau kondisi posisi matahari dengan sudut zenith 0°) dengan melakukan koreksimenggunakan sudut zen· saat perekaman.


I radianceMatahari~zz--Keterangan :0 : Trtik pusatpikset------l AZ : Posisi tegak turus matahari-bumi (sudutzenith 0°)M : Posisi matahari pada sudutzenith tertentuN : Posisi normal pikset (tegak turus terhadap pikset)A : Posisi matahari pada sudutazimuth tertentuB-......._B : Posisi pikset pad a nilai aspek (sudut azimut piksel) tertentu- BA~Gambar 3. llustrasi posisi matahari dan normal piksel (kiri) danmodel segitiga bola ZMN (kanan)Perhitungan besar sudut normal piksel dapat dilakukan dengan menggunakanbeberapa metode, salah satunya adalah metode segitiga bola. Gambar 3 (kanan)memperlihatkan ilustrasi matahari dilihat dari sisi yang berbeda yangmemperlihatkan model segitiga bola, yaitu segitiga ZMN pada permukaan bola.Dengan menggunakan persamaan Cosinus segitiga bola dalam beberapareferensi (anonym (2008), Wikipedia), maka besar Cos(i) dapat dihitung,sehingga diperoleh koreksi terrain sebagai berikut:RH = RT (Cos(sz) +c) I (Cos(sz) Cos(ps) + Sin(sz) Sin(ps) Cos(pa- sa)+c) (2)Di mana:RHRTszpspaReflektansi terl


sacSudut azimuth matahariKoefisien pembatas yang merupakan rasio antara titik potongdan gradien (b/m) dari persamaan regresi LT= m Cos(i) + bData yang diperlukan, pengertian-pengertian dasar yang diperlukan untukmemahami proses koreksi terrain, persyaratan pengambilan training samplingdan lain-lain akan dijelaskan di dalam modul di bagian ke-2.


II. TAHAPAN KOREKSI TERRAIN1. PENGUMPULAN DATAData yang dibutuhkan untuk melakukan koreksi terrain adalah:1. Data OEM SRTM, untuk wilayah kajian dan sudah mempunyaiproyeksi yang sama dengan citra Landsat yang akan dikoreksi2. Citra Landsat (band 1-7) ortho yang terkoreksi sudut matahari3. Header file dari citra Landsat ( ... _MTL.txt)2. PEMBUATAN DAN PENGUMPULAN PARAMETER UNTUK KOREKSITERRAIN2-1. PEMBUATAN SLOPEPenjelasan:Slope adalah derajat/persen kemiringan piksel terhadap bidang horisontal,slope diturunkan dari data OEM SRTM dengan menggunakan software Er­Mapper. Besar slope berkisar dari 0 (datar) sampai 90 (tegak lurus). Slopeyang dihasilkan disimpan dengan resolusi spasial piksel 25 m dan dalambentuk bilangan floating karena mempunyai nilai pecahan.Metode:1. Jalankan program Er-mapper2. Buka layer baru dan panggil data OEM SRTM wilayah kajian dengan Er­Mapper..t.1. ER MapperEle ~cit ';{)ew !oobars erocess ~ 'fi.nt:X1¥ts ~~~~~~ ~ rc sJ~~ m. oo~~ ~~ .!!]~ ~~~~~~ ~~~~~~~QJ • L~J~~ rDI ~ I~L~:i~- ~ ----~6


-~• ] ,rCoooinote Syocemj Suoloce 11,..,.1IIOOU...~ --+JIIOBando .:.J X '$..--+ ~.J X ~!3. Create slope (dalam degree) secara otomatis dengan menekan icon padaGam bar dibawah:


.... s..-.~ ~)tt-. s-. ~ 'lgt..et ~ fi:W URL .... cry[s.ca_hcao ::J 0...jp- · ·ilou aID130056m 0111011 IUII\47 ::;""'-"• [) 15=130056m=071108:;...,..7~er"'[) SRTM_V3_NIJTN.(7_25m ___.,.j..:.1 ..:.1s... ....,.FiesoiT,pe!ffi "'-Ruter O..asd ( "')QJ< ~5. Selanjutnya data type dipilih IEEE 4 ByteReal (karena mempunyai nilaipecahan). Ketik "Pixel Width" dan "Pixel Height" sebesar 25. Umumnya"delete output transform" tidak di cheklist karena pembuatan slope samadengan filter. Tetapi pada Er-mapper versi baru cheklist perlu dilakukan.'M.s.veAJER~~c:.usc -·- __ ___ ~ "" ~a...,... .........O...,...T~ · ,.,., _ ,...,. 1..1\W ____.:::1o.to T~ : ~Real _~ rtuV-:O...,...Siz&w .... ~r~ 3Heq1 ~ FtoSizalClMBP..,l'llcih. 125p..,_ "'125....----' ~ I""""' ';&d6) :!l~,....ar'l~tl&lor -."""'......Q Oellu ~ tnnionntr~·' ~____j' on.a. ISaran: Cheklist dilakukan dan save seperti gambar dibawa, kemudialihat hasil. Bila tidak berhasil maka checklist dihilangkan dan lihat hasil.Beri nama PIR_tanggal_zone_s/ope6. Slope yang dihasilkan seperti gambar dibawah. Range nilai Slope adalah0 - 90 derajat. .-.8


2-2. PEMBUATAN ASPEKPenjelasan:Aspek adalah arah kemiringan/slope dari piksel, aspek diturunkan dari dataOEM SRTM dengan menggunakan software Er-Mapper. Besar aspekberkisar dari 0 -361, dimana 0 adalah aspek yang menghadap utara danberputar searah jarum jam, sedangkan 361 adalah piksel datar. Aspek yangdihasilkan disimpan dengan resolusi spasial piksel 25 m dan dalam bentukbilangan floating karena mempunyai nilai pecahan.Metode:1. Buka data OEM SRTM wilayah kajian dengan Er-Mapper.2. Create aspek (dalam degree) secara otomatis dengan menekan iconpada Gambar dibawah:~ £R Mapper []@]~fae tdit Yiew loolbars froceu !,!taateS ~~ndows .!::!~ •3. Selanj(karen a0s1mpan aspek sebagai IEEE 4 ByteRealdan berkisar 0-361 ). Cheklist "deleteama PIR_tanggal_zone _aspek.9


Kemudian lihat hasil. Bila tidak berhasil maka checklist dihilan~kan danlihat hasil.C>.m.co..-...r,..,..,_~~,..-.._ -------,:::::J r.0.. r,.,. jtEEE4S,..Rool ..:.] rC...,.. Sao·- ~~~ .:JHoqt ~ FieSi,.11l


2. Cari "Sun Elevation· dan "Sun Azimuth" seperti dibawah:Su n Elevation:Sun Azimut h :56.32 deg129. 88 deg3. Sudut Azimuth = SUN_AZIMUTH= SA = 129.88Sudut Zenith= 90- SUN_ELEVATION = SZ = 90-56.32 =33.684. Catat nilai zenith dan azimut matahari untuk dimasukan dalampersamaan3. PERHITUNGAN SUDUT NORMAL PIKSELPenjelasanSudut normal piksel adalah sudut yang dibentuk antara normal piksel danposisi matahari. Masukan untuk menghitung sudut normal piksel adalahslope, aspek piksel yang diturunkan dari data OEM, dan sudut zenith danazimuth matahari yang diiperoleh dari meta data. Persamaan untukmenghitung Cos i (sudut normal piksel) adalah seperti dibawah.(Sudut Normal Piksel) Cos i = Cos qs Cos qp + Sin qs Sin qp Cos (ls-lp)Dimana, qs : slope, qp : zenith, Is : aspek, lp : azimuthCos i mempunyai nilai -1 (Sudut 180 derajat) sampai 1 (sudut 0 derajabila nilai Cos i


Input i1 = slopei2= aspectVariabelSZ = Sudut Zenith (Dari Tahapan 2)AZ. = Sudut Azimuth (Dari Tahapan 2)Keterangan: formula ini tinggal di copy paste ke edit formula Er-Mapper, danyang dirubah hanya input dan variabelnya saja.Metode:1. Buka layer baru, kemudian lakukan copy paste sehingga terbentuk 2layer. Selanjutnya beri nama layer 1 dengan slope dan layer 2 denganaspek dengan mengklik pada nama layer dan memasukan nama baru.._Algorithm~ _ ____:_:;;____:_~:!..! - ~ -.....; .~~~ . oo . o l ~~Coonhte s.-... 1 ~ ~Itlope.tn~ ---+I Bl 9ope (Oegees ..:.; X '$.. ---+ ...: X2. Dan masukan data untuk layer 1 dengan data slope dan layer 2 dengandata aspek, seperti dibawah.~~ m~V-Modo:N"""" " ' r•- rs-~o-jNoo- ~~~_!]~ ~~~~ ~~ .!~!L~l~ ~ ~: [P:t [J~y.t Su->ao:~ • ~~lsutoco 1.4wj.q,.OOI_tklpe.«t.. ~- ~ --+ j ns~oooJJ-1 .::1 X '1t.. --+. w XOEM_ ,.pet.••. .~--+ I nA_. .::1 X '1t.. --+ w X lil..." '.r3.sebagai IEEE 4 ByteReal (floating point) dantransform, seperti gambar dibawah dan beri nama..... _sk>pe_aspek12


S.W A• IR Mapper llatd.e __ ...[] jool ~~•r$\ [ et.~~ope ~ X X -r~ X~~ l a2_,. . 1 X X .JHelp


7. Selanjutnya save hasil sebagai IEEE 4 ByteReal dan chekl!st deleteoutput transfonn. Beri nama P/R_tanggal_zone_sn, sehingga dihasilkancitra yang berisi infonnasi Cos i.8. Kemudian dibuka lagi citra Cos i (Sudut nonnal piksel) yang baru dibuatdan pilih "Edit Fonnula" yang bertanda E=mc 2 , dan masukan fonnuladibawah untuk merubah nilai yang negatif menjadi 0If i1


4. PEMBUATAN DAERAH SAMPLINGPenjelasanSeperti yang telah dijelaskan pada teori awal bahwa koreksi terrainmembutuhkan koefisien c, seperti pada rumus dibawah.Di mana,RH = RT ( Cos (sz) + c ) I ( Cos(i) + c)RHRTszRadian terkoreksiRadian belum terkoreksiSudut zenith matahariSudut normal piksel yang dibentuk dari arahnormal piksel dan arah matahariPerhitungan c membutuhkan pengambilan training sampling untuk Cos i danRT. Kemudian melakukan regresi antar Cos i dan RT untuk mendapatkannilai m dan b, yang kemudian digunakan untuk menghitung besar c untuktiap band.RT= m Cos(i) + bDimana,c=b/mPersyaratan daerah sampling:- Wilayah hutan dan homogen- Daerah clear (tidak ada awan dan haze, yang dapat dicek dengan RGB123)- Pengambilan sampling didaerah berterrain- Pengambilan sampling mewakili area yang dipengaruhi terrain (terangdan gelap)Untuk pengambilan sampling perlu membuka RGB 1-23 untuk melihat kondisihaze, OEM untuk melihat kondisi terrain dan RGB 542 untuk melihat hutan.15


4-1. PENGGABUNGAN LAYER (BAND 1-7 DAN SUDUT NORMALPIKSEL)Metode :1. Buka layer baru dan copy paste sehingga terbentuk 7 layer. Selanjutnyaberi nama layer 1 dengan band 1, layer 2 dengan band 2, layer 3 denganband 3, layer 4 dengan band 4, layer 5 dengan band 5, layer 6 denganband 7 dan layer 8 dengan Cos i. Dan masukan data untuk layer 1dengan band 1, layer 2 dengan band 2, dan seterusnya ... , terakhir layer 7dengan sudut normal piksel...,Algorithm\lew Mode· Noonal' c ll a !OO.!J r Fe.,., r s.no..tw~g a- IEdt .. ,~~ IQllb_band1·7_cosT.,.Q$ ---+181:1>1 .::1 X Jt:. ---+ ..: X ~ ~!1'11>J>and1·7_cosT ....~ ---+ I 82:1>2 .::1 X Jt:. ---+ ..: X ~ ~ga~>_band1·7_ccor ....~ ---+ I 83:1>3 .::1 X tt:. ---+ ..: X ~ ~gab_band1·7_cosT.,.~ ---+ 184:1>4 .::1 X Jt:. ---+ ..: X ~ ~gab_br.d1·7_cooT.,.~ ---+I 85:1>5 .::1 X Jt:. ---+ ..: X ~ ~gab_band1·7_cooT.,.~ ---+I 86:1>7 .::1 X Jt:. ---+ ..: X ~ ;gab_band1-7_cooT.,.~ -+ l 87~sT .::J X 'Jt:. -+ W.: X ~ ~~ .2. Selanjutnya save hasil sebagai IEEE 4 ByteReal dan cheklist deleteoutput transform.4-2. PEMBUATAN DAERAH SAMPLINGMetode:1. Buat 3 layer baru. Layer pertama diisi dengan file gabungan (tampilkandalam RGB 542}, layej,kedua (tampilkan RGB 321) dan layer ketiga dataOEM seperti dibawah. Data citra pada layer atas (layer 1) dan layertengah (layer 2) dan data OEM pada layer bawah (layer 2).16


