Susunan Liturgi Ibadah Minggu

gkriexodus

2lROpCS

A CHURCH WHERE CARE, TEACHING, AND MISSION MEET TOGETHER

Susunan Liturgi Ibadah Minggu

Panggilan Beribadah

Pengkhotbah

Votum

Pengkhotbah

Bacaan Bertanggapan

Liturgos & Jemaat

Pujian Pengakuan Dosa

Liturgos & Jemaat

Doa Pengakuan Dosa Secara

Pribadi

Jemaat

Doa Pengakuan Dosa

Liturgos

Berita Anugerah

Liturgos

Petunjuk Hidup baru

Liturgos & Jemaat

Pujian “Salam Damai” / “Shalom

shalom”

Liturgos & Jemaat

Pujian Syukur 1

Liturgos & Jemaat

Pujian Syukur 2

Liturgos & Jemaat

Pengakuan Iman

Liturgos & Jemaat

Pujian

Liturgos & Jemaat

Doa Firman Tuhan

Pengkhotbah

Khotbah

Pengkhotbah

Persembahan

Liturgos & Jemaat

Doa Persembahan & Doa Syafaat Petugas Doa

Pengumuman & Seri Pembinaan Pengkhotbah

Doxology /

“Kami memuji Kebesaran-Mu”

Pengkhotbah

Doa berkat

Pengkhotbah

Amin / “Thank You Lord” Pengkhotbah

Theme Song “Jesus At The Center“ Pengkhotbah

2


Hamba Tuhan REC

GEMBALA SIDANG SENIOR

Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M

Telp : 0815 5055 985

Email: yth1123@hotmail.com

GEMBALA LOKAL NGINDEN

Ev. Yohanes Dodik Iswanto, M.A.

Telp. 081-233780070

Email: ev.yohanesdodik@yahoo.com

GEMBALA LOKAL ESTE SQUARE

Pdt. Reyco Wattimury, S.Th.

Telp.081-331515954

Email: cho2w@yahoo.co.id

GEMBALA LOKAL POS PI BATAM

Ev. Samuel Sambudjo Budiman, M.K.

Telp. 081-931003006

Email: budiman3006@gmail.com /

reformed.exodus.church.batam@gmail.com

GEMBALA LOKAL CABANG BAVARIAN

Pdt. Novida Lassa, M.Th.

Telp. 081-13321904

Email: novidalassa@yahoo.co.id

3


e

MAGZ

Khotbah Minggu | #TEACHING

Kasih Yang Besar Untuk Umat Yang Kecil

(Ulangan 7:6-8)| Mimbar REC | Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M

Kita semua pasti sudah tahu bahwa kitab terakhir dari tulisan Musa

disebut Kitab Ulangan. Namun, sebagian dari kita mungkin belum

tahu apa yang diulang. Sesuai dengan namanya - kitab ini kerap kali disebut

“Hukum Kedua” (Deuteronomy; deuteros = kedua dan nomos = hukum)

– yang diulang adalah penyataan hukum atau perintah-perintah Allah.

Pengulangan ini merupakan sesuatu yang sangat diperlukan. Hampir

semua generasi bangsa Israel yang keluar dari Mesir sudah mati di padang

gurun. Generasi yang baru perlu mendengarkan ulang sekali lagi secara

utuh dengan penekanan di sana-sini.

4


e

MAGZ Di samping itu, bangsa

Israel sebentar lagi akan

memasuki negeri Kanaan (7:1-5).

Khotbah Minggu | #TEACHING

mereka penuh, hukuman ilahi akan

menimpa mereka (Kej 15:16). Kini

hukuman itu semakin dekat.

Mereka akan menjumpai begitu

banyak agama dan moralitas

mereka yang menyimpang di sana.

Ini bahaya yang luar biasa. Bangsa

Israel memerlukan pegangan hidup,

yaitu Hukum Taurat.

Salah satu yang berkali-kali diulang

adalah identitas mereka sebagai

umat pilihan. Mereka berbeda

dengan bangsa-bangsa lain. Identitas

yang berbeda ini merupakan alasan

mengapa mereka tidak boleh

mengikuti cara hidup bangsabangsa

di tanah Kanaan (ayat 6

“sebab engkaulah umat yang kudus

bagi TUHAN, Allahmu”). Siapa kita

menentukan perilaku kita.

Umat yang spesial (ayat 6)

Bangsa Israel diperintahkan

untuk membasmi bangsa-bangsa

lain yang diam di Kanaan (7:1-

2). Seperti yang sudah dikatakan

TUHAN kepada Abraham ratusan

tahun sebelumnya, dosa penduduk

Kanaan sejak dahulu sudah

sedemikian besar. Jika kedurjanaan

Sebelum penaklukan itu seluruhnya

dilakukan, bangsa Israel harus

menghadapi kenyataan bahwa

mereka hanyalah salah satu

dari sekian banyak bangsa yang

mendiami Kanaan. Di tengah

keragaman seperti ini, mereka perlu

memahami keunikan diri sendiri.

Apa yang membedakan mereka dari

bangsa-bangsa lain?

Mereka adalah umat yang kudus

(ayat 6a). Kata sifat qādôsh di

dalam Alkitab dapat berarti “kudus”

(sebagai kontras terhadap dosa) atau

“khusus” (sebagai kontras terhadap

hal-hal yang umum). Yang pertama

merujuk pada kekudusan secara

moral. Yang kedua lebih ke arah

pembedaan dengan hal-hal lain yang

sejenis. Misalnya, X disebut barang

kudus karena X telah dipilih dari

sekian banyak barang yang sejenis,

dan juga dikhususkan untuk tujuan

tertentu.

Yang dimaksud di ayat 6a ini adalah

arti yang terakhir. Bangsa Israel

5


e

MAGZ jelas bukan bangsa yang

suci. Berbagai pelanggaran

terhadap Taurat telah dilakukan

selama perjalanan di padang

gurun. Selain itu, keseluruhan

ayat 6 sendiri memberi dukungan

yang senada. Mereka dipilih dari

segala bangsa (ayat 6b). Mereka

dikhususkan “bagi TUHAN” (ayat

6a).

Khotbah Minggu | #TEACHING

Mereka adalah umat kesayangan

(ayat 6b). Dalam teks Ibrani, kata

segūllâ (LAI:TB “kesayangan”)

mengandung arti “kepunyaan

atau harta sendiri” (ASV/RSV/

NASB). Beberapa versi Inggris

mencoba memberi makna yang

lebih mendalam dengan memilih

terjemahan “harta yang disimpan”

(NRSV/NIV/ESV). Arti manapun

yang diambil, pesan yang

disampaikan tetap sama: bangsa

Israel adalah milik pribadi Allah.

Jika TUHAN telah menjadikan

mereka sebagai milik-Nya, mereka

adalah umat yang berharga. Dia akan

memelihara dengan segala perhatian.

Maleakhi 3:17 menyamakan kualitas

perhatian ini dengan perhatian

seorang ayah kepada anak lakilaki

yang melayaninya: “Mereka

akan menjadi milik kesayangan-Ku

sendiri, firman TUHAN semesta

alam, pada hari yang Kusiapkan.

Aku akan mengasihani mereka

sama seperti seseorang menyayangi

anaknya (semua versi Inggris “his

son”) yang melayani dia”. Bagi bangsa

Yahudi yang berbudaya patriakhal,

anak laki-laki begitu berharga,

apalagi seorang anak laki-laki

yang melayani orang tuanya. Sang

ayah pasti akan membanggakan

dan memperhatikan anaknya itu.

Begitulah TUHAN memperlakukan

umat-Nya.

Kita adalah Israel yang baru, milik

Allah (Gal 6:16; Ef 1:14; Yak 2:7).

Kita telah dibeli dengan harga yang

mahal, yaitu dengan darah Anak

Domba yang sempurna (1 Pet 1:18-

19). Karena itu, kita harus hidup

berbeda dengan dunia (Rm 12:2).

Sadarkah kita tentang keunikan ini?

Sudahkah kita mensyukuri identitas

ini?

6


7

e

MAGZ

Khotbah Minggu | #TEACHING

Pilihan

yang

beranugerah (ayat 7-8)

Status yang khusus seringkali

membuat orang terlena.

