6.Kajian Islam Dalam Masalah Lingkungan Hidup di Kota Samarinda

risalah.fhunmul.ac.id

6.Kajian Islam Dalam Masalah Lingkungan Hidup di Kota Samarinda

Risalah HUKUM Fakultas Hukum Unmul, Juni 2013, Hal. 71 - 78 Vol. 9, No. 1ISSN 021-969XKajian Islam Dalam Masalah Lingkungan Hidup di Kota Samarinda(Islamic Studies Regarding to Environmental in Samarinda City)Irma Suriyani dan Siti KotijahFakultas Hukum Universitas MulawarmanJl. Sambaliung Kampus Gn. Kelua Samarinda Kalimantan TimurEmail: fafa_law@yahoo.comABSTRAKSILingkungan hidup merupakan anugerah yang diberikan oleh Allah SWT kepada seluruh makhluk ciptaan-Nyauntuk dimanfaatkan secara baik.Pemanfaatan lingkungan hidup dalam rangka pemenuhan kebutuhanmakhluk hidup itu sendiri haruslah disertai tanggung jawab besar dalam perlindungan dan pengelolaanlingkungan hidup agar tetap terjaga kelestariannya. Prinsip etika Islam, lingkungan yang ada merupakanperwujudan kekuatan moral untuk pelestarian daya dukung lingkungan hidup.Dalam ajaran agam Islam,prinsip-prinsip lingkungan hidup diatur dalam beberapa surat antara lain Surat Al-A‟raaf Ayat 56 dan Ayat85, Surat Al-Qashash ayat 77, dan Surat Ar-Rum ayat 41. Dalam upaya perlindungan lingkunganhidup, Islam memberikan konsep membumikan Akhlaq sebagai solusi alternatif, Ajaran Akhlaq yangdimaksud adalah: 1) Qana‟ah-zuhud, 2) Ta‟awun (menolong), 3) Al-Rahmah dan al-barr, 4) Al-Iqtishad(hemat). Sedangkan dari fungsi manusia di ciptakan oleh Allah SWT ada 2 metode yaitu Taskhir dan Istikhlafsebagai acuan dalam membina interaksi manusia dengan Alam. Taskhir berarti manusia diberi wewenanguntuk menggunakan alam raya guna mencapai tujuan penciptaannya sesuai dengan tuntunan Ilahi,sedangkan Istikhlaf adalah berkaitan dengan penugasan Allah kepada manusia sebagai khalifah di bumi. Al-Qur‟an menegaskan bahwa Allah menciptakan alam raya dan penghuninya dengan tujuan tertentu(QS.Shad.27), sehingga lingkungan hidup yang diciptakan Allah SWT harus dijaga manusia secara seimbangsesuai dengan kemampuanya, bukan secara berlebihan.Kata Kunci: lingkungan hidup, pelestarian, Islam.ABSTRACTEnvironmental is blessed which is given by Allah SWT to all HIS Creation to be used well. The using ofenvironmental in order to fulfill the needs of living creatures must be accompanied with great responsibilityrelated to protection and environmental management, so the sustainability is well preserved. Islam ethics ofprinciples, environmental which exist is a form of moral power to support the preserve and sustainenvironmental. In Islam, These principles are mentioned in some verses such as Al A‟raaf chapter 56 and 85,Al-Qashash chapter 77. Ar-Rum chapter 41. In efforts of environmental protection, Islam offered the conceptof moral grounding as an alternative solution, The teaching of akhlaq are: 1) Qana‟ah-Zuhud, 2) Ta‟awun(helping) 3) Al-Rahmah dan Al barr, 4) Al Iqtishad (thrift). Meanwhile from the perspective of humanfunction which is created by God have 2 functions which are Taskhir and Istikhlaf as the reference in orderto build interaction between human being and environment. Taskhir means that human being has theauthority to use universe in order to achieve the creation purposes in accordance