•J r Fe- "' Smocltw1g a-Edt ..~-=.J....::.J - ....::__~ ~~ ~ oo l o l"=- ,. ~~ - a c-dN!e S,.em I Sulace '"-"Igm_bnn-7_..,.r ...s--;SBI Defa.t Sufoc:eRed'"-"G«


,~•e~r~~- P- ·~~ ~~~ • 1 • 1 ~ 1~1 ~~, - :J c-.-s,-1"""" ._,~ lool~ ~~SRTM_VJ_NUTf.l47~-~ •~ -IB!P-la,w 3 X'$.. -E-1 X~/Elovotion: 145 ~•Close I Holp6. Untuk mengindentifikasi wilayah hutan di daerah berlerain maka gunakan"Surface" dan geser-geser posisi ·rransparancy'" sehingga terlihat kondisiOEM.8


- . ' - ~~ ~[o) ·~---··· ~..!1~ ~ l oo l o l ~~... •a so.,.)..!tl,;,r P c:-w..s,- Suf"" l'-1c... ..... Rod a.-..., • IT~~---)--------~-------7. Buat poligon untuk wilayah hutan, dengan "open map composition" dancheck list "raster region" seperti gambar•Algcmthm-- Nomlll~tMah[,lffl~ Coordnae~ Suf.oe l~l.!J r - P Smooolw>g ~~~_!j ~~~ ~~CoiorMod


9. Pilih semua poligon dan beri nama "Sampling" dengan cara melakukanediting "Edit Objek Atribute" dan melakukan "Save" data.1 0. Selanjutnya tutup semua file.5. MENENTUKAN KOEFISIEN CPenjelasanPerhitungan c membutuhkan pengambilan training sampling untuk Cos i danRT. Kemudian melakukan regresi antar Cos i dan RT untuk mendapatkannilai m dan b, yang kemudian digunakan untuk menghitung besar c untuktiap band.RT= m Cos(i) + bOimana,c= b/m5-1. CROPING DAN DAN PENYIMPANAN KE XYZ ASCII gridMetode:1. Buka layer baru, kemudian buka file gabungan dalam pseudo layer.Selanjutnya pilih salah satu band untuk ditampilkan.Berikutnya buka "Edit Formula" yang bertanda E=mc 2 ,masukan formula:kemudianIF (INREGION(r1)) THEN lnput1 ELSE NULLInput 1 dimasukan band 1 yang ingin dicroping, Region dimasukanpoligon Sampling seperti gambar dibawah.~ r ~a12 1~ . ~ lll'lfl . , . ~ ~ ~e-; Ft: o.ta.c~ -=-' =-451$ .. _,.,c-- -_::11~--lc.na g;g________Y rSmooi1no __ ~---+IOol XL~~~20


Formula Edrtc! '-' ! 8 ;t.:.ru '"" Formula Ed1tor =·~~PMQplll~s "-""" g,:r. S......C . ?MQpal ~· A-. Stondanl ~DesatptJon -flJE t" ~ Oo~ : OeSQ1PIIOnJI TRUE t i'1 regiOn Close-IRle Rle~• I·-EdolltF ONREGIONJlJ THEN npul ELsE NUL_L __ Edit• _!j-IConvnerts I ! _Convnert~~ ~_j ..:.1F · Regioru - r r r inpl.tt • Regions rrM' I"".I-1 REGION1 I ·~ .:::J::!J...::.1 I .JIIF ONREGION··~ -HEN Bl:bl ELSE 1 IIFONREG10Nsa1111*ll!l' THEN Bl:bl ELSE -_j..,1111l.tllll I ~J Help2. Croping menjadi wilayah yang diberi poligon seperti dibawah. Dan saveserta beri nama sesuai dengan band yang dirubah (contoh Sampling_b1)sebagai Unsigned8Bitlnteger, cheklist Delete Output Transform.3. Selanjutnya rubah input 1 menjadi band 2 yang ingjn di croping, sepertidibawah. Dan save serta beri nama sesuai dengan band yang dirubah(contoh Sampling_b2) sebagai Unsigned8Bitlnteger, cheklist DeleteOutput Transform.21


Fcrmu11 Editor"r.al!c Components Rabos Stand Old SeismiC~n TRUE fin region a.- IFie _ _.!JF 'l;;EGION2 .:!13...:.1IIF ON REGION(somplr>g}) THEN 81b1 ElSE _]_j u ....UJIIIrro;"ip4. Lakukan Langkah 3 untuk band 3, 4,5 dan band 7.5. Untuk band Cos i lakukan langkah yang sama untuk band 3, tetapi padasaat disave data disimpan sebagai IEEE 4 ByteReal, cheklist DeleteOutput Transform.6. Selanjutnya konversi dari format ers menjadi XYZ ASCI GRID, dengantahapan seperti dibawah.Ioolbars frocessE.J~~~~ ~ i~ ~J ~~ _!!j~~~.!:1~~~2J .5!L~l~J.~~W111dowsQJ:ielp0J:][IImport ASCII and Binmy grids ~Import Graphics fol1!lets ~Import Gridding formatsImport Image formatsImport SAR mllgeryImport Satelllte imageryImport Schlumbergerformats ~Import Vector and GIS fonnatsExport GraphiCs formatsToolbl!rsBatch SCiiptsRle Mainton~~n~Ucensing ...USOfMenu•\.lachne Ccmg.xation ReportSide SI-c::7.at ers yang ingin dirubah (contoh: Sampling_b2) dan· (Sampling_b2_A), kemud1an OK Seperti gambar22


0 B Ita)J~ tc :>cpa~ ' E 'lati


5. Buat Graph untuk kedua nilai dengan X = Sampling_CosT_A danY=Sampling_b1_A. Selanjutnya buat regresi linear sehingga' diperolehpersamaan seperti dibawah.35::o y"' .u228x + 13.747 __ -:---:----------~=0.1055 + +~ +................ ·-·20 • • • ..... .... ··---15 + ·---·- + +10 • • • . -. • . . .5+-------------------------------------------~0+---~~---T----,-----r----T----,-----r---~----~o.ocro 0.1000 0.2001 o.Dll o.400J o.5000 o.600J o.7ooo o.ocw o.90Xl6. Dari persamaan Titik potong (B) adalah 13.7 47 dan gradient (M) adalah4.4228. sehingga C=B/M. C= 3.1 08212 untuk Band 1.7. Lakukah cara yang sa rna untuk menghubungkan antara Cos i denganband-band lainnya sehingga ditemukan nilai C untuk masing-masingband.8. C yang diperoleh pada data ini adalah sebagai berikut:Band 1 2 34 57Ic 3.108212 2.368276 1.737048- -- ----0.698552 0.732522- ---------- . . - . ----1. 178865--- J6. PEMBUATAN KOREKSI TERRAINPenjelasanAgar setiap tahap dapat diidentifikasi dengan jelas maka pada juknis ini,persamaan terrain dapat diuraikan menjadi:•~ = Rr '( Cos (sz) + c ) I ( Cos(i) + c).,Bila , K = (Cos (SZ + .cMaka24


Sehingga terlebih dahulu mencari nilai K (Floating point) kemudian barumencari, melakukan koreksi terrain.Sebenamya melalui tahapan pencarian K membutuhkan waktu dan tahapanyang lebih panjang. Sehingga disini akan dijelaskan cara menghitung K, jugacara melakukan koreksi terrain tanpa melalui perhitungan K.Metode:MENCARI NILAI K1. Buka layer baru dan buka file yang berisi Cos i. Selanjutnya buka "EditFormula" yang bertanda E=mc 2 , kemudian masukan formula, dimana nilaiC adalah nilai C untuk band 1K=(Cos(SZ*(44/(360*7))) + c)/ (i1+ c)Inputi1= Cos iVariabelSZ = Sudut Zenith (Dari Tahapan 2)c= Nilai koefisien koreksi terrain pada masing-masingband (dalam hal ini band 1)p~~F----- -~ · ~• rr ('. •INPUT" 81 P


Kemudian K band 2 sampai band 7 dibuat sama seperti langkah 1 dan 2.Persamaan dirubah hanya untuk nilai C nya saja.3. Selanjutnya bila semua nilai K telah diperoleh, maka dapat melakukananalisis pengaruh koefisien C.KOREKSI TERRAIN1. Buka layer baru dan copy paste untuk membuat 6 layer dan beri namasetiap layer band 1 sampai band 6 secara berurutan.2. Buka file gabungan (band dan Cos i), kemudian jadikan layer band 1untuk band 1, layer band 2 untuk band 2 dan seterusnya sampai layerband 7.,\1gorithmView Moae Ncmll•o s @"' r Ft.:Nr r- s...o,.,.,, =~.s ~ I ~~E.J !l ~C.,..,... S,Ull j s..


c= Nilai koefisien koreksi terrain pada masi~g-masingband (dalam hal ini c untuk band 1)Lakukan hal yang sama untuk band 2, band 3, band 4, band 5 dan band7.4. Kemudian save hasil sebagai Unsigned8Bitlnteger dan cheklist deleteoutput transform. Sehingga diperoleh band 1-7 yang telah dikoreksi terrain5. Contoh hasil sebelum dan sesudah koreksi untuk band 4.SebelumSesudah7. PENGUJIAN HASIL KOREKSIPenjelasanPengujian dilakukan untuk mengecek bahwa koreksi terrain berjalan denganbaik. Disini pengujian dilakukan dalam 2 cara, yaitu:1. Pengujian visual *ngan membandingkan RGB citra sebelum dansesudah koreksistatistik dengan melihat tingkat homogenitas dari wilayah yangses koreksi.27


Metode7-1. PENGUJIAN VISUAL1. Buka layer baru dan buka citra belum terkoreksi. Tampilkan dalam bentukRGB 542 atau 4532. Buka layer baru dan buka citra terkoreksi, lalu tampilkan RGB 542 atau4533. Lakukan geolink untuk kedua citra sehingga kedua citra terlink secarageometrik.4. Lihat dan perbandingkan citra sebelum dan sesudah5. Bila koreksi be~alan dengan baik pada citra belum terkoreksi, wilayahnyaterlihat berterrain (30). Tapi setelah dilakukan koreksi terrain maka terrainhilang menjadi nuansa datar. Hasil memperlihatkan bahwa koreksibe~alan dengan baik.Belum dikoreksiSudah dikoreksi7-2. PENGUJIAN STATIJTIKPenjelasanUji statistik dilakukan dengan membuat poligon pada citra belum terkoreksidan citra ter1(oreksi dan melakukan perhitungan deviasi untuk wilayah dalampoligon tersebut Pemitungan deviasi akan menunjukan tingkat homogenitas,28


semakin kecil deviasi semakin homogen nilai piksel dalam poligon. Citrayang sudah terkoreksi seharusnya mempunyai nilai deviasi yang' lebih kecil(lebih homogen) dibadingka citra belum terkoreksi, karena sudah terkoreksiantara piksel gelap dan piksel terang yang disebabkan karena kondisi terrainyang mempengaruhi besamya cahaya matahari yang diterima setiap piksel.Metode1. Buka layer baru dan buka citra belum terkoreksi, tampilkan dalam RGB542.2. Buat poligon pada citra belum terkoreksi (pada bagian yang berterraindan clear) seperti pada pembuatan poligon untuk sampling.3. Selanjutnya poligon beri nama "Sampling Pengujian· disimpan dengan"Save" dan simpan juga ke citra yang sudah terkoreksi terrain, dengacara "save as". Caranya klik "Save as" kemudian cheklist raster reg ·dan pilih citra terkoreksi. Kemudian Ok. Maka poligon akan tersimpanpula pada citra terkoreksi.(tl,.~I:JaD.1\Map Composition Save AsSave.~ Vector Rle • Raster Region r ARC/INFO CoverageSave To File ID10\Bintek_hclls\Pengolahan Landsllt_tefmli'l.ers~ I8 1--ta I~C~el Itle!Pj29