Keistimewaan menjadi jerat yang

menenggelamkan orang pada

kesombongan. Itulah sebabnya

TUHAN memberitahu bangsa

Israel mengapa mereka bisa menjadi

umat yang spesial. Posisi ini tidak

ditentukan oleh siapa mereka,

melainkan siapa Allah. Tidak

didasarkan pada apa yang mereka

lakukan bagi Allah, melainkan apa

yang Allah lakukan bagi mereka.

Rahasianya terletak pada pilihan

Allah. Kata “memilih” muncul

dua kali di ayat 6-7. TUHAN

tidak memilih bangsa Israel garagara

mereka adalah umat yang

spesial. Sebaliknya, pilihan ilahi

yang membuat mereka menjadi

spesial. Ayat 6b mengatakan:

“engkaulah yang dipilih oleh

TUHAN, Allahmu, dari segala

bangsa di atas muka bumi untuk

menjadi umat kesayangan-Nya”.

Pendeknya, pemilihan mendahului

keberhargaan. Apa yang dilakukan

Allah menentukan siapa umat-

Nya.

Mengapa TUHAN menjatuhkan

pilihan pada bangsa Israel? Ada

begitu banyak di bumi ini, mengapa

Dia memilih bangsa Israel? Adakah

keistimewaan dalam diri mereka

yang mendorong TUHAN untuk

memilih mereka? Sama sekali tidak!

Musa memberikan alasan secara

negatif maupun positif tentang hal

ini.

Secara negatif, pilihan ini tidak

didasarkan pada kelebihan bangsa

Israel (ayat 7). Dalam konteks

kuno pada waktu itu, kekuatan

suatu bangsa sangat ditentukan

Posisi ini tidak

ditentukan oleh siapa

mereka, melainkan

siapa Allah. Tidak

didasarkan pada apa

yang mereka lakukan

bagi Allah, melainkan

apa yang Allah lakukan

bagi mereka.


e

Khotbah Minggu | #TEACHING

MAGZ oleh jumlah mereka. Jumlah yang banyak berarti ketersediaan

pasukan yang melimpah untuk peperangan. Jumlah yang banyak

berarti ketersediaan tenaga yang melimpah untuk berbagai pekerjaan.

Poin di atas sangat dipahami oleh para pemimpin Mesir pada waktu

bangsa Israel tinggal di sana. Penambahan populasi bangsa Israel di

Mesir yang cukup pesat menimbulkan keresahan bagi Firaun (Kel 1:7-

10). Mereka pun melakukan berbagai cara untuk mengatasinya (Kel 1:11-

15). Mereka benar-benar paham bahwa jumlah yang besar akan menjadi

bencana besar pula bagi bangsa Mesir.

Jika dibandingkan dengan bangsa-bangsa lain, jumlah umat Israel di

padang gurun tergolong sedikit. Masih banyak bangsa lain yang lebih

besar. Masih banyak bangsa lain yang memiliki sejarah lebih panjang

daripada mereka. Masih banyak bangsa lain yang kebudayaannya lebih

maju daripada bangsa Israel.

Puji TUHAN! Pilihan Allah memang tidak didasarkan pada kehebatan

manusia. Musa berusaha menyatakan kebenaran ini secara eksplisit

kepada bangsa Israel supaya mereka tidak sombong. Sebaliknya, mereka

dapat mensyukuri hal ini.

Secara positif, pilihan TUHAN didasarkan pada sifat-Nya sendiri (ayat

7-8). Yang pertama adalah kasih-Nya. Hati TUHAN terpikat pada bangsa

Israel (ayat 7). TUHAN mengasihi mereka (ayat 8a). Pengulangan dua

kali seperti ini menyiratkan sebuah penegasan.

Terjemahan “hati TUHAN terpikat” (LAI:TB) sebenarnya tidak terlalu

tepat. Ungkapan ini dapat menimbulkan kesan yang salah, seolaholah

ada sesuatu yang positif dalam diri bangsa Israel yang membuat

TUHAN akhirnya jatuh hati kepada mereka. Terjemahan ini seolah-olah

menyiratkan kepasifan dari pihak TUHAN. Hampir semua versi Inggris

dengan tepat menerjemahkan: “TUHAN telah menetapkan kasih-Nya

8


e

MAGZ

Khotbah Minggu | #TEACHING

atas kalian”.

Prinsip yang sama berlaku di Perjanjian Baru. Pilihan Allah tidak

didasarkan pada perbuatan manusia (2 Tim 1:9). Semua bersumber dari

kasih-Nya (Ef 1:5). Kasih ini berada di luar segala ukuran dan pengetahuan

(Ef 3:18-19). Bagaimana bisa orang-orang yang hina, berdosa, dan pantas

menerima murka seperti kita justru dijadikan harta-Nya yang berharga?

Yang kedua adalah kesetiaan-Nya (ayat 8b). Dalam kasih-Nya yang besar,

TUHAN berkenan memberikan janji kepada nenek moyang Israel yang

kecil. Tidak ada keharusan bagi Allah untuk melakukan itu. Kasih-Nya

sendiri yang mendorong Allah untuk mengambil inisiatif dan mengikat

diri-Nya dengan mereka Israel dalam sebuah sumpah. Ia berjanji kepada

Abraham untuk memberikan tanah Kanaan, keturunan yang banyak,

dan nama yang besar (Kej 12:1-3). Dia pun sudah menetapkan rencana

dan waktu untuk realisasi janji itu, yaitu sesudah keturunan keempat dan

tatkala keberdosaan bangsa Kanaan semakin penuh (Kej 15:13-16).

Kasih TUHAN tidak berhenti sampai di situ saja. Dia berkomitmen untuk

memelihara apa yang Ia sudah janjikan kepada nenek moyang Israel. Waktu

yang panjang tidak membuat TUHAN lupa. Kelemahan para patriakh

tidak melemahkan kesetiaan-Nya (bdk. 2 Tim 2:13).

Pembebasan bangsa Israel dari tanah Mesir adalah salah satu bukti

kesetiaan TUHAN (Ul 7:8b). Kelepasan dari perbudakan Firaun ini terjadi

karena “Allah mendengar mereka mengerang, lalu Ia mengingat kepada

perjanjian-Nya dengan Abraham, Ishak dan Yakub” (Kel 2:24). Kumpulan

budak di Mesir telah menikmati kesetiaan TUHAN semesta alam. Bangsa

yang hina telah mengalami lawatan dari TUHAN yang berkuasa. Kasih

yang besar diberikan pada umat yang kecil. Soli Deo Gloria.

9


e

MAGZ

Pokok Doa Syafaat | #TEACHING

POKOK DOA SYAFAAT

1. Doakan untuk pasangan-pasangan yang akan menikah

dan akan menikah (Vincent-Evelyn; Denny & Josefin) agar

mereka memiliki sikap hati yang benar di hadapan Tuhan,

yaitu sikap hati yang mau terus menerus belajar menerapkan

prinsip-prinsip kristiani di dalam rumah tangga mereka.

2. Doakan untuk persiapan pelayanan di Sorong. Doakan

kiranya Tuhan memberikan hikmat bagi semua yang akan

terjun dalam pelayanan agar dapat mempersiapkan diri

dengan baik.

• Bersyukur untuk pembangunan tower radio yang hampir

selesai.

• Doakan agar pelayanan radio segera dimulai.

• Doakan persiapan pembukaan sekolah dan juga gereja.

10


e

MAGZ

Katekismus Westminster | #TEACHING

KATEKISMUS WESTMINSTER

Pertanyaan 105:

Apa yang secara khusus diajarkan kepada kita melalui perkataan

‘dihadapan-Ku’ dalam hukum yang pertama?

Jawaban :

Perkataan ‘di hadapan-Ku’ atau ‘di hadirat-Ku’ dalam hukum yang

pertama mengajarkan kepada kita bahwa Allah, yang melihat segala

sesuatu, secara khusus memperhatikan dan sangat tidak menyenangi

dosa memiliki allah lain. Maka perkataan itu dapat merupakan

alasan yang mendorong kita untuk tidak melakukan dosa itu, dan

yang menonjolkannya sebagai perbuatan yang menantang Allah

dengan tidak tahu malu. Lagi pula, perkataan itu berguna juga karena

mendorong kita mengerjakan apa saja yang kita lakukan bagi-Nya

seakan-akan kita melakukannya di depan mata-Nya.

a. Yeh 8:6-18; Maz 44:21-22. b. 1Ta 28:9.

