PEMBUATAN NANO PARTIKEL Ba-hexa Ferrite (BaO ... - KM Ristek

km.ristek.go.id

PEMBUATAN NANO PARTIKEL Ba-hexa Ferrite (BaO ... - KM Ristek

FORM 1LAPORAN AKHIRPROGRAM INSENTIF PENELITI DAN PEREKAYASA lIPI TAHUN 2010JUDUL KEGIATAN/PENELITIAN PEMBUATAN NANO PARTIKEL Ba-hexa Ferrite (BaO.6Fe203) MAGNET PERMANENT DAN KARAKTERISASINYA PENELITI PENGUSUL(~_____________Ir._M_u_lj_ad_i_M_.S_i __________~JJENIS INSENTIF : 1( ~____________R __et ; s_________________~Te ~ pa nBIDANG FOKUS : ~[ Advanced Material~---.[~_______P_U_S_A_T_P_EN_E_L_IT_IA_N_ F_IS_I_KA__-_L1_PI________J


FORM 1LEMBAR PENGESAHAN SATUAN KERJA PENANDA TANGAN KONTRAK a) Judul KegiatanJPenelitianb) Bidang Fokusc) Peneliti Pengusul• Nama Lengkap• Jenis Kelamind) Surat Perjanjian.. Nomor~ Tanggale) Biaya Total 2010: PEMBUATAN NANO PARTIKEL Ba-hexa Ferrite(BaO.6Fs 2 0 3 ) MAGNET PERMANENT DANKARAKTERISASINYA:Advanced Material:Ir. Muljadi M.Si:Pria: 25/SUlSPllnsf-RistekllV/10: 6 April 2010: Rp.200.000.000,­DISETUJUI :Pit. Kepala PUSAT PENELITIAN FISIKA - LlPIPENELITIPENGUSUL'~r 8erniJaf1g Widiyatmoko M.Eng.Ir. Muljadi M.Si.N P : 196204301988031001 NIP: 195711161983121002MengetahuiDeputi Bldang IImu Pengetahuan Teknir.: - UPIDr. Ir. Svahrul Aiman NIP: 195402271980031005


RINGKASANPembuatan magnet permanen Barium heksa ferit diawali dengan dilakukanpembuatan serbuk nano partikel BaO.6Fe20 3 melalui metoda koopresipitasi denganmenggunaka bahan baku BaCb ,dan FeCh serta sebagai precursor digunakan aquades.Vari asi komposisi yang digunakan yaitu variasi mole ratio BaO : Fe203 yaitu divariasi 1 : 6(Sampel A) ;1 : 6,2 (sample B); dan 1 :5,8 (Sampel C). Kedua macam bahan baku tersebutditimbang se suai dengan komposisi yang ditentukan, kemudian dicampurdengan aquade sthingga ked ua bahan baku tersebut larut sempuma. Selanjutnya dtambahkan secaraperlahan-Iahan la rutan ammonia 50% hingga tercapai pH sekitar 8-9. Pada saatpenambahan larutan ammonia terbentuk endapan coldat. Selanjutnya endapan tersebutdisaring den gan ke rtas saring dan endapannya diambil dan filtratnya dibuang. Endapanya ng telah dipisahkan selanjutnya dicuci dengn aquades hingga bebas khlor. Kemudianendapan dikeringkan pada suhu 110°C dipero/eh serbuk yang kering. Sebagian serbuktersebut dianalisa DTAfT. Hasil kurva DTAfTG menunjukkan dua puncak endotermis,puncakpertama pada suhu 426°C yang merupakan reaksi pelepasan gugus OH , dan puncak keduapad a suhu 823°C, yang menunjukkan te~adinya reaksi antara BaO dengan Fe20 3membentuk Ba06Fe20 3. Dari data-data OTA ini disimpulkan bahwa suhu ka/sinasi dariserbuk yang diperoleh melalui proses koopresipitasi harus dilakukan kalsinasi pada suhu850°C. Maka selanjutnya serbuk yang telah dikeringkan tadi di kaJsinasi pada suh u 850°CKetiga maca m sampel yang telah dikalsinasi selanjutnya di analisa fasanya mengg unakanXRD. Hasil anali sa XRD temyata sambel B dengan komposisi BaO : Fe 2 03 = 1 : 6,2 setelahdikalsinasi 850°C menghasilkan puncak-puncak seluruhnya fasa BaO.6Fe203. Sedangkansa mple A dan C tidak semua puncak terbentuk fasa BaO.6Fe 2 03 tetapi terbentuk fasasekunder Fe20 3. Hasil pengamatan foto SEM serbuk B yang telah dikalsinasi 850°C danserbuk B yang dibakar pada suhu 1000 0 C menunjukan bahwa pada sa mple B yang di bakar850°C telah terbentuk partikel BaO,6Fe2~ dengan diameter sekitar 30-80 nm , tetapi bilasuhu pembakarannya dinaikkan 1000°C terjadi pembesaran butiran akibat aglomeresasiyaitu dengan diameter partikel sekitar 50 -100 nm . Selanjutnya masing-masin sa mpel serbukA, B da n C ditambahkan bahan perekat Poly Vini/ Alcohol PVA sebanyak 2 % berat, dandicetak dengan cara cetak tekan dengan fekanan 3 Ton. Masing-masing sampel pelefdisintering pada suhu : 900, 950, 1000, 1050 dan 11 OOoC dan setiap suhu sintering ditahanselama 2 j am. Sampel A ,B,C setelah disintering dikarakterisasi sifat fisisnya (diukurden sitas, porositas), serta dimagnetisasi dan diukur kurva histerisisnya . Hasil kara kte ri sasisifat fisis menunjukkan bahwa kefiga sampel memperlihatkan pola yang sa ma dandih asil kan suhu sintering pada suhu 10S0°C, pada kondisi tersebut sampel A mempunyaidensitas =4,35 g/cm 3 dan porositas =3,36% , sampet B mempunyai densitas=4,34 g/cm 3 danporositas =3.31 %, sampel C mempunyai densitas=4,35 g/cm 3 dan porositas =3 ,31 %.Sedangkan hasil pengukuran kurva histerisis diperoleh bahwa nilai remanensi magnet(Mr) untuk sampel A dan C masing-masing adalah 1400 kG dan 1360 kG ,sedangkan sampet B memiliki remanensi magnet (Mr) jauh lebih besar yaitu sekitar3650 kG .Hasil analisa XRD sampel-sampel yang telah disintering temyata fasa yangterbentuk tidak berubah yaitu sampel A dan C tetap dua fasa yaitu BaO.6Fe20 3 danFe20 3. Sedangkan sampel B tetap fasa tunggal BaO.6Fe203 .2


PRAJ(ATA Syukur Alhamdulillah bahwa telah selesai dilakukan kegiatan penelitian inisampaj pada pembuatan serbuk nanD partike! BaO 6Fe:z~ dan magnetperma nen BaO.6Fe 2 03 meJalui proses solid-solid sintenng • yang nantinya akandigunakan untuk komponen motor listrik. Telah tercapainya kegiatan ini tidakluput juga dari bantuan dan pemikjran dari semua tim anggota baik sebaga;Peneliti maupun sebagai Tekmsi, serta dan tim tenaga administrasl yang banyakjuga membantu dalam kegiatan in; serta pembuatan laporan administrasi Ikeuangan.Untuk itu kami ucapkan tenmah kasih kepada semua tim peneliti danteknisi, serta dari kelompok admlnistrasi,serta para pimpinan di PPF-L1PI yangtelah mensport tercapajnya kegiatan ini.Serpong , 22 Nopember 20 10Penyusun / Koordinator PenejjtianIr. Muljad i M.Si


