Views
11 months ago

11

2 MINGGU,

2 MINGGU, 11 FEBRUARI 2018 SAMBUNGAN .............................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................................. Didera Hidup Miskin, Ibu Tega Hanyutkan Bayi MEDAN-M24 Peristiwa menggegerkan ini terjadi kemarin (9/2) sekitar pukul 19:30 WIB. Sang bayi malang akhirnya berhasil diselamatkan seorang warga bernama Ita. Saat itu, Ita kebetulan sedang berada di tepi sungai. Ia terusik mendengar suara tangisan bayi di tengah alran sungai. Ita pun memastikan ternyata bayi itu terbungkus plastik hitam. Ita langsung berlari turun ke sungai yang airnya setinggi dada orang dewasa. Tangannya dengan sigap meraih kantong plastik dan menariknya ke pinggir sungai. "Masya Allah... ternyata bungkusan itu berisi bayi merah terbungkus kain bedongan yang masih menempel darah," sebut Ita, ibu rumah tangga itu kepada M24. Ditinggal Suami Sejak DI KANTOR polisi, Roswita Lase mengaku terpaksa menghanyutkan buah hatinya ke Sungai Deli. Alasannya, ia tidak sanggup mengghidupi bayi malang itu. "Mengghidupi dua anak saja, saya tidak mampu. Apalagi harus tiga anak," aku Roswita. Roswita pun menyebut, jika dirinya hidup menderita bersama anak-anaknya setelah ditinggal suami sejak Agustus 2017 lalu. "Suami saya bernama Berkat Syukur. Dia telah meninggalkan kami. Dia itu suami nggak tanggung jawab. Teganya dia telantarkan kami," kesalnya. Menurut wanita berperawakan kurus dan berkulit kuning langsat itu, ia ditinggalkan suami saat dalam kondisi hamil. Sejak saat itu, Roswita pun harus banting tulang bekerja sebagai pembantu rumah tangga (PRT) untuk menghidupi anak-anaknya. "Jadi setelah melahirkan ini, saya merasa tidak sanggup lagi menghhidupi bayi saya ini. Makanya saya putuskan menghanyutkannya usai bersalin di Bidan Hj Ramini," kilah ibu 3 anak ini dengan mata berkaca-kaca.(ahmad) Guru Taekwondo DELITUA-M24 Amel (20) kesal bukan kepalang. Handphone (HP) android milik warga Jln SM Raja ini disental jambret berboncengan Yamaha R2 warna putih tanpa plat. Aksi jambret berlangsung di Jln Alfalah Kel Titi Kuning, Kec Medan Johor, kemarin (9/2) sekira 14:00 WIB. Diceritakan Amel, sebelum kejadian ia dibonceng temannya, AA (20) naik kreta matic. Mereka hendak mengajar taekwondo di daerah Delitua. Tiba di Jln Alfalah, dua pria berboncengan Yamaha R2 memepet korban. Amel yang duduk di boncengan tersentak. "Pelaku yang di bonceng merampas HP Oppo FV yang sedan kupegang," beber Amel. Celakanya, usai dijambret kreta yang ditunggangi korban oleng. "Tapi untungnya kami nggak sampai jatuh ke aspal. Sempat kami kejar pelaku. Tetapi pelaku cukup lihat tunggangi kreta R2-nya. Kami kehilangan jejak," kesal Amel. "Kalau sempat dapat, saya patahkan tulang kedua pelaku itu," ketus Amel saat membuat laporan pengaduan di Mapolsek Delitua, Sabtu (10/2) sekira pukul 12:00 WIB. AA, rekan korban, menimpali, jika di kawasan Jln Alfalah Medan sudah sering terjadi aksi jambret. "Selain cukup sepi, daerah itu banyak pohon rindang dan tidak ada penerangan. Malah kedua pelaku sempat mengejek kami sambil tertawa," imbuhnya. Terpisah, Kapolsek Delitua, Kompol Arifin Marpaung, melalui Kanit Reskrim, Iptu Prastyo Triwibowo, membenarkan laporan pengaduan korban. "Kita juga sudah cek TKP," tukasnya. (mehuli) Pukul Pegawai Satpol PP PERCUT-M24 Surya (22), warga Jln Makmur Gg Ujung Batu, Pasar VII Tembung, Kec Percut Seituan diamakan polisi. Surya diamankan lantaran memukul pegawai Kantor Camat Percut Seituan, kemarin (9/2) sekira pukul 20:30 WIB. Keterangan diperoleh, aksi pemukulan bermula ketika keluarga mengadakan acara syukuran atas berhasilnya Surya Rahmad, diterima bekerja di Bandara Kualanamu, Rabu (31/1) lalu. Surya merupakan putra Asnadi, pegawai Satpol PP Kantor Camat Percut Seituan. Di acara tersebut, Robbi Anggara (19) dan Zainul, teman Surya Rahmad hadir. Namun jelang Kamis (1/2) dinihari, Surya Rahmad mengajak Robbi Anggara membeli rokok. Saat itulah tiba tiba pelaku Surya Cs datang hingga terjadi keributan. "Mereka (Surya Cs) menuduh kami bawa kreta kencang. Padahal nggak kencang kami bawa kreta. Terus mereka main pukul aja," ucap Surya Rahmad kepada M24, Sabtu (10/2). Asnadi, ayah Surya Rahmad datang bersama Zainul. Mereka bermaksud melerai. Tapi celakanya, Asnadi dan Zainul malah ikut dipukuli Surya Cs. Akibatnya Asnadi luka di kepala belakang dan tangan. Pemukulan tersebut juga mengalami Robbi dan Zainul bocor di karenadipukul pakai kayu rotan oleh pelaku. Kedua korban dibawa ke rumah sakit untuk diobati. Kapolsek Percut Seituan, Kompol Pardamean Hutahaean SIK kepada M24 membenarkan telah mengamankan pelaku. "Saat ini kita sedang periksa pelaku dan keterlibatan yang lainnya," kata Hutahaean. (irwan) Resmi