Wealth Management Newsletter - Januari 2012 - Commonwealth Bank

commbank.co.id

Wealth Management Newsletter - Januari 2012 - Commonwealth Bank

Wealth Management Newsletter - Januari 2012


1 | Market Perspective | Januari 2012Nasabah yang terhormat,Kita telah memasuki tahun yang baru, sebelumnya saya ingin mengucapkan Selamat Tahun Baru 2012, semoga di tahun inisegala sesuatunya menjadi lebih baik lagi termasuk dalam hal perekonomian.Di awal tahun ini, ada baiknya dilakukan review portofolio untuk memastikan adanya pengelolaan investasi yang baik dan tahanterhadap gejolak fluktuasi pasar yang terjadi di tahun ini. Untuk pertimbangan Anda dalam memilih produk investasi yangtepat, pada edisi kali ini kami akan membahas mengenai outlook ekonomi di tahun 2012 baik secara lokal maupun global, tipsinvestasi yang aman serta analisa reksa dana terbaik dan valuta asing selama tahun 2011.Di sini kami juga akan paparkan salah satu produk investasi yang sekaligus memberikan proteksi bila ada risiko yang dapatAnda jadikan pilihan yaitu Manulife Select Invest Protector, di mana produk ini menawarkan potensi imbal hasil yang menariksekaligus perlindungan jiwa.Semoga edisi kali ini dapat lebih membantu Anda dalam memilih produk investasi yang tepat yang sesuai dengan kebutuhan Anda.Terima kasih telah menjadi Nasabah setia dan menjadi bagian dari Commonwealth Bank IndonesiaSalam hangat,Liliawati GunawanExecutive Vice President, Head of Wealth ManagementLocal OutlookDewi Huta DjajaResearch Analyst, Wealth Management Servicesektor konsumen diperkirakan akan menjadi pendorong pertumbuhan ekonomi tahun depan.SDaya beli konsumen meningkat didukung oleh kenaikan pendapatan, penurunan jumlahuang yang ditabung serta semakin bertambahnya jumlah kepemilikan kartu kredit. Peningkatanperingkat dan pengesahan UU Pembebasan Lahan dinilai memberi katalis kepada pertumbuhaninvestasi. Secara keseluruhan, ekonomi Indonesia tetap diekspektasi akan terus tumbuh denganbaik memasuki tahun 2012 dengan tingkat inflasi cukup terjaga. Prospek berinvestasi padareksadana pendapatan masih menarik, karena dengan adanya kenaikan peringkat, tingkat imbalhasil diekspektasi bisa menurun sehingga harga obligasi akan terdukung. Namun, bursa Indonesiadi tahun 2012 masih akan diwarnai oleh fluktuasi karena ketidakstabilan di global. Investor bisaberinvestasi pada reksadana campuran yang mempunyai fleksibilitas investasi pada obligasi dansaham sehingga bisa memaksimalkan return di tengah fluktuasi pasar modal.IndonesiaIndonesia mungkin merupakan satu-satunyanegara di Asia yang belum menunjukkantanda perlambatan ekonomi walaupun BIsudah mulai menurunkan BI Rate sebagailangkah antisipasi. Penurunan suku bunga inisejalan dengan tingkat inflasi yang rendah,dan ditujukan untuk menjaga aktifitas ekonomiditengah tantangan krisis hutang Uni Eropa.Pertumbuhan ekonomi Indonesia cukup stabilselama delapan tahun ini berkisaran sekitar4,2% pada saat krisis finansial global sampai7,2%, yang tertinggi pada kuartal empat2004. Mengadapi tahun 2012, pertumbuhanekonomi Indonesia diekspektasi akan terjagakarena kombinasi dari penurunan suku bunga,mata uang rupiah yang lebih lemah sertakebijakan fiskal yang lebih