LAPORAN AKHIR VARIETAS PADI TOLERAN ... - KM Ristek

km.ristek.go.id

LAPORAN AKHIR VARIETAS PADI TOLERAN ... - KM Ristek

-. LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN . dul Penelitian : Varietas Padi Toleran Rendaman (~14 hari), Efisien Pupuk, dans Bidang Penelitian_o\


RINGKASAN Keberlanjutan produksi beras di Indonesia untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri(swasembada) terancam oleh semakin sering kejadian banjir akibat perubahan iklim global.Untuk itu diperlukan upaya melalui penelitian untuk mendapatkan varietas-varietas padi yangtoleran terhadap rendaman yang cukup lama. Sementara itu, penelitian perbaikan cara budidaya dan pengelolaan hara dapat membantu mengurangi keparahan kerusakan tanaman padiakibat rendaman . Melalui penelitian yang melip~ti sub-kegiatan (1) Evaluasi galur-galur paditahan rendaman ; (2) Skrining galur-galur padi terhadap rendaman dan kemampuanpemanjangan batang ; (3) Pengelolaan hara tanaman padi di lahan rawan banjir; dan (4)Pengelolaan tanaman padi di lahan rawan banjir, diharapkan masalah tersebut dapat diatasi.Hasil penelitian dari percobaan evaluasi galur yang dilakukan di Kayu Agung diperoleh em patgalur yang rata-rata hasilnya lebih tinggi dari varietas pembanding tertinggi (4 ,6 tlha) yaituB13133-1 O-MR-2-KY -5(5,3t1ha); B 13146-1-IV1R-1-KY -2 (5 ,3t1ha); B 1313S-3-IVIR-1-KY-2(5, 13t1ha); dan B13146-1-MR-1-KY-2 (4 ,Stlha). Oari skrining terhadap rendaman diperoleh satugalur (B1313S-S-MR-3-KY-2) yang sangat toleran pada rendaman 14 hari dan dua galur(B1313S-S-MR-3-KY-2 dan B13136-3-MR-1-KY-15) moderat pada rendaman 17 hari.Sementara dari skrining pemanjangan batang diketahui satu galur berkategori moderat(B1 055'1 E-KN-62-2). Oari percobaan pengelolaan hara tanaman diketahui bahwa denganrendaman 10 hari dapat menurunkan jumlah malai per rumpun, jumlah dan bobot gabah isi perrumpun. Pengaruh bentuk pupuk tidak nyata pada semua peubah kecuali bobot jerami, denganpupuk granula bobot jerami lebih berat. Kegiatan pengelolaan tanaman di lahan rawan banjirsaat ini sedang berlangsung .ii


SUMMARY Sustainability of rice production in Indonesia to meet domestic demand threatened because ofglobal climate change. Therefore, research efforts are needed to obtain submergence tolerantrice for long time. Meanwhile, improvements in research, cultivation and crop management toreduced flood damage. The study which covers four activities, namely (1) Evaluation ofsubmergence tolerant rice lines (2) Screening of submergence tolerance rice and elongationability (3) Nutrients management of plants and (4} Crop management of rice in flood-prone area.Results of research, From the experimental evaluation in Kayu Agung has obtained four lineswhich yield higher than the varieties of Inpara 3 (4,6 tlha) and IR42 4,53t1ha), that is B133133­10-MR-2-KY-5 (53t1ha); B13146-1-MR-1-KY-2 (4,Stlha); B1313S-3-MR-1-KY-MR-1-KY-2; andB13146-1-MR-KY-2 (4,S tlha). From the screening lines in greenhouse was obtained a line(B1313S-S-MR-3-KY-2) there was very tolerant to 14 days submergence and acquired two lines(B1313S-S-rvlR-3-KY-2 and B 13136-3-MR-1-KY -15) which reacted moderately in 17 dayssubmergence. While the stem elongation ability of the test there was a moderate line (B1 0551 E­KI\I-62-2). From the experimental nutrient management of plants, showed at 10 days immersiondecreased panicle number, weight and number of filled grain per panicle. The effect fertilizer notsignificant on all parameters, except the experiment used granule fertilizer the straw washeavier. Crop management experiments in the flood-prone area are now underway.iii


DAFTAR lSIHal.LEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN .............................................................RII'.JGKASAN ••11 •••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••••• •• •••••••••••••••••••••iiSUMMARY ......................................................................................................... PRAKATADAFTAR lSIDAFTAR TABEL ............................................................................................... vi DAFTAR GArvlBARvii I. PEI'.JDAHULUAN 1 II. T[NJAUAN PUSTAKA ......................................................................................2 III. TUJUAN DAN MAI\IFAAT ..................................................................................... 5 IV. METODOLOGI PEl\lELmAN .......................................................................... 6 V. HASIL DAN PEMBAHASAN ............................................................................ 12 5.1 Evaluasi galur padi toleran rendaman ....................................................... 12 5.2.1. Skrining galur tehadap rendaman ......................................................... 13 5.2.2. Skrining galur terhadap pemanjangan batang padi ......... ...................... 15 5.3 Pengelolaan hara tanaman padi di lahan rawan banjir .............................. 16 5.4 Pengelolaan tanaman padi di lahan rawan banjir ....................................... 24 VI.KESIMPULAN .......................... .......... ................. .......... ......... ........................24 6.1 Kesimpulan ............................................................................................. 24 6.2 Saran ...................................................................................................... 24 DAFTAR PUSTAKA ........................................................................................ 25 iiiivv v


tahan rendaman yaitu INPARA-2 dan INPARA-3 yang juga tahan atau toleran terhadappenyakit bias, keracunan Fe , AI, dan salinitas. Dengan menanam varietas INPARA-3 (asalnyagalur IR70213-9-CPA-12-UBN-2-1-3-1) terbukti mampu meningkatkan hasil panen padi rawalebak sampai 75% yaitu 5,73 ton/ha dibanding dengan hasil padi varietas lokal Sei Putih (3,26tlha).Perbaikan varietas untuk raw a lebak dan untuk lahan-Iahan sawah rawan banjir atausering terendam perlu terus ditingkatkan agar produksi padi dapat ditingkatkan dan distabilkanyang merupakan salah satu tujuan dari penelitian ini. Banjir atau kedatangan air yang sulitdiprediksi ini akan semakin sering terjadi di masa mendatang, akibat perubahan iklim global.Teknologi baru berupa varietas padi yang lebih toleran rendaman, tahan berbagai ham a danpenyakit padi setempat, serta cara pengelolaan tanaman yang tepat (pemupukan dancara/waktu penanaman) untuk kondisi lahan yang sering terendam sang at diperlukan. Dengankerjasama antara Balai Besar Penelitian Tanaman Padi dan Kementrian Riset dan Teknologidiharapkan dapat mencapai tujuan ini.II. TINJAUAN PUSTAKA Perubahan iklim yang terjadi secara global secara jelas dapat dirasakan dalam beberapatahun terakhir seperti peningkatan temperatur udara, peningkatan ketinggian permukaan air lautdan perubahan pola hujan yang menyebabkan terjadinya kekeringan dan kebanjiran secaraekstrim (Mirza,2003). Perubahan tersebut sangat berpengaruh terhadap kondisi agroklimatologiuntuk produksi pang an termasuk padi (Wassman and Doberman, 2007). Tanaman padimeskipun secara alami merupakan tanaman semi-akuatik yang dapat beradaptasi dengan baikdi lingkungan berair, namun terjadinya rendaman terhadap seluruh bagian tanaman dalamjangka panjang dapat merusak jaringan tanaman padi akibat terganggunya proses fisiologistanaman hingga menyebabkan kematian (Ito et al. 1999, Setter et al. 1996). Oleh karenanyapeningkatan intensitas kejadian banjir sebagai efek perubahan iklim global dapat menjadiancaman serius terhadap keberlanjutan produksi beras nasional.Terdapat dua strategi adaptasi tanaman padi untuk menghadapi pengaruh rendaman yaitudengan pemanjangan batang mengikuti permukaan air untuk menghindari kondisi anaerob ataudengan menyimpan cadangan energi selama terendam dan tumbuh kembali setelah air surut2


