Views
3 years ago

47. konservasi - gorontalo, gorontalo.pdf - Pusat Sumber Daya ...

47. konservasi - gorontalo, gorontalo.pdf - Pusat Sumber Daya ...

Kegiatan PETI pada suatu

Kegiatan PETI pada suatu wilayahmenjadikan pengelolaan bahan galian belumberlangsung secara sistematis baik darikemampuan produksi, efisiensi dan kepedulianterhadap konservasi bahan galian serta pengaruhterhadap lingkungan.Keterbatasan pengetahuan dan modalumumnya menyebabkan kegiatan PETI hampirtidak pernah melakukan kegiatan eksplorasicadangan yang mencakup antara lain penentuankualitas (kadar) cadangan, geometri danpenyebaran cadangan serta homogenitascadangan. Kegiatan utama PETI umumnyaadalah adalah eksploitasi dan produksi terhadapbahan galian tersebut.Pendataan tentang potensi daerah bekastambang maupun pemantauan potensi wilayahyang tercakup pada areal kegiatan PETI belumtertangani secara maksimal. Sedangkan potensipada kedua kawasan tersebut cukup menjanjikanuntuk dapat dikembangkan secara lebih baik danoptimal. Kegiatan PETI merupakanpermasalahan yang cukup rumit untuk ditanganidan dibina agar menjadi lebih baik dan sesuaidengan kaidah penambangan yang benar.Saat ini data tentang potensi daerah bekastambang dan wilayah PETI umumnya sangatminim, oleh karena itu kegiatan pemantauan danpendataan kedua wilayah tersebut cukuppenting. Hal ini dapat dijadikan sebagai salahsatu dasar pemikiran untuk perencanaan dalampenentuan suatu kebijakan di bidangpertambangan dalam rangka optimalisasipemanfaatan kawasan pertambangan.1.2. Maksud dan TujuanMaksud dari kegiatan ini adalahmenginventarisir potensi bahan galian padabekas tambang dan wilayah PETI, untuk dapatdimanfaatkan sebagai dasar perencanaan danpenentuan kebijakan tentang optimalisasipemanfaatan kedua kawasan tersebut secaralebih baik dalam rangka peningkatan kegiatanusaha pada sektor pertambangan.Sedangkan tujuannya adalah mewujudkanpengelolaan dan pemanfaatan lahan kawasanpertambangan yang lebih optimal, melaluipemanfaatan potensi bahan galian yang adasecara sistematis dan terencana dengan baiksesuai dengan kaidah konservasi bahan galian.1.3. Lokasi Kegiatan dan Kesampaian DaerahSecara administratif daerah kegiatantermasuk ke dalam Kabupaten Gorontalo,Propinsi Gorontalo. Rencana daerah yang akandilakukan kegiatan ini adalah KecamatanSumalata dimana kecamatan tersebut terletak kearah barat laut sekitar 100 Km dari IbukotaKolokium Hasil Lapangan – DIM, 2005Propinsi Gorontalo. Luas Daerah KabupatenGorontalo kurang lebih 4081,821 Km²,sedangkan luas daerah Kecamatan Sumalataadalah sekitar 577,5673 Km².Secara geografis lokasi Kabupaten Gorontaloterletak pada 0°18’31” – 1°0’18” Lintang Utaradan 122 ° 6’40” – 122 ° 31’38” Bujur Timur.Untuk mencapai daerah kegiatan tersebutdapat menggunakan pesawat reguler dariBandung – Jakarta – Manado – Gorontalo atauJakarta - Gorontalo dan dilanjutkan denganmenggunakan kendaraan darat serta berjalankaki untuk mencapai lokasi kegiatan.Pada daerah kegiatan terdapat kegiatan PETIemas yang beroperasi di sekitar Sungai Buladudan beberapa lubang bekas tambang peninggalanPemerintahan Kolonial Belanda.Gambar.1 Peta Lokasi Kegiatan2. METODOLOGIMetode kegiatan yang dilakukan antara lain :a) Pengumpulan data sekunder, berupamencari informasi dari hasil-hasilpenyelidikan terdahulu.b) Pengumpulan data primer, merupakankegiatan pemantauan dan pendataan bahangalian di lapangan yang dilakukan padalokasi terpilih dimana lokasi bekas tambangdan wilayah PETI tersebut berada di DaerahDesa Buladu dan sekitarnya yang secaraadministratif terletak di KecamatanSumalata.c) Analisis Laboratorium, Beberapa contohasil kegiatan di lapangan berupa contoendapan sungai aktif, air, tailing dan batuan.Conto-conto tersebut dianalisis diLaboratorium Kimia dan Fisika DirektoratInventarisasi Sumber Daya MineralBandung. Adapun unsur-unsur yangdianalisis antara lain : Merkuri, Tembaga,Timbal, Seng, Kadmium dan Arsen,sedangkan unsur Emas dan Perak hanya47-2

