o_19qlaud23g5171rka448r1of2a.pdf

depra

Copyright © 2010 by Jay & Laura Laffoon

Originally published in English under the title

He Said She Said

by Baker Books, a division of Baker Publishing Group

Grand Rapids, Michigan, 49516, U.S.A

All rights reserved

Penerjemah : Lennywati Kusnadi

Penyunting: James Yanuar

Desain Cover & Layout: Felly Meilinda

Proof Reader: Robin Kristanto

Hak terjemahan Bahasa Indonesia ada pada :

PT. VISI ANUGERAH INDONESIA

Jalan Karasak Lama No.2 - Bandung 40235

Telp : 022-522 5739 - Fax : 022-521 1854

Email : visipress@visi-bookstore.com

ISBN : 978-602-8073-54-7

Cetakan pertama, Juli 2011

Indonesian Edition © Visipress 2010

Hak cipta dilindungi oleh undang-undang.

Dilarang memperbanyak sebagian atau

seluruh isi buku ini tanpa seizin Penerbit.

Member of CBA Indonesia

No : 05/PBL-BS/1108/CBA-Ina

Member of IKAPI

No : 185/JBA/2010


Daftar Isi

Ucapan Terima Kasih 9

Sebuah Pesan dari Jay dan Laura 11

1. Kekuatan Kata-kata 15

2. Sang Istri Perlu Mendengar “Saya Mencintaimu” 43

3. Sang Suami Perlu Mendengar “Saya Bangga Terhadapmu” 75

4. Sang Istri Perlu Mendengar “Saya Menghormatimu” 101

5. Sang Suami Perlu Mendengar “Saya Perlu ______ darimu” 133

6. Sang Istri Perlu Mendengar “Saya Mendambakanmu” 159

7. Sang Suami Perlu Mendengar “Saya Menginginkanmu” 183

8. Sang Istri Perlu Mendengar “Saya Menghargaimu” 203

9. Sang Suami Perlu Mendengar “Saya Percaya Kepadamu” 227

10. Hal-hal yang Ingin Kita Ubah 247

Epilog 263

7


Sebuah Pesan

dari Jay dan Laura

Sewaktu kami berbicara kepada orang-orang mengenai

pernikahan, kebanyakan dari mereka dengan cepat menyetujui

bahwa pernikahan sedang terancam. Mereka setuju

bahwa pernikahan adalah fondasi dari keluarga, gereja, dan komunitas.

Mereka sependapat bahwa kita seharusnya memusatkan diri

pada kebutuhan pernikahan. Tetapi, ketika ditanya apa yang telah

mereka perbuat bagi pernikahan, mereka menggelengkan kepala

dan berkata “Tidak ada.”

Kami ingin melihat para pasangan tetap berjuang akan pernikahan

mereka. Dalam buku ini, kami menyediakan sarana yang

diperlukan oleh para pasangan yang telah menikah untuk memperjuangkan

pernikahan mereka dan membantu pasangan lain

untuk melakukan hal yang sama. Kami memperkenalkan delapan

perkataan (atau frasa) yang secara dramatis akan mengubah cara

pandang Anda terhadap pasangan Anda dan sebaliknya. Dengan

menggunakan delapan sarana yang tepat ini, kami akan menunjukkan

kepada Anda strategi spesifik untuk memperkokoh pernikahan

11


Anda dan dunia kita. Sebuah pernikahan yang berkembang akan

menjangkau melampaui suami dan istri dalam mempengaruhi tiga

area kritis dalam budaya kita: rumah kita, gereja kita, dan komunitas

kita.

Rumah Kita

Sebuah survei yang diadakan oleh Associated Press dan MTV

dengan koresponden hampir 1.300 kaum muda yang berusia

13 sampai 24 tahun, “Apa yang membuat kamu bahagia?” MTV

mengharapkan jawaban-jawaban seperti iPod 1 , TV, Xbox 360 2 , dan

uang. Tetapi, mereka mendapatkan jawaban nomor 1 yang tidak

terduga: menghabiskan waktu bersama ayah dan ibu!