(Almeida et al. 2003). Mekanisme adaptasi tanaman padi tersebut bergantung terhadap kondisigenangan air. Kemampuan pemanjangan batang (stem elongation ability) sesuai untuk daerahdaerahyang mengalami genangan dalam jangka panjang, sementara pad a daerah rawan banjirdimana rendaman terjadi dalam waktu singkat (kurang dari 14 hari) diperlukan varietas paditoleran rendaman (submergence tolerant) (Setter et al. 1996). Pemanjangan batang pad adaerah yang terendam sesaat justru akan merugikan , karena tanaman mudah rebah setelah airsurut.Toleransi padi terhadap rendaman bervariasi antar varietas dan sifat tersebut diwariskansecara genetik (Mackill et al. 1993). Sejumlah varietas padi menunjukkan toleransi yang baikterhadap rendaman penuh sampai dengan 14 hari. (Xu dan Mackill , 1996) telah berhasilmemetakan Quantitative Trait Loci (OTL) mayor penyandi toleransi terhadap rendaman , disebutsebagai Sub1, pada chromosome 9 yang berasal dari varietas toleran FR 13A. Locus tersebutmampu menjelaskan 70% variasi fenotipik toleransi terhadap rendaman . Terdapat tiga genyang mengandung ethylene response factor (ERF) pad a lokus Sub1 tersebut ya itu Sub 1A, Bdan C (Xu et al., 2006). Dari ketiga gen tersebut, gen Sub1A merupakan penentu utamatoleransi yang mampu terinduksi dengan kuat sebagai respon terhadap rendaman padavarietas-varietas yang toleran. Varietas-varietas yang membawa gen toleran Sub1 mampubertahan hidup pada kondisi terendam penuh sampai dengan 14 hari.Gen toleran rendaman Sub1 telah berhasil diintroduksikan ke dalam varietas-varietaspopuler seperti IR64, Swarna dan BR11 . Namun demikian toleransi varietas-varietas yang telahdiintroduksi gen toleran rendaman tersebut masih di bawah varietas FR 13A. Hasil pene litian(Nandi et al., 1997) menunjukkan bahwa terdapat sejumlah OTL lain pada varietas FR13A yangmengendalikan toleransi tanaman padi terhadap rendaman . Hasil ini diduga menjadi sebabkenapa toleransi terhadap rendaman galur atau varietas baru yang membawa gen Sub1 tidaksebaik induknya FR13A.Variasi dalam sifat kemampuan pemanjangan batang juga ditemukan pada berbagaivarietas padi (Maesako et al., 1995). Saha Ray et a/. , 1994) mengungkapkan bahwa kemampuanpemanjangan batang dikendalikan oleh lebih dari satu gen yang bersifat aditif dan non aditifdengan heritabilitas yang tinggi sehingga memungkinkan untuk melakukan seleksi terhadapsifat ini. Selanjutnya Hattori et al. ,2008) menemukan dan mengklon tiga OTL yang berperandalam kemampuan pemanjangan batang ini yang terletak pada kromosom 1, 3 dan 12. Diantaraketiga locus tersebut, gen pengendali pada krom osom 12 adalah yang paling utama. Dengan3


penemuan terse but m e m u n ~ i kan untuk menggunakan pendekatan molekuler dalamperbaikan kemampuan pema jaan batang varietas padi.Toleransi terhadap rendaman dan kemampuan pemanjangan batang pada dasarnyamerupakan dua sifat yang inkompatibel. Kedua sifat terse but sangat berkorelasi negatif (SahaRay et al. 1993). Varietas toleran rendaman bertahan hidup salah satunya dengan memeliharacadangan energinya dengan menjaga agar laju pemanjangan batang rendah (Setter et at. 1996,1997). Namun demikian hasil penelitian S.aha Ray et al. (1993) menunjukkan adanyakemungkinan untuk menggabungkan kedua sifat tersebut pada satu genotipe apabilamenggunakan tetua yang memiliki toleransi terhadap rendaman yang sangat kuat sepertiFR13A dan Kurkaruppan.Perbaikan varietas padi terhadap cekaman rendaman saat sangat dibutuhkan terutamakarena lahan sawah yang terendam banjir semakin meluas. Oi Indonesia telah dilepas satuvarietas unggul padi rawa yang toleran terhadap cekaman rendaman yaitu Inpara-3. Varietastersebut mampu bertahan hidup pada kondisi terendam selama satu minggu. Saat ini juga telahada galur-galur harapan yang memiliki ketahanan terhadap rendaman sampai dengan 14 hariyang siap untuk dilepas seperti IR07F102 (IR64-Sub1) dan IR05F101 (Swarna-Sub1). Untukmengantisipasi pengaruh rendaman yang lebih lama di pertanaman padi perlu dilakukanperbaikan sifat toleran rendaman yang lebih dari 14 hari .Cara budi daya padi , termasuk cara pengelolaan hara di daerah rawan banjir juga menjadifaktor penentu keberhasilan usaha tani padi untuk mencapai hasil yang tinggi (> 7 ton GKG/ha) .Ketidak pastian datangnya air atau banjir, tinggi rendaman dan kualitas air menjadi kendalautama pada usaha tani padi di daerah rawan banjir dan lebak. Pengaturan waktu tanam,pemilihan varietas, pengelolaan bibit, cara tanam, dan pengelolaan hara merupakan cara budidaya yang perlu dirumuskan untuk agroekosistem demikian agar hasil padi dapat mencapailebih dari 7 ton GKG/ha.4


ill. TUJUAN DAN MANFAAT2.1 TujuanJangka pendek :• Mengevaluasi galur-galur padi yang toleran terhadap rendaman lebih dari 14 hari, memilikikemampuan pemanjangan batang dan efisien pupuk.• Mendapatkan galur-galur harapan yang memiliki sifat toleran terhadap rendaman lebih dari14 hari, esisien pupuk dan potensi hasil tinggi.• Mendapatkan teknologi pemupukan dan budidaya tanaman yang efisien dan efektif untuktanaman padi sawah di lahan rawan banjir dan di rawa lebak.Jangka Panjang :• Sedikitnya dua varietas unggul padi toleran terhadap rendaman lebih dari 14 hari , efisienpupuk dan memiliki potensi hasil > 8 ton per hektar.• Teknologi budi daya padi , terutama pengelolaan hara yang efektif dan efisien untukmencapai hasil tinggi (>8 ton GKG/ha) dan stabil di lahan rawa lebak dan rawan banjir.2.2.Perkiraan Manfaat• Kelestarian dan ketersediaan pangan melalui program pemuliaan padi untukpembentukan VUB di ekosistem rawa pasang surut dan lebak• Percepatan dan pen ingkatan proses pembentukan VUB dengan sifat-sifat yangdikehendaki• Penajaman program pembentukan varietas sehingga bermanfaat bagi para petani dankonsumen• Pengayaan varietas unggul baru dan peluang alternatif adopsi pemilihan varietas unggultersebut di ekosistem rawa, terutama yang sifatnya spesifik lokasi• Tercapainya target hasil 8 ton/ha atau lebih melalui perakitan teknologi budidaya padiyang sesuai untuk lahan rawa lebak dan lahan rawan banjir/rendaman.5