with the demand of God,whereas Istikhlaf is related to Allah‟s assignment to human being as khalifah on earth. Al-Qur‟an stated thatAllah created universe and its occupant with some purposes (Q.S Shad 27), so that the environmental whichis created by God must be taken care off by human in balance with respect to the ability, not excessivelyKey Words: environmental, Islam, preservationPENDAHULUANLingkungan hidup merupakananugerah yang diberikan oleh Allah SWTkepada seluruh makhluk ciptaan-Nya untukdimanfaatkan secara baik.Pemanfaatanlingkungan hidup dalam rangka pemenuhankebutuhan makhluk hidup itu sendiri haruslah


Risalah Hukum Fakultas Hukum Unmul Vol. 9, No. 1 73tangan manusia sendiri...”. Dalam Islam,sudah diatur bagaimana kita harus mematuhietika lingkungan supaya tidak terjadikerusakan dan pencemaran lingkungan.Kajian Islam Terhadap PerlindunganLingkungan HidupKajian ini akan dimulai dengan sebuahilustrasi seorang guru memberikan penjelasankepada muridnya tentang lingkungan hidup,”pohon itu harus di jaga, dilestarikan tidakboleh ditebang bukan karena memberikanketeduhan kepada kita melainkan harusdihormati sebagai ciptaan AllahSWT”.Berdasarkan Hadits Rasulullah SAW”Barang siapa yang menyayangi apa yang adadi bumi maka dia akan disayangi oleh semuayang ada di langit”. Lingkungan adalah salahsatu bagian dari pada bumi olehnya itu harusdijaga dan dilestarikan sebagai wujudkepedulian untuk memanifestasikan rasa cintadan sayang terhadap ciptaan AllahSWT.Agama Islam adalah agama yangkomprehensif, dengan karakteristik ini Islammemperhatikan seluruh kebutuhan hidupmanusia dan memiliki aturan-aturan yangberkaitan sosial kehidupan manusia baiksecara individu maupun sosial.Diantara persoalan hidup yangmendapat perhatian manusia adalahlingkungan hidup. Dikarenakan lingkunganhidup yang sangat signifikan dan pemanfaatansumber daya alam (lingkungan) yang bersihdan sehat merupakan salah satu kebutuhanprimer manusia, maka membuat kerusakanterhadap lingkungan hidup merupakan suatutanda ketidak-syukuran terhadap nikmat Allah.Ekologi atau lingkungan hidup dalam Islammempunyai 2 (dua) fungsi:1. Sebagai pemenuhan kebutuhan primermanusia dalam rangka beribadah AllahSWT.2. Sebagai media atau tanda-tanda untukmemahami kebesaran, kekuasaan,keagungan Allah SWT bahwa alam ini adayang menciptakan.Pada dasawarsa terakhir ini, problempencemaran lingkungan banyak mendapatsorotan dari pelbagai kalangan termasuk darikalangan agama, dengan mengutip pendapatGraham Parkes dari Universitas Hawaii yangmenekuni peran agama dalam mengatasibeberapa krisis budaya dalam hal ini hubungankebudayaan manusia dengan alamlingkungannya dalam teorinya bahwa“pandangan keagamaan suatu kelompokmasyarakat sangat berpengaruh dalammenentukan sikap dan perilaku terhadap alamdan lingkungannya, 2 dari pandangan ini dapatdipahami bahwa Samarinda adalah kota yangberpenduduk mayoritas Muslim, tentu konsepagama Islam yang mengajarkan tentangpemeliharaan lingkungan hidup seharusnyadiimplementasikan dalam sikap dan perilakumereka sebagai penganut agama Islam yangmengajarkan untuk tidak membuat kerusakandi bumi sebagaimana dalam firman Allah SWT.Kalau ditelusuri faktor utama terjadinyaperusakan lingkungan adalah akibat