Survei ini menunjukkan fakta bahwa anak-anak mencari tempat

tinggal dimana ada sukacita, kedamaian, dan kepuasan. Ketika

para pasangan berinvestasi dalam pernikahan, rumah menjadi

tempat dimana anak-anak dan para remaja bertumbuh.

Gereja Kita

Bukanlah rahasia bahwa perceraian mendatangkan kerusakan,

tetapi kita mungkin tidak memperhitungkan akibat perceraian

terhadap gereja kita. Kira-kira 60 persen orang Amerika dengan

umur di bawah delapan belas tahun tidak secara teratur datang ke

tempat ibadah. Hasil survei yang dipublikasikan tanggal 6 Agustus

2007 dalam acara USA Today mengatakan bahwa “7 dari 10

orang-orang Kristen Protestan berusia 18 sampai 30 tahun—baik

itu gereja aliran Injili atau aliran Protestan—yang datang ke gereja

secara teratur di SMU berkata mereka berhenti beribadah pada

umur 23 tahun, menurut survei yang dilakukan oleh LifeWay Re-

1 perangkat pemutar media digital: musik dan/atau film.

2 perangkat permainan video games, dapat juga dipakai untuk memutar film dan

online internet.

12


search.” Alasan utama mereka meninggalkan gereja karena mereka

merasa tidak adanya “pertalian” dengan tubuh Kristus yang lebih

dalam. Para orang tua adalah kunci dalam membantu para remaja

dalam membuat relasi dengan tubuh Kristus yang lebih dalam.

Sedihnya, kebanyakan orang tua di jaman ini sedang berjuang

dalam perjalanan pribadi mereka dengan Kristus, yang tecermin

dalam gaya hidup dan pernikahan mereka. Sebuah survei yang diadakan

oleh Barna Institute menemukan bahwa empat dari sepuluh

pernikahan yang diadakan di gereja berakhir pada perceraian

dan mempengaruhi satu juta anak-anak setiap tahunnya.

Ketika para orang tua putus hubungan karena perceraian,

anak-anak mereka sering kali putus hubungan dari tubuh Kristus.

Dengan berinvestasi dalam pernikahan, kita menunjukkan kepada

anak-anak kita bahwa tetap bertahan menjalin hubungan itu penting.

Sebagai hasilnya, gereja kita akan diperkokoh.

Komunitas Kita

Sebuah reportase yang berjudul “Pernikahan dan Kesehatan Keluarga:

Bisnis Perusahaan Amerika?” yang dibuat oleh Marriage

CoMission, sebuah grup penyokong pengokoh pernikahan yang

berpusat di Atlanta, menunjukkan dampak perceraian terhadap

bisnis. Pada tahun terjadinya perceraian, karyawan kehilangan

waktu kira-kira empat minggu kerja. Hilangnya produktifitas karena

stress akibat hubungan relasi dan pernikahan menyebabkan

pemilik perusahaan mengalami kerugian sebesar enam milyar dolar

Amerika setiap tahunnya.

Itu adalah sebuah paket stimulus ekonomi! Ketika para pasangan

berinvestasi dalam pernikahan, mereka menjadi lebih sehat,

sejahtera, dan menjadi para karyawan/pemilik perusahaan yang

lebih stabil secara emosi.

13


Selamatkan Penikahan Anda, Selamatkan Dunia

Kita tidak hanya sedang membicarakan pernikahan. Buku ini dan

frasa-frasa penting yang akan kita pelajari lebih dari sekedar membentuk

pernikahan. Sementara pernikahan berubah, sebuah efek

gelombang akan menyentuh setiap rumah, gereja, dan komunitas.

Ketika Anda memperkokoh pernikahan, Anda sedang memperkuat

masyarakat dan mempengaruhi setiap aspek dari kebudayaan

kita.

Sebuah Titik Klarifikasi

Delapan kebutuhan yang dibahas dalam buku ini adalah kebutuhan

yang ada dalam setiap umat manusia. Pengalaman kita telah

menunjukkan bahwa secara umum empat dari kebutuhan ini lebih

dominan dalam wanita dan empat lagi lebih dominan dalam pria.