longgar. Rupiahberpotensi melemah karena aksi flight to safehaven currency. Dengan ekspektasi akan adapenurunan permintaan ekspor, surplus neracaperdagangan bisa berkurang sehingga rupiahjuga melemah. Namun, Indonesia dinilai bisamenjaga kestabilan rupiah di sekitar 9100-9200 dengan posisi cadangan devisa sebesarUS$110,12 miliar pada Desember. Angka inflasiuntuk tahun 2012 juga diekspektasi masihakan berkisar di 5,5% dengan antisipasi akandiberhentikannya akses BBM bersubsidi dankenaikan harga listrik sekitar 10%.Indonesia mencatat pertumbuhan tertinggi ke 3di Asia pada tahun 2011 dan 2012% y-o-y9876543210Ba1(Jan 2011)Ba2 (Sep 2009)Ba3 (Okt 2007)B1 (Mei 2006)B2 (Sep 2003)B3 (Mar 1998)B2 (Jan 1998)CH IN ID MY HK SGSumber: CIC, Credit SuisseBa 1(Des 1997)Sejarah Peringkat Hutang IndonesiaMoody’s S&P FlitchSumber: Bloomberg, Barclays CapitalBB+ (Apr 2011)BB (Mar 2010)BB- (Jul 2006)B+ (Des 2004)B (Okt 2003)B- (Mei 2003)CCC+ (Sep 2001)SD (Apr 2002)Pertumbuhan GDP tahun 2011Pertumbuhan GDP tahun 2012BBB+ (Des 2011)BB+ (Jan 2010)BB (Feb 2008)BB- (Jan 2005)B+ (Nov 2003)B (Aug 2002)B- (Mar 1998)BB- (Jan 1998)Indonesia Meraih Investment GradeLembaga pemeringkat Fitch akhirnyamenaikkan peringkat utang Indonesia menjadilayak investasi (investment grade) setelahIndonesia menunjukkan kekuatan ekonominyadalam menghadapi kondisi perlambatanpertumbuhan ekonomi serta menjagatingkat utang yang sehat. Fitch menilai adapeningkatan kinerja perekonomian, likuiditaseksternal yang lebih kuat, rasio utang publikyang rendah dan terus turun, serta kebijakanmakro yang hati-hati. Fitch menaikkanperingkat utang jangka panjang valuta asing(foreign currency long-term senior debt) dariBB+ menjadi BBB- dengan prediksi (outlook)stabil (stable). Indonesia kehilangan peringkatutang layak investasi pada krisis finansial Asiadi tahun 1997 silam.Sebelumnya, lembaga pemeringkat MoodysInvestors Service juga telah menaikkanperingkat Indonesia di bulan Januari 2011menjadi Ba1. Sedangkan di bulan April 2011,S&P juga menaikkan peringkat dari BB menjadiBB+, dengan prediksi (outlook) positif. Duaperingkat rating ini hanya 1 level di bawahinvestment grade.Lembaga pemeringkat lain seperti Moody danStandard & Poor diduga akan segera mengikutilangkah Fitch. Jika satu lembaga pemeringkatlagi memberikan peringkat layak investasi,maka Indonesia dapat diakses sebagainegara tujuan investasi bagi para investoryang sebelumnya hanya dapat berinvestasipada negara yang sudah memiliki statuslayak investasi. Banyak arus Foreign DirectInvestment (FDI) diekspektasi akan masuk danmendorong pertumbuhan ekonomi di tahun2011 lebih pesat lagi. Peningkatan peringkatinvestasi, menunjukkan mulai kembalinyakepercayaan investor pada pasar Indonesiayang juga menandai babak pemulihan barubagi Indonesia setelah krisis ekonomi Asiapada 1997-1998.Presiden Susilo Bambang Yudhoyono punmenargetkan angka pertumbuhan dengan ratarata6,6% yoy sampai akhir masa jabatannyadi tahun 2014. Presiden SBY berjanji akanmendorong pertumbuhan investasi serta terusmenurunkan defisit budget. Sejauh ini, ekonomiIndonesia masih tetap tumbuh di level 6%tahun meskipun krisis utang Eropa sudah mulaimengancam tingkat ekspor negara Asia lainnya.