DAFTAR TABELTabel 1. Beberapa dari Sifat magnet PermanenTabel 2. Nilai Kerapatan dari Berbagai Jenis FerriteTabel 3 . Komposisi (mole ratio) dari BaO terhadap Fe 2 03Tabel 4. Nifai Densitas danPorositas Setelah di Sitering suhu1050°CTabel 5. Sifat-sifat magnet sampel A, B, dan CHalaman410131620DAFTAR GAMBARGambar 1. Kurva Yang meunjukkan perbandingan sifat magnetDari beberapa jenis magnet permanenGambar 2. Struktur Kristal BaO.6Fe 2 03Gambar 3. Kurva Saat magnetisasiGambar 4. Kurva Histerisis Material MagnetikGambar 5 Arah Partikel Pada magnet Isatropi dan an Isotrop;Gambar 6 . Contoh Aplikasi Magnet PermanenGambar 7. Diagram Alir Pembuatan magnet PermanenBaO.6Fe20 3Gambar 8. Hasil Analisa DTA1TG Untuk sampel denganKomposisi BaO: Fe2~ = 1 : 6Gambar 9. Hasil Analisa XRD Serbuk Yang Telah Dikalsinasi850°CGambar 10. Foto SEM Sampel 8 yang telah dikalsinas; (a) 850°Cdan (b) 1000°CGambar 11 Kurva Hubungan Densitas atau porositas terhadapSuhu sintering dari Sampel A, B, dan CGambar12 . Pola Difraksi Sinar X dari Sampel A B, dan C yangtelah di Sintering 1050°CGambar 13.Foto SEM dari Sam pel A, B, dan C setelah disintering1050°CHalaman46788912131415161718


Gambar 14. Kurva [BH] dari sampel A setelah di Sintering 1050°C 19Gambar 15. Kurva [BH] dari sampel B setelah di Sintering 1050°C 19Gambar 16. Kurva [B H] dari sampel C setelah di Sintering 1050°C 20


FORM 1LAPORAN AKHIRDAFTAR 151 HalamanLEMBAR IDENTITAS DAN PENGESAHAN ..............................•.............................. .............. .............. RINGKA5AN .......... ..... ............. .......................................... ....................... ..................... ..................... .. PRAKATA ...... .......... .. ....... .. ............. ................................................................................ ............... ...... . DAFTAR 151 ..................................................................... ............ ......... .................. ........................ ...... . DAFTA R TABEL ................................................................................................................................... . DAFTAR GAMBAR ....... ........ ................................................................... ... .. ...... ................ .. ... ... ......... . BAB I PE NDAHULUAN ........................................ .................. ................................................ .......... 3 BAB II TINJAUAN PU 5TAKA ......................................................... ............ .... .................................... 6 2.1 Magnet Permanen dan Sifat-Sifatnya..... ... .............. .. ..... ..... .. ....... 6 2.2 Keramik Magnet.. .. ........ .. ... .. .. ........... ... .... .... ... ... ... .. .... ... ..... .. .. .. ... 9 BAB III TUJ UAN DAN MANFAAT ....... ........ ......... ................................................... ..........................BAB IV METODOLOGI ... ..................... ....................................................................... .. ..... .................11 11 BAB V HASIL DAN PEMBAHASAN ...... ................... .. ......... .............................................................. 13 5.1 Pembuatan Serbuk nano pa rtikel BaO.6Fe203 ............. ....... .. .... . . 13 5.2 Pembuatan Pelet, Sintering dan Karakterisasi. .. .. .... .......... ... ........ 15 s.3. Karakterisasi Sifat Magnet... .... .... .. .......................... .... ..... .. ... ... .. . . 19 BA B VI KESIM PULAN DAN SARAN ... .................. ..................... ........................................................21 6.1 Kesimpulan......... ................................ .... ... ................ .. ......... .. ........... ...... 21 6.2 Saran... ........................ .. ........................................................... ....... ........ 22 DAFTAR PUSTAKA ............... ...... .............................. ............................ .............................. .. ....... ...... ..22 1


BAB1.PENDAHULUAN Teknologi nanD merupakan salah satu solusi untuk memenuhi kebutuhan rawmaterial masa kini dan masa depan. Teknologi nanD meliputi: partikel, struktur dandevice yang berukuran keci l, yaitu dalam orde 10 -9 meter. Teknologi nanomencakup bidang yang sangat luas, antara lain diantaranya adalah material magnet.Material magnet ditinjau dati sifatnya ada dua macam, yaitu: magnet lunak (softmagnetic) dan magnet keras (hard magnetic) [Masno G, dkk, 2006]. Magnet lunakmerupakan suatu sifat bahan yang tidak permanen, dimana bahan akan berubahmenjadi magnet apabila ada arus yang diberikan dan sifat magnetnya akan hilangbil a arus dilepaskan. Sedangkan pada bahan magnet keras merupakan suatu bahanyan g sengaja dibuat bersifat magnet secara permanen [Moulson A.J. , and J.M.Herbert, 1985]. Teknologi material magnet sudah dikenal sejak lama, yaitu: magnetpermanen yang pada awalnya dibuat dari paduan logam seperti SmCo-magnet,AlN iCo-magnet, dan kemudian berkembang ke arah material oksida ata u materialkeramik, dikenal dengan nama hard ferrite [fMoulson AJ ., and J.M. Herbert, 19851J .Magnet keras, misalnya: feroxdure SrO.6Fe203, PbO. 6Fe20:3 dan hexagonal ferriteBaO.6Fe20 3, serta berbasis logam tanah jarang, contohnya: Nd-Fe-B magnet.Bahan-bahan magnet dari keramik tersebut memiliki kemampuan untukmenghasilkan remanensi magnet (BH) max sampai: 3-20 MGOe dan medan magnetkoersifnya (Hc) sekitar 120 -2 70 (KAM- 1 ) [Martirosyan K. S., et.all , 2003]. Magnetpermanen ferrite berbasis oksida-oksida BaO dan Fe203 sangat banyak digunakansebagai komponen elektromotor, seal, filter, dan sebagainya. Kebutuhan magnetpermanen untuk industri di Indonesia masih 100% import dari Jepang dan Cina.Bahan baku di Indonesia cukup melimpah sebagai contoh pasir besi banyakdepositnya di Indonesia. Magnet permanen berbasis 8aO.6 FezO:3 dibuat denganukuran butiran sekitar 1 - 2 IJm dan dibakar pada suhu sintering sekitar 1250 ­1300°C [A. ATAIE, et.all,2002, Martirosyan K. S., et.all, 2003]. Pada tabel 1,ditunjukan sifat-sifat magnetik dan beberapa bahan magnet permanen.3


Tabel1 . Beberapa dari Sifat magnet permanen [Moulson A.J ., HerbertJ M., 1985].BahanTe,°c(BH) max, Br, Tesla He (KAM·1)kJ/m 3SrO .6Fe 203 450 28 0,39 265BaO.6Fe 2 03(anisotropi) 450 30 0,4 270Ba0 6Fe 2 03 (isotropi) 450 6,0 0,2 116AI NiCo 4850 72 1,04 124SmCos 720 130 - 180 0,8-1 ,15 600 - 670NdFeB 310 200 - 350 1,0 - 1,3 600 - 850Perbandingan sifat magnetnya dari beberapa material dapat diperlihatkan padagambar 1 ./J dl d 3{ J.!1'-----i-----r--.11 5011 I !lOll.\"\.: rl: 1\ L I, I r , ....' i i !.... \ Ill iGambar 1. KUN a yang menunjukkan perbandingan sifat magnet daribeberapa jenis magnet permanenDari gambar 1 diperlihatkan bahwa ferrite merupakan jenis magnet permanen yangtergolong sebagai material keramik dan hanya memiliki remanensi magnet maksimalsekitar 0,2 - 0,6 T dan koersivitasnta relatif rendah sekjtar 100 - 400 kAlm. Memangdibandingkan dengan magnet dari bahan logam I alloy (SmCo, AlNiCo, dan NdFeB)memang jauh perbedaannya, tetapi produksi magnet ferrite di dunia masih cukupbesar, karena bahan bakunya lebih murah dibandingkan dengan magnet dari jenislogam. Jadi kebutuhan pasar akan magnet permanen ferrite masih tinggi.4