4. Kemudian tutup semua.5. Selanjutnya lakukan perhitungan statistik dengan melakukan "CalculateStatistik"Iooll!!B jJiiies ~dows J:ielpD I ~ l_ rt3 j_ liil l_ ti j' .J. ~ I ~J !E I f Qassf~


M,/PI S...,.,IIY~~:~~>an• s.rn.y ~~erd Oev.ohon ~ ~~- once a......, Mn ru Report.,.. Dotoooc~ ...ew La""*"""'h


INniNI.ldO :> N31SI:I30>1 NV>I~VSVC~38.l VSCNV1 V .l VC >ln.lNn Nl~~3.liS>I3~0>11naow89 N~ldiNV1


MODULKOREKSI TERRAIN UNTUK DATA LANDSATBERDASARKAN KOEFISIEN C OPTIMUMINSENTIF RISET KEGIATAN:PENGEMBANGANMETODE KOREKSI DATA LANDSAT MULTI TEMPORALUNTUK KLASIFIKASI LIPUTAN LAHAN SKALANASIONALJakarta, 18 - 20 Oktober 201 o· .PUSAT PENGEMBANGAN PEMANFAATAN DAN TEKNOLOGIPENGINDERAAN JAUHKEDEPUTIAN BIDANG PENGINDERAAN JAUHLAPANPENGANTAR


Modul ini merupakan hasil kajian tambahan pada lnsentif Riset Kegiatan.Pengembangan Metode Koreksi Data Landsat Multi Temporal untukPendeteksian Perubahan Liputan Lahan Skala Nasional.Metode didasarkan kepada nilai file TCC INCAS yang telah lotos QA danakan digunakan untuk proses selanjutnya. Nilai c yang diperoleh berasal darisekitar 190 data TCC dengan penentuan:Diambil minimalnyaDiambil maksimumnyaDiu rut, dan diambil tiitk tengah dari trend line-nya.Walaupun sampai laporan ini dibuat, koefisien c yang akan berlaku untuksetipa data atau sekelompok data bellum berhasil diperoleh, namunmodulnya bisa diselesaikan denagn baik.Mudah-mudahan bermanfaatPenulis UtamaOra. Tatik Kartika, M.Si.


2KOREKSI TERRAIN BERDASARKAN KOEFISIEN C OPTIMUMTAHAPAN PENGERJAAN:1. Data yang dibutuhkan2. Nilai zenith dan azimuth matahari3. Cek info null cell value data citra dan OEM (buat menjadi none)4. Penggabungan layer (band 1-7, slope, aspect)5. Penentuan terrain ...............6. Penghitungan nilai reflektansi terrain untuk setiap band1. DATA YANG DIBUTUHKANData OEM untuk wilayah kajian dan sudah mempunyai proyeksiyang sama dengan citra Landsat orthoCitra Landsat (band 1-7) ortho yang terkoreksi sudut matahariyang sudah dikelompokkan berdasarkan terrainHeader file dari citra Landsat ( ... _MTL.txt)Nilai C untuk setiap band untuk setiap kelompok data citra2. NILAI ZENIT DAN AZIMUTHBuka file" _MTL.txt" menggunakan software wordpad2. Cari "Sun Elevation" dan "Sun Azimuth" seperti dibawah:- -SUN AZIMUTH= 46.181100?SUN ELEVATION • 51.?9800203. Nilai Azimuth = SUN_AZIMUTH = AZ = 46.18Nilai Zen it = 90- SUN_ELEVA TION = 90- 51.80 = SZ = 38.203. CEK INFO NULL CELL VALUE1. Buka file OEM. Ubahlah null cell valuenya menjadi 11one. Begitu pulauntuk data citra.2. Buka Edit transform limit ( ~ ), pilih Edit-Delete transform. Kenakanpada data ortho dan OEM.3. Save masing-masing data.


34. PENGGABUNGAN LAYER (BAND 1-7, SLOPE, DAN ASPECT)Metode:1. Buka layer baru dan copy paste sehingga terbentuk 8 layer.Selanjutnya beri nama layer 1 dengan band 1, layer 2 dengan band 2,layer 3 dengan band 3, layer 4 dengan band 4, layer 5 dengan band5, layer 6 dengan band 7, layer 7 dengan Slope dan layer 8 denganAspect.''" Algorithm(gl§~v-Mode: Normal ., r Fealtler - Srnoothrlg Dote ID~on: JNo De~ -- Edit 'f' j_!J . ~L~J~ ~~~~ ~ ~ ~~~ ~ ~ _j""f!h?.J!~~ Coordnate syo~e~njsl.llace Layer I15ata111Di7m_caaJ;_INCAS_rUm51_NI.on~ --+181 :81 _:.~ X 'it.. --+ m.: X ~ X15ata1100Urrt.. ();l)!U;_INCAS_rdm51_N~.en~ --+182:82 ..:.! X 'it..--.~ X ~ X15ots11 00Urrt..caaJ;_INCAS_rUm51_ Nl.tn~ --+183:83 ..:.! X 'it.. --+ e.: X ~ X15ata11(D;7rrt..caaJ;_INCAS_rUm51_NI.era~ --+ 184:84 _:.~ X 'it.. --+ •= X ~ X15ot.11 lU;7rrt..caaJ;_INCAS_rUm51_NI.ers~ --+185:85 .. . X 'it.. --+.: X l!. X15ats111Di7m_caaJ;_INCAS_rUm51_1Ul.ers~ --+ jB6:86 .. · X 'it.. --+.:;..,: X L Xlncloneoia_SRTM_ V3_NUTM51_25m.ers~ --+ IB1:Pseudolayer ... X X --+.: Xlr'llloneoia_SR TM_ V3_NU T M51_25m.ers~ --+ B1:Pseudo Layer ..:, )( X --+ &.: X('"~!_.,•2. Masukkan data untuk layer 1 dengan band 1, layer 2 dengan band 2,dan seterusnya ... , layer 6 dengan band 7. Untuk layer 7 dan 8,masukkan data OEM (this layer only). Untuk Layer 7 pilih X Edit­Filter(Kemel), maka akan tampil window dan pilih Filter filename :ErMapper70/Kemei/FilterDEM/Siope_Degrees. Ker, ' maka akanmuncul window seperti di bawah ini


..!.!_] r Fe«hlll r Smoothing Close I.---- ~~~~ ~~ ~~~ ~ !fap ICoo!drlate SyW~ml Swface Laye~llndonesia_SRTM_ V3_NUTM51_2!im.Eifs~ --+ fBi'Pseuio Laye~ ..!.1 )( '$.. --+ ~ ~ Ill. XEdl., I:JAirwr Process ¥. data~ resoltJion Close IF1111 filenilllle: IJiers_DEM\:Jope_degrees.ker ~ File 'I' INl.lllber of rows: 13 colunns: 13 Edit 'I' IDescription:I pe filer. n de!Jees flom 0 to 90 degeesFIEifp l ccoc~e ..!.1 ~Souce code lieMne: lsercode\kernel\c\slope.c ~Fiter fllldion name: I slope_degOptional paamete~s :~_jH~Sementara untuk layer 8, pilih aspect.3. Pada L:Z. Edit Transform Limit pilih edit-delete transform untuk setiaplayer.4. Selanjutnya save hasil sebagai virtual raster data set. Beri namap/r_tgl_zona_gab.5. Delete output transform for virtual dataset: NO6. OUTPUT: 15ats110067m_030906_RIK_nutm51_vir.ers5. PENGHITUNGAN NILAI REFLEKTANSI KOREKSI TERRAIN1. Buka file gabungan (tampilan rgb). Buat 1 layer dan beri nama b12. Pada L:Z. Edit Transform Limit pilih edit-delete transform3. Buka info data dan ubahlah4. , kemudian pada Edit Formula tulis254 *(11/255*(( cos(SZ*PI/180)+C) )/( cos(I2*PI/180)*cos(SZ*PII180)+sin(I2*PI/180)*sin(SZ*PI/180)*cos( (13*PI/180) - (SA *PI/180) ) + C ) )+ 1Di mana:i1 = layer b1i2 = layer Slopei3 = layer AspectVariable 1 = C 'sesuai dengan layer band)


Variable 2 = SZ (dari Tahapan 2)Variable 3 = AZ (dari Tahapan 2)5. Duplicate layer b1 , sebanyak 5 kali sehingga diperoleh 6 layer.Ubahlah nama masing-masing layer dan beri nama sampai b6.Formula untuk setiap layer sama, sehingga cukup dengan mengcopypaste formula. Input i2, i3, variable 2 dan 3 sama untuk setiap band,perbedaanya adalah pada input 1 yang diisi oleh masing-masing banddan variable c disesuaikan juga untuk setiap band.Nilai c:Band 1 3.8570Band 2 2.3538Band 3 1.8760Band4 1.0664Band 5 0.6158Band 6 0.98286. Simpan dalam raster data set dalam Unsigned8Bitlnteger dan cheklistdelete output transform.7. OUTPUT: 15ats110067m_030906_RIK_nutm51.ers


ISVSI1VISOS N~OdV19 NV~IdiNV1


LAPORANBIMBINGAN TEKNISKOREKSI TERRAIN UNTUK DATALANDSATINSENTIF RISET KEGIATAN:PENGEMBANGANMETODE KOREKSI DATA LANDSAT MUL Tl TEMPORALUNTUK KLASIFIKASI LIPUTAN LAHAN SKALA NASIONAL. .Jakarta, 18-20 Oktober 2010PUSAT PENGEMBANGAN PEMANFAATAN DAN TEKNOLOGI PENGINDERAAN., JAUHKEDEPUTIAN BIDANG PENGINDERAAN JAUHLAPAN


I. PENDAHULUANKetepatan dalam metode koreksi citra inderaja sangat menentukan hasil padaproses selanjutnya, yaitu antara lain klasifikasi liputan lahan. Koreksi terrainditambahkan untuk memudahkan proses klasifikasi secara digital terutama diwilayah yang bergunung-gunung. Sebagai ilustrasi, posisi matahari akanmemberikan efek bayangan terhadap liputan lahan yang berada di balikbukit/gunung. Karena efek tersebut, maka klasifikasi digital akan mengkelaskannyamenjadi kelas lain, sehingga interpretasi menjadi salah. Apabila citra dikoreksiterrain terlebih dahulu, maka efek bayangan tersebut akan diminimalisir sehingganilai yang diberikan objek adalah nilai reflektasi yang sudah dikoreksi.Kegiatan riset ini dilakukan untuk menentukan algoritma yang dapat digunakan untukproses terrain bagi data Landsat sehingga dapat diperoleh data Landsat yangterkoreksi secara akurat (radiometrik, geometrik, terrain), kemudian menguji hasildengan membandingkannya dengan hasil koreksi radiometrik.Kegiatan ini bersifat difusi di mana salah satu yang harus dilakukan di akhir kegiatanadalah sosialisasi. Sosialisasi ini bertujuan untuk memperluas jangkauan informasidalam hal ini informasi mengenai koreksi terrain untuk data Landsat, sehingga bisadiketahui oleh para peneliti lain yang berkecimpung di dalam pengolahan datainderaja. Sosialisasi dalam kegiatan ini berupa bimbingan teknis dengan temaKoreksi Terrain untuk Data Landsat.II. METODE- Penyusunan modulMetode dalam kegiatan ini sudah diujikan pada data Landsat dan berhasilsehingga dibuatlah modul sebagai pedoman untuk melakukan koreksi terrainpada data Landsat. Di dalam modul disebutkan langkah-langkah untuk melakukankoreksi terrain dan dilengkapi dengan gambar hasil proses, sehingga yangmelakukannya dapat dengan -jelas mengetahui bahwa apa yang dilakukannyasudah benar,. .2


lsi modul sosialisasi ini be~umlahsekitar 26 halaman dan dicetak berwarna,sehingga memudahkan para pegikut bimbingan teknis untuk mempraktekannya.- Konsultasi dengan nara sumberModul sebagai acuan dalam bimbingan teknis telah dikonsultasikan dengan narasumber. Modul tersebut telah diperbaiki sesuai dengan anjuran dari nara sumber,yaitu lebih memperinci tahapannya sehingga lebih mudah dimengerti oleh pesertabimbingan teknis yang latar belakang pengetahuan mengenai pengolahan datapenginderaan jauhnya beragam.- Uji coba modulModul sudah diujicobakan kepada beberapa data Landsat oleh tim pengolah datadan memberikan hasil yang memuaskan. Modul ada pada Lampiran .... LaporanAkhir kegiatan.- Pembentukan panitiaPanitia diperlukan untuk mempersiapkan bahan, alat dan semua yang terkaitdengan bimbingan teknis, dari sebelum pelaksaan sampai sesudahnya. Tugasnyaantara lain inventarisasi data yang akan dipakai, mempersiapkan seminar kit,narasumber dan pengajar, konsumsi, masalah administrasi, dokumentasi, damenginventarisasi hasil pengolahan yang dilakukan oleh para peserta. SusPanitia ada pada Lampiran 1 Laporan ini.- Penyusunan pesertaPanitia mengundang peserta dari setiap bidang di Pusbangja dan PusdataLAPAN masing-masing dua orang. Selain itu juga mengundang peserta dariKementerian Kehutanan,. .Bakosurtanal, dan BPPT yang juga merupakan mitradalam kegiatan ini. Jumlah peserta yang diundang adalah 30 orang, yangmendaftar kembali adalah 28 orang, sedangkan pada pelaksanaannya ada 25orang. Susunan Peserta terdaftar ada pada Lampiran 2 Laporan ini.3