2 | Market Perspective | Januari 2012Undang-Undang Pembebasan LahanPengesahan Undang-Undang (UU)Pembebasan Lahan pada tanggal 16Desember 2011 lalu dinilai memberi jalankepada pertumbuhan investasi di Indonesia.UU ini akan mendorong pembangunaninfrastruktur yang sangat dibutuhkan diIndonesia seperti jalan tol, pembangkit listrik,bandar udara dan pelabuhan. Infrastrukturyang lebih baik berpotensi mengurangi biayaoperasional bisnis, mengurangi penundaandan mengendalikan tingkat inflasi. Pemerintahjuga bisa lebih efisien dalam mengakuisisilahan dalam waktu singkat, dan memberikankompensasi untuk pemilik lahan. Bagi investorasing pun, UU pembebasan lahan akanmemudahkan proses berinvestasi di Indonesia.Global OutlookDewi Huta DjajaResearch Analyst, Wealth Management ServicesPertumbuhan ekonomi serta pergerakan pasar finansial pada tahun 2011 kerap diwarnai oleh kekhawatiran akan krisis hutang Eropaserta bencana alam. Masalah krisis utang Eropa bermula pada negara seperti Irlandia, Yunani dan Portugal, dan mulai menyebarke negara seperti Spanyol dan Italia, dan sekarang lembaga pemeringkat juga tengah mengkaji ulang peringkat untuk seluruh wilayahEropa. Lalu, juga ada pengaruh dari faktor politik terutama di Uni Eropa. Di AS, partai politik sulit mencapai kesepakatan mengenaimasalah budget dan hutang yang dihadapi AS sepanjang tahun 2011. Namun, walaupun dengan masalah di Eropa dan AS, ekonomiglobal tetap berhasil tumbuh positif di tahun 2011, didukung terutama oleh pertumbuhan negara berkembang. Sejak bulan Septemberlalu, International Monetary Fund (IMF) masih memprediksi pertumbuhan ekonomi global akan mencapai 4% di tahun 2011 dan 2012.Negara maju diekspektasi akan tumbuh 1,6% di tahun 2011 sedangkan negara berkembang diproyeksi tumbuh 6,4%. Walaupun fluktuasidiekspektasi akan tetap mewarnai pergerakan bursa di tahun 2012 karena masih banyak masalah di Uni Eropa dan AS, investor tetapharus aktif dalam mengelola portfolionya dengan diversifikasi ke berbagai kelas aset untuk menurunkan risiko portfolio.IndeksPerubahan31 Desember 2010 30 Desember 2011 30 November 2011 Desember (%) 2011 (%)MSCI World1.280,071.182,591.184,6-0,17-7,62IHSG Indonesia3.703,513.821,993.715,082,883,2US S&P1.257,641.257,61.246,960,850US Dow Jones11.577,5112.217,5612.045,681,435,53China Shanghai2.808,082.199,422.333,41-5,74-21, 68Japan Nikkei10.228,928.455,358.434,610,25-17,34Europe FTSE Eurofist 3001.121,671.001,39982,021,97-10, 72Australia S&P/ASX2004.745,204. 056,64.119,8-1,53-14,51Minyak mentah92,899,6599,88-0,237,38Emas1.404,681.545,971.715,72-9,8910,06Sumber: BloombergAS - Walaupun sumbangan pertumbuhanekonomi dari negara maju terhadappertumbuhan ekonomi global sudah mulaiberkurang, berita ekonomi dari AS akhir-akhir inimerupakan kemajuan yang mengembirakan.Di bulan November, angka pengangguranturun ke level terendah sejak 2,5 tahun yaitudi 8,6% sedangkan jumlah tenaga kerjasektor privat dilaporkan naik 140,000. Lalu,jumlah rumah seken sudah mulai berkurangdengan sejalan dengan meningkatnya tingkatkeyakinan konsumen. Walaupun demikian,masih panjang perjalanan pemulihan AS untukkembali ke angka pertumbuhan rata-rata jangkapanjangnya, terutama dengan tantangantantangandari Eropa. AS juga mempunyaitantangan besar dari segi politik. Di mana padatahun lalu, ketidaksepakatan partai Demokrat,Republik dan White house menyumbangterhadap situasi dimana AS kehilangan peringkatAAAnya.Mungkin penurunan peringkat ini