Views
10 months ago

2

2 SAMBUNGAN JUMAT, 2

2 SAMBUNGAN JUMAT, 2 FEBRUARI 2018 .............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Kepala Pecah, Usus Terburai, Pasangan Kekasih Batal Tunangan PERBAUNGAN-M24 Pelaminan adalah tujuan setiap pasangan yang tengah memadu asmara. Demikian halnya Andi Akmal Lubis alias Andi (27) warga Dusun I Desa Sei Rampah, Kec Sei Rampah, Serdang Bedagai (Sergai) dan kekasihnya Sri Kumala Sari alias Sari (28), 3 Tahun Merantau, Stress PERCUT-M24 Warga Paret 2 Pasar 12 Desa Bandar Khalifah, Kec Percut Sei Tuan mendadak heboh. Pasalnya, sosok mayat ditemukan mengambang di kolam pancing. Informasi dihimpun, awalnya, Ani Puspita (52) hendak memberi makan anaknya Junedi Syahputra alias Junet (27), Selasa (30/1) sore. Namun anak kedua dari dua bersaudara itu tak ada di rumah. Ani pun panik. Pasalnya, setahun belakangan, Juned mengalami stress dan kerap melamun di kolam pancing milik orangtuanya. Ani pun melakukan pencarian namun tak menemukan korban. Ani lalu meminta suami pertamanya, Syafrizal Sitohang (53) membantu menemukan anak mereka. Ketika itu Sitohang hanya menemukan pakaian dan sendal di pinggir kolam pancing miliknya. "Padahal telah saya galah dasar kolam, tapi tidak ada apaapa. Saya lanjutkan lagi besoknya (31/1), tapi tidak ada mayat di dasar kolam," beber Sihotang pada M24, Kamis (1/2). Korban akhirnya ditemukan pekerja Sitohang yang hendak menyuci piring. Hanya saja saat ditemukan, korban dalam keadaan telentang dan terapung di kolam. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke orangtua korban. "Akhirnya saya laporkan ke polisi dan warga yang mengetahui datang ke kolam ini," ungkap Sitohang. Menurutnya, sejak mengalami stres, korban pernah coba bunuh diri. Beruntung, abang korban melihat dan menggagalkan rencana tersebut. "Ketika korban ditampar abangnya, dia seperti nggak sadar apa yang dilakukannya. Selama ini korban patuh terhadap orangtua dan rajin sholat," tuturnya. Jasad korban selanjutnya dikebumikan di kuburan Pasar 15, Tembung, Kec Percut Sei Tuan selepas zhukur. Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean SIK yang dikonfirmasi menduga korban tewas setelah tergelincir ke dalam kolam sedalam tiga meter tersebut. "Sesuai permintaan keluarga, korban tidak dilakukan visum," ucap Pardamean. (irwan) Hantam Dump Truk Parkir SUNGGAL-M24 Juli Setiawan (34) terkapar dengan wajah berlumur darah. Warga Dusun Serbaguna, Desa Karangrejo, Kec Stabat, Kab Langkat ini baru menghantam truk parkir, Kamis (1/2). Ceritanya, pagi itu Juli terlihat mengendarai Yamaha Vixion warna merah BK 2751 PAY datang dari arah Jln Gagak Hitam/ Ringroad menuju Simpang Pos dengan kecapatan tinggi. Setiba di Jln Ngumban Surbakti, tepatnya depan Rumah Makan Ratu Solo, ia tak melihat dump truk BK 9966 LG tengah parkir karena mengalami pecah ban. Brak! Kreta menghantam bumper belakang dump truk dan korban terpental ke jalan. Darah segar tampak mengalir dari mulut Juli. Sementara kereta yang digunakan Juli mengalami ringsek di bagian depan. Suara hantaman mengundang perhatian warga yang langsung memadati lokasi. Dengan berlumur darah, korban dilarikan ke rumah sakit untuk mendapat perawatan medis. "Masih hidup, sudah dinaikkan ke pick up tadi. Nggak tahu ke rumah sakit mana. Tadi dia (Juli) masih sempat duduk di pick up itu," beber warga sekitar. Tak lama, petugas Lantas Polsek Sunggal yang mendapat informasi tiba di lokasi. Setelah melakukan olah TKP dan pendataan dan meminta keterangan warga sekitar, petugas memboyong Yamaha Vixion milik Juli ke Pos Lantas Diski. "Sabar ya, anggota masih mencari tahu rumah sakit tempat korban dirawat," jawab Kanit Lantas Polsek Sunggal, Iptu Syahri Ramadhan pada M24. (tiopan) Warga Batangkuis MEDAN-M24 Suyono alias Sulis (40) sepertinya bukan maling kabel amatiran. Pasalnya, ia sukses mencuri kabel di PT Tamora, dengan kerugian ditaksir Rp80 juta. Pria yang menetap di Jln Batangkuis, Pasar III, Batangkuis, diringkus unit Reskrim Polsek Patumbak di Jln Pertahanan Patumbak, Samping Perumdam, Kamis (1/2). Kapolsek Patumbak Kompol Yasir Ahmadi kepada wartawan mengatakan, tersangka ditangkap atas laporan pihak PT Tamora ke Polsek Patumbak dengan nomor LP/916/XII/2017/ Sek Patumbak. Dalam laporan itu, PT Tamora kehilangan 250 set mouting briket, 30 gulung kabel gable pedet seharga Rp80 juta dari dalam gudang. Setelah menerima laporan tersebut, lanjutnya, unit Reskrim Polsek Patumbak langsung melakukan penyelidikan. Hasilnya, petugas mendeteksi keberadaan tersangka dan meringkusnya. Selain mengamankan tersangka, katanya, turut pula ditemukan barang bukti 1 mobil Grand Max yang digunakan pelaku untuk mengangkut hasil curiannya. "Tersangka dijerat dengan pasal 363 KUHPidana