11


e

MAGZ

All About Marriage | #CARE

SEBUAH BENTUK KETAATAN YANG BERBEDA

Maria | Kekuatan Dari Kesucian

Nyanyian Pujian Maria

Jiwaku memuliakan Tuhan,

dan hatiku bergembira karena

Allah, Juruselamatku, sebab Ia

telah memperhatikan kerendahan

hamba-Nya. Sesungguhnya, mulai

dari sekarang segala keturunan akan

menyebut aku berbahagia, karena

Yang Mahakuasa telah melakukan

perbuatan-perbuatan besar

kepadaku dan nama-Nya adalah

kudus. Dan rahmat-Nya turun

temurun atas orang yang takut akan

Dia.

Ia memperlihatkan kuasa-Nya

dengan perbuatan tangan-Nya dan

mencerai-beraikan orang-orang

yang congkak hatinya;

Ia menurunkan orang-orang

yang berkuasa dari takhtanya dan

meninggikan orang-orang yang

rendah;

Ia melimpahkan segala yang baik

kepada orang yang lapar, dan

menyuruh orang yang kaya pergi

dengan tangan hampa;

12


e

MAGZ Ia menolong Israel hamba-

Nya, karena Ia mengingat

rahmat-Nya, seperti yang dijanjikan-

Nya kepada nenek moyang kita,

kepada Abraham dan keturunannya

untuk selama-lamanya.

LUKAS 1:46-55

All About Marriage | #CARE

Maria sungguh-sungguh menyadari

kehormatan yang dianugerahkan

Allah kepadanya. Pilihan yang

dijatuhkan kepadanya untuk

menjadi wanita yang melahirkan

Anak Allah – Mesias – merupakan

sebuah peristiwa yang belum dan

tidak akan pernah lagi terjadi di

dalam sejarah manusia. Allah tidak

akan memilihnya jika dia tidak

berkenan kepada-Nya – berkenan

di dalam sikap dan tindakannya,

di dalam kepercayaannya dan

penyembahannya terhadap-Nya, di

dalam wataknya, dan khususnya, di

dalam karakternya.

Ini menunjukkan bahwa Maria

bukanlah gadis bodoh. Bahasanya

tinggi dan halus, dan pikirannya

dipenuhi oleh pengajaran hukum

Taurat dan para nabi.

Maria memandang Allah di dalam

suatu hubungan yang bersifat

pribadi: Juruselamatku yang telah

melakukan perbuatan-perbuatan

besar kepadaku. Tetapi dengan

segera dia menyeimbangkan dengan

sudut pandang yang penuh rasa

hormat dan kekaguman: “Nama-

Nya adalah kudus.”

Maria bisa melihat implikasi dari

fakta yang menyebutkan bahwa

Allah adalah kudus: kecuali karena

kebesaran, belas kasihan, dan

kemurahan hati-Nya, kita akan

terpisah dari-Nya karena dosa-dosa

kita dan membuat hidup kita tanpa

pengharapan.

Nama-Nya adalah Kudus

Di dalam Nyanyian Pujian Maria kita

bisa belajar banyak hal tentang diri

Maria. Hal pertama adalah bahasa

yang penuh dengan keindahan

puisi, serta banyaknya rujukan pada

tulisan di dalam Perjanjian Lama.

Tiada Kata-kata

Di dalam pengertian literal yang

bagaimana, kita, yang merupakan

manusia biasa saja, bisa memuliakan

dan mengagungkan Yang

Mahakuasa? Kita bisa, dan kita

harus, menyerukan kemuliaan-Nya

13


e

MAGZ dan memuji keagungan-

Nya yang besar, namun

pujian kita sepertinya

tidak akan menambah apa-apa pada

kemuliaan Allah. Tetapi, mereka

yang telah mengalami anugerah dan

rahmat Allah akan berseru sekuat

tenaga dalam mengekspresikan

penghargaan dan ucapan syukur

atas segala kebaikan Allah.

All About Marriage | #CARE

Ditahbiskan oleh Kerendahan

Hati

Keterbatasan kemampuan kita untuk

menyampaikan makna dengan katakata

tidak membatasi upaya kita

untuk berinteraksi dengan Allah.

Ada waktu-waktu yang sangat

penting pada saat kita, sebagai

manusia biasa, menggunakan

semua keterbatasan bahasa kita.

Hal semacam ini terjadi saat

Presiden Abraham Lincoln menuju

Gettysburg, Pennsylvania, untuk

memberikan pidato peresmian

sebuah makam pahlawan yang

tadinya merupakan medan perang.

Lincoln yakin bahwa tiada kata

yang bisa menambahkan makna

sesungguhnya dari apa yang telah

terjadi di dalam pertempuran

sengit di awal Juli 1863. Dia

hanya menggunakan sedikit kata,

tetapi kata-kata itu dipilihnya

dengan sangat cermat. Lincoln

menyampaikan pidatonya dengan

sangat hati-hati dan serius:

. . . kita tidak dapat mendedikasikan

– kita tidak dapat mentahbiskan –

kita tidak dapat menyucikan tanah

ini. Para prajurit yang gagah berani,

hidup atau mati, yang sudah berjuang

di sini, telah mentahbiskannya jauh

melebihi kekuatan kita yang lemah

untuk menambahi atau mengurangi.

Di sini kita melihat inti dari

kerendahan hati – yaitu sebuah

penilaian yang tepat dari bobot

sumbangan kita yang terbatas

untuk menggenapi rencana dan

tujuan Allah yang kekal. Ini juga

merupakan kekuatan Maria yang

sangat luar biasa. Namun, dia tetap

memandang rendah pada arti

14


e

MAGZ penting dirinya sendiri.

Meskipun dia adalah satusatunya

wanita di dalam sejarah

manusia yang dipilih oleh Allah

sendiri untuk mengandung dan

melahirkan Anak-Nya.

All About Marriage | #CARE

Perjanjian untuk Menjalin

Hubungan yang Intim

Maria mengakhiri nyanyian

pujiannya dengan merujuk pada

keturunan Abraham. Hal yang

paling menakjubkan yang bisa kita

pahami adalah bahwa Allah Yang

Mahakuasa memberikan kepada

kita sebuah perjanjian untuk bisa

memiliki hubungan dengan Diri-

Nya sendiri, sebuah perjanjian

yang dengan mana Dia menjadi

Allah kita dan kita menjadi umat-

Nya. Kita bertindak bodoh jika kita

meremehkan tawaran Allah untuk

menjadi Allah kita.

Memahami Kerendahan Hati

yang Sejati

Maria setia, tetapi pada saat

yang sama dia juga kuat. Kedua

kualitas ini memampukannya

untuk melaksanakan panggilannya

menjadi ibu Yesus. Namun,

kekuatannya yang sejati lahir dari

kerendahan hatinya di hadapan Allah

dan pengabdiannya kepadaNya.

Nyanyian Maria didominasi

oleh kerendahan hatinya. Maria

bersukacita bahwa Allah “telah

memperhatikan kerendahan

hambaNya.” Sekali lagi, Allah

memutarbalikkan nilai-nilai

manusia. Melalui respon Maria,

Dia menunjukkan bahwa kerajaan-

Nya dipenuhi dengan orang-orang

yang memiliki sebuah bentuk

kekuatan yang berbeda, yaitu orang

yang tidak berarti menjadi orang

Hal yang paling

menakjubkan yang

bisa kita pahami

adalah bahwa Allah

Yang Mahakuasa

memberikan kepada

kita sebuah perjanjian

untuk bisa memiliki

hubungan dengan Diri-

Nya sendiri

15


e

All About Marriage | #CARE

MAGZ yang penuh kuasa, mereka yang miskin menjadi kaya. Mereka

yang tidak pada tempatnya di Israel, mereka yang mengakui

ketergantungan mereka kepada Allah, dan mereka yang haus dan lapar

akan kebenaran-Nya akan ditinggikan.