IV, METODOLOGI PENELITIAN A. LlNGKUP DAN RENCANA KEGIATANKegiatan penelitian meliputi kegiatan pemuliaan untuk merakit varietas yang toleranrendaman; penelitian ekofisiologi untuk mempelajari mekanisme pertumbuhan dan hasil, sertahara tanaman padi di lahan rawan banjir sebagai dasar penentuan paket teknologi pemupukanpadi di daerah rawan banjir.Perbaikan sifat toleran rendaman yang lebih lama dari 14 hari akan dilakukan dengantiga pendekatan. Pertama adalah dengan memanfaatkan sumber varietas toleran yang adayaitu FR13A. Seperti diketahui bahwa varietas-varietas turunan FR13A yang telah ada toleransirendamannya masih dibawah FR13A disebabkan adanya lokus-Iokus lain pengendali toleransiterhadap rendaman yang belum terintrogresikan . Dengan demikian masih ada peluang untukmemperbaiki toleransi rendaman menggunakan sumber genetik ini. Kedua adalah denganmencari sumber genetik baru yang toleran rendaman lebih dari 14 hari terutama dari varietasvarietaslokal padi rawa. Sumber genetik baru yang diperoleh kemudian akan dintroduksikan kedalam varietas-varietas unggul yang berpotensi hasil tinggi. Ketiga dengan menggabungkansifat toleran rendaman dengan kemampuan pemanjangan batang ke dalam satu varietassehingga diharapkan dapat diperoleh varietas yang lebih adaptif untuk daerah yang terendamlebih lama dari 14 hari,B. MACAM KEGIATANPenelitian ini terdiri dari empat subkegiatan yang diuraikan sebagai berikut:4.1. Evaluasi galur-galur padi tahan rendaman (PJ. Ir. Bambang Kustianto, MS)Evaluasi galur-galur padi toleran rendaman akan dilakukan di Kayu Agung, KabupatenOgan Komering Ilir (OKI) pada MT 1, 2010. Sebanyak 48 galur padi toleran rendaman akanditanam pada percobaan yang disusun dalam rancangan acak kelompok dengan tiga ulangan.Masing-masing galur ditanam pada petak berukuran 2m x Sm dengan jarak tanam 2Scm x2Scm. Tanam pindah pad a saat bibit berumur 21 hari dan ditanam 1 bibit per rumpun. VarietasIR42 ditanam sebagai pembanding peka, dan Inpara 3 sebagai pembanding toleran. Pupukdasar yang diberikan terdiri atas 100kg Urea, 100kg SP36 dan 100kg KCI per hektar.6


Pemupukan susulan dilakukan paca 4 minggu dan 7 minggu setelah tanam masing-masingdengan 50kg Urea. Pengendali aama dan penyakit dilakukan intensif. Pengamatan yangdilakukan meliputi : penamprlan tanaman, keseragaman tanaman, tinggi tanaman, jumlahanakan produktif, umur tanaman berbunga dan umur bisa dipanen, hasil gabah kering giling perplot, reaksi terhadap serangan hama penyakit di lapang (IRRI, 1996). Pengamatan jugadilakukan terhadap pH tanah/air serta data iklim selama pelaksanaan pereobaan.Tabe\ 1. Daftar ga\ur bahan eva\uasi padi to\era~ rendaman pada T A. 2010No. Galur Persilangan Jumlah1 B13133 Kapuas I IR73571-3B-R-22-3-1 II Dendang I IR69502-6-SKN-UBN-1­ 5B-1-32 B13134 Kapuas I IR73571-3B-R-22-3-1 II F1.86 (Dendang I KAL9418F-MR-2) 113 B13136 Batang Ombilin I Memberamo II lVIemberamo 64 B13137 Dendang I IR69502-6-SKN-UBI\J-1-B-1-3 II IR69502 I Bondoyudo 55 B13138 IR69502-6-SKN-UBI\J-1-B-1-3 I KAL9418F II Pokhali I Angke 86 B13144 Hibrida ® 25BI Fatmawati II Batang Ombilin I Mbo 47 B13145 Mesir/l R60080-23 II I R73707 -45-3-2-3-1-7 I Martapura 48 B13146 I R69502-6-SKN-U BI\J-1-B-1-3 I B 10214F-TB-7 -2-1 I I ICOXI-B-66 IMbo5I 4.2. Skrining galur-galur padi terhadap rendaman dan kemampuan pemanjangan batang(Ir. Endang Suhartatik, MS)4. 2.1. Skrining galur-galur padi terhadap rendamanPenelitian akan dilakukan di rumah kaea Kebun Pereobaan lVIuara, Bogor, Jawa Barat.Pereobaan dilakukan mengikuti metode baku dari IRRI (Pamplona et al. 2007; Vergara, B.S.,A. Mazarado. 1976). Sebanyak 48 galur (sama dengan kegiatan 1) diuji dengan varietas IR42sebagai pembanding peka dan varietas FR 13A sebagai pembanding toleran. Benih direndamdalam air selama 24 jam kemudian dieuei dan diperam selama 24 jam. Media tanam berupatanah liat dalam pot plastik ukuran 40 em x 25 em x 14 em. Media dipupuk dengan 2 gram urea,1 gram TSP serta 2 gram KCL per pot. Benih ditanam dalam barisan sebanyak 12 biji, danbenih ditutup dengan tanah 2-3 em. Setiap pot dibagi menjadi 10 baris. Pad a umur 10 hari bibityang lemah dibuang dan disisakan 10 tanaman dan diukur tinggi tanamannya. Tanaman berikutpot direndam dalam tangki air ukuran panjang 150 em, lebar 150 em, dantinggi 140 em.7


Ketinggian air dipertahankan 50 ~ i atas permukaan tanah, kondisi air bening, dan suhu air27 °C selama 14 hari. Air ke u ian dibuang dan tanaman dibiarkan untuk pulih . Skoringdilakukan 6 hari setelah pem bu angan air dengan menghitung tanaman yang hidup (ditunjukkandengan daun yang berwarna hijau). Penilaian menggunakan Standard Evaluation System forRice (IRRI, 1996).Persentase tanaman yang hidup =jumlah tanaman yang daunnya hijau x 100%Skor 1 = 100%Skor 3 =95 - 99%Skor 5 =75 - 94%Skor 7 =50 - 74%Skor 9 = 0 - 49%(Sangat toleran)(Toleran)(Moderat)(Rentan)(Sangat rentan)104. 2.2.Skrining galur padi terhadap kemampuan pemanjangan batangPenelitian akan dilakukan pada tahun 2010 di rumah kaea Kebun Pereobaan PadiMuara, Bogar. Metode yang digunakan adalah direct seeded in trays in greenhouse (Vergaradan l'J1azaredo, 1975). Sebanyak 10 galur harapan diuji dengan varietas IR42 sebagaipembanding yang tidak memiliki kemampuan pemanjangan batang dan varietas Tapus sebagaipembanding yang memiliki kemampuan pemanjangan batang.Sebelum ditanam, benih dieuci terlebih dahulu dan dibuang benih-benih yangmengapung di atas permukaan air. Setelah itu baru direndam dalam air selama 24 jam , laludieuci lagi dan ditiriskan menggunakan tissu. Selanjutnya benih diinkubasi/diperam pada suhu30°C atau ditempatkan di tempat yang hangat selama 24 jam.Media tanam yang digunakan berupa tanah liat dalam pot plastik berukuran 40 em x 25em x 14 em dan dipupuk dengan 2 gram urea, 1 gram TSP serta 2 gram KCL per pot. Setiappot dibagi menjadi 10 baris. Benih ditanam dalam barisan sebanyak 12 biji dan ditutup dengantanah 2-3 em. Pada umur 10 hari, bibit yang lemah dibuang dan disisakan 10 tanaman per pot.Selanjutnya pemeliharaan dilakukan seeara intensif.Pada umur bibit 20 hari setelah semai, bibit ditanam ke dalam pot masing-masing 2rumpun per pot. Pada umur ± 35 HST dilakukan pengukuran sudut antara anakan pertamadengan batang utama. Selanjutnya pada umur ± 42 HST dilakukan pengukuran tinggi tanaman,jumlah anakan, dan panjang internode sebelum perendaman. Setelah dilakukan pengamatan,kemudian seluruh pot dipindahkan ke dalam bak air. Tanaman beserta potnya direndam di8


