Angga Muhammad Kurnia_21030112130126_Selasa Pagi

tekim.undip.ac.id

Angga Muhammad Kurnia_21030112130126_Selasa Pagi

Rangkuman bentuk Molekul

Menggambarkan Molekul dan Ion Dengan Struktur Lewis

Langkah pertama dalam menggambarkan rumus struktur molekul dengan metode Lewis,

dilakukan dengan cara menggambarkan atom-atom disekelilingnya dengan secara 2 dimensi. Setiap

titik merupakan elekton yang terdapat pada energi level terluar dari atom tersebut .

Menggunakan aturan oktet untuk menuliskan struktur lewis

Seluruh atom mengiginkan kondisi stabil seperti golongan gas mulia yang mempunyai

delapan elektron pada energi level terluarnya yang disebut dengan aturan oktet. Atom

tersebut akan berikatan dengan atom lain membentuk sebuah molekul agar kondisinya

menjadi stabil.

Struktur lewis untuk molekul berikatan tunggal.

Langkah-langkah yang harus dilakukan untuk menggambarkan struktur lewis berikatan

tunggal sebagai berikut :

Langkah pertama : Memeriksa atom relatif masing-masing atom.

Atom pusat merupakan atom yang mempunyai golongan yang lebih rendah, sebab atom

tersebut lebih banyak memerlukan elektron untuk mencapai aturan oktet, dan atom tersebut

memiliki keelektronegatifan yang lebih rendah. Dalam NF3, N( golongan VA, keelektronegatifan =

3.0) memiliki 5 elekton dan membutuhkan 3 elektron. Sedangkan F (golongan VII A,

keelektronegatifan = 4.0) memiliki 7 elektron dan membutuhkan 1 elektron . maka N akan menjadi

atom pusat dan dikelilingi oleh F sebanyak 3 atom. Seperti berikut :

Tetapi jika atom berasal dari golongan yang sama, maka atom pusat merupakan atom yang

periode tertinggi sebagai atom pusat, contohnya SO3 atau ClF3.

Langkah ke dua : Tentukan jumlah elektron valensi yang tersedia.

Contohnya pada NF3, N memiliki 5 elektron valensi dan F memiliki 7 elektron valensi maka :

[1 x N(5e - )] + [3 x F(7 e - )] = 5 e - + 21 e - = 26 e - valensi

Untuk ion poliatomik, tambahkan satu e - untuk setiap ion negatif atau kurangi satu e - untuk

setiap ion positif.

Langkah ketiga : Gambarkan ikatan tunggal dari atom sekitar dengan atom pusat dan kurangi dua

elekton valensi untuk membentuk ikatan tersebut.


Harus ada setidaknya ikatan tunggal antara atom yang terikat.

Kurangi 2 elektron untuk setiap ikatan tunggal dari jumlah elektron valensi yang tersedia

(pada langkah kedua) untuk menentukan sisa dari jumlah elektron valensi :

3 N-F x 2 e - = 6 e - , jadi 26 e - - 6 e - = 20 e - (sisa)

Langkah keempat : Distribusikan elektron tersisa dan pasangkan sehingga setiap atom berakhir

dengan delapan elektron (atau dua untuk H). pertama simpanlah elektron pada atom yang

mempunyai keelektronegatifan tinggi dan sisanya bisa disimpan pada atom pusat.

Menulis struktur Lewis pada molekul dengan ikatan rangkap

Untuk molekul yang mempunyai ikatan rangkap maka selain langkah-langkah yang tadi

dilakukan, maka ada tambahan langkah untuk membuat struktur Lewisnya yaitu

Langkah kelima : jika molekul belum mencapai aturan oktet, buatlah ikatan rangkap dari

elektron bebas salah satu atom agar berikatan dengan atom pusat. Contohnya dalam C2H4:

Resonansi : Delolakisasi Pasangan Elektron Terikat

Kita dapat menuliskan lebih dari satu struktur Lewis dengan posisi yang sama dengan atom

pusat. Seringlah terjadi ikatan rangkap yang bersebelahan dengan ikatan tunggal. Contohnya pada

ozon (O3) :

Resonansi struktur dapat terjadi jika atom memiliki posisi yang sama akan tetapi terdapat

perbedaan antara yang berikatan tunggal dengan yang berikatan rangkap. Tetapi resonansi struktur

bukanlah penggambaran asli dari struktur lewisnya. Karena O3 tidak bias dibolak-balik secara cepat

dari struktur I ke struktur II atau sebaliknya. Hal tersebul tepatnya lebih cocok diberi nama hybrid

resonansi yakni sebagai bentuk rata-rata dari keduanya.