Jalan Menuju Kerendahan Hati

Respon Maria terhadap malaikat merupakan teladan kerendahan hati yang

sejati bagi kita: Allah memiliki hak untuk mengatur hidupku sebagaimana

yang dipilih-Nya dan untuk campur tangan kapanpun diinginkan-

Nya. Apa yang dapat Dia lakukan di dalam diri kita jika kita bersedia

datang menghadap-Nya dengan kerendahan hati untuk berkata, “Jadilah

kepadaku menurut kehendak-Mu, Tuhan.”

Maria mengetahui bahwa hanya mereka yang taat dan rendah hatilah

yang akan melihat Allah. Dia bersedia untuk menerima peran itu dan

merasa bangga melayani Dia – apapun peran itu dan apapun kapasitasnya.

Pikiran dan hati yang merendah seperti itulah yang kita perlukan saat kita

datang menghadap Yang Mahakuasa. Maria mengetahui bahwa hanya Dia

yang maha bijaksana dan maha tahu. Siapakah diri kita, hanya dengan

perspektif manusiawi kita, berani untuk berpikir bahwa kita mengetahui

yang terbaik? Pada saat kita menjadikan pandangan sorgawi ini sebagai

bagian dari diri kita, maka Allah bisa memakai kita dengan penuh kuasa

untuk melakukan tujuan dan rencana-Nya.

Itulah sebuah bentuk kekuatan yang berbeda yang dibawa oleh Kristus ke

dalam hidup kita saat kita bersedia untuk sujud di hadapan-Nya dengan

penuh kerendahan hati dan pengagungan kepada-Nya.

Ringkasan tentang Maria: A Different Kind of Strength

Beverly LaHaye & Janice Shaw Crouse

bersambung . . .

16


e

MAGZ

Apakah bayi yang mati masuk surga?#QandA

APAKAH BAYI YANG MATI MASUK SURGA?

Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M

(Lanjutan tgl 26 Februari 2017)

Sebagian orang meyakini bahwa semua bayi pasti diselamatkan dengan

dasar Matius 19:14 (juga Markus 10:14 dan Lukas 19:16): “Biarkanlah

anak-anak itu, janganlah menghalang-halangi mereka datang kepada-Ku;

sebab orang-orang yang seperti itulah yang empunya Kerajaan Sorga”.

Argumentasi seperti ini sulit untuk dipertahankan. “Anak-anak” di sini

jelas bukan “bayi-bayi”. Mereka mungkin sudah bisa mengambil keputusan

moral sendiri, sedangkan bayi-bayi tidaklah demikian. Di samping itu,

anak-anak di sini berfungsi sebagai ilustrasi. Ungkapan “orang-orang

yang seperti itulah” jelas mengarah pada kesimpulan ini. Orang-orang

yang mempunyai kerajaan surga adalah mereka yang seperti anak-anak.

Maksudnya, memiliki kesadaran tentang keterbatasan dan kehinaan

17


e

MAGZ mereka (Matius 18:1-5).

Dalam budaya Yahudi

kuno, anak-anak benarbenar

tidak dipandang sama sekali.

Itulah sebabnya murid-murid

Tuhan Yesus sendiri menghalangi

orang tua yang hendak membawa

anak-anak mereka kepada Tuhan

Yesus, karena mereka beranggapan

bahwa Sang Guru sedang sibuk

dengan urusan lain yang lebih

penting.

Apakah bayi yang mati masuk surga?#QandA

Alkitab mengajarkan

bahwa orang-orang

berdosa akan dihukum

berdasarkan motivasi

dan perilaku mereka

yang berdosa

Walaupun argumentasi di atas tidak kuat, tetapi saya sepakat dengan

kesimpulan yang diambil. Dalam anugerah Allah, semua bayi yang

meninggal dunia akan masuk ke dalam surga. Kita sudah melihat beberapa

contoh di dalam Alkitab bahwa Allah dapat bekerja secara khusus pada diri

bayi-bayi sejak mereka di dalam kandungan. Tidak tertutup kemungkinan

bahwa Dia akan melakukan hal yang sama pada semua bayi.

Alasan lain berhubungan dengan keadilan Allah. Alkitab mengajarkan

bahwa orang-orang berdosa akan dihukum berdasarkan motivasi dan

perilaku mereka yang berdosa (Roma 2:6, 16, 27; 2 Korintus 5:10). Hal

ini tidak berarti bahwa keselamatan seseorang ditentukan oleh perbuatan

baik. Keselamatan adalah murni pemberian Allah di dalam Kristus Yesus.

Perbuatan baik orang Kristen merupakan tujuan, bukan syarat, keselamatan

(Efesus 2:10). Perbuatan baik hanya berdampak pada pujian atau pahala

dari Allah (1 Korintus 4:5), bukan keselamatan. Namun, kebinasaan

merupakan upah dosa (Roma 6:23; 1 Korintus 1:18). Orang-orang yang

dihukum kekal dihakimi berdasarkan perbuatan mereka (Wahyu 20:12).

Sehubungan dengan hal ini, kita juga perlu mengingat bahwa murka

Allah turun atas mereka yang “menindas kebenaran dengan kelaliman”

18


e

Apakah bayi yang mati masuk surga?#QandA

MAGZ

(Roma 1:18). Artinya, mereka seharusnya sudah mengetahui

keberadaan Allah melalui ciptaan (Roma 1:19-20) maupun

hukum moral yang ditaruh Allah dalam hati setiap manusia (Roma 2:12-

15). Mereka seharusnya memuliakan Allah berdasarkan penyataan ilahi

itu. Dalam kenyataannya, mereka justru menindas kebenaran itu. Pada

waktu mereka dihakimi oleh Allah, mereka “tidak dapat berdalih” (Roma

1:20).

Kesalahan ini tidak berlaku untuk bayi-bayi. Mereka belum dapat

membedakan yang baik dan yang jahat. Mereka belum bisa mengetahui

kebenaran. Mereka belum dapat dikatakan “menindas kebenaran”. Allah

yang penuh kasih, di dalam kedaulatan, hikmat, dan kemurahan-Nya

yang melampaui segala pengetahuan, berkenan menyelamatkan semua

bayi. Soli Deo Gloria.

19


e

MAGZ

Doctrine Does Matter | #TEACHING

MISTERI YANG AGUNG

(Lanjutan tgl 26 Februari 2017)

III. DALAM PRAKTIK

Membicarakan teori memang baik, tetapi memperhatikan apa yang terjadi

dalam praktik juga sangat bermanfaat. Apakah Calvinisme memadamkan

dorongan untuk berbuat baik? Bilaseseorang mengetahui bahwa dirinya

telah dipilih Allah, apakah keinginannnya untuk bekerja giat bagi Allah

tidak akan menjadi berkurang? Jawabannya dapat kita lihat pada kehidupan

dua orang yang percaya akan kedaulatan Allah dengan segenap hati

mereka: John Calvin dan Paulus.

A. Calvin

Energi dan semangat Calvin sulit untuk dipercaya. Didalam diri Calvin kita

melihat seseorang yang begitu besar kepercayaannya akan kedaulatan Allah

sehingga generasi-generasi setelah dia sangat mengindentikkan namanya

20


e

MAGZ denga predestinasi.

Tetapi marilah kita

memperhatikan hidupnya,

energinya, dan semangatnya untuk

bergiat bagi Tuhan.

Doctrine Does Matter | #TEACHING

Dalam mengisahkan riwayat hidup

Calvin di Jenewa, Stickelberger

menulis: “Ia seorang pekereja keras

dalam mengabarkan Firman Tuhan.

Selain melayani pemberitaan Firman

dalam ibadah di setiap hari minggu,

setiap minggu kedua ia melayangkan

kebaktian harian. Lebih dari 2000

khotbah telah dibawakannya....

di samping berkhotbah, dia

menyampaikan tiga kuliah tentang

theologi setiap minggu. Dia juga

sering mengunjungi anggota

jemaat yang sakit dan yang mundur

imannya. Setiap hari kamis ia

memimpin rapat penatua gereja,

dan setiap hari jumat ia memimpin

pertemuan para pengkhotbah yang

membahas Firman Tuhan. Tak ada

hari dimana ia tidak dikunjungi

oleh orang-orang asing yang ingin

memperoleh penguatan. Malammalam

harinya lebih banyak dilewati

dengan menulis daripada tidur.