dengam ancaman hukuman di atas 5 tahun penjara," tandasnya. (ahmad) Ada yang Kompor Bila Anang memilih bodo amat dengan pertengkaran Azriel dan Raul Lemos di dunia maya, maka Ashanty mengaku hubungan Aurel dan Azriel dengan Krisdayanti baik-baik saja. Ashanty menyatakan ada pihak yang membuat panas hubungan ibu dan anak itu. Benarkah Raul Lemos yang dimaksud? “Mereka baik-baik saja, apalagi Aurel sama mamanya pasti baik. Bagaimana pun kan KD ibu kandung yang lahirkan mereka, nggak mungkin anak-anak nggak dekat dan nggak sayang. Cuma kadang banyak pihak yang manasin jadi orang menilai beda. Kalau aku ditanya pertanyaan begini, aku nggak bisa jawab, karena aku baik-baik saja kondisinya. Cuma karena ada yang ngomporin, aduh jadi nggak enak, padahal nggak ada masalah apa-apa,” ungkap Ashanty ditemui di Duren Tiga, Jakarta Selatan, Kamis (1/2). Tak mau membuka siapa pihak yang kerap memanasmanasi hubungan anak dan ibu itu, Ashanty menyatakan biarlah prahara keluarga ini menjadi urusan pribadi. Istri Anang itu tak mau masalah pelik ini mengganggu kebahagiaan anak-anaknya. (net) MEMBACA PESAN Mak Bedah dan Wak Lokot pasangan suami istri yang samasama keras hati. Maklum, mereka sama-sama pekerja, dan Wak Lokot dulu sangat sulit untuk mendapatkan Mak Bedah saat mereka masih kuliah dulu. Kini mereka sama-sama punya posisi penting dan mempunyai kedudukan juga penghasilan yang besar. Minggu kemaren mereka habis bertengkar hebat, hanya karena hal sepele, Wak Lokot berharap KPK yang menang saat bersengketa dengan Polri. Sedangkan Mak Bedah lebih berpihak ke Polri. Pada Sabtu malam, karena gengsi nggak mau negur duluan, sang suami menulis catatan disebuah kertas. “Bangunin aku besok jam 7.00 WIB, karena ada janji penting dengan bos untuk bersama hadir pada peresmian kantor baru". Pagi harinya sang suami terbangun pada jam 11.00 Wib dan didapatinya sebuah catatan.... “Pak, bangun... bangun.. bos mu mungkin sudah menunggu…..sekarang sudah jam 7.10 wib.” Wak Lokot : “HAAAAHHHHHHH.... !!!?“ yang tinggal di Dusun II Desa Buluh Duri, Kec Sipispis, Sergai. Keduanya diketahui telah menjalin hubungan selama lima tahun. Ketika masih duduk di bangku SMA berlanjut saat menjadi mahasiswa di Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU). Kisah asmara keduanya bertahan setelah tamat dan bekerja. Sari mengajar les di Medan, sementara Andi bekerja di Alfamart, Medan. Setahun bekerja, keduanya yang samasama ngekost di Kota Medan mulai merencanakan pernikahan. Apalagi baik Andi dan Sari sudah kenal baik dengan kedua pihak keluarga. “Keduanya sering ke rumah dan sudah sejak lima bulan lalu bercerita ingin bertunangan. Namun keduanya masih megatur waktu yang tepat,” ucap Iwan Kartok (43), paman Sari yang ditemui M24 di kediamannya, Pondok VI, Desa Bandar Jambu, Kec Tebingtinggi, Sergai, Kamis (1/ 2). Jenazah Sari Terlambat Dijemput Pantauan M24, saat jenazah Andi dibawa keluarganya untuk disemayamkan, keluarga Sari tak kunjung datang. Telpon genggam yang dihubungi petugas pun tak aktif. Pihak keluarga baru datang ke RS Melati Perbaungan, Kamis (1/2) siang. Dengan menggunakan ambulans rumah sakit, jenazah Sari dibawa ke rumah pamannya, Iwan Kartok (43) didampingi abangnya, Rudi Kapolda: 4 Tersangka Kita Kirim ke Neraka dimusnahkan ini terdiri dari narkotika jenis sabu seberat 69,06 kilogram, ganja seberat 111,52 kilogram, pil ekstasi sebanyak 2.192 butir dan pil happy five sebanyak 576 butir," ujar Kapolda. Barang bukti yang dimusnakan itu, lanjutnya, merupakan pengungkapan kasus selama empat bulan mulai dari Oktober 2017. Yaitu 37 kasus dengan 67 tersangka. "Yang kita hadirkan 63 tersangka (dua wanita). Sedangkan empat tersangka kita kirim ke MEDAN-M24 Kapoldasu, Irjen Pol Paulus Waterpauw belum menerima surat permohonan penangguhan terhadap Mujianto, pengusaha properti yang juga tersangka kasus penipuan proyek miliaran rupiah. "Sejauh ini, saya belum ada dilaporin dari Pak Dir (Dirreskrimum Poldasu). Kita sekarang fokus melengkapi berkas sekaligus menyerahkan Mujianto dan satu tersangka lainnya, Rosihan Anwar yang merupakan staf Mujianto ke pihak Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu)," kata jenderal bintang dua itu kepada awak media,, Kamis (1/2). Jelas Paulus, permohonan penangguhan merupakan hak setiap orang dan diatur oleh hukum di tanah air. Hanya saja, diizinkan atau tidak, tergantung pada pertimbangan PERCUT-M24 Personel Reskrim Polsek Percut Sei Tuan mengamankan seorang oknum polisi karena melakukan pengancaman dan pengerusakan di Jln Pertiwi dan Jln Tirtosari, Kel Bantan, Kec Medan Tembung. Informasi dihimpun, Kamis (1/2), oknum polisi tersebut adalah Brigadir HS dan bertugas di Ba Urkes, Polres Deliserdang. Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean SIK menuturkan, pengamanan berawal informasi masyarakat yang diterima, Rabu (31/1) sekitar pukul 22:00 WIB. Personel yang melakukan pengecekan ke tempat kejadian perkara (TKP) melihat satu unit mobil Ambulans mengalami kerusakan di 'Pertanyaan KPK Itu-Itu Juga Sih' mantan dan anggota DPRD Sumut, Kamis (1/2) di Mako Brimob Poldasu, Jln KH Wahid Hasyim, Medan. Kali ini yang diperiksa lima anggota DPRD Sumut periode 2014-2019 dan seorang mantan anggota DPRD Sumut periode 2009-2014. Kelima legislator aktif yang merupakan pejabat lama dan menjabat kembali itu di antaranya Tiaisah Ritonga (Demokrat), Muslim Simbolon (PAN), Rinawati Sianturi (PPRN/Hanura), Sonny Firdaus (Gerindra) dan Analisman Zalukhu (PDIP). Sedangkan politisi PKS Zulkarnain merupakan mantan anggota DPRD Sumut. Pantauan M24 di Mako Brimob Polda Sumut, sekira pukul 10.30 Tiaisah Ritonga sudah keluar terburu-buru meninggalkan Mako Brimob. Disusul Sonny Firdaus dan Muslim Simbolon pukul 11.00 WIB. Sementara pukul 11.05 WIB, Rinawati Sianturi terlihat pula meninggalkan Mako Brimob. Namun, Zulkarnain dan Analisman Zaluchu tidak tampak keluar setelah Ngebut Tanpa Lampu 2 Joki Meninggal Dunia Pasar VI Sukobeno, Sungai Mati, Kec Stabat, Kab Langkat, datang dari Kota Datar menuju simpang Lamino, Tandem Hilir I mengendarai Yamaha Vega BK 5390 CE. Bersamaan, Heri Wiranda, warga Dusun Kampung Lama II, Desa Tandem Hilir II, Kec Hamparan Perak datang dari arah berlawanan mengendarai Yamaha Vega tanpa nomor polisi. Setiba di lokasi, kedua kuda besi yang Aturan di Masjid Ini Diacungi Jempol Rawalumbu, Kec Rawalumbu, Bekasi, Jawa Barat (Jabar), diimbau agar tidak memberikan ceramah yang mendiskreditkan kelompok yang berbeda pemahaman dan umat agama lain. Penceramah juga diharapkan tidak menjelek-jelekkan pemerintah, kecuali (34). “Saya dikabari jam dua malam. Tapi tidak jelas karena rumah Sari di Buluh Duri sudah tidak dihuni lagi. Pagi saya baru mendapat kabar yang jelas dan kami langsung menuju rumah sakit,” jelas Iwan pada M24. Menurutnya, Sari merupakan anak kedua dari dua bersaudara pasangan Ngatno (50) dan Runta (49) yang merantau di Rengat. Karena itu, Sari hidup mandiri. Mekanik Kreta Ditangkap Lagi Merakit Senpi AK47 KISARAN-M24 Meski hanya sebagai mekanik kreta, tetapi Achmad Bakrie Siregar (35) mampu merakit senjata api (Senpi) jenis AK47. Achmad kemudian dibekuk petugas Polsek Simpang Empat. Penangkapan terhadap warga Dusun IV, Desa Pulau Maria, Kec Teluk Dalam, Kab Asahan, dilakukan, Rabu (31/1) sekitar pukul 12:30 WIB. Kapolsek Simpang Empat AKP Supriyadi YTO didampingi Wakapolsek Iptu JT Siregar mengatakan penangkapan Achmad bermula dari laporan masyarakat.Info menyebut kalau Achmad sedang membuat senjata jenis AK 47 di dalam rumahnya. Supriyadi bersama personelnya bergerak ke lokasi. Saat digrebek, Achmad terciduk sedang merakit senpi. Achmad mempergunakan paralon dan kayu serta laras terbuat dari pipa besi yang mirip AK47. Dari penggeledahan, ditemukan 5 pucuk senpi rakitan mirip AK47 dan alatalat seperti gerenda, bor tangan, kikir, potongan pipa, botol spritus, kelereng, mancis dan besi. Supriadi menambahkan, Achmad dan barang bukti dibawa ke Polsek Simpang Empat. Setelah itu, diserahkan ke Sat Reskrim Polres Asahan guna proses pengembangan lebih lanjut. neraka," katanya. Adapun barang bukti sabu, pil ekstasi dan pil happy five dimusnahkan dengan cara dimasukan ke dalam air mendidih. Lalu diaduk sampai merata kemudian dibuang ke dalam lubang yang sudah dibuat sebelumnya. Sedangkan barang bukti ganja dimusnahkan dengan cara dibakar. "Saya pribadi prihatin, dan ini bukan membanggakan bagi kami. Karena sampai Januari 2018 luar biasa banyaknya. Penangguhan Mujianto Tergantung Penyidik penyidik. Saat ini, pihaknya pun masih mencari tersangka lain kasus tersebut. "Tapi menurut saya, untuk sementara ini tidak," tegasnya. Perlu diketahui, Mujianto dan Rosihan Anwar menjadi tersangka penipuan proyek senilai Rp3 miliar akhirnya ditahan Subdit II/ Harda Tahbang Ditreskrimum Polda Sumut, Rabu (31/1). "Jadi hari ini Polda Sumut resmi menahan M dan RA, setelah ada pernyataan dari rumah sakit kalau keduanya sehat. Kita lakukan panggilan kedua dan langsung kita tahan," kata Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian didampingi Wadir Krimum, AKBP Andry Setiawan dan Kasubdit II/Harda Tahbang, AKBP Edison Sitepu. Sehari pasca penahanan bos properti, Mujianto, puluhan papan bunga membanjiri Mapolda Sumut. Pantauan M24, puluhan papan bunga berbaris dari pintu masuk hingga Dapat Bisikan Roh Halus, Oknum Ancam Jln Pertiwi Gg Warisan, Kel Bantan, Kec Medan Tembung. Empat bannya bocor akibat tikaman senjata tajam. Tak hanya itu, di Jln Tirtosari, Kel Bantan, Kec