Majalah Integrasi Edisi 15 (April 2016).compressed

ayuwidia

15

April 2016

Passion Kartini

Kontemporer

di Puncak OJK

Wanita,

Kepemimpinan dan

Perubahan

Privilege Insan

Wanita di OJK


INDEKS

SOROT

04 Titik Krusial Membangun

Kualitas

05 Passion Kartini

Kontemporer di Puncak

OJK

06 Participation Leadership

Kartini Modern di Jajaran

Pimpinan OJK

07 Harapan Emansipasi Ibu

Muda OJK

08 Kartini Modern OJK: Bijak

Mengelola Kerja dan

Keluarga

10 Energi Kartini untuk

Partner Perubahan

11 RILIS

Privilege Insan Wanita di OJK

AKSI

12 Change Leader Forum

2016: Mewujudkan

Otoritas yang Melayani

25 MINAT

Bersahabat dengan Neko,

Alladin & Belle

INOVASI

13 Mengenal Aplikasi

Terintegrasi SIJINGGA

KEKINIAN

14 Kubikal Green Office

Sentuhan Kaum Feminin

15 Well Grooming di Hati

Insan OJK

POIN

16 Perubahan yang

Menyenangkan

17 Wanita, Kepemimpinan

dan Perubahan

18 SOBAT

Kartini Gen-Y Punya OJK

19 TOKOH

Fun, Fearless, Female

Fira Basuki

KILAS

20 Inklusi Keuangan OJK:

"Sinergi Aksi untuk

Ekonomi Rakyat"

21 Suara Stakeholders

Menjadikan OJK Lebih

Baik

22 Cyber Security untuk

Layanan Berbasis

Teknologi Informasi

23 KIAT

Teknik Bela Diri untuk Wanita

24 KUMPUL

Oase Spiritual Komunitas BBQ

OJK

26 INTERAKSI

27 SEDAP

Jamu Kunyit Asam Nikmat

Berkhasiat untuk Wanita

28 POTRET

30 KUPAS

Bacaan Seru Insan OJK

31 RILEKS

2 INTEGRASI OJK


REDAKSI

Merayakan Emansipasi Wanita

Tidak terasa kita sudah memasuki triwulan kedua di tahun ini. Majalah

Integrasi berupaya keras menunjukkan integritasnya memenuhi janji

untuk terbit setiap bulan. Keterbatasan sumber daya tidak kami jadikan

sebagai halangan. Kami mensiasati dengan lebih mengedepankan

pengaturan waktu kerja. Potensi seluruh awak redaksi pun dioptimalkan.

Yang menyejukkan, terdapat kesamaan pemahaman bahwa pada

akhirnya setiap perubahan yang terjadi di institusi ini dapat terekam dan

tersosialisasikan melalui Majalah Integrasi. Hal ini merupakan anugerah

luar biasa bagi kami para pelaksana. Perasaan itu menambah energi tim

redaksi untuk menyajikan tulisan-tulisan yang berbobot di setiap edisi.

Permintaan dari Bapak Ketua Dewan Komisioner yang menginginkan

bahwa majalah ini harus mampu menjadi salah satu yang terbaik di

negeri ini menjadi motivasi besar bagi kami. Tahun lalu website OJK telah

mampu meraih penghargaan tersebut, dan bahkan diharapkan tahun

ini bisa menjadi yang terbaik. Oleh karena itu, tim redaksi melakukan

evaluasi berkala, termasuk survei secara online kepada seluruh Insan

OJK. Semua masukan dan kritikan menjadi dorongan bagi kami untuk

selalu melakukan perbaikan. Kami percaya, pembaca juga yang paling

layak untuk menilai isi dan manfaat Integrasi.

April selalu dimaknai sebagai bulan Kartini. Tokoh emansipasi ini menjadi

pembeda di jamannya dan selalu menjadi inspirasi bagi wanita. Saat ini

hampir semua posisi atau jenis pekerjaan di dunia mampu dilakukan oleh

wanita. Kalaupun masih ada yang belum, hal itu terhalang oleh persoalan

diskriminasi gender dan struktur sosial/organisasi yang tidak adil.

OJK merupakan anomali. Sejak awal posisi wanita sama dengan pria.

Hal ini, salah satunya, dibuktikan dengan keberadaan wanita di Dewan

Komisioner. Dalam kegiatan Change Leader Forum yang baru dihelat

juga terlihat banyaknya pemimpin wanita di OJK. Kalau di institusi lain

sangat minim bahkan hampir tidak ada keterwakilan wanita di pucuk

pimpinannya. Dalam konteks ini, OJK menjadi pioner untuk suatu budaya

yang baik. Aktor perubahan di OJK yang diwakili oleh change partner

dan change agent juga memberi gambaran kontribusi wanita yang sama

besarnya dalam perubahan di OJK.

Apabila diperhatikan jumlah rekrutan wanita umumnya lebih banyak

dari pria. Gurauan orang SDM umumnya mengatakan para pria tidak

serajin wanita dalam belajar. Maka IPK wanita selalu lebih baik dari pria

sehingga kesempatan untuk lolos lebih terbuka. Bila memang jumlah

rekrutan wanita lebih banyak, hal ini perlu menjadi perhatian khusus

dari pengelola SDM OJK di masa mendatang. Kebijakan organisasi

perlu mengedepankan masalah emansipasi ini. Sayangnya saat ini

kesempatan untuk menjadi Kepala Regional dan Kepala OJK belum

dipercayakan kepada wanita. Mungkin perlu dibuka juga, karena wanita

secara karakter memiliki keluwesan dalam menjalin relasi dengan pihak

eksternal sehingga mampu mendukung pelaksanaan program-program

unggulan OJK di daerah.

Salam INPRESIV!

Rudi S. Susetyo

PEMBINA

Muliaman D. Hadad

Rahmat Waluyanto

Abraham Bastari

PEMIMPIN UMUM

Sri R.A. Faisal

REDAKTUR SENIOR

Toto Zurianto

PEMIMPIN REDAKSI

Rudi S. Susetyo

REDAKTUR PELAKSANA

Insan Hasani

Riwin Mirhadi

Fanur Rachman

Eko Wijaya

REDAKTUR

Lydia Fabiola Manurung

Paramita Agustina

Ayu Widia Kemala

Maya Hijriatul Rosada

Mika Halpin Hasanah

Aditya Prakoso

Amna Oriana

Amanda Dwyniaputeri

Reza Yuriputra

ADMINISTRASI DAN SIRKULASI

Kartika Sari

M. Ricki Cahyana

Andika Ramadhan

KONTRIBUTOR

Siswani Wisudati

Hikmah Rinaldi

Darmansyah

Taufik Andriawan

Djonieri

Nurman Cahyadi

Irnal Fiscallutfi

Eko Ariantoro

Greatman Rajab

Arifin Susanto

Munawar Kasan

M. Ismail Riyadi

KONSULTAN

ReneAsia Creative Syndicate

ALAMAT REDAKSI

Direktorat Manajemen Perubahan (DPMB)

Gedung Soemitro Djojohadikusumo Lt. 4

Jalan Lapangan Banteng Timur No. 2-4

Jakarta 10710

Telepon: 021-3858001 (hunting)

Email: majalah.integrasi@ojk.go.id

Integrasi adalah majalah internal Otoritas Jasa

Keuangan yang terbit bulanan. Kami hadir mengemban

misi sebagai media komunikasi dan informasi yang

partisipatif. Isinya diharapkan mampu menginspirasi

demi peningkat an produktivitas, efisiensi, efektivitas,

serta budaya kerja Insan OJK. Majalah ini tidak untuk

diperjualbelikan. Segala bentuk reproduksi, pengutipan

dan penggunaan isi majalah untuk kepentingan formal

dan informal harus memberitahu dan terlebih dulu

mendapat ijin dari Dewan Redaksi.

3

Redaksi EDISI menerima 15 # APRIL kiriman 2016 tulisan dari seluruh Insan

OJK melalui email: majalah.integrasi@ojk.go.id


SOROT

Nurhaida adalah sosok pernuh warna

yang dapat menginspirasi kaum

wanita karir jaman ini. Alumni Institute

Teknologi Tekstil Bandung yang meraih

master bidang administrasi bisnis di Indiana

University Bloomington Indiana Amerika

Serikat ini tidak pernah berambisi untuk bisa

mencapai suatu posisi puncak dalam karirnya.

Akan tetapi, ketekunan, komitmen dan

prinsipnya dalam menghadapi tantangan di

pekerjaan mampu mengantarkannya ke pucuk

pimpinan OJK.

Semuanya itu tidak didapatkan secara instan.

Karena toh tantangannya pun tidak mudah.

Namun, yang pasti, ia sosok wanita yang

memiliki komitmen. Berikut beberapa prinsip

yang menjadi panduannya saat menapaki

karir. Pertama, setiap pekerjaan yang

dipercayakan harus dikerjakan sebaik dan

semaksimal mungkin. Itu dilakukan dengan

penuh tanggung jawab sesuai ketentuan yang

ada.

Kedua, meski bekerja sesuai ketentuan, ia

akan mengerjakannya dengan cepat agar

memberi dampak bagus bagi organisasi.

‘’Artinya meskipun dikerjakan cepat tetapi

segala sesuatu dilakukan sebaik mungkin,

tidak asal-asalan selesai,’’ ujarnya. Dan yang

ketiga, menurut Nurhaida adalah serius

mendalami, berinisiatif, terus belajar, dan

mau menghadapi tantangan pekerjaan di

unit-unit yang berbeda

untuk menambah

pengalaman

4 INTEGRASI OJK

Titik Krusial

Membangun Kualitas

Selama 20 tahun membidangi pengawasan

pasar modal menjadikannya sebagai sosok

yang layak untuk mendapat kepercayaan

menangani bidang itu. Hal itu terjadi ketika

Nurhaida terpilih menjadi Anggota Dewan

Komisioner OJK pada Juli 2012. Ketekunan

mendalami secara detail hal-hal yang terkait

dengan pekerjaan, ternyata membantunya di

saat kemudian menjadi pimpinan. ‘’Karena

ketika harus mengambil kebijakan dan

keputusan strategis, tentunya saya tidak bisa

lepas dari hal-hal teknis,’’ ungkapnya.

Kalkulasi Kartini Minang di

Puncak OJK

Wanita berdarah Minang ini mengemukakan

setiap keputusan selalu ada kalkulasinya.

Akan tetapi yang tidak kalah penting adalah

pemahaman atas keputusan yang akan

diambil. Semuanya harus berdasarkan pada

pengetahuan yang berpijak pada informasi

yang benar, sumber yang tepat, dan dari

berbagai pihak. Di pasar modal informasi

bergerak dinamis, oleh sebab itu pimpinan

harus menjalin komunikasi dengan pelaku

industri dan mengetahui market dengan baik.

Kesibukan menyelesaikan tugas kantor, tidak

membuat Nurhaida harus mengabaikan

perannya sebagai isteri dan seorang ibu.

Setiap harinya jika tidak tugas keluar kota,

ia berusaha untuk menyediakan waktu

bersama untuk keluarga, baik suami dan

anak-anak. Di tengah padatnya acara

seperti sharing knowledge kepada pelaku

industri baik di Jakarta, maupun di luar kota,

ia masih menyempatkan diri berolahraga

ringan selama setengah jam untuk menjaga

kebugaran fisik. Apalagi tidak jarang ia

pulang dari kantor pada jam 9 malam.

Dalam kondisi yang begitu padat dengan

pekerjaan, menurut Nurhaida, pembagian

waktu antara kantor dan rumah tangga

tentunya tidak bisa sama. Yang terpenting

adalah kualitas pertemuan dan juga adanya

pengertian dari anggota keluarga.

‘’Sejauh ini suami dan anakanak

sangat mendukung dan

memahami tugas yang sedang

diamanahkan kepada saya,’’

ujar penyuka olah raga

renang ini.

Membangun Teamwork

Sebagai pemimpin terutama dalam

pengawasan pasar modal dengan mitra kerja

antara 700 sampai 800-an orang tidaklah

mudah. Akan tetapi, menurutnya, struktur

organisasi di OJK sudah dibangun sedemikian

rupa agar dapat menjalankan tugas

pelayanan yang terbaik untuk stakeholders.

Sebagai pimpinan, kemampuan dalam

mengelola sumber daya manusia benar-benar

harus dibuktikan. Paling konkrit adalah dalam

rapat pimpinan yang dilaksanakan seminggu

sekali setiap hari Senin.

Rapat merupakan agenda yang penting,

karena Kepala Eksekutif, dua Deputi

Komisioner, empat Kepala Departemen

dan 11 Direktur membahas berbagai hal

mengenai pasar modal. Selanjutnya Direktur

yang merupakan ujung tombak paling bawah

di rapat pimpinan, kemudian men-sharingkan

kebijakan dan program ke Direktoratnya

masing-masing. Dalam rapat, imbuh

Nurhaida, komunikasi yang dapat melibatkan

semua pihak untuk berperan menjadi

kuncinya.

"

Jadi untuk berkembang jangan

hanya mengharapkan dari OJK saja.

Diri sendiri juga harus memiliki

keinginan kuat untuk terus

berkembang

"

Memberikan Apresiasi

Melalui Challenge

Untuk membangun relasi yang positif

kepada bawahan, tidak segan Nurhaida

memberikan apresiasi. Bentuknya tidak

harus promosi, namun bisa juga challenge

untuk memberi kesempatan kepada pegawai

untuk berkembang dan menunjukkan

kemampuannya. Dari cara-cara seperti itulah,

menurut Nurhaida potensi-potensi yang ada

pada bawahan bisa digali.

OJK merupakan organisasi yang akan terus

berkembang seiring dengan dinamika

pertumbuhan Industri Jasa Keuangan.

Untuk itu, ia berpesan agar apapun tugas

dan tanggung jawab selalu dikerjakan

secara tulus ikhlas dan tidak berhenti untuk

mengembangkan kapasitas diri. ‘’Jadi untuk

berkembang jangan hanya mengharapkan

dari OJK saja. Diri sendiri juga harus memiliki

keinginan kuat untuk terus berkembang,’’

pungkasnya.


SOROT

Passion Kartini Kontemporer

di Puncak OJK

Dari kecil hingga remaja banyak pilihan

profesi yang menarik terlintas di benak

Ilya Avianti. Namun akhirnya profesi

yang dipilihnya adalah menjadi ekonom.

Sebuah tulisan begitu mengesankan Ilya,

bahwa suatu negara akan hancur kalau

perekonomiannya dihancurkan.

Jurusan akuntansi diambil karena menurut

Ilya, waktu itu jarang perempuan yang

masuk jurusan akuntansi. Lalu begitu lulus,

ia merasa mantap menjadi dosen, tidak ke

tempat lain yang menawarkan gaji tinggi.

‘’Biarin aja nggak apa-apa pokoknya

seneng,’’ kata guru besar akuntansi dari

Universitas Padjadjaran ini.

Menjadi dosen, senang berbagi, senang

bertemu orang banyak dari berbagai

kalangan, menurut Ilya sudah menjadi

passion-nya. Kini setelah mendapat

penugasan di berbagai lembaga negara dan

akhirnya dipercaya menjadi Anggota Dewan

Komisioner OJK, Ilya bisa mengatakan bahwa

semua yang dikerjakan dengan passion

pastilah akan membawa pada garis hidup

yang mendatangkan keberkahan untuk

sesama. Bermanfaat dan membuat senang

orang lain, bagi Ilya merupakan sebuah

kebahagian tersendiri. ‘’Singkat kata, ngga

ada loe ngga rame,’’

kutip Ilya dari tagline sebuah iklan.

Ikut organisasi kesiswaan sejak sekolah

sampai kuliah, kuliah sambil magang

kerja, lalu menjadi dosen, berkeluarga dan

membesarkan anak-anak, semua tugas dan

peran ganda bukan hal yang asing bagi

Ilya. Bahkan dua anaknya masing-masing

mendapat ASI hingga usia 18 bulan dan

dua tahun. Waktu itu, pembantu lah yang

mengantar bayinya untuk diberi ASI di tempat

kerja.

Menangani lebih dari satu pekerjaan dalam

satu waktu juga sudah menjadi kebiasaan

Ilya. Lalu bagaimana ia membagi waktu.

‘’Semua mengalir dan dibuat efektif saja,’’

kata sulung dari tiga bersaudara itu.

Menyamakan Gelombang

Frekuensi Hati

Membangun relasi dan memotivasi bawahan

untuk memberikan pelayanan terbaik

merupakan salah satu tugas pemimpin.