Dinikahi ANGEL Lelga dan Vicky Prasetyo resmi menjadi pasangan suami istri setelah mengucapkan ijab kabul janji suci pernikahan di Masjid Istiqal, Jakarta Pusat, Jumat (9/2). Pernikahan mereka sudah tercatat dan terdaftar resmi secara agama dan hukum negara di kantor urusan agama (KUA) Jakarta Pusat. Angel Lelga dan Vicky Prasetyo akan menggelar resepsi pernikahan di kawasan Ancol, Jakarta Utara, Sabtu (10/2). Pernikahan tersebut disebut-sebut menghabiskan dana sekitar 5 miliar rupiah. Angel Lelga dan Vicky Parestyo ingin memakai tema klasik dari negera Inggris serta beuaty and the beast. Di pesta pernikahan itu, mereka juga memakai dekorasi dari luar negeri dan mengundang sekitar 3000 tamu undangan. (net) DEMO BURUH SUATU ketika Wak Lokot yang jadi presiden didatangi buruh yang demo besar-besaran ke istana negara, pokoknya sampai monas penuh buruh semua... demo sudah mulai anarkis, ada pembakaran ban dan sepeda motor. Mereka berteriak membacakan tuntutan yang hanya 1: bertemu presiden dan minta penghapusan karyawan kontrak. Melihat situasi yang memanas Ka?polri sudah menyiagakan kendaraan lapis baja untuk mengamankan presiden. Tetapi presiden tetap kukuh untuk bertemu pendemo untuk berorasi. Setelah eyel-eyelan dengan paspampres dan kapolri, presiden diberikan waktu 5 menit untuk berorasi. Dan ini isi orasi nya:? "Rakyatku, saya paham betul kebutuhan anda kepastian pekerjaan. Saya juga ingin sekali sistem pekerja kontrak dihapuskan. Dan saat ini saya juga bingung mau mengangkat Kapolri baru atau menghapus KPK, tapi saya tidak bisa apa-apa juga karena saya sendiri juga dikontrak 5 tahunan. Dan kontrak saya juga akan habis 4 tahun lagi…Biar penggantiku aja nanti yang selesaikan nya ya…!” Setelah itu presiden langsung pergi dan pendemo pun bubar. Temuan bayi itu segera dilaporkan Ita kepada warga sekitar dan Kepala Lingkungan diteruskan ke Polsek Medan Kota. Dalam sekejap temuan bayi sontak menggegerkan warga. Kapolsek Medan Kota, Kompol Martuasah Tobing, saat dikonfirmasi wartawan, Sabtu (10/2) pagi mengatakan, masih melakukan penyelidikan terkait temuan bayi. "Sejauh ini, kita sudah Siswi SMP di Percut Diduga Diculik Lelaki PERCUT SEI TUAN-M24 Andayani (35), dilanda keresahan. Betapa tidak, putrinya yang masih berusia 13 tahun tak pulang semalaman. Ia dan anggota keluarga lainnya menduga putrinya yang masih pelajar SMP, diculik seorang lelaki. Menurut Andayani, ia mengantarkan putrinya berinsial DL ke sekolah, Jumat (9/2) sektar pukul 06.45 WIB. Sebelum ke sekolah, DL sempat mengeluh kakinya keseleo. DL juga sempat memberi kabar akan terlambat pulang ke rumah karena ada kegiatan bersih-bersih di sekolah. DL yang merupakan sulung dari dua bersaudara tak kunjung pulang meski hari mulai sore. Andayani bersama suaminya Suaji (35) mendatangi SMPN 1 Percut Sei Tuan, sekolah DL. Tetapi DL tidak lagi berada di sekolah. “Dia Jumat masuk ke sekolah. Kami MEDAN-M24 Dua karyawan (tukang masak) kritis saat kebakaran terjadi di Rumah Makan (RM) Hasupsi di Jln HM Joni, Kel Pasar Merah Timur, Kec Medan Area, Sabtu (10/2) sekira pukul 14:00 WIB. Informasi diperoleh, api marak dari ruang dapur. Saat kejadian, pengunjung rumah makan sedang ramai. Tiba-tiba beberapa karyawati bagian dapur teriak, kebakaran... Pengunjung pun berhamburan keluar dari rumah makan. “Tiba-tiba ada yang teriak kebakaran dari dapur. Gak lama seperti terdengar suara letupan diikuti semburan api. Kayaknya gas yang digunakan meletup,” kata Ilham (40), seorang pengunjung. Hitungan menit, api kian marak. Dari mengamankan seorang ibu bernama Roswita Lase (28) warga Pantai Burung, Kec Aur, Medan Maimun berikut dua anaknya. Motifnya, tersangka mengaku tega membuang bayi karena faktor ekonomi," ungkap Martuasah. Martuasah menjelaskan, kasus ini terungkap berwal dari informasi masyarakat yang menyebut ada bayi yang sengaja dibuang ibu kandungnya. Dari Pelaku Diduga Kenalan Korban tidak tahu nomor HP-nya karena selama ini anaknya hanya beli paket untuk bermain sosmed,” kata Andayani kepada M24, Sabtu (10/2). Andayani melanjutkan, ia mendapat kabar dari teman sekolah putrinya kalau DL menaiki angkutan kota (angkot) 65 jurusan P. Baris-Tembung. “Itulah terakhir kawannya melihat. Aku dan suami tidak ada persoalan. Kemanalah kau nak... Pulanglah nak,” tutur Andayani menangis. Ketika magrib tiba, sepupu DL bernama Putri (15) warga Jln M Yakub Lubis, ditelpon seseorang lelaki yang tidak dikenalnya. Pria itu memakai nomor 082297424***. Lelaki tersebut mengatakan bahwa DL ada bersamanya dan dalam keadaan kaki keseleo di Pasar 7, Tembung, Kec Percut Sei Tuan. “Tapi hingga magrib, lelaki itu tak mengantarkan DL,” kata Putri. atap bagian dapur api terlihat berkobar disertai kepulan