Riset: Kesetaraan Gender (II) - UNDP

undp.or.id

Riset: Kesetaraan Gender (II) - UNDP

SCHOOL FOR BROADCAST MEDIAE DISI 230 MARET 2007NewsletterCentreofExcellenceDAFTAR ISIRiset: Kesetaraan Gender (II)Oleh: Tyrone Cloyd Baltimore, MDSebagai latar belakang, ada dua artikeldari Jurnal Konseling Psikologi yang akandidiskusikan. Pertama, artikel "KonflikPeran Gender Pria dan Penggunaan PertahananPsikologis" oleh James R. Mahilik,Robert J. Cournoyer, William DeFranc,Marcus Cherry, dan Jeffrey M. Napolitanoyang meneliti bagaimana para pria bergauldan bagaimana pergaulan mereka tersebutberdampak pada respon mereka dalam situasiyang genting. Secara khusus, para peneliti inimencoba untuk menentukan apakah adahubungan antara stereotip peranmacho pria dengan mekanismepertahanan psikologis.Ada sekitar seratus lima belaspartisipan yang terlibat dalampenelitian ini dan semuanya adalahpria. Beberapa di antaranya adalahmahasiswa sementara yang lainberasal dari berbagai kelompok dan organisasi,ada juga yang dari kelompok gereja.Rata-rata usia para partisipan ini berkisarantara 26 hingga 45 tahun dan berasal darilatar belakang budaya yang berbeda-bedatetapi mayoritas dari mereka adalah berkulitputih.Para partisipan pertama diminta untukmenyelesaikan Skala Konflik Peran. Skala inimengukur sukses, kekuatan dan kompetisi;sisi emosional yang tertutup; penunjukanrasa kasih sayang yang tertutup di antarapara pria; dan konflik di antara pekerjaandan hubungan keluarga. Daftar MekanismePertahanan Diri mengukur lima kluster pertahanandiri yaitu: mengalihkan perhatian,proyeksi, keteguhan pada prinsip, menolakperasaan pribadi, dan pembalikan fakta.Para partisipan membaca sepuluh ceritasingkat yang menjelaskan hubungan antarpersonal dan melibatkan beberapa tingkatkonflik. Setiap cerita diikuti oleh empat pertanyaan.Pertanyaan-pertanyaan tersebutmeminta para partisipan untuk berpikir bagaimanamereka akan bereaksi dalam situasiyang digambarkan oleh cerita-cerita tersebut.Hasilnya menunjukkan bahwa konflik perangender; doc. istimewagender memang terlibat dalam pertahanandiri psikologis. Semua faktor konflik perangender menjadi model dalam analisis tersebutmemang secara signifikan berhubungan denganpertahanan diri tidak dewasa.Artikel kedua, "Persepsi HubunganOrangtua-Anak dan Konflik Peran MaskulinPria Berpendidikan" oleh Ann R. Fischer danGlenn E. Good meneliti hubungan antarastress/konflik peran gender pria dan pemahamankualitas hubungan pria dengan orangtua.Para partisipan di studi ini pertamadiminta menyelesaikanSkala Konflik Peran yang mengukurtingkat pengesahan peranmaskulin tradisional.Skala Konflik Peran Gender jugadigunakan untuk mengukurketerikatan dengan orangtua.Pengukuran yang digunakan pertamaadalah Daftar Keterikatan KelompokOrangtua sementara pengukuran kedua yangdigunakan untuk mengevaluasi keterikatandengan orangtua adalah PAQ. Skala ini mengukurkualitas secara keseluruhan keterikatandengan orangtua. Para partisipan memberikanrespon atas pertanyaan-pertanyaan yangada dengan menggunakan lima poin skalaLikert. Satu mengindikasikan kualitas keterikatanyang buruk sementara lima mengindikasikanketerikatan yang berkualitas sangattinggi.Studi ini menemukan bahwa pria yangtidak memiliko hubungan yang baik denganorangtuanya sepertinya lebih memiliki konflikperan maskulin sebaliknya pria yangmemiliki hubungan yang baik dengan orangtuamereka kebih sedikit mengalami konflikperan maskulin. Kedua artikel tersebut mengindikasikanbahwa para pria kesulitan menyeimbangkanperasaan sesungguhnya denganperan yang diharapkan masyarakat darimereka. Artikel yang pertama dengan jelasmenunjukkan bahwa para pria menggunakanpemahaman maskulinitas mereka untuk keluardari situasi yang tidak nyaman.Sumber: http://www.freeessays.cc/Gender 