Struktur Lewis dengan lebih dari satu ini merupakan adanya delokalisasi pasangan electron.

Pada ozon (O3) terjadi delokalisasi antara ikatan tunggal dan ikatan rangkap. Resonansi tersebut

biasa di gambarkan dengan garis putus-putus yang menunjukan terjadinya delokalisasi.

Dan masih banyak lagi contoh dari resonansi hybrid yaitu Benzena (C6H6), CO3 2- , NO3 - .

Muatan Formal

Muatan formal merupakan total electron valensi dalam atom bebasnya dikurangi dengan

jumlah electron yang ada pada atom tersebut pada struktur Lewisnya.Untuk suatu molekul memiliki

muatan formal 0 sedangkan suatu ion muatan formalnya sama dengan muatan ionnya.

Sebagai contohnya pada O3, muatan formalnya adalah :

6 e - valensi – (4 e - ikatan + ½ dari 4 e - bebas) = 6 – 4 – 2= 0

Kriteria yang membantu kita memilih struktur resonansi yang lebih penting:

1. Muatan formal yang kecil (positif atau negative) lebih dipilih dari pada yang besar.

2. Muatan yang bersebelahan itu sama tidak disukai.

3. Muatan formal yang lebih negative berada pada atom yang elektronegatif

Pengecualian aturan octet pada struktur Lewis

1. Molekul kekurangan electron

Gas yang mengandung Be dan B sering kekurangan electron, hal tersebut dikarenakan Be

dan B memiliki electron disekitarnya kurang dari 8.

2. Keanehan electron pada molekul.

Beberapa molekul memiliki keanehan dalam electron valensinya yakni memiliki electron

valensi berjumlah ganjil. Hal ini biasa disebut radikal bebas. Maka dari itu malekul ini bersifat

paramagnetic dan sangat reaktif. Contoh dari kasus ini seperti NO2.

3. Kulit Valensi Ekspansi

Banyak molekul memiliki lebih dari 8 elektron disekitar atom pusatnya. Hal tersebut untuk

meningkatkan kapasitas kulit valensinya dengan memanfaatkan orbital d yang kosong untuk

berikatan. Hal tersebut hanya terjadi pada logam perioda 3 atau lebih. Contohnya adalah PCl5, SF6,

H2SO4.


Teori Valence Shell Electron Pair Repulsion (VSEPR) Dan bentuk Molekul

Prinsip dasar dari VSEPR adalah terdapat tolakan pasangan electron yang menyebabkan pasangan

electron tersebut akan menjauh dari pasangan electron lainnya untuk mengurangi gaya tolakmenolak.

Kelompok dari electron dapat mengandung ikatan tunggal, rangkap dua ataupun rangkap

tiga, electron ikatan bebas dan electron tunggal.

Bentuk molekul tergantung pada posisi pasangan electron terhadap pusat atom . istilah yang biasa

digunakan adalah AXmEn. A merupaka ato pusat, X merupakan pasangan electron ikat, E adalah

pasangan electron bebeas, m menunjukan jumlah pasangan electron ikat dan n adalah jumlah

pasangan electron bebas.

Bentuk molekul 2 pasangan electron (linear)

Bentuk molekul dikatakan linear apabila atom-atom penyusun molekul itu berada dalam

satu garis lurus. Sudut yang dibentuk oleh ikatan antara dua atom melalui atom pusatnya

sebesar 180 0 . Notasi dari VSEPRnya adalah AX2. Contoh dari bentuk molekul ini adalah BeCL2,

SnCl2, dan CO2.


Bentuk Molekul dengan 3 pasangan electron (Segitiga Datar)

Tiga pasangan electron yang berada di sekitar atom pusat terdapat gaya tolak-menolah

sesamanya menuju sudut seperti segitiga sama sisi. Sudut yang dibuat dari bentuk molekul

ini adalah 120 0 . Terdapat 3 pasangan electron menjadikan 2 kemungkinan bentuk molekul

yaitu dengan 3 PEI dan dengan 2 PEI.