merupakanpelajaran yang pahit untuk AS, dan semoga bisamenjadi peringatan agar Republik dan WhiteHouse bisa segera mencapai kesepakatanmengenai pajak pendapatan sebelum Natal.Lalu, di akhir tahun 2012, AS juga akanmenyelenggaran pemilu yang dengan sendirinyamenciptakan situasi tantangan politik antarpartai.Eropa - Data ekonomi Eropa terlihat semakinmelemah sesuai dengan ekspektasi pelakupasar yang mengkuatirkan kemungkinanEropa memasuki resesi. Negara Eropa sepertiFinlandia, Belanda dan Jerman yang awalnyadiperkirakan aman dari masalah hutang negaraEropa lainnya, mulai terkena dampaknya juga.Hal ini karena Uni Eropa tidak mempunyai banksentral yang bersedia bertindak selaku penyalurkredit terakhir untuk perbankan. Di tahun2012, pergerakan bursa Eropa dan ekonomiakan cukup bergantung pada perkembanganpolitik. Jika pemerintah Uni Eropa tidak berhasilmencapai kesepakatan dan solusi segera,keadaan ekonomi Eropa bisa memburuk.Cina - Di Cina, tingkat pertumbuhan ekonominyamasih terus menurun mengindikasikan softlandingdengan proyeksi angka pertumbuhansekitar 8-8,5% untuk tahun 2012. Investasi padafixed aset dan permintaan ekspor berkurang,tetapi tingkat konsumsi domestik masihbertahan sangat baik. Angka ekspor bulanNovember turun ke 13,8% yoy dari 15,9%di bulan Oktober. Dan, tingkat pertumbuhanproduksi industri menurun dari 13,2% di bulanOktober ke 12,4% yoy di bulan November.Perlambatan ekonomi Cina juga di konfirmasidengan menurunnya tingkat PMI manufakturmenjadi 49 di bulan November, yang terendahsejak tahun 2009. Walaupun lemahnya ekonomiEropa menekan pertumbuhan ekspor dariCina, tapi secara keseluruhan, turunnya tingkatpertumbuhan ekonomi serta inflasi Cina masihsejalan dengan tujuan pemerintahnya.Pemerintah Cina sendiri sudah mulai mengambillangkah pelonggaran, dengan menurunkanrasio cadangan wajib minimum perbankansebesar 50 bps. Langkah ini merupakah langkahpelonggaran pertama yang diambil dengankonsiderasi adanya penurunan aliran danaasing ke Cina serta perlambatan pertumbuhanekonomi Cina sendiri. Beberapa bulan ke depan,pemerintah Cina diekspektasi akan menambahlangkah-langkah pelonggaran mengantisipasibanyaknya tantangan terhadap pertumbuhan.Tekanan inflasi juga diekspektasi akan terusmenurun, sehingga memberikan ruang untukkebijakan pelonggaran.


4 | Market Perspective | Januari 2012AnalisaValuta AsingMika MartumpalSenior Market Analyst, Treasury DepartmentKondisi ekonomi yang masih sangat lemahadalah alasan di belakang rencana bank sentraluntuk kembali membeli obligasi pemerintah danswasta untuk menurunkan yield dengan tujuanmenyediakan dana murah untuk investasi.Namun efek negatif program pembelian obligasiadalah naiknya suplai uang yang berpotensimeningkatkan inflasi. Saat ini dengan inflasi diatas 5%, tingkat suku bunga mendekati nol,dan ancaman resesi di tahun 2012 maka GBPdi jangka panjang akan cenderung lemah.Turunnya surplus perdagangan, naiknyatingkat pengangguran dan melambatnya inflasiadalah tiga faktor penggerak domestik untukNZD. Turunnya surplus perdagangan dannaiknya tingkat pengangguran adalah faktoryang bersifat negatif sedangkan turunnyainflasi adalah faktor positif. Dengan tingkatsuku bunga yang masih rendah, maka kecilkemungkinan bank sentral menurunkan sukubunga dengan agresif. Dengan turunnya inflasidan suku bunga yang relatif stabil maka nilaiNZD secara relatif menjadi lebih menarik.USD masih akan diminati investor saatpersepsi risiko meningkat, karena status