1KMIP 2Jadwal 2Radio 3Tips TV 4Serba Serbi 5Artikel 6Ruang publik 7Berita Foto 7EDITORIALSebulan sejak edisi perdana terbit.Banyak email yang kami terima daripara alumni yang memberi semangatuntuk terus menerbitkan newsletterini. Terima kasih untuk teman-temandi Kupang, Kendari bahkan dariLondon. Teman-teman DreamlightsSemarang juga berniat untukmengklipingnya wah jadi terharu.Ada keinginan untuk menerbitkanversi bahasa Inggris karena jelasbeberapa rekanan SBM tidak begitufasih berbahasa Indonesia, tapi karenanewsletter ini memang ditujukanterutama untuk para alumni yangmayoritas lebih nyaman denganbahasa Indonesia, keinginan tersebutdisimpan untuk masa-masamendatang.Beberapa waktu lalu ada acaragerakan bersih sampah di MuaraAngke, Jakarta Utara. Saat terjadibanjir penyaring sampah rusaksehingga seluruh sampah masuk kewilayah margasatwa tersebut.Ternyata beberapa panitia acaraadalah alumni SBM, jelas bukan reunitetapi rasanya menyenangkan bertemudengan teman-teman dari JakartaGreenmonster yang kemarin ikutkelas Environment Radio di SBM.Dalam beberapa jam, peserta berhasilmemungut lebih dari 6 juta ton plastiksampah sementara wilayah tertutupsampah masih sangat luas. Teringatsalah satu rekan kerja SBM yangpernah berkata, “Why Indonesianpeople so obsessed with plastic. I hateplastic!’ Dia selalu bingung kenapasemua hal yang dia temui selaludibungkus plastik.Red.


NEWSLETTER HAL 2Tarik Ulur Pembahasan RUU KMIPAkhir Maret ini, pembahasanRancangan Undang-UndangKebebasan Memperoleh InformasiPublik (RUU KMIP) telah masuktahap akhir. RUU yang teridiri dari10 bab 59 pasal itu telah diselesaikanpembahasannya antara Komisi I DPRbersama pemerintah yang diwakilioleh Menteri Komunikasi danInformasi Sofyan Djalil. Menurutrencana, usai reses yang akanberlangsung mulai awal Aprilmendatang, materi RUU tersebutakan dibahas lebih teknis pada tahappanitia kerja (panja) dan timus.Selanjutnya akan dibawa ke rapatparipurna untuk disahkan menjadiUU.Dalam pembahasan RUU inibanyak terjadi tarik ulur kesepakatantentang beberapa poin penting. Halitu terjadi seperti judul UU, asas, hakorang, hak badan publik, sanksipenyimpangan informasi olehpengguna, sanksi badan publik tidakmemberikan informasi, masapemberlakuan UU dan lembagasengketa informasi.Tarik ulur kesepakatan tentangkomisi informasi juga terjadi dalampembahasan bersama di gedung DPRantara anggota komisi I DPR danpemerintah yang diwakili olehMenkominfo. Awalnya, pemerintahtidak setuju adanya komisi informasiini. Alasan Sofyan Djalil pada saatpembahasan bersama RUU KMIP 30Januari 2007 lalu adalah sejumlahkomisi negara saat ini tidak efektif.”Dari 26 komisi yang ada,menurut Sofyan, hanya ada 2 yangefektif. Jadi, seharusnya kita tidakmengulang kesalahan yang samadengan membentuk KomisiInformasi”, kata Sofyan Djalil. Selainitu, tambahnya, sejelek-jeleknyadepartemen bila menterinyamelakukan kesalahan ataupenyalahagunaan kewenangan dapatdipecat presiden. Sedangkan komisinegara tidak ada yang mengontrol.Dalam pembahasan sebelumnya,22 Januari 2007, Sofyan Djalilmengusulkan suatu lembagapengganti Komisi Informasi yaituLembaga Kebijakan dan PelayananInformasi (LKPI). Menurutnya,lembaga ini terdiri dari tiga bagianyaitu Dewan Informasi Nasional,Badan Informasi Publik, dan PanitiaPenyelesaian Sengketa Informasi (adhoc). Dalam pembahasan berikutnya,Sofyan Djalil mengusulkan lembagalain bernama Panitia PenyelesaianSengketa Perburuhan (P4B) untukmenangani masalah informasi.Namun karena beberapa anggotaKomisi I DPR dari berbagai fraksimengharapkan uraian lebih rinci lagidari usulan pemerintah tersebut.Selain itu, bila pemerintah memangingin mengusulkan lembagaindependen baru, selain komisiinformasi sesuai dengan RUU KMIP,yang khusus manangani sengketainformasi, maka