ulahtangan manusia, padahal kewenanganmanusia untuk mempergunakan alambukanlah “hak mutlak” tapi merupakan ”hakrekomendasi” dari Allah SWT dan suatu saatdimintai pertanggung jawabnnya.Dalam QS.Al-Baqarah ayat 30 dituliskan ”dan ingatlahketika Tuhanmu berfirman kepada malaikat:Sesungguhnya aku hendak menjadikanseorang khalifah 3 di permukaan bumi. Merekaberkata engkau menjadikan (khalifah) di bumiitu orang yang akan membuat kerusakanpadanya dan menumpahkan darah, padahalkami senantiasa bertasbih dengan memujiengkau dan menyucikan engkau?‟ Tuhanmuberfirman:sesungguhnya aku mengetahui apayang kamu tidak ketahui”.Dilanjutkan dalam, QS. Al-Qashashayat 77“Dan carilah apa yang telahdianugrahkan Allah kepadamu (kebahagiaan)negri akhirat, dan janganlah kamu melupakanbahagianmu dari(kenikmatan)duniawi danberbuat baiklah (kepada orang lain)23Alwi Shihab, 2009, Islam Inklusif Menuju SikapTerbuka Dalam Beragama, cet I, Mizan, Bandunghlm.157.Makna perkataan Khalifah dalam ayat adalah seorangpengelola dan pengatur yang diamanahkankepadanya sehingga dalam penciptaannya manusiadiberi akal pikiran dan nafsu. Karena akal manusiaberbeda dengan makhluk ciptaan lainnya dan denganakal pula manusia mengelola, mengatur danmemanfaatkan alam sebagai sumber kehidupan. Olehkarena itu dalam pengelolaan alam manusiaberkewajiban memelihara keseimbangan dankeselarasan alam agar tidak rusak seperti pertamakali Allah meminjamkan kepada manusiasebagaimana QS. Al-Qashash :77.


74 Irma Suryani & Siti Kotijah Risalah Hukum Fakultas Hukum Unmulsebagaimana Allah telah berbuat baikkepadamu, dan janganlah kamu berbuatkerusakan di (muka) bumi. SesungguhnyaAllah tidak menyukai orang-orang yangberbuat kerusakan”.Dengan demikian jelaspandangan Islam salah satu tujuan penciptaandunia adalah alam ini dapat dimanfaatkan olehmanusia, namun pemanfaatan ini harusdibarengi dengan tanggung jawab.QS. Al-Baqarah ayat 21 menyebutkan ”Hai manusia,sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakankalian dan orang-orang yang sebelum kalian,agar kalian bertakwa”. Dalam QS.Yunus ayat31 juga disebutkan ”Katakanlah siapakah yangmemberi rezeki kepadamu dari langit danbumi, ataukah siapakah yang kuasa yang(menciptakan) pendengaran dan penglihatan,dan siapakah yang mengeluarkan hidup dariyang mati dan mengeluarkan yang mati dariyang hidup dan siapakah yang mengatursegala urusan?maka mereka akanmenjawabAllah. Maka katakanlah;mengapakamu tidak bertakwa (Kepada-Nya)?”.Konsep Islam Terhadap KerusakanLingkungan dan SanksinyaPendorong pelaksanaan atasperlindungan lingkungan hidup sehat dan baikadalah ajaran Islam yang terdapat dalam NashAl-Qur‟an dan Al-hadits yang secara universalmemberikan informasi ilmiah bahwa alam iniadalah sumber kehidupan yang telahditaklukkan Allah untuk kepentingan hidupmanusia sebagaimana dalam Al-Qur‟an:”danAllah telah menundukkan lautan dandaratan….”dan QS. Al-a‟raf;56 :”Dan janganlahkamu membuat kerusakan di muka bumi,sesudah (Allah memperbaikinya) danberdoalah kepada-Nya dengan rasa takuttidakakan diterima dan harapan (akan dikabulkan).Sesungguhnya rahmat Allah dekat denganorang-orang yang berbuat baik”.Kerusakan yang dimaksud dalam Islampaling tidak ada dua macam yang pertama,kerusakan