Walaupun Anda mungkin adalah sebuah pengecualian dari aturan

tersebut, buku ini ditulis untuk memberikan kepada para pasangan

ide umum mengenai kebutuhan pasangan mereka.

14


1

Kekuatan Kata-kata


Dalam bukunya yang berjudul The Great Crossover, pengarang

Dan Sullivan membagikan teorinya bahwa ada

empat “waktu/momen“ dalam sejarah dimana kata-kata

secara harafiah telah mengubah cara kita hidup.

“Kata-kata yang diucapkan” telah memperkenankan manusia

untuk berkomunikasi satu sama lainnya. Kemudian “kata-kata yang

dituliskan” memberikan manusia kemampuan untuk menyimpan

sejarah dan pemikiran-pemikiran. Lalu “kata-kata yang dicetak”,

dihasilkan dari mesin luar biasa yang diciptakan oleh Johannes

Gutenberg, telah membawa kata-kata tulisan—termasuk pendidikan—kepada

orang banyak. Akhirnya, “kata-kata dalam bentuk digital”

memberikan manusia akses kepada pengetahuan dunia dari

kemudahan penggunaan laptop kita.

Survei kami terhadap lebih dari 1.800 orang yang telah menikah

menunjukkan bahwa kata-kata memiliki kuasa yang sama

besarnya dalam hubungan relasi kita. Dalam pernikahan, juga seperti

dalam sejarah, kata-kata mengubah cara kita hidup.

Enam Kata Sederhana

Enam kata sederhana telah mengubah segalanya pada Jumat

malam itu. Laura dan saya telah menjalani minggu yang sangat berat.

Kepala saya menyentuh bantal pada jam 11 malam, dan saya

langsung tertidur. Pada jam 11:06, Laura menyentuh saya di bawah

selimut. Secara instan, sebuah senyuman dalam ketidaksadaran

muncul di wajah saya. Mengira bahwa dia sedang “memulainya”.

17


He Said. She Said.

Saya tidak peduli betapa lelahnya saya, ini adalah sebuah berita

sangat bagus! Pikiran akan hal-hal yang menyenangkan berlarian di

kepala saya sementara Laura berbisik, “Jay… ada seseorang di rumah

kita!” Saya benar-benar tidak menduganya; saya tidak dapat

mengerti apa yang dia katakan pada mulanya. Sekarang saya sudah

benar-benar terbangun tetapi bingung.

Saya memutar kepala saya dan mengintip dengan mata yang

setengah terbuka, berharap mendapatkan gambaran yang lebih

jelas akan apa yang Laura katakan. Dia telah menarik selimut sampai

ke hidungnya. Yang dapat saya lihat adalah dua mata yang

hampir tertutup. Dia berbisik sambil menjerit kepada saya: “Jay,

ada seseorang di rumah kita … tangkap diaaaaa!”

Dua minggu sebelum hari Jumat yang bersejarah ini, ada tiga

narapidana kabur dari penjara federal di Atlanta: dua orang pemerkosa

dan seorang pembunuh. Para pemerkosa tertangkap keesokkan

harinya, tetapi dua minggu kemudian, si pembunuh masih

dalam pencarian pihak yang berwenang.

Modus operandi pelarian ini adalah bersembunyi di hutan

Atlanta pada siang hari. Kadang-kadang dia masuk ke rumah-rumah

warga sementara para pemilik sedang berada di tempat kerja

atau di sekolah. Ketika hari masih terang dia mencuri makanan

dan pakaian. Di malam hari, dia pergi meninggalkan kota dalam

kegelapan malam. Media menyoroti berita ini, mereka mengikuti

“penampakan” pelarian itu di seputar kota. Pengamatan tersebut

sampai pada bagian kecil di Snellville.

Di awal minggu tersebut, Laura dan saya pulang ke rumah dan

mendapati banyak mobil polisi parkir di jalan tempat kami tinggal.

Beberapa tetangga kami dimasuki maling … semua yang dicuri

hanya makanan dan pakaian.