Keunggulan lainnya dari magnet ferrite adalah memiliki suhu kritis (Tc) relatif tinggidan lebih tahan korosi.Tahapan proses pada pembuatan magnet permanent ferrite dapatmemberikan pengaruh yang cukup signifikan temadap sifat-sifat magnet yangdihasilkan. Pada umumnya tahapan proses yang sering dilakukan adalah metiputi:preparas i serbuk, pencetakan untuk menghasilkan green body, pemadatan padasuhu ti nggi (sintering), dan magnetisasi. Suhu sintering sangat tergantung pada jenismaterial yang digunakan (komposisi dan ukuran serbuk), sedangkan suhu sinteringyang dibutuhkan adalah mendekati titik lebur campuran bahan baku (ra w material)dan juga sang at tergantung pada besamya ukuran partikel [Masno G, dkk, 2006] .Pada proses pembuatan magnet permanen ferrite, suhu sintering dapat diturunkanmelalu i pendekatan penggunaan bahan baku yang lebih halus dengan ukuransampai orde nana, karena luas kantak antara partikelnya akan menjadi lebih besar.Efek ini akan berdampak pada energi yang dibutuhkan untuk proses sintering, akansemakin menjadi rendah dan dapat memberikan peningkatan sifat magnetnya,karena partikel dalam orde nano akan mendekati ke sifat single domain .Berdasarkan referensi untuk Barium hexa ferrite 8aO.6 Fe 2 03 yang disintering padasuhu tinggi 1300°C dan ukuran partikel sekitar 1 - 2 !-1m, menghasilkan kekuatanmagnet maksimum 2000 sampai 3000 Gauss [Moulson A.J. , and J. M. Herbert,1985]. Sedangkan magnet permanen 8aO.6 F~0 3 dengan ukuran partikel sekitar80 - 100 nm dapat disinter pada suhu 10OQ°C serta memiliki kekuatan magnet bi samencapai 4000 Gauss [Bahadur D., et. Alt., 2006J. Tujuan dari penelitian yang akandilakukan pad a tahun anggaran 2010 meliputi membuat nana partikel BaO.6 Fe 2 0 3melalui proses kimia basah atau kaapresipitasi dengan menggunakan bahan baku:FeCI3 dan BaCI 2 , dan media pelarut aquades. Kemudian melalui teknik metalurgiserb uk yaitu dengan proses pencetakan dan sintering, serta magnetisasi untukdihasilkan magnet permanen dengan kekuatan magnet 3000 - 4000 Gauss.5


BAB 2. TINJAUAN PUSTAKA 2.1. Magnet Permanen dan Sifat-SifatnyaMagnet keras atau hard ferrite merupakan magnet permanen yang memilikiku rva histerisis yang lebar dan memiliki nilai koersitivitas He yang tinggi. Hard ferriteadalah material yang memiliki struktur heksagonal dengan formula MO.6Fe203 danM adalah unsure-unsur dan : Ba, Sr, dan Pb, dan jenis dar; magnet in; dikenalsebagai keramik magnet [Martirosyan K. S., et.all, 2003}. Keramik magnet yangmerupakan magnet permanen mempunyai struktur Hexagonal close-pakced. Yangpa ling banyak digunakan adalah jenis Barium heksa ferrit Bao.6F€203 yang memili kiparameter kisi a = 5,8920 Angstrom, dan e = 23,1830 Angstrom. Gambar strukturkristal barium heksa ferit BaO.6Fe20 3 diperlihatkan pada gambar 2 .•Atom Ba ...--..-.Atom Fe -­C 6Atom 0 k ~/...••Gambar 2. Struktur kristal BaO.6Fe203 [Moulson A.J, et all. , 1985].Sifat-sifat kemagnetan suatu bahan dapat diperlihatkan dalam kurva histerisis yaitukurva hubungan intensitas magnet (H) temadap medan magnet (8). Sepertiditunjukkan pada gambar 3 merupakan kurva histerisis pada saat magnetisasi.6


B1--:;::::-----"I-+--==-----h-----IL..----------+ IIGambar 3. Kurva saat proses megnetisasi [Moulson A.J, et all ., 1985].Pada gambar 3 di atas tampak bahwa kurva tidak berbentuk garis lurus sehinggadapat dikatakan bahwa hubungan antara B dan H tidak Iinier. Dengan kenaikanharga H, mula-mula B turut naik eukup besar, tetapi mulai dari nilai H tertentu te ~ adikenaikan ni lai B yang keeil dan makin lama nilai B akan konstan. Harga medanmagnet untuk keadaan saturasi disebut dengan Bs atau medan magnet saturasi.Bahan yang meneapai saturasi untuk harga H rendah disebut magnet lunak sepertiyang ditunjukkan kurva (a). Sedangkan bahan yang saturasinya terjadi pada harga Htinggi disebut magnet keras seperti yang ditunjukkan kurva (c). Sesudah mencapaisaturasi keti ka intensitas magnet H diperkecil hingga meneapai H = 0, ternyata kurva8 tidak melewati jalur kurva semula . Pada harga H = 0, medan magnet atau rapatfluks 8 mempunyai harga Sr :F 0 sepert; ditunjukkan pada kurva histeris;s padagambar 4 . Jadi apabila arus pada toroida dimatikan (i = 0) maka da lam bahan masihtersimpan fluks induksi. Harga Br ini disebut dengan induksi remanen atauremanensi bahan. Pada gambar 4 tampak bahwa setelah harga intensitas magnet H= 0 atau dibuat negatif (dengan membalik arus lilitan), kurva B(H) akan memotongsumbu pada harga He. Intensitas He inilah yang diperlukan untuk membuat rapatfl uks B=O atau menghilangkan fluks dalam bahan. Intensitas magnet He ini disebutkoersivitas bahan. BUa selanjutnya harga diperbesar pada harga negatif sampaimeneapai saturasi dan dikembalikan melalui no!, berbalik arah dan terus diperbesarpada harga H positif hingga saturasi kembali, maka kurva B(H) akan membentuksatu lintasan tertutup yang disebut kurva histeresis. Bahan yang mempunyaikoersivitas tinggi kemagnetannya tidak mudah hilang. Bahan seperti itu baik untukmembuat magnet permanen.7


Gambar 4. Kurva histerisis material L magnetik [Moulson A J, et all ., 1985].Produk magnet permanen ada dua macam berdasarkan teknik pembuatannya ya itumagnet permanen isotropi dan magnet pennanen anisotropi. Magnet permanenisotropi magnet dimana pada proses pembentukkan arah domain magnet partikelpartikelnya masih acah, sedangkan yang anisotropi pada pembentukkan dilaku kandi dalam medan magnet sehingga arah domain magnet partikel-partikelnyamengarah pada satu arah tertentu seperti ditunjukkan pada gambar 5 untukmembedakan isotropi dan anisotropi.Arah partikel acakArah partikel searah (/ sotropi) (Anisotropi) (1)""-Gambar 5. Arah partikel pad a magnet isotropi dananisotropi [Masno G, dkk, 2006].Magnet permanen isotropi memiliki sifat magnet atau remanensi magnet yang jauhlebih rendah dibandingkan dengan magnet permanen anisotropi. Perbandingan sifatsifatmagnet permanen isotropi dan anisotropi dapat dilihat pada tabel 1. Beberapaapl ikasi dari maget permanen antara lain sebagai sealer , holder, komponenspeaker, komponen motor listrik , komponen gnerator listrik, dan dipergunakandalam alat-alat kesehatan. Pada gambar 6 diperlihatkan beberapa contoh aplikasimaget permanen [Moulson AJ, et all., 1985].8


sKompotor hSIr!FilterS at rGambar 6. Contoh Aplikasi Magn et Permanen2.2. Keramik MagnetKeramik adalah bahan-bahan yang tersusun dari senyawa anorganik bukanlogam yang pengolahannya melalui perlakuan dengan temperatur tinggi.Kegunaannya adalah untuk dibuat berbagai keperluan desain teknis kh ususnyadibidang kelistrikan , elektronika, mekanik dengan memanfaatkan magnet keramiksebagai magnet permanen, dimana material ini dapat menghasilkan medan magnettanpa harus diberi arus listrik yang mengalir dalam sebuah kumparan atau solenoidauntuk mempertahankan medan magnet yang dimilikinya. Disamping itu, magnetpermanen juga dapat memberikan medan yang konstan tanpa men geluarkan dayayan g kontinyu [Moulson AJ, et all., 1985].Bahan keramik yang bersifat magnetik umumnya merupakan golongan ferit,yang merupakan oksida yang disusun oleh hematit (a-Fe 20) sebagai ko mponenutama. Bahan ini menunjukkan induksi magnetik spontan meskipun medan magnetdihilangkan. Material ferit juga dikenal sebagai magnet keramik, bahan itu tidak lainadalah oksida besi yang disebut terit besi (ferrous ferrite) dengan rumus kimiaMo.(Fe 0 ) , dimana M adalah Ba, Sr atau Pb [A ATAIE, e1. all ,2002 , Marti rosyan K.2 3'6S., et. all, 2003]. .6Fe 0 + BaCO -....... BaO.6Fe 0 + CO 2 3 3 2 3 29