asap. Para karyawan dan warga sekitar bahu-membahu memadamkan api menggunakan selang dan ember yang ada di rumah makan. Tak lama, lima unit pemadam kebakaran (damkar) milik Pemko Medan datang ke lokasi. Saat petugas pemadam tiba, api berhasil dijinakkan. Petugas pun menyemprotkan air ke bagian atap sisa kebakaran untuk memastikan api-api benar-benar padam. “Dua karyawan bagian tukang masak mengalami luka bakar serius. Kedua korban awalnya dirawat di RSU Ibnu Saleh Jln HM Joni, namun karena luka serius dirujuk ke RSU Teguh Murni Medan,” kata Kepala Lingkungan (Kepling) XII, Kel PAsar Merah Timur, Ahmad Satria Siregar, kepada M24 di lokasi. situ, petugas melakukan penyelidikan dan berhasil mengantongi indetitas tersangka dari praktik Bidan Hj Ramini Jln Multatuli. "Setelah itu, anggota langsung ke rumah tersangka dan mengamankannya. Saat ini, bayi malang itu dalam kondisi selamat dan dalam perawatan medis di Bidan Hj Ramini," tukasnya. (ahmad) Pesta Nikah Geger...!! Tamu Undangan Tewas Saat BAB Pria itu kembali menghubungi nomor ponsel Putri. Lewat percakapan telpon, pria tersebut mengaku DL sedang bersamanya dan tengah makan di Jln Pancing, tepatnya MMTC. “Kami segera ke sana dan tidak juga menemukannya. Kami heran, kenapa lelaki itu tahu nomor HP Putri. Selanjutnya nomornya sudah tidak aktif lagi,” kata Suaji, ayah kandung DL. Suaji dan Andayani melaporkan hal itu ke Polsek Percut Sei Tuan. Namun, pihak kepolisian meminta Andayani dan Suaji melapor kembali setelah 1x24 jam, DL tak pulang. Wakil Kepala SMPN 1 Percut Sei Tuan Khairul Amri Lubis ketika ditemui M24, Sabtu (10/ 2) mengatakan DL selama ini dikenal pendiam. Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Pardamean Hurahaean, mengatakan telah mendengar laporan tersebut. (irwan) Gas Meletup, 2 Karyawan RM Hasupsi Kritis Luka Bakar KUALUH HULU-M24 Kematian Sisa Lestari alias Tari Lestari (19), mahasiswi Universitas Islam Labuhanbatu Utara (Unisla) masih menyisakan duka mendalam. Keluarga korban amat terpukul oleh tewasnya guru honorer di SDN 118253 Kualuh Hulu. Korban diduga diperkosa sebelum dibunuh. Tari ditemukan tewas Kamis (8/2) sekira pukul 18.30 WIB di Afdeling IV Desa Londut Kec Kualuh Hulu, Labura. Kapolsek Kualuh Hulu, AKP Romson Sihombing, yang dikonfirmasi M24, Sabtu (10/2), mengatakan, masih menyelidik kasus tewasnya gadis cantik warga Dusun V Desa Mekar Marjanji, Kec Aek Songsongan, Kab Asahan itu. “Belum tau motifnya, karena pelaku belum ditangkap,” kata Romson dengan nada tinggi melalui telepon seluler. Romson mengaku, saat ini pihaknya masih memeriksa sejumlah saksi. “Ada tujuh saksi yang kita periksa,” sambungnya. Namun saat ditanya, ketujuh saksi itu, Kapolsek malah menutup sambungan telepon. Sementara Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Teuku Fathir, yang ditanyai terkait perkembangan kasus pembunuhan sadis bungsu dari lima bersaudara itu, menyatakan hal serupa. “Masih kami lidik pelakunya,” tukas perwiwa lulusan Akpol 2008 itu singkat melalui pesan WhatsApp. Begitu juga Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang. “Pelaku masih dilacak. Nant kalo tertangkap pasti kita kabari, mas,” jawabnya. NAMORAMBE-M24 Pesta pernikahan seketika geger. Seorang tamu undangan, Gunanta Singarimbun (51) warga Desa Tiga Nderket, Kec Tiga Nderket, Kab Karo tewas mengenaskan saat buang air besar (BAB) di sebuah kamar mandi warga, tak jauh dari Balai Desa Kuta Tengah Kec, Namorambe Sabtu (10/ 2) sekira pukul 13:10 WIB. Kematian mendadak terjadi saat Gunanta mengunjungi pesta pernikahan keluarganya. Siang itu ratusan tamu undangan terlihat sedang menyantap makanan yang disuguhan si empunya hajat. Tiba-tiba, mereka berhamburan keluar dari Balai Desa (jambur) karena teriakan histeris. Anwar Singarimbun (48), rekan korban, mengatakan, sebelum kejadian pihak keluarga dan undangan baru saja mengikuti acara demi acara adat. Siang menjelang, makan bersama pun dilasungkan. Usai makan, korban Gunanta kebelet buang air. Dia keluar dari jambur. "Tadi korban sesak BAB, maka itu kami pergi keluar jambur ke rumah warga yang ada warunnya. Korban sempat memesan minuman sebelum permisi ke kamar mandi di warung itu." beber Anwar. Setengah jam menunggu, korban tak kunjung keluar. Anwar pun curiga. Lalu Anwar permisi ke kamar mandi hendak melihat korban. Begitu memanjat tembok, Anwar melihat korban setengah telanjang dengan posisi terduduk di WC dan air liurnya menetes. Seketika Anwar teriak minta tolong. Sehingga tamu undangan sontak geger dan berhamburan menuju lokasi. "Kami dobrak pintu kamar mandi itu. Kami lihat korban sudah tidak bernyawa," imbuh Anwar. Korban lalu dibawa ke Puskesmas Namorambe. "Rencananya korban kita bawa ke desanya. Korban ini punya