Peserta disyaratkakn mengetahui penggunaan perangkat lunak pengolahan datainderaja, sehingga waktu yang tersedia efektif digunakan untuk pelaksanaankoreksi terrain, tanpa kesulitan dengan perangkat lunak yang digunakan.- PelaksanaanSosialisasi diadakan pada tanggal 18 sampai dengan tanggal 20 Oktober 2010,diikuti oleh 25 peserta dari LAPAN, BAKOSURTANAL, BPPT-TISDA, danKementerian Kehutanan. Acara sosialisasi dibuka oleh Kepala PusatPengembangan Pemanfaatan dan Teknologi Penginderaan Jauh, lr. AgusHidayat, M.Sc. dan ditutup oleh Kepala lnstalasi Pengolahan Data lr. ArumTjahjan ingsih.Bimbingan teknis diawali dengan perkuliahan yang diberikan oleh lr. MahdiKartasasmita, MS. Ph. D. dan Dr. Bambang Trisakti, diikuti dengan praktikumyang dibimbing oleh 8 orang instruktur. Bahan kuliah ada pada Lampi ran ... danLampiran ... Laporan Akhir kegiatan ini.Susunan Acara pelaksanaan bimbingan teknis ada pada Lampiran 3 Laporan ini.Sosialisasi ini berjalan lancar, dan tetap diikuti oleh peserta dari awal hinggaakhir.Ill. HASILData yang digunakan dalam sosialisasi ini adalah data Landsat dengan terrain yangcukup bervariasi. Pada umumya peserta tidak kesulitan dalam praktikum, karenadalam sosialisasi ini juga disediakan modul yang berisi tahapan proses yang jelasdisertai gambar-gambar has!! proses. Yang per!u diperhatikan .ada!ah pengetahuandasar teori koreksi terrain dan manfaat data hasil koreksi: Tetapi dengan adanyaperkuliahan di awal praktikum, bisa memberikan dasar pengertian mengenaipraktikum yang dilaksanakan kemudian.Foto-foto Sosialisasi bimbingan teknis ada pada Lampiran 4 Laporan ini.4


IV. KESIMPULAN DAN SARAN4.1. KesimpulanSosialisasi berjalan dengan lancar dan tujuan diadakannya sosialisasi yaitumemperluas informasi mengenai koreksi data Landsat sudah tercapai. Selain itupeserta juga dapat memahami tahapan proses koreksi, dibuktikan dengan adanyahasil proses dari setiap peserta.4.2. SaranTahapan proses dalam modul dibuat sangat rinci, sehingga memudahkan pesertadalam praktikum. Tetapi hal ini mengakibatkan space memori yang diperlukan cukupbesar. Untuk itu disarankan, dalam proses yang akan dilakukan kemudian, dilakukanringkasan modul, sehingga space memori yang diperlukan tidak begitu besar. Hal inibisa dilakukan, apalagi bila pemroses data sudah terbiasa dengan perangkat lunakpengolah data dinderaja.-5


Lampiran 1.SUSUNAN PANITIASOSIALISASIINSENTIF RISET KEGIATANPENGEMBANGAN METODE KOREKSI DATA LANDSAT MULTI TEMPORALUNTUK PENDETEKSIAN PERU BAHAN LIPUT AN LAHANBIMTEK KOREKSI TERRAIN UNTUK DATA LANDSAT18-20 Oktober 2010PenanggungjawabNara Sumber Es IINara Sumber Es IllKetua PanitiaPengajarlnstrukturAnggotaKapusbangja (lr. Agus Hidayat, M.Sc.)lr. Agus Hidayat, M.Sc.lr. Arum Tjagjaningsih, M.Si.Ora. Tatik Kartika, M.Si.lr. Mahdi Kartasasmita, MS. Ph.D.Dr. Bambang TrisaktiDra. Tatik Kartika, M.Si.lr. Sigit Julimantoro, M.Si.Siti Hawariyah, S.Si.Musyarofah, S.Si.Ahmad Sutanto, S.Si.Heru Noviar, S.Si., M.Si.Iskandar Effendy, S.Si.Drs. Nana Suwargana, M.Si.Rossi Hamzah, S.Si.Gagat Nugraha, S.KomSoko Budoyo, S.KomSudarsono SalindriSuhartonoAti RusmintarwatiTitin Suhartini6


Lampiran 2.DAFTAR PESERTASOSIALISASIINSENTIF RISET KEGIATANPENGEMBANGAN METODE KOREKSI DATA LANDSAT MULTI TEMPORALUNTUK PENDETEKSIAN PERUBAHAN LIPUTAN LAHANBIMTEK KOREKSI TERRAIN UNTUK DATA LANDSAT18-20 Oktober 2010No123456789101112131415161718192021222324252627282930NamaBidangOra. Sri HariniPusbangja LAPANlr. Silvia AnwarPusbangja LAPANDjoko Santo TiahionoPusbangja LAPANWiji Prasetio, S.SiPusbangja LAPANMukhoriyah, S.SiPusbangja LAPANNursanti GultomPusbangja LAPANlnggit Lolitasari, ST.Pusbangja LAPANNelly Oyahwathi, S.Si.Pusbangja LAPANKuncoro Teguh Setiawan, S.Si.Pusbangja LAPANNanin Anggraini, S.SiPusbangja LAPANRoni Hendian. S.SiPusbangja LAPANlwan Sabirin, Amd.Pusbangja LAPANAnneke K.S.,S.SiPusbangja LAPANKusumaning Avu Dvah,Pusbangja LAPANYusronPusdata LAPAND. Heri Sulyantara, M.Sc. Pusdata LAPANHardiPusdata LAPANM. Ferdiansyah Noor Pusdata LAPANDrs. Hedy lzmavaPusdata LAPANNovie lndriasari, ST.Pusdata LAPANMulia lnda Rahayu, S.SiPusdata LAPANOgi Gumelar, S.Si.Pusdata LAPANMarendra, P.B., S.Si.Pusdata LAPANFitri Nurcahyani, S.Si.BAKOSURTANAL•Anindita Diah K.,S.Si.BAKOSURTANALKementerianDestiana Kadarsih,S.Hut., M.T.KehutananEko Kustiyanto, S.Kom.BPPT - PTISDAMuhammad Iqbal Habibie, Skom. MTBPPT - PTISDA-.,Pusbangja LAPAN- Pusbangja LAPANI'IIII7


Lampiran 3.DAFTAR ACARASOSIALISASIINSENTIF RISET KEGIATANPENGEMBANGAN METODE KOREKSI DATA LANDSAT MULTI TEMPORALUNTUK PENDETEKSIAN PERUBAHAN LIPUTAN LAHANBIMTEK KOREKSI TERRAIN UNTUK DATA LANDSATJakarta, 18 - 20 Oktober 2010Hari/Tanggal Jam Acara Pengisi Acara/PenanggungjawabSenin/18Oktober 201 0 08.30- 09.00 Registrasi PanitiaSambutan dilanjutkan dgn09.00- 09.30 pembukaan Kapusbangja09.30- 09.45 coffee break09.45 -10.45 Konsep dan Teori Koreksi lr. MahdiRadiometrikKartasamita, MS.Ph.D.10.45- 11.45 Koreksi Terrain: Teori dan Dr. BambanglmplementasinyaTrisakti11.45- 12.00 Persiapan Praktikum Panitia12.00- 13.00 ISHOMA13.00 - 14.45 Praktikum lnstruktur14.45- 15.00 Coffee Break15.00 - 16.00 Praktikum lnstrulcturSelasa/19Oktober 2010 09.00- 12.00 Praktikum lnstrulctur10.30- 10.45 Coffee Break10.45- 12.00 Praktikum lnstrulctur12.00- 13.00 ISHOMA13.00- 14.45 Praktikum lnstruktur14.45- 15.00 Coffee Break . .15.00- 16.00 Praktikum lnstrukturII.,8


Rabu/ 20Oktober 201 0 09.00- 12.00 Praktikum lnstruktur10.30- 10.45 Coffee Break10.45- 12.00 Praktikum lnstruktur12.00- 13.00 ISHOMA13.00- 14.45 Praktikum lnstruktur14.45- 15.00 Coffee Break15.00 - 15.30 Praktikum lnstruktur15.30- 16.00 Penutupan Ka lnslahta


Lampiran 4FOTO-FOTOSOSIALISASAS INSENTIF RISET KEGIATANPENGEMBANGAN METODE KOREKSI DATA LANDSAT MULTI TEMPORALUNTUK PENDETEKSIAN PERUBAHAN LIPUTAN LAHANBIMTEK KOREKSI TERRAIN UNTUK DATA LANDSAT18 - 20 Oktober 2010


fnstruktur yang memandu pesertadafam praktikumfnstruktur yang memand.u peserta dafampraktikum11


Contoh sertifikat yang dibagikanseluruh peserta, pengajar, instrupanitiaepadar. da3


ISV'Sil'v'ISOS HV'Iln>i NV'HV'8


11/LL/LU ·1 UTOPIK DISKUSI',oreksi Matahari dan Te"ainKONSEP dan TEORI1 Korel


11/"L."LIL.U 1 UKoreksi MatahariTahap 2: Perhi1ungan Refleklansi (R)d = jarak bumknatahari___ _,_ __-·--.. _,....._.._._.._-·----· -··--_,... __, _:. _~_:-~:?: -=·--_""""'._........-.....=--§~§~:-~·:§~~~~:~-.---:-:-=-===11·u ili1fi iTi!l, n~ •- ~n •- ~ ""' ..,, ..,""'--- --- ----,.., - ~ ....--...,. -I... --- -~ ---.. --- !1001 ~ -.:- _ _ - • _---.- --., -- 1·- ----- t--·..• I----;-------- -.---.,,. • .._ I.... . - ---- 4 '·- --I d = 1 - O.o168 Cos ((J ulian Day/365).360) IApa dan Mengapa ReflektansiApakah radiansi obyek yang samanilainya memberikan gambarantentang sifat obyek yang sama untuksetiap waktu?Tergantung dari jarak matahari kebumiJcfr~~=~t~ra n~ata~e~~()~iTUtereks~lf{~fi e~crntaftfia6lansiPerlu dihitung ReflektansiLS,KOREKSI MATAHARISudut Elevasi dan Azimuth Matahariberubah tergantung waktu dan lokasiDapat dihitung dengan rumus astronomidengan memberikan waktu dan koordinatlokasiPacta NCAS Australia, sudut elevasi danazimuth matahari dihitung untuk tiappikselCaranya adalah sudut elevasi dan azimuthmatahari dari keempat ujung sceneM-...• 181--""'""Q: Sudut Zri mataharid: J.ilk rNllbtwi - bLmilradial"'CCI 1 < lradiance 2DN1 < DN2p1 = p2/ "'"'""'":It • L~ · d 2Pp • -ES-:U-N-,-"-.-.,. - Ils--/Apa dan Mengapa KoreksiIrradiansi Matahari (lanj ... )Apakah Reflektansi obyeksama utk yang berbeda (karenawaktu (dan lokasi) berbeda)Per1u koreksi (sudut elevasi atauzenith) matahariApa dan Mengapa BRDFiSi reJatip piksel tersebut· · .senSor (satelit)-2