pemerintah harusmembuat uraian lebih rinci denganmembuat gagasan tertulis.Tetapi setelah dua kalipembahasan bersama dan tidak adakesepakatan dari kedua belah pihaktentang lembaga independen usulanpemerintah itu akhirnya pemerintahmenyetujui kembali pemakaianKomisi Informasi. Komisi Informasiini pun disepakati dengan anggotanya2 dari wakil pemerintah dan 5 darimasyarakat untuk wilayah pusat danuntuk wilayah daerah adalah 1 wakildari pemerintah dan 4 wakil darimasyarakat.RUU ini, menurut DonoPrasetyo Koordinator SosialisasiKoalisi Informasi dapat segeradisahkan. April mendatang,tambahnya, RUU ini akan dibahaslebih teknis pada tahap panja, dandiharapkan pembahasan tahap panjaini bisa terbuka untuk umum.”Proses pembahasan RUU KMIP iniagar berjalan transparan danpartisipatif, maka rapat Panja harusdilaksanakan secara terbuka”, kataDono.Tri Mariyani ParlanProgram Advokasi Media ISAI (InstitutStudi Arus Informasi)Jadwal PelatihanPelatihan Radio Tingkat Menengah -Jurnalisme InvestigasiHari: Senin, Rabu, Jumat dan SabtuTanggal: 16 April - 12 Mei 2007Pukul: 18.00 - 21.00 (Senin, Rabu danJumat); 09.00 - 17.00 (khusus Sabtu)Penyiar RadioHari: Selasa dan KamisTanggal: 3 April - 12 Juni 2007Pukul: 19.00 - 21.00Kelas Editing Avid Xpress Pro HD(setiap Sabtu)Hari: SabtuTanggal: 07 April – 12 Mei 2007Pukul: 09.00 - 17.00 WIBKelas Editing Avid Xpress Pro HD(regular)Hari: Senin - JumatTanggal: 16 - 20 April 2007Pukul: 09.00 - 17.00 WIBKelas Editing Avid AdrenalineHari: Senin - JumatTanggal: 09 - 13 April 2007Pukul: 09.00 - 17.00 WIBKelas Kamera (setiap Sabtu)Hari: SabtuTanggal: 07 April – 12 Mei 2007Pukul: 09.00 - 17.00 WIBKelas Kamera (regular)Hari: Senin - JumatTanggal: 09 - 13 April 2007Pukul: 09.00 - 17.00 WIBPelatihan Jurnalisme Televisi DasarHari: Senin - JumatTanggal: 16 April - 11 Mei 2007Pukul: 09.00 - 17.00Presenter Berita untuk TVHari: Senin, Rabu dan JumatTanggal: 16 April - 11 Mei 2007Pukul: 18.00 - 21.00 WIBPengenalan Menulis KreatifHari: Senin dan SabtuTanggal: 23 April - 26 Mei 2007Pukul: 18.00 - 21.00 WIB (Senin) 09.00 -13.00 (Sabtu)Produksi AudioHari: Senin - JumatTanggal: 09 - 13 April 2007Pukul: 09.00 - 17.00 WIBSistem Penyiaran TerintegrasiHari: Senin - KamisTanggal: 09 - 12 April 2007Pukul: 18.00 - 21.00 WIB


NEWSLETTER HAL 3Radio: Bagaimana Membuat Podcast SendiriLangkah 2: Merekam Audio Anda dan Menciptakan File Mp3Banyak podcasters secara alamimemilih program yang disebut Audicityuntuk beberapa alasan:1. Program tersebut memiliki kurvapembelajaran yang mudah2. Program tersebut memiliki fituryang lebih advance bagi mereka yangmenginginkannya3. Program tersebut gratisProgram ini ada dalam beberapaversi baik untuk Windows, Mac OS 9atau X dan juga Linux/Unix. Andajuga harus mendownload encoderLAME MP3 yang memungkinkanAudicity mengekspor file-file MP3.Merekam suara anda dengan Audacitysangatlah mudah dan websitemenyediakan tutorial yang mudahjuga.Setelah anda mendownload danmencoba Audacity dan anda berpikirmasih terlampau rumit untuk anda,masih ada alternatif lain. Windowsmemiliki kemampuan recordingsendiri yang disebut dengan SoundRecorder yang menurut saya carapaling mudah untuk hanya merekamsuara. Tampilan Help di Windowsmengatakan:Dengan menggunakan SoundRecorder, anda dapat merekam,menge-mix, memutar dan mengeditsound. Anda juga dapat menghubungkanatau meng-insert sounds ke dokumenyang lain. Anda dapatmemodifikasi file sound yang tidakdikompresikan dengan:Menambahkan sound ke file.Menghapus bagian dari file soundtersebut.Mengubah kecepatan playback.Mengubah volume playback.Mengubah arah playback.Mengubah atau meng-convert tipe filesound tersebut.Menambahkan echo.Untuk mengakses program iniklik :Start|Programs|Accessories|Entertainment|Sound Recorder.Sound Recorder hanya