dalam bak air yang berukura _3- 3 9 150 em, lebar 150 em dan tinggi 140 em, pot-pot disusunseeara aeak.Pada hari periama air oak dipertahankan setinggi ± 30 em diatas permukaan tanah,pada hari ke dua ketinggian air ditambah hingga meneapai 60 em dan pad a hari ke tiga tinggiair diperiahankan pada ketinggian 100 em sampai hari ke tujuh. Kondisi air dijaga agar tetapbening dan bersuhu 26-27° C, untuk itu diperlukan pengeeekan kondisi air sebanyak 2-3 kalidalam sehari.Setelah tujuh hari perendaman, air dalam bak dibersihkan dan dilakukan pengamatanseperii pada saat sebelum perendaman. Penilaian kemampuan pemanjangan batangmenggunakan skor sebagai berikut:SkorKemampuan pemanjangan batangTotal panjang internode;::: 60 em3 40 - 59 em5 20 - 39 em7 1 - 19 em9 tidak terjadi pemanjangan, tanaman mati4.3. Pengelolaan hara tanaman padi di lahan rawan banjir(PJ. Prof. Dr. A. Karim Makarim)Pereobaan pengelolaan hara tanaman padi pad a lahan sawah rawan rendaman, akandilaksanakan di K.P. Sukamandi pada MT-1 2010 dengan eara mensimulasikan kondisi sawahrawan genangan berupa 3 kolam besar yang ketinggian air dan waktu rendamannya dapatdiatur. Tiga Kolam pereobaan di KP. Sukamandi digunakan untuk simulasi kondisi banjir,sbb:Kolam 1- untuk banjir/perendaman sewaktu tanaman berumur 14 hst hingga 28 hst.Kolam 2 - untuk banjir/perendaman sewaktu tanaman berumur 35 hst hingga 49 hst.Kolam 3 - sebagai control, yaitu tanpa perendaman.Pada masing-masing kolam dibuat pereobaan dengan raneangan yang sama, yaitu PetakTerpisah dengan 3 ulangan (blok).Petak Utama: varietas, V1-IR64-sub1, V2-Swarna-sub1, V3- Inpara 3, dan V- 4 (kontrol)Inpari 10. Anak petak: Pemberian pupuk, U-urea pril 135 kg N/ha; G-urea granula 135 kg N/ha(disajikan pada Tabel di bawah ini).9


Angka setelah simbul perlakuan pupuk seperti U1, U2, U dll hanya untuk membedakan kolom 1,2,3. Jumlah petak dalam tiap kolom =4 var x 2 pupuk x 3 ulangan =24 petak. Jumlah petak seluruhnya (dalam 3 kolam) = 24 x 3= 27 petak (Iihat denah percobaan) Tabel 2. Perlakuan perendaman dan pemupukan tanaman padi di Kolam Percobaan, KP . Sukamandi,2010No Perl Waktu rendaman TanparendamanWaktu pemupukan N (hst)Kolam 1 (Renda man 14-28 hst )14-28 hst 35-49 hst 7 21 35 42 49 521 U1"2 G1"Kolam 2 (Rendaman" 35-45 hst)"2 U2"4 G2"Kolam 3 (Tanpa rendaman)" "1 U3 " "2 G3" "Keterangan : U =urea prill; G =urea granulU = urea pril dosis 135 kg N/ha di split 3x (45-45-45) berdasarkan perlakuanG = granul dosis 135 kg N/ha diberikan pada waktu 7 hst 1 x.Pengamatan meliputi : 1) jumlah anakan dan tinggi tanaman padi setiap minggu, 2) warna daun dengan skala BWD 3) hasil dan komponen hasil (bobot gabah bersih 14%, jumlah malai, panjang malai, jumlah dan bobot gabah isi, gabah hampa, gabah total, % gabah isi, bobot 1000 butir)4) penampilan tanaman (skoring kehijauan dan ketegaran batang) dan difoto5) persentase kerusakan tanaman pad a akhir perendaman6) persentase recovery tanaman diukur setelah 1 minggu dari akhir perendaman7) total serapan hara N tanaman10


4.4. Pengelolaan tanaman padi pada lahan sawah rawan banjir (Ir. Ikhwani)Permasalahan yang dihadapi petani setelah lahan sawahnya terendam banjir, adalahrusaknya sebagian besar pertanaman . Penggunaan varietas tahan rendaman dapatmengurangi jumlah rumpun yang mati akibat rendaman, sehingga hasil tanaman per satuanluas tidak banyak berkurang. Percobaan ini akan membandingkan efektivitas penggunaanvarietas toleran rendaman (IR64 sub1) dan varietas unggul biasa (IR64) namun dilakukanpenyulaman menggunakan bibit berkualitas, setelah rendaman berakhir. Perlakuan dirancangsecara Faktorial 2 x 5, dengan 3 ulangan. Fakfor 1 adalah Varietas (IR64 dan IR64 subi). Faktor2 adalah penyulaman atau penanaman bibit, yaitu : (1) tanpa penyulaman ; (2) penyulamanmenggunakan bibit yang seumur dengan tanam pertama ; (3) sama dengan no.2, namun bibitdipelihara dalam wadah yang selalu " berisi air (akar bibit selalu terendam) ; (4) sama dengannO.3 namun air perendam akar bibit diberi pupuk urea, SP16 dan KGI secukupnya ; (5) Bibitpadi disemai baru, yaitu saat dimulainya penggenangan, kemudian ditransplanting setelah limahari selesainya penggenangan. Percobaan akan dilaksanakan di KP Sukamandi pada MT-22010, dengan menggunakan 2 kolam seperti pada kegiatan 3.Pupuk urea pada kolam 1 (direndam pada 14-24 hst) diberikan 3x yaitu pada 7 hs' , 27hst dan 48 hst sebanyak 135 kg N/ha totalnya . Pupuk SP18 dan KGI diberikan pada 7 hst.Sedangkan pemberian pupuk pada kolam 2 (tidak direndam) diberikan 3x yaitu pada 7 hst, 21hst dan 42 hst sebanyak 135 kg N/ha totalnya. Pupuk SP18 dan KGI diberikan pada 7 hst.Pengamatan meliputi :1) jumlah anakan dan tinggi tanaman padi setiap minggu,2) warna daun dengan skala BWD3) hasil dan komponen hasil (bobot gabah bersih 14%, jumlah malai, panjang malai, jumlahdan bobot gabah isi, gabah hampa, gabah total , % gabah isi, bobot 1000 butir)4) penampilan tanaman (skoring kehijauan dan ketegaran batang) dan difoto5) persentase kerusakan tanaman pada akhir perendaman6) persentase recovery tanaman diukur setelah 1 minggu dari akhir perendaman11


V. HASIL DAN PEMBAHASAN5.1. Evaluasi galur-galur padi tahan rendaman (PJ. Ir. Bambang Kustianto, MS)Penelitian dilakukan di KP . Kayuagung , Sumatera selatan pad a MT1 2010. Sebanyak 48galur dan varietas yang digunakan sebagai materi pada pereobaan ini benihnya telah di semaipad a tanggal 01 Mei 2010 dan tanam pad a tanggal 18 Juni 2010. Hasil per hektar yang lebihtinggi dari varietas pembanding Inpara 3 (4,6 ~ha) dan I R42 (4,53 tlha) adalah : B13133-10-MR­2-KY-5 (5,3 tlha) ; B13138-7-MR-3-KY-3 (5,3 tlha); B13138-3-MR-1-KY-2 ( 5,13 tlha) ; danB13146-1-KY-2 (4,8 tlha) . Tanaman terpendek B1317-4-MR-2-KY-3 (75,07 em) dan tertinggi107,6 em. Jumlah anakan produktif terbanyak 19,73 batang per rumpun dan paling sedikit 12,53batang per rumpun . Tanaman paling genjah adalah B13134-3-MR-1-KY-3 (123,33 hari) danyang paling lambat 130 hari (B13134-3-MR-1-KY-12). Rata-rata hasil dan sifat-sifat agrononomigalur/varietas yang diuji disajikan pada Tabel 3.Tabel 3. Rata hasil (tlha) dan sifat agronomi ga/ur padi toleran rendaman di KP . Kayu Agung2010n JAP Umur (hari) Hasil PACPNoGalur/varietas(em) (batang) Bunga Masak (t/ha)1 B13133-9-MR-3-KY-2 96.73 13 .60 98.00 126.00 4.20 32 B13133-9-MR-3-KY-3 92.40 13 .80 98.00 126.67 4.10 33 B13133-1 0-MR-2-KY-1 92.00 13.80 93 .00 127.00 4.10 34 B13133-10-MR-2-KY-5 96.00 19.73 93.67 126.67 5.30 35 B13133-10-MR-2-KY-9 97.60 13.53 93.00 125.33 2.83 56 B13134-3-MR-1-KY -2 90.47 13.40 92.33 126.67 2.57 57 B13134-3-MR-1-KY-3 107.20 13.47 93 .33 123.33 3.40 38 B13134-3-MR-1-KY-5 107.60 14.00 95.33 125.67 3.33 39 B13134-3-MR-1-KY-7 104.90 13.73 95.00 125.33 2.83 310 B13134-3-MR-1-KY-8 107.10 14.07 95.00 126.33 3.90 311 B13134-3-MR-1-KY-9 88.78 14.40 94.00 126.67 3.00 312 B13134-3-MR-1-KY -10 83.60 14.20 97.33 129.00 3.65 113 B13134-3-MR-1-KY-11 86.67 13.53 96 .00 128.67 2.47 514 B13134-3-MR-1-KY-12 85.07 13 .80 96.00 130.00 2.70 515 B13134-3-MR-1-KY -13 86.27 13 .13 95.00 128.00 2.37 516 B13134-3-MR-1-KY-18 77 .10 14.27 94.33 127.33 2.47 517 B13136-3-MR-1-KY-1 90.00 13.53 93.33 128.67 3.17 518 B13136-3-MR-1-KY-4 94.00 14.07 94.00 128.00 2.87 512