zhahiriah (material), dan yangkedua, adalah kerusakan bathiniah(spiritual).Kerusakan zahiriah (material) dapatmengakibatkan bencana dan membawakerugian besar bagi manusia. Hal ini sejalandengan apa yang di sampaikan oleh Merahseorang aktifis tambang dari JATAM (jaringanadvokasi Tambang) Samarinda bahwa efektambang daya rusaknya ada dua (2) Yaitu: 1).Ruang, 2) Waktu, yang dimaksud denganruang adalah materi, sedangkan waktu adalahyang lebih banyak dirugikan adalahperempuan yang memproduksi generasi. 4Tidak saja harta benda yang akan hancurbinasa, akan tetapi jiwa raga pun dapatmusnah karenanya Allah SWT berfirman dalamQS. Ar-Ruum ayat 41:”Telah Nampakkerusakan di darat dan dari laut disebabkankarena perbuatan tangan manusia, supayaAllah merasakan kepada mereka sebahagiandari (akibat) perbuatan mereka, agar merekakembali ke jalan yang benar”.Dari konsep ajaran Islam sangatberpengaruh untuk membentuk sikap danbudaya masyarakat untuk melindungi danmenjaga keseimbangan ekosistem.Alurpemikiran dan ideologi masyarakat bahwaalam dan lingkungan mengandung nilai sakraldan ke-Tuhanan, agama Islam yang dianutmasyarakat Samarinda meyakini bahwa AllahSWT mengutus manusia ke bumi sebagai“khalifah”. Ketika pengutusan manusiasebagai khalifah Allah SWT telah memberikanhak rekomendasi untuk memanfaatkan alamdengan ditundukkannya alam dan lingkungankepada manusia. Dalam implementasinyabahwa manusia seharusnya tidak membuatkerusakan lingkungan hidup yang berujungpada petaka bagi manusia itu sendiri.Etika Lingkungan Hidup Dalam IslamLingkungan merupakan bagian dariintegrasi kehidupan manusia, sehinggalingkungan harus dipandang sebagai salahsatu komponen ekosistem yang memiliki nilaiuntuk dihormati, dihargai, dan tidak disakiti.Lingkungan memiliki nilai terhadap dirinyasendiri. Kerusakan alam diakibatkan dari sudutpandang manusia yang anthroposentris,memandang bahwa manusia adalah pusat darialam semesta, sehingga alam dipandangsebagai obyek yang dapat dieksploitasi hanyauntuk memuaskan keinginan manusia,sebagaimana firman Allah dalam QS.Ar-Ruumayat 41:“Telah nampak kerusakan di darat dandi laut disebabkan karena perbuatan tangan4Penuturan pada acara diskusi “Perempuan danTambang Dalam Perspektif Tanah, Lingkungan danEkonomi”, Samarinda 16 Juli 2013 Fakultas HukumUniversitas Mulawarman.


Risalah Hukum Fakultas Hukum Unmul Vol. 9, No. 1 75manusia, supaya Allah merasakan kepadamereka sebahagian dari (akibat) perbuatanmereka, agar mereka kembali (ke jalan yangbenar)”.Ada beberapa prinsip-prinsip yangharus dipenuhi saat manusia berinteraksidengan lingkungan hidup. Berikut adalahprinsip-prinsip yang dapat menjadi pegangandan tuntunan bagi perilaku dalam berhadapandengan alam:(1) Sikap hormat terhadap alam,Di dalam Al-Qur‟an Surat Al-anbiya 107. AllahSWT berfirman:“Dan tiadalah kami mengutuskamu, melainkan untuk menjadi rahmat bagisemesta alam”., (2) Prinsip tanggung jawab,dalam hal ini terkait dengan prinsip hormatterhadap alam di atas adalah tanggung jawabmoral terhadap alam, karena manusiadiciptakan sebagai khalifah(penanggungjawab) di muka bumi dan secara ontologismanusia adalah bagian integral dari alam.Sesuai Firman Allah SWT QS. Al-Baqarah ayat30”Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepadapara malaikat”Sesugguhnya aku hendakmenjadikan seorang khalifah di muka bumi”.