Untuk mewujudkan hal tersebut, Ilya

berpendapat bahwa manusia itu diciptakan

secara unik, sehingga yang bisa ia lakukan

adalah mengkondisikan satu lingkungan kerja

berada dalam frekuensi yang sama.

Caranya, agar frekuensi semua anggota tim

berada dalam satu gelombang maka harus

menyamakan hati dulu. Kalau bekerja tidak

dengan hati dan terpaksa maka hasilnya

akan negatif dan tidak bisa memberikan yang

lebih. ‘’Kerja itu adalah bagian dari ibadah,

kalau ngga ikhlas ngga jadi ibadah, yang ada

cape dan tidak berprestasi,’’ kata pengagum

Margaret Thatcher dan Mother Teresa ini.

Selain itu, setiap orang memiliki kelebihan

dan kekurangan. Seorang pemimpin tidak

boleh melihat kekurangannya saja karena

mereka nantinya justru tidak

akan berkembang. Pemimpin

harus selalu melihat

kelebihan seluruh

anggota tim. Mereka

mendapat

"

Kerja itu adalah

bagian dari ibadah,

kalau ngga ikhlas

ngga jadi ibadah,

yang ada cape dan

tidak berprestasi,

"

kesempatan dan challenge agar mampu

memberikan prestasinya bagi organisasi.

Mendorong Orang Biasa

Lebih Berkontribusi

Oleh sebab itu, menurut Ilya, dalam tim harus

ada kombinasi. Tidak melulu semua harus

ber-IQ tinggi. Karena selain ada IQ, sebuah

organisasi perlu orang-orang berintegritas

dan berkarakter baik. ‘’Pemimpin yang baik

adalah yang mampu mendorong orangorang

biasa menjadi lebih berguna dan

berkontribusi,’’ katanya.

Lalu, agar semua anggota tim bergerak

bersama, sekat-sekat formalitas hirarkis

harus dihilangkan. Hirarki dan birokrasi

itu penting buat organisasi. Dalam kerja

yang lebih ditekankan menurut Ilya adalah

kompetensi, efisiensi, team work, dan

komitmen setiap anggota tim. ‘’Bagaimana

service excellence itu terwujud dan menjadi

budaya kerja,’’ ujarnya. Dengan

bawahan sebanyak 91 orang,

terdiri dari satu Deputi

Komisioner, satu Advisor

dan tiga Departemen, Ilya

menilai timnya sebagai small

organization.

Dalam bekerja baik sebagai

pimpinan, mitra kerja, dan teman

sejawat, Ilya selalu menekankan

perbedaan pandangan itu bukan

berarti sesuatu yang berseberangan.

Karena perbedaan itu dipakai juga

sebagai suatu penyeimbang dalam

pengambilan keputusan strategis. Lalu

terkait jender, antara perempuan dan

laki-laki sejatinya setara. Hanya secara

kodrat, wanita memiliki anugerah untuk

melahirkan, menyusui, dan memelihara

anaknya sebagai sesuatu yang patut

disyukuri. ‘’Pada intinya, dalam kehidupan

menjadi sesuatu itu akan percuma jika

tidak bisa berbuat sesuatu,’’ pungkasnya.

EDISI 15 # APRIL 2016 5


SOROT

Participation Leadership Kartini Modern

di Jajaran Pimpinan OJK

Memotivasi dan menginspirasi Insan

OJK bagi Kusumaningtuti Sandriharmy

Soetiono merupakan bagian tidak

terpisahkan dari interaksi dalam pekerjaan.

Bekerja dalam sebuah tim dinilainya akan lebih

bagus, ketimbang bekerja secara parsial, karena

hasil yang dikeluarkan akan lebih besar. Agar

hasil lebih optimal, maka menurutnya, tim

mesti membangun komunikasi yang terbuka,

saling memotivasi, dan memahami betul peran

masing-masing anggota tim.

Bagi Tituk, demikian ia biasa disapa, dalam

berkomunikasi dirinya lebih memilih untuk

terbuka. ‘’Komunikasi kita open, jadi saya

membiasakan terbuka, kadang sangat terbuka,

jadi hampir tidak ada rahasia diantara tim

dalam hal pekerjaan,’’ ungkapnya. Pada masa

awal, imbuhnya, mungkin sering kali orang

sensitif kepada dirinya karena bekerja secara

keras, tidak mengenal lelah dan terkadang

tanpa mengenal waktu. Namun seiring waktu

semoga hal tersebut dipetik manfaatnya dan

bisa mempengaruhi karir Insan OJK selanjutnya.

"

Jadi intinya komunikasi

yang lancar dibangun

dengan kita punya sarana

dan kemauan untuk

menginformasikannya

"

Tentunya, komunikasi berperan penting dalam

kerja tim. Menurut Tituk, kini teknologi informasi

melalui telepon seluler sangat membantu orang

berkomunikasi dari tempat yang berbeda dan

jauh secara real time. Kelebihan itu membantu

tim untuk meng-update hasil pekerjaan dan

mengambil keputusan untuk merespon progres

yang berkembang secara cepat.

Untuk itu, saran Tituk, tim mesti membentuk

grup komunikasi melalui berbagai aplikasi

yang banyak tersedia saat ini. ‘’Jadi intinya

komunikasi yang lancar dibangun dengan

kita punya sarana dan kemauan untuk

menginformasikannya,’’ ujar peraih gelar Master

Ilmu Hukum dari Washington College of Law di

Washington DC itu.

Selain komunikasi, tim itu sendiri juga harus

solid. Ada dua langkah membentuk tim yang

solid. Pertama, adanya pemimpin yang dapat

mendorong semua anggota tim memiliki

persepsi, pemahaman dan definisi yang sama

dalam mengimplementasikan visi, misi dan

target yang sudah diputuskan.

Terus yang kedua, adanya kemampuan

pemimpin dalam mengerakkan anggota

tim melalui contoh konkrit. Hal ini berlaku

universal. Pemimpin yang mendapat respek

adalah mereka yang bisa memberikan

contoh, berpartisipasi, mengambil peran, dan

berkontribusi. ‘’Jadi participation leadership

itu adalah hal yang menurut saya mutlak

untuk kesuksesan sebuah tim,’’ tandas Tituk.

Kesiapan Mental dan

Komitmen Total

Tantangan dalam pekerjaan, menurut Tituk

merupakan dinamika hidup. Yang terpenting

adalah bagaimana merespon dengan

kesiapan mental dan memiliki itikad untuk

menyelesaikannya dengan komitmen secara

total. ‘’Apalagi kalau sudah punya tim yang

bagus karena hal tersebut sangat penting

agar implementasinya berjalan baik,’’ katanya.

Dalam Bidang Edukasi dan Perlindungan

Konsumen, menurut Tituk, tantangan riil yang

dihadapi OJK adalah masih rendahnya literasi

dan inklusi keuangan di masyarakat. Untuk

meningkatkan literasi dan inklusi keuangan

itu OJK membuat strategi yang dijabarkan

dalam berbagai program kegiatan untuk

masyarakat yang beragam latar belakangnya

dari Sabang sampai Merauke.

Secara umum sekitar 50% penduduk

Indonesia tinggal di pedesaan dan

pedalaman, dan di beberapa provinsi

bahkan masih mencapai sekitar

60%, dengan tingkat pengetahuan

mengenai sektor jasa keuangan

yang relatif rendah. Taraf ekonominya

pun masih didominasi oleh tingkat

kemiskinan yang tinggi, sehingga

produk jasa keuangan seperti

tabungan, pinjaman, dan asuransi

belum dapat mereka akses dengan

mudah.

Dari survei nasional literasi

keuangan yang dihelat OJK

pada 2013, tingkat literasi

keuangan masyarakat

sebesar 21,8% dan inklusi

59,7%. Tituk berharap

melalui implementasi

Strategi Nasional Literasi

Keuangan Indonesia

yang saat ini masih terus

berjalan, indeks itu dapat

tumbuh setidaknya 2%

tiap tahunnya. Agar

laju literasi dan inklusi keuangan itu terus

tumbuh, Tituk memilih untuk mengawal

langsung program-program yang dijalankan.

Hal itu dilakukannya dari sejak fase

perencanaan, pemilihan program, merancang

jalannya program, memonitor implementasi

program, mengevaluasi program, dan

melakukan perbaikan program agar

pencapaian target bisa optimal. ‘’Dalam

meeting saya memberi arahan, dibuat detailnya,

dan mendapat masukan dari temanteman

di tim sehingga peluang-peluang

yang masih terbuka untuk perbaikan atau

penyempurnaan program yang berjalan bisa

diputuskan,’’ katanya.

Tidak Menyerah dan Tidak

Melawan Kodrat

Sebagai wanita yang merasakan hasil

emansipasi Kartini, Tituk berpesan kepada ‘’

Kartini Kartini Muda’’ untuk memaksimalkan

kemampun, potensi dan kelebihan yang

dimiliki sebaik mungkin. Terutama dalam

meraih pendidikan setinggi-tingginya, agar

nantinya bisa berguna untuk kesejahteraan

keluarga, lingkungan, dan masyarakat.

‘’Jadi tidak menyerah dengan

kodrat dan tidak boleh

melawan kodrat,’’

pungkasnya.

6 INTEGRASI OJK


Harapan Emansipasi

Ibu Muda OJK

SOROT

Jejak keberhasilan para pegawai

perempuan tidak semata tercermin

dari apa yang diraihnya di lingkungan

kerja, namun juga kesuksesannya

sebagai ibu. Kondisi dan suasana kerja

yang nyaman menjadi salah satu faktor

penunjang keberhasilan. Nah, bagaimana

mereka merasakan kenyamanan kerja dan

harapannya terkait kenyamanan kerja, seperti

ruangan kerja, kelengkapan bekerja, suasana,

dan kekompakan. Berikut sharing dari Ibu

Muda OJK terkait kenyamanan kerja.

Mencintai Pekerjaan demi

Suasana Nyaman

Rosaria Happy Hapsari, SH adalah ibu muda

yang baru dikaruniai balita usia lima bulan.

Alumni Fakultas Hukum Universitas

Gadjah Mada yang biasa disapa

Happy ini merasakan OJK

merupakan tempat yang cukup

nyaman untuk berkarier.

Pada hari kerja, ia biasa

menghabiskan waktu lebih

dari 8 jam sehari di

kantor. Agar tidak

jenuh dan bosan,

ia mesti pintar

menciptakan

suasana

nyaman di

lingkungan

kerja. ‘’Cara termudah adalah dengan

mencintai pekerjaan, karena apapun

tantangan yang dihadapi perasaan nyaman

akan didapatkan,’’ katanya.

"

Happy

Cara termudah adalah

dengan mencintai

pekerjaan, karena

apapun tantangan

yang dihadapi

perasaan nyaman akan

didapatkan

"

Dalam hal "kenyamanan" untuk para ibu

yang berada pada masa menyusui, Happy

berharap OJK dapat memfasilitasinya. Sebagai

pegawai tentu dituntut untuk profesional

dalam bekerja, namun demikian dalam

perannya sebagai ibu tentu ingin memberikan

yang terbaik untuk anaknya, satu diantaranya

adalah ASI eksklusif selama 6 bulan.

Dari pengalamannya, ternyata aktivitas

menyusui terhalang oleh habisnya waktu

cuti ibu yang hanya tiga bulan. Masih perlu

waktu tiga bulan lagi agar pemberian ASI

kepada bayi bisa eksklusif enam bulan. Untuk

mengatasinya, di kantor para ibu muda

yang memiliki bayi biasa menyisihkan waktu

untuk mencadangkan ASI. Aktivitas ini biasa

disebut ‘’pumping for baby.’’ Nah, Happy

berharap OJK dapat memfasilitasi sarana

yang representatif untuk para ibu menyusui

seperti dirinya.

Tempat dan Waktu Layak

untuk Pumping

Walaupun tempat kerja, fasilitas, gaji,

pemenuhan hak-hak jaminan dan suasana

kerja penting untuk mendukung kenyamanan

kerja, namun para ibu muda yang sedang

menyusui punya harapan lebih. Bagi mereka

kenyamanan bekerja adalah ketika mereka

mendapatkan waktu dan tempat yang layak

untuk pumping sehingga saat bekerjapun

bisa lebih tenang dan maksimal. Tidak lagi

terganggu oleh pencarian waktu dan

tempat untuk pumping.

‘’Karena jika kami memiliki waktu dan

tempat yang pasti, maka kami bisa

pumping dengan lebih cepat dan

efisien di tempat yang layak,’’

tandas Happy. Adanya prasarana

dan fasilitas khusus untuk ibu menyusui

tentunya dapat memberikan semangat lebih

bagi para ibu-ibu muda menyusui yang

bekerja. Dengan begitu, ibu dapat bekerja

dengan baik dan aktivitas pumping menjadi

lebih optimal.

Yulita sebagaimana biasa ia disapa, memiliki

pengalaman serupa dengan Happy. Ibu

muda ini memiliki dua anak, satu diantaranya

masih dalam masa menyusui. Menurut

Yulita, menjalankan peran ganda menjadi

pegawai dan seorang ibu merupakan

tantangan tersendiri baginya. Setiap hari ia

menghabiskan waktu 15 jam di luar rumah, 3

jam bersama anak, 6 jam untuk tidur.

Pimpinan yang Memberi

Kesempatan

Meskipun waktunya terbatas bersama anak,

ia bertekad tetap memberikan ASI kepada

anaknya. Di OJK Yulita merasa beruntung,

karena atasan memberikan kesempatan

untuk melakukan aktivitas pumping ASI di

sela-sela waktu bekerja. Pimpinannya juga

memahami waktu tempuh saat pergi dan

pulang dari kantor ke rumahnya, sehingga

ia dapat izin pulang lebih dahulu sebelum

atasannya pulang. Konsekuensinya ia

memutuskan datang lebih pagi untuk bekerja.

Ketika masuk kerja lagi

sehabis cuti melahirkan,

Yulita sempat mengalami

kejadian kurang

menyenangkan. Ia

prihatin karena

betapa sulitnya

menemukan

ruang pumping

ASI. Untuk

melakukan

aktivitas

Yulita

pumping

berbagai cara pernah ia lakukan. Awalnya

ia mamakai ruang di toilet. Terkadang ia

melakukannya sambil memakai mukena.

Pernah juga satu waktu berkeliling mencari

ruang rapat yang kosong.

"

Berharap OJK

memperhatikan

keperluan ibu menyusui

yang bekerja di OJK

"

Bahkan ia pernah pumping di dalam gudang

yang berdebu dengan kardus sebagai

kursinya. Namun ia belum mencoba pumping

di meja kerja sambil memasang apron seperti

temannya. Berkaca dari kejadian itu, Yulita

berharap OJK memperhatikan keperluan ibu

menyusui yang bekerja di OJK.

Kemudian terkait kenyamanan bekerja,

Yulita berharap sistem tata persuratan di

OJK memakai sistem yang lebih segar, yakni

secara elektronik. Artinya disposisi tidak harus

melalui surat fisik atau cetak sehingga surat

lebih cepat diterima. ‘’Selain itu sinergi antar

Insan OJK dapat terwujud dengan lebih baik,

demi OJK dengan satu visi dalam memberikan

layanan prima,’’ pungkasnya.

EDISI 15 # APRIL 2016

7


SOROT

‘’Citra Kartini itu terletak pada

intelektualitasnya, bukan kebaya’’.

Kutipan dari sebuah koran nasional

itu patut direnungkan. Peran

signifikan wanita dalam dunia kerja

tidak terbantahkan lagi. Hal itu tidak

lepas dari berbagai pembuktian

mereka saat pemegang sejumlah

posisi penting. Kontribusinya dalam

pengambilan kebijakan yang krusial

dan implementasinya sangatlah besar.

Kartini Modern OJK

Bijak Mengelola Kerja

dan Keluarga

Pembuktian wanita di lingkungan

kerja, juga tumbuh berkembang di

OJK. Peran wanita sebagai isteri,

ibu dari anak-anak, serta sekaligus

sebagai deputi dan pemimpin pada

beberapa Departemen di OJK terlihat

dari beberapa kisah inspiratif berikut

ini. Jika ada sumbangsih isteri dan

anak-anak dibalik sukses seorang pria,

demikian pula pasti ada dukungan

penuh seorang suami dan anak-anak

dibalik sukses seorang wanita.