. .. 19 B13136-3-MR-1-KY -5 87.60 13 .80 94.6 7 127.33 3.07 520 B13136-3-MR-1-KY -8 I 87.60 13.87 94.67 129.33 3.17 521 B13136-3-MR-1-KY-11 87.40 14.87 93 .67 127.67 3.17 522 B13136-3-MR-1-KY -15 78.20 14.07 94.00 126.33 3.00 523 B13137 -4-MR-2-KY-1 82.67 14.60 93.67 126.00 3.25 524 B13137-4-MR-2-KY-2 90.93 13.40 94.00 126.00 3.43 525 B13137-4-MR-2-KY-3 75 .07 15.13 92.67 126.33 3.13 526 B13137 -4-MR-3-KY-1 82.27 14.53 94.33 126.50 2.37 527 B 13138-3-MR-1-KY-2 86.2·7 13 .47 98.00 128.67 5.13 328 B13138-3-MR-1-KY -3 88.80 13.67 93 .33 129.33 2.77 529 B13138-5-MR-1-KY -3 85.33 14.13 96.33 126.33 3.67 530 B13138-7-MR-3-KY-3 93.73 14.17 99.00 128.33 5.30 331 B13138-8-MR-3-KY-2 89.73 12.85 101.00 124.67 3.13 532 B13144-1-MR-2-KY-1 96.47 13.90 101.00 127.00 3.33 533 B13144-1-MR-2-KY-2 77 .40 13.73 100.67 126.33 4.10 534 B13144-1-MR-2-KY -3 91.73 13.67 100.00 128.00 3.40 535 B13144-1-MR-2-KY -4 82.00 14.10 100.00 128.00 I 2.33 536 B13145-1-MR-3-KY-1 90.67 13.60 97.67 127.00 3.77 i 537 B13145-1-IVIR-3-KY-2 95.33 14.87 99 .33 129.00 2.30 538 B13145-1-MR-3-KY -3 92 .33 13 .07 98.33 129.00 2.83 739 B13145-1-MR-3-KY-4 97 .70 12.53 95.33 126.33 3.10 540 B13146-1-MR-1-KY-1 83.07 14.07 94.33 128.33 3.77 541 B 13146-1-IVIR-1-KY-2 87.73 15.40 93.33 126.67 4.80 542 B13146-1-MR-1-KY -3 87.27 14.27 93 .67 127.33 3.50 543 B 13146-1-MR-2-KY-1 86.93 13.87 97.67 127.33 3.73 544 B13146-1-MR-2-KY-2 82.47 13 .00 94.00 127.00 3.57 5 145 B13146-1-MR-2-KY-3 84.33 14.60 95 .00 127.67 3.40 546 B 13146-1-MR-3-KY-1 81.53 14.13 94.67 127.67 3.73 547 In~ara 3 74.40 14.70 98.33 124.67 4.60 348 IR42 83.33 14.07 97.33 125.33 4.53 3Keterangan: TT=tlnggl tanaman; JAP= Jumlah anakan produktlf; PACP= phenotYPIc acceptability1 =sangat bagus; 3 bag us; 5 =sedang; 7=kurang bag us; 9 =jelek.5.2. Skrining galur-galur padi terhadap rendaman dan kemampuan pemanjangan batang(Ir. Endang Suhartatik, MS)5.2.1. Skrining galur-galur padi terhadap rendamanSebanyak 48 galur padi diuji pada lama rendaman 14 hari, disamping itu juga dilakukanrendaman selama 17 hari. Untuk taraf rendaman 14 hari tanam pada tanggal 19 April 2010 dan


perlakuan perendama ::; ~_ :: - ::3"3 3 !3 ggal 29 April 2010. Untuk tahap perendaman 17 haritanam dilakukan pada ta g ~ a: 3 .' ei 2010 dan perlakuan perendaman dilakukan pada tanggal13 Mei 2010. Pada re 'a a selama 14 hari terdapat satu galur yang bereaksi sangat toleranyaitu galur B13138-8-MR-3-KY-2 (100%). sedang yang bereaksi moderat sebanyak 12 galur.Sementara varietas pembanding FR13A bereaksi sangat tahan (100%) dan IR42 bereaksisangat peka (16 ,2%). Pada rendaman selama 17 hari diperoleh dua galur yang bereaksimoderat yaitu galur B13136-3-MR-1-KY-15 ( 80%) dan B13138-8-MR-3-KY-2 (86,2%),sementara varietas FR13A bereaksi moderat (81 ,9%) dan IR42 bereaksi sangat peka ( 20%).Hasi dari percobaan uji rendaman disajikan pada Tabel 4.Tabel4. Hasil uji rendaman galur-galur padi rawa di rumah kaca Muara MT1 2010NoGenotipe14 hari direndam 17 hari direndam(%) Skor (%) Skor1 B 13133-9-MR-3-KY-2 60,0 7 56 ,7 72 B 13133-9-MR-3-KY-3 56,7 7 43 ,3 93 B 13133-1 O-MR-2-KY-1 60,0 7 30 ,0 94 B13133-10-MR-2-KY-5 59 ,3 7 20 ,0 95 B 13133-1 0-MR-2-KY-9 75,9 5 33 ,3 96 B 13134-3-MR-1-KY-2 55,2 7 16,7 97 B13134-3-MR-1-KY-3 50,0 7 27,6 98 B13134-3-MR-1-KY-5 63,0 7 20 ,7 99 B13134-3-MR-1-KY-7 66,7 7 36,7 910 B13134-3-MR-1-KY -8 60,0 7 20,0 911 B 13134-3-MR-1-KY-9 53,3 7 20,0 912 B13134-3-MR-1-KY-10 56,7 7 13,3 913 B13134-3-MR-1-KY-11 70,0 7 20,0 914 B 13134-3-MR-1-KY -12 63,3 7 0,0 915 B 13134-3-M R -1-KY-13 76,7 5 7,4 916 B13134-3-I\.J1R-1-KY-18 43,3 9 3,3 917 B13136-3-MR-1-KY-1 83,3 5 70,0 718 B13136-3-MR-1-KY-4 71,4 7 53 ,3 719 B13136-3-MR-1-KY-5 60,7 7 28,6 920 B13136-3-MR-1-KY-8 76 ,7 5 39 ,3 921 B13136-3-MR-1-KY-11 70 ,0 7 35 ,7 922 B13136-3-MR-1-KY-15 83,3 5 80 ,0 523 B 13137 -4-MR-2-KY-1 80,0 5 39 ,1 924 B 13137 -4-MR-2-KY-2 86 ,7 I 5 44 ,0 914