Saya duduk tegak di atas ranjang, jantung saya berdetak 145

18


Kekuatan Kata-kata

kali dalam semenit karena dipengaruhi adrenalin yang secara

spontan sedang mengalir melalui pembuluh darah saya. Telinga

saya terasa menjadi sebesar piringan parabola sementara saya

dengan perlahan menggerakkan kepala saya ke depan dan ke

belakang sambil menunggu … menunggu … Buk! Buk!

Para wanita tidak mengerti para pria ketika menghadapi krisis.

Para anak lelaki memimpikan kesempatan-kesempatan seperti ini,

bahwa berita utama di koran akan memberitahu kepada seluruh

dunia mengenai tindakan kepahlawanan kami yang penuh keberanian.

Saya mengetahui dua hal:

Pembunuh tersebut ada di rumah saya.

Dia akan saya kalahkan!

Ah, itu hanya fantasi. Pada kenyataannya … saya lebih mirip

dengan Barney Fife 1 dibandingkan dengan Rambo. Saya terjatuh

dari kasur, gemetar dan tertatih-tatih menuju lemari. Saya melakukan

apa yang saya katakan kepada diri saya sendiri tidak akan pernah

saya lakukan. Saya mengeluarkan pistol milik saya.

Sambil berjinjit menuju pintu kamar tidur kami, saya merasa

sangat ketakutan. Dengan suara paling dalam, tergagah yang dapat

saya ucapkan, saya berkata, “Laura, panggil … polisi!”

Saya ingin pembunuh tersebut berpikir bahwa yang mengejarnya

adalah seorang pria tinggi besar seperti gorila setinggi dua

meter dan dengan berat dua ratus kilogram yang membawa sebuah

senapan besar kaliber 8. Pada kenyataannya saya adalah seorang

pengecut gemuk dengan tinggi 172 cm dengan sebuah senapan

angin yang kakek saya berikan kepada saya ketika berumur dua

belas tahun.

1 Barney Fife adalah sebuah karakter komik yang kurang mampu menggunakan

senjata api. Sumber: Wikipedia.

19


He Said. She Said.

Kami baru menempati rumah bertingkat tiga milik kami tersebut

satu setengah bulan yang lalu. Itu adalah “rumah” kami yang

pertama, dan kami sangat bangga—meskipun Anda tidak dapat

mengatakannya demikian jika melihat perabotan rumah kami yang

sangat sedikit. Lantai paling atas terdapat tiga kamar tidur dan dua

kamar mandi. Pertama-tama saya memeriksa semua kamar tidur

yang kosong, tanpa perabotan, tanpa lukisan, tanpa apa-apa. Sambil

mengarahkan senapan ke setiap kamar, saya secara bersamaan

menyalakan lampu menggunakan laras senapan dan jongkok dengan

posisi siaga seperti yang saya lihat di banyak film detektif di

televisi.

Tidak ada siapa-siapa di dalam kamar tidur atau di kamar

mandi kami. Tidak ada siapa-siapa di kamar tidur tambahan pertama.

Kamar tidur tambahan kedua juga kosong. Saya pergi ke kamar

mandi tambahan dan melihat gorden pancuran kamar mandi

tertutup. Sementara laras senapan membuka gorden tersebut, hati

saya berdebar karena memori yang sangat hidup dari film Psycho.

Tidak ada siapa-siapa di pancuran.

Saya berdiri di tangga paling atas lama sekali. Lima anak tangga

ke bawah akan membawa saya ke ruang keluarga. Jika saya

mengendap-endap di tangga, pembunuhnya dapat menyergap

saya dengan mudah. Saya berpikir satu-satunya kesempatan yang

saya miliki adalah serangan kejutan. Satu, dua, tiga … ahhhhhhhh!

Saya mengenai lantai, berguling dengan sempurna, dan berdiri

siap untuk menembak apa saja yang bergerak.

Perabotan yang kami miliki adalah perabotan bekas dari orang

tua kami—sejenis barang-barang bekas yang ditolak Bala Keselamatan.