dianalisis pada conto tailing dan batuan.Conto air dan tailing pada kolampenampungan sianidasi dianalisis pulakonsentrasi sianidanya.3. GEOLOGI DAN PERTAMBANGAN3.1. Geologi Daerah KegiatanSecara regional daerah kegiatan merupakanbagian dari Mandala Sulawesi Bagian Barat(Rab Sukamto, 1982) yang memanjang dariSulawesi Utara hingga Sulawesi Selatan dengansebagian besar ditempati oleh batuan gunungapiTersier.Di beberapa tempat muncul zone alterasidan mineralisasi logam mulia dan logam dasar,sehingga dikenal sebagai jalur emas sulawesi(Gold Belt Sulawesi).Satuan batuan termasuk Formasi Dolokapaterdiri dari batuan sedimen berupa batupasirwake, batulanau, batulumpur, dan konglomeratdengan selingan batuan gunungapi berupa tuf,aglomerat, breksi dan lava bersifat andesitiksampai basaltik. Satuan batuan dengan penyusunkonglomerat, batupasir wake, batulanau danbatulumpur, termasuk Formasi Randangan(Bachri, 1989). Batuan Gunungapi Bilunglalaterdiri dari breksi, tuf, lava yang bersifat asamsampai basa. Ketiga Formasi di atas berumurMiosen Tengah hingga Awal Miosen Akhir.Breksi Wobudu yang berumur Pliosen Awal(Bachri, 1989), menumpang tidak selaras padabatuan yang lebih tua. Batuan gunungapi Paniterdiri dari tuf aglomerat dan breksi bersifatdasitik sampai andesitik. Breksi Wobudu terdiridari breksi gunungapi, aglomerat, konglomerat,tuf dan lava. Tak selaras di atas satuan batuanini terendapkan Formasi Lokodidi, BatuanGunungapi Pinogu dan batugamping klastikayang berumur Pliosen Akhir hingga PlistosenAwal. Batuan Gunungapi Pinogu terdiri dariaglomerat, tuf dan lava bersusunan dasitansampai basalan.Pada Plistosen awal terbentuk endapandanau bersusunan batulempung, batupasir dankerikil, dan endapan sungai tua denganpenyusun konglomerat aneka bahan danbatupasir. Pada Awal Miosen hinggaMiosen Tengah Diorit Bone menerobos batuanGunungapi Bilunglala. Diorit Boliohuto berumurMiosen Tengah hingga Miosen Akhirmenerobos Formasi Dolokapa.Struktur geologi utama daerah penyelidikanberupa sesar normal dan sesar mendatar.Sesarmemotong batuan tertua sampai batuan berumurPliosen Akhir.Kolokium Hasil Lapangan – DIM, 2005Kegiatan magmatik terjadi sejak Eosen -Oligosen yang ditandai kemunculan batuanbasa, sampai dengan Pliosen ditandai denganbatuan terobosan dan batuan gunungapi bersifatasam sampai sedang.Batuan gunungapi tersebar luas, dijumpaihampir di seluruh daerah penyelidikan, demikianjuga batuan terobosan banyak dijumpai tersebardi daerah penyelidikan. Kegiatan magmatik yangintensif mempunyai potensi besar terjadinyamineralisasi logam.Berdasarkan data hasil penyelidikanterdahulu yang berasal dari Dinas Pertambangandan Energi Provinsi Gorontalo serta HasilInventarisasi Direktorat Sumberdaya Mineral,potensi bahan galian di Kabupaten Gorontaloantara lain :Potensi Mineral Logama) Emas (Au) penyebarannya meliputiKecamatan Bonepantai, Suwawa,Boliyohuto dan Sumalata.b) Tembaga (Cu) penyebarannya meliputiKecamatan Bonepantai, Suwawa danBoliyohuto.c) Perak (Ag) penyebarannya di KecamatanSuwawa dengan jumlah kandungan.Potensi Bahan Galian Non Logama) Granit tersebar di Kwandang, Atinggola,Batudaa dan Tapa.b) Batugamping penyebarannya meliputiKecamatan Tibawa, Limboto, Bonepantaidan Batudaa.c) Lempung penyebarannya meliputiBoliyohuto, Sumalata, Tibawa dan Limboto.d) Andesit penyebarannya berada diKecamatan Kabila.e) Sirtu penyebarannya berada di KecamatanTapa, Suwawa, Telaga, Batudaa, Limbotodan Sumalata.f) Gypsum penyebarannya meliputiKecamatan Kabila dan Bonepantai.Gambar.2Peta Geologi Kab Gorontalo dan sekitarnya47-3