Pada umumnya ferit dibagi menjadi tiga kelas :1. Ferit Lunak, ferit ini mempunyai formula MFe204' dimana M = Cu, Zn, Ni, Co, Fe,Mn, Mg dengan struktur kristal seperti mineral spinel. Sifat bahan in; mempunyaipermeabilitas dan hambatan jenis yang tinggi, koersivitas yang rendah.2. Ferit Keras , ferit jenis ini adalah turunan dari struktur magneto plumbif yang dapatditu!is sebagai MFe 0 , dimana M = Ba, Sr, Pb. Bahan ini mempunya; gaya12 19koersivitas dan remanen yang tinggi dan mempunyai struktur kristal heksagona(dengan momen-momen magnetik yang sejajar dengan sumbu c.3. Ferit Berstruktur Gamet, magnet ini mempunyai magnetisasi spontan yangbergantung pada suhu secara khas. Struktumya sangat rumit, berbentuk kubikdengan sel satuan disusun tidak kurang dari 160 atom [Idayanti,dkk, 2002].Magnet keramik yang merupakan magnet permanen mempunyai struktur Hexagonalclose-pakced. Dalam hal in; bahan yang sering digunakan adalah Barrium Ferrite(Bao. 6Fe 0/ Dapat juga barium digantikan bahan yang menyerupai (segolongan)2dengannya, yaitu seperti Strontium [Martirosyan K.S., et. all, 2003]. Materialmagnetik ferit yang memiliki sifat-sifat campuran beberapa oksida logam valensi II ,dimana oksida besi valensi III (Fe 0) merupakan komponen yang utama. Ferit2keras banyak digunakan dalam komponen elektronik, diantaranya motor-motor DCkecil, pengeras suara (loud speaker), meteran air, KWH-meter, telephone receiver,circulator, dan rice cooker. Kerapatan dari bahan ferit (ebih rendah dibandingkanlogam-Iogam lain dengan ukuran yang sarna. Oleh karenanya nilai saturasi daribahan fe rit relatif rendah. Nilai kerapatan fent dapat dilihat dalam daftar tabel 2, danni lai perbandingan dengan material megnetik yang lain. Temyata berdasarkan tabel2 nilai densitas dari BaO .6Fe 2 03 adalah sebesar 5,3 g/cm 3Tabel 2. Nilai Kerapatan dari berbagai jenis Ferrite[Prihatin, Sujito. 2005]"/: .. ;.. ~.t .\ ,," :: ' ":.: r ---' ".10


BAB 3. TUJUAN DAN MANF AAT 3.1. Tujuan dari penelitian adalah :• Membuat partike/ nanD Barium hexa Ferrite [8aO.6 Fe 20 31 melalui metodakoopresipitasi dari bahan baku BaCb dan FeCb.• Membuat sinter pellet magnet permanen dari bahan serbuk nanD partike lmelalu i proses metalurgi serbuk untuk menghasilkan magnet permanendengan kekuatan magnet mencapai 3000 - 4000 Gauss.3.2. Manfaat dari penelitian adalah :• Mampu memberikan peningkatan skill dalam ilmu pengetahuan dan teknologikhususnya bidang material magnet dan mampu bersaing dan berkompetisidengan negara lain.• Dapat dikuasai teknologi pembuatan magnet permanen 8aO.6 Fe 2 0 3diharapkan dapat menjadi pemicu munculnya industri magnet permanensehingga tidak perlu mengimport lagi material magnet.BAS 4. METODOLOGIPene litian ini meliputi kegiatan dilaboratorium untuk pembuatan nanD partikel8aO.6 Fe 2 0:> melalui proses kimia basah (koopresipitasi) agar diperoleh serbuk8aO.6 Fe20 3 dengan ukuran partikel nanD serta membuat pellet magnet permanen8aO.6 Fe20:3 melalui proses metalurgi serbuk.Adapun rencana kegiatan penelitian yang akan dilakukan adalah• Membuat serbuk nano partikel BaO.6 Fe 2 03 melalui proses kimia basah(koopresipitasi) dengan bahan baku : FeCh dan BaCb. Untuk dapatmenghasilkan struktur fasa hexagonal ferrite BaO.6Fe20 3 faktor komposisipencampu ran akan menentukan sekali. Variasi komposisi yaitu : komposisistokiometri BaO : Fe203 = 1 : 6 (mole ratio) , dan komposisi non stokiometrijuga yaitu BaO : Fe203 = 1 : 6,2 (mole ratio), dan BaO : Fe203 = 1 : 5,8 (moleratio). Dilakukan karakterisasi serbuk nano partikel BaO.6 Fe203 yang11


meliputi : pengukuran ukuran partikel dengan menggunakan SEM, analisamikrostruktur dengan XRD, dan analisa DTA fTG .• Membuat sinter magnet permanen BaO.6 Fe 2 03 melalui solid si nte ring(metalurgi serbuk) dengan bahan baku serbuk nanD partikel 8aO.6 Fe203.Serbuk nanD partikel 8aO.6 Fe203 yang diperoleh kemudian dicampurdengan perekat (PVA) untuk dilakukan pembentukan pellet dengan tekanan 3Ton. Pellet berupa green body disintering dengan variasi suhu sintering: 900 ,950, 1000, 1050, dan 11 00 °C menggunakan tungku listrik dengan waktupenahanan 2 jam . Sampel yang telah di bakar / sinter selanjutnyadikara kterisasi meliputi pengukuran: densitas, porositas, XRD dan SEM.Sebagian sampe\ yang telah disinter dimagnetisasi dengan energi sebesar 5- 10 kGaus. Karakterisasi yang dilakukan meliputi pengukuran : kurvahisterisis, dan pengukuran temperature curie.Diagram alir pembuatan magnet permanen diperlihatkan pad a gambar 6 sebagaiberikut.serbuk nano partikel BaO.6 Fe 203Ana isa OTAHeat Treatment/TG'--r-------------~Chemical Treatment (CooprecipitationLJG XRDSEM'--PENCA _ _ _ ------;=M =;-PURAN _ _ _ ------'IilPENCETAKAN~----~~----~._BinderIPVAlKarakterisasi:Densitas I porositasXRD I SEMBahan Baku : BaCi 2 danFeCI 3MagnetisasiKanlkterisasl :- 5ifat magnetMagnet PermanenBaO.6Fe 2 03Gambar 7. Diagram Alir Pembuatan Magnet Permanen BaO. 6Fe20312


Pada tabel3 diperlihatkan komposisi yang digunakan dalam penelitian ini yaituTabel 3. Komposisi ( mole ratio) dari BaO terhadap Fe 2 0 3.Kode sampel Mole ratio BaO : Fe 2 03Sampel A 1 : 6,0Sampel B 1 : 6,2Sampel C 1 : 5,8BAS 5 HASIL PEMSAHASAN5.1. Pembuatan Serbuk nano partikel BaO.6Fe203Telah dilakukan pembuatan serbuk BaO . 6Fe2~ dengan 3 macam komposisiyaitu mole ratio BaO : Fe20:3 = 1: 6,2 ; 1 : 6,0 ; 1 : 5,8 dari bahan baku BaCb danFeCI 3 dan prekursor aquades . Hasil analisa DTAfTG ditunjukkan pada gam bar 8,dimana pada kurva DT AlTG terdapat 2 puncak endotermis yaitu puncak pertamapada su hu 426°C (proses pelepasan gugus-gugus hidroksida dan membentuksenyawa ~senyawa oksida Fe203 dan BaO). Pada puncak endotermis ke dua(823°C) mula; terjadi reaks; antara oksida F9203 dengan BaO membentuk senyawabaru Barium hexa Ferrite BaO.6 Fe 2 03.• --. - ---- . . '1'(; 1\----.- ­". ._ ) .:: .1!t':T(~rn,){'ral.llrl · ( " C)Gambar 8. Hasil Analisa OTA untuk sampel dengan komposisi BaO: Fe 2 0 3 =1 : 6,0 13