Medan Tembung, petugas juga menemukan satu unit Toyota Avanza warna hitam mengalami ban bocor ditikam sajam. Sementara di depan Gereja HKBP Jln Tirtosari, terdapat dua unit Toyota Kijang innova warna hitam dan warna krem mengalami kerusakan masing-masing satu ban kena tikaman sajam. Mencegah timbulnya korban jiwa, petugas langsung mengamankan pelaku berikut barang bukti satu bilah sajam jenis sangkur serta sarung warna loreng dan satu sajam stainless steel bergagang kayu warna diperiksa. Masih pengamatan M24, selama 4 hari pemeriksaan KPK, semua mantan dan anggota dewan aktif, cenderung alergi melihat jurnalis. Tak heran, 1 pintu kecil di belakang ruang pemeriksaan, selalu dipergunakan mereka untuk kabur diamdiam atau mengecoh jurnalis. Muslim Simbolon, misalnya. Usai diperiksa, dia tampak menolehkan kepala ke berbagai arah seolah-olah ingin memastikan wartawan tidak ada. Terkadang menunjukkan situasi bertelepon pada seseorang. Pun begitu, para insan pers tetap mendatanginya. Hanya saja, petugas Brimob tiba-tiba muncul menjauhkan wartawan dari Muslim. Tepat pukul 13.30 WIB, beberapa petugas KPK bergegas meninggalkan Mako Brimob Polda Sumut dengan 2 mobil. Satu mobil jenis Avanza warna silver plat BK 1575 UT dan 1 lagi Xenia warna silver plat BK 1564 FF. Seperti biasa, petugas KPK cuma tersenyum tanpa mau memberi keterangan melaju dengan kecepatan tinggi tanpa lampu pun bertabrakan. Brak! Benturan keras itu membuat kedua pengendaranya terpental dan mengalami luka serius. "Untuk korban berinisial BS, mengeluarkan darah dari hidung dan telinga, serta luka robek di kening. Meninggal dunia saat dalam perjalanan menuju Klinik Asia Medika, Tandem," tegas Kasubbaghumas Polres Binjai, AKP Lengkap Tarigan, Kamis (1/2). mengkritik, serta tidak menyampaikan halhal bersifat porno dan lelucon. Sampai saat ini unggahan tersebut telah di retweet sebanyak 1.410 kali dan disukai sebanyak 946 kali. Kebanyakan dari warganet yang merespons memberi sambutan positif atas Namun manusia hanya berencana, Tuhan yang menentukan. Sebelum menemukan hari baik untuk menggelar pernikahan, keduanya lebih dulu dipanggil Sang Khaliq. Rabu (31/1) malam, sepulang kerja di Medan, Sari diajak Andi ke rumahnya. Namun, hanya beberapa jam di rumah, keduanya memutuskan untuk kembali ke Medan. “Alasannya ada yang tinggal. Sebelum pulang ke Medan, keduanya Sementara itu, abangnya, Rudi menyesalkan telepon genggamnya yang mati. Hal itu membuat kabar kematian adiknya terlambat. "Saat ini kedua orangtua kami dalam perjalanan menuju rumah,” ucap Rudi dengan mata berkaca-kaca. Oleh keluarga, jenazah Sari dimakamkan dimakamkan tak jauh dari rumah sang paman, Iwan Kartok. (darmawan/ yanfebri) Sementara Achmad ketika ditanyai mengaku senjata rakitan jenis AK47 idenya sendiri. Mulanya ia coba dengan memasukkan spritus ke lobang pipa pada senpi. Kemudian memasukkan peluru dari kacang-kacangan kendaraan bagian kreta dan diledakkan dengan jangkauan jarak tempuh 300 meter. Achmad sudah lama memproduksi senjata rakitan. Senpi hasil buatannya sudah terjual sebanyak 10 pucuk. Ia menghargai senpi rakitannya mulai Rp200 ribu hingga Rp500 ribu perpucuknya. "Sampai saat ini Polsek bekerja sama dengan Sat Reskrim untuk pengembangan,” pungkasnya. (deny) Narkoba ini tidak mengenal strata kehidupan, umur, pekerjaan, status. Kita bisa lihat ada ibu-ibu dan anak," ungkapnya. Untuk itu, Poldasu komit memerangi dan memberantas narkoba. Bantuan dari seluruh elemen masyarakat juga sangat dibutuhkan untuk mewujudkan hal tersebut. Bahkan tindakan tegas akan dilakukan bagi jaringan narkoba internasional. "Kami tindak tegas. Dia melawan, lari, pasti kita tembak mati," tukas Paulus. (ahmad) halaman depan markas komando berisi apresiasi terhadap Polda Sumut atas penahanan Mujianto. Salah satunya dikirimkan Forum Anak Bangsa (FAB) pimpinan Marlon Purba sebagai pendamping korban, Armen Lubis dalam melakukan upaya hukum atas kasus tersebut. Ucapan yang tertulis pada papan bunga itu berisi kalimat 'Mengucapkan ribuan terima kasih kepada Bapak Kapolri/Kapoldasu atas ditahannya Mujianto'. Hanya saja, saat ini Marlon Purba masih menjalani pemeriksaan. Ia diprasangkakan Pasal 16 Jo Pasal 4 UU nomor 40 Tahun 2008 tentang penghapusan diskriminasi RAS (ras, agama, suku). "Sudah ditahan kemarin, 31 Januari," kata Kasubdit 1 Dit Tipid Cyber Bareskrim Polri, Kombes Pol Irwan Anwar melalui pesan WhatsApp kepada wartawan. (ahmad) coklat."Berdasarkan keterangan tersangka, dirinya melakukan tersebut karena bisikan roh halus. Saat ini kita juga sedang meminta keterangan saksi," kata Pardamean kepada M24. Keterangan Kapolsek tadi dibenarkan Kapolres Deliserdang, AKBP Edy S Tarigan. “Sakit jiwa itu, Bang. Lagi diproses,” tulis Edy dalam