Di sudut ruang tamu ada sebuah TV tua. Sangat tua—yang

memakai tabung. Ingatkah bagaimana TV-TV tua itu akan bersinar

bahkan setelah Anda mematikannya? Pikiran saya tidak meng-

20


Kekuatan Kata-kata

ingatnya; hal ini memberitahukan saya bahwa ada makhluk asing

di sudut ruang tamu saya. Untunglah, jemari yang lambat dalam

menarik pelatuk menyelamatkan hidup TV tua itu. Saya sudah siap

untuk menembaknya, pada saat itu dan di tempat itu.

Saya memeriksa di balik sofa … di balik tempat duduk untuk

berdua itu … di balik sofa vynil La-Z-Boy hitam tua yang diplester

isolasi besar yang ayah saya telah berikan kepada kami dengan

berat hati. “Itu adalah kursi terbaik yang ada di rumah,” katanya

kepada Ibu sewaktu mengajukan keberatannya. Ibu menang …

Ibu selalu menang.

Saya amat sangat ketakutan, saya bahkan memeriksa cerobong

asap. Saya mungkin telah berpikir mengenai pembunuhan

terkenal “San Francisco Santa Claus” atau yang lainnya.

Karena kami tinggal di rumah yang berlantai tiga, saya masih

memiliki satu lantai lagi untuk diperiksa. Sebuah belokan yang tajam

di sudut rumah dan turun lima anak tangga lagi akan mengantarkan

saya ke ruang makan di lantai paling bawah. Sambil meloncat

dan berguling seperti Rambo, saya menuju anak tangga bawah dan

hampir menyebabkan kepala saya terkantuk sebuah kursi makan.

Setelah saya menemukan keseimbangan, saya memeriksa dapur

dan kulkas. Masih dalam keadaan mengendap-endap, saya menyempatkan

untuk makan camilan dengan cepat sebelum memeriksa

garasi. Tidak ada siapa-siapa!

Setelah adrenalin saya turun, saya kembali ke ruang keluarga

di atas. Ketika melewati jendela besar yang ada di ruang keluarga,

saya dapat melihat dengan baik beranda depan tetangga kami.

Sementara berdiri di depan jendela, saya melihat bahwa mereka

sedang mengadakan sebuah pesta. Tempat cul-de-sac dipenuhi

oleh mobil-mobil. Ketika para tamu masuk ke dalam mobil dan

menutup pintu mobilnya. Buk! Buk! Itu suara yang saya dengar

21


He Said. She Said.

saat masih di ranjang.

Untuk sejenak, saya merasa lega. Di sana saya berdiri mematung

melihat segala keramaiannya. Pada waktu itu, tetangga saya

keluar ke beranda dengan tamu terakhir mereka. Mata mereka secara

natural melihat ke arah rumah saya yang terang benderang.

Kami seperti keluarga Griswold dalam salah satu film Natal yang

berjudul Christmas Vacation.

Saya tidak akan pernah melupakan ekspresi muka sang wanita.

Alfalfa 2 dari The Little Rascals adalah yang termirip dengannya.

Rambutnya kelihatan seperti berdiri sampai ujung. Dengan mata

yang sebesar piring, dia menepuk pundak suaminya dengan punggung

tangannya. Sang suami hanya diam berdiri dengan kedua

tangan dalam sakunya, dengan perlahan menggelengkan kepala.

Saya menyadari masalahnya. Semua lampu di dalam dan di

luar rumah menyala, dan di sana saya berdiri di depan jendela

besar, dengan senapan di tangan saya. Saya merasa bodoh. Sangat

bodoh. Sambil berusaha tenang, dengan perlahan saya menurunkan

senapan tersebut. Pada waktu itu, sementara besi yang dingin

mengenai perut, saya menyadari bahwa saya tidak hanya berdiri di

depan jendela dengan sebuah senapan di tangan. Saya berdiri di

depan jendela itu … dalam keadaan telanjang.

Bukannya bertiarap di lantai, saya malah menghabiskan waktu

sekitar duabelas detik berusaha berlindung di balik senapan

itu. Pernahkah Anda mencoba menutupi tubuh telanjang sebesar

105kg dengan sebuah senapan? Jangan!

Akhirnya saya sadar, lalu saya bertiarap di lantai dan melakukan

gerakan merayap Bugs Bunny kembali ke lantai atas. Saya sampai

ke pintu kamar kami. “Laura, kamu dalam masalah!”