akanmenyimpan file dalam format .wavyang berarti anda akan masih harusmeng-convert rekaman akhir anda kedalam bentuk file .mp3. MusicMatchJukbox bisa melakukan ini untuk adadan ada versi gratis dan versi dengankualitas tinggi.Sekarang, anda juga membutuhkansebuah mikrofon. Ada begitubanyak tipe dengan berbagai kualitasdan harga. Untuk rekaman suarayang layak untuk diperoleh, sayamenyarankan menggunakan mic yangtidak langsung (undirectional), mikrofontipe dinamis. Toko peralatanradio biasanya menjual yang mic yangmurah dan anda juga bisa menemukanbeberapa mic berkualitas tinggi dikebanyakan toko musik.Shure menciptakan beberapamodel yang menarik dan bagus untukmerekam suara tetapi ada beberapapilihan berkualitas dari beberapa perusahaanseperti Sennheiser, audiotechnica,Neumann dan lain sebagainya.Seberapa banyak dana andauntuk sebuah mikrofon merupakanurusan pribadi anda tetapi ingatlahbahwa ebay adalah tempat yang bagusuntuk membandingkan harga jikaanda tahu apa yang anda inginkan.Jika anda telah siap untukmerekam, plug mikrofon anda keinput mic soundcard anda dan bukalahVolume Control Windows. (Bagipara pengguna Mac gunakan carasesuai dengan fasilitas Mac, maaf sayatidak bisa menjelaskan secara spesifik.)Dalam Windows begini caranya:Klik: StartNavigasikan ke : Programs|Accessories|Entertainment|VolumeControlSaat anda berada di Volume Controldi sudut sebelah kiri atas klik: Optionsdan pilih PropertiesPilih: RecordingTekan: OkPastikan anda mencentang di bagianyang tertulis MICTombol Volume bisa disesuaikandengan menggunakan kontrol geserpada saat anda memulai untukmerekam.Mulailah rekaman baru denganmenggunakan Audacity, periksa levelanda dan mulailah program anda.Editlah audio percobaan anda atauglitchwa lain setelah anda selesai.Ketika audio anda selesai dan telahdisimpan, anda perlu mengingat untukmenuliskan:1. Di mana anda menyimpannyasehingga anda bisa menguploadnyananti2. Seberapa besar file anda tersebut.Untuk memastikannya, cukup:1. Klik kanan di file .mp3 yang andabuat2. Klik "propesties" dan catatlah besarfile. Misalnya, akan terlihat sepertiini:Size: 4.61 MB (4,834,743 bytes).Yang anda perlu tuliskan adalah4834743 tanpa menggunakan komasama sekali.Oleh: Corey Deitzhttp://radio.about.com/Today in Radio History2 April, 1974 Intel memperkenalkanprosesor 8080 processor2 April, 1997 FCC melelang lisensi S-DARS pertama ke Radio CD danAmerican Mobile Radio Corp.5 April, 1964 Pertemuan resmi pertamaSBE di Chicago6 April, 1875 Bell mendapatkan patenuntuk telegraf ganda8 April, 1948 Ampex memunculkantape recorder audio pertama, Model200, untuk Bing Crosby Enterprises.10 April, 1989 Intel memperkenalkankomponen prosesor 48616 April, 2005 NRSC mengadopsistandar NRSC-4 (RBDS AmerikaSerikat) dan NRSC-5 (IBOC AmerikaSerikat)17 April, 1934 WLW mendapatkanlisensi untuk beroperasi di 500kW19 April, 1965 Gordon Moore menjelaskanhukum Moore20 April, 1961 FCC memberikanotorisasi standar stereo FM25 April, 1874 Tanggal kelahiranGuglielmo Marconi27 April, 1791 Tanggal kelahiranSamuel MorseSumber: http://www.beradio.com/


NEWSLETTER HAL 4Budaya 24/7: Tips dari yang Terbaik (dan Terburuk)Media suratkabar merambahwilayah jurnalisme melalui web, dandalam prosesnya, mempelajari apayang telah dipelajari oleh stasiun televisisejak lama: budaya 24/7. Hal inimenarik, meletihkan dan selalumenantang. Budaya yang memilikipotensi untuk menghasilkan jurnalismeyang sempurna atau yang memalukan.Beberapa tahun belakangan inikita bisa melihat bagaimana mediasuratkabar dengan cermatnya menggunakanvideo online dan mengalahkanrekannya media TV diwilayah permainannya sendiri.Walaupun begitu suratkabar sendirimasih perlu belajar banyak dari budaya24/7 televisi: dan Poynter Institutemenjelaskan beberapa halpenting.Pada saat beberapa website suratkabarmenyediakan lebih banyakpemasukan iklan video online daripadastasiun TV, lembaga penyiaransendiri telah memiliki pengalaman 30tahun dengan newsroom 24/7 danpola-pikirnya.Jill Geisler, Ketua KelompokLeadership & Management diPoynter, menjelaskan beberapaatribut utama dan fitur yang harusada di newsroom 24/7:_Semua orang adalah reporter.Hancurkan semua pembatas. "Dalambreaking news, laporan cuaca danolah raga khususnya, semua pegawaistasiun TV tersebut bisa memberikaninformasi."