Seorang penulis Katholik yang

menulis biografi Calvin menyatakan

dengan tajam: “hampir tak dapat

dipercaya bagaimana seseorang

yang terus-menerus harus berjuang

melawan kelemahan-kelemahan

fisik yang serius sanggung melakukan

begitu banyak aktivitas yang

beraneka ragam dan melelahkan.

Orang-orang semasanya dengan

tepat melukiskan dia seperti sebuah

busur yang selalu terpentang. Ia

mengurangi waktu tidurnya agar

dapat menggunakan lebih banyak

waktu untuk bekerja. Diktenya

yang terus-menerus membuat para

sekretarisnya sangat lelah. Rumahnya

selalu terbuka bagi setiap orang

yang memerlukan nasihat. Ia terus

menerima informasi mengenai

semua hal tentang gereja dan negara,

sampai pada detail-detail yang

paling tidak penting. Meskipun ia

sedikit sekali berhubungan dengan

dunia luar, namun ia mengenal

hampir semua warganya.”

Kerja raksasa itu menjadi lebih luar

biasa bila kita mengingat bahwa

Calvin menderita begitu banyak

penyakit. Stickelberger menulis:

“Sebagai akibat dari kurang maka

21


e

Doctrine Does Matter | #TEACHING

MAGZ dan kurang tidur pada masa mudanya, dari muda Calvin diserang

sakit kepala pada sebagian sisi kepalanya yang terjadi berulangulang

selama hidupnya. Rasa sakit yang dideritanya itu begitu

mengganggu emosinya sehingga banyak malam dilewatinya dengan

siksaan ‘yang tidak manusiawi’.

“Karena penyakit tenggorokan, ia sering kali dengan rasa sakit harus

mengeluarkan ludah bercampur darah bila terlalu banyak menggunakan

suaranya di mimbar. Radang selaput dada yang terus-menerus kambuh

menyebabkan ia menjadi korban penyakit paru-paru pada usia 51 tahun. Ia

terus-menerus menderita pendarahan pembuluh vena, yang rasa sakitnya

semakin bertambah sa,apai tak tertahankan karena bisul menanah di

bagian dalam yang tak kunjung sembuh. Demam yang datang dan pergi

membuatnya lemah tak berdaya dan secara perlahan mengurangi kekuatan

tubuhnya. Kejang-kejang perut dan influenza usus yang dialaminya masih

ditambah lagi oleh batu empedu dan batu ginjal. Semua itu diperberat lagi

dengan adanya penyakit radang sendi. Sungguh tidak berlebihan ketika

ia menulis dalam sebuah suratnya: ‘Seandainya saya tidak terus-menerus

berada dalam perjuangan dengan maut....’”

Bersambung……...

Sumber: Lima Pokok Calvinisme oleh H. Palmer

22


e

MAGZ

Penciptaan manusia dan teori evolusi|#DOYOUKNOW

Penciptaan Manusia dan Teori Evolusi

(Lanjutan tgl 26 Februari 2017)

Berikut ini adalah beragam

argumen yang membuktikan

bahwa hipotesa evolusi bukanlah

sebuah kebenaran, bahkan menurut

kaca mata ilmu pengetahuan

sekalipun. Pertama, manipulasi

data fosil. Sejak pandangan evolusi

bergulir para ahli semakin giat

mencari berbagai fosil dengan

harapan menemukan “mata rantai

yang hilang” yang bisa menjelaskan

transisi dari binatang ke manusia

atau dari suatu tahapan evolusi ke

tahapan yang lain. Setelah berjalan

puluhan dekade, mata rantai yang

hilang itu tidak pernah ditemukan.

Sebagian dari mereka terpaksa

memanipulasi data dan melebihlebihkannya

supaya mendapatkan

rekonstruksi kerangka makhluk

hidup kuno yang mendukung

evolusi. Berikut ini adalah beberapa

“penipuan” ilmiah sehubungan

dengan keberadaan fosil-fosil yang

diduga sebagai mata rantai yang

hilang.

23


e

MAGZ

1. Manusia Piltdown:

hasil rekayasa rekonstruksi

yang menggabungkan sebuah

rahang kera dengan tengkorak

manusia, kemudian diberi warna

yang sama.

Penciptaan manusia dan teori evolusi|#DOYOUKNOW

2. Manusia Jawa: para ahli modern

menolak istilah ini. Mereka meyakini

bahwa yang terjadi sebenarnya

hanyalah seorang manusia dan kera

ditemukan di tempat yang sama.

Fosil-fosil keduanya kemudian

direkonstruksi menjadi “manusia

Jawa purba” yang dipercaya menjadi

mata rantai dari binatang ke manusia.

3. Manusia Peking: alat-alat dan

tulang-tulang manusia ditemukan

di dekat kera-kera yang otaknya

dimakan manusia (orang di

daerah tersebut memang memiliki

kebiasaan memakan otak kera).

4. Lucy: ia diklasifikasi ulang

sebagai salah satu jenis kera yang

sudah punah.

5. Ramapithecus: sebuah rahang

dan geligi-geligi yang akhirnya

dinyatakan bukan berasal dari

manusia, melainkan dari orang utan.

Kedua, kemustahilan mutasi gen

yang positif. Ilmu pengetahuan

mengakui adanya mutasi gen

akibat suatu radiasi atau gejala

alam lainnya. Gen yang mengalami

perubahan kadangkala diwariskan

pada keturunan berikutnya.

Walaupun mutasi gen memang

sungguh-sunggguh terjadi, namun

kita tidak boleh melupakan bahwa

mutasi sebagian besar bersifat

negatif (merusak). Dari sekian

ribu mutasi yang diselidiki, hanya

beberapa saja yang berguna (positif)

bagi spesies yang bersangkutan.

Pandangan evolusi mengasumsikan

adanya ribuan mutasi positif dan

berkesinambungan yang terjadi

secara kebetulan. Dugaan ini jelas

tidak bisa dibenarkan secara ilmiah.

Kemungkinan bagi terjadinya

hal ini hampir mendekati tidak

mungkin. Mutasi yang dipikirkan

penganut evolusi menuntut adanya

suatu bumi yang sempurna, padahal

kenyataannya keadaan bumi tambah

kurang kondusif dan berpotensi

lebih besar untuk menghasilkan

mutasi gen yang merusak.

Bersambung......... (NK_P)

24


e

MAGZ

BAB V | #MISSION

HAK UNTUK MENGATUR SEGALANYA

(Lanjutan tgl 26 Februari 2017)

Sebuah pos misi baru sudah

dibuka! Suatu kemenangan bagi

Injil! Pernahkah Anda bertanya,

bagaimana cara melakukannya?

Andaikan Anda sebagai misionaris

ditugaskan di sana, apa yang

harus dilakukan? Bagaimana cara

memulainya?

Mari kita lihat apa yang Bapak

Beaver lakukan. Ketika ia dan

istrinya ditugaskan di ladang misi

yang belum terjamah Injil, hati

mereka sangat terharu, karena di

sana terdapat sepuluh ribu jiwa lebih

dan mungkin tidak seorangpun

di antara mereka orang percaya

dan pernah mendengar tentang

Injil. Injil yang diberitakan dengan

cara yang benar. Sungguh sebuah

peluang yang sangat bagus, sebuah

tantangan yang besar!

Tantangan ini menuntut Bapak

Beaver untuk bertindak seketika,

25


e

BAB V | #MISSION

MAGZ tetapi setiap tindakan harus direncanakan dengan baik dan

harus seefektif mungkin. Bagaimana caranya agar mereka bisa

menjangkau sebanyak mungkin jiwa bagi Kristus dalam waktu

yang sesingkat mungkin? Tetapi apa yang dapat dilakukan oleh berdua

saja? Mereka harus memiliki penolong! Langkah yang pertama, mereka

harus memiliki gedung gereja dan satu atau dua orang penginjil lokal.

Mereka juga harus memiliki sekolah Kristen, sebab melalui sekolah

tersebut, dapat menjangkau tak terhitung banyaknya anak-anak muda.