11/22/2010Apa dan Mengapa BRDF (lanj .... )LOS (Line of Sigtit)Asumsi permukaan L.ambertian makaR;;RillRDI'Kalau asumsi ini tidak berlaku maka perludilakukan koreksi BRDF yaitu Reflektansitergantung posisi piksel bersangkutan thdpusat scene(BRDF : Bidirectional Reflection DistributionFunction)Piksel ti'lfak validDapal pula ~ pWel ldl< sab U... LOS Wooos (i) < Odimana cos (i) .daJab ~ sdr-. _.... ,.., --sdt :t..eoith mat.abariKoreksi Terrain-Pembuatan Slope dan Asped~00- ..:-r.-+-w...Pe!t!lt!!gan Pope;:;::;:mml: :m111m:il ~~mm :;s~um= : ~=:i : = :Pertil!lnganA!prt~ ::mnm~::;;:mm1~ : ~:mm~ :;:;mr:l:::!~ ~ B:~:::~::n::~~~ ;: ~~: ~ : ~~~~~.1 ..... ~~. (dr"'dy))/2.09si...,.·«...C:•l..-.> • u ... o/"-")1:~!:" ~~~~ ~ ;.__D, o.o)•..-..., • 111Wl.O • (,w~'\f,-..)• ~~-. / "-"~j;~Pembuatan Aspekclx1 • (0,0) - (2,0)clx1 • {0,0) - {2,0).(2.0)(2.1)dx2•{0,1) - {2,1)dX3. (0.2) - (2.2)• (clx1+dx2+dx3) I (3"pixet size)dy1 • {0,0) - {2,0)dy2•{0 ,1) - {2,1)dy3 • (0.2) - (2.2)• (dy1+dy2+dy3) I (3"pixet size)(0,0) (1,0) (2,0)(0,1) (1 ,1) (2,1)(0,2) (1 ,2) (2.2)dx2. (0,1) - {2,1)dx3 • (0.2) - (2.2)• (dx1+dll2+dx3) 13• dy1 • (0 ,0) - {2,0)dy2•(0,1)-{2,1)dy3 • (0 .2) - (2.2)• (dy1 +dy2+dy3) I 3: ..,, I 'dxz+ d/ l... \.,Perllitunaan AspekAspel< = (alan (dyldx)3


11/22/2010Apa dan Mengapa Koreksi TerrainPerhitungan Reflektansi yang telah dilakukandengan menganggap semua piksel datarTergantung dari sdt normal dan aspek piksel sertasdt elevasi (zenith) dan azimuth matahariILUSTRASI POSISI MATAHARI DAN PIKSELzN..M:--pedo---Ketera_ngan :0 : TIIikpusalpbelZ : Posi&i-kU...----1'\N : Posisi_pbel.,..._ __-ILUSTRASI POSISI MATAHARI DAN PIKSELz------;,·_,i ; ').-}___ __0 Ta...---,.. ·-...-----­z ,_...._.,....___,__,....__,............................·~---~-......-·A_... loiN)•_,_. ZMlcoo( ..... ZH) + ~ ZM)w.( ..... ZH)coo(...UMZH),__a.. ZMadA (ZOM) = SO!U ~ m.an.i-.ZH •.....(ZON)•...U--(-1sa:t.t NZW = adJt AZB = a.d.lt .-.h piksel (~)- SldJI: aDrdh mmhlriRr=Koreksi TerrainRCostlyCos 9y =Cos es Cos 9p + Sin as Sin 9p Cos (~).p)R = ReflektansiRy = Refleldansl terkcxeksl terrain9p = slope piksel).p = aspek pikselj}OEMes = zen;th mataharil.s = Azimuth mataharij}HeaderRy=~sea-allKoreksi TerrainRCostlyCostly= Cos 9s Cos 9p +Sin 9s Sin 9p Cos (~).p)-).p=l..sCos (9~) ex Cos(~)-Cos~i - llp+est dan liclak -).p> )..salaJ).p< )..s - Cos loCos Sr "e Cos ~).pIn•__u • ~ " ..____ .._ .....::_;;.::::.;.~.~]=~=,_;:;:--·-.......--~-- --·----:~-~;:~===-- -~·:--=-!- ._Koreksi TerrainIe.-,.9s = azimuth mataharil..s = zenith matahari (90 -sun elevation)l.p : aspek pi


11/22/2010Koreksi TerrainRRr= Cos ~Koreksi TerrainC+ Cos es (Model NCAS)Rr =R C+Cos ~Sebelum di koreksiSetelah di koreksiSetelah di koreksiHasiNCASt~.' "'d..._ - -""' .:....- - -.1'. ·-- -~ .. '"~ eo. -~:s~it- -~-. ..~---c~~-•• ~'\.·~ ..... ~> - ~.\; ":'~. "·\.••. l - -.....' .~~IllC+ Cos es=R ---­C+ Cos erKoreksi TerrainINCASSamplingR = m cos(6r) + bC = blmdim ana,m: gradienb : titik potongMRVPersyaratan Intemasional (Kyoto Protocol,UNFCC) bahwa pengukuran Carbon(Carbon Accounting) termasukpengukuran perubahan luas hutan denganimderaja haruslah:• Measureable (terukur secara kuatitatif)• Repeatable (bila perhitungan di ulang olehorang lain akan mengeluarkan hasil yangsama)• Verifiable (dapat diperiksa, transparan)TERIMA KASIH5


11/22/2010KOREKSI TERRAIN:TEORI DAN IMPLEMENTASIOLEH:BAMBANG TRISAKTlI.BIBAGA PENERBANGAN DAN ANTARJKSA NASIONAL (LAPAN)KOREKSI TERRAINTUJUAN:0 Menghilangkan perbedaan nilai piksel yangdiakibatkan karena pengaruh posisi matahari oa~perbedaan ketinggian permukaan bumi {ter:a·0 Membuat daerah menjadi dianggap datanilai sa rna pada objek yang sa rna .HASIL:Nilai piksel yang (relatif) sama untuk opada berbagai kondisi ketinggian pe(terrain)lSI PRESENTASIPENJELASAN KOREKSI TERRAINOATA YANG DIPERLUKAN UNTUK KOREKSITERRAINCONTOH PERBEDAAN NILAI PIKSELKARENA TERRAIND£M (Zenith: 33", Azimuth 129") Otro (Zenith: 33", Azimuth 129")TAHAPAN KOREKSI TERRAIN;.. PERHITUNGAN COS(i);,. PERHITUNGAN KOEFISIEN C;. PELAKSANAAN KOREKSIUJlAN HASIL KOREKSIOH MANFAAT KOREKSI TERRAINCONTOH PERBEDAAN NILAI PIKSELKARENA TERRAIN. .OEM (Zen~h: 33°, Azimuth 129") Cotta (Zen~h: 33°, Azimuth 129")PENJELASANKOREKSI TERRAIN


11/22/2010CONTOH PERBEDAAN NILAI PIKSELKARENA TERRAINILUSTRASI POSISI MATAHARI DAN PIKSELz.. - NMr-,-:-.,.....-.· ....-/Keterangan :0 : Tat pusatpi


11/22/2010MENENTUKAN COS (i)z;T\ 11L--+-J,; : .Ni ' '\f ~BPersamaan segitiga bola:ASudut normal piksel (i) =busurMN =sudut(MON)Cco{busu' MN): Cos(busur ZM) Cos(busur ZN) + Sin(busur ZM) Sin(busur ZN) Cos(sudut MZN)DATA YANG DIPERLUKAUNTUK KOREKSI TERRAJ~- ZM = ...,.. (ZOM) = sudut zenith mataharia-ZN = ""'"'(ZON) = sudut -ngan pO< ...(-)Slllai&Nllll = 5Udut (AZB) = sudut erah piksa (espetl:)- 5Udutazimuth mataheriCc!ll! z Co!(zenithl Co!( slope! + S!nlzenithl Slnlalopel Co!IA!pek -Azimuth!ENENTUKAN KOEFISIEN PEMBATAS CKoreksi dengan C. - a!4¥'iCITRA TERKOREKSI SUDUT MATAHARIUntuk seluruh band,band 1-7Band berbasisreflektansi•-- --. -... _-,. - ~ ......~ ,l!"oeesen C = blmpotong sumbu yENTUKAN KOEFISIEN PEMBATAS CJ&# ! e-,c = blm=-:: IIi< potong sootJu y.,_C = blm= 34.8316429SUDUT MATAHARI PADA HEADER FILE:=-:::-=:::: • SA=azimuthmatahari::::=:::=::::: :::: SZ=zenithmatahari (90-sun elevation)... ,: .. _.a-_~··Dillliil•~ " a .-. ,. ..=-::-==-==~_...-..-~-CUJIIZ•O-:a.:Gt.-:cu.z-__.. 0~-.. -~_CU'III:ll:l•l _......_~-·------~-·------~-·-·-­ ~~-~·------._..-----.n~---~-~._._-__ ::::-::::__~--._......----·--- ______==::':..=--= ....=------­-~-~::......--~--:--=--~--


11/22/2010DIGITAL ELEVATION MODEL3500mPERHITUNGAN COS (i)Cos(i)=Cos(zenith) Cos(slope} +Sin( zenith) Sin( slope) Cos(Aspek- Az.."nutbJI Slope Piksel II Radian IOm1 Aspek Piksel 1 1 Radian 1Alpitrna.------CosI Sudut Zenith Matahari I I Radian :~I Sudut Azimuth Matahari f , Radian IASPEK DAN SLOPEALGORITMA COS (i)Cos(i) = Cos( zenith) Cos( slope) +Sin(zenith) Sin( slope)Cos(Aspek-Azimut'l)Korov,.rsi dera~ ~ radian(Sin(il *(44/(360*7)))*Sin(33.68*(44/(360*7)))*__..___ _J90' 0 361°361: datarCos((i2*(44/(360*7)))- (129.88*(44/(360*7)))))i1 = slope, i2 = aspekHasil disimpan sebagai IIIE 4 ByteReal (floating point)HASIL COS {i)APAN KOREKSI TERRAIN--u •u-.-eoa ....., ,,' Gi.....-. . 'r _ _[J ""'"' I ~~~~4,. PERHITUNGAN COS (i),. PERHITUNGAN KOEFISIEN C,. PELAKSANAAN KOREKSIOmi = 90", Cos (i) = 0-+ Cahaya matahari tidal


11/22/2010PERHITUNGAN KOEFISIEN CKoefisien C = blmKORELASI COS (i) DAN BANDCos(i) Band 1-7Dimana=m +bm Gradient, dan b : lilik potong sumbu YPersyaratan daerah sampling:-' Tutupan Ia han sejenis (misal hutan)-' Daerah dear (tidak ada awan dan haze, yang dapat dicek dengan RGBUJ)-' Pengambilan sampling di daerah berterrain-' Pengambilan sampling mewakili area yang dipengaruhi terrain (terangdan gelap)penpnbilan sampling periu:liG1I U3 ~ kondisi haze,DElol ~ kondisi terrain,S42 ~ tutupan lahan.Konversi 'JC(l. ASCI GtidPERHITUNGAN KOEFISIEN CEkstraksinilaidalamsamplingBand 1KORELASI COS (i) DAN BAND"., ,.251 • ·~ ." .....:ni -- ·-~15 I ... \7v:-=10 I • ·--- - · • • • •mempunyai nilai C tertentuHitungC0 ~--~----~--~--~------~----~OOOXI 01([[1 ODD O.:ntl O«UJ 050ll 08XIl 07(111 OIDD O!JDJCos(l)Trtik potong (b) =13.747C = blm.Gradient (m) = 4.422 c = 3.1Cu21 (band 1)GAMBILAN SAMPLINGCONTOH HASIL KOEFISIEN CUNTUK SETIAP BAND71.1788.6.5


11/22/2010PELAKSANAAN KOREKSI TERRAINCos (sz) + C )I ltt = ~,-' Cos(i) • cCONTOH HASIL TERRAIN UNTUKRGB542Betum terkontbiSudlh lert


11/22/2010PENGUJIAN SECARA STATISTIKKLASIFIKASI DUITAL BERBASIS CITRA LANDSAT MULTI SCENEDAN MULTI TEMPORALBelurnterkorel


dH:l8 uewn>t6ue~L NV~IdWVl


RANGKUMAN BCHP(BUKU CATATAN HARlAN PENELITI)PENGEMBANGAN METODE KOREKSIDATA LANDSAT MUL Tl TEMPORALUNTUK PENDETEKSIAN PERUBAHAN LIPUTAN LAHANSKALA NASIONALFOKUS BIDANG PRIORITAS: TEKNOLOGIINFORMASI DANKOMUNIKASIPeneliti Utama: Ora. Tatik Kartika, M.Si.LEMBAGA PENERBAUGAN DAN ANTARIKSA NASIONALJl. LAPAN No. 70 Pekayon, Pasar Rebo, Jakarta 13710Telp: 021 871 0786/Fax: 021 8722733/Email: tatikkartika@yahoo.com2010