Kisah Deputi Komisioner Manajemen

Strategis 1A Etty Retno Wulandari

berikut ini begitu inspiratif. Karir dalam

dunia akuntansi sudah Etty jalani

sebelum menikah dengan Syarief Basir,

dan kemudian dikarunia dua puteri,

Anintya Hapsari dan Anissa Nurfitriani.

Alumni STAN ini merasakan dukungan

yang besar dari suami dan anakanaknya,

baik sebagai teman diskusi

dan juga memberikan masukan atas

isu-isu yang ditemui dalam pekerjaan.

Dukungan tersebut muncul karena

pendidikan dan pekerjaan suami serta

anak sejalan dengan latar belakang

pendidikannya di bidang akuntansi.

‘’Disamping itu, mereka sudah aware

dengan pekerjaan saya, sehingga tidak

terlalu menuntut saya untuk selalu

ada di setiap kegiatan yang

memerlukan kehadiran

seorang isteri atau

orang tua,’’ ungkap

Etty.

baik, maka ia mencoba untuk

memanfaatkan waktu kerja di kantor

seefisien dan seefektif mungkin. Pada

waktu istirahat dan sebelum pulang,

ia juga rutin menyapa anak-anak dan

suami. Bagaimana kondisinya, sedang

apa, dan apa yang bisa dilakukan

untuk mereka. ‘’Alhamdulillah dengan

bantuan teknologi, komunikasi

semakin mudah dilakukan,’’ katanya.

Begitu bernilainya waktu, sehingga ia

berusaha untuk berangkat dan pulang

kerja bersama dengan anak atau

suami. Selain efisien, selama perjalanan

Etty dapat memanfaatkannya untuk

mendiskusikan berbagai hal, dari tugas

kuliah anak, pekerjaan, sampai rencana

liburan bersama.

Satu hal yang tidak akan pernah

dibiarkan berlalu adalah waktu akhir

pekan. ‘’Saya dedikasikan waktu

weekend sepenuhnya untuk keluarga,’’

katanya. Ia biasa mendiskusikan

kegiatan yang akan dilakukan pada

waktu akhir pekan secara bersamasama.

Jika memungkinkan, imbuhnya,

mereka akan melakukan kegiatan

bersama, seperti lunch/dinner di luar

rumah, belanja kebutuhan rumah

tangga, silaturahmi ke rumah saudara,

kondangan, dan lain sebagainya.

Bagi Etty, protes atau komplain dari

suami dan anak-anak adalah sesuatu

yang wajar. Hal itu menandakan

bahwa masih ada saling membutuhkan

dan memiliki. Berdasarkan pada

pengalaman, jika ada protes ia biasanya

akan mendiskusikannya. ‘’Untuk itu

kami mengedepankan komunikasi dua

arah yang transparan,’’ ujarnya. Hal

tersebut Etty praktekkan ketika harus

bertugas keluar kota, namun tidak jauh

seperti ke Bogor dan Bandung menjelang

akhir pekan. ‘’Saya tawarkan kepada

mereka apakah ada yang mau ikut dan

menyusul sehingga tetap bisa weekend

sekeluarga,’’ ungkapnya.

Saat ini, menurut Etty, karena

anak-anak sudah besar maka lebih

mudah memaklumi jika pulang agak

malam. Justru kini mereka yang

mengkhawatirkan kalau ibunya sampai

jatuh sakit. Agar suami dan anak-anak

bisa memahami, Etty pun sekali waktu

mengajak mereka untuk langsung datang

ke kantor. Hal itu menjadi kesempatan

baginya untuk menjelaskan apa saja

yang dikerjakannya. ‘’Hal yang sama

juga dilakukannya kepada suami dan

anak-anak. ‘’Hal ini penting untuk

menyamakan persepsi dan informasi,

sekaligus menghilangkan information

asymmetry,’’ katanya.

Memelihara kedekatan dengan seluruh

anggota keluarga di tengah tugas-tugas

kantor yang menuntut komitmen tinggi

tentunya tidak mudah. Namun, Etty

memiliki kiat sendiri.

Tanggung jawab dan

tugas-tugas kerja

merupakan

tantangan

yang harus

dihadapi

baik sebagai

karyawan

dan istri

serta ibu

sekaligus.

Agar

berjalan

Kiat Merawat Kualitas Relasi

- Komunikasi dan saling memperhatikan (care) diantara anggota keluarga sangatlah

penting.

- Meskipun waktu bertemu sehari-hati terbatas, diusahakan komunikasi tetap

berlangsung dengan baik melalui gadget. Mereka punya WA group keluarga.

- Worklife balance harus ditanamkan dan weekend adalah waktu bagi keluarga.

- Usahakan setiap weekend ada acara bersama, baik masak dan makan bersama di

rumah, nonton bareng dll.

- Jika masing-masing anggota sudah punya acara, usahakan ada momen untuk

berkumpul, baik sebelum pergi atau pada malam hari. Ini waktunya untuk share

cerita atau pengalaman sehari-hari.

8 INTEGRASI OJK

Etty Retno Wulandari

Deputi Komisioner Manajemen Strategis 1A


SOROT

Kiat Menyeimbangkan Keluarga dan Karir

- Mencoba hal baru agar tidak jenuh, dengan menjajal kuliner baru, mendatangi

pameran, dan gathering keluarga

- Merencanakan dan mengelola kegiatan bersama keluarga sepekan kedepan agar

semua ikut terlibat

- Perencanaan aktivitas keluarga dan pekerjaan kantor diatur lebih awal, sehingga

kegiatan dapat diikuti dengan baik. Jika ada yang mendadak, maka diselesaikan

dengan pengertian dan keterbukaan.

- Memberikan pujian jika anggota keluarga meraih sukses, dan mendukung penuh

saat mereka mengalami kesulitan.

Listyati Achwas

Kepala Departemen Pengelolaan

Sistem Informasi

Kepercayaan, Keterbukaan dan

Saling Mengisi

Cerita penuh inspiratif juga datang dari

Kepala Departemen Pengelolaan Sistem

Informasi Listyati Achwas. Ibu dari

anak semata wayang bernama Ratih

Paramita Sari yang telah meraih master

ini memiliki pengalaman bagaimana

berperan ganda, sebagai ibu dan

sekaligus berkarir menggeluti sistem

informasi di OJK.

Dukungan penuh dari suami dan

anaknya begitu disyukuri oleh

Listy. ‘’Kami sekeluarga sangat

mengutamakan kepercayaan,

keterbukaan dan saling mengisi,’’

katanya. Meskipun awalnya muncul

konflik batin karena kurangnya waktu

untuk keluarga, namun dengan

komunikasi, saling melengkapi, dan

berkomitmen dalam menjalankan

fungsi keluarga maka terciptalah

saling mendukung dalam karir masingmasing.

Agar berjalan baik, Listy pun

mengusahakan waktu yang berkualitas,

baik untuk keluarga dan kantor. Hari

Senin sampai Jumat adalah waktu

bekerja. Jika tidak ada tugas, maka

Sabtu, Minggu dan hari libur adalah

waktu kumpul bersama keluarga. Bisa

dipakai untuk refreshing, jalan bersama

atau pengajian keluarga besar.

Kalaupun harus menyelesaikan tugas

kantor di rumah, maka dikerjakan

sambil santai bersama keluarga,

seperti ngobrol, mendengarkan

musik, atau nonton TV bersama.

Menurut Listy, komunikasi yang baik

adalah kunci untuk menumbuhkan

pengertian. Terutama saat ada

protes atau complain dari anggota.

Ia memanfaatkan kemajuan

teknologi untuk berkomunikasi dan

menghilangkan keterbatasan.

Hadir Memberi Solusi dan

Mengapresiasi

Meski disibukkan dengan berbagai

tugas dan kegiatan kantor, Kepala

Departemen Penelitian dan

Pengaturan Perbankan Trisnawati

Gani selalu berusaha dekat dengan

keluarga. Hal itu dilakukan semata

agar anak-anaknya mendapatkan

apa yang menjadi cita-cita mereka.

Lulusan Sarjana Ekonomi Manajemen

Universitas Sriwijaya ini pun begitu

mensyukuri 30 tahun karirnya.

Karena seiring dengan itu, ia dapat

mengantarkan dua anaknya, masingmasing

menuntaskan pendidikan

master bidang IT di National

University of Singapore dan sarjana

Teknologi Industri di ITB.

Sejak awal berumah

tangga, menurut Trisna,

suaminya telah memberi

dukungan penuh untuk

berkarir. Dukungan

paling penting,

imbuhnya,

adalah

keluarga

yang

memahami

dan tidak

banyak

complain atas

tiga perannya

sakaligus,

ya sebagai

isteri, ibu rumah tangga, dan wanita

karir. Pengertian dari seluruh anggota

keluarga, nampak ketika ia merawat

dan mendidik anak-anak. Waktu

bersama yang terbatas pun ia ganti

dengan quality time yang tinggi.

Dukungan nyata suami, menurut Trisna

dibuktikan saat perannya sebagai ibu

tidak bisa optimal, seperti saat sibuk

dengan tugas lain di rumah atau perlu

istirahat. ‘’Demikian pula dengan anakanak

yang sejak kecil sudah mandiri

dalam belajar, karena terkadang saya

tidak bisa mendampingi dan membantu

mereka,’’ ujarnya.

Akan tetapi meskipun sibuk, Trisna

berusaha memegang komitmen penuh

agar apa yang menjadi tanggung

jawabnya mendapat prioritas utama.

Pekerjaan kantor selalu diselesaikan

sebelum pulang, sehingga di rumah ia

bisa mencurahkan perhatiannya untuk

keluarga. Hari libur pun menjadi waktu

istimewa yang selalu dioptimalkan, baik

dalam hal berkomunikasi, melakukan

aktivitas di rumah dan di luar rumah,

serta merancang liburan bersama.

Lalu meskipun ada di tempat yang

jauh, ia tetap berusaha untuk tidak

terpisahkan dari keluarga. Caranya

dengan menjalin komunikasi untuk

mengetahui keberadaan dan

kegiatan anak-anak. Jika ada

persoalan yang dihadapi

anak-anak, ia tidak segan

mencarikan solusi. Saat

anak-anak meraih

sukses, ia pun

tidak segan untuk

mengapreasiasi. Ia

juga berusaha hadir

di momen istimewa,

seperti ulang tahun,

ikut tes masuk, ikut

kompetisi dan lainnya.

Trisnawati Gani

Kepala Departemen Penelitian

dan Pengaturan Perbankan

EDISI 15 # APRIL 2016

9


SOROT

Energi Kartini Untuk

Partner Perubahan

Dalam dua tahun terakhir

ini, Change Partner (CP)

menjadi bagian penting dalam

mempercepat jalannya perubahan di OJK. Hal

itulah yang dialami oleh Theresia Septrina

Tobing dalam usahanya membawa perubahan

budaya di Departemen Hukum. Peminat

travelling dan photography ini, sehari-hari

berkutat dengan tugas untuk melakukan

harmonisasi atas peraturan dan

memberikan pendapat hukum atas

permasalahan di bidang manajemen

strategis, edukasi perlindungan

konsumen serta audit internal

dan manajemen risiko.

Awalnya, saat dipercaya

menjadi CP di lingkungan

Satuan Kerjanya (Satker),

Theresia

lulusan Fakultas Hukum

Universitas Sumatera Utara Medan

ini begitu bangga. Namun setelah itu, Tere

begitu sapaan akrabnya sadar bahwa ada

konsekuensi yang harus dihadapi seorang CP.

Di depan mata ia menemukan lingkungan

kerja yang sangat rentan oleh perbedaan

budaya karena keragaman latar belakang

pegawainya. Tantangan selanjutnya adalah

adanya persepsi bahwa perempuan sulit

eksis, terlebih menjadi yang terdepan dalam

mengelola perubahan budaya di lingkungan

Satkernya.

Seiring waktu dengan dukungan kolega

dan pimpinannya, serta sharing informasi

dari CP dari Satker lainnya, Tere menemukan

cara terbaik untuk menyebarkan virus

positif program perubahan budaya yang

menjadi komitmen setiap pimpinan Satker

di lingkungan OJK. ‘’Terbukti keberadaan

sebagai CP perempuan bukanlah halangan

namun justu memberikan motivasi

lebih,’’ katanya. Ia merasa harus dapat

lebih kreatif dalam menyalurkan ide dan

mengimplementasikan program perubahan

budaya di Departemen Hukum.

Hal pertama, Tere mengubah

image Departemen Hukum dari

yang semula kaku menjadi ramah.

Agar terjadi perubahan image, ia

mendorong setiap Insan OJK di

Satkernya menjadi pribadi yang

lebih terbuka. Bersama Timnya, ia

merombak “wajah” persidangan yang

dingin dan kaku dengan sisi pop dan

melankolis Insan OJK. Hal itu nampak

dari pembacaan putusan pengadilan

oleh para hakim, pembacaan puisi,

dan flash mob.

Dalam mengimplementasikan

program budaya Satkernya, Tere

merasakan keterbatasan berupa

ruang kerja yang terpisah dan

ritme pekerjaaan di masingmasing

Direktorat. Kedepannya,

ia memiliki harapan, antara lain:

ada integrasi dalam bidang

pengaturan dan penegakan

hukum di sektor jasa

keuangan, meminimalisir

ego sektoral, serta

membawa citra baru

Departemen Hukum sebagai garda

terdepan pengaturan dan penegakan

hukum di sektor jasa keuangan.

Pengalaman serupa juga dialami oleh

Rochma Hidayati, yang sehari-hari

menyusun pengaturan terkait

aspek prudensial bagi industri

perbankan serta melakukan

sosialisasi dan desinimasi

terkait pengaturan perbankan.

Sebagai CP di Satkernya, ia

merasa bangga sekaligus

tertantang untuk

membuktikan bahwa

perempuan memiliki

kesempatan yang

sama dengan laki-laki. Kaum perempuan

pun mempunyai peran signifikan sebagai

motor penggerak perubahan di organisasi.

Toh ada hambatan yang ia

rasakan saat menjadi mitra perubahan

di Satkernya. Yang terbesar adalah

bagaimana mempertahankan semangat

dan tetap fokus pada pelaksanaan

program budaya. Untuk menjawab

tantangan itu, pertama yang ia lakukan

adalah membuka tawaran kepada Insan

Rochma

Kiat Perubahan Budaya Kerja

Mendorong peran aktif Pimpinan Satker

karena keterlibatannya dapat memotivasi

seluruh Insan OJK di Satkernya.

Menyusun dan mengimplementasikan

kegiatan yang menarik, seperti NOVUM

(Nonton Film Hukum) yang dibarengi

dengan pemberian gelar pegawai terbaik,

dan EDAMAME (English Day Rame2)

setiap Jumat pagi.

Seluruh rangkaian kegiatan program

budaya harus dari, oleh, dan untuk setiap

Insan OJK di Satkernya.

OJK untuk menjadi Change Agent (CA).

Siapapun yang berminat, memiliki energi

dan daya kreatifitas dapat mengarahkannya

kepada kegiatan positif.

Keputusan Rochma untuk tidak

menunjuk seseorang, adalah semata-mata

mengajak orang-orang yang memiliki

passion untuk sama-sama menjalankan

program perubahan. Bekerjasama dengan

orang-orang yang memiliki passion yang

sama, menurut Rochma sangat mendukung

suksesnya suatu program. Disadari dan sulit

dihindari bahwa semangat melakukan

perubahan serta menjalankan program

terkadang mengalami up and down.

Untuk mensiasati hal tersebut

para CA dan CP perlu

saling menyemangati

dan mencari ide-ide

perubahan yang kreatif.

Untuk menjaga agar

program nasional dan

program spesifik dilaksanakan dengan baik

dan berkesinambungan, menurut Rochma

diperlukan kiat-kiat tertentu. ‘’Diantaranya

dengan mengemasnya secara menarik,

menyenangkan, adanya reward, mencari

waktu yang sesuai agar dapat diikuti

oleh Insan OJK semaksimal mungkin, dan

terakhir program dirasakan memberikan

kontribusi positif baik kepada individu

maupun Satker,’’ pungkas Rochma.

10 INTEGRASI OJK


Privilege Insan

Wanita di OJK

RILIS

Dalam suatu perusahaan, sumber daya

manusia (SDM) menjadi aset yang

sangat penting dalam pelaksanaan

kegiatan operasional di organisasinya

tersebut. Oleh karena itu, sudah selayaknya

terdapat peraturan yang mengatur hak-hak

SDM di dalamnya. Sama halnya dengan di

OJK, SDM mendapatkan perhatian khusus

terutama mengenai hak yang diperoleh oleh

setiap Insan OJK.