Gereja dan sekolah tentu saja harus didirikan di tengah kota, di antara

desa-desa terpencil. Begitu pekerjaan mulai lancar di pusat kota, mereka

harus mulai bergerak ke desa-desa sekitar untuk membuka pos-pos kecil di

desa-desa. Mereka harus menyelenggarakan KKR di tenda, menggunakan

peralatan yang modern dengan sistem pengeras suara, rekaman, film

dan lain sebagainya. Mereka juga harus memulai program kesejahteraan

social, yang akan membantu untuk menjangkau kelompok masyarakat

miskin, yang merupakan ciri khas penduduk di pedalaman. Dana yang

diterima harus dibagikan secara tepat untuk digunakan dengan sebaikbaiknya,

untuk membantu mereka yang membutuhkan, sehingga mereka

dapat melihat kasih Kristus, membuat orang penasaran dan mau datang

ke gereja dan belajar tentang Kristus. Demikianlah yang telah dilakukan

oleh bapak dan ibu Beaver. Semua itu dapat dilakukan karena mereka

berdua memiliki inisiatif dan tekad yang kuat, sehingga rencana mereka

bisa segera dilaksanakan.

Orang banyak datang berduyun-duyun untuk mendengarkan nyanyian,

menonton film-film tentang Yesus dan mendengar Injil diberitakan

dengan sederhana dan penuh kuasa. Tak lama kemudian, orang-orang

mulai mendaftarkan nama-nama mereka sebagai peminat. Para pembantu

pasangan misionaris itu termasuk dalam bilangan orang-orang petama

yang merespon, diikuti oleh keluarga, teman serta kerabat mereka.

Dibutuhkan pembantu-pembantu lain di tempat itu, seperti tukang kebun,

penjaga pintu dan sebagainya, tentu saja mereka dipilih di antara para

26


e

BAB V | #MISSION

MAGZ petobat pertama. Tak lama kemudian komplek misi itu menjadi

sibuk, mereka bagaikan suatu keluarga besar – setiap pagi mereka

berkumpul untuk berdoa dan bersama-sama menaikkan pujian

kepada Tuhan, yang tiga bulan sebelumnya mereka sama sekali tidak

pernah mendengar nama-Nya, yang telah menjadi juruselamat mereka.

Enam bulan kemudian, diadakan baptisan untuk pertama kali. Sungguh

besar suka cita bapak dan ibu Beaver, melihat cara Tuhan bekerja dengan

mengubahkan hati begitu banyak orang.

Bapak dan ibu Beaver hanya melayani beberapa tahun saja di pos misinya

dan membiarkan pos misinya dikelola oleh para misionaris yang baru.

Sebelum dipindahkan, ia diharuskan untuk melatih pekerja baru dalam

mengelola rumah Allah. Beberapa kali dia merasa perlu untuk bertindak

tegas, apabila salah seorang dari mereka yang agak kurang berpengalaman

dan bertindak gegabah dan segera menyadarkan mereka. Saat ia pindah

lagi ke pos yang baru, jauh dari tempat pelayanannya ini, maka ia tidak

berhak lagi untuk mengatur bagaimana yang terbaik untuk mengurus

gereja yang didirikannya. Di pos misi di daerah baru yang terpencil, ia

harus mengulang lagi dari awal, mewujudkan ide-idenya, bagaimana

mendirikan gereja dan membawa sebanyak mungkin orang lokal untuk

mengenal Kristus. Bapak Beaver bukan seorang yang dinamis, namun dia

juga tahu dengan jelas sekali apa rencananya untuk gereja yang masih

belum terbentuk itu. “Gereja adalah tubuh-Nya” – tubuh Kristus!

Bersambung………..

27


e

MAGZ

Family Fellowship | #CARE

RENUNGAN HARIAN

Senin, 6 Maret 2017

BUKAN KARENA KUATMU

(Bacaan: Hakim-hakim 6:11-24)

Gideon hidup di mana bangsa Israel sedang dijajah oleh bangsa Midian.

Mengapa Tuhan membiarkan bangsa Midian menjajah umat yang dipilih-

Nya? Jawabannya adalah karena umat Israel memilih untuk tidak setia

dan melakukan apa yang jahat (ay.1). Menghadapi masa-masa ini, orang

Israel mencoba untuk mencari jalan keluar. Mereka mencoba mencari

solusi dengan mengandalkan kekuatan manusia. Mereka coba untuk

membangun tempat perlindungan (ay.2). Apakah solusi mereka ini

menjawab persoalan mereka? ternyata tidak. Mereka menabur namun

tidak dapat menuai. Hasil tanah mereka dimusnahkan oleh musuh. Di

saat orang Israel telah kehabisan kekuatan, mereka datang dan berseru

kepada Tuhan (ay.6).

Tidak sedikit manusia akan menolak sesamanya yang telah mengabaikan

peringatannya dan kembali mencarinya setelah dia berada dalam masamasa

sulit. Namun syukur kepada Allah, saat Israel kehabisan kekuatan

dan berseru kepada Tuhan, Ia memanggil dan mengangkat Gideon,

seorang yang biasa bahkan berasal dari kaum dan suku yang kecil untuk

mengerjakan pekerjaan besar yaitu untuk membebaskan bangsa Israel

dari penjajahan Midian. Tentu Tuhan bisa memilih orang yang jauh lebih

terkenal dan kuat dari pada Gideon. Namun Tuhan memilih orang yang

jauh berbeda. Mengapa? agar bangsa Israel sadar bahwa mereka bisa

diselamatkan bukan karena kegagahan manusia, namun karena kuasa

Tuhan.

Jangan pernah meremehkan Firman Tuhan yang telah disampaikan.

Hiduplah dalam ketaatan. Kekerasan hati kita hanya akan menyeret kita

ke dalam perbuatan yang jahat. Semuanya menghasilkan upah yang harus

28


e

MAGZ

Family Fellowship | #CARE

ditanggung. Jika saat ini kita sedang berada dalam berbagai

persoalan, berserulah kepada Tuhan. Jangan lagi mengandalkan

kekuatan diri sendiri di dalam menyelesaikannya. Berserulah,

Tuhan akan menolongmu.

Selasa, 7 Maret 2017

INGATLAH ANUGERAHNYA

(Bacaan: I Samuel 9:15-21)

Saat itu bangsa Israel menuntut Samuel menyediakan seorang raja bagi

mereka sebagaimana bangsa lain. Karena ketegaran hati mereka, Tuhan

memberikan apa yang mereka minta, yaitu seorang raja. Tuhan memilih

Saul menjadi raja pertama atas Israel. Samuel diutus untuk mengangkat

Saul. Mendengar panggilan tersebut, Saul terlihat tidak percaya diri, itu

sebabnya dia bertanya: “bukankah aku berasal dari suku yang paling kecil?

Pernyataan Saul menyiratkan konsep umum dari mayoritas orang jaman

itu, bahwa orang yang dipilih menjadi pemimpin seringkali berasal dari

suku yang dianggap besar. Asal usul seseorang seolah-olah menjadi modal

utama bagi seorang pemimpin. Namun berbeda dengan cara kerja Allah.

Tentu Tuhan memiliki tujuan khusus, mengapa Saul yang dipilih, yaitu

supaya ia menyadari bahwa jabatan raja adalah pemberian dari Tuhan,

sehingga ia tidak sombong. Saat itu Saul sepertinya “tahu diri”. Sifat “tahu

diri” sebenarnya sifat yang baik. Dengan tahu diri, kita menyadari anugerah

Allah bagi kita, sehingga kita tidak menjadi sombong dan takabur. Namun

ternyata sikap “tahu diri” ternyata tidak selalu diikuti dengan sikap “rendah

hati”. Saul adalah contohnya. Saat menerima panggilan, ia seolah-olah

tahu diri, namun setelah ia menjabat sebagai raja ia menjadi orang yang

penuh dengan kejahatan. Hampir semua kejahatan Saul muncul karena ia

kurang menyadari anugerah Allah bagi dirinya. Perenungan yang dalam

akan anugerah Allah akan menghasilkan sikap yang benar.

29


e

Family Fellowship | #CARE

MAGZ Saudara dan saya ada hanya karena anugerah Allah yang besar.

Kesadaran ini perlu dipupuk agar kita menjadi orang yang rendah

hati. Ketika kita melupakan anugerah Allah maka banyaklah

kejahatan yang akan kita lakukan.