_Jadilah yang pertama -- dan benar.Ini pastinya terdengar masuk akal,tetapi jangan sampai terpancing denganbreaking news yang terlampaumendadak sehingga membuat andamenjadi reporter yang tidak akurat."Bahkan jauh setelah breaking newstersebut banyak penonton akan melupakanstasiun mana yang "pertamakali menyampaikanny", tetapimereka akan selalu mengingat stasiunatau reporter mana yang menyampaikanberita perdana yang salah danharus meminta maaf setelahnya."_Kenali kekuatan anda. Ini berkaitandengan kepentingan praktis danetis. Sebuah newsroom 24/7 bisamembuat ribuan orang terhindar darikemacetan jalan raya yang luar biasaatau dari badai salju, tetapi jugamampu membocorkan berita tentangkematian atau tragedi dan diketahuioleh keluarga bersangkutan - bahkansebelum pihak kepolisian menghubungikeluarga tersebut._Berpikirlah dalam kerangkawaktu ganda. "Sangatlah pentinguntuk para pemimpin redaksi membagikankonsentrasi mereka denganyang terjadi "sekarang" -- percayakankepada para wakil yang telah terlatihdengan baik -- dan mulailah berpikirtentang esok dan keesokan harinya."Jangan biarkan newsroom yang selaluberkelanjutan membuat anda menjadiorang yang berjalan di waktu yangsama juga._Singkirkan semua penghalangmenuju penampilan puncak. "'Asumsikan kita memiliki informasipenting untuk disiarkan. Bagaimanacara kita untuk menayangkannya --dalam 60 detik?' Pada saat sayamembingkaikan tantangan 60 detikitu, maka hal tersebut akan mengarahpada brainstorming." Pemikiran praktisseperti ini bisa membantu newsroomuntuk berkembang jauh daritantangan tradisional yang telah ada._Informasi visual lebih berkesandaripada kata dan audio. Kata-kataini sering digunakan oleh orang yangtelah sangat berpengalaman di duniatelevisi, walaupun media suratkabarjuga mengalaminya. Pada saat mempublikasikanedisi multimedia online,teks jarang sekali efektif untuk mempertahankanperhatian para penontonatau menyampaikan isi breaking newstersebut.Dan yang terakhir:_Jangan pernah berhenti menjadiseorang jurnalis. "Ini berarti melakukanyang terbaik untuk membangunmodel bisnis yang sukses --tanpamembuang jurnalisme ke tong sampah."Putaran ini telah sepenuhnyamenjadi sebuah lingkarang: bekerjadengan pola pikir 24/7 mungkinmembuat kita harus cepat dalam melakukansegalanya, tetapi tidak berartimengganggu kualitas dasar dan presetjurnalisme itu sendiri.Sumber:http://www.editorsweblog.orghttp://www.poynter.org/InfoBagi yang masih kuliah dan berminatdengan broadcasting, khususnyaNews, segera bentuk 1 team yangterdiri dari 1 orang news presenter, 1orang reporter, 1 orang camera person.Jika tim anda solid anda bisamerasakan menjadi team news danpresenternya akan diajak shootinglive program NEWS HALLO KAM-PUS di CAHAYA TELEVISI BAN-TEN ( CTV ) selama 3 bulan. Bisasekalian untuk magang, walaupuntidak dibayar tapi dapat pengalamanyang sangat berharga.Keterangan lebih lanjut hubungi Defriyansyahdi 08121025865 atau 021-30162545CASTING PRESENTER, kriteria :1. Perempuan, umur 20 s/d 30 Tahun2. Fasih berbahasa Indonesia, diutamakanfasih berbahasa inggris3. Diutamakan pernah menjadi MC,Penyiar Radio, dan lain sebagainyayang berhubungan dengan membawakansuatu acara4. Camera Face & Tidak Berkacamata5. Rambut minimal sebahu6. Diutamakan yang faham danmengerti tentang "Tarian SALSA"Kirim CV + Foto (Seluruh badan &Close Up) ke alamat Email :marketing. impro@yahoo. comCC : djv_man@yahoo. com