anak 3. Is- Pengedar Sabu Disergap di SPBU TANJUNGBALAI-M24 Pengedar sabu dibekuk personel Satresnarkoba Polres Tanjungbalai di SPBU Jln Jenderal Sudirman Km 7, Kel Sijambi, Kec Datuk Bandar, Tanjungbalai. Pelaku diamankan saat diduga sedang menunggu pembeli. Kapolres Tanjungbalai AKBP Tri Setyadi Artono didampingi Kasat Narkoba AKP Adi Haryono melalui Kasubbag Humas Iptu Jumadi, Jumat (9/8) menuturkan tersangka yakni Syah Indra alias Bejo (38) alamat Jln Mangga, Kel TB Kota II, Kec Tanjungbalai Selatan. Penangkapan terhadap pengangguran ini dilakukan, Kamis (8/2). Pihaknya melakukan penangkapan setelah adanya informasi dari masyarakat lelaki diduga mengedarkan narkoba. Penyelidikan dilakukan dengan cara petugas menyarus sebagai pembeli. SPBU disepakati sebagai lokasi transaksi. Ketika petugas yang menyamar menuju lokasi, tersangka sedang menunggu di kreta. Petugas bergegas 'Metik' Ranmor, Karyawan Kebun 'Dipetik' Polisi BAH JAMBI-M24 Unit Jatanras Sat Reskrim Polres Simalungun meringkus Danil (31), karyawan perkebunan di PT Bakrie Sumatera Plantations (BSP), Sabtu (10/2). Pria warga Dusun II Perkebunan Sei Balai, Kec Sei Balai, Kab Batubara, ini nekat 'main' sebagai pelaku curanmor. Aksi curanmor terjadi di depan Warnet milik Rahmad Afandi Damanik, Nagori Bah Jambi I, Kec Jawa Maraja, Bah Jambi, Kab Simalungun pada Senin (15/1) sekira pukul 03:55 WIB. Sementara korban bernama Suwardi (49), karyawan BUMN, warga Pondok Sejahtera, Nagori Bah Jambi, Kec Jawa Maraja, Simalungun. Kasus ini dilaporkan korban sesuai bukti transkrip Laporan Polisi Nomor: LP/07/I/ 2018/SU/ Sek T Jawa, tanggal 15 Januari 2018. Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Damos C Aritonang, SIK, yang dikonfirmasi M24 mengatakan, usai menerima laporan korban, pihaknya melakukan penyelidikan hingga berhasil mengendus pelaku. Ibu Seret Anaknya Sejauh 300 Meter Kasus ibu yang menyeret anaknya sepanjang jalan pada Kamis (8/2) itu viral di sosmed. Dalam kiriman pada Jumat, akun facebook bernama Yuni Rusmini menyebut lokasi kejadian berada di Balong, Paseban, Bayat, Klaten, Jawa Tengah. Kejadian ngeri ini terekam sebuah kamera CCTV. Tampak wanita memakai pakaian warna merah naik motor matic hitam sementara ia menyeret anaknya. Tangan gadis cilik nan malang tersebut dipegangi. Kejadian ini membuat anak berusia 5 tahun tersebut menderita luka di bagian lututnya. Usai menyeret, AKP Sunarso, Kapolsek Wedi menambahkan, berdasarkan video yang diunggah Yuni Rusmini, terlihat sang ibu meninggalkan putrinya begitu saja ke arah ka- Terpisah, Ketua Komisi Nasional Perempuan dan Anak (Komnas PA) Labuhanbatu melalui Staf Litbang, Rahmat Fajar Sitorus, menanggapi, aksi pelaku yang terbilang sadis. Dia menilai, kasus itu bukan perampokan. Karena harta benda korban masih utuh di lokasi. “Saya menduga pelaku orang yang dikenal korban. Sehingga korban tidak menduga sama sekali akan terjadi sesuatu yang buruk pada dirinya. Kita lihat saja, sepedamotor, kalung emas dan barang lain milik korban tidak ada yang hilang,” simpulnya. Komnas PA berharap, pelaku segera diringkus polisi. “Kami turut prihatin. Semoga keluarga korban tabah dan sabar atas musibah ini,” tukasnya. (habibi) tri korban sudah kita hubungi," sebut Anwar lagi. Sementara keluarga dekat korban yang turut mengunjungi pesta pernikahan mengatakan jika korban ada mengidap penyakit. "Korban sudah lama sakit gula dan sesak napas. Mungkin karena sering di daerah dingin, begitu datang ke sini cuaca cukup panas, sesak nafas korban kumat wakti di kamar mandi," kata S boru Singarimbun, kerabat korban. Terpisah, Kapolsek Namorambe, AKP Zainuddin Lubis, melalui Kanit Reskrim Iptu W Tarigan, mengatakan, korban sempat dibawa ke puskesmas yang hanya berjarak sekitar 100 meter dari TKP. "Tidak ada tanda-tanda kekerasan terhadap korban dan permintaan keluarga, jenazah tidak divisum," ungkap Tarigan sembari menyebut sejumlah saksi dan pemilik warung, B beru Keliat dimintai keterangan oleh polisi. (mehuli) Adapun kedua korban yang luka bakar kritis adalah Nano (50) dan S Sinaga (24), keduanya tukang masak. Kanit Reskrim Polsek Medan Area, Iptu Rudi Silalahi yang datang ke lokasi bersama beberapa anggota, membenarkan peristiwa kebakaran. “Masih dalam penyelidikan. Diduga api akibat kompor gas meledak saat kedua karyawan memasak nasi,” tukas Rudi. Dari lokasi, polisi menyita selang gas dan dan tabung melon yang semburkan api. Sementara Manajer Pusdalops BPBD Medan M Yunus menyebut, objek yang terbakar 1 unit bangunan permanen bagian dapur rumah makan. Persentase yang terbakar sekitar 40 peresen,” kata Yunus. (wandi/yat) meringkusnya. Ketika digeledah, ditemukan 1 amplop warna putih berisi plastik klip yang didalamnya adalah