Di OJK, jumlah Insan OJK wanita dan pria

cukup seimbang. Insan OJK wanita sebesar

44,8% atau hampir setara dengan jumlah

Insan OJK pria. Dengan demikian dapat

dilihat bahwa OJK memberikan kesempatan

yang sama terhadap wanita untuk berkarir.

Dalam melakukan sistem pemenuhan

SDM, baik internal maupun eksternal, OJK

menerapkan prinsip equal treatment bagi pria

maupun wanita.

Sebagai contoh, pemenuhan SDM

eksternal OJK pada tahun 2015 bagi pegawai

tata usaha dan staf, memiliki persentase

jumlah calon pegawai wanita masing-masing

sebesar 70% dan 53%. Hal ini mencerminkan

bahwa dalam proses pemenuhan SDM, OJK

tidak memberikan perlakuan yang berbeda

antara peserta rekrutmen berjenis kelamin

pria atau wanita.

Pada dasarnya, secara umum hak

dan kewajiban bagi SDM wanita dan pria

adalah sama. Seperti dalam hal pengaturan

jam kerja, lembur, cuti, pengupahan, dan

jaminan sosial. Namun, dirasa harus adanya

perlindungan yang sifatnya khusus untuk

SDM wanita dikarenakan SDM wanita

sangat rentan mendapati dirinya berada di

situasi kerja yang tidak aman. Seperti kurang

diperhatikan dalam hal kesejahteraan dan

seringkali mendapatkan perlakuan di bawah

SDM pria. Di OJK, hal ini menjadi salah satu

perhatian khusus, sehingga OJK memberikan

hak-hak tambahan yang dikhususkan untuk

Insan OJK wanita.

Dispensasi waktu kerja bagi

Insan OJK yang hamil

Pemberian dispensasi waktu kerja

bagi Insan OJK wanita yang hamil diatur

dalam Surat Edaran Dewan Komisioner

(SEDK) Nomor 18/SEDK.02/2015 tentang

Pelaksanaan Tata Tertib dan Disiplin Pegawai

OJK. Pegawai wanita yang telah menjalani

kehamilan selama 7 (tujuh) bulan atau lebih

dapat diberikan dispensasi waktu kerja oleh

line manager atau pemimpin Satuan Kerja

berdasarkan surat keterangan dokter/bidan.

Dispensasi waktu kerja yang diberikan adalah

bekerja selama 7 (tujuh) jam sehari (tidak

termasuk waktu istirahat).

Berikut ini sejumlah fasilitas yang

diberikan untuk Insan OJK wanita:

Cuti melahirkan

Pemberian cuti melahirkan bagi insan

OJK wanita yang hamil diatur dalam SEDK

Nomor 7/SEDK.02/2015 tentang Perubahan

Atas SEDK Nomor 8/SEDK.02/2014 tentang

Cuti Pegawai OJK. Untuk keperluan

persalinan, Insan OJK yang hamil berhak

atas cuti melahirkan selama 3 (tiga) bulan

dengan pelaksanaan paling cepat 1 (satu)

bulan sebelum perkiraan tanggal persalinan

sampai dengan 2 (dua) bulan setelah tanggal

persalinan berdasarkan surat keterangan

dari dokter spesialis kandungan atau bidan.

Cuti melahirkan yang diberikan bagi Insan

OJK yang hamil tidak mengurangi hak cuti

tahunan dan hak cuti besarnya.

Pemeriksaan kesehatan bagi

Insan OJK wanita

Pemeriksaan kesehatan berkala bagi

insan OJK wanita diatur dalam PDK Nomor

16/PDK.02/2015 tentang Perubahan Ketiga

Atas PDK Nomor 5/PDK.02/2013 tentang

Tunjangan Pendukung Operasional, Tunjangan

Fasilias, Asuransi, dan Dana Pensiun Bagi

Pegawai dan Pensiunan Pegawai OJK. Fasilitas

pemeliharaan kesehatan dalam bentuk

pemeriksaan kesehatan berkala (medical

check-up) diberikan setiap tahun bagi Insan

OJK wanita setingkat Kepala Subbagian ke

atas dan stk. Sedangkan, untuk Staf ke bawah

yang berusia paling sedikit 40 tahun, saat

ini juga sedang dikembangkan ketentuan

mengenai pemberian fasilitas pemeliharaan

kesehatan lainnya bagi Insan OJK wanita,

antara lain pemeriksaan deteksi dini penyakit

seperti pap smear dan mammografi.

Jenis Pegawai Pria Wanita % Jumlah Wanita

PCS 1 209

PCS 2

101

PCT

78

PCP 1

6

PCP 2

5

Total Seluruh

2016

Pegawai

281

113

179

34

1

1636

57%

53%

70%

15%

17%

44,8%

Sumber: SIMFOSIA (data per 8 April 2016)

EDISI 15 # APRIL 2016

11


AKSI

Change Leader

Forum 2016

“Mewujudkan Otoritas

yang Melayani”

OJK secara kelembagaan berada

dalam dinamika perubahan yang

tinggi, baik secara internal maupun

eksternal. Sebagai organisasi yang baru

lahir, OJK masih mencari bentuk terbaik

agar mampu berkontribusi secara optimal

kepada masyarakat sesuai dengan taglinenya

better, faster dan cheaper. Disisi lain,

tantangan yang tak kalah besar juga hadir

dari lingkungan eksternal.

Tingginya ekspektasi masyarakat terhadap

kinerja OJK dalam mengawal sektor jasa

keuangan, menuntut Insan OJK untuk

bekerja cerdas dalam mentransformasikan

hal-hal yang biasa menjadi sesuatu yang luar

biasa melalui paradigma service excellence.

Untuk memperkuat komitmen dari para

Pemimpin OJK, Direktorat Manajemen

Perubahan menyelenggarakan Change

Leader Forum 2016 pada Sabtu 2 April lalu.

Acara ini diikuti oleh Top Level Management

di OJK mulai dari Anggota Dewan

Komisioner, Deputi Komisioner, Kepala

Departemen, Kepala Kantor Regional dan

Kepala Kantor OJK dari seluruh Indonesia.

Sesuai tema CLF 2016 yaitu “Mewujudkan

Otoritas yang Melayani”, kegiatan ini

bertujuan agar leaders di OJK berparadigma

yang sama dalam membentuk karakter Insan

OJK yang lebih melayani dan menjadi solusi

bagi masyarakat. “Kita memiliki mimpi suatu

saat nanti OJK akan menjadi benchmark bagi

pelayanan publik di Indonesia. Kita patahkan

mitos bahwa selaku otoritas dan selaku

birokrat kita terbiasa dilayani dan tidak

mampu melayani,” kata Wakil Ketua Dewan

Komisioner dalam sambutannya.

Acara dari pagi hingga sore yang dipandu

oleh Tommy Sujarwadi, Head of Franklin

Covey Indonesia, berjalan sangat menarik.

Ia memoderatori sesi diskusi dengan para

praktisi di bidang service dan mengatur

jalannya sharing dari tujuh Kepala

Departemen mengenai tantangan dalam

melaksanakan program perubahan.

Pelaksanaan program budaya, menurut

Kepala Departemen Penyidikan Sektor Jasa

Keuangan Rusli Nasution harus

diimplementasikan dengan penuh semangat

dan komitmen yang tinggi. Berbagai perilaku

melayani stakeholders yang distandarkan

oleh OJK harus diinternalisasikan dalam diri

Insan OJK dan disosialisasikan di berbagai

forum pertemuan. ‘’Tidak mudah memang,

namun mulailah dari diri sendiri untuk peduli

dan bertindak nyata sehingga kedepannya

menjadi lebih baik,’’ imbuhnya.

Menurut Kepala Departemen Hukum

Sudarmaji pendekatan yang unik untuk

melakukan perubahan sangat diperlukan.

Hal itu dilakukan agar perilaku perubahan

mudah diingat, terinternalisasi dan

terimplementasi dengan baik. Program

budaya pada Departemen Hukum memiliki

13 program budaya kerja dengan mengambil

jargon sehari-hari di bidang hukum. ‘’Misalnya

SSPT (Senyum Sapa Pada Teman), KASUS

(Kenakan pAkaian seSUai Standar dan

YUDIKATIF (Yoga untuk Diri bIar lebih AkTIF),’’

bebernya.

Apapun kondisi dan tantangan yang muncul,

menurut Kepala Departemen DPB2 Ariastiadi

proses perubahan pada dasarnya mengacu

pada nilai-nilai budaya OJK INPRESIV.

‘’Untuk 2016 ada empat prioritas yang

menjadi komitmen bersama di DPB 2, yaitu

membangun suasana kerja yang gembira;

memperkuat nilai strategis OJK yaitu

sinergi, inklusif dan visioner; meningkatkan

kompetensi SDM, dan mengakselerasi jarak

pengalaman SDM menjadi lebih dekat,’’

bebernya.

Menurut Kepala Departemen PM1A Gontor

R Azis pengalaman pernah berada dalam

lingkungan yang resisten, apatis bahkan

against terhadap program budaya merupakan

guru paling berharga. Sehingga, ia bisa

memahami bagaimana sulitnya melakukan

perubahan. ‘’Oleh sebab itu, kami merasakan

betul manfaat program budaya OJK ini.

Apresiasi saya yang tinggi kepada rekanrekan

Departemen Perencanaan Strategis

dan Manajemen Perubahan dan juga Dewan

Komisioner,’’ tutupnya. [FANUR RACHMAN]

Rusli

Nasution

Sudarmaji

Ariastiadi

Kepala Departemen Penyidikan

Sektor Jasa Keuangan

Kepala Departemen Hukum

Kepala Departemen Pengawasan

Bank 2

Moch.

Ihsanuddin

Gonthor

R. Azis

Anto

Prabowo

Hidayat

Prabowo

Kepala Departemen Pengawasan

IKNB 1B

Kepala Departemen Pengawasan

Pasar Modal 1A

Kepala Departemen Perlindungan

Konsumen

Kepala Departemen Manajemen

Risiko dan Pengendalian Kualitas

12 INTEGRASI OJK


Mengenal Aplikasi Terintegrasi

SIJINGGA

INOVASI

Apa itu SIJINGGA?

SIJINGGA adalah kependekan dari

Sistem Informasi Perizinan Lembaga Jasa

Keuangan Non Bank (LJKNB). Sistem

informasi ini memuat database profil

pelaku seluruh LJKNB yang diawasi oleh

OJK dan sekaligus merupakan aplikasi

yang mengelola perizinan (LJKNB), baik

yang berupa individu maupun lembaga.

Pembuatan aplikasi ini dilatarbelakangi

komitmen OJK untuk memberikan

pelayanan perizinan yang lebih baik kepada

industri sekaligus terwujudnya manajemen

perizinan dan database profil LJKNB

yang terintegrasi yang mendukung fungsi

pengawasan OJK terhadap LJKNB.

A

Feature-Feature SIJINGGA

B

Informasi persyaratan dokumen

perizinan. Pemohon akan lebih mudah

mempersiapkan dokumen yang harus

disampaikan kepada OJK .

C

Adanya Form Assessment, sehingga

perusahaan dapat mengevaluasi terlebih

dahulu dokumen sebelum disampaikan

kepada OJK.

Adanya menu tracking system, dimana

perusahaan dapat memantau status

permohonan yang telah disampaikan.

Siapa Target Pengguna

SIJINGGA?

Aplikasi SIJINGGA ini ditargetkan

akan digunakan untuk seluruh proses

perizinan di IKNB. Adapun pada tahap

awal implementasi, pada 2016 aplikasi ini

ditargetkan digunakan oleh Perusahaan

Asuransi, Perusahaan Pembiayaan dan Dana

Pensiun. Kedepannya OJK akan melakukan

coaching clinic bagi perusahaan yang

membutuhkan pelatihan lebih lanjut.

D

Komunikasi dilakukan secara online melalui

aplikasi sehingga mengurangi interaksi

secara face to face yang memakan waktu.

Langkah Pengajuan

Permohonan Perizinan

Perusahaan menyampaikan

permohonan disertai kelengkapan

dokumen kepada OJK melalui TU

OJK

Contoh Menu SIJINGGA

Menu Login bagi Perusahaan yang telah

melakukan registrasi adalah sebagai berikut:

Pemohon menerima tanda terima

permohonan dari TU OJK

Berdasarkan tanda terima dari

TU OJK, Pemohon mengajukan

permohonan secara online disertai

meng-upload dokumen permohonan

melalui aplikasi e-licensing

Pemohon dan OJK berkomunikasi

melalui aplikasi

OJK menyampaikan Keputusan/

persetujuan melalui aplikasi

e-licensing, hardcopy dikirim kepada

pemohon. [PARAMITA AGUSTINA]

EDISI 15 # APRIL 2016

13


KEKINIAN

Kubikal Green Office

Sentuhan Kaum

Feminin

K

enyamanan ruang kerja menjadi

satu diantara sejumlah faktor

mendukung kinerja pegawai

di kantor. Dalam kurun empat tahun ini

revolusi besar-besaran terjadi di ruang kerja.

Sejumlah perusahaan men-setting ulang

interior kantornya sesuai dengan kebutuhan

dan filosofi kerja perusahaan. Bagaimana

dengan OJK? Sentuhan feminin di kubikal

ternyata memberi warna tersendiri.

Jika masuk dan melintas di

ruangan Satuan Kerja

Departemen Pengawasan

Bank 2 (DPB2) Anda

akan disuguhi

beragam ‘’taman

kota mini’’ di

sejumlah kubikal

yang ada.

Pemandangan

langka itu sudah ada

sejak dua tahun terakhir

ini. Hal itu, menurut Deputi

Direktur DPB2 Bagian Pengawas

Bank Eksekutif Nurlina Rumonda

Tambunan, bermula dari digelarnya

lomba Green Office antar Tim pada 2014

lalu. ‘’Lomba itu memacu teman-teman di

setiap Tim untuk merapikan lingkungan

kerjanya,’’ ujar Monda.

Inspirasi melakukan sentuhan feminim

itu, ungkap Monda, semata-mata datang

dari keinginan teman-teman di DPB2 yang

menghendaki lingkungan kerja menjadi

lebih asri, nyaman, dan juga “comfy”,

sehingga teman-teman pun menjadi

lebih betah dan nyaman berada di kantor.

‘’Untuk itu kami selaku KMP di DPB2 perlu

memodifikasi kondisi lingkunga kerja. Cara

yang paling cepat, mudah dan efektif adalah

dengan meng”hijau”kan ruangan, sehingga

ruangan akan memberikan suasana lebih

segar, fresh dan live,’’ bebernya.

Meskipun tidak ada PIC yang ditugasi

memantau kerapihan kubikal, namun

program berjalan cukup meriah. Menurut

Monda, beruntung Kelompok Mitra

Perubahan (KMP) di DPB2 memiliki para

Change Agent Program OJK Ramah yang

anggotanya berisikan perwakilan dari

masing-masing Tim yang ada di DPB2.

‘’Sehingga setiap ada program yang

dicanangkan oleh KMP, dengan melalui

para Change Agent program-program itu

akan terdiseminasi secara utuh ke masingmasing

Tim,’’ katanya. Dengan demikian,

semua Insan OJK di DPB2 dapat mengetahui

adanya pencanangan kegiatan dan

ikut berpartisipasi di dalamnya.

Menurut Monda secara

personal manfaat

yang dapat dipetik

dari perubahan

di kubikal dan

lingkungan

kerja adalah

suasana menjadi

lebih asri dan

nyaman. ‘’Hal tersebut

dapat memperbaiki mood,

dan secara otomatis akan

meningkatkan kreativitas dalam

bekerja,’’ ujar penghobi travelling dan

fotografi itu. Sedangkan manfaat bagi rekan

satu ruangan atau satu Tim, imbuhnya,

adalah hubungan kerja menjadi lebih

harmonis dan kompak. Hal itu mengingat

pelaksanaan kegiatan Green Office yang

dilakukan secara bergotong royong antar

semua anggota tim. ‘’Termasuk pengadaan

tanaman dengan biaya swadaya dari seluruh

anggota Tim,’’ katanya.

Melihat dampaknya yang luar biasa, maka

perubahan untuk menciptakan lingkungan

kerja yang bersih, asri dan nyaman tersebut

akan dilakukan secara berkelanjutan.