Dari hasil analisa DT AJTG maka serbuk yang dihasilkan dari proses koopresipitasiperlu dikalsinasi pada suhu 8S0°C. Ketiga macam sampel di kalsinasi dengantun gku listrik pad a suhu 8S0°C, dengan heating rate 10°C/menit, da n pada suhutersebut ditahan selama 2 jam, Sampet yang telah dikalsinasi di analisa dengan x­Ray Diffractometer, Hasil Analisa XRD diperlihatkan pada gambar 9,...,::.:' • •f l,'O:OJllI,,'1 (';[ ; "A~ , . ,- I ·' '( ' . - . .. . 'j '" :::::.':'·:!S. .Gambar 9, Has il Analisa XRD Serbuk Yang Telah di ka lsi nasi 850°CPengaruh kompo sisi atau pengaruh mole ratio BaO terhadap Fe20 3 pada kurva XR Dmenunjukkan pola difraksi yang berbeda, dimana untuk sampel B dengan mole ratioBaO: Fe203 = 1 : 6,2 menunjukkan dominan lebih banyak fasa heksagonal BaO.6Fe 2 03 . Sedangkan untuk sampel A dan C ditemukan dua fasa yaitu fasa 8aO,6Fe 2 0 3 dan fasa F~ ~. Jadi melalui metoda koopresipitasi struktur kristal 8a06 F~ 03telah terbentuk pada suhu relatif rendah yaitu 850°C, bila dibandingkan denganmetoda konvensional dari campuran BaC0 3 dengan Fe203 dapat membentuk struturkristal 8a06F~~ pada suhu lebih tinggi yaitu sekitar 1100 - 1200°C [MartirosyanK. S" et. all, 2003],Hasil analisa serbuk B melalui observasi Scanning Electron Microscope(SEM) diperlihatkan pada gambar 10.14


lb .tGambar 10. Foto SEM Sampel serbuk B yang telah dikalsinasi(a) 850°C dan (b) 1000°CHasil pengamatan foto SEM menunjukkan bahwa sam pel yang telah dikalsinasi850°C terlihat memiliki bentuk partikel yang cukup homogen dengan ukuran partikeJsekitar 30 - 80 nm. Sedangkan sam pel yang telah dikalsinasi pad a suhu 1000°Cmemiliki bentuk ukuran partikel relatif masih homogen, dan mem il iki ukuran partikelsekitar 50 - 100 nm. Dengan pemanasan pada suhu yang lebih tinggi terjadipertumbuhan butir atau disebut terjadi grain growth. Disamping adanya grain growthjuga terjadi aglomerasi yaitu terjadi penggumpalan dian tara partikel-partikel (padagambar 10 ditanda; Jjngkaran).5.2. Pembuatan Pelet, Sintering dan KarakterisasiSampel A, a, dan C setelah disintering pads berbagai temperaturdikarakterisasi sifat fisis yaitu densitas dan porositas. Hasil pengukuran densitas danporositas diperl ihatkan pada gambar 11.Sa mpeJA- ",' 020 "Densit as,/ De nsitas, .. .~g/cm j 5'; ...-/ g/cm' .­J____10SampelA.....Suhu Sintering, °c Suhu Sintering, °c15


Sampe lBDensitas,Cg/em 3 ;­Densitas,~ ~gJem 3"10'1 ~ 11 i ~>::~ 11£0 ,,00 ~ 1:. ::,' 1;(» OM j(')}(1 i rl\U ,


nilai kepadatan baru tercapai 82 %. Ini kemungkinan disebakan kompaksi waktu cetak tekan kurang tinggi dan harus digunakan kompaksi :::. 3 ton. Hasil an alisa XRD dari sampel A, B dan C yang telah disintering pad a suhu 1050°C diperlihatkan pad a gambar 12. Ao BaO.6Fe20 3006 Fe 2 0 31071f00I fr0OJ,fu~W~_cLt~jJl~t _I I I ! • I I I I I I1" Xi ~. 1" ,:;". ~ r. 4"; :;'''l


lebih lanjut, oleh karena itu setelah disintering maih tetap ada. Sedangkan sampel Ssetelah disintering masih menunjukkan adanya fasa tunggal yaitu BaO.6Fe 2 0 3 'Jadi selama proses sintering hanya terjadi perubahan mikrostruktur sepertipetumbuhan butir (grain growth), pengurangan pori dan pemadatan sajaa yangdiikuti kenaikan densitasnya.Hasil ana lisa foto SEM dari sampel A, S, dan C setelah disintering 1050°Cdiperlihatkan pada gambar 13.Gambar 13. Foto SEM dari Sampel A, S, dan C setelah disintering 1050°C18


Dari gambar 13 terliha bahwa ukuran butir dari sampel A, B,dan C memiliki kisaranyang hampir sama yaitu ata-rata sekitar 50 - 90 nm. Bila dibandingkan dengan fotoSEM sebe lum proses sintering seperti diperlihatkan pada gambar 10. a. terjadisedikait kenaikan ukuran buti r. Hal ini selalu terjadi pada setiap material bilamengalami proses sintering akan terjadi pembesaran ukuran butir. Hal ini jugadiperlihatkan adanya pola perubahan kenaikan densitas maupun penurunanporositas yang hampir sama seperti diperlihatkan pada gambar 11 , karena sampelA,B dan C memiliki ukuran butir yang sarna dalam orde nano.Variasi kompos isi yaitu mole ratio BaO : Fe 2 03 hanya mempengaruhipemben tuka n fasa atau struktur kristalnya, tetapi tidak mempengaruhi nilai denistasmaupun porositasnya.5.3. Karakterisasi Sifat MagnetHasil pengukuran kurva histerisis dari sampel A, B, dan C yang tel ahdisintering pada suhu 10S0°C diperlihatkan pada gambar 14, 15 dan 16.-4/ ~/ ~ / /-....~-1100 -1_ -NO / // V NO-, -f- Y . -~ : ~/"';, .. :,/ ./I Y1"-"" !i.... .- II..1000 1-Gambar 14 Ku rva [BH] dari sampel A setel ah disintering 1050°CGambar 15. Ku rva [BH] dan sampet B setelah dislntering 1050°C19


. ..~16- :.I- fS-....v.,..-.. LV// ./i// VI ~ . ~ :! ... : :~.'!~!-4 'I Y~//...i1t!NI.- . f"•:-: '.:.:1_Gambar 16. Kurva [BHJ dari sampel C setelah disintering 1050°CKurva [BH] sampel A dan sampel C seperti pada gambar 14 dan 16 memiliki lebarkurva yang hampir sarna dan lebih sernpit dibandingkan dengan sampel B sepertigamabr 15. Untuk magnet permanen , kurva [BH] semakin lebar akan semakin baikkare na gaya koersivitasnya akan semakin besar. Adanya penyempitan lebar ku rva[BH1 disebabkan pada sampel A dan C strutur kristalnya tidakhanya Bao.6Fez03saja tetap i ada Fe 2 0 3, dimana fasa Fe203 bersifat nonmagnetik dan cenderungbersifat soft magnetic, oleh karena itu lebar kurva [BH] menyempit. Sedang sampelB hanya memHiki struktur kristal BaO . 6Fez~ saja sehingga memiliki kurva [BH] yangjauh lebih lebar. Sedangkan nilai remanensi magnet (Mr) untuk sampel A dan Cmasing-masing adalah 1400 kG dan 1360 kG, sedangkan sampel B memilikiremanensi magnet (Mr) jauh lebih besar yaitu sekitar 3650 kG. Jadi faktor strukturkristal sangat mempengaruhi sifat-sifat magnet permanen, serta pengaruh ukurannanD partikel memberikan pengaruh yang sangat signifikan terhadap sifat mag net.Dari kurva [BHJ tersebut diatas dapat ditentukan nilai dari beberapa sifat megnetyan g ditunjukkan pada tabel 5.ITabel 5. Sifat-sifat Magnet Sampel A, B dan CKode Sampel I Remanensi MrIKoersivitas HeDensitasGauss kAIM g/cm 3A 1400380 4,35B 3650 600CI4,341360 370 4, 35Referensi 2000 - 5000 200 - SOD 5,30[Mou lson AJ., HerbertJ.M., 1985].20