Nom or BCHP : ...... ... .. ... ... ..... ...... ... ... .Catatan Kemajuan PenelitianBulan Februari 2010No I Hari/Tanaaal1 I Senin, 1/02/1009.00-16.002 I Selasa, 2/02/1009.00-16.003 I Rabu, 3/02/1 009.00-16.004 I Kamis, 4/02/1009.00-16.005 I Jum'at, 5/02/1009.00-16.00KEGIATAN I CATATAN KEMAJUANStudi Literatur " koreksi terrain" I Pengertian koreksi terraindari berbaaai sumberStudi Literatur " koreksi terrain" I Pengertian koreksi terraindari berbagai sumberRevisi ProoosalStudi Literatur " koreksi terrain" I Pengertian koreksi terraindari berbaaai sumberDiskusi dan presentasi1 Perbaikan proposalrooosalStudi Literatur " koreksi terrain" I Pengertian koreksiI~ ···~Menyama.kan koncllat ~--~pada chaON~ R.m.n-+ ~-Menghlangkan ~ ~ ._.. ~· lr.Of"'ccll;idi~,._Retlektafwl--+ ~7 Senin, 8/02/1009.00-16.008 Selasa, 9/02/1 009.00-16.00Rabu, 10/02/1009.00-16.00Kamis, 11/02/1009.00-16.00um'at, 12/02/1 09.00-16.00Proses koreksi terrain dgroaram INCASProses koreksi terrain dgprogram INCASlnventarisasi dataPemahaman proses koreksiterrain denaan oroaram INCASPemahaman proses koreksiterrain denaan oroaram INCASPemahaman proses koreksiterrain denaan oroaram INCASPemahaman proses koreksiterrain denaan oroaram INCASPemahaman proses koreksiterrain dengan program INCASI --·Proses koreksi terrain dgprogram INCA~Contoh proses koreksi terrain:1


.,.' --- ..... -- • •• l- ,l_l. ~ ""*. .-:4.......-~-;.,__ ....... ~ ...


fllo c.tl ..... ..-.o.-ttollooi.ollli~ ~~~===~-,:=.u-,u~i!::!~ ' ''~~~.~.,~.::, ..."'--l4. 1 t . ...,.,u- 11 .n~1 J."JWN4Jtt•-U 1 J.U77AIU1 U.l-n.6~7 J ... SIUt8l-.Jol ~ ll.~JOU~ U.O~n O ... U7UHU-u s n.uMOse..- u .uen500"J'J o.40N-5t-U I II.UUSOI'?Wi •• U7l03- O.U'?MlHSO=-~-~:-.!n.-::.91~1 1ll.l:ONI:fl5M-u z ,_...,..,u_ ,., _.,._nn J."JWN'IJ ..,-U J 1.Jl77121411 U.l"TNIMSI., J.-5ZIJMI~ 4 !u.uou,_ zii.G..-..oAn o.~nuuu-..s I JJ.U~ U.55eJJ§0071 0.-.sl~ 6 •. Z41Z50.-JOS 6 . 7!l'n(l!- 0.111"J951-uw_ot_lal-=.,==~'::.-:=•,_ 4 - 5 - •liOOU 24101101 GlrJ9:1S Utili 1 .. 5 IM:t5 Z_,l 1-5 1~16 I Jum'at, 19/02/1009.00-16.007 I Sen in, 22/02/1009.00-16.0018 I Selasa, 23/02/1 009.00-16.009 Rabu, 24/02/1009.00-16.00Proses koreksi terrain dgprogram INCASStudi LiteraturProses koreksi terrain dgprogram INCASStudi LiteraturProses koreksi terrain dgprogram INCASStudi LiteraturDiskusi Koreksi TerrainTllot C:OC .. UICI!UO._. toerC C.t-~ -1119 Tu Coo-u.eo: fCStM.Tllot t;on:r.te 111--."- -~rect.eol .._-· ~ .,.,_- ~- ~- IZ:U:s:J, -.., SI.,/ZOtlt.Data yang telah dikoreksi terraiTeori segitiga bola untukmemahami algoritma koreksiterrainData yang telah dikoreksiTeori segitiga bola untumemahami algoritma koreksiterrainData yang telah dikoreksi terrain:Teori segitiga bola untukmemahami algoritma koreksiterrain(dari berbagai sumber)- koreksi terrain yaitu suatuproses untuk meminimalisirefek bayangan dankelengkungan karenaperbedaan ketinggian mukabumi, sehingga efektifdigunakan di daerah yangbergunung-gunung.- Beda antara data hasil koreksiterrain (kanan) dan yang tidakdikoreksi terrainlnventarisir nilai TCC


09.00-16.00 terrainRapat terkait Riset lnsentifDIKNASMembuat rencana BukuCatatan Harian PenelitianRekab BCHP Bulan FebruariterrainDi LAP AN PusatNo. BCHP: .......................Catatan Kemajuan PenelitianBulan : FebruariNo. Hari/ Kegiatan CatauTa!!_gg_alKemajln/a n/a n/a Ilia---.--I~[i ~ ~:IIII!omor BCHP: ............ ...... ..... ............Catatan Kemajuan PenelitianBulan Maret 2010Senin, 1/03/10 I Proses koreksi terrain dg I Data yang telah dikoreksi terrain.09.00-16.00 program INCASMemahami formula untuk nilai croo.·Selasa, 2/03/10.00-16.00J 3/03/1016.00Proses koreksi terrain dgprogram INCASMemahami formula untuk nilai cDiskusi masalah koefisien padakoreksi terrainMemahami formula untuk nilai cProses koreksi terrain dgprogram INCASMemahami formula untuk nilai cProses koreksi terrain dgprogram INCASMemahami formula untuk nilai cData yang telah dikoreksi terrain:Nilai c sebaaai oembatasPemahaman koefisien pada koreksi terrainNilai c sebaaai oembatasData yang telah dikoreksi terrain:Nilai c sebaaai pembatasData yang telah dikoreksi terrain:. .R7•RCos tJrSebekM'n dt korek.slSetalah di koreksi4


789Selasa, 9/03/1009.00-16.00Rabu, 10/03/1009.00-16.00Kamis, 11/03/1009.00-16.00Proses koreksi terrain dgprogram INCASMemahami formula untuk nilai cProses koreksi terrain dgprogram INCASMemahami formula untuk nilai cProses koreksi terrain dgprogram INCASPemahaman algoritmaData yang telah dikoreksi terrain:Data yang telah dikoreksi terrain:Data yang telah dikoreksi terrain:Contoh data yg diperlukan algonrn~o~ INCAS: data.;d=a::..:ri....:.h.:.: e:..::a:..::de:..:::.:.. .-------:lll\)10"".;Y.4""""l~/t .,, ....... ..._. · ~~~-..-·--GUll-~-­._.,.-GUll-~· .....!lllel-& ·--~-~-­coil~~ ClWIGil-.::=::=::=::::•· .._-..-calli-~-·._-..-5.LIII-~-·._-.. -----cou.-~-.-calli-~-·__,-..---a...a- •.._-,.,-......-~-·ita ~ ~ IZI. WIBS3-~---~gnpwr.-r-.......,.... tatllli-.....a ·~..-..~---­S'tUPD5 ~ • =-­~--.--~~-~-­~--..-­~-._,._..~-----­~---­~-_...._..~------... m5-=-10 I Jum'at, 12/03/1009.00-16.00Proses koreksi terrain dgprogram INCASPemahaman algoritmaData yang telah dikoreksi terrain:Contoh data yang diperlukan algoritmayang diperoleh dari OEM- ISenin, 15/03/109.00-16.00Rabu, 17/03/1009.00-16.00am is, 18/03/10.00-16.00'at, 19/03/1 00-1 6.00::,,, Selasa, 23/03/1 016.00. 24/03/1016.00I Proses koreksi terrain dgprogram INCASPemahaman al oritmaProses koreksi terrain dgprogram INCASPemahaman al oritmaProses koreksi terrain dgprogram INCASPemahaman al oritmaProses koreksi terrain dgprogram INCASPemahaman algoritmaProses koreksi terrain dgprogram INCASPemahaman -alDiskusi hasil mengenai koeksiterrain, Pemahaman algoritmaProses koreksi terrain dgI Data yang telah dikoreksi terrain:Path/Row 1 04065_030901 selesaiI Data yang telah dikoreksi terrain:I Data yang telah dikoreksi terrain:I Data yang telah dikoreksi terrain:I Data yang telah dikoreksi terrain:I Data yang telah dikoreksi terrain:Path/Row 1 05064_130308 selesaiI Data yang telah dikoreksi terrain:


18 I Kamis, 25/03/1 0 I Proses koreksi terrain dg09.00-16.00 program INCASPemahaman al oritma19 I Jum'at, 26/03/10 I Proses koreksi terrain dg09.00-16.00 program INCASPemahaman algoritma koreksiterrainI Data yang telah dikoreksi terraiData yang telah dikoreksilnadvnu-~zzr ------ I - • ,A8~·~~~=~Z:.,~~ZIIIISoa(IIIIMZN)COI(II*liWI)DirNra:Sus. ZM = stJdti (Zct.l = stJdti Z!rCl mu/lari8usa. ZH = sudti (Za.; = sudl.taratl plsel (aspek)- sud\Jt azimuth matahariKeterangan:0 : Titik pusat pikselZMNAPosisi tegak lurus matahari-bumi (sudutzenith o•)Posiis matahaari pada sudut zenithtertentuPosisi normal piksel (tegak lurus terhadappiksel)Posisi matahari pada sudut azimuthtertentu2 Sen in, 29/03/1009.00-16.00Selasa, 30/03/1009.00-16.00Rabu, 31/03/1009.00-16.00Proses koreksi terrain dgprogram INCASPemahaman alaoritmaProses koreksi terrain dgprogram INCASPemahaman alaoritmaProses koreksi terrain dgprogram INCASlnventarisir nilai TCCBPosisi piksel pada nilai aspek (sudutazimuth piksel) tertentuData yang telah dikoreksi terrain:Data yang -tetah dikoreksi terrain:Path/Row 115065 _11 0998 selesaiData yang telah dikoreksi terrain:6


Rekab BCHP bulan Feb-Maret2010. ........ ·-~...............:..-..... ~.... .. .•:-.•.. ~ .............. ~ ..::_-4 .... :..-• . ~-- ..!....... ·-~~ ... .. --~t~ i~g~~~ ~,~g !.~~~~;~~ ~i~~~~ r~ f:-~1~~~~ ~~~~;~ f~~~~ ~~!~~ ~f§~'"'_.:::...... ~~ IIIGIII==Iiill~rNomor BCHP: .. .. ......... .. ........ .. ......... .Catatan Kemajuan PenelitianBulan April-20101No Hari/Tanggal KEGIATAN1 Kamis, 01/04/10 Diskusi interval koefisien c - TCC10.00-14.00Proses koreksi terrain dg program'INCAS2 Senin, 05/04/10 Proses koreksi terrain dg program09.00-16.00 INCASPenerapan interval nilai TCClitanpa sampling. 3 Selasa, 06/04/10 Proses koreksi terrain dg program09.00-16.00 INCASPenerapan interval nilai TCCtanpa sampling4 Rabu, 07/04/10 Proses koreksi terrain dg programI09.00-16.00 INCASPenerapan interval nilai TCCtanpa sampli~ .CATATAN KEMAJUANPlot data TCC dari hasil INCAS untuksetiap bandRANGE'111 (2) 1131 I 41 (5] I l 6 I [7] [8] 119181 1.0 2.0 3.0 4.0 6.0 7.0 8.0 9.062 1.0 1.5 2.0 2.5 r 3.5 4.0 4.5 5.063 0.4 0.8 1.2 1.6 2.4 2.8 3.2 3.684 0.4 0.5 0.6 0.7 : ~ r: 0.9 1.0 1.1 1.285 0.4 0.5 0.6 0.7 0.8 0.9 1.0 1.1 11.287 0.5 0.7 0.9 1.1 13 1.5 1.7 ) 1.9 12.1 'Data yang telah dikoreksi terrain:Data yang telah dikoreksi terrain:. .Data yang telah dikoreksi terrain.