sabu seberat 41,19 gram. Selain itu, petugas turut mengamankan barang bukti 2 HP. Kepada petugas, tersangka mengakui sabu tersebut miliknya. "Saat ini tersangka masih menjalani penyelidikan dan pemeriksaan guna pengembangan lebih lanjut terkait jaringannya," pungkas Jumadi. (surya) Petugas mendapat informasi pelaku berada di Kompleks Pajak/Pekan Desa Bah Jambi di depan warnet milik Rahmad Afandi Damanik. "Anggota langsung ke TKP menangkap pelaku. Saat diinterogasi, pelaku mengakui perbuatannya," terang Damos. Untuk proses hukum lebih lanjut, pelaku bersama barang bukti sepedamotor Honda Supra warna merah hitam nopol BK 5477 TAK a/n pemilik Lamhot Sinurat diamankan ke Polres Simalungun. (adi) wasan Wedi, Klaten. “Pelaku mengalami stres,” kata AKP Sunarso saat dikonfirmasi. Kompol Hari Sutanto, Waka Polres Klaten menambahkan, berdasar keterangan beberapa saksi, termasuk sang suami, pelaku memang mengalami depresi. Hingga kini, Santi masih menjalani perawatan dan observasi di RSJD Dr Soedjarwadi Klaten. (int/grid) Bimtek di Jakarta SEI RAMPAH-M24 Duka menghampiri jajaran DPRD Serdang Bedagai (Sergai). Bahagia Purba (52), salah seorang anggota dewan di daerah tersebut, meninggal dunia ketika melaksanaan Bimbingan Teknis (Bimtek) di Jakarta. Tewasnya politisi dari Nasdem ini terjadi, Jumat (9/2). Sekretaris DPRD Sergai Suprin saat dihubungi M24, Sabtu (10/2) membenarkan tewasnya Bahagia Purba. Menurutnya, legislator yang beralamat di Desa Tarean, Kec Silinda, Sergai, ini tengah melaksanakan Bimtek bersama anggota DPRD Sergai lainnya di Universitas Nasional (Unas) di Lokasari, Jakarta. Bahkan beliau sempat mengikuti dua season dari tiga season yang dijadwalkan. Sebelum memasuki season ketiga, katanya, korban mengeluh sakit dan permisi untuk berobat. Namun, hingga sore menjelang malam hari, korban tidak tampak di hotel. Ia kemudian menghubungi ponsel korban. Tetapi yang menerima telpon justru pihak Polsek Metro Taman Sari. Dari petugas diketahui kalau Bahagia Purba telah meninggal dunia dan jenazahnya berada di RS Husada. “Menurut pihak kepolisian sebelum meninggal, beliau ditemukan sempat terjatuh di salah satu toilet umum di seputaran Lokasari. Setelah itu dibawa oleh pihak kepolisian ke RS Husada. Kepolisian tidak menemukan tanda-tanda kekerasan di tubuh korban,” bilangnya. Ia menambahkan, jenazah Bahagia Purba diterbangkan dari Jakarta menuju Bandara Kualanamu, Sabtu (10/2) dan akan disemayamkan di rumah duka di Desa Tarean, Kec Silinda. Korban meninggalkan seorang istri dan empat orang anak. Bahagia Purba rencananya akan dikebumikan, Senin (12/2). (darmawan) 4 Hari Gadis Belia Dilarikan MEDAN-M24 Bunga —sebut saja demikian— empat hari tak pulang ke rumah. Gadis belia 14 tahun ini dibawa cowok kenalan barunya. Nggak tanggung-tanggung, Bunga dilarikan sampai ke Porsea oleh cowok yang dikenalnya via facebook. Polisi akhirnya berhasil mengendus dan mengamankan pelaku. “Untungnya selama 4 hari itu dia belum sempat ngapa-ngapain aku. Sekarang, pelaku sudah diamankan polisi,” ucap Bunga saat ditemui di Mapolsek Patumbak, Sabtu (10/2). Diceritakan Bunga, peristiwa bermula dari perkenalan Bunga dengan pelaku ED (21), melalui fabebook beberapa bulan lalu. Dari seringnya saling komentar status dan chatting, kedua sejoli ini pun akrab. “Awalnya kami sering chattingan di facebook hingga tukaran nomor handphone (HP),” sebut Bunga. Hingga kemudia ED mengajak Bunga ketemuan. Saat bertemu, ED membawa mobil truk. Ia pun mengajak Bunga jalan-jalan. Tak kuasa menolak, Bunga pun mengiyakan. “Kami pergi Minggu (4/ 2) lalu. Saya pikir Porsea itu dekat. Rupanya jauh kali. Kalo tah jauh, saya pasti menolak ajakan dia. Apalagi pas pergi itu, saya belum pamit dengan orangtua,” ucap Bunga. Siapa sangka, Bunga dibawa ED selama 4 hari. Karuan saja, itu membuat orangtua korban khawatir. Mereka makin panik lantaran HP Bunga tak aktif setiap kali dihubungi ibunya, RS. Alhasil, orangtua Bunga melaporkan kehilangan putri mereka ke Polsek Patumbak. Polisi bersama orangtua korban lalu menyelidiki kebiasaan Bunga yang sering chatting dengan teman prianya. Penyelidikan pun mengarah pada ED, teman kenalan baru Bunga. Lalu diatur strategi menghubungi ED. “Polisi menyamar ngajak jumpa sama pelaku. Hingga polisi berhasil jumpa dengan pelaku di Amplas,” ungkap Bunga. Kini, kata Bunga, ED sedang dalam pemeriksaan. Sementara Bunga diajak orangtuanya ke RS Estomihi untuk visum. Kanit Reskrim Polsek Patumbak, Iptu Ainul Yaqin ketika dikonfirmasi membenarkan peristiwa tersebut. “Peristiwanya benar, tapi belum tahu ada tindakan cabul atau tidak. Menurut korban tidak ada, tapi kita masih menuggu hasil visum,” pungkasnya. (ahmad) 0,38 Gram Sabu Dibeli RP500 Ribu KARO-M24 Ketika