· .. 25262728B13137-4-MR-2-KY-3B13137-4-MR-3-KY-1B13138-3-MR-1-KY -2B 13138-3-MR-1-KY-3,90,086,773,383 ,3557556,760,066,766,777772930B13138-5-MR-1-KY-3B 13138-7 -MR-3-KY-393 ,393,35573,369,07731 B13138-8~MR-3-KY-2 100,0 1 86,2 532 B13144-1-MR-2-KY-1 66,7 7 50,0 733 B13144-1-MR-2-KY-2 50,0 • 734 B13144-1-I\I1R-2-KY-3 30,0 935 B13144-1-MR-2-KY-4 58,8 736 B 13145-1-MR-3-KY-1 52 ,0 737 B 13145-1-MR-3-KY-2 51 ,9 738 B13145-1-MR-3-KY-3 48,3 939 B 13145-1-MR-3-KY-4 41,4 940 B13146-1-MR-1-KY-1 24 ,1 941 B 13146-1-MR-1-KY-2 70 ,0 742 B13146-1-I\I1R-1-KY -3 69,0 743 B 13146-1-MR-2-KY-1 48,3 9 I44 B13146-1-MR-2-KY -2 22,2 945 B13146-1-MR-2-KY -3 15,4 946 B13146-1-MR-3-KY-1 0,0 9cek IR42 16,2 9 20,3 9cek FR13A 100,0 1 81,9 55.2.2.Skrining galur padi terhadap kemampuan pemanjangan batangSebanyak 10 galur harapan yang diuji dibagi menjadi dua set pengujian, hal ini karenabak pengujian hanya mampu menampung 5 galur dengan 4 ulangan.Set I benih disemaitanggal 16-04-2010, tanam tanggal 04-05-2010, direndam tanggal 15-06-2010 dan pengamatantanggal 21-06-2010. Set II benih disemai tanggal 23-04-2010, tanam tanggal 11-05-2010,direndam tanggal 22-06-2010 dan pengamatan tanggal 28-06-2010.Dari 10 galur yang diujiterdapat satu galur yang memiliki daya memanjang moderat (20 ,8 em) yaitu galur B1 0511 E-KI\J­62-2 (Tabel 5).15


Tabel 5. Hasil skrining pemanjangan batang padi di rumah kaea KP. Muara MT 1 2010NoGalur/varietasTT (em)SbR SsR Selisih1 B11844-MR-29-7-1 4,8 16,4 11,6 72 B11844-MR-17-6-6 5,4 18,1 12,7 73 B11844-MR-23-4-6 3,4 17,2 3,0 74 BPi 031 F-PN-25-2-4-KN-2 8,5 17,2 8,7 75 B10553E-KN-6-1 6,8 17,1 10,3 76 B11377F-MR-34-2 5,1 15,3 10,1 77 B 1 0217F-TB-38-1-1 5,3 23,1 17,8 78 B11016D-KN-2-1 4,8 24 ,2 5,1 79 B10868F-MR-15-1 8,5 18,8 10,2 710 B1 0551 E-KN-62-2 6,1 26 ,9 20,8 5TAPUS 6,6 16,1 9,5 7SkorIR42 4,6 14,9 10,3 7Keterangan: TT=tlnggl tanaman; SbR=sebelum dlrendam; SsR=sesudah dlrendam5.3. Pengelolaan hara tanaman padi di lahan rawan banjir (Prof. Dr. A. Karim Makarim)Tinggi tanamanTinggi tanaman pada perlakuan tanpa perendaman di kolam 3 disajikan pada Tabel 6.Tabel 6. Tinggi tanaman padi pad a lima fase tumbuh dari 4 varietas dan dua pemupukan padaperlakuan tanpa rendaman. KP Sukamandi MT1 2010Pengamatan (hst)PerlakuanU2vi14 28 42 56 panen42 ,8 56,1 67,9 80,6 94,8G2 vi 39,6 54,0 70,3 78,5 95,7U2 v2 34,6 47,8 64,3 81,3 106,3G2 v2 35,6 47,4 67,8 81,1 102,8U2 v3 50,1 71,7 93,5 100,3 106,0G2 v3 47,4 69,0 97,5 106,6 110,6U2 v4 40 ,4 56,4 74,8 83,0 102,1G2v4I42,1 I 56,4 1 75 ,2 86,8 103,016


Tinggi tanaman V2 (Swarna sub-1 /lnpara 4), V3 (Inpara-3) dan V4 (Inpari 10/kontrol)relatif sama pada saat panen yaitu sedikit di atas 100 em , sedangkan varietas 1 (IR64­sub1 Iinpara 5) sedikit di bawah 100 em. Namun, selama pertumbuhan tanaman, V3 selalu lebihtinggi dibandingkan ketiga varietas lainnya. Pada perlakuan tersebut juga terlihat bahwapengaruh bentuk pupuk, yaitu urea 3x dan urea granul tidak nyata berbeda.Pada perlakuan perendaman saat umur tanaman 14 hst selama 14 hari atauperendaman antara 14 hst - 28 hst, menyeba~kan semua tanaman dari semua perlakuan mati.Pengukuran hanya dilaksanakan hingga umur tanaman 14 hst (sesaat sebelum perendaman),seperti disajikan pada Tabel 7.Tabel 7. Tinggi tanaman padi umur 14 hst sesaat sebelum perendaman padaperendaman 14 HST hingga 28 HST, KP Sukamandi MT1 2010perlakuanPerlakuanTinggi tanaman (14hst)U2 v1 40,1G2 v1 39,8U2 v2 38 ,6G2 v2 38,3U2 v3 40,1G2 v3 40,0U2 v4 38 ,8G2 v4 38 ,7Pad a umur 14 hst ini belum ada perbedaan tinggi tanaman seeara nyata baik antarvarietas yang digunakan, maupun dari bentuk pupuk.Matinya tanaman setelah perendamanselama 14 hari, menyebabkan tidak ada data pertumbuhan maupun hasil yang diperoleh padapereobaan ini . Ini menunjukkan ketiga varietas tahan rendaman belum mampu hidup dalamkondisi terendam selama 14 hari di kolam rendaman KP Sukamandi pada MT2.Tinggi tanaman selama pertumbuhannya pada perlakuan perendaman pada umur 35HST hingga 45 HST disajikan pada Tabel 8. Pad a saat panen , tanaman tertinggi adalah 3(Inpara-3) yaitu 106,9 em dan 111, 0 em mas ing-masing untuk perlakuan pemupukan urea 3x17


(U) dan granul 1 x (G). Tanaman tertinggi ke-2, ke3 dan terendah masing-masing adalahvarietas 4 (Inpari 10/kontrol), varietas 1 (IR64-sub1/Inpara 5) dan varietas 2 (Swarna sub-1/1npara 4).Pada Tabel 7 juga terlihat bahwa pengaruh bentuk pupuk, yaitu urea 3x dan urea granultidak nyata berbeda terhadap tinggi tanaman pada saat panen.Tabel 8. Tinggi tanaman padi pad a empat pengamatan pad a perlakuan perendaman umur 35HST hingga 45 HST, KP Sukamandi MT1 2010Pengamatan (hst)Perlakuan14 28 42*1 56 panenU2 v1 38,4 51,3 58,9 66,6 84,4G2 v1 38,3 50,1 59,2 68,3 84,0U2 v2 37,0 48,4 56,0 63,5 71,2G2 v2 36,6 46,4 54,0 61,6 76,0U2 v3 44,7 64,9 80,5 96,1 106,9G2 v3 45,2 62,5 82,2 101,9 111,0U2 v4 39,1 51,3 62,8 74,4 88,9G2 v4 40,3 51,6 66,1 80,6 93,6,*1 Bukan angka pengamatan, tetapi kailbrasl dan dua pengamatan sebelum (28 HST) dansesudah (56 HST) perlakuan perendamanDalam pengamatan, keuntungan tanaman berpostur tinggi adalah lambat terendampenuh sewaktu terjadi perendaman dan cepat tersembul sewaktu rendaman surut. Sifat inidapat mengurangi efek lama rendaman penuh. Tanaman yang daunnya tersembul, meskipunterendam masih dapat melakukan fotosintesis. Semakin banyak daun/tajuk yang tersembul atausemakin luas daun yang beriotosintesis, maka semakin sedikit dampak negatif dariperendaman. Hal ini juga berlaku di lapang. Tanaman berpostur tinggi umumnya lebih tahanbanjir/rendaman dibandingkan tanaman yang lebih pendek dengan catatan mempunyai genketahanan yang sama.baik berpostur tinggi.Ini antara lain menjawab kenapa umumnya varietas padi lebak yang18


