Views
1 week ago

10

2 SABTU,

2 SABTU, 10 FEBRUARI 2018 SAMBUNGAN .............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Mahasiswi Unisla Diperkosa Lalu Dibunuh di Pohon Sawit SIANTAR-M24 Pembunuhan sadis ini membuat warga Desa Londut, Kec Kualuh Hulu, Kab Labuhanbatu Utara (Labura) gempar. Bagaimana tidak, sebelum dibunuh, korban yang bernama S Lestari (19) diduga kuat lebih dulu diperkosa pelaku. Informasi dihimpun, terungkapnya pembunuhan ini berawal kecurigaan orangtua korban mengetahui bungsu dari lima bersaudara itu tak kunjung pulang tiba di rumah hingga pukul 21:00 WIB, Kamis (8/2). "Kalau pagi korban mengajar di SDN 118253 Kuala Hulu sebagai guru honor dan sore kuliah di Universitas Islam (Unisla) Labura. Biasanya pukul 19:00 WIB korban sudah pulang ke rumah. Tapi tadi malam pukul 21:00 WIB korban belum juga pulang makanya keluarga mencari," ujar Pangat (58), paman korban kepada M24, Jumat (9/2). Keluarga lalu melakukan pencarian di jalur yang kerap dilintasi korban yaitu areal kebun sawit Afdeling IV, Desa Londut, Kec Kualuh Hulu, Kab Labura. Benar saja, di situ, keluarga menemukan kreta (sepedamotor) yang seharihari dikendarai berikut HP Nokia warna silver dan tas warna hitam milik korban. Keluarga yang terus mencari pun terkejut. Hanya beberapa meter dari lokasi kreta ditemukan, korban ditemukan di bawah pohon sawit dengan kondisi mengenaskan. Dari kepala, telinga dan hidung korban mengalir darah segar. Mirisnya, penutup tubuh bagian bawah korban sudah terbuka. "Celana dalam korban sudah terbuka waktu ditemukan Hore....Mujianto Dapat MEDAN-M24 Setelah sempat diinapkan dalam sel sejak Rabu (31/ 1) lalu, penyidik Subdit II/Harda-Tahbang Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut menangguhkan penahanan terhadap Mujianto. Tersangka dugaan korupsi proyek penimbunan lahan di Kampung Salam Belawan tersebut kini bebas menghirup nafas kebebasan. "Iya benar kita tangguhkan setelah ada jaminan dari keluarganya," ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw menjawab wartawan di Mapoldasu, Jumat (9/2). Disebutkannya, penangguhan itu diberikan atas berbagai pertimbangan penyidik dan dianggap memenuhi persyaratan. Sesuai aturan, penangguhan penahanan merupakan hak setiap orang yang tersangkut masalah hukum. "Selama tidak menghilangkan barang bukti, tidak mengulangi perbuatannya dan bersedia hadir kalau dipanggil penyidik, penahanan tersangka bisa ditangguhkan. Penangguhan itu hak tersangka," terang jenderal bintang dua tersebut. Disinggung soal Berita Acara Pemeriksaan (BAP) tersangka yang dikembalikan jaksa karena dianggap belum lengkap (P-19), Kapolda menyatakan, masih terus dilengkapi. "Oh, kalau itu (BAP, red) tetap kita lanjutkan," tegasnya. Sebelumnya, Subdit II/Harda Bangtah Dit Reskrimum Polda Sumut resmi menahan Mujianto (Mj) dan Rosihan Anwar (RA), tersangka kasus dugaan penipuan proyek senilai Rp 3 miliar, Rabu (31/1). Direktur Reskrimum Polda Sumut, Kombes Pol Andi Rian mengatakan, keduanya ditahan setelah Polda Sumut melakukan panggilan kedua kepada tersangka. "Jadi, hari ini, Polda Sumut resmi menahan Mj dan RA, setelah ada pernyataan dari rumah sakit kalau keduanya sehat. Kita lakukan panggilan kedua hari ini, langung kita tahan," tegas Andi Rian, didampingi Wakil Direktur, AKBP Andry Setiawan dan Kasubdit II/ Harda Bangtah AKBP Edison Sitepu. Mujianto ditetapkan sebagai tersangka atas laporan A Lubis (60) dalam kasus dugaan penipuan sesuai dengan STTLP/509/IV/2017 SPKT "II" tertanggal 28 April 2017 dengan kerugian material hingga mencapai Rp3 milliar. (ahmad) Diusir Dari Rumah PERCUT SEI TUAN-M24 Tega kali bah si Sahdari (35) ini. Bisa-bisa pulak 2 adik perempuannya diusir dari rumah peninggalan orangtua. Udah gitu, gegara tak mau angkat kaki, eh dia maen tangan. Habis dua adik kandungnya ditopari. Aksi keji itu terjadi di rumah peninggalan orang tua mereka di Jln Lima Tahunan, Kec Percut Sei Tuan. Akibat ulah Sahdari, Nurainun (25) dan Nurhalimah (23) menderita lebam. Ceritanya, pagi itu, Nurainun dan suaminya Oki Dwi Putra (27) serta Nurhalima yang tinggal serumah tibatiba diamuk Sahradari. Dia marah-marah dan meminta dua adik perempuannya itu segera angkat kaki dari rumah tersebut. “Kami yang tidak mau lah, ini rumahkan peninggalan orang tua kami,” kata Nurainun kepada M24. Keduanya menolak angkat kaki lantaran merasa punya hak atas rumah peninggalan almarhum kedua orang tua mereka. Kesal dibantah, pelaku yang sudah naik pitam lantas memababi buta memukuli dua adiknya. Oki, suami Nurainun yang melihat perlakuan Sahradari mencoba untuk melerai dan menenangkan pelaku. Tapi apa lacur, usaha Oki tak membuahkan hasil, pelaku malah semakin kalap memukuli istrinya. “Seenaknya aja dia main pukul dan adik kami Nurhalima saat ini dalam keadaan sakit di rumah karena kepalanya dipukul pelaku,” ungkap Nurainun saat membuat laporan di Polsek Percut Sei Tuan, Jumat (9/ 2). Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean SIK kepada M24 mengatakan bahwa dirinya belum mengetahui hal itu. “Mungkin masih di SPKT,” katanya. (irwan) Kesuburannya PASCAMENIKAH secara rahasia dengan pria yang jadi manajernya, Angga Wijaya, Dewi Persik belum juga hamil. Netizen pun mempertanyakan kesuburannya. Tak ingin spekulasi makin berkembang, Dewi Persik alias Depe langsung berikan klarifikasi. “Banyak yang tanya kok nggak hamil-hamil??? Terima kasih perhatiannya, dan doanya yang bilang segera dapat momongan. Sedikit cerita dari semenjak aku pernah gagal dalam rumah tangga....dan akhirnya saat ini aku memprogram semuanya termasuk masalah kehamilanku yaitu untuk TIDAK HAMIL DULU,” tulis Depe dalam foto mesra-mesraan dengan sang suami di Instagram. Tak hanya itu saja, Depe juga menjelaskan kalau alasan lain yang menyebabkan dirinya enggan hamil cepat karena masih terikat kontrak kerja. Kontrak kerja tersebut sudah disepakati sebelum dirinya menikah dengan Angga. (net) ARTI MIMPI PADA saat bangun pagi Mak Bedah seorang wanita muda berkata pada Wak Lokot suaminya, “Bang….. Tadi malam aku bermimpi engkau memberi aku sebuah kalung berlian di hari valentine ini, bagaimana pendapatmu mengenai mimpiku itu….!?”. “Hmmmm….. Tenang Bedah engkau akan segera mengetahuinya malam ini juga, Sayang,” jawab Wak Lokot. Malam itu Wak Lokot memberikan kepada istrinya sebungkus kado. Dengan hati berdebar-debar penuh kebahagiaan dan merasa Wak lokot sangat romantis dan membayangkan dapat kado spesial jelang perayaan hari Valrntine ia membuka kado itu perlahan-lahan dan isi kado itu. Dan ketika dibuka ternyata sebuah buku yang berjudul: “Arti-arti Mimpi Mbah Urip”. itu. Kita menduga kuat korban juga mengalami kekerasan seksual sebelum dibunuh. Ada luka memar juga di wajah korban," pungkas Pangat. Oleh keluarga, temuan itu langsung dilaporkan ke Polsek Kualuh Hulu. Tak lama, dipimpin Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Romson Sihombing, sejumlah personel Polres Labura tiba dan melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Selanjutnya jenazah korban MEDAN-M24 Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) diminta untuk segera menetapkan tersangka atas dugaan korupsi pembangunan Tapian Siri-siri Syariah dan Taman Raja Batu yang menghabiskan dana sebesar Rp8 miliar bersumber dari APBD Kabupaten Madina Tahun Anggaran (TA) 2016- 2017. “Sudah mengarah sebenarnya ke sana (tersangka). Awalnya Bupatinya kan menyebutkan pembangunan dua proyek itu berasal dari uang pribadi dan pihak ketiga. Tapi, kok nyatanya diketahui belakangan rupanya dimasukkan ke dana APBD,” bilang Pengamat Hukum Kota Medan, Azmi Nizam Tarigan SH . Untuk itu, sambungnya, penyidik harus objektif dalam menangani dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Djasamen Saragih, Pematangsiantar untuk keperluan penyidikan. "Korban atas nama S Lestari ditemukan sudah meninggal. Korban ditengarai hendak menuju rumah abangnya di Desa Londut, Labura. Korban sudah dibawa ke rumah sakit di Kota Pematangsiantar untuk menjalani otopsi. Motif pembunuhan masih dalam Dugaan Korupsi Tapian Siri-siri Dana Hibah Rp1,4 M MEDAN-M24 Dana hibah pada tahun 2015 dan 2016 senilai Rp1,4 miliar antarkan Ketua Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Asahan, Amir Hakim jadi pesakitan. Dia ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Asahan dalam kasus dugaan korupsi. Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian mengatakan Amir Hakim ditetapkan sebagai tersangka oleh penyidik Pidana Khusus Kejari Asahan sejak tanggal 5 Februari 2018 kemarin. “Dia ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi penggunaan dana hibah yang bersumber dari P-APBD Kabupaten Batubara tahun 2015 sebesar Rp1 miliar serta penggunaan dana hibah perkara ini. “Ini sudah terkuak ke publik. Penyidik harus segera tetapkan tersangka,” tegasnya. Di tempat terpisah, Sekretaris ICW Tabagsel, Asmaruddin Nasution mengatakan dalam waktu dekat ini pihaknya juga akan menggelar aksi damai di kantor Kejatisu Jln AH Nasution, Medan mendesak penetapan tersangka kasus tersebut. Dalam kasus ini penyidik Pidsus Kejatisu sudah melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah pejabat tinggi di Pemkab Madina seperti Sekda Madina, M Syafei Lubis, Kadis Perkim Rahmad Baginda Lubis, Kadispora Rahmad Hidayat, Kepala Bapeda Abu Hanipah dan mantan Kadis PU Kabupaten Madina, Syahruddin. Seluruh pejabat di Pemkab Madina ini masih sebatas sebagai saksi. tahun 2016 pada Gerakan Pramuka Kwartir Cabang Asahan dengan sumber dana dari Kabupaten Asahan sebesar Rp400 juta,” bilang Sumanggar, Jumat (9/2) sore. Sumanggar menjelaskan tersangka tidak dapat mempertanggungjawabkan penggunaan dana hibah. Penyidik menilai dana itu dipergunakan untuk kepentingan pribadi tersangka. Sementara itu, Kepala Seksi Intelejen Kejari Asahan, Boby Sirait kepada wartawan mengatakan penetapan tersangka tersebut berdasarkan proses penyidikan sepanjang 2017. Diperkuat Sprindik Kepala Kejaksaan Negeri Asahan nomor PRINT-01/N.2.23/Fd.1/08/ 2017 tertanggal 14 Agustus 2017 Jo Sprindik Kepala Kejaksaan Negeri Asahan nomor PRINT-01a/N.2.23/Fd.1/ 10/2017 tertanggal 02 Oktober 2017 Dugaan Tangkap Lepas Bandar Narkoba MEDAN-M24 Pascademo yang dilakukan Kumpulan Anak Perantau Asahan (Kapas) di Mapoldasu, Poldasu melakukan pemanggilan terhadap Kapolres Asahan, AKBP Kobul Syahrin Ritonga. Kasubbid Penmas Poldasu, AKBP MP Nainggolan mengatakan, pemanggilan terhadap Kapolres Asahan untuk melakukan gelar perkara terkait terkait adanya dugaan tangkap lepas bandar narkoba di wilayah hukum Polres Asahan. “Ya hari ini kita panggil untuk gelar kasus dugaan tangkap lepas bandar narkoba,” katanya, Jumat (9/2). Rencananya, gelar perkara akan dilakukan tim yang telah ditunjuk, Kapolres Asahan serta Kapolsek Simpang Empat. Hal itu melihat indikasi dugaan tangkap lepas bandar narkoba seperti yang diserukan Kapas dalam aksinya. Jika dugaan tersebut ditemukan, pihaknya akan melakukan tindakan terhadap orang nomor satu di Polres Asahan serta oknum yang terlibat. “Intinya hari ini masih gelar perkara, belum masuk pemeriksaan,” ucapnya. Seperti diketahui, puluhan mahasiswa yang tergabung dalam KAPAS menggeruduk Mapolda Sumut, Rabu (7/2). Dalam orasinya, mahasiswa menyatakan, tindakan yang dilakukan Kapolres Asahan, AKBP Kobul Syahrin Ritonga terhadap dugaan kasus tangkap lepas terhadap bandar narkoba sudah tidak bisa ditolerir. Juga berlawanan dengan program Kapolri serta Kapolda Sumut dalam menyelamatkan generasi bangsa dari bahaya narkoba. “Periksa dan copot Kapolres Asahan apabila terbukti melakukan tangkap lepas terhadap bandar narkoba,” kata Koordinator Aksi, Arigusti Syahputra dalam orasinya. 4 Kali Sukses, Aksi Ke 5 Pelaku Pecah Kaca Mobil PERCUT-M24 Sepak terjang Parlindungan Manalu (31) di dunia kejahatan kandas. Warga KI 7, Kel Sei Mati, Kec Medan Labuhan ini bahkan dihadiahi dua timah panas oleh personel Reskrim Polsek Percut Sei Tuan. Dalam paparan, Jumat (9/2), Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Pardamean Hutahaean SIK didampingi Wakapolsek, AKP Junaidi dan Kanit Reskrim, Iptu Philip A Purba SH menuturkan, penangkapan tersangka berdasarkan laporan korban Mathias Lambertus Elisabeth (53), warga Komplek Alam Hijau No.D2, Kec Tanjungmorawa, Kab Deliserdang dengan nomor: LP/230/K/II/2018 tanggal 5 Februari. Dimana saat itu, korban memarkir mobil Toyota Kijang Innova BK 1734 MU miliknya di depan rumah makan cepat saji di SPBU H Anif Jln Cemara, Kec Percut Sei Tuan. Sekitar pukul 13:20 WIB korban terkejut melihat kaca kiri depan mobil sudah pecah. Setelah diperiksa, uang tunai Rp7.- 700.000, pasport No: NY 51R8473 atas nama korban, Surat Ijin Tinggal Tetap dan 1 unit Laptop merk Acer ikut raib. Dari hasil penyelidikan di lokasi, aksi tersebut terekam CCTV milik SPBU. Dimana Parlindungan Manalu dan dua rekannya inisial IS dan A datang mengendarai Yamaha MX King 150 BK 2947 dan mobil rental Toyota Kijang Innova BK 555 Y milik oknum polisi berpangkat Bintara. "Tersangka memecah kaca mobil dengan menggunakan busi yang dilempar ke kaca pintu lalu mendorong kaca tersebut. Dua pelaku IS dan A kita tetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang)," kata Pardamean. Selanjutnya petugas Reskrim menangkap tersangka Parlindungan tengah bermain Jackpot di Kampung Tengah, Kel Sei Mati, Kec Medan Labuhan, Rabu (7/2) sekitar pukul 21:00 WIB. Namun saat dilakukan pengembangan, tersangka coba melarikan diri. Petugas pun mengambil tindakan tegas terukur dengan menembak kedua kakinya. Dalam pemeriksaan terungkap bila tersangka merupakan residivis dan pernah ditahan atas kasus jambret. Selain itu, ini merupakan aksi keempatnya. Sebelumnya tersangka tiga kali penyidikan," terang Romson