berada di satu bengkel kreta di Jln Nabung Surbakti, Kabanjahe, Ricky Azandri (26) disergap petugas Satnarkoba Polres Tanah Karo. Darinya ditemukan sabu seberat 0,38 gram. Penangkapan terhadap warga Jln Suprapto, Kel Padang Mas, Kec Kabanjahe, dilakukan petugas, Jumat (9/2). Sabu seberat 0,38 gram itu dikemas dalam 2 paket. Selain sabu, barang bukti lainnya yakni dua bungkus plastik klip kosong, uang tunai Rp500 ribu dan 2 HP. Ketika diperiksa penyidik, pelaku mengakui sabu dibelinya dari Lambok Sijabat seharga Rp500 ribu. Mendengar pengakuan itu, petugas menelusuri keberadaan Lambok Sijabat di seputaran Kabanjahe. Hasilnya, Lambok sukses diciduk. Kasat Narkoba AKP Sopar Budiman ketika dikonfirmasi M24 melalui selulernya, Sabtu (10/2) menjelaskan, guna pemeriksan lebih lanjut kedua tersangka sedang dilakukan pengembangan kasusnya. (herlin) Umpan Kurir, Polisi Comot BD DOLOK MASIHUL-M24 RPN alias Riski (19) warga Jln Ahmad Yani, Kel Pelita, Kec Padang Hulu, Tebingtinggi diringkus petugas Polsek Dolok Masihul tak jauh dari rumahnya, kemarin (9/ 2) sekira pukul 23:30 WIB. Riski diduga bandar sabu itu ditangkap berkat pengembangan polisi terhadap tersangka FS (16) warga Jln Jambu Kampung Bicara, Tebingtinggi. Disebutkan, FS diamankan saat melintas di Jln Desa Kampung Dame, Kec Dolok Masihul, Sergai, Kamis (8/2) malam. Dari remaja tamatan SMP itu polisi menyita satu linting daun ganja kering, dan satu paket sabu dari saku celananya. FS 'nyanyi' jika barang haram itu diperoleh dari rekannya, Riski. Berbekal keterangan itu, polisi menghubungi Riski menggunakan HP milik FS dan memesan satu jie sabu seharga Rp1 juta. Riski tidak curiga dan menyanggupi pesanan sabu. "Saat transaksi berlangsung, petugas yang menyaru menyerahkan uang Rp1 juta. Riski lalu menyerahkan sabu pesanan. Usai transaksi, Riski langsung kita amankan bersama paket sabu seberat 1,4 gram berikut pipet yang di gunakan untuk skop sabu," kata Kapolsek Dolok Masihul, AKP Cahyandi SH, saat dikonfirmasi Sabtu (10/2). Riski mengaku, baru tiga bulan menjual sabu. Bahkan ia mengaku sabu yang diperoleh itu belum dilunasi alias utang. "Habis transaksi baru kubayarkan," kilahnya. (darmawan) Nganggur, Tiga Pria Bobol Toko BELAWAN-M24 Tiga pria pengangguran ini membobol toko Karya Agung di Jln Sumatra Belawan. Karena perilaku ini pula, ketiganya meringkuk di sel Polsekta Belawan. Ketiganya yakni Juanda alias Junet (25) warga Jln Kampar Blok IF Ling 1, Kel Belawan I, Kec Medan Belawan, Muliadi alias Mul (35) warga Jln Indragiri Blok CD, Kel Belawan I, Kec Medan Belawan dan Rudi Syahputra alias Coro (31) warga Jln Indragiri Blok GA1, Kel Belawan I, Kec Medan Belawan. Kapolsekta Belawan Kompol Bernard Pasaribu memaparkan ketiganya diamankan, Sabtu (10/ 2) sekira pukul 04.00 WIB. Dari para tersangka diamankan 5 gulung kabel, 5 karung besi penyambung pipa kapal. Kerugian korban diiperkirakan Rp20 juta. Menurutnya, para pelaku ditangkap 1 jam setelah pihaknya menerima pengaduan. Muliadi alias Mul, katanya, saat akan diamankan melarikan diri. Namun, sempat dipukuli massa hingga mengalami luka pada bagian kepala dan wajahnya. "Sudah kita rujuk ke RS Bhayangkara untuk mendapatkan perawatan," ujar Bernard. Ia menambahkan, dari hasil introgasi kepada ketiga tersangka, mereka mengakui dalam menjalankan aksinya mereka bersama dua lainnya. Masing-masing berinisial HH dan LE. Keduanya warga Jln Indragiri Uni Kampung Belawan. (sigit) Heboh!! Truk Penyiram Aspal SIDIKALANG-M24 Kehebohan terjadi di jalan Sidikalang-Tigalingga Km 3, Desa Lae Nuaha, Kec Siempat Nempu Hulu, Dairi, Sabtu (10/2) sekitar pukul 08.30 WIB. Pasalnya, mobil penyiram aspal milik PT. SPA terbakar di lokasi tersebut. Menurut operator aspal, S. Gurusinga (45) warga Padang Cermin, Binjai, pada pukul 05.30 WIB ia mencoba memanaskan aspal dari mesin pemanas yang diangkut menggunakan truk colt diesel warna kuning BK 9689 CD. Pada pukul 08.30 WIB, temperatur pemanas masih 90 derajat celcius, sehingga ia belum mematikan api pemanas pembakar aspal. Tidak beberapa lama, aspal keluar dari dalam tangki. Kemudian menyambar api pemanas dan terjadilah kobaran api. Mengetahui api membakar tangki aspal, ia dibantu temannya mencoba menyiramkan air dengan alat seadanya. Beruntung warga sekitar kejadian ikut membantu. Kobaran api tidak jadi menyebar luas dan dipadamkan. (fajar)