ASPEK LINGKUNGAN DALAM AMDAL - Pusat Sumber Daya Geologi
Evaluasi Sumber Daya dan Cadangan Bahan Galian Untuk
Mitigasi_GA (Atje).pdf - Pusat Sumber Daya Geologi - Departemen ...
sistem informasi mineral - Pusat Sumber Daya Geologi ...
Rencana Strategis Pusat Sumber Daya Geologi Tahun 2006
PRESENTASI DOLOK MARAWA (HerryS).pdf - Pusat Sumber Daya ...
00 Dafsi OK!.pmd - tekMIRA - Departemen Energi dan Sumber Daya ...
EKSPLORASI PASIR BESI (Hotma M). - Pusat Sumber Daya Geologi
Strategi Mitigasi (Pak Surono).pdf - Pusat Sumber Daya Geologi ...
Anatomi Sumber Daya Batubara serta Asumsi Pemanfaatan
Reorganisasi Direktorat Inventarisasi Sumber Daya Mineral
pengelolaan data sumber daya mineral, batubara dan panas
PENGURUSAN PUSAT SUMBER SEKOLAH ( PSS )
BAB VII - Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral
KONSERVASI BAHAN GALIAN - Pusat Sumber Daya Geologi
pemantauan dan evaluasi konservasi - Pusat Sumber Daya Geologi
55. konservasi - Tilamuta, gorontalo.pdf - Pusat Sumber Daya Geologi
50. konservasi - Alor.pdf - Pusat Sumber Daya Geologi
53. konservasi - berau, kaltiml.pdf - Pusat Sumber Daya Geologi
48. konservasi-Cilacap.pdf - Pusat Sumber Daya Geologi ...
Konservasi Bahan Galian dan Permasalahannya - Pusat Sumber ...
pengawasan, pemantauan dan evaluasi konservasi sumber daya ...
pemantauan dan evaluasi konservasi sumber daya mineral
Prosiding PT.FI - Pusat Sumber Daya Geologi
Prosiding Taliwang - Pusat Sumber Daya Geologi - Departemen ...
61. konservasi - Sangon, Yogyakarta - Pusat Sumber Daya Geologi ...
Pengawasan, Pemantauan Dan Evaluasi Konservasi Sumber Daya ...
Bimbingan Teknis Konservasi Sumber Daya Mineral di Kabupaten ...
Pemantauan dan Evaluasi Konservasi Sumber Daya Mineral di ...