group Watshaap wartawan unit Polres Deliserdang. Demikian halnya Kasi Propam Polres Deliserdang, Iptu Fredy Siagian SH. "Dari laporan yang diterimanya, kelainan kejiwaan yang dialami tersangka berawal dari masalah pribadi. Dimana tersangka kerap mendapat bisikan-bisikan," pungkas Fredy. (irwan/ yanfebri) apapun. Zulkarnain dan Analisman Zaluchu tetap saja tidak terpantau keluar dari ruang pemeriksaan. Terpisah, M24 mencoba mengkonfirmasi 1 mantan DPRD Sumut periode 2009-2014 Pasiruddin Daulay lewat ponsel. Pasiruddin mengaku telah diperiksa KPK pada Rabu (31/1). Menurut dia, apa yang ditanya KPK masih sama seputar interpelasi dan APBD Sumut. "Saya diperiksa semalam. Pertanyaan KPK ya itu-itu juga sih. Seputar batalnya Hak Interpelasi DPRD Sumut dan APBD Sumut," terang Pasiruddin, sembari memastikan sudah 4 kali diperiksa KPK di Medan. Tatkala dikejar apakah KPK bertanya soal penerimaan uang dugaan suap/grativikasi dari Gubsu Gatot Pujo Nugroho untuk membatalkan Hak Interpelasi, Pasiruddin enggan memberi jawaban. "Tanya KPK saja deh, yang jelas saya telah memberi keterangan kepada mereka," tepisnya. (budiman) Sementara korban HW mengalami luka robek di kening, lembam pada mata serta patah pada kaki kanan, meninggal dunia saat berada di klinik. Selanjutnya kedua jenazah dibawa keluarga untuk disemayamkan di rumah duka. Untuk penyelidikan, kedua kreta yang mengalami tabrakan diamankan di Unit Lakalantas Polres Binjai. Kerugian materil ditaksir berkisar Rp2 juta. (sopian) imbauan Masjid Baabut Taubah. “Ini revolusioner pengurus mesjidnya,” ujar @m_t_hidayat “Menghargai keberagaman,” tulis @komarudin_ans “Smoga smua masjid bisa seperti ini, Aamiinn,” kata @fairy lup. (net) sempat makan di rumah. Tidak ada firasat buruk karena saya menganggap keduanya sudah seperti anak sendiri,” tutur orangtua Andi, M Abduh Lubis alias Abduh (56) dan Hamun (54) sembari menitikkan air mata. Ternyata, itu adalah makan malam terakhir keduanya. Pasalnya, beberapa jam kemudian, Abduh mendapat kabar jika anak ketiga dari empat bersaudara itu telah tiada dalam kecelakaan lalulintas. Saat melintas di jalan lintas Sumatera (Jalinsum) Medan-Tebingtinggi KM 38-39, Dusun I, Desa Pematang Sijonam, Kec Perbaungan, Sergai, Honda Bead BK 2362 NAB yang dikendarai keduanya hendak mendahului kendaraan di depan. Bersamaan, dari arah berlawanan meluncur truk Fuso BK 9051 NB yang disopiri Zulham Efendi (38), warga Jln Siantar KM2, Kel Padanghulu, Kec Tebingtinggi. Tiba-tiba, stang kreta Akmal bersenggolan dengan kendaraan yang disalip. Keduanya pun jatuh bersama kreta. Naas, keduanya jatuh tepat di bawah truk yang masih melaju. Crashhh... Andi dan Sari tergilas roda truk dan tewas di tempat dengan kondisi Guru SD di Dairi Dipecat SIDIKALANG-M24 Seorang guru Sekolah Dasar Negeri (SDN) di Dairi, HT (58) terancam dipecat dari aparatur sipil negara (ASN). Pasalnya warga Desa Pangguruan, Kec Sumbul, Kab Dairi ini tega menelantarkan keluarga demi wanita idaman lain (WIL). Peristiwa ini terungkap setelah Prince Situmorang (58) mendatangi Dinas Pendidikan Dairi, Kamis (1/2). Kepada M24, Prince mengaku sudah dua tahun ia dan kelima anaknya tidak dinafkahi oleh HT. “Sejak dua tahun terakhir ini, suami saya tidak pernah lagi memberi nafkah. Padahal masih ada anak kami yang butuh biaya untuk kuliah,” ucap Prince didampinggi anak sulungnya, R Tumanggor. Selain tak memberi nafkah lahir batin, HT yang merupakan guru SDN 030354 Buluh Ujung, Desa Pegagan Julu IV, Kec Sumbul, Kab Dairi juga telah menikah dengan wanita lain tanpa persetujuan darinya. Tak terima, ia pun mengadukan perbuatan suaminya ke Dinas Pendidikan Dairi pada Maret 2017. Minum Diterjen, Cewek MEDAN-M24 Kehebohan terjadi di Jln Ir Juanda Medan. Pasalnya, seorang wanita ditemukan kejang-kejang dengan mulut berbuih. Informasi dihimpun, peristiwa itu diketahui pertama kali oleh Pukulan Simanjuntak (65) yang tengah berdagang, Rabu (31/1) sekitar pukul 13:00 WIB. Tanpa sengaja warga Jln Ir Juanda ini melihat ke arah becak motor (betor) yang parkir di depan warungnya, tepatnya di depan Hotel Istana. Saat itu ia melihat seorang wanita kejang-kejang dengan mulut mengeluarkan buih. Ia pun menghampiri korban sembari berteriak minta tolong. Sontak warga berdatangan ke tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya peristiwa itu dilaporkan ke petugas kepolisian. Tak lama berselang, petugas dari Polsek Medan Kota tiba langsung DELITUA-M24 Amuk warga kembali terjadi Jln Karya Jaya, Kec Medan Johor. Dua warga Namorambe pun mandi darah setelah diteriaki jambret. Informasi dihimpun, adalah Fatima (35), warga Jln Karya Gg Eka Bakti, Kel Gedung Johor, Kec Medan Johor baru pulang belanja sayur, Rabu (31/ 1). Saat berada di tempat kejadian