Nilai remanensi magnet untuk sampel B masih lebih rendah dibandingkan denganreferensi , hal ini kemungkinan sampel B masih ada pori dan terlihat nilai dansitasnyamasih lebih rendah dibandingkan referensi. Bila densitas dapat meningkatmendekati teoritis makakemungkinan nilai remanensinya akan naik. Sedangkanuntuk sampel A dan C nilai remanensinya masih jauh dibawah refernsi, dan ini sulituntuk diti ngkatkan lag; karena adanya fasa F~03 didalam struktur kristalnya.BAB 6. KESIMPULAN DAN SARAN6.1. KESIMPULANa) Melalui metoda koopresipitas; dapat diperofeh serbuk BaO . 6Fe2~ dalamukuran nano, hasil penelitian ini diperoleh serbuk berukuran sekitar 30 - 80nm (setelah kalsinasi 8S0°C) .b) Suhu reaksi pembentukan BaO.6Fe203 sangat dipengaruhi oleh ukuran buti r,dengan serbuk berukuran nano suhu pembentukan BaO.6Fe203 te~adi padasuhu yang refatif rendah yaitu 8S0oe.c) Mole ratio BaO : Fe 2 03 sangat berpengaruh temadap pembentukan strukturkristal BaO.6Fa 2 03. Dengan mole ratio 1 : 6,2 dihasilkan serbuk denganstruktur kristal 100 % fasa BaO.6Fe 2 03 . Tetapi mole ratio tersebut ti dakmempengaruhi secara signifikan temadap densitas maupun porositas.d) Efek ukuran partikel maupun mole ratio BaO : Fa 2 0 :} membarikan pengaruhyang siqnifikan terhadap sifat-sifat magnet khususnya profil kUNa [B H].e) Melalui metoda koopresipitasi dan proses sintering diperoleh magnetpermanen dengan karakteristik sebagai berikut :Kode SampelRemanensiKoersivitasDensitasPorositasSuhuMr, Gauss He, kAlM g/cm 3 % SinteringA 1400 380 4,35 3,36 1050 e08 3650 600 4 ,34 3,31 10S0oee 1360 370 4,35 3,31 1050 e0Referensi (MoulsonAJ., HerbertJ .M .,1985].2000 - 5000 200 - 500 5,30 -­ 1200­1300 e021


6.2. SARANa) Untuk 0 8. E, 3 srfat-sifat fisis dan sifat magnet mendekati nilai teoritis perludilak - oe""'e an lebih lanjut untuk sampel B dengan mole ratio BaO :Fe OJ ~ ~ 02 ;)alam hal ini perlu dilakukan pencetakan dengan penekananyang lebi 9g1 dan 3 ton .b) Serbuk a 9 dihasilkan yang berukuran 3- -80 nm digiling lagi denganmeng a a HEM I planetary mill agar diperoleh kehalusan butiran mencapai< 30c) Penu d'buat sampel sesuai ukuran untuk komponen motor listrikdan dilakukanpengujian.DAFTAR PUSTAKAa) A ATAIE, S. HESHMATI-MANESH, H, KAZEMPOUR,2002, Synthesis ofba rium hexaferrite by the co-precipitation methodusing acetate precursor,JOURNAL OF MATERIALS SCIENCE 37 , P 2125 - 2128b) Bahadur D., S. Rajakumar and Ankit Kumar, 2006, Influence of Fuel Ratios onAuto Combustion Syntehesis of Barium Ferrite Nano Particles, J. Chern. Sci. ,Vol, 11 8, No. 1, pp. 15-2 1.c) K. S. Martirosyan, N. S. Martirosyan, and A. E. Chalykh, 2003, Structure andProperties of Hard-Magnetic Barium, Strontium,and Lead Ferrites, InorganicMaterials, Vol. 39, No. 8, pp. 866-870. Translated from NeorganicheskieMaterialy, Vol. 39, No. 8, 2003, pp. 1007- 101 1.d) Masno Ginting, Muljadi dan Perdamean Sebayang, 2006, Pembuatan MagnetPermanen Isotropik 8erbasis Nd-Fe-8 dan Karakterisas;nya , TEKNOLOGIINDONESIA, Volume 29, No. 1, halaman 27 30.e) Mou lson A J., and J.M. Herbert, 1985, Electroceramics: Materia/s, Propertiesand Applications, Chapman and Hall, London-New York.f) Prihatin, Sujito. 2005. Pembuatan Serbuk Barium Ferit (BaO.6Fe 0 ) Dengan2 3Bahan Oasar Pasir Besi Pantai Bayuran Kabupaten Jepara Jawa Tengah danKarakterisasi Sifat Magnetik. Skripsi. Jurusan Fisika FMIPA UNNES:Semarang.22


FORM 4DAFTAR INSENTIF PENINGKATAN KEMAMPUAN PENELITI DAN PEREKAYASATAHUN 20101No Judul Peneliti Utama Total Dana(Rp)IPEMBUATAN NANOP ARTI KEL Ba-hexaferrite (Ba0 6Fe203)MAGNET PERMANENdanKARAKTERISASINYA Ir. Muljadi M.5i 200.000.000,­Potensi Bentuk luaranyang Dihasilkan *)A.Publikasi di Prosedingnasional :(1) . Prosiding SeminarNasional Metalurgi danMateriallV,Cilegon 14-15Juli, 2010, judul ;PEMBUATAN NANOPARnKELSERBUK MAGNETPERMANEN BaO.6Fe20 3MELALUI METODAKOOPRfSIPlTAS(2) . Dipresentasikan padaSimposium Nasional Fisika23, di Fisika ITS, Surabaya 5­1o. 2010, judul: EFEKUKURAN PARTlKEL KERAMIKMAGNET BaFe12Ot9TERHADAP SIFATKEMAGNETANNYAB. Contoh MagnetPennanen BaO.6Fe2~.Status luaran**)Satu prosedingProsidingSim po si um Fis ikaNasional23belum terblt-­ -Catatan :*) Bentuk luaran yang dihasilkan dapat berupa : publikasi/prosedur/prototype/KL/dll"""} Status Luaran sampai saat ini : Selesai/Dalam proses pengajuan/dllMengetahuiSerpong, 18 - November - 2010Pit. Kepala PUSA T PENEUTIAN FISIKA - U PI~Dr. Bambang Widiyatmoko M.EngNIP : -96204301988031001


LAPORA. · RINGKAS PENELITIAN DAN PENGEMBANGAN ldelJlitasNama Satuan KerjaPimpinanAlamatJdentilas Ke~iatallJudulAbstraksiPUSAT PENElITIAN FISIKA-LiPIDr. Bambang Widiyatmoko M.EngKawasan Puspiptek Serpong tangerang 15314Telp.021-7560570, Fax 021-7560554, muljOO4@lipLgo.idPEMBUATAN NANO PARTIKEL Ba-hexaferrite (BaO.6Fe203) MAGNET PERMANENdan KARAKTERISASINYA-I---~~;"":"""--Telah dilakukan pembuatan serbuk nanG parti kelBaO.6Fe203 melalui metoda koopresipitasi denganmenggunaka bahan baku BaClz ,dan FeCI.:! serta sebagaiprecursor digunakan aquades. Variasi ko mposisi yan g Idigunakan yaitu variasi mole ratio BaO Fe20 3 yaitudivari asi 1 : 6 (Sampel A) ;1 : 6,2 (sample B); dan 1 5,8(Sampel C). Endapan yang diperoleh kemudian dikeringkanpada suhu 11ifc dlperoleh serbul< yang I