Meskipun di tahun 2016 ini DPB2 tetap

akan berciri ‘’green office’’, akan tetapi

lomba Green Office antar Tim tidak akan

dilakukan setiap tahun, melainkan menjadi

program dua tahunan. Hal itu, diputuskan

dengan pertimbangan para Insan DPB2

sudah semakin aware dan involved

untuk senantiasa menjaga keasrian dan

kenyamanan lingkungan.

[LYDIA FABIOLA MANURUNG]

Kriteria Penilaian

Green Office

Kriteria Penilaian Green Office

Kerapihan dan kebersihan

Keindahan lingkungan

Kenyamanan

Memiliki jargon bertema

penghijauan

Langkah Memodifikasi

Green Office

Menempatkan tanaman hijau yang

dapat hidup di lingkungan indoor

atau tidak membutuhkan banyak

sinar matahari, seperti kaktus, lidah

mertua, anggrek dsb.

Tanaman berukuran cukup besar

menggunakan jenis tanaman

artificial. Tujuannya agar media

tanam berupa tanah tidak

mengotori ruangan.

Tanaman di atas meja memakai

kaktus ataupun terarium

(tanaman dalam kaca) yang tidak

membutuhkan media tanah. Ini

dilakukan agar tidak ada serangga

di meja kerja,

Apabila memakai batu-batuan untuk

hiasan, maka karpet atau lantai

akan dilapisi plastik terlebih dulu,

agar lingkungan kerja tetap bersih.

14 INTEGRASI OJK


Well Grooming di

Hati Insan OJK

KEKINIAN

Pilihan dan cara berpakaian menunjukkan jati diri seseorang.

Dalam dunia bisnis hal-hal yang terkait dengan pakaian,

seperti seragam dan pakaian wajib menjadi bagian dari

identitas korporasi. Bahkan banyak korporasi menerapkan ketentuan

mengenai well grooming untuk meningkatkan performa dan

produktivitas. Oleh sebab itu, well grooming kini sudah menjadi

tuntutan dalam bekerja. Bagaimana Insan OJK berpenampilan well

grooming?

Marlina Sihite - Departemen Penyidikan

Sektor Jasa Keuangan

Untuk well grooming, dirinya lebih

berusaha untuk tampil bersih,

rapi, wangi, sopan dan pantas.

Rambut tersirir rapi, sepatu

dan tas tidak selalu harus

mahal, yang penting

nyaman dan tidak

mengganggu ketika

mobile bekerja. Sarjana hukum yang suka

travelling itu selalu menjaga hal tersebut

di setiap suasana. Menurutnya, standar

penampilan di OJK sudah diatur dalam SEDK

mengenai standar penampilan pegawai.

Namun perlu sosialiasi kembali untuk

mengingatkan.

‘’Perlu diadakan kelas khusus, seperti beauty

class, training kepribadian di OJK dengan

konsultan khusus untuk update informasi

terbaru tentang penampilan,’’ katanya.

Sebelum berangkat ke kantor, ia selalu

mengawalinya dengan doa dan niat untuk

melakukan yang terbaik bagi OJK. ‘’Saya

berharap seluruh Insan OJK bisa tampil lebih

grooming karena selalu berkomunikasi dan

berinteraksi dengan Industri Keuangan,’’

kata perempuan yang terinspirasi oleh

penampilan Sri Mulyani dan Miranda

Gultom itu.

Merli Indriati - Departemen Logistik

Bagi Merli, grooming selain penampilan fisik

luar, juga lebih dipengaruhi oleh kebersihan

diri dan kepribadian yang baik. Penampilan

yang rapi dan bersih dapat ditunjang

dengan pakaian kerja yang sopan, serasi

dan tidak berlebihan. Selama ini langkah

untuk memonitor, memberi saran, dan

penilaian karyawan terkait well grooming

sebagai bagian dari pengembangan budaya

dan perubahan di OJK sudah baik.

Menurut peraih gelar master bidang

Manajemen Sistem Informasi ini,

penampilan well grooming sudah ia

lakukan sejak menjadi dosen di kampus.

‘’Agar penampilan kita tidak terkesan

membosankan, perubahan itu dilakukan

secara periodik sejak saya bekerja di OJK,’’

katanya. Wanita yang suka baca

buku, travelling dan origami

ini meyakini bahwa apabila

kita yakin akan penampilan

diri sendiri, maka kita pun

akan merasa nyaman.

‘’When you look

good you feel good,’’

pungkasnya.

Riko Putra - Departemen Pengawasan

Pasar Modal 2A

Bagi Riko yang perlu dilakukan

terkait well grooming adalah

mengubah mindset kita

bahwa well groomed adalah

bagian tidak terpisahkan dari

cerminan kepribadian yang

baik dan kesan positif terhadap lingkungan

kerja. Selama di OJK, sepengetahuannya,

belum terdapat pelatihan khusus terkait

grooming secara OJK Wide.

Beruntung di Satkernya, Change Partner

bersama dengan Change Agent berperan

sebagai pengingat yang baik melalui

program perubahan standar penampilan.

Dalam melakukan perubahan, lulusan

Akuntansi UI ini lebih fokus pada

memperbaiki penampilan, pola komunikasi

dan etika dalam bekerja. ‘’Besarnya

perubahan disesuaikan dengan mengukur

keselarasan, nilai-nilai dan tata krama di

lingkungan kerja,’’ pungkas penghobi musik

dan renang itu.

Ety Elyati - Departemen Pengawasan

Bank 1

Bagi Ety grooming itu merupakan satu

kesatuan atau sebuah rangkaian dari pikiran,

perkataan dan perilaku. Ada tiga langkah

konkrit untuk mewujudkan penampilan

yang lebih grooming. Pertama, berniat baik

sehingga pikiran kita akan dipenuhi peluang

harapan yang tak berbatas.

Kedua, bertutur kata baik, karena tutur kata

merupakan doa dalam mewujudkan harapan

atau visi. Ketiga, berperilaku baik, seperti

tidak menyakiti pihak lain untuk menggapai

harapan pribadi, memahami uraian tugas

serta melaksanakannya dengan maksimal,

menghargai serta memperlakukan tamu

dengan baik.

Tiga hal itu disempurnakan dengan

packaging yang menarik, yaitu pakaian dan

tempat kerja yang rapi, bersih dan nyaman,

sehingga mereka yang berinteraksi dengan

Insan OJK akan respect dan terkesan.

‘’Bayangkan jika seluruh Insan

OJK melakukan tiga hal itu, betapa

dahsyat hasilnya. Rasanya tidak akan

sulit melahirkan para brand ambassador

OJK di tahun 2017,

sejalan dengan agenda

perubahan tahun ke-4

reaching the top,’’ beber

penghobi memasak dan

berkebun itu.

[KARTIKA SARI]

EDISI 15 # APRIL 2016

15


POIN

Piano Staircase

The wold's Deepest Bin

Perubahan, kini menjadi kata

yang sangat sering kita dengar

dan terkadang menjadi slogan.

Perubahan juga tak jarang membawa

kita pada suatu kondisi yang

dianggap “mudah diucapkan tapi sulit

dilaksanakan”. Belum lagi ditambah

dengan bumbu bahwa di setiap

perubahan pasti akan ada resistensi.

Persepsi ini seringkali membuat

orang enggan untuk berubah,

karena perubahan dianggap tidak

menyenangkan, kompleks, ruwet,

bahkan tak jarang menegangkan.

Benarkah perubahan itu sulit dan

menegangkan?

Pada September 2009, Volkswagen

Swedia bekerja sama dengan biro

iklan DDB Stockholm meluncurkan

kampanye pemasaran yang dianggap

sebagai salah satu kampanye paling

unik dan kreatif di dunia. Kampanye

ini disebut sebagai “The Fun

Theory”. Tujuan dari kampanye ini

sangat sederhana, yakni bagaimana

mengajak orang-orang berubah,

melakukan kebiasaan baik yang baru

dengan cara yang menyenangkan.

Volkswagen mendedikasikannya

pada perbaikan lingkungan hidup

di samping tentu saja secara tidak

langsung untuk mendongkrak image

VW sebagai produsen mobil yang

ramah lingkungan.

Volkswagen bersama dengan

DDB Stockholm awalnya ingin

membuktikan teori bahwa

kesenangan bisa mengubah perilaku.

Oleh karena itu mereka melakukan

beberapa eksperimen untuk menguji

apakah orang akan mengubah

perilaku sehari-harinya menjadi lebih

ramah lingkungan apabila dilakukan

dengan kelucuan dan humor.

Keduanya lantas mengaplikasikan

ide ini melalui video-video unik yang

diawali dengan klip Piano Staircase

dan The World’s Deepest Bin. Kedua

video ini yang diikuti dengan videovideo

lainnya bahkan menjadi viral di

dunia maya dan sudah ditonton oleh

jutaan orang melalui YouTube.

Piano Staircase adalah sebuah

fenomena dan sudah disaksikan

di Youtube oleh lebih dari 22 juta

orang di dunia! Video ini dibuat di

Odenplan, sebuah stasiun kereta

bawah tanah Stockholm yang

mengubah anak tangga menjadi tutstuts

piano yang apabila diinjak bisa

berbunyi layaknya piano. Percobaan

ini menawarkan pilihan kepada

penumpang untuk naik eskalator

atau mencoba “tangga piano” di

sebelahnya. Hasilnya, 66% orang

lebih memilih berjalan kaki menaiki

tangga piano sambil “bermain”

ketimbang menikmati eskalator yang

membuat “malas”.

Video lain, The World’s Deepest Bin

membuat orang-orang bersemangat

untuk membuang sampah ke dalam

tong yang dilengkapi dengan efek

suara seperti di film kartun sehingga

membuat lingkungan sekitarnya

menjadi jauh lebih bersih. Ide

membuang sampah juga terlihat di

video Bottle Bank Arcade. Anda akan

diberi skor apabila memasukkan botol

ke lubang-lubang yang disediakan.

Kita bisa menemukan banyak video

lucu lain yang berisikan ide kreatif

semacam ini di kanal Youtube

mereka.

The Fun Theory sudah berhasil

menginspirasi banyak individual

bahkan perusahaan dan organisasi

untuk menemukan cara baru

melakukan perubahan dengan

menyenangkan. Change is Fun!. Cara

inilah yang kita pilih dalam melakukan

perubahan dan membangun budaya

kerja OJK Way sebagai identitas Insan

OJK. Kita memilih “kesenangan” ini

dikarenakan berdasarkan banyak

survei, aktivitas menyenangkan akan

mendatangkan banyak manfaat

positif.

Salah satu dari survei tersebut baru

saja dirilis Maret 2016 oleh BringHR,

sebuah lembaga pengembangan

SDM di Inggris, yang bertajuk “It Pays

to Play“. Lembaga ini menemukan

fakta bahwa “bermain” di kantor

ternyata dapat meningkatkan

produktivitas dan kreativitas para

pekerja. 2000 responden di Inggris

diminta untuk menjelaskan apa yang

mereka maksudkan sebagai tempat

kerja yang menyenangkan. Ternyata

jawabannya adalah: “memiliki rekan

kerja yang membuat mereka merasa

nyaman untuk menghabiskan waktu

bersama” dan “menyelesaikan tugas

yang berhubungan dengan pekerjaan

dengan cara yang menarik dan

menyenangkan.”

“It Pays to Play“ telah membuktikan

bahwa fun nyatanya mendatangkan

keuntungan dalam pekerjaan.

Lihatlah, 62% pekerja yang terlibat

dalam aktivitas yang menyenangkan

tidak mengalami sakit berarti dalam

tiga bulan. Mereka yang lebih fun

merasa dirinya lebih kreatif (55%)

dan lebih berkomitmen pada

organisasinya (58%). Selain itu survey

juga mengungkapkan bahwa suasana

yang menyenangkan akan membuat

orang berusaha untuk berpikir out of

the box dan meraih pencapaian yang

lebih tinggi.

Kini saatnya kita membuat lingkungan

kerja yang lebih menyenangkan.

Manfaatkan program-program

budaya kerja OJK Way untuk

menemukan keseimbangan antara

pekerjaan dan kesenangan. Insan OJK

lebih banyak menghabiskan waktu

di kantor ketimbang di rumah. OJK

sudah menjadi rumah dan sesama

Insan OJK telah menjadi keluarga.

Akan jauh lebih produktif apabila kita

membangun aura yang positif dan

menyenangkan untuk kesuksesan

kita bersama dengan cara-cara yang

menyenangkan.[RIWIN MIRHADI]

16 INTEGRASI OJK


POIN

"Women are the largest untapped reservoir

of talent in the world”. Ucapan Hillary

Clinton terdengar berlebihan, namun

sangat layak untuk direnungkan. Apakah

benar wanita kurang memberikan warna

pada sejarah dunia ketimbang pria? Apabila

kita melihat hasil sensus dunia pada medio

2015, jumlah pria dan wanita berimbang.

Jumlah pria 3,6 miliar dan wanita 3,5 miliar.

Perbedaannya tidak mencolok, namun

apakah jumlah pemimpin wanita juga

sebanding dengan persentase tersebut?

Data United Nation Women

menggambarkan bahwa terjadi kenaikan

cukup signifikan dari jumlah wanita yang

masuk ke parlemen. Sejak tahun 1995 ke

tahun 2015 jumlah wanita di parlemen

ternyata meningkat dua kali lipat. Namun

demikian kenaikan dua kali lipat tersebut

hanya memberikan kontribusi sebesar 22%

jumlah wanita anggota parlemen di seluruh

dunia.

Dari sisi pemimpin negara, pada Juli

2015 tercatat 18 wanita yang memimpin

pemerintahan dan 11 wanita yang

memimpin negara. Total terdapat 1 dari

10 orang pemimpin negara yang wanita,

atau 10% dari total pemimpin negara. Data

ini menyajikan fakta bahwa wanita juga

banyak berperan dalam proses perubahan

di dunia.

Lalu, apakah wanita lebih lemah

dibanding pria dalam hal kepemimpinan?

Pada dasarnya terdapat perbedaan

karakteristik seorang pemimpin wanita

dan pria. Pertama, cara berpikir wanita

yang cenderung pada konsep dan lebih

menjalin hubungan, sedangkan pria

cenderung didasari oleh fakta. Kedua,

cara pengambilan keputusan wanita yang

fokus pada pencapaian sasaran sekaligus

mempertimbangkan penilaian orang lain,

sedangkan pria cenderung memfokuskan

pada hasil akhirnya. Ketiga, cara

menyampaikan pendapat wanita yang lebih

halus, peka, dan hati-hati, sedangkan pria

lebih tegas dan berterus terang.

Dari ketiga hal tersebut tampak bahwa wanita

dan pria memiliki karakteristik berbeda, namun

karakter itu dapat memberikan sentuhan

berbeda saat wanita menjadi pemimpin. Wanita

pemimpin memiliki sifat ganda, baik sifat

feminin dan sekaligus kekuatan ketegasan serta

ketegaran. Dengan demikian kepemimpinan

tidak menjadi milik kaum pria, wanita juga

memiliki peluang yang sama sesuai kondisi dan

situasi organisasi masing-masing.

Di OJK, wanita dan pria mendapat kesempatan

yang sama dan seimbang untuk menjadi

pemimpin. Hal tersebut dapat dilihat dari

jumlah Anggota Dewan Komisioner (ADK)

wanita yang berjumlah 3 orang dari total 9

ADK OJK. Para ADK tersebut selama ini telah

memberi warna terhadap pasar modal, edukasi

dan perlindungan konsumen, manajemen

resiko dan governance di OJK. Selain itu, kita

juga bisa melihat bahwa jumlah wanita yang

menduduki peranan penting dan strategis di

OJK juga cukup banyak. Dimulai dari adanya 4

wanita dari total 12 Deputi Komisioner, 12

wanita dari total 67 Kepala Departemen, serta

31 wanita dari total 112 Direktur. Dari data ini

tampak bahwa OJK memberikan peluang yang

sama terhadap wanita untuk memegang

peranan penting dan menjadi pemimpin.

Eksistensi OJK kedepannya tentu menjadi

tanggung jawab semua Insan OJK, namun kita

bisa lebih spesifik melihat bagaimana peranan

wanita yang akan menjadi calon pimpinan OJK

nantinya. Dari data terdapat 1.311 Insan OJK

wanita yang berada di bawah usia 40 tahun,

dimana usia ini dianggap sebagai usia produktif

dan calon pimpinan OJK di masa yang akan

datang.