Rabu, 8 Maret 2017

JANGAN BERUBAH FOKUS

(Bacaan: 1 Samuel 15:4-19)

Ketidaktaatan seringkali muncul karena kita melupakan anugerah, lupa

bahwa apa yang kita miliki itu berasal dari kasih karunia bukan karena

kelayakan, apalagi jasa pribadi. Akibatnya, kita merasa diri tidak berhutang

budi, dan tak jarang kita menyepelekan Tuhan, Sang Pemberi anugerah.

Di dalam teks ini, Samuel mengingatkan Saul bagaimana sikapnya ketika

menerima panggilan Tuhan. Saul merasa sebagai orang kecil, dari suku

yang kecil, berasal dari kaum yang hina. Sayang sekali, Saul melupakan

anugerah. Ia bertindak menurut kepentingannya sendiri. Jawaban Saul

yang terkesan rohani (ayat 20-21), dibantah Samuel. Samuel menunjukkan

bahwa sikap rohani bukan hanya berupa kepaTuhan pada kegiatan ritual,

melainkan ketaatan melakukan firman Tuhan (ayat 22). Ketidaktaatan

adalah sikap durhaka yang sama berat dengan dosa penyembahan berhala

(ayat 23).

Hitunglah anugerah Tuhan di dalam hidup saudara. Teruslah mengingat

berkat-berkat Tuhan. Ini merupakan cara untuk tidak menjadi lupa diri

dan takabur. Ketika kita mulai melupakan anugerah Allah yang kita terima,

kita akan menjadi orang yang meremehkan Tuhan dan kebenaranNya,

lama-lama kita melupakan fokus kita untuk hidup demi kemuliaanNya.

Fokusnya akan beralih kepada diri sendiri. Inilah yang dilakukan oleh

Saul. Dia tidak lagi mengejar apa yang menjadi kehendak Tuhan, tetapi

dia mencari kemuliaan diri sendiri dengan membiarkan raja Agag hidup

30


e

Family Fellowship | #CARE

MAGZ

dan menjadikannya tawanan. Dengan cara ini bangsa lain akan

memberikan pujian kepada Saul karena kehebatannya karena

telah berhasil menjadikan seorang raja besar seperti Agag sebagai tawanan.

Kamis, 9 Maret 2017

BAGIKANLAH BERKAT ITU

(Bacaan: Yesaya 60:15-22)

Rakyat Israel pada masa itu mendambakan penyelamatan dan pemulihan

negeri mereka. Kerajaan Yehuda berangsur-angsur merosot dari puncak

kejayaan di bawah pemerintahan Raja Uzia (2Taw. 26) hingga masa yang

mengenaskan di bawah pemerintahan raja-raja berikutnya.

Dalam teks kita, Yesaya menubuatkan datangnya penyelamatan dan

pemulihan itu. Ia menjanjikan sebuah masa “damai sejahtera (syalom)

dan keadilan” (ay. 17). Ternyata Ia tidak menubuatkan suatu penaklukan

militer seperti pada masa Daud maupun suatu masa kejayaan politik

pada masa Salomo. Namun ia menubuatkan satu periode ketika Tuhan

memerintah tanpa kekerasan, kebinasaan dan kerunTuhan (ay.18).

Gambaran-gambaran yang diberikan adalah gambaran sorgawi yang telah

dimulai di dalam Yesus di bumi ini. Hanya Yesus Kristus yang mampu

memberikan jaminan masa depan, bahwa kita kelak pasti akan berjumpa

dalam kemuliaan-Nya yang kekal. Kemuliaan Allah itulah yang akan

menjadi penerang abadi (19-20).

Anugerah Tuhan merupakan kabar sukacita bagi manusia karena apa yang

tidak bisa manusia raih dengan kekuatan dan kekayaannya, disediakan

Tuhan secara cuma-cuma dan berkelimpahan, yaitu anugerah hidup

yang bernilai dan kekal. Pemulihan yang diberikan Tuhan bagi Israel

bukan untuk mereka nikmati sendiri melainkan untuk dibagikan kepada

bangsa-bangsa. Demikian pula seharusnya seseorang yang sudah diberkati

membagikan berkat itu kepada orang lain. Setiap kita telah menerima

31


e

Family Fellowship | #CARE

MAGZ

pemulihan Allah itu. Ia memulihkan kita dari perbudakan dosa

dan melimpahi kita dengan segala berkat rohani. Karena itu,

jadilah berkat bagi orang lain di sekitar Saudara!

Jumat, 10 Maret 2017

MENGHARGAI YANG KECIL

(Bacaan: Mikha 5:1 )

Perasaan sakit sangat mungkin muncul apabila kita yang kecil, minoritas,

diabaikan oleh orang-orang dekat kita, oleh orang-orang yang seharusnya

menjadi pembela kita. Begitulah yang sialami oleh kota kecil di Yehuda

pada zaman nabi Mikha, yaitu kota Betlehem Efrata. Kota ini memang

sebuah kota kecil di antara kota-kota lain di Yehuda pada waktu itu, itu

sebabnya kota ini kurang diperhatikan dan diperhitungkan secara politik,

sosial-ekonomi, bahkan agama. Namun Tuhan berkata dari kota kecil

yang pengharapannya hampir sirna inilah akan muncul Pemimpin besar,

Pemimpin yang pemerintahannya jauh melampaui batas-batas wilayah

Israel dan Yehuda.

Allah merombak cara pandang dan sikap manusia, untuk tidak meremehkan

hal-hal yang kecil. Kehidupan ini tidak terletak di dalam kecil atau besar,

tetapi di tangan siapa yang kecil dan besar itu berada. Dan kita percaya

bahwa hidup kita, entah kecil atau besar, berada dalam naungan kasih

Kristus, sang Pemimpin Besar kita yang muncul dari kota kecil Betlehem

Efrata. Ternyata, kebesaran itu tidaklah terletak pada parameter manusia

seperti keadaan geografis, jumlah penduduk, kekuatan militer, melainkan

pada kuasa dan campur tangan Allah sendiri. Sesuatu yang tidak penting,

kurang berarti, kurang diperhitungkan dibandingkan dengan yang lain

dalam penilaian manusia dapat dijadikan Allah sebagai sesuatu yang

penting, dan bahkan menjadi sumber sukacita dan damai sejahtera.

Kita perlu belajar dari Allah untuk menghargai yang hal-hal yang dianggap

32


e

Family Fellowship | #CARE

MAGZ

kecil. Jika kita dilibatkan

dalam karya-Nya, kita tak

perlu minder dengan kelemahankelemahan

kita karena melalui

anugerah Allah, kita yang kecil akan

dipakai untuk mengerjakan hal-hal

yang besar.

Sabtu, 11 Maret 2017

UTUSAN RESMI ALLAH

(Bacaan: Matius 10:40-42)

Sama seperti seorang istri, pada saat

ia menikah, dia akan menyandang

nama suaminya, entah dia suka atau

tidak. Dia akan menjadi perwakilan

dari keluarga itu karena dia akan

menyandang nama dari keluarga

itu. Demikianlah kita ketika percaya

dan mengaku Yesus sebagai Tuhan

dan Juruselamat, maka kita akan

menyandang predikat sebagai

murid-murid Tuhan.

Di dalam teks ini Yesus sedang

menggambarkan posisi muridmuridNya,

sebagai “utusan resmi”

dari Allah. “Barangsiapa menerima

kamu, ia menerima Aku,” berarti,

“Barangsiapa mengasihi kamu,

ia mengasihi Aku.” Dan itu

berarti, “Bagaimana cara mereka

memperlakukan kamu, begitulah

cara dia memperlakukan Aku. Jika

mereka menghina kamu, mereka

menghina Aku.” Kita ini bukan

sekadar wakil Kristus karena

kedudukan kita, tetapi kita ini juga

menjadi wakil Kristus karena kita

telah bersatu dengannya. Di saat

kita dibaptis, maka kita akan bersatu

dengan Kristus.

Konsep ini mengajarkan kita dua

hal, pertama, menjadi murid Kristus

adalah sebuah penghormatan

yang dianugerahkan Tuhan Yesus

kepada kita. Kita harus memastikan

bahwa kita memang telah mewakili

Yesus dengan benar. Hiduplah

sedemikian rupa agar orang lain

dapat menyaksikan kemuliaan

Tuhan, bukan sebaliknya justru

perilaku hidup kita membuat

orang lain menghina Kristus.