Sihombing. Pantauan M24, jenazah korban tiba di Ruangan Jenajah RSUD dr Djasamen Saragih, Kota Pematangsiantar, Jumat (9/2) sekitar pukul 10:00 WIB. Hasilnya, korban tewas akibat pendarah di kepala. "Ditemukan tanda-tanda kekerasan benda tumpul di bagian kepala korban. Penyebab kematian akibat pen- Sementara itu, Pulbaket atau pengumpulan data terus dilakukan penyidik Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) terkait kasus dugaan korupsi pembangunan Tapian Siri-siri Syariah dan Taman Raja Batu yang menghabiskan dana sebesar Rp8 miliar yang bersumber dari APBD Kabupaten Madina Tahun Anggaran (TA) 2016-2017 itu. “Belum ada kita jadwalkan pemeriksaan terhadap yang lainnya pasca memeriksa beberapa Pejabat di Pemkab Madina beberapa waktu lalu. Pokoknya nanti kalau kita sudah ke lokasi bersama Tim Ahli, akan kita kabari teman-teman media,” tukas Kepala Seksi Penerangan Hukum (Kasi Penkum) Kejatisu, Sumanggar Siagian saat dikonfirmasi, Jumat (9/2) sore. (ansah) dan Surat Penetapan Tersangka nomor PRINT-01/N.2.23/Fd.1/02/2018 tertanggal 05 Februari 2018. “Perolehan dana hibah dimaksud diperoleh dari hasil penjualan asset milik negara yang dahulunya masih dalam lingkup Pemerintah Kabupaten Asahan, namun dikarenakan terjadi pemekaran kabupaten sehingga asset yang berada di wilayah Kabupaten Batubara diperjual belikan oleh tersangka selaku ketua Gerakan Pramuka Kwartir Asahan. Seharusnya semua asset negara tidak dapat diperjual belikan,” cetusnya. Sambung Boby, surat penetapan tersangka dan surat panggilan juga telah dikirim. “Kita akan periksa dia sebagai tersangka dalam waktu dekat,” pungkasnya. (ansah) Menurut Arigusti, ada empat kasus yang akan disampaikan ke Kapolda Sumut. Yaitu terkait pemusnahan barang bukti 1,2 kilogram sabu di Polsek Simpang Empat. Dalam pemusnahan tersebut Polres Asahan tidak melibatkan tim Laboratorium Forensik Cabang Medan sehingga sabu yang dimusnahkan tidak diuji terlebih dahulu. Diduga sabu yang dimusnahkan palsu. Kasus ini pun masih dalam penyelidikan Bidang Propam Polda Sumut. Mereka juga meminta Kapolres Asahan mempertanggungjawabkan bandar sabu Samsul alias Kecubung yang ditangkap pada 26 November 2017 lalu di rumahnya. Dimana Samsul ditangkap dengan barang bukti 2 paket besar atau sekitar 4 gram sabu dan timbangan elektrik. Bukannya dikenakan pasal bandar narkoba, Samsul justru direhabilitasi. (ahmad) beraksi dengan sukses. Pertengahan Januari 2018, ia menggembosi ban mobil Toyota Avanza hitam di Helvetia. Hasilnya, tas warna hitam berisi berkas-berkas, HP Mito. Dari Honda CRV warna silver di depan Plaza Suzuya Marelan, 1 Februari 2018, didapat tas warna ungu berisi laptop dan berkas. Aksi ketiganya di Indomart KIM 1, Januari 2018 sekitar pukul 19:00 WIB. Dari mobil Grand Livina warna silver berhasil mengambil tas samping warna hitam berisi uang Rp1 juta dan HP Advan. Berikutnya mobil Toyota Avanza warna hitam di Jln Platina, Martubung, Kec Labuhan Deli jadi korban, Januari 2018. Adapun barang bukti berhasil diamankan 1 unit Toyota Kijang Innova BK 555 Y, 1 unit Yamaha MX King warna kuning BK 2947 (nomor seri dihilangkan), sisa uang hasil kejahatan Rp150 ribu dan 1 paku gembos. "Untuk menghilangkan jejak, tersangka membakar berkas-berkas milik korban. Saat ini kita sedang mengejar kedua rekannya," pungkas Pardamean. (irwan) Jefrie Tanjung Sempat Ajak Keluarga Doa Bersama Perlu diketahui, Jefri Tanjung meninggal dunia setelah mengalami kecelakaan lalulintas di Jalinsum Medan- Tebingtinggi, tepatnya di dekat gerbang Tol di Desa Paya Bagas, Kec Tebingtinggi, Kab Sergai, Rabu (7/2) malam. Informasi dihimpun dari Kasat Lantas Polres Tebingtinggi, AKP Rika Sigalingging melalui Kanit Laka, Aiptu Supriyadi, ketika itu Jefrie mengendarai Honda CBR BK 3582 UAB datang dari arah Tebingtinggi menuju Kota Medan. Setiba di TKP, korban mengambil jalur kanan, menghindari truk yang berhenti dalam keadaan rusak di jalur kiri. “Diduga korban hilang keseimbangan dan keluar ke jalur kanan. Saat bersamaan, dari arah berlawanan datang Bus Pinem BK 7900 LC sehingga tabrakan. Korban terpental ke beram sebelah kanan jalan, sedangkan sepedamotor korban masuk ke dalam kolong depan bus,” terang Supriyadi. Korban selanjutnya dilarikan ke Rumah Sakit Sri Pamela, Kota Tebingtinggi. Namun, akibat luka yang cukup parah, korban tidak dapat diselamatkan. “Korban telah kita serahkan kepada pihak keluarganya. Sementara pengemudi bus masih dalam proses lidik. Usai mengantarkan korban ke RS, pengemudi bus langsung melarikan diri,” pungkasnya. Setelah disemayamkan di