Tim Peneliti1. Nama Koordinator/PenelltlUtama (PU)2. Alamat Koordinator/(PU )3. Nama Anggota PenelitiWaktu PelaksanaanPubLikasi (isilah denga n na ma publikasi, t ahun dan tem pat publ ikasi dilakukan) ldentitas KekayaanIJltelektual l Hasil LitbangUika ada)Ir. Muljadi M.SiPPF-lIPI, J(awasan Puspipt e k Serpo ng Tanger;; - ~Prof.Drs.H.Perdam e.an 5Dr.lng Priyo 5, Ir.Nan IFebruari sid Novemne" :'C::1. Prosiding Seminar Nasional Mer.:;, rg: _,,- -"'O:::F- ~IV,Cilegon 14-15 Jull, 2010, judul : PEMBUATA • ,0PARTIKElSERBUK MAGNET PERMANEN BaO.6Fez0 3MELALUI METODA KOOPRESIPITAS2. Dipresentasikan pada Simposium Nasional Fisi ka 23, diFisika ITS, Surabaya 5 - 10- 2010. j udul: EFEK UKURANPART1KEl KERAMIK MAGNET BaFelZOl9 TERHADAPSIFAT KfMAGNETANNYAA. Perlindungan Kekayaan Intetektual : Belum Ada1. Paten 'Wa'Ktu ?endaharan : ............ ..... . 2. Hak Cipta Waktu Pendaftaran : ......... ........ ...... 3. M er~ Waktu Pe ndaftara n : ...... .... .. ... ......... 4. Oisain Industri Waktu Pendaftaran ; ............ ............ 5. Disain Tata Letalc.Sirkuit Terpadu Waktu Pendaftaran : ................... .. .6. Varietas Tanaman Waktu Pendaftaran : ..................... I(pilihlah perlindungan kekayaan fntelektual yang diajukandan sebutkan waktu pendaftarannya)B. Nama Penemuan Baru(Uraikan dengan ring\cas mengenai penemuan-penemuanba ru, pengembangan dari suatu kekayaan int elektual,dan/atau hasillitbang lain yang dapat dikategorikan sebaga ihak kekayaan inteJektua / yang sedang dalam prosespendaftaran/ pengaj ua n)C. Nama Penemuan Baru Non Komersial(Uraikan dengan ringkas nama penemuan- penem uan baru,pengembangan dari suatu kekayaan intelektual, da n/atauhasil penelitian dan pengembangan lainnya yang tidakdimintakan perlindungan kekayaan intelektua l)D. Cara AJih Tetmologi1. Usensi,2. Kerjasama,3. Pelayanan Jasa Iptek,4. Publikasi{Pilihlah cara allh teknologi ke.kayaan intelektual dan hasillitbang yang telah dilakukan}HasH Penelirian dan 1. Hasll Penelitian dan PengembanganPengembangana.b.Contoh Magnet Permanen BaO.6Fe203Tulisan IImiah2. Produk, spesiflkasl, dan pembuatannya(I silah dengan uraian rrngkas mengenai prod uk, spesifikasi,dan pemanfaatannya)


3. Gambar/Photo Produk HasfJ Penelitian dan Pengembangan(Cantumkan gambar dan photo)PengeioiaPemanfaatan Sarana danPrasarana PeneiitianPend okumentasianSumber Pembiayaan Penelitian dan Mitra Kerje1. APBN : Rp 200.000.000,­2 APBD : Rp. ................... ..... .............3. Mitra Kerja : Rp. ................................. ......- Mitra Dalam Negeri : Rp.............. .................... .. ...- Mitra Luar Negeri : Rp ............................... ... ......(Uraikan dengan ringkas mengenai besar pembiayaan, dan mitrakerja penelitian)1. Sarana : Digunakan Fasilitas gedung PPF-LiPIdi kawasan Puspiptek Serpong Tangerang.2. Prasarana : Saran alat-alat proses digunakan diPPF-LiPI di kawasan Puspiptek Serpong Tangerang.Sedangkan untuk Karakterissi XRD dan SEM dilakukan diPTNIN BATAN Serpong, untuk analisa sifat kemagnetandigunakan fasilitas yang ada di PPET-UPI Bandung.File laporan kegi atan penelitian disimpan di Hardisk Komputer,dan sebagian di Flash disk.Serpon~ 18 - November - 2010MengetahuiPIt. Kepa la PUSAT PENEUTIAN FISIKA - L1PIDr. Bamt:)ang Widiyatmoko M. EngNIP : 196204301988031001


LA POkA N K~UANG A N DANA BLOCK GRANT PROGRAM INSENTIF PENINGKATAN KEMAMPUAN PENELITI DAN PEREKAYASA TAHUN ANGGARAN 2010 PUSAT PENELITIAN FISIKA - LlPI PROVINSIKABUPATEN/KOTANAMA LEMBAGAIINSTANSIBANTENTANGERANGPUSAT PENELITIAN FISIKA - LlPIPeriode bulan : September/d Nopember 2010 Tahap IITgiSaldo Tahap IPENERIMAANUraian01/09/10 Penerimaan Tahap II a/n Ir. Muljadi M.Sc01/09/10 Terima PPh ps 21 gai upah bulan April sid Julia/n.Mul21/09/10 Terima PPN a/n CV Karya Sapulra21/09/10 Terima PPh ps. 21 a/n. CV Karya Sapulra29/09/10 Tenma PPN a/n KopegP3FT29/09/10 Tenma PPh ps. 22 a/n. K~ P3FT30109/10 Tenma PPN a/n CV Karsa Mllra30109/10 Terima PPh ps. 23 a/n CV Karsa Milra22110/1 0 Terima PPh ps 22 aln. CV Zayld22110/10 Terima PPN a/n . CV Zayid0211 1/10 Terima PPh 21 Honor Rapal Koordlnasi08/ 11 /10 Tenma PPH ps 22 a/n. CV. Karsa Milra08/1111 0 Tenma PPN an CV Karsa Milra10/1 1/10 Tenma PPh ps 21 Honor ra pal koordinasi-Jum~ dlpindahkan •PENGELUARANRp. Tgi Uraian7,969,64487,590,909 01/09/10 Honor bulan April sid Jull 2010 a/n. Ir. Mulj adl, dkk5,196,000 01 /09/10 Diselor PPh ps. 21 ga i upah bulan April sid Julia/n Ir Mulladi , dkk873 ,300 21/09/10 Pengadaan Ba llan Klmla a/n. CV. Karya Sapulra130,995 21/09/10 DlselorPPN a/n. CV. Karya Sapulra228,400 21109/10 Diselor PPh ps 22 a/n. CV Kary a Sapulra34,260 23/09/10 Perjal anan Dlnas a/n Ir, Muljadi ke Bdg, 1 han272,727 23/09/10 PeDalanan Dinas a/n . Prof Perdarnean S ke Bdg, 1 han54,545 23/09/10 Pe~al an a n Dinas aln. ProWr Masno Glnling Ke Bdg. 1 han206,667 23/09/10 Peqalanan Di nas aln . Agus Suheri .ST, ke Bdg, 1 han1,377,850 27/09/10 Pe ~ a l a n an Dinas aln . Ir Mullad.l ke Jakarta, 1hari180, 000 27/09/10 Pe~alana n Dinas a/n. Prof Perdamea n S, ke Jakarta . I hari40000 29109110 Pengadaa n ATK aln. Kopeg P3FT200000 29/09/10 Diselor PPN a/n Kopeg. P3FT180000 29/09/10 Diselor PPh ps. 22 aln. Kopeg P3FT29/09/1 0 Pe~a la n a n Dinas a/n ProlDr Masno Glnling Medan, 2 han,30/09/10 Perjalanan Dinas aln. Ir. Mulladl. ke Bogor, 1 han30109/10 Perjalanan Di nas aln. Prof. Perdamean S ke Bogor, 1han30109/10 Blaya karaklerisasi aln. CV Karsa Mili a30/09/10 Diselor PPN a/n CV Karsa Mllra30/09/10 Diselor PPh ps 23 aln CV Karsa Milra08/10/10 Peqa lanan Dinas a/n Ir. Mulladi ke Surabaya, 2 hari08/10/10 Peqalanan Dinas a/n Prof Perdamea n S. ke Surabaya, 2 hari08/10/1 0 Peq alanan Dinas a/n Dr Ing Pri yo S, Surabaya, 2 hari08/10/10 Blaya Simposim HFI ke 23 dl Surabaya a/n Ir. MU lj adi08/10/10 Blaya Simposim HFI ke 23 ~ Surabaya a/n. Prof. Perdamean S08/10110 Biaya Simposim HFI ke 23 eli Surabaya a/n. Dr. Ing Priyo S14 /10/10 Biaya Folocopy & jilid Proposal 201122110/10 Pengadaa n Bahan Eleklrik & Oploelektronik aln. CV. Zayid Z22110/10 Diselor PPh ps. 22 a/n CV Zayid22110/10 Diselor PPN 22 aln CV Zayid02111/10 Honor Rapal Koordinasi02111110 Diselor PPh ps 21 Honor Rapat Koordlnasi02111/10 Biaya Konsumsl Rapal Koordinasi an Kopeg P3FT08/ 11110 Blaya Pengujian SEM, XRD aln. CV Karsa Milra08/11/10 Diselor PPH ps. 23 a/n . CV. Karsa Milra08/11/10 Diselor PPN a/n . CV Karsa Mitra104 ,535,297-.Jurlll :lh Ih l lll il i. illkl il lRp.No. Bukti35, 360,(01) 045/021521213/09/20105,1 96 0009,606.300 053/02/521 211/09/10873.300130,995637,000 056/021524 11 9109/10350,000 057/021524 11 9/09/10350,000 058/021524119/09/10350,000 05910215241 19/09/10400,000 065/02/524119/09/1 0400.000 066/0215241191091102,512.400 069/021521211/09/10228,40034,2602,138, 000 0701021521211 /09/10572,500 072/02152 1211/09/10350,000 073102/521211/09/103,000,000 0741021521219/09/10272,72754,5451,990,000 080/0215212111101101,990.000 081/021521211110/101,990000 082/02152 1211/10/10300,000 08410 1/521219/1 0110300,000 085/01/521219/10/10300,000 086101/521219110110150,000 0921021152121 9/1 0/1015, 156.350 104/02152121 1/10/10206,6671,377 ,8501,200,000 1321021521219111/10180.000216.00() 133/o7/5? 17 19/1 1/1 n? 7110 O(K) h 4/W/!, ) I) I'J/ 11 /11J411~ H~1. 1( 1I1111lf)~ In t II t .'Iillhalaman 1Jumlah35.360,0005, 196,0009,606,300873,300130,995637,000350,000350,000350,000400,000400,0002,512,400228,40034, 2602,138,000572,500350,0003,000,000272,72754, 5451,990,0001,990,0001,990,000300,000300.000300,000150,00015, 156,350206,6671,377.8501,200.000180.000:>16000:>.1000110411 ,O( X)700,000!)0.613,294~