Pengaruh perendaman pada umur tanaman 35 HST hingga 45 HST dan pemberianpupuk terhadap tinggi tanaman disajikan pada Gambar 1. Pada Gambar 1 nampak tanamanlebih tinggi pada tanpa rendaman dibandingkan dengan yang direndam.~ 120.0 . Ee.ngl;l cyl1.PJ.! P.I.!K. E 100.0 ~ tOO,.= -.::90.0on~ 40.0 f= 20.0 __ rendamU........ renclamG- --t,1IlJ,l a r E.' I1U (j14hs t 2Shs t 42hst SG hst 8 611 StI... .... .................,J Gambar 1. Pertumbuhan tinggi tanaman pad a perlakuan rendaman dan pemupukanKP. Sukamandi MT1 2010Dalam Gambar 2 nampak tinggi tanaman varietas V3 tertinggi, diikuti dengan V4, V1dan V2 yang terrendah. Telah dibahas sebelumnya bahwa sifat genetik varietas berpostur tinggidiperlukan pada lahan rawan banjir, karena varietas tersebut akan lambat terendam seluruhnya(tidak nampak sama sekali) ketika banjir dan segera tersembul setelah banjir surut. Lama danluasnya bagian tajuk tanaman yang tidak terendam akan mempengaruhi banyaknya fotosintatyang terbentuk untuk energi tumbuh dan maintenance. Ini menerangkan fakta bahwa varietasvarietaslokal atau toleran rendaman atau padi lebak hampir selalu berpostur tinggi.dicoba.Gambar 2 disajikan perbedaan pertumbuhan tinggi tanaman antar varietas padi yang----~-- -I!........... Vl i___ V2-.k-V3-V414 28 42 56 pJ ncn---- -------Hst ---Gambar 2. Pertumbuhan tingg i tanaman antar varietas padi pad a percobaanperendaman. KP . Sukamandi MT1 201019


Jumlah anakanJumlah anakan ta na :3 ::::: ~ a a perlakuan tanpa perendaman di kolam 3 disajikan padaTabel 9. Jumlah anaka a-c '; ;' ~-rumpun saat panen tertinggi adalah varietas 2 (Swarna sub­111npara 4) yaitu masi g-masi 9 11, 3 untuk yang diberi urea 3x dan 13,6 yang diberi ureagranul 1x. Pad a varietas 1 (IR64-sub1I1npara 5) jumlah anakan yang diberi urea 3x (U1)12,6/rumpun lebih ba nyak dibandingkan yang diberi urea granul (G1) yaitu 8,7 per rumpun.Pad a kedua varietas lainnya, yaitu V3 (Inpara-3) dan V4 (Inpari 10/kontrol) pengaruh ureagranullebih tinggi dibandingkan urea biasa, y~itu9,1 (U4) dan 10,1 (G4) .masing-masing 8,3 (U3) dan 10,5 (G3), sertaTabel 9. Jumlah anakan tanaman padi pad a lima fase tumbuh dari 4 varietas dan duapemupukan pada perlakuan tanpa perendaman. KP Sukamandi MT1 2010PerlakuanPengamatan (hst)14 28 42 56 PanenU1 V1 5,8 13,1 12,9 12,2 12,6G1 V1 4,9 12,8 14,6 12,5 8,7U1 V2 4,6 12,5 14,6 13,8 11 ,3G1 V2 5,3 13,5 17,3 15,4 13,6U1 V3 4,7 10,8 10,8 9,3 8,3G1 V3 3,7 10,5 12 ,3 10,8 10,5U1 V4 3,7 12,0 14,2 11,9 9,1G1 V4 3,8 11 ,6 14,9 12,7 10,1Pada perlakuan perendaman saat umur tanaman 14 hst selama 14 hari atau perendamanantara 14 hst - 28 hst, menyebabkan semua tanaman dari semua perlakuan mati. Pengamatanhanya dilakukan hingga umur tanaman 14 hst (sesaat sebelum perendaman) seperti disajikanpada Tabel 10. Pad a umur 14 hst ini belum ada perbedaan jumlah anakan secara nyata baikantar varietas yang digunakan, maupun dari bentuk pupuk. Matinya tanaman setelah20


perendaman selama 14 I a . s ebabkan tida k ada data pertumbuhan maupun hasil yangdiperoleh pada percob aar ii. I I men njukkan ketiga varietas tahan rendaman belum mampuhidup dalam kondisi terendam selama 14 hari di kolam rendaman KP Sukamandi pada MT22009. Pad a umur 14 hst ini tidak ada perbedaan nyata jumlah anakan dari semua perlakuanyang diuji.Tabel 10. Jumlah anakan tanaman pad i umur 14 hst sesaat sebelum perendaman padaperlakuan perendaman 14 HST hing.9a 28 HST, KP Sukamandi MT1 2010PerlakuanJumlah anakan/rumpun (14 hst)U1 V1 5,9G1 V1 6,2U1 V2 6,6G1 V2 6,4U1 V3 5,4G1 v3 5,2U1 v4 4,5G1 v4 3,4Jumlah anakan tanaman padi selama pertumbuhannya pada perlakuan perendamanselama 10 hari (pada umur 35 HST hingga 45 HST) disajikan pada Tabel 11 . Pad a saat panen,jumlah anakan dari semua perlakuan baik varietas maupun pemupukan hampir sama yaituberkisar antara 9 dan 13 per rumpun . Hanya varietas Inpara 4 (V2) yang diberi pemupukan ureagranul (G1) menghasilkan jumlah anakan lebih banyak yaitu 15,8 per rumpun. Perlakuan V2G1ini selalu menghasilkan jumlah anakan yang lebih tinggi dibandingkan dengan perlakuanlainnya.21


Tabel 11 . J '3 3-2. '3 anaman padi pada lima pengamatan pad a perlakuanpere, a a, antara 35 HST hingga 45 HST, KP Sukamandi MT1 2010PerlakuanPengamatan (hst)14 28 42*/ 56 PanenU1V13,9 11 ,2 9,9 8,6 11,8 G1V13,8 11.3 10,2 9,1 12,8 U1G1V2V24,7 4,5 14,2. 13,5 12,6 13,1 10,9 12,7 11,8 15,8 U1V34,0 11 ,7 9,9 8,2 10,1 G1V33,9 10,2 10,1 10,1 9,3 U1V42,4 9,6 8,4 7,1 11,6 G1v42,8 12,9 11,3 9,6 10,8 */ Bukan angka pengamatan, tetapi kailbrasl dan dua pengamatan sebelum (28 HST) dansesudah (56 HST) perlakuan perendamanKomponen hasilPengaruh bentuk pupuk N, yaitu urea biasa/prill yang diberikan 3x (U) dibandingkan denganurea granul (G) pada kondisi tanpa perendaman (kontrol) dengan yang diberi perendaman umur35 HST hingga 45 HST terhadap komponen hasil tanaman padi disajikan pada Tabel 12.Tabel 12. Komponen hasil padi pad a perlakuan rendaman dan tanpa rendaman serta yangdiberi pupuk urea dan urea granul. KP Sukamandi MT1 2010Perla- Tinggi Jumlah Panjang Jumlah Jumlah Bobot Bobot Bobot %kuan tanaman malail malai Gabah Gabah Gabah lsi Gabah gabah gabah Bobotpupuk (em) rumpun (em) isi/rpn Hampa (g/rpn) Hampa total (g) isi jeramiPerlakuan RendamanUrea 93,6 11 ,8 23,7 930 494 18,7 1,98 20,6 90,5 99,3UGranul 99,6 12,9 23,5 820 536 17,7 2,41 20 ,1 88,4 138,2Perlakuan Tanpa rendamanUrea 99,8 14,6 25,7 1163 435 23,9 2,21 26,2 91,3 104,9UGranul 99,6 13,5 25 ,8 993 466 22,5 2,27 24,7 90 ,3 104,822