5 I Kamis, 08/04/1 0 I Proses koreksi terrain dg program09.00-16.00 INCASPenerapan interval nilai TCCtanoa sam6 I Jum'at, 09/04/10 I Proses koreksi terrain dg program09.00-16.00 INCASPenerapan interval nilai TCCData yang telah dikoreksiPath/Row 112064_0807 I Senin, 12/04/1009.00-16.00Penerapan interval nilai TCCtanpa samplingHasil berdasarkan interval nilai TCC8 I Selasa, 13/04/10 J Proses koreksi terrain dg program I Data yang telah dikoreksi terrain:09.00-16.00 INCASPenerapan interval nilai TCC9 I Rabu, 14/04/1009.00-16.00Data yang telah dikoreksi terrain:10 I Kamis, 15/04/1009.00-16.00Data vang telah dikoreksi terrain:Jum'at, 16/04/1009.00-14.00Menurunkan algoritma koreksi terrainRH = RT (Cos(sz) +c) I (Cos(sz) Cos(ps)+ Sin(sz) Sin(ps) Cos(pa- sa)+c)c =b/mmerupakan rasio antara titik potong dan·en dari persamaan regresi=m Cos(i)- b8


09.00-16.00 I INCASMemahami al oritma13 I Selasa, 20/04/1 0 Proses koreksi terrain dg program09.00-16.00 INCASMemahami al oritma14 I Rabu, 21/04/10 I Proses koreksi terrain dg program09.00-16.00 INCASMemahami al oritma15 I Kamis, 22/04/10 Proses koreksi terrain dg program09.00-16.00 INCASMemahami al oritma16 I Jum'at, 23/04/10 Proses koreksi terrain dg program09.00-16.00 INCASMemahami al oritma17 I Sen in, 26/04/10 Proses koreksi terrain dg program09.00-16.00 INCASMemahami al oritma18 I Selasa, 27/04/1 0 Diskusi masalah koreksi terrain10.00-14.00I Path/Row 112064_080701 selesaiData yang telah dikqreksi terrain:Data yang telah dikoreksi terrain :Data yang telah dikoreksi terrain:Data yang telah dikoreksi terra;; ·· -­>c 1'" •!:/:;


~IGI~fil~~~~~ .....Nom or BCHP : ... ... .. ... ...... ... .... ..... .... . .Catatan Kemajuan PenelitianBulan Mei 20101 I Sen in, 03/05/10 I Proses koreksi terrain dg program09.00-16.00 INCASMemahami bentuk plot antara Rterrain dan sun2 I Selasa, 04/05/1 0 Proses koreksi terrain dg program09.00-16.00 INCASMemahami bentuk plot antara Rterrain dan sun3 Rabu, 05/05/10 Proses koreksi terrain dg program09.00-16.00 INCASMemahami bentuk plot antara Rterrain dan sun4 I Kamis, 06/05/10 Proses koreksi terrain dg program09.00-16.00 INCASMemahami bentuk plot antara Rterrain dan sun5 I Jum'at, 07/05/10 I Diskusi rencana tim09.00-16.006 I Senin, 10/05/10 Proses koreksi terrain dg program09.00-16.00 INCAS7 I Selasa, 11/05/10 Proses koreksi terrain dg program09.00-16.00 INCASData yang telah dikoreksi terrain:Path/Row 11 2064_240803 selesaiData yang telah dikoreksi terrain:Pembagian tugasData yang telah dikoreksi terrain:Data yang telah dikoreksi terrain:Penerapan interval nilai TCCdengan sampling:!!OWl3 Rabu , 12/05/1009.00-16.00;: Jum'at, 14/05/1 009.00-16.00Proses koreksi terrain dg program I Data yang telah dikoreksi terrain:INCASMemahami Penerapan intervalnilai TCC dData yang telah dikoreksi terrain:Path/Row 127060_01 0900 selesaiMemahanilai TCC10


10 I Senin, 17/05/1009.00-16.0011 I Selasa, 18/05/1 009.00-16.0012 I Rabu, 19/05/1009.00-16.0013 I Kamis, 20/05/1 009.00-16.00Proses koreksi terrain dg program I Data yang telah dikoreksi terrain:INCASMemahami Penerapan intervalnilai TCCData yang telah dikoreksi terrain:Memahami Penerapan intervalnilai TCC denaan samProses koreksi terrain dg program I Data yang telah dikoreksi terraiINCASMemahami Penerapan intervalnilai TCC denaan sam ··Proses koreksi terrain dg program I Data yang telah dikoreksiINCASMemahami Penerapan intervalnilai TCC dengan sampling14 I Jum'at, 21/05/1009.00-16.0015 I Senin, 24/05/1009.00-16.0016 I Selasa, 25/05/1009.00-16.00Proses koreksi terrain dg programINCASMemahami Penerapan intervalnilai TCC denaan samProses koreksi terrain dg programINCASMemahami Penerapan intervalnilai TCCMemahami Penerapan intervalnilai TCC dengan samplingData yang telah dikoreksi terrain:Path/Row 127060_030406 selesaiData yang telah dikoreksi terrain:Data yang telah dikoreksi terrain."' ~Rabu, 26/05/1009.00-16.00·a Kamis, 27/05/1009.00-16.0049 Senin, 31 /05/1009.00-16.00I Proses koreksi terrain dg program I Data vana'telah dikoreksi terrain:INCASMemahami Penerapan intervalnilai TCC deProses koreksi terrain dg program I Data yang telah dikoreksi terrain:INCAS#Memahami Penerapan intervalnilai TCC den an samProses koreksi terrain dg program · Data yang telah dikoreksi terrain:INCAS.Path/Row 127060_240706 selesai11


Rekab BCHP bulan Feb-mei 2010Nom or BCHP : ....................... ..... ...... .Catatan Kemajuan PenelitianBulan Juni 20101 I Selasa, 01/06/10 I Proses koreksi terrain dg09.00-16.00 program INCASPenentuan c bedasarkaninterval2 I Rabu, 02/06/10 Proses koreksi terrain dg09.00-16.00 program INCASPenentuan c bedasarkaninterval3 I Kamis, 03/06/1 0 Proses koreksi terrain dg09.00-16.00 program INCASPenentuan c bedasarkaninterval4 I Jum'at, 04/06/10 Proses koreksi terrain dg09.00-16.00 program INCASPenentuan c bedasarkaninterval5 I Senin, 07/06/10 Proses koreksi terrain dg09.00-16.00 program INCASalPenentuan c bedasarkanintervalData yang telah dikoreksiData yang telah dikoreksi terrain:Data yang telah dikoreksi terrain:6Selasa, 08/06/1009.00-16.00Rabu, 09/06/1009.00-16.00Kamis, 10/06/1009.00-16.00Proses koreksi terrain dgprogram INCASKajian mengenai sudutmatahariDiskusi terraitlKajian mematahariData yang telah dikoreksi terrain:Path/Row 127060_260400 selesaiPencarian perangkat lunak penghitungsudut elevasi matahari ( Sun Calculator)Mencoba metode dengan mengambilL


09.00-16.00 I Kajian mengenai sudutmatahari1 I Selasa, 15/06/10 I Proses koreksi terrain dg09.00-16.00 program INCAS2 I Rabu, 16/06/1009.00-16.003 I Kamis, 17/06/1009.00-16.004 I Jum'at, 18/06/1009.00-16.005 ; Senin, 21/06/1009.00-16.00Kajian mengenai sudutmatahariKajian mengenai sudutmatahariKajian mengenai sudutmatahariKajian mengenai sudutmatahariMempersiapkan bahan danpower point untuk presentasiPengunduhan software ~atellite AntennaAlignmentData yang telah dikoreksi terrain:Path/Row 127061_240706 selesaiPengunduhan software Satellite AntennaAlignmentPengunduhanNOAA Solar Calculations day.xlsPengunduhanNOAA Solar Calculations _year.xlsPenghitungan sudut zenit matahari dataLandsat 5 path/row 122/065 tanggal 23Mei 20086 Selasa, 22/06/1009.00-16.0017 1 Rabu, 23/06/1009.00-16.00... 8 Kamis, 24/06/1009.00-16.00Jum'at, 25/06/1009.00-16.00Proses koreksi terrain dgprogram INCASKajian mengenai sudutmatahariMempersiapkan bahanresentasiEvaluasi Presentasi RIK Diknasdi PusbangjaKajian mengenai sudutmatahariMempersiapkan bahanresentasiKajian mengenai sudutmatahariMempersiapkan bahanpresentasiKajian mengenai sudutmatahariMempersiapkan bahanpresentasiRapat timSenin, 28/06/109.00-16.00Selasa, 29/06/10 I Presentasi di LAPAN Pusat9.00-16.00,Data yang telah dikoreksi terrain:Path/Row 127061_290106 selesaiPenghitungan sudut zenit matahariPresentasi dengan catatan beberapa pointharus ditambahkanPenghitungan sudut zenit matahariPenghitungan sudut zenit matahariPenghitungan sudut zenit matahariPersiapah untuk presentasi di LAPANPus at13


.......22 I Rabu, 30/06/1009.00-16.00Survei lapangan diganti menjaditraining koreksi terrainTahap pengujjan, cukup denganmembandingkan hasil klasifikasiantara data yg telah dikoreksiterrain dan yang belumKoreksi terrain dengan program I Path/Row 123061_300906 selesaiINCASKoreksi terrain dengan programINCASRekab BCHP TimNomor BCHP : ...... ........ .... ................ .Catatan Kemajuan PenelitianBulan Juli 2010No123456IHari/Tan al KEGIATANKamis, 01/07/10 Rapat tim09.00-16.00I Jum'at, 02/07/10 llnventarisir data09.00-16.00I Senin, 05/07/10 I lnventarisir data09.00-16.00I Selasa, 06/07/10 I lnventarisir data09.00-16.00I Rabu, 07/07/10 1 Rapat tim09.00-16.00I Kamis, 08/07/10 I Koreksi terrain dengan program09.00-16.00 INCASKajian mengenai sudut matahariJum'at, 09/07/1009.00-16.00Kajian mengenai sudut matahariCATAlAN KEMAJUANData yang berterrain dan tidakData yang berterrain dan tidakDiskusi mengenai tambahan data yangakan diaunakanPath/Row 124064_050701 selesai- ..... ...... ..... - ... ... • :... ........-.. . ... ' -.11.~ ·_, ~-~- :.:.:~ .. ::- J.r h--- __ ...,__ ...,__ - ..,..., ...- - _------ ..__-- ..._- .... - - --~- .....--- .,..__--,.·- ___..,._ _....,. __ --....- ... ........... --··- ____ .._ ·---..-.--- ....- ....--.t~----...--~-Wololl--..·- ---.... .__.._ -..---- ----..---~ ..___,._ ...----.._ __.._______ ....__"___ ~---;; ~;~- ~=~--F§- : ;~- =-~~~__--··- ·---~~ -·-- u.-___ '-- ___ .._,_.__..__,......._...------·-----~-.....--....-~-~ ....__..,....._.__ - .....·--~~ ..- ................ .._..___ -....__..___.., __ --....·--------.~------~--~---_..__ ._ .............. --~::::~= · =-=~:::::,=::::::;:::::: =~== ".:!:::::.___....__ ........ ---~ -----·-----~ "1~ ·-::: ~§ ~; -- -~;g;§t~§~--r:-_.o- ...- ·-""\..--w---.---~~~·-::-~··.:.. ..... :t" ,.,_ "i. ·.- trn:·.=:.:.:. ---.·- ----··- - --~---- ......... --.. .----.- -- • ~ • • ~ .......-·- . ... "'I~a.-do.~loWAIIIMG& ...- = .-~~~==~= ::::::: ._....._ =!::; :=::': ,. =:::: _____ :::::.:·"-- -... ............... ______ ... ---1-~- ~===== ==~==:=:.:::;:::::::::=:::::: ·lU'- ~- ·--· ~=:== __ ..-____ :::~==:=:::;:====1...__.... .._ ___ ... "" ______...__ ..__..._-·------ == ==:= ===~==-=====.. . . . . . . ... .. . .. .,_._ ·--- .. - --·-.. --- .... .-...... _,..~ ..... ..... ---·- -------~-- ... -----~§~ ~-~ ~ \ ~~--~=~]-~~~~~ ·~1