Dari keseluruhan jumlah itu, terdapat 325 orang

wanita yang sudah menduduki posisi Kepala

Sub Bagian hingga Deputi Direktur. Dengan

adanya fakta ini, mengingatkan kita semua

bahwa keberhasilan OJK berada di tangan

para generasi muda. Sehingga diharapkan

agar semua insan OJK, khususnya wanita,

turut berperan dalam memajukan OJK dengan

menggali potensi dan kualitas yang ada di diri

masing-masing.

Pembangunan kultur melalui program perubahan

dan budaya Satuan Kerja di OJK juga tidak

terlepas dari sentuhan wanita. Tercatat 25

dari total 66 Change Partner adalah wanita.

Sementara itu, jumlah Change Agent sebagian

besar juga wanita. Dari mereka program

perubahan dan budaya kerja Satker bisa lahir dan

bergulir sesuai harapan. Mereka

sedang menulis sejarah

atas partisipasinya

untuk menjadikan OJK

institusi yang memiliki

program kultur dan

perubahan terbaik.

Dengan demikian

dalam hal

kepemimpinan

dan melakukan

perubahan,

wanita memiliki

peranan

yang tidak

kalah penting

dibandingkan

pria. Untuk

itu, Insan OJK

wanita harus

memperlihatkan

kualitas diri

dan kinerja yang

maksimal, agar

memiliki kesempatan

untuk bersaing

menduduki posisi

strategis dan penting di

OJK. Kini saatnya para

wanita terus berkarya, maju,

dan memiliki peran penting

dalam kepemimpinan.

Salam Inpresiv! [RUDI S.

SUSETYO dan AMANDA D.]

EDISI 15 # APRIL 2016

17


SOBAT

Kartini Gen-Y

Punya OJK

Bagi Cherry alangkah indahnya apabila semangat dan energi positif

mampu memberi perubahan signifikan. Gelombang perubahan yang

bermuara pada output lebih baik dan semua fungsi dalam tim dapat

berjalan optimal.

Dalam Heroic Leadership,

Chris Lowney kurang lebih

mengemukakan bahwa hal

esensial dari leadership adalah

bagaimana masing-masing dari

kita mampu memimpin diri

sendiri. Bagaimana kita mengatasi

kegamangan, kemalasan, egoisme dan

hal-hal yang meruntuhkan kakikat

kemanusiaan. Tanpa melakukan

perubahan mendasar itu siapapun akan

sulit untuk mempimpin dan menularkan

perubahan kepada orang lain.

Apa yang digarisbawahi Lowney,

nampak paralel dengan pengalaman

Kepala Subbagian Pemeriksaan

Transaksi dan Lembaga Efek III,

Departemen Pasar Modal 1B Bagian

Pemeriksaan Transaksi dan Lembaga

Efek, Cherry Riandiana dalam

memberikan semangat dan energi

positif di Satkernya. ‘’Proses kreatif

itu dimulai dari diri sendiri dan

berkembang menjadi kebiasaan seharihari

tanpa saya sadari, tetapi apa

yang saya lakukan sehari-hari ternyata

diperhatikan oleh rekan-rekan di

Satker,’’ katanya.

Menurut penghobi aktivitas olah

raga dan membaca ini, proses kreatif

tersebut terjadi secara alami. Ia selalu

bertindak positif dengan memberikan

respon yang baik terhadap lingkungan,

terkait pekerjaan maupun hal lainnya.

Contoh sederhana ketika hendak

menularkan energi positif dalam hal

berpakaian, maka ia berusaha untuk

berpakaian lebih rapi terlebih dahulu.

‘’Biarkan orang lain melihat keseharian

saya tanpa perlu mengajak secara

langsung untuk ikut berpakaian rapi,’’

ujarnya.

Menjaga Work Life Balance

Soal me-manage pekerjaan, ada

resep sederhana yang jadi pegangan

lulusan Universitas Padjadjaran

Jurusan Akuntansi itu, yakni

dengan tidak membeda-bedakan

pekerjaan. ‘’Karena, bagaimana

kita bisa menyelesaikan yang besar

jika yang kecil saja disepelekan,’’

katanya. Pekerjaan apapun, baik yang

merupakan tupoksi maupun yang adhoc,

semua harus dikerjakan dengan

baik.

Disamping itu diperlukan pembagian

waktu agar semua pekerjaan bisa

selesai dengan baik dan tepat waktu.

Tentunya fisik dan mental prima

dibutuhkan untuk menyelesaikan

seabrek tugas pekerjaan yang datang.

Untuk menjaga kebugaran tubuh,

Cherry memilih rutin berolahraga.

Minimal ikut olah raga yang dihelat

oleh OJK seperti senam zumba dan

yoga.

Baginya menjaga work life balance

sangatlah penting. Karena memutuskan

tetap bekerja semata-mata juga untuk

keluarga, maka perhatian kepada

keluarga maupun pekerjaan harus

seimbang. Oleh sebab itu, ia berusaha

untuk bekerja seefisien mungkin.

Dengan pulang tepat waktu, maka

kebersamaan dengan keluarga tidak

terganggu.

Menjadi Lebih Baik dari Dirinya

yang Kemarin

Demikian juga dalam bekerjaan, Cherry

berusaha untuk memberikan respon

dan bantuan yang cepat pada teman

yang membutuhkan. Urusan berbagi

ilmu dan pengalaman pun seperti aliran

air dari sumber mata air yang tidak

pernah kering.

‘’Jika ada ilmu baru, dengan senang

hati saya akan knowledge sharing

dengan rekan Satker,’’ imbuhnya.

Apalagi di OJK, bekerja di dalam tim

adalah sebuah keharusan. Oleh karena

itu, ia melakukan pekerjaan sebaik

mungkin, bukan untuk menjadi lebih

baik dari Insan OJK yang lain, namun

menjadi lebih baik dari dirinya yang

kemarin.

Hakikat bekerja menurut Cherry

bukanlah bersaing dengan rekan

kerja, karena sebenarnya rezeki itu

sudah ada yang mengatur. Demikian

juga soal berbagi ilmu, karena

sebaik-baiknya manusia adalah yang

bermanfaat bagi lingkungannya. ‘’Jadi

saya selalu menerapkan mari maju

bersama, dan mari saling membantu

untuk keberhasilan bersama, untuk

lingkungan kerja yang lebih nyaman

dan lebih baik,’’ bebernya.

Kemudian terkait keberhasilan suatu

Satker menuntaskan target bersama,

menurut Cherry kuncinya ada pada

komunikasi yang efektif antar sesama

anggota Satker, peran pimpinan, serta

transparansi atas semua kegiatan

Satker. Pimpinan menyayangi bawahan.

Bawahan menghargai atasan.

Pimpinan tidak menyalahkan pekerjaan

bawahan, tetapi mempertajam hasil

dari pekerjaan sehingga tercipta sinergi

positif. ‘’Komunikasi yang efektif juga

bukan selalu terkait dengan banyaknya

bicara, tetapi lebih kepada kemampuan

kita dalam mendengarkan,’’

pungkasnya. [LYDIA FABIOLA MANURUNG]

18 INTEGRASI OJK


TOKOH

Fun

Fearless

Female

Fira Basuki

T

- idak banyak orang yang mampu mengatasi

permasalahan hidup dengan meningkatkan

produktivitas. Namun Pemimpin Redaksi Majalah

Cosmopolitan Indonesia yang juga merupakan penulis

dan pelukis ini mampu melakukannya dengan baik. Fun

fearless female sesungguhnya.

Fira Basuki membuktikan bahwa inspirasi bisa datang

kapan dan dimana saja. Kisah percintaan dengan suami,

mendiang Hafez Agung Baskoro, dia tuangkan ke dalam

sebuah film layar lebar berjudul ‘’Cinta Selamanya’’.

Menikah pada 25 November 2011, empat bulan kemudian

yaitu pada 14 Maret 2012, dia harus merelakan sang

suami meninggal akibat serangan jantung. Dalam kondisi

hamil trisemester pertama, Fira tabah menghadapi

musibah yang menimpanya.

“Saya bangkit karena belum sebulan setelah kepergian

almarhum suami saya sudah dihadapkan dengan tugas

kantor yang mengharuskan saya pergi ke Madrid untuk

acara Cosmic (pertemuan seluruh editor dan tim bisnis

Cosmopolitan seluruh dunia) yang tidak bisa diwakilkan.

Saya pikir, saya sedih pun dunia akan terus berputar

tanpa saya. Jadi mending saya menjadi bagian dari dunia.

Menulis buku jadi terapi penyembuhan kesedihan saya,

dalam hal ini buku memoar Fira dan Hafez,” tutur Ibu dua

anak ini.

Memacu Karir

Sebelum menuangkan kisah cintanya ke film, rekam

jejak Fira di dunia sastra Indonesia tidak bisa dipandang

sebelah mata. Lebih dari 25 buku berhasil ia tulis dengan

apik.

Jika orang kebanyakan menghindari pekerjaan ketika

sedang stres, tidak demikian dengan wanita lulusan

Pittsburgh State University, Amerika Serikat ini.

Setelah menghabiskan waktu berjam-jam di kantor,

sesampainya di rumah, ia masih kembali menulis.

Baginya menulis adalah kebutuhan. Sama seperti

makan, minum bahkan bernapas, jika tidak menulis ia

akan blingsatan. Wanita vegetarian ini menambahkan,

kebiasaan membaca dan menulis dapat membuat orang

awet muda dan tidak pikun.

Bagaimana dengan keberhasilannya sebagai pemimpin

di tempat kerja. "Wanita sering terbawa perasaan,

sebagai pemimpin kita harus tetap objektif. Wanita

seringkali menggiring opini, jadi kita harus berpikiran

jernih, jangan sampai terbawa perasaan. Harus

membuka wawasan, tetap bijaksana, dan tegas,"

katanya, saat berbagi suka duka dalam memimpin

karyawan yang mayoritas wanita. Namun demikian

ada sisi positifnya memimpin banyak wanita. Fira

mengatakan bahwa karyawan wanita memiliki

kemampuan melakukan banyak tugas dalam satu

waktu atau multi tasking dengan baik.

Cinta Sejati Tetap Abadi

Perjalanan hidup masih panjang. Bagaimana

menghadapinya. “Hidup itu harus berjalan maju.

Fokus saya sekarang ialah anak-anak, keluarga dan

pekerjaan. Saya bersyukur pernah merasakan apa

itu cinta sejati, dan tugas saya adalah membuatnya

bagaimana bisa tetap abadi,” tutup Fira.

Semangat dan caranya menjalani hidup benar-benar

menginspirasi dan mendukung terjadinya perubahan ke

arah yang lebih baik. [PARAMITA AGUSTINA]

EDISI 15 # APRIL 2016

19


KILAS

Inklusi

Keuangan

OJK:

Sinergi Aksi untuk Ekonomi

Rakyat’ merupakan tagline yang

diusung Kementerian Koordinator

Bidang Perekonomian (Kemenko

Perekonomian), Otoritas Jasa Keuangan

(OJK) bersama dengan kementerian

terkait lainnya dan diresmikan oleh

Presiden Republik Indonesia Joko

Widodo pada 11 April 2016 di Sub

Terminal Agrobisnis Bawang Merah

Kecamatan Larangan, Kabupaten

Brebes, Jawa Tengah.

Program ini diharapkan dapat

mengatasi kemiskinan dan kesenjangan

yang disebabkan oleh beragam

persoalan yang selama ini terjadi. Di

sektor pertanian beberapa persoalan

yang mencuat antara lain: lahan tidak

bersertifikat sehingga petani tidak

memiliki agunanan, akses lembaga jasa

keuangan terbatas, peralatan pertanian

tidak memadai, dan informasi harga

1

2

3

4

5

pasar terbatas. Permasalahan lainnya

adalah rantai distribusi pertanian

yang didominasi oleh tengkulak, serta

jaringan logistik yang terbatas seperti

gudang dan pasar, juga merupakan

permasalahan yang perlu diatasi

melalui program Sinergi Aksi untuk

Ekonomi Rakyat.

Dalam peresmian program ini,

kementerian, lembaga, dan industri

keuangan bersinergi untuk melakukan

pembenahan melalui berbagai program

terpadu. Diantaranya, pemberian

sertifikat tanah kepada para petani,

sehingga mereka dapat menjadikannya

sebagai agunan dalam mendapatkan

akses pembiayaan dari Lembaga Jasa

Keuangan (LJK). Dengan cara ini maka

petani bisa mendapatkan modal yang

dapat dipakai untuk meningkatkan

produktivitas hasil panen. Disamping

itu, penyediaan sarana pemasaran

dalam bentuk e-commerce yang

Penguatan infrastruktur melalui pembentukan Tim Percepatan Akses

Keuangan Daerah (TPAKD) Provinsi Jawa Tengah, Kabupaten Brebes,

Kabupaten Tegal, Kabupaten Batang, Kabupaten Banyumas, Kabupaten

Pekalongan dan Kota Pekalongan.

Penyerahan akad kredit/pembiayaan kepada petani melalui program

Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Jangkau, Sinergi, dan Guideline

(JARING), Program Mitra 25 Bank Jateng dan Pembiayaan mikro

produktif pertanian.

Agen Layanan Keuangan Tanpa Kantor Dalam Rangka Keuangan

Inklusif (Laku Pandai) di Brebes

Aktivasi Simpanan Pelajar (SimPel) BPD Jawa Tengah, dengan

penyerahan tabungan Simpel kepada siswa anak petani bawang dan

pelaku UMKM

Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi

(AUTS) bagi petani dan peternak

difasilitasi oleh pemerintah dapat

pula membantu para petani dalam

mendistribusikan hasil panen kepada

konsumen.

Dalam mendukung Sinergi Aksi untuk

Ekonomi Rakyat, program inklusi

keuangan yang dilakukan oleh OJK

bersama dengan LJK dikelompokan

menjadi tiga inisiatif utama, yaitu:

penguatan infrastruktur, pembiayaan

mikro dan perluasan akses keuangan,

dengan rincian sebagai berikut.

Kabupaten Brebes dipilih menjadi

desa percontohan karena merupakan

salah satu sentra produksi bawang

dan memiliki kontribusi cukup besar

pada inflasi. Namun hal tersebut tidak

sejalan dengan fakta di lapangan

yang menunjukkan kesejahteraan para

petani bawang yang masih rendah.

Berbagai program inklusi keuangan

yang diinisiasi dan dilakukan oleh OJK

bersama dengan industri keuangan

tersebut merupakan upaya dalam

mendekatkan akses layanan keuangan

terhadap masyarakat pedesaan

yang dapat menumbuh kembangkan

ekonomi kerakyatan.

Selain itu, ketersediaan layanan jasa

keuangan khususnya yang berskala

mikro diharapkan akan membantu

masyarakat ekonomi menengah

bawah dalam meningkatkan kualitas

hidupnya. Mereka dapat pemanfaatan

produk keuangan seperti kredit

usaha berskala mikro atau tabungan

untuk berinvestasi dalam bentuk aset

produktif.

[EKO ARIANTORO - KONTRIBUTOR EPK]

20 INTEGRASI OJK


Suara

Stakeholders

Menjadikan

OJK Lebih Baik

Artikel berjudul “Otoritas Yang

Melayani” pada Majalah

Integrasi edisi 13 mengangkat

issue bahwa otoritas keuangan Inggris,

FCA (Financial Conduct Authority),

telah melakukan penilaian terhadap

pelayanan yang diberikan FCA kepada

stakeholders. Hasilnya adalah 64 jenis

layanan atau 90% nya telah memenuhi

standar minimum. Bagaimana dengan

di OJK?

Sejak 2014, OJK telah mengukur

tingkat kepuasan stakeholders

terhadap kinerjanya melalui Survei

Persepsi Kinerja (Survei) kepada

stakeholders. Selanjutnya, tahun 2015

sebagaimana telah dilakukan ditahun

sebelumnya OJK juga melakukan

Survei serupa kepada stakeholders

OJK dengan total responden yang

berjumlah 1.327 yang tersebar di

seluruh kota wilayah kerja Kantor

Regional dan Kantor OJK.

Responden survei terdiri dari (i) 470

responden Lembaga Jasa Keuangan

(Perbankan, Pasar Modal dan

Industri Keuangan Non-Bank); (ii)

166 responden Influencer (Media,

Akademisi, Pengamat Ekonomi dan

SKALA INDEKS: 1-6

Asosiasi); (iii) 38 responden Policy

Maker (Pemerintah Daerah, Instansi

Pemerintah dan DPRD); (iv) 351

responden konsumen Lembaga Jasa

Keuangan yang belum dan sudah

menerima edukasi/sosialisasi dari

OJK; dan (v) 302 responden konsumen

pengguna Financial Customer Care

(FCC).