perkara, ia dihampiri dua pelaku yang mengendarai Yamaha R25 warna merah putih BK 5793 AGK. Dengan cepat, pelaku di boncengan merampas dompet yang diselipkan di ketiak korban. Antara takut dan terkejut, korban sontak berteriak 'rampok'. Mendengar teriakan korban, warga sekitar langsung mengejar kedua pelaku yang gugup. Tak jauh dari lokasi, kedua pelaku terjatuh dan langsung diharjar warga hingga babak belur. "Salah satu pelaku Vario. Pelaku lalu masuk dan berpurapura membeli selang gas. Oleh penjaga kasir, Ardiansyah (22), warga Jln Mangaan, Kel Mabar, Kec Medan Deli mengatakan, bahwa selang gas tersebut hanya ada satu. Selanjutnya pelaku meminta kasir mengambil selang gas ke dalam gudang yang terletak di belakang untuk dicek. Ternyata hal itu hanya alasan pelaku. Begitu Ardiansyah berlalu, pelaku langsung menggasak uang Rp11 juta dari laci kasir. Kemudian kabur. Aksi Betor BK 2538 KC & 60 Kg Ikan karyawannya. Seperti dituturkan kepada M24, awalnya korban menyuruh AE (30) membawa becak motor (betor) BK 2538 KC dengan muatan 60 Kg ikan untuk dijual di seputaran Perumahan Sakura Jln Sakura 1, Kel Tanjung Selamat, Kec Medan Tuntungan, Selasa (29/1). Setelah AE pergi, korban menyuruh NY (22) mengutip uang penjualan ikan kemarin. Karena hendak pulang ke rumah, korban meminta MA (25) menunggui kios. "Beberapa jam di rumah, saya curiga karena tidak ada satu pun yang menghubungi saya. Begitu saya balik ke kios, MA tidak kelihatan lagi. Saat saya masuk ke dalam kios, dua unit blower sudah hilang," bebernya. Nomor seluler AE juga tak aktif saat dihubungi. Korban langsung turun ke lapangan menemui AE. Namun, meski telah mencari hingga dua hari, korban mengenaskan. Sari mengalami luka di kepada, paha kanan hancur dan ususnya terburai karena bagian perut ikut terlindas. Sementara Andi mengalami luka di kepala dan paha kanan koyak. Petugas dari Pos Lantas Sei Sejenggi yang menerima laporan langsung turun ke lokasi. Dibantu warga, kedua korban tewas dievakuasi ke Rumah Sakit Melati di Perbaungan. Sedangkan kedua kendaraan dan sopir truk diamankan ke Pos Lantas. (baca: Jenazah Sari Terlambat Dijemput) "Kedua kendaraan dan sopir truk telah kita amankan dan kini masih dalam pemeriksaan," jelas Kapos Sat Lantas Sei Sejenggi, Aiptu D Gultom. Terpisah, Kanit Laka Lantas Polres Sergai, Ipda S Pangaribuan yang dikonfirmasi telah menerima laporan adanya kecelakaan yang menewaskan pasangan kekasih tersebut. "Sudah ditangani dan sopir juga masih dalam pemeriksaan. Bagi pengendara yang melintas di Jalinsum Medan-Tebingtinggi kiranya hati-hati mengingat angka laka lantas di Sergai tergolong tinggi,” pesan Pangaribuan. (darmawan/ yanfebri) R Tumanggor malah berharap sang ayah dipecat. “Kami merasa sebagai seorang guru pendidik dan ASN, bapak kami sudah tidak punya etika dan moral,” ungkapnya. Kadis Pendidikan Dairi, Rosema Silalahi melalui Seketarisnya, Besli Pane mengaku sudah memroses pengaduan korban. Bahkan, Desember 2017, bupati sudah membentuk tim untuk membahas hal tersebut. "Hasilnya, tim sepakat memberhentikan HT dari ASN. Menurut Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kabupaten Dairi, surat pemberhentian sudah berada di meja bupati untuk ditandatangani,” ujar Besli sembari mengarahkan M24 ke BKD Dairi. Ditemui di kantornya, Kepala BKD Dairi, Suwasta Ginting membenarkan adanya surat pemberhentian dengan hormat terhadap, HT. "Tinggal menunggu tandatangan bupati. Kita tunggu aja hasilnya dalam waktu dekat ini, karena pemberhentian ini juga sudah kita beritahukan kepada HT,” terangnya. (fajar) mengevakuasi korban ke RS Bhayangkara Medan guna mendapat perawatan medis.“ Belakangan diketahui korban bernama Nurhayati boru Situmeang (32), warga Perumahan PT Tasik Raja, Cikampak, Labuhanbatu. "Korban mencoba melakukan aksi bunuh diri dengan meminum diterjen cair. Karena kita menemukan satu botol Diterjen Daia cair di lokasi," terang Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah Hermindo Tobing. Menurut Martuasah, hasil pemeriksaan petugas sementara, korban diduga nekat bunuh diri karena ditinggal kekasihnya. Sedangkan diterjen diperoleh korban dari salah satu warung di lokasi. Hingga berita ini dikirim ke meja redaksi, korban masih menjalani perawatan intensif. "Kita juga masih berusaha mencari tahu keluarga korban," pungkasnya. (ahmad) Naik R2 Tapi Jambret Dompet pingsan pas dihajar. Rencananya pelaku mau dibakar warga. Untung saja polisi cepat datang," ucap Sais (33), warga sekitar kepada M24, Kamis (1/ 2). Mendapat informasi, petugas dari Polsek Delitua tiba. Dalam pemeriksaan diketahui kedua pelaku adalah Youngky Pratama Kusuma alias Yaungky (22), warga Dusun II Gg Meliala, Desa Namorambe, Kec Namorambe dan Jefry Tarigan (22) warga Dusun II Kayu Embun, Desa Delitua, Kec Namorambe. Kedua pelaku lalu diboyong ke Polsek Delitua berikut korban untuk membuat laporan polisi. "Kedua pelaku mandi darah saat kita boyong ke komando. Malam itu juga korban kita arahkan membuat pengaduan," jelas Kapolsek Delitua, Kompol Arifin Marpaung melalui Kanit Reskrim, Iptu Prastyo Triwibowo. (mehuli) Terekam CCTV Pencuri Gasak tersebut hanya berlangsung dua menit. "Pelaku menyuruh saya untuk mengambil selang gas ke gudang karena ingin membeli lima set," ucap Ardiasnyah saat membuat laporan di Polsek Medan Labuhan. Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP N Surbakti yang dikonfirmasi telah menerima laporan korban. "Masih kita olah TKP, dan kita minta hasil rekaman CCTV untuk menjadi bukti. Beberapa saksi juga sudah diminta keterangannya," ujarnya. (sigit) tak kunjung menemukan tiga karyawan asal Rantauprapat, Kab Labuhanbatu tersebut. Tak putus asa, ia coba mencari dari media sosial facebook. Korban terkejut. Pasalnya ketiga pelaku memosting status pencurian tersebut. "uang hasil penjualan betor, ikan dan mesin blower sudah kami bagi rata" sambil menunjukan hasil penjualan barang curian serta uang korban. Ketiganya juga tak takut bila dilapor ke polisi. "AE baru dua bulan kerja sama kita dan kedua rekanya baru dua minggu," tukasnya. Kapolsek Delitua, Kompol Arifin Marpaung melalui Kanit Reskrim, Iptu Prastyo Triwibowo yang dikonfirmasi sudah menerima laporan korban. "Ketiga pelaku sedang kita intai. Sejauh ini ketiganya berada di Lankgat," tukas Iptu Prasetyo. (mehuli)

JUMAT, 2 FEBRUARI 2018 3 NO.KONTAK SATGAS ANTI BEGAL POLRESTABES MEDAN AIPTU PONGKI (081370630708) BRIPKA JEFRI HUTABARAT (085297101996) BRIPKA JENLI DAMANIK (08126418179) BRIPKA HARRY TEGUH (085262781545) BRIPKA EBEN EZER (081360885925) BRIPKA ALI HENDRA (085297025258) BRIGADIR M FAHRI (08126472829) BRIGADIR MH BAKTI (081396464646) BRIGADIR SADAT ROMULO (081360835406) BRIGADIR FRANSEDA (082274036717) BRIGADIR FREDI (081362722986) BRIPTU ADE PUTRA (081360909148) SILAHKAN DIHUBUNGI JIKA TERJADI AKSI KEJAHATAN SEPERTI BEGAL DAN PERAMPOKAN MEDAN-M24 Menggandeng unsur musyawarah pimpinan kecamatan (Muspika), Polsek Medan Barat mengajak untuk menciptakan Pilgubsu yang aman dan kondusif. I tu dilakukan pada acara Ikrar yang digelar di Mapolsek M e d a n Barat, Jln Budi PEmbangunan, Kel Brayan Kota, Kec Medan Barat, Kamis (1/ 2). Hadir pada kegiatan ini Camat Medan Barat Rusdi Faisal Lubis, Danramil Medan Barat Kapten A Marpaung, seluruh lurah dan kepling se-Medan Barat, tokoh agama, tokoh masyarakat, dan tokoh pemuda. Kapolsek Medan Barat Kompol Revi Nurvelani dalam kata sambutannya mengatakan, sangat berterima kasih kepada unsur Muspika, menjadikan Kec Medan Barat, kondusif dalam Pilgubsu Road to Polsek tahun ini. Dirinya juga memerangkan agar masyarakat jangan terlalu cepat terpancing dengan dunia teknologi apa lagi berita hoax yang bisa memecah belah bangsa. "Bilamana masyarakat mendapat berita hoax diharapkan langsung menghubungi kami (polisi)," ucap Revi. Lanjutnya, seperti yang diharapkan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto, jika ada tindakan anggota polisi yang kurang puas melayani masyarakat, secepatnya hubungi pihaknya. "Kalau ada masyarakat yang kurang puas dengan layanan polisi, langsung hubungi kami," jelasnya. Selesai acara Kapolsek Medan Barat bersama unsur Muspika, tokoh agama, tokoh masyarakat Polsek Medan Area Sosialisasi Aplikasi Polisi Kita ke Ojol MEDAN AREA-M24 Jajaran Polsek Medan Area melaksanakan sosialisasi aplikasi Polisi Kita kepada ojek online (ojol) di Jln Asia, Medan Area, Rabu (31/1). Dengan memakai aplikasi ini, masyarakat tidak perlu lagi repot datang ke kantor polisi mengadukan perihal kejahatan. KAPOLSEK Medan Area Kompol Hartono, Kamis (1/2) menuturkan, masyarakat cukup mengunduh atau menggunakan aplikasi Polisi Kita yang tersedia di ponsel android. Dengan begitu, polisi akan menyikapi pengaduan. Aplikasi Polisi Kita disosialisasikan kepada driver ojol, sebut Hartono, karena untuk memudahkan mereka dalam bekerja. Karena pekerjaan ojol sangat berbahaya."Meski begitu, Polisi Kita juga bisa diakses kepada seluruh Penandatanganan acara Ikrar dan tokoh pemuda melakukan tanda tangan "IKRAR" di halaman Petugas mensosialisasikan aplikasi Polisi Kita Mapolsek Medan Barat. Selanjutnya pembacaan doa sebagai penutup dan menyatuni anak yatim. (ardi) Perlu Membangun Kesadaran Masyarakat Untuk Tolak Narkoba MEDAN-M24 Salah satu hal terpenting untuk memberantas narkoba yakni membangun kesadaran masyarakat untuk menolak dan menyatakan perang terhadap narkoba. Itu diungkapkan oleh Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto kepada wartawan di Medan, Kamis (1/2) siang. Menurut