USDsebagai safe haven currency. Semakin kuatnyapertumbuhan ekonomi Amerika Serikat danmeningkatnya tingkat suku bunga pasar USDakibat kesulitan likuiditas di Eropa adalahfaktor penunjang USD. Tingginya inflasi, tingkatpengangguran dan tingkat utang adalah faktornegatif bagi USD.EUR saat ini masih berpeluang melemahakibat masalah defisit dan utang pemerintahbeberapa negara anggota yang berlarutlarut.Pengurangan defisit dan utang mutlakdilakukan oleh Uni Eropa, karena saat initingkat kepercayaan investor semakin tipis. Halpositif dari lemahnya EUR adalah barang danjasa dari Uni Eropa menjadi lebih kompetitif danmenguntungkan negara-negara eksportir.Bantuan pinjaman ECB untuk bank-bankdi Eropa diharapkan akan mengurangikesulitan likuiditas dan juga membantumenurunkan tekanan jual terhadapobligasi pemerintah Eropa.EUR juga bisa mendapatkantekanan jual karena banyakketidakpastian denganpemilu di beberapa negaraEropa di tahun 2012.Keputusan Reserve Bank of Australia (RBA)untuk menurunkan tingkat suku bunga sebesar50bps ke 4,25% adalah akibat kecenderunganinflasi yang turun dan ancaman melemahnyaperekonomian global. Dengan tingkat inflasitahunan di sekitar 3–3,5% dan harga komoditasyang lebih rendah maka masih terbukakemungkinan turunnya suku bunga RBA, hanyasaja dengan tingkat pengangguran yang relatifrendah maka penurunan suku bunga akanterbatas.Turunnya tingkat suku bunga RBA tidakotomatis menyebabkan AUD lemah karenadengan inflasi yang juga turun maka realinterest rate AUD tetap positif.IDR cenderung melemah terhadap USD dijangka pendek lebih disebabkan oleh masalaheksternal di Eropa ketimbang faktor domestik.Namun, pelemahan IDR bisa tertahan karenadengan naiknya peringkat utang Indonesiamenjadi investment grade, inflasi yangrendah, suku bunga yang cukup tinggi danperekonomian domestik yang kuat maka IDRberpeluang menguat di jangka menengah –panjang.Penguatan JPY telah mengakibatkan turunnyanilai ekspor Jepang dan merupakan ancamanbagi pertumbuhan ekonomi Jepang. Tingkatsuku bunga yang mendekati nol, neracaperdagangan yang cenderung menjadi defisitdan tingkat utang yang besar seharusnyamengurangi daya tarik JPY. Tapi JPY masihdiuntungkan oleh terus turunnya tingkat harga didalam negeri.Perekonomian Singapura yang mengandalkanperdagangan internasional dan jasa sangatbergantung pada kesehatan perekonomiannegara-negara seperti AS dan Cina. Dengankondisi yang tidak menguntungkan di ASdan melambatnya perekonomian Cinamenyebabkan SGD melemah terhadap USD.Turunnya tingkat inflasi juga mengurangikecenderungan Monetary Authority ofSingapore untuk mempertahankan nilai SGDterlalu kuat.Strategi Forex TradingTahun 2012 akan menjadi tahun yang bergairah untuk investasi valas, kerena diperkirakan belum ada solusi yang permanen dalammasalah hutang Uni Eropa, sehingga fluktuasi akan tetap tinggi. Tingginya fluktuasi akan membuka peluang investasi valas.Dengan potensi return yg tinggi, maka akan ada juga risiko yang tinggi, maka disarankan untuk berinvestasi jangka pendek dan terusmengikuti perkembangan pasar. Adapun beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam berinvestasi valas, adalah:• Informasi tentang data data ekonomi.• Pergerakan harga di bursa saham dan komoditas.• Kemungkinan adanya intervensi dari central bank yg bisa mengubah arah secara tiba tiba.• Kondisi sosial politik karena adanya beberapa pemilih di beberapa negara Eropa dan AS.

More magazines by this user
Similar magazines