rumah orangtuanya Jln Balai Desa Gg Pandan, Desa Marindal II, Kec Patumbak, jenazah korban dikebumikan di pemakaman umum dekat kediamannya. Almahrum memulai karier di bidang Diciduk Dari Rumah Sapta Ajak Pak Bob SIMALUNGUN-M24 Sapta Utamy Damanik (33) warga Jln Besar Siantar Sidamanik Kel Baliran, Kec Panei, Simalungun ogah sendirian di dalam penjara. Biar tak sendiri dia ngajak kawannya, Indra Derita Silalahi (52) alias Pak Bob, Ronal Andes Tasir Leleu ( 37 ) dan Bayu. Ceritanya, Sapta bunyi ketika ditangkap bahwa sabu 0.96 gram dan selinting ganja seberat 1.63 gram diperolehnya dari Pak Bob. Dari cerita Sapta, polisi bergerak ke rumah Pak Bob. Tak butuh waktu lama, Pak Bob yang dijemput dari rumahnya langsung nyanyi kalau sabu tersebut diperolehnya dari Bayu. Sedangkan ganja yang dijualnya ke Sapta diperoleh dari Ronal. Polisi kembali menyisir rumah Ronal, dari dalam rumahnya di Huta Bah Kora II Kel Panombean Panei, Kec Panei, Kab Simalungun ditemukan jurnalistik dengan membangun sebuah media mingguan, Medan Expose. Dalam perjalanannya, karya almarhum cukup dikenal di Aceh, Sumut dan Riau. Apalagi menyatat oplah cukup besar, mencapai kisaran 2.500-3.000 eksemplar setiap cetaknya. Namun, pembayaran dari pembawa korban tak sesuai harapan. Akhirnya almarhum menutup media tersebut. Ia melanjutkan kiprahnya di dunia jurnalis sebagai Reporter Senior di Harian Metro 24 Jam selama 4 tahun. Terakhir almarhum bergabung dengan Harian Sumutpos. Semoga Allah SWT, Tuhan Maha Esa menerima almahrum di sisi Nya, di tempat yang sebaik-baiknya serta mengampunkan segala dosa dan kesalahan beliau, amin. (agus/ahmad) barang bukti 1 bungkus kertas koran berisi ganja seberat 100 gram, 1 buah kotak rokok dari kaleng yang di dalamnya berisi 3 bungkus kecil ganja, 1 unit timbangan besar dan uang sejumlah Rp60.000. Kasat Narkoba Polres Simalungun, AKP Marnaek Ritonga menjelaskan saat ini keempat tersangka tengah menjalani pemeriksaan lanjutan untuk proses pengembangan. (john) Pegang 4 Paket Sabu 0,24 Gram Habis Membantah KARO-M24 Dismas Sinuraya (32) tak berkutik saat ditangkap personel Satnarkoba Polres Karo karena kasus narkoba, Jumat (9/2) sekitar pukul 11:30 WIB. Kasat Narkoba Polres Karo, AKP Sopar Budiman menuturkan, penangkapan berawal informasi masyarakat. Petugas lalu melakukan penyelidikan di sebuah bengkel kreta di Desa Bunuraya, Kec Tigapanah, Kab Karo. Setelah memastikan ciri-ciri tersangka, petugas langsung melakukan penangkapan. Dalam penggeledahan ditemukan 4 paket kecil narkotika jenis sabu seberat 0,24 gram, 1 bungkus kotak rokok, 1 lembar kertas putih, uang Rp800 ribu dan 1 potong celana jeans warna biru. Guna pengusutan lebih lanjut tersangfka diboyong ke Mapolres Karo. “Kini tersangkanya sedang diperiksa secara intensif untuk pengembangan,” tutup Sopar. (herlin) MEDAN-M24 Subdit III/Umum Direktorat (Dit) Reskrimum Polda Sumut, menangkap Nova Zein atas laporan dugaan penggelapan belasan unit mobil mewah, kemarin (8/2) malam. Polisi masih mendalami kasus itu untuk mengungkap penadah dan jaringan wanita yang berdomisili di Jln Eka Karya Wisata Gg Eka Handayani, Kec Medan Johor tersebut. “Memang benar kita sudah menangkap pelaku penggelapan mobil (mewah, red) itu, tapi kasusnya masih dikembangkan,” ujar Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw menjawab wartawan, Jumat (9/2). Namun, jenderal bintang dua tersebut enggan memberi keterangan lebih rinci. Pihaknya menganggap masih ada pelaku lain yang terlibat, termasuk penadah belasan mobil mewah jenis Mitsubishi Pajero dan Toyota Fortuner tersebut. “Kasusnya masih dikembangkan. Sabarlah ya. Nanti kalau sudah terungkap semua, pasti disampaikan ke rekan-rekan media,” ujar Kasubbid Penmas Polda Sumut, AKBP MP Nainggolan. Sebelumnya, melalui kuasa hukumnya, Founder sekaligus Ketua Yayasan Sumatera Woman Foundation, Nova Zein membantah telah menggelapkan sejumlah mobil mewah yang dilaporkan Anda Surbakti, warga Jln Karya Budi, Medan ke Polda Sumut, beberapa waktu lalu. (ahmad) Nyungsep ke Kolong Truk BRANDAN-M24 Kecelakaan maut terjadi di jalan umum Medan-Besitang KM 79-80, tepatnya Dusun Pasar Lebar, Desa Securai Utara, Kec Babalan, Jumat (9/2) sekitar pukul 07:00 WIB. Seorang tewas di tempat dengan kondisi kepala pecah. Informasi dihimpun di lokasi, sebelumnya, Hendra (43), warga Dusun V, Wonosari, Desa Pasar Rawa, Kec Gebang terlihat mengendarai Yamaha Mio BK 2115 AAV dari arah Besitang menuju Medan. Tak jauh dari lokasi, Hendra coba memotong truk Mitsubishi Tronton BK 8356 DG yang berada di depannya. Bersamaan, dari