123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 123456789012345678901234567890121 “ Ayo download di Google Play dan miliki aplikasi ‘Polisi Kita’ di HP Androidmu. Bantu polisi melaporkan tindak kejahatan di sekitar kita maupun di jalanan demi keamanan Kota Medan tercinta ” KAPOLRESTABES MEDAN WAKA POLRESTABES MEDAN NO.KONTAK SATGAS ANTI BEGAL POLRESTABES MEDAN AIPTU PONGKI (081370630708), BRIPKA JEFRI HUTABARAT (085297101996), BRIPKA JENLI DAMANIK (08126418179), BRIPKA HARRY TEGUH (085262781545), BRIPKA EBEN EZER (081360885925), BRIPKA ALI HENDRA (085297025258), BRIGADIR M FAHRI (08126472829), BRIGADIR MH BAKTI (081396464646), BRIGADIR SADAT ROMULO (081360835406), BRIGADIR FRANSEDA (082274036717), BRIGADIR FREDI (081362722986) BRIPTU ADE PUTRA (081360909148). SILAHKAN DIHUBUNGI JIKA TERJADI AKSI KEJAHATAN SEPERTI BEGAL DAN PERAMPOKAN MEDAN-M24 Untuk mengantisipasi beredarnya isu terkait suku, agama dan ras (SARA), menjelang Pilkada serentak 2018, Polda Sumut membentuk Satgas Nusantara. Polda Sumut berharap insan pers turut mewujudkan Pilkada aman. P olda Sumut menggelar pertemuan dan deklarasi pemberitaan Pilkada damai tanpa SARA bersama insan Pers Mitra Polda Sumut di Aula Tri Brata, Mapolda Sumut, Tanjungmorawa, Jumat (9/2). Kegiatan ini dihadiri oleh Kapolda Sumut Irjen Pol Paulus Warterpau, Wakil Kapolda Sumut Brigjen Agus Andrianto, Kabid Humas Kombes Rina Sari Ginting dan para pejabat utama Polda Sumut, Ketua IJTI Sumut Budiman, perwakilan AJI Medan Vincensius Sitepu dan sekitar 200 orang wartawan Mitra Polda Sumut. Dalam sambutannya, Kombes Rina Sari Ginting menyatakan, pertemuan ini merupakan implementasi dari rencana kegiatan Satgas Nusantara, khususnya sub satgas manajemen media di Polda Sumut. Tak lupa, Rina mengajak media massa untuk bersama menyukseskan pesta demokrasi Pilkada 2018 ini menjadi ajang pemersatu keberagaman di Sumut. "Rekan media adalah salah satu bagian dari mitra kepolisian dalam mewujudkan Pilkada yang aman, damai dan tanpa SARA di wilayah Sumut. Media dalam pemberitaan harus netral dan berimbang, serta memberikan informasi secara utuh yang mencerdaskan dan mengedukasi publik," ajaknya. Sementara Kapolda Sumut Irjen Paulus Waterpauw mengharapkan agar dapat meningkatkan kerja sama MEDAN-M24 Satlantas Polrestabes Medan merespon keluhan masyarakat mengenai mahal dan sulitnya pengurusan Surat Izin Mengemudi (SIM). Dibantu Satsabhara Polrestabes Medan, enam orang calo SIM kemudian diringkus. Kebanyakan masyarakat mengadu menjadi korban penipuan calo SIM. Para calo biasa nongkrong di depan gedung Sat Lantas Polrestabes Medan, Jln Haji Nawi Harahap dan Jln Adi Negoro, Medan Timur. Dari keluhan itulah, personel Satsabhara dibawah pimpinan Kasat Sabhara AKBP Sonny Siregar beserta Wakasat Kompol Faidil, ke lokasi dimaksud. Para calo bertaburan membaur dengan masyarakat dan orangorang di sekitar lokasi. Meski begitu, petugas Sat Sabhara meringkus 6 orang. "Penangkapan calo ini berawal dari pengaduan Road to Polsek Petugas Bhabinkamtibmas Kapolda Sumut bersama wartawan mitra Polda Sumut. yang sinergis dan harmonis antara insan pers dengan Polda Sumut dalam mewujudkan Kamtibmas yang aman, damai dan kondusif khususnya dalam pelaksanaan Pilkada 2018 nanti. Lebih jauh Irjen Paulus mengatakan, Polda Sumut berkomitmen untuk mendukung insan pers dalam melaksanakan tugasnya dan akan memberikan pelayanan kepada insan pers dalam melaksanakan tugasnya. "Agar ke depan kita tingkatkan kerja sama dan sinergitas dalam memanajemen berita-berita yang viral di sosial media," tuturnya. Kapolda Sumut juga berterima kasih kepada seluruh insan pers yang sampai saat ini mendukung Polda Sumut lewat manajemen berita yang baik. Sehingga TUMBUHKAN DISIPLIN SEJAK DINI SUNGGAL-M24 Siswa-siswa di PAUD Nanda di Komplek Departemen Agama, Dusun 19, Desa Muliorejo, Kec Sunggal, disambangi personel Bhabinkamtibmas Polsek Sunggal. Mereka diperkenalkan soal rambu-rambu lalu lintas. dapat meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri. Perwakilan AJI Medan, Vincensius Sitepu menyatakan setiap hasil dari tugas seorang jurnalis harus benar dan dapat dipertanggungjawabkan. Jurnalis Indonesia harus bisa menjadi wasit dan pengawas, serta teliti dan seksama terhadap pelaksanaan Pilkada 2018. Vincensius juga menambahkan agar insan pers dapat menjamin independensi, netralitas dan pemberitaan yang berimbang. Sehingga masyarakat memiliki kesadaran untuk menyalurkan aspirasi politinya dengan baik, bebas, netral dan bertanggung jawab, sekaligus menyukseskan Pilkada 2018 di Sumatera Utara. (ahmad) Bikin Resah Warga, Polrestabes Ringkus 6 Calo SIM masyarakat lewat SMS. Ada korban penipuan Rp800 ribu yang dilarikan oleh calo SIM di Sat Lantas. Saat kita lakukan penyidikan memang benar. Padahal hari libur, tapi mereka ada di lokasi," kata Kapolrestabes Medan Kombes Pol Dadang Hartanto saat menggelar pers rilis, Sabtu (10/2) sore. Ditambahkan Kapolrestabes yang didampingi Kasat Lantas AKBP M. Saleh menjelaskan, keenam 6 calo SIM tersebut berinisial, SL (42), HW (47), WS (39), ISS (30), DRN (45) dan R (28). Mereka semua tinggal tak jauh dari gedung Sat Lantas. Kapolrestabes mengakui keberadaan para calo SIM ini begitu meresahkan. Ini pula yang merusak citra polisi selama ini mengenai pembuatan SIM di Sat Lantas. "Sementara ini mereka hanya pembinaan saja. Soalnya belum ada korban mengadu tentang mereka. Untuk pelapor yang mengadu karena rugi Rp800 ribu Siswa PAUD Dikenalkan Rambu Lalu Lintas Kegiatan tersebut dilaksanakan oleh Aiptu Rosnani, Selasa (6/2). Dalam arahannya, selain memperkenalkan rambu-rambu lalu lintas, Rosnani juga mengimbau tadi, bukan mereka calonya. Dari keenamnya, lima orang positif narkoba," terangnya. Kapolrestabes juga menanyakan kepada para calo adanya keterlibatan oknum polisi di Sat Lantas, agar turut ditindak. "Kalian ada orang dalam yang menyuruh bekerja sama dengan kalian? Kalau ada, bilang biar ditindak," timpal Kasat Lantas. Diketahui, para calo SIM di Sat Lantas Polrestabes Medan, tergolong orang lama di kawasan tersebut. Bahkan beberapa orang di antaranya, mengaku sudah hampir 20 tahun menggeluti bisnis calo SIM di Sat Lantas Polrestabes Medan. "Cari makan saya dia itu pak. Dari tahun 1998 saya udah jadi calo SIM. Saya udah 3 kali ditangkap karena jadi calo SIM. Ini semua karena kebutuhan," aku DRN salah seorang calo kepada wartawan. (ardi) murid-murid agar saat pulang sekolah, langsung menuju rumah. Jangan pergi dengan orang yang tidak dikenal. Para guru juga diminta agar mengawasi muridnya ketika mereka hendak pulang sekolah. Kapolsek Sunggal Kompol Wira Prayatna mengatakan bahwa giat yang dilakukan adalah untuk menumbuhkan disiplin diri sejak dini. Rambu-rambu lalulintas diajarkan agar tertanam pada diri murid supaya kelak menjadi putra putri Indonesia yang membanggakan bagi orang tua dan negara. "Kita juga mengimbau muridmurid agar jangan berlebihan dalam menggunakan gadget," katanya. (tiopan) # CARA MENDOWNLOAD APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Playstore' 2. Ketik 'Polda Sumut' 3. Pilih ' Polisi Kita Sumatera Utara' 4. Pilih 'Pasang' 5. Pilih 'Terima' 6. Proses Instalasi 7. Setelah Instalasi Selesai Pilih 'Buka' # CARA MENJALANKAN APLIKASI POLISI KITA 1. Pilih 'Daftar Akun' 2. Isi Semua Kolom Untuk Melengkapi Data Diri 3. Ketik Username & Password : (Sesuai yg Dibuat) Lalu Pilih 'Masuk' #FITUR : * Berita dan Agenda : Kegiatan Polda Sumut dan Polres Jajaran * Pengaduan : Laporan Pengaduan Masyarakat Terkait Gangguan Kamtibmas Untuk Ditindaklanjuti Polisi, Tokoh Masyarakat, KAPOLDA SUMUT IRJEN POL PAULUS WATERPAUW Pemprov,DPRD,Damkar, BNPT yg Dilengkapi Fitur Pendukung Foto Atau Video. * Informasi : Himbauan Polda Sumut Terkait Pesan-pesan Kamtibmas * Saber Pungli : Pengaduan Terkait Laporan Saber Pungli * Call Center : Masyarakat Dapat Menghubungi Langsung Polres Yang Dituju Sesuai Pilihan Nomor Telepon. * City Guide : Mapping Dan Informasi Lokasi Kantor Kepolisian Terdekat Serta Fasilitas Umum Seperti Rumah Sakit, SPBU, Tempat Wisata, Dll) # RESPON CEPAT Tombol Fitur Penyampai Informasi Yang Butuh Penanganan Secara Cepat Atas Tindak Kriminalitas Jalanan Seperti, Begal,Curas,Perampokan, Pencurian, Penculikan, Pemerkosaan, Penganiayaan, Pembunuhan, Pengrusakan, Perampasan dan Laka Lantas. “Kedepan agar dapat meningkatkan kerja sama yang sinergis dan harmonis antara insan pers dengan Polda Sumut, dalam mewujudkan Kamtibmas yang aman, damai dan kondusif khususnya dalam pelaksanaan Pilkada 2018 ” Kapolrestabes dan Kapolsek Medan Timur Kos-kosan Milik Ketua MUI Dibobol Maling MEDAN-M24 Rumah kos-kosan di Jln Gurila, Kec Medan Timur, disatroni maling. Kos-kosan ini diketahui milik Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Medan, Prof. M Hatta. Akibatnya, harta benda anak kosnya seperti uang, handphone dan laptop lenyap. "Iya, yang kemalingan anak kos saya. Kerugian berupa handphone, laptop, dan uang," ujar Prof Dr M Hatta saat dikonfirmasi wartawan via seluler, Kamis (8/2) sore. M Hatta menduga para pelaku masuk ke kos-kosan melalui atap rumah dengan menjebol plafon. Aksi pencurian ini, bukan kali pertama dialami penghuni kos. Karena sudah sering terjadi, sampaisampai anak-anak kos tersebut pindah. Sementara Kapolsek Medan Timur Kompol Wilson Pasaribu ketika dikonfirmasi menjelaskan, bahwa kegiatan bersama Kapolrestabes Medan Kombes Dadang Hartanto ke rumah kos-kosan milik ketua MUI Medan, adalah kegiatan sambang saja. Karena di lokasi tersebut memang rawan maling. Tapi Wilson tak menampik terjadi pencurian di situ. Namun, setelah diselidiki tidak ada harta benda anak kos disana yang hilang. "Iya dibobol maling. Tapi setelah dicek pada anak kosnya, ternyata barang tersebut ada. Jadi tidak lapor, akan tetapi kami tetap selidiki dan patroli," kata Wilson. (ardi)