(3). Prinsip kasih sayang dan kepedulianterhadap alam, dalam hal ini sebagai sesamaanggota komunitas ekologis yang setara,manusia digugah untuk mencintai,menyayangi, dan melestarikan alam semestadan seluruh isinya, tanpa diskriminasi dantanpa dominasi. 5Sebagaimana hadits yang diriwayatkanBukhari dan Muslim: dari Anas radhiyallahu„anhu bahwa Nabi Shallallahu‟alaihi wassalambersabda,”Tidak seorang pun muslim yangmenanam tumbuhan atau bercocok tanam,kemudian buahnya di makan oleh burung ataumanusia atau binatang ternak, kecuali yangdimakan itu akan bernilai sedekah untuknya”.yang berlebihan sehingga menyebabkan erosidan pendangkalan yang memicu banjir yangsering terjadi akibat akumulasi penggaliantambang batu bara di berbagai kawasan,dekat sungai dan pemukiman penduduk.Lingkungan saat ini tidak lagi menjadi“sahabat” yang menyediakan berbagaikeperluan hidup yang dibutuhkan manusia,lingkungan justru menjadi ”musuh” yangsetiap saat menebar ancaman bagikeselamatan manusia.Kerusakan lingkungan telah ditengaraidisebabkanoleh manusia, jadi akarpersoalannya adalah manusianya sebagaisubjek dan objek dari alam semesta ini. Olehkarena itu manusianya mesti disadarkan,dikembalikan kepada hakikat penciptannyaselaku hamba Allah (al-Abid al-Allah).Untuk ituperlu perubahan paradigma dalampengelolaan dan pemanfaatan sumber dayaalam sehingga melahirkan konsepperlindungan lingkungan hidup yang sesuaidengan Al-qur‟an. Di Indonesia perlindungandan pengelolaan lingkungan hidup diaturdalam UU PPLH. 6Di Kalimantan Timur khususnya kotaSamarinda, upaya yang dilakukan pemerintahpropinsi dan kota telah dilakukan PROPER(Penilaian Program Peringkat KinerjaPerusahaan) batu bara.Program PROPER batubara di gunakan sebagai alat pengawasanyang dilakukan oleh Badan Lingkungan Hidupbeserta Instansi terkait untuk melihat kinerjaperusahaan dalam kesadaran mentaatiperaturan perundang-undangan di bidanglingkungan hidup.Terkait dengan penyadaran kembalimanusia akan tugasnya sebagai hamba Allah,maka pertama-tama harus ditanamkan bahwaPendekatan Akhlaqul Karimah DalamUpaya Perlindungan Lingkungan HidupPersoalan lingkungan hidup (ekologi)saat ini identik dengan kondisi lingkunganyang makin menurun kualitasnya, hal iniditandai dengan rusaknya lingkungan hidupdalam berbagai aspek kehidupan, khususnyaadanya aktivitas tambang batu bara di kotaSamarinda dengan adanya eksploitasi lahan5Prinsip etika Lingkungan hidup dalam Islam.Muhammad Rais M.pdi,http://en.wikipedia.org/, diakses tanggal 2 Agustus 20136Pasal 1 angka 1 UU Nomor 32 Tahun 2009 tentangPPLH, menyebutkan bahwa lingkungan hidup adalahkesatuan ruang dengan semua benda, daya, keadaandan makhluk hidup, termasuk manusia danperilakunya, yang mempengaruhi alam itu sendiri,keberlangsungan perikehidupan dan kesejahteraanmanusia serta makhluk hidup. Sedangkanperlindungan dan pengelolaan lingkungan hidupadalah upaya sistematika dan terpadu yang dilakukanuntuk melestarikan fungsi lingkungan hidup danmencegah terjadinya pencemaran dan/ataukerusakan lingkungan hidup yang meliputiperencanaan, pemanfaatan, pengendalian,pemeliharaan, pengawasan, dan penegakanlingkungan.