Ketika 3 PEI, maka molekul akan berbentuk segitiga planar (AX3) dengan sudut 120 0 . Contoh

dari bentuk molekul ini adalah BF3 dan NO3 - .

� Efek ikatan rangkap 2

Adanya ikatan rangkap 2 menjadikan sudut ikatan sebenarnya menyimpang dari sudut idealnya.

Gaya tolak menolah ikatan tunggal lebih besar dari gaya tolak menolahk ikatan rangkap dua.

� Efek Pasangan Elektron Bebas

Terjadi perubahan bentuk ini terjadi karena ada 1 PEB dari 3 pasangan electron. Sehingga

bentuk molekulnya tidak lagi segitiga planar, melainkan menjadi bentuk V (AX2E). Gaya tolak

menolak PEB dengan PEI lebih kuat daripada gaya tolak menolak antara sesame PEI, sehingga

sudut ikatan antara PEB akan berkurang.

Bentuk Molekul 4 Pasang Elektron


Molekul dan ion yang memiliki 4 pasang ini disebut bentuk Tetrahedral. Jika semuanya

adalah PEI (AX4), maka bentuk molekulnya adalah tetrahedral dan memiliki sudut 109,5 0 .

Misalnya adalah CCl2F2 :

Jika memiliki 1 PEB maka bentuk molekul akan berubah menjadi trigonal piramida (AX3E)

yang sudut ikatanya adalah 107,3 0 . Misalnya NH3 menjadi NH4 + :

Dan ketika PEB nya menjadi 2. Maka bentuk akan menjadi bentuk V panar ( AX2E2) yang

memiliki sudut ikatanya 104,5 0 . Contohnya NH3.

Dengan demikian gaya tolak menolak antara pasangan PEI menyebabkan sudutnya

berkurang.

PEI-PEI>PEI-PEB>PEB-PEB

Bentuk Molekul 5 Pasang Elektron

Nolekul yang memiliki pasangan electron 5 dan 6 memiliki atom pusat dari periode 2 atau

lebih. Hal tersebut dikarenakan memiliki orbital d.

Ketika terdapat 5 pasangan electron, akan berbantuk Bipiramida trigonal (AX5), molekul ini

terdapat 2 PEI disekitarnya dan memiliki dua sudut ideal yaitu 120 0 dan 90 0 . Sudut ikatan

120 0 gaya tolaknya lebih kecil dari 90 0 . Misalnya PCl5 :

Ketika PEBnya 1, maka bentuk molekul berubah menjadi bentuk gergaji (AX4E). sudut yang

dibentuknya adalah 101,5 0 dan 86,6 0 . Contohnya adalah SF4:

Jika PEBnya 2, maka bentuk molekul akan menjadi bentuk T planar (AX3E2) dan sudut ikatan

yang dibentuk adalah 88,2 0 . Contohnya adalah BrF3.


Ketika PEBnya 3, maka bentuk molekul berubah menjadi bentuk linier (AX2E3). sudut yang

dibentuknya adalah 180 0 . Contohnya adalah I3 - :

Bentuk molekul 6 pasangan electron.

Jika terdapat 6 PEI, maka bentuk molekul akan menjadi bentuk Oktahedral (AX6) dan sudut

ikatan yang dibentuk adalah 90 0 . Contohnya adalah SF6 - .

Ketika PEBnya 1, maka bentuk molekul berubah menjadi bentuk segi empat piramida

(AX5E1). Sudut yang dibentuknya adalah 81,9 0 . Contohnya adalah IF5:

Ketika PEBnya 2, maka bentuk molekul berubah menjadi bentuk segi empat planar (AX4E2).

Sudut yang dibentuknya adalah 90 0 . Contohnya adalah XeF4:

Menentukan Bentuk Molekul Dengan teori VSEPR

1. Gambar struktur lewis

2. Tempatkan susunan pasangan electron dengan menghitung seluruh pasangan electron

disekitar atom pusat

3. Prediksikan sudut ikatan yang terbentuk dengan memperhatikan pengaruh PEI dan

ikatan rangap.

4. Dambarkan dan beri nama bentuk molekul dengan menghitung PEI dan PEB.

More magazines by this user
Similar magazines