NEWSLETTER HAL 5Serba Serbi SBMKunjungan ke Metro TV, 23 Februari2007Atas permintaan para siswa Kamera& Editing maka tim SBM bersama parasiswa mengunjungi Metro TV. TeamSBM disambut oleh Mba Nita – PROfficer, Ibu Henny Puspitasari – PR &Publicity Manager serta Bapak BambangHamid – News Secretariat Manager.Dalam kunjungan ini para siswa SBMmendapat banyak sekali informasi mengenaiMetro TV mulai dari companyprofile, workflow di redaksi, prosesediting dan sebagainya yang dijelaskanoleh Bapak Bambang Hamid.Tim dari SBM kemudian diajakmengeliling Metro TV mulai dari ruangproduksi, ruang editing produksi,MCR,Grand Studio, Ruang Redaksi,Ruang Editing untuk News, CamStoredan Library. Selain mengunjungi tempat- tempat tersebut, tim SBM jugadiberikan penjelasan mengenai peralatandan perlengkapan yang ada di MetroTV.Short Course, 27 Februari 2007Setelah Short Course pertama yangkhusus kamera dan editing, SBMkembali mengadakan Short Coursekedua dengan materi yang lebihbanyak. Selain materi kamera danEditing yang masih dibawakan olehDiki Umbara, Short Course kali inijuga menghadirkan Alfito Deannovayang membawakan materi NewsPresenter serta Kukuh Djatmiko yangmenyampaikan materi jurnalisme radio.Patar juga masih berbagi materibagaimana menulis untuk gambar danmenulis untuk film. Seperti biasa acaraShort Course ini juga ditutup denganacara tur keliling fasilitas SBM.Talkshow Country Station, 28Februari 2007Tim School for Broadcast Media mengadakantalkshow di Country StationRadio Cikarang. Acara ini dipandu olehAde, salah satu alumni SBM dari kelasfeatures & documentaries. Team SBMyang terdiri Patar dan Irma, menjelaskantentang program – program SBM sementaraKiki, alumni dari kelas TV memberikantestimonial.Dalam acara tersebut juga disiarkanfeature hasil karya alumni SBM tentangkekerasan pada anak. Talkshow iniberlangsung interaktif, cukup banyak jugapendengar yang bertanya tentang SBMdan program – programnya.Talkshow CIVED, 15 Maret 2007Departemen Dalam Negeri melaluiprogram CIVED melakukan pendidikanpolitik kepada remaja. merekamenggelar diskusi “Satu NegerikuDamai Bangsaku”di Teater Utan Kayu,Jalan Utan Kayu 68 H, Jakarta Timur.Diskusi yang menghadirkan pembicaraVeven SP Wardhana (pengamat mediatelevisi), Agung Mulyana (NationalProject Director CIVED), dan tiga personilAB Three. Acara ini disiarkanlangsung oleh Radio 68 H dan direlayoleh sepuluh radio jaringan KBR 68 Hyang tersebar di sepuluh propinsi. Acaraini terselenggara atas kerjasama CIVED-DEPDAGRI, School for BroadcastMedia (SBM), dan Radio 68 H Jakarta.Kegiatan ini merupakan rangkaianpendidikan politik CIVED untuk remaja.Setelah diskusi ini, mereka akanmenggelar diskusi serupa di berbagaidaerah. Melalui program ini, diharapkantumbuh partisipasi remaja dalammembangun pemerintahan yang demokratis.Testimonial“Ini tempat yang tidak mungkin akulupain seumur hidup. Di sini akubelajar banyak hal, mulai dari featuresdan documeter sampai hal-hal kecilyang bikin aku jadi "orang radio"yang lebih baik. All da girls di manajemenSBM yang selalu berusahamenuhin kebutuhan aku dan anakanakyang dengan jujur aku akuintidak masuk diakal.”Bobby TilaarRadio Features & DocumentariesJuli 2006“Saya bisa mentransfer ilmu dan informasiyang saya dapatkan ke temantemanyang lain dan membangunteamwork yang lebih kuat.”Dyah AgustineNews & Current AffairsMaret 2006“Saya belajar teamwork, mengoperasikanMCR dan studio. Lebihmengerti mengenai live reporting,prinsip-prinsip dan pelaporan berita.”Amerta KusumaTV IntermediateJanuari 2006“Fasilitas yang disediakan sangat lengkapdan sesuai dengan yang diharapkan.Dengan jumlah siswa yang terbatasdalam satu periode sangat membantupara siswa untuk mengenalidan menguasai peralatan yang tengahdipelajari. Ini sangat membantukarena masa pelatihan yang sangatterbatas.”Eric Yurio EmileKamera dan EditingMaret 2007Praktek di ruang MCR Radio, kelas radioDesermber 2006; Doc. SBMSiswa Kamera Editing Mei 2006; Doc. SBM