arah berlawanan datang kreta yang identitasnya belum diketahui dengan kecepatan tinggi dan menyenggol stang kreta Hendra. Anggota salah satu Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) ini terjatuh tepat ke kolong truk. Crashhh! Korban disambut ban belakang sebelah kanan truk. Korban tewas di tempat setelah bagian kepalanya pecah tergilas ban truk. Peristiwa itu sontak menarik perhatian warga sekitar dan mengamankan sopir truk, Edi Suwandy Ginting (24), warga Jln TM Bachrum, Desa PB Seulemak, Kec Langsa Baro, Kab Langsa. Tak lama petugas Satlantas Polres Langkat tiba di lokasi. Selanjutnya jenazah korban dievakuasi ke Puskesmas Pangkalanbrandan. Sementara kedua kendaraan diamankan. “Kecelakaan disebabkan saat korban memotong truk, tak ada ruang yang cukup. Stang sepedamotor (kreta) korban pun bersenggolan dengan pengendara yang datang dari arah berlawanan. Kini anggota masih melakukan lidik di TKP,” ucap Kapolres Langkat, AKBP Dede Rojudin SIK MH melalui Kasubag Humas, AKP Arnold Hasibuan. (rudi) Kencan Ditemani 12 Botol Bir TUNTUNGAN-M24 Osba Lumbanraja (51), warga Desa Hinalang Bagasan, Kec Balige, Kab Tobasa tewas di toilet kamar hotel, Jumat (9/2) sekitar pukul 12:00 WIB. Informasi dihimpun, korban tercatat masuk ke Hotel Mutiara Hawai Jln Jamin Ginting, Kel Mangga I, Kec Medan Tuntungan dengan menumpang becak motor (betor), Rabu (7/2) sekitar pukul 15.10 WIB. Beberapa jam cekin, seorang wanita datang menggunakan betor dan terlihat keluar dari kamar korban, Kamis (8/ 2) sekitar pukul 20:00 WIB. “Kita nggak tahu korban ngapain di dalam kamar bersama teman wanitanya (belum diketahui identitasnya). Sekitar umur 35 tahun lah,” beber salah seorang karyawan hotel berinisial A (23). Keesokan harinya, lanjut A, sekitar pukul 12:00 WIB, salah seorang karyawan menggedor kamar 08, tempat korban menginap. Pasalnya, waktu menginap sudah habis. Namun tak kunjung ada sahutan dari dalam kamar. Curiga, beberapa karyawan mendobrak kamar korban. Begitu pintu terbuka, tampak korban mengenakan kaos oblong dan celana dalam tidur di kamar mandi. Karyawan lalu mendekati dan darahan di kepala. Untuk dugaan kekerasan seksual yang dialami korban masih dalam pemeriksaan lebih lanjut," tutur Kepala Forensik RSUD dr Djasamen Saragih, dr Reinhard JD Hutahean SH SpF yang ditemui di ruang kerjanya. (adi/habibi) membangunkan, namun tak ada sahutan. Setelah mendekatkan tangan ke hidung, ternyata korban sudah tak bernafas. Mereka langsung lari keluar dan menghubungi polisi. “Takut kita, Bang karena saat kita periksa korban tidak bernyawa lagi. Untung saja sewa kamar Rp120 ribu untuk 2 malam sudah dibayar. Kalau tidak dipotong juga gaji kami walau pun pengunjung tewas,” ungkap A yang mengaku warga Langkat pada M24. Selama menginap, tuturnya korban dan teman wanitanya banyak membawa minuman bir dari luar. Tampak ada 12 botol bir kosong berserakan di kamar hotel. “Kita duga korban mabuk dan tidur di kamar mandi hotel biar dingin. Teman wanitanya kita tidak mengetahui orang mana karena datang dan pulang pun naik betor menutup mukanya dengan masker,” beber karyawan lainnya, S. Tak lama, puluhan personel Reskrim Polsek Delitua bersama TIm Inafis Polrestabes Medan tiba dan mengamankan TKP. “Untuk sementara tanda-tanda kekerasan di tubuh korban tidak ada. Hanya saja kita tunggu hasil visum dari rumah sakit dan kita berusaha mencari keluarga korban,” jelas Kapolsek Delitua, Kompol Arifin Marpaung. (mehuli) 2 Anggota Polres Tanjungbalai MEDAN-M24 Lagi, anggota polisi tertangkap lantaran sabu. Kali ini personil dari Polres Tanjungbalai yang tertangkap, Kamis (8/2) malam kemarin. Keduanya ditangkap atas laporan warga yang resah dengan aktifitas oknum polisi tersebut. Informasi dihimpun dari Mapolda Sumut, Jum'at (9/2) siang, penangkapan yang dilakukan personil Sat Res Narkoba Polres Tanjungbalai itu dilakukan usai menindaklanjuti informasi dari masyarakat tentang keterlibatan dua oknum Polri sebagai bandar narkoba. Brigadir Firman A Siagian (32), anggota Polsek Datuk Bandar, warga Dusun VII, Desa Pulau Rakyat II, Kec Pulau Rakyat, Asahan dan Aipda Arianto Sinaga (39), Bintara Polres Tanjungbalai, warga Jln Sudirman, Km.5, Kel Sijambi, Kec Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai. Keduanya ditangkap bersama salah seorang warga sipil atas nama, Syah Indra alias Bejo (38), warga Jln Mangga, Link I, Kel TB Kota II, Kec Tanjungbalai Selatan, Kota Tanjungbalai, Kamis (8/2) malam sekitar pukul 21.30 WIB. Dari tangan Syah Indra alis Bejo, diamankan barang bukti 37,42 gram sabu. Dari nyanyian Bejo, diketahui kalau sabu itu diperoleh dari Firman A Siagian. Firman kemudian ditangkap sekira jam 23.00 Wib di Lapangan Sultan Abdul Jalil Rahmadsyah dengan barang bukti 1 unit hape merek UU warna putih. Dari pengembangan, kembali petugas menangkap Arianto Sinaga di kediamannya di Jln Jenderal Sudirman, Km.5, Kel Sijambi, Kec Datuk Bandar, Kota Tanjungbalai, Jumat (9/2) dini hari. Namun dari kediaman Arianto, petugas tidak menemukan barang bukti lain berkaitan kasus tersebut. Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Rina Sari Ginting melalui Kasubbid Penmas AKBP MP Nainggolan, Jum'at (9/2) siang membenarkan adanya peristiwa penangkapan yang terjadi. Meski demikian pihaknya mengaku belum bisa memberikan penjalasan rinci karena alasan dalam pengembangan. (ahmad/surya)

123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 “ Ayo download di Google Play dan miliki aplikasi ‘Polisi Kita’ di HP Androidmu. Bantu polisi melaporkan tindak kejahatan di sekitar kita maupun di jalanan demi keamanan Kota Medan tercinta ” KAPOLRESTABES MEDAN WAKA POLRESTABES MEDAN NO.KONTAK SATGAS ANTI BEGAL POLRESTABES MEDAN AIPTU PONGKI (081370630708), BRIPKA JEFRI HUTABARAT (085297101996), BRIPKA JENLI DAMANIK (08126418179), BRIPKA HARRY TEGUH (085262781545), BRIPKA EBEN EZER (081360885925), BRIPKA ALI HENDRA (085297025258), BRIGADIR M FAHRI (08126472829), BRIGADIR MH BAKTI (081396464646), BRIGADIR SADAT ROMULO (081360835406), BRIGADIR FRANSEDA (082274036717), BRIGADIR FREDI (081362722986) BRIPTU ADE PUTRA (081360909148). SILAHKAN DIHUBUNGI JIKA TERJADI AKSI KEJAHATAN SEPERTI BEGAL DAN PERAMPOKAN KUTALIMBARU-M24 Berangkat dari Polsek Sunggal, Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto mengayuh sepeda sejauh 25 Km hingga ke Polsek Kutalimbaru, Jumat (9/2). Pada blusukannya ini, Kapolrestabes mengingatkan jajaran Polsek Kutalimbaru untuk mengantisipasi kerawanan Pilkada serentak 2018. P ADA kegiatan itu, Kapolrestabes juga berdialog dengan beberapa warga menyangkut keluhan-keluhan keamanan. Ia menyempatkan diri mengecek kondisi Polsek Kutalimbaru. Dituturkan oleh Kapolsek Kutalimbaru AKP Martualesi Sitepu, Kapolrestabes datang didampingi Wakapolrestabes AKBP Tatan Dirsan dan pejabat utama Polrestabes Medan. Sampai di Kutalimbaru, Kapolrestabes bertemu dengan Camat Darwis Sianipar dan unsur Muspika. "Ada beberapa hal yang menjadi perhatian pak SELAIN TINGKATKAN KEIMANAN Kapolres, di antaranya menyangkut kondisi masyarakat di sini," ungkap Martualesi. Saat berada di Polsek Kutalimbaru, lanjutnya, Kapolrestabes juga bertemu dengan 14 Kepala Desa di Kutalimbaru. Kapolrestabes memberi arahan agar semua kepala desa berkordinasi kepada kepolisian apabila menemukan hal-hal yang mencurigakan. "Masingmasing kepala desa diminta bekerjasama dengan kami untuk menciptakan situasi yang kondusif. Memang, dalam pemilihan kepala daerah serentak belum lama ini, situasi masih bisa terkendali," sebutnya. Kapolrestabes Medan bersama Kapolsek Kutalimbaru dan pejabat utama Polrestabes. Lanjut Martualesi, Kapolrestabes juga meminta jajaran Polsek untuk mendatangi sejumlah tempat seperti Dusun II, Sembaiken, yang masuk wilayah Desa Suka Makmur. Lokasi ini salah satu tempat yang sangat jauh dari TPS yang lain maupun dari Polsek Kutalimbaru. Sebab menuju ke dusun tersebut harus lewat Pancurbatu dan Tanah Karo. "Kapolsek harus mendatangi daerah tersebut dan memperhatikan segala sesuatunya terkait Kamtibmas," ungkap Martualesi. Ditambahkan Martualesi, pihaknya mengambil cara persuasif kepada masyarakat untuk menciptakan rasa aman dan nyaman menjelang SAFARI SHOLAT JUMAT BERSAMA UNTUK JALIN SINERGITAS PANCURBATU-M24 Jajaran Polsek Pancurbatu menggelar kegiatan sholat bersama dengan prajurit TNI dan masyarakat di kebun Bekala PTPN II, Desa Simalingkar, Kec Pancurbatu, Jumat (9/2) siang. Selain meningkatkan keimanan kepada Tuhan Yang Maha Esa, kegiatan ini diharap mampu menjalin sinergitas yang baik. Pada kesempatan tersebut, anggota Bhabinkamtibmas Polsek Pancurbatu Aiptu Rasyid mengikuti sholat di Masjid Al ikhlas bersama puluhan anggota TNI dan masyarakat. Road to Polsek Personel TNI, Polri dan masyarakat selepas sholat bersama. Pilkada 2018. "Mudahmudahan Pilkada 2018 mendatang berjalan aman dan lancar. Cara ini kita lakukan, agar masyarakat di Kecamatan Kutalimbaru dapat menjaga kondusifitas nantinya," tandasnya. (chan/ardi) Bhabinkamtibmas Ingatkan Warga Lau Cih Bahaya Narkoba TUNTUNGAN-M24 Bertempat di kantor Lurah Lau Cih, Medan Tuntungan, personel Bhabinkamtibmas Lau Cih Aiptu SIJ Munthe ingatkan