Kami menghabiskan waktu keesokkan harinya menertawakan

ketakutan kami. Bahkan, kami akan menghabiskan sisa hidup kami

2 Seorang tokoh dari sebuah film komedi Little Rascal. Sumber: Wikipedia

22


Kekuatan Kata-kata

menertawai kejadian itu.

Enam kata sederhana, “Jay, ada seseorang di rumah kita,” tidak

hanya telah mengubah malam itu tetapi juga pernikahan kami selamanya.

Saya akan berpikir dua kali ketika Laura merasa yakin

bahwa dia telah mendengar sebuah suara yang aneh. Dan ketika

Laura menyentuh saya di bawah selimut, pikiran saya harus

mengambil jeda sejenak sebelum memulai tarian gembiranya.

Survei Mengatakan

Dalam buku ini kami akan menampilkan data mentah dari survei

yang kami adakan pada konferensi-konferensi Celebrate Your

Marriage. Dari bulan April sampai Oktober 2008 kami melakukan

survei di konferensi-konferensi kami dan juga secara online meminta

orang-orang yang telah menikah untuk menjelaskan kuasa kata-kata

dalam hubungan mereka. Kutipan-kutipan yang tercatat di setiap

bab diambil dari survei mendalam secara online. Kami mendorong

sebanyak mungkin orang untuk dengan bebas membagikan hidup

mereka secara terbuka. Harapan kami adalah sewaktu Anda

membaca kutipan-kutipan tersebut, Anda akan mengidentifikasi

diri dengan orang lain dalam perjalanan pernikahan ini.

Firman Tuhan Berkata

Firman Tuhan secara terus menerus mengingatkan kita akan pentingnya

kata-kata. Bagaimana Allah menciptakan dunia? Dengan

kata-kata, tentu saja! Kejadian 1:3 menyatakan “Berfirmanlah Allah:

‘Jadilah terang,’ maka terang itu jadi.” Seluruh kisah penciptaan

adalah sebuah penghargaan terhadap kata-kata, ketika Pencipta

kita berfirman dalam menciptakan semesta alam.

Kuasa kata-kata yang sama hebatnya digunakan Yesus ketika

dia menyembuhkan yang sakit, menghidupkan kembali yang

23


He Said. She Said.

mati, dan menenangkan lautan. Yesus dapat melakukan mukjizatmukjizatNya

dengan cara menggoyangkan tanganNya atau menganggukkan

kepalaNya. Tetapi, Dia memilih untuk menggunakan

kata-kata:

Berdirilah dan pergilah, imanmu telah menyelamatkan engkau

(Lukas 17:19).

Lazarus, marilah ke luar! (Yohanes 11:43).

Diam! Tenanglah! (Markus 4:39).

Instruksi Firman Tuhan di kitab Amsal mengilustrasikan pentingnya

peranan kata-kata dalam kehidupan kita.

Alangkah baiknya perkataan yang tepat pada waktunya! (Amsal

15:23).

Perkataan yang diucapkan tepat pada waktunya adalah seperti

sebuah perhiasan yang dibuat menurut pesanan. Teguran dari

teman yang bijak adalah seperti sebuah cincin emas yang tersemat

di jarimu (Amsal 25:11 terjemahan the Message).

Hidup dan mati dikuasai lidah (Amsal 18:21).

Referensi-referensi Perjanjian Baru menyediakan bagi kita lebih

banyak motivasi untuk berpikir sebelum kita berbicara.

Ingatkanlah dan pesankanlah semuanya itu dengan sungguhsungguh

kepada mereka di hadapan Allah, agar jangan mereka

bersilat kata, karena hal itu sama sekali tidak berguna, malah

mengacaukan orang yang mendengarnya (2 Timotius 2:14).

Jagalah cara kamu berbicara. Janganlah ada perkataan kotor keluar

dari mulutmu. Ucapkanlah hanya yang membangun, setiap

katanya berupa kasih karunia (Efesus 4:29 terjemahan the

Message).

24


Kekuatan Kata-kata

Perkataan Seorang Wanita

Karena itu hiburkanlah seorang akan yang lain dengan perkataanperkataan

ini.