09.00-16.009 I Selasa, 13/07/10 I Rapat tim09.00-16.001 0 I Rabu, 14/07/1 0 I Kajian mengenai sudut matahari09.00-16.0011Kamis, 15/07/1009.00-16.00Koreksi terrain dengan programINCASKajian mengenai sudut matahariDiskusi hasil...,.,....._ ___ __:-.=.i .!..:.!. "-~-..........---..."""- - --- -........,.,...\IIIII ~ ... --.....~........_- - - ~_,_..r--::~ 00:0/--=-:::.-~ '='-==-·..-":'-':!... ;:-~~........._ == ==- ======:::!::::::::=:::: ::::::::::::::::::::i. =.'::!.~ = = =::= :::.:~=====:=.:=::::::: CXJ = = =.::= :::::::::::::::::·.::=::::~... . .. ~ ~ -··- __ _,~._____ ill ___ __-~=-- '-: = == ... - == --- ==== _.,_ -..uv-·-·-=============~...... _,,__, __ .._.... --~·- -l,al


181920Senin, 26/07/1009.00-16.00Selasa, 27/07/1009.00-16.00Rabu, 28/07/1009.00-16.00Mempersiapkan laporan danBCHPMempersiapkan laporan danBCHPMempersiapkan laporan danBCHPMemperbaiki laporan Februari - Juli danrekab BCHPMemperbaiki lapor.an Februari - Juli danrekab BCHP- • •· .. - -1' ~ ~~ -~ .- ~ Al~ H ~-..-- .....,. ;I.~• J • ... " . ....... _.. • • ... .• - - -· ·- - - - ';;:' - ,.._ -2122Kamis, 29/07/1 009.00-16.00Jum'at, 30/07/1009.00-16.00Mempersiapkan laporanPertemuan dan diskusi dengantim lainMempersiapkan laporan-Memperbanyak, menjilid laporanPertemuan dan diskusi dengan tim lainMemperbanyak, menjilid laporanNomor BCHP : .......... ...... ...... ..... ....... .Catatan Kemajuan PenelitianBulan Agustus 20103 I Rabu, 4/08/1009.00-16.004 I Kamis, 5/08/1009.00-16.00- Pertemuan: Merencanakantr::aininn koreksi terrainProses koreksi terrain denganpengambilan sampling danmembuat modProses koreksi terrain denganpengambilan sampling danmembuat moduProses koreksi terrain denganpengambilan sampling danmembuat modulnya- Pembagian tugasDipelajariDipelajari. .16


5 I Jum'at, 6/08/1 009.00-16.007 I Senin, 9/08/1 009.00-16.008 Selasa, 10/08/1009.00-16.009 I Rabu, 11/08/1009.00-16.00j Proses koreksi terrain denganpengambilan sampling danmembuat moduProses koreksi terrain denganpengambilan sampling danmembuat modulnMenentukan c optimum (plotdata), inventarisir nilai TCCMenentukan c optimum (plotdata).Penyelesaian prosesPenyelesaian prosestarra..1.DCorrec:~ 3-rotsc->es 1.-- utost vo1N u ,:l!,baDIU4 1 3 -~ %3 . :J977344n2~


11 I Jum'at, 13/08/1009.00-16.00Proses koreksi terrain denganpengambilan sampling coptimum12 I Senin, 16/08/1009.00-16.00Proses koreksi terrain denganpengambilan sampling coptimum14 I Rabu, 18/08/1009.00-16.0015 I Kamis, 19/08/1 009.00-16.0016 I Jum'at, 20/08/1009.00-16.0017 I Senin, 23/08/1009.00-16.008 I Selasa, 24/08/1009.00-16.00Rabu, 25/08/1009.00-16.00Kamis, 26/08/1009.00-1 6.00I Proses koreksi terrain denganpengambilan sampling coptimumPengujian hasilPengujian hasilPembuatan modulPembuatan mod~Pembuatan modulUji coba rrI Dilakukan secara kualitas dankuantitas, samil dibuat modulX - - - -· J-Dilakukan secara kualitas dankuantitasDilakukan se~ara kualitas dankuantitasModul koreksi terrain untuk dataLandsat dengan c optimum melaluitrainin samModul koreksi terrain untuk dataLandsat dengan c optimum melaluitrainin samModul koreksi terrain untuk dataLandsat dengan c optimum melaluitraiPerlu perbaikan


IIIliJum'at, 27/08/1009.00-16.00Senin, 29/08/1009.00-16.00Selasa, 30/08/1009.00-16.00Uji coba modulUji coba modulRekab BCHP Bulan FebruariPerlu perbaikanPerlu perbaikanLaporan BCHPomor BCHP: .................. ................ .Catatan Kemajuan PenelitianBulan September 2010No I HarifTanggal1 I Rabu, 01/09/1009.00-16.002 I Kamis,02/09/1 009.00-16.003 I Jum'at,03/09/1009.00-16.004 I Sen in, 06/09/1009.00-16.005 I Selasa, 07/09/1009.00-16.006 I Rabu, 08/09/1009.00-16.00KEGIATANlnventarisasi data danmemplotnya- Analisis data berdasarkanlokasi- Analisis data berdasarkanmusrm- Pembagian tugas- Proses dan analisis dataProses dan analisis dataProses dan analisis dataProses dan analisis dataCATATAN KEMAJUAHDipilih data yang clear dan berterraTidak ada korelasi antara data mus·""'dan lokasiProses data sesuai modulProses data sesuai modulProses data sesuai modulProses data sesuai modul7 I Kamis, 09/09/10 LIBUR CUTI BERSAMA09.00-16.008 I Jum'at, 10/09/10HARI RAY A IDUL FITRi09.00-16.009 I Senin, 13/09/10LIBUR CUTI BERSAMA09.00-16.0010 I Selasa, 14/09/1 0 Rekab hasil09.00-16.0011 11 Rabu, 15/09/1009.00-16.00• 2 Kamis, 16/09/1 009.00-16.00i 3 Jum'at, 17/09/1009.00-16.00Rekab hasillnventarisir data -pass INCAS'-' ........Bfl= (,a w- F.-tcs ra ~o-· s-m ~ ::=:·XII9.A_ _J;lUI:_po:MS'f:WIIRll'tMIIIfll#*t-.,_, X .J· J tllllll:f'EG 1 1Tt.tsl~jHOWIDJICM-wAJ


. . .. ...~- "'14 Sen in, 20/09/10( ., '~ ,, i; ... --09.00-16.00 !I ,• ••. - --:--c- I ~ - - - ---'1; ~ ···- -~ _.·.~- . . ' - .F- IS ' ~ 17- .I... . .-1'-->r-. .,_,; ---=--...: ~ l --- - ---r .Gombar·-·-25 Koelis1en c dijillll berdas:oklll 1Tll5lll MAll!81- ...f "'- II ,•...... -l -- ~ .... - ........- J:·. . ; • •· w ,.••~l. - .. -: -r= _13--- . ~' ~ ,.: ~ --i' '-- -·r .,_-".:- ·.s '>--..~ -- 1715 Selasa, 21/09/10 Diskusi: Membahas Perlu pengkajan lebih lanjut mengenai c09.00-16.00 metode=metode yang sudah optimumdikaii16 Rabu, 22/09/1009.00-16.0017 Kamis, 23/09/10 Plot __....... .... - .-a-~-- 09.00-16.00' "/:/ :/./- ·-J~ - * - - • -......... ·• ......···-- -- -...........-~ .~ .. ,I·~-~~ :· -- .. --. .. .. - - ' . - - - .. - - --.. ·-- ....... ........._:/ :/ _I..... ..- .... - - -~ """I,,. . I 'I . ,18 Jum'at, 24/09/10 Diskusi: metode yang akan09.00-16.00 disosialisasikan9 Senin, 27/09/10 Proses koreksi terrain dg Data yang telah dikoreksi terrain:09.00-16.00 program INCASPemahaman algoritma . .20 Selasa, 28/09/10 Proses koreksi terrain dg Data yang telah dikoreksi terrain:09.00-16.00 program INCAS Path/Row 115065 _11 0998 selesaiPemahaman algoritma21 Rabu, 29/09/1009.00-16.0022 Kamis, 30/09/10 - Pertemuan: P~rsiapan traniing - Pembagian tugas09.00-16.00 - Rekab BCHP bulan Agustus - - Laporan BCHPI September 2010 ---/_Q


Nomor BCHP : ............. .. ................... .Catatan Kemajuan PenelitianBulan Oktober 20101 I Jum'at, 01/10/10 1 Persia pan acara sosialisasi09.00-16.002 I Senin, 04/10/10 I Persiapan acara sosialisasi09.00-16.003 I Selasa, 05/10/10 I Membagi tugas09.00-16.004 I Rabu, 09/10/10 Membagi tugas09.00-16.005 I Kamis, 07/1 0/1 0 ~- Diskusi dengan nara sumber09.00-16.00 mengenai rencana sosialisasi- Membagi tugas-sesuai modeMasing-masing penetugas koreksi den


13 I Rabu, 20/1 0/1 009.00-16.00Sosialisasi: Bimtek KoreksiTerrain untuk Data Landsat14 I Kamis, 21/10/1009.00-16.0015 I Jum'at, 22/10/1009.00-16.0016 I Senin, 25/10/1009.00-16.00Selasa, 26/10/1009.00-16.00Rabu, 27/1 0/1 009.00-16.00Kamis, 28/1 0/1 009.00-16.00Mempersiapkan laporan danBCHP- Peretemuan: Evaluasisosialisasi- Membuat laporan sosialisasi- Membuat laporan sosialisasi- Mempersiapkan laporan danBCHPMempersiapkan laporan danBCHP- Membuat laporan akhir- Membuat bahan presentasi- Membuat laporan akhir- Membuat bahan presentasiMemperbaiki laporan Februari -dan rekab BCHP- lnventarisisr saran-saran yamasuknnrn sosialisasi- Laporan sosialisasi- BCHP Bulan OktoberBCHP Bulan Oktober- Laporan akhir (draft)- bahan-bahan presentasi (sementara)- Laporan akhir (draft)- bahan-bahan presentasi (sementara)Jum'at, 29/10/1009.00-16.00- Membuat laporan akhir- Membuat bahan presentasi- Rekab BCHP Tim (agustus-Oktober)- Laporan akhir (draft)- bahan-bahan presentas- BCHP:a1~-1ill -- -I~I:::=-=,.,


Nomor BCHP : ................ .. ....... ... .... .. .Catalan Kemajuan PenelitianBulan November 2010No I Hari/Tanaaal I KEGIATAN1 I Senin, 01/11/10 I - Presentasi di Pusbangja09.00-16.00CATATAN KEMAJUAN23Selasa, 02/11/1009.00-16.00Rabu, 03/11/1009.00-16.00- Diskusi hasilDiskusi hasil dan perbaikanbahan oresentasiPresentasi intern di LAPAN Pusat456Kamis, 04/11/1 009.00-16.00Jum'at, 05/11/1009.00-16.00Senin, 08/11/1009.00-16.00Membuat laporan akhir- Revisi laporan akhir- inventarisir hasil- Revisi laporan akhir- inventarisir hasilI Selasa, 09/11/10 ~- Revisi laporan akhir09.00-16.00 - inventarisir hasil8 I Rabu, 10/11/109.00-16.00- Revisi laporan akhir- inventarisir hasil- Revisi laporan akhir- inventarisir hasil- Pertemuan tia-1- Revisi laporan akhir- inventarisir hasilBerdasarkan masukkan narasumber, bentuk laporan disesuaikandenaan oroaramnva- Laporan akhir (semnetara)- lnventarisisr: bahan laporan, hasilpenauiian data landsat- Laporan akhir (semnetara)- lnventarisisr: bahan laporan, hasilpenauiian data landsat- Laporan akhir (semnetara)- lnventarisisr: bahan laporan,hasil oenauiian data landsat- Laporan akhir (semnetara)- lnvenfari'sisr: bahan laporan, hasilpenauiian data landsat- Laporan akhir (semnetara)- lnventarisisr: bahan laporan, hasilnauiian data landsat- Membagi tugas pembuatanlaooran akhir- Laporan akhir (semnetara)- lnventarisisr: bahan laporan, hasilnauiian data landsataporan akhir (semnetara)- lnventarisisr: bahan laporan,""'


13 I Kamis, 18/11/10 - Mencetak laporan - Laporan akhir09.00-16.00 - Memeriksa hasil rintout -Men anti lembar pna salah14 I Jum'at, 19/11/10 - Pertemuan Tim - Diskusi masalah hasil09.00-16.00 - Mencetak laporan - Laporan akhir- Memeriksa hasil orintout - Menaaanti lembar vana salah15 I Senin, 22/11/10 Mencetak dan jilid laporan akhir09.00-16.00Jakarta, 22 November 2010MengetahuiPeneliti Utama~~ ~Jr. Arum Tjahjaningsih, M.Si.Ora. Tatik Kartika, M.Si.,_4

More magazines by this user
Similar magazines