NEWSLETTER HAL 6Komersialisasi Berita KriminalProgram-program berita kriminaldi Indonesia semakin marak! Janganditanya mengapa, karena mungkintidak ada yang tahu. Jangan ditanyaapa alasan pengambilan gambar danpenyuntingan gambarnya sedemikiangamblang, karena mungkin tidak adayang perduli. Yang ada hanyalahpertanyaan di kepala, mengapa program-programberita dengan carapenayangan seperti yang selama inikita saksikan masih dilanjutkan?Penyajian berita-berita kriminaltanpa memperdulikan etika penyiaranini akan berhenti bila korban pembunuhanatau bunuh diri adalah keluargatercinta pemilik televisi, parapemimpin redaksi dan para jurnalisbaik yang sedang di rumah maupundi kantor yang sedang menikmatimakan siang.Kepekaan Kita dan Anak-anakSilakan bertanya pada diri sendiri.Apakah kepekaan kita terhadap kejahatansemakin lama semakin rendah?Apa yang menjadi penyebabnya? Jikatayangan berita kriminal dalam sejumlahprogram yang sengaja dikhususkanuntuk berita seperti inilahpenyebabnya, mengapa kita selaludiam. Bukankah kebiasaan menontonprogram seperti ini bisa merusakkepekaan kita terhadap arti hidup?Jika orang dewasa saja bisa merasajengah, bagaimana dengan anak-anakkita? Mereka mungkin bisa menganggaptindakan kejahatan seperti pembunuhandan bunuh diri adalah halyang wajar. Membunuh kepekaananak-anak ini sama halnya denganmenenggelamkan masa depan bangsaini kedalam kegelapan.Saya sering membayangkan negaraini mempunyai asosiasi orang tuapenonton televisi Indonesia yangpada waktu tertentu mengadakandiskusi nasional. Diskusi dihadiri olehpresiden, para orang-tua, pemiliktelevisi, pemimpin redaksi dan representatifdari AC Nielson. Akan baiksekali jika kemudian diskusi nasionalini ditayangkan ulang dihadapan parajurnalis televisi pembuat berita-beritakriminal ini. Bisa jadi akan ada pengumumannominasi berita kriminal diakhir acara tersebut.KomersialisasiYang lebih mengganggu adalahprogram-program berita tersebutdiberi judul yang menurut sayadibuat-buat. Pemilihan slot penayanganjuga pada siang hari, sekitar menjelanghingga tengah hari. Ada tigahal mengapa pengelola usaha televisimelakukan hal ini. Pertama, merekasangat sadar bahwa televisi merupakansumber utama hiburan rataratabangsa kita. Kedua, tengah hariada jam yang tepat untuk menontontelevisi bagi masyarakat pekerja.Ketiga adalah hukum supply and demand.‘How to visualize Crime Stories’; DosenTamu Kriminologi UI ; doc. SBMSupply—DemandMengapa orang menonton beritaberitakriminal? Banyak artikel yangmenjabarkan alasan orang tertarikmendengar atau menonton beritakriminal. Ini bukan hal yang baru.Rasa takut bisa dihibur, digelitik danini bisa menjadi lahan bisnis. Wahanamenyeramkan di Dufan semakinseram dan semakin banyak dikunjungidemikian juga dengan pemakaianobat-obatan psikotropika.Siapa sebenarnya pelaku kriminalpersoalan ini? Apakah justru pemilikpemiliktelevisi dan para pemimpinredaksi? Jika memang bukan merekamengapa berita-berita itu tetap sepertiitu? Untuk mendramatisir sebuahberita, banyak stasiun televisi sengajamengambil stock gambar dan melatarbelakangiberita itu denganmusik atau lagu.School for Broadcast Media berusahamemerangi praktik-praktikseperti ini. Dalam setiap pelatihanbaik di stasiun televisi nasional maupundi SBM kami selalu menekankanbahwa integritas dan tanggungjawabkita sebagai jurnalis harus tetap dipertahankan.SBM telah meluluskansekitar 400 siswa dengan pesan ini.Institusi pendidikan yang setuju danmenerapkannya sejauh ini adalahFakultas Kriminologi UI.Jurnalisme TelevisiRichard V Ericson, profesor Universityof British Columbia, Canada,dalam bukunya “How Jurnalists VisualizeFact” mengatakan bahwa gambar-gambardalam program-programberita khususnya berita-berita kriminalsengaja dibuat sedemikian rupauntuk meningkatkan rasa percayabahwa itu adalah fakta. Praktik komunikasiseperti ini mengaburkanperbedaan antara fakta, nilai, informasi,pengetahuan dan literary properties.