Survei dilakukan oleh konsultan

independen dengan metodologi face

to face interview-purposive sampling

dan difokuskan pada beberapa aspek

utama, yaitu: (1) tingkat kepuasan

terhadap pengaturan, (2) tingkat

kepuasan terhadap pengawasan, (3)

tingkat kepuasan terhadap pelayanan

perizinan, (4) tingkat kepuasan

stakeholders terhadap pelaksanaan

program edukasi yang dilakukan oleh

OJK, (5) tingkat kejelasan konsumen

terhadap informasi yang disampaikan

oleh petugas melalui layanan

konsumen OJK 500 655.

Secara umum nilai hasil survei persepsi

kinerja OJK 2015 adalah baik dengan

indeks 4.42 (baik) dari skala 1-6 (1=

sangat tidak baik; 6=sangat baik)

dengan Margin Of

Error (MoE) 3.06%.

Nilai ini sedikit

lebih baik

dibandingkan

nilai survei

serupa pada

2014 yaitu

4.32 (baik).

Berdasarkan

hasil survei, tingkat

KILAS

kepuasan terhadap pengaturan

memperoleh nilai terendah disusul

dengan tingkat kepuasan pada aspek

perizinan.

Saran/rekomendasi tersebut merupakan

masukan berharga bagi OJK untuk

memperbaiki kinerjanya dalam hal

layanan kepada stakeholders. Hal

ini sejalan dengan program budaya

OJK tahun ini yang mengangkat

tema “Service Excellence”. Untuk

tahun ini dan dimasa mendatang

diharapkan kepedulian Insan OJK

menjadi lebih baik untuk mendukung

kualitas pelayanan di Kantor Pusat

maupun di seluruh Kantor Regional

dan Kantor OJK sehingga kepuasan

stakeholders terhadap pengaturan,

pengawasan, perizinan serta pelayanan

lainnya dapat terus meningkat dan

dipertahankan konsistensinya.

[ARINENGWANG G. G. R - DIREKTORAT PERENCANAAN STRATEGIS]

Secara umum nilai hasil

survei persepsi kinerja OJK

2015 adalah baik dengan

indeks 4.42 (baik) dari

skala 1-6

ASPEK UTAMA

INDEKS

AREA YANG MEMERLUKAN PERBAIKAN

Pengaturan

Pengawasan

Pelayanan Perizinan

Pelaksanaan edukasi dan

sosialisasi

Aspek durasi pelaksanaan

program edukasi (sesi diskusi

dan tanya jawab)

4.29

4.49

4.46

4.73

4.20

Aspek sosialisasi yang dilakukan sesuai dengan kebutuhan stakeholders

Aspek ketepatan waktu dalam sosialisasi peraturan (setelah peraturan

diterbitkan)

Aspek kemudahan dalam mengimplementasikan produk hukum OJK

Aspek penerapan sistem pelaporan yang user friendly

Aspek komunikasi dalam on-site monitoring

Aspek kecepatan waktu pelayanan sesuai dengan Service Level Agreement

(SLA)

Aspek kemudahan dalam mengetahui progress perizinan yang

disampaikan (tracking)

Aspek durasi pelaksanaan program edukasi (sesi diskusi dan tanya jawab)

Aspek kecepatan/tanggapan petugas dalam memberikan informasi

Aspek pengetahuan/pemahaman petugas dalam memberikan informasi

EDISI 15 # APRIL 2016

21


KILAS

Cyber Security untuk Layanan

Berbasis Teknologi Informasi

Serangan nuklir dapat dilakukan

dengan hanya menekan tombol

“enter”. Demikian juga jebolnya

bendungan, kekacauan sistem

transportasi, dan keruwetan transaksi

keuangan, dapat dilakukan dari jarak

jauh dan anonymous melalui peretasan

teknologi informasi (TI).

Video dramatis yang menggambarkan

rentannya TI disajikan mengawali

acara Governance, Risk Management &

Compliance (GRC) Forum 2016. Acara

yang digelar hari Selasa 29 Maret

2016 oleh Audit Internal, Manajemen

Risiko dan Pengendalian Kualitas

(AIMRPK) tersebut mengambil tema

”Cyber Security: Opportunities and

Challenges”.

Hasil survei terbaru yang dipaparkan

PricewaterhouseCoopers menunjukkan

bahwa di tahun 2015, cyber attack

naik sekitar 59 juta atau naik 38%

dibandingkan tahun 2014. Artinya ada

160 ribu cyber attack setiap hari.

“Sistem keamanan TI kadang terlihat

kokoh, padahal bisa jadi rapuh,”

kata Gildas Arvin, narasumber dari

Desk Ketahanan dan Keamanan

Informasi Cyber Nasional Kementerian

Polhukam. Gildas menyarankan untuk

mengintegrasikan pilar-pilar cyber

security di Indonesia yakni integrasi

strategi nasional, kemampuan

ketahanan dan keamanan, pengelolaan

insiden, dan budaya.

Sementara itu, data yang dikemukakan

narasumber dari Polri menunjukkan

dari 2.522 kasus tindak pidana tahun

2015, ada 53% atau 1.349 kasus

berupa cyber crime. Kasusnya berupa

web fraud, e-mail fraud, sms fraud,

dan kejahatan kartu kredit. Lima

kasus yang utama berupa penyebaran

malware, network intrusion (hacking),

cyber related crime (money laundering),

cybercrime as a service, dan cybercrime

attacking centers of service.

Dalam diskusi mengemuka bahwa

meskipun pelayanan cyber memberikan

banyak kemudahan dan peluang

pertumbuhan di industri jasa keuangan,

akan tetapi lembaga jasa keuangan

(LJK) harus memberikan jaminan

keamanan yang tinggi, baik untuk

internal perusahaan maupun kepada

nasabah yang mengaksesnya.

Ketua Dewan Audit merangkap

Anggota Dewan Komisioner OJK, Ilya

Avianti, mengatakan bahwa GRC

Forum bertujuan untuk meningkatkan

kesiapan profesi governance dalam

mengantisipasi perkembangan bisnis di

era cyber. Mengamati perkembangan

pelayanan berbasis cyber, perlu adanya

fasilitas yang diberikan industri jasa

keuangan bagi perkembangan bisnis

berbasis teknologi. Hal ini juga untuk

mempermudah layanan jasa keuangan

kepada setiap nasabah.

“OJK sebagai regulator harus mampu

memberikan keyakinan kepada

stakeholders, masyarakat luas,

bahwa industri jasa keuangan berada

dalam mekanisme pengaturan dan

pengawasan yang kredibel, yang

dijalankan oleh institusi yang dapat

diandalkan dalam menyikapi cepatnya

perubahan lingkungan industri jasa

keuangan,” kata Ilya.

Acara yang berlangsung sekitar tiga

jam tersebut berlangsung sangat apik

dengan dipandu moderator yang

mampu mempertajam diskusi. Selain

ketiga narasumber di atas, narasumber

lainnya berasal dari Lembaga Sandi

Negara, Kementerian Komunikasi dan

Informatika, Microsoft Indonesia, dan

Bursa Efek Indonesia.

Acara GRC Forum merupakan forum

tahunan profesional GRC, meliputi

audit internal, manajemen risiko,

kepatuhan, dan pengendalian kualitas.

Pada hajatan yang dilakukan di

Gedung Menara Merdeka, Jakarta

tersebut dihadiri oleh lebih dari 125

peserta dari internal OJK, asosiasi

profesi bidang asuransi di seluruh

industri, praktisi, penegak hukum,

lembaga pemerintahan, perusahaanperusahaan

di sektor jasa keuangan,

dan akademisi.

Jangan mengunakan password

e-mail atau apapun yang

memiliki akses ke data

penting/rahasia sama dengan

yang dipakai di sosial media

Jangan menempatkan password,

PIN serta data pribadi di inbox

email. Ini untuk menghindari

kebocoran data yang dilakukan

oleh hacker.

22 INTEGRASI OJK

Tips

Menghindari

Kejahatan

Cyber

Jangan membuka atau megunggah situs-situs yang

berpotensi menimbulkan virus di komputer pribadi.

Virus ini dikhawatirkan dapat memanipulasi

tampilan laman internet banking yang seolah-olah

laman tersebut benar-benar berasal dari bank dan

meminta password atau PIN nasabah.

Waspadai phising

e-mail. Kriminal cyber

mendapatkan informasi

rahasia user dengan

menggunakan e-mail

dan situs web yang

menyerupai aslinya atau

resmi. Sebuah studi

menyubutkan hampir 40%

dari pegawai melaporkan/

terbukti membuka email

yang mencurigakan.


KIAT

Teknik Bela Diri

untuk Wanita

Wanita sering dianggap lemah sehingga sering menjadi

sasaran dalam suatu tindak kejahatan. Beberapa

trik di bawah diharapkan membantu wanita

membela diri ketika diserang penjahat.

Tips Tambahan

Walaupun Anda bisa berkelahi, hindari

perkelahian terlebih dahulu dan

berusahalah kabur.

Jangan pernah mau diajak masuk

ke dalam kendaraan karena peluang

selamat akan jauh lebih kecil.

Teriak “TIDAK!”, bukan “TOLONG!”

Serang bagian tubuh berikut agar bisa

melepaskan diri dari penjahat:

1

Kerongkongan

Serang kerongkongan penjahat dengan

tangan Insan OJK (yang membentuk

“V”) atau pencet batang tenggorokan

agar penjahat susah bernafas.

2

Lutut

Jatuhkan penjahat dengan

melumpuhkan lutut penjahat dengan

kaki kita. Insan OJK berpindah

ke sisi kiri. Kemudian kaki kiri

menjadi tumpuan badan, kaki kanan

menendang lutut penjahat dari

samping. Tendang dengan sekuat

tenaga dan tendangan dapat dilakukan

berkali-kali.

3

Kemaluan

Tendang atau pukul kemaluan

penjahat. Serangan ke arah bawah

bagian tubuh lebih susah untuk

dihindari dibandingkan dengan

serangan yang terlihat depan mata

penjahat. Serangan ini cukup memberi

waktu Insan OJK untuk kabur.

4

Muka (hidung dan mata)

Tulang hidung tipis sehingga gampang

dipatahkan. Bagian mata dapat

diserang sehingga penjahat kehilangan

penglihatan untuk sementara dan

memberikan kesempatan bagi Insan

OJK untuk kabur.

a.

Serangan dengan

telapak tangan

Serang hidung dari arah bawah

dengan bagian bawah telapak tangan

dengan kuat dan cepat.

b.

Serangan dengan

kepalan tangan

Kepalkan tangan Insan OJK kemudian

pukul dengan keras hidung dengan

menggunakan bagian bawah dari

kepalan tangan.

c.

Serangan dengan

ibu jari

Kepalkan tangan Insan OJK kemudian

pukul dengan keras hidung dengan

menggunakan bagian bawah dari

kepalan tangan. [MIKA HALPIN HASANAH]

Sumber:

http://newspagedesigner.org/photo/self-defense-news-illustrated

EDISI 15 # APRIL 2016

23


KUMPUL

Oase Spiritual

Komunitas

BBQ OJK

Kini konsep intelegensi spiritual

(SQ) tidak hanya mencakup

hubungan vertikal dengan Tuhan,

tetapi juga hubungan horizontal

terhadap sesama makhluk Tuhan. Lalu

apa relevansi dengan dunia organisasi?

Dunia organisasi kini tengah

menegakkan etika dan tata kelola

perusahaan yang baik. Dengan adanya

orang-orang berintelegensi spiritual

yang tinggi, maka niscaya mereka akan

dapat mengelola organisasi dengan

prinsip nilai etika yang tinggi.

Program Kegiatan Komunitas BBQ OJK

6

Kajian Muslimah Tematik tiap Jumat pada jam

istirahat.

BBQ, setiap Rabu jam 12.00-13.00 WIB dengan

didahului sholat dzuhur berjamaah.

Ada 6 kelas level, mulai level I’dad (persiapan),

level 1 sampai level 5.

Tempat: musholla lantai 6, 8, 11 dan 12

Gedung Sumitro Djojohadikusumo.

Bagaimana dengan OJK? Ternyata di

lembaga yang terbilang masih muda

ini sudah lahir Komunitas Pengajian

Muslimah. Komunitas ini tentunya

memiliki arti lebih. Menurut Dyah

Mustika, Kepala Bagian Pengembangan

Lembaga dan Profesi Penunjang Pasar

Modal Syariah, pada awalnya kegiatan

pengajian muslimah di gedung Sumitro

Djojohadikusumo hanya berupa Kajian

Muslimah. ‘’Ini merupakan kegiatan

pengajian yang mendatangkan ustazah

dan penceramah dari luar OJK yang

dihelat sebulan sekali,’’ katanya. Kajian

Muslimah mulai ada dari organisasi

terdahulu dan terus berjalan hingga

kini.

Seiring waktu aktivitas bertambah

dengan adanya program memperbaiki

bacaan Al Quran yang disebut Bina

Baca Quran (BBQ). Awalnya BBQ

dilakukan pada bulan Ramadhan. Akan

tetapi beberapa anggota ingin kegiatan

dilakukan secara rutin. Maka sejak

Ramadhan 2015 hingga kini kegiatan

BBQ dilakukan secara kontinyu.

Penghobi membaca dan menulis ini

bersyukur apa yang dirintisnya bersama

rekan-rekan mendapat dukungan

positif dan arahan dari Direktur Pasar

Modal Syariah, Fadilah Kartikasasi.

‘’Kini sudah 100 Insan OJK yang

bergabung dalam kegiatan BBQ,’’

katanya.

24 INTEGRASI OJK

Manfaat yang Dipetik Peserta

Memperdalam dan meningkatkan

kualitas spiritual Insan muslimah OJK.

Meningkatkan pemahaman keislaman.

Memperbaiki bacaan Al Qur’an dan

kedepan membentuk komunitas

penghafal Al Qur’an OJK.

Menjalin silaturahmi antar Satker

Insan muslimah OJK, menambah

relasi sesama insan muslimah dan

membina hubungan lebih baik serta

memperlancar pekerjaan.

Komunitas BBQ menjadi oase spiritual

di tengah kesibukan dan beban tugas

kantor, serta urusan keluarga pada

akhir pekan.

Meraih keseimbangan hidup atau

work-life balance, sehingga dapat

berkontribusi di tempat kerja dengan

penuh tanggung jawab dan menjunjung

etika perilaku yang baik.

Kegiatan komunitas

terus berkembang,

khususnya peminat

Bina Baca Qur’an.

Awalnya yang aktif

sekitar 50 orang.

Nah, peserta yang

merasakan manfaat

dari BBQ dengan

kreatif menggaet

peserta baru

melalui member

get member. Ketika

Februari lalu pendaftaran peserta BBQ

angkatan II dibuka, peserta langsung

berlipat menjadi lebih dari 100

orang. Kini, selain di Gedung Sumitro

Djojohadikusumo, kegiatan BBQ juga

diadakan di Menara Merdeka.

Selain itu, koordinator juga membuat

grup whatsapp sebagai sarana

informasi kegiatan dan agenda non

rutin. Misalnya informasi pelajaran

tambahan bagi yang berhalangan

karena ada tugas kantor. Saat ini

kegiatan berjalan atas keikhlasan dan

swadana dari peserta. ‘’Atau dari kita

untuk kita,’’ ujar Dyah. Kontribusi

untuk setiap peserta adalah Rp 100

ribu untuk 4 kali pertemuan belajar

Al Quran. Dana yang terkumpul untuk

snack dan pengajar. [AYU WIDIA KEMALA]


MINAT

Kucing merupakan

hewan peliharaan

terpopuler di

dunia. Dari temuan

arkeologis, sudah sejak

6 ribu tahun SM hewan

karnivora bernama latin Felis

catus ini berbaur dan menjadi

sahabat manusia. Kini kucing makin

digemari karena maraknya kucing

trah atau galur murni seperti persia,

siam, mank, anggora, sphinx dan

blasterannya.

Bagi beberapa Insan OJK, kucing

tidak asing lagi karena sejak

duduk dibangku sekolah dasar

mereka sudah memeliharanya.

