29.10.2016 Views

Magazine

Bright40

Bright40

SHOW MORE
SHOW LESS

Transform your PDFs into Flipbooks and boost your revenue!

Leverage SEO-optimized Flipbooks, powerful backlinks, and multimedia content to professionally showcase your products and significantly increase your reach.

INSIGHT<br />

10<br />

BRIGHT <strong>Magazine</strong> | Oktober 2016<br />

Sejak UNESCO<br />

mengukuhkan<br />

Batik sebagai<br />

Warisan<br />

Kemanusiaan<br />

untuk Budaya<br />

Lisan dan<br />

Nonbendawi<br />

pada 2 Oktober<br />

2009, pada<br />

tanggal yang<br />

sama di setiap<br />

tahunnya,<br />

Indonesia<br />

memperingati<br />

Hari Batik<br />

Nasional. Mau<br />

tahu lebih banyak<br />

tentang warisan<br />

budaya ini?<br />

Berikut ulasan<br />

mengenai 8<br />

makna di balik<br />

motif batik<br />

populer di<br />

Indonesia!<br />

Kawung. Dahulu, kain ini<br />

hanya dipakai oleh Raja<br />

dan keluarga dekatnya<br />

sebagai lambang keadilan<br />

dan keperkasaan. Empat<br />

bulatan dengan sebuah titik<br />

pusat melambangkan Raja<br />

didampingi pembantunya.<br />

Sido Mukti. Dipakai oleh pengantin dalam upacara<br />

pernikahan. Sido berarti terus-menerus, Mukti<br />

berarti kecukupan dan penuh kebahagiaan.<br />

Diharapkan pengantin yang memakai batik ini<br />

kelak akan bahagia dan sejahtera<br />

Parang. Parang berarti<br />

senjata,menggambarkan kekuasaan,<br />

kekuatan dan kecepatan gerak.<br />

Sekar Jagad. Motif batik Sekar Jagad<br />

berasal dari kata sekar dan jagad.<br />

Kata Sekar memiliki arti bunga<br />

dan kata jagad memiliki arti dunia.<br />

Berdasarkan paduan kata tersebut,<br />

tercermin pengharapan agar yang<br />

mengenakan diberikan keindahan<br />

dan kebahagiaan dunia.<br />

SAWAT<br />

TRUNTUM<br />

PARANG<br />

Truntum. Kain ini dipakai oleh orang tua<br />

pengantin dalam upacara pernikahan.<br />

Truntum berarti menuntun. Diharapkan<br />

si pemakai atau orang tua mempelai<br />

mampu memberikan petunjuk dan contoh<br />

kepada putra putrinya untuk memasuki<br />

kehidupan baru berumah tangga yang<br />

penuh lika-liku.<br />

CIPTONING<br />

Ciptoning. Diharapkan pemakainya<br />

menjadi orang bijak, mampu memberikan<br />

petunjuk tentang keluhuran budi dan jalan<br />

yang benar untuk meneruskan ajaran<br />

Yang Maha Kuasa.<br />

SEKAR JAGAD<br />

Sawat. Sawat berarti melempar. Pada zaman dulu, orang<br />

Jawa percaya dengan para dewa sebagai kekuatan yang<br />

mengendalikan alam semesta. Salah satu dewa tersebut<br />

adalah Batara Indra. Dewa ini mempunyai senjata yang<br />

disebut wajra atau bajra, yang berarti pula thathit (kilat).<br />

Walaupun menakutkan, wajra juga mendatangkan<br />

kegembiraan sebab dianggap sebagai pembawa hujan.<br />

Senjata pusaka Batara Indra ini diwujudkan ke dalam motif<br />

batik berupa sebelah sayap dengan harapan agar si pemakai<br />

selalu mendapatkan perlindungan dalam kehidupannya.<br />

INSIGHT<br />

11<br />

Oktober 2016 | BRIGHT <strong>Magazine</strong><br />

KAWUNG<br />

SIDO MUKTI<br />

Slobong. Bermakna lancar dan longgar.<br />

Motif ini digunakan untuk melayat dan<br />

bermakna harapan agar arwah orang yang<br />

meninggal dunia dapat dengan lancar<br />

menghadap kepada Tuhan dan diterima di<br />

sisi-Nya.<br />

SLOBONG

Hooray! Your file is uploaded and ready to be published.

Saved successfully!

Ooh no, something went wrong!