“How Journalists Visualize Fact”Richard V. Ericson is principal ofGreen College and professor of Sociologyand Law, University of BritishColumbia.Abstract:: Fact is a product of thecommunication practice of journalists.Journalists rarely have the resources oracces to penetrate their sources’ imformationalworlds to establish facts independently.Moreover, the norms of objectivityin journalism often precludeefforts to establish facts independent ofsources’ accoutns. Therefore, journalistsvisualize the fact value of a storyon the basis of a source’s fake valueas an authoritative, normative witnesssto event.s While televisionvisuals offers a greater capacity forbelievalibility, the need for an orderlyvisual narrative leads to stagednews, evens, retakes, reenactments,use of stock footage, and other fakes.These communication practices blurdistinctions between fact, value, information,and knowledge and haveliterary properties. Like literary fiction,news requires the willing suspensionof disbelief in order to have itsknowledge accepted. This importantliterary character of news may be fadingas the news institution breaks downinto segmented markets and specializedinformation services.Patar SimatupangPrograms Development Manager


HAL 7School for Broadcast MediaJl. Utan Kayu 68 A-BRawamangungJakarta TimurIndonesiaPhone: +62 857 68 50/47Fax: +62 857 68 43E-mail: office@broadcastedu.or.idKunjungi Kami di:http://www.broadcast-edu.or.idRuang PublikUntuk edisi News Letter selanjutnya kalau bolehsaran munculin dunk siswa yang pernah belajardi SBM, data pribadi dan alamat emailnya, jadikita kan punya jaringan yang bagus untuk pesertalainnya.Putra HariandaRadio Features dan Documentaries; Juli 2006Sebenarnya kita tidak masalah, tetapi apakahrekan alumni yang lain setuju jika SBM mencantumkanalamat email mereka di sini? Mungkinrekan-rekan lain bisa menanggapi?!Red.SBM bikin friendster dong....terus alumninyasuruh ikutan. Soalnya di media itu testimonial,tanya jawab, hubungan antar siswa, staf, jugamungkin pengajar bisa lebih mudah dan selaluup to date. Lagipula kalo ada keluhan SBMseperti kekurangan murid, beratnya biaya maintenancealat bisa dicurhatin di blog kan??? Siapatahu ada yang kasih comment, trus bisa kasihsolusi atau malah bantuan cuma-cuma.Ratrikala Bhre AdityaCamera Editing I; Mei 2006Ehem sebenarnya SBM sudah punya, walau masihbeberapa alumni saja yang sudah meng-add kita diirma@broadcast-edu.or.id. Jangan lupa di add ya.Mengenai masalah berkomunikasi kita masih berharapnewsletter ini juga bisa menjembatani semuapihak yang berhubungan dengan SBM.Red.Berita FotoSBM Team; doc. SBMSBM Short Course; doc. SBMTalkshow SBM di CountryStation ; doc. SBMPeserta Talkshow CIVED ; doc. SBMSBM Short Course; doc. SBMTalkshow SBM di CountryStation ; doc. SBMAB Three — TalkshowCIVED; doc. SBMSBM Short Course; doc. SBMKungjungan ke Metro TV;doc. SBMNewsletter ini diterbitkan oleh School forBroadcast Media dan bisa disebarluaskanke pihak-pihak yang perduli denganperkembangan industri penyiaran.Tur Fasilitas SBM ; doc.SBMBeragam rekaman kegiatan SBM. Mulai dari kunjungan keMetro TV, Short Course bersama Alfito, Kukuh Djatmiko,Diki Umbara dan Patar Simatupang serta acara TalkshowCIVED bersama ABThree.Red

More magazines by this user
Similar magazines