Direktur Pengembangan

Organisasi (DPOG) Departemen

Organisasi dan SDM

(DOSM) Siswani Wisudati

misalnya, bahkan pernah

memelihara kucing lokal

sampai 22 ekor. Namun,

begitu menikah ia

berhenti memelihara

kucing. ‘’Baru tahun 2007 mulai lagi

setelah ada izin dari suami,’’ katanya.

Sayang, kucing lokal jantan itu

meninggal di usia 7 tahun pada 2014,

karena sakit gagal ginjal. Tahun 2015,

ia memelihara anak kucing blasteran

anggora-lokal bernama Neko, yang

kini berusia 10 bulan. Bagi Dati,

hewan peliharaan seperti kucing bisa

menjadi hiburan dan stress release

ketika lelah atau stress. ‘’Kemampuan

berinteraksinya tinggi,’’ ujarnya.

Menurutnya, kucing menjadi pilihan

peliharaannya, karena hewan ini salah

satu kesayangan Nabi Muhammad

SAW. Selain itu, karakter kucing seperti

setia, tulus, aktif, menggemaskan dan

pintar menjadi alasannya memilih

kucing. Lulusan bidang arsitektur

dan manajemen ini juga pernah

memelihara hewan lain, seperti burung

lovebird dan ikan di akuarium. Namun

karena hakikat binatang itu di alam

bebas, maka ia memilih untuk tidak

memeliharanya.

Pengalaman senada juga dialami

Kepala Bagian Pelaksanaan

Pengembangan SDM Direktorat

Learning Center Departemen

Learning dan Assessment Center

Siswani

Bersahabat dengan

Neko, Alladin

& Belle

Gunarsih Dwarachandra. Sejak SD,

di rumahnya sudah ada belasan

ekor kucing. Orang tuanya kadang

memungut kucing liar berbulu bagus

untuk dibawa ke rumah dan

dipelihara.

Waktu itu, ia sempat minta

kucing anggora, tapi karena

harganya mahal orang

tua tidak mengijinkan.

‘’Bahkan setelah lulus SMA

tidak boleh lagi memelihara

kucing agar tidak terkena

toksoplasma,’’ kenangnya.

Namun, tahun 2002,

puterinya minta

dibelikan kucing

sebagai hadiah ulang

tahun. ‘’Nampaknya,

kesenangan itu menurun

ke anak-anak saya,’’ katanya.

Dengan izin suami, ia pun mulai

memelihara dua kucing persia yang

diberi nama Alladin dan Belle.

Karena beranak pinak, saat ini

jumlahnya menjadi 11 ekor.

Bagi Asih, kucing merupakan

binatang yang lembut,

menggemaskan, penuh kasih sayang,

bisa digendong, dielus-elus. Kucing

juga bisa diajak berinteraski. Jika

lama tidak disapa atau dielus,

mereka mendatangi dan mencoba

Gunarsih

mencari perhatian untuk

disayang. Selain kucing,

Asih dan keluarga juga

memelihara ikan laut, ikan

tawar dan kura-kura.

‘’Namun kucing tetap

menjadi favorit,

karena ikan tidak

dapat disentuh,’’

ujarnya.

Karena setiap tahun kucingnya

selalu beranak pinak, maka ia

memberikannya kepada pecinta

kucing untuk berbagi kebahagiaan.

‘’Semoga mereka juga menerima

manfaat dari memelihara kucing,’’

pungkasnya. [KARTIKA SARI]

Berbagai Manfaat

Memelihara Kucing

Membantu menghibur diri ketika stress

atau lelah. Stress reliever.

Menjadi ‘teman’ ketika sendirian di

rumah.

Menjadi teman bermain bersama anakanak.

Bisa menjadi media mendidik

anak-anak untuk kedisiplinan,

tanggungjawab, kasih sayang pada

makhluk hidup, menumbuhkan sifat

sabar, pemaaf, empati dan penyayang.

Seluk Beluk Memelihara Kucing

Makanan kucing sebaiknya fresh bisa ikan laut, ayam, daging dan susu.

Makanan kemasan untuk selingan.

Agar sehat kucing divaksinasi berkala sesuai usia.

Kucing ras, seperti persia perlu cat litter (pasir) Rp 300 ribu/bulan.

Kesehatan kulit, bulu dan telinga kucing perlu diperhatikan.

Jika kucing kena diare harus dipisahkan agar tidak menulari kucing lain.

Agar bulu tidak rontok, kucing persia pantang gorengan dan ikan asin.

Kucing ras perlu makanan kemasan. Jika berganti merek, maka dicampur

dulu dengan merek lama agar perutnya tidak sakit.

EDISI 15 # APRIL 2016

25


INTERAKSI

Dear Dewan Redaksi,

Dear Dewan Redaksi,

Saya ingin tanya

perihal aturan jam

kerja khusus bagi

wanita hamil. Apakah

ada ketentuan khusus

pengurangan jam

kerja atau pemberian

dispensasi bagi Insan

OJK yang sedang hamil?

Terima kasih.

Terima kasih atas pertanyaanya,

mengenai dispensasi dan

pengurangan waktu jam kerja

bisa dilihat dalam Surat Edaran

Dewan Komisioner (SEDK)

No. 18/SEDK.02/2015 tentang

Pelaksanaan Tata Tertib dan

Disiplin Pegawai Otoritas Jasa

Keuangan. Di dalam aturan,

dispensasi waktu kerja bagi

pegawai wanita hamil diberikan

oleh Line Manager pemimpin

Satuan Kerja yang telah menjalani

kehamilan selama 7 (tujuh) bulan

atau lebih dengan dibuktikan

surat keterangan dokter/bidan,

untuk :

1) Bekerja tidak lebih dari 7

(tujuh) jam sehari, tidak termasuk

waktu istirahat dengan catatan

pengurangan jam kerja tersebut

dilakukan pada akhir waktu kerja

2) Tidak melakukan kerja lembur

Firly – DSMS

OJK memiliki halaman

pointer sebagai pusat

informasi internal,

bagaimana caranya kami

bisa menyampaikan berita

atau tulisan untuk dimuat

dalam halaman pointer?

Terima kasih.

Terima kasih atas pertanyaanya.

Mengenai prosedur berita

di pointer (Portal OJK untuk

Informasi Internal) bisa dengan

cara mengajukan nota dinas

yang ditujukkan kepada

Direktur Komunikasi dengan

menyampaikan konten berita

yang akan dimuat. Jika konten

berita memiliki soft file tulisan

atau dokumentasi foto yang

menunjang berita tersebut

juga bisa disampaikan via email

dengan Bapak Bonny Hardi Putra

di bonny.hp@ojk.go.id

Jiwana – PM 1B

Dear Dewan Redaksi,

Saya ingin bertanya, saya

sering mendapatkan email

dari internal OJK yang

berbeda sumber. Ada yang

berasal dari ayo berubah,

Info OJK, info Humas, dan

Pesan Ketua. Apa saja

perbedaannya ya?

Terima kasih

Jika Insan OJK

memiliki pertanyaan/

saran/kritik/ masukan

apapun, boleh

mengirimkan e-mail ke

majalah.integrasi@

ojk.go.id

[M. RICKY CAHYANA]

Terima kasih atas pertanyaanya. Mengenai informasi internal yang di sampaikan melalui

fasilitas e-mail blast, OJK memiliki beberapa akun e-mail yang berbeda, seperti :

Ayo Berubah : Memuat informasi kegiatan program budaya dan transformasi perubahan

di OJK. Selain itu, akun Ayo Berubah juga mendukung publikasi kegiatan komunitas di OJK

Info OJK : Memuat informasi mengenai kabar terbaru OJK (SDM, Keuangan, dan bagian

lainnya)

Info Humas : Memuat informasi kehumasan OJK yang berisikan Press Release dari

kegiatan OJK dengan pihak eskternal

Pesan Ketua : Memuat pesan Ketua Dewan Komisioner OJK yang ditujukkan untuk

seluruh pegawai di lingkungan OJK mengenai berbagai hal sesuai dengan tema yang

disampaikan.

Arief – KOJK Padang

26 INTEGRASI OJK


SEDAP

Jamu Kunyit Asam:

Nikmat Berkhasiat

untuk Wanita!

Ladies, khususnya buat yang tidak doyan jamu, cobain deh jamu ini: jamu kunyit asam. Rasanya enak

dan bermanfaat bagi kesehatan dan kecantikan wanita. Jamu kunyit asam ini merupakan campuran

dari kunyit (Curcuma domestica) dan asam jawa (Tamarindus indica). Dan bagi penggemar jamu, bisa

dicampur dengan sirih atau beras kencur untuk mendapatkan manfaat tambahan yang lain.

Jamu kunyit asam bisa dibuat sendiri lho oleh Insan OJK. Berikut resepnya:

Bahan untuk Membuat Jamu Kunyit Asam:

Kunyit sebanyak 40 gram

Air sebanyak 1,2 liter

Gula aren secukupnya

Asam jawa secukupnya

Es batu

Cara Membuat Jamu Kunyit Asam :

Pertama-tama, cuci kunyit hingga bersih

kemudan iris tipis-tipis. Setelah itu rebus

irisan kunyit dengan menggunakan air.

Tambahkan asam jawa serta gula aren ke

dalam rebusan kunyit. Rebus air hingga

kira-kira tersisa 400 ml.

Jika sudah siap, maka jamu kunyit asam

bisa dihidangkan bersama dengan es batu.

Bisa juga dihidangkan dalam keadaan

hangat. [MIKA HALPIN HASANAH]

Manfaat Jamu Kunyit Asam

Berikut ini beberapa manfaat

jamu kunyit asam untuk tubuh

1 2 3 4 5 6

Mengeluarkan

racun dalam

tubuh

(Detoksifikasi)

Mengurangi

lemak dalam

tubuh

Membersihkan

daerah

kewanitaan

Meringankan

rasa sakit saat

datang bulan

Mengatasi

masalah

datang bulan

yang tidak

teratur

Mengatasi bau

badan

EDISI 15 # APRIL 2016

27


POTRET

Change Leader

Forum

Photobooth

Majalah Integrasi

dalam Change

Leader Forum

28 INTEGRASI OJK


POTRET

Kemeriahan Hari

Kartini di OJK

EDISI 15 # APRIL 2016

29


KUPAS

Playing Big:

Practical Wisdom for Women Who

Want to Speak Up, Create, and

Lead

Penulis : Tara Mohr

Tahun terbit : 2015

Penerbit : Avery

Tara Mohr sudah melakukan banyak

program coaching. Dari pengalaman

itu, dia melihat bahwa banyak wanita

yang “berperan sedikit” dalam hidup

dan karirnya. Hal itu tentunya membuat

mereka frustasi dan ingin “berperan

besar”. Padahal di jaman modern

ini, makin banyak kesempatan yang

dapat diambil oleh para wanita untuk

berperan lebih besar, baik dalam karir

dan kehidupannya.

"Playing Big enables the modern day

woman at ANY age to face her career

and life with a sense of curiosity

and confidence rather than fear and

regret."

—Sarah Brokaw, author of Fortytude

Buku ini menyediakan cara nyata

dan praktikal untuk membantu

wanita mengenai keraguan

dalam diri, mengindentifikasi

“panggilan”, membedakan pujian

dan kritikan, meninggalkan kebiasan

conterproductive, dan memulai

mengambil tindakan berani.

Here's the Plan. Your Practical,

Tactical Guide to Advancing Your

Career During Pregnancy and

Parenthood

Penulis

: Allyson Downey

Tahun terbit : 2016

Penerbit : Seal Press

Bagi banyak wanita di usia 20-an

dan 30-an, tantangan terbesar

yang harus dihadapi adalah dunia

pekerjaan. Wanita yang paling fokus,

percaya diri, dan ambisius dapat

“tergelincir” oleh hal kecil, yakni

memiliki bayi. Sementara saat ini

sudah banyak tempat kerja yang sudah

“ramah keluarga” tetapi wanita masih

terbentur dengan “aturan orangtua.”

Allyson Downey dalam bukunya ini

menawarkan berbagai kemungkinan

bagaimana wanita mampu membangun

karirnya dengan baik selagi

mengandung dan mengasuh anak.

‘’Allyson Downey has written the

definitive playbook for ambitious

women with children. It isn't easy, but

it can be done, and this must-read

guide will teach you how to do it."

—Laura Vanderkam, bestselling author

of I Know How She Does It

Selain itu juga konflik dalam diri sendiri

antara akan memilih menjadi orangtua

atau berkarir. Buku ini menawarkan

roadmap yang dapat menginspirasi

para ibu muda pekerja. Allyson Downey

yang juga ibu dua anak ini memberikan

saran mengenai negosiasi cuti, flexi

time, dan promosi

Work. Pump. Repeat.:

The New Mom's Survival Guide

to Breastfeeding and Going Back

to Work Hardcover

Penulis : Jessica Shortall

Tahun terbit : 2015

Penerbit : Harry N. Abrams

Perkenalkan frenemy dari semua

wanita pekerja dan menyusui: breast

pump. Banyak wanita yang bertanyatanya

bagaimana mempunyai ASI yang

banyak sedangkan tuntutan pekerjaan

juga banyak. Inilah buku pertama yang

memberitahukan wanita mengenai

apa yang mereka perlu ketahui terkait

penilaian terhadap pilihan menyusui.

Jessica Shortall paham mengenai selukbeluk

dunia kerja pada ibu-ibu yang

sedang menyusui.

Ia memberikan kiat-kiat bagaimana

menjalankan pekerjaan dengan baik

di saat sedang memiliki bayi yang

harus diberi ASI, seperti cara negosiasi

jadwal pumping dengan rekan kerja,

menyiasati perjalanan dinas, dan

pemecahan masalah ketika terpaksa

memompa di saat yang kurang

diinginkan. Buku ini secara garis besar

memberikan dukungan moral untuk

menangani stres dan rasa bersalah

yang datang antara pilihan bekerja dan

menyusui.

[AYU WIDIA KEMALA]

Tahukah Insan OJK ?

Negara dengan Fasilitas

Cuti Melahirkan Terbaik

30 INTEGRASI OJK

Italia

Selama cuti melahirkan,

uang saku harian diberikan

sebesar 80% gaji terakhir

Inggris Raya

37 minggu waktu cuti,

mereka mendapat bayaran

sebesar 90% dari gajinya.

Jerman

Cuti berlangsung selama

12 hingga 14 bulan, dan

berlaku hingga anak

berusia 3 tahun.

Norwegia

Bila mengambil cuti 59

minggu maka gaji yang

diperoleh hanya 80%.

Swedia

Berhak mengurangi 25%

jam kerjanya, berlaku

hingga anak berusia 8 tahun

Kanada

Mendapatkan hak cuti

selama 52 minggu dan

mendapatkan upah cuti

55%

Sumber: http://www.anakregular.com/2015/10/6-negara-maju-dengan-fasilitas-cuti.html


RILEKS

Edisi April 2016

1. Apa tema kegiatan Change Leader Forum High Level tahun

ini?

a. Mewujudkan otoritas yang bersinergi

b. Mewujudkan otoritas yang melayani

c. Mewujudkan otoritas yang profesional

2. Di daerah mana penyelenggaraan sinergi aksi untuk

ekonomi rakyat?

a. Cirebon, Jawa Barat

b. Mojokerto, Jawa Timur

c. Brebes, Jawa Tengah

3. Siapa target pengguna aplikasi SIJINGGA?

a. Untuk seluruh proses perizinan di IKNB

b. Untuk seluruh proses perizinan di perbankan

c. Untuk seluruh perizinan di Pasar Modal

4. Profesi apa yang digeluti Fira Basuki di rubrik tokoh?

a. Penulis dan Pimpinan Redaksi

b. Pelukis

c. Jawaban A dan B

5. Sebutkan 3 nama hewan peliharaan Insan OJK yang

terdapat dalam rubrik minat

a. Neko, Alladin, dan Belle

b. Alladin, Belle, dan Teko

c. Belle, Neko, dan Angel

Kirimkan jawaban anda ke : majalah.integrasi@ojk.go.id.

Subyek: Kuis. Dapatkan hadiah menarik untuk 5 pemenang

pengirim pertama. Pemenang akan diumumkan di Majalah

Integrasi Edisi Mei 2016. Semoga beruntung! [M RICKI CAHYANA]

Pemenang Kuis Edisi Maret 2016 :

Juwita Adelina – DPIP | Ahadiano Arhata - DPAI | Ayu Mustikawati Suryantini – PM 2A | Wahyu Prihandono – DLOG |

Twenty Ardaneswari – IKNB 1A

EDISI 15 # APRIL 2016

31


32 INTEGRASI OJK

Similar magazines