Kedua, sambutlah “utusan-utusan

resmi” Allah dengan baik. Jangan

menyambut mereka berdasarkan

usia, pengalaman, penampilan,

atau status sosial sebagaimana yang

sering dilakukan oleh manusia pada

umumnya. Sebaliknya sambutlah

mereka dengan cara terbaik sebab

mereka adalah “utusan Allah”.

33


e

MAGZ

PENGUMUMAN

AGENDA MINGGU INI

Hari / Tanggal Pukul Keterangan

Senin, 6 Maret 2017 23.00

Siaran rohani “Grace Alone” Pdt.

Yakub Tri Handoko, Th.M di Radio

Bahtera Yudha , 96,4 FM

HUT: Bp. Andreas Wicaksono

HUT: Sdr. Andrew

Selasa, 7 Maret 2017 18.30

STAR: ESKATOLOGI

Oleh: Edo Walla, M.Div.

Rabu, 8 Maret 2017 19.00 Latihan Musik KU 3

HUT: Sdri. Marlin PSR

Kamis, 9 Maret 2017 06.00 Doa Pagi

19.00 Latihan Musik KU 1 dan KU 2

HUT: Ibu Susilawati

HUT: Bp. Rendy Suwarno

Jumat, 10 Maret 2017

HUT: Anak Caithleen Chiesa

Wijanto

Sabtu, 11 Maret 2017 06.00 Doa Pemuridan

Minggu, 12 Maret 2017

18.30 Persekutuan Pemuda

22.00

Siaran rohani “Grace Alone” Pdt.

Yakub Tri Handoko, Th.M

di Radio Mercury, 96 FM

HUT: Bp. Soegianto

Kepada jemaat yang berulang tahun, segenap hamba Tuhan,

penatua, dan jemaat

mengucapkan, “Selamat bertambah usia, kiranya kasih karunia

dan hikmat Tuhan

menyertai senantiasa, serta semakin mengasihi dan bertumbuh

dalam pelayanan kepada Tuhan dan sesama.”

34


e

MAGZ

JADWAL PENATALAYANAN

IBADAH UMUM

Minggu, 5 Maret 2017

Penatalayanan

Ibadah

Remaja

(Pk. 10.00

WIB)

Ibadah

Umum I

(Pk. 07.00)

Ibadah

Umum II

(Pk. 10.00)

Ibadah

Umum III

(Pk. 17.00)

Cab. Bavarian

(07.00)

Tema Kasih Yang Besar Bagi Umat Yang Kecil (Ulangan 7:7-8)

Pengkhotbah

Liturgos

Pelayan

Musik

Pelayan

LCD

Penyambut

Jemaat

Doa Syafaat

Doa

Persembahan

Doa Pra

& pasca

Ibadah

Singer

GABUNG

UMUM

Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M

Bp. Agus

SW

Bp. Eliazar

Pdt.

Novida

Lassa,

M.Th.

Bp. Felix Ibu Ike Ibu Lina

Sdr. Ishak

Sdr. Toni

Sdr. Irsan

Sdr. Hizkia

Sdr. Ishak

Bp.

Haryadi

Sdr. Kevin T Sdr. Evan Sdri. Zizi Sdri. Marlin

Bp. Santoso

Bp. Alwen

Ibu Lisa

Sdr. Daniel

Sdr. Basti

Sdr.

Clifford

Sdr.

Vincent

Sdr. Kevindie

Sdri. Brenda

Sdri. Karina

Sdr. Sebastian

Bp. Alwen Bp. Bobby Ibu May

Ev. Heri Ev. Dodik Ev. Heri

Bp. Stevi

Ibu Debby

Sdr. Ian

Ibu Carla

Sdri. Lia

Sdri. Risty

Sdri. Suci

Sdri.

Clarine

Sdri. Lina

Sdri. Suci

Sdri.

Victory

Sdri.

Ester

Cab. Bavarian

(Pk. 10.00)

Ev. Edo

Walla,

M.Div.

Ev. Edo

Walla,

M.Div.

TEAM

Sdri. Dita

Sdri.

Clarine

Ev. Edo

Walla,

M.Div.

Sdri. Dita

Sdr. Fredy

Sdri. Enty

35


e

MAGZ

JADWAL PENATALAYANAN

IBADAH UMUM

Minggu, 12 Maret 2017

Penatalayanan

Ibadah

Remaja

(Pk. 10.00

WIB)

Ibadah

Umum I

(Pk. 07.00)

Ibadah

Umum II

(Pk. 10.00)

Ibadah

Umum III

(Pk. 17.00)

Cab. Bavarian

(07.00)

Tema Kasih Yang Berdaulat (Maleakhi 1:1-5)

Cab. Bavarian

(Pk. 10.00)

Pengkhotbah

Ev. Heri

Kristanto

Ev. Yohanes Dodik.

Pdt. Yakub Tri Handoko, Th.M

Liturgos Bp. Andreas W Sdri. Helen

Pelayan

Musik

Pelayan

LCD

Penyambut

Jemaat

Doa Syafaat

Doa

Persembahan

Doa Pra

& pasca

Ibadah

Sdr. Lutfi

Ibu Wilis

Ibu Nunuk

Ibu Dessy A

Ibu Dessy A

Sdr. Michael

Sdri. Kezia

A

Ibu Haimi

Ibu Dewi

Bp.

Santoso

Bp. Elieser

Bp.

Santoso

Bp. Andreas W

TEAM

Sdri.

Ester

Sdr.

James

Sdri.

Grace

TEAM

Sdr. Kevin T Sdr. Amir Sdri. Marlin

Bp. Imbo

Ibu Suyatmi

Bp. Andreas K

Ibu Rini

Bp. Soegianto

Ev. Dodik

Sdr. Mito

Sdri. Eka

Sdri.

Ester

Sdr. Mito

Sdri. Lina

Sdri. Ester

Sdri.

Grace

Sdri. Lina

Singer

Sdri. Ririt

Sdri. Henny

Bp.

Budiono

Sdri. Febby

Sdri. Glory

Sdri. Christine

Sdri. Lina

Sdri. Suci

Sdri. Dita

Sdri.

Virgin

36


e

MAGZ

JADWAL PENATALAYANAN

SEKOLAH MINGGU

Keterangan

5 Maret 2017

(Pk. 09.30 WIB)

12 Maret 2017

(Pk. 09.30 WIB)

Liturgis Kak Debby Kak Debby

Pelayan Musik Kak Willy Kak Willy

Doa Pra/Pasca

SM

Kak Kezia

Kak Hizkia

Tema

Allah Menciptakan Burungburung

Allah Menciptakan Burung-burung

Bahan Alkitab Kejadian 1:20-23 Kejadian 1:20-23

Sion Kak Budi Kak Vena

Getsemani Kak Suani Kak Suani

Yerusalem Kak Vena Kak Mei

Nazareth Kak Evelyn Kak Dessy

Betlehem Kak Santi Kak Kezia

Keterangan

Tema

Pengkhotbah

Litrugos

Pelayan Musik

Pelayan LCD

Penyambut Jemaat

Petugas Doa

Singer

IBADAH PEMUDA

Sabtu, 4 Maret 2017

(Pk. 18.30 WIB)

GABUNG IBADAH UMUM

Sabtu, 12 Maret 2017

(Pk. 18.30 WIB)

GABUNG IBADAH UMUM

37


e

MAGZ

Data Kehadiran Jemaat

DATA KEHADIRAN JEMAAT

Ibadah Hari/Tanggal Jumlah Jemaat Keterangan

Umum 1 Minggu, 26 Feb 2017 37 orang

Umum 2 Minggu, 26 Feb 2017 92 orang

Umum 3 Minggu, 26 Feb 2017 62 Orang

Sekolah Minggu Minggu, 26 Feb 2017 37 Orang

Remaja Minggu, 26 Feb 2017 -

Pemuda Minggu, 26 Feb 2017 -

Cab. Bavarian KU 1 Minggu, 26 Feb 2017 -

Cab. Bavarian KU 2 Minggu, 26 Feb 2017 133 Orang 10 Orang

POS Batam

(Gabungan)

Minggu, 26 Feb 2017

20 Orang

SM : 56 Orang

Remaja : 42 Orang

38

Similar magazines