Tingg i :3;5-2- :3- J 2 -::: an sama antara yang diberi urea dan diberi urea granul,sedangkan 02:3 ;:::~ :: J 3 re am an 35 HST hingga 45 HST tinggi tanaman yang diberi ureagranul 99,6 :T sama dengan yang tidak direndam tetapi lebih tinggi dibandingkan yang diberiurea (93,6 em ). Ini menunjukkan bahwa tinggi tanaman rata-rata tidak banyak dipengaruhirendaman bi la diberi pupuk urea granul, sedangkan bila ada perendaman pengaruh urea granulnyata lebih tinggi daripada urea biasa.Jumlah malai per rumpun tidak banyak dipengaruhi pemupukan, namun lebih dipengaruhiperendaman. Jumlah anakan yang tidak direndam adalah 13,5 dan 14,6/rumpun, sedangkanyang mengalami rendaman 11,8 dan 12,9/rumpun, atau berkurang 2 anakan aktif atau 2 malaiper rumpun atau turun 14,8% akibat rendaman.Panjang malai rata-rata berkurang akibat rendaman, sedangkan pengaruh pemberian pupukN tidak nyata. Panjang malai tanaman padi yang terendam 23,6 em sedangkan yang tidakterendam rata-rata 25,8 em atau perendaman mengurangi panjang malai sebesar 2,2 em(8,5%). Persentase gabah isi ternyata tidak terpengaruh baik oleh perendaman maupun olehpemberian pupuk.Persentase gabah isi rata-rata berkisar antara 88,4% dan 91,3%. Jumlah gabah isi maupunbobot gabah isi per rumpun dari perlakuan rendaman konsisten lebih rendah dibandingkantanpa rendaman. Tanpa rendaman jumlah gabah isi per rumpun 1078 butir, sedangkan denganperendaman 10 hari (35 HST hingga 45 HST) menjadi 875 butir atau menurun sebanyak18,8%. Demikian pula bobot gabah rata-rata per rumpun yang tidak direndam menghasilkangabah isi 23,2 gram sedangkan yang direndam 18,2 gram atau menurun sebesar 21 ,6%.Pengaruh pemberian pupuk urea dan urea granul tidak nyata berbeda terhadap bobot maupunjumlah gabah isi per rumpun .Bobot jerami per rumpun pada perlakuan tanpa rendaman sama berat antara yang diberiurea dan yang diberi urea granul yaitu 104,9 dan 104,8 g/rumpun. Namun pada perlakuanperendaman bobot jerami yang diberi urea menghasilkan 99,3 gram/rumpun dan yang diberiurea granul 138,2 gram/rumpun.23


-. 5.4. Pengelolaan tanaman padi pada lahan sawah i"awan banjir (Ir. Ikhwani)Pereobaan dilaksanakan di KP. Sukamandi pada MT2 2010. Benih telah disemai tanggal 04Nopember 2010 dan tanam tanggal 29 Nopember 2010 Sampai saat ini penelitian masihberlangsung.VI. KESIMPULAN DAN SARANKesimpulan1. Pereobaan evaluasi galur padi toleran rendaman di KP. Kayu Agungmenghasilkan empat galur yang rata-rata hasilnya lebih tinggi dari varietaspembanding yaitu B.13133-10-MR-2-KY-5 (5,3t1ha); B13138-7 -MR-3-KY-3(5,30tlha); B13138-3-MR-1-KY-2 (5,13 tlha) ; B13146-1-MR-KY-2 (4,8 tlha).2. Dari skrining galur terhadap rendaman diperoleh satu galur (B13138-8-MR-3-KY­2) sangat toleran pada rendaman 14 hari, dua galur bereaksi moderat padarendaman 17 hari (B13138-8-MR-3-KY-2 dan B13136-3-MR-1-KY-15)3. Dari uji pemanjangan batang padi diperoleh satu galur yang memiliki dayapemanjangan batang moderat yaitu . B1 0551 E-KN-62-2 (20,8 em) .4. Dari pereobaan hara tanaman diketahui bahwa pada rendaman 10 hari terjadipenurunan jumlah malai per rumpun, jumlah dan bobot gabah per malai, sertapemendekan panjang malai.5. Pengaruh penggunaan bentuk pupuk tidak nyata pada semua peubah, keeualibobot jerami. Penggunaan pupuk granul dengan perlakuan perendaman bobotjerami lebih tinggi.6. Kegiatan pengelolaan tanaman saat ini sedang berlangsung.SaranPenelitian ini dapat dilanjutkan pada tahun anggaran yang akan datang agar tujuan akhirpenelitian ini dapat tereapai yaitu menghasilkan paket teknologi yang berguna bagi petani.24


DAFTAR PUSTAKAHattori Y, K. Nagai , H. Mori, H. Kitano, M. Matsuoka and M. Ashikari. 2008. "Mapping of threeQTLs that regilate internode elongation in deepwater rice ". Breeding Sci 58 : 39-46International Rice Resea- 'c I s:it te (IRRI) 1996 "Standard Evaluation System for Rice". IRRI .Los Banos _ ~~_ -3 =-' ' :: ' ~ s:=:Ismail , I.G. , Trip I f" 3-:=: . ':: ­_ _ t -~ :: -_Sianturi . 1993 S~ ,·. - :::._ -- -Pertanian.Ito 0., E. Ella, N. Kawanc . ... .: ~~ ~ = - ::: : -: .:= =:..: ~ : - -:=.,-­lowland rice ecosysterr". F s :. : -:: ~ ='=::" :- - :.-= :Mackill, D.J., M.M Amante., B.S. Verga:3 3-: ~ ':: 3-.3: ~ ;lines with tolerance to submerge C€ ~ ':: : .Maesako M., Y. Sa no and J. Inouye. 1995. ~ C o 2- :=::-:' .deepwater rice and its wild relatives". Jpn J. C ... 3 _ =- : :-Mirza, M.M.O. 2003. "Climate change and extreme whea e- e. ::- :::adopt?" Climate Policy 3: 233-248Nandi S, P.K. Subudhi, D. Senadhira, N.L. Manigbas, S. Sen-Mandi. _:;-: - :.:-OTLs for submergence tolerance in rice by AFLP analysis and 5e e~: . s ;:: - : ..Mol Gen Genet 255: 1 ±8=l\Jugroho, K. Alkusuma, Paidi, Wahyu Wahdini, Abdurachman, H.Suhardjo dan I.P.G. :.3.3Adhi. 1993. Peta areal potensial untuk pengembangan pertanian lahan rawa ~asa Jsurut, rawa dan pantai. Proyek Penelitian Sumber Daya Lahan. Pusat Penelitian Tanadan Agroklimat, Badan Litbang Pertanian.Saha Ray, P.K., D. HilleRisLambers, N.M. Tepora. 1993. "Combination of Stem ElongationAbility with Submergence Tolerance in Rice". Euphytica 68: 11-16.Setter T.L., E.V. Laureles. 1996. "The beneficial effect of reduced elongation growth onsubmergence tolerance of rice" ....1 Exp Bot 47: 1551-1559Trip Alihamsyah. 2003. Potensi dan pendayagunaan lahan rawa untuk peningkatan produksipadi. p.: 327-346 Dalam konomi Padi dan Beras Indonesia. Badan Penelitian danPengembangan Pertanian. Departemen Pertanian. Jakarta.Vergara, B.S., A. Mazarado. 1976. "Testing for Internode Elongation". Seminar on PlantPhysiology Department, IRRI. Philippines.Wassman, R. and A. Doberman. 2007 "C li ate change adaptation through rice production inregio S\A j 1 i ~ prJ'/e ·. :9 ,e ' :=:- S' eJ I~ nal 4 (1): 1-2425


••Xu K, X Xia , T. Fukao, P Canlas, R Maghirang-Rodriguez, S. Heuer, A. Ismail, J. Bailey­Serres, PC . Ronald , D.J. Mackill. 2006. "Sub1/\ is an ethylene response factor-likegene that confers submergence tolerance to rice". Nature 442 :705-708Xu K. and D.J. Mackill. 1996. "A major locus for submergence tolerance mapped on ricechromosome 9". Mol Breed 2:26

More magazines by this user
Similar magazines