warga tentang bahaya narkoba. Pasalnya, narkoba telah menjadi musuh negara yang merusak generasi bangsa. Kegiatan tersebut dilakukan, Rabu (7/2). Di depan ratusan undangan, Munthe mengatakan narkoba begitu berbahaya bagi pemakainya. Oleh sebab itu, masyarakat diharap menjadi ujung tombak untuk memberantas narkoba. Karena narkoba juga menjadi faktor terjadinya tindak kejahatan lain seperti pencurian. Selain itu, Munthe juga menyosialisasikan cara mengunduh aplikasi polisi kita. "Untuk mencegah terjadinya gangguan 3C, kita imbau masyarakat Sholat bersama ini untuk menunjukkan bahwa Polisi bersama TNI, telah terjalin silaturahmi yang baik untuk meningkatkan keimanan terhadap Tuhan Yang Maha Esa. Kapolsek Pancurbatu Kompol Choky Sentosa Meliala melalui Panit Binmas Aiptu Rasyid mengungkapkan, safari sholat jumat diadakan juga untuk menjalin soliditas personel TNI dan Polri. Sehingga kedepan mampu melaksanakan tugas demi menjaga keutuhan dan kedaulatan NKRI. "Kita juga menempatkan anggota di setiap masjid yang kita anggap rawan pencurian. Penempatan tersebut agar jamaah merasa nyaman saat melakukan ibadah," ujar Rasyid. (ali) MUSUH NEGARA & MERUSAK GENERASI melapor cepat melalui aplikasi polisi kita. Karena aplikasi polisi kita sudah terbukti penggunaannya," ujarnya. Anita Sianipar (25) salah satu undangan mengapresiasi keberadaan aplikasi Polisi Kita. "Kita siap menjadi ujung tombak polisi dengan cara menyampaikan informasi mengenai situasi Kamtibmas. Minggu depan kita akan memasang puluhan spanduk bahwa daerah kita bebas narkoba dan spanduk cara melapor cepat," Aiptu SIJ Munthe saat sosialisasi. bilangnya. Terpisah, Kapolsek Delitua Kompol Arifin Marpaung menuturkan, sosialisasi yang dilakukan Aiptu SIJ Munthe sebagai langkah untuk memberi pelayanan prima kepada masyarakat. (mehuli) # CARA MENDOWNLOAD APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Playstore' 2. Ketik 'Polda Sumut' 3. Pilih ' Polisi Kita Sumatera Utara' 4. Pilih 'Pasang' 5. Pilih 'Terima' 6. Proses Instalasi 7. Setelah Instalasi Selesai Pilih 'Buka' # CARA MENJALANKAN APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Daftar Akun' 2. Isi Semua Kolom Untuk Melengkapi Data Diri 3. Ketik Username & Password : (Sesuai yg Dibuat) Lalu Pilih 'Masuk' #FITUR : * Berita dan Agenda : Kegiatan Polda Sumut dan Polres Jajaran * Pengaduan : Laporan Pengaduan Masyarakat Terkait Gangguan Kamtibmas Untuk Ditindaklanjuti Polisi, Tokoh Masyarakat, “ Simulasi Sispam Kota adalah bentuk kesadaran Polda Sumut bersama seluruh stake holder akan tingginya tingkat kerawanan terhadap situasi Pilkada 2018 di Provinsi Sumut. ” Penyelesaian sengketa Pemprov,DPRD,Damkar, BNPT yg Dilengkapi Fitur Pendukung Foto Atau Video. * Informasi : Himbauan Polda Sumut Terkait Pesan-pesan Kamtibmas * Saber Pungli : Pengaduan Terkait Laporan Saber Pungli * Call Center : Masyarakat Dapat Menghubungi Langsung Polres Yang Dituju Sesuai Pilihan Nomor Telepon. * City Guide : Mapping Dan Informasi Lokasi Kantor Kepolisian Terdekat Serta Fasilitas Umum Seperti Rumah Sakit, SPBU, Tempat Wisata, Dll) # RESPON CEPAT Tombol Fitur Penyampai Informasi Yang Butuh Penanganan Secara Cepat Atas Tindak Kriminalitas Jalanan Seperti, Begal,Curas,Perampokan, Pencurian, Penculikan, Pemerkosaan, Penganiayaan, Pembunuhan, Pengrusakan, Perampasan dan Laka Lantas. KAPOLDA SUMUT IRJEN POL PAULUS WATERPAUW Polsek Medan Baru Mediasi Warga Ribut Gegara Atap Bocor MEDAN BARU-M24 Dua warga yang masih saling bertetangga di Jln Muara Takus, Kel Madras Hulu, Kec Medan Polonia, saling lapor gegara atap bocor. Namun, persoalan ini langsung dimediasi personel Binmas Polsek Medan Baru Aiptu Juani Sinaga. Penyelesaian itu dilakukan, Selasa (6/2). Pertengkaran melibatkan Petra Sembiring dan Herianto. Petra menjemur pakaian di atap rumah Hardianto di lantai 3 dengan cara menginjak atap seng. Akibatnya seng rusak dan bocor. Keduanya bertengkar mulut dan saling melapor ke Mapolsek Medan Baru. Petugas Bhabinkamtibmas beserta Kepala Lingkungan IV Kelurahan Madras Hulu Irwan melakukan mediasi terhadap dua belah pihak. Keduanya sepakat berdamai dan membuat surat pernyataan yang ditandatangani. "Kita sudah lakukan mediasi antara kedua belah pihak, Petra Sembiring menyadari kesalahannya dan meminta maaf kepada Hardianto. Ia berjanji tidak mengulangi kesalahannya dan bersedia mengganti kerusakan seng yang bocor," ungkap Juani Sinaga. Kapolsek Medan Baru Kompol Victor Ziliwu mengatakan sudah menjadi tugas dan kewajiban Bhabinkamtibmas untuk melakukan kegiatan problem solving. (tiopan)