76 Irma Suryani & Siti Kotijah Risalah Hukum Fakultas Hukum Unmulalam semesta dengan segala isinya adalahkepunyaan Allah SWT (Wa li al-Allahi ma fisamawatiwa ma fi al-ardhi). Untuk itumanusia dilarang melakukan pengrusakanterhadap kepunyaan Allah tersebut sebagaiwujud ketundukan dan kepatuhan kepada-Nya.Setelah manusia disadarkan atas tugasdan hak kewajibannya, maka selanjutnyaditanamkan bahwa bencana akan ditimpakankepada manusia akibat kufur nikmat. Olehkarena itu manusia diajarkan agar selalutertanam rasa syukur atas nikmat Allah. Allahberfirman:”Dan Allah telah membuat suatuperumpamaan dengan sebuah negeri yangdahulunya aman lagi tentram, rezekinyadatang kepadanya melimpah ruah darisegenap tempat, tetapi (penduduknya)mengingkari nikmat-nikmat Allah; karena ituAllah merasakan kepada mereka pakaiankelaparan dan ketakutan, disebabkan apayang selalu mereka perbuat.Berdasarkan uraian dan beberapa ayatyang telah dikemukakan diatas, makaalternatif pemecahan yang dapat di gunakansebagai solusi dalam masalah lingkungan yangberakibat kerusakan lingkungan hidup sertacara mengatasinya adalah membumikanakhlak mulia (al-Akhlak al-karimah).Selama iniajaran akhlaq telah diabaikan sehingga dalampemanfaatan lingkungan terkadang bersifatserakah dan tamak.Akhlaq sebagai pilar agamamempunyai peranan yang penting dalammenjaga dan melindungi lingkunganhidup.Berikut adalah tabel yangmenggambarkan struktur ajaran bahwa Islamadalah agama yang komprehensif yangmelahirkan ajaran-ajaran yang salingbersinergis.1. Syahadat2. Shalat3. Puasa4. Zakat5. HajiTabel1. Rukun IslamAqidahSyari‟atAkhlakAllahManusiaAlam/LingkunganhidupDari tabel di atas di pahami bahwaIslam itu di bangun atas lima hal sesuaidengan sabda Rasulullah SAW (Buniyal Islam„ala Khamsiin), Syahadat(Tiada Tuhan SelainAllah dan Muhammad adalah Rasulullah),Shalat, Puasa, Zakat dan naik haji bagi yangmampu.Dari Rukun Islam ini melahirkan output Aqidah, Syari‟at dan Akhlaq yangmerupakan pilar Islam yangsaling bersinergis.Dari ajaran Akhlaq Islam mengatur hubunganmanusia terhadap Allah yang menciptakanalam semesta ini, hubungan manusia denganmanusia dan hubungan manusia terhadapalam atau lingkungan hidup untuk menjagaalam semesta ini dari kerusakan lingkungan,semuanya ini sudah diatur dalam etika Islamterhadap lingkungan alam ini. Akhlaq muliayang dapat dijadikan solusi alternatif dalamusaha melestarikan lingkungan adalah:1. Tidak serakah (Qana‟ah-zuhud) merupakansifat terpuji dengan mengutamakan sifatqana‟ah (rela menerima apa adanya) danzuhud (tidak berhasrat lebih kepada dunia)menjadikan seseorang tidak serakah dalammengeksploitasi sumber daya alam.2. Tolong menolong (ta‟awun), kesatuan dankerjasama merupakan sifat terpuji yangperlu dipelihara dan di kembangkan untukmemupuk rasa solidaritas, kepekaan, dankesetiakawanan yangmendalam, karenadengan sifat ini seseorang akan berpikirdalam mengeksplorasi dan mengeksploitasilingkungan.3. Al-rahmah dan Al-barr merupakan alternatifberikutnya yang dapat dijadikan solusi ataskrisis nilai dalam usaha pelestarianlingkungan, jika sifat ini ditanamkan dalamrangka mencegah manusia dari merusak