1 Tesalonika 4:18

Ketika kuliah di sebuah perguruan tinggi Kristen, saya (Laura)

berpacaran dengan seorang pria Kristen yang sedang belajar untuk

masuk dalam pelayanan. Waktu itu saya yakin bahwa dialah

“orangnya.” Dalam waktu tiga setengah tahun kami berpacaran,

saya memiliki banyak kesempatan untuk bersama keluarganya.

Saya mengasihi ibu dan ayahnya seperti orang tua saya sendiri dan

tentu saja berpikiran mereka akan menjadi orang tua saya pada

suatu hari!

Orang tuanya adalah orang Kristen yang sangat kuat, dan

saya sangat menghormati mereka. Saya banyak belajar mengenai

iman sejati dari mereka, orang-orang yang menyenangkan ini.

Saya dapat mengingat dengan jelas ketika saya sedang berada di

rumah mereka, duduk di meja dapur dengan ibunya. Kami sedang

mendiskusikan masa depan saya, impian-impian hidup saya, dan

bagaimana saya melihat Allah membimbing saya. Sewaktu saya

membagikan beberapa aspirasi 3 saya, ibunya dengan perlahan dan

penuh perasaan berkata, “Laura, saya tidak tahu jika kamu dan

anak saya akan menikah nantinya, tetapi saya tahu hal ini: Tuhan

akan melakukan hal-hal yang hebat melalui kamu. Saya percaya

dengan sungguh bahwa Tuhan akan memakai kamu untuk memberi

makan para dombaNya.” Lalu dia mengutip, “Jikalau kamu tinggal

di dalam Aku dan firman-Ku tinggal di dalam kamu, mintalah

apa saja yang kamu kehendaki, dan kamu akan menerimanya”

(Yohanes 15:7). Dia mendorong saya untuk menagih janji ayat ini

3 Aspirasi : harapan dan tujuan untuk keberhasilan pada masa yang akan datang.

25


He Said. She Said.

dan menjalaninya.

Hari itu selamanya tertanam dalam memori saya. Saya tidak

akan pernah lupa perkataan yang dia ucapkan. Kata-katanya mendorong

saya, mengarahkan saya, dan mengubah saya selamanya.

Seorang Pahlawan

Jim Galvin adalah konselor saya (Jay) di Perkemahan Honey Rock

di Wisconsin Utara. Selama dua minggu berekspedisi memanggul

tas punggung dan menggunakan kano, Jim dan saya mengenal satu

sama lain hanya sebagai seorang konselor dan seorang anak lakilaki

tiga belas tahun.

Waktu yang kami habiskan kebanyakan dipenuhi dengan keceriaan

dan pertualangan, tetapi pada suatu sore terjadilah sebuah

malapetaka. Seorang teman camping terpeleset dan—dengan berat

tas punggung yang mencapai lima belas kilogram di punggung

seorang anak tiga belas tahun—kehilangan keseimbangannya,

jatuh dengan kepalanya dahulu ke dalam sarang langau kerbau.

Dengan segera, langau kerbau ada dimana-mana. Sementara para

peserta camping lain berlarian ke segala arah seperti kelereng yang

jatuh ke lantai, saya dapat melihat anak malang itu tidak dapat

berdiri kerena dia disengat berkali-kali oleh langau 4 kerbau. Tanpa

berpikir, saya menerjang ke arahnya, menariknya dari sarang, dan

secara harafiah menyapu dia dan tas punggungnya menjauh dari

sarang. Jika dikatakan bahwa hal ini terjadi karena adrenalin yang

sangat besar, itu akan meremehkan tindakan saya!

Dua belas tahun kemudian saya berada di sebuah pelatihan

staf Youth for Christ. Pemimpin grup kecil saya tidak lain adalah

konselor lama saya, Jim Galvin. Jim berkata, dia ingin memulai waktu

kebersamaan kami membicarakan tentang pahlawan-pahlawan,

4 Langau : lalat besar yang suka menghisap darah hewan (seperti kerbau atau

sapi).

26

More magazines by this user
Similar magazines