halaman 2PENERIMAANPENGELUARANTgi Uraian Rp. Tgi Uraian Rp. No. Bukti JumlahJumlah pindahan 104535)97 Jumlah pindahan 90,613 ,7'M 90613,29418/11/10 Tenma PPH ps. 23 a/n. CV Karsa Mllra 54,545 10/11/10 Honor Rapal Koordinasi 1,200,000 162102/521219/11/10 1,200,00018/11/10 Tenma PPN an CV Karsa Mllra 272,727 10/11/10 Diselor PPh ps. 21 Honor rapal koordlnasl 180 000 180,00010/11/10 Biaya Konsumsi Rapal Koordlnasl a/n Kopeg P3FT 270 ()()O 163/021521219/11/10 270,00018/11/10 Pengadaan ATK MulJadi a/n. Kop Peg P3FT 950, 000 183/021521211/11/10 950,000"18111/10 Biaya Foto copy dan Jilid Laporan a/n Kopeg P3FT 200,000 184/021521219/11 /10 200,00018/11/10 Blaya Anallsa SEM dan XRD a/n. CV Karsa Mitra 3,000,(0) 185/021521219/11/10 3,000,00018/11/10 Disetor PPH ps. 23 a/n. CV Karsa Mitra 54,545 54,54518/11/10 Disetor PPN ps 22 a/n. CV Karsa Mitra 272,727 272 727Jumlah Penerimaan : 104,862,569 Jumlah Pengeluaran 96,740,566 277,967,154Saldo 8,122,003Jumlah. 104,862,569 Jumlah 104,862,569,..Rincian Saldo Buku Terdiri dari .Uang Tunai Rp. 1,462,000Jumlah Penerimaan Rp 104,862,569 Saldo Bank Rp. 6,660,003Jumlah Pengeluaran Rp 96,740,566Saldo Buku Rp 8,122,003---rPemegang Uang Muka,/I'/ 1vSalomi lizabethNIP 195 06201982012001~


BUKU KAS (CASH FLOW) PENERIMMN DAN PENGELUARAN DANA BLOK GRANT PROGRAM INSENTIF PENINGKATAN KEMAPUAN PENELITI DAN PEREKAYASA TAHUN ANGGARAN 2010 Periode bulan : September sid Nopember 2010 Tahap II halaman 1iPENERIMAAN (Rp)PENGELUARAN (Rp)T9 1 Uraian No. Bukti Jumlah T9 1 Uraian1 2 3 4 5 6Saldo Tahap I 7,969,644 Saldo Tahap I01/09/10 Penerimaan Tahap II a/n Ir. Mulyadi, MT 87,590,909 01/09/10 Gaji Upah bulan Apnl sid Juni 2010 a/n. Ir. Muljadl , dkk01/09/10 Terima PPh QS 21 Gajl Upah bulan Apnl sid Juli 5, 196,000 01/09/10 Diselor PPh ps 21 G


Peri ode bulan: September sid Nopember 2010 Tahap II halaman 2PENERIMAAN (Rp)PENGELUARAN (Rp)!RI Uraian No. Buk!i Jumlah Tgi Uraian No. Buk!i JumlahSISA (Rp)1 2 3 4 5 6 7 8 (


FORM 2 CBERITA ACARA PENUTUPAN KAS DANA BLOCK GRANT INSENTIF PENINGKATAN KEMAMPUAN PENELITI DAN PEREKAYASA Tanggal Penutupan KasNama Penutup Kas/Pemegang KasTanggal Penutupan Kas yang Lalu22 Nopember 2010Salomi Elizabeth29 Oktober 2010Total PenerimaanTotal PengeluaranRpRp104,862,56996,740,566Saldo Buku Rp 8,122,003Uang tunai terdiri dariLembar uang kertasLembar uang kertasLembar uang kertasLembar uang kertasLembar uang kertasLembar uang kertasLembar uang kertasLembar uang kertasLembar uang kertasRpRpRpRpRpRpRpRpRp100,00050,00020,00010,0005,0001,0005001005014 Lembar1 Lembaro Lembar1 Lembaro Lembar2 Lembaro kepingo kepingo keplng==RpRpRpRpRpRpRpRpRp1,400,00050,00010,0002,000Total Saldo KasTotal Saldo BankRpRp1,462,0006,660,003Tanggal : 22 Nopember 2010Yang diperiksaPemegang Keufr'igan/Bendahara,Yang MemeriksaKep~eliti'" Fika - L1PIAZbeth Dr. Bamb~ i y a tmokoNIP 19590 901982012001NIP. 196704J01 SnaOl1001


[ FORM3CBERITA ACARA PENUTUPAN KAS DANA BLOCK GRANT INSENTIF PENINGKATAN KEMAMPUAN PENELITI DAN PEREKAYASA Nama Satuan KerJaTanggal Penutupan KasNama Penutup Kas/Pemegang KasTanggal Penutupan Kas yang LaluPusat Penelitian Fisika 22 Nopember 2010 Salomi Elizabeth 29 Oktober 2010 Total Penerimaan Rp 104,862,569Total Pengeluaran Rp 96,740,566Sald o Buku Rp 8,122,003Uang tunai terdiri dariLembar uang kertas Rp 100,000 14 Lembar Rp 1,400,000Lem bar uang kertas Rp 50 ,000 o Lembar =: RpLembar uang kertas Rp 20,000 o Lembar =: Rp Lembar uang kertas Rp 10,000 o Lembar = Rp Lembar uang kertas Rp 5,000 o Lembar =: Rp Lembar uang kertas Rp 1,000 o Lembar Rp Lembar uang kertas Rp 500 o keping Rp Lembar uang kertas Rp 100 o keping Rp Lembar uang kertas Rp 50 o keping = Rp Total Sa ldo Kas Rp 1,400,000Total Saldo bank Rp 6,660,003Yang diperi ksaPemegang Keuangan/Bendahara, ~ :1r­Kep"';)l;Jt-LiPI, ' I I....... L.I Tanggal : 22 Nopember 2010Ya ng Memeriksa!salomi Eli abeth Dr 11i'1J.1;L~~ IYolllI\Cli~ 11;/NIl' H)( j:? (')'1 ~H)l ( IIII\() :\H)()lNIP 1952G 201982012001

More magazines by this user
Similar magazines