Risalah Hukum Fakultas Hukum Unmul Vol. 9, No. 1 77alam, maka alam akan diperlakukan secarahormat, penuh kasih sayang, dan bijaksanadalam pengelolaan dan pemanfaatannya.4. Al-Iqtishad (ekonomis), apabila sifat hematini dijadikan spirit dalam pengelolaan danpemanfaatan sumber daya alam, makaakan menjadikan manusia tidak akanmelakukan eksploitasi berlebihan terhadapkekayaan alam, sehingga akan terciptakeseimbangan antara eksploitasi danperlindungan terhadap alam.Al-Qur‟an sebagai landasan dalampemeliharaan lingkungan hidup, Islam telahmewajibkan para pengikutnya untukmemperhatikan aturan-aturan yang berkaitandengan lingkungan hidup dan melaksanakanhukum-hukum individu maupun sosial untukmenjaga,melindungi dan memeliharalingkungan hidup. Dalam perlindunganlingkungan hidup Allah berfirman dalam QS.Al-A‟raf ayat 56:”Dan janganlah kamumembuat kerusakan di muka bumi, sesudahAllah memperbaikinya dan berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut (tidak akan diterima)dan harapan (akan dikabulkan). Sesungguhnyarahmat Allah amat dekat dengan orang-orangyang berbuat baik”.Perkembangan teknologi danmodernitas kehidupuan masyarakat, demikianjuga pembangunan fasilitas-fasilitas baruperkotaan untuk menjawab kebutuhanmasyarakat kota yang semakin hari semakinberkembang, telah membuat tingkatpencemaran udara yang semakin tinggi dansecara bertahap kita menyaksikan semakinberkurang ruang hijau perkotaan sertaterjadinya pencemaran lingkungan hidup. Iklimtelah mengalami perubahan yang mencolokpenebangan pohon dan pengerukan gunungmenjadi lahan tambang batu bara telahmembawa pengaruh kurangnya lahan hijauterhadap ekologi.Meskipun masalah reklamasi lahanpasca tambang tidak dijabarkan dalam bentukyang khas dan kekinian dalam teks-teks danliteratur utama dalam Islam, akan tetapi topikini berada pada subyek yang lebih universalseperti penanaman pohon, mendorongmasyarakat untuk melakukan penghijauan,melarang penebangan pohon, dimana hal inimenggambarkan kepedulian Islam terhadapperlindungan lingkungan hidup. Dalamkaitannya dengan masalah ini, Rasulullahbersabda ”Jika kiamat telah tiba dan terdapatsebuah tunas di tangan salah satu kalian makatanamlah tunas tersebut jika mampu”. Dalammelarang dan menegur mereka yangmenebangi pepohonan dan menghancurkansumber daya alam dan lingkungan hidupRasulullah SAW bersabda ”Siapapun yangmemotong pohon Sadr, maka ia akan terpurukdi Neraka Jahannam”. Dalam fiqh Islamterdapat aturan dan undang-undang yangmencegah masyarakat dari mempergunakankepemilikan umum dan pemerintah, aturanaturanbersumber dari aturan Ilahi dari QS Al-Anfaal:1”Mereka menanyakan kepadamutentang Anfaal (harta rampasan perang dansetiap harta yang tak berpemilik), katakanlahAnfaal itu kepunyaan Allah dan Rasul, sebabitu bertakwalah kepada Allah dan perbaikilahhubunganmu terhadap sesamamu, dan taatlahkepada Allah dan Rasul-Nya jika kamu benarbenarorang yang beriman”. Berdasarkan darihadits Rasullullah, Islam memberikan ajaranyang mengandung nilai-nilai perlindungan danpelestarian lingkungan Hidup sebagai berikut:a. Mengkonsumsi segala sesuatu (minum,menghisap) yang akan membahayakantubuh manusia hukumnya haram, kecualidiperlukan secara darurat;b. Jangan menyimpan sampah pada malamhari, melainkan pindahkan keluar rumahpada siang hari;c. Hindari mengotori dan mencemari tepianair yang jernih, dibawah pohon yangtengah berbuah atau dijalanan; dand. Tanamlah tunas jika berada di tanganmusekalipun kiamat telah datang.Dalam perlindungan lingkungan hidupselain konsep membumikan Akhlaq Al-Qur‟anjuga memberikan konsep taskhir dan istikhlafsebagai acuan dalam membina interaksimanusia dengan Alam. Taskhir berarti manusiadiberi wewenang untuk menggunakan alamraya guna mencapai tujuan penciptaannyasesuai dengan tuntunan Ilahi. Al-Qur‟anmenegaskan bahwa Allah menciptakan Alamraya dan penghuninya dengan tujuan tertentu(QS.Shad.27). Adapun istikhlaf berkaitandengan penugasan Tuhan kepada manusia