Dadang, petugas Polrestabes Medan sudah mengubah stigma beberapa tempat yang selama ini menjadi peredaran narkoba. "Kedepannya kita juga akan menginventarisir angkatan kerja,” jelasnya. Selain itu, dalam memetakan permasalahan narkoba, ada strategi yang dilakukan secara bersama-sama untuk menghacurkan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto ” “ Tidak bisa bekerja sendiri. Harus bersama-sama untuk menangkap dan menindak para pengedar narkoba di Medan suplai barang (narkoba) dan menghancurkan permintaan. “Tidak bisa bekerja sendiri. Harus bersama-sama untuk menangkap dan menindak para pengedar narkoba di Medan,” sebutnya. Dilanjutkan Dadang, Polrestabes sangat komit dan serius dalam pemberantasan narkoba jenis sabu, daun ganja kering dan pil ekstasi di Kota Medan. Akan tetapi, kemampuan polisi terbatas untuk menghancurkan suplai dan pasar. Untuk itu kita butuh peran semua elemen masyarakat di Kota Medan. Pelaku dan bandar narkoba, sebutnya, biasanya menyasar ke masyarakat yang tergolong berpendidikan dan tingkat perekonomian yang rendah. Selain itu, para bandar juga sering berteman dengan aparat dan orang-orang yang dianggap memiliki kekuasaan untuk memuluskan bisnisnya. "Untuk itu yang paling penting bagaimana membangun kesadaran masyarakat untuk menolak dan menyatakan perang terhadap narkoba," tandasnya. (ardi) masyarakat di 33 kabupaten di Sumut. Jadi aplikasi ini kita sosialisasikan di wilayah hukum kita secara bergilir," sebutnya. Kehadiran aplikasi Polisi Kita, kata Hartono, masyarakat bisa melakukan pengaduan atau memberikan informasi tentang kejahatan dan meminta polisi datang ke TKP. "Untuk memudahkan akses ini, masyarakat cukup mengunduhnya dari Play Store. Halaman muka aplikasi dengan fitur utama yang sudah disebut sebelumnya," pinta Hartono. Layanan ini, dapat diakses di mana dan kapan saja. Penggunan aplikasi ini sebagai implementasi point pertama, di mana instrumen negara selalu hadir dalam kehidupan masyarakat. (wandi) # CARA MENDOWNLOAD APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Playstore' 2. Ketik 'Polda Sumut' 3. Pilih ' Polisi Kita Sumatera Utara' 4. Pilih 'Pasang' 5. Pilih 'Terima' 6. Proses Instalasi 7. Setelah Instalasi Selesai Pilih 'Buka' # CARA MENJALANKAN APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Daftar Akun' 2. Isi Semua Kolom Untuk Melengkapi Data Diri 3. Ketik Username & Password : (Sesuai yg Dibuat) Lalu Pilih 'Masuk' #FITUR : * Berita dan Agenda : Kegiatan Polda Sumut dan Polres Jajaran * Pengaduan : Laporan Pengaduan Masyarakat Terkait Gangguan Kamtibmas Untuk Ditindaklanjuti Polisi, Tokoh Masyarakat, Pemprov,DPRD,Damkar, BNPT yg Dilengkapi Fitur Pendukung Foto Atau Video. * Informasi : Himbauan Polda Sumut Terkait Pesan-pesan Kamtibmas * Saber Pungli : Pengaduan Terkait Laporan Saber Pungli * Call Center : Masyarakat Dapat Menghubungi Langsung Polres Yang Dituju Sesuai Pilihan Nomor Telepon. * City Guide : Mapping Dan Informasi Lokasi Kantor Kepolisian Terdekat Serta Fasilitas Umum Seperti Rumah Sakit, SPBU, Tempat Wisata, Dll) # RESPON CEPAT Tombol Fitur Penyampai Informasi Yang Butuh Penanganan Secara Cepat Atas Tindak Kriminalitas Jalanan Seperti, Begal,Curas,Perampokan, Pencurian, Penculikan, Pemerkosaan, Penganiayaan, Pembunuhan, Pengrusakan, Perampasan dan Laka Lantas. Polrestabes sangat komit dan serius dalam pemberantasan narkoba. Akan tetapi, kemampuan polisi terbatas untuk menghancurkan suplai dan pasar. Untuk itu, kita butuh peran semua elemen masyarakat di Kota Medan KAPOLRESTABES MEDAN KOMBES POL DADANG HARTANTO Polsek Kutalimbaru Ringkus Jurtul Togel KUTALIMBARU M24 Personel Polsek Kutalimbaru meringkus juru tulis (Jurtul) toto gelap (Togel) di Desa Silebo- Lebo, Kec Kutalimbaru, Deliserdang. Penangkapan dilakukan ketika pelaku sedang mengendarai kreta Yamaha Vixion. Jurtul togel tersebut adalah Peram Sinulingga (43). Ia diringkus di jalan Dusun II Namobuah, Desa Silebo-Lebo, Senin (29/1) sekitar pukul 15.30 WIB. Informasi dihimpun, personel Polsek Kutalimbaru mendapat kabar di Dusun II Namobuah, lagi marakmaraknya judi togel. Mendapat info tersebut, petugas Reskrim melakukan pengintaian. Tak berselang lama, seorang pria dengan mengendarai kreta Yamaha Vixion melintas di Jln Dusun II Namobuah. Petugas melakukan penghadangan. Sebab ciri-ciri pria tersebut persis dengan yang dilaporkan warga tadi. Pria yang diketahui bernama Peram Sinulingga diperiksa. Dari tangannya petugas menemukan blok kertas berisikan nomor tebakan dan kertas rekapan. Bersama barang bukti pelaku diboyong ke Polsek Kutalimbaru. Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu dikonfirmasi melalui Kanit Reskrim Iptu Amir Sitepu, Kamis (1/2) menjelaskan kasus ini masih dalam penyidikan. (ali)