78 Irma Suryani & Siti Kotijah Risalah Hukum Fakultas Hukum Unmulsebagai khalifah di bumi segala anugerah,kekayaan, bahkan nyawa sekalipun merupakanpemilikan sementara yang dipercayakanselama hidup di bumi pemberian kepercayaanallah antara lain menggariskan bahwahubungannya dengan alam bersifatmenaklukkan tetapi bertujuan untukmenciptakan interaksi harmonis dankebersamaan dalam ketaatan kepada Allah.Objek alam bukanlah musuh-musuh yangharus ditaklukkan sebagaimana mitos Yunani.Alam raya/lingkungan sejajar dengan senasibdengan manusia dalam ketundukkannyakepada Allah. Alam pun ikut mengagungkanTuhan, walaupun manusia tidakmemahaminya, QS. Al-Hadiid:1 “Semua yangberada di langit dan yang berada di Bumi(menyatakan kebesaran Allah). Dan DialahYang Maha Perkasa Lagi Maha Bijaksana”.Kedua konsep di atas menahan, ataumemberi acuan, agar manusia tidak berbuatsemena-mena.Apalagi melakukan perusakan dimuka bumi.Manusia harus bertindak sesuaiyang diberikan kepadanya oleh Tuhan, yaknikeseimbangan dan keserasian dalam pencipta-Nya agar tidak terjadi kerusakan. 7PENUTUPAgama Islam dengan pedoman AlQuran dan Hadis telah mengatur konsep Islamuntuk masalah lingkungan hidup. Al Qur‟andan Hadis juga sudah mengatur etikalingkungan hidup terhadap upayaperlindungan lingkungan hidup.Masalah lingkungan hidup yangmengakibatkan kerusakan lingkungan,sebenarnya ditentukan manusia sendiri untukberakhlak yang baik dan menjaga hubunganalam sebagai ciptaan Allahdan hubunganmanusia dengan alam lingkungansekitarnya.Masalah kerusakan bukan hanyadari manusia secara individu, tetapi juga darifaktor sistemik, kerusakan lingkungan yangterjadi saat ini sudah menggejala dan menjadipenyakit sosial di masyarakat. KerusakanLingkungan yang terjadi bersifat strukturalyang disebabkan berlakunya sistem yang tidakmenjamin perlindungan dan pengelolaanlingkungan hidup yang baik dan sehat,mengabaikan nilai-nilai yang ada dalam Al-Qur‟an dan menafikan perlindungan ataseksistensi lingkungan hidup yang manamenjadi hak asasi manusia.Masalah kerusakan lingkungan yangada di Kota Samarida, sebenarnya adalahkesalahan manusia, karena nafsu serakah,tamak, dan tidak mau berbagi (bersedekah),sehingga upaya sosialisasi penyadaran akanarti ketaatan dalam beragama yangdiimplementasikan dalam kehidupanbermasyarakat dan bernegara merupakanfaktor yang sangat penting. Manusia(masyarakat Kota Samarinda), sebenarnyadapat melakukan upaya perlindungan danpengelolaan lingkungan hidup yang baik danbenar, jika sebagai makhluk ciptaan Allahmenyadari hakikat dan ketaatan terhadapperintah Allah yang diatur di dalam Al Qurandan Hadis yang diyakini orang beragamaIslam.Sumber UtamaAl-QuranAl HadistDAFTAR PUSTAKALiteraturAlwi Shihab, 2009, Islam Inklusif MenujuSikap Terbuka Dalam Beragama, cet I,Mizan, Bandung.Siti Sundari Rangkuti, 2005,HukumLingkungan dan KebijaksanaanLingkungan Nasional Edisi Ketiga,Airlangga University Press, Surabaya.Peraturan Perundang-undanganUndang-Undang Nomor 32 Tahun 2009tentang Perlindungan dan PengelolaanLingkungan Hidup.ArtikelPrinsip Etika Lingkungan Hidup dalam Islam.MuhammadRaisM.pdi,http://en.wikipedia.7Alwi Shihab, Op.cit., hlm.164.

More magazines by this user
Similar magazines